KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv .

v .

vi .

...... PENDAHULUAN .................. 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA ........... 14 1........................................... 7 D..... Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan ..... Pelaksanaan Jasa Teknis .............................................. Kode Etik Teknisi Litkayasa ................................................................................................. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ................................................. Jenjang Jabatan............................. 3 B.... ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 .......... 23 vii BAB II............. Golongan Ruang dan Angka Kredit ................ Maksud dan Tujuan ........................................................................................ iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I... Pelaksanaan Kegiatan Survei ...................................... 12 B.............................. Unsur Utama ......................................................................................... Umum ..................................................... 1 A..............LAMPIRAN : KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI KEPALA BADAN DAN PENERAPAN Nomor : 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................... 17 2.... BAB III.................................................... Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E......................................... 12 A................................................................................................ Pangkat... i SAMBUTAN ......................................................................................... 21 5.... ......... Pengertian dan Batasan ilmiah ................ 22 7........... Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan .............................. 22 6.. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ............. 4 C....... 20 4....... Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ....... 1 B..... Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ..................... Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ............... 20 3. 3 A.......................................

.......... 38 A............................................................................................................................ Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa .................... 33 5................................ 44 DUPAK................................ Memperoleh Piagam kehormatan ............................................... Angka Kredit .... 33 6...................................... Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ............. Pembebasan Sementara .. Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan ............. 45 3... Cara Pengisian DUPAK ........................... Lampiran-lampiran DUPAK ............ 46 2.................... Kegiatan Penunjang ..............40 C................ Masa Penilaian Angka Kredit .................. Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ...... 45 1.......................... 25 2.................. 49 viii BAB V.............................. 29 4................... Menjadi Anggota Organisasi Profesi .. 42 F... Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa .................................... Penetapan Angka Kredit (PAK) ....................................... Pengembangan Profesi .................. PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ... 44 H....... Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan ........ 48 C...................................... .............................. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ............................ 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ...........................................C............ 30 D........ 28 3........... 46 B............................. Pengangkatan Pertama ... 38 B............................. 49 2................................ Pengertian DUPAK ........................ 47 3... 45 A. Pengertian PAK .............................33 4.............................................................................. 32 1........................... Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ... Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya ............... 46 1.......... Cara Pengisian PAK ....................................................... Perpindahan Jabatan ............................. 49 1................... Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ...... 45 2.. Kenaikan Jabatan dan Pangkat ...................................... PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .......... 34 BAB IV............. Penempatan Teknisi Litkayasa .. 25 1...... 40 D................ 34 E.......................................................... Penghitungan Angka Kredit ...................................................................... Rincian Kegiatan.......................................... Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ... Mengikuti Seminar/Lokakarya ... Pengertian Angka Kredit ................................................ 33 3........................................................................... 32 2.......................................... 43 G..

Tata Kerja Tim Penilai ...................................................................... 52 A..... 55 BAB VII ix ............ TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA ....................................................... 53 KETENTUAN PERALIHAN ......... Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK .....3........................ Tim Penilai Teknisi Litkayasa ................... 52 B...... 49 BAB VI.................................................... Tata Cara Penilaian Tim Penilai .. 53 C.........................

III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 . yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I .PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 1 .BAB I PENDAHULUAN A. Untuk melaksanakan keputusan tersebut. baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M. yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang. No 12/SE/1991. Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS). yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan.Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991.

Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan. mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.B. tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN. nomor : 160/KA/BPPT/X/2005. nomor : 19A tahun 2005. sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi. di pusat dan di daerah. Tim Penilai Teknisi Litkayasa. 2 .

Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek. dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana. meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang. tekun. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. c. hak kepemilikan intelektual 3 . bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta.BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. serta bekerja dengan jujur. atau temuan orang lain. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak. namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. pendapat. teliti. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. berdisiplin.

Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas.Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. 3. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai. mengutamakan keamanan dan keselamatan. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. pendapat. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. 2. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa. B. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. h. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. g. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. bisnis. dan estetika. fungsional. d. e. f. sosial budaya. 4 . Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. tanggung jawab. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. 4. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain.

15. 6. 12. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis. sound slide dan film. 5 . 16. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis. 18. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD. 13. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang.5. 7. 8. 17. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 11. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII. 9. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. 10. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. 14. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan.

31. kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. 29. 20. 21. padat. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. 26. pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. berisi tulisan dengan kalimat yang singkat. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. 27. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. pengolahan dan analisis. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. 6 . padat. diskripsi dan analisis permasalahan. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. 25. 28. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. 22. 32. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana.19. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan. dorongan. 23. 24. 30.

Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 34. yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. yaitu : 7 . mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI. Jenjang Jabatan. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4.PAN/2/2003. Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat. C. Jabatan. Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. I Penata Penata Tk. golongan ruang. D. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M. dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. berikut : Tabel 1. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. sesuai dengan peraturan perundang undangan. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek. Pangkat. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. atau suatu bidang kegiatan profesi. I 3. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300 NO Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan .33. I Pengatur Pengatur Tk.

Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1.D. Menganalisa hasil percobaan Butir II.1.A.1 System/model/prototipe 5. 2.4 dan perekayasaan 10.B. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II. Melakukan pemrosesan laporan Butir II. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing.C.G. 4.4 7.E. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II.5 5. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana.1 8.3 6.1 3. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II.2 2.E.5 Perekayasaan 11. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia. Membuat bahan audio visual Butir II. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.D. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II.5 9. dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata. Golongan Ruang III/b.C. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.B. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II.C. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 8 . Menyusun kebutuhan survei Butir II.G. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d.4 4.A.C.1 2.4 8.4 4.A. Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d.6 Perekayasaan 6.E. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda. pengawas. Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I. Menganalisa hasil survei Butir II. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II.3 7. Menyusun rencana percobaan Butir II.6 3.G. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II. 3.F.F.

Menyiapkan kebutuhan percobaan. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.3 Butir II. Butir II.A.4 Butir II.G. 9 .C. Mengumpulkan data. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5. Butir II. Membuat gambar.B. Memelihara alat dan fasilitas.E. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II.1 5. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.F. maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya. Butir II. bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya. Butir II.A.1 8.2 Butir II. Memandu kegiatan promosi Iptek 9.D.1.F.3 2. Mengambil dan memproses contoh.2 Butir II. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. booklet. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Butir II. dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2. Butir II.2 3.A.3 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a. Mengolah data percobaan 3. diagram dan peta Butir II. Membuat alat peraga dan maket 8.1 6.3 7.3 Butir II.D.G. Melakukan pengukuran analisis 6.5 Butir II.2 4. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya.B. Memperbaiki alat dan fasilitas 7. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan.C. angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan.G.2 hasil perekayasaan.E.5 Butir II. leaflet. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4. namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya.F.3 Butir II.

Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data.E. Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan . bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya. seperti menyusun kebutuhan survei. kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0. Mengumpulkan data Laporan 0. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN 1. Kelompok utama disebut Unsur. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Kegiatan lain. yang terbagi ke dalam Sub Unsur.04 10 . Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Tabel 2.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA NO II UNSUR SUB UNSUR Pelayanan B. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan.n Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.

33 11 . Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4.3.08 Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia Laporan 0. Menganalisa hasil survei Laporan 0.

Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan. ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial.A. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan. diuraikan sebagai berikut : A. maupun di bidang sosialbudaya. Unsur Pendidikan. maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan.3) Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial.BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur. Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Sub Unsur dan Butir Kegiatan. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa.3) (I. yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I. sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis. Bila tidak sesuai. Pengembangan Profesi.2) (I. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur. serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama. dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. Unsur Utama 1. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur. yaitu : a. Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.A. adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala 12 .A.

b. maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.1. bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam. bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP. Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa.2.Unit Kerjanya. diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. b. maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya. bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial. STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama. beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. b. maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). 13 . Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III.F.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih. beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan. maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60. Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan. maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja. Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis. ditambah 5 dari unsur (IV. yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari). Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25. perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang.F.

Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2.3) unsur penunjang. yaitu : .Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II. dengan tidak memperhitungkan jumlah jam. NIP dan jenjang jabatan pejabat - 14 . sosial budaya. Diklat fungsional non-teknis.3) dengan angka kredit sebesar 1.Pelaksanaan jasa teknis Butir II.B.E . maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama.Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II. fungsional.Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II.Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. bisnis.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. B.C .Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II. seperti diklat penjenjangan struktural. produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal. dan estetika.D . sub unsur. butir kegiatan.A . dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi. Untuk mendapatkan penilaian yang benar.maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV. sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait.F . Pelaksana : Dituliskan semua nama. Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur.Pelaksanaan kegiatan survei Butir II. dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan. tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama.B .B. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu).

JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan. Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. varietas gogo dari Sumatera Selatan. butir hampa. Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). 15 .Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir. dan seterusnya). Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). Diamati: tinggi tanaman. dan 4 ulangan. Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan. bobot 1000 butir). Teknisi Litkayasa Penyelia. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana. di mana. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. umur berbunga. - - - - Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. jumlah anakan produktif. Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut. bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P. (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. Dodi. maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. dan jumlah kegiatan yang dilakukan. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu. Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja. jenjang.

14) - - 16 . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.14. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya.14 tetapi 0. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0.11 (=80%x0. . akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. . maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya. Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat.Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0. dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 5 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 6 Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M.PAN/02/2003. maka angka kreditnya bukan 0. . dengan ketentuan sebagai berikut : - Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya.Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana. akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.3 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 4 Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.14.

18) 0.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.71 0.17 0. Pelaksanaan kegiatan percobaan Pelaksanaan kegiatan percobaan 1.2 c. Menyusun Rencana Percobaan 2. Menganalisa hasil percobaan Butir II.05 0.A. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0.A. Menyusun rencana percobaan Butir II.08 0.28 II Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan A.18 (80%x 022) 0. Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.A.A. 1.22 (80%x 0. maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0.09 0.05 0. Dalam Tabel 14.A. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya.06 0.05 0.14 Laporan Laporan 0.28) 0.05 0.14 (80%x 0. Mengolah data percobaan Butir II. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a.14). rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan. ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL.- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula.09 (=80%x80%x0.88 0. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4.14 1. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.5 f. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3. maka angka kreditnya menjadi 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.3 d. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek Laporan Laporan Laporan 0.08 0.03 0.11 1.08 17 .4 percobaan e. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu.6 Tabel 4.1 b. akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.A. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.

11 (80 % X 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0. Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.39 0.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0.12 0.88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.10 18 .46 / 3 = 0.A. maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan.08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.15 0. maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana.A.Percobaan 5.46 - Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0.03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia.25 0.14) JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II. maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1. maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut : - - jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula.15 Laporan 0.17 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan - Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0.15 0.A.31 0. Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A).71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana.46 X 80% X 80 %) / 3 = 0. Menganalisa Hasil Percobaan Laporan 0. maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1. Mengolah Data percobaan 6.

dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja.29 . maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka. maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1.05 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang Lebih dari 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan.2). maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1. perhitungannya sebagai berikut : .14/3=0.17 / 3 = 0.88 / 3 = 0.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana.71 / 3 = 0.A.03 / 3 = 0.Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia.34 .39 JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19 . Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.A). maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana.Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.24 . maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0.JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Lebih dari 1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut - Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II.

Mengumpulkan data. Butir II. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan 0.08 0.39. Menyusun kebutuhan survei b. Pelaksanaan kegiatan survei 1.2 Butir II.B. sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.B.04 0.. Menyusun kebutuhan survei 2. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan : 20 .dengan jumlah pelaksana.26 0. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4.08 0.56 011 004 0.17 / 3 = 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan.42 009 004 0. Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama. Menganalisis hasil survei. maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1.06 0. Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat.1 Butir II.B.3 Butir II. LANJUTAN TL. c. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a.49 0.17 0. TL PEL. : Angka Kredit Sub Unsur II. dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut 2.21 0. PENYELIA B.34 007 0.B Pelaksanaak Kegiatan Survei ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.B. Mengumpulkan data 3.11 004 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk.4 Tabel 5.33 3. terdiri dari 4 Butir Kegiatan.08 0.

C.11 0. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.07 0. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip.a.79 0.12 0.28 0. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. b. Butir II.16 0.11 0. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C.4 21 .C.20 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4. PENYELIA 0. c.2 c. Butir II.3 d.C. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip. Butir II.1 b.D.1 Butir II.07 0.07 0.96 0.07 0.D.4 Butir II.43 0.C. d. Butir II.18 1. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan.D. Mengambil dan memproses contoh.23 0.C. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a.D.15 0.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6.C.05 0. e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f. TL PEL. Butir II. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip. : Angka Kredit Sub Unsur II. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.08 0.05 0.6 Tabel 6.06 0.2 Butir II. LANJUTAN TL. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip.05 0.13 0.05 0. Melakukan pengukuran / analisis.44 0. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3.23 4.35 0. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.20 0.3 Butir II.5 Butir II.

Memelihara alat dan fasilitas 2. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan 0.04 0.07 0. : Angka kredit Sub Unsur II.20 0.07 0.46 0. Butir II. PENYELIA D.Tabel 7.1 b.07 0.11 0. Memelihara alat dan fasilitas. : Angka Kredit Sub Unsur II.4 e. Tabel 8.07 0.13 0.5 fasilitas. LANJUTAN TL. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a.F. Butir II.17 6.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.1 22 .04 006 0.11 0. 3. Membuat bahan audio visual. 4. Butir II.14 0.39 0.14 0.3 d. Butir II.44 0.21 0. Memperbaiki alat dan fasilitas.09 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan.16 0.06 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat.E. TL PEL.04 0.06 0.55 0.14 0.09 0.06 0.25 5.E. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4.06 0.31 0.09 013 0.04 006 0.17 0.2 c.06 0. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a. PENYELIA E.37 0. TL PEL.06 0. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.E.11 0.E.D Pelaksanaan Jasa Teknis.05 0.62 0.11 0. 2. Butir II. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.11 0.49 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas.E. LANJUTAN TL. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1.

5 Tabel 9. booklet 4. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e.05 0.G.06 7.06 013 0.10 0.05 0. leaflet. Membuat alat peraga dan maket 3.2 Butir II. LANJUTAN TL.13 0.18 0. PENYELIA 0. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan.06 0. Melakukan pemrosesan laporan 5. d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e.24 0. Membuat gambar.06 0.3 Butir II.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. Butir II. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian.G. : Angka Kredit Sub Unsur II. Memandu kegiatan promosi Iptek 0.4 Butir II. c.F.16 0. Butir II.70 0.08 0.47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Membuat bahan audio visual 2. TL PEL. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.15 0. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1. : Angka Kredit Sub Unsur II. TL PEL. d.17 0.F. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA.31 23 .66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.27 0. Memandu kegiatan promosi iptek. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a.G.05 0.08 0.G. PENYELIA F. e.3.b.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan.1.diagram dan peta 4.06 0.06 0.2. c.55 0.64 0.22 0.27 0. Membuat alat peraga dan maket. ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G.06 0.08 0. LANJUTAN TL. Butir II.06 0.20 0. Butir II. Membuat gambar diagram dan peta.G.F. b. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.5.05 0.06 0.30 0. Tabel 10.15 0. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.12 0.6.4 Butir II.06 0.05 0.14 0.13 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan.F. leaflet.96 0.06 0.G. Butir II.25 1. Butir II. booklet.81 0.13 0. Menyiapkan bahan penyusunan brosur.08 0. Melakukan pemrosesan laporan. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5.05 0.

Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Mengumpulkan data 3. Tabel 11.31 Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5.25 0. BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN Pelayanan Kegiatan A. Menganalisa hasil survei C. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5.20 0. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan Laporan 0. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan. Pelaksanaan 1. Pelaksanaan 1. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Mengambil dan memproses contoh 2. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Mengolah data percobaan 6. Melakukan pengukuran/analisis 3. waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit.16 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Menganalisa hasil percobaan B. Menyusun rencana percobaan 2. Menyusun kebutuhan percobaan 3.6. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan 1. Mengelompokkan data 4. Memelihara alat dan fasilitas 40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20 5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3 24 . Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4.

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

5 untuk satu makalah. jumlah halaman minimal 10 lembar. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. Dalam bentuk makalah. Angka Kredit : 3. spasi 1. Angka kredit : 2. penulis utama mendapat nilai 60%. 2. dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung.5 untuk satu naskah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Penulis utama mendapat nilai 60%. mengunakan kertas A-4. font 12. diketik dengan huruf Arial font 12. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah.1. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. Penulis : Maksimal 4orang. satu spasi. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. jumlah halaman 60.bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Penulis : Maksimal 4 orang. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. dan disetujui atasan langsung. Penulis : Maksimal 4 orang. f.daftar pustaka. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. 40% untuk penulis pembantu. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan 28 . Karya tulis ilmiah berbentuk makalah. 40% untuk penulis pembantu. Angka Kredit : 7. Penulis utama mendapat nilai 60%. d. Angka kredit : 2. 40% untuk penulis pembantu.5 untuk satu naskah.0 untuk satu buku.

Penulis utama mendapat nilai 60%. ada kata pengantar. a. jumlah halaman 60.2. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. b. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Angka Kredit : 3. 40% untuk penulis pembantu. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. a.0 untuk satu naskah. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. bab dan judul bab. bab dan judul bab.0 untuk satu buku. diketik dengan huruf Arial font 12. satu spasi. nama penulis. dan disyahkan oleh atasan langsung. memuat judul buku. Angka Kredit : 7. b.5 untuk satu makalah. memuat judul buku. diketik dengan 29 . a. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai.1. ada kata pengantar. daftar pustaka.1. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis utama mendapat nilai 60%. bila penulis pembantu lebih dari satu orang. angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN. daftar isi. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. 3. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. melampirkan copi buku dari bahan aslinya.Angka kredit instansi atau unit kerja. : 3. 40% untuk penulis pembantu. Dalam bentuk buku. nama penerbit. daftar isi. daftar pustaka. melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. nama penulis. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai.

font 12. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. 4. Angka Kredit : 3. spasi 1. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah. satu spasi. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. Penulis utama mendapat nilai 60%. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah. Bila penulis lebih dari satu orang.huruf Arial font 12. Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat.5 untuk satu buku. jumlah halaman 60. mengunakan kertas A-4. Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah.2. Angka Kredit : 1. bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah. Atas prestasinya. melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai. 30 . maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit. 40% untuk penulis pembantu. dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. penilaiannya hanya satu kali.5 untuk satu makalah. Dalam bentuk makalah. jumlah halaman minimal 10 lembar. melampirkan copi buku dari bahan aslinya. bila dapat digunakan di masyarakat. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai. Karya ini akan diberikan penilaian. b. bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.

0 8. III.0 4.5 6.0 4.0 4. dalam bentuk buku b. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 3.0 8.0 3. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6.0 5.0 31 .0 3.5 5.0 12.5 1.5 1.0 3.5 3. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.5 3.5 5.5 2. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 2.0 8. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.5 7. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah 7. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C. dalam bentuk buku b.5 3.5 1. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1.0 3. dalam bentuk makalah D. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN Tiap buku Tiap naskah 12.0 7.5 6.0 3.0 4.0 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.5 2. B.0 3. survei.5 5.5 6. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a. Karya ilmiah hasil penelitian.0 8.0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS.0 8.0 3.5 2. pengkajian.0 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2. pengkajian. PENGEMBANGAN PROFESI A.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1.0 Tiap buku Tiap naskah 8.5 2.0 12.5 2.5 1.0 4.0 Tiap buku Tiap makalah 8.5 6.5 2. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2.0 3.5 5. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.5 7.0 3. survei.0 7. Karya ilmiah hasil penelitian.0 4.5 7.0 3.0 7.0 12. Dalam bentuk buku b.0 4.0 8. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.Tabel 12. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Dalam bentuk makalah 3.5 2.

5 0.0 2.0 5.0 5. Kegiatan Penunjang Tabel 13.0 0. Diploma III 3.D. Diploma II Setiap 2 jam Setiap kali TL TL TL SATUA TL PELAKS.3 3.0 2.0 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun 0.5 0.0 2.04 0.75 0.5 0.0 1.0 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.0 0. : Angka Kredit Unsur IV. Peserta C. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai.0 0.0 1.0 1. Pengurus aktif b.0 1. dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0.0 3. Mengikuti seminar / lokakarya 1.0 1.04 0.0 1. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F.0 3.5 0. angka kreditnya = 0. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama. Tiap 2 jam pelajaran. Pemrasaran 2. namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior.04 0.0 1. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D. pada saat pengajuan 32 .04 0. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1.0 15.0 Ijazah Ijazah Ijazah 1. Mengajar/melatih diklat 2. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan.04 3.3 3.3 3.75 0. Menjadi anggota organisasi profesi 1.75 0.0 1. Moderator / pembahas / narasumber 3.0 3. Tingkat nasional/internasional sebagai: a.0 2.0 2.0 2. Membimbing siswa B.0 2.3 3. Anggota aktif E. dinilai per jam pelajaran.0 15.0 1.0 1. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1.75 0. pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. Kegiatan Penunjang III. Sarjana (S1) 2.04 per kali pertemuan. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan.0 2.0 5.5 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa 1.0 2. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit.0 0. Pengurus aktif b.5 0.0 0.0 15.0 0.0 3. terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan.5 0. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0.0 0.04.0 5.04 3.04 3. PENGEMBANGAN PENUNJANG A.0 15.0 2.04 3. Anggota aktif 2. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 1. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.5 0. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan.0 2.

Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai 33 . tidak dinilai. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat). Memperoleh Piagam Kehormatan. moderator dan peserta. 2. 4. 5. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. moderator 2 dan peserta 1. atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6. Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari. berasal dari pemrasaran 3. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan.angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut. Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet). seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator. 3. seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam.

dan gelar akademis (doktor honoris causa). PELAKS. Diploma II 3. : Rincian Kegiatan. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya. Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan. maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I. angka kreditnya sebesar 2. sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B. PENDIDIKAN A. TL. TL.Penghargaan atas prestasi. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1. Lamanya antara 641 – 960 jam 3.F. angka kreditnya sebesar 3. 6. yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ). Diploma III 2. dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang. IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan. TL. jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III. Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25 STTPP STTPP STTPP STTPP 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 15 9 6 3 34 . .2) E. . berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN I.antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI. tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah.1).Satyalencana Karya Satya 30 tahun. angka kreditnya sebesar 1. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV. termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). . Rincian Kegiatan.Satyalencana Karya Satya 10 tahun.A. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14. Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: .Satyalencana Karya Satya 20 tahun.

25 0.08 0. Menguji bahan unjuk kerja alat 4.39 0.06 0. Pelaksanaan Jasa Teknis 1.NO BUTIR KEGIATAN 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G.23 0.05 0.18 0. Menganalisa hasil percobaan B.06 0.17 0.08 0.05 0.13 0.05 0.06 0.24 0.42 0. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5.06 0.14 0.07 0. Menyusun rencana percobaan 2.07 0.06 0.11 0.13 0.25 0.11 0.06 0.27 35 .49 0.22 0.46 0.13 0.05 0. Mengolah data percobaan 6.17 0.07 0. Memelihara alat dan fasilitas 2.04 0.44 0.05 0. Memperbaiki alat dan fasilitas 3.09 0.35 0.14 0.21 0.06 0.06 0.04 0.96 0.49 0.08 0.05 0.23 0. TL.96 0.66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.17 0.31 0. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1.15 0. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1.06 0.05 0. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1.66 0.06 0.15 0.27 1. Melakukan pengukuran / analisa 3.79 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3.06 0.22 1. Menyusun kebutuhan percobaan 3.07 0.07 0.08 0. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5.14 0. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4.10 0.15 0.20 0.07 0. TL.12 0. leaflet.18 0.48 0.08 0.05 0. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6.11 0.06 0.62 0.33 1. Lamanya antara 81 – 160 jam 6. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F.14 0.12 0. Menganalisa hasil survei C.05 0.13 0.15 0.16 0.05 0. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4.56 0.04 0.17 0.16 0.13 0. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1.17 0.20 0.71 0.14 0.06 0.08 0.04 0. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E.03 0.05 0. TL.55 0. Mengambil dan memproses contoh 2.06 0.14 0.43 0.34 0.15 0.55 0.05 0. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5.06 0.15 0.09 0.06 0.11 0.09 0.13 0. Menyusun kebutuhan survei 2. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2.13 0. cooklet 4. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3.20 0. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1. PELAKS. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D.06 0.30 0.04 0.26 0.06 0. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0.06 0.18 0.08 0.08 0.44 0.81 0.06 1.11 0. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A.14 0.05 0.07 0.21 0.04 0.08 0.64 0. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4. Membuat bahan audio visual 2.06 0. Lamanya antara 30 – 80 jam SATUAN HASIL STTPP STTPP TL. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur.47 0.11 0.12 0. diagram dan peta 4.28 0.11 0. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1 II. Membuat alat peraga dan maket 3. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5.39 0. Membuat gambar.31 0.11 0.06 0.37 0.08 0. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2.88 0.28 0.04 0.11 0. Mengumpulkan data 3.04 0.70 0.09 0.08 0.07 0.07 0.05 0.05 0.09 0.11 0.

Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 2. pengkajian.0 Tiap buku Tiap naskah 8. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.5 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Dalam bentuk makalah 5. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6.0 3.5 2.5 6.5 7. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. survei.16 0. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a.0 8.5 Tiap buku Tiap makalah Tiap karya 3.31 0. Dalam bentuk makalah D. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 3. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan SATUAN HASIL Laporan Laporan TL.0 4.5 7.0 2. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a.5 5.5 7.0 4.0 4.20 0.0 4.0 8.0 8. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C.5 6. TL. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a.0 3.0 12. Karya ilmiah hasil penelitian.25 0.0 12. Karya ilmiah hasil penelitian.5 5. Dalam bentuk buku b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a.0 3.0 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. PELAKS. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b.5 3. TL.5 3.20 0. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B.0 3.0 3.0 2.0 8.0 3.0 36 . pengkajian.5 6.5 7.0 8.0 2.5 1.5 1.0 8.0 4. Dalam bentuk buku b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku b.25 0. dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a.31 III.5 6.5 Tiap buku Tiap makalah 8. TL.5 1.0 3.5 5. Dalam bentuk makalah 3.5 3.5 7. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4.5 3.0 12.5 5.0 3.0 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. survei.0 Tiap buku Tiap naskah 7. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0.0 3. PENGEMBANGAN PROFESI A.0 3.16 0.0 Tiap buku Tiap makalah 12.0 4.5 2.5 2.5 2.5 7. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7.NO BUTIR KEGIATAN 5.

Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4.5 0. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a.75 1. Sarjana (S1) 2.0 2. Peserta C.04 3. KEGIATAN PENUNJANG A.0 2. Pengurus aktif b. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1. TL. Anggota aktif 2. SATUAN TL. Mengajar/ melatih diklat 2. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1.0 3.04 0. Pemrasaran 2.04 3. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3.0 0. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1.0 1. Membimbing siswa B.0 0.NO BUTIR KEGIATAN TL.0 Setiap tahun 0.0 5.04 3.3 3. 37 .0 0.0 1.04 0.0 3.0 0. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN IV.04 0.0 2.0 2.0 5.0 3.0 0.0 1.0 15.5 0.04 0. Anggota aktif E. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D.0 1.0 2.0 1.0 Per tahun Per tahun 1.0 0.0 3.0 5.0 5.0 2. Moderator / pembahas / narasumber 3. Pengurus aktif b. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1.75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.5 0. PELAKS. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a.0 2. TL.0 2.0 2.5 0.3 3. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2.0 0. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F.5 Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.0 0.0 2.75 1.0 1.3 3.0 1.75 1.0 2. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1.0 2.04 3. Diploma III 3.0 0.5 0.0 15.3 3.0 0.0 15.0 1.0 15.5 0.5 0.

Pengangkatan Pertama 1. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan. Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. Tim penilai Jabatan.Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa . Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I.Penempatan Teknisi Litkayasa .Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja. yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d. d.Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa . Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : . harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan.BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. golongan ruang II/a. c.Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa .Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan. 38 .Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa . Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki. b. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda.Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain .

dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. umur 32 tahun. 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005). 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. (karena yang bersangkutan berijazah DIII. mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. l. sebagai Calon PNS. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). yaitu 60). maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja. golongan ruang II/b . Pangkat terakhir Sdr. 3. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I. 2. i. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. k. Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi. serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. f. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003.e. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam 39 . Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. j. g. pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki. h.

c. golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001. Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi. b. c. dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen. maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama.jabatan Teknisi Litkayasa. 40 . b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. pada tahun berikutnya. Kementerian. Lembaga Pemerintah Non Departemen. 2. B. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa. yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. 4. 3. dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya. yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut. Kabupaten/Kota. C. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Pemerintah Provinsi. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir.

Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan. sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. D. Golongan Ruang II/c (60). kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama. Oleh karena itu. Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana . apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula . bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. b. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur. 2. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh). Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Pengatur. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana. c. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Golongan II/d. I. karena Pejabat 41 . Golongan Ruang II/c. pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir. 1. Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses. Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Golongan Ruang III/c. Pengatur Tingkat I. 5.Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I. Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. b.

b. 5. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42 . . sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: . c. d. 3. e. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. 4. Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. E. . Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. selambat-Iambatnya : a. e. Cuti di luar tanggungan negara. b. dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan. 6. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). diberhentikan sementara dari PNS. d. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966).Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a). yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c).fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan.Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya.

F. pangkat Penata. c. golongan ruang III/d. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d. e. b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula. bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun). Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara. tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. 1. Sdr. golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). 2. berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. d. maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan. f. 3. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat.b. Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. 30 Tahun 1980. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS. tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. 43 . golongan ruang III/d.

dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa. 3. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. H. 3. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. 44 . Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. G. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.c. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. 2. e. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. 4. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. 4. Sebagai instansi pembina. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 9. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. d. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. 3. atau pensiun. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. 7. 7. 2. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. 5. 5. 8. BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. 10. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. 6. 6. Ada formasi untuk jabatan tersebut. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a.

diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan.PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. 2. Angka Kredit 1. 23/KEP/M. Penghitungan Angka Kredit. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut.Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Angka Kredit diperlukan untuk: . karena data hasil kegiatan yang hilang. Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat. tepat waktu. . maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45 . dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober).PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit.BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA A. Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa.

Masa Penilaian Angka Kredit. Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. a. 46 . harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. 3. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005). PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir. kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya. b. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004.buktinya. c. tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. B. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Pengertian DUPAK DUPAK. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan. baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa.

.Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja. kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. .Butir III. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: .Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai.Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. . b. c. . . . dilengkapi dengan bukti-buktinya.Unsur yang dinilai. (3) Dst. (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi.Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. Cara Pengisian DUPAK a.Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : . Cara Pengajuan DUPAK . . dilengkapi dengan bukti-buktinya. Lampiran usul/bahan yang dinilai.Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan. . Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang. 2. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai.melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). . diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan. diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK. .Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat 47 . Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan.Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. . dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005).Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. dilengkapi dengan bukti-buktinya.Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan.

Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang. adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait. - - - 3. harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u.p.- - Pernyataan dan bukti-buktinya. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. d. kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan 48 . Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa.

Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU.- - - sebagaimana dimaksud pada Lampiran II. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas. Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. C. ijazah / sertifikat. Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. Salinan PAK terakhir. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49 . Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar). PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara. Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. 2. IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. 3. III. Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.

Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II.- bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. - - - 50 . Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA PAK KONSEP DUPAK (KD-1) KEPALA UNIT KERJA PAK TL.NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK) TIM PENILAI GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK 51 . PEMULA s/d TL PENYELIA KONSEP DUPAK (+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI) (KD-2) KD-1 PEJABAT ESELON .

Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: . .Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa.Seorang Sekretaris merangkap anggota. Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b .Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya.Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. . .Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya.Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : . Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. . .Seorang Ketua merangkap anggota. . dengan sepengetahuan atasan langsung. c.Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. Tim Penilai a. . Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. b.Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. .Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota. Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk. . d.Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai.Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. . e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : .Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat. 52 .Dapat aktif melakukan penilaian. . .BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA A.Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai. .

2. . III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai. 3. 3. Sekretariat dan mengenai kelengkapan 4. 53 . Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli. C. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. PNS atau bukan PNS. bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai.Tiga tahun. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Tata Kerja Tim Penilai 1. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. dengan kemampuan teknis yang diperlukan.Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Pada Unit Kerja Eselon II. g.f. 2. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. Masa Kerja Tim Penilai . Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15. B. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru.

maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%. Sekretaris Tim membuat PAK. Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30.5 %.maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK. 5. 7. 54 . Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan. lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22. maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). 6. 4. Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan .

2. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina. yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu.PAN/2/2003).BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. 23/KEP/M. MenPan No. dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. memindahkan. 55 .

.... Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP.................... . ......... ... .... ........ Jabatan : ....................... Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Unit Kerja : .......................... Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : ...................... .................... ...... ........... .......... sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa............... Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan.. 56 ........................ Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ..... Jabatan : .......................... Unit Kerja : ............. SURAT KETERANGAN Nomor :.......................... NIP : ................. Pendidikan terakhir : ........................................... NIP : ............................. ..Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja...... ...................

.. (nama) : …................ 4.... : ...... : ............................... (nama) : .......... (tanda tangan) 4...... 2.... (tanda tangan) 5......... 6.. (nama) : …..................... : .... 5......... (nama) : ….. : ............. (………………………) NIP..... Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok............................................ 1.................. : ....................... (nama) :.................................: …………… …………...................... No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi NIP JABATAN FUNGSIONAL : ... Pelaksana : 1............................ (nama) : …............................... (tanda tangan) 2...................... : ..... 3.... Judul : ................ LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN Butir (Kode) Kegiatan / AK : ............ ……………….Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan...........(tanda tangan) 57 .....(tanda tangan) 6......... Penulis/Pelaksana NAMA NO................................................... (tanda tangan) 3....

..... 58 ..... ..Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan SURAT PENUGASAN Nomor : ................. Unit Kerja : ... 2......... …………………………………………....... Jabatan : .......... .......... Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok... .. Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs.......... ..... NAMA NIP JABATAN Nama Pejabat NIP.... …………………………………………........... . ………………………………………….................... ........... . 3........... Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1.... .. 4.......... .. ....... ………………………………………….... ....) NIP : ..........

..................... ... Unit Kerja : ............................ .......... . ................ .. ........dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan................ tahun sejak tahun .. .................Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan SURAT KETERANGAN Nomor :........ .. Kepala Unit Kerja Nama Pejabat NIP.. ....................... Unit Kerja : ................. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya......... 59 . menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : . ........................ .. Jabatan : ...................... Jabatan : ...... .............................................. ... sampai . ............ ............... NIP : ...... Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : .................................... ............................ telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama ................ .. ... ........................ NIP : ...........

... Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth.... DP3 untuk 1 tahun terakhir..... 7..*) 2....... Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa...Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di .. 3.... Data Usul Penetapan Angka Kredit... Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : .. Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa.. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.. 4..... Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.......................... Ijazah SLTA/Diploma I/II/III ... Sebagai bahan pertimbangan. terlampir saya sampaikan: 1........... ……………............... 6...... Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan... ……………… Pemohon.... 60 ... Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS. 5.: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu...

. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih..... (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di . ………………….. 8...... Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ………………………………………………………. Nama Pejabat: ................ Pangkat/gol ruang : ………………………………………………………. 5..... NIP .. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3...... 4. mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat...... Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan.... Unit Kerja : ………………………………………………………..... …...... Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs..... Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2. Jabatan : ………………………………………………………... 61 ... bersama ini dilampirkan: 1.Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Kepada Yth. DP3 untuk 1 tahun terakhir........... 7.... 6.... Surat Keputusan Kepangkatan terakhir... untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa... Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional.gol ruang/TMT : ………………………………………………………. Kepala Unit Kerja..... Unit Kerja : ………………………………………………………... Jabatan : ………………………………………………………... Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS... Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.... Sebagai bahan pertimbangan...

..... (Contoh: Ijazah............................................Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ....................... : ........... Kepala unit kerja/Atasan langsung......... 5...... Unit Kerja : .................. STTPP).. : .................. 6........................... ……………. : ... Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep........................ Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3..... telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK NO TANGGAL 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini........PAN/2/2003...... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan. Pangkat/golongan ruang : ....................... laporan................ Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan 62 ........ Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan..... Men-PAN Nomor 23/KEP/M.... 2.................. menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .. 4........... Jabatan : .. …………………....... Cara pengisian tabel : 1...................... (………..………………………) NIP : ……………………............................. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama......................

.....) NIP . 4............. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan...................................PAN/2/2003 (contoh : naskah. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ... .. 2...... : ... : ............................ ……………………………….. Pangkat/golongan ruang : ..... telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya........... makalah........................ 5. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama.... 6....................... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ..................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (...................................... 63 ...................... Cara pengisian tabel: 1................. 3...... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan............ Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan...... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan.... Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M................................ : ...........Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.......................... Unit Kerja : ...... Jabatan : . buku)........................................................ ......

......... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .......................................... ................... Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.. ...... .. (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung) (....... 5........... telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut: URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN NO TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK 1 2 3 4 5 6 7 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............ Pangkat/golongan ruang : .PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa........... : .......... ...... ............. ... 4............................. ........................ . 6...................................................... Jabatan : . Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M.......... ............................................... ... : ........................ Cara pengisian tabel: 1..... Unit Kerja : .. : .. .. 2..................................Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ....... .................... Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3.........) NIP ……………………………...... ......... Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan... gelar........ 64 ................ Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama........... Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan... sertifikat)..

.... .Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK) PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor: INSTANSI : .. Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. . ..... Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol. .. . Coret yang tidak perlu 65 .. .. . ... .. BPPT c. Pusbindiklat *). . . . . ..... . .. . .. . atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di .. .. Pendidikan : (1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b.. .... NIP... . Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT: ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up... Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota. . Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN. .. . Yang bersangkutan 2... ..... .. . . . . . Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c.. ... atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4. ... Jumlah Unsur Penunjang (A+B). . KETERANGAN PERORANGAN I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP. . . / / / Masa Penilaian Tanggal : ... .. . . Ditetapkan di : Pada tanggal : .. tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA LAMA BARU JUMLAH a. ... ..ruang/TMT Tempat. ... ........ ... ..... Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3.. Pengembangan Profesi A. . . . .. . . .. .q. . . Tembusan : 1. .. ... .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful