Anda di halaman 1dari 28

PL 2201

Kuliah 3: Ekosentrisme dan


Teknosentrisme
Biosentrisme tidak cukup
menjelaskan mengenai perubahan
terhadap LH?

-    Antroposentrisme dan
biosentrisme belum
menjelaskan mengenai
struktur masyarakat
yang didasari oleh kultur
dan kepercayaan;
Antroposentrisme,
dengan alasan
pragmatis dapat
memiliki keperduliaan
lingkungan
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 2
KONTRAS ANTARA ETIKA
MEKANISTIK DAN ORGANISTIK
 Mekanistik  Organistik
 Materi dan  Semua terkait
masyarakat dengan semua
terdiri dari lainnya, setiap
bagian (atom, bagian
manusia) menentukan
 Keseluruhan hubungan thd
sama dengan keseluruhan
penjumlahan
bagian
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 3
 Obyek tidak  Keseluruhan
tergantung pada lebih dari
konteks penjumlahan
 Perubahan bagian
merupakan  Pengetahuan
penyesuaian tergantung pada
bagian thd konteks
keseluruhan  Proses lebih
 Berpikir harus penting daripada
dualistik, subyek bagian
dan obyek  Berpikir monistik:
berbeda manusia dan non
 Pragmatis dan manusia adalah
human centered kesatuan
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 4
Ecosentrisme vs
Teknosentrisme
 Manusia bagian dari  Masyarakat saat ini
alam, terikat hukum pasti dapat
ekologi menyelesaikan
berbagai
 Moralitas berdasar permasalahan thd
ekologi melimitasi lingkungan hidup
tindakan manusia (sains, teknologi,
(pertumbuhan alasan ekonomi
penduduk, ekonomi) neoklasik)
 Posisi thd teknologi:  Tidak ada partisipasi
publik dalam
 mendorong teknolgi pengambilan
alternatif, lunak, keputusan
tepat guna   Optimisme dapat
demokratis melemah karena
ketidakpastian,
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 5
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 6
Ekosentrisme Teknosentrisme

Gaianisme Komunalisme Akomodalisme Interventionis


Hak alam, Kerjasama Adaptasi institusi Aplikasi sains,
penting bagi ko- masyarakat utk utk pasar dan
evolusi etika mendirikan self mengakomodasi kemampuan
manusia dan reliant permintaan alam manajerial
alam communities
berdasarkan
penggunaan s.d.
Redistribusi terbarui Mempertahanka
kekuasaan  n status quo dari
ekonomi kondisi eksisting,
terdesentra tetapi
Lisasi, federasi, akuntabilitas dan
 tanggung jawab
Transaksi social, lebih pada
institusi dan
ekonomi
perencanaan
informal

PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 7
 Newton: menjelaskan
fenomena di dunia secara
mekanistik  orientasi
kontrol
 Tujuan:
Untuk dapat meniru alam 
memproduksi apa yang
diproduksi alam 
menggantikannya
  Pandangan mekanistik:
 alam ini memiliki
mekanisme/aturan
 pengetahuan sains di bentuk
untuk menjelaskan fenomena
alam
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 8
Nilai Determinik Alam
 Tuhan mensetnya, dengan struktur dan
configurasi yang diketahuinya, dan
menciptakan perilaku seperti sekarang
ini.
 Jam adalah seri mekanisme sebab
akibat yang saling terkait.
 Dalam kosmologi, pengetahuan kita ttg
masa lalu akan menentukan bagaimana
masa depan.
 Dalam medieval science, tujuan akhir
(memenuhi keinginan Tuhan) menentukan
perilaku sekarang ini.  
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 9
“Alam sebagai mesin”
Bukan
 Alam yang memiliki:
 - nilai intrinsik
 - spirit of life

Entitas mistik dan organik


yang diatur oleh metafisik
Proses Alam dimengerti
sebagai :
 - Bagian per bagian

 - Kontrol terhadap bagian


tersebut
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 10
Sifat Bagian bumi:
Materi tidak memiliki rasa, nilai dan
bertujuan. Hanya berbuat mengikuti
suatu rutinitas yang ditentukan oleh
pihak eksternal dari materi tersebut
Tujuannya untuk membentuk
pengetahuan yang obyektif
Pengetahuan yg obyektif merupakan
yang paling benar, sedangkan yang
subyektif tidak benar. Pengetahuan
harus bebas dari kelompok
kepentingan, agar dapat dipercaya.

PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 11
Penyelesaian Teknologi:
 Substitutif terhadap barang / jasa
dari alam
 Menyesuaikan terhadap
keberadaan barang / jasa di alam
 teknologi ramah lingkungan
(environmentally friendly
technology)
 Teknologi pembangkit listrik dari angin
(windmills) (www.ewea.org)

PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 12
Mengapa terjadi penurunan
kualitas dan kuantitas sumber
daya alam?
 Bagian tersebut terikat satu
dengan lainnya – akan tetapi
tidak disadari
 Sains terpisah dari sistem nilai
seperti menghargai alam
(respect for nature: konservasi)
dan
keterkaitan/interconnection
 Akibat ketidakmampuan kita
menggunakan teknologi untuk
mengontrol alam  krisis
kontrol PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 13
Penyelesaian Persoalan
Lingkungan Hidup:
1. Kelompok optimis: ekonomis, ahli
politik libertarian, ekonomis
sosialisme, ahli teknologis
2. Kelompok pesimis: ahli populasi, ahli
biologi, ahli lingkungan anti humanis

PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 14
Kelompok Optimis (1):
Ekonomi Neoklasik
(Kapitalisme)
1. Pasar merupakan mekanisme terbaik untuk
memuaskan keinginan individu, termasuk
keinginannya terhadap barang lingkungan
hidup
 Julian Simon: Resourceful Economy and Ultimate
Resources.

Kreativitas dan kemampuan berpikir manusia dapat
mengatasi berbagai persoalan lingkungan hidup
• Taruhan antara J. Simon dan P. Erhlich
• Taruhan: jika barang lingkungan semakin langka
maka harganya akan meninggi sehingga tidak
mampu memenuhi kebutuhan masyarakat
• sebesar US$100 utk 8 jenis logam  Siapa yang
benar?
• Bjorn Lomborg. 2001. The Skeptical
Environmentalist
• Profesor statistik di Denmark dan anggota Green
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme
Peace, ternyata bukti menunjukkan kondisi 15
2. Tipe solusi: privatisasi dan
desentralisasi
3. Kritik terhadap solusi versi ini:
 Substitusi s.d.a yg langka tidak selalu dapat
dilakukan, misalnya kapasitas asimilatif
biosfir – hanya ada jumlah tertentu dari
ketersediaan low entropy yg akan berkurang
karena kapitalisme
 Tidak memperdulikan masa depan melalui
discount rate
 Pasar tidak memiliki kemampuan untuk
menyelesaikan persoalan barang publik dan
common property  tragedy of the commons
 Pasar memindahkan persoalan lingkungan
kepada pemerintah yang tidak dapat
diselesaikan oleh pasar
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 16
Tragedy of the Commons
 Suatu areal, jika tidak ada
yang memiliki (commons),
maka akan rapuh untuk
dipergunakan terlampau
banyak (overuse).
 Oleh karena itu,
kepemilikan sumber daya
harus jelas

PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 17
Kelompok Optimis (2):
1. Politik libertarian
• Penyelesaian melalui intervensi
didasari oleh sistem politik
demokrasi libertarian
• Kebebasan yang setara (equal)
antar individu
• Diselesaikan melalui politik
kelompok kepentingan
• Keterbatasan penyelesaian versi ini:
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 18
 Keterbatasan penyelesaian versi ini:
 Distribusi kekuasaan dalam sistem ini tidak
setara dan bisnis selalu mendapat tempat
lebih baik
 Persoalan LH bergantung pada keberadaan
kelompok yang membelanya (interest
groups)
 Dihitung dari analisis manfaat-biaya
 Periode waktu penyelesaian – pendek
 Juga terobsesi dengan pertumbuhan
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 19
Kelompok Optimis (3):
1. Ekonomi sosialisme / Marxian
1. Penyelesaian melalui kesetaraan
antar individu melalui perubahan
sistem politik
2. Solusi: emansipasi antar manusia
hanya terjadi jika manusia
dibebaskan dari keterbatasan
penggunaan sumber alam. Oleh
karena itu, manusia tidak bisa
mengeksploitasi manusia lain
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 20
Kelompok Pesimis:
Interpretasi Teori Malthus
 sumber daya alam di dunia ini
terbatas (ada hukum alam yang
tidak bisa diganggu gugat)
 pangan adalah kebutuhan
utama manusia
 Jika terjadi, menghambat
kemajuan manusia (progress)
 tidak berlaku hukum yang
diterapkan kepada hewan
 merupakan preventive check
(moral restraint) terhadap
manusia
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 21
Interpretasi Darwin:
 Teori Evolusi
 Manusia adalah
salah satu spesies di
muka bumi
 Semua spesies
terkait satu dengan
lainnya dalam ‘rantai
ketergantungan’
 Individu yang paling
‘fit’ (menyesuaikan
diri dengan alam)
yang dapat bertahan
(survival of the
fittest)
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 22
Interpretasi Neo-Malthusian
(1):
 Memperbaiki faktor yg tidak
dipertimbangkan oleh
Malthus sendiri (teknologi
pertanian, dan transisi
demografis)
 Pendapat tetap: sudah
terjadi bahaya terhadap
kelangsungan hidup
manusia karena produksi
pangan tidak bisa mengikuti
pertumbuhan penduduk
 Untuk kondisi saat ini:
Aturan alam harus
diberlakukan lagi terhadap
manusia yaitu agar
mengikuti hukum alam;
 menolak pertimbangan
emosional, intuitif dan
norma etika kemanusiaan
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 23
Interpretasi Neo-
Malthusian (2):
 Saintis seperti: Paul Erhlich dan
Garret Hardin
 Akibat kelebihan populasi: untuk
menyelamatkan manusia dari destruksi
diri sendiri  Menginginkan diakhirinya
“kebebasan untuk reproduksi” (freedom
to breed)
 Jika dibiarkan:
 ‘struggle for survival” seperti yg
dinyatakan oleh teori Darwin yg berlaku
untuk hewan (Social Darwinism)
 Menjelaskan kelaparan massal di
Ethiopia (1983) dan Somalia (1992), atau
genocide di Rwanda (1993), atau
‘hampir’ genocide di Darfur – Sudan
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 24
(2003)
Interpretasi IPA Dalam Ilmu
Sosial
 Hobbes:
 masyarakat, secara alamiah dan
praktisnya, bersifat atomistik dan
mekanistis. Atom dalam ‘mesin sosial’
ini adalah individu. Dari sinilah muncul
filosofi politik libertarian: memberi
kekuasaan pada peran dan status
individu.
 manusia itu ‘discrete’ tapi tidak
terisolasi. Mereka bersatu dalam
masyarakat ‘gesellschaft’ Yang
merekatkan mereka adalah kontrak
sosial yg memberi kemanfaatan bagi
individunya PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 25
Kelompok Manusia yang Menantang
Keberadaan Nature As a Machine
(1):
1. Utopian sosialis: c. Fourier (1772-
1837), r. Owen (1771-1858), e.
Howard (1850-1928)
 Mendeskripsikan/menciptakan
permukiman dan masyarakat yang
‘humane’
2. Geographers: de la blache (1845-
1918) dan brunhes (1869-1930)
 Promosikan pemeliharaan lingkungan
berdasarkan budaya sebagai akar
hubungan antara manusia dan alam
3.  Anarchists proudhon (1809-1865),
kropotkin (1842-1921), reclus
- Menkonfrontasikan alam yang dikontrol
PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 26
oleh ekonomi dan politik
Kelompok Manusia yang Menantang
Keberadaan Nature As a Machine
(2):

 4. Sociology: Comte (1798-1857), le


Play (1806-1882), p. Geddes (1854-
1932),
 Keterkaitan manusia-alam sebagai pusat
yang menyatukan ilmu filosofi, sains, seni,
teologi dan politik
5. Ekologi : haeckel (1834-1919)
  Tidak terfokus pada reduksionis.
  Prinsip utama:
 -  Sistem bukan mengisolasi; -    Pola bukan orde kategori
 -   Kerjasama bukan kompetisi; -   Proses bukan preskripsi
 -   Kualitas bukan kuantitas; -   Keterkaitan bukan pemisahan
 -   Biosentrik bukanPL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme
antroposentrik; -   Desentralisasi bukan 27
Beberapa Pertanyaan:
 Bagaimana cara menyelesaikan
persoalan berkurangnya tempat
pembuangan sampah di kota –
kota ? Tempat pemakaman di
kota?
 Sejauh mana teknologi saja dapat
menyelesaikan persoalan banjir di
kota Bandung?
 Apakah teknologi pembangkit
listrik yang berasal dari angin
merupakan teknologi yang ramah
lingkungan sehingga dapat
menjadi solusi yang bersifat
jangka panjang? PL2201_TAA_0405_Kul3_Teknosentrisme 28