KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

..................................................................... 1 B............... Maksud dan Tujuan ............. ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 ........... 3 A.............. 3 B.............................................................................. Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan ................. Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan .......................... Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ................... Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E........................................... PENDAHULUAN .................................................. 21 5....................... Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ......... 17 2.......LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................... Golongan Ruang dan Angka Kredit .............................................................. 12 B.......................................... 20 4...................................................................................................................................... 22 7.............................................. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ..... Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ........ Umum ........................... Jenjang Jabatan.......................... 23 vii BAB II.......................... Pelaksanaan Jasa Teknis ............ BAB III. 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA ................................ 20 3................................... iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I... 14 1.. Pengertian dan Batasan ilmiah ...... .............. Pelaksanaan Kegiatan Survei .............................. 12 A........................................................................... Kode Etik Teknisi Litkayasa ........... 1 A...................... i SAMBUTAN ................... Pangkat................... 4 C........................... Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ................. 7 D. Unsur Utama .............................................. 22 6................................

............ Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan ..... 45 A..................... Kenaikan Jabatan dan Pangkat ............................ Angka Kredit ................................... Cara Pengisian PAK .......... 34 E... Pengembangan Profesi ............................................................. 40 D..................... 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ..... 34 BAB IV........................................................................ 38 A.................................. Penetapan Angka Kredit (PAK) ............................... Pengertian Angka Kredit ......................................... 48 C..................... Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ................................40 C............... Pengertian PAK .. 25 2......................... PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ................................................ PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA . Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa ................................... Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ...... 43 G............. 49 1......................... Mengikuti Seminar/Lokakarya ....... ...................................................................... 33 3................. Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa .................................... 45 1............... 49 2................................... Menjadi Anggota Organisasi Profesi .......C............................. 46 2. Cara Pengisian DUPAK ................ 44 H................................................ 32 2............... 44 DUPAK...... Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan ......... 25 1.......... 45 2.......................... Pengangkatan Pertama .............................33 4....... 46 B................................. Lampiran-lampiran DUPAK ........................................................................ 45 3....... Penempatan Teknisi Litkayasa ............ Memperoleh Piagam kehormatan ........................................................... 30 D. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ............................................................................................................... 29 4...................... Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ....... Perpindahan Jabatan .............. Rincian Kegiatan............ Pengertian DUPAK .................................................................. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya .. 47 3.................. 49 viii BAB V....... 28 3........................ Pembebasan Sementara ......................... Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ........... 33 5...... Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ....... 33 6... Kegiatan Penunjang ........................................................................... Penghitungan Angka Kredit ......... 46 1.............. Masa Penilaian Angka Kredit ......................... 38 B.. 42 F............ 32 1...........

.................................. 52 A...................... Tata Kerja Tim Penilai ...... Tata Cara Penilaian Tim Penilai ........ 53 KETENTUAN PERALIHAN .... 53 C....................... TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA .......................................... Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ................ Tim Penilai Teknisi Litkayasa ...... 49 BAB VI.............................. 55 BAB VII ix ................. 52 B............................3................................................

PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990. Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. No 12/SE/1991.III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I .Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan. Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang. Untuk melaksanakan keputusan tersebut. 1 .PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991. Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan. diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 .PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M.BAB I PENDAHULUAN A.

tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.B. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN. 2 . baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. di pusat dan di daerah. mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. nomor : 19A tahun 2005. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi.

serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. tekun. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah. b. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. berdisiplin. maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. serta bekerja dengan jujur. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. pendapat. teliti.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. hak kepemilikan intelektual 3 . c. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. atau temuan orang lain. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia.

bisnis. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. 3. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. f. 4. h. 4 . wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. dan estetika. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. g. pendapat. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. d. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. fungsional. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. e. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. 2. mengutamakan keamanan dan keselamatan. B. tanggung jawab. sosial budaya.

yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang. 10.5. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 14. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. 7. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. 12. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. 15. 16. 11. 6. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. 5 . Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. 17. 13. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. 9. sound slide dan film. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan. 8. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. 18.

dorongan. 23. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. padat. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi. 30. 20. 29. 31. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. 24. 25. 22. 27. diskripsi dan analisis permasalahan. 26. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.19. 32. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. 21. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. padat. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman. 6 . pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. 28. pengolahan dan analisis.

Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. I Penata Penata Tk. golongan ruang. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat.PAN/2/2003. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . C. Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1. berikut : Tabel 1. I Pengatur Pengatur Tk. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek.33. yaitu : 7 . Jabatan. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Jenjang Jabatan. 34. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4. I 3. atau suatu bidang kegiatan profesi. dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. Pangkat. sesuai dengan peraturan perundang undangan. Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. D. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa.

5 9.C.F.4 dan perekayasaan 10.1 System/model/prototipe 5. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.A.4 7.4 8.C. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.6 Perekayasaan 6.2 2.1 3. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 .G. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing.B. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II.1 8. Golongan Ruang III/b. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.4 4. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata.4 4. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I. Menganalisa hasil percobaan Butir II. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II.3 6. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.1 2.6 3.1. Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d.G.3 7.E. Menyusun rencana percobaan Butir II.A. Melakukan pemrosesan laporan Butir II. 4. Membuat bahan audio visual Butir II.D.C.F. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II. pengawas. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia.5 5.B.5 Perekayasaan 11.C. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II. 3. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II.D.A. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.E. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda. Menganalisa hasil survei Butir II. 2.E. Menyusun kebutuhan survei Butir II.G.

leaflet. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5. Mengambil dan memproses contoh.G. Membuat gambar. 9 . Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. diagram dan peta Butir II.E.1 8.A.E. Memperbaiki alat dan fasilitas 7. Mengolah data percobaan 3.A. Melakukan pengukuran analisis 6.G. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Memandu kegiatan promosi Iptek 9.3 2. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan.1 5. Butir II.F.5 Butir II.F.3 Butir II. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.F. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan.D. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.C. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Butir II.5 Butir II.2 3.B. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II. Memelihara alat dan fasilitas.B.3 7.2 Butir II.G. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya.1. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya.C.3 Butir II.2 4. Butir II. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe.D.2 hasil perekayasaan.1 6.2 Butir II.4 Butir II. booklet. Membuat alat peraga dan maket 8. Mengumpulkan data. Butir II. Butir II. Butir II.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a.A.3 Butir II.

n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Tabel 2. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Mengumpulkan data Laporan 0. Kelompok utama disebut Unsur.E. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . seperti menyusun kebutuhan survei.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B.04 10 . Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0. yang terbagi ke dalam Sub Unsur. Kegiatan lain. kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data.

3.33 11 . Menganalisa hasil survei Laporan 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4.08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0.

Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 . Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Pengembangan Profesi. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. Bila tidak sesuai. maupun di bidang sosialbudaya. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja.A. diuraikan sebagai berikut : A.A. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.2) (I. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa.BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan. Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang. Unsur Utama 1. Sub Unsur dan Butir Kegiatan.A. Unsur Pendidikan. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. yaitu : a. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.3) (I.

bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP. dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang. maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60. STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama. Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis.Unit Kerjanya. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.2.1. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari).F. ditambah 5 dari unsur (IV. Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III. b. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. 13 . perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1. b. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).F. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT. b. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah. diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam.

sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait.B . sosial budaya.Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV. tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. butir kegiatan.3) dengan angka kredit sebesar 1. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal.B. dan estetika. yaitu : . data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama.F . dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi. Pelaksana : Dituliskan semua nama.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa.D .3) unsur penunjang.maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV. dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan. fungsional. dengan tidak memperhitungkan jumlah jam. Untuk mendapatkan penilaian yang benar.Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II.B. NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 . Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2.Pelaksanaan jasa teknis Butir II.E . Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya.Pelaksanaan kegiatan survei Butir II. seperti diklat penjenjangan struktural.C . sub unsur. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur.A . B. bisnis. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan.Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu).Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II. Diklat fungsional non-teknis.

- - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. 15 . bobot 1000 butir). Dodi. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. butir hampa. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. dan jumlah kegiatan yang dilakukan. jenjang. Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. dan seterusnya). (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut.Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. varietas gogo dari Sumatera Selatan. Diamati: tinggi tanaman. umur berbunga. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. Teknisi Litkayasa Penyelia. maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. jumlah anakan produktif. dan 4 ulangan. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). di mana. Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja.

Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0. Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.PAN/02/2003.14. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M. dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya. maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0. .11 (=80%x0. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana.14) - - 16 . maka angka kreditnya bukan 0. . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.14. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya.14 tetapi 0.3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.

4 percobaan e. 1.06 0.09 (=80%x80%x0. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula. Menganalisa hasil percobaan Butir II. Menyusun rencana percobaan Butir II.88 0.08 17 . Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.05 0.14 (80%x 0.14 1.6 Tabel 4. Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1.28) 0. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0.5 f. Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A.08 0.A. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a.05 0.A.3 d. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.08 0. rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan.05 0. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya.14 Laporan Laporan 0.18 (80%x 022) 0. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0.05 0.A. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.A.03 0. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya. Dalam Tabel 14.14).22 (80%x 0.17 0. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu.2 c.A.1 b. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. Mengolah data percobaan Butir II.11 1. Menyusun Rencana Percobaan 2.09 0.A. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.71 0. maka angka kreditnya menjadi 0.18) 0.

Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja.A.A.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia.A.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.Percobaan 5. maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1.15 Laporan 0.10 18 .25 0.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.A). maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.31 0. Mengolah Data percobaan 6.17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja.A.39 0.46 / 3 = 0. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.11 (80 % X 0.71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0.15 0. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.15 0.12 0.

A. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.29 .39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.88 / 3 = 0. perhitungannya sebagai berikut : . dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan.17 / 3 = 0.03 / 3 = 0. maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana.JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II. Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.71 / 3 = 0.2).34 .Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.A).24 .14/3=0. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1. maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana. Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 .

39.08 0.B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.4 Tabel 5.08 0.B. : Angka Kredit Sub Unsur II.2 Butir II.26 0.11 004 0.04 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.06 0. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0.B. TL PEL. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk. Pelaksanaan kegiatan survei 1.49 0.56 011 004 0.33 3. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1.17 / 3 = 0. terdiri dari 4 Butir Kegiatan.dengan jumlah pelaksana.17 0. LANJUTAN TL.3 Butir II. Menyusun kebutuhan survei 2. Mengumpulkan data 3. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4. Menganalisis hasil survei.1 Butir II.B..42 009 004 0.B. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 . dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2. Mengumpulkan data. Butir II. PENYELIA B. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama. Menyusun kebutuhan survei b. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a.34 007 0. c. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat.21 0.08 0.

Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.15 0.96 0. Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II. Butir II.18 1. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.06 0. d. Butir II.35 0.1 Butir II.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. TL PEL.1 b.43 0.05 0.3 d. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6. Butir II. Melakukan pengukuran / analisis.C. c. b. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f.6 Tabel 6.07 0.a.28 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.C. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip. LANJUTAN TL.4 Butir II.23 4.08 0.C.D.79 0.D.20 0.16 0. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. Mengambil dan memproses contoh.23 0.07 0.20 0.11 0. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.44 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.07 0.D.3 Butir II.12 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan.07 0. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1.05 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C.05 0.C.C.C.D. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat.4 21 .2 Butir II.11 0.13 0. Butir II.2 c.05 0.5 Butir II. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a. PENYELIA 0.

LANJUTAN TL.44 0.46 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan.E.D Pelaksanaan Jasa Teknis.55 0.11 0. Butir II.14 0.17 6.4 e. TL PEL.06 0.11 0. PENYELIA E.16 0.2 c. Memperbaiki alat dan fasilitas.1 22 .E.3 d.04 006 0.17 0.11 0.05 0. TL PEL.5 fasilitas. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Memelihara alat dan fasilitas 2.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. : Angka kredit Sub Unsur II.06 0.04 006 0. Butir II.06 0. 4.06 0.09 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat.49 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II. Tabel 8. Membuat bahan audio visual. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4.11 0.37 0.07 0.E.21 0.09 013 0. Memelihara alat dan fasilitas.04 0.Tabel 7.F. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a.09 0.62 0.14 0. : Angka Kredit Sub Unsur II. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.25 5. PENYELIA D.06 0. 2. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas.20 0. Butir II.07 0. Butir II. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.1 b. LANJUTAN TL.31 0.13 0.04 0.E.07 0.E.07 0.06 0.39 0. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1.14 0.11 0. 3. Butir II.

3.06 7.64 0. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1. d.05 0.F.G.4 Butir II. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian.06 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan.4 Butir II.06 0.05 0.12 0. : Angka Kredit Sub Unsur II.13 0.70 0. Membuat alat peraga dan maket. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. Membuat gambar diagram dan peta. Memandu kegiatan promosi Iptek 0.3 Butir II. Tabel 10.96 0. c.05 0. LANJUTAN TL.05 0. Membuat bahan audio visual 2.13 0.b.13 0.F.08 0.G.G. TL PEL.06 0.G. Memandu kegiatan promosi iptek.6.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Membuat gambar.24 0.10 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan.5 Tabel 9. Butir II.16 0.diagram dan peta 4. booklet 4. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G.25 1.18 0. Membuat alat peraga dan maket 3.55 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.06 0.G. Butir II.08 0.06 0.15 0.31 23 . d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e. PENYELIA 0.F.27 0. c.06 0.5.06 0.06 0.30 0. Butir II.08 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. b. Butir II.2 Butir II. e.G.14 0.15 0. PENYELIA F. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.17 0. leaflet.1.08 0.F. Melakukan pemrosesan laporan 5.06 013 0. booklet. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan.20 0.81 0.05 0.22 0.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Melakukan pemrosesan laporan.05 0. TL PEL.2. LANJUTAN TL. leaflet. Butir II. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e. Butir II.06 0.27 0. : Angka Kredit Sub Unsur II.

Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Mengolah data percobaan 6. waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya. Tabel 11.20 0. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 .25 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Mengumpulkan data 3.16 0. Mengambil dan memproses contoh 2. Melakukan pengukuran/analisis 3. Pelaksanaan 1. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Menyusun rencana percobaan 2. pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Menganalisa hasil survei C. Mengelompokkan data 4. Pelaksanaan 1. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan. Menyusun kebutuhan percobaan 3.6. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Menganalisa hasil percobaan B.

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah. Penulis utama mendapat nilai 60%. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Penulis : Maksimal 4 orang. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. f. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung.5 untuk satu naskah.daftar pustaka. 40% untuk penulis pembantu. mengunakan kertas A-4. diketik dengan huruf Arial font 12. jumlah halaman minimal 10 lembar.5 untuk satu naskah. Angka Kredit : 7. d. Angka kredit : 2. Angka Kredit : 3. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Penulis : Maksimal 4 orang. jumlah halaman 60. Dalam bentuk makalah.bila penulis pembantu lebih dari satu orang. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Angka kredit : 2. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan.0 untuk satu buku. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. font 12. dan disetujui atasan langsung. spasi 1. 2.1. penulis utama mendapat nilai 60%. Penulis : Maksimal 4orang. satu spasi. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. 40% untuk penulis pembantu.5 untuk satu makalah. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 . Penulis utama mendapat nilai 60%. 40% untuk penulis pembantu.

diketik dengan huruf Arial font 12. daftar pustaka.1. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. 3. ada kata pengantar. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. : 3. a. a.1. 40% untuk penulis pembantu. ada kata pengantar. a.Angka kredit instansi atau unit kerja. daftar isi. jumlah halaman 60. Penulis utama mendapat nilai 60%. bab dan judul bab. Angka Kredit : 3.0 untuk satu buku. b. Angka Kredit : 7. memuat judul buku. 40% untuk penulis pembantu. satu spasi. diketik dengan 29 .2. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. bila penulis pembantu lebih dari satu orang.5 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. b. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. daftar pustaka.0 untuk satu naskah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. dan disyahkan oleh atasan langsung. nama penulis. bab dan judul bab. Dalam bentuk buku. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. nama penulis. nama penerbit. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. daftar isi. memuat judul buku. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah.

5 untuk satu buku.huruf Arial font 12. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. Dalam bentuk makalah. font 12. spasi 1. jumlah halaman 60. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. Bila penulis lebih dari satu orang. Penulis utama mendapat nilai 60%. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. mengunakan kertas A-4. b. bila dapat digunakan di masyarakat. Atas prestasinya. melampirkan copi buku dari bahan aslinya.2. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa. Angka Kredit : 3. 30 . Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. jumlah halaman minimal 10 lembar. satu spasi. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat. 40% untuk penulis pembantu.5 untuk satu makalah. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. Karya ini akan diberikan penilaian. Angka Kredit : 1. penilaiannya hanya satu kali. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. 4. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah.

5 2. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.0 3.5 5. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 4.5 6.5 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.5 7. pengkajian.5 2.0 3.5 6.5 3.0 12.0 8.Tabel 12.0 3. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 31 . Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 3.0 3.5 5.0 3. PENGEMBANGAN PROFESI A.0 8. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi.5 2. survei.0 8.0 4.0 4. Dalam bentuk makalah 3.0 4.0 5.5 2.5 2.0 7.0 Tiap buku Tiap makalah 8.0 3. survei. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.0 4.5 6.0 12.5 7.0 4.5 7.0 8.5 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 5. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 7. pengkajian.0 4.0 8.5 5. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1. Karya ilmiah hasil penelitian.0 3.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS.5 2.5 3. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1. dalam bentuk buku b.0 7.0 8. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C.0 12.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.0 Tiap buku Tiap naskah 8.0 3.5 1.5 6. Dalam bentuk buku b. dalam bentuk makalah D.0 3.0 4.5 1. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 3. dalam bentuk buku b. Karya ilmiah hasil penelitian. III.5 3.5 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.5 1. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4. B.5 2.

0 5.0 0.04 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1.0 2.0 0.04. Anggota aktif 2. Membimbing siswa B.0 2. Peserta C.5 0.0 1.0 0. Tiap 2 jam pelajaran.0 1.0 1. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0.0 5.04 0.0 2.0 0. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama. Kegiatan Penunjang Tabel 13.0 3.0 2.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1.0 1. PENGEMBANGAN PENUNJANG A. Kegiatan Penunjang III.04 0.0 2. Sarjana (S1) 2.75 0. Tingkat nasional/internasional sebagai: a.0 0.0 2. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan.0 2.5 0. dinilai per jam pelajaran.0 2.3 3.3 3.5 0.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1.0 2.0 2.D. Menjadi anggota organisasi profesi 1.0 1. Moderator / pembahas / narasumber 3.0 1. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan.0 3.5 0.5 0. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D.0 1.0 2. pada saat pengajuan 32 .75 0. Mengikuti seminar / lokakarya 1.04 3. : Angka Kredit Unsur IV.75 0.0 1. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.0 1.5 0.0 0.04 3.04 0.0 15.75 0. Pengurus aktif b. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya.04 3. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F.04 per kali pertemuan.0 5.3 3.0 15.0 3.0 2.04 0. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 3. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior.0 15. Anggota aktif E.0 15. Pengurus aktif b. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan.0 1. Pemrasaran 2. angka kreditnya = 0. Mengajar/melatih diklat 2.5 0.3 3. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1.0 1.0 5. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0. Diploma III 3. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.0 0. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0.

4. Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. tidak dinilai. Memperoleh Piagam Kehormatan. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari. seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). moderator dan peserta. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. 3. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). 2. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. berasal dari pemrasaran 3. atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. 5.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . moderator 2 dan peserta 1. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan.

1).Satyalencana Karya Satya 20 tahun. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang.Satyalencana Karya Satya 30 tahun.F. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B. yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ). Diploma II 3. Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: . Lamanya antara 481 – 640 jam 4. angka kreditnya sebesar 2. berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). PELAKS.antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI. angka kreditnya sebesar 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. Diploma III 2. sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan.2) E. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. TL. Lamanya antara 641 – 960 jam 3. PENDIDIKAN A. IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan.A. . Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14.Satyalencana Karya Satya 10 tahun. : Rincian Kegiatan. TL. dan gelar akademis (doktor honoris causa). 6. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1. PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan. .Penghargaan atas prestasi. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Rincian Kegiatan. TL. Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 . termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). . jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV. angka kreditnya sebesar 3. maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya.

10 0.13 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D.81 0.14 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.09 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3.70 0.21 0.14 0.07 0.27 35 . Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.14 0.06 0.13 0.39 0. Menganalisa hasil survei C.11 0.14 0.79 0.11 0. Membuat bahan audio visual 2. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4.71 0.15 0. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5.05 0.05 0.07 0. Menyusun rencana percobaan 2. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5.05 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6.11 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.04 0.08 0.88 0.16 0.26 0. Menyusun kebutuhan percobaan 3.20 0.06 0.44 0.12 0.06 0.09 0.06 0.44 0. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4.22 0. Lamanya antara 81 – 160 jam 6.55 0.05 0.05 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.06 0.18 0.06 0.11 0.07 0.17 0.55 0.06 0.11 0.06 0.28 0.07 0.15 0.13 0.37 0.05 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1.05 0.05 0. TL.25 0.96 0.43 0. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL.66 0.22 1.17 0. Menganalisa hasil percobaan B.23 0.08 0.25 0.46 0.06 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. Menyusun kebutuhan survei 2.14 0. diagram dan peta 4.14 0.07 0. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A. leaflet.03 0.05 0.42 0. Mengolah data percobaan 6.35 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.13 0.07 0.04 0.08 0.05 0. cooklet 4.09 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.11 0.47 0.06 0. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II.49 0. Menguji bahan unjuk kerja alat 4.06 1.28 0.30 0.12 0. Membuat alat peraga dan maket 3.49 0.31 0.04 0.08 0.27 1. Membuat gambar.48 0.05 0. PELAKS.39 0.05 0.15 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.06 0.16 0.06 0.33 1.08 0.17 0.06 0.NO BUTIR KEGIATAN 5.05 0.06 0.14 0.20 0.08 0.31 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1.04 0.23 0.11 0.07 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F.21 0.07 0.15 0.13 0.12 0.04 0.09 0.96 0.04 0. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E.13 0.18 0.07 0.06 0.08 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1.06 0.06 0. Melakukan pengukuran / analisa 3.08 0.11 0. Memelihara alat dan fasilitas 2.24 0.08 0.20 0.17 0.56 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3. Mengambil dan memproses contoh 2.34 0.06 0.08 0.18 0. TL.17 0.04 0.06 0.08 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Mengumpulkan data 3.06 0.15 0. TL. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4.09 0.15 0.13 0.11 0.05 0.04 0.62 0.05 0.11 0.64 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.06 0. Memandu kegiatan promosi Iptek G.

5 7.0 12. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.25 0. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.0 3. TL. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 4.0 4. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C.0 Tiap buku Tiap makalah 12.0 8.5 2.0 8. Dalam bentuk makalah 5.0 4.25 0.5 7.5 1.0 4. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 3.0 3.0 8. PELAKS. TL.0 Tiap buku Tiap naskah 8.0 3. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a. TL.0 2.0 12.5 6.5 5.0 2. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6. pengkajian.5 6.0 3.16 0. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 3. pengkajian.5 Tiap buku Tiap makalah 8.0 3. survei. Dalam bentuk buku b.5 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.5 5. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b.5 3.5 1.5 5.5 7. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0. Dalam bentuk makalah 3.0 4.5 6. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a. Karya ilmiah hasil penelitian.0 8.0 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. PENGEMBANGAN PROFESI A.5 5.0 8. Dalam bentuk makalah D.0 3.0 4. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.5 2.5 6.31 0.20 0.20 0.16 0.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4.5 7.0 2. Dalam bentuk buku b.5 2.5 7.5 7.0 8. Karya ilmiah hasil penelitian.5 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.NO BUTIR KEGIATAN 5.0 3.5 1.5 3.0 Tiap buku Tiap naskah 7.0 12. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a.0 3.31 III.0 2.0 4.5 1.0 3. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL. survei.0 36 .0 3.

0 0. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a.0 2.0 5. KEGIATAN PENUNJANG A.0 Per tahun Per tahun 1.04 3.0 2.0 2.04 3.5 0.04 0.3 3. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D.0 1.0 Setiap tahun 0.0 3. Moderator / pembahas / narasumber 3. 37 . Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.0 3.0 0.0 15. TL.0 3.0 0.3 3. Membimbing siswa B. Pemrasaran 2. Anggota aktif E. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1. Mengajar/ melatih diklat 2.0 2.5 0.0 1.0 2.04 3. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1.0 2.5 0.0 1.0 1.0 5.0 1.0 15.5 0.0 5. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.0 2. TL.04 0.0 1.0 15.0 1.04 3. SATUAN TL.5 0.0 3.0 2.0 1.0 5. Pengurus aktif b.0 0.0 0.NO BUTIR KEGIATAN TL.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.5 0.75 1. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0.75 1.0 2.3 3.5 0. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 0.04 0.75 1.3 3. Sarjana (S1) 2.0 2. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV. Peserta C.0 0.0 2.0 15. Diploma III 3. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2. Pengurus aktif b. PELAKS.0 2.04 0.0 0. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1.0 0.0 0. Anggota aktif 2. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1.

38 . Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan.BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. c. yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d.Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa . Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan.Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain . Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa . Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I. harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan. golongan ruang II/a. Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : .Penempatan Teknisi Litkayasa .Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa . Tim penilai Jabatan. d. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda. b.Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa .Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja. Pengangkatan Pertama 1.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa .

DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik.e. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). golongan ruang II/b . i. 3. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi. k. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. g. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). h. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja. dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. 2. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. Pangkat terakhir Sdr. l. pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. sebagai Calon PNS. 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. f. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003. yaitu 60). serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. umur 32 tahun. j. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III.

c. 40 . Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Pemerintah Provinsi. Kabupaten/Kota. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. 4. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. B. b. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan. b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. 2. pada tahun berikutnya. 3. c. C. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. Kementerian. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001.jabatan Teknisi Litkayasa. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional.

Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. c. Golongan Ruang III/c. karena Pejabat 41 . b. b. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. 2. kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama. namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. D. sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Pengatur Tingkat I. I. Golongan Ruang II/c (60). bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Golongan Ruang II/c.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. 5. 1. Pengatur. Oleh karena itu. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Golongan II/d.

. . E. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. d. diberhentikan sementara dari PNS. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . selambat-Iambatnya : a. e. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. Cuti di luar tanggungan negara. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966). b. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. 4. sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c).Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. d. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. b. 6. sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: . 3. memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). 5. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1.Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. c.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya. e. yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan.

Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit. e. Sdr. F. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. golongan ruang III/d. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). golongan ruang III/d. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. 30 Tahun 1980. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. 43 . d. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. c. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. f. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang.b. 2. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. 1. angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. 3. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. b. pangkat Penata.

Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. 6. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. 7. 8. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. e. 2. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. 2. 3. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. Sebagai instansi pembina. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. 3. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. H. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. Ada formasi untuk jabatan tersebut. 5. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. G. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. 5. 6. 10. 4.c. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. d. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. 4. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. atau pensiun. 3. 7. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 9. 44 . Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2.

dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober). Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit. atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang. 23/KEP/M.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. Penghitungan Angka Kredit. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. . Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. 2. Angka Kredit 1. diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. karena data hasil kegiatan yang hilang. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut. tepat waktu. Angka Kredit diperlukan untuk: .BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 .

Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan.buktinya. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. a. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. 46 . Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005). Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. Masa Penilaian Angka Kredit. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. b. Pengertian DUPAK DUPAK. B. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa. c. 3. Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005.

kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. . b. Cara Pengisian DUPAK a.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. c. (3) Dst. . .Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja. Cara Pengajuan DUPAK . dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). . Lampiran usul/bahan yang dinilai. dilengkapi dengan bukti-buktinya. diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 .Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. .Butir III.Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan.melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). . 2.Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan. dilengkapi dengan bukti-buktinya.Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai.Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir.Unsur yang dinilai. . . . dilengkapi dengan bukti-buktinya.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan. kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi.Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : .Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. . . Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: .Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK.

Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 .p. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait. Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia.- - Pernyataan dan bukti-buktinya. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. - - - 3. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan. d. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.

III. juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan. Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. ijazah / sertifikat. C.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama).- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. 3. Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara. Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. Salinan PAK terakhir. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. 2. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi.

Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II. - - - 50 .

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL. PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 .

ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. .BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A.Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : . .Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota. .Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya. d. .Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai. . . Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : . . . c. Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . . 52 . dengan sepengetahuan atasan langsung. Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. .Seorang Sekretaris merangkap anggota.Seorang Ketua merangkap anggota.Dapat aktif melakukan penilaian.Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat.Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. e. . Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b .Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. . . Tim Penilai a. Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. b.Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa.Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa.Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya. Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk.

Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis.Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai. C. 53 . Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim.Tiga tahun. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 3. Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. g. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli. . Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. B. PNS atau bukan PNS. 3. dengan kemampuan teknis yang diperlukan. 2. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. 2. Masa Kerja Tim Penilai . Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai.f. Tata Kerja Tim Penilai 1. Pada Unit Kerja Eselon II. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya.

Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan. 6. Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30. Sekretaris Tim membuat PAK. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22. 54 . Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan . 4. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. 7. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%. lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK. maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya. 5.5 %.

dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. memindahkan.PAN/2/2003). membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina. MenPan No. 23/KEP/M. yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. 2. 55 . Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat.

.... ................ Unit Kerja : ............... sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.............. NIP : .............. Jabatan : . Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan.................... NIP : ........................... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya........... SURAT KETERANGAN Nomor :.... ..... ...............................Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja....... ...... 56 .......................... Unit Kerja : .......... ......................... ........ Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : . Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ............ . Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP................................... .. ................. Jabatan : ............................ Pendidikan terakhir : ........ ............................... ................

.......................... (tanda tangan) 5........ : .............. ………………....... (nama) : ..... : ............................ 4.................... (nama) : ….............. (tanda tangan) 2........... (tanda tangan) 3............................... : . Judul : ......... LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : ..... (………………………) NIP.............................................................. (tanda tangan) 4........ : ....... (nama) : ….............................(tanda tangan) 6......... : .............(tanda tangan) 57 .... 2.. (nama) : …...................... Penulis/Pelaksana NAMA NO.......... 5.. (nama) :.... Pelaksana : 1................................. 1..... 6.: …………… ………….................................................. Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok.............. 3..... : ........Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ................ (nama) : …..

.. Jabatan : . ......................................Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : ...... …………………………………………...... 58 ........ Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1.............. Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.................. .... Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs..... .. ………………………………………….) NIP : .... ………………………………………….......... …………………………………………... . .. 2............... Unit Kerja : .... ... . Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok... .. NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP.. 4...... ......... ........ ....... 3.......

..................... .......................... 59 ... telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama ......... . ......... menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ......... Unit Kerja : ....... Jabatan : ........... ..... Jabatan : ..................... tahun sejak tahun ............. ...................... ...................... ....................................... ..... ...Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :........... NIP : .............................. ...... ....dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan................. Unit Kerja : .... .. ..... .................. ........... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ........................................... NIP : ............... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP.. .. ........ sampai ........................ .. ......... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.....

..... 60 . Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : ...... 6..... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih............ DP3 untuk 1 tahun terakhir. 5...... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III ....... Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth................... Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS... Surat Keputusan Kepangkatan terakhir. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan..... 3.... Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. terlampir saya sampaikan: 1...*) 2.. Data Usul Penetapan Angka Kredit. Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa....... Sebagai bahan pertimbangan...... ……………......... 4..... 7.... ……………… Pemohon...Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di ..: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu...

. Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional.... Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan.. Sebagai bahan pertimbangan...Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth.... untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat. Kepala Unit Kerja....gol ruang/TMT : ………………………………………………………... ….. 8...... Unit Kerja : ………………………………………………………...... (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di . Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ………………………………………………………. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS..... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3...... Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs..... Jabatan : ……………………………………………………….... Nama Pejabat: .. 6.. Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.... Jabatan : ………………………………………………………...... ………………….. NIP ... 7.... 61 .... DP3 untuk 1 tahun terakhir....... Pangkat/gol ruang : ……………………………………………………….. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir....... 4... bersama ini dilampirkan: 1........ Unit Kerja : ………………………………………………………........... 5... Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2.

.... : ... : . Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 ............. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ..... Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep.............. : ............ Men-PAN Nomor 23/KEP/M........ (………................ Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. Jabatan : .................Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .............. laporan............. STTPP)........ 5.............. 4.....................………………………) NIP : ……………………...... Cara pengisian tabel : 1................PAN/2/2003...... 6................ 2.............................. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan................................... Unit Kerja : ........ ……………............. telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini... Pangkat/golongan ruang : ........................... …………………........................... (Contoh: Ijazah...... Kepala unit kerja/Atasan langsung...................

................................... 3... 6...... SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ...................... 4...... telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya..... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ..... makalah......) NIP ... ....... Pangkat/golongan ruang : ..... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan............................ Cara pengisian tabel: 1.............. : ................ (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (.. : .......... Unit Kerja : ............................ 63 ....... Jabatan : .................................... ... : ............ buku)....... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama..................Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.......... 5................................ 2............................. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan................... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.........PAN/2/2003 (contoh : naskah..... ……………………………….................. Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M...... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan...................

............... : .. .......................... Unit Kerja : ....... Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. 6...) NIP ……………………………...... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3... ......... .................PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa..................... 64 . sertifikat)....... gelar................... 4....... Cara pengisian tabel: 1.................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (........ ........ : .............. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan...... ....... ...................... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M...............Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ........................ .. ..... Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan............... ........ : ......... telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...................... Jabatan : ... ...... ......... Pangkat/golongan ruang : ...................................................... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .......... 5........... 2.............................................. .......... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan....... .

..... . .. . .. .. ... tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a... . . . . Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol. .... .q.. . .... .. .... . NIP. Ditetapkan di : Pada tanggal : . / / / Masa Penilaian Tanggal : . ... . . Pengembangan Profesi A. . BPPT c. . ... Pusbindiklat *). Yang bersangkutan 2.... . ... Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b. . .. . Tembusan : 1. ... . Coret yang tidak perlu 65 .. KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP... Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. . . . .... .. .ruang/TMT Tempat. . .. . Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota. .... . ... ... .. atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4. . Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN.. Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up.. . .. Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3. . ...Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : ... .. .. atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di .. .. ...... ... .. Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c.. Jumlah Unsur Penunjang (A+B).. . . ..