Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Taman Siswa No.

158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129)

PEMBATALAN KEPUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL OLEH PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat)

Oleh: H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H.1

ABSTRAKSI Arbitration becomes one alternative legal institution for dispute resolution outside the Court jurisdiction. By choosing an arbitral forum, parties agree not to have their disputes resolved in national Courts. It is because the characteristic of the Arbitral award are final and binding. However, there are two exceptions for the possibility to suit an objection toward the arbitral award, such as: the refusal and the annulment of the enforcement of foreign arbitral award. The refusal of the enforcement of foreign arbitral award shall be submitted before the Enforcing Court with particular reasons in accordance with the article V of New York Convention 1958. The Convention also permit the annulment of foreign arbitral award by a “competent authority of the country in which, or under the law of which, the award was made”. Swiss law was determined to be the procedural law used in the case between Karaha Bodas Company V. Pertamina. Thus, Switzerland is the competent authority to annul the arbitral award because Switzerland was the situs of the award. Therefore, District Court of Central Jakarta did not have jurisdiction to annul the Geneva arbitral award. Pendahuluan
1 Penulis adalah Mahasiswa S-2 Program Pascasarjana, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia dan juga Kepala Bidang Pelatihan PUSDIKLAT FH-UII;

Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). Warta Hukum Edisi V, Juli-Agustus 2009 Artikel

3

Pertamina. 10 Juni 1958. hlm 363. hlm 69. when seized of an action in a matter in respect of which the parties have made an agreement within the meaning of this article. PT. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) Perkembangan sistem pasar bebas dan persaingan sempurna antar negara mengakibatkan transaksi bisnis berkembang sangat pesat sehingga perekonomian domestik pun terpicu untuk berusaha bersaing dengan pelaku bisnis asing.T. Pertamina menolak untuk mematuhi putusan tersebut dan mengajukan pembatalan putusan arbitrase Jenewa di Pengadilan Swiss. Arbitrase Jenewa memutuskan agar Pertamina membayar ganti rugi sebesar 261. U. penulis akan mencoba menganalisis kompetensi Pengadilan Negeri dalam mekanisme peaksanaan putusan arbitrase nasional baik melalui pembatalan maupun penolakan melalui tulisan ini. Karaha Bodas V.000. shall. Int’l L. seperti misalnya alasan ketertiban umum. Dalam satu hari bisa jadi terjadi lebih dari ribuan transaksi antar pelaku bisnis didunia ini baik transaksi yang berskala nasional maupun internasional. Campur tangan pengadilan tersebut juga dijelaskan oleh Konvensi New York 1958 bahwa the Court of Contracting State. Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) ini mengejutkan masyarakat internasional tatkala Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membatalkan putusan arbitrase yang dibuat di Jenewa. Mengingat meningkatnya jumlah aktivitas kerjasama bisnis setiap tahunnya.2 Namun demikian. 359. apa benar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berwenang untuk membatalkan putusan arbitrase Jenewa? Oleh karena itu. unless it finds that the said agreement is null and void. Florida Power and Light (40. dalam Varia Jurnal Hukum Bisnis. dan PT. inoperative or incapable of being performed.5 Sementara itu. Juli-Agustus 2009 Artikel 4 . 20 Am. Warta Hukum Edisi V.. Rev.II(3) [selanjutnya Konvensi New York 1958].5% saham). Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). 330 U. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa aturan yang membatasi implementasi putusan arbitrase asing. maka akan sangat rentan sekali terjadi sengketa hukum.N. Namun hanya saja. Switzerland). Dan dalam era globalisasi seperti saat ini. Salah satu kasus pembatalan putusan arbitrase internasional melalui badan peradilan (yang tidak menjadi kompetensinya) adalah kasus antara Karaha Bodas Company V. Taman Siswa No. (40. pada saat terjadi krisis yang melanda wilayah Asia. Tomen Japan Corporation (9% saham). Sumarah Daya Sakti (10% saham) 4 Noah Rubins. November 2002.000 US$ kepada Karaha Bodas Company sebagai kompensasi atas penundaan proyek pembangunan energi listrik tahun 1998. upaya ini tidak dilanjutkan (dismiss) karena tidak dibayarnya uang deposit sebagaimana dipersyaratkan oleh Swiss Federal Supreme Court oleh Pertamina. PT. 2005. maka lembaga pengadilan tidak berwenang lagi untuk mengadili sengketa tersebut. 3 Karaha Bodas Company adalah suatu peseroan terbatas yang didirikan menurut hukum Caymand Island yang pemegang sahamnya terdiri dari Caithness Resources Inc. 38. refer the parties to arbitration.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Namun pengadilan juga mempunyai peranan penting bagi institusi arbitrase agar putusan yang telah dihasilkan dapat berjalan efektif. dan lainnya sesuai dengan perangkat hukum yang ada. Pertamina Kasus antara Karaha Bodas Company3 v. at the request of one of the parties. arbitrase menjadi suatu wadah penyelesaian sengketa yang paling digemari para pelaku bisnis. Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Nasional. The Enforcement and Annulment of International Arbitral Awards in Indonesia. 5 Hikmahanto Juwana. KBC mulai mengajukan pelaksanaan putusan arbitrase Jenewa di beberapa negara 2 Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Awards.4 Atas dasar putusan Final Award tersebut. unsur tipu muslihat dalam memutuskan putusan arbitrase. Swiss (Geneva Arbitral Award. tidak jarang para businessman khususnya bagi mereka yang memenangkan perkara (victor party) merasakan frustasi apabila berhadapan dengan pelaksanaan (enforcement) putusan arbitrase yang melibatkan institusi peradilan nasional.S. Kasus ini memunculkan debatable di antara para ahli hukum.5% saham). Jakarta. Ketika para pihak dalam sebuah perjanjian sepakat bahwa mereka terikat pada klausula arbitrase. psl.

hlm 27-52. hlm 36. edisi revisi. Kluwer Law International. Majelis Hakim berpendapat bahwa Majelis Hakim Arbitrase Jenewa telah melampaui kewenangannya karena tidak menggunakan hukum Indonesia seperti yang sudah tertuang dalam Joint Operation Contract (JOC) antara Pertamina dengan Karaha Bodas Company maupun Energy Sales Contract (ESC) antara Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara. Pada kasus Karaha Bodas ini. hlm 205-211. Hamburg. 24 Pebruary 1976 – Manila Declaration on the Peaceful Settlement of Internasional Dispute.ke-1. Convention on Conflicts of Law Relating to Companies. 7 Sunarjati Hartono. 2004. Three Systems. Indonesia. penyelesaian sengketa pada penanaman modal asing. Op.cit.11 perwasitan menurut konvensi penyelesaian perselisihan mengenai penanaman modal antara negara dan warga asing. Warta Hukum Edisi V. Raja Grafindo Persada. contoh ICSID merupakan organisasi yang anggotanya adalah beberapa negara. Convention for the Pacific Settlement of International Dispute (1899). misalnya penyusunan perjanjian arbitrase dagang internasional. 1972. Citra Adhitya Bakti. 14 Huala Adolf. PT. yang bisa dipengaruhi oleh Lex Arbitri. hlm 211-270 13 Huala Adolf. hlm 204-205. 6 Sudargo Gautama. dalam Norbert Horn & Joseph J. Bandung.12 peranan arbitrase luar negeri dalam perdagangan internasional. 12 Sunarjati Hartono. Jakarta. No. 8 Katherine Lynch. Convention for the Pacific Settlement of International Dispute (1907). Padahal sejak akhir 1980an negara Indonesia secara signifikan menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang sebagian besar di support baik investor domestic maupun asing. Bandung. Cet. ILA.6 Akibat putusan ini reputasi negara Indonesia di mata Internasional menurun drastis. Ciri-ciri internasional dimaksudkan dalam hal ini. Peranan Arbitrase Internasional dan Lex Mercatoria dalam Menyelesaian Sengketa. tidak hanya bagi para pihak dalam perkara arbitrase tetapi juga para investor asing. Binacipta. Beberapa Masalah Transnasional dalam Penanaman Modal Asing di Indonesia. Bank Remedies: Judicial and Arbitral Recovery. Bandung: Majalah Padjadjaran. Kanada.7 Pelembagaan arbitrase internasional dilakukan oleh badan-badan arbitrase internasional8 yang dalam prakteknya selalu terjadi persaingan antar arbitrase internasional itu sendiri untuk mendapatkan pengaruh sebagai akibat adanya keinginan dari lembaga untuk menyelesaian sengketa.. Norton. lihat UU No. International Commercial Dispute Resolution in Greater China: The Prospects and Problems for International Commercial Arbitration: One Country. dalam Norbert Horn & Joseph J. Boston. Kluwer Law International. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) dimana asset Pertamina tersimpan. 2002.13 dan prosedur arbitrase internasional. Joint Ventures di Indonesia. seperti di Amerika. Juli-Agustus 2009 Artikel 5 . Arbitrase Luar Negeri dan Pemakaian Hukum Indonesia.10 bank remedies. NonJudicial Dispute Settlement in International Financial Transactions – Volume 13. Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia. Boston. dan Singapura. 11 George Walker. hlm 36&127.5 Tahun 1968 tentang Persetujuan atas Konvensi tentang Penyelesaian Perselisihan antara Negara dan Warga Negara Asing mengenai Penanaman Modal. Pertamina berusaha juga untuk mengajukan pembatalan putusan arbitrase Jenewa di kandang-nya sendiri. melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. yang menjadi pusat permasalahan adalah kewenangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena membatalkan putusan arbitrase Jenewa.cit. 2000. hlm 42-52. London. Arbitrase Komersil Internasional. Op.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Norton. 1975. Hongkong. 9 Napitupulu. 1960 (9395) 10 Sunarjati Hartono. Cet. dan umumnya arbitrase internasional harus mengandung unsur asing diantara para pihak sebagai salah satu persyaratannya. 1988. Non-Judicial Dispute Settlement in International Financial Transactions – Volume 13. Jakarta. adalah sebagai berikut:14 a. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). 2000. hlm 98-101.1-2 Jilid: XVIII. berdasarkan hukum Indonesia. Internasional menurut organisasinya.ke-1. Report of the Forty-ninth Conference. Taman Siswa No. Putusan Arbitrase Jenewa Adalah Putusan Arbitrase Asing Sudah tentu bahwa arbitrase internasional mempunyai perbedaan dengan arbitrase nasional. Erlangga. hlm 95-134. London.9 ketentuan perwasitan dalam perjanjian jaminan penanaman modal.

Oleh karena itu. dan dilaksanakan menurut ketentuan yang disepakati oleh para anggotanya. c. bebas dari yurisdiksi negara dimana tempat arbitrase dilakukan. Internasional menurut struktur/prosedurnya. 17 Januari 1991. para pihak menentukan sendiri secara jelas hukum yang mereka kehendaki.. adalah bermanfaat apabila dalam kontrak dagang internasional. 17 Putusan Pengadilan Jakarta Pusat No. 86/PDT. Juli-Agustus 2009 Artikel 6 . karena arbitrase dapat berdasarkan hubungan dengan lebih dari satu jurisdiksi meskipun diorganisir dan dilaksanakan menurut hukum nasional disuatu negara tertentu. Misalnya badan arbitrase di bawah ICC Paris. Hukum Yang Berlaku untuk Perjanjian Dagang Internasional. yang berkedudukan di Jenewa. Demikian pula dalam Pasal 28 ayat (1) Model Hukum tentang Arbitrase Internasional (UNCITRAL Model Law in International Commercial Arbitration) ditegaskan bahwa hukum yang dipakai untuk Arbitrase Dagang Internasional adalah hukum yang telah dipilih oleh para pihak16. Mengenai hukum yang dipakai oleh arbiter untuk perjanjian yang bersifat internasional berdasarkan Pasal 33 UNCITRAL Arbitration Rules (UAR) adalah hukum yang telah dipilih oleh para pihak sendiri. Taman Siswa No.PST.30 Thn 1999.G/2002/PN. tetapi juga dalam praktek hukum maupun pendapat para sarjana di dalam bidang Hukum Indonesia. whether physical or legal. Warta Hukum Edisi V. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). Walaupun semua pihak adalah berdomisili di Indonesia. Putusan Arbitrase Internasional adalah putusan yang dijatuhkan oleh suatu lembaga arbitrase atau arbiter perorangan di luar wilayah hukum RI. dan berkewarganegaraan Indonesia. atau yang menurut ketentuan hukum RI dianggap sebagai suatu putusan arbitrase internasional. Dengan demikian tidak timbul keragu-raguan dan tidak perlu buang waktu banyak untuk mempelajari apa yang sebenarnya menjadi maksud para pihak apa yang dikehendaki para pihak sebagai hukum yang berlaku untuk perjanjian mereka.17 Baik kontrak JOC (pada pasal 20) dan ESC (pada pasal 12) sepakat untuk memakai 15 Lihat Pasal 1 angka 9 UU No. KBC sepakat untuk terikat pada Joint Operation Contract dengan Pertamina. hlm 2-4. Kamis tgl. Jelaslah bahwa prinsip pilihan hukum sudah diterima bukan saja dalam dunia internasional.” 16 Dalam system hukum di Indonesia ada pula maksud para pihak sebagai titik taut yang menentukan hukum yang harus dipakai. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) b. Menurut prosedurnya arbitrase ini terlepas dari sistem hukum suatu negara.1 Tahun 1990. Pada tahun 28 November 1994.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Pada tanggal yang sama juga.JKT. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina dengan KBC menandatangani perjanjian Energy Supply Contract (ESC). demikian juga halnya terdapat pada Perma No. and arising out differences between persons. Territorial factor tidak tergantung pada persyaratan kewarganegaraan atau perbedaan sistem hukum. Dalam kontrak JOC ini KBC berkewajiban untuk mengembangkan energi geothermal dan untuk membangun dan menjalankan fasilitas generating (pembangkitan) tenaga listrik. Pasal 13 ayat 2 dalam kontrak JOC memuat klausul penyelesaian sengketa yang menyebutkan bahwa penyelesaian sengketa yang terjadi antara para pihak akan diselesaikan melalui forum arbitrase yang tunduk pada ketentuan UNCITRAL Arbitration Rules. It shall apply to arbitral awards not considered as domestic awards in the State where their recognition and enforcement are sought. secara otomatis berdasarkan hukum. Internasional menurut faktanya.15 sehingga masalah teritorial mendapatkan tempat pertama untuk menentukan ciri suatu putusan arbitrase asing yang efektif berlaku apabila pengakuan dan eksekusi dimintakan kepada negara lain di luar negara dimana diputuskan. terutama dalam system yang dahulu disebut Hukum Antar Golongan (Hukum Intergentil. putusan tersebut dikategorikan sebagai International Arbitral Award. Swiss. Jakarta: Tulisan pada harian Suara Pembaruan. bandingkan dengan Pasal I ayat (1) New York Convention yang menyatakan: “This convention shall apply to the recognition and enforcement of arbitral awards made in territory of a state than the State where the recognition and enforcement of such awards are sought. ada serangkaian putusan pengadilan yang dengan jelas menentukan bahwa hukum yang harus dipakai adalah hukum yang dikehendaki sendiri oleh para pihak. jika putusan arbitrase diputuskan diluar wilayah Indonesia. Dalam hubungan Hukum Antar Tata Hukum Intern. Dalam kontrak ESC ini PT PLN setuju untuk membeli dari Pertamina yaitu pasokan tenaga listrik yang dihasilkan oleh fasilitas pembangkitan listrik yang telah dibangun oleh KBC sebagai kontraktor dari Pertamina. dalam Sudargo Gautama.

yakni diluar wilayah Republik Indonesia sehingga dapat disimpulkan bahwa award tersebut merupakan international arbitral award. 20 UU No. Kalau tidak melaksanakan putusan tersebut maka akan dianggap cidera janji (wanprestasi). psl. 20 tanggal 5 Agustus 1981. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat).18 Dan Konvensi New York 1958 juga secara jelas mewajibkan negara-negara anggota yang terikat konvensi tersebut untuk mengakui (recognize) putusan arbitrase sebagai putusan yang mengikat dan berlaku bagi mereka. psl.34 Tahun 1981.60. Keputusan Presiden No. Penegasan ini bemakna pengadilan tidak berwenang lagi untuk mempermasalahkan materi putusan. maka sifat final and binding ini tidak akan melekat lagi pada putusan arbitrase Jenewa. Badan arbitrase Jenewa menyatakan bahwa Pertamina bertanggungjawab atas kerugian yang diderita oleh KBC sebagai akibat dari penundaan proyek pembangunan energi listrik. 19 Konvensi New York 1958. Juli-Agustus 2009 Artikel 7 . Kewenangan Pn Jakarta Pusat Dalam Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa a. Warta Hukum Edisi V. atau (c) putusan diambil dari hasil tipu muslihat. Taman Siswa No. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) hukum Indonesia sebagai applicable law. Apabila pengadilan menyertakan bahwa alasan-alasan tersebut terbukti atau tidak terbukti. Putusan arbitrase tidak bisa dimintakan banding atau kasasi.19 Para pihak yang terkait diwajibkan melaksanakan putusan yang telah dikeluarkan oleh badan arbitrase yang menjadi rujukan sengketa. Putusan arbitrase Jenewa tersebut dikeluarkan di Jenewa. baik putusan yang berasal dari badan arbitrase domestik maupun internasional.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Dari putusan tersebut maka negara Indonesia (dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat) hanya boleh menitik beratkan pada masalah registration dan enforcement dari putusan tersebut. dan mempunyai daya eksekutor setelah diputuskan di Jenewa. Kedua kontrak tersebut menjadi pokok permasalahan ketika terjadi penundaan proyek energi listrik dikarenakan adanya krisis ekonomi pada tahun 1998.70. Akan tetapi pada suatu kondisi tertentu. Putusan ini masih mengikat dan mempunyai kekuatan hukum tetap bagi para pihak yang bersengketa walaupun Pengadilan Swiss secara tegas menolak atas pembatalan putusan arbitrase Jenewa. alasan-alasan permohonan pembatalan yang disebut diajukan harus terlebih dahulu dibuktikan dengan Pengadilan. mengikat.20 Pada penjelasan UU No. negara Swiss. Swiss pada tanggal 18 Desember tahun 2000. State Gazzete Tahun 1981 No. tidak akan menghilangkan sifat final and binding putusan ini. 30 Tahun 1999. Jika permohonan pembatalan tersebut diterima oleh pengadilan yang berwenang. maka putusan pengadilan ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi hakim untuk mengabulkan atau menolak 18 UU No. 30 tahun 1999 khususnya pasal 70 menjelaskan bahwa permohonan pembatalan hanya dapat diajukan terhadap putusan arbitrase yang sudah didaftarkan di Pengadilan. Pembatalan Putusan Arbitrase Asing (Anulment atau Set Aside) Berdasarkan Pasal 70 UU No. Tugas pokok pengadilan dalam menjalankan fungsi eksekutor. sifat final and binding award dapat dikesampingkan dengan mengajukan gugatan pembatalan putusan arbitrase. dan akan dianggap tidak pernah ada. Namun jika putusan arbitrase ditolak (refused) oleh pengadilan yang berwenang. Final And Binding Award Sesuai aturan pada umumnya. bersifat hukum tetap/final dan mengikat.III. 30 tahun 1999 menyatakan bahwa putusan arbitrase dapat diajukan permohonan pembatalan dengan alasan: (a) dokumen diakui palsu atau dinyatakan palsu. putusan arbitrase. hanya meneliti apakah ada pelanggaran atas asas-asas yang dilarang dan aturan formal yang bersifat mendasar. psl. Putusan arbitrase Jenewa dalam sengketa antara KBC dan Pertamina sudah final. (b) dokumen disembunyikan oleh pihak lawan. 30 Tahun 1999. maka sifat final dan binding ini tetap melekat. Jadi penolakan yang telah dilakukan oleh Pengadilan Federal Swiss terhadap putusan arbbitrase Jenewa antara KBC dan Pertamina.

23 Ibid. Ada sebanyak lima alasan yang dapat dijadikan sebagai dasar permohonan penolakan dan alasan-alasan tersebut bersifat “alternative”. International Centre for the Settlement of Investment Disputes (ICSID). Apabila ternyata di negara lain terdapat aset pihak yang dikalahkan. Perjanjian Arbitrase tidak sah 2. Sejak permohonan banding diterima paling lama tiga puluh hari kemudian sudah harus diputus. Edisi Kedua.71. 22 UU No.V (2). 25 Konvensi New York 1958. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) permohonan. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.21 Permohonan pembatalan diajukan secara tertulis dalam waktu tiga puluh (30) hari22 kepada Pengadilan wilayah hukum dimana keputusan arbitrase diambil. Juli-Agustus 2009 Artikel 8 . yang apabila permohonan dikabulkan. Taman Siswa No. yakni:26 1. Yahya Harahap. op. Penolakan Putusan Arbitrase (refusal) Penolakan putusan arbitrase oleh pengadilan tidak berarti menafikkan putusan tersebut.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. sedangkan Putusan Arbitrase yang dibuat di dalam negeri hanya dapat dibatalkan dengan melihat peryaratan limitatif dalam Pasal 70 UU No. Jakarta. maka hal ini harus didasarkan kepada ketentuan hukum acara yang berlaku. Sinar Grafika. Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Award. hlm 355-368. 1 Tahun 1990.23 Untuk memberikan kepastian hukum kepada pihak lawan. Warta Hukum Edisi V. psl.24 Konvensi New York telah menegaskan bahwa Recognition and enforcement of an arbitral award may also be refused if the competent authority in the country where recognition and enforcement is sought finds that: (a) The subject matter of the difference is not capable of settlement by arbitration under the law of that country. berdasarkan ketentuan Pasal 72 ayat (4) UU No. Penolakan mempunyai konsekuensi tidak dapatnya putusan dilaksanakan di yurisdiksi pengadilan yang telah menolaknya. disebut secara “limitative” dalam pasal V ayat (2) Konvensi New York 1958. hal ini didasarkan pada syarat putusan arbitrase asing (internasional). UNCITRAL Arbitration Rules. Hal ini dapat diartikan bahwa ketentuan-ketentuan pembatalan tersebut bukan sebagai dasar bagi Pengadilan Indonesia untuk melakukan pembatalan Putusan Arbitrase Internasional. Jadi Pengadilan Negeri tidak dapat membatalkan Putusan Arbitrase Internasional. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). psl. Arbitrase ditinjau dari Reglemen Acara Perdata (Rv). Hal ini terlihat dari penggunaan kata Putusan Arbitrase Internasional dalam Pasal 65 sampai dengan Pasal 69 yang dibedakan dengan kata Putusan Arbitrase seperti tercantum dalam Pasal 70. yang menyatakan bahwa pengajuan memori banding oleh Pemohon Banding wajib disampaikan dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari setelah permohonan banding dicatat dalam buku daftar register.70. b. maka dalam waktu 30 hari ketua Pengadilan Negeri akan menentukan lebih lanjut akibat pembatalan seluruhnya atau sebagian putusan arbitrase.30 Tahun 1999 dinyatakan bahwa terhadap putusan pembatalan dari Pengadilan Negeri dapat diajukan permohonan banding ke Mahkamah Agung yang memutus dalam tingkat pertama dan terakhir. Peraturan Prosedur BANI. 26 M. Putusan tidak sesuai dengan penugasan 4.30 Tahun 1999. Akan tetapi Undang-undang Arbitrase tidak mengatur tentang ketentuan mengenai batas waktu pengajuan banding dan memori banding. Pasal 70. 2006.72 (1) & 72 (2).25 Alasan permohonan penolakan pengakuan dan pemberian exequatur putusan arbitrase asing. Pasal 71 dan Pasal 72 UU No. Tidak memperoleh kesempatan melakukan pembelaan 3. psl. dan Perma No. Susunan atau penunjukan arbiter tidak sesuai dengan kesepakatan yang dijanjikan para pihak. pihak yang dimenangkan masih dapat meminta eksekusi di pengadilan negara tersebut.30 Tahun 1999 hanya memberi wewenang kepada Pengadilan Indonesia untuk melakukan pembatalan Putusan Arbitrase yang dibuat di Indonesia. 24 Hikmahanto Juwana. 21 Penjelasan UU No. psl.30 Tahun 1999.cit. or (b) The recognition or enforcement of the award would be contrary to the public policy of that country. hlm 68.

Interpretasi “competent authority” dari pasal V (1) (e) Konvensi New York 1958 hanya merujuk pada satu otoritas yang berwenang (one competent authority). 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) 5. c. 3Am. c. atau apabila tidak disepakati oleh para pihak maka akan ditentukan oleh arbiter.29 Oleh karena itu maka Lex Arbitri menentukan apakah: Perjanjian arbitrase sah. Vo. a. V (1) (e) Konvensi New York 1958 yang menyatakan Pengadilan yang memiliki wewenang (competent authority) untuk memutus permohonan pembatalan putusan arbitrase adalah Pengadilan di negara mana putusan tersebut dibuat atau Pengadilan berdasarkan hukum mana putusan tersebut dibuat.28 d. op. Hukum Acara (procedural law/crurial law) Hukum prosedural ini mengikat bagi para arbiter dan para pihak dalam proses pemeriksaan hingga adanya putusan. Hanya ada satu Pengadilan yang berwenang dalam membatalkan putusan arbitrase internasional yaitu Pengadilan dimana putusan arbitrase dibuat. 28 Hikmahanto Juwana. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). hlm 69. Lex Arbitri nantinya akan menentukan apakah terhadap putusan arbitrase dapat diajukan keberatan atau pembatalan atau eksaminasi ulang terhadap pokok sengketa. Hukum Materiil (substantive law) Hukum ini degunakan para arbiter untuk memutus perkara.cit. 1992. Warta Hukum Edisi V. 3. e. Competence to Set Aside An Award and Procedural Grounds for Refusing Enforcement: the Viewpoint and Role of Arbitration Law Expert. Sengketa tertentu dapat diseesaikan melalui arbitrase. Putusan PN Jakarta Pusat sangat tidak konsisten dengan ketiga jenis hukum tersebut dengan menunjukkan tidak adanya pembedaan secara terpisah antara substantive law dan 27 Bermann. at http://www. Lex Arbitri Lex Arbitri merupakan hukum yang berkaitan dengan arbitrase dari negara tempat arbitrase dilangsungkan. Hukum materiil ini bisa ditentukan oleh para pihak yang bersengketa dalam kontrak yang umumnya dikenal dengan istilah Governing Law. Lex Arbitri Lex Arbitri yaitu hukum dari suatu negara yang mendasari penyelesaian sengketa melalui arbitrase. Kewenangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hanya berdasarkan interpretasi kedua “sebagai pengadilan berdasarkan hukum mana putusan arbitrase dibuat”. Keputusan arbitrase dapat ditinjau kembali mengenai materinya atau dasar-dasar lainnya.asp? id=6566&cl=Fokus.com/detail. Taman Siswa No. 2. 29 Menyoal Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional oleh Pengadilan.. yaitu:30 1. d.Rev.Int’l. Jurnal Hukum Bisnis.27 padahal semenjak proses arbitrase di Mahkamah Agung Swiss dan pengadilan Texas mencerminkan bahwa kedua belah pihak setuju bahwa “competent authority” yang dimaksud dalam pasal V (1) (e) Konvensi New York adalah Pengadilan Federal Swiss.Arb. hlm 93. Harus ada putusan yang berdasarkan pertimbangan yang berasalasan. 2002. Juli-Agustus 2009 Artikel 9 . Pengadilan yang berwenang membatalkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpendapat bahwa secara prinsip hanya pasal VI jo. hlm 71. b. Pembatalan Putusan Arbitrase Internasional oleh Pengadilan Nasional.hukumonline. 30 Hikmahanto Juwana. Ada tiga jenis hukum yang berlaku dan terkait dengan proses arbitrase.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Pengadilan akan memberikan upaya hukum provisional/sementara. Jakarta.21. Putusan belum mengikat bagi para pihak.

01/Banding/Wasit. (3) Kuasa Hukum Pertamina dan PLN telah mengajukan permohonan banding terhadap putusan arbitrase yang disengketakan kepada Mahkamah Agung Swiss sesuai dengan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional Negara Swiss. Undang-undang No. Putusan MA Sebagai bentuk perlawanan terhadap putusan PN Jakarta Pusat.30 Tahun 1999 hanya mengaturnya dalam Pasal 65 s/d Pasal 69 yang selain mengatur syarat-syarat dapat diakui dan dilaksanakannya suatu putusan Arbitrase Internasional di Indonesia. 8 Maret 2004 Majelis Hakim Agung memberikan beberapa pertimbangan yang intisarinya adalah sebagai berikut: (1) Mengenai Arbitrase Internasional. psl.JKT PST dan telah diputus. 33 Konvensi New York. Sehingga dapat disimpulkan apabila KBC dan Pertamina telah menentukan “seat” di Arbitrase Jenewa.32 Dan Konvensi New York 1958 juga mempertahankan aturan tersebut dalam the law of the country where the arbitration took place.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. 158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) Lex Arbitri.31 Redfern dan Hunter menegaskan bahwa “It is a feature of international commercial arbitration that it usually takes place in country that is “neutral” in the sense that neither party has a place of business or residence there. pihak Karaha Bodas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. (4) Oleh karena itu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus gugatan 31 Hikmahanto Juwana. Ini dipengaruhi oleh beberapa aturan dalam konvensi-konvensi internasional dari Protokol Jenewa 1923 sampai Konvensi New York 1958.” Konsep hubungan “seat” dengan Lex Arbitri sudah diterima secara teori dan praktek dalam arbitrase perdagangan internasional. (2) Pasal V ayat (1) e Konvensi New York 1958 telah disahkan dan dinyatakan berlaku dengan Keputusan Presiden No.86/Pdt.com/detail.. Setiap negara mempunyai Lex Arbitri masing-masing. Apalagi ketika para pihak menentukan tempat arbitrase mereka di Badan Arbitrase Nasional Indonesia. maka Lex Arbitri yang dipakai adalah hukum negara Swiss. Juli-Agustus 2009 Artikel 10 . Putusan Pembatalan Arbitrase Jenewa. 34 Karaha Bodas Ajukan Kasasi terhadap http://www. Dan jika para pihak menentukan tempat arbitrase mereka di Singapore International Center. Dan Lex Arbitri sangat erat kaitannya dengan “seat” yaitu negara dimana tempat arbtrase dilaksanakan.G/2002/PN. dengan Putusan No. KBC yang diajukan pembatalannya kepada PN Jakarta Pusat terdaftar No. loc. including the constitution of the arbitral tribunal. maka dalam proses pemeriksaan banding di MA.Int/2002 tgl. 32 Geneva protocol of 1923. maka Lex Arbitri yang dipakai adalah hukum Singapura. lihat Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat).cit. Padahal pembedaan dari kedua hukum ini sangat penting dalam konteks hukum arbitrase internasional. shall be governed by the will of the parties and by the law of the country in whose territory the arbitration takes place.3.34 Tahun 1981.34 Dalam kasus Pertamina v. Warta Hukum Edisi V. Lex Arbitri. maka Lex Arbitri yang dipakai adalah hukum Indonesia. psl. This means that in practice the law of the place of arbitration.hukumonline.asp?id=6528&cl=Berita.VII (2). Salah satu butir memori kasasinya mengatakan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dinilai tidak bisa membedakan antara pembatalan dan penolakan pelaksanaan putusan arbitrase internasional. juga mengatur prosedur permohonan pelaksanaan putusan arbitrase tersebut. Taman Siswa No. will often be different from the law that governs the substance matters in dispute.33 Beberapa contoh kaitan antara “seat” dengan Lex Arbitri ini misalnya saja apabila para pihak menentukan “seat” mereka di ICC Paris maka Lex Arbitri nya adalah hukum Perancis. Protokol Jenewa 1923 menyebutkan bahwa the arbitral procedure.

158 Yogyakarta Telp 0274 379178 (129) pembatalan putusan Arbitrase Internasional yang diajukan oleh Penggugat. maka yang berwenang untuk membatalkan putusan arbitrase Jenewa adalah Swiss Federal Court. Warta Hukum Edisi V.Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Pembatalan Keputusan Arbitrase Internasional Oleh Pengadilan Negeri (Studi Kasus Pembatalan Keputusan Arbitrase Jenewa oleh Pengadilan Jakarta Pusat). Taman Siswa No. A. Namun terhadap putusan ini masih dimungkinkan untuk dilakukan dua upaya hukum yakni penolakan dan pembatalan pelaksanaan putusan arbitrase asing. Dengan demikian.35 Amar Putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus gugatan pembatalan “Putusan Arbitrase Internasional”. maka gugatan pembatalannya seharusnya diajukan ke Swiss Federal Court. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk mengadili upaya pembatalan putusan arbitrase Jenewa. Dengan ditunjuknya Jenewa sebagai place of arbitration (seat) dan hukum yang mendasari penyelesaian sengketa arbitrase (Lex Arbitri). Munculnya dua upaya hukum pembatalan putusan arbitrase Jenewa baik di Swiss Federal Court dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menimbulkan banyak perdebatan mengenai pengadilan mana yang berwenang dalam pembatalan putusan arbitrase Jenewa. Majelis Hakim Agung menilai bahwa putusan arbitrase diputus oleh para arbiter di negara Swiss. tanggal 8 Maret 2004. PENUTUP Putusan arbitrase internasional memang bersifat final dan mengikat. Kedua upaya hukum ini mempunyai dua implikasi yang berbeda dalam pelaksanaan putusan arbitrase internasional. No. 35 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Juli-Agustus 2009 Artikel 11 . 01/BANDING/WASIT-INT/2002. Oleh karena itu.