Anda di halaman 1dari 2

Awal tahun seperti saat ini, biasanya orang tua disibukkan oleh pendaftaran masuk sekolah baru, dihampir

semua jenjang pendidikan, mulai dari playgroup sampai SMA. Sekolah swasta, pada umumnya membuka jadwal pendaftarannya diawal tahun. Bahkan beberapa sekolah ternama, pada pertengahan bulan Februari seperti ini, sudah menyelesaikan jadwal seleksi penerimaan murid baru. Padahal, masuk sekolahnya masih beberapa bulan lagi, biasanya dipertengahan bulan Juli. Masuk sekolah baru, pastinya membutuhkan dana untuk membayar uang pangkal. Komponen uang pangkal tersebut bervariasi, mulai dari uang gedung, uang seragam, uang buku, uang sekolah bulan Juli, uang kegiatan ekskul dan lain-lain. Tiap sekolah memiliki komponen yang berbeda, tapi semuanya nyaris sama yaitu mengharuskan orang tua menyediakan dana untuk bisa memasukkan anaknya disekolah tersebut dan uang tersebut harus dibayarkan segera. Paling lama pihak sekolah memberikan waktu dua minggu bahkan ada yang hanya memberikan waktu 2 hari, kalau tidak dibayarkan maka nama anak kita yang sudah lolos ujian masuk akan dicoret. Pihak sekolah akan memberikan jatahnya kepada deretan siswa cadangan yang memiliki angka hasil ujian lebih rendah. Kalau sudah diultimatum begini, para orang tua biasanya pasrah saja. Apalagi jika sekolah yang dituju adalah sekolah favorite yang menjadi rebutan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Dengan kondisi seperti ini, orang tua yang telah menyiapkan dana pendidikan buat anaknya akan lebih tenang karena dananya sudah tersedia. Bagi yang belum, ceritanya akan berbeda. Ada juga yang merasa sudah menyiapkan dana pendidikan tapi tidak terencana dengan baik. Akibatnya, saat diperlukan, dana yang tersedia tidak mencukupi uang pangkal calon sekolah sibuah hati. Lalu

bagaimana ya cara menyiapkan dana pendidikan anak tersayang? Berikut ini kiat-kiat merencanakan dana pendidikan untuk buah hati. 1. Ketahui cita-cita anak Anda. Kalau anak masih usia dibawah 10 tahun, biasanya mereka akan berubah-ubah cita-citanya. Namun tidak salah jika Anda ikut mengarahkan. Kenali bakat anak dan beri gambaran tentang berbagai profesi yang sekiranya cocok dengan bakat anak Anda.

2. Tentukan sekolah yang akan dituju. Mulai dari tingkatan yang paling rendah, yaitu kelompok bermain, TK, SD, SMP dan SMU. Sebagai orang tua tentu Anda memiliki keinginan kemana akan menyekolahkan anak Anda 3. Cari tahu kesekolah yang dituju berapa biaya untuk bersekolah disitu. Mulai dari uang pangkal, uang pendidikan pertahun dan uang sekolah. Hal ini diperlukan untuk mengetahui berapa biaya pendidikan yang harus disiapkan jika kelak anak Anda bersekolah disitu. 4. Hitung berapa tahun lagi anak Anda memerlukan dana pendidikan tersebut. Misalnya saat ini usia anak Anda 2 tahun dan anda ingin menyekolahkan di TK tertentu pada usia 4 tahun, maka waktu Anda untuk menyiapkan dana tersebut adalah 2 tahun. Begitu pula jika anak anda berusia 8 tahun dan ingin menyekolahkan di SMP XYZ pada usia 12 tahun, maka Anda masih memiliki waktu 4 tahun sebelum dana tersebut digunakan. 5. Kenaikan dana pendidikan di Indonesia adalah 20%, menurut para perencana keuangan. Untuk itu jika anda punya waktu 2 tahun sebelum anak Anda

memasuki sekolah, Anda hanrus menghitung dana pendidikan 2 tahun yang akan datang sebagai 144% dari dana pendidikan saat ini. Perhitungannya adalah kenaikan 20% tahun pertama menjadi 120% dan kenaikan 20% pada tahun kedua dari nilai tahun pertama menjadi 144% 6. Langkah selanjutnya adalah menyiapkannya. Jika Anda belum menyiapkan

dana tersebut, Bagilah jumlah yang diperlukan dengan 24, dan Anda bisa mulai menabung sebesar hasil pembagian tersebut setiap bulannya. Jika anda sudah menyiapkan dana tersebut sebelumnya, kurangkan dana pendidikan yang diperlukan dengan dana yang telah anda siapkan. Sisanya harus Anda penuhi dalam 24 bulan kedepan. Segala sesuatu yang telah dipersiapkan tentu hasilnya akan lebih baik. Sudahkah Anda menyiapkan dana pendidikan untuk anak Anda? Jika belum sekaranglah saat yang tepat untuk memulainya.