Anda di halaman 1dari 6

Pembahasan

Kepribadian dengan Komunikasi

Pada awal masa remaja, anak laki-laki dan perempuan sudah menyadari sifat-sifat
yang buruk, dan mereka menilai sifat-sifat ini sesuai dengan teman-teman mereka.
Mereka juga sadar akan peran kepribadian dalam hubungan-hubungan sosial dan oleh
karenanya terdorong untuk memperbaiki kepribadian mereka. Misalnya dengan cara
membaca buku-buku atau tulisan-tulisan mengenai masalah ini, dan juga sering
berinteraksi dengan lingkungan sekitar (komunikasi interpersonal) dengan harapan untuk
meningkatkan dukungan sosial.
Remaja yang lebih tua juga menyadari apa yang membentuk “kepribadian yang
menyenangkan”. Ia mengetahui sifat-sifat yang dikagumi oleh teman-teman sejenis
maupun teman-teman lawan jenis. Meskipun sifat-sifat yang dikagumi berbeda dari
kelompok sosial ke kelompok sosial yang lain. Namu remaja menggunakan standar
kelompok sebagai dasar konsep mereka mengenai kepribadian “ideal” terhadap mana
mereka menilai kepribadian mereka sendiri. Tidak banyak yaqng merasa dapat mencapai
gambaran yang ideal ini dan mereka yang tidak berhasil ingin mengubah kepribadian
mereka.
Ini merupakan tugas yang sulit dan yang seringkali tidak mungkin. Pertama, pola
kepribadian yang sudah dibentukselama masa kanak-kanak sudah mulai stabil dan
cenderung menetap sepanjang hidupnya dengan hanya sedikit perbaikan. Memang ada
perubahan-perubahan dengan bertambahnya usia tetapi perubahan ini lebuh bersifat
kuantitatif daripada kualitatif. Dalam arti bahwa sifat-sifat yang diinginkan akan
diperkuat dan sifat-sifat yang tidak diinginkan akan diperlemah. Kedua, banyak diantara
kondisi-kondisi yang membentuk pola kepribadian di luar pengendalian para remaja
Karena kondisi-kondisi itu merupakan hasil dari lingkungan dimana remaja hidup dan
akan terus mempengaruhi konsep diri, yaitu inti dari pola kepribadian, sepanjang
lingkungan tetap stabil.
Pengertian/Definisi kepribadian
Menurut (ilmuan psikologi) Gordon W. Allport, kepribadian adalah organisasi
dinamis dalam diri individu yang terdiori dari sistem-sistem psiko fisik yang menentukan
cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari individu terhadap lingkungannya. Beberapa
karakteristik untuk mengenali kepribadian yaitu penampilan fisik, tempramen,
kecerdasan, dan kemampuan, arah minat dan pandangan mengenai nilai-nilai, sikap
sosial, kecenderungan dalam motivasi, dan cara-cara pembawaan diri.

Pokok-pokok Teori Freud Mengenai Kepribadian


Teori Freud mengenai kepribadian dapat diikhtisar dalam rangka struktur,
dinamika, dan perkembangan kepribadian.
1. struktur kepribadian
menurut Freud kepribadian terdiri atas tiga sistem atau aspek, yaitu:
A. Das Es (The id), yaitu aspek biologis
Das es atau dalam bahasa inggris the id disebut juga oleh Freud System der
unbewussten. Aspek ini adalah aspek biologis dan merupakan sistem yang original di
dalam kepribadian, dari aspek inilah kedua aspek yang lain tumbuh. Freud menyebutnya
juga realitas psikis yang sebenar-benarnya (the true psychic reality), oleh karena Das Es
berisikan hal-hal yang dibawa sejak lahir (unsure-unsur biologis0, termasuk insting-
insting. Das Es merupakan “reservoir” energi psikis yang menggerakkan Das Ich dan Das
Ueber Ich.
Untuk menghilangkan ketidakenakan dan mencapai kenikmatan Das Es
mempunyai dua cara (alat proses), yaitu:
a. Refleks dan reaksi-reaksi otomatis, seperti misalnya bersin, berkedip, dan
sebagainya.
b. Proses primer (Primair Volgang), seperti misalnya orang lapar
membayangkan makanan
Akan tetapi jelas bahwa cara “ada” yang demikian itu tidak memenuhi kebutuhan
orang yang tidak lapar tidak akan menjadi kenyang dengan membayangkan makanan.
Karena itu perlu (merupakan keharusan kodrati) adanya sistem lain yang menghubungkan
pribadi dengan dunia obyektif. Sistem yang demikian itu adalah Das Ich.
B. Das Ich
Das Ich atau dalam bahasa Inggris the ego disebut juga sistem der bewussten
vorbewussten. Aspek ini adalah aspek psikologis daripada kepribadian dan timbul karena
kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan (realitas).
C. Das Ueber Ich
Das Ueber Ich adalah aspek sosiologis, merupakan wakil dari nilai-nilai
tradisional serta cita-cita masyarakat sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-
anaknya, yang dimaksud (diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan. Das Ueber
Ich lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan. Karena itu Das Ueber Ich dapat
pula dianggap sebagai aspek moral kepribadian. Fungsinya yang pokok adalah
menentukan apakah sesuatu yang benar atau salah, pantas atau tidak, dan demikian
pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.
Pada aspek sosiologis inilah komunikasi yang diutamakan, karena aspek ini
dipengaruhi oleh faktor eksternal. Terutama didalam menjalin komunikasi interpersonal.
Sehingga dapat terjadi interaksi sosial yang dapat dijadikan pemasukan untuk kepribadian
seseorang. Contohnya ketika interaksi orang tua kepada anaknya yang dimasukkan
(diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan.
2. Dinamika Kepribadian
Freud sangat terpengaruh oleh filsafat determinisme dan positivisme abad XIX
dan menganggap organisme manusia sebagai suatu kompleks sistem energi, yang
memperoleh energinya dari makanan serta mempergunakan untuk bermacam-macam hal,
diantaranya: sirkulasi pernafasan, geraka-gerakan oto, mengamati, mengingat, berpikir,
dan sebagainya. Sebagaimana ahli-ahli ilmu alam abad XIX yang mendefinisikan energi
berdasarkan lapangan kerjanya, maka Freud menamakan energi dapat berpindah dari
energi psikis. Menurut hukum penyimpangan tenaga maka energi dapat berpindah dari
satu tempat ke tempat yang lain, tetapi tak dapat hilang. Berdasar pada pemikiran itu
Freud berpendapat, bahwa energi psikis dapat dipindahkan ke energi psikologis dan
sebaliknya. Jembatan antara energi tubuh dengan kepribadian Das Es ialah dengan
insting-instingnya.
3. Perkembangan Kepribadian
Freud umumnya dipandang sebagai ahli yang pertama-tama mengutamakan aspek
perkembangan (genetik) daripada kepribadian, dan terutama yang menekankan peranan
yang menentukan daripada tahun-tahun permulaan masa kanak-kanak dalam meletakkan
dasar-dasar struktur kepriadian. Freud berpendapat, bahwa kepribadian sebenarnya pada
dasarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya
sebagian besar hanya penghalusan struktur dasar itu. Kesimpulan yang demikian itu
diambil atas dasar pengalaman-pengalamannya dalam melakukan psikoanalisis.
Penyelidikan dalam hal ini selalu menjurus kearah masa kanak-kanak, yaitu masa yang
mempunyai peranan yang menentukan dalam hal timbulnya neourosis pada tahun-tahun
yang leboih kemudian. Freud beranggapan bahwa kanak-kanak adalah ayahnya manusia,
dalam menyelidiki masa kanak-kanak ini Freud tidak langsung menyelidiki anak-anak,
akan tetapi membuat rekonstruksi atas dasar ingatan orang dewasa mengenai masa
kanak-kanaknya.
Kepribadian itu berkembang dalam hubungan denganempat macam sumber
tegangan pokok, yaitu:
• Proses pertumbuhan psikologis
• Frustasi
• Konflik
• Ancaman
Sebagai akibat dari meningkatnya tegangan karena keempat sumber itu, maka
orang terpaksa harus belajar cara-cara yang baru untuk mereduksikan tegangan inilah
yang disebut perkembangan kepribadian.
MAKALAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI
“KEPRIBADIAN DENGAN KOMUNIKASI”

Disusun oleh:

Saugi Riyandi
106051101940

KONSENTRASI JURNALISTIK
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
2009