Anda di halaman 1dari 6

MANFAAT HIRUDO MEDICINALIS (TERAPI LINTAH) DAN ZAT YANG DIKANDUNGNYA BAGI DUNIA KESEHATAN

oleh :

Heri Herwanto NIM. 20403110028


universitas islam negeri (UIN) alauddin makassar

2011 -2012

MANFAAT HIRUDO MEDICINALIS (TERAPI LINTAH) DAN ZAT YANG DIKANDUNGNYA BAGI DUNIA KESEHATAN

Lintah atau Pacet (sejenis lintah yang berukuran kecil) adalah sejenis cacing yang banyak terdapat di hutan hujan tropis, tempat yang lembab, sungai, danau dan laut. Tempat-tempat berkemah yang dekat sungai dan air terjun, jalur pendakian yang lembab seringkali terdapat pacet. Pacet memiliki alat penghisap berbentuk bulat di kedua ujung tubuhnya, di tengah-tengah alat penghisap bagian depan terdapat mulut dan juga memiliki gigi. Kebanyakan pacet hidup sebagai parasit dengan cara menghisap darah atau jaringan tubuh binatang lainnya untuk memperoleh makanannya. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa binatang dan tumbuhan. Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat penghisap bagian depan, melukai dan menghisap darahnya. Pacet penghisap darah menghasilkan suatu cairan yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan (Anti Koagulasi) dan pengeringan darah sehingga mempermudah penghisapan. Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat penghisap bagian depan, melukai dan menghisap darahnya. Pacet penghisap darah menghasilkan suatu cairan atau enzim dapat menyebabkan pendarahan, efek ini merupakan akibat dari enzim yang diekskresikan oleh lintah. Enzim yang dihasilkan oleh lintah adalah Hyaluronidase yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah sehingga mempermudah penghisapan. Tubuh dan pacet terdiri dari beberapa bagian -bagian seperti cincin dengan panjang tubuh 2 hingga 20cm dan dapat mengerut maupun mengembangkan tubuhnya, dengan tubuh berwarna hitam, merah atau coklat, kadang bergaris atau berbintik. Pacet memiliki bagian tubuh yang peka cahaya, sentuhan, suhu dan cuaca. Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda). Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.

Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga. Sifat-sifat yang dimilikinya seperti antikoagulan (anti pembekuan darah) berpotensi berguna sebagai obat untuk pengobatan penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke. Lintah dapat diperah untuk sekresinya tanpa dirugikan, dan penelitian terus ke dalam kemungkinan rekayasa sintetis air liur lintah, hingga saat ini lintah masih digunakan untuk menghisap darah! Dokter sekarang beralih ke lintah untuk membantu mengembalikan sirkulasi darah ke jari jaringan yang disambungkan atau dicangkok di jari kaki.

Hirudo medicalis saat ini Hirudotherapy adalah perawatan menggunakan lintah medis. Jenis terapi ini dikenal dari zaman kuno ekstrim dan masih hidup saat ini. Fakta ini menunjukan keefektifan dalam penyembuhan berbagai macam penyakit . Saat ini Metode hirudotherapy disetujui oleh banyak negara. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan penghisap anterior, mulut, faring, tembolok, usus, usus buntu, anus, penghisap, posterior. Lintah diakui sebagai pembantu manusia, dalam air liurnya mengandung 15 unsur zat aktif diantaranya adalah putih telur hirudin yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, dan penisilin sebagai antibiotic alami. Lintah digunakan sebagai obat untuk menormalkan gula darah, menetralisir asam urat, mengempiskan bengkak, meringankan rasa sakit dan pendarahan. Terapi lintah dapat menstabilkan kadar hormon serotonin / melancarkan peredaran darah dan oksigen pada jaringan saraf halus di kepala. Termasuk menormalkan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah di otak. Terbukti !!! Sudah banyak orang sembuh setelah memanfaatkan sedot lintah (Hirudo medicinalis). Sehingga terapi ini menjadi trend serta naik daun. Kemampuan lintah ini menarik perhatian Essenmitte Clinic Of German sejak sepuluh tahun yang lalu dan mereka adalah yang pertama pengimpor lintah di Jerman. Lintah mempunyai zat anestesi yaitu anti sakit yang membuat saraf kita tidak merasakan efek gigitannya. Sebenarnya hal ini telah tersirat dalam ajaran islam yang secara tersirat membahas manfaat dari lintah, seperti dalam

hadist ini : Dalam kitab Durratun Nasihin oleh Syeikh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Alkhaubawiyiyi dijelaskan bahwa menjelang sembuhnya penyakit yang menimpa Nabi Ayyub AS, dua belatung jatuh ke tanah. Satu belatung terbang menjadi lebah yang memberikan manfaat untuk sengatan dan madunya. Sedangkan belatung yang lain berubah menjadi lintah yang memberikan pengobatan dengaan air liurnya.

Contoh kasus pengeobatan dengan bantuan lintah Hasil studi yang dilakukan para peneliti di Jerman menunjukkan bahwa lintah diakui bisa mengobati rasa sakit dan juga radang. Bahkan pasien yang menderita Osteatritis pun bisa menggunakan lintah untuk mengobatinya. Penelitian yang dipimpin Dr Gustav Dobos di klinik Essen-Mitte, Jerman melakukan percobaan terhadap 10 pasien dengan rata-rata usia 68 tahun. Kebanyakan pasiennya menderita sakit lutut selama enam tahun terus menerus. Para dokter meletakkan empat ekor lintah di daerah lutut yang sakit dan dibiarkan selama 1 jam 20 menit. Rasa sakit diukur tiga hari sebelum perawatan dilakukan dan 28 hari setelah selesainya perawatan. Pengaruh dari perawatan ini bisa diketahui setelah 24 jam kemudian, tetapi bisa dipastikan hasilnya setelah empat minggu. Dalam laporannya, para pasien mengaku rasa sakit mereka berkurang akibat dari gigitan lintah tersebut. Dan hebatnya, tidak ada efek samping yang ditimbulkannya, misalnya infeksi atau apapun. Dalam proses terapi lintah, ketika lintah menghisap darah, mereka memasukan air liur yang mengadung beragam zat kimia alami. Apa yang terjadi pada darah Anda, ketika lintah menghisap selama 1-2 jam? Telah terjadi campuran yang kompleks, antara darah anda dengan zat-zat :

1. Hirudin : masuk kedalam coagulant (darah kental) melalui pengikatan thrombin ( faktor dalam thrombin yang berupa enzyme ). Umumnya digunakan untuk membuat darah tetap mengalir, atau untuk mengembalikan aliran darah yang . buntu atau saluran darah yang tersumbat. Darah kental biasa keluar dari lubang gigitan, bersama darah cair. jadi disini hirudin berfungsi menghancurkan thrombin untuk menolak pemicuan pembentukan benang fibrin yang akan saling merajut menutup bekas luka pada kulit 2. Anti infeksi : ( pinicilin ) untuk menjaga terjadinya enfeksi. 3. Calin : berada didarah kental yang memblokir factor von wilebrand, dan berfungsi sebagai zat perantara (mediator) dalam proses agregrasi struktur darah yang disebut platelet.

4. Destabilase : aktifitas monomerizing. Melumatkan fibrin( produk akhir dari proses pengentalan darah ). 5. Hirustasin : berada di enzim kalikrein; enzim trypsin yang berfungsi sebagai pelembutan protein menjadi peptone, untaian peptine, peptidase, dst. Peptidase merupakan enzim didalam pencernaan dan usus. 6. Bdellins : zat yang mengurangi radang kulit merah, bengkak, sedikit dan gatal yang dialami sekitar 3-4 hari. Karena selain lintah menyedot darah kotor dari luka bengkak, lintah juga dapat berperan sebagai obat analgesik 7. Hyaluronidase : Zat yang berasal dari ludah lintah yang termasuk dalam jenis obat bius, pencegah pembekuan darah (hirudin), vasodilator lokal (histamine) dan satu enzim (hyaluronidase).8. Anesthetic Substance : penghilang rasa sakit setempat. Dapat digunakan sebagai obat bius lokal 9. Triptase Inhibitor : berada di enzim proteolytic dari mast cells dari suatu jaringan cyptoplasmic granule (mengandung heparin, hisatmine dan serotonin) yang dilepas saat mengalami pembengkakan dan alergi. 10. Egllins : zat anti pembengkakan. 11. Faktor xainhibitor : zat aktif darah anti kental (anti-koagulan). 12. Complement Inhibitors : zat pengganti zat lain, jika ada kekurangan. 13. Carboxypeptydase alnhibitors : meningkatkan aliran darah disekitar lokasi gigitan. 14. Histaminlike subtance : berfungsi sebagai fosoldilator mengembangkan pembuluh darah sehingga hingga aliran darah lebih lancar. Di negar maju AS dan Inggris, jerma zat Hirudin diakui lebih aman dibanding dengan obat pencair darah buatan ( kimia ), karena efek sampingnya sangat minim. Untuk melepas pacet atau lintah yang menempel gunakan air tembakau , abu rokok, atau air garam.

Referensi ; Safety and adverse effects of leech therapy; Leech Fact, U.S. approves leech therapy, Lubenow N , Greinacher A . Departemen Imunologi dan Kedokteran Transfusi, Ernst-Moritz-ArndtUniversity Greifswald, Jerman article, The Bantam Medixal dictionary, BBC News Bloodsuckers hit the medical

FOTO HERI