Anda di halaman 1dari 44

Teknik hipotensi pada FESS

m. Riefky / 1010221056

Nama : Tn S Umur : 52 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Ruang : Melati bawah RM : 2054961 Diagnosis : Sinusitis Kronis Tindakan : FESS

IDENTITAS PASIEN

ANAMNESIS Riwayat Operasi : (-) Riwayat Alergi : Makanan (-), Obat (-) Riwayat penyakit penyerta: Asma (-)Pilek (-) Demam (-), Batuk (-), Riwayat TB paru (-)

PF
Keadaan umum Kesadaran BB Tanda Vital
Mata Mulut Gigi THT Leher Paru Jantung Abdomen Ekstremitas

: : : :

Pasien tampak sakit sedang Compos Mentis 62 kg TD : 130/80 mmHg Nadi : 80x/menit RR : 16x/menit Suhu : afebris : CA (-/-) , SI (-/-) : Mallampati I, dapat membuka mulut 3 jari goyang (-), Gigi palsu (-) : T1-T1 tenang. : Pembesaran KGB (-), Ekstensi maksimal (+) : Vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-) : BJ I & II (N), murmur (-), Gallop (-) : Datar, lemas, BU (+) : akral hangat, edema (-/-)

Lab darah Hb : 12,4 g/dl (N) Ht : 37,2 % (N) Leu : 6210 /mm (N) Trombosit : 433.000/dl (N) BT/CT : 3/8 mnt (N) BTA : (-) Rontgen Thorax Kesan : Infiltrat pada paru, Jantung dalam batas normal Spirometri: Kesan normal EKG: Kesan normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Setelah dilakukan kunjungan pre-op anastesi, dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan melihat hasil pemeriksaan penunjang maka status fisis pasien ini adalah ASA I

General anestesi dengan intubasi ETT lalu reintubasi meggunakan LMA dengan teknik hipotensi terkendali

Premedikasi : 4 mg Sediaan 5cc: 1mg/cc 4 cc Fentanyl 100 g Sediaan 2cc : 50 g/cc 2 cc Hypotensi agent Catapres ( 1-3 g/kgBB ) 150 gSediaan 1cc : 150 g/ 1cc 1 cc

Induksi : Propofol (2-2,5 mg/kgBB) 130 mg 13 cc Pelumpuh Otot : 1. Atracurium (0,5-0,6 mg/kgBB) 35 mg Rumatan (0,1 mg/kgBB) 7 mg = 0,7 cc 2. Rocuronium (0,1-0,2 mg/kgBB) Sediaan: 10 mg/cc10 mg (1cc)

Usia Prematur Neonatus 1-6 bulan -1 tahun 1-4 tahun 4-6 tahun 6-8 tahun 8-10 tahun 10-12 tahun 12-14 tahun Dewasa Wanita Dewasa Pria

Diameter (mm) 2,0-2,5 2,5-3,5 3,0-4,0 3,5-4,5 4,0-5,0 4,5-5,5 5,0-5,5 5,5-6,0 6,0-6,5 6,5-7,0 6,5-8,5 7,0-10,0

Skala French 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28-30 28-30 32-34

Jarak Sampai bibir 10cm 11 cm 11cm 12cm 13cm 14cm 15-16cm 16-17cm 17-18cm 18-22cm 20-24cm 20-24cm

Ukuran Masker

Berat Badan (Kg)

Volume Balon (mL)

1 1,5 2 2 3 4 5

<5 5 - 10 10 20 20 30 30 - 50 50 - 70 > 70

4 7 10 14 20 30 40

LMA

Anti bronkospasme Aminofilin: 4-6 mg/kgbb 248-372 250 mg Kemasan 25 mg/cc (10cc) 1 amp

Maintenance : N20 & O2 serta sevofluran 1,5 Vol% O2 : BMR: 3-5 ml/kgBB: 300 ml N20 : O2 = 1L : 0,5L

Kebutuhan cairan pasien


Berat badan : 62kg Maintenance : 4 x 10 = 40 2 x 10 = 20 1 x 42 = 42 TOTAL: 102 cc / jam

Operasi
Puasa

: (stress operasi 4-6 ml/kgBB) 4 x 62 = 128 ml/jam : Lama puasa x maintenance 6 x 102 =612 ml

Kebutuhan cairan pada jam pertama Maintenance + Operasi + Puasa 102 + 128 + 612 = 536 cc Kebutuhan cairan pada jam kedua ketiga Maintenance + Operasi + Puasa 230 + 612 = 498cc

Kebutuhan cairan selama operasi 536+498+498 = 1532

Input 2000 Kebutuhan cairan 1532 Output 250 + 282

Keterangan Infus Perdarahan Urin Input Output

Jam I 600 40 50 600 90

Jam II 700 30 50 700 80

Jam III 700 30 50 700 80

Pukul

Sistol/ diastol mmHg

Nadi kali/menit

10.30 10.45 11.00 11.15 11.30 11.45 12.00 12.15 12.30 12.45 13.00 13.15 13.30

120/80 110/70 90/50 80/50 80/50 80/50 80/60 90/60 90/55 90/50 80/40 100/60 110/70

70 70 70 70 60 60 60 60 60 100 70 75 80

PEMBAHASAN

Menjamin patensi jalan nafas kemungkinan membutuhkan waktu yang lama. memungkinkan adanya gerakan di kepala

ETT

Alasan penggantian menjadi LMA pada pasien ini adalah : Alternatif intubasi endotrakheal untuk penanganan jalan nafas Penanganan emergency kecurigaan alergi terhadap bahan ETT (silicone) yang memicu bronkospasme

LMA

Aminofilin meningkatkan kadar cAMP dalam otot polos bronkus, memblok reseptor adenosin antagonis reseptor PGE2

Rocuronium dipilih karena sedikitnya efek histamin release yang diakibatkan obat tersebut tidak seperti atracurium. Rocuronium juga termasuk muscle relaksan dengan durasi mid acting maksimal 150 menit, sehingga sesuai pada operasi ini yang membutuhkan waktu kurang dari 3 jam.

TEKNIK HIPOTENSI

alfa 2 agonis (rasio 200:1/ alfa 1 : alfa 2 Klonidin menurunkan tekanan darah, nadi dan curah jantung dan ada efek sedasi. Keuntungan :

tidak menimbulkan depresi nafas pada dosis puncak efek miokardial kecil kemampuan untuk mengurangi kebutuhan anestesi inhalasi dan menguatkan efek sedative, anxiolitik dan analgesik.

klonidin

teknik anestesi umum dengan menggunakan agen hipotensi untuk menurunkan tekanan darah serta perdarahan saat operasi.

definisi

INDIKASI

penyakit yang dapat menurunkan perfusi organ seperti: anemia hipovolemia penyakit jantung koroner insufisienci hepar dan ginjal penyakit serebrovaskular Penyakit jantung bawaan gagal jantung kongestive hipertensi tidak terkontrol Peningkatan TIK.

KONTRAINDIKASI

MAP sampai 50-60 mmHg tanpa komplikasi. hipertensi kronik : tidak lebih rendah dari 20-30% nilai normalnya.

BATAS AMAN

MAP = CO x SYSTEMIC VASCULAR RESISTANCE

Hb minimal 10 gr/dl Analisa gas darah Premedikasi meliputi anxiolitik, analgesic, alpha blocker, beta blocker dan obat anti hipertensi elevasi kepala 15 derajat

persiapan

TD, Nadi, O2 Suhu : Suhu inti tubuh penting untuk di monitor karena suhu tubuh cepat menurun jika terjadi vasodilatasi pembuluh darahHipotermia Kehilangan darah: Respon fisiologis terhadap kehilangan darah dapat hilang pada kondisi anestesi dengan teknik hipotensi.

Gangguan perfusi organ utama


thrombosis Cerebral Hemiplegia Nekrosis hepar masif kebutaan Retinal artery thrombosis Ischemic optic neuropathy
6

Reactionary hemorrhage Hematoma formation

Komplikasi operasi

komplikasi

USED ALONE:
Inhalation anaesthetics Sodium nitroprusside Nitroglycerin Trimethaphan Prostaglandine E1 Adenosine Remifentanil

ALONE OR COMBINED:
Calcium channel antagonists Beta-Blockers Fenoldopam

COMBINED:
ACE inhibitors Clonidine

Agen hipotensi

Contoh: isofluran, cevofluran, halotan

keuntungan
onset cepat mudah titrasi Cerebral protection

kerugian
CO menurun Cerebral vasodilation

Inhalasi / volatil

Kerja: nitrit oxide faktor relaksasi endotel Onset: 20-60 detik Dosis: infus 0,25-10 mcg/kgbb/menit

Sodium nitropusid

keuntungan onset cepat mudah titrasi meningkatkan CO


Sodium nitroprusside

kerugian Cyanide/thiocyanate toxicity meningkatkan pulm. shunt Sympathetic stimulation Rebound hypertension Tachycardia

Dosis: 0,1-4 mcg/kg/menit (IV drip), Bolus: 0,5-2 mcg /kg Kerja: nitrat organik vasodilatasi Onset:1-2 menit

Nitrogliserin

keuntungan

kerugian

onset cepat Meningkatkan heart rate terbatas

Efek kurang meningkatkan pulm. shunt Inhibisi agregasi trombosit

Nitroglycerin
Direct vasodilator
(nitric oxide release)

Calcium channel blocker


keuntungan
onset cepat Peningkatan HR terbatas peningkatan CO Tidak reaktif pada airway meningkatkan GFR/urine output

- vasodilation
kerugian

Prolonged duration of action meningkatkan pulm. shunt

Contoh: Nicardipine Dosis: 2-10 mcg/kg bb/ mnt dalam infus Kerja : menghambat influks trans membran ion kalsium ke otot jantung dan otot polos vasodilatasi arteri koroner dan perifer

Beta adrenergic antagonist


Beta adrenergic blockade contractility) (decreased myocardial

keuntungan

kerugian

onset cepat Menurunkan konsumsi O2 miokard pulm. Shunt Tidak meningkat

CO menurun Heart block Bronchospasm Efektifitas kurang

Terapi oral 3x40 mg/hr bisa digunakan sebagai medikasi pra anestesi, sedangkan dosis 1-2 mg iv dapat digunakan selama anestesi. dapat dipakai sebelum atau selama anestesi untuk menetralkan efek takikardi yang dihasilkan sebagai efek samping anestesi hipotensi oleh obat penghambat ganglion atau vasodilator langsung. Durasi 90 menit Co: propanolol

efek samping dapat diprediksi Rapid onset/offset Eliminasi cepat dengan toksik rendah efek minimal terhadap perfusi ke organ vital

Ketersediaan dan kemudahan administrasi

Pemilihan ideal