Anda di halaman 1dari 1

Mawardi Sahir C111 08 116

Hipertensi Sistolik Terisolasi


Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Jenis hipertensi ini disebabkan oleh umur, mengkonsumsi tembakau,diabetes, dan diet yang salah. Pada hipertensi ini, arteri menjadi kaku sehingga menyebabkan sistolik (tekanan darah saat jantung berkontraksi) sangat tinggi sedangkan diastolik (tekanan darah saat jantung istirahat) normal. Biasanya tekanan darah pada jenis ini berkisar antara 160/80 mm/Hg. Menurut Gray dkk (2005), baik pria maupun wanita hidup lebih lama dan 50% dari mereka yang berusia diatas 60 tahun kan menderita hipertensi sistolik terisolasi (TD sistolik 160 mmHg dan diastolik 90 mmHg). Hipertensi sistolik terisolasi (Isolated systolic hypertension) terjadi bila terdapat kenaikan tekanan darah sistolik disertai penurunan tekanan darah diastolik. Selisih dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik yang disebut sebagai tekanan nadi (pulse pressure), terbukti sebagai prediktor morbiditas dan mortalitas yang buruk. Peningkatan tekanan darah sistolik disebabkan terutama oleh kekakuan arteri atau berkurangnya elastisitas aorta. Penebalan dinding aorta dan pembuluh darah besar meningkat salah satunya disebabkan penumpukan lemak dalam pembuluh darah yang biasa terjadi pada orang obesitas. Perubahan ini menyebabkan penurunan compliance aorta dan pembuluh darah besar dan mengakibatkan peningkatan tekanan darah sistolik. Kekakuan arteri juga bisa disebabkan karena stres, yang mana stres dapat mempengaruhi syaraf simpatis sehingga otot-otot pembuluh darah menjadi lebih tegang.

Penatalaksanaan CCB dihidropiridin sangat efektif pada lansia dengan hipertensi sistolik terisolasi (isolated systolic hypertension). JNC 7 tidak mencantumkan hipertensi sistolik terisolasi berbeda dengan tipe hipertensi lainnya, dan diuretik tetap terapi lini pertama. Bagaimanapun, CCB dihidropiridin long-acting dapat digunakan sebagai terapi tambahan bila diuretik tiazid tidak dapat mengontrol tekanan darah, terutama pada pasien lansia dengan tekanan darah sistolik meningkat.