KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

.................LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................ Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ............... 20 4..................................... Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ................................ Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ............ 12 A........................... Pangkat.............................. 4 C.......................................................... i SAMBUTAN . 12 B.......... 23 vii BAB II................................ 14 1......... 22 6............................. Unsur Utama .......................... 1 A........................................................................................................................... Maksud dan Tujuan ..................... Pengertian dan Batasan ilmiah ......................... Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ..................... Pelaksanaan Kegiatan Survei ......................................... Kode Etik Teknisi Litkayasa ........................................................... Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan .............................. Golongan Ruang dan Angka Kredit ................... 17 2................ 1 B.................................... 21 5.............. 3 B.................. Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E..................... 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA .............................................................................. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ....................................... Pelaksanaan Jasa Teknis .................... Jenjang Jabatan.. ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 .. BAB III.................................... Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ............. 3 A..... 20 3. 22 7....... iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I. 7 D........................... ................ PENDAHULUAN .................................. Umum .........................................................

............ Memperoleh Piagam kehormatan ............................... Penetapan Angka Kredit (PAK) ........... 46 2.......... 45 2.......... 38 B.... 33 3.............................................. 40 D. Masa Penilaian Angka Kredit ............................................... Lampiran-lampiran DUPAK ....... Rincian Kegiatan......................................... Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ................................................................... Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan ...........................................33 4.... Penempatan Teknisi Litkayasa .... Pengertian PAK ........................................... 29 4.. .................................. Pembebasan Sementara ........................................ 43 G................ 34 BAB IV.................................... Pengangkatan Pertama .................. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan .. 45 1............ Pengembangan Profesi ... Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ................ Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa ................................... 49 viii BAB V..... 48 C........... 42 F........................................................................................................... Pengertian Angka Kredit ....... 38 A.. Kegiatan Penunjang .................................. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya .......................................................... Menjadi Anggota Organisasi Profesi ................... 47 3..................... Angka Kredit ... 46 B......................................... Cara Pengisian PAK ............... PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .................... 34 E................................................. 32 1.............................................C.......... Perpindahan Jabatan ...... 25 1............... Penghitungan Angka Kredit ........................................................ 30 D. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ............................... 49 1.... 45 3.... Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan ..................... 49 2.......................... 45 A.......................... PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .................... 33 5............. Cara Pengisian DUPAK ................... Kenaikan Jabatan dan Pangkat ... 25 2............................ 44 H................................ Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa .............................. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ............................... Pengertian DUPAK ... 28 3........................40 C............ 44 DUPAK.............................................. Mengikuti Seminar/Lokakarya ................................... 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ........................................................................................... 46 1........ 33 6...................... Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan . 32 2..

... Tim Penilai Teknisi Litkayasa .......................................................................... Tata Cara Penilaian Tim Penilai ..... TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA ....................... Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ...... 52 B........................................ 53 C..... 52 A......... 49 BAB VI................3..... 55 BAB VII ix .......................................... 53 KETENTUAN PERALIHAN ....... Tata Kerja Tim Penilai .................................................

Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan. yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I . Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan. serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M. No 12/SE/1991.III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang. Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Untuk melaksanakan keputusan tersebut. yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya.BAB I PENDAHULUAN A. diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 .Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan. Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. 1 . yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.

Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. di pusat dan di daerah.B. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN. 2 . mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. nomor : 19A tahun 2005. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005. baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan.

Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. berdisiplin. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. atau temuan orang lain. hak kepemilikan intelektual 3 . serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. b.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. c. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. teliti. maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. pendapat. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah. serta bekerja dengan jujur. tekun.

Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. dan estetika. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. h. mengutamakan keamanan dan keselamatan. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. sosial budaya. fungsional.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. 4 . 4. 2. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas. 3. pendapat. bisnis. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. g. B. d. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. e. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. tanggung jawab. f.

18. 5 . Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. 8. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan. sound slide dan film. 12. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. 6. 13. 15. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. 9. yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang.5. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 14. 16. 11. 17. 7. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. 10. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan.

mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. dorongan. 32. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. 25. 24. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. 27. padat. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. 28. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 21. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. 31. pengolahan dan analisis. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman.19. 20. 30. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan. diskripsi dan analisis permasalahan. 6 . 23. padat. 26. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. 29. 22.

yaitu : 7 . Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa. mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1. atau suatu bidang kegiatan profesi.PAN/2/2003. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. sesuai dengan peraturan perundang undangan. C. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4. Jabatan. Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . berikut : Tabel 1. D. Pangkat. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. golongan ruang. I Pengatur Pengatur Tk. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek. 34.33. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Jenjang Jabatan. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. I Penata Penata Tk. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. I 3.

5 Perekayasaan 11.5 5. 3. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing.G. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.4 4.F.A.5 9. Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d.E.1 3. Menyusun rencana percobaan Butir II. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II.1 8.1 2.6 Perekayasaan 6.C.1 System/model/prototipe 5.4 dan perekayasaan 10.D. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II.4 4.E.C. Membuat bahan audio visual Butir II.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II. 4. Menyusun kebutuhan survei Butir II. Menganalisa hasil survei Butir II. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.F.2 2.G. Menganalisa hasil percobaan Butir II.E. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.B. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.4 7. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 .B. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I.6 3.4 8. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II. Melakukan pemrosesan laporan Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.A.C. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II.3 7.G. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II.3 6. pengawas.D. Golongan Ruang III/b.A. 2. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.1. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II.C. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda.

9 . Mengumpulkan data.G. Mengambil dan memproses contoh.C.C.2 3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4. Butir II. Butir II.2 Butir II.1 6.5 Butir II. Memandu kegiatan promosi Iptek 9. diagram dan peta Butir II. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya.B.3 7. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II. Membuat alat peraga dan maket 8.A. Butir II.G.E.3 Butir II. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2. Mengolah data percobaan 3. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan.1 5.1.2 Butir II.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a. leaflet.F.3 Butir II. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya. Melakukan pengukuran analisis 6.F. booklet. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II.5 Butir II.A. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.E. Butir II.F.3 2. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya.1 8.4 Butir II. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5. Membuat gambar. Butir II. Butir II.D.B. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Memelihara alat dan fasilitas.A.2 4. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.G.D. Memperbaiki alat dan fasilitas 7.2 hasil perekayasaan.3 Butir II.

Kelompok utama disebut Unsur.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B. Kegiatan lain. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0. Mengumpulkan data Laporan 0.n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut. Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan.E. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya.04 10 . kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Tabel 2. seperti menyusun kebutuhan survei. yang terbagi ke dalam Sub Unsur. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya.

Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4. Menganalisa hasil survei Laporan 0.3.33 11 .08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0.

maupun di bidang sosialbudaya.2) (I. Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.A. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. Unsur Pendidikan. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. Unsur Utama 1. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja. Bila tidak sesuai. Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur.A. Pengembangan Profesi. yaitu : a. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.3) (I.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang.BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur. Sub Unsur dan Butir Kegiatan. diuraikan sebagai berikut : A. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 .A.

Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis.F. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya. diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. b. maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60. bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah. perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. b. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25.1. STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama. ditambah 5 dari unsur (IV.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1. dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. b. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV.Unit Kerjanya. 13 .2. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari). Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan.F.

Pelaksanaan kegiatan survei Butir II. dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan.maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV.F .C . bisnis.3) dengan angka kredit sebesar 1. sub unsur. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama. butir kegiatan. B.Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II.B . sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait.Pelaksanaan jasa teknis Butir II. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu).B.A . NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 .B.D . dan estetika.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa. seperti diklat penjenjangan struktural. fungsional. Untuk mendapatkan penilaian yang benar.Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II. dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi. yaitu : .E .Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2. sosial budaya. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. dengan tidak memperhitungkan jumlah jam. Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur. Pelaksana : Dituliskan semua nama. maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai.3) unsur penunjang. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan. Diklat fungsional non-teknis.

Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. Diamati: tinggi tanaman. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. di mana. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. jumlah anakan produktif. (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. 15 .Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. butir hampa. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Dodi. - - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. jenjang. dan seterusnya). Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. varietas gogo dari Sumatera Selatan. dan 4 ulangan. Teknisi Litkayasa Penyelia. dan jumlah kegiatan yang dilakukan. umur berbunga. bobot 1000 butir).

akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.14. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya.PAN/02/2003.14) - - 16 . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0. . Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat.11 (=80%x0. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.14.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0. dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya. . maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut.14 tetapi 0. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. maka angka kreditnya bukan 0. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya. .

28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A. Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1.17 0. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.18 (80%x 022) 0.A.A.18) 0. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.05 0.88 0.A.28) 0.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula. rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan.A. Dalam Tabel 14. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.1 b. Menyusun rencana percobaan Butir II. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya.09 0. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.A. Menganalisa hasil percobaan Butir II.03 0.14). Menyusun Rencana Percobaan 2.08 17 .06 0.3 d.14 Laporan Laporan 0.5 f. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0.05 0.71 0.14 (80%x 0.05 0.08 0. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.11 1.09 (=80%x80%x0. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu.05 0.14 1. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3.A. 1. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0. maka angka kreditnya menjadi 0.6 Tabel 4.2 c.22 (80%x 0.4 percobaan e. Mengolah data percobaan Butir II. Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.08 0. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a.

11 (80 % X 0.46 / 3 = 0.A.A).6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0.12 0. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1.15 0.17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja.15 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.25 0. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.10 18 .2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.A.Percobaan 5.A.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0.15 Laporan 0.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.39 0. maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia. Mengolah Data percobaan 6. Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0. maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.A.31 0.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.

Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka.34 . Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.A.71 / 3 = 0.39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.24 .JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II.88 / 3 = 0.03 / 3 = 0. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0.17 / 3 = 0. maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana.14/3=0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. perhitungannya sebagai berikut : . maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana.29 . Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 .2). maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.A). maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana.

Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a.B. Mengumpulkan data 3.06 0.B.26 0. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 . TL PEL. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. LANJUTAN TL. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4.08 0. c.49 0.21 0.B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.08 0. Pelaksanaan kegiatan survei 1.. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2.B.B.17 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d.3 Butir II. Butir II. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama.33 3. terdiri dari 4 Butir Kegiatan. : Angka Kredit Sub Unsur II.dengan jumlah pelaksana.1 Butir II. Menyusun kebutuhan survei 2.04 0.39. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk. Mengumpulkan data. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat.56 011 004 0.11 004 0.4 Tabel 5.42 009 004 0.34 007 0. PENYELIA B.08 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan.2 Butir II. Menyusun kebutuhan survei b.17 / 3 = 0. Menganalisis hasil survei.

1 Butir II.D. Butir II.11 0.6 Tabel 6. b. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3.C. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.79 0.07 0.23 4.5 Butir II. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a. PENYELIA 0.12 0.1 b. Melakukan pengukuran / analisis.44 0.2 c. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C.05 0. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat.07 0. c.D.96 0. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. TL PEL.4 21 . Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.4 Butir II. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.08 0.18 1.2 Butir II.05 0.23 0.3 d. Butir II. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.11 0. Mengambil dan memproses contoh.05 0. : Angka Kredit Sub Unsur II.35 0.06 0.05 0.C. Butir II. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.3 Butir II. Butir II. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip.D. LANJUTAN TL. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan.16 0.20 0. d.07 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.C.C.D.15 0.C. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.C.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan.43 0.a. Butir II. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip.13 0.20 0.28 0.07 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.

09 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.E.06 0.11 0.04 006 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan. : Angka Kredit Sub Unsur II.25 5. PENYELIA D. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.21 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas.16 0.31 0.E. TL PEL.11 0.5 fasilitas.07 0. Butir II.46 0.04 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.1 22 .17 6.06 0. Butir II. PENYELIA E.06 0.05 0.07 0.13 0.14 0.62 0. 4.4 e. Memperbaiki alat dan fasilitas. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4.09 013 0. : Angka kredit Sub Unsur II.17 0.2 c. 3.06 0. Memelihara alat dan fasilitas 2.07 0. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1.F.39 0. Butir II.04 006 0. Butir II.04 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat. Membuat bahan audio visual.07 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Memelihara alat dan fasilitas.11 0.20 0.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. LANJUTAN TL. LANJUTAN TL. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.Tabel 7.06 0.D Pelaksanaan Jasa Teknis.37 0.E.44 0.1 b. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a.09 0.14 0.06 0.E. TL PEL.55 0.E.11 0. Butir II. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.14 0.49 0.11 0. 2. Tabel 8.3 d. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a.

81 0. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.F. d.25 1. TL PEL.14 0.06 0. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. booklet. LANJUTAN TL.05 0. Membuat gambar diagram dan peta.G. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G.64 0.diagram dan peta 4.F.G.3.06 0. LANJUTAN TL. : Angka Kredit Sub Unsur II. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.06 7.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Membuat gambar. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1.13 0.05 0. Memandu kegiatan promosi Iptek 0. Butir II. d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e.70 0.06 0.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan. Butir II.08 0. Melakukan pemrosesan laporan.27 0.F. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Butir II.F.5.G.20 0.06 0. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan.12 0. e. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.96 0.55 0. Butir II. Tabel 10.05 0.3 Butir II. b.06 0.13 0. leaflet. Membuat bahan audio visual 2.5 Tabel 9. booklet 4.18 0. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a.24 0. Butir II.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.2 Butir II.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.22 0.4 Butir II. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian.08 0. PENYELIA F.13 0.16 0.4 Butir II.31 23 .b. Memandu kegiatan promosi iptek.05 0.G.G. Membuat alat peraga dan maket.05 0.08 0.06 0.1. PENYELIA 0. : Angka Kredit Sub Unsur II.15 0. Membuat alat peraga dan maket 3. TL PEL. Butir II. c. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e.06 0.17 0.06 0.6.06 0.06 013 0.10 0.2.05 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5.30 0.15 0.G.27 0. leaflet.08 0. c.

Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Pelaksanaan 1. Pelaksanaan 1. Mengolah data percobaan 6. Melakukan pengukuran/analisis 3. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya.6. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Menyusun kebutuhan percobaan 3.16 0. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4. waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan. Menyusun rencana percobaan 2.20 0. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Mengelompokkan data 4. Mengambil dan memproses contoh 2. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. Tabel 11. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. Mengumpulkan data 3. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Menganalisa hasil percobaan B. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6. pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut.25 0. Menganalisa hasil survei C. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 .

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 .5 untuk satu makalah. f. Angka kredit : 2. Penulis utama mendapat nilai 60%. 40% untuk penulis pembantu. Penulis : Maksimal 4 orang. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e.5 untuk satu naskah. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. penulis utama mendapat nilai 60%.0 untuk satu buku. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. Angka Kredit : 7. karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah. font 12. Angka Kredit : 3.1. dan disetujui atasan langsung.5 untuk satu naskah. 2. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Penulis utama mendapat nilai 60%. 40% untuk penulis pembantu. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. Penulis : Maksimal 4orang. Dalam bentuk makalah. jumlah halaman minimal 10 lembar. Penulis : Maksimal 4 orang.daftar pustaka. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa.bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. jumlah halaman 60. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Angka kredit : 2. spasi 1. satu spasi. diketik dengan huruf Arial font 12. d. mengunakan kertas A-4. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. 40% untuk penulis pembantu. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung.

Penulis utama mendapat nilai 60%. diketik dengan 29 . jumlah halaman 60. daftar isi. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. melampirkan copi buku dari bahan aslinya.1. a. 40% untuk penulis pembantu. dan disyahkan oleh atasan langsung. a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN.0 untuk satu buku. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. b. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. memuat judul buku. Angka Kredit : 7.5 untuk satu makalah. diketik dengan huruf Arial font 12. bab dan judul bab. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Angka Kredit : 3. 40% untuk penulis pembantu. ada kata pengantar. satu spasi. bab dan judul bab. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. daftar pustaka. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. 3. a. daftar isi. nama penulis. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. nama penerbit.2. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. memuat judul buku. Penulis utama mendapat nilai 60%. nama penulis. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. ada kata pengantar. Dalam bentuk buku.Angka kredit instansi atau unit kerja.0 untuk satu naskah. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. daftar pustaka. : 3.1.

Bila penulis lebih dari satu orang. 30 .5 untuk satu makalah. penilaiannya hanya satu kali. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. Dalam bentuk makalah. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. font 12. b. satu spasi.5 untuk satu buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Angka Kredit : 3. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah.huruf Arial font 12.2. bila dapat digunakan di masyarakat. jumlah halaman minimal 10 lembar. jumlah halaman 60. 4. 40% untuk penulis pembantu. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. spasi 1. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. Atas prestasinya. mengunakan kertas A-4. Karya ini akan diberikan penilaian. Penulis utama mendapat nilai 60%. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat. Angka Kredit : 1.

0 4. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3. pengkajian.5 7.5 6.0 Tiap buku Tiap makalah 8.5 3.0 7.0 3. survei. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.0 4. PENGEMBANGAN PROFESI A.0 3. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 5.0 3.0 8.0 8.0 3.0 4.0 5. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.5 2. dalam bentuk makalah D. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1.5 7.0 12.5 2. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1. pengkajian.5 2. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. B.5 2.0 8.5 7.0 8.5 1.0 7. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C.5 6.5 5. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.0 3.Tabel 12.0 3. survei. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi.5 2.5 1.0 12.5 1. Karya ilmiah hasil penelitian.5 5.0 3.5 6. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.0 8. III. Dalam bentuk makalah 3.0 3. dalam bentuk buku b.0 7. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 8. Dalam bentuk buku b.5 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4.5 2.0 12.5 1.5 3.0 3.0 31 . Karya ilmiah hasil penelitian.5 5.0 4.0 4. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS.5 2.0 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a. dalam bentuk buku b.5 3.5 6.0 3. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7.0 4.0 3.0 Tiap buku Tiap naskah 8. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 4.5 2.

0 5.0 5.0 1. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS.0 0.04 per kali pertemuan. Mengajar/melatih diklat 2. Kegiatan Penunjang Tabel 13.04 0. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.5 0.0 0.5 0.0 2.0 1.0 1.04 0. Diploma III 3.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1.0 2.75 0.0 3.0 3.0 1.0 2.0 0.0 2.0 5.04 3. Anggota aktif E. : Angka Kredit Unsur IV. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama. Peserta C. PENGEMBANGAN PENUNJANG A.0 1.0 0. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan.04 0.3 3. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit.04. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0. Pengurus aktif b. Pemrasaran 2.3 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1. dinilai per jam pelajaran. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0.0 0. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan.0 15.0 2.0 2.75 0. Moderator / pembahas / narasumber 3. Kegiatan Penunjang III.04 3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.04 0. Pengurus aktif b. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1.5 0.3 3.0 2.0 0.04 3.0 2.5 0.0 3. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Anggota aktif 2.0 2.0 1.0 1. Tingkat nasional/internasional sebagai: a.0 2. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior. Mengikuti seminar / lokakarya 1. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan.04 3. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.D.0 2. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1. pada saat pengajuan 32 .0 1.3 3.0 1.0 15. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Membimbing siswa B.0 15.5 0. angka kreditnya = 0.0 1.0 3.75 0.0 1. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F.75 0. Menjadi anggota organisasi profesi 1. Tiap 2 jam pelajaran.0 0.0 15. Sarjana (S1) 2. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1.0 5.5 0. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya.5 0.0 2.

4.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. moderator 2 dan peserta 1. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. 5. berasal dari pemrasaran 3. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. 2. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. moderator dan peserta. Memperoleh Piagam Kehormatan. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber. seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). tidak dinilai. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. 3. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari. seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari.

TL. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. Lamanya antara 641 – 960 jam 3.antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI. yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ). 6.2) E. . sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan. Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14.Satyalencana Karya Satya 10 tahun. Lamanya lebih dari 960 jam 2. angka kreditnya sebesar 3. berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja).Satyalencana Karya Satya 20 tahun. Diploma III 2. TL. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 . maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I.A.F.Penghargaan atas prestasi. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV. PELAKS. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. PENDIDIKAN A. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah. . IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. : Rincian Kegiatan. Rincian Kegiatan. angka kreditnya sebesar 1. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang. jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1.1).Satyalencana Karya Satya 30 tahun. termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). TL. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. Diploma II 3. angka kreditnya sebesar 2. Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: . dan gelar akademis (doktor honoris causa). PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I. . Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya.

28 0. PELAKS. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.08 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.70 0.07 0.05 0.04 0.11 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.11 0.39 0.46 0.05 0.21 0.20 0.06 1.25 0. TL.07 0.08 0. Lamanya antara 81 – 160 jam 6.12 0.07 0.39 0.13 0.22 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.13 0. Menyusun kebutuhan survei 2. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5.06 0.06 0.15 0. Mengumpulkan data 3.23 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.05 0.14 0.42 0.18 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1.05 0.55 0.43 0.27 1.06 0.15 0.07 0. TL.17 0.09 0.07 0.34 0.16 0.13 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4.05 0.04 0.35 0.55 0.14 0.96 0.11 0.12 0. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1. Menyusun kebutuhan percobaan 3.37 0.07 0.28 0. Melakukan pengukuran / analisa 3.17 0.27 35 . Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.18 0.06 0.13 0.15 0.05 0.03 0.04 0.49 0. diagram dan peta 4.48 0.04 0.06 0.79 0. Membuat bahan audio visual 2. Menganalisa hasil percobaan B. Menguji bahan unjuk kerja alat 4.17 0.81 0. Membuat alat peraga dan maket 3. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.06 0.24 0. Mengambil dan memproses contoh 2.66 0.15 0.26 0.08 0.06 0.21 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1.07 0.11 0.16 0.11 0.05 0.06 0.96 0. TL.05 0.22 1.06 0.17 0.12 0.08 0.05 0.14 0.31 0. Menganalisa hasil survei C.09 0.06 0.15 0.44 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1.23 0.05 0.05 0.17 0.06 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4.47 0. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur.13 0.05 0.06 0.31 0.11 0.14 0. Menyusun rencana percobaan 2. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.06 0.04 0.14 0.04 0.07 0.06 0.06 0. Membuat gambar.25 0. cooklet 4. Mengolah data percobaan 6.05 0.08 0.56 0.04 0.06 0. Memelihara alat dan fasilitas 2.05 0.62 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.88 0.08 0. Memandu kegiatan promosi Iptek G.30 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6.06 0.15 0.64 0. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E.09 0.06 0.04 0.05 0.08 0.44 0.07 0.13 0.20 0.11 0.NO BUTIR KEGIATAN 5.09 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4.20 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3.18 0.08 0.11 0.71 0.14 0.08 0.10 0.11 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. leaflet.11 0.09 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5.06 0.49 0. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL.33 1.08 0.06 0.08 0.13 0. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A.14 0.06 0.

PENGEMBANGAN PROFESI A.5 6.0 8.5 7.5 3.0 8. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.20 0.0 3. TL.0 3.0 2.0 3.0 3.0 3.5 1.0 8.20 0.5 3.5 1. TL.0 Tiap buku Tiap naskah 7. pengkajian. Karya ilmiah hasil penelitian. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b.5 2.5 6. PELAKS. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6.31 0.5 7. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 4. pengkajian. Dalam bentuk buku b. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 3. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.0 12. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0.0 2.16 0. survei.5 5. TL. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.5 2.0 4.5 1.25 0.0 4.0 3.0 12.5 5.0 2.0 3.5 7. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7.0 4.0 3.5 7.5 2. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C.5 6.16 0. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 4.5 7.0 2.0 12. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.0 8. Dalam bentuk buku b.0 3.0 Tiap buku Tiap makalah 12.25 0.0 4.0 8.31 III. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a.5 Tiap buku Tiap makalah 8.NO BUTIR KEGIATAN 5.0 36 . Karya ilmiah hasil penelitian. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a.0 4.5 1. Dalam bentuk makalah 5.5 5.5 5.5 6. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 3.5 7. Dalam bentuk makalah D.0 8. survei. Dalam bentuk makalah 3. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL.0 3.5 3.0 4. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 Tiap buku Tiap naskah 8. Dalam bentuk buku b.5 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B.

0 Per tahun Per tahun 1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 1.0 2.04 0.0 1.5 0. Sarjana (S1) 2.04 3.0 0.04 3.0 2.NO BUTIR KEGIATAN TL.0 2.5 0.0 5. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.0 1. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.0 3. Anggota aktif E.0 2.0 2.5 0.04 3.3 3.0 2. Pemrasaran 2. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 3.0 0.0 0.0 2. Pengurus aktif b.0 2.5 0. TL.0 0.75 1.0 0. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0.0 3. 37 .0 15.75 1.3 3. Diploma III 3.0 5.0 0.5 0.04 0. Peserta C.0 0. Moderator / pembahas / narasumber 3.5 0.3 3.0 1.0 2.0 1.04 0. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D.0 0. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1.75 1.0 1.0 2. KEGIATAN PENUNJANG A. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F. PELAKS.04 0.0 0. Membimbing siswa B. TL.0 15.0 0.04 3.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5. Anggota aktif 2.3 3.5 0. SATUAN TL. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1. Mengajar/ melatih diklat 2.0 1.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1.0 15. Pengurus aktif b.0 5.0 1.0 5.0 2.0 3.0 Setiap tahun 0.0 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.0 15.

BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. c.Penempatan Teknisi Litkayasa . Tim penilai Jabatan.Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa . golongan ruang II/a.Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa .Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain . 38 .Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa . Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan.Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa . Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a.Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda. b. Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I. d. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan. Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa . yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d. Pengangkatan Pertama 1. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan. harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : . sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki.

j. k. yaitu 60). maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja. Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. l. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. g. umur 32 tahun. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). 2. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. 3. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi. Pangkat terakhir Sdr. i. 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003. h. DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. golongan ruang II/b .e. sebagai Calon PNS. sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. f. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ).

jabatan Teknisi Litkayasa. b. c. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. pada tahun berikutnya. Pemerintah Provinsi. Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 4. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. Kementerian. 2. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. 3. Kabupaten/Kota. C. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. c. B. 40 . b.

Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. karena Pejabat 41 . I. Golongan Ruang II/c (60). Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. 1. pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. Golongan II/d. Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. 5. Golongan Ruang II/c. namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. D. apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Pengatur Tingkat I. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . 2. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. Oleh karena itu. b. Golongan Ruang III/c. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Pengatur. c.

.Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. b.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. d. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966). b. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. E. 6. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. e. d. sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: .Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. Cuti di luar tanggungan negara. selambat-Iambatnya : a. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain.fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. 5. yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. diberhentikan sementara dari PNS. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . 3. . Pejabat unit kepegawaian pada instansinya. sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. c. 4. e. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c).

angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. 2. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. Sdr. 1. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). e. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. c. 43 . Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. d. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I. tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. f. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. golongan ruang III/d. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. golongan ruang III/d.b. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit. 30 Tahun 1980. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. 3. pangkat Penata. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. F. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. b. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia.

Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun. 6. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 7. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. 3. 4. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a. 7. dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. 44 .c. 8. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. Sebagai instansi pembina. 3. 2. 4. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. 2. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. 6. 3. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. Ada formasi untuk jabatan tersebut. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. d. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. 10. e. 5. G. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. atau pensiun. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. H. 5. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. 9. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2.

karena data hasil kegiatan yang hilang. diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut. Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. . tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. Angka Kredit diperlukan untuk: . Angka Kredit 1.Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. 23/KEP/M.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. Penghitungan Angka Kredit. dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober). Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa.BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. 2. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 . tepat waktu. Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa. atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang.

Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. Masa Penilaian Angka Kredit. c. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. b. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. 46 . baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. 3. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan. Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005). Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. Pengertian DUPAK DUPAK. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. B. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. a. harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa.buktinya.

Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan. diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan.Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan. (3) Dst. Cara Pengajuan DUPAK . 2. kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. .Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. . . Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : . . Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang. b.Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai.Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 . . . dilengkapi dengan bukti-buktinya.Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai.Unsur yang dinilai.Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK.Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. . dilengkapi dengan bukti-buktinya. . . diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. dilengkapi dengan bukti-buktinya. . Cara Pengisian DUPAK a.Butir III.Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja. .Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). Lampiran usul/bahan yang dinilai.Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: . c.

Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai.p. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. d. Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. - - - 3. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 . Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan.- - Pernyataan dan bukti-buktinya. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait.

Salinan PAK terakhir. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara. Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. ijazah / sertifikat. Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. 2. Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir.- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. III. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). C. 3.

- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. - - - 50 . dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL.NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 . PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .

.Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai.Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. c. . Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : .Dapat aktif melakukan penilaian.Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa. . . .Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : .BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A.Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya. Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . e. .Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota. 52 . . dengan sepengetahuan atasan langsung.Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai.Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat. . d. Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. . . ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. .Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. b. Tim Penilai a.Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. .Seorang Sekretaris merangkap anggota.Seorang Ketua merangkap anggota. Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b .Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. .Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya.

3. 2. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15.f. III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II.Tiga tahun. . 53 . 3. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru.Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Pada Unit Kerja Eselon II. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 2. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. B. g. dengan kemampuan teknis yang diperlukan. Tata Kerja Tim Penilai 1. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. Masa Kerja Tim Penilai . dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. PNS atau bukan PNS. C.

Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan . maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya. 6. 54 . lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22.5 %.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%. 5. 4. Sekretaris Tim membuat PAK. Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30. 7. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK.

memindahkan.PAN/2/2003). 2. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. 23/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina. dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu. 55 . MenPan No.

............................... Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ........................ Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP... .............. Unit Kerja : ....................... ............ ................................ Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan..... ........... ...............Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja....................... Unit Kerja : .......... . NIP : . 56 .... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : . ................... NIP : .................. Jabatan : .......................................... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya........... ................................ sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.......... .... Pendidikan terakhir : . Jabatan : ...................................... ... SURAT KETERANGAN Nomor :..... ..

.............. 3............ : .....Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.... : ........... 5............ : ... : ........ Judul : .......... (nama) :.... 2.................................... (nama) : ….......................... Penulis/Pelaksana NAMA NO.................................... No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ............... (nama) : …............................. 4.......... LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : ....... Pelaksana : 1.... (tanda tangan) 5..................................... (tanda tangan) 4.............. (tanda tangan) 3.................... 1..................... (nama) : .. : ................ (nama) : ….......: …………… …………...................................... Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok...... : ...... (tanda tangan) 2...........(tanda tangan) 57 ................(tanda tangan) 6............ ……………….... (nama) : ….................. 6... (………………………) NIP.........

.. 58 ... ....... ………………………………………….......... Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya..... Jabatan : ...... …………………………………………..... Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs........ 4.... .. Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1.... ...... .... ...............) NIP : ... ........ .. 3... ... Unit Kerja : ................ Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok..............................Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : ................. . NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP.......... .... . 2...... …………………………………………...... ………………………………………….

........................ ......................... . Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.......................Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :............. .....dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan.............................. .. ... sampai ... .. .............................. .............................. menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : .......................... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP................ . NIP : ...... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ................... Unit Kerja : ............... ... 59 ........................... .......... tahun sejak tahun .... ........ ................. Jabatan : ....... NIP : ......................... telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama .............. Unit Kerja : ...... ... .... .................. ..... Jabatan : ... . ...............

.. ……………. 7...... Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan............ Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : .........*) 2. 60 ..... Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.... terlampir saya sampaikan: 1. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III .Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di .......... Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth. Data Usul Penetapan Angka Kredit................... Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa...... Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. 5.. 6. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih......... 3. ……………… Pemohon...... Sebagai bahan pertimbangan. DP3 untuk 1 tahun terakhir.: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu................ 4... Surat Keputusan Kepangkatan terakhir..

........ Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional..gol ruang/TMT : ………………………………………………………... Sebagai bahan pertimbangan...Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth. untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.......... …... Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2.... Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ……………………………………………………….... 5.... bersama ini dilampirkan: 1.. DP3 untuk 1 tahun terakhir. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.. 4........ Jabatan : ………………………………………………………........ Kepala Unit Kerja.. Unit Kerja : ………………………………………………………. 7... Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan. 6. Jabatan : ……………………………………………………….... 61 . Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS....... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3.. ………………….......... Pangkat/gol ruang : ………………………………………………………..... NIP .. mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih..... Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs.... (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di .......... Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. 8. Nama Pejabat: . Unit Kerja : ……………………………………………………….....

..................... 5...... : ........ Cara pengisian tabel : 1................................. menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ..... STTPP).... Pangkat/golongan ruang : ............PAN/2/2003........................ …………………................. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama...... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan........………………………) NIP : …………………….......... Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep...................................... 4........... Men-PAN Nomor 23/KEP/M......... laporan........... : ........ 2.......................... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 ................ (………......... (Contoh: Ijazah..... …………….......... : . 6....... Unit Kerja : ... Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3....................... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan............. telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini.. Kepala unit kerja/Atasan langsung......... Jabatan : ............Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ...............

............. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan................................................................... telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.......... buku).......................... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan......... ......................... makalah.......... : ................. ……………………………….................... ............... 6.... : ... Unit Kerja : ...... Cara pengisian tabel: 1....PAN/2/2003 (contoh : naskah........ (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (..) NIP ..... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama......... 2..... 63 . Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M.. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.. Pangkat/golongan ruang : .. 3......................... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .............. 4............. Jabatan : ....... 5............ : ................. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan...........Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa..... SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ..............................................................

......... 2.................. Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama..........................Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .............. 4........ : ................. ............... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M................................................. ........... .. : .... 64 ......... Pangkat/golongan ruang : . Jabatan : ......... : ........... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .. ......... telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............................................ Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan................ .... . ............... Cara pengisian tabel: 1...... sertifikat)............ 5. ................ ..........) NIP ……………………………........PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa.................. gelar...................... . Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3... .... .... Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan...................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (................... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan......... 6................ Unit Kerja : ................. ....

atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di . . ... .. .... . atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4. NIP... Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c.. . . ...q. Coret yang tidak perlu 65 ... . . ... Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3.. .. . . . tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a. Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol.. . .. Tembusan : 1.. .. ..ruang/TMT Tempat. . Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota.. ...... . . .. .. . ... . .. . . KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP... Pengembangan Profesi A. . .... Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN.. .. ... . .Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : . .... Pusbindiklat *). Jumlah Unsur Penunjang (A+B). ..... ... Yang bersangkutan 2. ... ..... . . . . ... Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up.. . / / / Masa Penilaian Tanggal : ...... ... Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b. Ditetapkan di : Pada tanggal : . . ... . .. .. . . BPPT c. Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. .. . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful