Anda di halaman 1dari 1

Unsur Transisi Periode 4

 Unsur-unsur yang terletak satu periode memiliki jumlah kulit yang sama, tetapi
sifat kimianya berbeda.
 Unsur Periode 3:
Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn
4s2 4s2 4s2 4s13d 4s2 4s2 4s2 4s2 3d8 4s1 4s2
3d1 3d2 3d3 5
3d5 3d6 3d7 3d10 3d10
3B 4B 5B 6B 7B 8B 8B 8B 1B 2B

 Sifat-sifat:
1. Semuanya logam
2. Biloksnya pasti positif
3. Pada umumnya mempunyai harga biloks lebih dari 1, kecuali Sc (+3) dan Zn (+2)
4. Pada umumnya, ionnya berwarna, kecuali Sc2+, Zn2+, dan Ti4+
5. Dapat membentuk ion kompleks sebagai atom pusat.
Contoh:
Al2[Cu(OH)4]3 Alumunium tetrahidrokso kuprat (II)
[Zn(NH3)4]Cl2 Tetraammin zink (II) klorida

Pengolahan logam besi dari bijihnya :


♦ Bijih besi : Hematit, Fe2O3
 Jika bijih logam bersifat asam, pada pengolahan ditambahkan kapur, CaCO3
 Jika bijih logam bersifat basa, pada pengolahan ditambahkan pasir, SiO2
 Sebagai reduktor (pereduksi) digunakan CO yang berasal dari pembakaran tidak
sempurna kokas, C
 Reaksi yang terjadi :
C + O2 → CO2 (2000 oC) kokas
C + CO2 → 2 CO (1300 oC) berlebih
Fe2O3 + CO → Fe3O4 + CO2 (250 oC)
Fe3O4 + CO → FeO + CO2 (600 oC)
FeO+ CO → Fe + CO2 (1000 oC)
95 %

♦ Pengolahan logam tembaga dari bijihnya:


Bijih tembaga : kalkopirit, CuFeS2,
Pada pengolahan logam ditambahkan pasir untuk mengikat Fe2O3 yang dihasilkan
dari proses pemanggangan.
 Tahap pada proses pengolahan tembaga adalah:
1. Flotasi /pengapungan: membuang sampah-Sampah dari bijih
2. Pemanggangan : CuFeS2(s)+ O2(g) → Cu(s)+ Fe2O3(s)+ SO2(g)
97 %
gas SO2 yang dihasilkan tidak dibuang ke udara karena dapat mengakibatkan
hujan asam. Disekitar pabrik didirikan pabrik pembuatan asam sulfat dengan
bahan baku gas SO2
3. Pemurnian tembaga melalui elektrolisis larutan CuSO4 dengan menggunakan
logam tembaga murni sebagai katode dan logam tembaga yang akan
dimurnikansebagai anode.
Reaksi elektrolisis :
CuSO4 (aq) → Cu 2+(aq) + SO4 - 2 (aq)
Anode (+) : Cu (s) → Cu 2+(aq) + 2 e
97 %
Katode ( - ) : Cu 2+(aq) + 2 e → Cu (s)
100 %