Anda di halaman 1dari 30

ANAMNESIS ABORTUS KU : perdarahan dari jalan lahir AK : G.P.A.

merasa hamilbulan, mengeluh perdarahan dari jalan lahir sejak .SMRS, perdarahan bergumpal-gumpal dan membasahi .duk / hari tanpa rasa nyeri. Keluar jaringan seperti daging dirasakan sejak .jam SMRS. Riwayat keluar gelembung-gelembung seperti telur ikan disangkal. Riwayat panas badan disangkal. Riwayat minum obat-obatan disangkal. Riwayat minum jamu-jamuan disangkal. PL : Abdomen : datar, lembut, DM (-), PP/PS (-/-), NT (-) TFU : jari di atas simfisis Inspekulo : Fluksus (+/-) dari OUE Flour.. PD/ : v/v P Ost: Corpus uteri Kiri kanan uterus CD : t.a.k : bentuk/konsistensi biasa : tertutup/1 jari longgar, teraba sisa jaringan : ~ - minggu : lemas, NT (-), massa (-) : tidak menonjol, NG (-)

Th/- rencana kuretase - Informed consent - Observasi KU, TNRS, perdarahan

ANAMNESIS MULES-MULES KETUBAN (+) KU : Mules-mules AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat sejak jam smrs disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu. Gerak anak dirasakan ibu.

ANAMNESIS MULES-MULES KETUBAN (-) KU : Mules-mules AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat sejak jam smrs disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir dirasakan ibu sejak jam smrs. Cairan jernih, tidak berbau, dan tidak disertai panas badan. Gerak anak dirasakan ibu. Anamnesis ini dipakai kalau px datang pada fase aktif. Kalau datang pada fase laten gunakan anamnesis keluar cairan banyak ANAMNESIS KELUAR CAIRAN BANYAK KU : Keluar cairan banyak dari jalan lahir AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh keluar cairan banyak dari jalan lahir sejak jam smrs. Cairan jernih, tidak berbau, dan tidak disertai panas badan. Mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat dirasakan sejak jam smrs. Gerak anak dirasakan ibu. Inspekulo : keluar cairan jernih dari OUE Tes lakmus (+) RENCANA TINDAKAN KPD - Infus, cross match, sedia darah - Admission test - Rencana partus spontan - Amoxicillin 3 x 1 gr, 6 jam ketuban (-), skin test (-) - Observasi His, BJA,T,N,R,S

ANAMNESIS PREMATUR KONTRAKSI KU : Mules-mules AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh mules-mules yang tidak semakin sering dan tidak bertambah kuat sejak jam smrs dan tidak disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu. Gerak anak dirasakan ibu. ANAMNESIS IUFD KU : Tidak merasakan gerak anak AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh tidak merasakan gerak anak sejak (sesuaikan waktu dengan derajat maserasi). Mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat dirasakan/tidak sejak jam smrs dan disertai/tidak keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu. ANAMNESIS HIPERTENSI KU : Tekanan darah tinggi AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh mengalami tekanan darah tinggi sejak .., saat kontrol di (TD /), berobat ke/tidak berobat. Riwayat tekanan darah tinggi sebelum dan selama kehamilan diakui/disangkal. Nyeri kepala hebat, pandangan kabur, dan nyeri ulu hati diakui/disangkal. Mulesmules yang semakin sering dan bertambah kuat sejak jam smrs disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu. Gerak anak dirasakan ibu. Bila protein urin (+) gunakan anamnesis tekanan darah tinggi. Bila prot. urin (-) gunakan anamnesis mules-mules (untuk HT kronis dan HT gestasional). ANAMNESIS IMPENDING EKLAMPSI KU : Nyeri kepala hebat AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh nyeri kepala hebat sejak jam smrs. Keluhan disertai/tidak disertai pandangan kabur dan nyeri ulu hati. Riwayat tekanan darah tinggi sebelum dan selama kehamilan diakui/disangkal (Sejak TD / Berobat ke/tidak berobat). Mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat sejak jam smrs disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu. Gerak anak dirasakan ibu.

ANAMNESIS EKLAMPSI KU : Kejang-kejang (alloanamnesis) AK : GP..A..merasa hamil.bulan diketahui kejang-kejang sejak smrs. Kejang terjadi sebanyak kali, lamanya kejang . Saat kejang pasien sadar/tidak sadar, dan sesudah kejang sadar kembali. Riwayat kejang sebelumnya diketahui /tidak diketahui. Riwayat tekanan darah tinggi sebelum dan selama kehamilan diketahui /tidak diketahui (Sejak TD / Berobat ke/tidak berobat). Nyeri kepala hebat, pandangan kabur, dan nyeri ulu hati diketahui /tidak diketahui. Mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir tidak diketahui. Keluar cairan banyak dari jalan lahir tidak diketahui. Gerak anak tidak diketahui. Th/: - Infus, cross match, sedia darah, folley kateter - Admission test - SM 20% 4 gram iv loading dose dalam 15 menit - SM 20% 10 gram iv maintenance dose dalam 500 cc RL - Lab lengkap, EKG, Foto thoraks - Konsul IPD , neurologi dan anestesi - R/ seksio sesarea a.i. eklampsi - Informed consent - Persiapan operasi - Hubungi OK EMG dan perinatologi - Observasi His, BJA,T,N,R,S ANAMNESIS PERDARAHAN DARI JALAN LAHIR KU : perdarahan dari jalan lahir AK : GP..A..merasa hamil.bulan mengeluh perdarahan dari jalan lahir sejak.jam SMRS. Perdarahan membasahi ..pembalut, penuh dan disertai/tidak disertai nyeri perut. Ini merupakan perdarahan yang kekali. Perdarahan sebelumnya diketahui pada usia kehamilan, dirawat/tidak, diperiksa USG/tidak, dikatakan . (ari-ari menutupi jalan lahir). Mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat belum dirasakan ibu. Gerak anak dirasakan ibu, karena keluhan tersebut ibu berobat ke RSHS. Inspekulo Perabaan fornices : Fluksus (+/-) dari OUE : Teraba bantalan lunak seluruhnya

RENCANA TINDAKAN PERDARAHAN ANTEPARTUM/GAWAT JANIN Jika gravida - Infus, cross match, sedia darah Jika parturien - Admission test (NST jika >32 - Infus, cross match, sedia darah minggu) - Admission test - R/ Rawat ekspektatif - Informed consent - R/ USG R.17 - Konsul anestesi - Informed consent - Hubungi OK EMG & perinatologi - Deksamethason 2 x 5 mg i.v (jika - Observasi KU, his, BJA, TNRS, belum aterm) perdarahan - Observasi KU, his, BJA, TNRS, perdarahan
RESEP PARTUS Induksin 4 Pospargin 2 Epidosin 3 Gastrul 4 Lidocain 4 Spuit 3cc 3 Spuit 5cc 1 Abocath 18 1 Tranf. set 1 RL 2 Mucus suct 1 Umbilical klem 1 PERDARAHAN POST PARTUM Tranf. set 1 Abocath 18 1 RL 4 NaCL 0,9% 3 Oksitosin inj 4 Pospargin 2 Gastrul tab 4 Spuit 3 cc 2 Spuit 5cc 1 Spuit 1cc 1 Aquabides 1 Amox. 1 gr 1 RESEP SC Tranf. set 1 Abocath 18 1 RL 4 D5 3 RL 4 NS 3 Oksitosin inj 4 Pospargin inj 2 Gastrul tab 4 Alinamin F inj 2 Amok inj 1gr 1 Spuit 3 cc 2 Spuit 5 cc 2 Spuit 10 cc 2 Spuit 1cc 1 Mucus ekstraktor 1 Aquabidest 1 Folley kat. 18 1 Urine bag 1 NGT 18 1 Dexon II 1 RESEP PEB Tranf. set 1 Abocath 18 1 RL 4 KAEN IB 3 Oksitosin inj 4 Gastrul tab 4 Spuit 3 cc 3 Spuit 5 cc 2 Spuit 10 cc 2 Folley kat.18 1 Urine bag 1 MgSO4 20 % 4 Dopamet 250mg 10 Nifedipin 10 mg 5 Lidocain inj 3 RESEP ABORTUS Valium 1 Pethidin 1 Pospargin 1 Aqua bidest 1 Lidocain 3 Spuit 3cc 2 Spuit 5cc 2 Wing needle1 Kaltrofen sup 1

ANAMNESIS TAMBAHAN Pada letak sungsang/letak lintang/kembar tambahkan : Ibu mengetahui kehamilannya lesu/leli/kembar sejak usia kehamilan . Saat PNC di . Pada gemelli tambahkan : Riwayat keturunan kembar dalam keluarga diakui/disangkal. Riwayat menggunakan obat penyubur diakui/disangkal. Pada bayi besar tambahkan : Riwayat penyakit diabetes mellitus diakui/disangkal. Kenaiiikaaan berat badan selama hamil . Kg. Pada solution plasenta tambahkan : Riwayat trauma dan tekanan darah tinggi diakui/disangkal. Gerak anak tidak dirasakan ibu. Pada bekas sc tambahkan : Pada . Ibu melahirkan anak dengan seksio sesarea karena. Di PL tambahkan tampak skar luka bekas operasi.

PARTUS SPONTAN KALA II - Jam : Ibu dipimpin meneran bila ada his Dilakukan episiotomi mediolateral (bila perineum kaku) - Jam : Lahir bayi / spontan BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = 1 5 10 Disuntikkan oksitosin 10 IU intramuskular Dilakukan PL : FU setinggi pusat, Kontraksi baik A Dilakukan peregangan tali pusat terkendali P Tampak tanda tanda pelepasan plasenta G Jam : Lahir plasenta spontan lengkap A B = . gram, Ukuran = .x.x. cm R Dilakukan penjahitan luka episiotomi/ruptur Tot Perdarahan 250 cc - Kesimpulan: PxAx partus maturus/prematurus spontan - Observasi pasca persalinan: observasi selama 4 jam (px multi paritas, partus dg tindakan) Jam FU Kontraksi Perdarahan T N R S Ket - Jam : Ibu dipindahkan ke ruang nifas SC KALA II - Jam : Ibu tiba di OK EMG Dilakukan PL : His = BJA= . x/menit - Jam : Operasi dimulai - Jam : Lahir bayi dengan meluksir kepala/menarik kaki (terdapat lilitan tali pusat 1 kali, longgar di )

A P G A R Tot

BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = 1 5 10 Disuntikkan oksitosin 10 IU intramural, Kontraksi baik Jam : Lahir plasenta dengan tarikan ringan pada tali pusat B = . gram, Ukuran = .x.x. cm Jam : Operasi selesai Perdarahan selama operasi cc Diuresis selama operasi cc : GxPxAx .. : PxAx partus matures/prematurus dg sc a.i. . : SCTP + Insersi IUD/Sterilisasi Pomeroy

- D/ Pra Bedah - D/ Paska Bedah - JO

GEMELLI KALA II - Jam : Ibu dipimpin meneran bila ada his Dilakukan episiotomi mediolateral - Jam : Lahir bayi I spontan BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = Tali pusat anak I diklem dan dipotong = cm 1 5 10 PL : TFU LP = cm A LA = cm P His = G BJA = x/menit A TBBA = R PD : Vulva = tampak tali pusat anak I diklem Tot Vagina = teraba tali pusat anak I diklem = lengkap Ket = (+) Su = St. +2, sacrum ka/ki dep, Tidak teraba kaki di samping bokong, tidak teraba tali pusat D/ GxPxAx parturien aterm kala II + gemelli anak II presentasi bokong Th/ - Amniotomi - Ibu dipimpin meneran setiap ada his - Observasi KU, his, BJA, TNRS - Jam : Ketuban dipecahkan, keluar cairan jernih sebanyak cc

- Jam : Lahir bayi II dengan spontan Bracht BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = 1 5 10 Disuntikkan oksitosin 10 IU intramuskular Dilakukan PL : FU setinggi pusat, Kontraksi baik A Dilakukan peregangan tali pusat terkendali P Tampak tanda tanda pelepasan plasenta G Jam : Lahir plasenta spontan lengkap A B = . gram, Ukuran = .x.x. cm R Terdiri dari 2 amnion, 1 khorion Tot Dilakukan penjahitan luka episiotomi Perdarahan cc - Kesimpulan: PxAx partus maturus/prematurus spontan anak I dan spontan Bracht anak II pada gemelli diamnionik monokhorionik - Observasi pasca persalinan: Jam FU Kontraksi Perdarahan T N R S Ket - Jam : Ibu dipindahkan ke ruang nifas FORCEPS KALA II - Jam : Ekstraksi forceps dimulai Dilakukan episiotomi mediolateral - Jam : Lahir bayi dengan ekstraksi forceps BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = 1 5 10 Disuntikkan oksitosin 10 IU im Dilakuka PL : FU setinggi pusat, Kontraksi baik A Dilakukan peregangan tali pusat terkendali P Tampak tanda tanda pelepasan plasenta G Jam : Lahir plasenta spontan lengkap A B = . gram, Ukuran = .x.x. cm R Dilakukan penjahitan luka episiotomi Tot Perdarahan 250 cc - Kesimpulan: PxAx partus maturus/prematurus spontan - Observasi pasca persalinan: observasi selama 4 jam. Jam FU Kontraksi Perdarahan T N R S Ket - Jam : Ibu dipindahkan ke ruang nifas

DORONGAN FUNDUS KALA II - Jam : Dilakukan dorongan fundus - Jam : Lahir bayi dengan dorongan fundus BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = 1 5 10 Disuntikkan oksitosin 10 IU intramuskular Dilakukan PL : FU setinggi pusat, Kontraksi baik A Dilakukan peregangan tali pusat terkendali P Tampak tanda tanda pelepasan plasenta G Jam : Lahir plasenta spontan lengkap A B = . gram, Ukuran = .x.x. cm R Dipasang sand bag Tot Perdarahan 250 cc - Kesimpulan: PxAx partus maturus/prematurus dg dorongan fundus a.i. - Observasi pasca persalinan: Jam FU Kontraksi Perdarahan T N R S Ket - Jam : Ibu dipindahkan ke ruang nifas

LAPORAN EKSTRAKSI FORCEPS (UUK KANAN BELAKANG) Penderita dalam posisi litotomi. Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya. Kandung kencing dikosongkan dan dilakukan pemeriksaan dalam. Vulva/vagina : tidak ada kelainan Pembukaan : lengkap Ketuban : (-)sisa cairan jernih Kepala : St + 3, UUK kanan belakang Dilakukan anestesi pudendal blok transperineal pada kedua sisi. Forceps dipasang di depan vulva sebagaimana nanti akan dipasang yaitu biparietal terhadap kepala dan miring terhadap panggul. Mula-mula dipasang forceps kanan dengan cara tangan kanan membuka labia dan empat jari tangan kiri dimasukkan ke dalam jalan lahir, sedangkan tangan kanan memegang gagang forceps seperti memegang pensil. Gagang forceps dari lipat paha kiri ibu dibawa ke tengah dan ke bawah, sedangkan daun forceps bersandar pada tangan dalam dan meluncur ke dalam jalan lahir dengan jari tengah sebagai rel. ibu jari yang berfungsi

sebagai tumpuan turut mendorong daun forceps, hingga daun forceps terpasang melintang terhadap panggul. Dilakukan wanderer ke kanan depan dengan cara gagang forceps ditekan ke bawah dan ibu jari sebagai tumpuan, sedangkan jari-jari tangan dalam ikut menggerakkan daun forceps ke depan, sehingga daun forceps terpasang kanan depan. Gagang forceps kemudian dipegang oleh asisten. Dengan cara yang sama, sendok forceps kiri dipasang langsung di kiri belakang dilanjutkan dengan penguncian. Dilakukan pemeriksaan jalan lahir, ternyata tidak ada jaringan jalan lahir yang terjepit. Kemudian dilakukan traksi percobaan dan berhasil. Dilakukan episiotomi mediolateral. Dilakukan traksi definitif yang arahnya mula-mula mendatar sampai glabella di bawah simfisis. Kemudian gagang forceps dibawa ke atas untuk melahirkan belakang kepala. Setelah belakang kepala lahir, tarikan dibawa ke bawah sehingga berturut-turut lahirlah ubun-ubun besar, dahi, mata, hidung, mulut dan dagu di bawah simfisis. Setelah seluruh kepala bayi lahir, forceps dilepaskan dengan cara jari ke-4 dan ke-5 tangan kanan diletakkan di antara leher forceps, sehingga forceps dapat terbuka, kemudian anak dilahirkan seperti biasa. Jam : lahir bayi dengan ekstraksi forceps BB = gram PB = cm, APGAR : 1 = 5 = Disuntikkan oksitosin 10 IU Intramuskular, kontraksi baik Jam : Lahir plasenta spontan lengkap B = gram, Ukuran = x x cm Perdarahan = cc Dilakukan eksplorasi jalan lahir ternyata utuh. Dilakukan penjahitan luka episiotomi.

LAPORAN EKSTRAKSI FORCEPS (UUK KANAN DEPAN) Penderita dalam posisi litotomi. Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya. Kandung kencing dikosongkan dan dilakukan pemeriksaan dalam. Vulva/vagina : tidak ada kelainan Pembukaan : lengkap Ketuban : (-)sisa cairan jernih Kepala : St + 3, UUK kanan depan Dilakukan anestesi pudendal blok transperineal pada kedua sisi. Forceps dipasang di depan vulva sebagaimana nanti akan dipasang yaitu biparietal terhadap kepala dan miring terhadap panggul. Mula-mula dipasang forceps kiri dengan cara tangan kiri membuka labia dan 4 (empat) jari tangan kanan dimasukkan ke dalam jalan lahir, sedangkan tangan kiri memegang gagang forceps seperti memegang pensil. Gagang forceps dari lipat paha kanan ibu dibawa ke tengah dan ke bawah, sedangkan daun forceps bersandar pada tangan dalam dan meluncur ke dalam jalan lahir dengan jari tengah sebagai rel. ibu jari yang berfungsi sebagai tumpuan turut mendorong daun forceps, hingga daun forceps terpasang melintang terhadap panggul. Dilakukan wanderer ke kiri depan dengan cara gagang forceps ditekan ke bawah dan ibu jari sebagai tumpuan, sedangkan jari-jari tangan dalam ikut menggerakkan daun forceps ke depan, sehingga daun forceps terpasang kiri depan. Gagang forceps gagang forceps kemudian dipegang oleh asisten. Dengan cara yang sama, sendok forceps kanan dipasang langsung di kanan belakang dilanjutkan dengan penguncian. Dilakukan pemeriksaan jalan lahir, ternyata tidak ada jaringan jalan lahir yang terjepit. Kemudian dilakukan traksi percobaan dan berhasil. Dilakukan episiotomi mediolateral. Dilakukan traksi definitif yang arahnya mula-mula mendatar sampai subocciput di bawah simfisis. Operator pindah tempat ke kiri ibu dan gagang forceps secara perlahan-lahan dibawa ke atas ke arah perut ibu. Tangan kiri menahan perineum sehingga lahirlah ubun-ubun besar, dahi, mata, hidung, mulut dan dagu pada perineum.

- Setelah seluruh kepala bayi lahir, forceps dilepaskan dengan cara jari ke-4 dan ke-5 tangan kanan diletakkan di antara leher forceps, sehingga forceps dapat terbuka, kemudian anak dilahirkan seperti biasa. - Jam : lahir bayi dengan ekstraksi forceps BB = gram PB = cm, APGAR : 1 = 5 = Disuntikkan oksitosin 10 IU Intramuskular, kontraksi baik - Jam : Lahir placenta spontan lengkap B = gram, Ukuran = x x cm Perdarahan = cc - Dilakukan eksplorasi jalan lahir,ternyata utuh. - Dilakukan penjahitan luka episiotomi. LAPORAN EKSTRAKSI FORCEPS (UUK KIRI BELAKANG) Penderita dalam posisi litotomi. Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya. Kandung kencing dikosongkan dan dilakukan pemeriksaan dalam. Vulva/vagina : tidak ada kelainan Pembukaan : lengkap Ketuban : (-)sisa cairan jernih Kepala : St + 3, UUK kiri belakang Dilakukan anestesi pudendal blok transperineal pada kedua sisi. Forceps dipasang di depan vulva sebagaimana nanti akan dipasang yaitu biparietal terhadap kepala dan miring terhadap panggul. Mula-mula dipasang forceps kiri dengan cara tangan kiri membuka labia dan 4 (empat) jari tangan kanan dimasukkan ke dalam jalan lahir, sedangkan tangan kiri memegang gagang forceps seperti memegang pensil. Gagang forceps dari lipat paha kanan ibu dibawa ke tengah dan ke bawah, sedangkan daun forceps bersandar pada tangan dalam dan meluncur ke dalam jalan lahir dengan jari tengah sebagai rel. ibu jari yang berfungsi sebagai tumpuan turut mendorong daun forceps, hingga daun forceps terpasang melintang terhadap panggul. Dilakukan wanderen ke kiri depan dengan cara gagang forceps ditekan ke bawah dan ibu jari sebagai tumpuan, sedangkan jari-jari tangan dalam ikut menggerakkan daun forceps ke depan, sehingga daun forceps terpasang kiri depan.

- Gagang forceps kemudian dipegang oleh asisten. Dengan cara yang sama, sendok forceps kanan dipasang langsung di kanan belakang dilanjutkan dengan penguncian. - Dilakukan pemeriksaan jalan lahir, ternyata tidak ada jaringan jalan lahir yang terjepit. Kemudian dilakukan traksi percobaan dan berhasil. - Dilakukan episiotomi mediolateral. - Dilakukan traksi definitif yang arahnya mula-mula mendatar sampai glabella di bawah simfisis. Kemudian gagang forceps dibawa ke atas untuk melahirkan belakang kepala. Setelah belakang kepala lahir, tarikan dibawa ke bawah sehingga berturut-turut lahirlah ubun-ubun besar, dahi, mata, hidung, mulut dan dagu di bawah simfisis. - Setelah seluruh kepala bayi lahir, forceps dilepaskan dengan cara jari ke-4 dan ke-5 tangan kanan diletakkan di antara leher forceps, sehingga forceps dapat terbuka, kemudian anak dilahirkan seperti biasa. - Jam : lahir bayi dengan ekstraksi forceps BB = gram PB = cm, APGAR : 1 = 5 = Disuntikkan oksitosin 10 IU Intramuskular, kontraksi baik - Jam : Lahir placenta spontan lengkap B = gram, Ukuran = x x cm Perdarahan = cc - Dilakukan eksplorasi jalan lahir,ternyata utuh. - Dilakukan penjahitan luka episiotomi.

LAPORAN EKSTRAKSI VAKUM (UUK KIRI/KANAN DEPAN) Penderita dalam posisi litotomi. Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya. Kandung kencing dikosongkan dan dilakukan pemeriksaan dalam. v/v : tidak ada kelainan : lengkap Ketuban : (-)sisa cairan jernih Kepala : St + 3, UUK kiri/kanan depan Dilakukan anestesi lokal. Cup dilicinkan dengan parafin, dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan pada kepala anak dengan cara 2 jari tangan kanan membuka labia mayora dan dengan 2 jari tangan kanan cup ditekan pada kepala anak.

Dengan satu jari diperiksa apakah ada jaringan serviks vagina yang terjepit, ternyata tidak. Seorang asisten perlahan-lahan memompa tekanan sampai 0,6 atm, dibiarkan 5 menit sampai terbentuk kaput dengan baik. Tangan kanan memegang pengait untuk menarik, 3 jari tangan kiri dimasukkan ke dalam jalan lahir untuk mengarahkan tarikan dengan cara telunjuk dan jari tengah diletakkan pada pinggir cup, sedangkan ibu jari pada bagian tengah cup. Dilakukan episiotomi mediolateral. Penarikan dilakukan saat ada his dan ibu disuruh mengedan. Arah tarikan mula-mula mendatar sampai subocciput di bawah simfisis. Kemudian dibawa ke atas ke arah perut ibu, sehingga lahirlah ubun-ubun besar, dahi, mata, hidung, mulut dan dagu pada perineum. Setelah seluruh kepala bayi lahir, cup dilepaskan dengan cara menghilangkan tekanan, kemudian anak dilahirkan seperti biasa. Jam : lahir bayi dengan ekstraksi vakum BB = gram PB = cm, APGAR 1 = 5 = Disuntikkan oksitosin 10 IU intramuskular, kontraksi baik Jam : Lahir placenta spontan lengkap B = gram, Ukuran = x x cm Perdarahan = cc Dilakukan eksplorasi jalan lahir,ternyata utuh. Dilakukan penjahitan luka episiotomi. LAPORAN MANUAL AID

Ibu dalam posisi litotomi Dilakukan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya Dilakukan episiotomi mediolateralis Bokong dipegang sedemikian sehingga kedua ibu jari pada permukaan belakang pangkal paha dan 4 jari longgar pada permukaan bokong Setelah bokong lahir, tali pusat dilonggarkan Bahu kiri dan kanan dilahirkan secara Lovset Dengan memutar badan anak sambil menarik ke bawah sehingga kedua bahu lahir Kepala dilahirkan secara Mauriceau Tangan yang masuk adalah yang berhadapan dengan perut anak yaitu tangan kiri, mula mula tangan kanan menggenggam kaki dengan jari telunjuk di antara kedua kaki dan mengangkat kaki tinggi ke atas

Tangan dalam masuk dan jari tengah dan jari telunjuk ditempatkan pada fossa canina belakang dengan maksud mempertahankan fleksi dan untuk memutar dagu arah belakang Badan anak diturunkan belakang

LAPORAN SPONTAN BRACHT - Ibu diletakkan dalam posisi litotomi - Kandung kencing dikosongkan - Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan vagina serta sekitarnya - Dilakukan episiotomi mediolateral - Bokong depan nampak terdahulu dalam vagina dengan trochanter depan sebagai hipomochlion - Dengan laterofleksi dari badan, lahirlah bokong belakang di pinggir depan perineum, kemudian lahir bokong depan - Setelah bokong lahir, bokong dipegang sedemikian sehingga kedua ibu jari pada permukaan belakang pangkal paha dan 4 jari pada permukaan bokong. Tali pusat dilonggarkan - Terjadi rotasi luar sehingga punggung berputar sedikit ke depan dan bahu dapat masuk dalam ukuran serong dari pintu atas panggul - Sesudah bahu turun terjadi putaran paksi dalam sampai ukuran biakromial dalam ukuran muka belakang - Punggung berputar ke samping kanan. Pada saat bahu akan lahir, kepala dalam keadaan fleksi, masih dalam ukuran melintang pintu atas panggul - Kepala mengalami putaran paksi dalam sehingga sub-occiput berada di bawah simfisis dan dagu disebelah belakang - Kemudian berturut turut lahirlah dagu, mulut, dahi, dan belakang kepala. - Jam : lahir bayi spontan Bracht BB = gram, TB= . cm, APGAR 1= 5= Disuntikkan oksitosin 10 IU intramuskular - Jam .. : Lahir plasenta spontan lengkap B = . gram, Ukuran= ..x..x..cm Perdarahan = .. cc - Dilakukan eksplorasi jalan lahir, ternyata utuh - Dilakukan penjahitan luka episiotomi

CARA MAURICEAU Tangan yang masuk adalah tangan yang berhadapan dengan perut anak yaitu tangan kiri/kanan. Mula-mula tangan kiri menggenggam kaki dengan jari telunjuk diantara kedua kaki dan mengangkat kaki tinggi ke atas. Sekarang tangan dalam masuk dan jari tengah dimasukkan kedalam mulut (atau jari tengah dan jari telunjuk ditempatkan pada fossa canina) Maksud jari ini untuk mempertahankan flexi dan untuk memutar dagu anak ke belakang. Badan anak sekarang diturunkan hingga menunggang lengan dalam. Tangan luar yaitu tangan kiri / kanan menggenggam leher sedemikian rupa hingga leher anak terdapat diantara jari telunjuk dan jari tengah dan jari lainnya terletak pada pundak. Tangan luar melakukan tarikan dan tangan dalam memutar dagu ke belakang sampai subocciput terdapat dibawah simfisis. Kemudian badan anak dibawa ke atas dan berturut-turut lahirlah dagu, mulut, hidung, dahi, dan akhirnya belakang kepala.

PERTOLONGAN SECARA MULLER Lengan depan dilahirkan terlebih dahulu. Tangan yang masuk adalah tangan yang sesuai dengan lengan yang dilahirkan yaitu tangan kiri / kanan. Untuk meluaskan daerah yang akan dimasuki, tangan satunya memegang kedua kaki dengan jari telunjuk diantaranya dan jari lainnya menggenggam kedua kaki tersebut. Kaki dibawa ke bawah dan ke arah yang berlawanan dengan lengan yang akan dilahirkan yaitu ke arah kanan / kiri bawah. Jari telunjuk dan jari tengah tangan dalam melalui punggung dan scapula pergi ke lengan atas sampai lipat siku. Kedua jari itu diletakkan searah dengan lengan atas dan bekerja sebagai spalk. Sekarang lipat siku dilipat sedemikian rupa, sehingga seolah-olah anak menghapus mukanya dan akhirnya lengan dan bahu depan lahir. Untuk melahirkan bahu belakang, maka kaki dibawa ke atas ke arah yang berlawanan dengan lengan belakang yaitu ke arah kiri / kanan atas dan kemudian lengan belakang dilahirkan sebagaimana kita melahirkan lengan depan. Kepala kemudian dilahirkan secara Mauriceau

PERTOLONGAN SECARA DEVENTER Lengan belakang dilahirkan terlebih dahulu. Lengan yang masuk adalah lengan yang sesuai dengan lengan yang dilahirkan yaitu tangan kiri / kanan. Untuk meluaskan daerah yang akan dimasuki, tangan satunya memegang kedua kaki dengan jari telunjuk diantaranya dan jari lainnya menggenggam kedua kaki tersebut. Kaki dibawa ke atas dan ke arah yang berlawanan dengan lengan yang akan dilahirkan yaitu ke arah kiri / kanan depan. Jari telunjuk dan jari tengah tangan dalam melalui punggung dan scapula pergi ke lengan atas sampai lipat siku. Kedua jari itu diletakkan searah dengan lengan atas dan bekerja sebagai spalk. Kemudian lipat siku ditekan sedemikian rupa, sehingga seolah-olah anak menghapus mukanya dan akhirnya lengan dan bahu lahir. Untuk melahirkan bahu depan, maka kaki dibawa ke kanan kiri belakang ke arah yang berlawanan dengan tempat dimana bahu depan ada dan kemudian lengan depan dilahirkan sebagaimana kita melahirkan bahu belakang. Kepala kemudian dilahirkan secara Mauriceau.

LAPORAN MANUAL PLASENTA Penderita diletakkan dalam posisi litotomi Dilakukan tindakan a dan antiseptik, didaerah vulva dan sekitarnya Labia mayora dibeberkan dengan tangan kiri, tangan kanan masuk secara obstetris ke dalam vagina Tangan luar menahan fundus uteri, tangan dalam menyusuri tali pusat Setelah tangan dalam sampai ke plasenta, tangan pergi ke tempat plasenta dan didapatkan pinggir plasenta yang sudah terlepas Dengan sisi tangan dalam sebelah luar, plasenta dilepaskan yaitu antara plasenta yang sedah terlepas dan dinding rahim, dengan gerakan sejajar dengan dinding rahim dengan gerakan sejajar dengan dinding rahim Keluar plasenta sekitar gram Kesan bersih Perdarahan = .. cc

LAPORAN MANUAL PLASENTA


(Dilanjutkan dengan kuretase)

Penderita diletakkan dalam posisi litotomi Dilakukan tindakan a dan antiseptik, didaerah vulva dan sekitarnya Labia mayora dibeberkan dengan tangan kiri, tangan kanan masuk secara obstetris ke dalam vagina Tangan luar menahan fundus uteri, tangan dalam menyusuri tali pusat Setelah tangan dalam sampai ke plasenta, tangan pergi ke tempat plasenta dan didapatkan pinggir plasenta yang sudah terlepas Dengan sisi tangan dalam sebelah luar, plasenta dilepaskan yaitu antara plasenta yang sedah terlepas dan dinding rahim, dengan gerakan sejajar dengan dinding rahim dengan gerakan sejajar dengan dinding rahim Keluar plasenta compang camping sekitar . gram Kesan tidak bersih, teraba sisa plasenta di daerah fundus Perdarahan terus mengalir sekitar .. cc Diputuskan untuk dilakukan kuretase

LAPORAN KURETASE Penderita diletakkan dam posisi litotomi Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya Kandung kencing dikosongkan Dipasang spekulum bawah dan dipegang oleh asisten Dengan pertolongan spekulum atas, bibir porsio diidentifikasi dan dijepit dengan .......... (fenster klem/tenakulum) Sonde masuk sedalam.cm uterus Dilakukan/tidak dilakukan pengeluaran dengan cunam abortus Dilakukan kuterase secara sistematis dan hati-hati dengan sendok kuret no.. Berhasil dikeluarkan jaringan .. sebanyak gram Jumlah perdarahan cc Diagnosis pre kuret = .. Diagnosis post kuret = Observasi post kuretase KU T N R S perdarahan Th/:

LAPORAN VAKUM KURETASE Penderita dalam posisi litotomi. Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya. Kandung kencing dikosongkan. Dipasang spekulum bawah dan dipegang oleh asisten. Dengan pertolongan spekulum atas, bibir portio dijepit dengan fensterklem Sonde masuk masuk sedalam .. cm. Dilakukan vakum kuretase secara sistematis dan hati-hati dengan vakum kuret no. .. Dilakukan kuretase secara sistematis dan hati-hati dgn sendok kuret no. .. Berhasil dikeluarkan darah dan jaringan .. sebanyak .. cc Jumlah perdarahan cc Diagnosis pre kuret = .. Diagnosis post kuret = Observasi post kuretase KU T N R S perdarahan Th/:

SEKSIO SESAREA Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya. Dilakukan insisi mediana inferior sepanjang + 10 cm Setelah peritoneum dibuka tampak dinding depan uterus. Plika vesikouterina diidentifikasi, disayat melintang. Kandung kemih disisihkan ke bawah dan ditahan dengan retraktor abdomen. SBR disayat konkaf, bagian tengahnya ditembus oleh jari penolong dan diperlebar ke kiri dan kanan. Jam : lahir bayi dengan meluksir kepala/menarik kaki BB = gram PB = cm APGAR 1 = 5 = Disuntikkan oksitosin 10 IU intramural, kontraksi baik Jam : Lahir placenta dengan tarikan ringan pada tali pusat B = gram. Ukuran = x x cm SBR dijahit lapis demi lapis. Lapisan pertama dijahit secara jelujur interloking. Lapisan ke dua dijahit secara overhecting matras. Setelah yakin tidak ada perdarahan, dilakukan reperitonealisasi dengan peritoneum kandung kencing.

Perdarahan dirawat. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah. Fascia dijahit dengan safil no. 1, kulit dijahit secara subkutikuler. Perdarahan selama operasi + .. cc Diuresis selama operasi + .. cc

Tambahan : Instruksi pasca bedah : 1. Kontrol tensi/nadi/pernafasan/suhu 2. Puasa : sampai BU (+) 3. Infus : RL : D 5% = 4. Antibiotik : Amoksisilin 3 x 1 gr iv (tergantung kelas) 5. Cek Hb post op. Bila Hb < 8 gr % transfusi

CRANIOTOMI
-

Ibu dalam posisi litotomi Kandung kencing dikosongkan Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya dan kepala bayi ( uuk, uub atau sutura sagitalis) dengan jari yang melakukan toucher. 2 buah spekulum yang lebar dipasang. Asisten memegang kepala bayi dari luar, menekan kepala ke dalam rongga panggul Ditempat yang akan ditusuk dipasang 2 buah Muzeux pada kulit kepala Kemudian dibuat incisi di kulit kepala dimana perforator akan ditusukan. Perforator dimasukan dibawah perlindungan tangan kiri ke dalam vagina tegak lurus terhadap kepala pada luka incisi dan ditekan untuk menembus selaput otak.. Dengan melalui sutura atau fontanel atau orbita atau mulut, perforator dimasukan ke dalam tengkorak kemudian dibuka sehingga daun daunnya memotong dinding dalam satu jurusan. Setelah itu perforator ditutup kembali, diputar 90 kemudian perforator dibuka sehingga daun daunnya memotong dinding dalam hal tersebut dilakukan berkali kali. Perforator dikeluarkan dan dibawah petunjuk tangan kiri penolong,

Muzeux dipindahkan dijepitkan pada tulang tenngkorak dan ditambahkan 2 klem. Muzeux dan klem ditarik perlahan lahan, sampai kepala lahir Dilakukan eksplorasi jalan lahir.

CRANIOTOMY DENGAN KRANIOKLAS Ibu dalam posisi litotomi Kandung kencing dikosongkan Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya dan kepala bayi (uuk, uub atau sutura sagitalis) dengan jari yang melakukan toucher. 2 buah spekulum yang lebar dipasang. Asisten memegang kepala bayi dari luar, menekan kepala ke dalam rongga panggul Ditempat yang akan ditusuk dipasang 2 buah Muzeux pada kulit kepala Kemudian dibuat incisi di kulit kepala dimana perforator akan ditusukan. Perforator dimasukan dibawah perlindungan tangan kiri ke dalam vagina tegak lurus terhadap kepala pada luka incisi dan ditekan untuk menembus selaput otak.. Dengan melalui sutura atau fontanel atau orbita atau mulut, perforator dimasukan ke dalam tengkorak kemudian dibuka sehingga daun daunnya memotong dinding dalam satu jurusan. Setelah itu perforator ditutup kembali, diputar 90 kemudian perforator dibuka sehingga daun daunnya memotong dinding dalam hal tersebut dilakukan berkali kali. Perforator dikeluarkan dan dibawah petunjuk tangan kiri penolong, Sendok kranioklas jantan dimasukkan sejauh jauhnya ke dalam tengkorak, dibantu dengan tangan yang toucher lengkung sendok dihadapkan ke muka bayi. Sendok betina dimasukkan, dipasang seperti sendok forceps pada muka anak dan setinggi tingginya. Kranioklas ditutup sebelum sekrup dipasang, periksa apakah ada jaringan yang tejepit. Sekrup diputar hingga ujung sendok saling mendekat, tulang muka dijepit agar kepala menjadi kecil.

Dilakukan penarinan sesuai paksui panggul sambil mengikuti putaran paksi dalam. Setelah kepala lahir. Kranioklas dilepaskan, badan bayidilahirkan secara biasa.

DEKAPITASI (Mematahkan tulang leher dengan pengait Braun) Pasien diletakkan dalam posisi lithotomi. Dilakukan tindakan a dan antiseptik didaerah vulva dan sekitarnya. Kandung kencing dikosongkan dan dilakukan pemeriksaan dalam. Vulva/vagina : tidak ada kelainan Pembukaan : lengkap Ketuban : (-)sisa cairan kemerahan Tangan yang menumbung dijerat dan ditarik oleh asisten kearah kaki anak. Tangan yang masuk adalah tangan yang sepihak dengan kepala anak, untuk menggenggam leher anak. Pengait dipasang pada leher sehingga pentolnya menjauhi dinding rahim dan berada di pihak perut anak. Setelah leher dicengkeram oleh pengait, maka pengait ditarik ke bawah, kemudian diputar ke arah kepala anak dengan perlindungan tangan dalam diputar sampai terdengar suara berderak, tanda tulang patah. Asisten membantu menahan kepala dari luar. Kemudian bagian-bagian lunak dari leher digunting dengan gunting siebold (tidak seluruhnya digunting). Setelah kepala anak terpisah dari badannya, badan anak dilahirkan dahulu dengan menarik pada lengan yang menumbung. Kepala anak dikeluarkan dengan memasukkan jari telunjuk kedalam mulut anak dan jari lainnya pada rahang bawah, kemudian kepala anak ditarik keluar. Jam : lahir bayi dengan dekapitasi BB = gram PB = cm, APGAR : 1 = 5 = Disuntikkan oksitosin 10 IU Intramuskular, kontraksi baik Jam : Lahir placenta spontan lengkap B = gram, Ukuran = x x cm Perdarahan = cc

CLEIDOTOMY
-

Pasien dalam posisi litotomi Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah vulva dan sekitarnya. Kepala anak ditarik kebawah, dibuat incisi pada kulit atas tulang selangka. Tulang selangka digunting kira tengah tengah dengan gunting siebold. Dinding vagina depan dilindungi dengan spekulum. Bahu depan dilahirkan, dilanjutkan dengan bahu belakang.

EKSTRAKSI FORCEPS PADA AFTER COMING HEAD Pasien dalam posisi litotomi Kedua kaki anak dipegang asisten dan badan anak diangkat ke arah simfisis. Kedua lengan anak diletakkan di punggungnya (kadang kadang digunakan doek steril yg dilingkarkan ke badan bayi kemudian ditarik keatas). Daun forceps kiri dipasang Empat jari tangn kanan dimasukan sejauh mungkin antara kepala dan jalan lahir. Tangan kiri memegang tangkai forceps kiri dan dimasukan dari sebelah kanan bawah. Dengan bantuan ibu jari, forceps diluncurkan dari arah kanan bawah sampai terletak di samping kepala anak. Denan cara yang sama, daun forceps kanan dipasang. Setelah forceps dikunci, lakukan tarikan ke bawah sampai batas rambut belakang berada dibawah simfisis. Forceps digerakkan ke atas untuk melahirkan dagu, muka, dan seluruh kepala anak. Forceps dilepaskan Anak diletakkan di perut ibunya.

TAMBAHAN : FORMAT BANK DARAH Kepada Yth. Bank Darah ditempat Mohon cross match dan sedia darah 2 labu WB a.n. pasien Nama : Umur : Medrek : Atas perhatiannya BTk

SURAT MENURUNKAN PASIEN T.S R.17 Mohon terima pasien: d/a Nama : Ny. Umur : Medrek : Suami : Alamat : Dx. : PxAx partus maturus spontan Obat oral sudah ada. Atas bantuannya BTk Presentasi Kaki v/v : t.a.k P : tebal/tipis, lunak : .. cm Ket: (+) / (-) Letak Lintang v/v : t.a.k P : tebal/tipis, lunak

LETAK ANAK Letak Kepala v/v : t.a.k P : tebal/tipis, lunak : .. cm Ket: (+) / (-), sisa cairan jernih Kep: St. , SS

Bokong Murni v/v : t.a.k P : tebal/tipis, lunak : .. cm Ket: (+) / (-) Bo : St. , Sacrum Tidak teraba kaki Tidak teraba tali pusat

Rumus perbandingan TFU-TBBA TFU TBBA 32 cm 2500 33cm 2800 34cm 3200 35cm 3500 36cm 3600

: .. cm Ket: (+) / (-), sisa cairan jernih Bagian terendah : Bagian terendah : Teraba kaki Teraba bahu Tidak teraba tali Ketiak membuka ke pusat kanan/kiri, /tidak teraba bahu Tidak teraba tali pusat TBBA Rumus Niswander TFU 13 -------------- X 450 3 Rumus Johnson (TFU 12) x 135

KALA I PRIMI Fase laten: Fase aktif:

8 jam 6 jam 14 jam

KALA II Primi: Multi:

2 jam 1 jam

MULTI Fase laten: Fase aktif:

6 jam 3 jam 9 jam

DRIP Letak kepala : 2 labu Letak sungsang : 1 labu Drip 1 labu 20-60 gtt : 3,5 jam, Istirahat 2 jam Inertia pada primi : 2 jam Pada multi : 1 jam INDIKASI PEMERIKSAAN DALAM - PNC pertama kali dating - Control kehamilan >32 minggu - KPD - Ibu disiplin meneran - Menilai kemajuan persalinan

LETAK LINTANG SERING PADA: - Gemelli - Uterus bicornis - Placenta previa

PEMERIKSAAN PANGGUL Dilakukan pada kehamilan 8 bulan, karena: - Jika > 8 bulan dasar panggul sudah lunak, jadi bila kepala sudah turun sulit diperiksa. - Jika < 8 bulan akan terasa sakit. Pada pasien panggul sempit absolut boleh PNC di bidan, tapi harus melahirkan di rumah sakit. Yang paling baik utk pengukuran panggul, menggunakan X-Ray. KEPALA PRESENTASI 1-2 5/5 Ss/sakrum blm jelas 4/5 2-3 3/5 Ss melintang/sakrum melintang 3-4 2/5 Ss melintang/sakrum melintang 5-6 1/5 UUK ka/ki depan 7-8 STATION C T G Late deselerasi : hipoksia -2 karena panekanan uteroplasenta -1 Variable deselerasi : karena penekanan tali pusat 0 Deselerasi dini : karena kompresi kepala di dasar +1 panggul +2

SALPINGO-OOVAREKTOMI SINISTRA (SOS) Setelah dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya, dilakukan insisi mediana inferior sepanjang + 10 cm. Setelah peritoneum dibuka, tampak massa tumor sebesar (jeruk bali), warna (putih kemerahan), permukaan (rata). Pada eksplorasi selanjutnya ternyata berasal dari ovarium kiri Kesan : kista ovarium kiri. Diputuskan untuk melakukan SOS Ligamentum infundibulopelvikum kiri diklem, dipotong dan diikat secara ligasi ganda. Pangkal tuba kiri, ligamentum ovarii proprium diklem, dipotong dan diikat sehingga seluruh massa tumor dapat diangkat. Perdarahan dirawat. Setelah yakin tak ada lagi perdarahan, dilakukan reperitonealisasi. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah. Luka operasi dijahit lapis demi lapis. Fascia dijahit dengan vicryl no.1.0, kulit dijahit secara subkutikuler. Perdarahan selama operasi : 300cc Diuresis selama operasi : 200cc

HISTEREKTOMI TOTALIS Setelah dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya, dilakukan insisi mediana inferior sepanjang kurang lebih 10 cm (yang diperluas secara indiferen) Setelah peritoneum dibuka tampak uterus membesar sesuai gravida 14-16 minggu, permukaan rata. Kesan : mioma uteri (misalnya usia ibu 40 thn) Diputuskan untuk melakukan histerektomi totalis. Dipasang kasa perut untuk melindungi usus dan retraktor abdomen. Ligamentum rotundum kanan dan kiri diklem, dipotong dan diikat. Plika vesikouterina diidentifikasi kemudian disayat konkaf kearah ligamentum proprium kiri dan kanan, dibuat jendela pada daerah avaskular. Ligamentum infundibulo pelvikum kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat. Arteri uterina diidentifikasi, kemudian diklem, dipotong dan diikat dengan dobel ligasi kiri dan kanan. Dibuat cuff depan setinggi batas arteri uterina dan cuff belakang setinggi 1 cm diatas ligamentum sakrouterina.

- Ligamentum kardinal, ligamentum sakro uterina diklem, dipotong dan diikat kiri dan kanan didalam cuff. Portio diidentifikasi , kemudian dengan 2 buah klem bengkok, puncak vagina disayat sehingga uterus dapat diangkat seluruhnya. - Puncak vagina dijahit satu-satu dengan mengikutsertakan ligamentum sakrouterina, ligamentum kardinal kiri dan kanan pada kedua ujungujungnya. Perdarahan dirawat. - Setelah yakin tak ada perdarahan lagi, cuff depan&belakang dijahit satu-satu. - Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah. Dilakukan pembilasan rongga abdomen dengan NaCl 0,9%. Kassa perut diangkat. - Luka operasi dijahit lapis demi lapis. Fascia dijahit dengan vicryl no.1.0. Kulit dijahit secara subkutikuler. - Perdarahan selama operasi + 400cc - Diuresis selama operasi + 200cc - Massa tumor dibelah di luar, tampak kumparan putih berukuran 3x3 cm di miometrium. - Kesan : Mioma uteri intramural

VAGINAL HISTEREKTOMI + KOLPORAFI ANTERIOR & POSTERIOR Setelah dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya, dilakukan pengosongan kandung kencing. Bagian depan portio diidentifikasi dan dijepit dengan tenakulum. Dilakukan sondase dari ostium uretra untuk menentukan vesika urinaria, dilakukan insisi T terbalik, 1 cm diatas ujung serviks bagian depan. Selanjutnya jaringan dibebaskan sampai mencapai plika vesiko uterina. Serviks bagian belakang diidentifikasi dan dibuat sayatan melingkar sampai bertemu dengan sayatan depan dan dibebaskan dari rektum. Ligamentum kardinal diidentifikasi, diklem, dipotong dan diikat kiri dan kanan. Arteri uterina diidentifikasi kemudian diklem, dipotong, dan diikat. Selanjutnya dengan bantuan telunjuk, meluksasi bagian bawah fundus uteri kemudian ditarik ke bawah. Ligamentum rotundum diklem, dipotong dan diikat. Ligamentum ovarii proprium dan pangkal tuba diklem, dipotong dan diikat kiri dan kanan sehingga uterus dapat diangkat seluruhnya. Dilakukan reperitonealisasi dengan peritoneum kandung kencing, dan dilakukan penggantungan sisi ligamentum.

- Dilakukan kolporafi anterior berbentuk segitiga dengan puncak 1 cm distal dari puncak vagina dan dengan dasar 2 cm dari orifisium uretra eksternum. - Jaringan sub mukosa dijahit satu-satu. - Dilakukan kolporafi posterior berbentuk segitiga dengan puncak 1 cm distal dari puncak vagina dan dengan dasar daerah labia minora. - Perdarahan dirawat, mukosa vagina dijahit satu-satu. M. levator ani kiri dan kanan didekatkan, kulit daerah perineum dijahit satu-satu. - Dipasang folley catheter no.16, tampon vagina 1 buah. - Perdarahan selama operasi : 300cc.

WERTHEIM Setelah dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya, dilakukan insisi mediana inferior sepanjang kurang lebih 10 cm. Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus ukuran normal. Adnexa dan parametrium kiri dan kanan normal. Kesan : Ca serviks stadium II A Diputuskan untuk melakukan Wertheim. Ligamentum rotundum kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat. Ligamentum latum bagian depan dan belakang dibebaskan untuk mencapai rongga retroperitoneal. Jaringan lemak, KGB iliaka komunis, supra inguinal, KGB obturatoria, KGB iliaka eksterna kiri dan kanan diambil semua. Arteri uterina diidentifikasi, diklem, dipotong dan diikat. Ureter dibebaskan dari jaringan sekitarnya ke arah distal sampai persilangan dengan arteri uterina. Plika vesikouterina disayat konkaf ke atas, kandung kencing disisihkan ke bawah, dan ditahan dengan retraktor abdomen. Ligamentum kardinal kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat. Jaringan paraservikal dan para vaginal dibebaskan sampai 2 cm distal portio. Dengan bantuan klem bengkok dan klem wertheim, vagina diidentifikasi sampai bagian tersebut. Kemudian disayat, sehingga uterus dapat diangkat seluruhnya. Sisa vagina diangkat satu-satu. Perdarahan dirawat. Setelah yakin tidak ada perdarahan lagi, dilakukan reperitonealisasi dengan peritoneum kandung kencing dengan sebelumnya dipasang drain. Luka operasi dijahit lapis demi lapis. Fascia dijahit dengan vicryl no. 1.0, kulit dijahit secara subkutikuler.

- Perdarahan selama operasi : 300 cc - Diuresis selama operasi : 100cc DEBULKING + OMENTEKTOMI PARSIAL Setelah dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya, dilakukan insisi mediana inferior dilanjutkan dengan sayatan indeferen sehingga sayatah kurang lebih 14 cm. Setelah peritoneum dibuka, tampak . Kesan : . Ligamentum rotundum kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat. Ligamentum lnfundibulum pelvicum kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat secara ligasi ganda. Plika vesiko urinaria diidentifikasi kemudian disayat konkaf, disisihkan ke bawah dan ditahan dengan retraktor abdomen. Ligamentum sakro uterina kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat. Arteri uterina diidentifikasi kemudian diklem, dipotong dan diikat dengan dobel ligasi kiri dan kanan. Ligamentum kardinale kiri dan kanan diklem, dipotong dan diikat. Portio diidentifikasi, kemudian dengan 2 buah klem bengkok puncak vagina diikat sehingga uterus dapat diangkat seluruhnya. Puncak vaginal diikat satusatu. Dilakukan partial omentektomi. Perdarahan dirawat. Dilakukan reperitonealisasi dengan peritoneum kandung kencing. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah. Luka operasi dijahit lapis demi lapis. Fascia dijahit dengan vicryl no. 1.0, kulit dijahit secara subkutikuler. Perdarahan selama operasi : 300 cc Diuresis selama operasi : 100cc

KET Setelah dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya, dilakukan insisi mediana inferior sepanjang kurang lebih 10 cm. DO : Setelah peritoneum dibuka, tampak darah dan bekuan darah di rongga abdomen sebanyak + 300 cc. Pada eksplorasi tampak : Tuba pars ampularis kiri membesar ukuran 5x4x4 cm dengan ostium tuba pars abdominalis yang masih aktif mengeluarkan darah Tuba pars ampularis kiri membesar ukuran 5x4x4 cm dengan robekan compang-camping 1xx cm yang masih aktif mengeluarkan darah Tuba pars isthmika kiri membesar ukuran .. cm dengan robekan compang-camping 1xx cm yang masih aktif mengeluarkan darah Diputuskan untuk melakukan SO Ligamentum lnfundibulopelvicum kiri diklem, dipotong dan diikat secara ligasi ganda. Pangkal tuba kiri, ligamentum ovarii propium diklem, dipotong dan diikat. Ligamentum kardinale kiri dan kanan ada kedua ujung-ujungnya. Perdarahan dirawat. Setelah yakin tidak ada perdarahan lagi, dilakukan reperitonealisasi. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah. Luka operasi dijahit lapis demi lapis. Fascia dijahit dengan vicryl no. 1.0, kulit dijahit secara subkutikuler. Perdarahan selama operasi : 300 cc Diuresis selama operasi : 100cc

Anda mungkin juga menyukai