Anda di halaman 1dari 6

C C k D K= 1 = C C k C 2 B A

Pertemuan ke 12
KESEIMBANGAN KIMIA
Kondisi keseimbangan kimia terjadi pada reaksi kimia yang bolak balik A + B C + D Mula-mula hanya ada A dan B dengan konsentrasi tertentu, bereaksi ke kanan membentuk C dan D. Setelah terbentuk, C dan D bereaksi menjadi A dan B Konsentrasi A dan B semakin lama semakin kecil sehingga kecepatan reaksi ke kanan semakin lama semakin kecil. Konsentrasi C dan D semakin lama semakin besar sehingga kecepatan reaksi ke kiri semakin besar. Pada suatu saat akan terjadi kondisi dimana kecepatan reaksi ke kanan sama dengan reaksi ke kiri. Kondisi tersebut dinamakan kondisi keseimbangan yang ditandai dengan konsentrasi masing masing komponen tetap, tidak berubah lagi. Konversi A menjadi produk pada saat itu dinamakan konversi keseimbangan. Besarnya konversi keseimbangan sangat tergantung kepada kondisi operasi. Konsep keseimbangan kimia perlu dipelajari, terutama untuk menentukan kondisi operasi yang baik untuk menghasilkan produk yang sebesar besarnya. Kecepatan reaksi ke kanan : r1 = k1 CACB Kecepatan reaksi ke kiri : r2 = k2 CCCD Pada keadaan seimbang, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri :

r1

r2

k1 CACB = k2 CCCD

K= Konstanta keseimbangan k = konstanta kecepatan reaksi CA, CB, CC. CD = konsentrasi A,B,C,D Untuk fase gas, C (konsentrasi) dinyatakan dengan P (tekanan parsial) sehingga diperoleh persamaan :

P P k K= 1 = C D k 2 PA PB
PA,PB,PC.PD = Tekanan parsial A,B,C,D menurut Dalton Pi = yi P yi = fraksimol komponan P = tekanan total

Y Y k 1 = C D P (( + ) ( + )) K= k 2 YA YB MENENTUKAN NILAI KONSTANTA KESEIMBANGAN


Nilai konstanta keseimbangan (K) bisa pendekatan teoritis atau dari hasil eksperimen. 1. PENDEKATAN TEORITIS -RT ln K = G R T K G = Tetapan gas = Suhu mutlak (K) = Konstanta keseimbangan = perubahan energi Gibbs ditentukan dengan

C C K= C D C C A B
Untuk reaksi A + B C + D

G =GC + GD - GA - GB G bisa dicari dalam table (pada suhu standard) sehingga dapat diperoleh G pada suhu standard dan K pada suhu standard 2. DARI EKSPERIMEN Dilakukan dengan mereaksikan reaktan pada suhu tertentu sampai terjadi keseimbangan yaitu pada saat konversi tidak berubah lagi, pada saat itu amati konsentrasi reaktan maupun hasil (untuk fase cair ) atau amati tekanan parsial reaktan maupun hasilnya, maka nilai K bisa dihitung : Fase cair

Fase gas

P P YP Y D ( + ) K= C D = C P P Y P Y A B A B

Y Y ( + ) K =K = C D P P Y Y A B
Dimana Y Y K = C D Y Y Y A B

Contoh
Suatu reaksi fase cair A +2B C dijalankan dalam reactor secara 3

isotermal pada suhu 30 oC dengan konsentrasi A mula-mula 5 gmol/L dan konsentrasi B mula-mula 15 gmol/L, keseimbangan tercapai pada saat konversi 0,4, hitung konstanta keseimbangan.. Penyelesaian a. Konsentrasi mol A mula mula = CA0 = 5 gmol/L Konsentrasi mol B mula mula = CB0 =15 gmol/L Pada keseimbangan konversi A = XA = 0,4 Maka komposisi bahan pada saat keseimbangan : CA = CA0(1-XA) = 5(1-0,4) = 3 gmol/L CB = CB0 -2NA0XA =15-2X5X0,4 = 11 gmol/L CC= 4CA0XA = 4X5X0,4 = 8 gmol/L Jumlah mol total = NT = 22 gmol/L

Fraksi mol masing masing bahan : 4 CC K= 2 C AC B K= 84 = 11,28 3 *112

Jadi konstanta keseimbangan, K = 1,3055578 Suatu reaksi fase gas A +2B C dijalankan dalam reactor yang oC dengan tekanan 2 atm dengan bekerja isotermal pada suhu 50 jumlah mol A bula-mula 5 gmol dan jumlah mol B mula-mula 10 gmol, keseimbangan tercapai pada saat konversi 0,4, hitung konstanta keseimbangan.. Penyelesaian a. Jumlah mol A mula mula = NA0 = 5 gmol Jumlah mol B mula mula = NB0 =15 gmol Pada keseimbangan konversi A = XA = 0,4 Maka komposisi bahan pada saat keseimbangan : NA = NA0(1-XA) = 5(1-0,4) = 3 gmol NB = NB0 -2NA0XA =15-2X5X0,4 = 11 gmol NC= 4NA0XA = 4X5X0,4 = 8 gmol Jumlah mol total = NT = 22 gmol

Fraksi mol masing masing bahan : N 3 YA = A = N T 22 YB = N B 11 = N T 22 NC 8 = N T 22 YC (


4 2

YC =

K=

Y AY B

P ( 41 2)

8 4 ) 22 K= 2 ( 412 ) = 1,305557 3 11 2 ( )( ) 22 22 Jadi konstanta keseimbangan, K = 1,3055578