Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Komunisme di Indonesia . Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa,penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiah meskipun tulisan masih jauh dari sempurna. Saya menyadari tanpa kerja sama antara dosen pembimbing dan penulis serta beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya karya tulis ilmiah ini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yamg tersebut diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini. Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Penulis mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.

Depok, November 2010

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................ ................................ ................................ ...... 1 Daftar Isi ................................ ................................ ................................ ................ 2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ................................ ................................ ................... 3 1.2 Tujuan Penulisan ................................ ................................ .............................. 3 1.3 Manfaat Penulisan ................................ ................................ ........................... 3 1.4 Metode Penulisan ................................ ................................ ............................ 4

BAB II ISI 2.1 Konsep Komunisme ................................ ................................ .......................... 5 2.2 Sejarah Komunisme Dunia ................................ ................................ ............... 6 2.3 Komunisme di Indonesia ................................ ................................ .................. 7

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ................................ ................................ ................................ ...... 12

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai warga negara Indonesia, mahasiswa perlu mengetahui tentang sistem politik dan paham-paham yang pernah mempengaruhi sistem politik negeri ini. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai salah satu paham yang pernah mengakar di negeri ini, yaitu komunisme.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adala h sebagai berikut: 1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran tentang paham komunisme di Indonesia. 2. Tujuan Khusus Agar mahasiswa lebih memahami tentang paham komunisme, menganalisis kelebihan serta kekurangannya,serta dapat menentukan sikap terhadap paham tersebut.

C. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan dari Dosen Pembimbing, Umi Kulsum, S.H. 2. Sebagai bahan dalam memberikan gambaran pemikiran pada mahasiswa agar memahami arti dari komunisme, kelebihan serta kekurangannya.

D. Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan metode penulisan : Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku, internet, dan kumpulan mata pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.

BAB II ISI

2.1 Konsep komunisme

Paham ini muncul sebagai kritik atas kapitalisme. Dimana dalam kapitalisme, kaum pemodal memanfaatkan para pekerja untuk mengeruk keuntungan yang lebih banyak. Itulah sebabnya komunisme sempat "berjaya" pada era tahun 40an hingga 60an.

Lalu bagaimana menciptakan masyarakat yang sungguh adil dan sama dalam segala hal? Nah, dalam hal ini pemerintah lah yang harus turun tangan melakukannya.

Pemerintah mengambil alih semua kepemilikan pribadi, semua aset dan semua faktor produksi. Dengan begitu pemerintah pula yang akan mengatur penggunaan nya demi kesejahteraan rakyat. Nah, kalau begitu mengapa tujuan mulia ini harus kandas di tengah jalan? Ada beberapa sebab. Pertama, sehebat-hebatnya pemerintah, tidak mungkin bisa mengatur penggunaan semua sumber daya dengan efisien. Barang A diproduksi terlalu banyak, barang B diproduksi terlalu sedikit, barang C malah nggak diproduksi, dsb. Sejarah sudah membuktikan, bahwa hanya ekonomi pasar bebas lah yang dapat melakukan hal tersebut.

Kedua, memang sudah sifat manusia yang tidak rela bila miliknya diambil. Sama seperti anda dan saya, kita pun tidak akan rela kalau barang kita diambil begitu saja cuma karena pemerintah yang menyuruh. Itulah sebabnya rakyatnya sendiri pun merasa "tertindas".

Ketiga, manusia akan cenderung korup bila diberikan kekuasaan absolut. Mereka yang duduk di jajaran tertinggi pemerintahan adalah para "raja" yang sering

menyalahgunakan kekuasaan mereka demi kepentingan pribadi. Sekali lagi, ini memang sudah sifat manusia. Inilah tiga kelemahan utama sistem komunisme, yang menyebabkan keruntuhan negara-negara penganutnya. Ekonomi kacau, rakyat tidak puas dan pemerintah yang korup. Mengapa komunisme dianggap sebagai monster dan wabah yang berbahaya? Karena memang itulah yang terjadi pada sejarah. Para pemimpin komunis menyerang negara-negara lain, dengan dalih bahwa sumber daya alam mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga mereka hendak menguasai sumber daya alam negara lain demi kesejahteraan rakyat mereka. Tentu saja tidak ada negara yang mau negaranya diserang oleh negara lain? Itu sebabnya negara lain pun melawan para pemerintah komunis tersebut dan melahirkan perang antar negara. Nah, tekanan dari dalam (ekonomi kacau, rakyat tidak puas dan pemerintah yang korup) dan tekanan dari luar (negara-negara yang memusuhi) ini lah yang meruntuhkan pemerintahan komunis.

2.2. Sejarah Komunisme Dunia


a. Komunisme sebagai ideologi

Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.

b. Maoisme

Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.

2.3. Komunisme di Indonesia


Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh

pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka. Komunisme di Indonesia memiliki sejarah yang kelam, kelahirannya di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesiadan mahasiswa-mahasiswa jebolannya yang beraliran kiri. Mereka

diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut

dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka.

Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi pun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri ke dalam SI (Sarekat Islam) menjadikan komunis sebagian cabangnya karena hak otonomi yang diciptakan Pemerintah Hindia Belanda atas organisasi lepas menjadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat diYogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulan Haji Agus Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKIsemakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda.

Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 19261927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.

Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik (Saat itu masih
8

beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Muso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit. Musso dan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Syarifuddin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Muso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antarmiliter Indonesia pada waktu itu.

Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan militer yang bermusuhan akan melakukan kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya dipercaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September.

Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih d ikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibunuh

di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman

terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol. Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok komunis, marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah. a. Gerakan Wanita Indonesia

Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani adalah organisasi wanita yang aktif di Indonesia pada tahun 1950-an dan 1960-an. Kelompok ini memiliki hubungan yang kuat dengan Partai Komunis Indonesia, namun sebenarnya merupakan organisasi independen yang memperhatikan masalah-masalah sosialisme dan feminisme. Gerwani dianggap oleh Orde Baru sebagai salah satu organisasi yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September, dan dalam film Pengkhianatan G 30

S/PKI karya Arifin C Noer digambarkan menyiksa jendral-jendral yang ditangkap sebelum mereka dibunuh di Lubang Buaya. Selain itu juga digambarkan adeganadegan di mana anggota-anggota Gerwani menari telanjang, memotong alat kelamin tawanan mereka dan melakukan perbuatan amoral lainnya. Sebagian besar ahli sejarah sepakat bahwa tuduhan-tuduhan ini palsu. Setelah Soeharto menjadi presiden, Gerwani dilarang keberadaannya dan banyak anggotanya diperkosa dan dibunuh, seperti halnya banyak orang lain yang dicurigai sebagai anggota PKI

b.Gerakan 30 September Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-

30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu

10

usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

2.4 Apakah Komunisme Telah Mati?


Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan

walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nikaragua. Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih ada didalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.

11

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Pada awalnya, paham komunisme muncul sebagai kritik atas kapitalisme. Pada akhirnya, munculah paham komunisme. Dlam paham ini, pemerintah mengambil alih semua kepemilikan pribadi, semua aset dan semua faktor produksi, dan pemerintah pulalah yang akan mengatur penggunaannya demi kesejahteraan rakyat. Kelahiran komunisme di Indonesia diawali dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolannya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran komunis tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan

pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian masyarakat. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yang dikenal dengan nama VSTP, namun kemudian gerakan itu hancur. Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia, diawali oleh kedatangan Muso dari Uni Sovyet ke Negara Republik, PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Kemudian pada saat itu, muncul teori bahwa PKI dan militer yang bermusuhan akan melakukan kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno sa at ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya dipercaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibunuh di Jawa dan Bali setelah

12

peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok komunis, marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.

13