Anda di halaman 1dari 2

Bengkulu Ekspress Online - Pedagang DDTS Ancam Demo http://www.bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewar...

Berita Utama Berita / Kota


Curup Ekspress Pedagang DDTS Ancam Demo
Senin, 14-Mei-2007, 02:01:58
Kepahiang-Lebong
Kota RATU SAMBAN, BE - Pedagang makanan dan minuman yang berjualan di sepanjang pinggiran
Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), mengancam melakukan demo ke Pemkot dan DPRD Kota.
Olahraga
Pendidikan Ini jika keinginan mereka memasang payung-payung dan keramba ikan tidak
Promosi Bisnis diizinkan saat pertemuan bersama Komisi II DPRD Kota Selasa (15/5) besok. Hal ini
ditegaskan Ketua Persatuan Pedagang DDTS Endang Sri Rahayu saat ditemui BE di
Selatan Eskpress lokasi DDTS, kemarin.
TKP
''Kami mau pertemuan bersama Komisi II Selasa lusa langsung ada keputusan. Tidak
Utara Ekspress
ada lagi tunda-tunda seperti selama ini. Kami mau permintaan yang kami ajukan
Hiburan dikabulkan. Kalau tidak kami akan demo ke Pemkot, dewan dan juga bisa ke
Ekonomi Bengkulu BKSDA,'' tegasnya.

Kelurahan / Desa Sikap tegas ini diambil pedagang DDTS menurut Endang karena mereka sudah tidak
Kesehatan tahan lagi dengan kondisi ekonomi yang semakin merosot. Sejak penertiban 7 bulan
lalu sampai sekarang tidak ada tindak lanjut terhadap DDTS.
KomunitasTionghoa
Mitra Bisnis Pondok-pondok mereka yang dibongkar habis, dan tidak diperkenankan memasang
Politika tenda ataupun payung-payung membuat mereka merugi. Pengunjung enggan datang
ke DDTS. Pedagang yang jualannya laku hanyalah yang tempatnya ditumbuhi pohon
Perbankan sebagai peneduh. Sementara yang lainnya tidak laku.
Rumah Gadang
Pendapatan kami turun drastis bayangkan saja dari pagi sampai pukul 16.00 WIB
tidak ada jual beli sama sekali. Pendapatan kami yang dulunya perhari bisa Rp 150
ribu sekarang turun jadi Rp 50 ribu malah sering tidak dapat sama sekali. Sekarang
ini agak ramai juga karena hari Minggu,'' ucapnya.

Menurut Endang mereka ingin memasang payung-payung untuk peneduh. Terserah


asalnya dari mana, dari sponsor atau dari Pemkot sendiri, atau mereka pun sanggup
membeli sendiri. Mengingat untuk mendapat payung bagus dari Pemkkot dan
sponsor cukup lama.

''Kami akui pemerintah mau membangun DDTS ini itu sangat baik. Tapi
pembangunan ini sekarang masih sebatas ngomong saja. Belum ada tindak lajut
kapan realisasinya. Makanya sebelum pembangunan berjalan, sekarang ini izinkan
dulu kami. Kalau sampai waktunya pemerintah membangun, kami siap mengangkat
payung-payung kapan saja tanpa ganti rugi,'' katanya.

Begitu juga pedagang DDTS juga meminta mereka diizinkan memasang keramba
ikan di danau. Mereka akan memasang jala-jala dan menabur benih ikan. Kalau
sudah besar ikan ini bisa dijual untuk membantu ekonomi mereka.

Kalau BKSDA tidak mengizinkan apa alasannya? Dimana salahnya? Justru yang
kami lakukan untuk danau ini juga, ikan-ikan di sini bisa bertambah. Kalau dikatakan
ada satu dua sampah, tanpa ada pedagang sampah tetap ada karena di sini tempat
umum,'' tukasnya.

1 of 2 5/5/2008 11:00 AM
Bengkulu Ekspress Online - Pedagang DDTS Ancam Demo http://www.bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewar...

Menurutnya keinginan pedagang DDTS adalah hal wajar, karena kawasan DDTS
bukan sepenuhnya milik pemerintah. Telusuri dulu asal DDTS. Danau ini bukan
danau alami asalnya dulu merupakan areal persawahan warga nenek moyang
pedagang saat ini. Sekitar tahun 1800-an petani dulu merelakan sawahnya untuk
dibuat DAM oleh penjajah untuk pengairan sawah mereka. (166)

Berita Kota Lainnya


Walikota Instruksikan Pakai Sarafal Anam
Akhir Bulan, Biro Opeg Bahas Kuota CPNS 2008
Warga Pasar Baru Protes Data Recovery
SK Guru Bantu Ngambang di BKN
BUMD Dituding Gerogoti APBD
Pedagang K5 Pasar Minggu Bakal Ditata
Pemilu 2009, Kuota Perempuan 30 Persen
PII Pilih Bintang Pelajar
Redaksi Usulan 1.452 CPNS Masih Ngambang
Bengkulu Ekspress Hari Ini Walikota Keliling Kota dengan Club Sepeda
Graha Pena
Bengkulu Ekspress
Jl. Jati No. 18
Telp. :+62-736-20409
Fax. :+62-736-20409
redaksi@
bengkuluekspress.com

2 of 2 5/5/2008 11:00 AM