Anda di halaman 1dari 51

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perapat (sealing) atau disebut laher dan bantalan (bearing) merupakan piranti yang memiliki fungsi tertentu. Bantalan (bearing) memiliki beberapa fungsi yang diantaranya adalah mengurangi gesekan, panas, dan aus; menahan beban shaft ddan machine; menahan radial load dan thrust load; menjaga toleransi kekencangan; serta mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional. Mengingat fungsi Bantalan (bearing) yang cukup banyak dalam aplikasi di Industri, maka pembelajaran tentang Bantalan (bearing) perlu dilakukan. Begitupula dengan perapat (sealing) memiliki fungsi yang cukup banyak dalam aplikasinya yaitu menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi), menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem, memberikan batasan cairan supaya tidak bercampur, lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor, melapisi permukaan yang tidak rata, serta agar komponen tidak cepat rusak. Mengingat fungsi Bantalan (sealing) perlu dilakukan. perapat (sealing) yang cukup banyak dalam aplikasi di Industri, maka pembelajaran tentang

1.2 Tujuan Penyusunan Adapun tujuan penyusunan dalam makalah ini adalah untuk mempelajari atau mengetahui Sealing and Bearing.

1.3 Permasalahan
a. Mengetahui dan memahami tipe/ jenis Sealing and Bearing di pasaran Sealing Bearing Page I-1

b. Mengetahui dan memahami material atau bahan baku dari Sealing and

Bearing
c. Mengetahui dan memahami aplikasi dari Sealing and Bearing

1.4 Batasan Masalah Makalah ini membahas tentang Sealing and Bearing seperti jenis-jenis Sealing and Bearing di pasaran, material Sealing and Bearing serta aplikasinya.

1.5 Metode Penyusunan Metode penyusunan yang digunakan penyusun untuk mendapatkan informasi maupun data dalam penyusunan makalah ini adalah dengan metode Studi Kepustakaan (Suatu cara pengumpulan data melalui perpustakaan, buku, majalah, dan internet yang berhubungan dengan judul yang tertulis).

1.6 Sistematika Penyusunan Adapun sistematika penyusunan dalam penyusunan makalah ini adalah dimulai dari bab 1 sampai dengan bab , yaitu :

BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini penyusun menjelaskan tentang latar belakang alat penukar kalor dan beberapa jenis alat penukar kalor yang sering digunakan. Adapun bab ini meliputi : latar belakang, tujuan penyusunan, permasalahan, batasan masalah, metode penyusunan, dan sistematika penyusunan.

Sealing Bearing

Page I-2

BAB II ISI Pada bab Isi ini penyusun menjelaskan lebih terperinci tentang sealing dan bearing sehingga lebih mudah dalam memahaminya (berisi tentang pembahasan permasalahan). Dalam bab ini mencakup tipe/ jenis Sealing and Bearing di pasaran, material atau bahan baku dari Bearing, dan aplikasi dari Sealing and Bearing. Sealing and

BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini berisi tentang pembahasan dari keseluruhan materi yang telah diuraikan

BAB V KESIMPULAN Dalam bab ini akan mencakup inti-inti dari bab-bab sebelumnya

Sealing Bearing

Page I-3

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Bearings Bearing adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mengurangi gesekan pada machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya

Gb. 1.2-1 Bearing Bila gerakan dua permukaan yang saling berhubungan terhambat, maka akan menimbulkan panas. Hambatan ini dikenal sebagai gesekan (friction). Gesekan yang terus menerus akan menyebabkan panas yang
Sealing Bearing Page I-4

makin lama semakin meningkat dan menyebabkan keausan pada komponen tersebut. Gesekan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dan alat tidak bisa bekerja.

Gb. 1.2-2. Friction Bearing digunakan untuk menahan /menyangga komponenkomponenyang bergerak. Bearing biasanya dipakai untuk menyangga perputaran pada shaft, dimana terjadi sangat banyak gesekan.

Gb. 1.2-3 Bearing pada Transmisi


2.1.1. Fungsi bearing secara umum

i. Mengurangi gesekan, panas dan aus.


ii. Menahan beban shaft danmacine. iii. Menahan radial load dan thrust load.

iv. Menjaga toleransi kekencangan.


v. Mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional. Sealing Bearing Page I-5

Gb. 1-2-3Radial dan Thrust Bearing Load PadaGear Shaftyang beroperasi pada machine, shaft tersebut menahan beban machine yang bervariasi dan beban tersebut harus ditanggung oleh bearing. Beban dari berat shaftdangear 90 derajat daricenter line shaft disebut Radial Load. Sedangkan arah dari gerakan shaft ke kiri dan ke kanan karena putaran disebutThrust Load. Bearing menahan Radial Load dan Thrust Load untuk menjaga supaya shaft tetap berputar.
2.1.2. Jenis-Jenis Bearing A. Bearing dibagi menjadi dua bagian yaitu:

1)
2)

Solid Bearing Anti-friction Bearing.

Sealing Bearing

Page I-6

1) Solid Bearing

Gb. 1.2-4 Solid Bearing Pada solid bearing, shaft berputar pada permukaan bearing. Antara shaft dan bearing dipisahkan oleh lapisan tipis oli pelumas. Ketika berputar pada kecepatan operasional shaft ditahan oleh lapisan tipis oli bukan oleh bearing. Yang termasuk Solid Bearing: Sleeve/ Bushing Bearing, dan Spit-half Bearing. a. Sleeve Bearing

Gb. 1.2-5 Bentuk yang sangat sederhana dari solid bearing adalah Sleeve
Sealing Bearing Page I-7

Bearing atau juga disebut bushings. Sleeve bearing umumnya dipakai pada shaftnya roda yang bergerak dari awal.

Gb. 1.2-6 Sleeve Bearing dan Camshaft Camshaft ditahan pada posisinya oleh sleeve bearing padaengine block.Shaft yang ditahan oleh bearingdisebutJournal, dan penahanan ke bagian luarnya oleh sleeve. Bila Journal dan Sleeve terbuat dari logam (steel), dengan pelumasan yang bagus memungkinkan sangat sedikit kontak yang terjadi antara dua permukaan. Sleeve dari bearing kebanyakan dilapisi dengan Bronze, atau Babbitt metal. Bronze sleeve bearing umumnya digunakan pada pompa dan motor elektrik. Solid Bearing dilapisi dengan metal yang lebih lunak dari shaft sehingga apabilaterjadi perputaran antara keduanya, maka yang mengalami keausan adalah bearing, dan bukan shaft. Sleeve bearing umumnya menggunakan pelumasan bertekanan yang melewati lubang pada Journal. b. Split-half Bearing Tipe lain dari Solid Bearing adalah Split-half Bearing.Split-half Bearing lebih banyak dipakai pada outomotive engine yaitu pada Crankshaft dan

Sealing Bearing

Page I-8

connecting rod. Crankshaft rod bearing caps menggunakan split-half bearing yang menempel pada rod piston.

Gb. 1.2-7 Split-half Bearing Bearing ini dapat diganti bila sudah aus. Split-half bearing umumnya diberi tambahan lubang oli, sering berupa alur yang berfungsi untuk mengalirnya oli yang akan melumasi seluruh permukaan bearing. Split - half Bearing juga mempunyai locking tabs (bagian yang menonjol) yang akan ditempatkan pada notches (coakan) padabearing caps. Tabs ini berfungsi untuk mencegah bearing bergerak horisontal pada shaft. Split-half bearing biasanya terbuat dari dua tipe metal, permukaan bearing menggunakan aluminum yang lebih lunak dari logam dan menghantarkan panas yang baik. Manfaat dari solid bearing adalah: i. Biaya penggantian lebih murah.
ii. Menahan berat Radial Load.

2)

Anti Friction Bearings

Sealing Bearing

Page I-9

Gb. 1.2-8 Konstruksi Anti Friction Bearings Anti Friction Bearing digunakan pada benda-benda yang berputar, untuk mengurangi gesekan danmemperkecil gesekan awal pada permukaan bearing yang rata/datar. Anti Friction bearing terdiri dari: a. Ball bearing
b. Roller bearing,

c. Needle bearing Anti friction bearing tersusun dari beberapa komponen yaitu: Inner race,Outer race, Ballsatauroller dan Cage.
i.

Inner raceatau Cone: cincin baja yang dikeraskan dengan diberialur untuk pergerakanroller atau ball di bagian luarnya, sering dipasang pada shaft yang berputar sebagai penyangga bearing.

ii. Outer race:Outer race hampir sama denganInner race, outer

raceadalah cincin baja yang dikeraskan dengan alur untuk pergerakan ball atau roller di bagian dalam.
iii. Balls atau Rollers: Di antaraInner race danouter race ada komponen

yang berfungsi mengurangi gesekan yang dilakukan oleh balls, rollers atau tapered rollers. Balls dan Rollers ini terbuat baja yang dikeraskan. Balls atau rollers bergerak bebas di antara inner dan outerrace.

Sealing Bearing

Page I-10

Gb. 1.2-9 Balls atau Rollers


iv. Cage:Letakcageantarainner race dan outer race yang digunakanuntuk

menjaga jarak ball atau roller yang satu dengan yang lainnya.

Gb. 1.2-10 Cage Anti Friction Bearing mengurangi panas dengan cara mengurangi kontak area yang saling bergesekan. Balls mempunyai contact point antara inner dan outer race untuk menahan beban sehingga memungkinkan berputar dengan kecepatan tinggi. Lapisan oli lubrikasi berfungsi memisahkan komponen yang saling berhubungan. Yang termasuk Anti Friction Bearing:

Sealing Bearing

Page I-11

a. Straight Roller, mempunyai line contact, yang memungkinkan

bisamenahan bebanRadial Load yang lebih besar.

Gb. 1.2-11 Straight Roller


b. Tapered

Roller,

cara kerjanya sama denganstraight

roller.

Taperedbearing sering digunakan di bagian ujungshaft yang berputar bersama untuk menahanradial load dan menahan gerak ke arah kiri, kanan shaft (Thrust Load).
c. Needle

Bearing cara kerjanya sama denganstraight bearing

dantapered bearingdenganline contact. Sebab dengan diameter yang lebih kecil, needle bearing bisa digunakan pada pengaplikasian di tempat-tempat sempit.

d. Caged Needle Bearing

Sealing Bearing

Page I-12

Gb. 1.2-12 Caged Needle Bearing Caged Needle Bearing mempunyai kemampuan beban yang lebihtinggi dibandingkan denganNeedle bearing dan aplikasinya terbatas pada celah yang lebih kecil dari 10 inch (245 mm). Keuntungan Anti Friction Bearing:
i.

Tidak ada keausan padashaft

ii. Memperkecil tenaga yang terbuang. iii. Memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi.
B. Pada umumnya bantalan diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu

berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros dan berdasarkan arah beban terhadap poros. 1) Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros a. Bearing gelinding Pada bearing ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bearing karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bearing dengan perantaraan lapisan pelumas b. Bearing luncur Pada bearing ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat
Sealing Bearing Page I-13

2) Berdasarkan arah beban terhadap poros


a. Bearing radial

Arah beban yang ditumpu bearing ini adalah tegak lurus sumbu
b. Bearing aksial

Arah beban bearing ini sejajar dengan sumbu poros. Bearing ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.
c. Bearing gelinding

Bearing ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.
2.1.3. Jenis dan fungsi dari bearing atau bantalan luncur:

1. Bantalan luncur silinder penuh, digunakan untuk poros-poros yang ukuran kecil berputar lambat dan beban ringan. 2. Bantalan luncur silinder memegas, digunakan pada poros-poros mesin bubut, mesin frais dan mesin perkakas lainnya. 3. Bantalan luncur blah, digunakan pada poros-poros ukuran sedang dan besar seperti bantalan pada poros engkol, bantalan poros pada roda kendaraan dan lain-lain. 4. Bantalan inside, digunakan untuk poros dengan beban yang sering berubah, misalkan bantalan poros engkol dari poros-poros presisi. 5. Bantalan luncur sebagian, digunakan untuk poros yang berputar lambat, beban berat tetapi tidak berubah-ubah. Misalkan bantalan pada mesin-mesin perkakas kepala cekam. 6. Bantalan bukan logam, digunakan untuk leher-leher poros yang memerlukan pendingin zat cair dan tidak mendapat beban berat. Pada lapisan juga berfungsi sebagai pelumas, bahan lapisan yang digunakan yaitu karet, plastik dan ebonit.
Sealing Bearing Page I-14

7. Bantalan luncur tranlasi, digunakan untuk blok-blok luncur gerak lurus, seperti blok luncur pada batang torak mesin uap dan blok luncur pada mesin produksi. 2.1.4. Material atau Bahan baku Bearing 1. Besi cor (BC 14 : BC 22), beban dan kecepatan rendah. 2. Brons, dibuat dari tembaga (Cu), timah putih (Sn), timah hitam (Pb) dan aluminium (Al). 3. Babit, dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimon. 4. Logam bubut (metal powder), dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak.
5. Bahan bukan logam, dibuat dari keramik, kayu keras, karet plastik

dan bahan sintesis lainnya. 2.1.5. Aplikasi Penggunaan Bearing Seperti yang sudah diketahui bearing adalah suatu komponen yang digunakan untuk menahan poros berbeban, beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. Maka bearing pada umumnya digunakan pada pump, turbine, compressor. 2.1.6. Perawatan Umum Bearing (Bantalan Gelinding) Kontrol rutin bantalan gelinding : 1. Mendengarkan Letakkanlah sepatang kayu atu obeng atau benda lain yang sejenis menempel pada rumah bantalan, sedekat mungkin pada lokasi dekat bantalan. Letakkanlah telinga anda pada ujung batang yang lain dan dengarkan. Jika bantalan masih bagus maka akan terdengar suara yang lembut, tapi jika rusak makaa akan terdengar suara berisik. 2. Merasakan (meraba)

Sealing Bearing

Page I-15

Kontrol ini suhu bantalan gelinding dilakukan ddengan termometer, atu dengan cara sederhana dengan menempelkan tangan pada rumah bantalan. Jika suhu naik tidak seperti biasanya, maka hal tersebut merupakan indikasi ketidakberesan, seperti: kotoran, kelonggaran, kelebihan beban, keausan, dan gesekan pada bantalan 3. Melihat Periksalah kondisi sil yang yang berada didekat bantalan untuk memastikan cairan panas atau kotoran maupun pengkarat tidak dapat memasuki bantalan. 4. Melumasi Pelumasan dengan gemuk : bersihkan dulu nipel dan rumah bantalan dengan lap, kemudian buka cover rumah bantalan dan bersihkan dari gemuk yang lama hingga bersih, lalu masukkan grease yang baru. Pelumasan dengan minyak (oli) : periksalah kembali ketinggian oli dan isi kembali bila kurang, jika oli harus diganti maka oli lama harus di tap dan dibersihkan dengan oli yang sejenis sebelum diisi kembali. Oli yang terdapat dalam bak pelumas cukup diganti sekali saja dalam setahun asalkan temperatur tidak lebih dari 50C dan tidak terjadi pencemaran oli selama itu. Jenis pelumasan bantalan Pelumasan oli Oli mineral yang tidak mengandung bahan pelarut harus digunakan untuk melumasi bantalan gelinding. Pada temperatur diatas +125C didianjurkan menggunakan oli sintetis, misalnya poyglycol. Bahan-bahan yang ditambahkan untuk mempertinggi kemampuan pelumas hanya bila kondisi kerjanya sangat istimewa. Sebagai pelumas biasanya digunakan oli yang memiliki indeks viskositas dari yang menengah sampai tinggi. Bagaimanapun juga, pada angka putaran yang tinggi boleh digunakan oli berviskositas rendah, agar tempratur bantalan tetap rendah.
Sealing Bearing Page I-16

Petunjuk pelumasan Bantalan yang dilumasi secar betul tidak akan aus, karena pelumas mencegah terjadinya kontaak langsung antara komponen bantalan yang satu dengan yang lain yang terbuat dari logam. Bantalan gelinding dapat dilumasi dengan oli atau gemuk/grease. Bantala rol sferis-aksial biasanya harus dilumasi dengan oli, dan hanya boleh dilumasi dengan gemuk jika angka putarannya rendah. Bantalan yang ber sil atau berperapat logam suadh dilumasi untuk seumur hidup dari pabriknya. Pemilihan jenis pelumas pada dasarnya berdasarkan temperatur dan angka putaran kerja dari bantalan. Gemuk digunakan bila kondisi kerjanya dibawah normal, dan gemuk juga berfungsi untuk melindunngi bantalan dari kotoran yang masuk. Pelumasan dengan oli dianjurkan untuk angka putaran yang tinggi. Pelumas harus selalu disimpandi tempat yang bersih dan tertutup, serta ditempatkan di dalam gudang yang kering.
2.1.7. Pengoperasian yang bebas dari kerusakan (Trouble Free Operation)

Untuk dapat melaksanakan TFO maka faktor-faktor penting perlu diperhatikan :


a. Kualitas: Kualitas yang dimaksud adalah kualitas dari bearing yang ada

yang dipengaruhi oleh :

Pemilihan desain. Pemilihan desain ini meliputi perhitungan Dukungan teknik dari produsen yang meliputi informasi dan

penggambaran dan perencanaan.

pelatihan.

Sealing Bearing

Page I-17

Training atau seminar tentang bearing kepada konsumen sehingga R & D produsen untuk mengembangan produknya sesuai dengan Quality Control. Bahan dasar bearing

dapat memahami karakteristik dari bearing.

kebutuhan konsumen.

b. Proses pemasangan bearing.

Proses balancing : Pemasangan bearing pada komponen mesin,

komponen tersebut pertama-tama harus benar-benar balance agar bearing dapat bertahan dengan baik.

Alignment (pengaturan sumbu poros pada mesin harus benar-benar Proses pemberian beban. Pemberian beban ini harus sesuai dengan Pengaturan posisi bearing pada poros. Clearance bearing. Metode pemasangan dan peralatan yang Toleransi dan ketepatan yang diperlukan. Pada saat pemasangan

sejajar).

jenis bearing yang digunakan apakah itu beban radial atau beban aksial.

digunakan.

bearing pada poros, maka toleransi poros pada proses pembubutan harus diperhatikan karena hal tersebut mempengaruhi keadaan bearing. c. Environment/lingkungan tempat bearing dioperasikan.

Pemberian Seal pada bearing agar bebas terhadap debu atau air. Sistem pendinginan bearing jika beroperasi pada suhu tinggi. Sistem pemanasan jika beroperasi pada suhu rendah. Penyimpanan bearing.

Sealing Bearing

Page I-18

d. Maintenance atau perawatannya yang terbagi menjadi.


Sistem pelumasannya menggunakan olie atau grease. Pemeriksaaan visual. Pemonitoran dari kondisi yang ada seperti :

a) Kondisi getarannya. b) Analisis olinya. c) Aliran, tekanan dan arus yang mungkin timbul. d) Pemonitoran secara kontinyu. e) Sistem perlindungannya seperti rumah bearing, dan lain-lain. Untuk proses mounting & dismounting atau pemasangan dan pelepasan bearing dapat dilihat langsung bagian berikut ini.

Gb. 1.2-13 Pemasangan dan pelepasan bearing Pada prakteknya untuk memilih bearing, bearing tersebut harus dihitung umur pada bearing selama menerima gaya-gaya yang terjadi. e. Aturan umum yang harus diikuti: Jika aturan ini tidak diikuti, maka akan menyebabkan umur bearing berkurang akibat dari kegagalan bearing itu sendiri.

Sealing Bearing

Page I-19

1. Selalu biarkan bearing terbungkus dan disegel dengan baik dalam kotaknya sampai siap untuk digunakan. 2. Selalu gunakan sarung tangan yang bersih untuk memegang bearing. 3. Simpan bearing tersegel pada bungkus aslinya di tempat yang bersih dan kering serta bebas dari getaran. 4. Jangan pernah gunakan bearing untuk mengecek diameter shaft atau housing bearing. 5. Lakukan cleaning apabila bearing digunakan untuk aplikasi bersuhu tinggi/rendah atau grease yang tersedia tidak kompatibel dengan bearing preservative. 6. Selalu keringkan bearing setelah cleaning. 7. Jangan biarkan bearing berputar ketika cleaning dilakukan dengan menggunakan udara kompresor yang kering. 8. Bearing juga harus dibersihkan apabila telah terkontaminasi atau jika dilakukan penggantian jenis grease. 9. Bearing besar dengan preservative yang tebal juga harus dibersihkan (OD 440mm atau lebih). 10. Gunakan pelarut (solvent) yang bersih ketika melakukan cleaning. 11. Jangan pernah memutar bearing yang kering. 12. Bearing yang sudah memiliki grease lebih dulu, tertutup dan terlindungi tak perlu dilakukan cleaning.

2.1.8. Kerusakan Bearing

Kerusakan bearing dapat disebabkan karena: a. Kesalahan bahan :

Sealing Bearing

Page I-20

Faktor produsen: yaitu retaknya bearing setelah produksi baik retak halus maupun berat, kesalahan toleransi, kesalahan celah bearing. Faktor konsumen: yaitu kurangnya pengetahuan tentang karakteristik pada bearing. b. Penggunaan bearing melewati batas waktu

penggunaannya (tidak sesuai dengan petunjuk buku fabrikasi pembuatan bearing). c. Pemilihan jenis bearing dan pelumasannya

Pemilihan jenis bearing dan pelumasannya yang tidak sesuai dengan buku petunjuk dan keadaan lapangan (real).
d.

Beban berlebihan (excessive loads). Beban harus sesuai dengan kekuatan design dari bearing

sebuah maka bearing

mesin mengalami

adalah premature fatigue,

beban yaitu

tersebut dipikul/ditanggung oleh bearing. Jika beban terlalu besar kelelahan dini selanjutnya terjadilah kerusakan dini/ premature. Akibatnya kerusakan part ini dapat menimbulkan kerusan part lain dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Premature fatigue dapat juga disebabkan oleh : Tight-fit, brinelling, dan improper preloading. Tight-fit, ini terjadi karena poros terlalu besar terhadap inner race bearing, sehingga innerrace menanggung beban dari dimeter shaft yang kebesaran. ( menjepit shaft sebagai beban permanen). Dengan meneliti bentuk atau ciri kerusakan kita dapat memperkirakan penyebab kerusakan.

Sealing Bearing

Page I-21

Gb. 1.2-13 tanda-tanda kerusakan pada bearing Tanda kerusakan, hampir semua bagian-bagian bearing mengalami bocel ( ball, inner, outer ) yang paling berat mengalami bocel inner race lihat gambar . Penyebab kerusakan : beban terlalu berlebihan. Beban berlebihan dapat menimbulkan panas yng berlebihan pula. Cara mengatasi ialah; mengurangi beban, tetapi jika tidak mungkin maka harus memperbesar bearing e. Korosi Salah satu masalah cukup besar kerusakan bearing yaitu masalah karatan atau korosi. banyak bearing tidak dapat mencapai umur pakai yang seharusnya. Kerugian besar tentu diderita, bahkan kerusakan yang lebih besar bisa terjadi jika kerusakan bearing tidak cepat diketahui. Indikasi dari kerusakan ini , jika ball, race-way dan cage berwarna merah/coklat Sebab-sebabnya, bearing dalam kondisi pengaruh cairan yang corrosive , misal cairan yang mengandung asam atau udara corrosive. Cara mengatasi : Cegah pengaruh atau percikan cairan corrosive. Pastikan breather masih dalam kondisi baik. Jika memakai grease. pasang sealed bearing, jika mungkin gantilah pelumas secara berkala.
Sealing Bearing Page I-22

Gb. 1.2-14 korosi pada bearing b. Kerusakan akibat fatigue. Kerusakan akibat kelelahan ini umumnya ditandai dengan terlepasnya sebagian material retak dan terkelupas disepanjang lintasan ball. Retakan & terkelupas ini bisa terjadi pada inner ring, outer ring dan ball. Keretakan sedikit saja mengakibatkan kerusakan permukaan lain lebih cepat. Jika motor mendadak vibrasinya tinggi, ini kemungkinan indikasi dari kasus fatigue. Perbaikannya, harus segera mengganti bearing baru, mungkin karena umur bearing sudah mencapai batas normal. Tetapi mungkin juga harus mengganti dan memilih bearing dengan bearing yang mempunyai ketahanan fatigue lebih tinggi. Kita perlu tahu memilih bearing yang telah memiliki reputasi tinggi dalam ketahanan. Setiap kita memperbaiki suatu kerusakan, perlu melihat bagian yang rusak. dengan melihat kita dapat menganalisa sebab-sebab kerusakan, kemudian kita harus berusaha agar tidak akan terjadi kerusakan yang sama untuk yang akan datang. c. Kerusakan karena tight fit Bila bearing bore terlalu sempit terhadap poros / shaft , innerrace sangat sulit dimasukan keporos (interference fits terlalu kecil),

Sealing Bearing

Page I-23

mengakibatkan hal yang buruk sekali. Akibatnya yang terjadi yaitu : Timbul semacam preload, inner race menanggung beban atau tegangan. Inner bisa strees karena harus menahan beban permanen dari besarnya shaft. Timbul tegangan pada inner dan mungkin terpaksa mengembang keluar. Akibatnya internal clearence di ball bertambah kecil, maka ball teralalu sempit geraknya. Maka ball menanggung beban yang berlebihan, kemudian timbulah panas yang berlebihan. Jika di jalankan terus, bearing mengalami cepat aus dan premature fatigue Tanda kerusakan yaitu lintasan ball di inner dan outer melebar dan berubah warna (biru/ coklat atau merah) seperti overheating. Perbaikannya yaitu shaft harus di ganti atau direkondisi sehingga antara bearing dan shaft sligtly-fit. Lihatlah clearence yang tepat pada tabel interference fits / clearence bearing , karena besar bearing menentukan harga tsb. Misal : bore inner sama dengan diameter shaft, maka cara memasangnya harus memanaskan bearing dengan apa dan berapa maximum temperature yang diperbolehkan. Pemanasan bearing tidak diperbolehkan dengan nyala api. yang dianjurkan adalah dengan electrical heater atau direbus dengan lub oil panas dengan panas yang dikontrol.
d. Pemasangan bearing

Sealing Bearing

Page I-24

Pemasangan bearing pada poros yang tidak hati-hati dan tidak sesuai standart yang ditentukan. Kesalahan pada saat pemasangan, diantaranya : Pemasangan yang terlalu longgar, akibatnya cincin dalam

atau cincin luar yang berputar yang menimbulkan gesekan dengan housing/poros. Pemasangan yang terlalu erat, akibatnya ventilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bearing akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih. Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga Pemasangan yang tidak sejajar maka akan menimbulkan bearing saat berputar akan tersendat-sendat. guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bearing. Perbaikannya yaitu shaft harus di ganti atau direkondisi sehingga antara bearing dan shaft sligtly fit. Lihatlah clearence yang tepat pada tabel interference fits/clearence bearing , karena besar bearing menentukan harga tersebut. Rumah/ tempat bearing harus di rekondisi agar cukup persisi sebagai tempat dudukan bearing. Misal : bore inner sama dengan diameter shaft, maka cara memasangnya harus memanaskan bearing.

e. Terjadi misalignment

Terjadi misalignment, dimana kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus, bearing akan mengalami vibrasi tinggi. Pemasangan yang tidak sejajar tersebut akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bearing. Kemiringan dalam pemasangan bearing juga menjadi faktor
Sealing Bearing Page I-25

kerusakan bearing, karena bearing tidak menumpu poros dengan tidak baik, sehingga timbul getaran yang dapat merusak komponen tersebut.

f. Unbalance (tidak imbang)

Karena terjadi unbalance (tidak imbang)seperti pada impeller, dimana bagian-bagian pada impeller tersebut tidak balance (salah satu titik bagian impeller memiliki berat yang tidak seimbang). Sehingga ketika berputar, mengakibatkan putaran mengalami perubahan gaya disalah satu titik putaran (lebih terasa ketika putaran tinggi), sehingga berpengaruh pula pada putaran bearing pada poros. Unbalance bisa terjadi pula pada poros, dan pengaruhnya pun sama, yaitu bisa membuat vibrasi yang tinggi dan merusak komponen. g. Pelumas rusak. Lubrikan adalah bahan dan bagian paling pokok dari proses kerja bearing, lapisan tipis lubrikan (oil film) harus selalu ada diantara ball , cage, inner race dan outer race, yang berfungsi menghilangkan gesekan dan pendinginan. Kerusakan lubrikan berakibat hilangnya atau rusaknya oil film berakibat kerusakan bearing. Sebab Kerusakan lubrikan : Kontaminasi dengan kotoran/debu/partikel. Kontaminasi dengan air, kondesasi udara, cairan2 lain. Tercampur dengan lubrikan lain yang tidak kompatibel. Panas berlebih (overheating) saat dioperasikan, kemudian

temperature lubrikan berlebihan, sehingga sifat lubrikasinya hilang, achirnya panas naik terus.
Sealing Bearing Page I-26

(a)

Gb. 1.2-14. (a) dan (b) dan indikasi kerusakan akibat kontaminasi Beberapa cara untuk mencegah kerusakan lubrikasi adalah : Jika menyimpan pelumas, jangan biarkan drum penyimpan

pelumas terbuka, meskipun dalam ruang tertutup. Jika drum dilapangan terbuka, jangan letakan drum menghadap ke atas, atau harus ditutup dengan penutup yang tahan sobek. Pada mesin, harus selalu dipastikan breather masih berfungsi dengan baik. Untuk mencegah masuknya kelembaban dan kontaminan lain. Harus selalu di adakan pemeriksaan/test kondisi lubrican (untuk reservoir dengan isi besar). untuk reservoir kecil perlu diganti secara regular.
Sealing Bearing Page I-27

Jangan menambah/ mencapur lubrican yang berbeda merk. Pilihlah viscositas yang sesuai pada pemakaian tertentu. Pengotoran dari debu atau daerah sekitarnya yang akibatnya

bearing akan mengalami keausan dan berputarnya dengan bushing.

2.1.9. Pembacaan Nomor Nominal Pada Bearing Gelinding. Dalam praktek, bearing gelinding standart dipilih dari katalog bearing. Ukuran utama bearing adalah:
1. 2. 3. 4.

Diameter lubang Diameter luar Lebar Lengkungan sudut Nomor nominal bearing gelinding terdiri dari nomor dasar dan nomor

pelengkap. Nomor dasar yang ada merupakan lambang jenis, lambang ukuran(lambang lebar, diameter luar). Nomor diameter lubang dan lambang sudut kontak penulisannya bervariasi tergantung produsen bearing yang ada.
a.

Bagian Nomor nominal A B C D

A menyatakan jenis dari bearing yang ada. Jika A berharga :

: Maka hal tersebut menunjukkan jenis Angular contact ball bearings, double row. 1 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis Self-aligning ball bearing.

Sealing Bearing

Page I-28

2 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis spherical roller bearings and spherical roller thrust bearings. 3 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis taper roller bearings. 4 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis Deep groove ball bearings, double row. 5 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis thrust ball bearings. 6 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis Deep groove ball bearings, single row. 7 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis Angular contact ball bearings, single row. 8 : Maka hal tersebut menunjukkan jenis cylindrical roller thrust bearings.

B menyatakan lambang diameter luar.

1.

Jika B berharga 0 dan 1 menyatakan penggunaan untuk beban yang

sangat ringan. 2. 3. sedang. 4.

Jika B berharga 2 menyatakan penggunaan untuk beban yang ringan. Jika B berharga 3 menyatakan penggunaan untuk beban yang

Jika B berharga 4 menyatakan penggunaan untuk beban yang berat.

C dan D menyatakan lambang diameter dalam.

Untuk bearing yang berdiameter 20 - 500 mm, kalikanlah 2 angka lambang tersebut untuk mendapatkan diameter lubang sesungguhnya dalam mm. Nomor tersebut biasanya bertingkat dengan kenaikan 5 mm tiap tingkatnya.

Sealing Bearing

Page I-29

2.2.

Seals dan Gaskets

Gb. 1.2-15 Seals Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan, hampir semua gear dan bearing memerlukan pelumasan yang terus menerus. Maka untuk menjaga keberadaanpelumas di sekeliling komponen-komponen yang bergerak dan menjaga agar cairan pelumas tersebut jangan sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan masuk ke sistem maka diperlukan seal. Fungsi dari seal yaitu:
i.

Menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi).

ii. Menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem. iii. Memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur.
iv. lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor.

v. Melapisi permukaan yang tidak rata. vi. Komponen tidak cepat rusak. Seal diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu:Static Seal danDynamic Seal. a. Static Seal

Sealing Bearing

Page I-30

Static Seal digunakan pada permukaan yang tidak ada gerakan pada duapermukaan yang dilapisi. Yang termasukStatic seal adalah: O-ring seal,gasket dan liquid gasket. b. Dynamic Seal Dynamic seal dipakai pada komponen yang bergerak antara permukaansatu denganyang lainya. Sedangkan yang termasukDynamic seal adalah:O-ring seals, Lip seals, Duo Cone seals dan packing rings.

Gb. 1.2-16 Jenis-jenis Seal Berikut akan dijelaskan mengenai jenis-jenis seal:
a.

Gaskets.

Gasket adalah salah satu jenisseal yang banyak digunakan padacelah yang kecilpada komponen yang diam. Beberapa tempat yang menggunakan gasket misalnya antara cylinder head danblock, antara block dan oil pan.Permukaan yang memakai gasket harus rata, bersih, kering dan tidak ada goresan.

Sealing Bearing

Page I-31

Gb. 1.2-17 Gasket Kekencangan pengikat dua permukaan yang menggunakan gasket sangat penting, selalu berpedoman pada spesifikasi torque untuk mencegah kebocoran. b. O-rings

Gb. 1.2-18. PemakaianO-ring Seal Sebuah O-ring adalah bentuk cincin yang sangat lunak yang terbuat dari bahan alami atau karetsynthetic atau plastik. Dalam pemakaianyaO-ring biasanya dikompres antara duapermukaan sebagai seal,O-ring sering digunakan sebagai static seal yang fungsinya samadengangasket. Untuk penyekat pada aplikasi yang bertekanan tinggi di atas 5500 kPa(800 psi) seringO-ring ditambahkan denganback-up ring untuk
Sealing Bearing Page I-32

mencegah kebocoran yang ditimbulkan oleh adanya celah antara dua permukaan. Pressure back-up ring biasanya terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk memperpanjang usiaO-ring. Pada saat pemasanganO-ring seal, yakinkansemua permukaan bersih dari kotoran dan debu. PeriksaO-ring seal dari kotoran, debu, goresan (screth) dan cacat lainya yang akan menyebabkan kebocoran.

c.

Lip Seals

Gb. 1.2-19 Lip Seals Lip seal adalah jenisdynamic seal yang banyak digunakan padakontruksi alat berat.Lip seal memikul semua jenis kondisi pengoperasian dan mencegah tidak beroperasinyamachinekarena panas yang diakibatkan gesekan atau juga mencegah bercampurnya pelumas atau cairan.Lip Seal juga menahan perpindahan gerakan di antara dua komponen yang dibatasi.Lip seal relatif sangat mudah dilepas pada saat perbaikan atau penggantian komponen.

Sealing Bearing

Page I-33

Gb. 1.2-20 Seal dengan Ring Jenis lip seal adalah:


Radial lip seal dan

Radial lip seal menahan permukaanshaft dengan tekanan cairandan garter spring. Garter spring menekan bibirseal ketika tekanan cairan rendah. Pada operasi yang sebenarnyaseal dibantu oleh lapisan tipis oli antara bibirseal danshaft, ini supaya bisa melumasi bibirseal dan mencegah kebocoran.
Dirt excluding lip seals.

Dirt excluding lip seal digunakan untuk membersihkan kotoran padacylinder. Radial lip seal digunakan untuk mencegah kebocoran padaperputaranshaft dan dibuat dengan bermacammacam bentuk dan ukuran disesuaikan dengan aplikasi pemasangannya. Internal lip seal mempunyai bibirseal di diameter dalam. External radial lip seal mempunyai bibirseal pada diameter luar dariseal tersebut.

Sealing Bearing

Page I-34

Gb. 1.2-21 Radial Lip Seal

d. Duo Cone Seal

Duo cone seal dibuat untuk menjaga kotoran tidak masuk kedalam sistem dan menjaga kebocoran cairan pelumas pada area yang luas. Duo cone seal harus bisa menahan karat yang lebih lama dengan sedikit perawatanDuo cone seal lebih bisa menahan kebengkokanshaft, end play dan beban yang tiba-tiba. Duo cone seal terdiri dari dua ring yang biasanya terbuat darikaret, dipasangkan pada dua groove metal retaining ring.

Sealing Bearing

Page I-35

Gb. 1.2-22 Duo Cone Seal

Gb. 1.2-23 Struktur Duo Cone Seal Rubber rings bekerja sama dengan metal rings berfungsi sebagaiseal. Rubber ring juga sebagai bantalan untuk metal rings dan menjaga kerataan permukaan pada saatshaft berputar selamamachine beroperasi. Kehalusan permukaan metal rings bersama-sama dengankekentalan oli melapisishaft.
2.2.1.

Material atau Bahan Baku Sealing

Sealing Bearing

Page I-36

Pembuatan seal dapat dilakukan dengan menggunakan material penyusun yaitu material Nitrile Rubber (NBR), Viton, PolyUrethane (PU), Silikon, Ethylene propylene Rubber (EPDM), Neoprene, Hydrogenater Rubber (NHBR), Flourine Rubber (FR).
a. Bahan Pembuat Seal Tape

Seal tape terbuat dari poly(tetrafluoroethylene)/PTFE yang diproduksi dengan teknologi modern untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Teknologi ini menghasilkan lapisan yang tebal dan kekenyalan tertentu, sehingga dapat diaplikasi pada instalasi pipa PVC atau galvanis yang dipakai untuk gas, air tekanan tinggi, pipa pemadam api. Fungsi utama seal tape untuk mencegah kebocoran pada sambungan kran dan sambungan pipa yang memiliki ulir. Namun untuk fungsi pemakaian dapat dibedakan menjadi pipa air bertekanan rendah, tinggi, gas, dan pipa pemadam api, jelas Wolfry Pradipta , Brand Supervisor PT Anggun Permai Sempurna, Produsen seal tape merek Onda.
b. Keunggulan Produk

Seal tape Onda memiliki keunggulan yang berbeda dari Seal tape pada umumnya. Selain lebih tebal dan kenyal, material ini dapat diaplikasi pada pemakaian yang berbeda. Saat terpasang pada sambungan, Seal tape mampu menahan panas hingga 250 derajat celcius dan density Seal tape warna lebih rapat ketimbang produk lain. Tidak semua Seal tape di pasaran dapat dipakai untuk instalasi khusus seperti gas dan pemadam api, sedang yang terjadi saat ini, semua fungsi pemakaian disama-ratakan, sehingga dapat mengakibatkan kebocoran ada ulir dan Seal tape tidak dapat bertahan lama, kata Wolfry. Kita dapat membedakan pemakaian Seal tape Onda berdasarkan warna yang melambangkan fungsinya, yaitu air, gas dan yang lainnya. Seal tape putih dipakai pada pipa PVC dan galvanis untuk air bertekanan rendah,
Sealing Bearing Page I-37

jenis ini paling banyak dipakai pada instalasi kamar mandi, toilet, dapur dan lain-lain. Panjang satu gulungnya 10 meter. Seal tape Onda biru diapakai pada instalasi pipa air bertekanan tinggi dan kran yang ekslusif. Biasa dipakai pada sambungansambungan pompa yang memiliki tekanan tinggi. Misal sambungan pompa pada pipa yang memanfaatkan air tanah. Seal tape Onda biru lebih tebal dan kenyal dibanding yang putih, panjang satu gulungnya 15 meter, tutur Wolfry. Seal tape Onda kuning dapat dipakai untuk saluran pipa gas,kompresor dan lain-lain. Selain itu, cocok untuk area yang memiliki intensitas bahan kimia, karena seal tape lebih tahan dan kuat. Seal tape Onda merah digunakan pada alat pemadam api yang dipasang di rumah maupun gedung bertingkat. Tahan terhadap tekanan air yang tinggi dan lebih efisien, karena mampu menutup ulir dengan sempurna.

Sealing Bearing

Page I-38

Gb. I.2-24 seal teap Seal atau Gasket kits berguna sebagai penahan tekanan oli yang bergerak secara rotasi dan terus-menerus dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi. Oleh karena tekanan yang dihasilkan dari dorongan tersebut sangat tinggi maka harus ada komponen penahan yang kuat namun elastis, yaitu Seal atau Gasket. a. Bahan Pembuatan seal Power Steering

Sealing Bearing

Page I-39

Seal Power Steering didesain dengan bahan yang tahan terhadap tekanan tinggi, panas, serta bersifat elastis. Bahan tersebut biasanya terbuat dari bahan karet komposit dengan beberapa lapisan teflon anti panas, sehingga seal Power Steering bisa tahan pada temperatur tertentu. Bahan yang terbaik untuk seal Power Steering saat ini adalah bahan Vitton, dimana bahan ini sudah mengalami uji coba untuk keperluan mekanisme hidrolis industri dan teruji sebagai bahan yang paling baik diantara semua jenis bahan karet untuk Seal/Gasket. Jadi seal yang digunakan untuk Power Steering haruslah Orisinil, karena bahan yang digunakan untuk seal orisinil adalah bahan Vitton kualitas tinggi dengan lapisan teflon anti panas. Berbeda dengan seal imitasi, dimana bahan yang dipakai adalah karet lateks biasa dengan nilai kompositnya tidak melebihi 50% dengan lapisan teflon kualitas rendah. Untuk itu sebaiknya setiap penggunaan seal Power Steering harus yang orisinil guna menjaga keawetan dan kelangsungan kerja Power Steering tersebut supaya bisa lebih tahan lama.

2.2.2. Masalah Yang Biasa terjadi pada Seal Kegagalan seal di lapangan selama ini bisa digolongkan menjadi 2 kategori:
a. Membuka/ terpisahnya Sealfaces dimana seharusnya saling menekan, atau b. Salah satu komponen MechanicalSeal rusak akibat kontak, panas atau

korosi. Harap diingat, saat kita akan memecahkan permasalahan

MechanicalSeal , hanya ada 3 (tiga) hal yang bisa dilihat kasat mata:
a. Bukti-bukti adanya of rubbing/gesekan pada sealface.

Sealing Bearing

Page I-40

b. Bukti-bukti kerusakan termasuk korosi, kerusakan fisik, perubahan warna

salah satu komponen. Komponen sebagian besar MechanicalSeal terdiri atas 3 hal, yakni metal parts, kombinasi 2 Sealface, dan karet-karet/wedge.
c. Sisa fluida proses/produk yang menempel pada komponen yang seharusnya

bergeser/bergerak dinamis sehingga menyebabkan kemacetan, atau yang menempel pada sela Sealface sehingga mengakibatkan Sealface terpisah. Berikut ini ditunjukkan beberapa penyebab terpisahnya Sealface: A. Elastomer dinamis (O-ring) yang didesain untuk bisa bergerak maju mundur, macet. Kemacetan ini disebabkan oleh: a. Ukuran shaft terlalu besar, atau pemilihan ukuran MechanicalSeal tidak tepat. Diperlukan toleransi sekitar + 0.000 0.002 inch (+ 0,00 0,05 mm) . b. Permukaan shaft terlalu kasar. Sebagian besar Manufaktur MechanicalSeal menginginkan kehalusan permukaan shaft setidaknya 32 R.M.S. (0,8 micro meters) pada area dimana dynamic elastomer berada. c. Fluida yang dipompa menjadi penyebab elastomer melekat pada shaft. Dynamic O-ring dapat menimbulkan panas jika terjadi misalignment antara shaft dan permukaan stuffing box. Pergerakan elastomer yang cepat akan menimbulkan panas di tempat dan menjadi penyebab lebih cepat terjadinya hal-hal berikut:
o

Fluida proses atau produk berjenis kental akan mengeras (lem dan cat). Terjadi kristalisasi (sirup gula dan caustic). Terjadinya lapisan pada shaft (produk petroleum akan membentuk gumpalan atau coke pada temperatur tertentu, atau air yang mengandung mineral akan membentuk lapisan kerak calcium).

o o

d. Kotoran atau partikel solid menghalangi pergerakan elastomer (o-ring) e. Bahan kimia yang ditambahkan pada air proses atau air yang tidak larut bisa terkumpul pada titik sentuhan sliding sliding elastomer. Bahan kimia yang dikandung fluida proses, mengubah sifat fisik dan kimiawi elastomer dan
Sealing Bearing Page I-41

menyebabkan kagagalan elastomer dan menyebabkan terhalangnya pergerakan elastomer. Pada beberapa kasus, elastomer yang terkena chemical attack mengempis dan menyebabkan Sealfaces terpisah, bahkan saat pompa dalam keadaan standby (tidak beroperasi). f. Shaft atau sleeve diperkeras dengan coating maupun hardening sehingga baut-baut kecil / set screws tergelincir / slipped. Pada banyak Industri yang tadinya menggunakan packing, sleeve-sleeve dari shaft pompa di perkeras agar tahan aus terhadap gesekan packing. g. Mechanical Seal kehilangan kompresi:

Akibat salah setting kompresi. Setting kompresi antar tipe

MechanicalSeal berbeda, apalagi antar Merek atau Brand. Contoh: Amat tidak bijaksana jika menggunakan petunjuk setting kompresi Flowserve untuk pemasangan MechanicalSeal Burgman. Untuk itu, hubungilah perwakilan perusahaan MechanicalSeal yang bersangkutan dan yang sigap merespon permintaan data setting kompresi. (Berdasarkan pengalaman di lapangan, diantara sekian banyak Merek/Brand MechanicalSeal, John Crane terbukti responsif terhadap keluhan customer. Biasaya mereka hanya perlu waktu 3 hari dari saat komplain ditulis di situs John Crane International hingga perwakilannya menghubungi anda. Bandingkan dengan Perusahaan MechanicalSeal lainnya).

Akibat penyetelan impeller yang dilakukan setelah MechanicalSeal

terpasang di shaft. Masalah ini sering terjadi pada pompa A.N.S.I. Akibat penyetelan (adjustment) Impeller tipe open untuk mengatasi keausan normal. Spesifikasi pompa dengan impeller tipe ini memang memberi toleransi keausan pada impeller dan casing sebesar 0.125 inch (3 mm) dan tetap dapat di setel untuk mendapatkan efisiensi pompa. Anda tahu bukan apa yang akan terjadi, bahwa rata-rata mechanical seal memiliki ujung carbon sealface hanya sekitar 0.125 inch (3 mm).

Sealing Bearing

Page I-42

Akibat

perubahan

temperatur

di

lokasi

terpasangnya

MechanicalSeal. Ingat: setiap satu inch stainless steel shaft, akan memuai sebanyak 1/1000 inch setiap kenaikan suhu sebesar 100 Fahrenheit ( 0.001/1/100F ). Dalam satuan Metric, tingkat muainya adalah sebesar 0,001 mm/1 mm shaft setiap kenaikan temperatur sebesar 50C.

h. Spring atau Per, atau Bellows tidak berfungsi baik.

Salah pilih tipe mechanicalseal, Produk yang mengandung solid

dipilihkan tipe multispring. Produk membuat spring clogging dan macet.

Kondisi misalignment berlebihan menyebabkan terjadinya flexing

pada spring atau bellows sehingga terjadi kelelahan material (material fatigue). i. Ada sesuatu yang menghalangi MechanicalSeal bergerak dengan bebas, antara lain :

Produk bersifat kental. Harap diingat bahwa beberapa produk menjadi lebih kental dengan adanya adukan. Produk-produk ini disebut dilatants (cream menjadi butter dengan adukan)

j. Adanya sirkulasi flushing atau cooling system dari discharge pompa yang menderas langsung ke Mechanical Seal dan mengganggu gerakannya.

Adanya obyek asing di dalam stuffing box. Adanya partikel gasket yang terlepas dan mengenai bagian Mechanical Seal yang bergerak.

Sealing Bearing

Page I-43

k. Sealface mengalami distorsi akibat temperatur atau tekanan. l. Penguapan product yang terjadi di antara 2 Sealfaces

2.2.3. Perawatan Seal

Perawatan

seal

adalah

penggunaan

senyawa sintetis

yang dapat

mengembalikan sifat elastisitas dan menyusut katup mengeras stem seal dalam mesin pembakaran internal. Pengobatan Seal digunakan dengan kegunaan sebagai berikut :

mengembalikan sifat elastisitas untuk katup seal yang mengeras. mengembalikan seal ke bentuk yang semula. Aktifkan seall untuk memberikan yang tepat dan mencegah seal melewati minyak mesin. Perawatan yang dilakukan ini berfungsi untuk mencegah pengerasan dan

menyusutnya katup batang stempel yang menghasilkan pembakaran minyak dan emisi berasap, mencegah kebocoran dan memperpanjang umur segel dan memungkinkan kinerja yang optimal dari peralatan untuk lebih lama dalam penggunaan seal karena kembalinya elastisitas dan ketahanan dari seal itu sendiri.

Sealing Bearing

Page I-44

BAB III PEMBAHASAN


Bearing adalah suatu komponen yang berfungsi untuk

mengurangi gesekan pada machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya. Bearing digunakan untuk menahan /menyangga komponen-komponenyang bergerak. Bearing biasanya dipakai untuk menyangga perputaran pada shaft, dimana terjadi sangat banyak gesekan. Fungsi bearing secara umum antara lain mengurangi gesekan, panas dan aus., menahan bebanshaft danmacine, menahanradial load danthrust load, menjaga toleransi kekencangan, dan mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional. Jenis dan fungsi dari bearing atau bantalan luncur antara lain bantalan luncur silinder penuh, digunakan untuk porosporos yang ukuran kecil berputar lambat dan beban ringan, bantalan luncur silinder memegas, digunakan pada poros-poros mesin bubut, mesin frais dan mesin perkakas lainnya, bantalan luncur blah, digunakan pada poros-poros ukuran sedang dan besar seperti bantalan pada poros engkol, bantalan poros pada roda kendaraan dan lain-lain, bantalan inside, digunakan untuk poros
Sealing Bearing Page I-45

dengan beban yang sering berubah, misalkan bantalan poros engkol dari poros-poros presisi, bantalan luncur sebagian, digunakan untuk poros yang berputar lambat, beban berat tetapi tidak berubah-ubah. Misalkan bantalan pada mesin-mesin perkakas kepala ceka, bantalan bukan logam, digunakan untuk leher-leher poros yang memerlukan pendingin zat cair dan tidak mendapat beban berat. Pada lapisan juga berfungsi sebagai pelumas, bahan lapisan yang digunakan yaitu karet, plastik dan ebonite, dan bantalan luncur tranlasi, digunakan untuk blok-blok luncur gerak lurus, seperti blok luncur pada batang torak mesin uap dan blok luncur pada mesin produksi. Material atau Bahan baku Bearing antara lain Besi cor (BC 14 : BC 22), beban dan kecepatan rendah, Brons, dibuat dari tembaga (Cu), timah putih (Sn), timah hitam (Pb) dan aluminium (Al), Babit, dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimony, Logam bubut (metal powder), dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak dan Bahan bukan logam, dibuat dari keramik, kayu keras, karet plastik dan bahan sintesis lainnya. Aplikasi Penggunaan Bearing seperti yang sudah diketehui bearing adalah suatu komponen yang digunakan untuk menahan poros berbeban, beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. Maka bearing pada umumnya digunakan pada pump, turbine, compressor. Kontrol rutin yang dilakukan untuk perawatan bantalan gelinding (bearing) antara lain mendengarkan dengan cara meletakkan sebatang kayu atu obeng atau benda lain yang sejenis menempel pada rumah bantalan, sedekat mungkin pada lokasi dekat bantalan. Letakkanlah telinga anda pada ujung batang yang lain dan dengarkan. Jika bantalan masih bagus maka akan terdengar suara yang lembut, tapi jika rusak makaa akan terdengar suara berisik, merasakan (meraba) kontrol ini suhu bantalan gelinding dilakukan ddengan termometer, atu dengan cara sederhana dengan menempelkan tangan pada rumah bantalan. Jika suhu naik tidak seperti biasanya, maka hal tersebut merupakan indikasi ketidakberesan, seperti:

Sealing Bearing

Page I-46

kotoran, kelonggaran, kelebihan beban, keausan, dan gesekan pada bantalan, lalu melihat dengan cara melihat kondisi sil yang yang berada didekat bantalan untuk memastikan cairan panas atau kotoran maupun pengkarat tidak dapat memasuki bantalan dan melumasi. Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan, hampir semua gear dan bearing memerlukan pelumasan yang terus menerus. Maka untuk menjaga keberadaanpelumas di sekeliling komponen-komponen yang bergerak dan menjaga agar cairan pelumas tersebut jangan sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan masuk ke sistem maka diperlukan seal. Fungsi dari seal antara lain menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi), menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem, memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur, lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor, melapisi permukaan yang tidak rata dan komponen tidak cepat rusak. Seal diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu:Static Seal danDynamic Seal. Pembuatan seal dapat dilakukan dengan menggunakan material penyusun yaitu material Nitrile Rubber (NBR), Viton, PolyUrethane (PU), Silikon, Ethylene propylene Rubber (EPDM), Neoprene, Hydrogenater Rubber (NHBR), Flourine Rubber (FR). Perawatan seal adalah penggunaan senyawa sintetis yang dapat mengembalikan sifat elastisitas dan menyusut katup mengeras stem seal dalam mesin pembakaran internal. Pengobatan Seal digunakan dengan kegunaan sebagai berikut yaitu mengembalikan sifat elastisitas untuk katup seal yang mengeras, mengembalikan seal ke bentuk yang semula. Dan aktifkan seal untuk memberikan yang tepat dan mencegah seal melewati minyak mesin. Perawatan yang dilakukan ini berfungsi untuk mencegah pengerasan dan menyusutnya katup batang stempel yang menghasilkan pembakaran minyak dan emisi berasap, mencegah kebocoran dan memperpanjang umur segel dan memungkinkan kinerja yang optimal dari peralatan untuk lebih
Sealing Bearing Page I-47

lama dalam penggunaan seal karena kembalinya elastisitas dan ketahanan dari seal itu sendiri.

BAB IV KESIMPULAN
1.

Bearing

adalah

suatu

komponen

yang

berfungsi

untuk

mengurangi gesekan pada machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya.
2.

Fungsi bearing secara umum antara lain mengurangi gesekan, panas

dan aus., menahan bebanshaft danmacine, menahanradial load danthrust load, menjaga toleransi kekencangan, dan mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional.\
3.

Material atau Bahan baku Bearing antara lain Besi cor (BC 14 : BC

22), beban dan kecepatan rendah, Brons, dibuat dari tembaga (Cu), timah putih (Sn), timah hitam (Pb) dan aluminium (Al), Babit, dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimony, Logam bubut (metal powder), dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak dan Bahan bukan logam, dibuat dari keramik, kayu keras, karet plastik dan bahan sintesis lainnya.
4.

Aplikasi Penggunaan Bearing seperti yang sudah diketehui bearing

adalah suatu komponen yang digunakan untuk menahan poros berbeban, beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. Maka bearing pada umumnya digunakan pada pump, turbine, compressor.

Sealing Bearing

Page I-48

5.

Fungsi dari seal antara lain menjaga kebocoran pelumas

(lubrikasi), menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem, memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur, lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor, melapisi permukaan yang tidak rata dan komponen tidak cepat rusak. Seal diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu:Static Seal danDynamic Seal.
6.

Pembuatan seal dapat dilakukan dengan menggunakan material

penyusun yaitu material Nitrile Rubber (NBR), Viton, PolyUrethane (PU), Silikon, Ethylene propylene Rubber (EPDM), Neoprene, Hydrogenater Rubber (NHBR), Flourine Rubber (FR).
7.

Perawatan seal adalah penggunaan senyawa sintetis yang dapat Pengobatan Seal digunakan dengan

mengembalikan sifat elastisitas dan menyusut katup mengeras stem seal dalam mesin pembakaran internal. kegunaan sebagai berikut yaitu mengembalikan sifat elastisitas untuk katup seal yang mengeras, mengembalikan seal ke bentuk yang semula. Dan aktifkan seal untuk memberikan yang tepat dan mencegah seal melewati minyak mesin.
8.

Perawatan yang dilakukan ini berfungsi untuk mencegah pengerasan

dan menyusutnya katup batang stempel yang menghasilkan pembakaran minyak dan emisi berasap, mencegah kebocoran dan memperpanjang umur segel dan memungkinkan kinerja yang optimal dari peralatan untuk lebih lama dalam penggunaan seal karena kembalinya elastisitas dan ketahanan dari seal itu sendiri.

Sealing Bearing

Page I-49

DAFTAR PUSTAKA (Anonym).2010.Bearings,Seals,andGasket. (Online)tersedia:http://www.scribd.com/doc/39240324/Bearings# (17 November 2010 pukul 21.01 WIB) http://www.agussuwasono.com/artikel/mechanical/331-peningkatan-umur-bearingpada-pompa-sentrifugal.html (12 Desember 2010)

http://empetrochemicals.com/index.php?q=con,10,%20Seal_Conditioner (30 Desember 2010)

Sealing Bearing

Page I-50

Sealing Bearing

Page I-51