P. 1
juknis teknisi litkayasa

juknis teknisi litkayasa

|Views: 14|Likes:
Dipublikasikan oleh Fitra Sugiharto

More info:

Published by: Fitra Sugiharto on Jul 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2014

pdf

text

original

Sections

  • A. Umum
  • B. Maksud dan Tujuan
  • A. Kode Etik Teknisi Litkayasa
  • Kode Etik Teknisi Litkayasa:
  • B. Pengertian dan Batasan Ilmiah
  • D. Tugas Pokok
  • E. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai
  • A. Unsur Utama
  • 1. Pelaksananan Kegiatan Percobaan
  • 2. Pelaksanaan Kegiatan Survei
  • 4. Pelaksanaan Jasa Teknis
  • 5. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas
  • 7. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan
  • C. Pengembangan Profesi
  • 4. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna
  • D. Kegiatan Penunjang
  • 4. Menjadi Anggota Organisasi Profesi
  • 5. Memperoleh Piagam Kehormatan
  • 6. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain
  • A. Pengangkatan Pertama
  • B. Penempatan Teknisi Litkayasa
  • C. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
  • D. Pembebasan Sementara
  • G. Perpindahan Jabatan
  • A. Angka Kredit
  • 1. Pengertian Angka Kredit
  • 2. Penghitungan Angka Kredit
  • 3. Masa Penilaian Angka Kredit
  • B. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK)
  • 1. Pengertian DUPAK
  • 2. Cara Pengisian DUPAK
  • C. Penetapan Angka Kredit (PAK)
  • 1. Pengertian PAK
  • 2. Cara Pengisian PAK

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

........ ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 . Pelaksanaan Jasa Teknis .............. 20 3.. Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ............... 20 4.......................................... 3 B........ 3 A.......................................... 23 vii BAB II..... Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan ............................................... BAB III............................................................................. PENDAHULUAN .............. 22 6............... Jenjang Jabatan...................................................................... 17 2........................... 4 C........................................... Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .......... Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ......... Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ...................... 12 B.................................... 1 A......... iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I............................... Pengertian dan Batasan ilmiah ...................................................................... Unsur Utama ....................... i SAMBUTAN .............................................................................. 7 D......... ............... Maksud dan Tujuan ......... Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E................................................................................ Golongan Ruang dan Angka Kredit ............... 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA ................................................. Pelaksanaan Kegiatan Survei ............................................................. 12 A... Umum ...... 21 5......... Pangkat........ 22 7............................. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan .................................... Kode Etik Teknisi Litkayasa ......... Pemeliharaan Alat dan Fasilitas .............. 1 B.................................................................................................LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...... 14 1....................

................. Cara Pengisian DUPAK ................. 38 A........................ Angka Kredit ..................... Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa .................................. 34 BAB IV............................. 46 2..................................... Penetapan Angka Kredit (PAK) ...... 43 G............................. Kenaikan Jabatan dan Pangkat ................................................ 25 1.............. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna . PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .................... 46 B...................33 4........................ 45 3.................................................... Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan .................................... Pengertian DUPAK ......... Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa ..... 32 1...... Rincian Kegiatan.......... 48 C........... 38 B................................ 44 H............ Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ........ Pengembangan Profesi .......... 34 E... Menjadi Anggota Organisasi Profesi .................C......... Penempatan Teknisi Litkayasa .................................................. 46 1............. PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ........ Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) .......... 33 5....... Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ............................ Memperoleh Piagam kehormatan ............... Pengertian PAK . Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan .................... Mengikuti Seminar/Lokakarya ................................................................ Pengertian Angka Kredit .............. Lampiran-lampiran DUPAK ...................... Penghitungan Angka Kredit ................................... 49 2..... 49 1................ 33 6.............. Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan .......... Pembebasan Sementara .................................... 45 1........................................ 45 A............... Masa Penilaian Angka Kredit .. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ................................ 40 D.................................... 25 2.............................. Perpindahan Jabatan ................................ 45 2............ 47 3............................................................................................................................................................................................... Cara Pengisian PAK ........ 42 F.................................... 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa .. 44 DUPAK............................... 33 3.............................................. 32 2........ Kegiatan Penunjang .................................................... 30 D................40 C.................... 29 4.......... Pengangkatan Pertama ...................... ................................... Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya ........ 49 viii BAB V............ 28 3............................

......... 53 KETENTUAN PERALIHAN .............. Tata Cara Penilaian Tim Penilai ...... Tim Penilai Teknisi Litkayasa .................................................................................................... 52 B.............. Tata Kerja Tim Penilai ......................... TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA .................. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ................................................... 53 C.................... 52 A.......3. 55 BAB VII ix ... 49 BAB VI................

diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 . serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991. Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M.III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. 1 . Untuk melaksanakan keputusan tersebut. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M. No 12/SE/1991. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990. yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I .Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan.BAB I PENDAHULUAN A.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas. baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan.

B. di pusat dan di daerah. 2 . sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan. mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. nomor : 19A tahun 2005.

hak kepemilikan intelektual 3 . Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. b. teliti. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. atau temuan orang lain. pendapat. berdisiplin. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah. c. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. serta bekerja dengan jujur. maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. tekun.

data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. fungsional. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. 2. bisnis. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. pendapat. 4 . Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. g. e. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. 3. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas. tanggung jawab. Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. sosial budaya. f. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa. dan estetika. d. 4. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. B. mengutamakan keamanan dan keselamatan. h.

9. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang.5. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. 17. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. 13. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. sound slide dan film. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. 11. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. 8. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. 10. 6. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. 15. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 5 . 14. 18. 16. 7. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan. 12.

mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. pengolahan dan analisis. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 28. 32. 31. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. 6 . 26. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan. 30. 21. 20. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. 27. 23. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan.19. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. padat. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. 29. 24. dorongan. 25. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. diskripsi dan analisis permasalahan. pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman. 22. padat. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi.

I 3. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa.33. I Pengatur Pengatur Tk. Jabatan. atau suatu bidang kegiatan profesi. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . sesuai dengan peraturan perundang undangan. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. 34. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. I Penata Penata Tk. mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. C. D. dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. golongan ruang. yaitu : 7 . Pangkat. Jenjang Jabatan. berikut : Tabel 1. Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1.PAN/2/2003. Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4.

Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d.D. Membuat bahan audio visual Butir II.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d. Golongan Ruang III/b. Melakukan pemrosesan laporan Butir II.2 2. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II.B.4 dan perekayasaan 10.1. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 . Menganalisa hasil survei Butir II.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda.4 8.A.G. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata.C. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I. 4.E. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.B.5 Perekayasaan 11.D.3 6.F.E.6 Perekayasaan 6. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.5 5. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.5 9.4 4.4 4. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.G. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia.A.A. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. pengawas. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II.C. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II.1 3. Menyusun rencana percobaan Butir II. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II. 3.6 3. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II.E. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Menganalisa hasil percobaan Butir II. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II. Menyusun kebutuhan survei Butir II.C. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.1 2.C.F.G. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana.1 System/model/prototipe 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II.3 7.4 7. 2.1 8.

Mengolah data percobaan 3.5 Butir II. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya.G.B. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. diagram dan peta Butir II. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4.3 7.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a.1 6.E. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. Melakukan pengukuran analisis 6. Memandu kegiatan promosi Iptek 9.F. Mengumpulkan data.B.F.2 3. Butir II.3 Butir II. Butir II. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya. Membuat gambar. Mengambil dan memproses contoh. 9 .G.D.F. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II.3 Butir II. Butir II.2 hasil perekayasaan.5 Butir II.3 Butir II.2 4.G.1 8.C.3 2. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5. Butir II.D.A. booklet. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya.E. Memperbaiki alat dan fasilitas 7. leaflet.1 5.1. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2.4 Butir II.A. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.C. Butir II. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan. Membuat alat peraga dan maket 8. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.2 Butir II.A. Memelihara alat dan fasilitas. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya.2 Butir II. Butir II.

Kelompok utama disebut Unsur. Mengumpulkan data Laporan 0.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0. yang terbagi ke dalam Sub Unsur.04 10 . Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan. seperti menyusun kebutuhan survei. Kegiatan lain. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. Tabel 2. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya.E.n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.

08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4.3. Menganalisa hasil survei Laporan 0.33 11 .

BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.2) (I. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur. Unsur Pendidikan. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja. Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 . Pengembangan Profesi. Sub Unsur dan Butir Kegiatan. Unsur Utama 1.A. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa. yaitu : a. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan.A. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis. maupun di bidang sosialbudaya. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial. Bila tidak sesuai. diuraikan sebagai berikut : A.A. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.3) (I. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial.

STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama. bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. b.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1. Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis.F. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam.Unit Kerjanya. b. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya.2. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25. ditambah 5 dari unsur (IV. 13 .1. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. b. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III. maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.F. Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari). dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60.

yaitu : . produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya.E . butir kegiatan.3) unsur penunjang.maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV. sosial budaya. Untuk mendapatkan penilaian yang benar. NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 . data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II.B . Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi.Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II. dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi. dan estetika. Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa. Diklat fungsional non-teknis. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan.A .Pelaksanaan jasa teknis Butir II. B.D . sub unsur.C . Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur.Pelaksanaan kegiatan survei Butir II. seperti diklat penjenjangan struktural. maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama. Pelaksana : Dituliskan semua nama. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu).Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II.F . dengan tidak memperhitungkan jumlah jam.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.B. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama.3) dengan angka kredit sebesar 1.B. bisnis. dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan. sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV. fungsional.

Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). umur berbunga. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. Dodi. Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut. di mana. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. dan 4 ulangan. - - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. dan jumlah kegiatan yang dilakukan. jumlah anakan produktif. dan seterusnya). Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja.Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. varietas gogo dari Sumatera Selatan. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. Teknisi Litkayasa Penyelia. (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. 15 . bobot 1000 butir). maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). jenjang. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. Diamati: tinggi tanaman. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. butir hampa.

akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya.14. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya.14 tetapi 0. . dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya. .Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0.PAN/02/2003. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.11 (=80%x0. maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. . maka angka kreditnya bukan 0. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.14.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M.14) - - 16 . Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0.

Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya.A. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.5 f.3 d. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0.A.11 1. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0.28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A. rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan.17 0.06 0.2 c.03 0. 1. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Mengolah data percobaan Butir II.A. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0.18 (80%x 022) 0.6 Tabel 4.08 0. maka angka kreditnya menjadi 0. Dalam Tabel 14.05 0.A.14 1. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3. Menyusun Rencana Percobaan 2.A. Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1.22 (80%x 0.14). Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.09 (=80%x80%x0.05 0. Menyusun rencana percobaan Butir II.08 0.14 (80%x 0.4 percobaan e.14 Laporan Laporan 0.09 0. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.08 17 .71 0.28) 0. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.05 0. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.1 b. Menganalisa hasil percobaan Butir II.A.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula.05 0.18) 0.88 0.

maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.15 0.15 0.10 18 .A.A.31 0.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0.11 (80 % X 0.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.39 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja.Percobaan 5.71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0. Mengolah Data percobaan 6.12 0. maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0.15 Laporan 0.A.A). Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.46 / 3 = 0. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0.25 0.

14/3=0. maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0.88 / 3 = 0.34 . dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.71 / 3 = 0. perhitungannya sebagai berikut : .29 .Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.2). maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.17 / 3 = 0.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana.A).39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 . maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana.03 / 3 = 0.A.24 .Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan.JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.

B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a. : Angka Kredit Sub Unsur II. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1.08 0. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat.42 009 004 0. c. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 .17 0.B. LANJUTAN TL. Mengumpulkan data 3. Menyusun kebutuhan survei 2.08 0. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk.04 0.dengan jumlah pelaksana.4 Tabel 5.B.17 / 3 = 0. Menyusun kebutuhan survei b.21 0.56 011 004 0. Pelaksanaan kegiatan survei 1.33 3. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4..11 004 0.06 0.34 007 0.B.26 0.39. Butir II. terdiri dari 4 Butir Kegiatan.49 0. Mengumpulkan data.08 0. Menganalisis hasil survei.B. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.3 Butir II. TL PEL. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama.2 Butir II. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2.1 Butir II. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d. PENYELIA B.

05 0.5 Butir II.6 Tabel 6.C.05 0.05 0.28 0. Butir II.1 Butir II.15 0.1 b. TL PEL.05 0. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. LANJUTAN TL. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.3 Butir II.23 4.08 0. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f.06 0.20 0. b.12 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C.07 0.C.C.C.D.43 0. Butir II. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip.44 0. d.79 0.13 0.18 1.D. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1.D. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. c. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.4 Butir II.23 0.2 c.07 0.11 0. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6.2 Butir II.35 0.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.11 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.a.D. Butir II.16 0. Mengambil dan memproses contoh. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip. Melakukan pengukuran / analisis.C. PENYELIA 0.96 0.07 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan. Butir II.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan. Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3.07 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.4 21 .20 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip.C.3 d.

07 0. PENYELIA E.11 0.14 0. LANJUTAN TL.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Butir II.06 0. Memelihara alat dan fasilitas. Butir II. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan.1 22 .39 0.46 0.04 0.E.E.E. Memperbaiki alat dan fasilitas.04 006 0.2 c. TL PEL. : Angka Kredit Sub Unsur II.1 b.09 013 0.20 0.11 0. : Angka kredit Sub Unsur II. 4. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a. LANJUTAN TL. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.5 fasilitas.E.4 e. Butir II.11 0.04 0.06 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.09 0.55 0.07 0. 2.25 5. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.17 6. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0.14 0.07 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a. Butir II.16 0.04 006 0.06 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.D Pelaksanaan Jasa Teknis. Tabel 8.14 0.06 0.44 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.13 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat.21 0.Tabel 7.37 0.62 0.17 0.09 0.11 0. Membuat bahan audio visual. Butir II. TL PEL.3 d.49 0.31 0.07 0.11 0.05 0. PENYELIA D. Memelihara alat dan fasilitas 2.06 0.06 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1.F. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas.E. 3.

16 0.1.06 0.24 0.b. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan.13 0. c. Membuat gambar diagram dan peta. Membuat alat peraga dan maket. d.diagram dan peta 4.06 013 0.27 0.F.F.17 0.G.05 0. LANJUTAN TL. Butir II. Butir II. Tabel 10.06 0. Memandu kegiatan promosi iptek.20 0.22 0.5.3. Memandu kegiatan promosi Iptek 0.25 1.13 0. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a.3 Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.15 0. LANJUTAN TL.G.05 0. Membuat bahan audio visual 2.12 0.30 0.08 0.64 0.6. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e.31 23 . Butir II.96 0.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Butir II. b.27 0.4 Butir II.06 0.81 0.06 0. leaflet. c.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.06 0.70 0. Melakukan pemrosesan laporan 5.08 0. Butir II.18 0. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan.13 0.08 0. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.F. booklet 4. leaflet.G.08 0. TL PEL.05 0. Butir II. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5.06 0. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1.06 0. PENYELIA 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G.10 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian. PENYELIA F.G. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.05 0.15 0.2 Butir II. Melakukan pemrosesan laporan. Membuat gambar. Membuat alat peraga dan maket 3. d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e.05 0.5 Tabel 9. TL PEL. booklet.55 0.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan.05 0. : Angka Kredit Sub Unsur II.06 0.G.4 Butir II. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.06 7.F.2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.G.06 0. e. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.14 0.

Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Menganalisa hasil survei C. Pelaksanaan 1. Mengelompokkan data 4. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6. Mengumpulkan data 3.20 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5. Menganalisa hasil percobaan B. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.16 0. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0. pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Mengambil dan memproses contoh 2. Tabel 11.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. Melakukan pengukuran/analisis 3. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D.6. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Pelaksanaan 1. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 . Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit. Menyusun rencana percobaan 2. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A.25 0. Mengolah data percobaan 6.

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

Angka Kredit : 7. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Penulis : Maksimal 4 orang.daftar pustaka. satu spasi. Angka kredit : 2. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. Angka Kredit : 3. Penulis : Maksimal 4orang. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. d. Penulis utama mendapat nilai 60%.5 untuk satu naskah. mengunakan kertas A-4. spasi 1. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis.1. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Dalam bentuk makalah. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 . 40% untuk penulis pembantu.0 untuk satu buku.bila penulis pembantu lebih dari satu orang. jumlah halaman 60. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. 40% untuk penulis pembantu. f. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Penulis : Maksimal 4 orang. karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah. jumlah halaman minimal 10 lembar.5 untuk satu makalah.5 untuk satu naskah. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. penulis utama mendapat nilai 60%. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. 40% untuk penulis pembantu. font 12. Angka kredit : 2. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. dan disetujui atasan langsung. Penulis utama mendapat nilai 60%. diketik dengan huruf Arial font 12. 2.

bab dan judul bab. Angka Kredit : 7. Penulis utama mendapat nilai 60%. memuat judul buku. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.2. 3. daftar isi. satu spasi. Penulis utama mendapat nilai 60%. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. nama penulis. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. ada kata pengantar. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. diketik dengan 29 . diketik dengan huruf Arial font 12. nama penulis. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah.0 untuk satu buku. a. daftar pustaka. daftar isi. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. 40% untuk penulis pembantu.Angka kredit instansi atau unit kerja. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. ada kata pengantar. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. nama penerbit. Angka Kredit : 3. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. dan disyahkan oleh atasan langsung. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN. a.0 untuk satu naskah. memuat judul buku.5 untuk satu makalah.1. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. jumlah halaman 60. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. 40% untuk penulis pembantu. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku.1. daftar pustaka. bab dan judul bab. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. a. : 3. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan.

jumlah halaman minimal 10 lembar. Angka Kredit : 1. satu spasi. Penulis utama mendapat nilai 60%. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis.5 untuk satu makalah. Bila penulis lebih dari satu orang.5 untuk satu buku. Atas prestasinya. 40% untuk penulis pembantu. maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Angka Kredit : 3. spasi 1. 30 . melampirkan copi buku dari bahan aslinya. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. Dalam bentuk makalah. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat. jumlah halaman 60. penilaiannya hanya satu kali. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.huruf Arial font 12. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. Karya ini akan diberikan penilaian.2. mengunakan kertas A-4. bila dapat digunakan di masyarakat. font 12. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. 4. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. b. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah.

5 1. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a.0 4.5 2.5 3.0 4.5 2.0 3. Karya ilmiah hasil penelitian.5 7.0 4.0 7. pengkajian.Tabel 12. survei. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 2. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 7.0 12. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.5 2. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.5 6. pengkajian. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 12.5 5.0 3.0 7.0 31 . Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.5 5.0 3. III. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.0 8.0 8.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 2.0 3. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12.0 12. survei. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1.0 4.5 3.5 6.0 8. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1.0 8. Karya ilmiah hasil penelitian.5 1. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C.5 6.5 6. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi.0 3. B.0 5.5 3.0 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.5 1.0 Tiap buku Tiap naskah 8.5 7.0 8.5 5.0 4.5 5. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4.0 3.0 4.5 2.5 1. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7.5 2.0 4.0 7.0 3. dalam bentuk makalah D.0 3. dalam bentuk buku b.5 3.5 2. Dalam bentuk makalah 3.0 4.0 3.0 8.0 Tiap buku Tiap makalah 8. PENGEMBANGAN PROFESI A. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS. dalam bentuk buku b.0 3. Dalam bentuk buku b.

Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1.0 2.04 per kali pertemuan.0 1.04 3. Moderator / pembahas / narasumber 3. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan.0 5. Mengajar/melatih diklat 2. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F.0 1.0 2. Menjadi anggota organisasi profesi 1.0 15. PENGEMBANGAN PENUNJANG A.0 1.5 0. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Anggota aktif 2.0 5.75 0. Peserta C. Kegiatan Penunjang III. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama.0 5. Pengurus aktif b.0 0.0 2. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan.0 2. Membimbing siswa B.0 1. dinilai per jam pelajaran. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.0 1.04 3.0 2. Anggota aktif E.5 0.04 3.0 2.0 0. Diploma III 3.3 3.04.5 0. : Angka Kredit Unsur IV. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1.0 3.0 1. Tingkat nasional/internasional sebagai: a.0 1.0 0.04 3.0 3.0 2.0 0.75 0. Tiap 2 jam pelajaran.3 3.0 1.0 2. Pengurus aktif b.0 15.0 5.0 0.04 0.0 0. pada saat pengajuan 32 .3 3.5 0. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan.0 2. angka kreditnya = 0.0 2.04 0.04 0. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.3 3.0 3. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.5 0.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1.0 1. Sarjana (S1) 2. Kegiatan Penunjang Tabel 13.0 2.0 0.D.0 1. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Pemrasaran 2.0 3.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0.0 1.04 0.0 15.5 0.75 0. Mengikuti seminar / lokakarya 1.0 15.0 2. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0.5 0.75 0.

4. moderator 2 dan peserta 1. Memperoleh Piagam Kehormatan. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. 2. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari. berasal dari pemrasaran 3. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. 5. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. 3. moderator dan peserta. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. tidak dinilai. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut.

angka kreditnya sebesar 2. Lamanya antara 641 – 960 jam 3. Diploma III 2. : Rincian Kegiatan. TL. PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I. Diploma II 3. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. . IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. angka kreditnya sebesar 1. Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 . Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1.Satyalencana Karya Satya 20 tahun. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. PELAKS. dan gelar akademis (doktor honoris causa). .Satyalencana Karya Satya 10 tahun. 6.2) E. PENDIDIKAN A. TL. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan. sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan. angka kreditnya sebesar 3. Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. TL.antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI.Penghargaan atas prestasi. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B.1).Satyalencana Karya Satya 30 tahun. . termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya.A. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang.F. berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: . Rincian Kegiatan. yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ). sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV. maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I.

05 0. Menyusun kebutuhan percobaan 3.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.14 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6. Menganalisa hasil survei C. PELAKS.07 0.06 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F.25 0.06 0.11 0.34 0.47 0.09 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.33 1. Membuat bahan audio visual 2.37 0.31 0.06 0.09 0.08 0. Menyusun rencana percobaan 2.04 0.22 1.28 0.15 0.25 0.15 0.07 0.16 0.08 0.44 0.08 0.17 0. Membuat gambar.08 0.17 0.05 0.15 0.14 0.05 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.05 0.06 1.08 0. Mengambil dan memproses contoh 2.48 0.06 0.62 0. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur.08 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.44 0.79 0.05 0.27 1. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5.11 0.07 0.05 0.15 0.09 0. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1.14 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.05 0.13 0. Memandu kegiatan promosi Iptek G.06 0.39 0.05 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. TL.13 0.66 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.14 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.43 0.14 0.11 0.18 0.71 0.NO BUTIR KEGIATAN 5.35 0.11 0.16 0.06 0.17 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.06 0.11 0.04 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D.20 0.06 0.07 0.26 0. Lamanya antara 81 – 160 jam 6.06 0.13 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Memelihara alat dan fasilitas 2. Mengolah data percobaan 6.08 0.18 0.21 0. diagram dan peta 4. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.08 0.17 0.96 0.06 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4.31 0.23 0.49 0.05 0.06 0.08 0.05 0.55 0.05 0.14 0.11 0.22 0.21 0.12 0. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A.56 0.04 0.08 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1.06 0.12 0.05 0.06 0.64 0.15 0.12 0.42 0. Mengumpulkan data 3. Menyusun kebutuhan survei 2.23 0. leaflet.13 0.30 0.18 0. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II.06 0.05 0.20 0. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL.27 35 .09 0.04 0.04 0.06 0.11 0.07 0.11 0.96 0.07 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1. Membuat alat peraga dan maket 3.06 0.88 0.08 0.07 0.07 0.04 0.55 0.05 0. cooklet 4.49 0.06 0.70 0. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5.06 0.05 0.11 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.07 0.13 0.06 0.04 0.46 0.04 0. Melakukan pengukuran / analisa 3. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1.09 0. TL. TL.06 0. Menganalisa hasil percobaan B.24 0.14 0.17 0.28 0.13 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4.81 0.39 0.06 0.13 0.11 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E.20 0.10 0.15 0.03 0.

Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL. Dalam bentuk makalah D.0 8. Karya ilmiah hasil penelitian.0 4.5 2. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 12. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6.0 3.0 Tiap buku Tiap naskah 8.31 III. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 3.0 8.25 0. Dalam bentuk buku b.0 3. Dalam bentuk makalah 5.0 2.5 7.5 7.0 3.0 4. Dalam bentuk buku b.5 6.5 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.20 0. TL. survei.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.0 3.25 0.5 3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a.5 6.5 3.5 7.0 36 . Dalam bentuk makalah 3.0 8. survei.0 3.5 1.20 0. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4.5 3.0 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b.5 1.5 1.0 3.5 5. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.0 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 3.5 5.0 4.0 Tiap buku Tiap naskah 7. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 2.0 3.5 2. PELAKS. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a.NO BUTIR KEGIATAN 5.31 0. TL. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0.0 2. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 4.16 0. pengkajian.0 2.0 3. TL.0 8. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 12.0 12.5 1.5 6. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7.5 7.16 0. Dalam bentuk buku b. PENGEMBANGAN PROFESI A.5 5.0 8. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.5 5.0 4.5 7.5 2.5 7.0 8.0 4. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.5 6.0 4.5 Tiap buku Tiap makalah 8.0 3. pengkajian.0 Tiap buku Tiap makalah 12. Karya ilmiah hasil penelitian.

04 3.0 5.3 3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.0 5.5 0.0 0.0 2.3 3.04 0. KEGIATAN PENUNJANG A.0 3. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1.0 Setiap tahun 0.0 0.0 0.3 3. PELAKS.0 2. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. TL.0 1. Pengurus aktif b. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.5 0. Moderator / pembahas / narasumber 3.0 0. Pemrasaran 2. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.5 0.0 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Peserta C.0 0. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV.0 Per tahun Per tahun 1.0 5.0 1.0 1.04 3. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1.04 0. Pengurus aktif b.5 0.3 3.0 1.0 2.75 1. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a.0 15.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.0 1. Anggota aktif E. 37 .0 1. Mengajar/ melatih diklat 2.0 2.0 2.0 0. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F.0 15. SATUAN TL. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0.04 0. Membimbing siswa B.0 2.0 2.NO BUTIR KEGIATAN TL.0 1.04 3. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D. Anggota aktif 2.04 0.04 3.5 0.0 15.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.0 0. Diploma III 3. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1.0 1.0 2.0 15.0 2.5 0.75 1.0 2.0 3.75 1.5 0.0 0. Sarjana (S1) 2.0 0.0 3.0 5. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1.0 2.0 3. TL.0 0.

Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja.Penempatan Teknisi Litkayasa .Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain .Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. d. b. Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : . 38 . c. yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d. harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan.Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa . Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda. Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. Tim penilai Jabatan.Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa . golongan ruang II/a.Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa . Pengangkatan Pertama 1.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa . sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan.BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan.

Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. 3. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Pangkat terakhir Sdr. g.e. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. h. serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). j. f. dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. golongan ruang II/b . l. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. k. adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. i. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. yaitu 60). Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. umur 32 tahun. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. 2. sebagai Calon PNS. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi.

Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. C. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. Kementerian. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. 4. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. b. b. c. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I.jabatan Teknisi Litkayasa. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. 2. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. pada tahun berikutnya. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. B. 40 . PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001. Pemerintah Provinsi. Kabupaten/Kota. 3. Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan.

5. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. c. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. Golongan II/d. karena Pejabat 41 . Pengatur. b. Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. b. kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama. Golongan Ruang II/c (60). 2. I. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. 1. Pengatur Tingkat I. Golongan Ruang II/c. Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Golongan Ruang III/c. D. apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Oleh karena itu.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya.

d. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. e.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. . Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. Cuti di luar tanggungan negara. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. 5. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: .Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 6. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c). Pejabat unit kepegawaian pada instansinya. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . E. 3. Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. b. . Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. b. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin.Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. selambat-Iambatnya : a. c.fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. diberhentikan sementara dari PNS. e. 4. d. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966).

tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. Sdr. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. 30 Tahun 1980. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. golongan ruang III/d. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. golongan ruang III/d. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. c. pangkat Penata. 2. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. 43 . Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. 1. e.b. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). 3. d. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). b. f. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. F.

BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. 10. 4. 9. 44 . Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. 6. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. Ada formasi untuk jabatan tersebut. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. 3. dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. e. G.c. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. 4. atau pensiun. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a. 5. 6. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. d. 8. Sebagai instansi pembina. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. H. 7. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. 2. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. 7. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. 3. 5. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. 2. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun.

Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit. diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut. maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 . Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang.BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober). Angka Kredit 1. 2. .PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. karena data hasil kegiatan yang hilang. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat.Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. 23/KEP/M. Angka Kredit diperlukan untuk: . tepat waktu. Penghitungan Angka Kredit. tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa.

PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. 3. B. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005). tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. Pengertian DUPAK DUPAK. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. b. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. a. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. c. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. 46 . Masa Penilaian Angka Kredit.buktinya.

. b. Lampiran usul/bahan yang dinilai.Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005).Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan.melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). . (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. .Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir. kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan. c.Unsur yang dinilai. (3) Dst. dilengkapi dengan bukti-buktinya. kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : .Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan. Cara Pengajuan DUPAK . 2.Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja.Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK.Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi.Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK. . . . Cara Pengisian DUPAK a. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: . diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. dilengkapi dengan bukti-buktinya. .Butir III. .Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan. . dilengkapi dengan bukti-buktinya. . .Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 .

kemudian mengajukannya kepada atasan langsung.p. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 . Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang.- - Pernyataan dan bukti-buktinya. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. - - - 3. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. d. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan.

Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. 3. Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. 2. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan. Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). Salinan PAK terakhir. Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya.- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. III.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. C. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara. IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. ijazah / sertifikat. Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan.

Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II.- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. - - - 50 .

PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 .PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL.

b.Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat.Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK.Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa. . Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya. c. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa.Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai. Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk. . .Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota. 52 . .Seorang Ketua merangkap anggota. Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1.Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.Seorang Sekretaris merangkap anggota.Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. . dengan sepengetahuan atasan langsung.Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK.Dapat aktif melakukan penilaian. . Tim Penilai a.Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya. . . Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : . Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : . .Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b . Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . d. .BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A.Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai. . e. . .

Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. 3. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. 3. 2. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. PNS atau bukan PNS. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15. Tata Kerja Tim Penilai 1. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 2. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya.f. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. B. Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. . Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. 53 . III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai.Tiga tahun. dengan kemampuan teknis yang diperlukan. Pada Unit Kerja Eselon II. Masa Kerja Tim Penilai . Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. C. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. g. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli.

Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan. Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22. Sekretaris Tim membuat PAK. 4.5 %. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%. 54 . Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan . 7. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). 6. 5.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya.

Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina. dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. memindahkan. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. MenPan No.PAN/2/2003). Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. 2. 55 . 23/KEP/M.

............................... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya............... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : .... NIP : ...................... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP.................... . ....................... Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan...... .................................... Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ................... Jabatan : ............... Jabatan : ........................ NIP : ........... sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.... . ............ Pendidikan terakhir : . ........ .......................................................... Unit Kerja : ............. Unit Kerja : .................. .... .. ..............Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja.. 56 ...... ...... SURAT KETERANGAN Nomor :...................

........................... (tanda tangan) 3..... (tanda tangan) 5......................... : ..... Penulis/Pelaksana NAMA NO..................................................................... 3. (nama) : ...... 4.... LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : ............ : ........ 2.......... Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok. 6...............(tanda tangan) 57 ...................... (………………………) NIP............................ 5..................: …………… …………....... (nama) : …......... (nama) : …........ (nama) :... (nama) : ….. : ....... : ............................. 1................ Judul : ............................................ Pelaksana : 1.......... : .................................... (nama) : …. (tanda tangan) 4..... No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ....Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. ………………...... (tanda tangan) 2......................(tanda tangan) 6......... : ...........

..... 2.. 4.................. Unit Kerja : .......... 58 ............) NIP : .... ... 3........... …………………………………………... .. ………………………………………….. ................... ................. ........ .. Jabatan : . Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs............ …………………………………………... Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1... ...... ........ ... NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP..... Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok...... .... …………………………………………...........Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : .... ......

.......... ......... Jabatan : ......................... ..... Unit Kerja : .... ........................ .. .....Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :......... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.................. .. tahun sejak tahun ................................. .... ....... NIP : ......................... sampai ........... .......... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP........ Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : .......... ..................................................... telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama ...... ...dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan.... ........ ........... .... ....... .. ............................ 59 ......... NIP : .. ....... menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ............ ........... Unit Kerja : ................................... Jabatan : .....................

......... Sebagai bahan pertimbangan..... Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth.... 4.. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.... Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa............ 7.....Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di ... terlampir saya sampaikan: 1... Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : .. 5...... Data Usul Penetapan Angka Kredit.. Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa....... ……………. ……………… Pemohon.*) 2.. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir... 3.......: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu. 6.............. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III ... Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan............ DP3 untuk 1 tahun terakhir..... 60 ....

Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS. 7. Jabatan : ………………………………………………………..Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth......... Nama Pejabat: .... Jabatan : ………………………………………………………. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3. Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan.. …………………. (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di .... Kepala Unit Kerja. …... NIP ....... 5. 61 ... 6........ Unit Kerja : ………………………………………………………....gol ruang/TMT : ………………………………………………………............... mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat........ 8. DP3 untuk 1 tahun terakhir.. Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional.... Pangkat/gol ruang : ………………………………………………………. Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ……………………………………………………….. Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.. Sebagai bahan pertimbangan........ Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs. Unit Kerja : ………………………………………………………..... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.......... untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir. 4........ Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2...... bersama ini dilampirkan: 1.

.. : ......... ……………............................. 4. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan... (Contoh: Ijazah......................................... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama.Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ...........PAN/2/2003.. …………………. 6.............................................. menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ............ telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini.... Unit Kerja : . Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan... Cara pengisian tabel : 1....... Jabatan : ....................... 2........ Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep.... Kepala unit kerja/Atasan langsung............................................... STTPP)..... : .................. Pangkat/golongan ruang : .................... 5.................... Men-PAN Nomor 23/KEP/M....... : . laporan.......... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 .... Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3........………………………) NIP : ……………………..... (……….............................

.. (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (.... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.. 3........ : ..... SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ...................... Jabatan : .......... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ............ Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M.................PAN/2/2003 (contoh : naskah.............) NIP ..................................... 5................ Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.. Pangkat/golongan ruang : ........................... ......... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama.... 2............................... : ...........Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.................................. Unit Kerja : . makalah. buku)....................... Cara pengisian tabel: 1......................................... telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.. 6............... 4..... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan........................ ………………………………. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan....................... 63 .... : ............... ..........

.. : ........................ : . ...... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan............... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3................ ... ......... 2........................ ...... 4........ 64 ....... ........ .................................... 5........................................................... Cara pengisian tabel: 1....... .......) NIP …………………………….................... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M............... Jabatan : .... Unit Kerja : ....................... sertifikat). menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .............. gelar......... 6...................... : ..... Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan. .. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan...... Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama......PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa................. ........ telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya........................ ................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (....Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ......... Pangkat/golongan ruang : ... .......... ..........................

. .... .. Jumlah Unsur Penunjang (A+B). ..... . NIP. ... ........ Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota.. ..... atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di . Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol. atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4.... . Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b. / / / Masa Penilaian Tanggal : . Ditetapkan di : Pada tanggal : . .. .. . ... .. . . KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP. Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3.... .. ... Pusbindiklat *).ruang/TMT Tempat... . .. .. Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c.. .. Tembusan : 1.q. . .. .. Coret yang tidak perlu 65 . Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up.. . .. . . ... . ..... . . .. . Pengembangan Profesi A. ... . BPPT c. tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a.. . ... . . . . . . .. . .. . ... .... . . .Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : . . . .... . Yang bersangkutan 2. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN.... .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->