Anda di halaman 1dari 9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

MODUL 4.2. OPERASIJARINGANIRIGASI A. TUJUAN 1. Peserta mampu menjelaskan, mengerti dan memahami tentang halhal yang harus dilaksanakan dalam operasi jaringan irigasi. Operasi jaringan irigasi dilaksanakan agar air yang tersedia dapat dibagi secara adil dan merata ke seluruhdaerahirigasisesuaidengankebutuhanairuntuktanamandan 2. SebagaibahanacuanuntukmenyusunbahanserahanOperasiJaringanIrigasi. B. KELOMPOKSASARAN 1. Kelompok sasaran pembelajaran ini adalah para instruktur tata guna air dalam pelatihanpemberdayaanperkumpulanpetanipemakaiairdan 2. Pejabat/petugasyangmembidangipengelolaanjaringanirigasi. C. WAKTUPEMBELAJARAN Waktupenyampaianpembelajaranyaitu: Pembelajaran di kelas dapat menggunakan waktu 1 (satu) jam pelajaran @ 45 menit. D. METODEPEMBELAJARAN Penyampaianinformasidapatdiberikansecaratatapmukadikelasdanataumelalui praktekdilapangansecaranyata. 1. DidalamKelas Fasilitator menjelaskan tentang definisi operasi jaringan irigasi dan hal ikhwal yangberkaitandenganoperasijaringanirigasi. 2. Diluarkelas Peserta dilibatkan dan melihat pelaksanaan operasi jaringan irigasi yang baik sebagaicontohsecaranyata.

1/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

E. PROSESPEMBELAJARAN Pembelajarandilakukandengancara: 1. Fasilitator menyampaikan seluruh informasi kepada peserta tentang operasi jaringan irigasi dan hal ikhwal yang berkaitan dengan operasi jaringan irigasi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi untuk memantapkan dan atau mengegaskanulanginformasiyangdisampaikandan 2. Peserta dapat duduk di kursi atau lesehan dengan posisi duduk melingkar disekeliling instruktur (pemandu diklat) atau membentuk huruf U dengan tidak menekankansistempembelajaranklasikalsecarakaku. F. MATERIPEMBELAJARAN 1. PengertianOperasiJaringanIrigasi Sesuai dengan ketentuan umum Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi, operasi jaringanirigasi adalah upayapengaturanair irigasi pada jaringan irigasi yang meliputi penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, pembuangan, dan konservasi air irigasi termasuk kegiatan membuka menutup pintubagunanirigasi,menyusunrencanatatatanam,menyusunsistemgolongan, menyusunrencanapembagianair,kalibrasi,pengumpulandata,pemantauandan evaluasi. Dalam pengertian luas, operasi jaringan irigasi adalah kesatuan proses penyadapanairdarisumberairkepetakpetaksawahsertapembuanganairyang berlebihansehingga: 1) Airyangtersediadigunakandandimanfaatkansecaraefektifdanefisien 2) Airyangtersediadibagisecaraadildanmerata 3) Air diberikan ke petakpetak sawah secara tepat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman (tepat caranya, tepat waktunya dan tepat jumlahnya dan 4) Akibatakibatnegativeyangmungkinditimbulkanolehairdapatdihindarkan. Jika ditinjau dari segi pertanian, maka operasi jaringan irigasi adalah usaha pengaturan air sedemikian rupa agar petakpetak sawah terjadi kombinasi yang tepat sehingga cocok untuk pertumbuhan tanaman yang dapat menghasilkan produksimaksimal.

2/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

Berdasarkan pengertianpengertian tersebut di atas, maka jelas bahwa operasi jaringanirigasiharusdapatmenciptkankeberhasilanusahapeningkatanproduksi pangan dalam rangka peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat tani,baiksecaraindividumaupunsecarakeseluruhan. 2. KegiatanOperasimeliputi: 1) pengumpulandata 2) penyediaanairirigasi 3) menyusunrencanatatatanam 4) menyusunsistemgolongan 5) menyusunrencanapembagianair 6) pemberianairirigasi 7) melaksanakantatatanamdanpembagianair 8) membukamenutuppintu 9) kalibrasidan 10)monitoringdanevaluasi. 2.1 PengumpulanData Adapundatayangharusdikumpulkanuntukkeperluanoperasiyangbaikdan benarsertakesinambungannya,meliputidata: 1) Datahidrologiantaralaindatadebitairtersedia 2) Dataagroklimatologiantaralainkebutuhanairtanamandan 3) Datajenistanaman,macam,danarealnya. 2.2 Penyediaanairirigasi Penyediaan dan pengaturan air irigasi dimulai dari air yang tersedia untuk memenuhikebutuhantanamanyangberasaldari: 1) Airhujanyangjatuhdidaerahyangbersangkutandan 2) Air irigasi dari sumber air (sungai, waduk, mata air, air tanah yang dipompa). Penyediaan air irigasi ditujukan untuk mendukung produktivitas lahan dalam rangka meningkatkan produksi pertanian yang maksimal dengan tetap memperhatikan kepentingan lainnya, tetapi penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok seharihari dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem
3/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

irigasi yangsudah ada merupakanprioritasutama penyediaansumberdaya airdiatassemuakebutuhan. Air irigasi di Indonesia umumnya diambil dari sumber air sungai yang tidak didukungolehwadukyangdiperkirakanmeliputi 89%daritotalarealirigasi, sedangkanyangsudahdidukung waduk baru sekitar 11% daritotal areal irigasi. Air yang tersedia di sungai selalu berubahubah dari waktu ke waktu, karenanyaperluditentukanbesarnyadebitairyangtersedia,yangdiharapkan agak secara pasti dapat terjadi yang dapat dipergunakan sebagai dasar perencanaan untuk mengatur rencana pembagian air dan menentukan rencanatatatanam. Disampingitudebittersediatidakdapatdimanipulir,dalamartidisimpandulu, tetapisemuakegiatanyangberkaitandenganmemanfaatkanairirigasiharus menyesuaikan dengan debit tersedia, baik waktu pemanfaatan dan jumlahnya.Waktutersedianyajugacenderung makin pendeksebagaiakibat rusaknya hutan daerah tangkapan air di bagian hulu, sebaliknya jumlah tersedianya melebihi yang dibutuhkan, dimana terjadi banjir dantidak dapat dimanfaatkan. Rencana tahunan penyediaan air irigasi pada setiap daerah irigasi disusun olehdinaskabupaten/kotaataudinasprovinsiyangmembidangiirigasisesuai dengankewenangannyaberdasarkanusulanperkumpulanpetanipemakaiair (P3A)danataupemakaiairirigasilainnya.Rencanatahunanpenyediaanair irigasitersebutharusdibahasdandisepakatidalamkomisiirigasi. 2.3 MenyusunRencanaTataTanam Mengingat pentingnya rencana tata tanam pada suatu daerah irigasi maka akandisusunkhususmodulrencanatatatanam. 2.4 Sistem Golongan Apabiladebittersediasudahdiketahui,langkahselanjutnyaadalahmengatur perlutidaknya sistem golongan,hal ini disebabkanuntuk pengolahan tanah

4/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

pada awal musim tanam padi diperlukan air sangat banyak, terutama bagi tanamanmusimhujanyangjustruharusdimulaipadaakhirmusimkemarau, dimana debit sungai pada umumnya masih kecil dan curah hujan masih sedikit. Oleh karena itu untuk pengaturanair irigasi perlu dilakukan dengan sistemgolongan,dimanaawalpengolahantanahseluruhdaerahirigasitidak serentak. Caranyadaerahirigasitersebutdibagibagimenjadibeberapagolongan(35 golongan), dimanaawalpemberianairuntuk masingmasinggolongantidak sama. Pada umumnya berjarak 10atau 15 hari antara golongan yang satu dengan golongan berikutnya. Cara ini disebut pembagian air secara golongan, masingmasing bagian daerah irigasi tersebut dinamakan golongan. Dengan sistem golongan ini terdapat keuntungan berupa dapat diperkecilnya dimensi saluran dan bangunan, akibat dapat diperkecilnya puncakkebutuhanair. 2.5 RencanaPembagianAir Rencana tahunan pembagian air irigasi disusun oleh dinas kabupaten/kota ataudinasprovinsiyangmembidangiirigasisesuaidengankewenangannya berdasarkan rencana tahunan penyediaan air irigasi, usulan perkumpulan petanipemakaiair(P3A)danpemakaiairuntukkepentinganlainnya. Rencanapembagianairirigasiditetapkanolehbupati/walikotaataugubernur sesuai dengan kewenangan dan atau penyelenggaraan wewenang yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah yang bersangkutan, sedangkan rencanatahunanpemberianairirigasipadadaerahirigasilintasprovinsidan strategisnasional yang belum dilimpahkan kepadapemerintahprovinsiatau pemerintah kabupaten/kota disusun oleh instansi tingkat pusat yang membidangi irigasi dan disepakati bersama dalam forum koordinasi komisi irigasi atau yang disebut dengan nama lain dan ditetapkan oleh Menteri sesuai dengan hak guna air untuk irigasi yang telah ditentukan atau kebutuhanairirigasiyangdiperlukanberdasarkanusulanpetani.

5/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

Gambar1.Kegiatanrapatbersamapetani,ketuakomisiirigasi,daninstansiterkaituntuk rencanapembagianair(irigasi,airminumdanindustri).

2.6 Pemberianairirigasi Rencanapemberianairirigasidisusunolehdinaskabupaten/kotaataudinas provinsi yang membidangi irigasi sesuai dengan kewenangannya berdasarkan rencana tahunan penyediaan air irigasi, usulan perkumpulan petani pemakai air (P3A) dan pemakai air untuk kepentingan lainnya. Rencana pemberian air irigasi harus disepakati oleh komisi irigasi kabupaten/kotaataukomisiirigasiprovinsisesuaidengancakupantugasnya berdasarkan: 1) Kebutuhanairirigasiyangdiperlukandan 2) Kesepakatandenganperkumpulanpetanipemakaiair(P3A). Adabeberapacarapemberianairirigasikepetaktersieryaitu: 1) kondisidebitlebihbesardari70%debitrencana Air irigasi dari saluran primer dan sekunder dialirkan secara terus menerus (continuous flow) ke petakpetak tersier melalui pintu sadap tersier.Dalampetaktersierairtetapmengalirdaripetaksawahyanglebih tinggikepetaksawahyanglebihrendah.Jikaadakelebihanairmakaair daripetaksawahyangterendahakanmasukkesaluranpembuang. 2) Kondisidebit5070%daridebitrencana Apabila kondisi debit 50 70 % dari debit rencana, maka pelaksanaan

6/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

pemberian air ke petakpetak tersier dilakukan dengan rotasi. Pelaksanaan rotasi dapat diatur antar sekunder, misal suatu jaringan irigasi mempunyai 2 (dua) sekunder yaitu sekunder A dan sekunder B, maka selama3 (tiga)hari airirigasi dialirkankesekunder Adan3 (tiga) hari berikutnya ke sekunder B begitu setiap 3 (tiga) hari dilakukan pergantiansampaisuatusaatdebitnyakembalinormaldanpemberianair berubahmenjadicontinuousflow. Rotasi juga dapat dilakukan antar petak tersier, dimana petakpetak tersiersudahdiberinomor1,2,3,danpadaumumnyatidaklebihdari4 maka, tiap 3 (tiga) hari pertama air dialirkan ke petakpetak tersier yang bernomor ganjil dan 3 (tiga) hari berikutnya dialirkan ke petakpetak tersieryangbernomorgenap. 3) Carapemberianairterputusputus(intermitten) Cara pemberian air terputusputus (intermitten) biasanya dilaksanakan kalaujaringanirigasimempunyaisumberairdariwaduk,ataudarisistem irigasi pompa, dimana misalnya 1 (satu) minggu air waduk dialirkan ke jaringanirigasidan1(satu)minggukemudianwaduknyaditutupdemikian seterusnyasehinggasetiapminggudapatairdansatuminggukemudian tidak dapat air. Pada sistem irigasi pompa, juga demikian misalnya 1 (satu)haripompadihidupkandan1(satu)harikemudiantidakdihidupkan. 2.7 MelaksanakanTataTanamdanPembagianAir Tatatanamyangtelahdisusunharusdilaksanakansesuaidenganwaktudan besaran/volume pembagian air yang direncanakan walaupun dalam pelaksanaannyaseringdijumpairencanapembagianair kurangdarivolume rencana disebabkan debit tersedia (dependable flow) meleset 20 %. Ditambahfaktorpenggundulandaerahtangkapanair(catchmentarea),maka lebihseringmengalamikekuranganair. 2.8 MembukadanMenutupPintu Kegiatanmembukadanmenutuppintumeliputi: 1) Pintu di bendung , setiap bendung harus dilengkapi dengan manual operasibendung 2) Pintu bangunan bagi di saluran primer dipergunakan untuk membagi air
7/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

darisaluranprimerkesaluransekunderdan 3) Pintu bangunan bagi di sekunder dipergunakan untuk membagi air ke petaktersier. 2.9 Kalibrasi Kegiatan kalibrasi dimaksudkan untuk menera kebenaran debit yang keluar baikdaripintubendung,bangunanbagiprimer,danbagunanbagisekunder. Peneraanbiasanyamenggunakanalatcurrentmeterdanpelampung. 2.10 MonitoringdanEvaluasi Kegiatanmonitoringdanevaluasiadalahsangatpentinguntukperencanaan operasi pada tahun mendatang, yang meliputi monitoring dan evaluasi ketersediaanair,waktupembagianair,tatatanam,dansistemgolongan. 3. Carapemberianairirigasipadatanaman Untuk memberikan air irigasi pada tanaman dapat ditempuh beberapa cara pemberian, beberapa cara yang telah dikenal di Indonesia adalah: (i) irigasi permukaan(ii)tetesandan(iii)irigasicurah. Irigasi permukaan adalah irigasi dimana air digenangkan pada tanaman dan dialirkanlewatpermukaantanah,misalnyairigasipadisawah.Irigasiinidilakukan olehsebagianbesarpetanidalambudidayapadisawah. Irigasi tetesan, adalah irigasi dimana air langsung diteteskan pada tanaman. Metodeinibiasanyadigunakanolehpetanimajuyangmembudidayakantanaman bernilaiekonomitinggi,misalnyamelon,semangka,cabe,dansemacamnya. Irigasicurah,adalahirigasidenganmencurahkanairselayaknyaairhujan,dengan menggunakansprinkler. IrigasitetesandanirigasicurahbelumbanyakdigunakanolehpetanidiIndonesia, tetapimetodeinimasihdigunakansebataspadalahanlahanpenelitiandanlahan yangdibudidayakanolehpetanimodern. Beberapapertimbanganyangdipakaiuntukmenentukancarapemberianairirigasi padatanaman:(i)macamtanamanyangakanditanam(ii)topografi(kelerengan) (iii)ketersediaansumberairdan(iv)ketersediaankeuangan.
8/9

ModulTentangOperasiJaringanIrigasi

DAFTARPUSTAKA

1. UndangundangNo.7Tahun2004tentangSumberDayaAir. 2. PeraturanPemerintahNo.20Tahun2006 tentangIrigasi. 3. Proyek Penyuluhan Tata Guna Air, Direktorat Jenderal Pengairandan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada, 1986. Seri modul pelatihan tata gunaairsecarapartisipatif. 4. DirektoratJenderalPengairan,1996,PedomanOperasiJaringanIrigasi.

9/9