Anda di halaman 1dari 85

PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

LABORATORIUM
DAN
PROGRAM PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL
MIKROSKOPIS MALARIA

SIGIT SULISTYA, A.Md, AK

BALAI LABORATORIUM KESEHATAN


YOGYAKARTA
PENYAKIT MALARIA

 Merupa k a n ma s a la h k es eh a ta n
mas ya ra k at di Indones ia
 An g k a k es a k ita n cuk up ting g i da era h
lua r J a wa – B a li
 Terutama da era h Indones ia ba g ia n
timur da n da era h tra ns mig ra s i
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 Diag nos is
 S urveilans epidemiolog i
 Upaya penang g ulan g an

Mempeng aruh i :
 K ebij ak an
 K eberh as ilan Peng obatan
 Pen ang g ulan g an
MUTU PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Apakah hasil
pemeriksaan bermutu

Apa yang harus


Apakah hasil dikerjakan untuk
pemeriksaan benar peningkatan
hasil
pemeriksaan
PENINGKATAN MUTU HASIL
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 Pening k ata n k ema mpua n ma nag ement


 K emampuan tek nis tena g a la bora torium
k es eh ata n
 Pening k ata n tek nolog i la bora torium
 Pening k ata n ruj uk a n
 Pening k ata n pema ntapa n mutu
PEMANTAPAN MUTU
SEMUA KEGIATAN YANG DITUJUKAN

MENJAMIN :
 Ketelitian
 Ketepatan hasil pemeriksaan
laboratorium
PEMANTAPAN
MUTU

Mengevaluasi
dan
Mengurangi
Kesalahan Analitis
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU

 Peng ambilan s pes imen yang benar


 Pemilih an metodh e yang tepat
 Pemerik s a laboratorium oleh tenag a
yang
berkompoten
 Pemantapan mutu Internal
 Pemantapan mutu ek s ternal
UPAYA PENINGKATAN MUTU
PELAYANAN LABORATORIUM

1. Pendidikan dan Pelatihan


2. Pelaksana Kegiatan Pemantapan Mutu Internal
3. Mengikuti Kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal
4. Melakukan validasi hasil
5. Melaksanakan Audit
6. Melaksanakan Keamanan Laboratorium
7. Melaksanakan Praktek Laboratorium yang Benar
8. Melaksanakan Praktek Pembuatan Reagen yang Benar
Pendidikan dan Pelatihan

Kemampuan Tenaga Pemeriksa :


 Kualitas Pendidikan dan Pelatihan
 Pengalaman Kerja
 Kondisi Kerja

Upaya Meningkatkan Kemampuan dan


Keterampilan :
 Pendidikan
 Latihan
Berkelanjutan Baik di dalam maupun luar
laboratorium
PelaksanaAN Kegiatan
Pemantapan Mutu Internal
 Harus dilaksanakan secara benar dan teratur

Terhadap
Seluruh Proses Kegiatan
 Tahap Pra Analitik
 Analitik
 Pasca Analitik

Cakupan Kegiatan

Persiapan pasien dan pengambilan spesimen


sampai pada pencatatan dan pelaporan hasil
Mengikuti Kegiatan
Pemantapan Mutu Eksternal

 Mengetahui penampilan
laboratorium dalam bidang
pemeriksaan tertentu

 Harus di ikuti secara teratur


MELAKUKAN VALIDASI HASIL

Mengetahui Kualitas Hasil


Pemeriksaan

Melalui :
 Pemeriksaan
uji silang (cross check)
 Pemeriksaan ulang
terhadap
persentasi
Melaksanakan Audit

 Pemeriksaan Terhadap
Proses Kegiatan Laboratorium
Dilakukan

 Petugas Senior Laboratorium


 Tenaga Ahli Dari Luar Laboratorium
Yang Bersangkutan
MELAKSANAKAN KEAMANAN
LABORATORIUM

Tujuan Melindungi :
 Petugas Laboratorium
 Lingkungan Laboratorium

Dari :
Resiko penyakit atau gangguan
kesehatan akibat melakukan
kegiatan pelayanan laboratorium
MeLAKSANAKAN pRAKTEK
Laboratorium Yang benar

Setiap Petugas Laboratorium :


 Bekerja sesuai ketentuan dalam praktek
laboratorium yang benar

 Baik dalam management maupun teknis


laboratorium
MeLAKSANAKAN pRAKTEK
PEMBUATAN REAGEN YANG BENAR

 Reagen harus dibuat dengan cara yang


benar
PEMANTAPAN MUTU internal

Kegiatan Pencegahan
Dan Pengawasan

Kapan

Secara Terus Menerus

Harapannya

Diperoleh Hasil
Pemeriksaan Yang Tepat dan Teliti

Siapa sebagai pelaksana?

Petugas Laboratorium
MISI : LABORATORIUM KLINIK

 Setiap Laboratorium Klinik


Memiliki Kewajiban Untuk Menyajikan
Hasil Pemeriksaan Yang Baik,
Tepat dan Teliti

 Laboratorium Klinik Harus


Melaksanakan Program
Pemantapan Mutu
HASIL PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

 TEPAT

 TELITI

 CEPAT

TERJANGKAU
PENGUKURAN

TELITI TAPI
TIDAK TEPAT
PENGUKURAN

TEPAT TAPI
TIDAK TELITI
PENGUKURAN

TEPAT DAN
TELITI
TUJUAN PEMANTAPAN
MUTU INTERNAL

Mendeteksi dan Mengidentifikasi

Adanya Kesalahan Yang Mungkin Terjadi


Pada Seluruh Proses Kegiatan Pelayanan
Laboratorium

Cakupan Proses

 Penyiapan Pasien
 Pengambilan Spesimen Tahap Pra Analitik
 Penanganan Spesimen  Tahap Analitik
 Pemeriksaan Spesimen  Tahap Post Analitik
 Pencatatan & Pelaporan
HARAPAN PELAKSANAAN
PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

Terdeteksinya Kesalahan Suatu Tahap Pemeriksaan

Diketahui Penyebabnya

Segera Dilakukan Upaya Perbaikan


 Menentukan Langkah-Langkah Yang Perlu Ditempuh
 Intruksi Tugas Yang Jelas Untuk Tindakan Perbaikan

Mencegah dan Menghindari Kesalahan Yang Sama


KEBERHASILAN DALAM MENGELIMINASI DAN
MENCEGAH FAKTOR-FAKTOR YANG
BERPENGARUH TERHADAP HASIL
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Memberikan Jaminan Terhadap Mutu


Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Ketepatan Dan Ketelitian

Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Dapat Dipercaya
KEGIATAN PEMANTAPAN
MUTU INTERNAL

• Persiapan Pasien
• Pengambilan dan
Penanganan Spesimen
• Pemeliharaan Peralatan
• Uji Kualitas Reagen Giemsa
• Pembuatan Prosedur Tetap
(Protap)
• Pencatatan dan Pelaporan
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

1. Persiapan
Pasien

 Sebelum Pengambilan Darah

 Diberi Penjelasan
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Pemberian Identitas Pasien :


Hal Penting Baik Pada Saat
 Pengisian Formulir Pemeriksaan
 Pendaftaran
 Label Sediaan
 Pelaporan
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Formulir Permintaan Pemeriksaan :

 Identitas Pasien (Nama, Umur,


Jenis Kelamin, Alamat)
 Tanggal Permintaan
 Identitas Pengirim
 Diagnosa / Keterangan Klinis
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Label Sediaan Yang Diambil Di laboratorium :

 Tanggal Pengambilan Sediaan

 Nomor / Kode Sediaan


KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen
Formulir Hasil Pemeriksaan :
 Tanggal Pemeriksaan
 Identitas Pasien
 Nomor / Kode Laboratorium
 Hasil Pemeriksaan
 Keterangan Lain Yang Dianggap Perlu
 Tanggal Hasil Dikeluarkan
 Paraf / Tanda Tangan Petugas Laboratorium
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Cara Pengambilan Darah :

 Dilaksanakan Tenaga Yang Terampil Dengan Cara Yang Benar

Lokasi Pengambilan Darah :

 Ditetapkan Lokasi Pengambilan Yang Tepat


 Dewasa : Jari Manis / Tengah Tangan Kiri
 Bayi 6 – 12 Bulan : Ujung Jempol Kaki
 Bayi Kurang Dari 6 Bulan : Tumit Kaki
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Pembuatan Sediaan Darah :

Mutu Sediaan Darah Menentukan


Penemuan dan Ketepatan
Diagnosa Parasit Malaria
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Kaca Sediaan :
 Bersih Tidak Berdebu
 Bebas Lemak dan Alkohol
 Tidak Ada Goresan / Jernih
 Hanya Dipergunakan 1 Kali
 Tebal Kaca Sediaan 1,1 – 1,3 MM
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Kualitas Sediaan Darah :


 Harus Bersih
 Volume Cukup (0,5 Ml = 2 – 3 Tetes)
 Ketebalan Sediaan Harus Baik
 Darah Tidak Boleh Terfiksasi
 Proses Hemolisa Harus Sempurna
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen
Faktor Yang Menentukan Mutu Pewarnaan :

 Kualitas Giemsa Baik dan Tidak Tercemar Air


 Larutan Pengencer pH Ideal 7.2
 Pengenceran Giemsa Dengan Perbandingan Tepat
 Waktu Pewarnaan
 Ketebalan Sediaan
 Kebersihan Sediaan
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

2. Pengambilan dan
Penanganan
Spesimen

Pengiriman Sediaan :

 Slide Cover (Wadah Terbuat dari Karton)

 Box Slide
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

3. Pemeliharaan
Peralatan

Mikroskop:
 Letakkan Mikroskop Ditempat Yang Datar dan Tidak Licin
 Menggunakan Cahaya Matahari Ditempatkan Yang Cukup Cahaya
 Dibiasakan Dengan Menggunakan Lensa Obyektif 10 X Kemudian
40 X atau 100 X Dengan Imensi
 Lensa Obyektif 100 X Dibersihkan Dengan Xylol Setiap Selesai
Bekerja
 Jangan Membersihkan / Merendam Lensa Dengan Alkohol
 Lumasi Penyangga Setiap Minggu
 Periksa Kelurusan Sumbu Kondensor Setiap Bulan
 Simpan Mikroskop Ditempat Yang Tingkat Kelembabannya Rendah
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

4. Uji Kualitas
Reagen Giemsa

 Menggunakan Kertas Saring Whatman No. 2


 Kertas Saring Diletakkan Diatas Gelas
atau Petri Disk
 Ditetesi 1 – 2 Tetes Giemsa
 Biarkan meresap dan melebar serta kering
 Ditetesi 3 – 4 Tetes Metil Alcohol Sampai
Diameter Tetesan 5 – 7 CM
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

4. Uji Kualitas
Reagen Giemsa

Interpretasi :
 Giemsa Baik
Lingkaran Tengah : Biru (Methilin Biru)
Lingkaran Kedua : Ungu (Methilin Azzur)
Lingkaran Pinggir : Merah (Eosin)

 Giemsa Sudah Rusak


Tidak Terbentuk Warna Ungu Atau Merah
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

4. Uji Kualitas
Reagen Giemsa

Uji Kualitas Harus Dilakukan :

 Setiap Minggu
 Setiap Kali Menggunakan Reagen Baru
 Reagen Sudah Mendekati Kadaluwarsa
 Ada Tanda-TandaKerusakan
• Perubahan Warna
• Terjadi Endapan
 Terdapat Kecurigaan Terhadap Hasil Pemeriksaan
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

5. Prosedur Tetap
(Protap)

Dibuat Untuk Setiap Proses


Kegiatan Pelayanan Laboratorium :
 Penyiapan Pasien
 Penanganan Spesimen
 Pemeriksaan
 Pencatatan dan Pelaporan
KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

5. Prosedur Tetap
(Protap)

 Memuat Rincian Prosedur Yang Harus Dikerjakan

 Dibuat dalam bentuk Bagan

 Ditinjau Ulang dan Diganti Apabila Terjadi


Perubahan Methoda

 Diletakkan Ditempat Yang Mudah Terbaca


KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL

6. Pencatatan dan
Pelaporan

 Harus Dilakukan Dengan Teliti


 Diperiksa Kesesuaian Pasien Yang Diperiksa dan
Di Catat
 Diperiksa Hasil Yang Di Catat Dengan Yang
Dilaporkkan
 Selesai Pemeriksaan Hasil Harus Segera
Di Sampaikan Secepat Mungkin
PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL
MIKROSKOPIS MALARIA

PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL

Kegiatan Pemantapan Mutu

Diselenggarakan

Secara Periodik Pihak Luar Laboratorium

Menilai Penampilan Dari Suatu Laboratorium


Terhadap Jenis Pemeriksaan Tertentu
PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL
MIKROSKOPIS MALARIA

 PME – M – MM Diselenggarakan Oleh Departemen


Kesehatan (PUSLABKES) Tahun 1994 / 1995
 Diselenggarakan 2 Kali Setahun
 Peserta Laboratorium RSU Dati II Dan Laboratorium
Puskesmas
 Setiap Siklus 1 Slide Sediaan Tebal dan Tipis
 Hasil Pemeriksaan Dianggap Baik Bila Skor Dari
Peserta ≥ 12.
Morfologi Parasit Malaria Dalam Darah

Morfologi Parasit
Malaria

 Berdasarkan Kepada Ciri Yang Dapat


Dilihat Dalam Sediaan Darah Tipis.
 Diwarnai Dengan Pengecatan Giemsa
Penilaian Morfologi
Parasit Malaria

Berdasarkan :
 Sitoplasma Parasit

 Kromatin / Nukleus

 Pigmen Parasit

 Bintik-Bintik Yang Terbentuk (Sel Eritrosit Yang Terinfeksi)

 Bentuk Sel Eritrosit Yang Terinfeksi


Penilaian Morfologi
Parasit Malaria

Sitoplasma Parasit dan Kromatin

 Basofilik Yang Diwarnai Dengan Zat Warna Biru


 Bentuk Sesuai Dengan Tingkatan Umur Spesies
 Pada Spesimen Yang Disimpan Lama Warna Biru Pudar
 Kromatin Nukleus Berwarna Kemerah-Merahan,
Warna Lebih Jelas Pada Parasit Muda
Penilaian Morfologi
Parasit Malaria

Pigmen (Hematin / Hemazoin)


 Terbentuk Apabila Parasit Membesar Dalam Sel
Hemoglobin
 Pigmen Tidak Menyerap Warna
 Warna Kuning Keemasan atau Merah Trengguli
 Mulai Terbentuk Pada Trofozoit Sedang Membesar
 Dijumpai Semua Tingkatan Perkembangan Kecuali
Sporozoit, Merozoit, Bentuk Cincin Awal dan
Perkembangan Parasit Dihati
Penilaian Morfologi
Parasit Malaria

Bintik-Bintik Sel Terinfeksi


 Keberadaan Yang Kekal

 Berguna Untuk Mengenali Spesies

 Pewarnaan Tepat dan pH Yang Te pat Merupakan Kriteria


Penting Untuk Dapat Melihat Dengan Jelas Bintik-Bintik
Tersebut
Penilaian Morfologi
Parasit Malaria

Sel Darah Terinfeksi

 Mengalami Perubahan Ukuran dan Bentuk

 Penyerapan Zat Warna : Terlihat Lebih Ungu Tapi Pucat,


Berwarna Gelap, Bergerigi dan Menebal

 Ciri-Ciri Tersebut Sangat Berguna Untuk Diagnosis


IDENTIFIKASI MORFOLOGI
PARASIT MALARIA
SEDIAAN DARAH TIPIS
PLASMODIUM VIVAX
P. VIVAX
• ERITROSIT NORMAL
• RETIKULOSIT DAN SEL-
SEL MUDA ERITROSIT
P. VIVAX
• TROFOZOIT
• SITOPLASMA DAN INTI
• ERITROSIT MEMBESAR
• BENTUK CINCIN
MEMPUNYAI VAKUOL
P. VIVAX
• BENTUK AMOEBOID
• TITIK-TITIK
SCHUFFNER
• PIGMEN KUNING
KEEMASAN
P. VIVAX
• SKIZON
• MEROZOIT 12-24M
• SKIZON MATANG >16
MEROZOIT
• PIGMEN
DITENGAH/PINGGIR
P. VIVAX
• GAMETOSIT
• SITOPLASMA BIRU
• INTI PADAT TERLETAK
DIPINGGIR
• PIGMEN
TERSEBAR/MENGUMPUL
• TITIK-TITIK SCHUFFNER
DITEPI ERITROSIT
• > GAMETOSIT (4 : 1)
P. VIVAX
• GAMETOSIT
• SITOPLASMA MERAH
MUDA
• INTI TERSEBAR DAN
SAMAR TERLETAK
DITENGAH
PLASMODIUM
FALCIPARUM
P. FALCIPARUM
• ERITROSIT NORMAL
• SELURUH ERITROSIT
MUDA DAN TUA
• BERLANSUNG
DIKAPILER ORGAN-
ORGAN DALAM
P. FALCIPARUM
• BENTUK CINCIN
SITOPLASMA HALUS,
TERDAPAT VAKUOL
• BENTUK
MARGINAL/ACCOLE
• INFEKSI MULTIPLE 2-4
• ERITROSIT TIDAK
MEMBESAR
MENGKERUT,BERGERIGI
P. FALCIPARUM
• TROFOZOIT
• TITIK-TITIK MAURER
10-12
• PADA TROFOZOIT
MUDA TIDAK
MEMPUNYAI TITIK-
TITIK MAURER
P. FALCIPARUM
• SKIZON
• SITOPLASMA
MEMBESAR,VAKUOL
HILANG PIGMEN MULAI
TERLIHAT
• PIGMEN MULANYA
TERSEBAR DISELURUH
SITOPLASMA, AKHIR
MENGUMPUL DITENGAH
• MEROZOIT JUMLAH 8-30
P. FALCIPARUM
• GAMETOSIT
• PANJANG RUNCING
SITOPLASMA BIRU
• KROMATIN
TERKUMPUL
DITENGAH WARNA
GELAP
• > GAMETOSIT (4 : 1)
P. FALCIPARUM
• GAMETOSIT
• PENDEK GEMUK UJUNG
MEMBULAT
• SITOPLASMA
KEUNGUAN MERAH
MUDAH
• KROMATIN TERSEBAR
• SEPARUH PARASIT
PUDAR
• PIGMEN DALAM
NUKLEUS
P. FALCIPARUM

CIRI KHAS : INFEKSI


• HANYA DIKETEMUKAN BENTUK
CINCIN DAN GAMETOSIT
• SKIZON DIKETEMUKAN PADA
INFEKSI BERAT
PLASMODIUM
MALARIAE
P. MALARIAE
• ERITROSIT NORMAL
• MIRIP Plasmodium vivax
• SEL ERITROSIT
TIDAK MEMBESAR
• JARANG
DIKETEMUKAN PADA
INFEKSI MALARIA
P. MALARIAE
• BENTUK CINCIN
TIDAK JELAS
• SITOPLASMA LEBIH
PADAT DARI
Plasmodium vivax
• BENTUK PARASIT
MATA BURUNG
DITENGAH VAKUOL
TERDAPAT
KROMATIN
P. MALARIAE
• TROFOZOIT
BERKEMBANG
BENTUK PITA
• TERDAPAT TITIK-
TITIK ZEIMAN
• PIGMEN
TERBENTUK PADA
SITOPLASMA
P. MALARIAE
• SKIZON
• MEROZOIT 6-12
RATA-RATA 8
• NUKLEUS
METROZOIT
TERSUSUN RAPI
MENYERUPAI
BENTUK ROSET
P. MALARIAE
• GAMETOSIT
• SITOPLASMA BIRU
• NUKLEUS KECIL
PADAT TERLETAK
DIPINGGIR
P. MALARIAE
• GAMETOSIT
• SITOPLASMA
KABUR
• NUKLEUS BESAR
DAN TERSEBAR
PLASMODIUM OVALE
P. OVALE
• ERITROSIT NORMAL
• SEDIKIT MEMBESAR
• JARANG
DIKETEMUKAN
PADA INFEKSI
MALARIA
P. OVALE
• TROFOZOIT
• VAKUOL
SITOPLASMA KECIL
• TEPI SEL ERITROSIT
BERGERIGI
P. OVALE
• TROFOZOIT
BERKEMBANG
• KURANG AMOEBOID
• PIGMEN HALUS
• TITIK-TITIK
SCHUFFNER LEBIH
JELAS
P. OVALE
• SKIZON
• MEROZOIT 6-12
RATA-RATA 8
P. OVALE
• GAMETOSIT
• SITOPLASMA BIRU
• INTI PADAT TERLETAK
DIPINGGIR
• PIGMEN TERSEBAR/
MENGUMPUL
• TITIK-TITIK
SCHUFFNER DITEPI
ERITROSIT
• > GAMETOSIT (4 : 1)
P. OVALE
• GAMETOSIT
• SITOPLASMA
MERAH MUDA
• INTI TERSEBAR
DAN SAMAR
TERLETAK
DITENGAH