Anda di halaman 1dari 2

JAWABAN

Nama : Ali Rohmat


NIM : 05110064
Mata kuliah : al-Nushus al-Adabiyah al-Haditsah
Jur/smt/kls : BSA/VII/C
Dosen : Bermawy Munthe

Nas ayyuhal muslimun karya Mustafa Sadiq al-Rafi’i

Sebuah nas karya Mustafa sadiq al-rafi’i ini merupakan sebuah kritik dan
ajakan kepada umat islam untuk bersatu menghancurkan segala bentuk kebathilan,
segala bentuk penjajahan yang semakin meraja lela di semua penjuru dunia. Seruan
untuk bersatu terus di gembor-gemborkan untuk melawan system yang yang tidak
berperikemanusiaan sama sekali, melangngar hak asasi manusia yang sangat
fundamental sekali. Dalam teks ini merupakan contoh kondisi keadaan umat muslim
Palestina yang sangat sangat memprihatinkan, selalu dalam keadaan terdesak penuh
coba. Khususnya mereka yang tinggal dijalur Gaza. Jalur tersebut ingin dikuasai oleh
Israel yang selalu ingin memperluas wilayahnya. Mereka mengklaim bahwa wilayah
tersebut masih milik mereka yaitu warisan dari nenek moyang mereka. Jalur tersebut
merupakan perbatasan antara palestina dengan Israel sekaligus Mesir. Hampir 61
tahun hal ini terus berlangsung. Dan peristiwa yang memakan banyak korban adalah
pada tahun 1948,1956, 1967, 1973 dan sekarang tahun 2009. pada tahun 2009 sendiri
telah makan korban 550 jiwa (tanggal 06 januari). Dalam karya ini akan coba dibedah
ma’na semiotik yang terkandung dalam teks tersebut.
Dari teks tersebut ada beberapa tokoh yang di masukkan. Ada muslimun
(orang-orang islam) dan yahudi. Masuk pula Inggris yang notabene ikut memberi
hadiah atas berdirinya Negara yahudi (Israel). Karakter umat islam didalam teks
tersebut digambarkan sebagai sosok yang tertindas, hidupnya sengsara, selalu
dikacaukan urusan dunianya dan lain sebagainya. Hidupnya selalu terusik walaupun
berada didalam negaranya sendiri. Rasa ketidak amanan tersebut mendorong umat
islam untuk melawan dan mempertahankan diri yang sesuai dengan ushulul khamsah
dalam ushul fiqh. Untuk itu kandungan didalam teks tersebut mempunyai seruan bagi
umat islam diseluruh dunia untuk membantu sesame saudara yang sedang dalam
keadaan tertindas. Baik itu secara materiil maupun moril untuk mengentaskan mereka
dari jurang kenistaan yang dibuat dan dilakukan oleh penjajah.
Karakter yahudi didalam teks tersebut dicerminkan dengan keangkuhan, suka
merampas hak orang lain, penjahat perang yang bengis dan lain sebagainya. Sosok ini
selalu menteror warga muslim yang berada di jalur Gaza dan tepi barat. Dengan alas
an mereka ingin melindungi saudara mereka dari sesuatu yang tidak baik bagi mereka.
Mereka juga meneruskan kepercayaan bahwa tanah tersebut di ciptakan hanya untuk
mereka. Orang-orang selain mereka dianggap hina dan masih dibawah mereka
derajadnya. Hal inilah yang mendorong mereka untuk melakukan hal bidab tersebut,
dengan landasan tanah warisan leluhur. Memang ,mereka mempunyai keunggulan
yang telah disebutkan oleh al-Qur’an, akan tetapi dengan kelebihan tersebut mereka
menyalahgunakan keistimewaan yang diberikan kepada mereka dengan mengingkari
Allah yang telah memberikan mereka karunia.
Inggris merupakan Negara yang membentu berdirinya Negara Israel. Negara
tersbut ikut andil dan membantu Israel dengan prsarana yang dibutuhkan. Mestinya
dengan kepentingan-kepentingan tertentu. Hal ini juga punya ma’na sama sekali.
Jadi semiotik yang terkandung didalam teks tersebut adalah umat islam
mempunyai makna surga. Didalam teks tersebut umat islam mempunyai makna surga
yang agung. Surga yang diinginkan oleh semua orang. Sedangkan Yahudi didalam
teks tersebut mempunyai makna Neraka. Dipenuhi oleh hal-hal yang busuk dan tidak
akan enak bila dirasakan. Sedangkan Iggris mempunyai makna iblis yang punya andil
dengan adanya neraka,dan mempunyai kepentingan menjerumuskan manusia kedalam
neraka.