Anda di halaman 1dari 4

P e n u t u p | 111

BAB V PENUTUP

Pada bab yang terakhir ini, akan di jabarkan kesimpulan berdasarkan atas penelitian tentang penggunaan kode LDPC pada sistem STBC-OFDM dengan modulasi MQAM yang telah dilakukan. Dan juga saran yang perlu dilakukan pada penelitian berikutnya untuk memperbaiki sistem ini. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil simulasi dan analisa pada bab yang sebelumnya, maka kinerja kode Low Density Parity Check pada sistem STBC-OFDM dengan modulasi QAM untuk mendapatkan Bit Error Rate (BER) sebagai fungsi dari SNR, dapat disimpulkan bahwa: 1. Kanal Multipath dengan distribusi Rayleigh Fading sangat merusak data saat proses transmisi. Terlebih pada sinyal OFDM dimana keorthogoalitasan tetap harus dijaga. Untuk itu digunakan skema pengiriman dengan diversitas ruang dan waktu yaitu MIMO STBC yang mampu mengatasi Kanal Rayleigh tersebut. 2. Kode LDPC digunakan untuk mereduksi kemungkinan kesalahan dalam suatu sistem transmisi data. Kode ini diimplementasikan pada sistem MIMO STBC-OFDM sehingga mampu meningkatkan kinerja sistem. 3. Skema diversitas ruang dan waktu (MIMO-STBC) terbukti memiliki kinerja yang lebih baik dalam mentransmisikan data daripada sistem SISO. 4. Skema diversitas terbaik adalah pada sistem STBC-OFDM adalah konfigurasi 4 antena pemancar dengan 4 antena penerima. Dimana semakin banyak antena baik di sisi pemancar maupun penerima akan menghasilkan skema diversitas yang lebih baik, namun tetap yang lebih baik jumlah antena pemancar dan penerima adalah sama. 5. Penggunaan jumlah subcarrier pada sinyal OFDM berpengaruh pada kinerja sistem. Semakin besar jumlah subcarrier, performansi sistem semakin menurun karena semakin banyak jumlah subcarrier menyebabkan Inter Symbol Interference (ISI) juga meningkat. Efeknya,menyebabkan terjadinya distorsi non-linear sehingga sinyal OFDM kehilangan ke-orthogonalitasan-nya.

112 | P e n u t u p

6.

7.

Dengan menggunakan 64 subcarrier pada sistem OFDM dengan SISO mampu menghasilkan SNR sebesar 21dB pada kondisi BER 10-3. Sedangkan dengan menambahkan skema MIMO STBC 2x2 mampu meningkatkan kinerja menjadi SNR sebesar 17dB. Ini membuktikan adanya penghematan daya sebesar 4dB dengan skema 2 antena pengirim dan 2 antena penerima. Kemudian dengan menambahkan sistem MIMO STBC 4x4 juga semakin meningkatkan kinerja menjadi SNR sebesar 10dB. Terbukti sistem STBC 4x4 mampu menghemat daya hingga 21dB. Dan yang terakhir dengan menambah kode LDPC pada pesan yang dikirim, mampu meningkatkan kinerja menjadi 8dB. Sehingga sistem pengkodean LDPC pada skema transmisi STBC-OFDM mampu meningkatkan penghematan daya hingga 23dB dibandingkan dengan sistem SISO-OFDM. Pengujian juga dilakukan pada pengiriman data berupa teks. Analisa dilakukan berdasarkan rata-rata kesalahan data yang diterima terhadap data yang dikirim. Dimana pengujian dilakukan pada skema transmisi STBC-OFDM 2x2 dan STBC-OFDM 4x4. Dimana pada STBC 2x2 data yang diterima mampu mencapai rata-rata kesalahan nol adalah pada EbNo/SNR sebesar 26dB. Sedangkan pada sistem STBC-OFDM 4x4 mampu mencapai rata-rata kesalahan nol pada SNR sebesar 12dB.

5.2 Saran Program simulasi kinerja kode LDPC pada sistem STBCOFDM yang telah selesai, namun tentunya masih terdapat kekurangan sehingga masih harus diperbaiki dan dikembangkan lagi untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada penelitian selanjutnya. Sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam hal berikut: 1. Pada sistem MIMO STBC yang telah dibuat, telah dilakukan proses normalisasi pada kanal transmisi sehingga dapat berlaku seperti sebuah channel estimator yang mampu membuat kinerja menjadi baik karena kanal menjadi kanal yang diketahui (known channel). Namun normalisasi yang dilakukan masih melibatkan keseluruhan kanal. Untuk lebih meningkatkan keakuratan hasil simulasi, normalisasi sebaiknya dilakukan pada fading rayleighnya saja, sedangkan noise awgn dibiarkan tetap.

P e n u t u p | 113

2.

3.

4.

Peak Average to Power Ratio (PAPR) adalah perbandingan daya puncak terhadap daya rata-rata (PAPR) yang tinggi berasal dari superposisi banyak subcarrier dengan karakteristik phasa tertentu pada OFDM sehingga menyebabkan adanya ICI (Inter Carrier Interference) pada sinyal OFDM. Hal ini merupakan suatu kelemahan pada sistem OFDM. Penurunan PAPR pada sistem mampu meningkatkan performansi system. Saat ini sudah diketahui banyak metode untuk mereduksi PAPR tersebut, namun pada tugas akhir ini hal tersebut belum dilakukan. Untuk itu pada penelitian yang selanjutnya diharapkan disertakan adanya metode untuk reduksi PAPR sehingga kinerja sistem akan lebih baik. Teknik diversitas OSTBC yang diterapkan pada penelitian ini memiliki data rate hanya sebesar . Untuk dapat meningkatkan kinerja sistem, diharapkan pada penelitian berikutnya dapat digunakan kode rate yang lebih tinggi dengan menggunakan teknik diversitas Quasi-OSTBC dimana mampu meningkatkan rate transmisi hingga satu. Pengujian kinerja sistem yang dilakukan masih menggunakan data berupa bit dan data teks karena keterbatasan kapasitas memori pada computer yang digunakan. Untuk selanjutnya disarankan pengujian dilakukan pada data image, voice, dan bahkan video.

114 | P e n u t u p

= = = = Halaman ini sengaja dikosongkan = = = =