Anda di halaman 1dari 14

KUMPULAN SKRIPSI KEHUTANAN SILAHKAN KAMI TAMPILKAN JUDUL JUDUL SKRIPSI YANG ADA, BILA BERMINAT UNTUK MENDAPATKAN

FILENYA ATAU MENDOWNLOADNYA SILAHKAN HUBUNGI email : pusatskripsi@gmail.com atau sms ke 085316254562

1. AKUMULASI LOGAM BERAT TEMBAGA (CU) DAN TIMBAL (PB) PADA POHON AVICENNIA MARINA DI HUTAN MANGROVE 2. ANALISA KEANEKARAGAMAN JENIS POHON HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN SECANGGANG, KABUPATEN LANGKAT, PROVINSI ______ 3. ANALISIS BIAYA DAN PRODUKTIVITAS PENYARADAN KAYU MENGGUNAKAN ESKAVATOR KOMATSU PC 2005 DENGAN BANTUAN PONTON DARAT DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI (STUDI KASUS DI PT TOBA PULP LESTARI, TBK, SEKTOR TELE, KAB. TOBA SAMOSIR, ______) 4. ANALISIS BIAYA PENGANGKUTAN KAYU DENGAN TRUK DI HPHTI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK. SEKTOR AEK NAULI, KABUPATEN SIMALUNGUN, ______ 5. ANALISIS EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT EKS PENGUNGSI DI AREAL TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) (STUDI KASUS: DUSUN DAMAR HITAM DAN DUSUN SEI MINYAK KECAMATAN SEI LEPAN DAN KECAMATAN BESITANG, KABUPATEN LANGKAT ) 6. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN DAN PERUBAHAN KESESUAIAN PERUNTUKAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN SERDANG BEDAGAI 7. ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN INTENSITAS PENGELOLAAN HUTAN KEMENYAN (STUDI KASUS: HUTAN KEMENYAN DI DESA TANGGA BATU BARAT, KECAMATAN TAMPAHAN, KABUPATEN TOBASA) 8. ANALISIS FINANSIAL BUDI DAYA KEMENYAN RAKYAT DALAM SISTEM AGROFORESTRY (STUDI KASUS DI DESA PANGURDOTAN, KECAMATAN PAHAE JULU, KABUPATEN TAPANULI UTARA) 9. ANALISIS FINANSIAL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN SISTEM AGROFORESTRY (STUDI KASUS SISTEM AGROFORESTRY DI NAGARI KOTO MALINTANG, KECAMATAN TANJUNG RAYA, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT) 10. ANALISIS KANDUNGAN KIMIA ZAT EKSTRAKTIF KULIT KAYU EUCALYPTUS GRANDIS W.HILL EX MAIDEN BERDASARKAN LETAK KULIT PADA BATANG DAN PERBEDAAN UMUR POHON 11. ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG ATAS KESEJAHTERAAN SATWA DI KEBUN BINATANG (STUDI KASUS: TAMAN MARGASATWA DAN BUDAYA KINANTAN BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT)

12. ANALISIS KUALITAS AIR DI HUTAN WISATA SUNGAI DUMAI SEBAGAI KAJIAN UNTUK KEGIATAN PENGELOLAAN WISATA ALAM BUNGA TUJUH 13. ANALISIS NILAI EKONOMI DAN SOSIAL EKOWISATA TANGKAHAN (STUDI KASUS DI DESA NAMO SIALANG DAN DESA SEI SERDANG KECAMATAN BATANG SERANGAN KABUPATEN LANGKAT ______) 14. ANALISIS NILAI EKONOMI DAN TINGKAT KUNJUNGAN DI OBYEK WISATA ALAM AIR TERJUN SIPISO-PISO KABUPATEN KARO 15. ANALISIS PEMASARAN HASIL HUTAN NON KAYU DI SEKITAR TAMAN NASIONAL BATANG GADIS (STUDI KASUS DESA BATAHAN KECAMATAN KOTANOPAN KABUPATEN MANDAILING-NATAL) 16. ANALISIS PEMBAYARAN JASA LINGKUNGAN MASYARAKAT HILIR TERHADAP UPAYA PERBAIKAN KONDISI HUTAN DI HULU DAS DELI 17. ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KAWASAN KOTA ______ 18. ANALISIS SPASIAL DAN PREFERENSI PEMILIK LAHAN TERHADAP PERENCANAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA ______ 19. ANALISIS SPASIAL HUBUNGAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN SUHU UDARA DI KOTA ______ 20. ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR BERBASIS EKOSISTEM MANGROVE DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI 21. ANALISIS USAHATANI TANAMAN HIAS ANGGREK DAN ANTHURIUM (STUDI KASUS USAHA TANAMAN HIAS DI KOTA ______) 22. ANALISIS VEGETASI DI CAGAR ALAM MARTELU PURBA, DESA PURBA TONGAH, KECAMATAN PURBA, KABUPATEN SIMALUNGUN, ______ 23. APLIKASI CRYSTAL SOIL DI LAPANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS FORST) 24. APLIKASI CRYSTAL SOIL TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS FORST) 25. APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SIG UNTUK PENATAGUNAAN LAHAN MANGROVE DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI ______ 26. APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PERENCANAAN PEMANENAN DI PETAK TEBANG TAHUN 2008 PADA HPHTI PT. TOBA PULP LESTARI SEKTOR TELE ESTATE Q, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN 27. ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA PRAKTEK AGROFORESTRY (STUDI KASUS DESA GURUKINAYAN, KECAMATAN PAYUNG, KABUPATEN KARO). 28. BERBAGAI METODE PEMECAHAN DORMANSI BIJI AREN ( ARENGA PINNATA MERR. ) 29. BESAR ALIRAN PERMUKAAN (RUN-OFF) PADA BERBAGAI TIPE KELERENGAN DIBAWAH TEGAKAN EUCALYPTUS SPP. (STUDI KASUS DI HPHTI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK. SEKTOR AEK NAULI) 30. DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP DINAMIKA TUMBUHAN BAWAH DAN ANAKAN POHON DI HPHTI PT.SUMATERA SYLVA LESTARI KECAMATAN BARUMUN TENGAH KABUPATEN TAPANULI SELATAN

31. DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP SIFAT-SIFAT TANAH DI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT 32. DAYA RACUN EKSTRAK AKAR TUBA (DERRIS ELLIPTICA (ROXB.) BENTH) TERHADAP RAYAP TANAH (COPTOTERMES CURVIGNATUS HOLMGREN) 33. EFEKTIVITAS GAMBUT SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TUMBUH DENGAN PEMBERIAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAHONI (S.MACROPHYLLA KING 34. EVALUASI DEBIT DI DAERAH ALIRAN SUNGAIHAPASUK HPHTI PT. TOBA PULP LESTARI 35. EVALUASI HUTAN RAKYAT (STUDI KASUS PADA PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT OLEH KELOMPOK TANI HUTAN DI DESA PUANGAJA, KECAMATAN SIBOLANGIT, KABUPATEN DELI SERDANG, ______) 36. FUNGI PADA KAYU EUCALYPTUS UROPHYLLA DI TEMPAT PENIMBUNAN KAYU (TPK) PT. TOBA PULP LESTARI, TBK. KABUPATEN TOBASA ______ 37. HUBUNGAN KERAPATAN TAJUK DAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN ANALISIS CITRA SATELIT DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (STUDI KASUS KAWASAN HUTAN RESORT TANGKAHAN, CINTA RAJA, SEI LEPAN DAN KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (KEL) 38. HUBUNGAN KETINGGIAN DAN KELERENGAN DENGAN TINGKAT KERAPATAN VEGETASI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER 39. IDENTIFIKASI DAERAH JELAJAH ORANGUTAN SUMATERA MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 40. IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI KECAMATAN BIRU-BIRU 41. IDENTIFIKASI FUNGI PENYEBAB PENYAKIT PADA DAUN TANAMAN JARAK PAGAR (JATROPA CURCAS L.) (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIANTAR TIMUR KABUPATEN SIMALUNGUN) 42. IDENTIFIKASI FUNGSI DEKOMPOSER JARINGAN KAYU MATI YANG BERASAL DARI TEGAKAN DI LAHAN GAMBUT 43. IDENTIFIKASI MUTU BIBIT TUSAM (PINUS MERKUSII) BERDASARKAN SNI (STANDAR NASIONAL INDONESIA) DI PEMBIBITAN BALAI PENELITIAN KEHUTANAN AEK NAULI DESA SIBAGANDING KECAMATAN GIRSANG SIPANGAN BOLON KABUPATEN SIMALUNGUN 44. IDENTIFIKASI ORGANISME PERUSAK TIANG LABUH (FENDER) DI PELABUHAN LAUT BELAWAN 45. IDENTIFIKASI POTENSI DAN PEMASARAN PRODUK DARI HUTAN RAKYAT BAMBU (STUDI KASUS: DESA PERTUMBUKAN KEC. WAMPU KAB. LANGKAT) 46. IDENTIFIKASI SEBARAN DAN POTENSI AGROFORESTRI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TM 5 DI KECAMATAN WAMPU DAN SAWIT SEBERANG KABUPATEN LANGKAT 47. IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN DAN PENENTUAN JENIS TANAMAN YANG SESUAI UNTUK KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TAMIANG, PROVINSI ACEH

48. IDENTIFKASI HAMA DAN FUNGI PADA TANAMAN SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS) 49. INDUKSI TUNAS TANAMAN GAHARU (AQUILARIA MALACCENCIS LAMK) DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH BAP DAN IAA SECARA IN VITRO 50. INFILTRASI PADA BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS) 51. INTERSEPSI PADA BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS) (STUDI KASUS DI DESA HUTA II TUMORANG, KECAMATAN GUNUNG MALIGAS, KABUPATEN SIMALUNGUN) 52. INTERSEPSI PADA BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS ) 53. INVENTARISASI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) PADA BERBAGAI KETINGGIAN DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM 54. INVENTARISASI FUNGI TANAH PENYEBAB PENYAKIT PADA PERTANAMAN EUCALYPTUS SPP. (STUDI KASUS DI PT. TOBA PULP LESTARI, PORSEA ______) 55. INVENTARISASI TANAMAN SUKUN (ARTHOCARPUS COMMUNIS) PADA BERBAGAI KETINGGIAN DI ______ 56. ISOLASI DAN KARAKTERISASI FUNGI ENDOFIT PADA AKAR TANAMAN AKASIA (ACACIA SP) DI PT SUMATERA RIANG LESTARI SEI KEBARO LABUHAN BATU SELATAN ______ 57. JENIS DAN HARGA KAYU KOMERSIAL SERTA PRODUK KAYU OLAHAN PADA INDUSTRI KAYU SEKUNDER PANGLONG DI KOTA ______ 58. JENIS-JENIS FUNGI YANG TERDAPAT PADA SERASAH DAUN RHIZOPHORA MUCRONATA YANG MENGALAMI DEKOMPOSISI PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS 59. JENIS-JENIS FUNGSI PADA BEBERAPA TINGKAT KEMATANGAN RAMBUT 60. KAJIAN AKTIVITAS MIKROORGANISME TANAH PADA BERBAGAI KELERENGAN DAN KEDALAMAN HUTAN ALAM (STUDI KASUS DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, SEKSI BESITANG) 61. KAJIAN BEBERAPA SIFAT DASAR KAYU EKALIPTUS (EUCALYPTUS GRANDIS) UMUR 5 TAHUN 62. KAJIAN BEBERAPA SIFAT DASAR KAYU MANGGA (MANGIFERA INDICA LAMK) 63. KAJIAN EKONOMIS SERANGAN RAYAP DI BEBERAPA PERUMAHAN KOTA ______ 64. KAJIAN EROSI TANAH PADA HUTAN RAKYAT, LAHAN AGROFORESTRI, DAN LAHAN PERTANIAN SEMUSIM DI DESA BINGKAWAN KECAMATAN SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG 65. KAJIAN HARA FOSFAT PADA KEDALAMAN TANAH YANG BERBEDA AKIBAT PEMUPUKAN P PADA TEGAKAN EUCALYPTUS KLON DI TANAH ANDISOL (STUDI KASUS DI HPHTI PT TOBA PULP LESTARI SEKTOR HABINSARAN) 66. KAJIAN KEARIFAN TRADISIONAL DAN KETERGANTUNGAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SEKITAR SUAKA MARGASATWA DOLOK SURUNGAN (STUDI KASUS: DESA LOBU

RAPPA KEC. AEKSONGSONGAN KAB. ASAHAN DAN DESA MERANTI TIMUR KEC. PINTU POHAN MERANTI KAB. TOBASA) 67. KAJIAN KELEMBAGAAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE: STUDI KASUS DI DESA KAYU BESAR, KECAMATAN BANDAR KHALIPAH, KABUPATEN SERDANG BEDAHGAI 68. KAJIAN KEPUASAN PENGUNJUNG DAN PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA DI KAWASAN EKOWISATA TANGKAHAN KABUPATEN LANGKAT PROVINSI ______ 69. KAJIAN MINYAK ATSIRI PADA EKALIPTUS (EUCALYPTUS UROPHYLLA) UMUR 4 TAHUN DI PT TOBA PULP LESTARI, TBK 70. KAJIAN NILAI EKONOMI KEBERADAAN POHON-POHON DI TAMAN AHMAD YANI, KOTA ______, PROVINSI ______ 71. KAJIAN NILAI EKONOMI TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU (STUDI KASUS DI TAMAN BUNGA PEMATANGSIANTAR PROVINSI ______) 72. KAJIAN PEMANFAATAN BAMBU DI KECAMATAN SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG 73. KAJIAN PEMANFAATAN ROTAN DI KECAMATAN DOLOKSANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN 74. KAJIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMENYAN (STYRAX SPP) DI DESA SIBAGANDING 75. KAJIAN POTENSI EKONOMI MANGROVE (STUDI KASUS DI DESA KAYU BESAR KECAMATAN BANDAR KHALIFAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI) 76. KAJIAN POTENSI, KONTRIBUSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN AREN (ARENGA PINNATA) 77. KAJIAN PRODUKTIVITAS DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURRAY) PADA AGROFOREST KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL) DI SEKITAR HUTAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BATANG TORU 78. KAJIAN SOSIAL PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT (STUDI KASUS LOKASI HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA GUDANG GARAM KECAMATAN BINTANG BAYU KABUPATEN SERDANG BEDAGAI) 79. KARAKTERISTIK BRIKET ARANG DARI SLUDGE DENGAN PENAMBAHAN ARANG TEMPURUNG KELAPA 80. KARAKTERISTIK PAPAN KOMPOSIT BERBAHAN LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT DENGAN MATRIKS LINEAR LOW DENSITY POLYETHYLENE (LLDPE) 81. KARAKTERISTIK PAPAN KOMPOSIT POLIMER DARI BAMBU DAN PLASTIK DAUR ULANG 82. KARAKTERISTIK PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT HAWAR DAUN PADA BIBIT TANAMAN EUCALYPTUS SPP DI PT. TOBA PULP LESTARI TBK. KABUPATEN TOBA SAMOSIR, ______ 83. KARAKTERISTIK TAPAK HUTAN MANGROVE DI DESA KAYU BESAR KECAMATAN BANDAR KHALIPAH, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI 84. KEANEKARAGAMAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT (STUDI KASUS PADA HUTAN PEGUNUNGAN SINABUNG KABUPATEN KARO)

85. KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA KAYU BESAR KECAMATAN BANDAR KHALIPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI 86. KEANEKARAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DI BAWAH TEGAKAN SENGON (PARASERIENTHES FALCATARIA) STUDI KASUS DI AREAL PT RAJA GARUDA MAS KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT 87. KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI DI AREAL MODEL ARBORETUM MANGROVE DESA BAGAN SERDANG KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG 88. KEAWETAN ALAMI DAN KETERAWETAN KAYU NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAMK) 89. KEAWETAN ALAMI LIMA JENIS KAYU YANG BANYAK DIPERDAGANGKAN DI KABUPATEN NIAS TERHADAP MARINE BORER ( PENGGEREK KAYU DI LAUT) 90. KEAWETAN DAN KETERAWETAN KAYU EKALIPTUS (EUCALYPTUS UROPHYLLA) UMUR 7 TAHUN DARI AREAL HPHTI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK 91. KEBERADAAN DAN STATUS CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) PADA BEBERAPA VEGETASI DI TANAH BERKAPUR (STUDI KASUS DI DESA RIA-RIA, KECAMATAN SIPOHOLON, KAB. TAPANULI UTARA) 92. KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN KEPITING BAKAU (SCYLLA SPP.) PADA HUTAN MANGROVE DI KAWASAN SUNGAI SERAPUH KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT 93. KERUGIAN EKONOMIS AKIBAT SERANGAN RAYAP PADA BANGUNAN RUMAH MASYARAKAT DI DUA WILAYAH KOTA ______ (______ BAGIAN TIMUR DAN ______ BAGIAN UTARA) 94. KETAHANAN BIBIT EUCALYPTUS SP. TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN 95. KETAHANAN PAPAN KOMPOSIT DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS JACQ) DAN PLASTIK POLIPROPILENA TERHADAP CUACA 96. KETAHANAN PAPAN SEMEN-SERAT LIMBAH KERTAS KARDUS TERHADAP PERENDAMAN AIR 97. KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT KEMENYAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI DESA HUTAJULU, KECAMATAN POLLUNG, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN) 98. KONTRIBUSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT (STUDI KASUS : DESA SALABULAN, KECAMATAN SIBOLANGIT, KABUPATEN DELI SERDANG, ______) 99. KORELASI IKLIM TERHADAP PEMBUNGAAN TANAMAN PAKAN LEBAH MADU ( STUDI KASUS KECAMATAN KABANJAHE DAN BERASTAGI 100. KUALITAS KOMPOS SAMPAH KOTA DAN APLIKASINYA PADA MEDIA TANAH LAHAN KRITIS UNTUK BIBIT SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) 101. KUALITAS PAPAN COMPLY DARI SLUDGE TERASETILASI 102. KUALITAS PAPAN KOMPOSIT PLASTIK DARI SERBUK KAYU CAMPURAN DAN PLASTIK DAUR ULANG

103. KUALITAS PAPAN KOMPOSIT PLASTIK PADA BERBAGAI KADAR ADITIF BERBAHAN LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT DAN HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) 104. KUALITAS PAPAN PLASTIK KOMPOSIT PADA BERBAGAI TINGKAT PENDAURULANGAN PLASTIK 105. KUALITAS PAPAN SERAT BERKERAPATAN TINGGI DARI SLUDGE TERASETILASI 106. KUALITAS PEREKAT TANIN DARI BEBERAPA KULIT KAYU MANGROVE 107. KUALITAS SERAT DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN SERAT 108. LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN AVICENNIA MARINA SETELAH APLIKASI FUNGI ASPERGILLUS SP PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS 109. LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN RHIZOPHORA MUCRONATA PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS 110. LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN RHIZOPHORA MUCRONATA SETELAH APLIKASI FUNGI PENICILLIUM SP., ASPERGILLUS SP., DAN CURVULARIA SP. PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS 111. LAJU INFILTRASI PADA BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS) DI DESA TOGUR, KECAMATAN DOLOK SILAU, KABUPATEN SIMALUNGUN 112. LAJU PENUTUPAN TANAH DENGAN TANAMAN KACANGKACANGAN (LEGUMINOUS) PADA LAHAN ALANG-ALANG 113. MANAJEMEN PENGELOLAAN MELALUI ANALISIS BIAYA PERJALANAN DAN TINGKAT KUNJUNGAN DI OBJEK WISATA TAMAN HUTAN RAYA DR. M. HATTA SUMATERA BARAT 114. MANFAAT EKONOMI SISTEM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL BATANG GADIS (STUDI KASUS: DESA HUTARIMBARU DAN DESA TOLANG, KECAMATAN ULU PUNGKUT, KABUPATEN MANDAILING NATAL) 115. MANFAAT EKONOMI SISTEM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT (STUDI KASUS : DUSUN MARUBUN PANE KECAMATAN TIGARUNGGU KABUPATEN SIMALUNGUN) 116. METODE PENANAMAN SECARA LANGSUNG DI LAPANGAN PADA PROGRAM REHABILITASI LAHAN 117. MODEL ALOMETRIK BIOMASSA DAN PENDUGAAN SIMPANAN KARBON RAWA NIPAH (NYPA FRUTICANS) 118. MODEL PENDUGA BIOMASSA DI ATAS PERMUKAAN TANAH HUTAN TANAMAN JENIS EKALIPTUS (EUCALYPTUS GRANDIS) UMUR 7 TAHUN PADA HTI PT TOBA PULP LESTARI, TBK 119. NILAI EKONOMI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN NON KAYU DARI HUTAN RAKYAT DESA HATINGGIAN SUB DAS GOPGOPAN DAS ASAHAN BARUMUN KECAMATAN LUMBANJULU KABUPATEN TOBA SAMOSIR 120. NILAI EKONOMI KEBERADAAN POHON-POHON DI TAMAN OLAHRAGA DAN REKREASI GAJAH MADA 121. NILAI EKONOMI PEMANFAATAN HASIL HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA SEKITAR HUTAN (STUDI KASUS DI SUAKA

MARGASATWA DOLOK SURUNGAN DESA MERANTI UTARA DAN DESA MERANTI TENGAH, KABUPATEN TOBA SAMOSIR) 122. NILAI EKONOMI PERDAGANGAN SATWA LIAR (STUDI KASUS: KELURAHAN SIDIANGKAT, KECAMATAN SIDIKALANG, KABUPATEN DAIRI DAN DESA SEMBAHE, KECAMATAN SIBOLANGIT, KABUPATEN DELI SERDANG) 123. NILAI MANFAAT EKONOMI KAWASAN EKOWISATA TANGKAHAN BERDASARKAN METODE BIAYA PERJALANAN (TRAVEL COST METHOD) 124. ORIENTED STRAND BOARD DARI TIGA JENIS BAMBU 125. PEMAHAMAN PENGUNJUNG TERHADAP KEBERADAAN TAMAN AHMAD YANI KOTA ______ 126. PEMANFAATAN BERBAGAI JENIS FUNGI UNTUK MENDEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK TANAH GAMBUT DAN PERTUMBUHAN MERANTI BATU (SHOREA PLATYCLADOS) 127. PEMANFAATAN CITRA LANDSAT TM 5 DALAM IDENTIFIKASI HUTAN RAKYAT DI KECAMATAN SIBOLANGIT, PANCUR BATU DAN NAMO RAMBE KABUPATEN DELI SERDANG 128. PEMANFAATAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA (TKKS) DAN MIKORIZA SEBAGAI MEDIA TUMBUH ANAKAN GAHARU (AQUILARIA MALACCENSIS LAMK.) 129. PEMANFAATAN LIGNIN DARI LINDI HITAM SEBAGAI BAHAN BAKU PEREKAT LIGNIN RESORSINOL FORMALDEHIDA (LRF) 130. PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DAN PLASTIK DAUR ULANG SEBAGAI PAPAN KOMPOSIT 131. PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK PENATAGUNAAN LAHAN DI DAS ULAR 132. PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT SEKITAR TAMAN NASIONAL BATANG GADIS (TNBG) 133. PEMBUNGAAN TANAMAN PAKAN LEBAH MADU BERDASARKAN PERIODE HUJAN PADA TIGA TIPE IKLIM DI KABUPATEN DELI SERDANG 134. PEMETAAN DAERAH RAWAN KONFLIK GAJAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (STUDI KASUS DI RESORT TANGKAHAN, RESORT CINTA RAJA DAN RESORT SEI LEPAN) 135. PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR KABUPATEN KARO PROVINSI ______ 136. PEMETAAN PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN PESISIR KABUPATEN SERDANG BEDAGAI 137. PEMETAAN SATWA MANGSA HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (SPTN WILAYAH VI BESITANG) 138. PEMETAAN SEBARAN SUHU PERMUKAAN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PENUTUPAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT TM 5 (STUDI KASUS KOTA ______ DAN KABUPATEN DELI SERDANG)

139. PEMETAAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI PULAU SAMOSIR 140. PEMETAAN TINGKAT KERUSAKAN MANGROVE DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI ______ 141. PEMODELAN SPASIAL TINGKAT KERAWANAN KONVERSI LAHAN HUTAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DELI ______ 142. PENDUGAAN BIOMASSA AKAR HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS GRANDIS W. HILL EX MAIDEN DI AREAL HUTAN TANAMAN PT. TOBA PULP LESTARI TBK. ______ 143. PENDUGAAN CADANGAN KARBON DI HUTAN RAWA GAMBUT TRIPA KABUPATEN NAGAN RAYA PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM 144. PENDUGAAN CADANGAN KARBON HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS GRANDIS TAHUN TANAM 2004 DAN 2005 DI AREAL HPHTI PT. TPL SEKTOR AEK NAULI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TM 145. PENDUGAAN CADANGAN KARBON HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS GRANDIS TAHUN TANAM 2004 DAN 2005 DI AREAL HPHTI PT TPL SEKTOR AEK NAULI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TM 146. PENDUGAAN JUMLAH INDIVIDU HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (SPTN WILAYAH VI BESITANG) DENGAN MENGGUNAKAN CAMERA TRAP 147. PENDUGAAN KARBON TERSIMPAN PADA TEGAKAN PINUS (PINUS MERKUSSII) DAN EKALIPTUS (EUCALYPTUS SP) DI TAMAN HUTAN RAYA BUKIT BARISAN KABUPATEN KARO 148. PENDUGAAN LAJU INFILTRASI MENGGUNAKAN PARAMETER SIFAT TANAH PADA KAWASAN BERLERENG 149. PENENTUAN JENIS TANAMAN DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP GERAKAN NASIONAL REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN LINDUNG PUSUK BUHIT KABUPATEN SAMOSIR) 150. PENENTUAN LAHAN KRITIS DALAM UPAYA REHABILITASI KAWASAN HUTAN DI KABUPATEN ASAHAN 151. PENENTUAN MUTU BIBIT SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS) DI PEMBIBITAN MASYARAKAT SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER DESA HALABAN KABUPATEN LANGKAT 152. PENENTUAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BILAH DI KABUPATEN LABUHAN BATU 153. PENENTUAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM DI SUB DAS AEK RAISAN DAN SUB DAS SIPANSIHAPORAS DAS BATANG TORU 154. PENERAPAN HUKUM ADAT DALAM PENGELOLAAN SISTEM AGROFORESTRI PARAK (STUDI KASUS DI KANAGARIAN KOTO MALINTANG, KECAMATAN TANJUNG RAYA, KABUPATEN AGAM PROPINSI SUMATERA BARAT)

155. PENGARUH ARANG SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TUMBUH DAN INTENSITAS PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAHONI (SWIETENIA MACROPHYLLA KING ) 156. PENGARUH BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN KERJA KARYAWAN PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE, TBK CABANG ______ 2 DIVISI MOBIL 157. PENGARUH CENDAWAN EKTOMIKORIZAOAN TARAF PHOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI EUCALYPTUS GRANDIS HILL EX MAIDENA 158. PENGARUH HUTAN KOTA DALAM MENGURANGI HUJAN ASAM DI KAWASAN INDUSTRI (STUDI KASUS DI KAWASAN INDUSTRI ______, KELURAHAN MABAR, KECAMATABN ______ DELI, ______) 159. PENGARUH IKLIM MIKRO TERHADAP KADAR AIR SERASAH DI HUTAN TRI DHARMA, KAMPUS UNIVERSITAS ______ 160. PENGARUH LAMA PERENDAMAN KN03 DAN AIR TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA WILLD) 161. PENGELOLAAN ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) SECARA EX-SITU, DI KEBUN BINATANG ______ DAN TAMAN HEWAN PEMATANG SIANTAR 162. PENGEMBANGAN TEBAL ORIENTED STRAND BOARD (OSB) DARI KAYU CEPAT TUMBUH BERDIAMETER KECIL 163. PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS BAHAN PENAHAN AIR UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN BIBIT SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS FORST) 164. PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM FUNGI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS) 165. PENGGUNAAN FUNGI ENDEMIC UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT RHIZOPHORA MUCRONATA 166. PENGGUNAAN HORMON IBA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK EKALIPTUS KLON IND 48 167. PENGGUNAAN NPK CAIR DAN BEBERAPA JENIS BAHAN PENAHAN AIR UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN BIBIT SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS FORST.) 168. PENGOLAHAN DAN ANALISIS KELAYAKAN BERBAGAI JENIS PRODUK KERAJINAN ROTAN DI CV HARAMAS 169. PENGONTROLAN ARAH PUTARAN MOTOR DC BERBASIS JARINGAN KOMPUTER 170. PENILAIAN EKONOMI KAWASAN KONSERVASI EK-SITU (STUDI KASUS DI KEBUN BINATANG ______, KECAMATAN ______ TUNTUNGAN) 171. PENURUNAN KADAR PATI BAMBU HITAM (GIGANTOCHLOA ATROVIOLACEAE WIDJAJA) OLEH FERMENTASI SUSPENSI BAKTERI BIAKAN MURNI DENGAN METODE VERTICAL SOAK DIFFUSION 172. PENYUSUNAN TABEL VOLUME EUCALYPTUS GRANDIS DI HUTAN TANAMAN PT. TOBA PULP LESTARI, TBK SEKTOR TELE KABUPATEN SAMOSIR 173. PERANAN BEBERAPA JENIS POHON PADA HUTAN KOTA DI KAWASAN INDUSTRI ______ DALAM MENGURANGI HUJAN ASAM

174. PERAN KELEMBAGAAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL BATANG GADIS 175. PERBANDINGAN BAURAN PEMASARAN PADA TIGA SKALA INDUSTRI MEBEL DI ______ 176. PERENCANAAN PENGHIJAUAN DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT IKONOS (STUDI KASUS DI DESA WEK II, KECAMATAN PADANGSIDEMPUAN UTARA, KOTA PADANGSIDEMPUAN) 177. PERFORMANSI HUTAN KEMASYARAKATAN (STUDI KASUS: HUTAN KEMENYAN DI KECAMATAN POLLUNG, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN) 178. PERILAKU DAN PAKAN LUTUNG KELABU (TRACHYPITHECUS CRISTATUS, RAFFLES 1812) DI HUTAN MANGROVE KECAMATAN GEBANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI ______ 179. PERILAKU MAKAN ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAANNYA DI LADANG MASYARAKAT (STUDI KASUS DI KECAMATAN BATANG SERANGAN KAB. LANGKAT) 180. PERMODELAN SPASIAL DAERAH RAWAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DELI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROSES 181. PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN RAKYAT (STUDI KASUS DI DESA SECURAI SELATAN, KECAMATAN BABALAN DAN DESA BINTANG MARIA, KECAMATAN PANOMBEAN PANE, KABUPATEN SIMALUNGUN) 182. PERSEPSI DAN PERAN SERTA ANGGOTA KELOMPOK TANI TERHADAP KEGIATAN REHABILITASI HUTAN MANGROVE (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI HUTAN SERAI MANGROVE DI DESA PALUH KURAU, KECAMATAN HAMPARAN PERAK, KABUPATEN DELI SERDANG, ______) 183. PERSEPSI DAN PERAN SERTA MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN (STUDI KASUS DI DESA KUTAMBARU KECAMATAN MUNTE KABUPATEN KARO) 184. PERSEPSI DAN PERILAKU MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI DELI TERHADAP PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUNGAI DELI (STUDI KASUS MASYARAKAT KELURAHAN DELI TUA BARAT, KELURAHAN SUKARAJA, KELURAHAN SEI AGUL DAN KELURAHAN LABUHAN DELI ______) 185. PERSEPSI MASYARAKAT DAN PROSPEK PEMBANGUNAN HUTAN WISATA LUMBAN JULU (STUDI KASUS DI DESA SIONGGANG UTARA KECAMATAN LUMBAN JULU KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI ______ 186. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBUKAAN PERTAMBANGAN EMAS DI HUTAN BATANG TORU (STUDI KASUS KECAMATAN BATANG TORU, KABUPATEN TAPANULI SELATAN) 187. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TAMAN WISATA ALAM (TWA) SICIKEH-CIKEH (STUDI KASUS DI DUSUN PANCUR NAULI, DESA LAE HOLE II, KECAMATAN PARBULUAN, KABUPATEN DAIRI, ______)

188. PERTUMBUHAN BIBIT BAKAU (RHIZOPHORA STYLOSA GRIFF) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM 189. PERTUMBUHAN PROPAGUL RHIZOPHORA MUCRONATA LAMK DENGAN BERBAGAI JENIS UKURAN 190. PERTUMBUHAN STEK AKAR SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS FORST.) BERDASARKAN PERBEDAAN JARAK AKAR DARI BATANG POHON 191. PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK PAGAR (JATHROPA CURCAS L) PADA PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK DAN TARAF MIKORIZA UNTUK MEREHABILITASI LAHAN KRITISN 192. POTENSI DAN PENGEMBANGAN TANAMAN HUTAN SPESIFIK LOKAL GAHARU (AQUILARIA MALACCENSIS) DI KABUPATEN LANGKAT PROPINSI ______ 193. POTENSI EKONOMI DAN PEGUSAHAAN HUTAN RAKYAT BAMBU DI DESA PONDOK BULUH, KECAMATAN DOLOK PANRIBUAN, KABUPATEN SIMALUNGUN 194. POTENSI HUTAN TRIDHARMA USU SEBAGAI TEMPAT PENGUJIAN KEAWETAN KAYU 195. POTENSI KARBON TERSIMPAN PADA TEGAKAN MERANTI (SHOREA SPP.) PADA BEBERAPA KELAS DIAMETER DI CAGAR ALAM MARTELU PURBA SIMALUNGUN ______ 196. POTENSI KEMIRI DAN DURIAN DI KABUPATEN KARO, PROPINSI ______ 197. POTENSI LIMBAH KAYU PEMANENAN EKALIPTUS (STUDI KASUS DI HPHTI. PT. TOBA PULP LESTARI, TBK, SEKTOR AEK NAULI, ______) 198. POTENSI LIMBAH PEMANENAN KAYU DI LOKASI PENEBANGAN IUPHHK-HA PT. ANDALAS MERAPI TIMBER 199. PRODUKSI DAN MUTU SERAT DARI BATANG KELAPA SAWIT 200. PROFIL DAN KAJIAN NILAI EKONOMI WISATAWAN ASING DI OBYEK WISATA ALAM BUKITLAWANG, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, KECAMATAN BAHOROK, KABUPATEN LANGKAT 201. PROTOTYPE PARQUET DARI LIMBAH BATANG AREN ARENGA PINNATA (WURMB) MERRILL 202. REBA JUMA (KAJIAN AGROFORESTRY DI DESA KUTA TUALAH KECAMATAN NAMO RAMBE KABUPATEN DELI SERDANG) 203. RESPON TUNAS GAHARU ( AQUILARIA MALACENSIS) SECARA IN VITRO TERHADAP PEMBERIAN ZPT 204. SEBARAN DAN PERKIRAAN KERUGIAN EKONOMIS RAYAP TERHADAP SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA ______ MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 205. SEBARAN DAN PERKIRAAN KERUGIAN EKONOMIS RAYAP TERHADAP SEKOLAH DASAR SWASTA DI KOTA ______ MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 206. SEBARAN POHON PAKAN ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII. LESSON,1827.) MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 207. SIFAT ANATOMI SALURAN GETAH KEMENYAN TOBA (STYRAX SUMATRANA)

208. SIFAT FISIS DAN KANDUNGAN ZAT EKSTRAKTIF KAYU EKALIPTUS (EUCALYPTUS GRANDIS W. HILL EX MAIDEN) PADA UMUR 3, 6 DAN 9 TAHUN 209. SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL DARI BEBERAPA LIMBAH NON KAYU MENGGUNAKAN PROSES FERMENTASI 210. SIFAT FISIS KAYU LAPIS BATANG KELAPA SAWIT 211. SIFAT FISIS MEKANIS PAPAN GIPSUM DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN DAN VARIASI KADAR GIPSUM 212. SIFAT PEMESINAN KAYU EKALIPTUS 213. SIFAT PEMESINAN KAYU KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA WILLD) 214. SIFAT-SIFAT PEMESINAN KAYU MANGGA (MANGIFERA INDICA L) 215. SISTEM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT (STUDI KASUS : NAGORI RAYA HULUAN KECAMATAN RAYA KABUPATEN SIMALUNGUN) 216. STRUKTUR ANATOMI KAYU MINDI (MELIA AZEDARACH L.) 217. STRUKTUR DAN KOMPOSISI JENIS TEGAKAN PADA AREAL BEKAS ILLEGAL LOGGING DI TANGKAHAN 218. STUDI BENTUK PENGOLAHAN DAN DISTRIBUSI HASIL KERAJINAN ROTAN PADA INDUSTRI USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI KOTA ______ (STUDI KASUS UD. GUNDALING ______ ______) 219. STUDI KEANEKARAGAMAN MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT SALINITAS AIR LAUT DI DESA SELOTONG KECAMATAN SICANGGANG KABUPATEN LANGKAT 220. STUDI PENGEMBANGAN HUTAN KOTA DI KOTA ______ (STUDI KASUS DI TIGA TAMAN KOTA) 221. STUDI PENGEMBANGAN KEBUN BINATANG ______ SEBAGAI HUTAN KOTA DAN SARANA REKREASI 222. STUDI TERHADAP PENYAKIT DAUN TANAMAN EUKALIPTUS DI KEBUN PERCOBAAN PT. TOBA PULP LESTARI SEKTOR AEK NAULI 223. TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN BAMBU OLEH MASYARAKAT KOTA BINJAI DAN KABUPATEN LANGKAT 224. TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI TERHADAP GERAKAN NASIONAL REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN (GN-RHL / GERHAN) (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI LIMAU MANIS DI DESA LIMAU MANIS, KEC. MUARA SIPONGI, KAB. MANDAILING NATAL, PROV. ______) 225. UJI INFEKSI MYCOSPHAERELLA SPP TERHADAP BIBIT EUCALYPTUS SPP 226. URGENSI TINDAKAN PENGAWETAN TERHADAP PEMBANGUNAN PERUMAHAN KOTA ______ 227. VALIDASI MODEL ALLOMETRIK BIOMASSA DI BAWAH PERMUKAAN HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS GRANDIS DI IUPHHK PT. TOBA PULP LESTARI, TBK. ______ 228. VALIDASI MODEL ALOMETRIK BIOMASSA DI ATAS PERMUKAAN TANAH HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS GRANDIS DI IUPHHK PT. TOBA PULP LESTARI TBK. ______

229. VALUASI EKONOMI DAN PEMASARAN MANFAAT HUTAN (STUDI KASUS DI KAWASAN DAS DELI, KABUPATEN KARO, DELI SERDANG DAN KOTAMADYA ______, ______) 230. VALUASI EKONOMI HUTAN SEBAGAI PENCEGAH BANJIR BERDASARKAN METODE KONTINGENSI DAN BIAYA PENGENDALIAN BANJIR DI DAS DELI 231. VALUASI EKONOMI HUTAN SEBAGAI PENYEDIA JASA WISATA ALAM DI DAS DELI 232. VALUASI EKONOMI JASA LINGKUNGAN HUTAN MANGROVE DI PESISIR KECAMATAN ______ BELAWAN