P. 1
Dampak Ledakan Nuklir Chernobyl Terhadap Mutasi

Dampak Ledakan Nuklir Chernobyl Terhadap Mutasi

|Views: 173|Likes:
Dipublikasikan oleh HeriHerwanto

More info:

Published by: HeriHerwanto on Jul 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2015

pdf

text

original

1.

Chernobyl, Radiasi Nuklir penghasil Mutasi sebagai Pembunuh Massal

Chernobyl, Radiasi Nuklir Pembunuh Massal Sejarah pula yang mencatat hancurnya dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh senjata pemusnah massal bernama bom atom. Di tahun-tahun berikutnya, pengembangan dari senjata tersebut menimbulkan hantu yang lebih menakutkan, nuklir. Tapi jangan salah, nuklir bukan saja berbahaya di saat perang, juga momok menakutkan di waktu damai. Alih-alih sumber energi, ternyata bahaya radiasi pun menghantui manusia dari waktu ke waktu. Suatu konsekuensi yang mesti ditelan, buah dari keinginan manusia untuk lebih berkuasa dibanding sesamanya. Setidaknya, catatan kelam pernah dialami Ukraina, manakala terjadi kebakaran, ledakan, serta kebocoran di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Tragedi Chernobyl, bukan cuma berimbas buruk pada manusia yang tinggal di wilayah Belarus, Rusia dan Ukraina saja, melainkan seluruh Eropa. Pada 26 April 1986, penduduk Kiev dikejutkan oleh sebuah ledakan besar. Ledakan ini memuntahkan potongan inti reaktor sampai 1500 meter ke langit dan menebarkan awan beracun ke 70 persen daratan eropa. Radioaktivitas total ledakan Chernobyl, menurut WHO, ditaksir 200 kali radiasi bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Kelompok pecinta lingkungan Greenpeace bahkan menaksir, 160 ribu kilometer persegi tanah terkontaminasi bahan radioaktif. Sementara Mantan Sekretaris Jenderal PBB Boutros Boutros Ghali mengatakan, "Kecelakaan Chernobyl tidak dapat dianggap sebagai masalah beberapa abad saja, tapi juga masalah kekinian karena banyak program sosial, ekonomi, dan lingkungan yang harus didefinisikan kembali. "Yang pasti, fakta menunjukkan lima juta orang di sekitar Chernobyl terkena radiasi. Sekitar 650 ribu diantaranya adalah para buruh yang bertugas membersihkan muntahan ledakan Chernobyl. Dan sekitar 200 ribu dari 650 buruh tersebut, merupakan kelompok kunci beresiko tinggi terpapar radiasi. Mereka berada dalam zona penyingkiran, atau sekitar 30 kilometer dari pusat ledakan Chernobyl. Sepuluh tahun kemudian tercatat, 60 ribu buruh pembersih yang kebanyakan berusia 30 tahunan, meninggal dunia. Sementara 30 persen laki-laki pekerja pembersih yang masih hidup menderita impotensi. Yang menjadi masalah, sebagian besar buruh ini ditolak dalam kehidupan sosialnya. Penyebabnya, mereka dicurigai akan menularkan radiasi dari reaktor PLTN kepada orang-orang di sekitarnya. Hal inilah yang memicu mereka meninggal akibat kecanduan alkohol, mati dalam kemiskinan, serta bunuh diri. Dokter spesialis penyakit -yang berkaitan dengan tragedi Chernobyl- Natalya Preobrashenskaya mengatakan, selain pekerja pembersih muntahan radioaktif, jutaan anak-anak yang tetap hidup pasca ledakan merupakan kelompok berisiko tinggi terpapar radiasi. Preobrashenskaya bahkan menyatakan, jutaan anak-anak yang lahir di masa mendatang juga akan terkena cemaran radiasi Chernobyl, sesuai prilaku radioaktif yang dipakai sebagai bahan bakar PLTN, jutaan tahun!

MUTASI AKIBAT CHERNOBYL

BENCANA

Apa saja penyakit yang timbul setelah tragedi Chernobyl? Boutros Boutros Ghali menyebutkan, lebih dari 300 anak-anak terdiagnosis kanker gondok, kesuburan pria wanita menurun drastis, dan angka kematian naik. Secara lebih terperinci, 60 persen anak-anak Ukraina atau sejuta orang lebih menderita kanker gondok, sepuluh persen lainnya yang masih
A. pembengkakan kaki akibat serangan antigen akibat lemahnya duduk di bangku SD mengalami rusak anti bodi

mengalami mental, serta sebagian besar anakanak Ukraina menderita penyakit tulang. Preobrashenskaya mengatakan, kekebalan tubuh anak-anak Ukraina pun menurun drastis sehingga disebut pula AIDSChernobyl. Penelitian Preobrashenskaya senada dengan penelitian WHO. Badan Kesehatan Dunia itu menyatakan, setelah peristiwa Chernobyl terjadi peningkatan kasus kanker gondok anak, 100 kali dibanding prakecelakaan Chernobyl. Kenyataan lainnya, penduduk Kiev banyak yang terkena kanker paru-paru dan jantung. Dan banyak dokter memperkirakan, dalam waktu mendatang, epidemi berbagai penyakit menular akan meningkat di sekitar lokasi kejadian, dan di kalangan mereka yang terpapar radiasi nuklir. Tragisnya, terapi kimia normal tidak efektif pada penderita kanker akibat radiasi Chernobyl. Menurut Dr Andrei Butenko dari rumah sakit nomor satu di Kiev, dipastikan kanker gondok ganas yang menimpa anak-anak Ukraina akibat kontaminasi isotop iodium-131, isotop iodium yang radioaktif. Imbasnya, dengan terapi kimia di atas normal, kepala para pasien membotak dan wajah mereka bengkak-bengkak. Horor yang kurang lebih sama dialami anak-anak Yunani. Anak-anak di negara tersebut berisiko terkena kanker dua hingga tiga kali akibat Chernobyl. Bahkan, anak-anak Yunani yang terpapar radioaktif ketika masih dalam kandungan ibunya berisiko menderita leukimia 2,6 kali lipat dibanding anak-anak lainnya. Hal ini karena adanya mutasi gen yang diberi nama mutasi 11q23. Mutasi gen merupakan imbas lain dari kejamnya radiasi Chernobyl. Mutasi gen 11q23 ini merupakan salah satu contoh nyata yang berhubungan dengan leukimia pada bayi. "Temuan ini merupakan bukti langsung pertama, bahwa radiasi ternyata

b. keterbelkangan akibat

kesalahan translasi DNA tubuh

menimbulkan mutasi pada anak manusia," ulas Sir Alec Jeffreys, ahli genetika dari Universitas Leicester. Sir Alec melakukan penelitian pada 79 keluarga yang tinggal di Mogilev, Belarus, kawasan yang terkena radiasi tinggi, kurang lebih 300 kilometer dari Chernobyl. Ia meneliti anak-anak di keluarga tersebut yang lahir antara Februari-September 1994. Sebagai perbandingan, ia juga meneliti 105 anak-anak yang tidak terkena radiasi dari Inggris. Hasilnya, anak-anak Mogilev terbukti mengalami mutasi gen dua kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak di Inggris. Mutasi tersebut jelas diturunkan oleh orang tua mereka, dan secara permanen terkode pada gen anak-anak mereka. Artinya, mutasi tersebut juga akan diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya. Menurut Sir Alec, mutasi pada keluarga di Mogilev berhubungan dengan tingkatan kontaminasi permukaan oleh caesium 137, sebuah isotop radioaktif.

Bahkan ahli genetika dari Akademi Sains Rusia Yuri Dubrova menyatakan, kelompoknya melihat lokasi genetik tertentu yang dikenal dengan nama minisatellites yang mengalami laju mutasi 1000 kali lipat lebih tinggi dibandingkan gen lainnya. Sementara itu, Robert Baker dari Universitas Teknologi Texas meneliti dua kelompok tikus, yaitu kelompok yang tinggal satu kilometer dari reaktor, dan yang hidup 32 kilometer dari reaktor. Yang diteliti adalah mitokondria DNA (bagian sel yang diturunkan induk betina) pada anak tikus-tikus. Nada miris terdengar dari mulut peneliti Universitas Texas Austin David Hillis. "Kita sekarang tahu, dampak mutasi akibat kecelakaan nuklir mungkin lebih besar daripada yang diharapkan," komentar Hillis. Mutasi gen merupakan perubahan yang terjadi pada nukleotida DNA yang membawa “pesan” suatu gen tertentu. Mutasi gen ini disebut juga mutasi titik (point mutation) yang merupakan perubahan kimiawi pada satu atau beberapa pasangan basa dalam satu gen tunggal. Jika mutasi titik terjadi pada suatu gamet, atau pada sel yang menghasilkan gamet, maka mutasi ini dapat diwariskan pada keturunannya. Jika mutasi mempunyai efek merugikan pada fenotip manusia atau hewan, maka kondisi mutan mengacu pada suatu penyimpangan genetik atau penyakit keturunan (herediter). Contohnya, pada penyakit anemia sel sabit ternyata terjadi suatu mutasi pada pasangan basa tunggal di dalam gen yang mengkode salah satu polipeptida hemoglobin. Perubahan saat nukleotida dalam rantai cetakan DNA mengakibatkan produksi protein yang abnormal. Dan kesemuanya itu merupakan mutasi yang diakibatkan adanya penyisipan satu molekul DNA baru sehingga mengakibatkan salahnya translasi serta memperngaruhi seluruh susunan kodon disekitarnya.

: adalah gen sisipan Sumber : e-dukasi.net www.batan.go.id

2. Batan Hasilkan Benih Padi Hasil Mutasi Radiasi Nuklir
Jakarta- Pemanfaatan teknologi nuklir tidak melulu untuk PLTN dan bom. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berhasil memanfaatkannya untuk keperluan pangan, yaitu mutasi benih padi varietas unggul yang diklaim lebih murah, cepat dipanen, tahan lama dan enak rasanya. Contoh beras dari hasil benih mutan tersebut, diserahkan Kepala Batan Hudi Hastowo kepada Menko Kesra Agung Laksono. Penyerahan berlangsung seusai penandatanganan nota kerjasama antara Batan dengan Kemenko Kesra yang bertajuk pemanfaatan teknologi nuklir untuk peningkatan kesejahteraan rakyat di Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang, Jumat (4/5/2012). "Jadi nuklir bukan hanya untuk senjata atau listrik ya, tapi juga pangan dan pertanian. Salah satu produknya adalah beras dan tahu yang bisa disimpan awet dan enak," ujar Menko Kesra Agung Laksono usai menerima paket beras hasil mutasi nuklir sebesar 5 kg. Kepala Batan Hudi Hastono menjelaskan, peran teknologi nuklir adalah dalam tahap pengembangan benih. Setelah dikenai paparan radioaktif, benih padi lantas bermutasi sehingga menghasilkan varietas baru yang lebih singkat masa panennya, tahan lama dan murah harga jual berasnya. "Sebenarnya alam, panas matahari, juga menghasilkan mutasi. Tapi dengan rekayasa dalam teknologi mutasi radiasi, mampu menghasilkan mutasi yang baik," jelas Hudi. Lebih lanjut dijelaskannya, fasilitas pengembangan nuklir yang Indonesia miliki saat ini sebenarnya sudah mampu untuk menghasilkan energi listrik dan non energi. Namun masih ada sentimen negatif dari masyarakat tentang pemanfaatan PLTN sehingga belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. "Maka penekanannya saat ini untuk teknologi pangan serta kelestarian lingkungan," sambung Hudi.

Sumber : www. Batan.go.id. atau Badan Tenaga Nuklir Nasional www. Detik.co.id. tertanggal senin, 21 mei 2012

tugas paper mata kuliah Biologi Molekuler “ MUTASI”
1. Chernobyl, Radiasi Nuklir penghasil Mutasi sebagai Pembunuh Massal

2.

Batan Hasilkan Benih Padi Hasil Mutasi Radiasi Nuklir

HERI HERWANTO BIOLOGI 1-2 20403110028

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->