Anda di halaman 1dari 3

Fungsi Sosial Budaya terhadap Pendidikan Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting

dalamdunia pendidikan yaitu :1. Mewujudkan masyarakat yang cerdasYaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratisdan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab danberakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memilikikesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bengsa.2. Transmisi budayaSekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusatpenelitian dan pengembangan. Fungsi semacam ini merupakan fungsi pada perguruantinggi. Pada sekolah-sekolah yang lebih rendah, fungsi ini tidak setinggi pada tingkatpendidikan tinggi.3. Pengendalian SosialPengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilakumenyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatandan lembaga pendidikan.4. Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan YMEPendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan katahati dan perasaannya taat terhadap ajaran-ajaran agama yang dipeluknya.5. Analisis Kedudukan Pendidikan dalam MasyarakatHubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagaiselembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembagapendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan denganmasyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolahmemberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyrakat

PENUTUP Kesimpulan Dari hasil hasil pembahasan yang telah disajikan pada bab II, secara umum dapatdisimpulkan sebagai berikut :1. Kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,seni, hukum, moral, adat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yangdiperoleh orang sebagai anggota masyarakat.2. Bahwa pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Bila kebudayaan berubah makapendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubahkebudayaan.3. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagaiselembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembagapendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan denganmasyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolahmemberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyrakat

Fungsi Sosial Budaya terhadap Pendidikan Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting dalam dunia pendidikan yaitu : 1. Mewujudkan masyarakat yang cerdas, yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bangsa. 2. Transmisi budaya Sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan. Fungsi semacam ini merupakan fungsi pada perguruan tinggi. Pada sekolahsekolah yang lebih rendah, fungsi ini tidak setinggi pada tingkat pendidikan tinggi. 3. Pengendalian Sosial Pengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilaku menyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan. 4. Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan YME Pendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran-ajaran agama yang dipeluknya. 5. Analisis Kedudukan Pendidikan dalam Masyarakat Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat.

Dampak Konsep Pendidikan Konsep pendidikan mengangkat derajat manusia sebagai makhluk budaya yaitu makhluk yang diberkati kemampuan untuk menciptakan nilai kebudayaan dan fungsi budaya dan pendidikan adalah kegiatan melontarkan nilai-nilai kebudayaan dari generasi ke generasi.

Kebudayaan masyarakat jika dikaitkan dengan pendidikan maka ditemukan sejumlah konsep pendidikan, yaitu: a. Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sekitarnya b. Perlu dibentuk badan kerjasama antara sekolah dengan tokoh-tokoh masyarakat termasuk wakil orang tua siswa untuk ikut memajukan pendidikan c. Proses sosialisasi anak-anak perlu ditingkatkan d. Dinamika kelompok dimanfaatkan untuk belajar e. Kebudayaan menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan anak. Sebaliknya pendidikan juga dapat mengubah kebudayaan anak. (Made Pidarta, 1997:191-192).

BAB III KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan-pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa: 1. Landasan sosial budaya pendidikan mencakup kekuatan sosial masyarakat yang selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Kekuatan tersebut dapat berupa kekuatan nyata dan potensial yang berpengaruh dalam perkembangan pendidikan dan sosial budaya seiring dengan dinamika masyarakat. 2. Fungsi dari landasan social budaya dalam dunia pendidikan adalah: mewujudkan masyarakat yang cerdas; transmisi budaya; pengendalian social; meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan YME; dan sebagai analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat. 3. Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat