Nikmati judul ini sekarang juga, ditambah jutaan lainnya, dengan uji coba gratis

Hanya $9.99/bulan setelah uji coba. Batalkan kapan saja.

KEMAH SUCI: Gambaran Terperinci Mengenai Yesus Kristus (I)

KEMAH SUCI: Gambaran Terperinci Mengenai Yesus Kristus (I)

Baca pratinjau

KEMAH SUCI: Gambaran Terperinci Mengenai Yesus Kristus (I)

Panjangnya:
428 pages
5 hours
Penerbit:
Dirilis:
Apr 30, 2019
Format:
Buku

Deskripsi

Bagaimana kita bisa menemukan kebenaran yang tersembunyi di dalam Kemah Suci? Hanya dengan mengenal Injil air dan Roh, hakekat yang sebenarnya dari Kemah Suci, kita bisa dengan benar memahami dan mengetahui jawaban untuk pertanyaan ini.
Pada kenyataannya, kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus ynag ada di pintu gerbang pelataran Kemah Suci menunjukkan kepada kita karya Jahshua Kristus di dalam masa Perjanjian Baru yang sudah menyelamatkan semua manusia. Dengan cara ini, Firman Perjanjian Lama tentang Kemah Suci dan Firman Perjanjian Baru sangat berhubungan erat satu dengan lainnya, seperti rajutan kain lenan halus. Namun, sayangnya, kebenaran ini sudah tersembunyi untuk waktu yang lama bagi setiap pencari kebenaran di dalam kekristenan.
Dengan datang ke dunia ini, Jahshua Kristus dibaptiskan oleh Yohanes dan mencurahkan darahNya di kayu Salib. Tanpa memahami dan percaya kepada Injil air dan Roh, tidak ada di antara kita yang akan bisa menemukan kebenaran yang dinyatakan di dalam Kemah Suci. Kita sekarang harus memahami kebenaran Kemah Suci ini dan percaya kepada hal ini. Kita semua perlu memahami dan percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di pintu gerbang pelataran Kemah Suci.

Penerbit:
Dirilis:
Apr 30, 2019
Format:
Buku

Tentang penulis


Terkait dengan KEMAH SUCI

Buku Terkait

Pratinjau Buku

KEMAH SUCI - Paul C. Jong

Pendahuluan

Sistem Kemah Suci yang dikatakan Allah di dalam Perjanjian Lama sudah lama menjadi objek yang sangat menarik bagi setiap orang yang telah berusaha untuk mempelajari Firman Alkitab. Tetapi bahkan para pencari kebenaran dalam kekristenan masih belum bisa menemukan pelajaran rohani yang tepat, karena pewahyuan Allah yang dinyatakan di dalam Kemah Suci sudah tersembunyi bagi mereka, sama seperti puncak Gunung Sinai tersembunyi di balik awan bagi bangsa Israel ketika Allah menunjukkan kepada Musa polanya yang jelas di situ.

Ini adalah kehendak Allah. Seperti yang dikatakanNya, Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (Yesaya 6:9). Segala firman Allah adalah Firman wahyu, yang kalau tidak didengar dengan hati yang menghormati Allah, dengan hati yang tunduk yang sungguh-sungguh mengakui keberdosaan, dan hati yang percaya dan bersyukur atas bagaimana Ia sudah menyelamatkan makhluk yang harus masuk neraka, maka tidak akan bisa dimengerti, dan tidak bisa dipahami—jadi, Firman ini adalah wahyu yang bisa dilihat hanya kalau Allah mengungkapkannya dan menunjukkannya kepada kita.

Seperti ini, hanya ketika diterangi oleh Injil air dan Roh saja semua Firman di dalam Alkitab bisa dipahami dengan benar, dan hanya dengan cara itu Firman itu bisa memberikan kehidupan bagi kita dan berhasil di dalam kehidupan kita. Untuk saya sendiri, hanya setelah saya dilahirkan kembali melalui Injil air dan Roh baru saya, juga, bisa mengerti dan memahami makna yang sesungguhnya dari sistem Kemah Suci yang dinyatakan di dalam firman Allah.

Sebelumnya, Kemah Suci bagi saya hanya sekedar peninggalan fosil yang muncul sekali dan kemudian lenyap dari sejarah perjalanan bangsa Israel, tetapi sekarang hal itu sudah tertanam di pusat kehidupan iman saya sebagai tempat anugerah dimana Allah yang hidup bertemu dengan saya secara pribadi. Ini adalah pengalaman yang sangat indah dan menakjubkan seperti orang buta yang matanya terbuka ketika bertemu dengan Tuhan. Betapa tepat dan terperincinya Firman Kemah Suci menunjukkan kepada kita Yesus Kristus Juruselamat kita dan karya keselamatanNya! Betapa hidup dan nyata Tuhan berbicara kepada kita melalui sistem Kemah Suci!

Saya menulis buku ini dengan hati yang tulus dengan sungguh sungguh menginginkan setiap orang dari anda untuk masuk ke dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan iman yang benar, dan dengan itu bisa masuk ke dalam rumah emas yang diberikan Allah kepada anda. Saya yakin bahwa Kemah Suci ini, gambaran yang terperinci tentang Yesus Kristus, akan selalu terpahat di dalam hati anda yang membaca buku ini. Saya juga yakin, tanpa ragu, bahwa dengan terpahat demikian, dan melalui Injil air dan Roh, anda juga akan menemukan karya keselamatan yang sempurna yang digenapkan oleh Yesus ketika di dunia ini.

Dalam ilmu pengetahuan, hakekat dasar lebih penting daripada apapun. Sama seperti menguasai pengetahuan dasar adalah sangat penting untuk mencapai pengetahuan lanjutan, prinsip yang sama juga berlaku ketika kita mencoba untuk memahami Injil air dan Roh dan percaya dengan benar. Di Kemah Suci, juga, kenyataan tentang orang Kristen jaman ini adalah bahwa kebanyakan, pada umumnya, tidak memiliki bahkan pengetahuan akan kebenaran yang mendasar tentang kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang ada di Kemah Suci. Kita melihat, sebagai akibatnya, bahwa jiwa mereka sangat terganggu oleh berbagai masalah dosa. Demikianlah, pengetahuan yang benar tentang pengampunan dosa bisa diperoleh hanya kalau kita memahami Injil keselamatan yang dinyatakan melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di Kemah Suci.

Sangat menyedihkan saya untuk melihat kebanyakan orang Kristen jaman ini tidak memiliki pemahaman yang benar akan Injil air dan Roh. Tujuan saya di sini, kemudian, adalah untuk menjelaskan, berdasarkan Firman di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Injil tentang kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di Kemah Suci, dan untuk menyaksikan apa sebenarnya kebenaran pengampunan dosa itu.

Apakah, di jaman ini, yang dikatakan oleh orang-orang yang tidak dilahirkan kembali tentang makna kain biru yang dipakai di Kemah Suci? Ada yang membatasi kepentingan dari kain biru itu dengan mengatakan, Seperti langit itu biru, kain biru berarti Yesus adalah Allah. Tetapi penafsiran yang benar akan kain biru adalah bahwa Yesus menjadi Juruselamat kita yang sempurna dengan menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes Pembaptis. Hasil dari pelayananNya berupa kain biru, membuat Dia bisa memperdamaikan segala dosa kita dengan curahan darahNya di kayu Salib, yaitu, pelayanan kain kirmizi dariNya.

Sekaranglah waktunya bagi kita untuk memahami dan percaya kepada kebenaran Injil yang dinyatakan di dalam kain biru ini. Pemahaman akan kain biru memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemahaman kita akan keselamatan dari dosa. Injil pengampunan dosa digenapkan dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di Kemah Suci yang memberikan kepada kita keyakinan iman yang besar kepada Tuhan sebagai Juruselamat kita, dan itu memungkinkan kita untuk sungguh-sungguh memahami apa sebenarnya kebenaran penebusan itu.

Apakah Rahasia Kain Biru dan Pintu gerbang pelataran Kemah Suci?

Rahasia kain biru yang dipakai di pintu gerbang pelataran Kemah Suci adalah kebenaran yang dinyatakan di dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus menanggung segala dosa dunia melalui baptisan yang diterima dari Yohanes. Pertama-tama, kita harus memperhatikan ayat yang berikut ini. tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu (Keluaran 27:16) dan Lalu Yesus menjawab, kataNya kepadanya: Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran Allah. Dan Yohanes pun menurutiNya (Matius 3:15).

Dengan kata lain, kebenaran yang dinyatakan dengan kain biru adalah bahwa baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes adalah proses yang tidak terpisahkan yang dengannya Dia menanggung segala dosa dunia sesuai dengan kehendak Allah Bapa. Kebenaran kain biru ini juga dinyatakan di dalam 1 Petrus 3:21, yang menjelaskan, Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus. Demikianlah, kebenaran kain biru yang dipakai untuk Kemah Suci di dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes (Matius 3:15-16).

Ketika anda memahami Firman kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci, anda akan sangat tertolong untuk memahami kebenaran tentang keselamatan. Apakah anda tahu bahwa baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes adalah kebenaran yang mutlak bagi pembasuhan dosa-dosa anda? Bahkan kalau anda percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat anda, anda masih perlu memahami dengan benar alasan mengapa Yesus dibaptiskan oleh Yohanes, dan mempercayainya. Jika anda tidak mengetahui kebenaran ini, Yesus tidak akan membawa keuntungan apapun bagi hidup anda. Melalui keempat pelayanan yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, Tuhan kita sudah menyelamatkan kita dari dosa sepenuhnya. Sekarang kita harus menyadari pengampunan dosa yang digenapkan melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, dan sungguh-sungguh percaya kepada hal itu.

Lalu Bagaimana Dengan Iman Anda?

Kalau anda berpikir bahwa iman anda sudah benar dan tepat, anda tidak akan memiliki kehendak untuk menemukan kebenaran kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Tetapi kalau anda merasa bahwa iman anda belum berdiri teguh, anda harus datang kepada Allah dengan iman anda kepada Injil pengampunan dosa yang digenapi melalui kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Karya Tuhan kita yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci akan meluruskan kesalahan di dalam iman dan pemahaman anda, dan akan membawa anda kepada iman yang penuh yang percaya kepada Injil yang sempurna.

Tidakkah anda, entah karena apa, memiliki keyakinan keselamatan yang anda bentuk sendiri? Apakah iman anda sungguh-sungguh berdiam di dalam Injil air dan Roh? Kalau tidak, maka itu berarti bahwa anda sudah dikungkung di dalam peti pemahaman anda sendiri, percaya kepada Yesus menurut pandangan anda, dan mengasihi Dia dengan kasih bertepuk sebelah tangan. Inilah sebabnya banyak orang Kristen jaman ini, yang terkungkung oleh pemikiran mereka sendiri, menganggap diri mereka sebagai orang benar, bahkan meski mereka sebenarnya masih berdosa. Yang saya katakan di sini adalah banyak orang yakin bahwa Yesus adalah Juruselamat mereka, tetapi keyakinan mereka hanya didasari oleh pemahaman pribadi saja.

Di dalam kungkungan pikiran daging mereka, mungkin mereka menganggap Yesus sebagai Juruselamat mereka dan bahkan mungkin yakin, dengan cara mereka sendiri, akan kenyataan ini, tetapi mereka harus menyadari bahwa kalau dosa masih ada di dalam hati mereka, mereka akan tetap menjadi orang berdosa, yang akhirnya akan dihukum bagi dosa-dosa mereka. Ketika percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat, kalau seseorang merasa dirinya sebagai orang Kristen yang baik bahkan tanpa mengakui kebenaran Injil kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, maka iman orang ini adalah keliru. Supaya kita memiliki iman yang benar, kita harus mencari keselamatan yang sejati dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Kalau kita mau mendustai diri dengan meyakini bahwa diri kita adalah orang Kristen yang baik tanpa memahami kebenaran Injil yang sejati ini, maka tidak ada di antara kita yang akan bisa lepas dari murka Allah yang sangat mengerikan.

Inilah Orang-Orang Dengan Iman Yang Salah

Di jaman ini, di antara orang-orang yang percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka, ada banyak yang salah paham dan salah percaya kepada Yesus. Iman mereka adalah iman yang tidak percaya kepada kebenaran bahwa Yesus menanggung segala dosa dunia melalui baptisan yang diterima dari Yohanes. Mereka percaya bahwa keselamatan mereka dari segala dosa mereka berasal hanya dari kepercayaan mereka kepada darah Yesus saja, meskipun mereka tidak percaya kepada kebenaran bahwa Kristus menanggung segala dosa ketika Ia dibaptiskan oleh Yohanes. Iman yang demikian dasarnya berbeda sekali dengan Injil air dan Roh yang dinyatakan di dalam Alkitab.

Ada banyak orang di dunia ini yang memiliki iman yang salah ini. Meskipun mereka salah paham dan salah percaya bahwa mereka dibebaskan dari segala dosa mereka hanya dengan percaya kepada darah Yesus yang tercurah di kayu Salib sebagai keselamatan mereka, kenyataannya, hati mereka masih tetap berdosa. Dalam ketegaran mereka, mereka tetap meyakini bahwa mereka bisa diselamatkan dari dosa mereka meskipun Yesus tidak menanggung segala dosa dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes. Demikianlah, mereka yakin bahwa hanya darah Yesus di kayu Salib yang bisa menyelamatkan semua manusia di dunia ini, tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka sendiri belum bisa dibebaskan dari dosa-dosa mereka dengan iman yang demikian. Namun, Allah mengatakan bahwa kita harus diselamatkan dengan memahami kebenaran Injil yang dinyatakan di dalam pintu gerbang pelataran luar Kemah Suci, yang ditenun dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipental benangnya, dan percaya kepada hal itu sebagai kebenaran.

Beberapa orang membohongi hati mereka sendiri, berpikir bahwa mereka tidak berdosa, sementara, pada kenyataannya, hati mereka tetap penuh dosa. Tetapi mereka tidak bisa membohongi Allah, karena dosa masih ditemukan di dalam hati mereka. Karena hati mereka tetap penuh dosa, Allah tidak bisa sungguh-sungguh berdiam di dalam diri orang-orang itu. Karena kita harus berbalik dari iman yang salah ini dan percaya kepada Injil yang benar, kita harus percaya kepada firman Allah yang dinyatakan kepada kita melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di pintu gerbang pelataran Kemah Suci, dan dengan demikian diselamatkan dari segala dosa kita.

Mengapa Iman Abraham Benar?

Dalam Kejadian 17, Allah membuat perjanjian berkatNya dengan Abraham melalui sunat. Di sisi lain, dengan sistem pengorbanan-Nya, Allah membuat keturunan Abraham, bangsa Israel, untuk menanggungkan dosa-dosa mereka kepada korban persembahan melalui penumpangan tangan ke atas kepalanya, dan kemudian mencurahkan darahnya (Imamat 1:1-4). Melalui korban persembahan ini, Allah ingin memberikan pengampunan dosa kepada umatNya, dan menyertai mereka selamanya. Inilah sebabnya Ia memberikan mereka sistem pengorbanan.

Janji Allah yang Abraham percayai adalah demikian, Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja (Kejadian 17:6). Perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham dan keturunannya adalah janji berkat keselamatan yang diperoleh melalui tanda sunat (Kejadian 17:5-10).

Dengan disunatkan, tanda perjanjian antara Allah dan Abraham, Abraham dan keturunannya, bangsa Israel, diberkati untuk menjadi umat Allah. Sunat di dalam Perjanjian Lama digenapi di dalam masa Perjanjian Baru dengan baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes. Inilah sunat rohani (Roma 2:29), yang di dalamnya segala dosa di hati kita dikerat dari kita dengan menanggungkan semuanya kepada Yesus dengan iman kita kepada baptisanNya. Di dalam sunat rohani ini kita temukan keselamatan yang bukan menyatakan kebenaran manusia, tetapi kebenaran Allah.

Bagi kita, yang sekarang hidup di masa Perjanjian Baru, perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham digenapi hanya melalui iman kita yang percaya kepada sunat rohani yang diperoleh oleh baptisan Yesus. Untuk bisa diampuni dari dosa-dosa mereka, bangsa Israel menanggungkan dosa-dosa mereka kepada korban persembahan dengan menumpangkan tangan ke atas kepalanya, dan dengan itu membasuh segala dosa mereka. Karena korban persembahan ini menanggung segala dosa bangsa Israel dengan penumpangan tangan ke atas kepalanya, ia harus mencurahkan darah pengorbanannya. Bangsa Israel, kemudian bisa menghapus segala dosa mereka dengan percaya kepada penumpangan tangan di atas kepalanya dan curahan darah korban persembahan. Dengan kata lain, di jaman Perjanjian Lama, segala dosa ditanggungkan kepada binatang korban dengan penumpangan tangan, dan di dalam Perjanjian Baru, semuanya dihapuskan dengan percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib.

Kebenaran pengampunan dosa yang diberikan Allah sangat berhubungan erat dengan sunat. Untuk percaya kepada kasih Allah, dengan demikian, sangat penting untuk memahami kebenaran keselamatan yang berasal dari Injil air dan Roh, bagian yang sangat penting dari sunat. Allah mengatakan tentang Kemah Suci di dalam Keluaran 25; tujuanNya memberikan Kemah Suci ini kepada bangsa Israel adalah untuk membasuh dosa-dosa mereka dengan iman mereka kepada sunat. Sunat adalah kebenaran yang tidak berubah sampai selamanya yang membawa pengampunan dosa, dan ini semua direncanakan bahkan sebelum penciptaan.

Allah menerima iman Abraham yang percaya kepada FirmanNya. Nuh, juga, memberikan korban persembahan kepada Allah, meski ketika itu sistem korban Kemah Suci belum diberikan. Tetapi bersama dengan sistem korban Kemah Suci, di masa Perjanjian Baru Allah memberikan kepada manusia Injil air dan Roh, bagian yang sangat penting dari perjanjianNya dengan Abraham. Dengan demikian, kita harus menyadari bahwa iman Abraham dan sistem korban Kemah Suci adalah kesemuanya berhubungan erat dan cocok sekali dengan Injil air dan Roh yang Yesus berikan kepada kita di dalam masa Perjanjian Baru.

Karena itu, dalam buku ini kita akan melihat dengan jelas perincian Kemah Suci yang berhubungan dengan iman Abraham dan Injil air dan Roh, dan dari penemuan kita, kita semua harus menerima ke dalam hati kita kebenaran keselamatan yang dinyatakan di dalam Kemah Suci dan percaya kepada hal itu.

Kemah Suci

Kemah Suci adalah tempat dimana Allah berdiam. Juga, Kemah Suci adalah gambaran mengenai Yesus Kristus Tuhan Allah yang datang dalam rupa manusia.

Kemah Suci sendiri adalah sebuah bangunan kecil yang terbuat dari 48 papan kayu penaga, dan pelataran luar Kemah Suci memiliki 60 tiang. Pagar di bagian luar Kemah Suci terbuat dari kain lenan putih, disangga oleh 60 tiang, dengan gerbang yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, yang berukuran 2,5 m tingginya dan 10 m lebarnya. Gerbang itu terletak di sebelah timur pelataran.

Masuk ke dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci ini, yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, yang tergantung di sebelah timur, kita akan terlebih dahulu melihat mezbah korban bakaran. Melewati mezbah korban bakaran, dan sebelum masuk ke Tempat Kudus, kita akan melihat bejana pembasuhan tembaga. Melewati bejana pembasuhan dan masuk ke dalam Tempat Kudus, di sebelah kiri ada kandil, di sebelah kanan ada meja roti sajian, dengan mezbah pembakaran ukupan di tengah. Melewai mezbah pembakaran ukupan dan di balik tabir yang menutupi Tempat Mahakudus terdapat tutup pendamaian yang menutupi Tabut Perjanjian.

Kemah Suci adalah gambaran tentang Yesus Kristus yang mengampuni segala dosa bangsa Israel dan semua manusia yang percaya kepadaNya. Tuhan kita adalah pemilik Kemah Suci tersebut. Dan Ia adalah Juruselamat yang menghapus segala dosa semua orang sekaligus, dan pada saat yang sama, korban persembahan itu sendiri bagi seluruh umat manusia.

Meskipun bangsa Israel melakukan dosa setiap hari, dengan menumpangkan tangan mereka ke atas kepala binatang korban yang tidak bercacat di pelataran Kemah Suci sesuai dengan tata cara pengorbanan, mereka bisa menanggungkan segala dosa mereka kepada korban itu. Demikianlah semua orang yang percaya kepada pelayanan para imam dan korban persembahan yang diberikan sesuai dengan cara pengorbanan akan bisa menerima pengampunan dosa, membasuh segala dosa mereka dan menjadi putih seperti salju. Demikian juga, dengan percaya kepada baptisan dan pengorbanan Yesus, hakekat yang benar dari Kemah Suci, bangsa Israel dan orang-orang yang bukan Yahudi semuanya mengenakan berkat pengampunan atas segala dosa-dosa dan hidup dengan Tuhan selamanya.

Bukan hanya bangsa Israel, tetapi orang-orang bukan Yahudi juga bisa dibebaskan dari segala dosa mereka hanya dengan percaya kepada Yesus, Tuhan atas Kemah Suci. Kemah Suci mengajarkan kepada kita tentang anugerah pengampunan dosa yang diberikan Allah kepada kita semua. Dengan demikian, Kemah Suci sendiri adalah hakekat yang sebenarnya dari Yesus Kristus.

Yesus sudah menjadi Juruselamat orang berdosa. Setiap orang berdosa, siapa saja dia, bisa menjadi tidak memiliki dosa hanya dengan percaya kepada baptisan Yesus, darahNya di kayu Salib, dan kebenaran bahwa Ia sendiri adalah Allah. Kita bisa diselamatkan dari penghukuman Allah dengan iman kita kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi—dengan kata lain, dengan percaya kepada baptisan Yesus, darahNya, dan keilahianNya. Yesus adalah gerbang menuju Kerajaan Surga.

Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Tidak ada selain Yesus yang bisa menyelamatkan semua manusia dari dosa-dosa mereka. Tidak ada Juruselamat selain Yesus. Yohanes 10:9 mengatakan, Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput, 1 Timotius 2:5 mengatakan, Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, dan Matius 3:15 mengatakan, Lalu Yesus menjawab, kataNya kepadanya: Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Semua ayat ini bersaksi tentang kebenaran ini.

Yesus datang ke dunia ini dalam rupa manusia, dan menerima baptisanNya (kain biru) dan mencurahkan darahNya (kain kirmizi), ia menyelamatkan orang berdosa. Demikianlah, Yesus sudah menjadi pintu keselamatan bagi semua orang berdosa. Sama seperti pintu gerbang pelataran Kemah Suci terbuat dari kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, Yesus, datang ke dunia ini, terlebih dahulu menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya dengan baptisan yang diterimaNya dari Yohanes Pembaptis. Ia, dengan itu, menjadi korban persembahan, Anak Domba Allah (Yohanes 1:29).

Yang kedua, setelah menanggung semua kelemahan orang berdosa dengan baptisanNya, Ia mati menggantikan mereka dan memberikan kehidupan baru kepada orang-orang yang percaya. Yang ketiga, Yesus ini adalah Allah sendiri. Kejadian 1:1 mengatakan, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, dan Kejadian 1:3 mengatakan, Berfirmanlah Allah: Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Yesus tidak lain dari Allah atas logos ini, Dia yang sudah menciptakan seluruh alam semesta dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dengan FirmanNya.

Allah mengatakan kepada Musa untuk membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Yesus, yang adalah Allah sendiri, menggenapi karyaNya untuk membuat orang berdosa menjadi orang benar dengan datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan menyelamatkan umatNya dari segala dosa mereka melalui baptisan dan kematianNya di kayu Salib. Ketiga pelayanan ini adalah cara dimana Kristus sudah menyelamatkan orang berdosa, dan semuanya adalah bukti kepada kebenaran ini.

Rasul Paulus mengatakan di dalam Efesus 4:4-6, Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Firman ini menunjuk kepada keselamatan dari dosa yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus.

Melalui penyelidikan kita kepada Kemah Suci, kita harus menyadari kebenaran yang ada di dalamnya, dan dengan itu diberkati untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kita. Kiranya kekudusan Allah menyertai anda.

KHOTBAH 1

Keselamatan Orang

Berdosa Yang Dinyatakan

Di Dalam Kemah Suci

< Keluaran 27:9-21>

Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah barat harus ada layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang itu. Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta, yakni lima belas hasta layar untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang itu, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; dan juga untuk sisi yang kedua di samping pintu gerbang itu lima belas hasta layar, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu. Segala tiang yang mengelilingi pelataran itu haruslah dihubungkan dengan penyambung-penyambung perak, dan kaitan-kaitannya harus dari perak dan alas-alasnya dari tembaga. Panjang pelataran itu harus seratus hasta, lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan alas-alasnya harus dari tembaga. Adapun segala perabotan untuk seluruh perlengkapan Kemah Suci, dan juga segala patoknya dan segala patok pelataran: semuanya harus dari tembaga. Haruslah kauperintahkan kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang murni untuk lampu, supaya orang dapat memasang lampu agar tetap menyala. Di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir yang menutupi tabut hukum, haruslah Harun dan anak-anaknya mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan yang berlaku untuk selama-lamanya bagi orang Israel turun-temurun.

Pagar segi empat pelataran kemah suci ukuran panjangnya adalah 100 hasta. Di dalam Alkitab, satu hasta adalah ukuran yang panjangnya dari siku seseorang sampai ke ujung jarinya, kira-kira 45 cm dalam ukuran sekarang. Dengan demikian, ukuran pagar pelataran Kemah Suci yang 100 hasta berarti sekitar 45 m, dan lebarnya yang 50 hasta berarti sekitar 22,5 m. Jadi inilah ukuran Kemah dimana Allah berdiam di antara umat Israel pada masa Perjanjian Lama.

Pelataran Luar Kemah Suci Dikelilingi Dengan Pagar

Pernahkah anda melihat model Kemah Suci baik yang berupa gambar maupun lukisan? Secara umum, bisa dikatakan bahwa Kemah Suci dibagi menjadi pelataran dan Kemah Suci itu sendiri, yang adalah Rumah Allah. Di dalam Rumah Allah ini, ada satu bagian yang disebut sebagai Tempat Kudus. Tempat Kudus ini dikelilingi dengan empat tirai yang berbeda; sebuah tenunan dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya; lalu yang terbuat dari bulu kambing; lalu yang terbuat dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, dan penutup dari kulit lumba-lumba.

Di bagian timur pelataran Kemah Suci terdapat pintu gerbangnya, yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Setelah memasuki gerbang ini, kita akan bisa melihat mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan. Setelah melewati bejana pembasuhan, kita akan bisa melihat Kemah Suci itu sendiri. Kemah Suci terbagi atas dua bagian yaitu Tempat Kudus dan Tempat Mahakudus, dimana Tabut Perjanjian Allah berada. Pagar pelataran Kemah Suci dibangun dengan 60 tiang yang digantungi kain lenan putih. Kemah Suci itu sendiri, di pihak lain, dibuat memakai 48 papan dan 9 tiang. Paling tidak kita harus memiliki gambaran yang umum mengenai bagian luar dari Kemah Suci supaya bisa memahami apa yang sedang dikatakan Allah kepada kita melalui semua ukuran tersebut.

Allah berdiam di dalam Kemah Suci yang dibuat dengan 48 papan. Allah menyatakan kehadiranNya kepada orang Israel dalam bentuk tiang awan di waktu siang dan tiang api di waktu malam di atas Kemah Suci. Dan di bagian dalam Kemah Suci, dimana Allah sendiri berdiam, kemuliaan Allah memenuhi tempat itu. Di dalam Tempat Kudus, dimana terletak meja roti sajian, kandil dan mezbah pembakaran ukupan, dan di dalam Tempat Mahakudus, dimana terletak Tabut Perjanjian dan tutup pendamaian. Inilah tempat yang terlarang bagi orang biasa di kalangan bangsa Israel; hanya para imam dan Imam Besar yang bisa masuk ke tempat-tempat itu sesuai dengan sistem Kemah Suci. Ada tertulis, Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka, tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar (Ibrani 9:6-7). Ini menjelaskan kepada kita bahwa di jaman sekarang, hanya mereka yang memiliki iman dari emas yang percaya kepada Injil air dan Roh yang bisa menjalani kehidupan mereka dengan Allah ketika melayani Dia.

Apa artinya roti yang ditempatkan di meja roti sajian? Itu berarti Firman Allah. Apa artinya mezbah persembahan ukupan? Itu memberi tahu kita tentang doa. Di dalam Tempat Mahakudus, ada Tabut Perjanjian, dan ada tutup pendamaian, yang terbuat dari emas murni, yang diletak diatas Tabut. Kerubim yang sedang merentangkan sayapnya di atasnya, menutupi tutup pendamaian dengan sayap-sayap mereka, dan muka mereka saling menghadap ke arah tutup pendamaian itu. Ini adalah tutup pendamaian, tempat dimana anugerah Allah dicurahkan. Di dalam Tabut Perjanjian, ada dua loh batu yang bertuliskan Sepuluh Perintah Allah, tongkat Harun yang pernah bertunas dan buli-buli yang berisi manna. Tabut itu ditutup dengan tutup yang terbuat dari emas (tutup pendamaian), dan di atasnya kerubim itu memandang ke bawah ke arah tutup pendamaian itu.

Dimanakah Mereka Yang Menerima Pengampunan Dosa Menjalani Kehidupan?

Tempat dimana orang-orang yang menerima pengampunan dosa hidup adalah di Tempat Kudus. Tempat Kudus di bangun dengan menggunakan 48 papan, yang semuanya dilapis dengan emas. Pikirkan tentang hal itu. Ketika anda melihat dinding yang berlapis emas yang bukan hanya sedikit, tetapi sampai 48 papan, betapa cemerlangnya sinar yang dipantulkannya? Karena bagian Tempat Kudus dan semua peralatannya terbuat dari emas murni, maka semuanya bersinar dengan sangat cemerlang.

Mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan berada di pelataran luar dari Kemah Suci semuanya terbuat dari tembaga, dan bahwa pagar dari pelataran itu terbuat dari tiang-tiang yang dibalut dengan perak dan kain lenan putih. Sebaliknya, semua peralatan di dalam Tempat Kudus terbuat dari emas; Kandil yang ditempa dengan emas murni, begitu juga dengan meja roti sajian. Karena semua benda didalam tempat kudus dan ketiga sisi temboknya dengan demikian terbuat dari emas murni, bagian dalam Tempat Kudus senantiasa bersinar terang memancarkan cahaya keemasan.

Bahwa bagian dalam Tempat Kudus disinari oleh cahaya keemasan menunjukkan bahwa orang-orang kudus yang sudah diselamatkan menjalani kehidupan iman mereka yang sangat berharga di dalam Gereja Allah. Orang-orang kudus yang hidup di dalam iman mereka kepada Injil air dan Roh adalah seperti emas murni yang ada di Tempat Kudus. Kehidupan yang dijalani oleh orang-orang kudus di dalam Tempat Kudus adalah kehidupan yang diberkati saat berdiam di dalam Gereja, memakan Firman Allah, berdoa dan memuji Dia, dan menghadap tahta Allah serta mengenakan anugerahNya setiap hari, semuanya melalui Gereja. Ini adalah kehidupan iman didalam Tempat Kudus. Anda harus meyakini di dalam hati bahwa hanya orang-orang benar yang sudah diselamatkan melalui air dan Roh yang bisa menjalani kehidupan iman yang sangat berharga ini di dalam Tempat Kudus.

Allah Dengan Jelas Memisahkan Bagian Dalam dan Bagian Luar Tempat Kudus

Seperti kebanyakan rumah memiliki pagar, pelataran Kemah Suci juga memiliki pagar yang terbuat dari 60 tiang dan dikelilingi oleh layar yang terbuat dari kain lenan putih. Di sebelah timur pelataran, ada sebuah gerbang yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya supaya dilihat oleh semua orang, yang ukuran lebarnya adalah 9 m.

Dalam mempelajari Kemah Suci, kita harus memahami dengan jelas apakah iman yang bercahaya yang dikehendaki Allah, iman yang bagaimana yang merupakan iman orang-orang yang diselamatkan, dan, melalui bahan-bahan yang dipakai untuk membangun Kemah Suci, kita harus melihat bagaimana Tuhan telah menyelamatkan kita. Untuk melihat apakah iman yang seperti emas dan bercahaya yang terdapat di bagian dalam Tempat Kudus, kita terlebih dahulu harus memperhatikan bejana pembasuhan, mezbah korban bakaran, dan pagar yang ditempatkan di bagian luar pelataran Kemah Suci, dan semua bahan yang dipakai untuk membuatnya. Dengan melakukan itu,

Anda telah mencapai akhir pratinjau ini. Daftar untuk membaca lebih lanjut!
Halaman 1 dari 1

Ulasan

Pendapat orang tentang KEMAH SUCI

0
0 peringkat / 0 Ulasan
Apa pendapat Anda?
Penilaian: 0 dari 5 bintang

Ulasan pembaca