Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Struktur terpancang lepas pantai merupakan salah satu struktur yang masih banyak dipakai di perairan Indonesia dalam rangka proses eksploitasi hidrokarbon di laut dangkal. Struktur yang minimum seperti halnya monopod, struktur jacket dengan satu kaki, secara luas masih banyak digunakan untuk kegiatan eksplorasi minyak bumi (Stocker, R. et al, 2002). Demikian juga struktur bipod, struktur jacket dengan dua kaki, hingga saat ini masih relevan dan masih dibutuhkan. Salah satu hal yang signifikan yang harus diperhatikan dalam merancang sebuah struktur adalah mengenai pemenuhan kriteriakriteria yang disyaratkan oleh codes/standar. Maka, struktur dikatakan layak jika struktur tersebut telah memenuhi kriteria-kriteria yang ada di dalam codes. Kriteria desain yang digunakan mencakup semua peralatan operasional dan data lingkungan yang berpengaruh pada desain platform. Untuk memenuhi tuntutan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas alam di lepas pantai yang terus senantiasa berkembang maka kebutuhan akan struktur yang lebih efisien baik dari segi teknis maupun ekonomis sangat diperlukan. Untuk menentukan efisiensi suatu struktur terpancang diantaranya dapat dilakukan dengan pemilihan konfigurasi kaki jacket struktur terpancang tersebut selama struktur yang ditinjau masih memenuhi persyaratan kelayakan struktur.

Salah satu diantara hal yang sangat penting dalam suatu analisa struktur bangunan lepas pantai adalah melakukan analisa atas kemampuan suatu struktur tersebut untuk memenuhi tujuan desain yang telah ditetapkan, termasuk disini adalah bahwa struktur tidak akan mengalami kegagalan dalam berbagai kondisi kerja (Murdjito, 1996) terutama kaki jacket yang merupakan struktur penopang terhadap bengungan di atasnya. Bangunan lepas pantai menerima beban payload dan beberapa beban lingkungan yang diantaranya gelombang, arus, pasang surut dan lain-lain. Beban gelombang merupakan beban lingkungan yang paling berpengaruh pada bangunan lepas pantai. Pengaruh perubahan beban gelombang 1

dan beban payload ini akan memberikan perubahan tegangan pada struktur anjungan lepas pantai yang besarnya juga dipengaruhi oleh konfigurasi kaki anjungan. Pengaruh perubahan tegangan dapat menentukan desain alternatif struktur yang paling optimum sesuai dengan fungsi anjungan. Maka, diperlukan evaluasi sensitivitas terhadap respon struktur, khususnya tegangan, akibat parameter-parameter yang berubah. Evaluasi sensitivitas juga bertujuan untuk mengidentifikasi paramater terpenting yang berpengaruh dalam keamanan struktur. Dewasa ini telah dipergunakan dua filosofi desain yaitu desain tegangan kerja (WSD) dan desain keadaan batas yang disebut Load and Resistance Factor Design (LRFD). Metode WSD (working stress design) yang disebut juga allowable stress design memfokuskan pada pembebanan yaitu unit tegangan diasumsikan struktur elastis yang memenuhi persyaratan keamanan bagi struktur tersebut. Dalam WSD semua beban diasumsikan memiliki variabilitas yang sama. Sedangkan LRFD memakai faktor keselamatan yang menyatakan kekuatan ultimate dari material dimana kekuatan material dibagi dengan suatu faktor tertentu. 1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian adalah : Bagaimana pengaruh perubahan beban gelombang dan payload terhadap tegangan struktur monopod ? Bagaimana pengaruh perubahan beban gelombang dan payload terhadap tegangan struktur bipod ? Parameter apa yang paling berpengaruh/sensitif terhadap perubahan tegangan pada struktur monopod dan bipod ? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan Tugas Akhir ini adalah : Untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan beban gelombang dan payload terhadap struktur monopod. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan beban gelombang dan payload terhadap struktur bipod. 2

Untuk mengetahui parameter yang paling berpengaruh/sensitif terhadap perubahan tegangan pada struktur monopod dan bipod. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : Dapat menentukan pengaruh tegangan akibat beban gelombang dan beban payload terhadap struktur monopod dan bipod, sehingga kita dapat menentukan tingkat sensitivitas yang diakibatkan oleh beban gelombang dan payload. Dari hasil penentuan tingkat sensitivitas beban gelombang dan payload pada masing-masing konfigurasi kaki jacket, maka kita dapat menentukan desain alternatif struktur yang paling optimum sesuai dengan fungsi anjungan 1.5 Ruang Lingkup Panelitian Untuk mempersempit permasalahan dan mempermudah perhitungan maka penelitian yang akan dilakukan dibatasi pada hal-hal berikut : a. Jenis struktur yang dianalisa adalah monopod (APND) dan bipod (KKNA). b. Analisa mengacu pada standar yang berlaku yaitu API RP2A LRFD. c. Beban yang bekerja pada struktur adalah beban payload (dead load dan live load) dan beban lingkungannya berupa beban gelombang. d. Analisa yang dipakai untuk analisa struktur adalah analisa statis (in-place), tidak termasuk analisa pondasi, seismik dan slamming pada deck. e. Analisa akibat beban gelombang hanya dilakukan pada kaki jacket. f. Kondisi pembebanan yang digunakan baik untuk struktur APND maupun struktur KKNA adalah kondisi pada moda operasi. g. Software yang digunakan untuk analisa struktur menggunakan software GT STRUDL dan GT Selos. h. Harga Cd dan Cm diambil dari code API RP 2A LRFD.

1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam penelitian ini yaitu : 3

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diterangkan mengenai latar belakang studi yang dilakukan, permasalahan, tujuan yang akan dicapai dari permasalahan yang ada, manfaat, batasan-batasan masalah yang dipakai dalam penyelesaian serta sistematika penulisan tugas akhir ini. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam penyelesaian masalah dalam tugas akhir ini penulis berpedoman pada beberapa penelitian tentang struktur bangunan lepas pantai yang pernah dilakukan dan dasar teori khususnya jacket platform. Dasar teori yang digunakan antara lain dasar-dasar perancangan jacket dan pemodelannya, teori gelombang, ketentuan dan peraturan mengenai kekuatan struktur yang direkomendasikan oleh API RP2ALRFD. BAB III METODOLOGI DAN PEMODELAN STRUKTUR Bab ini menerangkan tentang pemodelan struktur secara keseluruhan yang mengikuti metodologi penelitian yang telah ditentukan. Pemodelan ini meliputi pemodelan struktur dan pembebanan, termasuk di dalamnya adalah pengumpulan data struktur dan data lingkungan, penentuan konfigurasi struktur jacket, pemodelan detailed model dari data yang telah ada dan teori perhitungan yang ditentukan. Pemodelan struktur secara global dilakukan dengan menggunakan bantuan software GT-Strudl version 27 dan permodelan beban lingkungan dilakukan dengan menggunakan bantuan software GT-Selos. Pemodelan ini mengacu pada peraturan yang digunakan dalam penyelesaian tugas akhir ini yaitu API RP2A-LRFD. BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang hasil dari analisa-analisa yang telah dilakukan pada penelitian, yang meliputi analisa hasil dan pembahasan hasil analisa. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dan saran penyelesaian permasalahan penelitian lebih lanjut dari struktur. 4