Nikmati judul ini sekarang juga, ditambah jutaan lainnya, dengan uji coba gratis

Hanya $9.99/bulan setelah uji coba. Batalkan kapan saja.

Kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam surat Roma - Tuhan Kita Yang Menjadi Kebenaran Allah (II)

Kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam surat Roma - Tuhan Kita Yang Menjadi Kebenaran Allah (II)

Baca pratinjau

Kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam surat Roma - Tuhan Kita Yang Menjadi Kebenaran Allah (II)

Panjangnya:
481 pages
6 hours
Penerbit:
Dirilis:
Mar 20, 2019
Format:
Buku

Deskripsi

Kebenaran Allah itu sangat jelas dan sangat berbeda dengan kebenaran manusia. Kebenaran Allah dinyatakan di dalam Injil air dan Roh, yang digenapi dengan baptisan Jahshua oleh Yohanes dan darahNya di kayu Salib. Kita harus kembali kepada iman kepada kebenaran Allah sebelum menjadi sangat terlambat.
Apakah anda mengerti mengapa Jahshua harus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis? Kalau Yohanes tidak membaptiskan Jahshua, dosa-dosa kita tidak akan ditanggungkan kepadaNya. Yohanes Pembaptis adalah manusia yang paling besar, dan baptisan yang diberikannya kepada adalah persyaratan yang mutlak dari Allah supaya dosa-dosa kita dihilangkan dan ditanggungkan kepada Jahshua.
Jahshua dibaptiskan untuk menanggung segala dosa dunia ke atas pundakNya, dan mencurahkan darahNya di kayu Salib untuk membayar semua upah dosa. Semua hal itu sudah secara penuh mengubahkan pemahaman saya di masa lalu mengenai apa yang disebut sebagai dilahirkan kembali, yaitu ketika saya hanya mengenal darah yang di kayu Salib itu. Allah sudah mengajarkan kepada anda apa sebenarnya kebenaranNya itu sehingga kita bisa memiliki pemahaman yang penuh dan percaya kepada kebenaranNya. Saya bersyukur kepada Tuhan untuk semua berkat-berkat ini

Penerbit:
Dirilis:
Mar 20, 2019
Format:
Buku

Tentang penulis


Terkait dengan Kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam surat Roma - Tuhan Kita Yang Menjadi Kebenaran Allah (II)

Pratinjau Buku

Kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam surat Roma - Tuhan Kita Yang Menjadi Kebenaran Allah (II) - Paul C. Jong

Pendahuluan

Kalau Doktrin Pembenaran dan Doktrin Pengudusan yang ada di dalam kekristenan jaman ini sungguh-sungguh benar, banyak orang di seluruh dunia sudah diselamatkan dari dosa-dosa mereka. Namun, kenyataannya adalah bahwa bukan demikian halnya dan sebagai akibatnya, tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan pembebasan dari segala dosanya melalui doktrin-doktrin itu.

Untuk menyaksikan kenyataan ini adalah sangat menggoda. Meskipun manusia bisa diselamatkan dari dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang tertulis di dalam Alkitab, mereka tetap tidak mau mendengar dan percaya kepada kebenaran ini, dan karena itu mereka berada di ambang kebinasaan karena tidak mengenal karunia Allah yang cuma-cuma yang mengandung kebenaran ini. Menjadi jelas bahwa fenomena ini adalah karena para pengkhotbah, para pelayan dan pemimpin kekristenan masa kini.

Allah menyuruh agar kita menyingkirkan nabi-nabi palsu. Yang sangat disesalkan adalah bahwa meskipun memang ada begitu banyak nabi-nabi palsu di jaman ini, kebanyakan orang-orang Kristen tidak menganggap pengajaran nabi-nabi palsu itu sebagai sesuatu yang salah. Namun, siapapun yang dipanggil oleh Allah, Ia memanggil dan memakai para pelayan Injil air dan Roh dan mereka menyampaikannya. Berapa banyak orang di dunia ini yang sungguh-sungguh ingin mendengar mereka yang menyampaikan Injil air dan Roh, yang diakui oleh Allah?

Waktunya sudah tiba dan Allah sudah menyatakan kebenaran air dan Roh kepada jiwa-jiwa yang dahaga di seluruh dunia melalui hamba-hamabNya yang memberikan kesaksian mengenai hal itu. Saya harap bahwa anda akan bisa membangun kembali iman anda, yang sudah dihancurkan oleh para guru palsu, dengan percaya kepada Injil setelah mencabut dan membuang doktrin yang keliru di dalam kekristenan jaman ini. Kita harus sangat berterima kasih bahwa ada hamba-hamba Tuhan yang sejati di jaman akhir ini.

Mereka yang memiliki kebenaran Allah sekarang ini menyampaikan kebenaran air dan Roh Kudus. Kebenaran ini akan menyebar ke seluruh penjuru dunia, yang belum terjangkau sampai sekarang. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap (Markus 4:22). Injil air dan Roh, bersama dengan kebenaran Allah, akan memberikan kesaksian kepada satu-satunya kebenaran yang memampukan manusia di dunia ini untuk menerima pengampunan dosa.

Karena itu, bahkan setiap orang yang percaya kepada kebenaran Allah menerima keselamatan dari penghakiman dan penghukuman dosa, mereka yang tidak percaya akan menerima penghukuman fatal kematian kekal, yang diberikan Allah kepada orang-orang berdosa.

Waktunya sudah tiba untuk anda memutuskan apakah akan percaya kepada doktrin yang keliru yaitu doktrin pembenaran dan pengudusan dan bukannya percaya kepada kebenaran Allah, yang berada di dalam Injil air dan Roh. Dan semuanya terserah kepada anda, apakah mau percaya atau tidak.

Namun, akibat dari keputusan anda juga akan menimpa anda sendiri. Anda tidak boleh lupa bahwa Allah memberikan kepada anda kebenaranNya sebagai karunia bersama-sama dengan Injil air dan Roh. Belum terlambat bagi anda untuk percaya di dalam kebenaran Allah. Hanya sesudah percaya anda akan bisa mendapatkan kebenaran kekal di dalam Allah dan hidup bahagia selamanya.

Dalam surat Roma, kebenaran Allah dituliskan sebagai sesuatu yang sangat penting dan berharga untuk disaksikan. Karena itu, kita harus belajar mengenai kebenaran Allah melalui surat Roma karena Injil yang berisi kebenaran Allah membawa kebenaran itu kepada kita.

Sekaranglah waktunya bagi kekristenan untuk meninggalkan pengajaran palsu, yang tidak mengandung kebenaran Allah, dan kembali kepada kebenaranNya. Untuk melakukannya, kita perlu belajar apakah kebenaran Allah itu dan menemukan kembali iman yang sajati. Waktunya sudah tiba bagi kita untuk mengenal kebenaran Allah melalui surat Roma.

Luther, salah seorang reformator besar, membutuhkan kebenaran Allah. Ia menyadari bahwa seseorang tidak bisa menghapus dosanya melalui perbuatan baik tidak peduli apakah ia sudah percaya kepada kebenaran Allah atau belum. Kebenaran Allah, yang dibicarakan di dalam Alkitab, bukanlah disebut sebagai ‘kebenaran yang diperoleh dengan iman’ yang bisa diperoleh dengan iman doktrinal dan yang tidak lengkap yang banyak didukung oleh kebanyakan orang Kristen.

Manusia mencoba untuk membangun kebenaran moral dari kebaikan manusia pada saat mereka tidak sungguh-sungguh menyadari apa sebenarnya kebenaran Allah itu. Karena itu, tidak terhitung banyaknya orang-orang Kristen yang jatuh ke dalam iman etika Kristen. Kenyataannya, kita saat ini sering menyaksikan bahwa orang-orang Kristen saling bersaing saat berusaha menunjukkan perbuatan baik mereka sendiri.

Meskipun ada banyak yang mengatakan bahwa mereka sudah mendapatkan pengampunan dosa dengan percaya kepada Jahshua, ternyata hanya sedikit yang sungguh-sungguh mengenal kebenaran Allah dan percaya kepada hal itu. Banyak orang yang percaya kepada Doktrin Pembenaran dan Doktrin Pengudusan, yang sangat penting dalam kekristenan masa kini, dan sudah jatuh ke dalam ‘menipu diri sendiri’ dalam hal iman sementara mereka tidak mengenal kebenaran Allah. Mereka menyombongkan diri mereka dengan iman yang salah dan tidak masuk akal yang dan mengatakan, Saya akan masuk ke Surga meskipun saya memiliki dosa, karena saya percaya kepada Jahshua! Bisakah seseorang masuk ke Surga ketika ia memiliki dosa hanya karena ia dalam taraf tertentu percaya kepada Jahshua?

Renungkan kembali pertanyaan itu dengan hati nurani anda. Sangat sombong kalau seseorang percaya bahwa dirinya bisa masuk ke Surga meskipun ia memiliki dosa saat dalam taraf tertentu percaya kepada Jahshua. Ini adalah iman yang membenarkan diri sendiri yang muncul karena agama. Kita harus membuang iman yang keliru ini yang mengatakan bahwa seseorang bisa masuk Surga meskipun ada dosa saat percaya kepada Jahshua. Bukankah Allah itu kudus? Apakah Allah mengakui seseorang menjadi orang benar hanya karena ia percaya kepada Doktrin Pembenaran yang mengatakan bahwa ia menerima keselamatan dari dosa-dosa meskipun ia memiliki dosa-dosa? Bisakah seseorang mendapatkan kebenaran dari Allah yang kudus dengan percaya kepada doktrin pembenaran dan pengudusan yang keliru? Tentu saja tidak.

Bagaimana bisa seseorang mengatakan bahwa ia tidak berdosa meskipun terbukti ada dosa di dalam hatinya? Tanpa mengenal dan percaya kepada kebenaran Allah yang tertulis dalam firmanNya, seseorang tidak bisa mengatakan bahwa ia tidak berdosa dalam hati nuraninya. Alasan beberapa orang secara sembrono mengatakan bahwa mereka bisa masuk Surga adalah karena mereka percaya kepada doktrin yang keliru mengenai pembenaran dan pengudusan yang ada di dalam kekristenan jaman sekarang. Apakah dosa-dosa anda sungguh-sungguh lenyap ketika anda bersandar kepada doktrin semacam ini? Mungkinkah? Hanya kalau seseorang menemukan dan percaya kepada firman Injil air dan Roh bisa mengatakan bahwa ia sungguh-sungguh tidak berdosa.

Namun, orang yang memiliki iman kepada Doktrin Pembenaran, yang adalah salah satu doktrin Kristen yang penting, percaya bahwa ia tidak berdosa hanya dengan alasan karena ia dalam taraf tertentu percaya kepada Jahshua, meskipun dalam kenyataannya ia memiliki dosa. Anda harus tahu bahwa iman dari orang-orang itu adalah sama dengan iman kepada menara Babel, dibangun oleh kesepakatan manusia untuk melawan firman Allah. Tidak sulit untuk menyadari bahwa tidak mungkin bagi seseorang untuk lepas dari segala dosa melalui iman doktrinal. Tuhan Jahshua menyatakan kebenaran Allah melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, darahNya di kayu Salib, dan kebangkitanNya. Ia memberikan semua itu kepada mereka yang percaya kepadaNya. Karena itu, Paulus mengatakan dengan jelas bahwa di dalam Injil kebenaran Allah dinyatan dari iman kepada iman (Roma 1:17).

Ada banyak pemimpin Kristen yang sangat menonjol dalam standar moral dan etikanya. Namun, mereka mengajarkan kepada pengikut mereka untuk mengejar kebenaran manusia di dalam kekristenan membangunkan etika manusia dan moral Kristen. Mereka bahkan tidak memiliki sedikitpun ide tentang Injil air dan Roh yang mengandung kebenaran Allah.

Karena itu, mereka tidak bisa mengajar pengikut mereka tentang kebenaran Allah. Inilah alasannya mengapa Injil yang benar dimana kebenaran Allah dinyatakan tidak bisa ditemukan di dalam doktrin dan pengajaran kekristenan jaman sekarang. Kekristenan tidak menyebarkan kebenaran Allah, yang dinyatakan di dalam Injil air dan Roh dan diperhitungkan sebagai paling penting dalam pandangan Allah, sampai sekarang. Karena itu, tidak ada yang orang yang bisa dengan tepat menemukan kebenaran Allah dengan doktrin Kristen.

Lalu, dimanakah kebenaran Allah bisa didapatkan? Hal itu dinyatakan dimana seseorang bisa mendapatkan keselamatan dari dosa dengan menemukan dan percaya kepada Allah di dalam baptisan yang diterima Allah dan darahNya di kayu Salib. Alkitab menjelaskan kebenaran Allah melalui Injil air dan Roh. Iman percaya kepada kepada baptisan yang diterima Jahshua Kristus dari Yohanes Pembaptis, curahan darahNya di kayu Salib, dan kebangkitan membawa kita untuk mengenal kebenaran Allah.

Kalau kita ingin memiliki kebenaran Allah, kita harus percaya kepada firman Injil air dan Roh. Kebenaran Allah secara berlimpah dinyatakan di dalam Injil air dan Roh yang diberikan Allah. Karena itu, semua orang yang memutuskan untuk percaya kepada kebenaran Allah bisa menemukan dan percaya kepada hal itu sekarang ini juga.

Yang mau saya sampaikan saudara-saudara adalah bahwa seseorang tidak bisa mengenal kebenaran Allah melalui iman doktrinal yang masih ada di dalam kekristenan. Saya mengatakan kepada anda bahwa hal itu hanya bisa terjadi dengan percaya kepada firman air dan Roh Kudus, yang mengandung kebenaran Allah. Namun, kebanyakan orang percaya dan para theolog tidak ingin tahu mengenai hal itu. Atau, mereka tidak bisa mengetahui hal itu. Kenyatannya adalah bahwa mereka takut kalau iman doktrinal yang mereka miliki akan berkurang peminatnya.

Namun, hanya kebenaran Allah yang bia membawa pengampunan dosa kepada semua manusia. Alasan orang-orang ini tidak bisa menerima firman yang mengandung kebenaran Allah adalah bahwa mereka sudah dicekoki dengan pengajaran moral dan etika sampai sekarang ini. Iblis sudah mengalihkan perhatian di berbagai tempat sehingga mereka tidak mengenal mengenai kebenaran Allah yang diberikan kepada mereka.

Yang dibutuhkan oleh orang-orang Kristen pada saat ini bukanlah kebenaran etik atau agama, tetapi untuk memiliki iman di dalam kebenaran Allah. Sekarang ini, kebanyakan orang yang mengatakan bahwa mereka percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat tidak bisa memperlengkapi diri mereka dengan iman kepada kebenaran Allah dan karena itu mereka berada di ambang kematian rohani. Karena itu, orang-orang Kristen jaman sekarang harus mengenakan kebenaran Allah di dalam hati mereka.

Kebenaran Allah hanya bisa diperoleh ketika jiwa kita percaya kepada Injil air dan Roh. Untuk bisa melakukannya, kita harus terlebih dahulu membuang iman doktrinal yang didasarkan kepada logika manusia dan pengajaran mengenai keselamatan yang keliru. Selanjutnya, kita harus sungguh-sungguh memperhatikan keselamatan jiwa kita sendiri. Seseorang bisa mengenakan kebenaran Allah hanya setelah jiwa orang itu mendapatkan penebusan kekal dari dosa-dosa sepanjang kehidupannya.

Sekarang ini, kekristenan sudah memisahkan diri dari Allah dan berjalan memakai doktrin teoritis menuju kegelapan sepenuhnya. Iman doktrinal yang dipalsukan oleh para theolog melahirkan iman keagamaan yang berpusat kepada manusia. Sekarang, kekristenan bisa saja nampak seolah-olah sudah mendapatkan sukses besar berdasarkan standar duniawi, tetapi kita melihat bahwa tidak ada sedikitpun kebenaran Allah di dalamnya. Justru yang kita temukan hanyalah kebenaran Allah di dalam kekristenan, dan itu adalah kebenaran Allah yang menutup berkat-berkat Allah.

Sekarang ini, jiwa kebanyakan orang Kristen sedang menuju ke neraka setelah mereka mati karena kelaparan rohani dan dosa-dosa mereka. Mereka seharusnya menyadari bahwa hanya kelimpahan kebenaran Allah yang bisa menyelamatkan mereka dari neraka. Karena itu, kita harus memberitakan kebenaran yang berlimpah dari kebenaran Allah kepada semua orang berdosa yang belum mengetahui akan hal itu.

Sekarang kita akan belajar dan mengenal apakah kebenaran Allah itu. Kalau kita tidak percaya kepada kebenaran Allah, meskipun kita mengenalnya, kita akan menerima kebinasaan kekal, tetapi kita akan menikmati berkat-berkat rohani dari Surga kalau kita percaya kepada hal itu.

Kekristenan masa sekarang sudah menurun menjadi hanya sekedar agama dunia karena adanya Doktrin Pembenaran dan Doktrin Pengudusan. Agama adalah semacam ‘pelacur besar’ di dalam Alkitab. Doktrin Pembenaran dan Doktrin Pengudusan yang diajarkan oleh para theolog di dalam kekristenan menyebabkan reaksi yang menyenangkan hati manusia, meskipun hal itu tidak lebih dari doktrin keagamaan yang dimunculkan oleh pemikiran manusia. Tidak ada staupun manusia di dunia ini yang dosa-dosanya secara sempurna dihapuskan dengan percaya kepada doktrin-doktrin ini!

Doktrin Pengudusan adalah sama dengan doktrin agama dunia yang mengajarkan pentingnya perbuatan baik. Sangat tidak mungkin untuk mendapatkan kebenaran Allah, yang dibicarakan di dalam Alkitab, dengan iman doktrinal semacam itu. Kebanyakan orang Kristen menganggap kebenaran doktrinal itu sama dengan kebenaran Allah, padahal pengajaran itu adalah pengajaran yang salah yang berasal dari Iblis. Seseorang yang menghalangi orang lain untuk percaya kepada kebenaran Allah akan tetap menjadi musuh-musuh Allah. Karena itu, Allah tidak bisa membiarkan orang-orang itu mendapatkan kebenaranNya di dalam agama dunia karena hal itu hanya akan dimungkinkan melalui Injil air dan Roh.

Semua orang yang dengan sungguh-sungguh merindukan kebenaran Allah! Saya berharap anda akan mendapatkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal dengan percaya kepada Yesus Kristus yang datang ke dunia ini, menanggung dosa anda melalui baptisanNya, mati di kayu salib, dan bangkit kembali pada hari yang ketiga. Kebenaran Allah akan memberikan kehidupan kekal dan berkat menjadi anak Allah kepada semua orang yang percaya kepada kebenaranNya. Kebenaran Allah berbeda dengan kebenaran manusia yang bisa didapat melalui mentaati hukum Taurat. Kebenaran Allah memberikan pengampunan dosa yang kekal kepada semua orang berdosa sekaligus.

Tidak ada sesuatu di langit dan di bumi yang bisa memisahkan orang-orang yang memiliki iman kepada kebenaran Allah dengan kasih Allah yang dinyatakan di dalam Yesus Kristus. Iman di dalam kebenaran Allah adalah benar dan harus dihormati di dalam kekristenan. Kebenaran Allah hanya bisa diperoleh dengan percaya kepada Injil air dan Roh.

Paulus menegaskan bahwa bahkan orang-orang Israel akan menerima keselamatan dari dosa di akhir jaman dengan percaya kepada kebenaran Allah. Ia percaya bahwa karena Allah tidak memutus perjanjian bahwa Ia akan menyelamatkan bangsa Israel dari dosa, Allah akan bekerja di akhir jaman untuk menyelamatkan mereka ari dosa. Allah selalu bekerja dengan konsisten sesuai dengan kehendakNya. Ia menghendaki untuk menyelamatkan semua manusia. Tidak ada seorangpun di dalam masa sejarah yang terlewat dari anugerah yang bisa diperoleh karena percaya kepada kebenaran Allah, hanya karena ia orang Yahudi atau bukan orang Yahudi.

Sayangnya banyak orang yang menolak Injil air dan Roh tanpa mengenal kasih Allah dan kebenaranNya yang tersembunyi di dalamnya. Kita harus ingat dan menyimpan di dalam hati kenyataan bahwa hanya ada pengetahuan manusia yang ada di dalam diri mereka yang mengtatakan bahwa mereka percaya kepada Yesus tanpa mengenal kelimpahan kebenaran Allah. Keselamatan dari dosa yang diberikan Allah kepada hanya bisa diperoleh melalui percaya kepada kebenaran Allah.

Sebagai kesimpulan, seseorang mendapatkan keselamatan dari dosa bukan karena usahanya, tetapi dengan percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam Injil air dan Roh. Allah tidak meninggalkan orang-orang Yahudi atau membiarkan orang-orang non Yahudi dari berkat kebenaran Allah, yang hanya bisa diperoleh dengan iman kepada baptisan Yesus dan curahan darahNya di kayu salib, yang diberikan baik kepada orang-orang Israel maupun orang-orang non Yahudi.

Ketidakadilan merajalela di dalam jaman sekarang yang kita hidupi ini. Karena itu, kita hanya bisa menerima pengampunan dosa hanya dengan percaya kepada kebenaran Allah sekarang juga. Rasul Paulus mengatakan, Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman (Roma 1:17). Sekaranglah masa dimana kita semua harus percaya kepada kelimpahan kebenaran Allah. Kita semua harus mendapatkan kelimpahan dari kebenaran Allah yang sudah diberikanNya kepada semua manusia dengan percaya kepada firman Injil air dan Roh. Allah memberkati kita sehingga kita bisa memuji Dia selama-lamanya dengan percaya kepada kebenaran Allah, yang tidak pernah berubah.

Saya yakin bahwa buku ini akan menjadi penghancur gua untuk guru-guru palsu dan pengikutnya di dalam kekristenan jaman sekatang. Mereka adalah penggali dari Iblis yang menggail gua-gua doktrin Kristen dan kemudian berdiam di dalamnya. Mereka sangat terbiasa dengan gua gelap dari Iblis sehingga tidak bisa melihat cahaya yang diberikan Allah, kecuali kalau gua itu dihancurkan. Ketika orang-orang berdosa itu kehilangan habitat lama mereka melalui penghancur gua ini, mereka akan diberkati secara berlimpahan dengan kebenaran Allah.

Mari kita mengucap syukur dan memuji Allah Tritunggal—Allah sang Bapa, Yesus Kristus sang Putra, dan sang Roh Kudus yang menyelamatkan kita dari segala dosa dunia melalui kebenaranNya.

PASAL 7

Pendahuluan ke dalam

Pasal 7

Dengan melihat kepada kenyataan bahwa sebelum ia ditebus dagingnya berada di bawah kutuk kematian oleh Hukum Allah, Rasul Paulus membuat pengakuan iman bahwa ia, dengan percaya kepada Jahshua Kristus, mati terhadap dosa. Sebelum kita bertemu dengan kebenaran Allah—yaitu, sebelum kita dilahirkan kembali—mereka yang percaya kepada Kristus biasa hidup di bawah penguasaan dan kutuk hukum Taurat. Jadi, hukum Taurat akan tetap menguasai kita kalau kita ditebus dari segala dosa kita melalui pertemuan dengan Jahshua Kristus, yang membawa kebenaran Allah kepada kita.

Paulus berbicara mengenai perkara rohani yang tidak bisa dimengerti dengan mudah oleh daging—yaitu, mereka yang mati terhadap dosa tidak lagi berada di bawah penguasaan dosa, sama seperti wanita yang suaminya mati sepenuhnya bebas dari kewajibannya terhadap suaminya. Bagian ini nampaknya sangat sederhana, tetapi ini perkara rohani yang sangat penting. Ini berarti bahwa, disukai atau tidak, mereka yang belum bertemu kebenaran Allah, pada kenyataannya, ditentukan untuk hidup di bawah kutuk hukum Taurat. Ini karena mereka belum menyelesaikan masalah dosa-dosa mereka.

Roma 6:23 mengatakan, upah dosa adalah maut, artinya bahwa dosa baru akan hilang kalau upahnya sudah dibayarkan. Kalau seseorang percaya kepada Jahshua, tetapi tidak mengenal kebenaran Allah yang diberikan Jahshua, maka ia masih hidup di dalam dosa dan harus membayar upah dosa. Inilah sebabnya kita harus menemukan kebenaran Allah melalui Jahshua Kristus. Hanya dengan pertemuan dengan kebenaran Allah kita bisa mati terhadap dosa-dosa kita, bebas dari hukum Taurat, dan menikah dengan pengantin laki-laki kita Jahshua Kristus.

Kita bisa menemukan kebenaran Allah melalui Jahshua Kristus, tetapi tanpa percaya kepada kebenaran Allah ini, tidak ada seorangpun yang bisa bebas dari hukum Taurat. Satu-satunya cara membebaskan diri dari kutuk hukum Taurat dengan mengenal dan percaya kepada kebenaran Allah melalui Jahshua? Kalau tidak, sekaranglah saatnya bagi anda untuk membuang kebenaran anda sendiri dan dengan rendah hati kembali kepada firman Allah.

Kepada Kristus setelah mati terhadap dosa

Paulus berkata kepada saudara-saudara di Roma, Kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus. Anda harus memiliki pemahaman yang tepat mengenai telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus. Tidak seorangpun yang bisa mendekat kepada Kristus tanpa mati terhadap dosa oleh tubuh Kristus. Dosa-dosa kita, dengan kata lain, harus mati dengan tubuh Jahshua Kristus. Ini bisa terjadi hanya ketika seseorang percaya kepada baptisan Jahshua oleh Yohanes dan kematianNya di kayu Salib.

Kita bisa mati bersama Kristus dengan percaya kepada baptisan Jahshua oleh Yohanes. Karena Jahshua mati dengan segala dosa manusia ditanggungkan ke atas tubuhNya melalui baptisanNya dari Yohanes, dosa-dosa kita, juga, sudah mati dengan Dia ketika kita percaya kepada hal ini. Bahwa segala dosa dunia ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya oleh Yohanes adalah kebenaran. Kebenaran ini tidak hanya harus diketahui, tetapi juga disimpan di dalam hati. Kita harus menyimpan iman ini sampai kita masuk ke dalam Kerajaan Allah. Inilah sebabnya Paulus mengatakan bahwa kita telah mati di bagi hukum Taurat di dalam tubuh Kristus. Dengan demikian, mereka yang percaya kepada kebenaran ini bisa mendekat kepada Jahshua Kristus, hidup dengan Dia, dan menghasilkan buah kebenaran dari Allah.

Kita tidak boleh percaya kepada seberapa tuanya sebuah tulisan, tetapi kepada kebenaran yang baru dari Roh Kudus. Orang berdosa melakukan semakin banyak dosa karena adanya hukum Taurat. Ini karena hukum Taurat semakin menyatakan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam diri mereka, dan dengan demikian membuat bisa dikenalnya dosa dan membuat manusia semakin banyak melakukan dosa. Salah satu peranan hukum Taurat adalah untuk membuat kita mengenali dosa-dosa kita, tetapi juga untuk lebih menyatakan hakekat dosa kita dan menjadikan kita melakukan dosa lebih banyak lagi. Kalau bukan karena hukum Taurat yang diberikan Allah kepada kita, kita tidak akan tahu bahwa ada begitu banyak dosa yang tersembunyi di dalam kehidupan kita. Tetapi Allah memberikan hukum Taurat kepada kita, dan hukum Taurat ini tidak hanya membuat dosa semakin nampak dosa, tetapi juga membuat kita melakukan dosa semakin banyak lagi.

Karena itu, Paulus mengatakan bahwa karena kita sudah mati terhadap dosa di dalam tubuh Kristus, kita sekarang harus melayani Tuhan dengan iman percaya kepada kebenaran Allah. Ia mengatakan agar kita melayani Tuhan dengan pertolongan Roh dan karunia penebusan yang diberikan kepada kita tersimpan di dalam hati kita, dan bukannya melayani dengan iman kepada kata-kata literal yang ada di dalam firman Allah. Seperti yang dikatakan Alkitab bahwa, Kata-kata mematikan, tetapi Roh menghidupkan, kita harus mengikuti Tuhan dengan menyadari makna yang sesungguhnya dari Injil air dan Roh, yang adalah kebenaran Allah. Ketika kita percaya kepada firman Allah, dengan kata lain, kita harus mengerti dan percaya kepada makna yang sesungguhnya yang tersembunyi di balik firman yang tertulis itu.

Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak!

Paulus menjelaskan hukum Taurat Allah dengan menekankan perannya. Ini menunjukkan betapa pentingnya percaya dengan pemahaman yang benar akan fungsi dari hukum Taurat. Paulus memandang kepada dosa-dosa di dalam kehidupannya sebelumnya, dan karena ini ia tidak mengenal dosa-dosanya, tetapi melalui hukum Taurat Allah ia bisa menyadari bahwa ia memiliki hati yang jahat.

Saya berharap agar orang-orang percaya kepada Jahshua hari ini bisa mencapai pemahaman yang sama mengenai hukum Taurat seperti yang dimiliki Paulus. Ada banyak orang-orang yang, tanpa menyadari kebenaran mengenai hukum Taurat, berusaha semakin keras menjalani kehidupannya berdasarkan hukum Taurat. Mereka pergi ke gereja dengan pemikiran bahwa kalau mereka mencoba sedikit lebih keras lagi, mereka akan bisa mentaati seluruh hukum Taurat. Tetapi pada kenyataannya, orang-orang ini tidak akan bisa menemukan kebenaran Allah sama sekali.

Mereka tidak menyadari makna yang dalam dari hukum Taurat yang diberikan oleh Allah, dan kemudian justru menjadi orang legalis. Merekaadalah orang munafik yang buta yang tidak bisa melihat hati mereka sendiri, dan mereka tidak tahu mereka berdiri melawan kebenaran Allah di dalam lingkungan Kristen. Ada banyak orang yang demikian di dalam kekristenan jaman ini. Mereka yang tidak sungguh-sungguh mengenal kebenaran Allah dan menerima Jahshua Kristus sebagai Juruselamat nominal saja tidak akan bisa lepas dari hukuman kematian kekal.

Paulus menjelaskan bahwa melalui perintah Allah, ia bisa menyadari kejahatan yang ada di dalam hatinya. Ketika ia menyadari dosa-dosanya melalui perintah itu, Paulus masih orang legalis yang mengira bahwa ia harus mentaati hukum Allah. Perintah Allah menyatakan kejahatan di dalam hati Paulus dan menjadikan Paulus semakin bertambah berdosa. Inilah cara bagaimana Paulus sampai kepada pemahaman bahwa ia bukan apa-apa kecali pendosa besar.

Ada dua belas hakekat dosa di dalam pikiran manusia. Sebelum Paulus tahu mengenai fungsi hukum Taurat yang sebenarnya, ia mengira dirinya orang baik, tanpa menyadari betapa berdosanya dirinya. Tetapi akibat dari usahanya untuk hidup dengan perintah Allah menunjukkan kepadanya bahwa ia jauh dari kemampuan mentaati perintah itu, dan bahwa semua perintah itu sesungguhnya semakin menyatakan dosanya.

Bagaimana manusia ketika mereka percaya kepada Jahshua? Ketika anda pertama kali percaya kepada Jahshua, mungkin anda semua memiliki iman membara, tetapi sejalan dengan berlalunya waktu, anda akan menemukan banyak dosa yang sebenarnya ada di dalam kehidupan anda. Dengan apa anda menemukan dosa-dosa itu? Melalui hukum Taurat dan perintah yang membuat kita mengerti betapa hati kita penuh dengan dua belas dosa itu. Dan kita merasa kecut karena melihat kehidupan dosa kita di hadapan hukum Taurat. Ini karena kita menemukan, melalui hukum Taurat, bahwa kita sungguh-sungguh pendosa besar.

Inilah sebabnya manusia menciptakan Doktrin Pembenaran untuk menghibur diri mereka sendiri. Doktrin itu mengatakan bahwa meskipun kita memiliki dosa di dalam hati kita, hanya karena kita percaya kepada Jahshua, Allah akan menganggap kita orang benar. Ini hanya doktrin buatan manusia. Manusia membuat dan percaya kepada doktrin semacam itu untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka, berusaha hidup dalam kepuasan karena doktrin ini. Tetapi karena mereka masih dinyatakan sebagai orang berdosa di hadapan hukum Taurat, dosa-dosa mereka semakin lama semakin memberati pikiran mereka. Supaya bisa bebas dari segala dosa itu, kita tidak memiliki pilihan lain kecuali percaya kepada Injil yang mengandung kebenaran Allah. Inilah satu-satunya cara untuk bisa diselamatkan dari segala dosa kita.

Seperti Paulis di masa lalunya mengira bahwa Allah memberikan perintah supaya ditaati, ia menganggap sangat wajar kalau ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mentaati semuanya. Tetapi sebaliknya, ia menemukan bahwa perintah-perintah itu justru menempatkan jiwanya di dalam maut karena dosa. Paulus pada akhirnya menyadari bahwa ia sudah salah paham dan salah dalam percaya kepada perintah Allah.

Semua orang memiliki di dalam hatinya dua belas macam dosa yang disebutkan di dalam Markus 7:21-23. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Paulus dan semua orang lain akhinya sampai kepada kesadaran akan dosa-dosa mereka melalui perintah Allah. Melalui hukum Taurat mereka menyadari dosa-dosa mereka dan menerima kematian, dan kemudian mereka menemukan kebenaran Allah melalui Jahshua Kristus serta percaya kepada hal itu. Apakah pengertian anda mengenai kebenaran Allah? Apakah anda masih berusaha menyelidiki hukum Taurat dengan pikiran bahwa anda akan bisa mentaati semuanya? Allah memberikan kepada kita hukum Taurat supaya kita bisa mengenal dosa-dosa kita dan kembali kepadaNya—untuk dibebaskan dari dosa, dengan kata lain, dengan percaya kepada kebenaran Allah. Kita harus memiliki pemahaman yang baik akan mengapa Allah memberikan perintahNya kepada kita dan percaya kepada hal itu dengan benar. Sekali anda menyadari kebenaran, anda akan mengerti betapa berharganya Injil air dan Roh itu.

Mereka yang percaya kepada kebenaran Allah bisa menyadari betapa besarnya dosa mereka di hadapan Allah. Manusia yang tidak mengerti peranan perintah Allah dan tidak percaya kepada kebenaran Allah akan mengalami kesulitan besar dalam kehidupan keagamaan mereka dan pada akhirnya akan masuk ke dalam kebinasaan mereka sendiri. Ini karena memang sangat tidak mungkin untuk menjauh dari dosa selama hidup di dalam dunia ini yang penuh dengan dosa. Inilah sebabnya beberapa orang sampai mengasingkan diri di gunung yang jauh dan menjalani kehidupan yang asketis. Mereka berpikir bahwa dengan hidup di gunung yang inggi dan menarik diri dari dosa-dosa dunia, mereka bisa menghindari melakukan dosa, tetapi sbeenarnya bukan demikian.

Kita harus menyadari bahwa, meskipun benar bahwa semua manusia di dunia ini melakukan dosa dan dengan demikian memiliki dosa di dalam hati, penebusan dari segala dosa semacam itu bisa ditemukan dengan mengenal dan percaya kepada kebenaran Allah. Bahkan kalaupun kita bisa menjauh dari dunia untuk lepas dari dosa, kita masih tidak akan bisa lepas dari dosa-dosa di dalam hati. Ini karena dosa-dosa kita ada di dalam hati kita. Supaya bisa sungguh-sungguh lepas dari dosa, kita harus percaya kepada Injil air dan Roh. Hukum Allah dan perintahNya membuat dosa-dosa kita semakin nyata dosanya. Mereka yang mengerti parahnya dosanya harus mengerti dan percaya kepada kebenaran Allah, yang dinyatakan kepada kita melalui Injil air dan Roh.re found in our hearts.

"Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku" (Roma 7:10-11). Kita harus mengerti dengan benar mengenai hukum Taurat. Mereka yang tidak memahami dengan benar mengenai hukum Taurat akan menjalani kehidupannya tenggelam di dalam legalisme, mencoba menghindar dari Hukum Taurat itu sampai akhir hayatnya. Hanya mereka yang mengerti peranan hukum Taurat yang sebenarnya akan mengasihi dan percaya kepada kebenaran Allah yang digenapi oleh Jahshua. Apakah anda, kemudian, mengenal kebenaran Allah ini?

Rasul Paulus mengatakan bahwa karena di masa lalu ia belum dilahirkan kembali, ia menjadi milik daging dan terjual di bawah dosa. Ia juga mengakui bahwa meskipun ia menghendaki hidup menurut hukum Allah, ia justru melakukan apa yang tidak dikehendakinya—yaitu, melakukan dosa. Ini karena dia tidak memiliki Roh Kudus di dalam dirinya, sama seperti ia tidak memiliki kebenaran Allah. Paulus kemudian mengakui bahwa alasan mengapa ia melakukan dosa yang bertentangan dengan kehendaknya adalah karena dosa-dosa yang ditemukan di dalam hatinya, karena ia belum mendapatkan kebenaran Allah pada saat itu.

Namun, Paulus menyadari satu hukum, dan hukum itu adalah hukum dosa—kesadaran yang paling mendasar mengenai kenyataan bahwa manusia, yang memiliki dosa di dalam hatinya, tidak bisa menghindari dosa. Ia juga menyadari bahwa bagian rohaninya masih selalu ingin hidup sesuai dengan hukum Allah. Tetapi Paulus mengakui bahwa, sama seperti pohon dosa membuahkan dosa, ia yang adalah orang berdosa hanya bisa melanjutkan hidup di dalam dosa, karena dia, yang belum bertemu dengan Jahshua Kristus, belum menerima penebusan dari dosa-dosanya. Sangat layak, dengan kata lain, bagi dia untuk menerima maut karena dosa-dosanya.

Inilah sebabnya ia mengaku bahwa dirinya adalah orang yang celaka, dan meratap, Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Roma 7:24). Ini adalah hasil penyelidikan Paulus akan dirinya mengenai ketika dirinya masih berdosa. Anda harus mempertimbangkan untuk mengaplikasikan pengakuan Paulus ini kepada diri anda sendiri. Apakah anda masih dipenjara di dalam tubuh maut yang tidak bisa mentaati hukum Taurat? Kita harus percaya kepada kebenaran Allah. Di dalam Injil air dan Rohlah kebenaran Allah ini tersembunyi, dan kita bisa mendapatkan kebenaran Allah dengan percaya kepada Injil ini.

Paulus bisa dibebaskan dari segala celakanya karena percaya kepada baptisan Jahshua Kristus dan kematianNya di kayu Salib.

Inti Iman Paulus:

Dipersatukan dengan

Kristus Setelah Mati bagi

Dosa

< Roma 7:1-4 >

Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, -- sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum -- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

Pernahkah anda melihat benang yang kusut? Kalau anda mencoba memahami pasal ini tanpa mengenal kebenaran baptisan Jahshua yang dipercayai oleh Paulus, iman anda hanya akan lebih bingung dibandingkan dengan sebelumnya.

Paul mengatakan di dalam pasal ini bahwa karena semua orang memang berdosa di hadapan hukum Allah, manusia bisa datang kepada Jahshua Kristus dan dilahirkan kembali hanya setelah mengalami kematian rohani.

Kebenaran yang disadari oleh Paulus

Roma 7:7 mengatakan, Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Paulus melanjutkan, Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: Jangan mengingini!" Lalu ia melanjutkan lagi, Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan. Paulus menyadari bahwa ia sudah melanggar semua 613 perintah Allah. Dengan kata lain, ia tidak lebih dari bongkahan dosa yang tidak bisa tidak melakukan dosa, karena ia adalah keturunan manusia pertama, Adam, dibuahi dalam kesalahan, dan dikandung dalam dosa.

Semua manusia yang dilahirkan ke dalam dunia ini berdosa, mulai kelahiran sampai kematiannya. Mereka tidak bisa mentaati perintah Allah. Bagaimana mungkin bongkahan dosa itu bisa mentaati seluruh 613 perintah hukum Allah? Hanya kalau kita menyadari bahwa kita berdosa di hadapan hukum Allah kita bisa datang kepada Jahshua Kristus, dan sampai kepada kesadaran bahwa kita bisa dibebaskan dari dosa melalui Jahshua Kristus. Jahshua Kristus menjadi kebenaran Allah. Ia membawa kepada kita kebenaran Allah ini melalui baptisanNya oleh Yohanes dan darahNya di kayu Salib. Karena itu kita semua harus mengenal dan percaya kepada kebenaran Allah. Alasan mengapa kita harus percaya kepada Jahshua adalah karena Allah ditemukan di dalam Dia.

Apakah anda mengenal dan percaya kepada kebenaran Allah? Kebenaran Allah adalah rahasia yang tersembunyi di dalam Injil air dan Roh. Rahasia ini semuanya ada di dalam baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes di sungai Yordan. Apakah anda mau mengenal rahasia ini? Kalau anda mau percaya kepada kebenaran ini, anda akan mendapatkan kebenaran Allah melalui iman anda.

Sebelum kita mengenal hukum dan perintah Allah, nampaknya bita bukan orang berdosa, meskipun kita melakukan dosa setiap hari. Tetapi setelah kita mulai datang ke gereja, kita sampai kepada kesadaran bahwa kita memang penuh disa, dan bahwa kita akan mencapai kematian rohani karena dosa dinyatakan di dalam kita. Karena itu, supaya bisa membawa jiwa kepada Jahshua Kristus,

Anda telah mencapai akhir pratinjau ini. Daftar untuk membaca lebih lanjut!
Halaman 1 dari 1

Ulasan

Pendapat orang tentang Kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam surat Roma - Tuhan Kita Yang Menjadi Kebenaran Allah (II)

0
0 peringkat / 0 Ulasan
Apa pendapat Anda?
Penilaian: 0 dari 5 bintang

Ulasan pembaca