Anda di halaman 1dari 9

SKRIPSI PERLINDUNGAN TANAMAN SILAHKAN KAMI TAMPILKAN JUDUL JUDUL SKRIPSI YANG ADA, BILA BERMINAT UNTUK MENDAPATKAN

FILENYA ATAU MENDOWNLOADNYA SILAHKAN HUBUNGI email : pusatskripsi@gmail.com atau sms ke 085316254562

1. ANALISIS DIALLEL BEBERAPA KOMBINASI PERSILANGAN PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASILLIENSIS MUELL ARG.) 2. BIOLOGI HAMA KUMBANG PENGGEREK PUCUK KELAPA SAWIT (ORYCTES RHINOCEROS L.) (COLEOPTERA: SCARABAEIDAE) DI RUMAH KASSA 3. DAYA PARASITASI LALAT (STURMIOPSIS INFERENS TOWN) (DIPTERA:TACHINIDAE) TURUNAN DARI BEBERAPA HASIL PERKAWINAN PADA ULAT PENGGEREK BATANG TEBU RAKSASA (PHRAGMATOECIA CASTANEAE HUBNER) (LEPIDOPTERA:COSSIDAE) DI LABORATORIUM 4. DAYA PREDASI SYCANUS CROCEOVITTATUS (HEMIPTERA: REDUVIIDAE) TERHADAP ULAT API SETOTHOSEA ASIGNA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI INSEKTARIUM 5. EFEKTIVITAS MANCOZEB DAN METALAXYL DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CYLINDROCLADIUM SCOPARIUM. HAWLEY BOEDIJN ET REITSMA PENYEBAB PENYAKIT BUSUK DAUN TEH (CAMELIA SINENSIS.L ) DI LABORATORIUM 6. EPIDEMI PENYAKIT BLAS ( PYRICULARIA ORYZAE CAV. ) PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH ( ORYZA SATIVA L ) DENGAN JARAK TANAM BERBEDA DILAPANGAN 7. EVALUASI KERAGAMAN KARAKTER VEGETATIF DAN GENERATIF BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L.) 8. IDENTIFIKASI PARASITOID LARVA ULAT API (LEPIDOPTERA : LIMACODIDAE) PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT 9. INDEKS KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA BEBERAPA EKOSISTEM DI AREAL PERKEBUNAN PT. UMBUL MAS WISESA KABUPATEN LABUHANBATU 10. INDEKS KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA EKOSISTEM PEMBIBITAN DAN BUKAAN BARU TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS JACQ.) 11. INDEKS KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI KEBUN TANAH RAJA PERBAUNGAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III 12. INDEKS KERAGAMAN JENIS SERANGGA PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT (ELAIS GUINENSIS JACQ.) DI KEBUN RAMBUTAN 13. INDEKS KERAGAMAN JENIS SERANGGA PADA TANAMAN STROBERI (FRAGARIA SP ) DI LAPANGAN 14. INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT BERCAK COKLAT SEMPIT (CERCOSPORA JAN SEANA) (ROCIB) O.CONST PADA BEBERAPA

VARIETAS PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L) DENGAN JARAK TANAM YANG BERBEDA DI LAPANGAN 15. INVENTARISASI HAMA-HAMA PENTING DAN PARASITOID PADA BUAH MANGGA (MANGIFERA SPP.) DI LABORATORIUM 16. INVENTARISASI JAMUR PENYEBAB PENYAKIT PADA TANAMAN STROBERI (FRAGARIA VESCA L.) DI KECAMATAN BERASTAGI 17. KAJIAN BEBERAPA METODE PERANGKAP LALAT BUAH (DIPTERA;TEPHRITIDAE) PADA PERTANAMAN JERUK MANIS (CITRUS SPP.) DI DESA SUKANALU KABUPATEN KARO 18. KAJIAN BIOLOGIS TUMIDICLAVA SP. (HYMENOPTERA:TRICHOGRAMMATIDAE) SEBAGAI PARASITOID TELUR PHRAGMATOECIA CASTANEAE HUBNER (LEPIDOPTERA:COSSIDAE) DI LABORATORIUM 19. KAJIAN KEMAMPUAN MENYEBAR KUMBANG TANDUK (ORYCTES RHINOCEROS L.) BERDASARKAN ARAH MATA ANGIN (UTARASELATAN) PADA AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT (ELAIS GUINENSIS JACQ.) 20. KAJIAN MUSUH ALAMI SERANGGA PENYERBUK KELAPA SAWIT ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS FAUST. (COLEOPTERA : CURCULIONIDAE) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) 21. KAJIAN PENYEBARAN KUMBANG TANDUK (ORYCTES RHINOCEROS L.) PADA AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT(ELAIS GUINENSIS JACQ.) 22. KEANEKARAGAMAN HAYATI NEMATODA PARASITIK PADA TANAMAN KOPI (COFFEA SP.) DI ______ 23. KEANEKARAGAMAN HAYATI PENYAKIT PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L. ) DI DATARAN TINGGI DAN RENDAH DI ______ 24. KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA DIURNAL PADA TANAMAN PENUTUP TANAH MUCUNA BRACTEATA DI PERTANAMAN KELAPA SAWIT DI AREAL PERKEBUNAN PT. TOLAN TIGA KERASAAN ESTATE KABUPATEN SIMALUNGUN 25. KEMAMPUAN ACTINOTE ANTEAS DOUB. (LEPIDOPTERA:NYMPHALIDAE) SEBAGAI SERANGGA PEMAKAN GULMA 26. KEMAMPUAN LARVA ORYCTES RHINOCEROS (COLEOPTERA: SCARABAEIDAE) MENULARKAN CENDAWAN METARHIZIUM ANISOPLIAE KE LARVA SEHAT DI PERTANAMAN KELAPA SAWIT 27. KEMAMPUAN PREDATOR EOCANTHECONA FURCELLATA (WOLFF) (HEMIPTERA : PENTATOMIDAE) MENGENDALIKAN ULAT API SETHOTOSEA ASIGNA V EECKE DI PERTANAMAN KELAPA SAWIT 28. KEPADATAN JUMLAH KUMBANG BADAK (ORYCTES RHINOCEROS L.) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI LAPANGAN 29. KULTUR MERISTEM PUCUK STROBERI (FRAGARIA CHILOENSIS DAN F. VESCA) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA ZAT PENGATUR TUMBUH 30. PENGARUH BAHAN MAKANAN TERHADAP UMUR DAN KESUBURAN PARASITOID TELUR TUMIDICLAVA SP DI LABORATORIUM

31. PENGARUH BEBERAPA JAMUR ENTOMOPATOGEN BEAUVERIA BASSIANA BALSAMO DAN METARHIZIM ANISOPLIAE METCH. SOROKIN DAN KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS CABAI TERHADAP HAMA THRIPS SPP. DI LAPANGAN 32. PENGARUH BIOPESTISIDA DALAM MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK SPODOPTERA LITURA F. (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) PADA TANAMAN TEMBAKAU DELI (NICOTIANA TABACUM L.) DI RUMAH KASA 33. PENGARUH BIO VA-MIKORIZA DAN PEMBERIAN ARANG SEKAM TERHADAP JAMUR PYTHIUM SPP. PADA TANAMAN TEMBAKAU DELI (NICOTIANA TABACCUM L.) DI LAPANGAN 34. PENGARUH BIO VA-MIKORIZA DAN PEMBERIAN ARANG TERHADAP JAMUR PYTHIUM SPP. PADA TANAMAN TEMBAKAU DELI (NICOTIANA TABACCUM L.) DI RUMAH KACA 35. PENGARUH DOSIS DAN CARA APLIKASI MIKORIZA TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT LANAS (PHYTOPHTHORA NICOTIANAE DE HANN.) PADA TANAMAN TEMBAKAU DELI (NICOTIANA TABACCUM L.) DI RUMAH KASA 36. PENGARUH JAMUR ANTAGONIS TRICHODERMA HARZIANUM DAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PATOGEN TULAR TANAH SCLEROTIUM ROLFSII SACC. PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) DI RUMAH KASA 37. PENGARUH JENIS PERANGKAP SINTETIS UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUTU PUTIH (BEMISIA TABACI GENN.) (HOMOPTERA: ALEYRODIDAE) PADA TANAMAN TEMBAKAU DELI (NICOTIANA TABACUM L.) 38. PENGARUH KADAR AIR TEMBAKAU TERHADAP PERKEMBANGAN LASIODERMA SERRICORNE F (COLEOPTERA; ANOBIIDAE ) DI LABORATORIUM 39. PENGARUH KEANGGOTAAN KELOMPOK PHT ATAS SIKAP PETANI TERHADAP FUNGISIDA PADA PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN KUBIS DI KABUPATEN KARO (STUDI KASUS KEC. BRASTAGI) 40. PENGARUH KEPADATAN POPULASI KEONG EMAS (POMACEA SP.) TERHADAP TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) DI LAPANGAN 41. PENGARUH KEPEKATAN ESKTRAK DAUN NIMBA TERHADAP PENEKANAN SERANGAN (ALTERNARIA PORRI (EII.CIF) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) 42. PENGARUH KERAPATAN TRICHODERMA HARZIANUM TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM (FUSARIUM OXYSPORUM SCHLECHT. F.SP. CEPAE (HANZ.) SNYD. ET HANS.)PADA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) 43. PENGARUH PEMBERIAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PENYAKIT PADA BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) DI LAPANGAN 44. PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA JAMUR ANTAGONIS DENGAN BERBAGAI TINGKAT KONSENTRASI UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN JAMUR PYTHIUM SP. PENYEBAB REBAH KECAMBAH PADA TANAMAN TEMBAKAU (NICOTIANA TABACCUM L.)

45. PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT PENTING TANAMAN JAGUNG ( ZEA MAYS L. ) DI LAPANGAN 46. PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA PUPUK ORGANIK TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN (DRECHSLERA SPP.) PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) 47. PENGARUH PEMBERIAN DAUN MENGKUDU DAN DAUN NIMBA TERHADAP RAYAP (COPTOTERMES CURVIGNATHUS) (ISOPTERA; RHINOTERMI) DI LABORATORIUM 48. PENGARUH PEMBERIAN FUNGISIDA BOTANI TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT HAWAR DAUN PHYTOPHTHORA INFESTANS (MONT.) DE BARRY DI LAPANGAN 49. PENGARUH PEMBERIAN IMIDACLOPRID UNTUK MENGENDALIKAN APONONIA SP ( COLEOPTERA : SCARABAEIDAE ) DAN VALANGA NIGRICORNIS BURM ( ORTHOPTERA : ACRIDIDAE ) DI PEMBIBITAN KELAPA SAWIT ( ELAEIS GUINEENSIS JACQ ) 50. PENGARUH PEMBERIAN INSEKTISIDA NABATI TERHADAP SERANGAN HAMA POLONG PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERILL) DI LAPANGAN 51. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK, FUNGISIDA DAN JARAK TANAM TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI) PADA TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) DI LAPANGAN 52. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NITROGEN TERHADAP TIMBULNYA PENYAKIT DAUN TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA BEBERAPA VARIETAS DI LAPANGAN 53. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN BAHAN PENGENDALI DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI (RALSTONIA SOLANACEARUM P.V. TABACI E.F SMITH) PADA TANAMAN TEMBAKAU DI RUMAH KACA. 54. PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI WARNA CAHAYA DAN JENIS BERAS TERHADAP DAYA PREFERENSI DAN MORTALITAS SITOPHYLUS ORYZAE LINN. (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) DI LABORATORIUM 55. PENGARUH PERANGKAP SINTETIS UNTUK MENGENDALIKAN HAMA CAPSIDE CYRTOPELTIS TENUIS REUT. (HEMIPTERA : MIRIDAE) PADA TANAMAN TEMBAKAU DELI (NICOTIANA TABACUM L.) 56. PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN AGENSIA HAYATI TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES (PENZ.) SACC.) PADA PEMBIBITAN TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) 57. PENGENDALIAN BIOLOGI NEMATODA PURU AKAR (MELOIDOGYNE SPP) PADA TANAMAN TOMAT(LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL) 58. PENGENDALIAN CALLOSOBRUCHUS CHINENSIS (COLEOPTERA : BRUCHIDAE) DENGAN MENGGUNAKAN SERBUK DAN EKSTRAK BIJI SRIKAYA, SAGA DAN BENGKUANG PADA BENIH KACANG HIJAU 59. PENGENDALIAN PSEUDOCOCCUS SPP. (HOMOPTERA: PSEUDOCOCCIDAE) PADA BUAH MANGGIS DENGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA BOTANI DAN ORGANIK DI LABORATORIUM 60. PENGENDALIAN RAYAP COPTOTERMES CURVIGNATUS HOLMGREN. (ISOPTERA: RHINOTERMITIDAE) DENGAN MENGGUNAKAN DAUN

SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) PADA BERBAGAI JENIS UMPAN DI LABORATORIUM 61. PENGENDALIAN SITOPHILUS ORYZAE (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) DAN TRIBOLIUM CASTANEUM (COLEOPTERA: TENEBRIONIDAE) DENGAN BEBERAPA SERBUK BIJI SEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI 62. PENGGUNAAN BEBERAPA SERBUK BIJI TANAMAN UNTUK MENGENDALIKAN CALLOSOBRUCHUS CHINENSIS L. (COLEOPTERA: BRUCHIDAE) PADA KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) DI LABORATORIUM 63. PENGGUNAAN BERBAGAI KONSENTRASI KHITOSAN DAN FIPRONIL TERHADAP PENGENDALIAN HAMA RAYAP TANAH MACROTERMES GILVUS HAGEN (ISOPTERA ; TERMITIDAE) DI LABORATORIUM 64. PENGGUNAAN BROCAP TRAP UNTUK PENGENDALIAN PENGGEREK BUAH KOPI HYPOTHENEMUS HAMPEI FERR. (COLEOPTERA : SCOLYTIDAE) PADA TANAMAN KOPI 65. PENGGUNAAN JAMUR ANTAGONIS GLIOCLADIUM VIRENS MILLER UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN PENYAKIT FUSARIUM OXYSPORUM F. SP. PASSIFLORA PADA PEMBIBITAN MARKISA DI RUMAH KASSA 66. PENGGUNAAN JAMUR ANTAGONIS TRICHODERMA HARZIANUM RIFAI DAN KOMPOS DALAM MENEKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. PASSIFLORA PADA PEMBIBITAN MARKISA 67. PENGGUNAAN JAMUR CORDYCEPS MILITARIS TERHADAP ULAT API SETOTHOSEA ASIGNA VAN EECKE (LEPIDOPTERA : LIMACODIDAE) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT 68. RESPON VARIETAS DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT PADA PERTANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) SECARA ORGANIK 69. SINERGI ANTARA NEMATODA RADOPHOLUS SIMILIS DENGAN JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. CUBENSE TERHADAP LAJU SERANGAN LAYU FUSARIUM PADA BEBERAPA KULTIVAR PISANG (MUSA SP ) DI LAPANGAN 70. STUDI BIOLOGI SERANGGA PENYERBUK KELAPA SAWIT ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS FAUST (COLEOPTERA : CURCULIONIDAE) ELAEIS GUINEENSIS JACQ. DI LABORATORIUM 71. STUDI KARAKTERISTIK GANODERMA BONINENSE PAT. PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DI LAHAN GAMBUT 72. STUDI KEANEKARAGAMAN SERANGGA DI PERTANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENIS JACK.) DI PTPN III, HUTA PADANG, KABUPATEN ASAHAN 73. SURVEI INDEKS KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA DAN PERSENTASE SERANGAN RAYAP PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI PT. BILAH PLANTINDO KABUPATEN LABUHAN BATU 74. SURVEI KORELASI POPULASI SITOPHYLUS ORYZAE LINN.(COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) DENGAN BEBERAPA FAKTOR GUDANG PENYIMPANAN BERAS DI BULOG ______ DAN SEKITARNYA

75. TINGKAT SERANGAN KUMBANG BADAK (ORYCTES RHINOCEROS L.) PADA AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) BERDASARKAN UMUR TANAMAN 76. UJI ANTAGONISME BEBERAPA BAKTERI ENDOFIT DAN CARA INOKULASI TERHADAP SCLEROTIUM ROLFSII SACC. PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) 77. UJI BEBERAPA JENIS INSEKTISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALIAN KUMBANG BERAS (SITOPHYLUS ORYZAE L.) DI LABORATORIUM 78. UJI BEBERAPA VARIETAS PADI (ORYZA SATIVA L.) DENGAN RADIASI SINAR GAMMA PADA GENERASI M1 DENGAN MENGGUNAKAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) 79. UJI EFEKTIFITAS BEAUVERIA BASSIANA (BALSAMO) DAN DAUN LANTANA CAMARA L. TERHADAP HAMA PENGGEREK UMBI KENTANG (PHTHORIMAEA OPERCULELLA ZELL.) DI GUDANG 80. UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA ENTOMOPATOGEN PADA LARVA DAN IMAGO BRONTISPA LONGISSIMA GESTRO. (COLEOPTERA : CHRYSOMELIDAE) DI LABORATORIUM 81. UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN (PUCCINIA POLYSORA U.) PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS LINN.) DI DATARAN RENDAH 82. UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA INSEKTISIDA KIMIA DAN ENTOMOPATOGEN METARHIZIUM ANISOPLIAE (METCH SORIKIN) TERHADAP LARVA ORYCTES RHINOCEROS L. (COLEOPTERA: SCRABAEIDAE) PADA MULSA TANDAN KOSONG 83. UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI PADA TANAMAN KACANG HIJAU DAN KACANG PANJANG TERHADAP HAMA MARUCA TESTULALIS GEYER ( LEPIDOPTERA : PYRALIDAE ) 84. UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA JAMUR ENTOMOPATOGEN DAN INSEKTISIDA BOTANI TERHADAP SPODOPTERA EXIGUA HUBN. PADA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) 85. UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT KARAT DAUN (PHAKOPSORA PACHYRHIZI) PADA TANAMAN KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL) 86. UJI EFEKTIFITAS CHITOSAN UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT JAMUR JAMUR AKAR PUTIH (RIGIDOPORUS MICROPORUS (SWART: FR) VAN OV.) PADA TANAMAN KARET ( HEVEA BRASILIENSIS MUELL.ARG.) DI LABORATORIUM 87. UJI EFEKTIFITAS CHITOSAN UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT JAMUR UPAS (UPASIA SALMONICOLOR (B. ET BR.) TJOKR.,) PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG.) 88. UJI EFEKTIFITAS CORYNEBACTERIUM DAN DOSIS PUPUK K TERHADAP SERANGAN PENYAKIT KRESEK (XANTHOMONAS CAMPESTRIS PV ORYZAE) PADA PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) DI LAPANGAN PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) DI LAPANGAN 89. UJI EFEKTIFITAS DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM L.) DAN DAUN SERAI (ADROPOGON NARDUS L.) TERHADAP PENYAKIT

ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI (SYD) BUTLER DAN BISBY) PADA TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) DI LAPANGAN 90. UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN MENGKUDU TERHADAP HAMA KUBIS PLUTELLA XYLOSTELLA L. (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) DI LABORATORIUM 91. UJI EFEKTIFITAS FUNGISIDA NABATI DAN FUNGISIDA KIMIA TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN (HELMINTHOSPORIUM TURCICUM (PASS.) LEONARD ET SUGGS) PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI DATARAN RENDAH 92. UJI EFEKTIFITAS M. ANISOPLIAE TERHADAP LARVA O. RHINOCEROS METCH (COLEOPTERA;SCARABAEIDAE) DI LABORATORIUM 93. UJI EFEKTIFITAS PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK UNGU (ALTERNARIA PORRI ELL. CIF) PADA BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI LAPANGAN 94. UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA ULAT TRITIP (P. XYLOSTELLA L.) DAN HAMA ULAT KROP (C. BINOTALIS ZELL.) PADA TANAMAN KUBIS (B. OLERACEA L.) 95. UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP MORTALITAS LARVA SETOTHOSEA ASIGNA VAN ECKE (LEPIDOPTERA: LIMACODIDAE) DI LABORATORIUM 96. UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS FUNGISIDA NABATI DENGAN DOSIS YANG BERBEDA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK DAUN (CERCOSPORA NICOTIANAE ELL. ET .EV) PADA TANAMAN TEMBAKAU (NICOTIANAE TABACCUM L.) DI LAPANGAN 97. UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI) PADA TANAMAN CABAI ( CAPSICUM ANNUUM L ) DI LAPANGAN 98. UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA RIMPANG ZINGIBERCEAE TERHADAP KUMBANG BERAS (SITOPHYLUS ORYZAE L.) DI LABORATORIUM 99. UJI EFEKTIVITAS BEUVERIA BASSIANA (BALSAMO) VUILLEMIN DAN METARHIZIUM ANISOPLIAE VAR ANISOPLIAE TERHADAP RAYAP (COPTOTERMES CURVIGNATHUS HOLMGREN) (ISOPTERA : RHINOTERMITIDAE) DI LABORATORIUM 100. UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACTHA INDICA A.JUSS) DAN DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN (PHAKOPSORA PACHYRHIZI SYD.) PADA KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX L.) DI LAPANGAN 101. UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA SPODOPTERA LITURA (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE) PADA TANAMAN TEMBAKAU (NICOTIANA TABACCUM L.) 102. UJI EFIKASI BEBERAPA AGENSIA HAYATI TERHADAP HAMA PERUSAK DAUN TEMBAKAU DELI DI SAMPALI 103. UJI EFIKASI BEBERAPA FUNGISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN HAWAR DAUN (HELMINTHOSPORIUM MAYDIS NISIK.) PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI LAPANGAN 104. UJI EFIKASI JAMUR ENTOMOPATOGEN BEAUVERIA BASSIANA BALSAMO DAN METARRHIZIUM ANISOPLIAE (METCH.) SOROKIN

TERHADAP MORTALITAS LARVA PHRAGMATOECIA CASTANAE HUBNER DI LABORATORIUM 105. UJI KETAHANAN BEBERAPA KLON TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG.) TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN ( CORYNESPORA CASSIICOLA (BERK. & CURT.) WEI.) DI KEBUN ENTRES 106. UJI KETAHANAN BEBERAPA KLON TANAMAN KARET (HEVEA BRASSILIENSIS MUEL. ARG.) TERHADAP 3 ISOLAT PENYAKIT GUGUR DAUN (COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES PENZ. SACC.) DI LABORATORIUM 107. UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP SERANGAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DENGAN PEMAKAIAN MULSA PLASTIK 108. UJI KETAHANAN KLON IRR SERI 200 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN (COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES PENZ. ET SACC.) PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASSILIENSIS MUELL. ARG.) DI LABORATORIUM 109. UJI PARASITASI TETRASTICHUS BRONTISPAE (HYMENOPTERA:EULOPHIDAE) TERHADAP KUMBANG JANUR KELAPA BRONTISPA LONGISSIMA (COLLEOPTERA:CHRYSOMELIDAE) DI LABORATORIUM 110. UJI PATOGENITAS JAMUR METARHIZIUM ANISOPLIAE DAN JAMUR CORDYCEPS MILITARIS TERHADAP LARVA PENGGEREK PUCUK KELAPA SAWIT (ORYCTES RHINOCEROS) (COLEOPTERA; SCARABAEIDAE) DI LABORATORIUM 111. UJI PREDASI CECOPET ( FORFICULA AURICULARIA) (DARMAPTERA : FORFICULIDAE ) TERHADAP LARVA DAN IMAGO BRONTISPA LONGISSIMA GESTRO. COLEOPTERA : CHRYSOMELIDAE) DI LABORATORIUM 112. UJI RANSUM BERBASIS PELEPAH DAUN SAWIT, JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG FERMENTASI DENGAN PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM TERHADAP PRODUKSI KARKAS SAPI PERANAKAN ONGOLE 113. UJI RESISTENSI BEBERAPA GENOTIPE PLASMA NUTFAH KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL.ARG.) TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN (CORYNESPORA CASSIICOLA (BERK. & CURT.) WEI.) DI LABORATORIUM 114. UJI RESISTENSI BEBERAPA KLON KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG.) DARI KEBUN KONSERVASI TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES PENZ. SACC. 115. UJI RESISTENSI BEBERAPA KULTIVAR PLASMA NUTFAH KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG) TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN (CORYNESPORA CASSIICOLA (BERK. & CURT.) WEI) DI LAPANGAN 116. UJI RESISTENSI KLON IRR SERI 400 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES (PENZ.) SACC PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG.) DI LABORATORIUM

117. UJI RESISTENSI KLON IRR SERI 400 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN CORYNESPORA CASSICOLA (BERK. & CURT.)WEI. PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG.) DI LABORATORIUM 118. UJI RESISTENSI PROGENI F1 HP 1998 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN COLLETOTRICHUM GLOEOESPORIOIDES (PENZ). SACC PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG.) DI LABORATORIUM 119. UJI TOKSISITAS KITOSAN UNTUK MENGENDALIKAN RAYAP (COPTOTERMES CURVIGNATHUS HOLMGREN) (ISOPTERA : RHINOTERMITIDAE) DI LABORATORIUM 120. WAKTU APLIKASI TRICHODERMA HARZIANUM RIFAI DALAM BERBAGAI SUBSTRAT UNTUK MENEKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (SCLEROTIUM ROLFSII SACC.) PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL DI LAPANGAN