Anda di halaman 1dari 29

1

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. IDENTITAS PERUSAHAAN Kantor Pusat : Phone Fax Geolocation : : : Jl. Rungkut Industri I/27 Sier Surabaya 60293 (031) 847 2401 (0298) 847 2413 737'36.96"S 11241'18.19"E

Coca-Cola Bottling Alamat : Jalan Raya Surabaya Malang Km. 43 Padaan,

Pasuruan East Java Phones Fax. Visi : : : (0343) 631801-02 (0343) 631803 Menjadi perusahaan produsen minuman terbaik di

Asia Tenggara Misi : Memberikan kesegaran kepada pelanggan dan

konsumen dengan rasa bangga sepanjang hari.

B. SEJARAH PERKEMBANGAN PERUSAHAAN Diciptakan pertama kali di bulan Mei 1886, oleh Dr. John S. Pemberton di Atlanta,Georgia. Nama "Coca-Cola" sebenarnya merupakan ide dari Frank Robinson, yang menjadi pemegang pembukuan Dr. Pemberton, yang kemudian menggambarkannya dalam bentuk teks script yang melayang,

yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini. Nama Coca-Cola sendiri sebenarnya berasal dari campuran bahan minuman tersebut yaitu stimulant cocaine, yang dicampur dengan kola nuts (yang merupakan bahan caffeine). Percaya atau tidak, awalnya Dr. Pemberton mengklaim bahwa Coca-Cola dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk morphine addiction, dyspepsia, neurasthenia, sakit kepala, dan impotensi dan dijual seharga 5cent per gelar. Pemberton terinspirasi atas kesuksesan cocawine Perancis Vin Mariani, yang dibuat oleh Angelo Mariani. Penjualan pertama dilakukan di Atlanta, Georgia di sebuah farmasi bernama Jacob Pharmacy pada tanggal 7 Mei 188, dan dalam delapan bulan pertama, terjual sebanyak sembilan minuman setiap harinya. Dr. Pemberton memasang iklan pertama kali pada tanggal 29 Mei di Jurnal Atlanta untuk produk minuman. Total penjualan yang berhasil dilakukan oleh Dr. Pemberton pada tahun pertama sebanyak $50, namun pengeluaran pada tahun tersebut mencapai $70, sehingga mengalami kerugian saat itu. Kini, produk Coca-Cola dikonsumsi lebih dari 834 juta per hari. Tahun 1887, Dr. Pemberton menjual sebagian saham perusahaannya kepada Asa Griggs Candler, yang menjadikannya sebagai sebuah perusahaan berbadanhukum Coca Cola Corporation di tahun 1888. Di tahun yang sama, Pemberton menjual sahamnya kedua kalinya kepada tiga orang pebisnis, yaitu J.C. Mayfield, A.O. Murphey, dan E.H. Bloodworth. Sementara itu, anak Dr. Pemberton, yaitu Charley Pemberton mulai menjual minuman buatannya sendiri. Hingga pada saat itu, ada tiga macam produk Coca- Cola, yang dijual oleh tiga perusahaan yang berbeda, berada di pasaran. Di tahun 1891, Asa Candler yang merupakan pemilik dari bisnis CocaCola yang telah dijalankannya selama lima tahun, berhasil mendapatkan

$2.300, kemudian sempat mencoba beberapa jenis produk lainnya, namun kemudian menghentikan serta memfokuskan diri sepenuhnya pada minuman yang berhasil membuatnya menjadi seorang pebisnis yang sukses. Candler mendaftarkan trademark "Coca-Cola" pada kantor paten Amerika dan membayar dividen pertamnya sebanyak $20 di tahun 1893. Candler secara pribadi selalu melibatkan diri dalam proses pencampuran setiap tetes sirup yang dibuatnya. Formula rahasia tersebut dikenal dengan sebutan "7X", dan hanya diketahui oleh beberapa rekanan yang sangat dipercaya. Dalam waktu tiga tahun kemudian, seiring dengan perkembangan dunia periklanan dan promosi saat itu, seperti penggunaan souvenir, kalender yang menampilkan gambar perempuan muda dan tidak terhitung berbagai hal yang baru, CocaCola berhasil menembus ke setiap negara bagian Amerika Serikat. Logo Coca-Cola menyebar dan dapat ditemukan di seluruh penjuru dinding di Amerika, yang bila dihitung secara kasar mencapai 2,5 juta kaki persegi. Candler berhasil membuat masyarakat untuk mencoba minumannya dan mereka membelinya. Sejarah membuktikan bahwa apa yang dilakukannya benar yaitu dengan membentuk persepsi bahwa minumannya lebih dari sekadar suatu minuman bersoda. Pada saat itu juga, sebuah toko permen di Mississippi yang terkesan dengan besarnya permintaan terhadap minuman ini, mencoba membotolkan dan menaruhnya di depan tokonya. Idenya adalah seharusnya masyarakat bisa membawa minuman penyegar kemanapun mereka pergi. Tahun 1899, pembotolan skala besar dilakukan oleh dua orang Chattanooga, entrepreneur dari Tennesse, yang membeli hak untuk membotolkannya (seharga satu dollar) dan menjual Coca-Cola di seluruh Amerika Serikat. Apa yang dilakukan ini menjadi pelopor dari suatu jaringan produksi dan distribusi terbesar di seluruh dunia. Tulisan Coca-Cola (spencerian script), biasanya disertai dengan kata "drink", mulai memenuhi sisi-sisi berbagai bangunan dan gudang di seluruh Georgia, segera setelah Coca-Cola Company terbentuk. Di tahun 1960an,

saat dunia periklanan berubah dan arti lain dari periklanan mulai bermunculan, Coca-Cola pun mulai bergerak ke penggunaan metodemetode promosi yang lebih modern hingga kini. Coca-Cola juga mempunyai cabang di Indonesia yaitu Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia. Salah satu pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia adalah Coca-Cola Amatil Indonesia Surabaya Plant di Surabaya. Pabrik di Surabaya ini berdiri pada 27 Juni 1974 dan kemudian pada 1976 berdiri di Gempol. Saat ini Coca-Cola Amtil Indonesia Surabaya Plant mempunyai 5 Production lines dan memiliki 363 karyawan dengan status karyawan permanen dan 406 karyawan third party yang meliputi beberapa fungsi pekerjaan termasuk cleaning service, tenaga bongkar muat, transporter dan operator forklift.

C. JENIS DAN KAPASITAS PRODUK 1. LINE 1 :

Mempunyai kapasitas produksi sebesar 90 BPH (Bag Per Hour). Khusus untuk memproduksi syrup, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta Strawberry dalam kemasan kantung ukuran 10 liter dan 20 liter.

2.

LINE 2

Diresmikan pada tahun 2002 dan mempunyai kapasitas produk sebesar 800 BPM (Bottle Per Minute). Line 2 memproduksi produkproduk unggulan dari Coca-Cola Amatil Indonesia diantaranya CocaCola, Sprite, Fanta dengan spesialisasinya dalam kemasan Botol Gelas (RGB) ukuran 195 mL, 200 mL, dan 295 mL.

3.

LINE 3

Mulai diopersikan pada tahun 1997 dengan kapasitas mesin produksi sebesar 300 BPM (Bottle Per Minute), line 3 khusus untuk memproduksi produk unggulan Coca-Cola Amatil Indonesia yaitu Frestea Green dan Frestea Jasmine dalam kemasan botol gelas (RGB) ukuran 220mL.

4.

LINE 4

Mulai beroperasi pada Mei 2010 dan memiliki kapasitas produksi sebesar 420-600 BPM (Bottle Per Minute), line 4 dapat memproduksi produk-produk unggulan dari Coca-Cola Amatil Indonesia diantaranya Coca-Cola, Sprite dan Fanta dengan varian rasa dalam PET dengan ukuran 250 mL, 350 mL, 425 mL, 1000 mL, dan 1500 mL.

5.

LINE 5

Beroperasi sejak Juni 2010 dengan kapasitas produksi mencapai 600 BPM (Bottle Per Minute) line 5 khusus memproduksi produk unggulan Coca-Cola Amatil Indonesia seperti Frestea dalam berbagai varian rasa dan produk juice (MMPO, MMPT, dan MMPOM). Produk dikemas dalam botol plastik (PET Bottle) dengan ukuran 350mL dan 500mL.

BAB II PROSES PRODUKSI

A. BAHAN

BAKU,

BAHAN

TAMBAHAN,

DAN

CARA

PENGADAANNYA

1. Bahan Baku a. Air Sebagai bagian dari komitmen Coca-Cola Amatil Indonesia terhadap Produk yang berkualitas tinggi maka dimulai sejak Maret 2010 Water Treatment Plant di Surabaya Plant menggunakan Reverse Osmosis System, dimana sumber air yang digunakan berasal dari PDAM dan Deep Well.

b. Gula Gula yang dipakai adalah gula murni prima yang berasal daridalam dan luar negeri. Gula dari luarNegeri lebih disukai untuk digunakandalam produksi ,karena gula dalam negeri kurang memenuhi syaratdalamsegi warna,lebih banyak mengandung kotoran dan lain lain.

c. CO2

Karbon dioksida (rumus kimia:CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon.Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume. walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan

pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbondioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapidan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas. d. Consentrate Concentrate merupakan formula khusus yang digunakan

untuk memberikan rasa (flavour) yang berbeda-beda untuk jenisminuman,concentrate di beli dari PT.Coca-cola Indonesia Jakarta (satu-satunya perusahaan menyediakan bahan ini untuk Coca-cola Company diIndonesia ) Concentrate terdiri dari 2 jenis yaitu concentrate Dry (Part I)serta concentrate liquid (Part II dan III).Rata-rata kebutuhan Concentrat

2. Bahan Tambahan a. Bahan pengawet. Dalam pembuatan coca cola, pengawet yang digunakan yaitu carbonat. Carbonat itu sendiri berada di dalam CO2. Gas tersebut berguna agar bakteri di dalam coca cola tidak berkembang dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan dalam pembuatan produk the coca cola lainnya seperti frestea, tidak menggunakan bahan pengawet. Frestea hanya menggunakan temperature (OHT) yang sudah disesuaikan sebelumnya agar teh tersebut dapat bertahan cukup lama. Pada Fanta dan minuman soda lainnya digunakan bahan pengawet yaitu Natrium Benzoat.

b. Bahan pemanis Dalam pembuatan produk coca cola, pemanis yang digunakan kebanyakan menggunakan pemanis alami yaitu gula. Namun ada beberapa produk seperti coca cola zero sugar yang menggunakan pemanis buatan. Hal ini dikarenakan coca cola zero sugar diproduksi untuk mereka yang sudah berusia dan tidak memiliki aktifitas yang padat. Sehingga dengan minum coca cola zero sugar, mereka tidak akan menderita obesitas apabila terlalu banyak mengkonsumsinya. Oleh karena itu, pemakaian pemanis buatan tidak menjadi begitu berbahaya.

c.

Bahan pewarna Dalam pembuatan produk coca cola, pewarna yang digunakan sudah diperhatikan jenisnya. The coca cola menggunakan pewarna yang memiliki kandungan yang aman untuk dikonsumsi. Namun, tidak semua produk the coca cola menggunakan pewarna. Misalnya coca cola dan frestea. Kedua produk tersebut tidak menggunakan pewarna. Coca cola yang memiliki warna coklat ke hitam-hitaman tersebut memperoleh warnanya dari cola nut yang berwarna hitam. Sedangkan Frestea yang memiliki warna seperti itu karena berasal dari daun teh asli yang sudah disesuaikan dengan standar yang berlaku. Adapun beberapa produk seperti fanta yang menggunakan pewarna. Pemilihan pewarna untuk mewarnakan minuman tersebut supaya minuman tersebut terlihat menarik untuk dikonsumsi. Apabila the coca cola hanya menggunakan warna dari sari buah rasa yang terkandung, maka warna yang dihasilkan tidak semenarik apabila memakai pewarna (warna akan menjadi pucat).

10

d.

Penambah rasa Dalam pembuatan produk coca cola, sebagian besar menggunakan bahan yang alami. Seperti pada pembuatan pulpy orange. The coca cola menggunakan serat jeruk asli untuk dicampurkan ke dalamnya agar rasa yang diperoleh konsumen jauh lebih enak. Serat jeruk tersebut juga sudah ditentukan kualitasnya terlebih dahulu. Selain itu, ada juga coca cola rasa lemon. Coca cola ini juga menggunakan sari lemon asli dalam pembuatannya. Di Indonesia, kabarnya perusahaan Mc Donald yang telah memesan secara khusus untuk dibuatkan coca cola dengan tambahan rasa lemon ini.

B. PERALATAN PRODUKSI 1. Blow Molding


2. Filling Machine

3. Bottle Washer

C. TAHAP-TAHAP PRODUKSI 1. Penyiapan Bahan, Tahap pertama untuk menghasilkan Coca-Cola sangat sederhana, yaitu membuat sirup yang terdiri dari gula dan air. Airnya disaring dengan seksama karena bagi "Coca-Cola" bahan baku berkualitas tinggi sangat mutlak diperlukan.

11

Untuk memastikan bahwa air yang digunakan untuk produk botol dan kaleng benar-benar bersih dan murni, air tersebut disaring. Para teknisi pengawasan mutu menguji air tersebut berkali-kali sebelum digunakan untuk membuat produk akhir.

2.

Pencampuran, Sirup kemudian ditambahkan dengan konsentrat "Coca-

Cola". Sari rasa untuk "Coca-Cola ini dibuat di pabrik-pabrik The Coca-Cola Company dan hingga kini tetap merupakan rahasia dagang terbesar di dunia. Teknisi kemudian mencicipi, memeriksa dan mencatat campuran setiap batch sirup dengan seksama. Setelah pencampuran, cairan siap untuk diberi tambahan karbondioksida. Pengawasan mutu yang amat ketat adalah alasan mengapa "CocaCola" dikenal sebagai minuman yang memiliki kadar soda yang paling sempurna.

3.

Pencucian, Rangkaian botol dari gelas atau plastik PET (Polyethelyne

terephthalate) maupun kaleng sekarang dalam jumlah sangat besar siap untuk diisi dengan produk akhir. Botol-botol pun harus melalui pemeriksaan yang amat teliti. Pertama-tama dicuci dan dibasuh kemudian diperiksa secara elektronik dan manual. Barulah botobotol tersebut siap untuk diisi dengan minuman ringan paling popular di dunia saat ini.

4.

Pengisian

12

Botol demi botol diletakkan di atas ban berjalan agar dapat terisi secara otomatis. Cara tersebut menjamin jumlah dalam tiap botol akurat, dan penutupan botol secara otomatis menjamin kadar higienis yang sempurna pula.

5.

Penutupan, Penutupan Botol juga telah dilakukan secara otomatis diatas

ban berjalan dengan bantuan mesin sehingga lebih efisien.

6.

Pengkodean, Botol-botol diberi label untuk kemasan PET. Baru kemudian

diberi kode produksi dan tanggal best before.

7.

Pemeriksaan, Botol-botol yang telah diberi label dan kode selanjutnya

diperiksa diatas ban berjalan, meliputi pemeriksaan fisik dan radiasi sinar. Botol-botol yang tidak layak atau cacat akan terbuang dari ban berjalan tersebut dan tidak dipasarkan.

8.

Pengemasan, Botol-botol yang lolos dari pemeriksaan akan dimasukkan

kedalam karton-karton atau dimasukkan kedalam krat untuk mempermudah proses pengangkutan.

13

9.

Pengangkutan Tahap akhir dari produksi adalah distribusi ke outlet-outlet

Coca-Cola yang telah tersebar diseluruh Indonesia.

D. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Keselamatan dan kesehatan karyawan dalam bekerja Occupational Health & Safety (OHS) bernilai sama penting dengan bisnis CCAI lainnya. Setiap individu diharapkan untuk memberi kontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, serta menerapkan perilaku yang mengutamakan keselamatan. Kami berusaha untuk selalu meningkatkan komitmen dan performa OHS dalam menaati Undang-Undang dan standar OHS Coca-Cola Amatil. Budaya OHS Diterapkan Melalui 7 Pilar: 1. National OHS Manual and Guideline 2. Aktif Berbagi (ABg) 3. 5 Golden Rules 4. Near misses and Hazards Reporting System 5. Defensive Driving and Riding 6. OHS Training 7. OHS Management System and Compliance Audit E. HASIL UTAMA, HASIL SAMPING, LIMBAH DAN

PENGELOLAANNYA 1. Hasil Utama a. Coca-Cola

14

Coca-Cola diciptakan pertama kalinya di Atlanta, Georgia oleh Dr. John S. Pemberton. Pertama kali terdaftar sebagai merek dagang di tahun 1887, di tahun 1895 Coca-Cola telah terjual di seluruh wilayah Amerika Serikat. Kini Coca-Cola telah tersedia di seluruh dunia dan menjadi merek minuman ringan terpopuler dan paling laris. Kemasan yang tersedia: PET Can RGB : : : 250 ml, 350 ml, 425 ml, 500 ml, 1000 ml, 1500 ml, 2000 ml 250 ml, 330 ml 200mL, 295 ml, 1000 ml

b. Coca-Cola Zero

Coca-Cola Zero adalah minuman ringan berkarbonasi tanpa kandungan gula - dengan formulasi khusus untuk mendapatkan rasa unik Coca-Cola yang menginspirasi konsumennya agar selalu berpikiran terbuka untuk hal-hal baru sehingga tidak ada yang tidak mungkin. Coca-Cola Zero memberikan semangat dan kesegaran dengan rasa mantap yang sama seperti Coca-Cola, tanpa gula. Ditujukan bagi konsumen dengan usia 20 29 tahun. Kemasan yang tersedia : PET Can : : 350ml dan 1500ml 250mL dan 330 ml

c.

Diet Coke

15

Diet Coke diluncurkan pada bulan Juli 1982 dan dengan cepat menjadi minuman bebas gula nomor 1 di masyarakat Amerika yang peduli diet. Diet Coke adalah minuman bagi mereka yang menginginkan minuman tanpa kalori tetapi kaya akan rasa. Di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris, produk ini lebih dikenal dengan nama Diet Coke, dan dikenal dengan Coca-Cola Light di beberapa negara lain. Saat ini Diet Coke telah menjadi minuman nomor tiga di dunia. Kemasan yang tersedia Can : 330 ml

d.

Sprite Pertama kali diperkenalkan di tahun 1960, Sprite adalah minuman ringan dengan aroma rasa lemon yang paling digemari. Sprite dijual di 190 negara di dunia dengan daya pikat yang sangat besar di kalangan generasi muda. Sprite disukai karena rasanya yang dingin menyejukkan dan benar-benar dapat melepaskan dahaga. Kemasan yang tersedia : PET : 250 ml, 350 ml, 425 ml, 500 ml, 1000 ml, 1500 ml, 2000 ml Can : 250 ml, 330 ml RGB: 200 ml, 295 ml, 1000 ml

e.

Sprite Zero Sprite Zero merupakan merek dari The Coca-Cola Company dengan rasa Buah Lemon Lime segar tanpa gula yang dapat

16

menghilangkan haus dan menjernihkan pikiran. Sprite Zero menjadikan konsumen dengan usia 20 29 tahun hidup bebas dan mengikuti naluri. Kemasan yang tersedia PET : 350ml, 1500 ml Can : 250 ml, 330 ml

f.

Fanta Fanta pertama kali ditemukan di Jerman dan sejak tahun 1960an telah dipasarkan di seluruh dunia dengan konsumen terbesar remaja berusia 12 19 tahun. Fanta kini hadir dengan lebih dari 70 jenis rasa, dengan rasa jeruk sebagai volume terbesar. Di Indonesia, Fanta identik dengan rasa strawberry dan mulai dipasarkan sejak tahun 1973. Konsumen Indonesia mencintai Fanta yang identik dengan keceriaan bersama teman dan keluarga, karena ciri khas merek Fanta yang selalu membawa keceritaan dengan warna yang cerah, rasa buah yang enak dan karbonasi yang menyegarkan. Varian rasa Strawberry, Jeruk, Soda Water, Fruit Punch Kemasan yang tersedia Can : 250 ml, 330 ml RGB : 200 ml, 295 ml, 1000 ml

17

PET : 250 ml, 350ml, 425 ml, 500 ml, 1000 ml, 1500ml, 2000 ml

g.

Frestea Frestea diluncurkan pertama kali pada tahun 2002 dan merupakan bagian dari Beverage Partners Worldwide (BWP), yaitu perusahaan patungan hasil kemitraan yang sukses antara The Coca-Cola Company dengan Nestle, SA. Frestea diproduksi dengan menggunakan standar kualitas tinggi The Coca-Cola Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh proses produksi higienis, demi memastikan bahwa setiap botol Frestea memilki kualitas yang sama. Varian rasa Jasmine, Green, Green Honey, Apel, Lemon, Markisa Kemasan yang tersedia RGB : 220 ml PET : 500 ml Tetra Brik Aseptic (TBA) : 250 ml Tetra Wedge Aseptic (TWA) : 200 ml

h.

Minute main Pulpy Minute Maid dibeli oleh The Coca-Cola Company pada tahun 1960, sejak saat itu Minute Maid dipasarkan sebagai minuman sari buah jeruk dari buah asli dengan vitamin C dan

18

bulir jeruk asli (pulp). Seiring dengan berkembangnya waktu, The Coca-Cola Company melakukan inovasi dan meluncurkan berbagai rasa dan varian untuk merek Minute Maid. Di Indonesia, Minute Maid pertama kali dipasarkan pada tahun 2008 dengan nama Minute Maid Pulpy Orange. Minuman ini dengan cepat menjadi favorit semua kalangan, dan kini masyarakat Indonesia juga bisa menikmati Minute Maid Pulpy Tropical dan juga Minute Maid Pulpy OMango. Varian rasa Minute Maid Pulpy Orange, Minute Maid Pulpy Tropical, Minute Maid Pulpy OMango Kemasan yang tersedia PET : 350 ml, 1000 ml

i.

Powerade Isotonik Powerade Isotonik adalah minuman isotonik dari The CocaCola Company yang mengandung ion elektrolit yang seimbang dari garam dan mineral, sehingga mudah untuk diserap oleh tubuh. Minuman ini berfungsi sebagai minuman untuk rehidrasi optimal yang mengandung vitamin B3, B5, B6, B12, dan vitamin C. Powerade Isotonik mampu menghilangkan dahaga dan menggantikan mineral dan karbohidrat dalam tubuh yang hilang saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat. Powerade pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 dan merupakan produk yang tergolong sukses di seluruh dunia. Minuman isotonik ini merupakan sponsor resmi untuk olimpiade sejak tahun 1992 untuk kategori mihuman non-

19

alkohol dan juga sponsor pada piala dunia FIFA tahun 2006. Powerade Isotonik diluncurkan di Indonesia bulan Januari 2006 untuk menggantikan varian minuman isotonik sebelumnya, Aquarius. Varian rasa : Grapefruit lemon, orange Kemasan yang tersedia : PET : 500 ml

j.

Ades Peluncuran AdeS baru dari The Coca-Cola Company ini menampilkan AdeS sebagai air minum dalam kemasan yang Murni, Aman dan Terpercaya, yang dijamin oleh The CocaCola Company. Botol Ades 600 ml memakai bahan plastik yang lebih sedikit sehingga mudah diremukkan. Dengan volume botol kosong yang lebih kecil setelah diremukkan, maka akan menghemat ruang di tempat sampah. Dan selanjutnya juga menghasilkan jejak emisi karbon yang lebih kecil saat sampah tersebut diangkut. Dengan tampilan baru ini, Ades memiliki misi mulia untuk menjadikan Indonesia lebih baik melalui tindakan sederhana untuk lingkungan. Langkah kecil memberikan perubahan :
1. Pilih

20

Air mineral berkualitas dari The Coca-Cola Company


2. Minum

Nikmati teguk demi teguk kesegarannya


3. Remukkan

Botol yang diremukkan memakai lebih sedikit ruang Ades ingin menyasar para generasi muda yang memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan, terbuka terhadap peluang baru, dan siap mewujudkannya dalam tindakan nyata. Harapannya, mereka juga lebih kritis dalam membeli produk yang akan dikonsumsi. Kemasan yang tersedia : PET : 350 ml, 600 ml, 1500 ml

k.

A&W Pada tanggal 20 Juni 1919, Roy Allen membuka stand Root Beer pertama di Lodi, California yang menjual minuman miliknya yang terbuat dari resep rahasia, terdiri dari 14 tumbuhan herba, rempah-rempah, kulit kayu dan beberapa jenis buah beri. Pada tahun 1922 Allen bekerjasama dengan salah satu pekerjanya, Frank Wright dan mendirikan tiga outlet baru di Houston. Mereka memberi nama minuman Root Beer-nya dengan menggabungkan inisial mereka, "A" untuk Allen dan "W" untuk Wright, sebagai nama resmi minuman "A&W Root Beer." Sejak saat itulah pertamakali nama "A&W" diperkenalkan sebagai merek minuman root beer. Satu hal yang tidak pernah berubah dalam perkembangannya selama 80 tahun

21

ini adalah masyarakat diseluruh dunia menyukai A&W Root Beer yang kaya akan rasa, lembut, dan lapisan atas busanya yang tebal. Varian rasa Sarsaparila Kemasan yang tersedia Can : 330 ml

2. Hasil Samping Tidak dihasilkan produk samping.

3. Limbah dan pengelolaannya

PT. Coca-Cola Amatil Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa memahami, mencegah, dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan produksi minuman ringan. Oleh karena itu PT. CCAI membuat suatu Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) di lokasi pabrik. Terdapat dua jenis limbah PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Unit Jawa Timur yaitu limbah padat dan limbah cair.
a. Penanganan Limbah Padat

1) Mendaur ulang botol menjadi kaos Kaos bernama PET Tshirt ini berbahan dasar botol plastik bekas. PET Tshirt dibuat dengan bahan daur ulang plastik PET (polyethylene terephthalate) dan katun organic dengan bahan katun dan botol plastik bekas Coca-Cola. Dalam pembuatan merchandise ini PT Coca-

22

Cola Amatil Indonesia bekerjasama dengan Quiksilver merek fashion Australia.

2) Limbah Teh menjadi kompos PT Coca Cola Amatil Indonesia menggandeng pihak akademisi untuk melakukan pengolahan limbah teh, dari salah satu minuman yang diproduksi, menjadi kompos berkualitas cukup tinggi. Limbah yang dihasilkan pabrik tersebut jika sedang melakukan produksi minuman teh Frestea, dapat mencapai angka 4,2 ton per hari. Pengolahan limbah dilakukan melalui dua cara yaitu Open Windrow dan Vermi Composting. Melalui metode Open Windrow, gundukan ampas teh yang telah dicampur dengan cairan em-4 ditempatkan di atas struktur bambu berbentuk limas segitiga. Sedangkan dalam Vermi Composting, cacing (jenis Lumbricus rubellus) akan memakan ampas teh dan menghasilkan feses yang merupakan kompos alami berkualitas tinggi. Dengan kata lain cacing berfungsi sebagai dekomposer senyawa organik. Kompos yang dihasilkan dari metode ini dihargai hingga Rp2.500/kg.

b. Penanganan Limbah Cair

Dengan kapasitas pengelolaan air limbah sebesar 2000 per hari, WWTP Surabaya Plant mampu mengolah

air sisa produksi sesuai dengan persyaratan pemerintah (SK

23

Gub. No 45 tahun 2002) dengan kualitas effluent : BOD < 50ppm ; COD < 100ppm ; TSS < 30ppm; Oil & Grease < 6 ppm serta pH sebesar 6-9.

F. JARINGAN PEMASARAN Penjualan & Pemasaran Selain bertindak sebagai produsen dan distributor, perusahaan CocaCola Amatil Indonesia juga memasarkan dan menjual produk Coca-Cola melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan bahwa produk Coca-Cola Amatil Indonesia selalu tersedia di mana saja, kapan saja. Saluran penjualan Coca-Cola Amatil Indonesia terdiri dari Foodstores (supermarket dan mini market di seluruh Indonesia) dan General Trade (outlet tradisional). Dan dengan terbatasnya sumber daya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus berkomitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, Coca-Cola Amatil Indonesia juga terdorong untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Manage Third Party (MTP) model di Indonesia. Sementara melalui saluran (Modern Immediate Consumption) MIC, CocaCola Amatil Indonesia bekerjasama dengan berbagai hotel, restoran, dan caf ternama untuk memberikan penawaran menarik kepada para konsumen.

24

Coca-Cola

Amatil

Indonesia

juga

memiliki

program

untuk

mendukung penjualan dan pemasaran produk-produk Coca-Cola Amatil Indonesia, sekaligus untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event dan tren yang sedang berlangsung, baik melalui promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, konser, pameran, maupun iklan di berbagai media. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum tertentu, seperti demam Piala EURO 2004 atau SEA GAMES 2011. Dengan memanfaatkan event berskala nasional dan internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat.

Distribusi Mayoritas dari produk Coca-Cola Amatil Indonesia didistribusikan melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk-produk tersebut diangkut oleh truk berukuran besar, kemudian didistribusikan ke pedagang-pedagang eceran dengan kendaraan yang lebih kecil. Apabila diparkir berderetan, truk-truk penjualan kami akan membentuk garis sepanjang kurang lebih 17 km, membuat Coca-Cola Amatil Indonesia resmi menjadi salah satu perusahaan distribusi terbesar di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 80% produk-produk Coca-Cola Amatil Indonesia dijual melalui para pengecer dan grosir, di mana 90% diantaranya berasal dari kategori pengusaha usaha kecil, dan mereka mempekerjakan kurang dari lima karyawan dengan omset penjualan per tahun kurang dari Rp. 1 milyar. Satu hal yang perlu dicatat, tim sales Coca-Cola Amatil Indonesia yang sangat besar tak hanya menjual produk-produk kepada para pelanggan tetapi juga memberikan tips dalam menempatkan produk CocaCola. Sales supervisor Coca-Cola Amatil Indonesia juga teratur

25

mengunjungi para pelanggan, memberikan bimbingan, serta menampung masukan yang disampaikan para pelanggan.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN


a.

Bahan Baku pembuatan Coca-Cola adalah Air murni, Gula, Syrup Coke dan CO2.

b.

Tahap-tahap produksi meliputi Penyiapan Bahan, Pencampuran, Pencucian, Pengisian , Penutupan, Pengkodean, Pemeriksaan, Pengemasan, Pengangkutan.

26

c.

Hasil Utama dari PT Coca-Cola Amatil Indonesia adalah Coca-Cola, Coca-Cola Zero, Diet Coke, Sprite, Sprite Zero, Fanta, Frestea, Minute main Pulpy, Powerade Isotonik, Ades, A & W.

d.

Limbah yang dihasilkan oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia berupa limbah padat dan cair. Limbah-limbah tersebut diolah menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti kaos dari botol plastik dan kompos dari limbah daun teh.

B. SARAN 1. Kerindangan di lingkungan pabrik harap lebih diperhatikan, karena Coca-Cola yang identik dengan warna merah memberikan kesan yang panas kepada setiap orang yang berkunjung. Sebaiknya lebih diberi warna-warna yang segar seperti warna hijau dan sebagainya atau kalau tidak diperbanyak tanaman perindang disekitar pabrik.

2.

Adanya kerjasama dengan SMTI Yogyakarta dalam penyaluran tenaga kerja di PT Coca-Cola Amatil Indonesia.

3.

Lebih memaksimalkan dalam pengolahan limbah agar bisa digunakan untuk semua pihak termasuk masyarakat umum. DAFTAR PUSTAKA

27

Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/42.107/coca-cola diakses pada tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/45.107/sprite tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/47.107/fanta tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/40.44.107/frestea diakses pada tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/43.40.107/coca-cola-zero diakses pada tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/43.41.107/diet-coke pada tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/43.45.107/minute-maid-pulpy diakses pada tanggal 10 Juli 2012 Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/40.47.107/powerade-isotonik diakses pada tanggal 10 Juli 2012. Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/products/index/40.46.107/ades diakses pada tanggal 10 Juli 2012. Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/pages/index/40.43.107/bisnis-ccai diakses pada tanggal 10 Juli 2012. Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/location diakses pada tanggal 10 Juli 2012. Anonim.http://coca-colaamatil.co.id/pages/index/41.39.107/keselamatan-adalahprioritas-kami diakses pada tanggal 11 Juli 2012. Anonim.http://www.cardinalequipment.com/Filler_36_36_12.jpg tanggal 11 Juli 2012. diakses pada diakses diakses pada diakses pada

28

Anonim.http://img.diytrade.com/cdimg/1556653/23408698/0/1316843904/Glass_b ottle_washing_machine_Fit_Multi-bottle_and_cup_shapes.jpg diakses pada tanggal 11 Juli 2012. Anonim.http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/coca-cola-amatil-indonesia-olahlimbah-teh-menjadi-kompos diakses pada tanggal 11 Juli 2012. Anonim.http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/coca-cola-bagikan-kaos-berbahanbotol-plastik diakses pada tanggal 11 Juli 2012. Anonim.http://zonaaneh.blogspot.com/2010/12/melihat-proses-pembuatan-cocacola-pic.html diakses pada tanggal 11 Juli 2012. Anonim.http://rudy-dblues.blogspot.com/2010/10/kasus-pada-perusahaanminuman-coca-cola.html diakses pada tanggal 11 Juli 2012. Anonim. http://tugasdeltanne.blogspot.com/2011/05/laporan-study-tour-ke-pabrikcoca-cola.html diakses pada tanggal 12 Juli 2012.

29