2. OBAT PENYAKIT LAMBUNG

OBAT PENYAKIT LAMBUNG

Ringkasan : I. PENGIKAT GETAH LAMBUNG YANG BERLEBIH 1. Antasida a. Sistemik b. Non-Sistemik II. PENGHAMBAT SEKRESI GETAH LAMBUNG 1. Perintang Reseptor H-2 (= H-2 RESEPTOR ANTAGONIST ) 2. Zat-Zat Antimuskarinik (= ANTIKHOLINERGIK ) ` 3. Penghambat Pompa Proton III. ZAT PROTEKSI MUKOSA LAMBUNG IV. Lain-Lain 1. Obat-obat penenang 2. Antiflatulent  luka kembung  bakteri  mengeluarkan gas  perut kembung 3. Pengatur fungsi pencernaan (= memperbaiki motilitas gastrointestinal ) Gambar : penampang luka lambung dan luka usus halus

Gambar : reflux esophagitis

Keterangan : Gambar A: - Saluran digestiva bagian atas

Gambar : tempat terjadinya gangguan asam lambung. = termakan atau terkikis.Melemahnya otot sphincter esophagus .Gambaran luka lambung dan luka usus halus Gambar B : Penyebab Reflux Esophagitis ada tiga : . semacam ulserasi Volume rata-rata sekresi gastrointestinal per hari Liur (= saliva ) = 1500 ml Getah lambung = 1500 ml Cairan empedu = 1000 ml Getah pankreas = 1500 ml (=pancreatic juice) Getah usus halus = 2500 ml jumlah = 8000 ml Gambar : sekresi hormon dan enzim dalam gastrointestinal ..  Site of  Reflux esophagitis  Erosion = tempat terjadinya = esophagitis akibat perluasan guam mulut.Isi lambung yang bersifat asam mengalir ke atas (= backflow )  Hiatur hernia : meregangnya diafragma tempat dimana esophagus lewat sehingga sebagian dari lambung menonjol ke dalam diafragma.Otot pada diafragma meregang dan dapat menyebabkan hiatus hernia .

Terlalu sering makan/minum makanan/minuman yang pedas. Pendapat lain : Peptic ulcer (= luka lambung ) pada seseorang dapat terjadi meskipun kadar asam lambungnya normal bahkan turun dari biasanya. kemudian bila makanan masuk maka akan dinetralkan. Waktu makan yang tidak teratur. Faktor predisposisi Yaitu : respon tubuh terhadap penyakit yang sifatnya laten dan dapat diaktifkan dalam keadaan tertentu.Penyebab : 1. Hipersekresi cairan lambung 2. tetapi karena menurunnya kemampuan proteksi (= perlindungan ) dari mucin terhadap lambung. minuman yang mengandung alkohol atau obat-obat yang bersifat asam atau merangsang lambung.  Helicobacter pylori : termasuk Gram ( . Kalau makan teratur.Rasa nyeri. Mucin ialah suatu mucopolysaccharide atau glycoprotein yang merupakan bahan utama dari mucus (= lendir ) lambung.) dapat dibasmi dengan Bismuth + Metronidazol + Tetrasiklin / Amoksisilin. 7. 6. Faktor endokrin 5. Ketegangan jiwa 3. Pengobatan borok (= ulcus) lambung – usus Berupa simtomatis. Ada pendapat bahwa luka lambung bukan karena kadar asam lambung yang naik. akibat peristaltik lambung . Cemas (= stress ) antara lain merupakan penyebab luka usus halus. Faktor genetik Untuk peptic ulcers sering pada orang dengan golongan darah O 4. seperti oleh stress. maka produksi asam lambung teratur. terutama : .Terbentuknya asam lambung dan pepsi yang berlebihan Bila saja kuman Helicobacter Pylori dimatikan agar luka dapat cepat menutup dan sembuh. luka usus halus biasanya karena adanya sekresi asam lambung yang berlebih. sedangkan luka lambung biasanya disebabkan oleh makanan / obat. .

A. Aluminium phosphat (= AlPO4 ) mis. Antasida sistemik Contoh obatnya hanya ada satu macam saja. adanya berlebihan alkali dalam darah. Sekarang Sodium Bicarbonate hanya dipakai untuk : 1. Efek carminative yang menyebabkan berserdawa. kontraksi kandung empedu naik asetilkolin  dapat dikurangi / dihambat oleh S. 2. Kelenjar getah lambung asam lambung & pepsin naik. Magnesium trisilicate . Milk of Magnesia (= MoM ) b. Acidosis metabolik  bila diare 2. Juga : sekresi pankreas. yaitu : Natrium (= Sodium ) Bicarbonate = NaHCO3 . Alkalinisasi urine = membuat urine bersifat alkalis. atau tetap ( tidak mudah menguap ). Aluminium hidroksida (= Al(OH)3 ) b. Antasida nonsistemik 1. Menghasilkan gas CO2 yang sering justru mengakibatkan hipersekresi asam lambung (= rebound effect ) 2. Nervus vagus ( saraf kranial ke X )  Stimulasi  Gastrin – releasing peptide (= GRP)  Distensi antrum ( gembung ) Kelenjar pilorus gastrin Kelenjar getah lambung dirangsang 2.  Carminative : obat yang membebaskan diri dari flatelen dan meredakan nyeri ‘carminativum’  Metabolik : gangguan dimana status asam-basa tubuh bergeser ke arah alkali karena retensi basa atau hilangnya asam nonkarbon. Na+ menyebabkan alkalosis metabolik. Bicnat Sifat : 1. saraf parasimpatik asam lambung & pepsin naik. Garam Magnesium a. Megnesium hidroksida (= Mg(OH)2 ) min.  Gastrin = hormon polipeptida yang disekresi oleh sel gastrin. kelenjar pilorus.Bagan : Hubungan antara Gastrin dengan asam lambung dan Asetilkolin dengan asam lambung. Garam Aluminium a. 3. bertahak. Phosphalugel. 1.

Polysilane (+ MPS ). Splastik anemia ( Tagamet ) 3. 2.O. bolus terlampau cepat. Gelusil (= Al(OH)3 + Mg Trisilicate ). Frekwensi pemberian Antasida tergantung masing-masing pasien. Berikan dengan sendok plastik 3. Sebaiknya dikunyah atau sampai melarut baru ditelan. Pasien boleh diberi minum tetapi sedikit saja. Perintang reseptor H-2 = H-2 reseptor antagonist = antisecretory agents Mekanisme kerja : Kalau H-2 reseptor diduduki oleh H-2 histamin. Famotidine . Mata Aluminiu Magnesium Silicate (= Neusillin ) b. Mylanta forte (+ MPS). Digel (+ MPS). Nulcer 2. baru tutup kembali. 3. Cimetidine = Tagamet. Farmacrol Forte (+ MPS). Efek terapeutik tergantung dari pada Antasida yang dipakai dan waktu pemberian. Neusillin dan masih banyak lagi sediaan-sediaan dalam dagang. Zantadin 3. Ranitidine = Rantin. Dexanta (+ MPS). Cara pemberian antasida bentuk tablet 1. Obat kocok sampai merata dulu. aritmia.S. 4. Gelusil MPS. 4. Polycrol gel dan forte (+ MPS ). Mulut botol bersihkan.v. Plantacid (+ MPS ). anaphylaxie ( jarang ) pada Ranitidin. 2. Aluminium hidroksida + Magnesium hidroksida.c. Sekresi getah lambung akan distimulasi 2. Hepatotoksik ( jarang ). 2. Henti jantung. Spasmus pada bronchus ( Famotidin ) Contoh obat yang beredar ialah sebagai berikut : 1. Gelusil II (= Al(OH)3 + Mg(OH)2 + NaHCO3 + Ca Carbonate). maka terjadi efek sebagai berikut : 1. Mylanta (+ MPS). bila Tagamet diberikan i. isinya sama hanya berbeda nama saja. Gastridin. Aluminium Magnesium Carbonate Hydroxide (= Talcit ) c. Perhatikan : antasida tidak perlu disimpan dalam lemari es. Cara pemberian antasida bentuk suspensi 1. Misalnya : Antasida DOEN. Jangan ditelan Tablet yang masih utuh karena kemungkinan tidak seluruh Tablet dapat larut dalam lambung sehingga tidak efektif bereaksi dengan asam lambung. : 1. 4. Zantac. Ulcumet. agar merata sampai ke permukaan lambung dan lebih efektif bereaksi dengan asam lambung. Garam Aluminium dan Magnesium Adakalanya dicampur dengan Simethicon = Metil Polisiloksan = MPS a. E. Magasida (+ MPS). Ulsikur. Sedikit stimulasi jantung Perintang reseptor H-2 akan menghalangi masuknya H-2 histamin ke dalam H-2 reseptor. Magnesium oksida (= MgO ) 3.

(ortho)simpatik  Craniosacral = berhubungan dengan tengkorak kepala dan sakrum  thoracolumbar = berkenaan dengan bagian-bagian torakal dan lumbal tulang belakang Tabel : Simpatomimetika – Parasimpatomimetika 1. Regastin 4. Noradrenalin .S.= Facid.S. Sistem somatik afferent S. Simpatomimetika X Simpatolitika = Adrenergika = Adrenolitika = Agonis Adrenergik = Penghambat Adrenergika (meniru noradrenalin) = Antiadrenergika 2.s.visera sistem somatik efferent Sistem visera afferent sistem visera efferent (=susunan saraf otonom) s.P.S.somatik Somatik = susunan saraf pusat.S.S.s.S.somatik S. Parasimpatomimetika = Kolinergika (meniru asetilkolin) X Parasimpatolitika = Antikolinergika = Antimuscarinic = Atropine-lika = Zat-zat Atropinic Simpatomimetika Obat-obat yang meniru efek-efek dari perangsangan susunan simpatik oleh. Roxatidine = Roxan Bagan : Susunan saraf otonom (= susunan saraf vegetatif ) S.S.simpatik = s.perifer S. S.S. = susunan saraf = S. Gaster.parasimpatik (= kolinergik) Divisi craniosacral parasimpatetika kolinergika thoracolumbar simpatetika adrenergika Visera = organ afferent = ke arah pusat efferent = keluar dari pusat s.simpatik (=adrenergik) Terminologi anatomis physiologis pharmakologis S.s.s.P. motoris = badan / tubuh s. S.

2. Probantin. yaitu merangsang organ-organ yang dilayani saraf parasimpatik dan meniru efek perangsangan dengan asetilkolin.  Sympathetic : saraf simpatik. otot rangka yang disebut : efek nikotinik. Obat-obat yang mempunyai khasiat meniadakan efek muscarin tersebut di atas (terutama menekan sekresi getah lambung) disebut : antikolinergika. dsb. dsb. dsb. keadaan stress maka sistem simpatik bersama anak ginjal menaikkan tekanan darah. Urecholin. β : propranolol Penghambat β : Trasicor. berkelahi. Menyebabkan gerak peristaltik naik. Sering disebut juga : zat antimuscarinic. menginggikan glukosa darah. Kelenjar eksokrin dan otot polos atau yang disebut : efek muscarinik. dsb. Norepinefrin. Contoh obat : Prostigmin. 2. Isoprenalin. Sekresi dan produksi asam lambung naik. Librax. Terbutalin (= Bricasma). Simpatolitika Obat-obat yang melawan efek adrenergika. Atrovent inhaler. Gastrozepin. Muscarin mempunyai efek terhadap lambung usus ialah sebagai berikut : 1. Visken.Contoh obat : Epinefrin. Dopamin. Betablok. Dobutamin. Contoh obat : Penghambat α . yaitu yang berpengaruh terhadap : 1. Mekanisme kerja : Menghambat atau melawan sebagian atau seluruh efek dari perangsangan susunan parasimpatik dengan merintangi kerja asetilkolin pada otot licin dan kelenjar eksokrin. Cantil. . frekwensi jantung. Penghambat α : Minipress Ergometrin Parasimpatolitika Obat-obat yang melawan efek parasimpatomimetika. Efek muscarinik berarti mempunyai kerja yang menyerupai muscarin. Ventolin (= Albuterol). Extract Belladona. Pekerjaan farmakodinamik dari asetilkolin dapat dibagi menjadi dua golongan. Ganglion simpatik dan parasimpatik. Efedrin. atropine like drugs atau zat-zat atropinik. Parasimpatomimetika Obat-obat yang berkhasiat terhadap susunan parasimpatik. Pilocarpin. Antikolinergika Pada umumnya sistem saraf parasimpatik diperlukan untuk meneruskan fungsi vital. sedangkan dalam keadaan yang memerlukan reaksi cepat seperti : lari. Muscarin ialah suatu alkaloida (= zat pahit yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan) yang terdapat di dalam beberapa jenis jamur dan ikan yang telah membusuk. Obat-obat antikolinergika Obat-obat yang dapat melawan sebagian atau seluruh efek dari rangsangan susunan parasimpatik dengan merintangi asetilkolin di otot-otot licin dan kelenjar eksokrin. Contoh obat : Atropin Sulfat. Carbachol. dsb.

Gambar : serat saraf pre. dopamin. Yang dipengaruhi oleh susunan saraf para-simpatik ialah : kelenjar lakrimalis (= air mata). dan sel darah merah yang mengkatalis hidrolistis asetilkolin menjadi kolin dan asam asetat. otot. Saraf cranial = saraf pada otak. Neurohormon= hormon yang merangsang mekanisme neural. Asetilkolinesterase Asetilkolin Kolin + Asam asetat Asetilkolin secara normal terdapat pada bermacam-macam bagian tubuh dan mempunyai fungsi fisiologis yang penting. getah lambung. yaitu : ester asam asetat dari kolin yang reversibel. Pembicaraan : Asetilkolin Suatu neurohormon. dan yang berjalan menyebrang celah sinaps untuk merangsang ataupun menghambat sel sasaran. Gland = kelenjar. misalnya : asetilkolin. Kelenjar eksokrin = kelenjar yang melepas sekresinya melalui saluran yang terbuka ke permukaan interna atau eksterna dari tubuh. pada ganglia simpatis dan parasimpatis. Neurotransmitter Suatu zat.dan postganglion dari sistem susunan saraf otonom dan neurohormonal. keringat. Yang dilepas dari ujung akson neuron presinaps pada perangsangan. . Neural = berhubungan dengan suatu saraf atau saraf-saraf. pankreas (enzim) kesemuanya akan ditekan kecuali enzim yang dikeluarkan oleh pankreas akan naik. dan pada ujung-ujung saraf parasimpatis Asetilkolinesterase Enzim yang terdapat pada jaringan saraf. dll.      Craniosacral = berhubungan dengan saraf parasimpatik. seperti sebagai neurotransmiter pada batas otot-saraf. norepinefrin. Neurohumor Zat kimia yang dibuat dalam neuron dan berfungsi mengaktifkan neuron.

 Synaptic cleft = celah ekstraseluler sempit di antara membran sel pre dan post sinaptik pada sinapsis. Zat-zat Antimuskarinik (= Antikolinergik ) Dapat dibagi menjadi : I. Oleh rangsangan (= action potential) asetilkolin dikeluarkan menuju reseptor melalui celah sinapsis. Alkaloida Belladona. Scopolamin HDr. 4. Pembicaraan Akson (= axon) Tonjolan suatu neuron yang dilalui impuls-impuls keluar dari badan sel. Contoh obat : Aludonna II. Setelah bekerja akan diinaktifkan oleh asetilkolinesterase. Biosintesa : kolin diambil oleh terminal saraf (= axon) kemudian disintesa sebagai berikut : Asetil asetilase Kolin asetilkolin 2. 1. Asetilkolin disimpan dalam vesicle (= kantung kecil yang mengandung cairan) 3. 2. Sintesa asetilkolin 1. Senyawa Ammonium Quaterner . Sinap (= synape) Tempat dihantarkannya impul dari suatu neuron ke neuron lainnya baik dengan cara elektrik atau kimia. Atropin Sulfat 3.Bagan : Saraf parasimpatik postganglion neuron dan sintesa asetilkolin. Asetilkolin bekerja pada reseptor dan menimbulkan efek 5. Stomadex. Extractum Belladona Contoh obat : Stomadon.

suatu enzim) Pada sel parietal (= sel dinding lambung) Bekerja pada pil di bawah 4  jika pH lambung mencapai 4. Gangguan kulit (= skin rash) Interaksi obat : Diazepam dan Phenytoin. Inhipump.S. Pagi hari p.V. Clidinium Bromide Contoh obat : Librax = Renagas = Braxidin = Perhaspas.O. menaikkan masa paruh obat (= t keracunan obat.c. cycloplegia (= paralysis akomodasi ). bradycardia 3. Contoh obat : OMEPRAZOLE = Losec. Penghambat pompa proton Mekanisme kerja : Menghambat sekresi : H+ (asam lambung). ½ ). atau a.V. cepat rusak. mydriasis. E. Seperti pada Atropin Sulfat. penyumbatan pada paru-paru. monitor terhadap kemungkinan . Injeksi : Losec 40 mg Pelarut tersedia : 10 ml I. Pirenzepin di HCl Contoh obat : Gastrozepin E. konstipasi.1.O. muntah. sehari 1 capsul (= 20 mg) untuk 24 jam. Methaphyllin 4. dll. menghilangkan rasa nyeri pada Epigastrium (= ulu hati)  Ulcus duodeni  Sindroma Zolinger – Ellison  Atypical (= tidak khas) Peptic Ulcera  Extreme Gastric Hyperacidity Takaran : P. retensi urine. mual. tachycardia. OMZ. sakit kepala 2. Indikasi :  Ulcus peptic. Antasida boleh dimakan bersama OMZ. misalnya : tachycardia. Diare. obat ini tidak bekerja lagi. Nyeri pada dada.O.S.  tidak diperkenankan. Dudencer. Fenil Propil Etilamin (= Alverin Citrat) Contoh obat : Spasmium 5. 2.c. nyeri lambung 4. K+ (Kalium) dan ATP-ase (Adenosin Triphosphatase. Mepenzolat Bromide Contoh obat : Cantil 3. Pusing. Propantheline Bromide (= Probanthin ) Contoh obat : Veragel. bolus : 2 ½ menit atau maksimum 4 ml/menit I. 1.

Beritahu pasien : 1. Contoh obat : . Ulsanic. Mekanisme kerja : Tidak begitu jelas. Konstipasi dapat dikurangi dengan cara minum air banyak ± 2. dan menghambat neurtransmitter. Obat-Obat Penenang Benzodiazepin Termasuk obat golongan antiansietas/anticemas atau minor tranquillizer. Golongan Benzodiazepin mempunyai daya kerja sebagai berikut : Antiansietas (= anksiolitik). Bila tidak berhasil dapat dibantu dengan Metamucil. 2.Medikasi preanestetik Menurut penyelidikan klinis. pepsin dan empedu. Bila diberikan dengan obat lain maka berikan Sucralfate dulu kemudian 2 jam setelah itu obat lainnya. Hentikan merokok karena luka usus halus dapat kambuh kembali. Zat proteksi mucosa lambung.Insomia . Benzodiazepin bergabung dengan komponen molekul dari GABAA.reseptor yang ada pada neuronal membran dalam SSP. Ibu yang sedang menyusui maka menyusui dulu baru makan obatnya.merupakan penghambat neurtransmitter pada susunan saraf pusat (=SSP). cairan lambung produksinya akan naik bila pasien menderita cemas. Ulsufate. 3. Ulsidex (tablet : 500 mg. konstipasi atau diare. E. Pengobatan dengan Sucralfate membutuhkan waktu relatid lama (4 – 8 minggu) 4.Ansietas . Bila cairan lambung produksinya naik dan mengenai luka lambung maka akan timbul rasa : perih. antikonvulsif. 5. luka sukar sembuh. 2. Mual. gangguan kulit atau nyeri pada dada yang terus menerus.Kaku otot . mual. tablet forte : 1 g ) Mekanisme kerja : Secara selektif mengikat jaringan yang luka dan membentuk lapisan untuk melindungi luka terhadap asam lambung. Bila terjadi sakit kepala. Benzodiazepin akan mengurangi cemas sehingga sekresi getah lambung pun turun.S. Implikasi Keperawatan 1. beri tahu dokter. tetapi diduga adalah sebagai berikut : GABAA. sedatif-hipnotik. Sucralfate = Neciblok. relaksasi otot (= muscle relaxans ) Indikasi : .O. gerak badan dll. Karena dapat mengikat obat lain sehingga mengurangi bioavailabilitas obat lain tsb. Baik untuk pengobatan luka duodenal. gangguan lambubg usus. larutkan dalam air yang cukup. Karena ikut ASI.5 – 3 lt/hari. Bila diberikan per nasogastric tube. tetapi secara ilmu pengetahuan hubungan ini belum dapat dijelaskan.

Mekanisme kerja : Suatu surfactant (= surface-active agent = zat penurun tegangan permukaan) yang bekerja memecah buih (= defoam) pada getah lambung sehingga udara lebih mudah dikeluarkan melalui flatus. Atau setiap jam p. Motilium. Dyspepsiam yang disertai dengan : lambung terasa penuh. Aeroson.n.   p. Simethicon. reflux oesophagus. Tablet : 40 mg. Serenal (= Oxazolam). Esilgan (= Estazolam).O. Metoclopramide . Tetapi tidak dianjurkan untuk diberikan pada kasus colic anak-anak karena informasi mengenai keamanannya pada anakanak belum ada. Maksimum : 500 mg / sehari Tablet kunyah dulu baru telan dengan air. : Kadang-kadang kejang usus sementara b. Indikasi : Flatulensim. Mual dan muntah 3. Lexotan (= Bromazepam). Diloxan. Xanax (= Alprazolam). Domperidone = Galflux.Ativan (= Lorazepam). Frisium (= Clobazam). Mual karena efek samping obat.n. Dormicum (= Midazolam). Tranxene (= Clorazepate).  GABA = gamma aminobutyric acid dan terdiri dari A – B – C dan Celah Cl- Antiflatulents Contoh obat : Metilpolisiloksan (= MPS) = Dimeticon. Vometa Tablet : 10 mg sirop : 1 mg/ml Indikasi : 1.c. E.O. Bila cairan : larutan dikocok dulu sampai merata baru diberikan E.O Simethicon suatu zat yang nontoxic. Halcion (= Triazolam).S. 2. Disflatyl. : 40 – 125 mg p. oesophagitis. perasaan nyeri akibat rangsanganrangsangan gas.S. dsb. Librium (= Chlordiazepoxide).r. Gembung perut (= functional gastric bloating) Cara pemberian P. meteorisme (adanya gas dalam lambung dan usus). belum ada laporan mengenai ESO nya.r. nontoxic = pro re nata = bila dianggap perlu = tidak beracun Pengatur fungsi pencernaan Memperbaiki motilitas lambung-usus (= gastrointestinal ) Contoh obat : a. Valium (= Diazepam).

Ampul : 10 mg / 2 ml i. termasuk yang bersifat psikosomatik. sakit kepala. Misalnya : mual. duodenitis. Prepulsid. serangan kejang.v. Vomitrol. Raclonid.S.= Normastin. Vomiflux Tablet : 5 mg atau 10 mg Mekanisme kerja : Meningkatkan pengeluaran asetilkolin pada myenteric plexus Akibat : motilitas lambung usus naik (aktivitas prokinetik) cardiac rate meningkat esophagus bagian bawah peristaltiknya naik mempercepat waktu pengosongan lambung Cara pemberian : 1. perasaan mual oleh obat. Normal : sehari 4 x 1 tablet 5 mg. E.m.m. Piralen. 10 mg selama 1 – 2 menit Indikasi : 1. Pasien dengan hepatitis mulai dengan takaran setengah dari pasien normal. E. Mengantuk. tachycardia. muntah. Dispep. .O.i. gangguan lambung usus. minimum 15 menit sebelum makan 2. Cisapride = Acpulsif. Pengobatan simptomatik pada gangguan lambung usus. P. Mengendalikan muntah yang disebabkan oleh keadaan : Haid.S. pada waktu mau tidur i. operasi perut. Primperan. Kejang abdomen sementara.c. Implikasi Keperawatan : Monitor kemungkinan timbul tanda-tanda keracunan Cisapride. misalnya : pusing-pusing. radiasi dan tindakan diagnostik lain. apalagi bila diberikan bersama dengan Cimetidine (=Tagamet).v. untuk itu takarannya dikurangi.O.O. 2. diare / konstipasi. Opram. i. dsb.     Dyspepsia = pencernaan makan terganggu Oesophagitis = radang pada oesophagus Reflux = aliran balik / aliran kembali Esophageal reflux / gastroesphageal reflux = reflux isi lambung ke dalam esofagus.c. kehamilan.1 mg/tetes Kesemuanya diberikan 15-30 menit a. dispepsia. flatulence. Tablet : 5 mg atau 10 mg Sirop : 5 mg/ml drops : 0. diare / konstipasi. Guarposid. 30 menit a. . pusing. gastritis. reaksi ekstrapiramidal (penggunaan jangka panjang pada anak-anak) dapat ditanggulangi dengan pemberian : Atropin Sulfat. dan ekstrapiramidal.

20 mg setiap 12 jam 20 mg dalam 10 ml Waktu 2’ 1 g 4x/hari a. Pencahar emolient a. i.O. bolus P.s. Milk of mahnesia. Dulcolax = Bisacodyl b.v. 10 mg 30’ a.s. Glycerin. MgO b. Pencahar pembentuk massa (= Bulk laxative ) Psilium. Sorbitol. Zat penurun tegangan permukaan . Pencahar osmotik Duphalac.c. Pencahar garam (= Saline cathartic ) a.c. i.v. Diphenulmethan derivat Brooklax.    Plexus : jalinan anyaman Myenteron : lapisan otot dari usus Plexus myentericus : bagian dari pleksus enterikus yang terletak di dalam tunika muskularis. 5.s.s. 300 mg + 20 ml NS Waktu : 5’ 150 mg setiap 12 jam 300 mg h.O. Tagamet Zantac Famotidin Ulsanic Primperan Probanthin Ringkasan Pencahar 1. bolus P. Tunica : membran atau struktur lain yang membungkus / melapisi suatu bagian tubuh / organ Tabel : Obat penyakit lambung NAMA OBAT TAKARAN 300 mg 4x/hari 400 mg 2x/hari 800 mg h. P.O. bolus P.O. 50 mg setiap 6 – 8 jam + NS 20 ml waktu 5’ 40 mg h. i. Garam Natrium 3. = Mulax 4. Pencahar rangsang (= Stimulant cathartic = Contact cathartic ) a. Garam Magnesium Magnesium Sulfat. Anthraquinon derivat Istizin c. dan h. Caster oil d. Laxoberon 2. Dan pada waktu akan tidur selama 2 – 8 minggu 15 – 30 mg 3x/hari 30 mg h.O. P. CARA PEMBERIAN P.s.v.O.

. YAL.Laxadine. Glycerin. Zat pelicin (= Stool softeners ) Paraffin liquidum. Microlax gel 5 ml b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful