Anda di halaman 1dari 17
Nasrullah Mahasiswa Alih Program Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya Malang 2010 E-mail:

Nasrullah

Mahasiswa Alih Program Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya Malang

2010

E-mail: nrs_nsrh@yahoo.com

COGNITIVE

PERFORMANCE

SERIES

Organi

Download Ilmu-Ilmu Keperawatan, Asuhan Keperawatan, Laporan Pendahuluan dan Ketrampilan-Ketrampilan Klinis Keperawatan

100% Free

SERPIHAN ILMU PENGETAHUAN

www.serpihanilmuku.blogspot.com

:

dan Ketrampilan-Ketrampilan Klinis Keperawatan 100% Free SERPIHAN ILMU PENGETAHUAN www.serpihanilmuku.blogspot.com : 2012

2012

Definisi Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma
Definisi Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma
Definisi Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma
Definisi Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma
Definisi Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma
Definisi
Definisi

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. (Sjamsuhidayat, 2005) Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu. (Lazarus et al dalam Potter, 2006)

Jenis-jenis luka umum
Jenis-jenis luka umum

- Luka abrasi (Luka lecet) luka ini terjadi oleh karena gesekan pada permukaan kulit yang melawan permukaan benda kasar. Biasanya hanya mengenai kulit lapisan luar, membran mukosa atau kulit sedikit terkikis. Misalnya jatuh terseret

mukosa atau kulit sedikit terkikis. Misalnya jatuh terseret - Luka laserasi (Luka Robek) Pada luka laserasi
mukosa atau kulit sedikit terkikis. Misalnya jatuh terseret - Luka laserasi (Luka Robek) Pada luka laserasi

- Luka laserasi (Luka Robek) Pada luka laserasi terjadi kerusakan jaringan yang dapat disebabkan misalnya oleh pecahan gelas, kaca atau benda tajam. Luka ini akan mudah terkontaminasi dan timbul infeksi.

gelas, kaca atau benda tajam. Luka ini akan mudah terkontaminasi dan timbul infeksi. www.serpihanilmuku.blogspot.com
gelas, kaca atau benda tajam. Luka ini akan mudah terkontaminasi dan timbul infeksi. www.serpihanilmuku.blogspot.com

www.serpihanilmuku.blogspot.com

gelas, kaca atau benda tajam. Luka ini akan mudah terkontaminasi dan timbul infeksi. www.serpihanilmuku.blogspot.com
- Luka kontusio (Luka Memar) Luka yang terjadi dengan tidak menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit
- Luka kontusio (Luka Memar) Luka yang terjadi dengan tidak menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit
- Luka kontusio (Luka Memar) Luka yang terjadi dengan tidak menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit
- Luka kontusio (Luka Memar) Luka yang terjadi dengan tidak menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit

- Luka kontusio (Luka Memar) Luka yang terjadi dengan tidak menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit akan tetapi adanya injury pada struktur internal. Luka ini biasa terjadi karena benturan benda tumpul.

Luka ini biasa terjadi karena benturan benda tumpul. - Luka Tusuk Luka tusuk adalah luka yang
Luka ini biasa terjadi karena benturan benda tumpul. - Luka Tusuk Luka tusuk adalah luka yang

- Luka Tusuk Luka tusuk adalah luka yang dalam akibat dari benda-benda tajam seperti pisau dapat juga pecahan gelas atau paku.

tajam seperti pisau dapat juga pecahan gelas atau paku. Fase Penyembuhan Luka - Fase inflamasi Fase
tajam seperti pisau dapat juga pecahan gelas atau paku. Fase Penyembuhan Luka - Fase inflamasi Fase
tajam seperti pisau dapat juga pecahan gelas atau paku. Fase Penyembuhan Luka - Fase inflamasi Fase
tajam seperti pisau dapat juga pecahan gelas atau paku. Fase Penyembuhan Luka - Fase inflamasi Fase
Fase Penyembuhan Luka
Fase Penyembuhan Luka

- Fase inflamasi Fase inflamasi dimulai dari saat terjadinya luka hingga hari ke lima. Saat terjadi luka maka tubuh akan berusaha untuk menghentikan perdarahan dengan cara memvasokonstriksikan pembuluh darah, pengerutan ujung pembuluh darah (retraksi), dan reaksi hemostasis. Dalam fase inflamasi ini trombosit yang keluar pembuluh darah akan saling menempel dan bersama- sama dengan benang-benang fibrin trombosit akan membekukan darah sehingga perdarahan dapat dikontrol Disisi lain tubuh memiliki sel mast yang berfungsi untuk meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga sel-sel darah putih sebagai pemakan bakteri

www.serpihanilmuku.blogspot.com

meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga sel-sel darah putih sebagai pemakan bakteri www.serpihanilmuku.blogspot.com
meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga sel-sel darah putih sebagai pemakan bakteri www.serpihanilmuku.blogspot.com
atau sel-sel yang mati dapat masuk dengan mudah. Sel mast mengeluarkan serotonin yang menyebabkan permeabilitas
atau sel-sel yang mati dapat masuk dengan mudah. Sel mast mengeluarkan
serotonin yang menyebabkan permeabilitas kapiler meningkat dan
vasodilatasi di sekitar tempat inflamasi, hal inilah yang menyebakan cairan di
pembuluh darah masuk di sekitar tempat inflamasi sehingga menyebabkan
oedema (pembengkakan).
Tanda dan gejala pada fase inflamasi:
Kalor
Rubor
Dolor
Tumor
Fungsiolesa
: Terasa hangat
: Berwarna kemerahan
: Nyeri
: Pembengkakan
: Penurunan fungsi
Terjadinya luka menyebabkan terjadinya perpindahan sel-sel darah
putih (Leukosit) ke tempat peradangan. Leukosit mengeluarkan enzim
hidrolitik yang membantu
mencerna bakteri beserta sel-sel
yang rusak. Setelah itu barulah
muncul limfosit dan monosit yang
memiliki kemampuan mencerna
bakteri lebih baik untuk
membantu pertempuran melawan bakteri.
Fase ini disebut juga dengan fase lamban karena luka masih belum
stabil, pembentukan kolagen masih minimal dan luka hanya ditautkan dengan
benang-benang fibrin yang amat lemah.
-
Fase proliferasi (Regenerasi)
Fase proliferasi terjadi
antara 3 sampai 24 hari setelah
luka terjadi. Tujuan utama dari fase
ini adalah menumbuhkan jaringan
baru dari dasar luka dengan
jaringan penyambung atau biasa
juga disebut sebagai granulasi dan menutup bagian atas luka dengan jaringan
www.serpihanilmuku.blogspot.com
epitel (epitelisasi). Fibroblas adalah sel-sel yang mensintetis kolagen yang akan menutup luka. Fibroblas membutuhkan
epitel (epitelisasi). Fibroblas adalah sel-sel yang mensintetis kolagen yang
akan menutup luka. Fibroblas membutuhkan vitamin B, vitamin C, oksigen
dan asam amino agar dapat berfungsi dengan baik.
Luka akan tertutup oleh jaringan-jaringan baru pada periode ini,
elastisitas jaringan yang menutup luka mulai meningkat dan risiko ruptur
(robek/terpisah) luka akan menurun.
-
Fase penyembuhan (Maturasi/Remodeling)
Pada
fase
ini
terjadi
proses
pematangan yang terdiri atas
penyerapan kembali jaringan yang
berlebih, pengerutan sesuai dan
akhirnya membentuk jaringan baru
yang merupai jaringan normal lainnya.
Fase ini dapat berlangsung berbulan-
bulan hingga 1 tahun dan dinyatakan berakhir kalau semua tanda radang
sudah lenyap. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi
abnormal karena proses penyembuhan. Oedema dan sel radang diserap, sel
muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen
yang berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang
ada.
Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat karena jaringan
parut mengandung lebih sedikit sel-sel pigmentasi. Terlihat pengerutan
maksimal pada luka. Pada akhir fase ini, perupaan luka kulit mampu menahan
regangan kira-kira 80% kemampuan kulit normal. Hal ini tercapai kira-kira 3-
6 bulan setelah penyembuhan . perupaan luka tulang (patah tulang)
memerlukan waktu satu tahun atau lebih untuk membentuk jaringan yang
normal secara histologi atau secara bentuk.
www.serpihanilmuku.blogspot.com
Klasifikasi Penyembuhan Luka Klasifikasi penyembuhan luka - Penyembuhan Luka Primer Jenis penyembuhan luka primer
Klasifikasi Penyembuhan Luka Klasifikasi penyembuhan luka - Penyembuhan Luka Primer Jenis penyembuhan luka primer
Klasifikasi Penyembuhan Luka Klasifikasi penyembuhan luka - Penyembuhan Luka Primer Jenis penyembuhan luka primer
Klasifikasi Penyembuhan Luka Klasifikasi penyembuhan luka - Penyembuhan Luka Primer Jenis penyembuhan luka primer
Klasifikasi Penyembuhan Luka Klasifikasi penyembuhan luka - Penyembuhan Luka Primer Jenis penyembuhan luka primer
Klasifikasi Penyembuhan Luka
Klasifikasi Penyembuhan Luka

Klasifikasi penyembuhan luka

- Penyembuhan Luka Primer Jenis penyembuhan luka primer terjadi bila luka segera diusahakan bertaut, biasanya dengan bantuan jahitan. Parut yang terjadi biasanya lebih halus dan kecil.

jahitan. Parut yang terjadi biasanya lebih halus dan kecil. - Penyembuhan Luka Sekunder Penyembuhan luka sekunder

- Penyembuhan Luka Sekunder Penyembuhan luka sekunder merupakan penyembuhan luka kulit yang terjadi tanpa pertolongan dari luar. Penyembuhan ini berjalan alami atau mandiri dilakukan oleh tubuh. Luka akan terisi jaringan granulasi yang tumbuh dari dasar luka dan akhirnya akan ditutup oleh jaringan epitel. Penyembuhan seperti ini biasanya memerlukan waktu uang cukup lama dan akan meninggalkan jaringan parut yang kurang baik, terutama bila luka terbuka/mengaga lebar.

yang kurang baik, terutama bila luka terbuka/mengaga lebar. - Penyembuhan Luka Tersier (Primer Tertunda) Namun, jahitan

- Penyembuhan Luka Tersier (Primer Tertunda)

Namun,

jahitan

luka

tidak

dapat

langsung

dilakukan

pada

luka

Namun, jahitan luka tidak dapat langsung dilakukan pada luka terkontaminasi berat dan/ atau tidak berbatas

terkontaminasi

berat

dan/

atau

tidak

berbatas

tegas.

Luka

yang

luka

compang-camping

seperti

tembak, sering meniggalkan jaringan yang tidak dapat hidup yang pada pemeriksaan pertama sukar dikenal. Keadaan ini diperkirakan akan

www.serpihanilmuku.blogspot.com

dapat hidup yang pada pemeriksaan pertama sukar dikenal. Keadaan ini diperkirakan akan www.serpihanilmuku.blogspot.com
menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian sebaiknya dibersihkan dan dieksisi (debrideman) dahulu
menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian sebaiknya dibersihkan dan dieksisi (debrideman) dahulu
menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian sebaiknya dibersihkan dan dieksisi (debrideman) dahulu
menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian sebaiknya dibersihkan dan dieksisi (debrideman) dahulu
menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian sebaiknya dibersihkan dan dieksisi (debrideman) dahulu

menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian sebaiknya dibersihkan dan dieksisi (debrideman) dahulu dan kemudian dibiarkan selama 4-7 hari. Baru selanjutnya dijahit dan akan sembuh secara primer cara ini biasanya disebut dengan penyembuhan primer tertunda. Jika setelah dilakukan debrideman luka langsung dijahit, dapat diharapkan terjadi penyembuhan primer.

Penyembuhan jaringan khusus

Pembuluh darah Proses penyembuhan luka pada pembuluh darah bergantung pada besarnya luka, derasnya arus darah yang keluar dan kemampuan tamponade jaringan sekitar. Pada pembuluh yang luka, serat elastin pada dinding pembuluh darah akan mengkerut dan otot polosnya berkontraksi. Bila kerutan ini lebih kuat dari pada arus darah yang keluar, luka akan menutup dan perdarahan berhenti. Bila sempat terbentuk gumpalan darah yang menyumbat luka, permukaan dalam gumpalan

perlahan-lahan akan dilapisi endotel dan mengalami organisasi menjadi jaringan ikat. Bila hematom sangat besar karena arus darah yang keluar kuat, bagian tengah akan tetap cair karena turbulensi arus, sedangkan dinding dalamnya perlahan-lahan akan dilapisi endotel sehingga terjadi aneurisma palsu. Bila pembuluh darah sampai putus, ujung potongan akan mengalami

retraksi dan kontraksi akibat adanya serat elastin

mengalami retraksi dan kontraksi akibat adanya serat elastin Faktor-faktor Penyembuhan Luka a. Usia Pasien Makin tua
Faktor-faktor Penyembuhan Luka
Faktor-faktor Penyembuhan Luka

a. Usia Pasien Makin tua pasien makin menurun daya tahan tubuhnya dan semakin mudah terjadi infeksi dengan proses penyembuhan yang lama. Hal ini dapat dihubungkan dengan kemungkinan adanya degenerasi, tidak adekuatnya masukan makanan, dan menurunnya sirkulasi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

kemungkinan adanya degenerasi, tidak adekuatnya masukan makanan, dan menurunnya sirkulasi www.serpihanilmuku.blogspot.com
b. Perlakuan terhadap jaringan luka Perlakuan yang kasar terhadap luka akan memperlambat penyembuhan, lakukan tindakan
b. Perlakuan terhadap jaringan luka
Perlakuan yang kasar terhadap luka akan memperlambat penyembuhan,
lakukan tindakan secara hati-hati, cermat dan menyeluruh.
c. Hypovolemia
Volume darah yang tidak mencukupi mengarah pada vasokontriksi dan tentu
saja oksigenasi dan nutrien jaringan akan berkurang dan akan memperlama
penyembuhan luka. Oleh karenya perlu memantau defisit cairan yang ada
(sirkulasi)
d. Edema
Meningkatkan tekanan interstisiil pada pembuluh darah, sehingga pembuluh
darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi mengalami gangguan. Perlu
meninggikan bagian yang edema.
e. Balutan terlalu kencang
Penekanan balutan yang terlalu kencang dapat menyumbat aliran darah baik
utama maupun prifer sehingga dapat mengurangi suplay oksigen yang
membawa nutrisi jaringan.
f. Defisit nutrisi
Nutrisi sangat berperan dalam penyembuhan luka. Klien harus mendapatkan
protein yang cukup sebagai dasar untuk pembentukan kolagen. Selain itu
karbohidrat juga diperlukan sebagai dukungan energi. Vitamin A,Bcomp, C, K,
zat besi juga diperlukan untuk penyembuhan luka
g. Benda asing
Benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan direspon oleh sistem imun tubuh
sebagai benda yang berbahaya dan mengancam, sehingga terjadi proses
peradangan berulang yang akan memperlambat penyembuhan. Jaga agar luka
bebas dari benda asing misalnya serpihan kasa, kapas dan bedak sarung
tangan.
www.serpihanilmuku.blogspot.com
   
 
   
 
   

h. Akumulasi Drainage Drainage yang menumpuk dapat menganggu proses penyembuhan luka. Drainage yang tidak dibersihkan merupakan mediator yang baik bagi kuman penyebab infeksi, selain itu juga drainage menghalangi tumbuhnya jaringan baru pada proses penyembuhan luka. Lakukan tindakan pembersihan terhadap drainage yang menumpuk.

     

i. Steroid Menyamarkan adanya inflamasi dengan mengganggu respons inflamasi normal.

j. Antikoagulan Antikoagulan dapat mengganggu upaya tubuh untuk melakukan penutupan pada luka, darah dalam hal ini trombosit akan mengalami kesulitan dalam melakukan penggumpalan untuk menutup luka. Selain itu antikoagulan juga dapat menyebabkan hemoragie

k. Overaktifitas pasien Pasien yang mengalami luka diupayakan untuk mengistirahatkan bagian yang luka, hal ini ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada tubuh dan jaringan lukan untuk tumbuh dengan baik. Pergerakan yang berlebihan pada area luka dapat menyebabkan kerusankan pada jaringan luka yang masih muda dan rapuh, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lama.

l. Status Immuno Suppresi Berikan perlindungan maksimal untuk pasien guna mencegah infeksi.Batasi pengunjung, lakukan prosedur cuci tangan pada saat sebelum dan setelah melakukan perawatan luka untuk menghindari infeksi nosokomial.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

 
 
 
 
Pertolongan pertama pada luka Diagnosis Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada
Pertolongan pertama pada luka Diagnosis Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada
Pertolongan pertama pada luka Diagnosis Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada
Pertolongan pertama pada luka Diagnosis Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada
Pertolongan pertama pada luka Diagnosis Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada
Pertolongan pertama pada luka
Pertolongan pertama pada luka

Diagnosis Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada perdarahan yang harus dihentikan. Kemudian, tentukan jenis trauma, tajam atau tumpul. Luasnya kematian jaringan, banyaknya kontaminasi dan berat ringannya luka.

Tindakan Perawatan luka akan tergantung pada jenis luka, berat ringannya luka, ada tidaknya perdarahan dan risiko yang dapat menimbulkan infeksi. Prinsip umum pertolongan pertama pada luka sebagai berikut

- Mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau larutan antiseptik

- Segera pantau luka kemungkinan adanya benda asing dalam luka

- Bersihkan pinggiran luka dengan antiseptik atau sabun antiseptik. Bila luka dalam, bersihkan dengan normal saline (cairan infus/NS, jika tidak ada gunakan air matang beri sedikit garam) dari pusat luka ke arah luar, setelah luka dibersihkan kemudian lakukan irigasi luka dengan normal salin.

- Keringkan luka dengan kasa steril yang lembut

- Berikan antibiotk atau obat antiseptik yang sesuai

- Tutup luka dengan kasa steril dan paten

- Tinggikan posisi luka bia terjadi perdarahan dan imobilisasi

Kontrol perdarahan

- Pantau keadaan luka (angkat atau gunting pakaian pada area injury) bila diperlukan

- Ambil benda asing secara perlahan bila terdapat benda asing dalam luka

- Lakukan penekanan area perdarahan dengan kasa steril

- Lakukan penutupan area luka dengan kasa steril

- Lakukan pembalutan

www.serpihanilmuku.blogspot.com

dengan kasa steril - Lakukan penutupan area luka dengan kasa steril - Lakukan pembalutan www.serpihanilmuku.blogspot.com
Luka khusus Luka Bakar Luka bakar merupkan respons kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu/termal.
Luka khusus Luka Bakar Luka bakar merupkan respons kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu/termal.
Luka khusus Luka Bakar Luka bakar merupkan respons kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu/termal.
Luka khusus Luka Bakar Luka bakar merupkan respons kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu/termal.
Luka khusus Luka Bakar Luka bakar merupkan respons kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu/termal.
Luka khusus
Luka khusus

Luka Bakar

Luka bakar merupkan respons kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu/termal. Derajat luka bakar

Kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya pajanan suhu tinggi. Selain api langsung menjilat tubuh, baju yang ikut terbakar juga memperdalam luka bakar. Bahan baju yang paling aman adalah yang terbuat dari bulu domba (wol). Bahan sintetis seperti nilon dan dakron, selain mudah terbakar juga mudah lumer oleh suhu tinggi lalu menjadi lengkat sehingga memperberat kedalaman luka bakar

Penatalaksanaan

Upaya pertama saat terbakar adalah mematikan api pada tubuh, misalnya dengan menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan oksigen pada api yang menyala. Korban dapat mengusahakan dengan cepat menjatuhkan diri dan berguling agar bagian pakaian yang terbakar tidak meluas. Kontak dengan bahan yang panas juga harus cepat diakhiri, misalnya dengan mencelupkan bagian yang terbakar atau menceburkan diri ke air dingin (bukan air es). atau melepaskan baju yang tersiram air panas. Pertolongan pertama setelah sumber panas hilang adalah merendam daerah luka bakar dalam air atau menyiramnya dengan air mengalir selama sekurang-kurangnya lima belas menit. Proses koagulasi protein sel di jaringan terpajan suhu tinggi berlangsung terus meskipun api telah dipadamkan sehingga destruksi (kerusakan) tetap meluas. Proses ini dapat dihentikan dengan mendinginkan daerah yang terbakar dan mempertahankan suhu dingin ini pada jam pertama. Oleh karena itu, merendam bagian yang terbakar

suhu dingin ini pada jam pertama. Oleh karena itu, merendam bagian yang terbakar www.serpihanilmuku.blogspot.com

www.serpihanilmuku.blogspot.com

suhu dingin ini pada jam pertama. Oleh karena itu, merendam bagian yang terbakar www.serpihanilmuku.blogspot.com
selama lima belas menit pertama dalam air sangat bermanfaat untuk menurunkan suhu jaringan sehingga kerusakan
selama lima belas menit pertama dalam air sangat bermanfaat untuk
menurunkan suhu jaringan sehingga kerusakan jaringan lebih dangkal dan
diperkecil. Dengan demikian luka yang sebenarnya menuju derajat dua dapat
berhenti pada derajat satu. Atau luka yang akan menjadi tingkat tiga
dihentikan pada tingkat dua atau satu. Pencelupan atau penyiraman dapat
dilakukan dengan air apa saja yang dingin, tidak perlu steril.
Pada luka bakar ringan, prinsip penanganan utama adalah
mendinginkan daerah yang terbakar dengan air, mencegah infeksi dan
memberi kesempatan sisa-sisa sel epitel untuk berproliferasi dan menutup
permukaan luka. Luka dapat dirawat secara tertutup atau terbuka
Pada luka bakar berat, selain penanganan umum seperti pada luka
bakar ringan, kalau perlu dilakukan resusitasi segera bila penderita
menunjukkan gejala syok. Bila penderita menunjukkan gejala terbakarnya
jalan napas, diberikan campuran udara lembab dan oksigen. Kalau terjadi
oedema laring, dipasang pipa endotrakeal atau dibuat trakeostomi.
Trakeostomi berfungsi untuk membebaskan jalan napas, mengurangi ruang
mati dan memudahkan pemersihan jalan napas dari lendir atau kotoran. Bila
dugaan keracunan CO diberikan oksigen murni.
Luka gigitan
Luka gigitan dapat disebabkan oleh
hewan liar, hewan piaraan atau manusia.
Hewan liar biasanya menggigit adalah
hewan yang memang ganas dan pemakan
daging, misalnya harimau, singa, hiu, atau
bila hewan itu terganggu atau terkejut, yaitu
dalam usaha membela diri. Hewan piaraan
jinak menggigit bila disakiti, di ganggu atau
bila dalam keadaan tertentu misalnya
sedang memelihara anaknya yang masih kecil, sedang makan dan bila sedang
sakit. Bila hewan menggigit tanpa alasan jelas, harus dicuriagi kemungkinan
www.serpihanilmuku.blogspot.com
hewan tersebut menderita penyakit yang mungkin menular melalui gigitan misalnya rabies. Luka gigitan dapat hanya
hewan tersebut menderita penyakit yang mungkin menular melalui gigitan
misalnya rabies.
Luka gigitan dapat hanya berupa luka tusuk kecil atau luka compang-
camping luas yang berat. Luka gigitan manusia berbahaya karena dalam mulut
manusia ditemukan lebih banyak jenis kuman patogen dibanding mungkin
karena dietnya yang lebih bervariasi
Persoalan yang ditimbulkan oleh luka gigitan atau sengatan serangga
adalah lukanya sendiri, kontaminasi bakteri atau virus dan reaksi alergi. Dalam
penanggulangannya, perlu lebih dahulu diidentifikasi hewan yang menggigit
atau menyengat untuk perencanaan langkah pertolongan.
Tindakan terhadap luka adalah pembersihan luka, disusul dengan menjahit
rapat atau membuat jahitan situasi, yaitu jahitan untuk sementara sesuai keadaan
dengan maksud mencegah luka mengaga terlalu lebar. Umumnya dianggap
lebih aman kalau sementara hanya dibuat jahitan situasi. Setelah diamati
beberapa hari dan luka tampak tenang, baru dijahit rapat.
Tindakan terhadap kuman atau alergen yang masuk terdiri atas mencuci
dan eksisi luas luka. Diusahakan untuk menghalangi dan mengurangi
penyebaran dengan memasang turniket, istirahat total dan mendinginkan daerah
yang bersangkutan. Untuk menetralkan racun diberikan serum antiracun dan jika
diduga kontaminasi kuman penyakit diberikan vaksin.
Gigitan ular
Gigitan ular berbahaya bila
ularnya tergolong jenis berbissa.
Sebenarnya dari kira-kira ratusan
jenis ular yang diketahui, hanya
sedikit sekali yang berbisa dan
dari golongan ini hanya beberapa
yang berbahaya.
Bisa ular bersifat toksik dan
dapat menyebabkn destruksi
www.serpihanilmuku.blogspot.com
jaringan lokal, bersifat toksik terhadap saraf, menyebabkan hemolisis atau pelepasan histamin sehingga timbul reaksi
jaringan lokal, bersifat toksik terhadap saraf, menyebabkan hemolisis atau
pelepasan histamin sehingga timbul reaksi anafilaksis. Racun yang merusak
jaringan menyebabkan nekrosis jaringan yang luas dan hemolisis.
Gejala dan tanda yang menonjol berupa nyeri hebat yang tidak sebanding
dengan besar luka, oedema, eritema, petekia, ekimosis, bula dan tanda
nekrosis jaringan. Dapat terjadi perdarahan di peritoneum atau perikardium,
oedema paru, syok berat karena efek racun langsung pada otot jantung
Ular berbisa yang tekenal adalah ular tanah, bandotan puspa, ular hijau
dan ular laut. Ular berbisa lain adalah ular kobra dan ular welang yang bisanya
bersifat neurotoksik. Gejala dan tanda yang ditimbulkan dari bisa jenis ini
adalah rasa kesemutan, lemas, mual, salivasi dan muntah. Ular kobra dapat
juga menyemprotkan bisanya yang apabila mengenai mata dapat
menyebabkan kebutaan sementara.
Tata laksana
Tanda umum ular berbisa adalah kepalanya berbentuk segitiga. Tanda
lain adalah dari pernampakannya langsung misalnya corak kulitnya. Dari
bekas gigitan dapat dilihat dua lubang yang jelas akibat dua gigi taaring
atas bila ularnya berbisa dan deretan bekas gigi kecil-kecil berbentuk U
bila ularnya tidak berbisa.
Tindakan yang dapat dikerjakan untuk menolong penderita yang digigit
ular berbisa adalah mengikuti prinsip umum seperti yang diterangkan di
atas.
Usahakan membuang bisa sebanyak-banyaknya dengan menoreh
lubang bekas masuknya taring ular sepanjang dan sedalam 0,5 cm,
kemudian lakukan penghisapan mekanik. Penghisapan dengan mulut tidak
dianjurkan karena risiko tertular apabila terdapat mukosa yang terluka.
Usaha menghambat absorbsi dapat dilakukan dengan cara memasang
turniket bebeapa sentimeter proksimal gigitan atau daerah bengkak,
dengan tekanan yang cukup untuk menghambat aliran vena, tetapi lebih
rendah daripada tekanan arteri. Tekanan ini dapat dipertahankan hingga 30
menit. Dalam 12 jam pertama masih ada pengaruh bila bagian yang tergigit
direndam dalam air es atau didinginkan dengan es.
www.serpihanilmuku.blogspot.com
Mengenal Ular Berbisa Mengenali Ular Berbisa Dari Bentuk Kepala Ular berbisa cenderung memiliki bentuk kepala
Mengenal Ular Berbisa
Mengenali Ular Berbisa Dari Bentuk Kepala
Ular berbisa cenderung memiliki bentuk kepala yang hampir segitiga seperti pada gambar:
Mengenali Dari Warnanya
Ular berbisa cenderung memiliki warna yang cerah atau sisik yang bercorak. Ini mungkin menunjukkan
bahwa dirinya berbisa
Mengenali Dari Bentuk Gerakan
Ular berbisa kebanyakan lebih tenang dari pada ular tidak berbisa. Mereka lebih waspada untuk
melakukan serangan dari pada kabur meninggalkan manusia. Mereka memberikan peringatan dengan cara
mendesis, berderik dan membentuk bagian tubuh menyerupai huruf S
Mengenal Dari Bentuk Taring
Aghlyfa
Ular bergigi aglifa tidak mempunyai taring hampir seluruh giginya teratur namun kadang jumlahnya jukup
banyak, ular bertipe gigi seperti ini tidak berbisa namun tetap hati-hati dengan risiko infeksi bakteri lainnya jika
tergigit. Tipe gigi seperti in juga dapat merobek kulit manusia
Opistoglifa
Tipe gigi jenis ini memiliki sepasang taring yang berada di belakang, jika tergigi ular ini dalam waktu sekejab
mungkin tidak akan berisiko terkena racun, karena ular berjenis gigi seperti ini harus memasukkan lebih dalam
objek tergigit agar dapat menyuntikkan racun.
Solenoghlyfa
Tipe gigi seperti ini sangat spesial dan bisa dikatakan lebih canggih, sepasang taring panjang yang terdapat di
bagian depan dapat di lipat dan disembunyikan ke bagian atas rahang. Tidak hanya sebagai penyuntik bisa,
sepasang taring semacam ini dapat digunakan untuk mendorong mangsa untuk masuk ke dalam perut ular.
Proteroglifa
Ular yang mempunyai gigi bertipe seperti ini mempunyai taring depan yang panjang dan bagian ujung taring
tersebut seperti melengkung ke belakang. Ular tipe gigi ini tergolong sangat mematikan meskipun ukuran
taringnya tidak sepanjang taring solenoghlyfa tapi kemampuannya menyuntikkan bisa tidak diragukan lagi
www.serpihanilmuku.blogspot.com
Sengatan lebah Sebenarnya racun dalam sungut lebah sama toksiknya dengan racun ular berbisa, tetapi karena
Sengatan lebah
Sebenarnya racun dalam sungut lebah sama toksiknya dengan racun
ular berbisa, tetapi karena jumlahnya yang masuk ke tubuh sangat sedikit,
dampaknya ringan. Raksi yang lebih sering terhadap sengatan lebah adalah
reaksi alergi. Walaupun demikian, sengatan segrombolan lebah yang
mengamuk berakibat lebih berat. Gejala dan tandanya dapat berupa gatal,
oedema, eritema dan oedema angioneurotik. Dalam keadaan lebih berat
ditemukan gangguan menelan, kelemahan otot mata, bradikardia dan syok
Tata laksana
Sungut lebah yang masih menempel dicari dan dicabut. Daerah
sengatan dibersihkan dengan air dan sabun. Untuk mengurangi nyeri dapat
disuntikkan lidokain, kadang diperlukan sedatif, infus dan antibiotik. Bila
terlihat tanda alergi, diberikan adrenalin dan antihistamin.
www.serpihanilmuku.blogspot.com
REFERENSI Bresler, Michael jay. 2007. Manual Kedokteran Darurat . Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth J. 2009.
REFERENSI Bresler, Michael jay. 2007. Manual Kedokteran Darurat . Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth J. 2009.
REFERENSI Bresler, Michael jay. 2007. Manual Kedokteran Darurat . Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth J. 2009.

REFERENSI

Bresler, Michael jay. 2007. Manual Kedokteran Darurat. Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC Andyswan. 2011. Pentingkah Mengenali Ular. forum.nationalgeographic.co.id online: 23 Februari 2012. 11:15 WIB Grace, Piece A. & Borley Neil R. 2007. At a Glance Ilmu Bedah Edisi Ketiga. Jakarta:

Erlangga Potter, Patricia A. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Konsep, Proses, dan Praktik. Jakrta: EGC Sjamsuhidayat, R. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC Suriadi. 2004. Perawatan Luka. Jakarta: Sagung Seto

Taylor, Paul M

Mencegah dan Mengatasi Cedera Olah Raga. Jakarta: PT. Raja

2002.

Grafindo Persada

Cedera Olah Raga . Jakarta: PT. Raja 2002. Grafindo Persada KUNJUNGI www.serpihanilmuku.blogspot.com Dapatkan
KUNJUNGI www.serpihanilmuku.blogspot.com Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap “G R A T I S”
KUNJUNGI
www.serpihanilmuku.blogspot.com
Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang
Lebih Lengkap
“G R A T I S”

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap “G R A T I S” www.serpihanilmuku.blogspot.com
Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap “G R A T I S” www.serpihanilmuku.blogspot.com
Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap “G R A T I S” www.serpihanilmuku.blogspot.com