Anda di halaman 1dari 78

SISTEM INFORMASI PENYEWAAN VIDEO

OLEH KELOMPOK : Muhammad Rezqy (E1E1 09 024) Virda Risky (E1E1 09 008)

Jurusan Teknik Informatika Universitas Haluoleo Kendari 2011

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan penelitian ini. Guna memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan program studi Analisis Perancangan Sistem Informasi. Kami menyadari bahwa penulisan penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan ,olehnya itu segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Selama menyelesaikan penelitian ini kami menemui beberapa kendala, namun berkat bimbingan dan bantuan serta kerja sama dari berbagai pihak, maka hal tersebut dapat teratasi. Semoga penulisan penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.. !

Kendari, Juni 2011 Penyusun.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di jaman sekarang ini usaha penyewaan seakan menjamur di seluruh pelosok Indonesia. Usaha ini bukan sekedar usaha kecil-kecilan atau usaha sampingan tetapi sudah merupakan usaha besar yang mana satu perusahaan mempunyai banyak cabang di seluruh Indonesia. Dengan pelayanan dan ditunjang dengan sistem informasi yang baik suatu usaha penyewaan dapat berjalan dengan lancar dan terorganisir dengan baik. Sekarang ini banyak sekali usaha penyewaan rental-rental Video, Compact Disk, Laser Disk di daerah kota kendari. Yang mana dalam penanganan manajemen sistem informasi produk dan pegawainya masih banyak yang secara manual, ada juga beberapa yang sudah menggunakan metode komputerisasi yakni pada Rental Compact Disk di beberapa tempat misalnya : di Odiva serta beberapa tempat di sekitarnya. Ada Juga Rental Video yang telah menggunakannya tapi hanya sedikit dan masih belum bisa dirasakan oleh pelanggannya.

Rental Video ini merupakan tempat penyewaan kaset video yang mana informasi dan persediaannya harus lengkap, yang sewaktu-waktu bisa memenuhi kebutuhan

pelanggannya. Biasanya yang diperlukan pelanggan adalah Informasi film yang terbaru atau film yang baru release dan yang masih beberapa hari diputar di gedung bioskop kelas A, dan juga tidak ada diperedaran (gedung bioskop manapun). Dalam istilah yang ada dikalangan bisnis, dimana pembeli itu adalah raja, demikian juga dengan para pelanggan harus diistimewakan sehingga tetap berminat pada Rental yang memberikan servis yang baik tersebut. Biasanya pelanggan ingin minta cepat dan tidak bertele-tele, sehingga tidak banyak menyita waktu dan para pegawai selalu memberikan informasi yang diperlukan pelanggan satu-persatu, misalnya : Judul kaset terbaru, letak kaset, persediaan target yang

dibutuhkan dll .Mengacu dari masalah diatas maka perlu dibuatkan suatu program sistem komputerisasi pengolahan data, sistem informasi pelanggan dan sistem informasi kepegawaiannya yang dapat mempermudah, mempercepat, menyimpan serta menyajikan data laporan dengan cepat sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pelanggan atau user.

1.2 Identifikasi Masalah

Sekarang ini Tempat-tempat rental video atau rental compact disk di Kendari sudah cukup banyak dan mempunyai pelanggan yang juga semakin banyak dan bertambah setiap harinya. Menanggapi banyaknya pelanggan yang terus bertambah ,maka perlu di butuhkan sistem komputerisasi yang memadai untuk dapat mengontrol informasi yang ada pada pelanggan, produk dan pegawai dalam suatu usaha. Perancangan Sistem informasi yang baik sangat di perlukan dalam sebuah pengorganisasian data dan pengolahan data serta sistem perangkat lunak yang digunakan. Merancang sistem komputerisasi adalah tugas pokok dari seorang Systems Analyst. Hasil rancangan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pembuatan program aplikasi oleh programmer. Sistem komputerisasi yang telah dibuat selanjutnya akan

diimplementasikan oleh user. Pada kenyataannya, banyak sekali pertimbangan yang harus dilakukan seseorang dalam membuat sistem komputerisasi, misalkan spesifikasi hardware dan software (teknologi). Karenanya, perancangan sistem komputerisasi akan melibatkan banyak orang di dalamnya. Jadi, apakah usaha rental video atau rental compact disk di Kendari sudah menggunakan sistem komputerisasi yang dapat mengolah data atau informasi dan menyangkut sistem perangkat lunak yang digunakan. Semua itu akan di bahas dalam penelitian yang akan dilakukan secara observasi .

1.3 Rumusan Masalah

Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Sistem komputerisasi yang digunakan dalam usaha rental video atau rental compact disk b. Sistem informasi yang digunakan c. Prosedur penyewaan d. Perangkat lunak yang digunakan

1.4 Batasan Masalah

Batasan yang akan dibahas dalam penelitian ini hanya sebatas lingkup : a. Sistem informasi dengan sistem pengorgansasian data b. Sistem informasi dengan sistem pengolahan data c. Sistem informasi dengan sistem perangkat lunak yang digunakan

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui sistem komputerisasi yang digunakan dalam usaha rental video b. Untuk mengetahui sistem informasi yang digunakan c. Untuk mengetahui prosedur penyewaan video d. Untuk mengetahui perangkat lunak yang digunakan

1.6 Manfaat

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Dapat mengetahui system komputerisasi yang digunakan dalam usaha rental video b. Dapat mengetahui system informasi yang di gunakan c. Dapat mengetahui prosedur penyewaan video d. Dapat mengetahui perangkat lunak yang digunakan

1.7 Sistematika Penelitian

Odiva merupakan rental video yang tempatnya tersebar di seluruh wilayah kendari. Sebagai sistematika penelitian yang kami lakukan, kami mendatanginya untuk melakukan observasi. Dengan mewawancarai penjaga rental dengan pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Hasil dari wawancara dan observasi tersebut akan menjadi informasi penting bagi kami untuk lebih memahami dan sekaligus mengembangkan sistem informasi yang telah digunakan sebelumnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA / LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Sistem

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Karakteristik Sistem : Memiliki komponen ; Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.

Batas sistem (boundary) ; Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu system dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

Lingkungan luar sistem (environment) ; Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Penghubung sistem (interface) ; Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.

Masukan sistem (input) ; Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam system komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

Keluaran sistem (Output) ; Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem. Pengolah sistem (Process) ; Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan. Sasaran sistem ; Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Klasifikasi Sistem : Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)

Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)

Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.

Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut humanmachine system (contoh ; sistem informasi)

Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)

Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).

Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ; Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape). Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program aplikasi). Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem). Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu). Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).

Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori : On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll. Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan. Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, system pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya

merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.

Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.

Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam : Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat) Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).

Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari system yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.

Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.

Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok : 1. Pemakai ; Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.

2. Manajemen ; Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang, misalnya ; sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x. 3. Pemeriksa ; Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana system tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuranukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis. 4. Penganalisa sistem ; Fungsi-fungsinya antara lain sebagai : Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama. Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain. Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama. Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.

5. Pendesain sistem ; Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer. 6. Programmer ; Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain. 7. Personel pengoperasian ; Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.

Hal mendasar dalam pengembangan sistem Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :

Produktifitas, saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai 70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.

Realibilitas, waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total pengembangan sistem. Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara

untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.

Maintabilitas, perawatan mencakup ; modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian sistem), modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.

2.2 Pengertian Informasi

Informasi merupakan data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses output. Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.

Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner. Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit, byte, word dll. Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.

Umur informasi: kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi

penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu). Kualitas Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.

Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.

Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatuinformasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

2.3 Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

Komponen dan Elemen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. Komponen input Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar. 2. Komponen model Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Komponen output Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. 4. Komponen teknologi Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. 5. Komponen hardware Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. 7. Komponen basis data Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System). 8. Komponen kontrol Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangankecurangan, kegagalankegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahankesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4 Pengertian Sistem Informasi Rental DVD/Video

Saat ini banyak dijumpai tempat tempat yang menyediakan jasa untuk penyewaan cd atau dvd. Tempat tempat tersebut cukup banyak diminati oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar hanya untuk sekedar menonton film favorit atau hanya sekedar menginstall game ke dalam komputer mereka. Selain itu tempat penyewaan cd juga masih banyak yang menggunakan metode manual untuk pencarian cd, peminjaman, dan pengembalian. Bila seorang anggota

datang ke tempat penyewaan cd, maka ia harus mencari nama cd yang ingin satu per satu dari katalog yang ada lalu menanyakannya kepada sang operator dan operator akan memeriksanya secara manual dari koleksi cd-nya. Sistem seperti ini akan memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Rental Video ini merupakan tempat penyewaan kaset video yang mana informasi dan persediaannya harus lengkap, yang sewaktu-waktu bisa memenuhi kebutuhan pelanggannya. Biasanya yang diperlukan pelanggan adalah Informasi film yang terbaru atau film yang baru release dan yang masih beberapa hari diputar di gedung bioskop kelas A, dan juga tidak ada diperedaran (gedung bioskop manapun). Dalam istilah yang ada dikalangan bisnis, dimana pembeli itu adalah raja, demikian juga dengan para pelanggan harus diistimewakan sehingga tetap berminat pada Rental yang memberikan servis yang baik tersebut. Biasanya pelanggan ingin minta cepat dan tidak bertele-tele, sehingga tidak banyak menyita waktu dan para pegawai selalu memberikan informasi yang diperlukan pelanggan satu-persatu, misalnya : Judul kaset terbaru, letak kaset, persediaan target yang dibutuhkan dll .Mengacu dari masalah diatas maka perlu dibuatkan suatu program sistem komputerisasi pengolahan data, sistem informasi pelanggan dan sistem informasi kepegawaiannya yang dapat mempermudah, mempercepat, menyimpan serta menyajikan data laporan dengan cepat sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pelanggan atau user. 2.5 DFD DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yg mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

KOMPONEN DFD 1. Menurut Yourdan dan DeMarco

Terminator

Proses

Data Store

Alur Data

2. Menurut Gene dan Serson

Terminator

Proses

Data Store

Alur Data

Berikut merupakan tabel lengkap simbol DFD :

Tabel 2.1 Simbol DFD

TERMINATOR / ENTITAS LUAR Adalah Entitas diluar sistem yang berkomunikasi / berhubungan langsung dengan sistem. Terdapat 2 jenis Terminator : 1. Terminator Sumber merupakan Terminator yang menjadi sumber 2. Terminator Tujuan merupakan Terminator yang menjadi tujuan data / informasi sistem.

Terminator Sumber

Terminator Tujuan

T. Tujuan & Sumber

Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, perusahaan/departemen yang berada diluar sistem yang akan dibuat, diberi nama yang

berhubungan dengan sistem tersebut dan biasanya menggunakan kata benda. Contoh : Dosen, Mahasiswa.

Hal yang perlu diperhatikan tentang terminator : 1. Alur data yang menghubungkan terminator dgn sistem, menunjukkan hubungan system dengan dunia luar. 2. Profesional sistem tidak dapat mengubah isi/cara kerja, prosedur yang berkaitan dengan Terminator. 3. Hubungan yang ada antar terminator tidak digambarkan dalam DFD.

KOMPONEN PROSES Komponen proses menggambarkan transformasi input menjadi output. Penamaan proses disesuaikan dgn proses/kegiatan yang sedang dilakukan. Ada 4 kemungkinan yang dapat

terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output :

1 input & 1 output

1 input & banyak output

Banyak input & 1 output

Banyak input & banyak output

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses : 1. Proses harus memiliki input dan output. 2. proses dapat dihubungkan dgn komponen terminator, data store atau proses melalui alur data. 3. Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.

KOMPONEN DATA STORE Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dgn kata benda bersifat jamak. Data store dapat berupa file/database yang tersimpan dalam disket, harddisk atau bersifat manual seperti buku alamat, file folder.

Yang perlu diperhatikan tentang data store : 1. Alur data dari proses menuju data store, hal ini berarti data store berfungsi sebagai tujuan/tempat penyimpanan fari suatu proses (proses write). 2. Alur data dari data store ke proses, hal ini berarti data store berfungsi sebagai sumber/ proses memerlukan data (proses read). 3. Alur data dari proses menuju data store dan sebaliknya berarti berfungsi sebagai sumber dan tujuan.

KOMPONEN ALUR DATA Alur data digunakan untuk menerangkan perpindahan data / paket Data dari satu bagian ke bagian lainnya. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir / informasi. Ada 4 konsep tentang alur data :

1. Packets of data Apabila ada 2 data / lebih yg mengalir dari 1 sumber yg sama menuju pada tujuan yg sama & mempunyai hubungan digambarkan dgn 1 alur data.

2. Diverging data flow Apabila ada sejumlah paket data yg berasal dari sumber yg sama menuju pada tujuan yg berbeda atau paket data yg kompleks dibagi menjadi beberapa elemen data yg dikirim ke tujuan yg berbeda.

3. Converging data flow Apabila ada bbrp alur data yg berbeda sumber menuju ke tujuan yg sama.

4. Sumber dan Tujuan Arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari maupun yg menuju proses.

2.6 ERD

ERD adalah pemodelan data utama yang membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas.

Entitas/Entity adalah suatu tempat atau objek untuk menyimpan data. Contoh: Entitas buku untuk menyimpan atribut mengenai buku (judul buku, kode buku, pengarang, dsb). Entity digambarkan dengan Persegi dalam ERD.

Relasi/Relationship adalah hubungan yang terjadi antara entitas atau lebih. Contoh: Entitas buku dan Entitas Pengarang memiliki hubungan "ditulis", yang artinya, pengarang menulis buku, dan buku ditulis pengarang. Selain itu, terdapat relasi "one to one", "one to many", dan "many to many" dalam entity. Relasi ini digambarkan dengan garis dalam ERD.

Atribut/Attribute adalah ciri umum semua entitas atau semua yang ada dalam entitas. Contoh: Entitas pengarang memiliki atribut nama, alamat, no telpon, dsb. Atribut digambarkan dengan lingkaran memanjang dalam ERD tapi jarang sekali dalam ERD atribut ikut digambarkan. Atribut juga sering disebut dengan field atau kolom dalam suatu ERD.

Metode pembuatan ERD Dalam membuat ERD, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai, selain itu kita juga dituntut untuk lebih teliti dalam menentuka entity, relasi, atribut, menghindarkan terjadinya relasi "many to many" dan lain sebagainya. Untuk itu lihat beberapa langkah berikut agar kita bisa membuat ERD dengan baik:

Menentukan Entity
o

Disini kita dituntut untuk menentukan dengan cermat sebuah entity yang ada dalam suatu proyek atau masalah. Entity berguna untuk menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata dan konsep penggunaan untuk database

Menentukan Relasi
o

Setelah kita berhasil membuat Entity, langkah selanjutnya adalah menentukan relasi antar entity. Relasi apa yang terdapat antara Entity A dan B, apakah entity A dan B memiliki relasi "one to one", "one to many", atau "many to many".

Gambar ERD sementara


o

Jika sudah mengetahui Entity beserta Relasinya, sekarang kita buat dulu gambar ERD sementara. Entity digambarkan dengan persegi, relasi digambarkan dengan garis.

Isi kardinalitas
o

Kardinalitas menentukan jumlah kejadian satu entitas untuk sebuah kejadian pada entitas yang berhubungan. Contohnya antara Entitas Buku, Distributor dan Pengarang, kardinalitas yang ada berupa:

Satu pengarang dapat menulis banyak buku Satu buku ditulis satu pengarang Banyak buku di distribusikan oleh satu distributor.

Dari sini kita bisa mengetahui harus memberi relasi apa. One to one kah?, dsb.

Tentukan Primary Key (Kunci Utama)


o

Menentukan Primary Key pada masing-masing entity. Primary Key adalah atribut pada entity yang bersifat unik. Jadi setiap entity hanya memiliki satu Primary Key saja. Contoh: Entity Buku memiliki Primary Key bernama kode buku. Kode Buku ini bersifat unik, karena masing-masing buku memiliki kode yang berbeda-beda.

Tentukan pula Foreign Key (Kunci Tamu) pada masing-masing Entity. Foreign Key adalah Primary Key yang ada dalam Entity yang lain. Contoh pada Entity Pengarang misalnya terdapat atribut kode buku, yang mana, kode buku merupakan Primary Key dari Entity buku.

Gambar ERD berdasarkan Primary Key


o

Menghilangkan relasi "many to many" dan memasukkan Primary dan Foreign Key pada masing-masing entitas. Relasi many to many antar entity perlu dihilangkan dengan cara menambah atribut baru antara 2 entity yang memiliki relasi many to many.

Menentukan Atribut
o

Jika sudah melakukan step diatas, sekarang saatnya menentukan atribut pada masing-masing Entitas. Telitilah dalam menentukan atribut.

Pemetaan Atribut
o

Apabila atribut telah ditentukan, sekarang pasang atribut dengan entitas yang sesuai.

Gambar ERD dengan Atribut


o

Mengatur ERD seperti langkah 6 dengan menambahkan atribut dan relasi yang ditemukan.

Periksa Hasil
o

Periksa lagi ERD. Apakah ERD sudah menggambarkan system yang akan dibangun? Jika belum, check kembali dari awal. Berikut merupakan tabel simbol ERD :

Tabel 2.2 Simbol ERD

2.7 Flowmap Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah - langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Biasanya flowmap mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

Aturan Membuat Flowmap Untuk membuat sebuah analisis menggunakan flowmap seorang analis dan programer memerlukan beberapa tahapan, diantarnya: 1. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. 2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya. 3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas. 4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan MENGHITUNG PAJAK PENJUALAN. 5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar. 6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hatihati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem. 7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

Jenis - Jenis Flowchart Flowchart memiliki lima jenis, dinataranya: 1. Flowchart Sistem (System Flowchart) 2. Flowchart Paperwork / Flowchart Dokumen (Document Flowchart) 3. Flowchart Skematik (Schematic Flowchart) 4. Flowchart Program (Program Flowchart) 5. Flowchart Proses (Process Flowchart).

Simbol Flowmap Fungsinya: mendefinisikan hubungan antara bagian (pelaku proses), proses (manual/berbasis komputer) dan aliran data (dalam bentuk dokumen keluaran dan masukan) Simbol-simbol System Procedure Diagram

Berikut merupakan tabel simbol Flowmap :

Tabel 2.3 simbol flowmap

2.8 PHP PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML.PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS. Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing. Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain: 1. 'Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.' 2. 'Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.' 3. 'Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.' 4. 'Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.' 5. 'PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.'

2.9 My SQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masingmasing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB,

dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius. MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasinya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun demikian pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhan sistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modus non-transaksional. MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain : 1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.

2. Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis. 3. Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik. 4. 'Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu. 5. Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain. 6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query). 7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi. 8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya. 9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT). 10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya. 11. Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface). 12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.

13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle. Terdapat beberapa API (Application Programming Interface) tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman untuk dapat mengakses basis data MySQL antara lain: bahasa pemrograman C, C++, C#, bahasa pemrograman Eiffel, bahasa pemrograman Smalltalk, bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman Lisp, Perl, PHP, bahasa pemrograman Python, Ruby, REALbasic dan Tcl. Sebuah antarmuka ODBC memanggil MyODBC yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung ODBC untuk berkomunikasi dengan basis data MySQL. Kebanyakan kode sumber MySQL dalam ANSI C. MySQL sangat populer dalam aplikasi web seperti MediaWiki (perangkat lunak yang dipakai Wikipedia dan proyek-proyek sejenis) dan PHP-Nuke dan berfungsi sebagai komponen basis data dalam LAMP. Popularitas sebagai aplikasi web dikarenakan kedekatannya dengan popularitas PHP, sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin). Juga dapat diunduh dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQL. Pada tanggal 16 Januari 2008 Sun Microsystems, Inc mengumumkan aksi korporasi - akuisisi terhadap MySQL AB sehingga menjadikan Sun sebagai salah satu perusahaan dengan produk platform open source terbesar seperti Java, OpenSolaris dan akhirnya MySQL.Berselang setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 2009 giliran Oracle melakukan akusisi terhadap Sun Microsystems. Sejak saat itu berkembang isu Oracle - yang memiliki produk

database yang berkompetisi dengan MySQL - akan mematikan MySQL. Namun sampai sejauh ini hal tersebut belum terbukti. MySQL termasuk salah satu database utama yang digunakan di Indonesia terutama di kalangan developer PHP. Ini disebabkan native integration antara PHP dan MySQL serta banyaknya hosting yang menyertakan kedua produk tersebut karena bebas lisensi dan sudah terbukti tangguh dan efisien.Website komunitas MySQL Indonesia yang terpisah dari komunitas PHP dapat Anda kunjungi di http://groups.google.com/group/mysql-indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kendari, meliputi rental penyewaan kaset ODIVA yang terletak di JL. M. T Haryono pada tanggal 25 Februari 2011. 3.2 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: a) Wawancara (interview) Maksud dari wawancara ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengumpulan data yang relevan dengan permasalahan yang ada, mengenai penggunaan system informasi dalam penyewaan video. Interview dilakukan kepada Kasir dan penyewa video pada took tersebut. Dengan maksud agar diperoleh keterangan sejauh mana penggunaan system tersebut.

b) Pengamatan (observation) Kegiatan lapangan dimaksudkan untuk menganalisa data yang didapatkan melalui wawancara,dengan melihat secara langsung melalui penentuan lokasi pengambilan plot secara terencana yang berdasarkan pada tempat dimana wawancara telah dilakukan.

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

4.1 Profil ODIVA merupakan jaringan retail penyewaan video dengan konsep modern. Melalui jaringan toko ODIVA berupaya untuk memenuhi kebutuhan hiburan keluarga .odiva menyediakan produk-produk hiburan original sehingga dapat menikmati tayangan film dengan kualitas gambar dan suara yang prima.odiva selalu berupaya menyajikan pilihan judul yang lengkap di setiap toko , sehingga akan dapat menemukan setiap judul film yang di cari. odiva hadir dengan interior dan eksterior yang di tata menarik sehingga member merasa nyaman ketika berada di toko tersebut.Temui keramahan dan pelayanan menyenangkan dari pramuniaga odiva, mereka hadir untuk memberikan pelayanan yang memuaskan bagi anggota member. Untuk kenyamanan anggota, ODIVA juga meneraapkan sistem sewa yang mudah dan fleksibel. menjamin uang yang di keluarkan sebanding dengan kepuasan yang akan di dapatkan.Dalam waktu dekat odiva juga akan menerapkan Customer Loyallty Program yang akan memberikan keuntungan atau manfaat bagi setiap pelanggan setia berupa potongan harga atau hadiah-hadiah menarik.odiva juga menawarkan peluang usaha kepada member yang berjiwa entrepreneur untuk menjadi pemegang hak Waralaba ODIVA. ODIVA adalah jaringan retail penyewaan video dengan konsep modern yang menyajikan : produk-produk VCD dan DVD original, pilihan judul film yang lengkap, suasana toko yang nyaman dengan interior dan eksterior menarik.Keberhasilan ODIVA juga didukung dengan penerapan teknologi berupa SMART CD yang juga berlaku sebagai

kartu member. Melalui SMART CD memungkinkan ODIVA menyimpan data base setiap customer. Data base customer ini sangat berguna untuk mengetahui sehingga dapat dipelajari tingkah laku customer. Data base ini akan sangat berguna bagi pelayanan customer dimasa yang akan datang. Visi odiva menjadi market leader di Indonesia dalam bisnis penyewaan video melalui jaringan waralaba.Setiap outlet ODIVA dilengkapi dengan ORC- System yang terhubung dengan kantor pusat Tarra Waralabas. ORC-system adalah software komputer yang dirancang khusus untuk memudahkan anda mengoperasikan dan mengelola toko seharihari. Sistem ini menyediakan menu-menu untuk melakukan transaksi, pengelolaan inventori (return, ordering & receiving system), serta laporan-laporan inventori dan penjualan (inventori and sales histori).

Untuk menunjang proses pemesanan (ordering), penerimaan (receiving) dan pemajangan barang (display) serta aspek operasonal lainnya, ODIVA akan segera menerapkan online ordering merchandising system yang akan memungkinkan anda melihat katalog produk/judul yang tersedia di Pusat Distribusi melalui layar monitor dan mengordernya secara online. Dengan sistem ini anda juga dapat melihat informasiinformasi dan produk/judul terbaru (new release).

Ketersediaan produk berkualitas secara berkesinambungan merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha. Dengan dukungan : - Merchandiser professional. - Pusat Distribusi yang terorganisir baik ,serta. - Penerapan teknologi informasi.

Akan memberikan jaminan pengadaan produk-produk hiburan berkualitas dengan pilihan produk/judul yang lengkap bagi semua outlet ODIVA.

4.2 Sistem Lama/Sistem Yang Sedang Berlangsung

Odiva yang di kenal selama ini di Kendari adalah tempat atau outlet penyewaan DVD/Video. Dengan menjadi member para pelanggan dapat meminjam/menyewa DVD yang disukai dengan berbagai judul film. Proses-proses yang dilakukan saat ini masih manual hal tersebut menyebabkan lambatnya dalam pencarian data, layanan sirkulasi maupun pembuatan laporan. Untuk memenuhi pelayanan yang baik dan efisien terhadap para anggotanya, Outlet memerlukan suatu sistem informasi yang dapat membantu para anggota dalam mencari informasi/referensi tentang data-data DVD yang diperlukan.

4.3 Flowmap Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Biasanya flowmap mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

Fungsi Flowmap : Mendefinisikan hubungan antara bagian (pelaku proses), proses (manual/berbasis komputer) dan aliran data (dalam bentuk dokumen keluaran dan masukan)

Aturan membuat Flowmap untuk membuat sebuah analisis menggunakan flowmap seorang analis dan programer memerlukan beberapa tahapan, diantarnya: 1. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. 2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas. 4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan MENGHITUNG PAJAK PENJUALAN. 5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar. 6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem. 7. Gunakan simbol simbol flowchart yang standar

4.4 Perancangan Sistem Baru Dalam merancang suatu sistem perlu terlebih dahulu dibuat konsep rancangannya sehingga mempermudah dalam pelaksanaannya. Adapun konsep rancangannya sehingga mempermudah dalam pelaksanaannya. Adapun konsep

rancangan tersebut meliputi pembuatan Flowmap, Data Flow Diagram ( DFD ), Entity Relationship Diagram ( ERD ), serta Rancangan User Interface.

4.4.1 Flowmap Flowmap sistem informasi Penyewaan Video Odiva sebagai berikut :

Admin

Sistem

Kasir

Pelanggan

MULAI

Data dvd/vcd

Mencari data dvd/vcd

Melihat data dvd/vcd Mengelola data dvd/vcd Data transaksi Meminjam dvd/vcd

Transaksi peminjaman Melihat data dvd/vcd Mengembali kan dvd/vcd Transaksi pengembalian Melihat transaksi

selesai

Gambar 4.1 Flowmap sistem penyewaan video

4.4.2 Perancangan Proses 4.4.2.1 DFD Context Diagram Sebagai langkah awal dalam perancangan Sistem Informasi Ini adalah dengan menyusun Context Diagram yang menunjang untuk perancangan proses selanjutnya. Adapun Context Diagramnya adalah sebagai berikut.

Login dengan username dan password Administrator Data pilihan,pesan error, pesan sukses Sistem Informasi Penjualan Video

Login dengan username dan password User Data pilihan,pesan error, pesan sukses

Repkapitulasi keuangan

Pemilik

Gambar 4.2 Context diagram sistem penyewaan video

DFD Level 0 :
PENYEWA KARTU ANGGOTA IDENTITAS

Penyewa
[ FILM | INFORMASI PENOLAKAN]

1.0 Pembuatan Kartu Anggota


FILM

APLIKASI PEMINJAMAN INFORMASI FILM

2.0 Pencatatan Film yang Disewa 3.0* Pencarian Film yang Ditanyakan

4.0* Repkapitulasi Harian Keuangan

PERTANYAAN

LAPORAN KEUANGAN

Pemilik

Gambar 4.3 DFD Level 0

DFD Level 1 :
PENYEWA APLIKASI PEMINJAMAN

2.1* Pengecekan Keanggotaan


TRANSAKSI TERDAFTAR

2.2* Pengecekan Penyewaan Sebelumnya


BELUM TERDAFTAR INFORMASI PENOLAKAN MASIH ADA PINJAMAN/ TUNGGAKAN SUDAH BEBAS DARI PINJAMAN

2.3* Penyiapan Bukti Penolakan

2.4* Pencatatan Pembayaran Uang Sewa


PEMBAYARAN OK FILM

FILM

2.5* Pencatatan Stock Film

Gambar 4.4 DFD Level 1

4.4.3 Perancangan Database 4.4.3.1 ERD

tgl.pinjam email Kode customer alamat no.telepon kode film kode film jenis film

nama

Customer

Pinjam

Film

judul film

kota Kode customer jumlah film jumlah bayar

harga film

Kembalikan ke

Pegawai

alamat

nama

Gambar 4.5 ERD sistem penyewaan video

Berdasarkan ERD terbentuk 4 tabel yaitu : Tabel Customer : Nama tabel Primary key Jumlah field : Customer : Kode_Customer :6

NO 1 2 3 4 5 6

Nama Field

Tipe

lebar Keterangan

Kode_Customer Int (10) Nama Alamat Kota Telpon Email Varchar (40) Char (40) Varchar (20) Varchar (20) Varchar (50)

Table 4.1 tabel customer sistem informasi penyewaan video

Tabel Film : Nama tabel Primary key Jumlah field : Film : Kode_Film :5

NO 1 2 3 4 5

Nama Field Kode_Film Movie Jenis Merk_Id Harga

Tipe Varchar (10) Varchar (30) Medium Text Int (10) Int (11)

lebar Keterangan

Table 4.2 tabel film sistem informasi penyewaan video

Tabel Jenis Film : Nama tabel Primary key Jumlah field : Jenis Film ::2

NO 1 2

Nama Field Merk_Id Nama_Merk

Tipe Int (10) Varchar (30)

lebar Keterangan

Table 4.3 tabel jenis film sistem informasi penyewaan video

Tabel Transaksi : Nama tabel Primary key Jumlah field : Transaksi ::4

NO 1 2 3 4

Nama Field

Tipe

lebar Keterangan

Kode_Customer Int (11) Kode_Film Jumlah Tanggal Varchar (10) Int (11) Datetime

Table 4.4 tabel transaksi sistem informasi penyewaan video

4.4.4 Rancangan User Interface Rancangan Interface film yang disewa :

FILM JENIS HARGA JUMLAH TOTAL

: : : : : submit reset

Gambar 4.5 tampilan interface film

Rancangan Interface Customer/anggota :

NAMA ALAMAT KOTA NO.TELPON/HP EMAIL

: : : : : submit reset

Gambar 4.6 tampilan interface customer

BAB V IMPLEMENTASI

5.1 Cara Membuat Database dan Tabel MY SQL

Untuk membuat database MySQL, yaitu dengan menggunakan aplikasi MySQL berbasis web. Fungsi digunakannya phpMyAdmin adalah untuk mempermudah dalam pembuatan database MySQL. Aplikasi yang digunakan saat ini adalah dengan menginstal AppServ, maka phpMyAdmin sudah ada dalam paket AppServ tersebut. Untuk membuka phpMyAdmin, bisa dibuka melaui browser dengan alamat http://localhost/phpMyAdmin/. Selanjutnya akan dituliskan bagaimana menggunakan phpMyAdmin untuk operasi database MySQL, seperti membuat database, membuat tabel, dan juga mengisikan data ke dalam tabel. Berikut merupakan langkah-langkah dibawah: 1. Buka browser , kemudian ketikkan http://localhost/phpMyAdmin/, maka akan diminta untuk mengisikan User Name dan Password. Isi sesuai dengan instalasi

AppServ , biasanya User Name = root dan Password = root. Lalu klik tombol Ok.

Gambar 5.1 halaman awal phpMyAdmin

2. Masuk di halaman depan phpMyAdmin, untuk mengganti bahasa tampilan menjadi Bahasa Indonesia pilih Indonesian pada combo box Language. Maka tampilan akan berubah menjadi Bahasa Indonesia.

Gambar 5.2 mengganti bahasa phpMyAdmin

3. Membuat Database. Untuk mulai membuat database, isikan pada text box di bawah Ciptakan database baru dengan nama database yang akan dibuat, misalnya beverag. Kemudian klik tombol Ciptakan.

Gambar 5.3 membuat database baru di phpMyAdmin

4. Membuat Tabel. Setelah berhasil membuat database latihan, selanjutnya buat tabel baru pada text box di bawah Ciptakan tabel baru pada database latihan, misalnya tabel customer dengan jumlah field sebanyak enam (6), isikan angka 6 pada text box Number of fields. Lalu klik tombol Go.

Gambar 5.4 membuat tabel baru di phpMyAdmin 5. Kemudian isikan nama Field, Jenis, dan Ukuran Panjang seperti terlihat pada gambar dibawah. Jika sudah klik tombol Simpan.

Gambar 5.5 mengisi field tabel di phpMyAdmin

6. Apabila tidak terjadi error maka akan muncul perintah MySQL seperti gambar di bawah.

Gambar 5.6 daftar field yang telah dibuat 7. Mengisikan Data. Klik tab Sisipkan pada bagian atas untuk mulai mengisi data ke dalam tabel. selanjutnya akan diminta untuk memasukkan data, kemudian isikan data yang diinginkan pada text box dibawah Nilai. Dengan mengisikan satu data atau dua data sekaligus. Kemudian klik tombol Go.

Gambar 5.7 mengisi data dalam field

8. Melihat Isi Tabel. Klik tab Browse pada bagian atas untuk melihat isi dari tabel mahasiswa.

Gambar 5.8 melihat isi dalam tabel

a. Gambar di bawah merupakan daftar tabel database dengan nama beverage yang berjumlah lima tabel yang masing-masing mempunyai field.

Gambar 5.9 daftar tabel database b. Tabel content yang berisi data-data content yang ada di menu admin.

Gambar 5.10 tampilan field tabel content

c. Tabel Customer yang berisi nama,id,alamat, serta telpon yang menjadi informasi dari data pelanggan.

Gambar 5.11 tampilan field tabel customer

d. Tabel film merupakan data film yang berisi informasi mengenai nama, jenis, id serta harga film.

Gambar 5.12 tampilan field tabel film

e. Tabel jenis film yang berisi merk id dan nama merk dari kategori film yang tersedia dalam menu kategori film.

Gambar 5.13 tampilan field tabel jenis film

f. Tabel Transaksi yang berisi kode customer,kode film, jumlah, dan tanggal pemesanan film.

Gambar 5.14 tampilan field tabel transaksi

5.2 Membuat Koneksi Database Sebelum membuat koneksi database, Harus diketahui beberapa hal yang berhubungan dengan database yaitu: 1. Server, 2. Username, 3. Password dan, 4. Nama database

Keempat hal itu mutlak harus diketahui, karena tanpa keempat hal tersebut aplikasi yang telah dibuat dengan php tidak akan pernah bisa terkoneksi ke database. Selain itu, juga harus diketahui fungsi dasar bawaan php yang

digunakan untuk koneksi ke database. Antara lain mysql_connect() dan mysql_select_db(). mysql_connect() digunakan untuk mengkoneksikan aplikasi php ke database, sedangkan mysql_select_db() digunakan untuk memilih database yang akan digunakan. Berikut merupakan script dalam bentuk config.php untuk menghubungkan koneksi ke database :

<?php function koneksi_db() { $host="localhost"; $user="root"; $password="bremen"; $db="beverage"; mysql_connect($host,$user,$password); $koneksi=mysql_select_db($db); return $koneksi; } ?>

Dari script diatas dapat di jelaskan bahwa pertama dengan membuat deklarasi yang menyimpan nilai dari server, username dan password database.

Selanjutnya adalah membuat perintah php yang bertugas untuk mengkoneksikan dan memilih database yang akan digunakan. Caranya dengan memasukkan variabel $host, $username dan $password ke fungsi mysql_connect(). Sedangkan $nama_db di masukkan pada fungsi mysql_select_db(). Fungsi mysql_connect() dengan memasukkan ke dalam variabel juga, yaitu $koneksi Karena nantinya akan digunakan untuk melakukan pengecekan koneksinya berhasil atau tidak.

5.3 Interface Menggunakan Dreamweaver Tampilan interface yang dibuat menggunakan Macromedia Dreamweaver 8 dan juga dengan dibantu Photoshop Portable CS3 untuk mengedit dan membuat beberapa tampilan untuk menunjang pembuatan web php. Web php yang dibuat juga menggunakan script CSS untuk menampilkan tampilan berbeda selain menggunakan dreamweaver dan photoshop.

5.4 Print Screen Tampilan 5.4.1 Web

a. Tampilan awal web yang merupakan Home awal web yang dibuka.

Gambar 5.15 tampilan home web

b. Halaman product film yang akan di pesan.

Gambar 5.16 tampilan product web

c. Halaman About us, yang menjelaskan tentang keunggulan dan visi misi Odiva sebagai chain shop

Gambar 5.17 tampilan about us web

d. Halaman Contact us, merupakan halaman tempat yang dapat di kunjungi

di store-strore yang ada di suatu daerah.

Gambar 5.18 tampilan contact us web

e. Halaman untuk melihat kejelasan bertransaksi.

Gambar 5.19 tampilan transaksi web

5.4.2 Admin a. Halaman awal administrator, dengan memasukan nama user dan password

Gambar 5.20 tampilan halaman login admin

b. Halaman menu pada administrator, untuk melihat data-data customer dan film yang telah di pesan, dengan mengklik salah satu menu.

Gambar 5.21 tampilan menu administrator

c. Data transaksi customer, merupakan data pelanggan yang menyewa film.

Gambar 5.22 data transaksi customer

d. Data film yang terdapat pada product film yang akan di pesan.

Gambar 5.23 tampilan data film

e. Data content, merupakan data profil yang menjelaskan tentang odiva dan berbagai kemudahan yang diterapkan untuk pelanggan.

Gambar 5.24 tampilan data content

5.5 Cara Mengupload Untuk Web

Web hosting yang digunakan adalah byethost, pertama Langsung masuk saja ke Byethost.com selanjutnya dengan mengikuti langkah-langkah dibawah ini : 1. Klik Sign Up

Gambar 5.25 tampilan awal byethost

2. Masukan Data diri (jangan pake email dari yahoo) Gmail.com saja

Gambar 5.26 tampilan form isian register

3. Jika berhasil daftar akan muncul halaman berikut. Klik tombol

Gambar 5.27 tampilan sign up untuk free hosting

4. Masukan verifikasi kata di halaman ini trus klik Register

Gambar 5.28 tampilan register

5. Lihat Email kita, akan ada email dari Byethost.com

Gambar 5.29 tampilan email dari byethost

6. Klik Link Aktivasi dari email kiriman Byethost.com

Gambar 5.30 tampilan aktifasi akun

7. Masukan g Form kata2 di halaman ini

Gambar 5.31 tampilan register akun

8. Kalau berhasil, akan muncul halaman detail pendaftaran seperti di bawah ini, kemudian ingat dan catat username dan password yang di tandai kolom merah tersebut.

Gambar 5.32 tampilan username dan panel URL dari byethost

9. Kemudian dalam beberapa saat akan ada email lagi dari byethost.com, coba cek ke email kita dan klik.

Gambar 5.33 tampilan email dari byethost

10. Di email kiriman dari byethost tadi ada detail account kita, mulai dari username dan password yang sudah lengkap, kemudian Klik link yang di tandai kotak merah untuk masuk ke Panel dari hosting

Gambar 5.34 tampilan panel hosting dari akun byethost

5.6 Cara Menginstal Untuk Aplikasi

Untuk mengoperasikan web php yang telah dibuat, pertama dengan menginstal Appserv untuk membuat database dan mengkoneksikannya dengan web php yang telah dibuat dengan cara seperti yang telah dijelaskan diatas. Setelah web php dan database telah selesai ikuti lahgkah-langkah berikut : 1. Menyimpan file database dalam folder C:/Appserv/MySQL/data/. 2. Selanjutnya menyimpan file php dalam folder C:/Appserv/www/. 3. Membuka web browser dengan mengetikan di dalam alamat URL : localhost/nama folder php/nama script .php. Misalnya nama folder php yang dibuat werder1 dan nama scriptnya content.php, jadi dengan mengetikan di URL tersebut dengan : localhost/werder1/content.php, cara tersebut hanya untuk membuka web yang telah di buat. Sedangkan untuk membuka admin, dengan mengetikan URL : localhost/werder1/admin/content.php 4. Untuk membuka database yang telah dibuat dengan mengetikan URL : localhost, selanjutnya dengan mengikuti langkah yang sudah dijelaskan diatas Untuk melihat informasi dalam database. 5. Selanjutnya aplikasi web sudah dapat digunakan.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan Adapun hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut : 1. Dalam pengoperasian sehari-hari, pendataan kaset dan transaksi customer sudah dilakukan dengan menggunakan aplikasi penyewaan video yang telah banyak digunakan di berbagai outlet-outlet resmi penyewaan video. Sehingga tidak ditemukan kesulitan berarti dalam pengoperasiannya dan kecilnya tingkat kesalahan yang dilakukan oleh aplikasi tersebut. 2. Sistem informasi yang digunakan merupakan aplikasi offline dan dapat diakses dengan cepat oleh pegawai hal ini ditunjang dengan aplikasi yang cukup baik untuk mendata customer dan terjadinya transaksi penyewaan video. Sistem yang digunakan dengan menggunakan kartu member platinum dan gold. 3. Berikut merupakan proses penyewaan video di Odiva,yaitu : Membawa bungkus dari film yang ingin disewa Petugas akan mencari film yang diinginkan Petugas akan menanyakan nama MEMBER untuk di periksa Petugas kemudian akan memasukkan data dari VCD/DVD yang dipinjam dengan menggunakan barcode Petugas memeriksa pulsa yang dimiliki MEMBER, jika tidak ada atau mempunyai denda maka penyewa harus membayarnyanya terlebih dahulu Petugas kemudian memberikan kaset yang ingin disewa oleh penyewa dengen meberutahukan kapan waktu pengembalian kaset.

4. Dengan adanya sistem baru yang diusulkan, maka diharapkan dalam proses pengolahan data sistem informasi film dan customer tersebut lebih efektif dan efisien .

6.2 Saran Adapun saran yang dapat diambil dari pembahasan sistem informasi penyewaan video adalah sebagai berikut : 1. Tampilan sistem informasi ini belum maksimal. Waktu yang lebih dibutuhkan untuk mendesain tampilan sistem ini. Dibutuhkan berbagai pihak untuk dapat mengembangkan desain dari sistem informasi ini agar terlihat lebih menarik. 2. Aplikasi web yang dibuat belum bisa melakukan transaksi secara online oleh petugas administrator, maka diharapkan aplikasi ini dapat terus berkembang agar dapat digunakan secara efisien. 3. Masih ada beberapa fungsi dari sistem ini yang belum dapat berjalan secara sempurna. Dibutuhkan berbagai pihak untuk dapat mengembangkan fungsifungsi yang telah ada dan membuat hal-hal baru , agar dapat berfungsi secara maksimal dan dapat digunakan dengan baik . 4. Belum tersedianya layanan pendaftaran bagi anggota baru secara online. Sistem informasi ini di khususkan untuk mendata film, customer dan transaksi customer yang telah menjadi member.