KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

............................. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ............................................................................................ Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ........ 22 6..................... 20 4.............................. 3 A........................................ 20 3....................... Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan ........ Pengertian dan Batasan ilmiah .......................................................................... 23 vii BAB II...................................................................................... Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ...................................................... Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E......................................................................... Maksud dan Tujuan ............................... 12 B...... 21 5.... Unsur Utama ................ 1 B................ Jenjang Jabatan.............................. PENDAHULUAN ...... 1 A............................. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .................................. 17 2..... Golongan Ruang dan Angka Kredit ............. i SAMBUTAN ........................ Pelaksanaan Kegiatan Survei .................. Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ..... 14 1..................................... 7 D................................ Umum ............ 3 B................................................................. 12 A..................................................................... BAB III................................. 4 C............... Pangkat........................ 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA ... ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 .. ............................................................................... iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I........ Pelaksanaan Jasa Teknis .......LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......... 22 7....... Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ........ Kode Etik Teknisi Litkayasa ........

........ Penghitungan Angka Kredit ............ 46 B................ Penempatan Teknisi Litkayasa .................... Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan ............................................... 44 H........................... Perpindahan Jabatan ................ 49 1......... Lampiran-lampiran DUPAK ............ 29 4.......... 48 C......................................... 34 BAB IV............. 45 3............................................................... ..... 38 B...................................................................................... 46 2... 28 3......... 43 G.......... Pengertian Angka Kredit ..... 44 DUPAK........... Penetapan Angka Kredit (PAK) ... Rincian Kegiatan................................... Mengikuti Seminar/Lokakarya ............ 33 6........................................................................................................................................... Mengembangkan Teknologi Tepat Guna .... Pengembangan Profesi ........................ Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa ............... 46 1............ 34 E.................................................................. 49 2...................... 33 3.. 42 F..... 38 A. Cara Pengisian PAK ..... 47 3....................... 45 1................... Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan .. Masa Penilaian Angka Kredit ....................... 30 D............... 45 A.......... Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa ............................ PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .............. Angka Kredit ................... 40 D................ Cara Pengisian DUPAK ..........................40 C....................................................... Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya ........................................................... Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa .......................................... 25 2.................................................... Pengangkatan Pertama ..................... Memperoleh Piagam kehormatan .................................... Pengertian PAK .................................................... 32 2..............................................C...................................... Pengertian DUPAK ............... 32 1............... 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ........................................... Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan .... 49 viii BAB V.................33 4...... 25 1..................... Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan .............. 45 2.................................. Menjadi Anggota Organisasi Profesi ... Kenaikan Jabatan dan Pangkat .................... 33 5..................... Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ....... PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ............................. Pembebasan Sementara .... Kegiatan Penunjang ........................... Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ........

Tata Cara Penilaian Tim Penilai ..................... TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA ............................................. 52 B........ 49 BAB VI.................................................. 53 C. 52 A...............3......... 55 BAB VII ix .... Tata Kerja Tim Penilai .............. Tim Penilai Teknisi Litkayasa .................................................... 53 KETENTUAN PERALIHAN ............................... Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ..................................

Untuk melaksanakan keputusan tersebut. yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M. diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 . Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991. baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan. yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I . Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan. No 12/SE/1991.Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang.BAB I PENDAHULUAN A.III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. 1 . Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. di pusat dan di daerah. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005. tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi. baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. nomor : 19A tahun 2005. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN.B. 2 . Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan.

Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. pendapat. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. atau temuan orang lain. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. berdisiplin. b. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. hak kepemilikan intelektual 3 . Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. c. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. serta bekerja dengan jujur. teliti. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. tekun. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah.

Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. 4. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. sosial budaya. 3. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. d. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas. bisnis. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. h. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. dan estetika. B.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. pendapat. tanggung jawab. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. f. fungsional. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. 4 . g. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. e. 2. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa. mengutamakan keamanan dan keselamatan.

6. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 5 . yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang. 10. 8. 12. 11. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. 9. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. 18. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. 14. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. sound slide dan film. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan.5. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. 17. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. 15. 7. 13. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. 16. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu.

30. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. 31. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. 6 . 20. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. 21. 24. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 22. 28. 32. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. dorongan. 27. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. 26. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. padat. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. diskripsi dan analisis permasalahan. 29. pengolahan dan analisis.19. 23. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. padat. 25. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana.

I 3. mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. D. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Pangkat. 34.33. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. sesuai dengan peraturan perundang undangan. golongan ruang. Jenjang Jabatan. Jabatan. C. I Pengatur Pengatur Tk. berikut : Tabel 1. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1.PAN/2/2003. atau suatu bidang kegiatan profesi. I Penata Penata Tk. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4. yaitu : 7 .

F. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II.E.A. Golongan Ruang III/b. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II. 4. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia.F.A.1 System/model/prototipe 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II. 2.4 4. Menganalisa hasil percobaan Butir II.E.6 Perekayasaan 6.D.3 6. Membuat bahan audio visual Butir II. Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.C.G.B.4 7.G. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II.6 3. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II.2 2. Melakukan pemrosesan laporan Butir II.5 5. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 .C.C.5 9.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d.C. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II.1 2. Menyusun rencana percobaan Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.4 4.B. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.1 3. Menganalisa hasil survei Butir II. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana.4 8.5 Perekayasaan 11.D.1.3 7. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II.E. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II.A. pengawas.4 dan perekayasaan 10. 3.1 8.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing. Menyusun kebutuhan survei Butir II.G.

4 Butir II.A.D.3 7. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2. Mengolah data percobaan 3. Butir II.5 Butir II.D. Memandu kegiatan promosi Iptek 9. booklet.G.A. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5.1.F.3 Butir II.3 2. Butir II.2 Butir II.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a.E. Menyiapkan kebutuhan percobaan. 9 .2 Butir II. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya.C. Membuat alat peraga dan maket 8. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.A. Membuat gambar. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya.E. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.3 Butir II.G. Mengumpulkan data. Memelihara alat dan fasilitas. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.2 hasil perekayasaan.1 8.C. leaflet. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan. diagram dan peta Butir II. Memperbaiki alat dan fasilitas 7.5 Butir II.B. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II.2 4. Butir II. Butir II. Butir II. Mengambil dan memproses contoh.G.B.2 3.1 6. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.F.F.3 Butir II. Butir II. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. Melakukan pengukuran analisis 6.1 5. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya.

Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut.04 10 . Mengumpulkan data Laporan 0. Kegiatan lain. Tabel 2.E. kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya. Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data. Kelompok utama disebut Unsur.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . seperti menyusun kebutuhan survei. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0. bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. yang terbagi ke dalam Sub Unsur. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai.n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.

Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4.08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0.3.33 11 . Menganalisa hasil survei Laporan 0.

A. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur. maupun di bidang sosialbudaya. yaitu : a. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Unsur Pendidikan.A.3) (I. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan.2) (I. Pengembangan Profesi. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa.BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis. Unsur Utama 1. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 . Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. diuraikan sebagai berikut : A. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.A. Sub Unsur dan Butir Kegiatan. Bila tidak sesuai. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang.

Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis. perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. b. ditambah 5 dari unsur (IV. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja. Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan.2. STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama. maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.1. dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. 13 . Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).F. b. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25. diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. b.Unit Kerjanya. maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya. maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1.F. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari).

sosial budaya. NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 . Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur.3) dengan angka kredit sebesar 1.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa.A . Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama. Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2.maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV.3) unsur penunjang.B . Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu). dan estetika. B.Pelaksanaan kegiatan survei Butir II. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.F . tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama. yaitu : . Diklat fungsional non-teknis. fungsional.Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II.Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV.D .Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.B.B.E . sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. dengan tidak memperhitungkan jumlah jam. Pelaksana : Dituliskan semua nama. bisnis. seperti diklat penjenjangan struktural. dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan.Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II. Untuk mendapatkan penilaian yang benar.C .Pelaksanaan jasa teknis Butir II. butir kegiatan. sub unsur.

dan seterusnya). Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. jumlah anakan produktif. maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. jenjang. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. Diamati: tinggi tanaman. Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. umur berbunga. Teknisi Litkayasa Penyelia. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. varietas gogo dari Sumatera Selatan. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. di mana. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. dan 4 ulangan. bobot 1000 butir). (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. - - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). butir hampa.Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. dan jumlah kegiatan yang dilakukan. Dodi. 15 . JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.

14. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0. dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut.14) - - 16 . Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana. .PAN/02/2003.11 (=80%x0. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.14 tetapi 0. Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0.14. .3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. maka angka kreditnya bukan 0. .

14).17 0.18) 0.08 0.18 (80%x 022) 0.08 17 .22 (80%x 0. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya.14 (80%x 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.88 0. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.11 1. Menganalisa hasil percobaan Butir II. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0. Menyusun Rencana Percobaan 2.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula.05 0.6 Tabel 4.5 f. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a.A. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu.09 (=80%x80%x0.06 0.A.09 0. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0.4 percobaan e.03 0. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4.28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0.05 0. 1.08 0. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.05 0.05 0. maka angka kreditnya menjadi 0.A.3 d. Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1. Menyusun rencana percobaan Butir II.14 Laporan Laporan 0.28) 0. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.A.A.1 b.A. Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.2 c. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3.71 0. Mengolah data percobaan Butir II. Dalam Tabel 14.14 1. rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.

15 0.A.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia.10 18 . maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan.Percobaan 5.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A).17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja. Mengolah Data percobaan 6. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1.25 0.12 0.11 (80 % X 0.71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.15 0. maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0.31 0.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0. Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0. maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana.46 / 3 = 0.39 0.A. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.15 Laporan 0.

Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana.2). Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 . perhitungannya sebagai berikut : .Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka.71 / 3 = 0.03 / 3 = 0.34 .Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0.14/3=0. Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.17 / 3 = 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja.39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.29 .A).24 .JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II.05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan.88 / 3 = 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1. maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.A. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana.

c. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1.17 / 3 = 0.4 Tabel 5.2 Butir II. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a.21 0.3 Butir II. Mengumpulkan data 3. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2.06 0. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4. LANJUTAN TL.26 0. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama. TL PEL.1 Butir II.04 0.56 011 004 0. Butir II.B.49 0..17 0.B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. PENYELIA B. Menyusun kebutuhan survei b. Menyusun kebutuhan survei 2. Mengumpulkan data.39.B.08 0. Pelaksanaan kegiatan survei 1. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat.33 3. terdiri dari 4 Butir Kegiatan.34 007 0.08 0.11 004 0. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan.dengan jumlah pelaksana.08 0. : Angka Kredit Sub Unsur II. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 . Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk. Menganalisis hasil survei.B. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d.42 009 004 0.B.

43 0.D.15 0.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.44 0.C. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Butir II.C. Melakukan pengukuran / analisis.13 0.C. TL PEL. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.3 d.05 0.4 21 .12 0.D.11 0.C.3 Butir II.4 Butir II.05 0.C.35 0.20 0. Mengambil dan memproses contoh.05 0.2 c. Butir II.C. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip.23 0.23 4. LANJUTAN TL. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.a.6 Tabel 6.07 0.18 1.D. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.1 b.28 0. Butir II.D. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. Butir II.08 0.2 Butir II. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1. PENYELIA 0.06 0.20 0.79 0.05 0. b. c. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a.96 0.07 0. : Angka Kredit Sub Unsur II. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C.07 0.07 0. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat. d. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.11 0. Butir II. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6.16 0.1 Butir II.5 Butir II.

39 0.44 0.07 0.37 0.E. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a.06 0.06 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Butir II. Butir II.04 006 0. TL PEL.20 0. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan.05 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.06 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4.13 0.62 0.06 0.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.55 0.F.49 0. LANJUTAN TL. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a. Memperbaiki alat dan fasilitas. PENYELIA E. Butir II.2 c. Membuat bahan audio visual.E.14 0.5 fasilitas.14 0. Memelihara alat dan fasilitas. Tabel 8. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0.06 0. Memelihara alat dan fasilitas 2. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat. 2. TL PEL.09 0.E.04 0.D Pelaksanaan Jasa Teknis.14 0.11 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.21 0. Butir II. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.46 0.1 22 .Tabel 7.11 0. : Angka kredit Sub Unsur II.07 0.11 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.25 5. Butir II.31 0.17 6.11 0.17 0.04 006 0. PENYELIA D. 4.06 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas. LANJUTAN TL.E.16 0.4 e.E.04 0.07 0. 3.09 013 0.11 0.09 0.1 b.07 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.3 d. : Angka Kredit Sub Unsur II.

b.08 0.13 0.F.3.15 0.F.G. Tabel 10.06 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian.G.31 23 . Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2. c. Memandu kegiatan promosi Iptek 0. LANJUTAN TL. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a.22 0. b.F. TL PEL.18 0.G.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan. d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e.96 0.G. booklet. Butir II. Melakukan pemrosesan laporan 5. PENYELIA F.30 0. Melakukan pemrosesan laporan. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan.27 0.05 0.64 0. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1. booklet 4. : Angka Kredit Sub Unsur II. : Angka Kredit Sub Unsur II.G.20 0. Membuat alat peraga dan maket 3.06 0.81 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.55 0.06 0.06 0.2.05 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5.05 0.17 0.27 0. Butir II.24 0.13 0.4 Butir II. Butir II.15 0. Menyiapkan bahan penyusunan brosur. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.06 0. c.3 Butir II.08 0.4 Butir II. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.06 0.06 0.06 7.25 1. PENYELIA 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan.1.06 0. Membuat alat peraga dan maket.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. LANJUTAN TL.05 0. Membuat gambar diagram dan peta.10 0.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Butir II.5 Tabel 9. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e.06 0. TL PEL.12 0. Butir II.13 0.5.16 0. e.06 013 0.14 0.08 0.diagram dan peta 4. leaflet. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G. Membuat gambar.G. Membuat bahan audio visual 2.05 0. d. leaflet. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.70 0.08 0.05 0. Memandu kegiatan promosi iptek.6. Butir II.F.2 Butir II.

Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A. Mengambil dan memproses contoh 2. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0.20 0.16 0. Mengumpulkan data 3.6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Menyusun rencana percobaan 2. waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. Tabel 11.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6.25 0. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5. Pelaksanaan 1. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Menganalisa hasil survei C. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. Pelaksanaan 1. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Mengelompokkan data 4. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 . pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Menganalisa hasil percobaan B. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Melakukan pengukuran/analisis 3. Mengolah data percobaan 6. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan.

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. Penulis : Maksimal 4 orang. Angka Kredit : 7. 2.0 untuk satu buku. d. f. Penulis : Maksimal 4 orang. Penulis : Maksimal 4orang. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. satu spasi. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah.5 untuk satu makalah. dan disetujui atasan langsung. jumlah halaman minimal 10 lembar. 40% untuk penulis pembantu. penulis utama mendapat nilai 60%. mengunakan kertas A-4. Angka Kredit : 3. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 .1. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Dalam bentuk makalah. jumlah halaman 60.5 untuk satu naskah. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. Penulis utama mendapat nilai 60%. 40% untuk penulis pembantu. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. spasi 1. Angka kredit : 2.5 untuk satu naskah. karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah. 40% untuk penulis pembantu. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. diketik dengan huruf Arial font 12. font 12. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. Angka kredit : 2.daftar pustaka. Penulis utama mendapat nilai 60%.

bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. jumlah halaman 60. nama penulis. diketik dengan huruf Arial font 12. Penulis utama mendapat nilai 60%. memuat judul buku. daftar pustaka. ada kata pengantar. 3. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. b. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan.1. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai. bila penulis pembantu lebih dari satu orang.2. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. dan disyahkan oleh atasan langsung. nama penerbit. daftar isi. b. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. : 3. satu spasi. bab dan judul bab. ada kata pengantar. memuat judul buku.1.5 untuk satu makalah. 40% untuk penulis pembantu. daftar isi. nama penulis.0 untuk satu naskah. daftar pustaka. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai.Angka kredit instansi atau unit kerja. a. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Penulis utama mendapat nilai 60%. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan.0 untuk satu buku. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN. Angka Kredit : 7. diketik dengan 29 . bab dan judul bab. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. 40% untuk penulis pembantu. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Dalam bentuk buku. a. Angka Kredit : 3. a.

Angka Kredit : 1. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. b. 30 . Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. spasi 1. bila dapat digunakan di masyarakat. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. Atas prestasinya. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. satu spasi. penilaiannya hanya satu kali. mengunakan kertas A-4. Karya ini akan diberikan penilaian. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. Dalam bentuk makalah. Angka Kredit : 3. jumlah halaman 60. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah.5 untuk satu buku.5 untuk satu makalah. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Bila penulis lebih dari satu orang. 40% untuk penulis pembantu. maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri.2. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. jumlah halaman minimal 10 lembar. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis.huruf Arial font 12. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat. font 12. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. 4. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Penulis utama mendapat nilai 60%. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa.

III. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 2.0 8. Dalam bentuk makalah 3.0 3.5 2.5 7. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 1. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7.5 5.0 4.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS. survei.5 5.0 4.0 8. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.5 5.5 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. pengkajian. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1.0 3.5 2.0 7.5 2. Karya ilmiah hasil penelitian.0 7.0 8. dalam bentuk buku b. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 3.Tabel 12.5 6.5 2. dalam bentuk buku b.0 12.0 3. Dalam bentuk buku b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4.0 12. survei.5 7.5 1. PENGEMBANGAN PROFESI A.0 8.5 7. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12. B.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3. pengkajian.5 3.0 3. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C.0 Tiap buku Tiap naskah 8.0 31 .0 12.0 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.5 3. dalam bentuk makalah D.0 8.5 6.5 6.0 7.5 3.0 3.5 2. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1.0 5.0 4.0 Tiap buku Tiap makalah 8.0 4. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi. Karya ilmiah hasil penelitian. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 3.0 4.0 8.0 3. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.0 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.5 6.0 3.5 5.5 1.5 3.0 4.5 1.0 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a.0 4.5 2.

5 0.0 5.0 1. Anggota aktif E.0 3. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F.04 0.04 0. Tiap 2 jam pelajaran.3 3.0 1. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.5 0.0 2.5 0. Pengurus aktif b.D. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.3 3.0 1.0 0. dinilai per jam pelajaran.04 3. Anggota aktif 2.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1.04 3.0 2.0 1.0 3.0 1. Menjadi anggota organisasi profesi 1. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. Diploma III 3. Mengajar/melatih diklat 2.0 0. PENGEMBANGAN PENUNJANG A. : Angka Kredit Unsur IV.0 1.0 5.04 3.0 1. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.75 0. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0.5 0.0 2.0 0. Tingkat nasional/internasional sebagai: a.5 0.04. Peserta C. Mengikuti seminar / lokakarya 1. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Moderator / pembahas / narasumber 3. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0.0 1. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D.0 15.0 2. Pengurus aktif b.04 0.0 15.0 0.3 3.0 2. Kegiatan Penunjang III. Membimbing siswa B.0 1.0 2. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan.0 1.0 3.0 0. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama.0 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai.0 0.0 2.0 15.75 0. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0.0 0. angka kreditnya = 0. pada saat pengajuan 32 .5 0.3 3.0 2.75 0.0 2.0 2.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.75 0.04 per kali pertemuan. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.0 2.0 5. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit.5 0. Kegiatan Penunjang Tabel 13. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior.0 2. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Pemrasaran 2.0 1.0 5. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya.0 15. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan.04 3.04 0. Sarjana (S1) 2.

(1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). moderator 2 dan peserta 1. 4. kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. 2. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. moderator dan peserta. tidak dinilai. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. berasal dari pemrasaran 3. Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. 5. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. Memperoleh Piagam Kehormatan. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber. atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). 3. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari.

Rincian Kegiatan. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain.A. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah. . IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. Diploma II 3. dan gelar akademis (doktor honoris causa). . yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ). Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1.antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI.1). TL. TL. Diploma III 2. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan. PENDIDIKAN A. sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV.2) E. Lamanya lebih dari 960 jam 2.F. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. PELAKS. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang. angka kreditnya sebesar 3. 6. jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. Lamanya antara 641 – 960 jam 3. berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja).Satyalencana Karya Satya 10 tahun. TL. angka kreditnya sebesar 1. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya. maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I. : Rincian Kegiatan. Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: . angka kreditnya sebesar 2.Satyalencana Karya Satya 30 tahun. PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I. sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan. termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 .Satyalencana Karya Satya 20 tahun. .Penghargaan atas prestasi. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B.

Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D.21 0.79 0.06 0.08 0.14 0.05 0.06 0.04 0.26 0.08 0. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4. cooklet 4.11 0.06 0.35 0. Mengambil dan memproses contoh 2.06 0.11 0. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.09 0.04 0.14 0.23 0.81 0.31 0. Menyusun rencana percobaan 2.11 0.08 0.05 0.28 0.08 0. Memelihara alat dan fasilitas 2.15 0. Lamanya antara 81 – 160 jam 6.08 0. Mengolah data percobaan 6. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4.34 0.17 0.05 0.07 0.14 0.37 0.11 0.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.05 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1.04 0.33 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.42 0.13 0.30 0.71 0.15 0.13 0.55 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4.96 0.31 0.48 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.11 0.15 0. PELAKS. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL.16 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.08 0.62 0.14 0.14 0.07 0.12 0.05 0.07 0.06 0.27 35 .04 0.06 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5.05 0.23 0.08 0.66 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F.09 0.05 0.21 0.06 0.04 0.11 0.28 0.05 0.12 0.09 0.24 0.27 1.10 0.96 0.17 0.44 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Membuat gambar.07 0.06 0. Menyusun kebutuhan survei 2.04 0.06 0.09 0.46 0.17 0. Membuat bahan audio visual 2.17 0. Membuat alat peraga dan maket 3.18 0.07 0.70 0.22 1. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II.06 0.05 0.13 0. Menganalisa hasil survei C.25 0.17 0.07 0. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A. TL.14 0.06 0.05 0.06 0.11 0. Memandu kegiatan promosi Iptek G.11 0.11 0.20 0. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. TL. leaflet.03 0. Mengumpulkan data 3.06 0.43 0.06 0.08 0.55 0.20 0. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur.13 0.05 0.88 0.13 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.14 0.08 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.NO BUTIR KEGIATAN 5.06 0.15 0. Melakukan pengukuran / analisa 3.05 0.04 0.09 0.16 0.08 0.06 0.05 0.13 0.18 0.05 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1.18 0.06 1.15 0.06 0. diagram dan peta 4.39 0.12 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.49 0.08 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5.22 0. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1.64 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6.44 0.06 0.07 0.15 0.47 0.06 0.56 0.25 0. Menguji bahan unjuk kerja alat 4.20 0. TL.06 0.06 0. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1.07 0.39 0.04 0.11 0.49 0.13 0. Menganalisa hasil percobaan B.07 0.05 0.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b.0 3.0 3.16 0. PENGEMBANGAN PROFESI A. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7.0 8.0 8.5 5.5 6. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C. Karya ilmiah hasil penelitian. survei.0 4.5 7. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. TL.5 6.5 1.0 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.5 7.5 7. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0. pengkajian. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B.0 3.0 8.5 7.0 4.31 0.0 8.5 7.0 8. pengkajian.0 2.20 0.5 7. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4.5 3.5 5.5 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 2.31 III.0 4. Dalam bentuk makalah 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.0 12.0 2.5 1.0 3. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.5 1.5 6.0 12.5 Tiap buku Tiap makalah 8.5 3.0 4.0 3.25 0.16 0.0 3. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6. TL.0 3.0 Tiap buku Tiap makalah 12.0 2.5 5.5 3.0 3.0 8. Dalam bentuk buku b.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.0 Tiap buku Tiap naskah 7. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 1. Karya ilmiah hasil penelitian.0 4. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL.NO BUTIR KEGIATAN 5. PELAKS. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.0 4.5 5. Dalam bentuk makalah D.5 3.0 3. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 2.0 Tiap buku Tiap naskah 8. Dalam bentuk makalah 5.0 12. survei.20 0. Dalam bentuk buku b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a.0 36 . Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.5 2. TL. Dalam bentuk buku b.0 4.5 2.0 3.25 0.5 6.0 3. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.

5 0.75 1.04 3.0 3.0 5. Sarjana (S1) 2.0 1. PELAKS.75 1.0 2.0 1.0 0.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.0 0. Pengurus aktif b.0 3. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F. Pengurus aktif b.0 3.0 0. Diploma III 3.0 1.0 2.3 3.0 2. Pemrasaran 2.0 2.04 0.04 3.0 2.0 1. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1.04 3.75 1.0 0.0 15. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Mengajar/ melatih diklat 2.04 0. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 3.0 2. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV. Peserta C. Membimbing siswa B. Anggota aktif E.0 1. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1. TL. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.3 3. SATUAN TL. Moderator / pembahas / narasumber 3.0 Per tahun Per tahun 1.0 0. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1.0 5.0 2.3 3.0 15.04 0. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a.0 5.0 Setiap tahun 0. TL.3 3.0 0.04 0. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1.5 0. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. KEGIATAN PENUNJANG A.5 0.0 2.0 2.0 0.NO BUTIR KEGIATAN TL.0 15.5 0. Anggota aktif 2. 37 .0 0.0 1.5 0.5 0. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.5 0. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D.04 3.0 2.0 2.0 2.0 0.0 1.0 0.0 5.0 1.0 15.

Penempatan Teknisi Litkayasa . Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa . 38 . Tim penilai Jabatan.Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa .Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan. yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : . Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja. Pengangkatan Pertama 1. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. b. Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. d.Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain . Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda.Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa . sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan.BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. golongan ruang II/a. c.Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa .

i. golongan ruang II/b . 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja.e. j. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. sebagai Calon PNS. k. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). 2. dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. h. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. umur 32 tahun. bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003. adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. g. 3. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). yaitu 60). l. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi. Pangkat terakhir Sdr. 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. f.

2. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. 4. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. b. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama.jabatan Teknisi Litkayasa. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. Lembaga Pemerintah Non Departemen. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Pemerintah Provinsi. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. 40 . Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan. C. c. pada tahun berikutnya. Kementerian. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. c. b. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. B. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. 3. Kabupaten/Kota. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik.

Golongan Ruang II/c (60). Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. b. Pengatur. Oleh karena itu. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). Pengatur Tingkat I. 1. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. I. Golongan II/d. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . 2. karena Pejabat 41 . Golongan Ruang II/c. b. sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. 5. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. D. apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Golongan Ruang III/c. c. Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu.

kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. e. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain. b.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya.fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. e. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a.Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. 4. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c). dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. 3. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. . E. yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. d. Cuti di luar tanggungan negara. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966). Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. d.Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: . memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). diberhentikan sementara dari PNS. c. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . Pejabat unit kepegawaian pada instansinya. Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. selambat-Iambatnya : a. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 5. . 6. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. b. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan.

Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. e. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). d. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. 1. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. Sdr. golongan ruang III/d. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. 43 . tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. pangkat Penata. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. f. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). F. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. 3. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. 30 Tahun 1980. b. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia. golongan ruang III/d. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. c. 2.b. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I.

Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Sebagai instansi pembina. 6. 3. 10. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. 3. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. Ada formasi untuk jabatan tersebut. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa.c. 44 . Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. 9. H. 3. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. atau pensiun. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. 2. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. 4. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. 4. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. 7. 5. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. 7. G. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. 8. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun. e. d. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a. dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. 5. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2. 2. 6.

Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa. Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. karena data hasil kegiatan yang hilang. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa. tepat waktu. Penghitungan Angka Kredit. Angka Kredit diperlukan untuk: . . Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. Angka Kredit 1. atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang. tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit. dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober).Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. 23/KEP/M. maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 .BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. 2. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut. diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005.

melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005). a. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. b. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. Pengertian DUPAK DUPAK.buktinya. tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan. harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. 3. Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. 46 . Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. B. Masa Penilaian Angka Kredit. c. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.

dilengkapi dengan bukti-buktinya. kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi.Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir.Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : . dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 .melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). c. diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan. dilengkapi dengan bukti-buktinya.Unsur yang dinilai.Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. . b.Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. . Cara Pengajuan DUPAK . dilengkapi dengan bukti-buktinya.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan. Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan. .Butir III. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: .Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan.Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja.Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. . 2. . Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang. . .Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. . Cara Pengisian DUPAK a.Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK. (3) Dst. Lampiran usul/bahan yang dinilai. . . Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. .

Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 . Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia.- - Pernyataan dan bukti-buktinya. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait. kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas.p. - - - 3. d. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u.

Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. 3.- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. C. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. 2. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. ijazah / sertifikat. Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). III. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. Salinan PAK terakhir. juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir.

Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II. dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. - - - 50 . Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL. PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 .

Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. . 52 .Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa. .Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat. Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk.Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK.Dapat aktif melakukan penilaian. Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. b.Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. . maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b . dengan sepengetahuan atasan langsung.Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa.Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai. .Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya. Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : .Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : . .Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota. . ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. . d. . . . .Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai. . Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. . e.Seorang Sekretaris merangkap anggota.BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A. c.Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya. Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . Tim Penilai a.Seorang Ketua merangkap anggota.

3. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15. PNS atau bukan PNS. . Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. C. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya. Masa Kerja Tim Penilai . dengan kemampuan teknis yang diperlukan.f. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. 3. III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai. 53 . dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya.Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II.Tiga tahun. 2. Pada Unit Kerja Eselon II. Tata Kerja Tim Penilai 1. 2. g. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. B.

6. 54 . Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan . 7. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22. Sekretaris Tim membuat PAK. lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya. Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30. 4.5 %. 5. Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan.

dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep.PAN/2/2003). 23/KEP/M. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina. MenPan No. 2. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu. yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. 55 . memindahkan. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat.

............. Unit Kerja : .............................. Unit Kerja : .. ........... 56 ............ Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya...... ... NIP : . .................... ......... Jabatan : ..................Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja.. .......... ............................. ..... Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : .............................. ................... ...................... Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan.................. NIP : .. Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP............. ................................................ Pendidikan terakhir : . ................................ SURAT KETERANGAN Nomor :... sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.................... Jabatan : .............

...................... : ....................................... (nama) : …......... (nama) : …...........................: …………… ………….......... 2............................... 1................................. (………………………) NIP...... (nama) : …......................... 4... : ................. Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok.............. 3..... Judul : ................................... (tanda tangan) 2.....Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan......... (tanda tangan) 5.. ………………........ : .......................................................... : ..... Penulis/Pelaksana NAMA NO...... : ............... No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ............ Pelaksana : 1...... (tanda tangan) 3................ (nama) : ....... 6..... (tanda tangan) 4......(tanda tangan) 57 ........... 5.. (nama) :....(tanda tangan) 6... : ............ (nama) : …...... LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : ............

... .......... .... 2............... ………………………………………….... …………………………………………................... 58 ... ........ ...... Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs.... . Unit Kerja : .... 4... …………………………………………............ ........... Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok.. .....Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : .... ...........................) NIP : . 3.................. …………………………………………. ........... Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1. NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP. . Jabatan : .......... Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. ..

.............. 59 .............. .........Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :.. .. ................... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. tahun sejak tahun .......... Jabatan : .............................. menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ... sampai ... ............ ... Jabatan : ........ ............ ...................... Unit Kerja : ......................................... ...... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP................................. . .dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan.... Unit Kerja : ....... . ... .. Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ...................... .................................... ......................... ..................... .................. .. NIP : .................................. ... NIP : ..... telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama ..............

. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.........: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III .... Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa..... terlampir saya sampaikan: 1.... DP3 untuk 1 tahun terakhir....Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di ... Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : ......... Data Usul Penetapan Angka Kredit..........*) 2......... Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth... 5. ……………...... 4......... Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. 60 .... Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.. 3. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih....... ……………… Pemohon............ Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS. 7. Sebagai bahan pertimbangan.... 6..........

.... mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.......... Unit Kerja : ………………………………………………………............. Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional......... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih... …………………....... Sebagai bahan pertimbangan.. Jabatan : ………………………………………………………........ (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di . 4.. Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan...... untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa... Jabatan : ………………………………………………………... Unit Kerja : ………………………………………………………....... Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2. bersama ini dilampirkan: 1......... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3... 5. 8.. Nama Pejabat: ..Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth.. NIP ... Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs. 6. Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ………………………………………………………..... 7. DP3 untuk 1 tahun terakhir.. Pangkat/gol ruang : ……………………………………………………….... …...gol ruang/TMT : ……………………………………………………….. Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Kepala Unit Kerja. 61 .....

.... : ..... Pangkat/golongan ruang : .. Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep........... 5... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ......... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan................................. (Contoh: Ijazah... Men-PAN Nomor 23/KEP/M................………………………) NIP : ……………………......... : ..... : .............. Kepala unit kerja/Atasan langsung.................................. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama........................... Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3.. (………........... telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini.............. 6........ …………………...... Cara pengisian tabel : 1.......................PAN/2/2003............. Unit Kerja : .. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 ... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan. 2..... Jabatan : .............. STTPP).............. laporan.................................... ……………................................ 4......Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .................

....... 63 ............................................... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan. (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (...... Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan............................ menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .............. Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M......... Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama............................ 6......................... 5.......... Unit Kerja : .......................................... Jabatan : .. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ..... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan. .............) NIP ......................... ………………………………...................... buku). 3.Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.. 2........ Cara pengisian tabel: 1......... : .......................... : ......... makalah................... : .......... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.......... ........ telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............PAN/2/2003 (contoh : naskah.... 4........................ Pangkat/golongan ruang : ...

............ sertifikat)......... Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan................ Cara pengisian tabel: 1.. ....... ..........) NIP …………………………….................................................. ... telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....................... ............... : ............. ........ 4. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.......... . menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .. 6......................................................... : ............ . ........... . 2......PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa.......Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ............................... gelar....... ... Unit Kerja : ... ... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (........... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3. 64 ...... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M.............. .... ............................................ : ................ Pangkat/golongan ruang : ....... Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. 5..... Jabatan : ...................................................

.. . Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c.ruang/TMT Tempat. . . BPPT c.. . Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota.. .... . . . . .. . Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up. / / / Masa Penilaian Tanggal : . .. ... . ..... . Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN. .. .. .. .. ... .. KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP... .. .. ..q. Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b. . . .. . Ditetapkan di : Pada tanggal : . Yang bersangkutan 2. ... ... Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3. . . . ... atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4. NIP. .. .. Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol. . . Pengembangan Profesi A.. ..... ... .. Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. Coret yang tidak perlu 65 . ... Pusbindiklat *).... . . ... .. Jumlah Unsur Penunjang (A+B). . tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a..... Tembusan : 1. . .Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : .. .... .. . . atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di .. . ..... ... . .....