Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Taman Siswa No.

158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129)

PEMBATALAN KEPUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL OLEH PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat)

Oleh: H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H.1

ABSTRAKSI Arbitration becomes one alternative legal institution for dispute resolution outside the Court jurisdiction. By choosing an arbitral forum, parties agree not to have their disputes resolved in national Courts. It is because the characteristic of the Arbitral award are final and binding. However, there are two exceptions for the possibility to suit an objection toward the arbitral award, such as: the refusal and the annulment of the enforcement of foreign arbitral award. The refusal of the enforcement of foreign arbitral award shall be submitted before the Enforcing Court with particular reasons in accordance with the article V of New York Convention 1958. The Convention also permit the annulment of foreign arbitral award by a “competent authority of the country in which, or under the law of which, the award was made”. Swiss law was determined to be the procedural law used in the case between Karaha Bodas Company V. Pertamina. Thus, Switzerland is the competent authority to annul the arbitral award because Switzerland was the situs of the award. Therefore, District Court of Central Jakarta did not have jurisdiction to annul the Geneva arbitral award. Pendahuluan
1 Penulis adalah Mahasiswa S-2 Program Pascasarjana, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia dan juga Kepala Bidang Pelatihan PUSDIKLAT FH-UII;

Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). Warta Hukum Edisi V, Juli-Agustus 2009 Artikel

3

Taman Siswa No. hlm 69. Tomen Japan Corporation (9% saham). penulis akan mencoba menganalisis kompetensi Pengadilan Negeri dalam mekanisme peaksanaan putusan arbitrase nasional baik melalui pembatalan maupun penolakan melalui tulisan ini. Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) ini mengejutkan masyarakat internasional tatkala Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membatalkan putusan arbitrase yang dibuat di Jenewa. 2005. hlm 363. 5 Hikmahanto Juwana. U. PT.000 US$ kepada Karaha Bodas Company sebagai kompensasi atas penundaan proyek pembangunan energi listrik tahun 1998. Namun pengadilan juga mempunyai peranan penting bagi institusi arbitrase agar putusan yang telah dihasilkan dapat berjalan efektif. Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Nasional. The Enforcement and Annulment of International Arbitral Awards in Indonesia. Florida Power and Light (40. 20 Am. Warta Hukum Edisi V.T. Dan dalam era globalisasi seperti saat ini. maka lembaga pengadilan tidak berwenang lagi untuk mengadili sengketa tersebut. 359. Kasus ini memunculkan debatable di antara para ahli hukum. Ketika para pihak dalam sebuah perjanjian sepakat bahwa mereka terikat pada klausula arbitrase. Karaha Bodas V. apa benar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berwenang untuk membatalkan putusan arbitrase Jenewa? Oleh karena itu. 3 Karaha Bodas Company adalah suatu peseroan terbatas yang didirikan menurut hukum Caymand Island yang pemegang sahamnya terdiri dari Caithness Resources Inc.4 Atas dasar putusan Final Award tersebut. unless it finds that the said agreement is null and void. arbitrase menjadi suatu wadah penyelesaian sengketa yang paling digemari para pelaku bisnis. Pertamina. November 2002. at the request of one of the parties.000. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). shall. Pertamina Kasus antara Karaha Bodas Company3 v. Sumarah Daya Sakti (10% saham) 4 Noah Rubins. upaya ini tidak dilanjutkan (dismiss) karena tidak dibayarnya uang deposit sebagaimana dipersyaratkan oleh Swiss Federal Supreme Court oleh Pertamina.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. inoperative or incapable of being performed. psl. Jakarta.II(3) [selanjutnya Konvensi New York 1958].S.N. Pertamina menolak untuk mematuhi putusan tersebut dan mengajukan pembatalan putusan arbitrase Jenewa di Pengadilan Swiss.2 Namun demikian.. 10 Juni 1958. Swiss (Geneva Arbitral Award. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa aturan yang membatasi implementasi putusan arbitrase asing. Salah satu kasus pembatalan putusan arbitrase internasional melalui badan peradilan (yang tidak menjadi kompetensinya) adalah kasus antara Karaha Bodas Company V.5% saham).5 Sementara itu. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) Perkembangan sistem pasar bebas dan persaingan sempurna antar negara mengakibatkan transaksi bisnis berkembang sangat pesat sehingga perekonomian domestik pun terpicu untuk berusaha bersaing dengan pelaku bisnis asing. 38. Juli-Agustus 2009 Artikel 4 . dan lainnya sesuai dengan perangkat hukum yang ada. PT. pada saat terjadi krisis yang melanda wilayah Asia. dalam Varia Jurnal Hukum Bisnis. refer the parties to arbitration. dan PT. Campur tangan pengadilan tersebut juga dijelaskan oleh Konvensi New York 1958 bahwa the Court of Contracting State. when seized of an action in a matter in respect of which the parties have made an agreement within the meaning of this article. Rev. Dalam satu hari bisa jadi terjadi lebih dari ribuan transaksi antar pelaku bisnis didunia ini baik transaksi yang berskala nasional maupun internasional. Int’l L.5% saham). Switzerland). Namun hanya saja. Mengingat meningkatnya jumlah aktivitas kerjasama bisnis setiap tahunnya. unsur tipu muslihat dalam memutuskan putusan arbitrase. Arbitrase Jenewa memutuskan agar Pertamina membayar ganti rugi sebesar 261. (40. 330 U. seperti misalnya alasan ketertiban umum. maka akan sangat rentan sekali terjadi sengketa hukum. tidak jarang para businessman khususnya bagi mereka yang memenangkan perkara (victor party) merasakan frustasi apabila berhadapan dengan pelaksanaan (enforcement) putusan arbitrase yang melibatkan institusi peradilan nasional. KBC mulai mengajukan pelaksanaan putusan arbitrase Jenewa di beberapa negara 2 Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Awards.

Norton. Putusan Arbitrase Jenewa Adalah Putusan Arbitrase Asing Sudah tentu bahwa arbitrase internasional mempunyai perbedaan dengan arbitrase nasional.11 perwasitan menurut konvensi penyelesaian perselisihan mengenai penanaman modal antara negara dan warga asing. dan Singapura. Bank Remedies: Judicial and Arbitral Recovery.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Op. Indonesia. Arbitrase Komersil Internasional. 2000. No. 1960 (9395) 10 Sunarjati Hartono. yang menjadi pusat permasalahan adalah kewenangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena membatalkan putusan arbitrase Jenewa. hlm 204-205.cit. Cet. hlm 205-211. International Commercial Dispute Resolution in Greater China: The Prospects and Problems for International Commercial Arbitration: One Country.6 Akibat putusan ini reputasi negara Indonesia di mata Internasional menurun drastis. Arbitrase Luar Negeri dan Pemakaian Hukum Indonesia. hlm 27-52.10 bank remedies. hlm 36.13 dan prosedur arbitrase internasional. Kanada. Beberapa Masalah Transnasional dalam Penanaman Modal Asing di Indonesia. Pada kasus Karaha Bodas ini. Jakarta. Report of the Forty-ninth Conference. dalam Norbert Horn & Joseph J. hlm 42-52. hlm 211-270 13 Huala Adolf. Convention for the Pacific Settlement of International Dispute (1907). hlm 98-101. Op. Erlangga. yang bisa dipengaruhi oleh Lex Arbitri. Internasional menurut organisasinya. Ciri-ciri internasional dimaksudkan dalam hal ini. Boston. tidak hanya bagi para pihak dalam perkara arbitrase tetapi juga para investor asing. 24 Pebruary 1976 – Manila Declaration on the Peaceful Settlement of Internasional Dispute. Convention for the Pacific Settlement of International Dispute (1899). Jakarta.5 Tahun 1968 tentang Persetujuan atas Konvensi tentang Penyelesaian Perselisihan antara Negara dan Warga Negara Asing mengenai Penanaman Modal. Warta Hukum Edisi V. Raja Grafindo Persada. misalnya penyusunan perjanjian arbitrase dagang internasional. melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Citra Adhitya Bakti. London. contoh ICSID merupakan organisasi yang anggotanya adalah beberapa negara. PT. Padahal sejak akhir 1980an negara Indonesia secara signifikan menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang sebagian besar di support baik investor domestic maupun asing. Majelis Hakim berpendapat bahwa Majelis Hakim Arbitrase Jenewa telah melampaui kewenangannya karena tidak menggunakan hukum Indonesia seperti yang sudah tertuang dalam Joint Operation Contract (JOC) antara Pertamina dengan Karaha Bodas Company maupun Energy Sales Contract (ESC) antara Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara. Hongkong. Bandung: Majalah Padjadjaran. 9 Napitupulu. Three Systems. hlm 95-134. 6 Sudargo Gautama. 11 George Walker. edisi revisi. seperti di Amerika. Binacipta.9 ketentuan perwasitan dalam perjanjian jaminan penanaman modal. lihat UU No.ke-1. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) dimana asset Pertamina tersimpan. 2002. ILA. Cet. Hamburg. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). Peranan Arbitrase Internasional dan Lex Mercatoria dalam Menyelesaian Sengketa. dan umumnya arbitrase internasional harus mengandung unsur asing diantara para pihak sebagai salah satu persyaratannya. 12 Sunarjati Hartono. penyelesaian sengketa pada penanaman modal asing. NonJudicial Dispute Settlement in International Financial Transactions – Volume 13. 8 Katherine Lynch. dalam Norbert Horn & Joseph J. adalah sebagai berikut:14 a. Bandung. berdasarkan hukum Indonesia. Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia. hlm 36&127. Pertamina berusaha juga untuk mengajukan pembatalan putusan arbitrase Jenewa di kandang-nya sendiri.cit. Kluwer Law International. 1975. 1988. Convention on Conflicts of Law Relating to Companies. Bandung.1-2 Jilid: XVIII. 7 Sunarjati Hartono.7 Pelembagaan arbitrase internasional dilakukan oleh badan-badan arbitrase internasional8 yang dalam prakteknya selalu terjadi persaingan antar arbitrase internasional itu sendiri untuk mendapatkan pengaruh sebagai akibat adanya keinginan dari lembaga untuk menyelesaian sengketa. Norton. 2000. Kluwer Law International. Juli-Agustus 2009 Artikel 5 . Joint Ventures di Indonesia.. 1972.12 peranan arbitrase luar negeri dalam perdagangan internasional. 14 Huala Adolf. Non-Judicial Dispute Settlement in International Financial Transactions – Volume 13. Taman Siswa No. London.ke-1. 2004. Boston.

bebas dari yurisdiksi negara dimana tempat arbitrase dilakukan. It shall apply to arbitral awards not considered as domestic awards in the State where their recognition and enforcement are sought. c. Pada tahun 28 November 1994. karena arbitrase dapat berdasarkan hubungan dengan lebih dari satu jurisdiksi meskipun diorganisir dan dilaksanakan menurut hukum nasional disuatu negara tertentu.JKT.1 Tahun 1990. Putusan Arbitrase Internasional adalah putusan yang dijatuhkan oleh suatu lembaga arbitrase atau arbiter perorangan di luar wilayah hukum RI. 86/PDT. para pihak menentukan sendiri secara jelas hukum yang mereka kehendaki. Territorial factor tidak tergantung pada persyaratan kewarganegaraan atau perbedaan sistem hukum. Warta Hukum Edisi V. Menurut prosedurnya arbitrase ini terlepas dari sistem hukum suatu negara.” 16 Dalam system hukum di Indonesia ada pula maksud para pihak sebagai titik taut yang menentukan hukum yang harus dipakai. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina dengan KBC menandatangani perjanjian Energy Supply Contract (ESC). Swiss. dan berkewarganegaraan Indonesia. dan dilaksanakan menurut ketentuan yang disepakati oleh para anggotanya. Dengan demikian tidak timbul keragu-raguan dan tidak perlu buang waktu banyak untuk mempelajari apa yang sebenarnya menjadi maksud para pihak apa yang dikehendaki para pihak sebagai hukum yang berlaku untuk perjanjian mereka. bandingkan dengan Pasal I ayat (1) New York Convention yang menyatakan: “This convention shall apply to the recognition and enforcement of arbitral awards made in territory of a state than the State where the recognition and enforcement of such awards are sought.PST. Jakarta: Tulisan pada harian Suara Pembaruan. 17 Putusan Pengadilan Jakarta Pusat No..G/2002/PN. dalam Sudargo Gautama. Pasal 13 ayat 2 dalam kontrak JOC memuat klausul penyelesaian sengketa yang menyebutkan bahwa penyelesaian sengketa yang terjadi antara para pihak akan diselesaikan melalui forum arbitrase yang tunduk pada ketentuan UNCITRAL Arbitration Rules. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). demikian juga halnya terdapat pada Perma No. Pada tanggal yang sama juga. tetapi juga dalam praktek hukum maupun pendapat para sarjana di dalam bidang Hukum Indonesia.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Walaupun semua pihak adalah berdomisili di Indonesia. Taman Siswa No. Hukum Yang Berlaku untuk Perjanjian Dagang Internasional. Oleh karena itu. yang berkedudukan di Jenewa. jika putusan arbitrase diputuskan diluar wilayah Indonesia. Dalam kontrak JOC ini KBC berkewajiban untuk mengembangkan energi geothermal dan untuk membangun dan menjalankan fasilitas generating (pembangkitan) tenaga listrik. atau yang menurut ketentuan hukum RI dianggap sebagai suatu putusan arbitrase internasional. 17 Januari 1991. putusan tersebut dikategorikan sebagai International Arbitral Award. terutama dalam system yang dahulu disebut Hukum Antar Golongan (Hukum Intergentil.30 Thn 1999. hlm 2-4. whether physical or legal.15 sehingga masalah teritorial mendapatkan tempat pertama untuk menentukan ciri suatu putusan arbitrase asing yang efektif berlaku apabila pengakuan dan eksekusi dimintakan kepada negara lain di luar negara dimana diputuskan. Dalam hubungan Hukum Antar Tata Hukum Intern. Misalnya badan arbitrase di bawah ICC Paris. Juli-Agustus 2009 Artikel 6 . Demikian pula dalam Pasal 28 ayat (1) Model Hukum tentang Arbitrase Internasional (UNCITRAL Model Law in International Commercial Arbitration) ditegaskan bahwa hukum yang dipakai untuk Arbitrase Dagang Internasional adalah hukum yang telah dipilih oleh para pihak16. KBC sepakat untuk terikat pada Joint Operation Contract dengan Pertamina. Kamis tgl.17 Baik kontrak JOC (pada pasal 20) dan ESC (pada pasal 12) sepakat untuk memakai 15 Lihat Pasal 1 angka 9 UU No. Internasional menurut faktanya. Mengenai hukum yang dipakai oleh arbiter untuk perjanjian yang bersifat internasional berdasarkan Pasal 33 UNCITRAL Arbitration Rules (UAR) adalah hukum yang telah dipilih oleh para pihak sendiri. Dalam kontrak ESC ini PT PLN setuju untuk membeli dari Pertamina yaitu pasokan tenaga listrik yang dihasilkan oleh fasilitas pembangkitan listrik yang telah dibangun oleh KBC sebagai kontraktor dari Pertamina. Jelaslah bahwa prinsip pilihan hukum sudah diterima bukan saja dalam dunia internasional. Internasional menurut struktur/prosedurnya. secara otomatis berdasarkan hukum. and arising out differences between persons. ada serangkaian putusan pengadilan yang dengan jelas menentukan bahwa hukum yang harus dipakai adalah hukum yang dikehendaki sendiri oleh para pihak. adalah bermanfaat apabila dalam kontrak dagang internasional. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) b.

Badan arbitrase Jenewa menyatakan bahwa Pertamina bertanggungjawab atas kerugian yang diderita oleh KBC sebagai akibat dari penundaan proyek pembangunan energi listrik. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). dan mempunyai daya eksekutor setelah diputuskan di Jenewa.19 Para pihak yang terkait diwajibkan melaksanakan putusan yang telah dikeluarkan oleh badan arbitrase yang menjadi rujukan sengketa. 30 tahun 1999 menyatakan bahwa putusan arbitrase dapat diajukan permohonan pembatalan dengan alasan: (a) dokumen diakui palsu atau dinyatakan palsu. Dari putusan tersebut maka negara Indonesia (dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat) hanya boleh menitik beratkan pada masalah registration dan enforcement dari putusan tersebut. Putusan ini masih mengikat dan mempunyai kekuatan hukum tetap bagi para pihak yang bersengketa walaupun Pengadilan Swiss secara tegas menolak atas pembatalan putusan arbitrase Jenewa. 30 Tahun 1999. Namun jika putusan arbitrase ditolak (refused) oleh pengadilan yang berwenang. 20 UU No. psl. bersifat hukum tetap/final dan mengikat. dan akan dianggap tidak pernah ada. Penegasan ini bemakna pengadilan tidak berwenang lagi untuk mempermasalahkan materi putusan. Tugas pokok pengadilan dalam menjalankan fungsi eksekutor. Putusan arbitrase Jenewa dalam sengketa antara KBC dan Pertamina sudah final. Kedua kontrak tersebut menjadi pokok permasalahan ketika terjadi penundaan proyek energi listrik dikarenakan adanya krisis ekonomi pada tahun 1998. Putusan arbitrase tidak bisa dimintakan banding atau kasasi. Kalau tidak melaksanakan putusan tersebut maka akan dianggap cidera janji (wanprestasi).70.60. alasan-alasan permohonan pembatalan yang disebut diajukan harus terlebih dahulu dibuktikan dengan Pengadilan. negara Swiss. putusan arbitrase. maka putusan pengadilan ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi hakim untuk mengabulkan atau menolak 18 UU No. Final And Binding Award Sesuai aturan pada umumnya. tidak akan menghilangkan sifat final and binding putusan ini. Jika permohonan pembatalan tersebut diterima oleh pengadilan yang berwenang.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. 30 Tahun 1999.34 Tahun 1981. Pembatalan Putusan Arbitrase Asing (Anulment atau Set Aside) Berdasarkan Pasal 70 UU No.20 Pada penjelasan UU No. Akan tetapi pada suatu kondisi tertentu. 30 tahun 1999 khususnya pasal 70 menjelaskan bahwa permohonan pembatalan hanya dapat diajukan terhadap putusan arbitrase yang sudah didaftarkan di Pengadilan. Swiss pada tanggal 18 Desember tahun 2000. Jadi penolakan yang telah dilakukan oleh Pengadilan Federal Swiss terhadap putusan arbbitrase Jenewa antara KBC dan Pertamina. psl. (b) dokumen disembunyikan oleh pihak lawan. 19 Konvensi New York 1958. Kewenangan Pn Jakarta Pusat Dalam Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa a. maka sifat final and binding ini tidak akan melekat lagi pada putusan arbitrase Jenewa.18 Dan Konvensi New York 1958 juga secara jelas mewajibkan negara-negara anggota yang terikat konvensi tersebut untuk mengakui (recognize) putusan arbitrase sebagai putusan yang mengikat dan berlaku bagi mereka. Keputusan Presiden No. maka sifat final dan binding ini tetap melekat. sifat final and binding award dapat dikesampingkan dengan mengajukan gugatan pembatalan putusan arbitrase. 20 tanggal 5 Agustus 1981. State Gazzete Tahun 1981 No.III. hanya meneliti apakah ada pelanggaran atas asas-asas yang dilarang dan aturan formal yang bersifat mendasar. yakni diluar wilayah Republik Indonesia sehingga dapat disimpulkan bahwa award tersebut merupakan international arbitral award. Warta Hukum Edisi V. psl. Juli-Agustus 2009 Artikel 7 . Putusan arbitrase Jenewa tersebut dikeluarkan di Jenewa. baik putusan yang berasal dari badan arbitrase domestik maupun internasional. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) hukum Indonesia sebagai applicable law. Apabila pengadilan menyertakan bahwa alasan-alasan tersebut terbukti atau tidak terbukti. Taman Siswa No. atau (c) putusan diambil dari hasil tipu muslihat. mengikat.

Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. or (b) The recognition or enforcement of the award would be contrary to the public policy of that country.23 Untuk memberikan kepastian hukum kepada pihak lawan. UNCITRAL Arbitration Rules. Pasal 70. psl. Warta Hukum Edisi V.24 Konvensi New York telah menegaskan bahwa Recognition and enforcement of an arbitral award may also be refused if the competent authority in the country where recognition and enforcement is sought finds that: (a) The subject matter of the difference is not capable of settlement by arbitration under the law of that country. psl. yang menyatakan bahwa pengajuan memori banding oleh Pemohon Banding wajib disampaikan dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari setelah permohonan banding dicatat dalam buku daftar register.25 Alasan permohonan penolakan pengakuan dan pemberian exequatur putusan arbitrase asing. Arbitrase ditinjau dari Reglemen Acara Perdata (Rv). 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. psl. maka dalam waktu 30 hari ketua Pengadilan Negeri akan menentukan lebih lanjut akibat pembatalan seluruhnya atau sebagian putusan arbitrase.21 Permohonan pembatalan diajukan secara tertulis dalam waktu tiga puluh (30) hari22 kepada Pengadilan wilayah hukum dimana keputusan arbitrase diambil. disebut secara “limitative” dalam pasal V ayat (2) Konvensi New York 1958. pihak yang dimenangkan masih dapat meminta eksekusi di pengadilan negara tersebut. Edisi Kedua. yakni:26 1. Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Award. Penolakan mempunyai konsekuensi tidak dapatnya putusan dilaksanakan di yurisdiksi pengadilan yang telah menolaknya. Apabila ternyata di negara lain terdapat aset pihak yang dikalahkan. Hal ini terlihat dari penggunaan kata Putusan Arbitrase Internasional dalam Pasal 65 sampai dengan Pasal 69 yang dibedakan dengan kata Putusan Arbitrase seperti tercantum dalam Pasal 70.71.30 Tahun 1999 dinyatakan bahwa terhadap putusan pembatalan dari Pengadilan Negeri dapat diajukan permohonan banding ke Mahkamah Agung yang memutus dalam tingkat pertama dan terakhir. International Centre for the Settlement of Investment Disputes (ICSID).30 Tahun 1999 hanya memberi wewenang kepada Pengadilan Indonesia untuk melakukan pembatalan Putusan Arbitrase yang dibuat di Indonesia.V (2). Penolakan Putusan Arbitrase (refusal) Penolakan putusan arbitrase oleh pengadilan tidak berarti menafikkan putusan tersebut. 26 M.cit. 24 Hikmahanto Juwana. Jakarta. 2006. Taman Siswa No. Juli-Agustus 2009 Artikel 8 . 21 Penjelasan UU No. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat).30 Tahun 1999. maka hal ini harus didasarkan kepada ketentuan hukum acara yang berlaku. Tidak memperoleh kesempatan melakukan pembelaan 3. Jadi Pengadilan Negeri tidak dapat membatalkan Putusan Arbitrase Internasional. 22 UU No. Perjanjian Arbitrase tidak sah 2.30 Tahun 1999. hlm 68. Peraturan Prosedur BANI. Ada sebanyak lima alasan yang dapat dijadikan sebagai dasar permohonan penolakan dan alasan-alasan tersebut bersifat “alternative”. Yahya Harahap. dan Perma No. Akan tetapi Undang-undang Arbitrase tidak mengatur tentang ketentuan mengenai batas waktu pengajuan banding dan memori banding.70. Putusan tidak sesuai dengan penugasan 4. Sejak permohonan banding diterima paling lama tiga puluh hari kemudian sudah harus diputus. 1 Tahun 1990. Sinar Grafika. hal ini didasarkan pada syarat putusan arbitrase asing (internasional). sedangkan Putusan Arbitrase yang dibuat di dalam negeri hanya dapat dibatalkan dengan melihat peryaratan limitatif dalam Pasal 70 UU No. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) permohonan. op.72 (1) & 72 (2). psl. b. 23 Ibid. Hal ini dapat diartikan bahwa ketentuan-ketentuan pembatalan tersebut bukan sebagai dasar bagi Pengadilan Indonesia untuk melakukan pembatalan Putusan Arbitrase Internasional. berdasarkan ketentuan Pasal 72 ayat (4) UU No. hlm 355-368. yang apabila permohonan dikabulkan. Pasal 71 dan Pasal 72 UU No. Susunan atau penunjukan arbiter tidak sesuai dengan kesepakatan yang dijanjikan para pihak. 25 Konvensi New York 1958.

29 Menyoal Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional oleh Pengadilan. Putusan belum mengikat bagi para pihak.21. Hanya ada satu Pengadilan yang berwenang dalam membatalkan putusan arbitrase internasional yaitu Pengadilan dimana putusan arbitrase dibuat. Lex Arbitri Lex Arbitri merupakan hukum yang berkaitan dengan arbitrase dari negara tempat arbitrase dilangsungkan. yaitu:30 1. d.27 padahal semenjak proses arbitrase di Mahkamah Agung Swiss dan pengadilan Texas mencerminkan bahwa kedua belah pihak setuju bahwa “competent authority” yang dimaksud dalam pasal V (1) (e) Konvensi New York adalah Pengadilan Federal Swiss. 3Am. op. hlm 93. Interpretasi “competent authority” dari pasal V (1) (e) Konvensi New York 1958 hanya merujuk pada satu otoritas yang berwenang (one competent authority).com/detail. Hukum materiil ini bisa ditentukan oleh para pihak yang bersengketa dalam kontrak yang umumnya dikenal dengan istilah Governing Law. V (1) (e) Konvensi New York 1958 yang menyatakan Pengadilan yang memiliki wewenang (competent authority) untuk memutus permohonan pembatalan putusan arbitrase adalah Pengadilan di negara mana putusan tersebut dibuat atau Pengadilan berdasarkan hukum mana putusan tersebut dibuat. Jurnal Hukum Bisnis.hukumonline. 2002. hlm 69. hlm 71. 28 Hikmahanto Juwana. Sengketa tertentu dapat diseesaikan melalui arbitrase. Keputusan arbitrase dapat ditinjau kembali mengenai materinya atau dasar-dasar lainnya. Hukum Materiil (substantive law) Hukum ini degunakan para arbiter untuk memutus perkara. c.29 Oleh karena itu maka Lex Arbitri menentukan apakah: Perjanjian arbitrase sah. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). 3. Competence to Set Aside An Award and Procedural Grounds for Refusing Enforcement: the Viewpoint and Role of Arbitration Law Expert. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) 5. b.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Juli-Agustus 2009 Artikel 9 .. 2. Putusan PN Jakarta Pusat sangat tidak konsisten dengan ketiga jenis hukum tersebut dengan menunjukkan tidak adanya pembedaan secara terpisah antara substantive law dan 27 Bermann. 1992. Warta Hukum Edisi V.Arb. at http://www. Taman Siswa No. Lex Arbitri nantinya akan menentukan apakah terhadap putusan arbitrase dapat diajukan keberatan atau pembatalan atau eksaminasi ulang terhadap pokok sengketa. c.cit. Kewenangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hanya berdasarkan interpretasi kedua “sebagai pengadilan berdasarkan hukum mana putusan arbitrase dibuat”. Vo. 30 Hikmahanto Juwana. Pengadilan yang berwenang membatalkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpendapat bahwa secara prinsip hanya pasal VI jo.Rev. Jakarta. Harus ada putusan yang berdasarkan pertimbangan yang berasalasan. Ada tiga jenis hukum yang berlaku dan terkait dengan proses arbitrase.asp? id=6566&cl=Fokus. atau apabila tidak disepakati oleh para pihak maka akan ditentukan oleh arbiter. Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional oleh Pengadilan Nasional.28 d. e. Hukum Acara (procedural law/crurial law) Hukum prosedural ini mengikat bagi para arbiter dan para pihak dalam proses pemeriksaan hingga adanya putusan.Int’l. a. Pengadilan akan memberikan upaya hukum provisional/sementara. Lex Arbitri Lex Arbitri yaitu hukum dari suatu negara yang mendasari penyelesaian sengketa melalui arbitrase.

32 Dan Konvensi New York 1958 juga mempertahankan aturan tersebut dalam the law of the country where the arbitration took place. 8 Maret 2004 Majelis Hakim Agung memberikan beberapa pertimbangan yang intisarinya adalah sebagai berikut: (1) Mengenai Arbitrase Internasional. Setiap negara mempunyai Lex Arbitri masing-masing. Putusan MA Sebagai bentuk perlawanan terhadap putusan PN Jakarta Pusat. maka Lex Arbitri yang dipakai adalah hukum negara Swiss. Lex Arbitri.cit. pihak Karaha Bodas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. maka Lex Arbitri yang dipakai adalah hukum Indonesia.86/Pdt.asp?id=6528&cl=Berita. KBC yang diajukan pembatalannya kepada PN Jakarta Pusat terdaftar No. juga mengatur prosedur permohonan pelaksanaan putusan arbitrase tersebut. Padahal pembedaan dari kedua hukum ini sangat penting dalam konteks hukum arbitrase internasional.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. including the constitution of the arbitral tribunal.G/2002/PN. 34 Karaha Bodas Ajukan Kasasi terhadap http://www. shall be governed by the will of the parties and by the law of the country in whose territory the arbitration takes place.34 Tahun 1981. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) Lex Arbitri. Taman Siswa No. dengan Putusan No.33 Beberapa contoh kaitan antara “seat” dengan Lex Arbitri ini misalnya saja apabila para pihak menentukan “seat” mereka di ICC Paris maka Lex Arbitri nya adalah hukum Perancis. Putusan Pembatalan Arbitrase Jenewa.Int/2002 tgl. (4) Oleh karena itu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus gugatan 31 Hikmahanto Juwana. Dan Lex Arbitri sangat erat kaitannya dengan “seat” yaitu negara dimana tempat arbtrase dilaksanakan. Protokol Jenewa 1923 menyebutkan bahwa the arbitral procedure.” Konsep hubungan “seat” dengan Lex Arbitri sudah diterima secara teori dan praktek dalam arbitrase perdagangan internasional.. Ini dipengaruhi oleh beberapa aturan dalam konvensi-konvensi internasional dari Protokol Jenewa 1923 sampai Konvensi New York 1958.01/Banding/Wasit. Undang-undang No. maka Lex Arbitri yang dipakai adalah hukum Singapura.34 Dalam kasus Pertamina v. Salah satu butir memori kasasinya mengatakan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dinilai tidak bisa membedakan antara pembatalan dan penolakan pelaksanaan putusan arbitrase internasional.JKT PST dan telah diputus. maka dalam proses pemeriksaan banding di MA. psl.3. Juli-Agustus 2009 Artikel 10 . psl. (2) Pasal V ayat (1) e Konvensi New York 1958 telah disahkan dan dinyatakan berlaku dengan Keputusan Presiden No. 32 Geneva protocol of 1923. Apalagi ketika para pihak menentukan tempat arbitrase mereka di Badan Arbitrase Nasional Indonesia.31 Redfern dan Hunter menegaskan bahwa “It is a feature of international commercial arbitration that it usually takes place in country that is “neutral” in the sense that neither party has a place of business or residence there.hukumonline. Warta Hukum Edisi V. lihat Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). 33 Konvensi New York. Sehingga dapat disimpulkan apabila KBC dan Pertamina telah menentukan “seat” di Arbitrase Jenewa.com/detail.30 Tahun 1999 hanya mengaturnya dalam Pasal 65 s/d Pasal 69 yang selain mengatur syarat-syarat dapat diakui dan dilaksanakannya suatu putusan Arbitrase Internasional di Indonesia. This means that in practice the law of the place of arbitration. (3) Kuasa Hukum Pertamina dan PLN telah mengajukan permohonan banding terhadap putusan arbitrase yang disengketakan kepada Mahkamah Agung Swiss sesuai dengan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional Negara Swiss.VII (2). will often be different from the law that governs the substance matters in dispute. loc. Dan jika para pihak menentukan tempat arbitrase mereka di Singapore International Center.

Juli-Agustus 2009 Artikel 11 . Namun terhadap putusan ini masih dimungkinkan untuk dilakukan dua upaya hukum yakni penolakan dan pembatalan pelaksanaan putusan arbitrase asing. Dengan ditunjuknya Jenewa sebagai place of arbitration (seat) dan hukum yang mendasari penyelesaian sengketa arbitrase (Lex Arbitri). Oleh karena itu. A. Kedua upaya hukum ini mempunyai dua implikasi yang berbeda dalam pelaksanaan putusan arbitrase internasional. Taman Siswa No. Dengan demikian. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) pembatalan putusan Arbitrase Internasional yang diajukan oleh Penggugat.35 Amar Putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus gugatan pembatalan “Putusan Arbitrase Internasional”. Munculnya dua upaya hukum pembatalan putusan arbitrase Jenewa baik di Swiss Federal Court dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menimbulkan banyak perdebatan mengenai pengadilan mana yang berwenang dalam pembatalan putusan arbitrase Jenewa. tanggal 8 Maret 2004. 01/BANDING/WASIT-INT/2002. maka gugatan pembatalannya seharusnya diajukan ke Swiss Federal Court. PENUTUP Putusan arbitrase internasional memang bersifat final dan mengikat. Warta Hukum Edisi V. maka yang berwenang untuk membatalkan putusan arbitrase Jenewa adalah Swiss Federal Court. Majelis Hakim Agung menilai bahwa putusan arbitrase diputus oleh para arbiter di negara Swiss. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk mengadili upaya pembatalan putusan arbitrase Jenewa. No. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat).Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. 35 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.