Anda di halaman 1dari 28

TERAPI RASIONAL - EMOTIF

DISUSUN OLEH: Emmy Hutagalung Olivia Simarmata

Terapi Rasional Emotif (TRE)


Pandangan Tentang Sifat Manusia TRE dikembangkan oleh Albert Ellis. TRE adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan berpotensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irrasional dan jahat. Manusia memiliki kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir dan mengatakan, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dan mengaktualkan diri ataupun sebaliknya.

Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa berpikir dan emosi bukan dua proses yang terpisah. Sebagaimana dinyatakan oleh Ellis Ketika mereka beremosi, mereka juga berpikir dan bertindak. Ketika mereka bertindak, mereka juga berpikir dan beremosi. Ketika mereka berpikir, mereka juga beremosi dan bertindak. Emosi disebabkan dan dikendalikan oleh pikiran. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrinsik.

Pikiran-pikiran seseorang dapat menjadi emosi seseorang dan merasakan sesuatu dalam situasi tertentu dapat menjadi pemikiran seseorang. Atau dengan kata lain, pikiran mempengaruhi emosi dan sebaliknya emosi mempengarulu pikiran. Pikiran seseorang dapat menjadi emosinya, dan emosi dalam keadaan tertentu dapat berubah menjadi pikiran.

Menurut Albert Ellis, manusia bukanlah makhluk yang sepenuhnya ditentukan secara biologis dan didorong oleh naluri-naluri. Ia melihat individu sebagai makhluk unik dan memiliki kekuatan untuk memahami keterbatasan untuk mengubah pandangan-pandangan dan nilai-nilai dasar yang telah diintroyeksikannya secara tidak kritis pada masa kanakkanak, dan untuk mengatasi kecenderungan-kecenderungan menolak diri sendiri. Mereka akan bertingkah laku berbeda dengan cara mereka bertingkah laku di masa lampau. Jadi, karena bisa berpikir dan bertindak sampai menjadikan dirinya berubah, mereka bukan korban-korban pengkondisian masa lampau yang pasif.

Pandangan yang penting dari teori rasional-emotif adalah konsep bahwa banyak perilaku emosional indiuidu yang berpangkal pada self-talk atau berbicara kepada diri sendiri atau internatisasi kalimat-kalimat yaitu orang yang menyatakan kepada dirinya sendiri tentang pikiran dan emosi yang bersifat negatif. Adanya orang-orang yang seperti itu, menurut Ellis adalah karena: 1. Terlalu bodoh untuk berpikir secara jelas 2. Orangnya cerdas tetapi tidak tahu bagaimana berpikir secara cerdas tetapi tidak tahu bagaimana herpikir secara jelas dalam hubungannya dengan keadaan emosi 3. Orangnya cerdas dan cukup berpengetahuan tetapi terlalu neurotik untuk menggunakan kecerdasan dan pengetahuan seeara memadai.

TRE Dan Teori Kepribadian


Neurosis adalah pemikiran dan tingkah laku irasional. Gangguan-gangguan emosional berakar pada masa kanak-kanak, tetapi dikekalkan melalui reindoktrinasi sekarang. Emosi-emosi adalah produk pemikiran manusia. Jika kita berpikir buruk tentang sesuatu, maka kita pun akan merasakan sesuatu itu sebagai hal yang buruk.

Teori A-B-C Tentang Kepibadian


TRE dimulai dengan ABC: 1. A. Adalah Activating Experiences atau pengalamanpengalaman pemicu, seperti kesulitan-kesulitan keluarga, kendala-kendala pekerjaan, trauma-trauma masa kecil, dan hal-hal lain yang kita anggap sebagai penyebab ketidak bahagiaan. 2. B. Adalah Beliefs, yaitu keyakinan-keyakinan, terutama yang bersifat irasional dan merusak diri sendiri yang merupakan sumber ketidakbahagiaan kita. 3. C. Adalah Consequence, yaitu konsekuensi-konsekuensi berupa gejala neurotik dan emosi-emosi negatif seperti panik, dendam dan amarah karena depresi yang bersumber dari keyakinan - keyakinan kita yang keliru.

Pada dasarnya, kita merasakan sebagaimana yang kita pikirkan. Maka, alangkah lebih baiknya apabila kita selalu memiliki perasaan positif. Ellis menambahkan D dan E untuk rumus ABC ini : ==> Seorang terapis harus melawan (Dispute; D) keyakinan-keyakinan irasional itu agar kliennya bisa menikmati dampak-dampak (Effects; E) psikologis positif dari keyakinan-keyakinan yang rasional.

Dalam Pelaksanaan TRE


Terapis harus benar-benar mengenal dirinya sendiri dengan baik, sehingga ia bisa memisahkan falsafah hidupnya dan tindak memaksakan keyakinannya pada klien. Terapis juga harus mengetahui timing yang tepat untuk memberikan dorongan pada klien. Terapis harus menghindari terjadinya indoktrinasi atas diri klien. Yang perlu dilakukan terapis hanyalah menyampaikan kepada klien apa yang salah dan bagaimana klien harus mengubahnya menjadi benar.

Contoh. . . . . .
orang depresi merasa sedih dan kesepian karena dia keliru berpikir bahwa dirinya tidak pantas dan merasa tersingkir. Penampilan orang depresi sama saja dengan orang yang tidak mengalami depresi. Tugas seorang terapis bukanlah menyerang perasaan sedih dan kesepian yang dialami orang depresi, melainkan menyerang keyakinan mereka yang negatif terhadap diri sendiri. Pengondisian Filosofis : kebiasaan-kebiasaan yang muncul secara otomatis, persis seperti kebiasaan kita yang langsung mengangkat dan menjawab telepon setelah mendengarnya berdering.

Ada beberapa jenis pikiranpikiran yang keliru yang biasanya diterapkan orang, di antaranya: 1. Mengabaikan hal-hal yang positif, 2. Terpaku pada yang negatif, 3. Terlalu cepat menggeneralisasi.

Tujuan Terapeutik
Proses terapeutik terdiri atas penyembuhan irasionalitas dengan rasionalitas Menghapus pandangan hidup klien yang mengalahkan diri dan membantu klien dalam memperoleh pandangan hidup yang lebih toleran dan rasional.

Tujuan dari Rational Emotive Theory adalah:

Memperbaiki dan mengubah segala perilaku yang irasional dan tidak logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan dirinya. Menghilangkan gangguan emosional yang merusak Untuk membangun Self Interest, Self Direction, Tolerance, Acceptance of Uncertainty, Fleksibel, Commitment, Scientific Thinking, Risk Taking, dan Self Acceptance Klien.

Fungsi dan Peran Terapis


Sasarannya adalah menjadikan klien menginternalisasi suatu filsafat hidup yang rasional sebagaimana dia menginternalisasi keyakinan-keyakinan dagmatis yang rasional dan takhyul yang berasal dari orang tuanya maupun dari kebudayaannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, terapis memiliki tugas-tugas yang spesifik yaitu :
Mengajak klien untuk berpikir tentang beberapa gagasan dasar yang irasional yang telah memotivasi banyak gangguan tingkah laku. Menantang klien untuk menguji gagasan-gagasannya. Menunjukkan kepada klien ketidaklogisan pemikirannya. Menggunakan suatu analisis logika untuk meminimalkan keyakinan-keyakinan irasional klien. Menunjukkan bahwa keyakinan-keyakinan itu tidak ada gunanya dan bagaimana keyakinan-keyakinan akan mengakibatkan gangguan-gangguan emosional dan tingkah laku di masa depan.

Menggunakan absurditas dan humor untuk menghadapi irasionalitas pikiran klien Menerangkan bagaimana gagasan-gagasan yang irasional bisa diganti dengan gagasan-gagasan yang rasional yang memiliki landasan empiris, dan Mengajari klien bagaimana menerapkan pendekatan ilmiah pada cara berpikir sehingga klien bisa mengamati dan meminimalkan gagasan-gagasan irasional dan kesimpulan-kesimpulan yang tidak logis sekarang maupun masa yang akan datang, yang telah mengekalkan cara-cara merasa dan berperilaku yang merusak diri.

Hubungan Antara Terapis dan Klien


Terapis berfungsi sebagai guru dan klien sebagai murid. Hubungan pribadi antara terapis dan klien tidak esensial. Klien memperoleh pemahaman atas masalah dirinya dan kemudian harus secara aktif menjalankan pengubahan tingkah laku yang mengalahkan diri.

Teknik-Teknik dan Prosedur-Prosedur Utama


Terapis bisa menggunakan beberapa teknik sebagai berikut : Menggunakan humor. Mengonfrontasikan klien dan menolak dalih apapun. Membantu klien dalam merumuskan rencanarencana yang sesifik bagi tindakan. Bertindak sebagai model dan guru. Memasang batas-batas dan menyusun situasi terapi.

Menggunakan "terapi kejutan vebal" atau sarkasme yang layak untuk mengkonfrontasikan klien dengan tingkah lakunya yang tidak realistis. Melibatkan diri dengan klien dalam upayanya mencari kehidupan yang lebih efektif. Manusia berfikir, berperasaan dan bertindak secara serentak. Kaitan yang begitu erat menyebabkan jika salah satu saja menerima gangguan maka yang lain akan terlibat sama. Jika salah satu diobati sehingga sembuh, dengan sendirinya yang dua lagi akan turut terobati.

Teknik-Teknik Kognitif
a. Teknik Pengajaran b. Teknik Persuasif c. Teknik Konfrontasi d. Teknik Pemberian Tugas

Teknik-Teknik Emotif
a. Teknik Sosiodrama b. Teknik 'Self Modelling' c. Teknik 'Assertive Training'

Teknik-Teknik Behavioristik
a. Teknik Reinforcement b. Teknik Social Modelling

Keunggulan TRE
1. Pendekatan ini cepat sampai kepada masalah yang dihadapi oleh klien. Dengan itu perawatan juga dapat dilakukan dengan cepat. 2. Kaedah pemikiran logis yang diajarkan kepada klien dapat digunakan dalam menghadapi gejala yang lain. 3. Klien merasakan diri mereka mempunyai keupayaan intelektual dan kemajuan dari cara berfikir.

Kelemahan TRE
1. Ada klien yang boleh ditolong melalui analisa logis dan falsafah, tetapi ada pula yang tidak begitu geliga otaknya untuk dibantu dengan cara yang sedemikian yang berasaskan kepada logika. 2. Ada setengah klien yang begitu terpisah dari realiti sehingga usaha untuk membawanya ke alam nyata sukar sekali dicapai. 3. Ada juga klien yang terlalu berprasangka terhadap logik, sehingga sukar untuk mereka menerima analisa logika. 4. Ada juga setengah klien yang memang suka mengalami gangguan emosi dan bergantung kepadanya di dalam hidupnya, dan tidak mahu membuat apa-apa perubahan lagi dalam hidup mereka.

Langkah-Langkah Terapi Rasional Emotif


1) Langkah pertama Konselor berusaha menunjukkan bahwa cara berfikir klien harus logis kemudian membantu bagaimana dan mengapa klien sampai pada cara seperti itu, menunjukkan pola hubungan antara pikiran logis dan perasaan yang tidak bahagia atau dengan gangguan emosi yang di alami nya. 2) Langkah kedua Menunjukkan kepada klien bahwa ia mampu mempertahankan perilakunya maka akan terganggu dan cara pikirnya yang tidak logis inilah yang menyebabkan masih adanya gangguan sebagaimana yang di rasakan.

3) Langkah ketiga Bertujuan mengubah cara berfikir klien dengan membuang cara berfikir yang tidak logis 4) Langkah keempat Dalam hal ini konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata

PERTANYAAN
Rachel (09900020): *Batasan seperti apa dalam terapi? *Maksud dari melibatkan diri dengan klien dalam upayanya mencari kehidupan yang lebih efektif *Maksud kebaikan TRE Marlina (09900025) *Filsafat hidup yang bagaimana yang dimaksudkan Agung (07900027): *contoh terapi kejutan verbal (Rachel)

Anda mungkin juga menyukai