Nikmati judul ini sekarang juga, ditambah jutaan lainnya, dengan uji coba gratis

Hanya $9.99/bulan setelah uji coba. Batalkan kapan saja.

Khotbah Injil Yohanes (III) - Makanlah Daging-Ku Dan Minumlah Darah-Ku

Khotbah Injil Yohanes (III) - Makanlah Daging-Ku Dan Minumlah Darah-Ku

Baca pratinjau

Khotbah Injil Yohanes (III) - Makanlah Daging-Ku Dan Minumlah Darah-Ku

Panjangnya:
373 pages
5 hours
Penerbit:
Dirilis:
Nov 26, 2020
Format:
Buku

Deskripsi

Yesus Telah Memberi Kita Kehidupan Kekal melalui Daging dan Darah-Nya Sendiri

Gereja menyimpan dua sakramen yang diperintahkan oleh Yesus. Yang satu adalah baptisan, dan yang lainnya adalah Komuni Suci. Kami mengambil bagian dalam Komuni untuk merenungkan Injil Kebenaran yang diungkapkan melalui roti dan anggurnya, untuk mengenang Injil ini.
Dalam ritus Perjamuan Kudus, kita memakan roti untuk mengenang daging Yesus, dan minum anggur sebagai upacara darah-Nya. Dengan demikian, makna sebenarnya dari Perjamuan Kudus adalah untuk memperkuat iman kita kepada kebenaran bahwa Yesus telah menyelamatkan kita dari dosa-dosa dunia dan memberi kita kehidupan abadi melalui baptisan dan kematian-Nya di Kayu Salib.
Namun, masalahnya adalah bahwa hampir semua orang Kristen mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus hanya secara formal, bahkan tanpa menyadari apa yang Yesus maksudkan dengan ungkapan, "Dagingku benar-benar makanan, dan darah-Ku memang minuman," (Yohanes 6:55). Karena itu, di dalam Injil air dan Roh, kita perlu sekali lagi berfokus pada makna perintah Yesus untuk memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, dan memercayainya.

Penerbit:
Dirilis:
Nov 26, 2020
Format:
Buku

Tentang penulis


Terkait dengan Khotbah Injil Yohanes (III) - Makanlah Daging-Ku Dan Minumlah Darah-Ku

Pratinjau Buku

Khotbah Injil Yohanes (III) - Makanlah Daging-Ku Dan Minumlah Darah-Ku - Paul C. Jong

Kata Pengantar

Di dalam sejarah Kekristenan, kontroversi Ekaristi yang dipicu atas penafsiran Perjamuan Kudus tetap belum melihat sebuah penyelesaian yang jelas. Di dalam kata lain, tergantung atas bagaimana seseorang melihat atas roti dan anggur yang digunakan di Perjamuan, ada beberapa perdebatan bersaing sebagai berikut:

1) Transubstansiasi—sebuah posisi yang dipegang oleh Gereja Katolik, pandangan ini memperdebatkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus sebenarnya diubah menjadi daging dan darah Yesus Kristus.

2) Koeksistensialisme—sebuah pandangan yang didukung oleh Martin Luther, posisi ini memperdebatkan bahwa Yesus Kristus sebenarnya hadir di dalam roti dan anggur Perjamuan.

3) Simbolisme—diperdebatkan oleh Ulrich Zwingli Swiss, memandang Perjamuan sebagai sebuah simbol peringatan untuk kematian Yesus Kristus.

4) Doktrin Calvin atas Kehadiran Rohani Yesus Kristus—posisi ini percaya bahwa Kristus secara rohani hadir di dalam roti dan anggur Perjamuan.

Sampai hari ini, orang-orang Kristen percaya di dalam satu dari pandangan-pandangan di atas tanpa keraguan apapun sesuai dengan pikiran mereka sendiri. Namun, atas keempat keadaan garis besar di atas, kecuali untuk Transubstansi yang didukung oleh Gereja Katolik, semua ketiga posisi sisanya sebenarnya sedikit lebih dari bagian yang diubah dari Transubstansiasi. Di dalam kenyataannya, semua perdebatan argumen ini tidak lebih dari gagasan hipotesis yang dibuat sesuai pikiran manusia, ketika pendukung mereka dengan sepenuhnya gagal untuk memahami apa yang Tuhan maksudkan ketika Dia berkata, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu (Yohanes 6:53).

Dengan kata lain, semua anggapan ini ke permukaan dengan tepat karena pendukung mereka dengan sepenuhnya tidak tahu alasan mengapa Yesus memberitahu kita untuk memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya. Pada Perjamuan Terakhir, Yesus memberitahu murid-murid-Nya untuk memperingati daging dan darah-Nya dengan roti dan anggur, dan roti ini menandakan kenyataan bahwa Yesus menanggung atas segala dosa dunia ini sekaligus melalui baptisan yang Dia terima dari Yohanes Pembaptis, sementara anggur berarti bahwa Kristus menanggung penghukuman atas dosa-dosa kita menggantikan kita dengan disalibkan dan mencurahkan darah-Nya sampai mati.

Kita harus tidak pernah membuat kasih dan keselamatan yang benar dari Yesus yang dinyatakan di dalam Perjamuan Kudus sia-sia. Kita semua harus sekarang sekali lagi bercermin atas maksud Tuhan di dalam memerintahkan kita untuk memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, dan mengambil bagian di dalam Perjamuan dengan iman. Ketika kita mengambil bagian di dalam Perjamuan Kudus, yang merupakan kesaksian keselamatan, kita harus memiliki pemahaman yang benar atas kebenaran Allah(Jahweh) yang telah menghapuskan segala dosa kita dengan Injil air dan Roh, dan percaya di dalam kebenaran ini.

Untuk mengulangi, jika anda ikut serta di dalam Perjamuan dengan percaya di dalam doktrin demikian seperti Transubstansiasi, kemudian saya tidak memiliki pilihan tetapi menunjukkan bahwa iman anda dengan salah besar. Yesus berkata, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu (Yohanes 6:53), tetapi apakah ini benar-benar berarti bahwa kita akan kemudian melakukan Perjamuan Kudus untuk secara literal memakan dan meminum daging dan darah Yesus, yang telah entah bagaimana secara aneh diubahkan dari roti dan anggur? Sesuai kepada teologi, ketika kita melakukan Perjamuan, Yesus Kristus sebenarnya hadir di dalam roti dan anggurnya, dan karena itu dengan memakan daging ini dan meminum anggur, kita akan memakan daging Yesus dan meminum darah-Nya. Jika ini kasusnya, kemudian itu akan juga berarti bahwa kecuali kita mengambil bagian dalam Perjamuan, kita tidak akan dapat memakan daging Yesus atau meminum darah-Nya. Namun, sebuah pernyataan demikian sama sekali tidak masuk akal. Itu adalah sebuah penyimpangan dari Kebenaran. Apakah ini apa yang Yesus katakan?

Apakah Dia berkata bahwa kita harus melakukan Perjamuan untuk benar-benar memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya? Tidak, Dia tidak pernah mengatakan ini! Adalah dengan percaya di dalam Firman Allah(Jahweh) bahwa kita diselamatkan dari dosa-dosa kita dan menerima hidup yang kekal juga. Jika sesungguhnya kita untuk memakan daging Yesus dan meminum darah-Nya hanya ketika kita melakukan Perjamuan, dan kita tidak bisa sebaliknya memiliki daging dan darah-Nya, kemudian tidakkah ini berarti bahwa iman kita akan merupakan perbuatan kita sendiri? Siapapun yang mengajar kekeliruan seperti ini akan dihakimi oleh Yesus.

Untuk kita untuk benar-benar memakan daging Yesus dan meminum darah-Nya, ini tidak dicapai hanya dengan ikut serta di dalam Perjamuan Kudus. Itu adalah dengan percaya di dalam apa yang Yesus lakukan di dalam 33 tahun hidup-Nya di atas bumi ini bahwa kita bisa memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya. Ketika Yesus datang ke bumi ini, Dia menanggung atas diri-Nya segala dosa kita, yang di bawah hukum Taurat, dan semua kutukannya untuk dosa-dosa ini sekali dan untuk selamanya. Itu adalah untuk karena itu menanggung dosa-dosa kita di atas tubuh-Nya (daging) bahwa Allah(Jahweh) Sendiri, yang tidak mengenal dosa, datang menjelma di dalam daging yang sama seperti milik kita, dan itulah bagaimana Dia bisa menerima setiap dosa dunia ini sekaligus dengan menerima baptisan di atas tubuh-Nya di dalam bentuk penumpangan tangan. Ini adalah daging Yesus yang dipersembahkan untuk menggenapi kebenaran Allah(Jahweh). Dengan percaya di dalam kenyataan bahwa dosa-dosa kita ditanggungkan ke atas tubuh Yesus melalui baptisan-Nya, kita harus memakan daging-Nya. Adalah dengan iman ini bahwa kita memakan daging Yesus. Dan kita meminum darah-Nya dengan percaya bahwa Yesus membawa dosa-dosa ini ke atas kayu Salib dan dihukum menggantikan kita, dengan tepat karena Dia telah menanggung atas dosa-dosa dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis.

Sampai sekarang, kebanyakan orang Kristen belum mengenal Kebenaran, tetapi hanya mewarisi tindakan agama. Dari Injil Perjamuan Kudus, Kekristenan hari ini memelihara keortodoks-annya tidak melalui pengetahuan Kebenaran, tetapi dengan menekankan hanya tata cara formal dan ritual pentahbisan. Sebagai hasilnya, ketika orang-orang Kristen hari ini menemukan roti dan anggur yang menandakan daging dan darah Yesus selama Perjamuan, mereka penuh syukur hanya untuk pengorbanan darah-Nya, dan mereka tidak bisa tidak tetap sepenuhnya mengabaikan kenyataan bahwa Kristus menanggung atas diri-Nya segala dosa mereka sekali dan untuk selamanya dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Karena itu, saya menasehatkan semua orang Kristen di seluruh dunia untuk belajar, bahkan dari sekarang, apa daging dan darah Yesus maksud dengan Injil air dan Roh, untuk percaya dalamnya, dan untuk karena itu menerima keselamatan mereka dan juga mengambil bagian di dalam Perjamuan Kudus dengan iman yang benar

Saya ingin membuatnya jelas di sini ini bahwa saya tidak mencoba untuk merusak iman anda, tetapi untuk mengkoreksi kesalahan anda dan menetapkan kembali iman anda dengan benar. Adalah harapan dan doa paling tulus saya bahwa Protestan, Katolik, dan setiap orang yang akan pernah datang untuk percaya di dalam Yesus di seluruh dunia akan semua memahami dan percaya di dalam daging dan darah Yesus dengan benar dengan Injil Kebenaran air dan Roh, dan karena itu menikmati hidup yang kekal.

Kiranya berkat-berkat Allah(Jahweh) bersama anda semua.

PAUL C. JONG

KHOTBAH 1

Apa Gunanya Roti dan

Ikan Ini kepada Orang

Banyak?

< Yohanes 6:1-15 >

Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja. Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Kata Yesus: Suruhlah orang-orang itu duduk. Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang. Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia. Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Yohanes pasal enam adalah semua tentang roti hidup di dalam keseluruhannya.

Adalah tertulis di dalam bagian Kitab Suci hari ini bahwa ketika Yesus pergi ke sisi lain Laut Tiberias, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Alasan mengapa sangat banyak orang mengikuti Yesus adalah karena mereka telah melihat tanda-tanda yang Dia lakukan atas mereka yang sakit. Ketika Yesus naik ke atas gunung dan duduk dengan murid-murid-Nya, Dia melihat orang banyak berbondong-bondong ini datang kepada-Nya, dan jadi Dia berkata kepada Pilipus, Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? Pilipus kemudian menjawab-Nya, Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.

Murid yang lain, Andres, kemudian berkata kepada Yesus, Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Baik Filipus dan Andreas hanya memberitahu Yesus apa keadaan sebenarnya pada waktu itu. Tetapi Yesus memberitahu murid-murid-Nya untuk membuat semua orang itu duduk di atas rumput. Dia kemudian mengambil lima roti dan dua ikan yang anak laki-laki bawa, memberkati mereka, dan membagikan mereka kepada semua yang duduk di sana. Ada lebih dari 5000 laki-laki saja yang memakan roti dan ikan ini pada waktu itu, tidak dihitung perempuan dan anak-anak (Matius 14:21; Markus 6:44).

Karena mukjizat ini, orang-orang yang berkumpul di sana mencoba untuk membuat Yesus raja mereka. Orang Israel hidup di bawah kekuasaan kolonial Roma pada waktu itu, dan jadi bahkan ketika mereka menggarap tanah, mereka memiliki sangat sedikit untuk bertahan, ketika kebanyakan hasil panen mereka diambil untuk membayar pajak taksiran oleh Kaisar Romawi. Jadi itu adalah lebih dari mungkin untuk mereka untuk membuat Yesus raja mereka. Karena mereka bisa dengan sulit memberi makan diri mereka untuk bertahan, mereka tidak memiliki uang untuk mendapatkan perawatan apapun ketika mereka merasa sakit, dan itulah mengapa mereka mengikuti Yesus dengan begitu dekat, yang telah menyembuhkan penyakit mereka dan memberi makan mereka sampai kenyang.

Roti Yang Disebutkan di dalam Yohanes Pasal Enam Menandakan Daging Yesus

Daging Yesus menandakan bahwa Yesus menanggung dosa-dosa kita di atas tubuh-Nya dengan menerima baptisan-Nya, memberikan tubuh-Nya untuk disalibkan, mencurahkan darah-Nya sampai mati, bangkit dari maut lagi, dan telah karena itu menjadi Juruselamat sejati kita. Dengan menanggung dosa-dosa kita atas tubuh-Nya sendiri sekaligus, dan dengan menanggung penghukuman dosa-dosa ini sekali dan untuk selamanya, Yesus telah menyelamatkan kita dengan sempurna dari segala dosa kita. Tubuh Yesus adalah roti hidup.

Dan darah Yesus adalah minuman sejati. Dari sebuah titik pandang tertentu, Alkitab mungkin terlihat tidak lebih dari sebuah catatan sejarah orang Israel, tetapi dalam kenyataannya, itu adalah Firman Allah(Jahweh) yang menulis tentang daging dan darah Yesus yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita untuk membawa hidup kepada seluruh umat manusia. Setiap pasal Alkitab mengandung Firman hidup yang Allah(Jahweh) ingin katakan kepada kita. Jadi jika siapapun memiliki pengetahuan yang pasti atas apa yang Firman Allah(Jahweh) sedang katakan kepadanya, dia bisa diselamatkan dari segala dosanya.

Andreas berkata kepada Yesus, Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Dua ikan kecil di sini menunjuk kepada Gereja Allah(Jahweh). Seperti ikan ini, Gereja Allah(Jahweh) juga tidak mengesankan di penampilan luarnya. Meskipun demikian, adalah Gereja Allah(Jahweh) yang sekarang memberitakan Injil air dan Roh kepada setiap orang yang hidup di atas bumi ini. Bersyukur kepada air dan Roh yang kita sedang beritakan sekarang, banyak orang di zaman ini dapat memakan daging Yesus dan meminum darah-Nya. Karena kita adalah sedang membagikan Injil asli dengan seluruh populasi dunia, atas lebih dari 6 miliar orang hidup di dunia ini, mereka yang percaya di dalam Injil ini menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka. Tepat sekarang, Gereja Allah(Jahweh) adalah sebuah kumpulan kecil di dalam jumlah. Beberapa orang mungkin menanyakan berapa banyak yang mungkin bisa dicapai melalui sebuah jumlah yang kecil atas pelayan-pelayan dan orang-orang kudus demikian, dan beberapa rekan kerja yang berserak di seluruh dunia, tetapi karena Tuhan memegang Gereja Allah(Jahweh) dengan kuat dan bekerja melaluinya, Dia sedang menyelamatkan setiap orang di dunia dari dosa-dosanya. Tuhan kita telah memberikan roti hidup kepada kita yang percaya di dalam Injil air dan Roh.

Yesus Berkata Bahwa Daging Tubuh-Nya adalah Roti Hidup untuk Kita

Ketika kita mengambil bagian di dalam Perjamuan Kudus, kita memakan roti dan meminum anggur, dan roti di sini melambangkan tubuh Yesus, ketika anggur menandakan darah Yesus yang dicurahkan di atas kayu Salib. Yesus memberitahu kita untuk mengingat-Nya dengan roti dan anggur Perjamuan (Lukas 22:19). Mengapa? Karena Tuhan kita menanggung atas segala dosa dunia ini dengan menerima baptisan atas tubuh-Nya, dan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib untuk kita. Karena Tuhan kita menanggung dosa-dosa kita atas tubuh-Nya melalui baptisan-Nya, mereka ditanggungkan ke atas Yesus Kristus, dan ini adalah bagaimana dosa-dosa bisa dibasuhkan. Ketika Yesus memberitahu kita untuk memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, Dia sedang memberitahu kita untuk percaya di dalam Kebenaran bahwa Dia menanggung ke atas diri-Nya dosa-dosa kita dengan dibaptiskan, memberikan tubuh-Nya di atas kayu Salib untuk mencurahkan darah-Nya, bangkit dari maut lagi, dan telah karena itu menghapuskan segala dosa kita sekali dan untuk selamanya. Jadi mempertimbangkan ini, apa yang akan terjadi jika Yesus tidak menanggung dosa-dosa kita dengan menerima baptisan di atas tubuh-Nya? Kita tidak akan pernah bisa dibasuhkan dosa-dosa kita. Itulah mengapa kita harus menerima pengampunan atas dosa-dosa kita dengan iman, dengan memakan daging Yesus dan meminum darah-Nya.

Ketika kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri, kita cenderung untuk melupakan betapa penuh syukur kita seharusnya bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita dari dosa. Dalam kata lain, bahkan meskipun kita harus sesungguhnya bersyukur melampaui kata-kata bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita melalui daging dan darah-Nya, ketika jiwa kita gelap, kita tidak bisa merasakan anugerah ini. Dan sebagai hasilnya, kita kehilangan ucapan syukur kita kepada Allah(Jahweh) dan anugrah-Nya, sama seperti Gereja Efesus ditegur karena kehilangan kasih mula-mula meskipun kenyataan bahwa itu telah bekerja dan sulit tanpa letih untuk Allah(Jahweh). (Wahyu 2:1-4). Namun, ketika kita membebaskan diri kita untuk seketika dari urusan yang telah menggenggam kita, mengesampingkan segala sesuatu, dan merenungkan atas Allah(Jahweh), kita bisa melihat betapa penuh syukur kita seharusnya kepada anugerah Allah(Jahweh). Ketika saya memikirkan tentang bagaimana Tuhan datang ke bumi ini, bagaimana Dia dibaptiskan untuk menanggung atas dosa-dosa saya sekali dan untuk selamanya, bagaimana Dia membawa dosa-dosa ini ke kayu Salib untuk disalibkan dan dihukum untuk mereka, bagaimana Dia mati dan bangkit dari maut lagi, dan bagaimana Dia telah karena itu menjadikan saya seorang manusia tidak berdosa, saya diliputi dengan ucapan syukur. Ketika saya tenggelam di dalam pekerjaan saya, saya terlalu sibuk dengan apa yang benar dihadapan saya bahwa saya memiliki sedikit waktu untuk bersyukur. Tetapi, ketika saya berdiri di hadapan Allah(Jahweh) sekali lagi, saya sangat bersyukur bahwa Dia telah menyelamatkan seseorang seperti saya.

Pikiran rohani dan pikiran jasmani sering semua bercampur di dalam pikiran kita, membawa kita ke dalam kebingungan. Namun, ketika kita memikirkan tentang apa yang Allah(Jahweh) telah lakukan untuk kita, hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur. Kita perlu untuk sekali lagi mengingat bahwa kita tidak pernah bisa menjadi orang-orang tidak berdosa di hadapan Allah(Jahweh) semua oleh diri kita, karena kita adalah terlalu kurang dan lemah.

Yesus Kristus adalah Allah(Jahweh) yang menjadikan kita. Yesus adalah Pencipta yang menjadikan kita juga seluruh alam semesta, dan karena itu Dia adalah Tuan atas alam semesta, Yesus adalah Juruselamat yang, ketika umat manusia yang dijadikan di dalam gambar Allah(Jahweh) jatuh ke dalam dosa dan ditentukan ke neraka, dilahirkan di atas bumi ini menjelma dalam daging manusia melalui tubuh Anak Dara Maria untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka, menanggung atas dosa-dosa dunia dengan menerima baptisan di atas tubuh-Nya; dihukum untuk mereka di atas kayu Salib dan mati; bangkit dari maut lagi; dan telah karena itu benar-benar dan dengan sempurna menyelamatkan kita dari dosa. Saya tidak bisa cukup bersyukur kepada Allah(Jahweh) ketika saya memikirkan tentang Injil air dan Roh.

Ketika orang berdiri di hadapan kematian dan keruntuhan mereka, mereka menjadi sangat jujur. Jika saya menganggap bahwa saya akan mati tepat sekarang pada jam ini, saya akan mengesampingkan segala urusan dunia ini dan hanya memikirkan hubungan saya dengan Allah(Jahweh). Dan bahkan ketika saya mengambil nafas terakhir saya, saya akan sepenuhnya dalam damai sejahtera dan sukacita karena telah memakan daging Yesus dan telah meminum darah-Nya ketika hidup.

Tidak beberapa lama waktu yang lalu, pada hari Minggu Paskah, kita bersyukur kepada Tuhan lagi karena memberikan kita hidup yang kekal. Setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dan mati di atas kayu Salib, Tuhan kita bangkit kembali dari maut dan hidup kembali. Karena kebangkitan Tuhan adalah kebangkitan kita sendiri, atas anda dan saya yang percaya dalam injil-Nya, sama seperti Tuhan bangkit dari maut lagi, tubuh kita akan diubahkan dan kita akan juga dibangkitkan ke dalam tubuh yang baru yang tidak akan pernah mati. Di dalam kata lain, sama seperti Tuhan bangkit kembali dari maut, kita orang-orang percaya dalam Injil air dan Roh akan juga bangkit kembali dari maut. Sesungguhnya, kita percaya dalam kebangkitan Tuhan, dan kita percaya bahwa kita, juga, akan dibangkitkan.

Ketika Paskah datang, bahkan pendeta-pendeta yang belum dilahirkan kembali berkotbah, Karena Yesus mati di atas kayu Salib dan bangkit dari kubur lagi, anda harus juga hidup dengan harapan kebangkitan. Pertanyaannya, bagaimanapun, adalah apakah atau tidak mereka benar-benar percaya di dalam kebangkitan Yesus. Dengan kata lain, apakah mereka benar-benar yakin bahwa mereka sendiri akan dibangkitkan pada Hari Tuhan? Mereka tidak bisa yakin. Bahkan meskipun mereka berkata dengan bibir mereka, Ya, saya percaya, mereka memiliki keraguan di dalam hati mereka, heran, Akankah ini benar-benar terjadi?

Sebelum saya dilahirkan kembali, pikiran saya tidak bisa memahami arti kebangkitan juga. Saya heran, Bagaimana bisa seorang manusia yang pernah mati bisa bangkit lagi? Namun, karena Tuhan yang menanggung dosa-dosa dunia melalui baptisan-Nya adalah dengan sangat utama yang maha kuasa Allah(Jahweh) Sendiri, itu adalah kemungkinan yang lebih baik untuk-Nya untuk bangkit kembali dari maut. Tuhan berkata bahwa sama seperti Dia bangkit dari maut lagi, kita, juga, akan hidup kembali. Dia berkata kepada kita, Mereka yang memakan daging-Ku dan meminum darah-Ku, Aku akan membangkitkan mereka pada hari terakhir. Semua yang percaya dalam-Ku akan menerima hidup yang kekal.

Itu adalah sesungguhnya benar. Ketika Paskah datang, pengkotbah-pengkotbah yang belum dilahirkan kembali berbicara atas hal-hal yang tidak berhubungan, tetapi kita harus menyadari bahwa Tuhan telah membangkitkan kita untuk hidup kembali dengan memberikan kita hidup baru, dengan percaya di dalam ini, dan memberikan dengan sepenuh hati ucapan syukur kepada-Nya. Setelah membawa pekerjaan Tuhan, kita akan akhirnya pergi dan berdiri di hadapan hadirat-Nya.

Apa yang akan terjadi kepada tubuh ini ketika kita berdiri di hadapan Allah(Jahweh)? Mereka yang percaya di dalam Injil air dan Roh percaya bahwa mereka akan hidup kembali. Mereka yang tidak percaya di dalam Injil ini, bagaimanapun, tidak akan dapat ikut serta dalam kebangkitan pertama (Wahyu 20:5-6). Bagaimana mereka bisa, yang tidak memakan daging Yesus dan meminum darah-Nya dengan percaya diri dalam Injil air dan Roh, memiliki harapan apapun dan percaya dalam kebangkitan Yesus dan kebangkitan mereka? Orang-orang menemukannya sulit untuk percaya dengan hati mereka bahwa mereka akan dibangkitkan di masa depan dengan tepat karena mereka tidak tahu bahwa Yesus menanggung dosa-dosa dunia ke atas tubuh-Nya dengan menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis, mencurahkan darah-Nya sampai mati di atas kayu Salib, dan bangkit kembali dari maut.

Karena Yesus adalah pada dasarnya Allah(Jahweh) Sendiri, Dia bisa benar-benar menyelamatkan kita semua dengan datang ke bumi ini menjelma di dalam daging manusia, menanggung ke atas diri-Nya dosa-dosa anda dan saya sekali dan untuk selamanya dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, mati di atas kayu Salib, dan bangkit dari maut lagi. Jika Yesus hanya seorang manusia, ini akan mustahil, tetapi Dia mencapai ini karena Dia adalah Allah(Jahweh) Sendiri. Tidak ada sama sekali manusia, yang hanya satu dari banyak ciptaan Allah(Jahweh), yang pernah dilahirkan tanpa dosa di dunia ini. Semua manusia dilahirkan orang-orang berdosa.

Namun, karena Yesus adalah Anak Allah(Jahweh) Bapa, karena Dia Sendiri adalah Pribadi yang menciptakan seluruh alam semesta dengan Firman-Nya, dan karena itu adalah kehendak Allah(Jahweh) Bapa untuk menyelamatkan kita dari dosa, Kristus datang ke bumi ini di dalam ketaatan kepada kehendak Bapa, dan telah sesungguhnya menyelamatkan kita melalui Injil air dan Roh. Tuhan kita telah membangkitkan kita yang percaya di dalam Kebenaran ini dari baik kematian rohani dan tubuh. Adalah karena Yesus adalah Juruselamat anda dan Juruselamat saya bahwa Dia telah sesungguhnya melakukan ini untuk kita. Itulah mengapa di dalam hati kita kita memiliki iman di dalam Allah(Jahweh) dan sebuah ucapan syukur yang dalam.

Kita harus memahami dan percaya bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) (1 Yohanes 5:20). Jika Yesus hanya ciptaan, tidak seorangpun akan dapat diselamatkan. Mari kita menganggap bahwa seseorang benar dengan tinggi dihargai di dunia menanggung dosa-dosa anda dan saya dan mati untuk kita. Bisakah anda dan saya kemudian benar-benar selamatkan? Tidak, kita tidak akan diselamatkan. Itu karena tidak ada seorang pun yang tidak melakukan dosa, dan karena itu bahkan jika orang ini untuk menanggung dosa-dosa kita dan mati menggantikan kita, dia tidak bisa menyelamatkan siapapun orang-orang berdosa yang lain, karena dia sendiri adalah seorang berdosa.

Adalah hanya karena Allah(Jahweh) yang mahakuasa sendiri bisa menyelamatkan kita dari dosa bahwa Dia Sendiri datang ke bumi ini untuk membebaskan kita. Itulah mengapa Tuhan kita, yang adalah Allah(Jahweh) Sendiri, menanggung dosa-dosa dunia ke atas tubuh-Nya sendiri dengan dibaptiskan, karena itu membasuhkan dosa-dosa kita. Adalah juga karena Yesus adalah Allah(Jahweh) Sendiri bahwa Tuhan dapat dihukum untuk dosa-dosa kita dan mati di atas kayu Salib menggantikan kita, dan adalah karena kuasa-Nya bahwa Dia bisa juga bangkit dari maut lagi. Itulah bagaimana Yesus telah benar-benar menyelamatkan anda dan saya dari dosa. Dan itulah mengapa kita memberikan ucapan syukur kita kepada Allah(Jahweh) dengan percaya di dalam Yesus ini.

Ada tidak terhitung orang di dunia ini menjalani kehidupan beragama sesuai kepada pikiran mereka. Kehidupan agama mereka adalah jelas. Berdasarkan atas bagian Kitab Suci hari ini, mereka berkotbah sebagai berikut: Bagaimana mungkin untuk roti dan ikan untuk berlipat ganda begitu dengan ajaib? Di sini, ketika seorang anak memberikan makan siang kecilnya kepada Yesus tanpa keraguan apapun, orang dewasa tergerak oleh ini dan memberikan makan siang mereka yang mereka telah simpan, dan ketika semua makanan ini dikumpulkan bersama dan dibagikan dengan sama, ada cukup makanan untuk mengenyangkan setiap orang dan tetap memiliki dua belas bakul makanan sisa. Jadi mari kita juga mempersembahkan bahkan jumlah kecil dan membantu orang miskin. Tetapi ini sebenarnya mengubah Firman Allah(Jahweh) menjadi sebuah sistem etis yang tidak memiliki hidup atas norma-norma manusia.

Makan siang yang anak kecil bawa pada waktu itu hanya memiliki lima roti jelai dan dua ikan. Dia mungkin mendapatkan makan siangnya dari orangtuanya, yang rupanya memastikan untuk membungkusnya dengan sesuatu untuk dimakan ketika dia pergi untuk melihat. Tetapi anak itu memberikan makan siang kecil ini kepada Tuhan. Tuhan kemudian memberkati ini dan melakukan mukjizat lima roti dan dua ikan. Sebuah mukjizat demikian tidak bangkit tidak peduli bagaimana manusia seperti kita memberkati atas makan siang ini. Siapapun yang kepalanya adalah lurus tahu bahwa ini adalah mustahil. Daripada hanya menerimanya sebagai sebuah pemberian karena itu adalah dari Alkitab, bayangkan anda melakukan ini atas diri anda, dan pikirkan tentang itu lagi. Jika anda untuk berdoa atas makan siang ini dan berkata, Kiranya Allah(Jahweh) memberkati ini, akankah makan siang ini menjadi bertambah banyak seketika untuk memberi makan setiap orang yang berkumpul di sana dan masih memiliki dua belas bakul sisa? Tentu saja tidak! Tidak ada sebuah mukjizat demikian bisa bangkit dari kekuatan kita sendiri. Hanya Yesus bisa mencapai ini.

Tepat sekarang, kita memberitakan injil Kebenaran ke seluruh dunia. Ada sejumlah orang di dunia ini yang hanya memberitakan injil mereka sendiri. Tetapi mereka yang memberitakan Injil air dan Roh adalah sedikit dan jauh diantaranya. Tidak ada Injil Kebenaran lain tetapi Injil air dan Roh ini. Adalah Injil air dan Roh ini yang kita percayai dan beritakan adalah Firman Allah(Jahweh) yang lebih dari dapat untuk menyelamatkan setiap orang di seluruh dunia. Injil air dan Roh adalah Injil keberkatan dan roti hidup yang memungkinkan umat manusia untuk dibasuhkan bersih dari segala dosanya dan menerima hidup baru. Beberapa dari kita telah hanya baru-baru ini mendengar Injil air dan Roh, ketika untuk yang lain, itu adalah sebuah waktu yang lama sejak mereka dilahirkan kembali dengan percaya di dalam Injil ini. Tetapi kita semua tahu dengan sama baik bahwa Injil air dan Roh ini adalah injil Kebenaran.

Injil air dan Roh adalah Kebenaran bahwa Tuhan telah membasuhkan segala dosa kita dengan baptisan-Nya dan darah-Nya di atas kayu Salib. Dengan datang ke bumi ini, menanggung atas dosa-dosa dunia melalui baptisan-Nya, mencurahkan darah-Nya dan mati di atas kayu Salib, dan bangkit dari maut lagi, Tuhan kita telah menjadi Juruselamat kita. Lima roti jelai dalam bagian Kitab Suci hari ini melambangkan keselamatan atas anugerah yang Tuhan telah berikan atas kita, dan ini menyiratkan Injil air dan Roh. Di dalam Alkitab, bilangan lima menyiratkan anugerah dan berkat-berkat Allah(Jahweh).

Rekan seiman terkasih, di dalam Injil air dan Roh yang kita percayai, ada berkat-berkat keselamatan, berkat-berkat hidup yang kekal, dan berkat-berkat hidup baru. Itu adalah sebuah Injil yang benar-benar mengagumkan. Itu adalah injil ini kita percayai, dan itu adalah Injil ini yang kita beritakan di seluruh dunia melalui buku-buku kita. Bahkan pada waktu ini, orang-orang di seluruh dunia mengirim kami kesaksian keselamatan

Anda telah mencapai akhir pratinjau ini. Daftar untuk membaca lebih lanjut!
Halaman 1 dari 1

Ulasan

Pendapat orang tentang Khotbah Injil Yohanes (III) - Makanlah Daging-Ku Dan Minumlah Darah-Ku

0
0 peringkat / 0 Ulasan
Apa pendapat Anda?
Penilaian: 0 dari 5 bintang

Ulasan pembaca