KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

........ 12 A.......................................... 21 5................................................ Jenjang Jabatan.... Pengertian dan Batasan ilmiah ........... Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ...... Golongan Ruang dan Angka Kredit ................... 3 A...................... 17 2............................................................................................................................................ Unsur Utama ........................................... .. i SAMBUTAN .................. 20 3........................................ PENDAHULUAN ............... Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan .... Kode Etik Teknisi Litkayasa .................. 22 6................................ Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ............................................................. Maksud dan Tujuan ......................................................... 1 B........................... 1 A...... 12 B.. 20 4................ Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ..........LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................... 22 7.. Pelaksanaan Jasa Teknis .................. Pelaksanaan Kegiatan Survei ..... BAB III............ 14 1.................................. Umum ..................................................................... 4 C................................ 23 vii BAB II......... Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan .................... Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan ..... 7 D.......... ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 ..................................................................... 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA .. Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E....... Pangkat.............................................................................. iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I............. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .............................................................................................. 3 B...........................

........................ 25 2................... Penempatan Teknisi Litkayasa .............. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ..................................... 47 3...................................... Cara Pengisian PAK ................................ Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ................ Penetapan Angka Kredit (PAK) ............................... Penghitungan Angka Kredit ........................................... 33 3.............................. 49 1.............. 38 B......................... 33 5.................. 46 1............................................................................................. Pengertian DUPAK ................................ 29 4..... 32 1......................... 45 3. 49 viii BAB V.... 34 BAB IV.... Rincian Kegiatan.........................40 C................................ Kegiatan Penunjang ..... 44 H...................................................................................................................... 44 DUPAK................ Masa Penilaian Angka Kredit ................................................. Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa ... Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan ...................................... Pengangkatan Pertama ................ 49 2....................................................................... Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa ....................... 43 G............................ Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya ....... Kenaikan Jabatan dan Pangkat ............................................... Lampiran-lampiran DUPAK .... 48 C........ 38 A...................... 25 1.. Pembebasan Sementara .......................... Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan ........... Pengertian Angka Kredit . 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa .............................. 46 B..... Menjadi Anggota Organisasi Profesi ..... 33 6................................... Mengikuti Seminar/Lokakarya .................. Memperoleh Piagam kehormatan ................................................................................ 34 E. 45 A...... Angka Kredit ...............C......................33 4................. PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ............. Pengembangan Profesi ........ Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ....................................... Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ..... Pengertian PAK ....... 40 D................................. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ... 45 1.................................................. 46 2.................... Perpindahan Jabatan .... Cara Pengisian DUPAK ........................... Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan .. 28 3............................ 30 D........................ 45 2.................................. 42 F.. PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ................................... ................ 32 2...........

.... TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA ....... 53 C.. Tim Penilai Teknisi Litkayasa .............................................. 55 BAB VII ix ............ 53 KETENTUAN PERALIHAN .................3...... Tata Kerja Tim Penilai .......................................................................................................... Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ........................................... 52 A.......................... 52 B. Tata Cara Penilaian Tim Penilai ...... 49 BAB VI........

No 12/SE/1991.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I . baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M. Untuk melaksanakan keputusan tersebut. Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan.BAB I PENDAHULUAN A. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991. yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang.Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. 1 . Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan. diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 .

nomor : 19A tahun 2005.B. mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. 2 . baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005. sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan. tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. di pusat dan di daerah.

serta bekerja dengan jujur. pendapat. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. berdisiplin. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. teliti. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. b. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. hak kepemilikan intelektual 3 . maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. c. tekun. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. atau temuan orang lain. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya.

tanggung jawab. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. B. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. bisnis. f. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. 2. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. sosial budaya.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. 3. d. 4 . sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. 4. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. g. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. pendapat. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. dan estetika. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. mengutamakan keamanan dan keselamatan. fungsional. Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. e. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. h.

5 . 9. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. 17. 10. 6. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. 18. 15. 16. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. 12. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. 7. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. 13. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. sound slide dan film. 8. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan. yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. 14. 11.5.

diskripsi dan analisis permasalahan. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman. 23. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. 26. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi.19. 20. 30. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. 24. 31. padat. 27. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. 25. pengolahan dan analisis. padat. 21. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. 6 . 28. 29. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. dorongan. 32. 22.

PAN/2/2003. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4. I Penata Penata Tk. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. Jenjang Jabatan. I Pengatur Pengatur Tk. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.33. Jabatan. dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Pangkat. yaitu : 7 . Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. D. I 3. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa. Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1. atau suatu bidang kegiatan profesi. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. sesuai dengan peraturan perundang undangan. Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek. 34. C. golongan ruang. berikut : Tabel 1. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan.

Menyusun rencana percobaan Butir II.C.C.1 2.G.G. Menganalisa hasil survei Butir II.6 3.1 3.3 6.5 Perekayasaan 11. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 .D.5 9.E.D.4 8.E. Melakukan pemrosesan laporan Butir II. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II. Menganalisa hasil percobaan Butir II. Membuat bahan audio visual Butir II. 4. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana. 3.4 4.E.1 System/model/prototipe 5.F. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.4 dan perekayasaan 10.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d.5 5. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing.B.B. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata.6 Perekayasaan 6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia.2 2. Menyusun kebutuhan survei Butir II.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda. pengawas. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II.1.A. Golongan Ruang III/b.A. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.G.4 7. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.C. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II.3 7. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II.4 4. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II. 2.C.1 8.A. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.F.

Memelihara alat dan fasilitas. Mengolah data percobaan 3.1.C.A.1 6. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2. Butir II. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.B.3 Butir II.A.G. Membuat gambar. diagram dan peta Butir II.F. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.C. booklet. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya.1 8.3 7. Memandu kegiatan promosi Iptek 9.3 Butir II. Mengumpulkan data. 9 .A. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya. Butir II.F.F. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5.2 4.2 hasil perekayasaan.2 3.D.5 Butir II. Memperbaiki alat dan fasilitas 7.B.D. Membuat alat peraga dan maket 8. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4. Butir II. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya.5 Butir II. Butir II.G. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.3 Butir II.G. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II. Melakukan pengukuran analisis 6.E. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan.4 Butir II. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Butir II.2 Butir II.3 2. leaflet.2 Butir II. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Butir II.1 5.E.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a. Mengambil dan memproses contoh.

kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0.n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Mengumpulkan data Laporan 0. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan.E. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B. seperti menyusun kebutuhan survei. Kelompok utama disebut Unsur. Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya. Kegiatan lain. Tabel 2. bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . yang terbagi ke dalam Sub Unsur.04 10 .

Menganalisa hasil survei Laporan 0.33 11 .3.08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4.

2) (I. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan.A. Bila tidak sesuai. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur.BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur. yaitu : a. Sub Unsur dan Butir Kegiatan. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Pengembangan Profesi. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.A. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. Unsur Pendidikan.A.3) (I. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Unsur Utama 1. diuraikan sebagai berikut : A. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 . Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja. Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial. maupun di bidang sosialbudaya.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis.

bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT.1. b. 13 . bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. b. perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1).F.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam.F. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. b. maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60. maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya. Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari). ditambah 5 dari unsur (IV.2. Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.Unit Kerjanya. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III. dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah. Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang.

Pelaksanaan jasa teknis Butir II. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV.A . dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan. sosial budaya.C . bisnis. B.E . seperti diklat penjenjangan struktural.Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.D .B. NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 . Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan. butir kegiatan. dengan tidak memperhitungkan jumlah jam. fungsional. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu).Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II.B . sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait. tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama. dan estetika. Diklat fungsional non-teknis.maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV. dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi.3) dengan angka kredit sebesar 1. Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2. Pelaksana : Dituliskan semua nama.Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. Untuk mendapatkan penilaian yang benar.F . Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur. yaitu : .Pelaksanaan kegiatan survei Butir II.B.3) unsur penunjang.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. sub unsur. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II. maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi.

dan jumlah kegiatan yang dilakukan. - - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja. JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. 15 . Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut.Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. jumlah anakan produktif. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. Diamati: tinggi tanaman. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. Dodi. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. di mana. jenjang. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). varietas gogo dari Sumatera Selatan. bobot 1000 butir). umur berbunga. dan 4 ulangan. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. butir hampa. Teknisi Litkayasa Penyelia. dan seterusnya). Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering.

Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya. maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut.11 (=80%x0. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. maka angka kreditnya bukan 0.PAN/02/2003.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0. . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.14. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan.3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya.14) - - 16 . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.14.14 tetapi 0. . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. .Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana. Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M.

Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.08 0. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0. Menganalisa hasil percobaan Butir II. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3.09 (=80%x80%x0.03 0.05 0. maka angka kreditnya menjadi 0. Menyusun Rencana Percobaan 2.A.6 Tabel 4.14). Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya.1 b.08 17 . 1.22 (80%x 0.2 c. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0.14 1.A.5 f. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II. Mengolah data percobaan Butir II.A.08 0. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya.14 (80%x 0.4 percobaan e. Dalam Tabel 14. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.A. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0.71 0.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.18) 0.3 d.88 0.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula.14 Laporan Laporan 0. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.06 0. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4. Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1.28) 0.05 0.05 0. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II. Menyusun rencana percobaan Butir II.18 (80%x 022) 0.09 0.A.11 1.05 0.17 0. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a.A. rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan.

Mengolah Data percobaan 6.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.39 0.A. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0. maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana.10 18 . maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja.25 0. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan.A.15 0.31 0. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia.12 0.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0.71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.46 / 3 = 0.15 Laporan 0.Percobaan 5. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0.15 0.A).17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja.11 (80 % X 0.

Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 . maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.17 / 3 = 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana. maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana.14/3=0.A).05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja.2).24 . dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.71 / 3 = 0.JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.29 .Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. perhitungannya sebagai berikut : .Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.88 / 3 = 0. Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana.34 .39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.03 / 3 = 0.A. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.

17 0.4 Tabel 5.39. Pelaksanaan kegiatan survei 1. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d.34 007 0.dengan jumlah pelaksana. Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II.49 0. Mengumpulkan data 3.17 / 3 = 0.2 Butir II.06 0. Menyusun kebutuhan survei 2. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 .56 011 004 0. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0. terdiri dari 4 Butir Kegiatan. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat.42 009 004 0.08 0.B.11 004 0.26 0. Mengumpulkan data. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan.B. Menyusun kebutuhan survei b.B. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk.B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.21 0.. LANJUTAN TL. TL PEL.1 Butir II. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.08 0.04 0.3 Butir II. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a. Menganalisis hasil survei. c. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama. PENYELIA B. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2.33 3.08 0.B.

05 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.44 0.18 1.96 0. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1.16 0.C.3 Butir II.28 0.D. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip.15 0.20 0. c.11 0. TL PEL.2 Butir II. Butir II. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.23 4.07 0. Mengambil dan memproses contoh.1 b.23 0. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah.43 0.a.12 0.13 0.C. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C. : Angka Kredit Sub Unsur II. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a.6 Tabel 6.5 Butir II. Butir II.11 0. Melakukan pengukuran / analisis.20 0.05 0.C.D.1 Butir II.4 Butir II.C. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.D. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.07 0. d. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.3 d.C.2 c.79 0.05 0.06 0.07 0. b.4 21 .07 0.05 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3. LANJUTAN TL. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.C. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip. Butir II. Butir II. PENYELIA 0. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2. Butir II.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan.08 0. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6.D.35 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.

Membuat bahan audio visual.06 0. Butir II. Memelihara alat dan fasilitas 2.E.06 0.E. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.04 006 0.E.D Pelaksanaan Jasa Teknis.46 0.3 d. 4.06 0.09 0.13 0.04 006 0.09 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.1 22 .E.5 fasilitas. Butir II.06 0.09 013 0.14 0. TL PEL.11 0.F. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat.25 5.17 6. PENYELIA D. Butir II.07 0. LANJUTAN TL. Butir II.4 e. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a.07 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. : Angka kredit Sub Unsur II.49 0.1 b.21 0.11 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a. PENYELIA E. Memelihara alat dan fasilitas. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.14 0.11 0.44 0.17 0.2 c.11 0. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0. 3. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.20 0.06 0.16 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas.14 0.31 0.06 0. Tabel 8.07 0.55 0.04 0. Memperbaiki alat dan fasilitas.04 0. 2. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.07 0. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1. Butir II. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.E.37 0.62 0. TL PEL. : Angka Kredit Sub Unsur II.11 0. LANJUTAN TL.Tabel 7.39 0.05 0.

booklet 4.05 0.70 0.1.06 0. leaflet.14 0.06 7. Membuat bahan audio visual 2. TL PEL. Butir II.3 Butir II.2 Butir II. e.15 0.diagram dan peta 4.24 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G.5. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a. d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e.b. : Angka Kredit Sub Unsur II.G. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.13 0.27 0. Membuat alat peraga dan maket 3. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e.08 0. Butir II.08 0. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. Melakukan pemrosesan laporan 5.13 0.13 0. booklet. leaflet.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.05 0.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.06 0.22 0.06 0. : Angka Kredit Sub Unsur II.10 0. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. d. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. c. PENYELIA 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5.2. Memandu kegiatan promosi Iptek 0.05 0.F.64 0.G. c.20 0.G.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan. Butir II.06 0.05 0.30 0.81 0.55 0.06 0. LANJUTAN TL.12 0.06 0.6. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian.06 0.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.4 Butir II.18 0. PENYELIA F.G.06 0. Butir II. Butir II. Butir II.27 0. Membuat alat peraga dan maket.06 0. Membuat gambar. Membuat gambar diagram dan peta. Melakukan pemrosesan laporan. b.08 0.F.G.96 0.25 1.F. Memandu kegiatan promosi iptek.08 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan. TL PEL.17 0.G.F.31 23 .3.15 0. Tabel 10.05 0.4 Butir II.5 Tabel 9.16 0. LANJUTAN TL.05 0.06 013 0. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1.

Mengambil dan memproses contoh 2. pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit.6. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 . Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0. Mengolah data percobaan 6.25 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Pelaksanaan 1. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Pelaksanaan 1.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Menganalisa hasil percobaan B. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Tabel 11. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6. Menganalisa hasil survei C. Menyusun rencana percobaan 2. Mengelompokkan data 4.20 0.16 0. Melakukan pengukuran/analisis 3. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Mengumpulkan data 3. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A.

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

2. 40% untuk penulis pembantu. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. diketik dengan huruf Arial font 12. Penulis : Maksimal 4orang. Penulis utama mendapat nilai 60%. Angka kredit : 2. 40% untuk penulis pembantu. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. 40% untuk penulis pembantu. spasi 1. font 12. dan disetujui atasan langsung.5 untuk satu makalah.bila penulis pembantu lebih dari satu orang. jumlah halaman 60. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. mengunakan kertas A-4. Angka kredit : 2. Penulis : Maksimal 4 orang. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 . Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Dalam bentuk makalah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 3.5 untuk satu naskah. karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah. satu spasi. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. jumlah halaman minimal 10 lembar. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.5 untuk satu naskah. Angka Kredit : 7. Penulis utama mendapat nilai 60%. penulis utama mendapat nilai 60%.daftar pustaka. d. f.0 untuk satu buku.1. Penulis : Maksimal 4 orang. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis.

1. a. dan disyahkan oleh atasan langsung.0 untuk satu naskah.5 untuk satu makalah. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. bab dan judul bab. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. b. a.2. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. a. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. bab dan judul bab. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah.1. nama penerbit. daftar pustaka. Angka Kredit : 7. satu spasi. memuat judul buku.0 untuk satu buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN. daftar pustaka. b. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. diketik dengan 29 . memuat judul buku. ada kata pengantar. : 3. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. Penulis utama mendapat nilai 60%. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. daftar isi. Penulis utama mendapat nilai 60%. 3. Angka Kredit : 3. ada kata pengantar. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. 40% untuk penulis pembantu. diketik dengan huruf Arial font 12. nama penulis. Dalam bentuk buku. jumlah halaman 60. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah.Angka kredit instansi atau unit kerja. 40% untuk penulis pembantu. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. nama penulis. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. daftar isi.

Dalam bentuk makalah. 4. Atas prestasinya. satu spasi. Penulis utama mendapat nilai 60%.huruf Arial font 12. bila dapat digunakan di masyarakat. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. 30 .5 untuk satu buku. Angka Kredit : 1. maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. spasi 1. mengunakan kertas A-4. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah. font 12. Angka Kredit : 3. b. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Bila penulis lebih dari satu orang. Karya ini akan diberikan penilaian. jumlah halaman minimal 10 lembar.2. 40% untuk penulis pembantu. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. penilaiannya hanya satu kali. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat.5 untuk satu makalah. jumlah halaman 60. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat.

0 12.0 4.5 3.0 3.5 6. PENGEMBANGAN PROFESI A. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 1.0 3.5 3.0 3.0 4. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2. dalam bentuk makalah D. survei.0 12.0 4. survei.0 8.5 6.0 8.5 2. Karya ilmiah hasil penelitian. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.5 5. B.5 2.5 6.0 31 .0 8.0 3.0 Tiap buku Tiap makalah 8.0 12.5 7.0 3.0 8.0 3.0 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.0 8.0 4.5 5. Dalam bentuk buku b.5 5. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a.5 1. dalam bentuk buku b.0 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 5. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.0 4. III.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS.0 3.5 3. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. pengkajian. pengkajian.0 3.5 6. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk makalah 3. Karya ilmiah hasil penelitian.0 4. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah.5 2.5 3.0 Tiap buku Tiap naskah 8.Tabel 12. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1.0 3.0 3.5 2.5 2.5 1.5 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 7.0 8. dalam bentuk buku b.0 4.0 7.5 7. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12.5 2. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C.0 7.5 2.5 1.5 7. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7.5 5.

0 2.0 1.0 1.0 2. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.0 0. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan.5 0.04 0.0 3. Kegiatan Penunjang III.D.0 1.04 per kali pertemuan. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit. dinilai per jam pelajaran.0 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS.3 3.75 0. pada saat pengajuan 32 . Sarjana (S1) 2. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan. Mengikuti seminar / lokakarya 1.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1.0 0. Anggota aktif 2.0 0. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F. Tingkat nasional/internasional sebagai: a. Diploma III 3. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1.0 5. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0. Moderator / pembahas / narasumber 3.04 0.0 2.0 1.0 0. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan.0 0. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.0 15. : Angka Kredit Unsur IV. Mengajar/melatih diklat 2.0 2. Pengurus aktif b.75 0. PENGEMBANGAN PENUNJANG A.3 3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.0 2. Anggota aktif E.0 15.0 3.0 1.3 3. Pemrasaran 2.0 2.0 2.0 3.0 2.0 5.0 1. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0.04 3.0 0. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1.5 0.04 3.0 5.0 3. Kegiatan Penunjang Tabel 13.0 0.5 0.75 0.0 15.0 1. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya.04.04 0. Pengurus aktif b.75 0.0 1.04 3. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0.0 1. angka kreditnya = 0.3 3.0 2.5 0.5 0.0 1.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1. Peserta C.04 3.5 0.0 2.0 5. Tiap 2 jam pelajaran. Membimbing siswa B.0 15. Menjadi anggota organisasi profesi 1. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior.0 1.5 0.0 2.04 0. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama.

Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. Memperoleh Piagam Kehormatan. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. moderator 2 dan peserta 1. moderator dan peserta. 5. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. 2. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari. 3. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. berasal dari pemrasaran 3. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. tidak dinilai. 4. pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari.

Lamanya lebih dari 960 jam 2. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. .1). Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 . maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1. IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan.antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI.Satyalencana Karya Satya 10 tahun. Lamanya antara 641 – 960 jam 3. yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ).Penghargaan atas prestasi. sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV. Rincian Kegiatan. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang. . termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B. angka kreditnya sebesar 3. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. Diploma III 2. PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I. angka kreditnya sebesar 2. .F. Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: . jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. 6. angka kreditnya sebesar 1. dan gelar akademis (doktor honoris causa). TL. : Rincian Kegiatan. Diploma II 3.2) E.Satyalencana Karya Satya 20 tahun. TL. Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14. TL. sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan.A.Satyalencana Karya Satya 30 tahun. PENDIDIKAN A. berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. PELAKS.

07 0. Menyusun kebutuhan percobaan 3.56 0.14 0.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.04 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.17 0.09 0.08 0.22 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4.21 0.28 0.14 0.08 0. TL.11 0.07 0.05 0.04 0.15 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1.35 0.05 0. Lamanya antara 81 – 160 jam 6.04 0.28 0.06 0.17 0.14 0.05 0.15 0.18 0.07 0.62 0.17 0. PELAKS. Mengolah data percobaan 6. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.08 0.11 0.06 0.05 0.05 0.04 0.06 0.55 0.07 0.88 0.08 0. Membuat gambar.06 0. Menyusun rencana percobaan 2. leaflet.12 0.11 0.04 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F. TL.07 0.15 0.13 0. Melakukan pengukuran / analisa 3. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A.06 0.13 0.11 0.05 0.15 0.25 0.27 35 . PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II.23 0.14 0.11 0.07 0.49 0.12 0.31 0.13 0.11 0.26 0.05 0. TL.06 0.05 0.16 0.11 0.14 0.NO BUTIR KEGIATAN 5.44 0.06 0.06 0.44 0.18 0. Memandu kegiatan promosi Iptek G.13 0.05 0.71 0.08 0.27 1.96 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.13 0.06 0.03 0.25 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.06 0.14 0.30 0.15 0.24 0.70 0.04 0.06 0. cooklet 4.49 0.79 0.14 0.21 0. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E.39 0.08 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4. Mengumpulkan data 3. diagram dan peta 4.04 0.09 0.17 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.06 0.96 0.09 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5.04 0.64 0.13 0.11 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6. Membuat bahan audio visual 2. Memelihara alat dan fasilitas 2.08 0.23 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3.06 0.07 0.08 0.06 0.05 0.05 0.11 0.09 0.05 0.18 0.13 0.37 0.39 0.20 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.33 1.12 0. Menguji bahan unjuk kerja alat 4.06 0.81 0.07 0.06 0.09 0.06 1.66 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.48 0.46 0.06 0. Menyusun kebutuhan survei 2.06 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4.11 0.10 0.06 0.43 0.16 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.06 0.05 0. Menganalisa hasil percobaan B.20 0. Mengambil dan memproses contoh 2.42 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D.34 0. Menganalisa hasil survei C.20 0.31 0.17 0.22 1.05 0.47 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4.05 0.15 0. Membuat alat peraga dan maket 3.08 0.55 0.07 0.08 0.06 0.08 0.

5 3.20 0.0 3.5 6. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0. Dalam bentuk makalah 5. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b.5 2.5 7. survei. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 6.5 Tiap buku Tiap makalah 8. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.0 3.0 4.5 7.0 3. Dalam bentuk buku b.5 1.0 4.0 8. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.5 3.0 3.NO BUTIR KEGIATAN 5. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 1.0 2. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 12. TL. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a. TL.5 5. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6.31 III.5 5.0 3.5 1. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a.0 3.0 36 .25 0.5 3. Dalam bentuk buku b.0 4.0 12.5 5.5 7. pengkajian.16 0.5 6.0 2. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C.0 8.5 2.0 3. Karya ilmiah hasil penelitian.31 0.0 2.0 8.5 7.0 3.0 4.0 2. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7. Karya ilmiah hasil penelitian. PELAKS.5 7. PENGEMBANGAN PROFESI A.5 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B. Dalam bentuk buku b. survei.0 8. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4.0 4.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.5 6.0 3.5 5.20 0.0 Tiap buku Tiap makalah 12.0 Tiap buku Tiap naskah 7.5 7. pengkajian.5 2. Dalam bentuk makalah D.25 0. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 12.5 3. Dalam bentuk makalah 3.0 8.0 8.16 0.0 4.0 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.0 3.5 1. TL.0 4.0 4.0 Tiap buku Tiap naskah 8.

Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1. Membimbing siswa B. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV.3 3. 37 . Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1. Moderator / pembahas / narasumber 3.0 Setiap tahun 0. TL.0 2.0 1.75 1.0 1.0 2. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a. Anggota aktif 2.5 0. Diploma III 3.04 3. Pemrasaran 2.0 15.0 5.04 0. KEGIATAN PENUNJANG A.0 2.0 0. Sarjana (S1) 2.5 0.0 1.0 15. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.5 0.0 3.0 2.0 0.0 15.0 Per tahun Per tahun 1.0 2.04 0.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. PELAKS.04 0. Anggota aktif E.0 5. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.5 0.04 3. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 0.0 1. Pengurus aktif b.0 0.0 3.0 0. SATUAN TL.0 2.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.0 1.75 1. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D.0 2.0 3. Pengurus aktif b.0 0.0 1.0 0.0 2.0 0.0 3.3 3.3 3.0 2.3 3.0 2.0 5.0 0.0 0.5 0.0 5.5 0.0 2. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1.0 1. TL.04 0.75 1.04 3. Mengajar/ melatih diklat 2.NO BUTIR KEGIATAN TL.0 15.0 2. Peserta C.04 3.0 1.5 0.

Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. d. Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : . Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan. Pengangkatan Pertama 1. sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki. Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I. b. 38 .Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa .Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa .Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja. Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri.Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa . Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. c. harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan.Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain . golongan ruang II/a.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. Tim penilai Jabatan. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan.Penempatan Teknisi Litkayasa .

Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . k. sebagai Calon PNS. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.e. serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. l. golongan ruang II/b . 2. Pangkat terakhir Sdr. 3. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. h. umur 32 tahun. yaitu 60). Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. i. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. g. 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. j. sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). f. Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama.

Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. Kementerian. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. Kabupaten/Kota. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 40 . Pemerintah Provinsi. B. Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. c. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. C. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. 2. b. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.jabatan Teknisi Litkayasa. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. c. pada tahun berikutnya. b. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional. 4. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. 3. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi.

Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Golongan II/d. bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. 5. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . Golongan Ruang II/c (60). Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. karena Pejabat 41 . 1. Golongan Ruang III/c. Golongan Ruang II/c. I. 2. Oleh karena itu. b. Pengatur Tingkat I. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . D. kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama. c. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. b. Pengatur.

Tanggal pelantikan dalam jabatan lain.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: . b. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. d. 3. 6. d. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c).Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). 5. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. e. . Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . E. 4. c. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). b. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara.fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan.Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966). Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. diberhentikan sementara dari PNS. selambat-Iambatnya : a. Cuti di luar tanggungan negara. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya. . e.

d. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. 30 Tahun 1980. 43 . f. golongan ruang III/d. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. Sdr. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia. golongan ruang III/d. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. c.b. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. e. pangkat Penata. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. 3. F. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. b. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. 2. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit.

Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. Ada formasi untuk jabatan tersebut. 3. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a. atau pensiun. 4. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. G. 10. 44 . 7. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. 4. 7. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. 6. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. Sebagai instansi pembina. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. 3. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun.c. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. 2. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. d. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. 2. 9. 5. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. H. 8. 3. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. 6. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. 5. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa.

Angka Kredit 1. 2. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat. Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang. . karena data hasil kegiatan yang hilang.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 . dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober). sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa. tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. Angka Kredit diperlukan untuk: . tepat waktu. Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa.Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No.BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. Penghitungan Angka Kredit. 23/KEP/M.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut.

Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. Masa Penilaian Angka Kredit. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. 3. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. b. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. 46 . tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. B. c. Pengertian DUPAK DUPAK. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. a. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1.buktinya. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005).

Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan. Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang. diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja. . . . Cara Pengisian DUPAK a. dilengkapi dengan bukti-buktinya.melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). c. . Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: . .Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. dilengkapi dengan bukti-buktinya. kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. (3) Dst.Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir. .Unsur yang dinilai. . (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi.Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK.Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai.Butir III. Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan. Lampiran usul/bahan yang dinilai. . .Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : . Cara Pengajuan DUPAK .Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan. . b. .Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan. dilengkapi dengan bukti-buktinya.Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 .Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. 2. dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005).Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai.

- - Pernyataan dan bukti-buktinya. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u. - - - 3. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan.p. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. d. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 . Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia.

Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. ijazah / sertifikat.- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). C. juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. III.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. 3. Salinan PAK terakhir. Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. 2. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi.

Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II. Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. - - - 50 . bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL. PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 .

Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai. . .Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. . b. Tim Penilai a.Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya.Seorang Ketua merangkap anggota.Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. . .BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A.Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.Seorang Sekretaris merangkap anggota.Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota.Dapat aktif melakukan penilaian. dengan sepengetahuan atasan langsung.Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. . . Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . d. Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. .Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. . . .Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya. c. Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : . Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk.Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat. .Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa. Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b . . Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : . 52 .Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai. e. ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

B. III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. g. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.Tiga tahun. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. C. Masa Kerja Tim Penilai . 53 . Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15.f. PNS atau bukan PNS. Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. 3. Pada Unit Kerja Eselon II. Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. dengan kemampuan teknis yang diperlukan. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya.Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II. . 3. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. 2. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Tata Kerja Tim Penilai 1. 2.

4. 54 . 6. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%. maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan.5 %. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22. Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan . Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30. lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. 7. Sekretaris Tim membuat PAK. Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. 5. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C).

memindahkan. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu. MenPan No. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat.PAN/2/2003). 55 . dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa. yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. 2. 23/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1.

.................... ...... .. Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ............. Jabatan : . Unit Kerja : ....... ....................... Jabatan : ............ Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP................. Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan.. 56 .. Pendidikan terakhir : ..... NIP : .............. .................... ....... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.............. ........................... Unit Kerja : ............... ........................................................ ....... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ... sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa................ ................... SURAT KETERANGAN Nomor :....... NIP : ................. .............. .....................................Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja............

.... 6....... : ................. (tanda tangan) 4.............. 1.............. : ........... LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : .... (nama) : …................... (nama) :............ (nama) : …........... (tanda tangan) 3.............. : ........... Penulis/Pelaksana NAMA NO...... (nama) : .. 2...... (tanda tangan) 2..: …………… ………….................... Judul : .......................... (tanda tangan) 5......... (………………………) NIP.............(tanda tangan) 6.... : ....................... No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ..................... Pelaksana : 1..... ……………….... Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok.................... : .....Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan............................ (nama) : ….................... : ........... 4......................................................... 5...........(tanda tangan) 57 ............ (nama) : …...................................... 3.....

... …………………………………………... ..... Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. .... 3........ …………………………………………............. .. NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP.................. Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs..... ............ 4..... ..Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : .............. Unit Kerja : ........ 58 .... Jabatan : ....... ………………………………………….......... ………………………………………….. ......... ........ 2...... ........... Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1............) NIP : ..... ... ..... Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok... ...

........ ..... ................. ..................... ....... ....... .............. Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP.... ...... ....... . ............... NIP : ....................... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ..... ........ telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama .......... .............. menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ................. ............................ 59 ............... ...dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan. .......... ......... NIP : ................... sampai .................Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :................. .... Unit Kerja : ......... ........ Unit Kerja : .... Jabatan : ............................................. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya............... tahun sejak tahun ............................... Jabatan : ......... ...........

......... 60 .. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.... Data Usul Penetapan Angka Kredit. ……………. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir... Sebagai bahan pertimbangan..: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu.. Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : .... 7......*) 2................. ……………… Pemohon......... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III ...... Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.. Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. terlampir saya sampaikan: 1..... 4....Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di ........... 5......... 3... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih. DP3 untuk 1 tahun terakhir. 6..... Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa........ Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth.....

.... Jabatan : ………………………………………………………... …......... Unit Kerja : ………………………………………………………. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3.. Pangkat/gol ruang : ………………………………………………………...... untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.. Unit Kerja : ………………………………………………………....... 7.... Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ……………………………………………………….. 5... 61 . Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2.. 8........ Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa... NIP ...... Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs...... Surat Keputusan Kepangkatan terakhir... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.. (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di ......... bersama ini dilampirkan: 1.. Nama Pejabat: ... Kepala Unit Kerja.. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS...... Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional.gol ruang/TMT : ………………………………………………………...... mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat.... DP3 untuk 1 tahun terakhir.........Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth. Sebagai bahan pertimbangan... …………………... 4. Jabatan : ………………………………………………………... Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan. 6..

...................... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan................ 6. : ..... telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini..........………………………) NIP : ……………………... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 ..............................................PAN/2/2003. Kepala unit kerja/Atasan langsung.............. (………........... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan........ (Contoh: Ijazah......................................... 2.... 4.. Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3....... Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep......... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ................. : .......... Unit Kerja : ..................................... ……………... Men-PAN Nomor 23/KEP/M......... Jabatan : .. …………………........ Pangkat/golongan ruang : ........ Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama..Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ................. STTPP)....................... laporan............... : ... 5................. Cara pengisian tabel : 1...........

.................. 4............... 2................. 3...................................... SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .. Cara pengisian tabel: 1................ Pangkat/golongan ruang : ... : ..... telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.................... : .....PAN/2/2003 (contoh : naskah....... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ................ . ......... 63 .... ………………………………........................... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan................ Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan. : .............. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan.................................. 6. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama................................... makalah........Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa........... buku)........................... Jabatan : ..) NIP ..................... 5... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan............................................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (..... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M. Unit Kerja : ..

.................... telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya................... .................. Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama........ .............................. : ............ gelar......................... ......... : ........ ......... Pangkat/golongan ruang : ....PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa... Cara pengisian tabel: 1..........................Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ...) NIP ……………………………........ ......................................... 2......... sertifikat).. Jabatan : ......... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M.... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3......................... . Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan.... : ............. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan........ Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.. ..... ................................... ........... ...... 6. menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ... 5....... ....... 4.................................. Unit Kerja : ................................. ......... 64 ... ........... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (.

Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN. . ... Jumlah Unsur Penunjang (A+B). Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b. Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up.. Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3. .. .. ... . . . . . ..... . Tembusan : 1. .. . .. .... Pengembangan Profesi A. Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol.. NIP.. .q. .. . ..... . .. .... .. . ..... ... Yang bersangkutan 2. .. BPPT c.ruang/TMT Tempat. . . .. Pusbindiklat *). Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. . ... . . / / / Masa Penilaian Tanggal : .. .. . . ....... . Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota. .. Ditetapkan di : Pada tanggal : .... Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c. . ... .Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : . .. .. . . . atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di .. .. . ..... .. . KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP. .. .. . tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a... . . atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4.... Coret yang tidak perlu 65 .....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful