Anda di halaman 1dari 10

BAB V METODOLOGI PENELITIAN KEBIDANAN A.

DESAIN PENELITIAN Pada bagian desain penelitian, memuat dua aspek penting yaitu rancangan penelitian yang digunakan dan pendekatannya. Rancangan penelitian yang digunakan dapat berupa observasional atau eksperimental. Pada beberapa proposal observasional ada yang mencantumkan desain penelitian berupa analitik atau deskriptif kualitatif atau deskriptif kuantitatif. Kedua hal ini berfungsi untuk mempertegas studi yang akan dilakukan. Deskriptif dan analitik merupakan dua hal yang berbeda yang sering disalahgunakan. Penelitian deskriptif bisa berupa deskriptif kuantitatif apabila dalam mendeskripsikan, peneliti menggunakan angka-angka berupa persentase dan ukuran tendensi sentral seperti rerata, maupun standar deviasi, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian deskriptif berupa deskriptif kualitatif apabila peneliti menyajikan hasil penelitiannya berupa katakata, bukan angka. Desain penelitian observasional pada penelitian kebidanan dapat berupa cross sectional, case control maupun kohort. Pada desain potong lintang (cross sectional), peneliti hanya melakukan observasi dan pengukuran variabel pada satu saat tertentu saja. Studi potong lintang dapat diterapkan pada penelitian klinis maupun lapangan, baik deskriptif maupun analitik. Pada studi kohort terdapat dua kelompok yang sebanding yaitu kelompok terpajan sebagai subjek yang diteliti dan kelompok yang tidak terpajan sebagai kontrol. Pada rancangan eksperimen, peneliti sebaiknya mencantumkan rancangan penelitian yang akan dilakukan, apakah berupa pra eksperimen, eksperimen semu maupun eksperimen murni dengan pilihan desain yang berbeda. Masingmasing jenis rancangan mempunyai kekurangan dan kelebihan. Pilih rancangan yang sesuai dengan btujuan penelitian anda.

Contoh desain penelitian 1 : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Rancangan cross sectional merupakan rancangan penelitian yang pengukurannya atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat/sekali waktu (Hidayat, 2007). Metode analitik korelasi ini digunakan untuk mengukur hubungan (korelasi) antara gangguan fungsi pendengaran terhadap kemampuan sosialisasi pada usia lanjut. Contoh desain penelitian 2 : 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan desain korelasional yaitu mengkaji hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah dan golongan darah. 2. Cara Pendekatan Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu (Hidayat, 2002). 3. Lokasi Dan Waktu Penelitian. Contoh desain penelitian 3 : 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu. Jenis penelitian ini digunakan untuk mencari sebab akibat dengan memberikan perlakuan suatu teknik perawatan pada waktu tertentu dibandingkan dengan teknik standar yang telah lama digunakan, kemudian dipelajari efek perlakuan tersebut. 2. Cara Pendekatan Rancangan ini mirip dengan eksperimen ulang (pretest-postest with control group design), hanya saja pembagian subjek dalam kelompok tidak dilakukan secara acak, sehingga pengendalian terhadap variabel pengganggu sangat lemah.

3. Lokasi Dan Waktu Penelitian B. POPULASI DAN SAMPEL Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam lain. Penggunaan Populasi dan Sampel Populasi digunakan bila penelitian ingin mengetahui secara pasti keadaan populasi sesungguhnya dan sumber informasi bersifat heterogen, dimana sifat dan karakteristik masing-masing sumber sulit dibedakan (Margono, 1997 : 120). Menurut Aminuddin Rosyad (1987), penggunaan sampel dalam penelitian, bila : 1. Jumlah populasi yang akan diteliti terlalu banyak 2. daerah populasi amat luas dan terpencar-pencar sulit dijangkau 3. waktu penelitian yang tersedia tidak memadai 4. dana yang tersedia amat terbatas 5. tenaga peneliti tidak mencukupi 6. fasilitas yang tersedia tidak memadai 7. sarana penelitian tidak mencukupi 8. keamanan untuk melakukan penelitian tidak terjamin, misalnya keadaan medan penelitian ganas. Mengenai penggunaan sampel dalam penelitian, Agus Suradika (2000 : 37-38) menjelaskan bahwa selain masalah biaya, waktu dan tenaga kondisikondisi dibawah ini dapat dijadikan alasan mengapa penelitian perlu menggunakan sampel. Kondisi tersebut adalah : 1. Bila individu yang akan diselidiki tak terbatas jumlahnya 2. Bila penelitian yang dilakukan bersifat destruktif 3. Bila obyek yang diteliti bersifat homogen

4. Bila tidak diperlukan ketelitian yang mutlak atau hasil penelitian segera dibutuhkan. Dari dua pendapat tersebut dapat digabungkan, dan saling melengkapi. Penggunaan populasi dalam penelitian bila : 1. jumlah populasi yang akan diteliti terbatas dan sedikit 2. luas daerah penelitian tidak terlalu luas dan mudah dijangkau 3. waktu penelitian yang tersedia cukup lama 4. dana yang tersedia cukup 5. fasilitas penelitian cukup 6. tersedia sarana penelitian yang cukup 7. tersedia tenaga peneliti yang cukup terjaminnya keamanan dalam penelitian. Metode pengambilan data yang melibatkan seluruh anggota populasi disebut sensus (Margono, 1997 : 120). Digunakannya sampel dalam penelitian adalah untuk mereduksi obyek penelitian dan melakukan generalisasi hasil penelitian, sehingga dapat ditarik kesimpulan umum. Dalam menentukan sampel, daerah generalisasi merupakan salah sau hal yang harus diperhatikan selain penegasan sifat-sifat populasi, sumber informasi tentang populasi besar kecilnya sampel dan teknik samping. Kriteria inklusif, merupakan batasan ciri / karakter umum pada subyek penelitian, dikurangi karakter yang masuk dalam kriteria eksklusif. Subyek yang memenuhi kriteria inklusif, harus dikeluarkan dari penelitian karena berbagai sebab yang dapat mempengaruhi hasil penelitian sehingga terjadi bias, hal ini disebut kriteria eksklusif. Petunjuk Mengambil Sampel (1) bagaimana penyelidik menetapkan sifat-sifat populasi, kemudian (2) menetapkan perhitungan statistik untuk pengolahan data sampel dan akhirnya (3) menetapkan teknik penarikan sampel. Menurut Sumadi Suryabrata (1998 : 83) dan Margono (1997 : 87), ada empat parameter yang biasa dianggap menentukan representativeness, yaitu : 1. Variabilitas populasi

2. Kecermatan untuk memasukkan ciri-ciri populasi 3. Besar kecilnya sampel 4. Teknik penentuan sampel Teknik Penentuan Sampel Ada dua teknik sampling, yaitu : 1. Random Sampling (Probability Sampling) 2. Nonrandom Sampling (Nonprobability Sampling) Random sampling adalah pengambilan sampel secara acak. Sedangkan Nonrandom sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana tidak semua individu dalam populasi diberi peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Jenis-jenis sampel yang diperoleh dari teknik random sampling : 1. Probability sampling a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena cara pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak. Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak terlalu besar. b. Stratified Random Sampling Dalam stratified random sampling dapat dipakai dua cara : 1) Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. 2) Disproportionate Random Sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. c. Cluster Sampling (Sampling Daerah) Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang makan diteliti atau sumber data sangat luas.

2. Nonprobability Sampling a. Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. b. Sampling Kuota Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. c. Sampling Aksidental Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. d. Purposive Sampling Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. e. Sampel Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus. f. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Contoh penulisan populasi dan sampel A. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2002). Menurut Sugiyono (2008), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2008). Besarnya sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Solvin sebagai berikut (Nursalam, 2003). N n= 1 + ( N . e2 ) Keterangan : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi e = Standar error (10%) C. VARIABEL PENELITIAN Variabel merupakan gejala yang menjadi fokus dalam penelitian. Variabel menunjukkan atribut dan sekelompok orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu. Berdasar hubungan antara satu variabel dengan variabel lain, maka macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi : 1. Variabel Bebas (Independent Variabel) Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (terikat). 2. Variabel Terikat (Dependent Variabel) Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen (bebas) 3. Variabel Intervening Variabel yang secara teoritis mempengaruhi (memperkuat/memperlemah) hubungan variabel independen dengan variabel dependen tetapi tidak dapat dikur. 4. Variabel Moderator

Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. 5. Variabel Pengganggu Variabel yang mengganggu hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. D. DEFINISI OPERASIONAL Definisi operasional dibuat untuk memudahkan pengumpulan data dan menghindarkan perbedaan interprestasi serta membatasi ruang lingkup variabel. Variabel yang dimasukkan dalam definisi operasional adalah variabel kunci. Mendefinisikan variabel secara operasional dapat dilakukan melalui dua cara yaitu: 1. Secara langsung, dilakukan dengan menjelaskan bagaimana pengukuran dapat dilakukan. 2. Secara tidak langsung, dilakukan dengan menjelaskan kriteria manipulasi terhadapvariabel dan cara mengukur efek dari manipulasi tersebut. Cara ukur bisa berupa alat (timbangan, meteran, rumus, atau kuesioner dll). Pada kolom hasil ukur dapat berupa satuan, tingkatan atau kategori tergantung skala ukurnya. Ada 4 skala pengukuran,yaitu : 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Interval 4. Skala Ratio E. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam proses pengumpulan data, terdapat berbagai macam metode yang lazim digunakan adalah: 1. wanwancara (interview) 2. observasi / pengamatan

3. dokumentasi 4. pemeriksaan 5. diskusi kelompok terpimpin (focus group discussion) 6. tes/ujian F. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data berisi bagaimana data diperoleh menggunakan alat ukur yang telah direncanakan. G. ANALISIS DATA Analisis data penelitian merupakan media untuk menarik kesimpulan dari seperangkat data hasil pengumpulan. 1. Skala pengukuran Ada 4 jenis skala pengukuran yaitu nominal, ordinal (bertingkat), interval, rasio 2. Jenis Hipotesis Ada 2 Jenis hipotesis yaitu : a. komparatif (perbedaan) /asosiatif (hubungan) b. korelatif, contoh Beberapa korelasi atau hubungan antara tingkat kepercayaan terhadap perubahan perilaku? 3. Jumlah kelompok (satu kelompok atau lebih) 4. Berpasangan atau tidaknya responden 5. Tabel silang (baris X kolom) biasanya disingkat B X K 6. Uji parametrik atau non parametric. H. ETIKA PENELITIAN Penelitian seharusnya banyak membawa manfaat bagi manusia. Terdapat beberapa prinsip yang harus dipatuhi ketika melakukan penelitian yaitu prinsip manfaat, menghormati martabat manusia, keadilan. I. JADWAL PENELITIAN

Karya tulis ilmiah untuk kebidanan biasanya dilakukan dalam waktu yang singkat dan terjadwal, sehingga mahasiswa semestinya melakukan dengan efisien sehingga tidak tertinggal.

Anda mungkin juga menyukai