KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

................................. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ............... 12 A. 20 4.................................................................................................................... 21 5... 1 A.................... 14 1..................LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................ 3 B... iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I.. ....................................................................... Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan .................................................. 22 7............ Maksud dan Tujuan ................................... 17 2............................................................................... 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA .. Kode Etik Teknisi Litkayasa ................................... Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E............... Pengertian dan Batasan ilmiah ............................. 1 B......... 12 B... PENDAHULUAN .................. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ................ 7 D.................................. Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan . Umum ....... Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan .. 20 3...................................... Pelaksanaan Kegiatan Survei .......................................................................................................... Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ................... Unsur Utama ........................................ 22 6................................................................... 4 C............................................................................................... BAB III.............. ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 .... Golongan Ruang dan Angka Kredit .............. Jenjang Jabatan........ 3 A........ 23 vii BAB II... Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ............... Pangkat....................................................... i SAMBUTAN .................... Pelaksanaan Jasa Teknis ..........................................

................................... 30 D...... 25 2........................................................... Kegiatan Penunjang ...................................... 33 5............. 47 3.. Pembebasan Sementara ............................... 49 1............... Pengembangan Profesi ............................ Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan .......... 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ....... Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa .... Menjadi Anggota Organisasi Profesi ........................ Pengertian Angka Kredit . 34 E............. PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ............................................. 43 G................. 38 B.................... Cara Pengisian PAK ............ Pengertian DUPAK ............................ 45 3............................. Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan ...................33 4........................................ Penetapan Angka Kredit (PAK) .... PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ......... 34 BAB IV.............. Perpindahan Jabatan ............. 29 4.................................................. 40 D........................ 28 3. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya .......... 49 2..................................... 45 1................................................... 44 DUPAK. 25 1....C.......... Kenaikan Jabatan dan Pangkat ............ 45 2...... 38 A.... 33 3............................. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ........ Pengangkatan Pertama .............. 46 1.. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan .......................... ...............................40 C.................................................................................... 32 1....... 46 B............................................... Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa ..................................... 42 F................... Mengikuti Seminar/Lokakarya . Memperoleh Piagam kehormatan ............... Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ............ 33 6........................................................................................ Masa Penilaian Angka Kredit .......................................................................... Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan . Cara Pengisian DUPAK ............................... 45 A............................................ Lampiran-lampiran DUPAK . Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ................................. 48 C... 32 2................. Pengertian PAK ......................................................... 46 2................. Penghitungan Angka Kredit ...... Penempatan Teknisi Litkayasa ........ Rincian Kegiatan.......................... 49 viii BAB V................... 44 H................................................................................................................ Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ................................ Angka Kredit .....

....... Tata Cara Penilaian Tim Penilai ........................................ 52 A........................................................ 49 BAB VI...... TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA .......................... 55 BAB VII ix .......................... 53 KETENTUAN PERALIHAN ...............3......................... Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ... 52 B.................... Tim Penilai Teknisi Litkayasa .......................... Tata Kerja Tim Penilai .............. 53 C....................

Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan. diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 . Untuk melaksanakan keputusan tersebut. Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan. 1 . Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990. yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas. yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.BAB I PENDAHULUAN A. baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan. serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS).III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki.Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I . No 12/SE/1991.

Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN. Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. di pusat dan di daerah. baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005.B. 2 . sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi. mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. nomor : 19A tahun 2005.

Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. berdisiplin. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. teliti. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. b. atau temuan orang lain. serta bekerja dengan jujur. maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah. serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. c. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek. tekun. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. hak kepemilikan intelektual 3 . serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. pendapat. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia.

serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. sosial budaya. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. g. 2. pendapat. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. bisnis. d. 3. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. 4. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. e. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. h. f. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. B. 4 . dan estetika. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. mengutamakan keamanan dan keselamatan. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. fungsional. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. tanggung jawab.

Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 18. 8. 14. 17. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. 13. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan. 6.5. 9. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. sound slide dan film. 11. yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang. 7. 5 . Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. 12. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. 16. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. 10. 15.

6 . Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. 28. 20. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. 29. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 26. 22. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. 21. 23. padat. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. diskripsi dan analisis permasalahan. 24.19. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi. dorongan. pengolahan dan analisis. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. 32. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. 31. padat. 25. 27. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. 30. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan.

pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. I Pengatur Pengatur Tk. Jenjang Jabatan. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. berikut : Tabel 1. mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4. sesuai dengan peraturan perundang undangan. C. Pangkat. atau suatu bidang kegiatan profesi. 34. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. Jabatan. I Penata Penata Tk. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa. dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1.PAN/2/2003. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2.33. D. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. yaitu : 7 . Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. golongan ruang. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek. I 3.

B. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.3 6. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.6 3.G. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.B. Menganalisa hasil percobaan Butir II.4 4.3 7.5 Perekayasaan 11.F. Membuat bahan audio visual Butir II.1 3. Golongan Ruang III/b.1 2.2 2.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing.1.C.E. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 . Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.G. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I. Menganalisa hasil survei Butir II. Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d.4 4. Menyusun rencana percobaan Butir II.5 5.C.G. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II.D. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II.1 8.C.5 9. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.A.D. pengawas. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II. 4. Melakukan pemrosesan laporan Butir II. 2.A.1 System/model/prototipe 5.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda.4 dan perekayasaan 10. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.4 7.E. 3.6 Perekayasaan 6. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia.A.F.4 8.C. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II.E. Menyusun kebutuhan survei Butir II.

booklet. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II. Memelihara alat dan fasilitas. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Mengumpulkan data. Butir II. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. Membuat alat peraga dan maket 8. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.C.2 Butir II. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.D.3 2.2 3. Membuat gambar.C. 9 .5 Butir II.E. Butir II.B.1 5.1 8.3 Butir II. Memandu kegiatan promosi Iptek 9. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya.G.F.3 Butir II. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4.G. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya. Butir II.D. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.1 6. Melakukan pengukuran analisis 6. leaflet. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.A.2 Butir II.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a.3 Butir II. Butir II.A. Mengambil dan memproses contoh. diagram dan peta Butir II. Mengolah data percobaan 3. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.2 4.G.2 hasil perekayasaan. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5. Butir II.4 Butir II.1.3 7.E. Memperbaiki alat dan fasilitas 7. Butir II.5 Butir II.F.B.F. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2.A.

kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Tabel 2. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut. Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data.04 10 . yang terbagi ke dalam Sub Unsur. seperti menyusun kebutuhan survei. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Mengumpulkan data Laporan 0. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2.E.n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Kelompok utama disebut Unsur. Kegiatan lain. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . Menyusun kebutuhan survei Laporan 0. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan. bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai.

33 11 .08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4. Menganalisa hasil survei Laporan 0.3.

3) (I. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial.A. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. maupun di bidang sosialbudaya. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. diuraikan sebagai berikut : A. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis. Pengembangan Profesi. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Sub Unsur dan Butir Kegiatan.A. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. yaitu : a. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.2) (I. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. Unsur Pendidikan.BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur.A. Unsur Utama 1. Bila tidak sesuai. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial. Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 .

Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari). Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25. b. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. b.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang.F.Unit Kerjanya. perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah.2. ditambah 5 dari unsur (IV. maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV. maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya. bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam. Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis. bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1. b. diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.F. dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60.1. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III. 13 . Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama.

Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II.Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II. NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 . dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi. yaitu : .Pelaksanaan kegiatan survei Butir II. maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai.3) dengan angka kredit sebesar 1. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV.Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2.3) unsur penunjang. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya.C . Diklat fungsional non-teknis. tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.B.D . fungsional. butir kegiatan. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. Pelaksana : Dituliskan semua nama.A . seperti diklat penjenjangan struktural. dengan tidak memperhitungkan jumlah jam. bisnis. sub unsur. sosial budaya. B. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu). sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait. Untuk mendapatkan penilaian yang benar.Pelaksanaan jasa teknis Butir II.F .maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV.Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II. dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan.E . Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur.B .B. dan estetika. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi.

umur berbunga. dan seterusnya). Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. 15 . Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. - - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. varietas gogo dari Sumatera Selatan. dan jumlah kegiatan yang dilakukan. di mana. dan 4 ulangan. Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja. Dodi. butir hampa. jenjang. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan.Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. jumlah anakan produktif. bobot 1000 butir). Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Diamati: tinggi tanaman. Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. Teknisi Litkayasa Penyelia. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut.

1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. . dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M. dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya. Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat. . maka angka kreditnya bukan 0.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana. .Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0.3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.14. maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut.14 tetapi 0.PAN/02/2003.14.14) - - 16 . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.11 (=80%x0.

Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1. Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.71 0. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.2 c.08 17 . Menganalisa hasil percobaan Butir II. maka angka kreditnya menjadi 0. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0.05 0.A.A.A. Menyusun Rencana Percobaan 2. Dalam Tabel 14.17 0.09 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan.08 0.14 (80%x 0. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0.18) 0.88 0.A.14).14 1.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula.11 1.05 0.05 0. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3.1 b. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4.5 f. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a.22 (80%x 0.28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A. Mengolah data percobaan Butir II.3 d.03 0.6 Tabel 4.14 Laporan Laporan 0. Menyusun rencana percobaan Butir II. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.4 percobaan e. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya.06 0.09 (=80%x80%x0.A. 1.28) 0.08 0. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0.05 0.18 (80%x 022) 0. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya.A. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.

12 0.39 0.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1. maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan.25 0.31 0.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0.15 0. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja.15 0.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.15 Laporan 0. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0.A.46 / 3 = 0.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.10 18 .Percobaan 5.11 (80 % X 0.A.A).A.71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja. Mengolah Data percobaan 6.

maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka. maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana.03 / 3 = 0.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.34 .A. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0. Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 . maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana.JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II.71 / 3 = 0.17 / 3 = 0.88 / 3 = 0. perhitungannya sebagai berikut : . dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja.29 .05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan.A).24 . maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1. Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.14/3=0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0.2).

3 Butir II. c. LANJUTAN TL. PENYELIA B. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d.17 / 3 = 0.42 009 004 0.08 0.39. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama.06 0. Menganalisis hasil survei. Mengumpulkan data. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1.2 Butir II. Mengumpulkan data 3.B. TL PEL.34 007 0. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a.49 0.B. Pelaksanaan kegiatan survei 1.08 0.56 011 004 0.B.11 004 0.26 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk. terdiri dari 4 Butir Kegiatan.dengan jumlah pelaksana. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2.. Menyusun kebutuhan survei b. Menyusun kebutuhan survei 2.21 0.17 0.B.04 0. Butir II.1 Butir II. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0.4 Tabel 5.B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 .33 3.08 0. : Angka Kredit Sub Unsur II. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.

3 d. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.13 0. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1. Butir II.1 b. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.07 0.18 1.11 0. Butir II. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan. Mengambil dan memproses contoh.D.3 Butir II.11 0.C. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip.07 0. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.C. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan.06 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.5 Butir II.05 0.20 0.4 21 .C. TL PEL. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.C.43 0.12 0.20 0.2 Butir II.a.4 Butir II.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.2 c.D.96 0.05 0.1 Butir II. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. LANJUTAN TL.28 0.C. b.D.15 0.D.79 0. PENYELIA 0. Butir II. Melakukan pengukuran / analisis.23 4. d. Butir II. c. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.35 0.23 0.07 0. Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II.C.16 0. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f.05 0.44 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C.07 0. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6.08 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip.6 Tabel 6.05 0.

E. 2. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1.14 0. Membuat bahan audio visual. : Angka kredit Sub Unsur II.14 0.11 0. Memelihara alat dan fasilitas 2. 4.E. Memelihara alat dan fasilitas.4 e.07 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.1 b.04 006 0.Tabel 7. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.14 0.06 0. Tabel 8. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0.55 0.31 0.25 5. TL PEL. 3.D Pelaksanaan Jasa Teknis.07 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4.06 0.20 0.E. LANJUTAN TL.07 0.04 006 0. PENYELIA E.11 0.06 0.09 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.E.1 22 .09 013 0.06 0. Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II.44 0.46 0.37 0.16 0.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan.11 0.3 d.06 0. Butir II.5 fasilitas. Butir II.13 0. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a.62 0.06 0.F.49 0.04 0.05 0.2 c. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II. LANJUTAN TL. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a.04 0. Memperbaiki alat dan fasilitas. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat. TL PEL.21 0.39 0.11 0. Butir II.17 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas. PENYELIA D.E.17 6.11 0.07 0.09 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Butir II. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.

F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.18 0.13 0.05 0. : Angka Kredit Sub Unsur II. leaflet. LANJUTAN TL.30 0. Butir II.1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian.13 0. PENYELIA 0.16 0.08 0. TL PEL.F. booklet 4.64 0. d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.27 0.96 0.08 0. Butir II.05 0. TL PEL. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G. Melakukan pemrosesan laporan 5.2 Butir II.06 0. b. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.06 0.10 0. Membuat alat peraga dan maket. Tabel 10.05 0.06 0.81 0. d.20 0. Butir II.15 0.3.F.06 0.06 013 0. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan.06 0.14 0.06 0.F. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.5.08 0. e.diagram dan peta 4.13 0. leaflet.b. Butir II.2.06 0.70 0. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a. Membuat bahan audio visual 2.06 0. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1. PENYELIA F.G. Membuat gambar.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.12 0.05 0. c. c.06 0.24 0. Memandu kegiatan promosi iptek.5 Tabel 9.G.05 0. Membuat alat peraga dan maket 3.15 0. Memandu kegiatan promosi Iptek 0.05 0.G.06 7.08 0. Membuat gambar diagram dan peta. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. booklet.3 Butir II.27 0.22 0.55 0.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Butir II. Butir II.G.G. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan.4 Butir II.17 0.6.G. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.F.31 23 . LANJUTAN TL.4 Butir II. : Angka Kredit Sub Unsur II. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Melakukan pemrosesan laporan.25 1.

Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. Menganalisa hasil percobaan B. Pelaksanaan 1. Tabel 11. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5. Mengambil dan memproses contoh 2. Mengumpulkan data 3. Menyusun kebutuhan percobaan 3.16 0. Melakukan pengukuran/analisis 3. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. Mengelompokkan data 4. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Mengolah data percobaan 6. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6. Menganalisa hasil survei C. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 . waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan.25 0. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Menyusun rencana percobaan 2. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.20 0.6. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Pelaksanaan 1.

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 . jumlah halaman minimal 10 lembar.5 untuk satu makalah. Angka Kredit : 7. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. 40% untuk penulis pembantu. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. 2. f. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. 40% untuk penulis pembantu. Penulis utama mendapat nilai 60%.daftar pustaka. mengunakan kertas A-4. satu spasi. 40% untuk penulis pembantu. d. font 12. Penulis : Maksimal 4 orang. spasi 1.bila penulis pembantu lebih dari satu orang.5 untuk satu naskah. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. Angka kredit : 2. diketik dengan huruf Arial font 12. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Penulis : Maksimal 4orang. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. Dalam bentuk makalah. dan disetujui atasan langsung. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. jumlah halaman 60.0 untuk satu buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Angka kredit : 2. penulis utama mendapat nilai 60%. Penulis utama mendapat nilai 60%. Angka Kredit : 3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung.5 untuk satu naskah.1. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. Penulis : Maksimal 4 orang.

Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. bab dan judul bab. daftar pustaka.Angka kredit instansi atau unit kerja. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. memuat judul buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. 3. : 3. Dalam bentuk buku. nama penulis. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. diketik dengan huruf Arial font 12. b. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. nama penulis. daftar pustaka. Angka Kredit : 7. memuat judul buku.5 untuk satu makalah. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Angka Kredit : 3. jumlah halaman 60. ada kata pengantar. ada kata pengantar. nama penerbit. daftar isi. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. Penulis utama mendapat nilai 60%. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. diketik dengan 29 . melampirkan copi buku dari bahan aslinya. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.0 untuk satu buku. a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b.1. satu spasi. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. daftar isi. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan.0 untuk satu naskah. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Penulis utama mendapat nilai 60%. 40% untuk penulis pembantu.1. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. bab dan judul bab. 40% untuk penulis pembantu. dan disyahkan oleh atasan langsung. a.

4. font 12.2. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang.huruf Arial font 12. Angka Kredit : 1. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. jumlah halaman minimal 10 lembar. 40% untuk penulis pembantu. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat.5 untuk satu makalah. Bila penulis lebih dari satu orang. 30 . Angka Kredit : 3. Dalam bentuk makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. penilaiannya hanya satu kali. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. mengunakan kertas A-4. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. bila dapat digunakan di masyarakat. jumlah halaman 60.5 untuk satu buku. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Atas prestasinya. Karya ini akan diberikan penilaian. b. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. satu spasi. spasi 1.

0 12. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a. Dalam bentuk makalah 3.0 7.5 1.5 2.0 4.5 6.5 1. III.5 5. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. dalam bentuk buku b.5 3. survei. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 3.5 7.5 2.0 3.5 2.0 3.0 12.0 4.0 8.0 7.0 4.5 2.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 3.0 3. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C.0 4.0 3.5 2.0 3. survei.0 3.Tabel 12.0 5. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.0 7. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Karya ilmiah hasil penelitian.0 8. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. dalam bentuk buku b.5 6. pengkajian.0 4. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7.0 Tiap buku Tiap naskah 8.5 7.0 31 .5 6.5 5. B.0 8. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS.5 3. Karya ilmiah hasil penelitian.0 4. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1.5 7. PENGEMBANGAN PROFESI A.5 1.0 8.5 3.5 5. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi. pengkajian. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 1. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.5 2.0 3.5 5.0 8.0 8. dalam bentuk makalah D. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.5 3.5 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah.0 4.0 12.0 4.0 3.0 3.5 6.5 2. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. Dalam bentuk buku b. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.0 Tiap buku Tiap makalah 8.

D. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.0 3.0 3.0 0. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0. Anggota aktif 2. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 1. Anggota aktif E.04 3.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1. Kegiatan Penunjang Tabel 13.04 0.0 5. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. angka kreditnya = 0.5 0.0 0.0 1. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F.04 3.0 0. : Angka Kredit Unsur IV.0 2.0 1.0 15.0 1.0 2.0 3. Tiap 2 jam pelajaran.0 15.0 5.0 0.0 1. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya.04 per kali pertemuan.0 2. Membimbing siswa B.0 2.0 0.75 0.75 0. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Diploma III 3.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0. dinilai per jam pelajaran.04.0 15.3 3.3 3. Moderator / pembahas / narasumber 3.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1. Pemrasaran 2.0 2. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai. Peserta C.75 0. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.3 3.0 15.0 1.0 5.0 2.04 0.0 2.0 1. PENGEMBANGAN PENUNJANG A. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit.0 2. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior.04 0.0 2.0 2. Kegiatan Penunjang III.0 1.0 1.04 0. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan. Menjadi anggota organisasi profesi 1.0 2. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D.0 1.5 0. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1.0 0.5 0. Mengajar/melatih diklat 2. Mengikuti seminar / lokakarya 1.5 0.0 2.5 0.0 3. Pengurus aktif b.04 3.5 0.04 3. pada saat pengajuan 32 . Sarjana (S1) 2. Tingkat nasional/internasional sebagai: a.5 0.0 5.0 0. Pengurus aktif b.0 1.3 3.75 0.

4. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari. atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut. kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. tidak dinilai. 5. 3. kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. 2. moderator 2 dan peserta 1. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). Memperoleh Piagam Kehormatan. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. moderator dan peserta. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. berasal dari pemrasaran 3.

Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang. berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). : Rincian Kegiatan. TL. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan. PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 . angka kreditnya sebesar 1. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.Satyalencana Karya Satya 30 tahun. Diploma II 3.Penghargaan atas prestasi.A. Rincian Kegiatan. . termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). angka kreditnya sebesar 3. TL. 6. IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya.Satyalencana Karya Satya 20 tahun. .F. maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I. PELAKS. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. Lamanya antara 641 – 960 jam 3. . Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B. Diploma III 2. Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14. angka kreditnya sebesar 2. sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: .Satyalencana Karya Satya 10 tahun. yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ).antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI. jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1. TL. dan gelar akademis (doktor honoris causa).1).2) E. PENDIDIKAN A.

44 0.55 0.11 0.15 0.NO BUTIR KEGIATAN 5.17 0.04 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.04 0.06 0.06 0.88 0.14 0.04 0.11 0.81 0.66 0.14 0. Memelihara alat dan fasilitas 2.08 0.16 0.05 0.11 0.07 0.07 0.15 0.21 0.05 0.56 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.79 0.08 0.22 0.35 0. Menyusun rencana percobaan 2.49 0. Membuat bahan audio visual 2. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. cooklet 4.06 0.06 0.43 0.12 0.04 0.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4.17 0.24 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D.11 0. Memandu kegiatan promosi Iptek G.13 0. diagram dan peta 4.25 0.04 0.20 0. Mengambil dan memproses contoh 2.05 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4.20 0. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Menguji bahan unjuk kerja alat 4.31 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1.62 0. Melakukan pengukuran / analisa 3.14 0.31 0.09 0.05 0.96 0.06 0. Lamanya antara 81 – 160 jam 6.70 0.12 0.06 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6.04 0.07 0.05 0.09 0.17 0.11 0.07 0.06 0. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL.08 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5.27 35 . Membuat alat peraga dan maket 3.08 0. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4.33 1.08 0.06 0.27 1.13 0.06 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.64 0.05 0.11 0. TL. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A.11 0.05 0.14 0.10 0.23 0. TL.18 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.71 0.44 0. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5. Menganalisa hasil percobaan B. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.46 0.26 0.06 1.05 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.04 0.06 0.17 0.05 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.22 1.05 0.37 0.05 0.08 0.11 0.18 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.06 0.05 0.14 0.15 0.08 0. Menganalisa hasil survei C.08 0.14 0.06 0.34 0.16 0.06 0. leaflet.15 0.28 0.14 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3.07 0.21 0.06 0. Menyusun kebutuhan survei 2.47 0.08 0.48 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.20 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1.09 0.04 0.06 0.11 0. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E. Membuat gambar.07 0.30 0.13 0.09 0.25 0.06 0.28 0. Mengumpulkan data 3.13 0.05 0.23 0.06 0.11 0.05 0.18 0.05 0.06 0.07 0.03 0.06 0. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II. Mengolah data percobaan 6.07 0.08 0.42 0. PELAKS.39 0.96 0.06 0.55 0.08 0.17 0.07 0.13 0.09 0.39 0.49 0.13 0.12 0.13 0.06 0. TL.15 0.15 0.

0 3. PELAKS.5 3.0 4.5 5.5 1.0 4. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku b.16 0.0 8. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL.16 0. TL.0 3. Dalam bentuk buku b.0 2.0 12.20 0.NO BUTIR KEGIATAN 5.0 3.0 4.20 0.0 12.5 Tiap buku Tiap makalah 8.0 Tiap buku Tiap naskah 8.5 6.5 3.5 2.0 36 .0 3.5 7.5 6.5 5.5 3.0 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.31 0.5 7. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7.5 2. Dalam bentuk buku b.0 8.5 7.0 2.0 8.5 2. survei. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 2. Karya ilmiah hasil penelitian.5 6.0 3.0 4.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.0 Tiap buku Tiap naskah 7.0 8.0 3.0 Tiap buku Tiap makalah 12. pengkajian.5 5.0 4. TL. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6.0 12. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C.0 3.0 3.5 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a. TL. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.31 III. Dalam bentuk makalah 5. pengkajian.25 0.5 7. Dalam bentuk makalah 3.0 4.5 7.0 3. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0.5 5.0 8.0 8. Dalam bentuk makalah D. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. survei.0 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b. PENGEMBANGAN PROFESI A.5 1. Karya ilmiah hasil penelitian. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.5 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.5 1.5 7. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.25 0.0 4.5 6.0 3.0 3.0 4.

0 2. TL.0 0. SATUAN TL. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a.0 5. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1.04 3.0 2.04 0. 37 .0 15.0 0. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D.75 1.04 0.0 2. Moderator / pembahas / narasumber 3. KEGIATAN PENUNJANG A. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV.0 1. Pengurus aktif b.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.75 1.0 1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 3.0 5.0 1. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. PELAKS. TL.0 1.0 5.5 0.0 2.0 0. Sarjana (S1) 2.04 3.0 2.0 1.0 3.0 2.0 0.0 2.0 1.0 2.0 Per tahun Per tahun 1.NO BUTIR KEGIATAN TL.04 0.0 3.5 0. Pemrasaran 2.0 15. Anggota aktif E.0 5.3 3.3 3. Mengajar/ melatih diklat 2. Peserta C.04 3.0 2.5 0.5 0.0 2. Anggota aktif 2.0 15. Diploma III 3. Pengurus aktif b.0 0.04 3. Membimbing siswa B.0 15.3 3.0 2.0 0. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.75 1.0 0.0 1.0 2.0 0.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.0 0.0 3.0 0.0 1.5 0. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1.5 0.5 0.3 3. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0.04 0.0 Setiap tahun 0.

Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan.Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa .BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional.Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : . Tim penilai Jabatan. Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja. golongan ruang II/a. c. yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d. harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan. b.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa .Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa .Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa . sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki.Penempatan Teknisi Litkayasa . Pengangkatan Pertama 1.Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. 38 .Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain . d. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda.

j. i. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). 2. k. 3. bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003. adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. sebagai Calon PNS. dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. g. umur 32 tahun. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama.e. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . h. Pangkat terakhir Sdr. golongan ruang II/b . sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. l. DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi. yaitu 60). 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). f. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ).

b. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. pada tahun berikutnya. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. 2. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. 4. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Pemerintah Provinsi. 40 . Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan.jabatan Teknisi Litkayasa. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. 3. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. c. b. Kementerian. B. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi. c. C. Kabupaten/Kota. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Lembaga Pemerintah Non Departemen.

Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. Oleh karena itu. bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. b. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. 2. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). Golongan Ruang III/c. karena Pejabat 41 . namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. I. 1. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. 5. Pengatur Tingkat I. D. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Golongan Ruang II/c. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. Golongan Ruang II/c (60). c.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Pengatur. apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Golongan II/d. kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama.

Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. selambat-Iambatnya : a. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. . dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d).fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966). e.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Cuti di luar tanggungan negara. b. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya.Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. 5. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. . yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. 6. 4. sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: . Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. d. sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c). e. memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). c. b. d. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . 3. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. diberhentikan sementara dari PNS. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. E.

e. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. 43 . Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. d. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. Sdr. 3. 1. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. pangkat Penata. golongan ruang III/d. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. 30 Tahun 1980. golongan ruang III/d. 2. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. F. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. f. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. b. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. c.

Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a. dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. 5. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. 4. 7. d. Ada formasi untuk jabatan tersebut. 10. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. H. 3. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. 3. 6. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. 5. 6. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2. G. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. atau pensiun. 2. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. 9.c. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2. e. 8. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. 44 . 4. 3. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. 7. Sebagai instansi pembina. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa.

. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa. 2. Angka Kredit diperlukan untuk: . dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober). atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang. tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. tepat waktu. diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan. karena data hasil kegiatan yang hilang. Penghitungan Angka Kredit. Angka Kredit 1. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. 23/KEP/M. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa.BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa.Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 .

Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. 46 . b. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. Masa Penilaian Angka Kredit. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. B. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan. melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005). harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa.buktinya. c. Pengertian DUPAK DUPAK. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. 3. tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. a. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa.

dilengkapi dengan bukti-buktinya.Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja. . Cara Pengisian DUPAK a.Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK. kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. b. . (3) Dst. 2.Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan. . .Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. . dilengkapi dengan bukti-buktinya. . dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : . . (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. .Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang.Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir.Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 .Butir III. . Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan. kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai.Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan. dilengkapi dengan bukti-buktinya. c.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan. Lampiran usul/bahan yang dinilai. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: . . Cara Pengajuan DUPAK .Unsur yang dinilai.Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi.melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). .Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian.Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai.

DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 . Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait.p. Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. d. - - - 3. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan. kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.- - Pernyataan dan bukti-buktinya.

IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul.- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. C. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. 2. Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). ijazah / sertifikat. juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan. Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). III. Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara. 3. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. Salinan PAK terakhir.

- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. - - - 50 . Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL.NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 . PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .

.Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa.Seorang Sekretaris merangkap anggota. Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : . .Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai. ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. . Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. . . Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk.Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai. d. Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b .Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A. .Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa.Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat.Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya. . b.Dapat aktif melakukan penilaian. . Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : . c. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Tim Penilai a. .Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.Seorang Ketua merangkap anggota. 52 . . dengan sepengetahuan atasan langsung. . . .Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya.Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. e.Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota.

III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. 2. C. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya. Pada Unit Kerja Eselon II. . 3.f.Tiga tahun.Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. 2. Masa Kerja Tim Penilai . Tata Kerja Tim Penilai 1. g. 3. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru. B. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15. dengan kemampuan teknis yang diperlukan. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. PNS atau bukan PNS. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. 53 . Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota.

Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22. 7.5 %. maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%. 5. 6. 4. Sekretaris Tim membuat PAK. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan . Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK. 54 .

MenPan No. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu. 2.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. 23/KEP/M. 55 . yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan.PAN/2/2003). memindahkan. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina.

............................ Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan................. sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. .Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja.................. ..................... NIP : ......................... Pendidikan terakhir : ....... .................................. Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : .......... Unit Kerja : ...... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya................. .. Jabatan : ......................... ..... ..................... Unit Kerja : ....... NIP : ......... SURAT KETERANGAN Nomor :................ Jabatan : ........... .. Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP... ................................. .................................. Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ...... ... ......................... 56 ........

..... (nama) : …................. No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ........ 6............ Judul : ........... (tanda tangan) 3.... 3....... 4............................. (nama) :............... : ...................... (tanda tangan) 5............................. : ..................................... : ............... ……………….. 2.... Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok... (………………………) NIP.....Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan....... (nama) : …..(tanda tangan) 6...................................... 5... (nama) : …................................(tanda tangan) 57 ...... LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : .................... : . (tanda tangan) 4........ 1......... Penulis/Pelaksana NAMA NO.......... (nama) : ..........: …………… ………….... Pelaksana : 1............. (nama) : …........... : ..................................................... (tanda tangan) 2... : ...............................

. ...... ....) NIP : ........ …………………………………………... ................. ... Jabatan : ................. 2...... 58 ........ .... Unit Kerja : ........... .... …………………………………………. . Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1........ Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok.Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : ... 3...... Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs...... ........... .. .......... Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya....... ... NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP. …………………………………………....... 4..... …………………………………………............................

......... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP.dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan....... ............... ............ Unit Kerja : ............. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya............... .. .... . ...... ..... . .... ............ ............. NIP : . telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama . sampai ... .................. Jabatan : ...... ............................ Unit Kerja : ....... tahun sejak tahun ...... 59 ........................ Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ..... ................................................ . menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ...Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :........ .......... ................ ... NIP : .................. ............................. Jabatan : .........................................................................................

................. Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa.: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu............ Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan... Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : ........ 3.*) 2. Data Usul Penetapan Angka Kredit... ……………… Pemohon....... DP3 untuk 1 tahun terakhir...... Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III ...... 6.... terlampir saya sampaikan: 1... Surat Keputusan Kepangkatan terakhir... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih....... …………….......... Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.... Sebagai bahan pertimbangan.. 60 ....... 7....Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di .. 4. Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth... 5....

6.. …. untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa......... 4........ …………………... Jabatan : ……………………………………………………….. Sebagai bahan pertimbangan..Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth..... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih..... Kepala Unit Kerja. Unit Kerja : ………………………………………………………... 8............. NIP .. (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di ...... 5.... 7.. Unit Kerja : ……………………………………………………….. Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan. bersama ini dilampirkan: 1. 61 . Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional... Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS... Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2.. DP3 untuk 1 tahun terakhir...... Nama Pejabat: . Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs............. Pangkat/gol ruang : ………………………………………………………... Jabatan : ………………………………………………………........ mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat.. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.... Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.gol ruang/TMT : ………………………………………………………... Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ……………………………………………………….......

............................. : .............………………………) NIP : ……………………................................ menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ......... 4.. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan..................................... 5...................PAN/2/2003..................... 6.............................................. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 .......... (………..... telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini.... …………….................................... STTPP)... Jabatan : .......... : ........... laporan. Cara pengisian tabel : 1...................... (Contoh: Ijazah.. Men-PAN Nomor 23/KEP/M................... Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3... : ....... Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep... 2...... Pangkat/golongan ruang : ...... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama..... Unit Kerja : ........Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ... ………………….... Kepala unit kerja/Atasan langsung. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan.....

. : ............................................... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. : .... Cara pengisian tabel: 1....................... makalah..... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M......................................................... Unit Kerja : ........................................ ……………………………….. Pangkat/golongan ruang : . ..............PAN/2/2003 (contoh : naskah............ : ............. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan..) NIP .. 5....... .... buku)............... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (. 63 .................. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.................. 6...................... SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan........... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. 4..................... 3............................................ telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.................... 2..... Jabatan : ....... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ........

Unit Kerja : ............ ..... .. .................... ...................... telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya................. (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (................. Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama..... sertifikat)................. 64 ....... : ............................. Pangkat/golongan ruang : ...................Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ... ............... 2.... 6........... ................... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M.. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3. .. Jabatan : ...... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan..................... Cara pengisian tabel: 1......... . : .......) NIP ……………………………...PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa...................................... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ....... ........ .... ........... .. : ............. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan...... gelar............ Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan...... 5............................... ............................................................ 4............

. ... . BPPT c.. ..... Coret yang tidak perlu 65 .. . . Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3. Ditetapkan di : Pada tanggal : . Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota. . .. Pengembangan Profesi A... Pusbindiklat *). ... . . .. Jumlah Unsur Penunjang (A+B). . .. . KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP.. ... ... ..... .. .. . Tembusan : 1...... . .. Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up... . . .... .. . .. . . ... . .. .Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : .... . . tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a. Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol.. . atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di ..... Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B.. ... .. ... .. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN. Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c. . . atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4. . .... . .. . . NIP..q. .ruang/TMT Tempat.... .. . .. .. Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b.. .. / / / Masa Penilaian Tanggal : .. . . Yang bersangkutan 2. ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful