Nikmati jutaan ebook, buku audio, majalah, dan banyak lagi dengan uji coba gratis

Hanya $11.99/bulan setelah uji coba. Batalkan kapan saja.

Berpaling Dari Tuhan
Berpaling Dari Tuhan
Berpaling Dari Tuhan
eBook131 halaman1 jam

Berpaling Dari Tuhan

Penilaian: 5 dari 5 bintang

5/5

()

Baca pratinjau

Tentang eBuku ini

Meskipun pokok bahasan ini tidak umum, tindakan berpaling dari Tuhan berkaitan dengan hal yang sangat umum terjadi di tengah orang Kristen. Banyak orang mulai berpaling dari Tuhan, tetapi tidak begitu banyak yang bertahan sampai akhir. Di dalam buku ini Bishop Dag Heward-Mills membunyikan tanda bahaya, dan dengan jelas menunjukkan mengapa setiap orang Kristen harus bisa masuk ke surga!

BahasaBahasa indonesia
Tanggal rilis29 Jul 2016
ISBN9781613958629
Berpaling Dari Tuhan
Baca pratinjau
Penulis

Dag Heward-Mills

Bishop Dag Heward-Mills is a medical doctor by profession and the founder of the United Denominations Originating from the Lighthouse Group of Churches (UD-OLGC). The UD-OLGC comprises over three thousand churches pastored by seasoned ministers, groomed and trained in-house. Bishop Dag Heward-Mills oversees this charismatic group of denominations, which operates in over 90 different countries in Africa, Asia, Europe, the Caribbean, Australia, and North and South America. With a ministry spanning over thirty years, Dag Heward-Mills has authored several books with bestsellers including ‘The Art of Leadership’, ‘Loyalty and Disloyalty’, and ‘The Mega Church’. He is considered to be the largest publishing author in Africa, having had his books translated into over 50 languages with more than 20 million copies in print.

Baca buku lainnya dari Dag Heward Mills

Terkait dengan Berpaling Dari Tuhan

E-book terkait

Kategori terkait

Ulasan untuk Berpaling Dari Tuhan

Penilaian: 5 dari 5 bintang
5/5

1 rating0 ulasan

Apa pendapat Anda?

Ketuk untuk memberi peringkat

Ulasan minimal harus 10 kata

    Pratinjau buku

    Berpaling Dari Tuhan - Dag Heward-Mills

    Apa itu Berpaling dari Tuhan?

    Tuhan membangkitkan nabi Yeremia pada suatu masa ketika Israel dan Yehuda hampir dibawa untuk ditawan di Babel. Tuhan memakai Yeremia untuk menunjukkan kepada bangsa Israel tentang keadaan hati mereka yang telah berpaling dari Tuhan. 

    Yeremia, Mengapa Engkau Menangis?

    Kitab Yeremia memberikan beberapa penjelasan gamblang tentang keadaan berpaling dari Tuhan. Yeremia, yang juga dikenal sebagai nabi yang meratap, memberikan pesan-pesan yang berpusat pada tema mengenai berpaling dari Tuhan. Dia seringkali berperang dengan bangsa Israel, terus menerus memperingatkan mereka untuk bertobat dan berubah dari jalan-jalan mereka yang jahat. Nabi yang meratap ini prihatin dengan sikap suka memberontak dari bangsa ini. Yeremia berulangkali mendesak mereka, Berbaliklah dari jalan-jalanmu yang jahat. Berhenti melakukan kejahatan! Bertobatlah dan kembalilah kepada Tuhan. 

    Ia berusaha untuk menunjukkan kepada mereka dengan berbagai cara apa artinya berpaling dari Tuhan. Namun bangsa Israel menolak untuk berubah. 

    Bertahun-tahun yang lalu saya belajar melalui pengalaman bahwa berpaling dari Tuhan dapat disamakan dengan berjalan di sebuah jalan yang tidak memiliki rambu-rambu. Dalam perjalanan Kekristenan kita, tidak ada rambu-rambu untuk memperingatkan Anda bahwa Anda sedang berpaling dari Tuhan. Tidak ada tanda yang mengatakan, NERAKA DAN KEHANCURAN - 200 METER LAGI.  Tidak ada rambu seperti itu! Berpaling dari Tuhan terjadi perlahan-lahan, sampai Anda ditarik ke suatu keadaan yang tidak pernah Anda harapkan. Perlahan tetapi pasti, Anda MELUNCUR ke sana. 

    Berpaling dari Tuhan itu nyata dan dapat dianalisa dengan mempelajari berbagai macam contoh berpaling dari Tuhan yang dijelaskan oleh Yeremia. Nabi menggunakan situasi-situasi kehidupan yang nyata untuk menjelaskan fenomena rohani yang sangat umum ini. Ini merupakan kejadian umum dalam dunia Kekristenan. Alkitab mengatakan 

    …karena banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih

    Matius 20:16

    Dengan kata lain, banyak orang memulai dengan Kristus tetapi banyak juga yang terjatuh (murtad). Alkitab juga berkata,

    … tetapi orang yang bertahan SAMPAI PADA KESUDAHANNYA akan selamat. 

    Matius 10:22

    Banyak orang yang datang kepada Kristus, di kemudian hari menjadi murtad.

    Bahkan ANDA bisa murtad!

    Beberapa orang mungkin mengejek topik ini dan berkata, Saya tidak mungkin berpaling dari Tuhan.  Sikap seperti ini menunjukkan bahwa Anda rentan terhadap kemurtadan. Alkitab memberi peringatan di dalam 1 Korintus 10:12, Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!  

    Buku ini akan membantu Anda mengembangkan kekuatan untuk bertahan dalam pertandingan Kristen. Semakin banyak Anda tahu, Anda akan semakin aman – dan Anda akan memiliki daya tahan yang lebih besar. Alkitab berkata, 

    … sebab kita bukannya tidak mengetahui akalnya (iblis).

    2 Korintus 2:11 (KJV)

    Pengajaran yang disajikan oleh buku ini akan menghalau kutukan ketidakpedulian. Ingatlah bahwa mereka yang tidak membaca tidak lebih baik daripada mereka yang tidak dapat membaca. Dengan kata lain, mereka yang menolak untuk mencari pengetahuan tidak lebih baik daripada mereka yang memang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. 

    Dalam bab berikut, saya akan menunjukkan kepada Anda berbagai hal yang perlu diperhatikan mengenai berpaling dari Tuhan.

    Bab 2

    Penjelasan Alkitab Tentang Berpaling dari Tuhan

    Mengganti Sumber Air yang Hidup dengan KOLAM BOCOR

    … mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air. 

    Yeremia 2:13

    Ketika saya masih menjadi mahasiswa kedokteran, saya diutus dalam suatu kunjungan dinas ke Danfa, sebuah desa di Ghana selama dua minggu. Pernah satu kali, selama perjalanan dinas itu, kami tiba di sebuah desa terpencil yang tidak memiliki air bersih. Karena desa itu tidak memiliki air bersih, mereka telah menggali sebuah lubang besar di dalam tanah di mana ada air; seringkali, air ini kotor dan berwarna kecoklatan.

    Mereka Minum Air Kotor yang Berwarna Kecoklatan Itu!

    Orang-orang di desa itu mandi, buang air besar, dan buang air kecil di dalamnya. Pada saat yang sama mereka minum dari air itu dan air itu pun dipakai untuk memasak. Tentu saja air tersebut mendatangkan berbagai penyakit bagi mereka. 

    Di dalam Alkitab, orang-orang yang berpaling dari Tuhan disamakan dengan orang-orang yang memiliki akses kepada air jernih yang mengalir, tetapi menukarnya dengan air kotor yang berbau – sama seperti yang saya lihat di desa itu. 

    Saya yakin Anda akan bertanya-tanya mengapa seseorang mau meninggalkan air yang manis, segar dan bebas dari pencemaran dengan air kotor yang penuh dengan kuman penyakit. Ada orang-orang percaya yang memiliki akses kepada suatu kehidupan yang kudus dan saleh. Namun demikian, mereka menolaknya dan menjalani kehidupan yang berdosa dan dikendalikan oleh si jahat. 

    Tuhan telah memberikan kepada Anda pengganti dari air kotor yang kecoklatan itu. Tuhan sedang memberitahu Anda bahwa ketika Anda berpaling dari Dia, Anda akan kembali kepada sesuatu yang mengerikan yang pada akhirnya akan membinasakan Anda. Dia sedang memberitahu Anda untuk tidak melakukan sesuatu yang konyol dengan minum air yang berlumpur lagi. 

    Menjadi Sebuah Pohon Anggur Busuk

    ... Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar...?

    Yeremia 2:21

    Penjelasan Alkitab selanjutnya mengenai berpaling dari Tuhan adalah mengenai sebuah pohon yang telah rusak dan menjadi pohon anggur yang berduri dan liar. 

    Di sini, Tuhan menunjukkan kepada kita bagaimana perkebunan seorang petani yang diharapkan memberi hasil yang baik berubah menjadi suatu ladang yang berduri dan penuh alang-alang yang tak berguna. Anda, orang-orang percaya, adalah tanaman Tuhan yang indah. Mengapa Anda mau membiarkan diri Anda rusak menjadi semak belukar yang berduri dan tak bernilai? Begitulah Tuhan memandang Anda ketika Anda berpaling dari Dia.  

    Masalah Tuhan dengan Israel adalah bahwa Dia telah menginvestasikan begitu banyak cinta, kepedulian, kelembutan, dan waktu ke dalam kehidupan mereka. Namun mereka berbalik menjadi bangsa yang tidak taat, keras hati, dan jahat. Maukah Anda membiarkan diri Anda menjadi makhluk yang tak bernilai di hadapan Tuhan? Jawabannya tentulah Tidak!

    Menjadi Seekor Unta Liar

    ... hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian kemari.. 

    Yeremia 2:23

    Seorang Kristen yang berpaling dari Tuhan juga dijelaskan sebagai seekor unta betina yang berlari kian kemari.  Unta betina di sini adalah hewan yang liar dan tangkas, berlari kian kemari. 

    Hati seorang yang berpaling dari Tuhan tak terkendali seperti seekor unta liar. Ia tidak berada di bawah kendali apa pun juga. Ia lepas kendali dan liar. Saya teringat bertrahun-tahun yang lalu ketika mengunjungi seorang Kristen yang berpaling dari Tuhan di London.

    Sahabat Saya Menjadi Liar

    Cara terbaik saya dapat menjelaskan mengenai orang ini adalah ia lepas kendali dan liar.  Saya berusaha untuk membawanya kembali kepada Tuhan. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan rumahnya. Pada akhirnya saya tiba di apartemennya pada tengah malam. Ia terkejut melihat saya dan menyambut saya masuk ke dalam rumahnya. Ketika kami bercakap-cakap, ia menyadari maksud kedatangan saya. Karena pernah menjadi seorang Kristen yang dewasa, yang saat itu telah berpaling dari Tuhan, ia mengetahui semua ayat Alkitab yang saya kutip. 

    Jadi pada satu titik ia menginterupsi saya dan berkata, Dengar, aku tahu apa yang hendak kaukatakan, dan aku tahu semua ayat-ayat Alkitab yang menjadi senjatamu malam ini. Tetapi aku ingin engkau tahu bahwa aku tidak peduli dengan semua itu.

    Jadi ia mengambil rokoknya dan mulai merokok di depan saya. Ia berkata, Aku ingin engkau melihatku merokok. Karena aku tidak dibatasi oleh apa pun. 

    Kemudian ia mengeluarkan sebuah album dan menunjukkan kepada saya beberapa foto dirinya bersama teman wanitanya. Beberapa foto tersebut terkesan cabul. 

    Ia berkata, Aku ingin kau melihatku sebagaimana adanya aku. Beginilah aku sekarang. Inilah yang kulakukan. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengekangku!

    Sekali lagi ia menegaskan bahwa ia

    Menikmati pratinjau?
    Halaman 1 dari 1