Anda di halaman 1dari 8

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

Perhitungan Tingkat Aksesibilitas Perumahan Griyashanta Malang

Oleh:

Yohanes Seanvianno 105020100111062

JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

Pendahuluan

Perumahan Griyashanta di daerah Soekarno Hatta kota Malang merupakan daerah yang relatif sedang akan kepadatan penduduk. Hal ini terlihat dari perumahan yang tertata secara sistematis dan rapi sehingga terlihat tata ruang yang baik Dan juga akses lainnya seperti ruko dan sarana maupun pra sarana lain seperti kantor-kantor administrasi. Untuk itu guna memenuhi syarat untuk Ujiian tengah semester pilihan pertama dari tiga pilihan yang diberikan, karenanya saya disini bermaksud untuk menghitung tingkat aksesibilitas Perumahan Griyashanta ini dengan fasilitas-fasilitas umum yang tersedia disekitar jalan tersebut.

I.I Aksesbilitas
Aksesibilitas adalah suatu ukuran kenyamanan atau kemudahan lokasi tata guna lahan berinteraksi satu sama lain, dan mudah atau sulitnya lokasi tersebut dicapai melalui transportasi. Definisi lain menyebutkan, aksesibilitas adalah ukuran kemudahan yang meliputi waktu, biaya, dan usaha dalam melakukan perpindahan antara tempat-tempat atau kawasan dari sebuah sistem. Aksesibilitas ini diharapkan dapat mengatasi beberapa hambatan mobilitas, baik berhubungan dengan mobilitas fisik, misalnya mengakses jalan raya, pertokoan, gedung perkantoran, sekolah, pusat kebudayaan, lokasi industri dan rekreasi baik aktivitas non fisik seperti kesempatan untuk bekerja, memperoleh pendidikan, mengakses informasi, mendapat perlindungan dan jaminan hukum. Sehingga dengan kata lain semakin bagusnya aksesibilitas di suatu daerah yang mana disini adalah Perumahan Griyashanta, maka semakin mudahnya para masyarakat sekitar perumahan tersebut dapat melakukan aktivitas kesehariannya. Faktor yang bisa mempengaruhi fungsi rendahnya aksesibilitas, adalah topografi, sebab dapat menjadi penghalang bagi kelancaran untuk mengadakan interaksi di suatu daerah. Keadaan hidrologi seperti sungai, danau, rawa, dan laut juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pembangunan pertanian, perikanan,perhubungan, perindustrian, kepariwisataan. Jadi tinggi rendahnya wilayah sangat tergantung pada morfologi, topografi, dan laut juga sistem jaringan serta tersedianya sarana dan prasarana pendukung untuk memperlancar berbagai hubungan antara daerah sekitarnya.

I.II Metode Penelitian


Metode penilitan yang digunakan adalah analisis kuantitatif, yaitu penelitian tentang aksesibilitas Perumahan Griyashanta kota Malang ini dilakukan dengan survei beberapa orang dengan pengambilan sample acak untuk kiranya dapat membantu penelitian tentang bagaimana aksesibilitas di jalan kertoasri ini terhadap fasilitas-fasilitas yang lain seperti jalan sekitarnya, transportasi dan fasilitas umum lain yang mendukung terjadinya aksesibilitas di daerah ini. Penelitian ini juga dilakukan dengan observasi manual ke daerah sekitar lokasi penelitian untuk melakukan pendataan tentang berbagai fasilitas yang ada di sekitar lokasi tersebut, yang kemudian setelah itu kita baru dapat menyimpulkan bagaimana Aksesibilitas di daerah Jl. Griyashanta ini.
I.

Deskripsi Tentang Perumahan Griyashanta

Perumahan Griyashanta sendiri terletak di kelurahan Blimbing, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Perumahan Griyashanta sendiri terletak didalam pemukiman padat yang berisikan perumahan-perumahan. Di sebelah utara berbatasan dengan jalan candi panggung, sebelah timur berbatasan dengan Jl. Soekarno Hatta, sebelah Selatan berbatasan dengan Jl. Bunga Kertas dan sebelah barat berbatasan dengan pemukiman kosong.

Sumber : Google map Jalan-jalan yang berbatasan dengan Perumahan Griyashanta, hampir semua merupakan jalan pemukiman dan hanya jalan Soekarno Hatta adalah jalan raya. Perumahan Griyashanta pun merupakan daerah perumahan sehingga aksesnya sangat menunjang untuk ke berbagai fasilitas umum lainnya. Dan juga bagi para mahasiswa fasilitas yang diberikan di daerah ini terbilang sangat mencukupi kebutuhan sehari-hari para mahasiswa. Seperti tempat makan, laundry pakaian, tempat belanja dan mall, serta cafe maupun tempat hiburan lain cukup dekat dari daerah tersebut.

II.

Aksesibilitas dari rumah di Perumahan Griyashanta

Untuk mengetahui aksesibilitas lokasi ini perlu untuk melakukan penghitungan dengan menggunakan indeks aksesibilitas sebagai berikut: Indeks Aksesibilitas Aij = Ej/ dij Ej dij a : Jumlah fasilitas di kawasan j : Jarak fisik dari i ke j : Nilai eksponen

Indeks Aksesibilitas
Fasilitas Pendidika n Kesehata n Hiburan Religi Bisnis Perumaha n Fasilitas Publik Pendidika n Kesehata n Hiburan Religi Bisnis Perumaha n Fasilitas Publik Pendidika n Kesehata n Hiburan Religi Bisnis Perumaha Unit Indek s 0-0,5 km 8 6 24 6 20 6 16 0,5-1km 8 4 12 5 15 5 10 16 10 24 10 30 10 20 1-2km 5 8 18 5 18 3 10 16 36 10 36 8 B BS BS S BS S 4 5 5 3 5 3 BS S BS S BS B B 5 3 5 3 5 4 4 Kriter ia S S BS K BS S B Bobot

4 3 13 3 13 3 8

3 3 5 2 5 3 4

n Fasilitas Publik

15

30

BS

Keterangan:
Kriteri a BS B S K SK Bob ot 5 4 3 2 1 Keteranga n Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Fasilitas pendidikan mencakup, Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi
Fasilitas Kesehatan mencakup Apotik, klinik, dan Rumah sakit. Fasilitas hiburan mencakup karaoke, taman hiburan, billiard, warnet, tempat olahraga

dan taman hiburan


Fasilitas religi mencakup Masjid, dan Gereja serta vihara. Fasilitas Bisnis mencakup Perbankan, Pertokoan, Ruko, dan Pusat perbelanjaan

(swalayan),
Fasilitas publik mencakup kantor pelayanan pajak, PLN, PDAM, kantor pemerintah,

dan Polsek.

Untuk penghitungannya adalah sebagai berikut: Indeks aksesibilitas kategori 1 (0 - 0,5 km) Aij = 47/25 = 1,88 = Cukup Indeks aksesibilitas kategori 2(0,5 1 km) Aij = 60/29 = 2,06 = Baik Indeks aksesibilitas kategori 3(1 2 km) Aij = 51/28 = 2,33 = Baik Keterangan: Untuk kategori 1, fasilitas yang menonjol adalah bisnis dan hiburan, seperti yang kita ketahui, di sekitar Perumahan Griyashanta ini merupakan daerah perumahan, sehingga itu menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Namun di satu sisi Fasilitas religi dan publik kurang, hal ini terlihat dari tidak ada tempat ibadatan untuk kaum nasrani, serta fasilitas keamanan seperti kantor polisi dia area tersebut tidak ada. Pada kategori 2, fasilitas yang menonjol adalah hiburan dan bisnis, pertokoan dan tempat hiburan tersedia cukup banyak pada kawasan ini, fasilitas keamanan serta religi perlu ditambah jumlahnya, untuk wilayah seluas itu termasuk kurang untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Sementara untuk kategori 3, hampir sama dengan 2 kategori sebelumnya, yang menonjol adalah fasilitas bisnis dan hiburan, maklum saja, kawasan ini berpenduduk relatif sedang dan terletak di daerah strategis sehingga menjadi lahan bisnis dan fasilitas hiburan yang cukup bagus dan strategis.

III. Tingkat Aksesibilitas ke Berbagai Fasilitas


Untuk mengetahui tingkat aksesibilitas lokasi penelitian dengan berbagai fasilitas kita dapat menghitungnya dengan menggunakan rumus nilai aksesibilitas, yaitu sebagai berikut:

Ai = K F T / d
K : F : T : kondisi transportasi (aspal, perkerasan, tanah ) fungsi transportasi (arteri, kolektor, lokal) fungsi dan jenis pergerakan(regional/lokal) dan trayek pergerakan yang melayani

d :

jarak ( i ke j )

Nilai Aksesibilitas
Kriteria K (kondisi Transportasi) F (Fungsi Transportasi) T ( Fungsi dan Jenis Pergerakan) Aspal Kolektor, Lokal Regional 500m, 1 menit Bobot BS B B BS B

Ai = KFT/d
5 4 4 5 4

d(Jarak i j )
Rata-rata

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut: Ai = 5.4.4/5 = 16 Aksesibilitas di lokasi penilitan ini di Griyashanta ini Bagus, Meskipun cukup padat penduduk akan tetapi lokasi ini sangat lancar dikarenakan didukung oleh infrastrukstur yang menunjang serta akses yang strategis. Dan juga dikarenakan daerah ini meruopakan daerah tepat di tengah kota. Transportasi umum di lokasi umum di daerah ini pada dasarnya tidak ada, akan tetapi di timur lokasi ini berbatasan dengan jalan raya (Soekarno Hatta) yang mana terdapat angkutan umum seperti ABG yang sering lewat. Untuk menuju fasilitas pendidikan cukup ditempuh 3 menit, untuk ke fasilitas religi 1 menit, ke fasilitas kesehatan membutuhkan waktu 5 menit, untuk ke fasilitas hiburan dapat di tempuh 2 menit, ke fasilitas bisnis sekitar 2-3 menit, dan ke fasilitas publik, untuk ke PLN 3-5 menit, PDAM 4-6 menit, serta kantor pemerinthan dan akses publik administrasi membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 5-8 menit.

IV.

Kesimpulan

Dari Hasil diatas dapat disimpulkan tingkat aksesibilitas di Perumahan Griyashanta kota Malang ini adalah Baik. Hal ini terlihat dari Indeks dan Nilai Aksesibilitas pada data sebelumnya menunjukkan nilai yang baik. Dan juga terlihat dari prasarana maupun infrastruktur yang menunjang dilihat dari tempat yang strategis dan terletak di tengah kota. Hampir secara keseluruhan tidak terdapat kelemahan dilokasi ini yang mana meskipun di lokasi penelitian ini terjadi kepadatan penduduk yang relatif sedang akan tetapi tidak mempengaruhi ke lokasi lain dikarenakan fungsi dan pergerakan di lokasi ini adalah strategis dan terpusat dan aksesnya menunjang sehingga tidak mempengaruhi para penduduk sekitar dengan kebisingan atau mungkin kemacetan kendaraan bermotor.

V. Daftar Pustaka
VI. Graha Ilmu. Arief, Sritua. 1979. Pertumbuhan Ekonomi. VII. disasmita, Rahardja.(2006). Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan.