Anda di halaman 1dari 360

PRA RENCANA PABRIK ETANOL

DARI UBI KAYU DENGAN PROSES FERMENTASI


KAPASITAS 20000 TON/TAHUN
SKRIPSI
Disusun Oleh:
SUMANTI MAKMUR : 0305010016
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2008
ii
LEMBARAN PESETUJUAN
PRA RENCANA PABRIK ETANOL
DARI UBI KAYU DENGAN PROSES FERMENTASI
KAPASITAS 20000 TON/TAHUN
SKRIPSI
Disusun Oleh:
Nama : Sumanti Makmur
Progaram studi : Teknik Kimia
Fakultas : Teknik
Menyetujui:
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Ir. Bambang Poerwadi, MS. Susy Yuniningsih, ST. MT.
NIP: ............................ NIP: .............................
Mengetahui:
Dekan Fakultas Teknik Ketua Program Studi
Teknik Kimia
Nawir Rasidi, ST. MT. S. P. Abrina Anggraini, ST. MT.
NIP: .............................. NIP: ................................
iii
LEMBARAN PENGESAHAN
Nama : Sumanti Makmur
Nim : 0305010016
Program Studi : Teknik Kimia
Fakultas : Teknik
Judul Skripsi : Pra Rencana Pabrik Etanol Dari Ubi Kayu Dengan Proses
Fermentasi Kapasitas 20.000 Ton/Tahun
Mengesahkan
Dosen Penguji I Dosen Penguji II
Ir. Bambang Poerwadi, MS. Susy Yuniningsih, ST. MT.
NIP: ............................ NIP: .............................
Dosen Penguji III
Ir.Taufik Iskandar.
NIP: ..............................
Ketua Program Studi
Teknik Kimia
S.P.Abrina Anggraini ST.MT.
NIP:...........................................
Tanggal Lulus Ujian : 23 September 2008
iv
LEMBARAN PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Sumanti Makmur
NIM : 0305010016
Program studi : Teknik Kimia
Judul Skripsi :Pra Rencana Pabrik Etanol Dari Ubi Kayu Dengan Proses
Fermentasi Kapasitas 20000 Ton/Tahun
Menyatakan bahwa,
Skripsi dengan judul diatas merupakan karya asli penulis tersebut diatas. Apabila di
kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar saya bersedia menerima sanksi apapun.
Malang, .....November 2008
Yang menyatakan:
Sumanti Makmur
Mengetahui:
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Ir. Bambang Poerwadi, MS. Susy Yuniningsih, ST. MT.
NIP: ............................ NIP: ..................................
v
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 03 November 1984 di Riung, anak kedua dari tiga
bersaudara, anak dari Bapak Hasanudin T dan Ibu Aisyah Nena. Penulis mulai masuk sekolah
dasar (SD) pada tahun 1991 di SDN Nangamese sampai kelas III SD tahun 1993, dan pada tahun
1993 kelas III penulis pindah sekolah ke SDN Damu mulai dari tahun 1993 sampai selesai pada
tahun 1996. Penulis melanjutkan sekolah di SMPN I Riung pada tahun 1996 sampai tahun 1999,
kemudian lanjut sekolah ke SMU Katholik Kejora Riung pada tahun 2003. Pada tahun 2003
penulis melanjutkan sekolah ke UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
sampai selesai pada tahun 2008. Selama kuliah penulis pernah menjadi Asisten Praktikum Kimia
Organik dan Kimia Fisika, Jurusan Teknik Kimia.
vi
lEMBARANN PERSEMBAHAN
Alhamdulillah............terima kasih Ya Allah
Karya kecil ini manty persembahkan boeat:
Bapak,Mama mkc atas kesempatan buat manty untuk melanjutkan study ampe
kulaih.Makasih banyak atas kepercayaan,pengorbanan,motifasi,suport,pokoknya cmuanya yang
Bapak dan Mama berikan buat manty sampe saat ini.
KYanti n Ade Lukman...mkc atas dukungan buat manty hingga manty selesai...manty
harap Qt bertiga selalu akur dalam segala hal.................
My family-Q.........mkc banyak atas cmuanya yang kalian berikan buat Manty.
My Deddy-Q...mkc atas cmua yang honey berikan buat manty.
Mkc buat K aty nteman2 q3@ 03 atas kerjasamanya.
Mkc buat mante2 kost special lantai 1 (Mila,Delaroz,3-c vaya,Oa Merlyn,Cetyn
Doy,Arina Perdana).
BERMIMPILAH TENTANG APA YANG INGIN KAMU IMPIKAN, PERGILAH KE TEMPAT- TEMPAT
KAMUINGIN PERGI! JADILAH SEPERTI YANG KAMU INGINKAN, KARENA KAMU HANYA
MEMILIKI SATUKEHIDUPANDAN SATU KESEMPATAN UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL YANG
INGIN KAMU LAKUKAN
vii
ABSTRAKSI
PRA RENCANA PABRIK ETANOL
DARI UBI KAYU DENGAN PROSES FERMENTASI
KAPASITAS 20000 TON/TAHUN
Etanol merupakan salah satu produk yang dapat dibuat dari bahan yang mengandung
karbohidrat (gula, pati dan selulossa), dengan rumus molekul C
2
H
5
OH dan berat molekul 46.
Etanol berupa cairan yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang khas. Senyawa ini banyak
digunakan sebagai pelarut dan sebagai intermediate dalam memproduksi senyawa kimia lain,
serta sebagai bahan baku dalam pembuatan obat, plastik, parfum, kosmetik, minuman beralkohol
dan kini digunakan sebagai bahan bakar.
Proses yang digunakan pada pembuatan etanol adalah proses fermentasi dengan
memfermentasikan ubi kayu dengan bantuan bakteri Saccharomyces cereviceae dan
menghasilkan prodak dengan kemurnian 99,5%.
Pabrik etanol menggunakan air sungai yang berada di dekat lokasi pabrik untuk memenuhi
kebutuhan unit utilitas.
Pabrik etanol ini direncanakan didirikan di daerah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores,
NTT pada tahun 2010 dengan kapasitas 20000 ton/tahun. Bentuk perusahaan Perseroan
Terbatas (PT) dengan struktur organisasi berbentuk garis dan staff.
Dari hasil perhitungan analisa ekonomi didapatkan TCI Rp. 120.586.055.138 ; ROI
sebelum pajak 71,96 %; ROI setelah pajak 46,77%; POT 1 tahun 8 bulan; BEP 38,53%; IRR
26.34%.
Ditinjau dari segi teknik dan ekonomi maka Pra Rencana Pabrik Etanol dari Ubi Kayu
dengan Proses Fermentasi cukup memadai untuk dilanjutkan ke tahap perencanaan.
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pra
Rencana Pabrik Etanol dari Ubi Kayu dengan Proses Fermentasi kapasitas 20000 ton/tahun
sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Serjana Sastra 1 Jurusan Teknik Kimia Di
Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang.
Penyusun menyadari bahwa terselesainya skripsi ini karena adanya dorongan dan
bimbingan dari banyak pihak. Oleh karena itu dengan tulus hati penyusun menyampaikan rasa
tirma kasih kepada:
1. Ir. Bambang Poerwadi, MS, selaku Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk
membimbing penyusun dalam menyelesaikan skripsi
2. Susy Yuniningsih, ST. MT, selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk
membimbing penyusun dalam menyelesaikan skripsi
3. Ir. Taufik Iskandar, selaku penguji yang telah bersedia luangkan waktu untuk memberikan
uijian skripsi
4. SP.Abrina Anggraini,ST.,MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Tribhuwana
Tunggadewi.
5. Orangtua yang telah memberikan doa dan dukungan selama ini hingga terselesainya skripsi
ini
6. Semua pihak khususnya rekan-rekan Teknik Kimia yang telah banyak membantu dalam
penyelesaian skripsi ini
ix
Penyusun menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam menyusun skripsi
ini, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan keritik dan saran yang bersifat positif dan
membangun dari para pembaca.
Akhir kata, penyusun berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa,
khususnya mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Malang, November 2008
Penyusun
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................i
LEMBARAN PERSETUJUAN...................................................................... ii
LEMBARAN PENGESAHAN ..................................................................... iii
LEMBARAN PERNYATAAN......................................................................iv
RIWAYAT HIDUP......................................................................................... v
LEMBARAN PERSEMBAHAN ..................................................................vi
ABSRTAKSI ................................................................................................ vii
KATA PENGANTAR ................................................................................. viii
DAFTAR ISI ..................................................................................................ix
DAFTAR TABEL .......................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR .....................................................................................xi
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................1-7
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES...........................................1-7
BAB III NERACA MASSA......................................................................1-7
BAB IV NERACA PANAS......................................................................1-3
BAB V SPESIFIKASI PERALATAN.....................................................1-8
BAB VI PERANCANGAN ALAT UTAMA..........................................1-59
BAB VII ISTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA.................1-12
BAB VIII UTILITAS..................................................................................1-11
BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ..................................1-14
BAB X STRUKTUR DAN ORGANISASI PERUSAHAAN................1-25
xi
BAB XI ANALISA EKONOMI...............................................................1-16
BAB XII KESIMPULAN............................................................................ 1
APPENDIKS A. PERHITUNGAN NERACA MASSA..............................1-29
APPENDIKS B. PERHITUNGAN NERACA PANAS...............................1-30
APPENDIKS C. SPESIFIKASI PERALATAN...........................................1-40
APPENDIKS D. PERHITUNGAN UTILITAS...........................................1-68
APPENDIKS E. PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI........................1-22
xii
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 2.1 BLOK DIAGRAM PROSES ESTARIFIKASI DAN
HIDROLISA DARI ETILEN ................................................. 9
GAMBAR 2.2 BLOK DIAGRAM PROSES FERMENTASI DARI
UBI KAYU ............................................................................1-1
GAMBAR 9.1 TATA LETAK BANGUNAN PABRIK ETANOL............ IX-9
GAMBAR 9.2 TATA LETAK PERALATAN PROSES........................... IX-13
GAMBAR 10.1 STRUKTUR ORGANISASI PABRIK ETANOL............ X-12
GAMBAR 11.1 BREAK EVENT POINT (BEP) PRA RENCANA
PABRIK ETANOL.......................................................... XI-11
GAMBAR APP-E HUBUNGAN TAHUN DENGAN INDEKS
HARGA ........................................................................ APP-E-3
I-1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Perkembangan Industri Etanol
Etanol telah lama digunakan manusia sejak zaman prasejarah sebagai
bahan pemabuk dalam minuman beralkohol. Residu yang ditinggalkan pada
peninggalan keramik yang berumur 9000 tahun dari China bagian utara
menunjukan bahwa minuman beralkohol telah digunakan oleh manusia
prasejarah dari masa neolitik.
Etanol merupakan bahan kimia yang diproduksi dari bahan baku tanaman
yang mengandung pati seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu biasanya
disebut dengan bio-ethanol. Ubi kayu, ubi jalar, dan jagung merupakan tanaman
pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah Flores, sehingga
jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial untuk dipertimbangkan
sebagai sumber bahan baku pembuatan bio-ethanol atau gasohol. Namun dari
semua jenis tanaman tersebut, ubi kayu merupakan tanaman yang setiap hektarnya
paling tinggi dapat memproduksi etanol. Selain itu pertimbangan pemakaian ubi
kayu sebagai bahan baku proses produksi bio-ethanol juga didasarkan pada
pertimbangan ekonomi.
Etanol dapat dihasilkan dari peragian/fermentasi karbohidrat (gula dan
pati). Prinsip pembentukkan etanol adalah pelepasan energi yang tersimpan pada
bahan-bahan organik, yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi, dengan
bantuan mikroba sebagai fermentor. Terdapat sejenis mikroba yang memiliki
I-2
kemampuan untuk pembentukan etanol, diantaranya khamir dan bakteri. Proses
pembentukkan etanol dengan perantara mikroba tersebut berlangsung secara
anaerobik. Secara sederhana proses fermentasi merupakan penguraian karbohidrat
menjadi etanol dan gas karbondioksida (CO
2
) dengan bantuan enzim. Pada
penelitian Nursiyah, 2000 mengemukakan bahwa jika tahapan proses aerobik ini
dihentikan pada tahapan fermentasi saja, yakni tahapan sebelum pembentukan gas
metana, maka dapat dihasilkan etanol yang memiliki nilai kelori tinggi.
Etanol pada umumnya mengandung 95% etanol dan 5% air dengan berat
molekul 46 dan rumus molekul C
2
H
5
OH. Etanol dalam kehidupan sehari-hari
dikenal sebagai bahan yang dapat digunakan untuk bahan pelarut, bahan
antiseptik, bahan baku pembutan eter, serta minuman. Etanol juga dapat
digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti premium. Seiring dengan
kebutuhan akan etanol yang mendesak, dimana etanol relatif telah cukup dikenal
di masyarakat Flores dalam pemanfaatannya sebagai alternatif pengganti premium
yang terus meningkat seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 1.1 Penggunaan premium di Flores
Tahun Kebutuhan (ton) Kenaikkan
2002 13630 -
2003 14647 7.46
2004 16418 12,09
2005 17459 6,34
2006 17069 -2,23
Sumber: Dirjen Migas, 2007
I-3
Berdasarkan data diatas maka untuk mengurangi ketergantungan terhadap
kebutuhan etanol dan juga untuk memenuhi kebutuhan premium dalam negeri dari
tahun ke tahun yang terus meningkat maka perlu didirikan pabrik baru di Flores.
1.2. Kegunaan Etanol
Etanol merupakan hidrokarbon berikatan tunggal. Salah satu atom
hydrogennya merupakan gugus OH yang bersifat tidak berwarna. Berdasarkan
senyawa organik yang berikatan dengan gugus hidroksil senyawa etanol terdiri
atas R-H primer (R-CH2-OH), sekunder ((R)2 CH-OH), dan tersier ((R)3C-OH).
Beberapa kegunaan dari etanol diantaranya sebagai berikut:
1. Digunakan sebagai bahan pelarut
2. Digunakan sebagai antiseptik
3. Digunakan sebagai bahan baku pembuatan eter
4. Digunakan sebagai alternatif bahan bakar premium
5. Digunakan sebagai minuman
1.3. Spesifikasi Bahan Baku Dan Produk
1.3.1. Bahan Baku
1. Ubi Kayu
Ubi kayu mempunyai komposisi pada 100 g seperti yang ditunjukkan
pada tabel berikut:
I-4
Tabel 1.2 Komposisi ubi kayu
No Kandungan Gizi Jumlah DalamSingkong
Kalori (Kal)
Air (g)
Fosfor (mg)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Protein (g)
Amylosa (g)
Amylopektin (g)
Kalsium (mg)
Zat Besi (mg)
Vitamin A (SI)
Vitamin B1 (mg)
Vitamin C (mg)
146,00
62,50
40,00
0,30
34,70
1,20
27
73
33,00
0,70
0,00
0,06
30,00
Sumber: Direktorat gizi, 1979
2. Enzim-Amylase
Enzim ini mempunyai sifat dapat memecah pati rantai lurus pada
amylosa maupun pada amylopektin, secara acak dari dalam rantai. Karena
sifat pemecahannya dimulai dari rantai tengah maka enzim ini dapat
digolongkan dalam endo enzim. Pemecahan -amylase pada amylosa
terdiri atas dua tahap, yaitu tahap degradasi secara sempurna dan cepat,
sehingga dihasilkan glukosa dan maltosa. Pemecahan tahap pertama
I-5
ditandai dengan penurunan viskositas yang cepat dan hilangnya
kemampuan pewarnaan iod terhadap amylosa.
Pemecahan oleh -amylase terhadap amylopektin dapat
menghasilkan limit dextrin, kadang-kadang dapat berupa oligosakarida
dan maltosa. Hasil pemecahan amylopektin juga dapat ditandai oleh
penurunan viskositas larutan pati.
3. Enzim Glukoamylase
Glukoamylase yang sudah dibuat secara industri diisolasi dari
beberapa jenis jamur yaitu; aspergillus, rhizopus dan beberapa strain yeast
endomycopsis. Pemecahan molekul pati oleh enzim glukoamylase
menghasilkan inversi konfigurasi, sehingga dihasilkan glukosa. Kecepatan
pemecahan pati oleh enzim ini tergantung pada struktur dan besarnya
molekul substrat. Enzim ini tidak dapat aktif pada substrat pati yang masih
mentah. Glukoamylase dari aspergillus niger dapat menghidrolisis
maltosa, maltotetraosa dan maltopentosa. Aktivitas optimal pada pH 4-5
dengan suhu 50-60 C.
4. Air
Sifat fisik: Berat molekul: 18
Titik didih: 100 C
Titik beku: 0 C
Bentuk: Cairan tak berwarna, tak berbau
Spesifik grafity: 1 g/m
Sifat kimia: Rumus kimia: H
2
O
I-6
5. Urea
Sifat fisik: Berat molekul: 60
Titik didih: 132.7 C
Titik beku: d C
Bentuk: Padatan
Spesifik grafity: 1.335
204
g/m
Sifat kimia: Rumus kimia: H
2
N.CN.NH
2
1.3.2. Produk
- Produk utama: Etanol
Sifat fisik : Titik didih: 78,32 C
Titik beku: -114,1 C
Bentuk: Cairan tak berwarna
Densitas: 0,7893 g/ml pada suhu 25 C
Viscisitas: T 20 C = 1.17 cp
Spesifik grafity: 0,789 g/m
Spesifik heat: T 20 C = 2,42 J/g C
Sifat kimia: Rumus molekul: C
2
H
5
OH
Berat molekul: 46,07
Mudah menguap
Mudah terbakar
Tidak berasap, nyala apinya kebiru-biruan
Berat jenisnya lebih kecil dari air
I-7
1.4. Kapasitas Produksi
Penggunaan premium di Indonesia berdasarkan tabel 1.1 mengalami
kenaikan rata-rata sebesar 5,91%, sehingga perkiraan kebutuhan premium pada
tahun 2010 sebesar 19169 ton. Jadi perkiraan kapasitas pabrik baru etanol pada
tahun 2010 dapat dihitung dengan rumus:
M
1
+ M
4
+ M
5
= M
2
+M
3
Dimana:
M
1
= Nilai import (ton/tahun)
M
2
= Nilai eksport (ton/tahun)
M
3
= Kebutuhan premium (ton/tahun)
M
4
= Kapasitas produksi (ton/tahun)
M
5
= Nilai produksi (ton/tahun)
Dengan rumus diatas, maka kapasitas pabrik alkohol yang direncanakan
pada tahun 2010 adalah:
M
1
+ M
4
+ M
5
= M
2
+M
3
0 + 0,06 M
4
= 0 + 19169
M
4
= 19169 0,06
= 19168,94 ton/tahun
Dengan perhitungan diatas, kemudian dirancang pabrik etanol dengan
kapasitas 20.000 ton/tahun. Diharapkan pendirian pabrik etanol dapat mengurangi
ketergantungan terhadap kebutuhan premium disamping peluang untuk pemasaran
ke luar negeri.
II-1
BAB II
SELEKSI DAN URAIAN PROSES
2.1. Macam Proses
Proses pembuatan etanol terdiri dari dua macam proses yang berbeda
bahan bakunya. Proses tersebut telah dikembangkan oleh beberapa perusahaan di
Indonesia, diantaranya:
2.1.1. Proses Esterifikasi Dan Hidrolisis Dari Etilen
Proses ini terjadi dengan penyerapan etilen dalam H
2
SO
4
untuk
menghasilkan etil sulfat, kemudian dihidrolisa untuk menghasilkan etanol dengan
persamaan reaksi:
CU
2
= CH
2
+ H
2
SO
4
C
2
H
5
SO
2
OH
Mono etil sulfat
2 CH
2
= CH
2
+ H
2
SO
4
C
2
H
5
SO
2
OC
2
H
5
Dietil sulfat
C
2
H
5
OSO
2
OH + C
2
H
5
O SO
2
O C
2
H
5
+ 3 H
2
O 3C
2
H
5
OH + 2H
2
SO
4
.
Etil dilarutkan kedalam kolom absorbsi secara counter Qurrent dangan
asam sulfat 90%. Gas yang tidak terabsorbsi keluar dari atas kolom dan digunakan
sebagai bahan bakar. Cairan yang dihasilkan merupakan campuran monoetil dan
dietil sulfat yang dikeluarkan dari menara absorber bagian bawah dengan
penambahan sejumlah air. Pada kolom ini senyawa sulfat dihidrolisa menjadi
etanol, asam sulfat, etil, eter dan bahan lain. Larutan etanol mentah dimasuk
II-2
dalam kolom stripping dengan pemberian steam yang mengangkat etanol, eter dan
sebagian kecil asam sulfat yang dikeluarkan dari bawah kolom didinginkannya
dan dipekatkan untuk recovery. Sedangkan uap etanol mentah yang dikeluarkan
dari bagian kolom stripping, dialirkan menuju bagian bawah kolom scrubber dan
ditambahkan NaOH untuk netralisasi asam.
Sisa NaOH keluar dari bawah kolom, sedangkan uap etanol, eter dan air
keluar dari bagian atas kolom kemudian dikondensasi dan dipompa menuju tangki
penyimpanan etanol mentah (kolom eter), dimana eter akan keluar sebagai uap.
Produk samping eter dapat diubah menjadi etanol dengan hidrasi katalik,
kemudian etanol dilewatkan kolom fraksinasi dan diperoleh etanol dengan
kemurnian 95%, seperti pada gambar 2.1 berikut:
Gambar 2.1 Blok diagram esterifikasi dan hidrolisa dari etylen
II-3
2.1.2. Proses Fermentasi
Proses fermentasi adalah proses terjadinya perubahan kimia pada suatu
senyawa kimia dengan adanya suatu mikroorganisme. Mikroorganisme yang
digunakan pada proses fermentasi adalah sacharomyces cereviceae dengan bahan
baku untuk industri adalah glukosa yang dihasilkan dari ubi kayu dengan proses
sebagai berikut:
- Pati dihaluskan dan diencerkan sehingga terbentuk maltosa dengan proses
liquifikasi dengan penambahan enzim -amylase. Proses ini dilakukan
pada suhu 90-100
0
C selama 2 jam dan pH dipertahankan 5-6.
- Selanjutnya maltosa yang terbentuk dilakukan proses sakarifikasi dengan
menggunakan enzim glukosidase sehingga terbentuk pada suhu 60
0
C.
- Glukosa yang terbentuk kemudian dilakukan sterilisasi selanjutnya
dilakukan fermentasi dengan menggunakan bakteri anaerob sacharomices
cereviciae pada temperatur 31-38
0
C dan pH berkisar antara 4,5-5.
- Setelah proses fermentasi dilakukan, selanjutnya dilakukan proses
pemurnian pada kolom destilasi. Hasil pemurnian yang diperoleh adalah
95%.
II-4
Gambar 2.2 Blok diagram proses fermentasi etanol
2.2. Seleksi Proses
Dari kedua macam uraian proses diatas, dapat dibuat tabel perbandingan
antara proses eksterifikasi dan fermentasi dibawah ini:
Tabel 2.1 Tabel perbandingan antara proses eksterifikasi dan fermentasi
Macam-macam proses
Parameter
Esterifikasi Fermentasi
Segi teknis
Proses
- Yield
- Katalis
- Peralatan
95%
-
Kompleks
95%
-
Sederhana
II-5
Kondisi Operasi
-Suhu Operasi
-Waktu Operasi
Segi Ekonomis
Biaya Operasi
350
0
C
Cepat
Mahal
60-110
0
C
Lama
Murah
Berdasarkan tabel diatas maka proses yang akan digunakan dalam
pembuatan etanol adalah proses fermentasi karena proses tersebut membutuhkan
biaya investasi yang relatif kecil.
2.3. Uraian Proses
Ubi kayu segar yang telah disiapkan dikupas kulitnya kemudian dicuci
bersih. Ubi kayu digiling menggunakan mesin penggiling, slury ubi kayu tersebut
dimasukkan pada tangki kosong kemudian tambahkan air sesuai ketentuan sambil
melakukan pemanasan dan pengadukan. Slury ubi kayu selanjutnya diteruskan ke
reaktor liquifikasi. Pada reaktor liquifikasi sejumlah enzim -amylase untuk
mencair gel pati sambil melakukan pemanasan pada suhu 90-95
0
C selama 2 jam
dan hasil hidrolisanya adalah dextrin. Didalam reaktor liquifikasi ini terjadi reaksi
hidrolisa sebagai berikut:
II-6
Kemudian slury tersebut diteruskan pada tangki sakarifikasi awal dan didinginkan
hingga suhu mencapai 55-60
0
C.
Pada reaktor sakarifikasi awal terjadi proses hidrolisis dextrin menjadi
glukosa dengan bantuan sejumlah enzim glukoamylase sesuai dengan ketentuan
dan temperatur dijaga pada kisaran 60-66
0
C selama 3 jam lalu didinginkan hingga
suhu dibawah 32
0
C. Dalam tangki sakarifikasi ini terjadi reaksi hidrolisa sebagai
berikut:
Dari reaktor sakarifikasi awal slury tersebut diteruskan pada tangki
sakarifikasi lanjut dan fermentasi, slury tersebut kemudian ditambahkan ragi roti,
urea, NPK sesuai kebutuhan. Dibiarkan selama 36 jam pada reaktor dalam
keadaan reaktor tertutup tetapi tidak rapat agar gas karbondioksida yang terbentuk
biasa keluar. Fermentasi yang berhasil ditandai dari aroma seperti tape dan suara
gelembung gas yang naik ke atas pada reaktor dan keasaman (pH) diatas 4.
Dalam tangki sakarifikasi lanjutan terjadi reaksi sebagai berikut:
Cairan yang mengandung etanol 7-9% diteruskan pada reaktor pemisahan
serat dan distilasi dan diuapkan menggunakan evaporator. Temperatur bagian atas
kolom distilasi ditahan pada suhu 79
0
C hingga cairan etanol keluar. Kontrol
temperatur dapat dilakukan dengan mengatur aliran air refluks dalam alat distilasi.
II-7
Fraksi etanol 90-95% akan berhenti mangalir secara pelan-pelan, kemudian
limbahnya dapat dikeluarkan pada kran bawah tangki melewati saluran yang akan
menahan limbah padat dan meloloskan limbah cair. Tangki tersebut dibersihkan
untuk persiapan proses berikutnya.
III-1
BAB III
NERACA MASSA
Kapasitas produksi = 20.000 ton/thn
Operasi = 300 hari/thn
Basis perhitungan = 1 jam operasi
Produksi =
300 24
1000 000 . 20

= 2777,7777 kg/jam
1. Pencucuian Ubi Kayu
Tabel 3.1 Neraca massa pencucian ubi kayu
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Ubi Kayu Kotor
H
2
O
680003,9419
680003,9419
Ubi Kayu Bersih
Kotoran + H
2
O
612003,5477
748004,3465
Total 1360007,884 1360007,884
III-2
2. Mesin Giling Ubi Kayu
Tabel 3.2 Neraca massa mesin giling ubi kayu
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Ubi Kayu:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
- Impiuritis
Air Yang Ditambahkan
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
382502,2173
7956,0461
42199,0649
Slurry:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
- Impiuritis
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
424701,2822
7956,0461
Total 654202,6186 Total 654202,6186
3. Reaktor Liquifikasi
Tabel 3.3 Neraca massa reaktor liquifikasi
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
424701,2822
Slurry:
- Amylosa Sisa
- Amylopektin Sisa
-
C
12
H
22
O
11
- (C
6
H
10
O
5
)
3
- Protein
47591,0496
128672,0972
10289,1042
27368,1666
7344,0426
III-3
Enzim:
- E.-Amylase
= 646246,5725
47,4771
- Lemak
- Air
- E.-Amylase
1836,0106
423146,1146
47,4771
Total 646294,0496 Total 646294,0496
4. Reaktor Sakarifikasi Awal
Tabel 3.4 Neraca massa reaktor sakarifikasi awal
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- (C
6
H
10
O
5
)
3
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-Amylase
Enzim:
- E.Glukoamylase
10289,1042
27368,1666
7344,0426
1836,0106
423146,1146
47,4771
= 470030,9157
5,7012
Slurry:
- (C
6
H
10
O
5
)
3
Sisa
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-Amylase
- E.Glukoamylase
541,5318
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
Total 470036,6169 Total 470036,6169
III-4
5. Reaktor Sakarifikasi Lanjut
Tabel 3.5 Neraca massa sakarifikasi lanjutan
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-Amylase
- E.Glukoamylase
Nutrient:
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
= 469900,7979
468,3286
100,8242
7,0577
= 576,2105
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-Amylase
- E.Glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
Gas:
CO
2
411,5628
3738,098
33317,8366
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
7,0577
= 466901,435
3575,572
Total 470477,0084 Total 470477,0084
III-5
6. Pemisahan Serat (RVF)
Tabel 3.6 Neraca massa pemisahan serat
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-Amylase
- E.Glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
411,5628
3738,098
33317,8366
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
7,0577
Cake:
- E.-Amylase
- E.Glukoamylas
H
2
N.CN.NH
2
- Protein
- Lemak
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Air
- NPK
- Ragi
Bahan Terpisah:
- C
2
H
5
OH
- Air
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
47,4771
5,7012
468,3286
7344,0426
1836,0106
246,9377
19990,7019
251774,6286
100,8242
7,0577
= 281839,7108
3738,098
167849,7524
164,6251
13327,1347
= 185079,6102
Total 466901,3204 Total 466901,3204
III-6
7. Decanter
Tabel 3.7 Neraca massa decanter
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
167849,7524
164,6251
13327,1347
Ke Distilasi:
- C
2
H
5
OH
- Air
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
Cake:
- Air
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
= 26578,4202
147707,7821
131,7001
10661,7078
= 158501,19
Total 185079,6102 Total 185079,6102
8. Distilasi
Tabel 3.8 Neraca massa destilasi
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
3738,098
20141,9703
32,925
Distilat:
- C
2
H
5
OH
- Air
2715,6153
142,6104
III-7
C
6
H
12
O
6
2665,4269
Bottom:
- C
2
H
5
OH
- H
2
O
- C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
= 2858,2257
1022,4827
19999,3599
32,6341
2663,7689
= 23718,2456
Total 26578,4202 Total 26578,4202
9. Dehidrasi
Tabel 3.9 Neraca massa dehidrasi
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
C
2
H
5
OH
Air
CaO
2715,6153
142,6104
443,6768
Produk:
C
2
H
5
OH
Air
Air
Ca(OH)
2
CaO ekses
2715,6153
62,1624
= 2777,7777
80,748
16,5097
427,1671
= 524,4248
Total 3301,9025 Total 3301,9025
IV-1
BAB IV
NERACA PANAS
Kapasitas produksi = 20.000 ton/thn
Produksi etanol =
300 24
1000 000 . 20

= 2777,7777 kg/jam
Satuan = Kcal
Suhu refrensi = 25
0
C 298,15 K.
1. Reaktor Liquifikasi
Tabel 4.1 Neraca panas liquifikasi
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 = 2503980,377
R = 27286805,01
Qs = 26143935,28
2 = 54627523,9
Qloss = 1307196,764
Total = 55934720,67 Total = 55934720,67
IV-2
2. Reaktor Sakarifikasi Awal
Tabel 4.2 Neraca panas tangki sakarifikasi awal
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 = 28647915,66
2 = 9508389,303
R = 15131939,05
3 = 15254686,8
4 = 38033557,22
Total = 53288244,02 Total = 53288244,02
3. Reaktor Sakarifikasi Lanjut
Tabel 4.3 Neraca panas sakarifikasi lanjut
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 = 15254686,8
R = 15479956,3
2 = 3071364,514
Total = 3071364,514 Total = 3071364,514
4. Pemisahan Serat (RVF)
Tabel 4.4 Neraca panas total
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 = 3071364,514 2 = 874625,3026
3 = 2196739,211
Total = 3071364,514 Total = 3071364,514
IV-3
5. Distilasi
Tabel 4.5 Neraca panas total
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
f = 874625,3026
Qs = 101747469,2
D = 567993,1793
B = 5165965,734
Qc = 91757030,87
Qloss = 5131104,725
Total = 102622094,5 Total = 102622094,5
6. Dehidrasi
Tabel 4.6 Neraca panas total
Entalpi Masuk Entalpi Keluar
1 = 113054,7272
R = - 88023,2275
2 = 25031,4997
Total = 25031,4997 Total = 25031,4997
V-1
BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN
1. Storage
Fungsi : Menyimpan bahan baku (ubi kayu)
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : Semen dan batu bara
Kapasitas bahan baku : 680003,9419 kg/jam = 1499136,69 lb/jam
Spesifikasi peralatan:
Volume storage = 147432 m
3
Tinggi storage = 12 m
Panjang storage = 11,3409 m
Lebar storage = 11,3409 m
2. Belt Conveyor
Fungsi : Mengangkut ubi kayu
Jumlah : 1 buah
Bahan : Rubber (Perry edisi 6 hal 7-8)
Type : Flat belt on flat belt idlers (Perry edisi 6 gbr.7 hal 7-10)
Kapasitas maks : 1 m
3
/dt (Ulrich,table 4-4 hal 71)
Waktu angkut : 3 menit = 0,05 jam
V-2
Lebar : 14 in = 1,1667 ft = 0,36 m
Luas penampang melintang : 0,11 ft
2
Spesifikasi Peralatan:
Nama alat : Belt conveyor
Type : Flat belt on flat belt idlers
Panjang : 10732,88919 ft
Lebar : 1,1667 ft
Power : 1 Hp
Jumlah : 1 buah
3. Peeler
Fungsi : Mengupas kulit ubi kayu
Bahan konstruksi : Stainless steel
Kapasitas : 680003,9419 kg/jam = 11333,39002 kg/menit
Direncanakan : Tiap mesin terdiri dari 4 peeler
Tiap run = 2 menit
Spesifikasi Peralatan:
Kapasitas = 11333,39002 kg/menit
Bahan = Stainless steel
Jumlah mesin = 38 buah
V-3
4. Pencucian
Fungsi = Mencuci ubi kayu yang telah dikupas
Massa bahan masuk = 680003,9419 kg/jam = 1499136,69 lb/jam
Densitas = 63,4895 lb/ft
3
Densitas air = 999,87 kg/m
3
= 62,4261 lb/ft
3
Waktu tinggal = 10 menit = 0,17 jam
Spesifikasi Peralatan:
Volume bak = 10330,4713 ft
3
Jumlah bak pencuci = 6 buah
Bahan konstruksi = Beton
Panjang = 15,429 ft = 185,148 in
Lebar = 7,7145 ft = 92,574 in
Tinggi = 11,5718 ft = 138,8616 in
5. Mesin Penggilingan
Fungsi = Mengubah ubi kayu menjadi pati dengan penambahan air
Jumlah = 1 buah
Type = Rotary Knife Cutter
Bahan = Stainless steel
Bahan masuk = 612003,5477 kg/jam = 134923,021 lb/jam
V-4
6. Reaktor Liquifikasi
Fungsi : Mengubah larutan pati menjadi dekstrin
Massa bahan masuk : 646246,0496 kg/jam = 1424714,041 lb/jam
Densitas lar. Pati : 1,122 g/cm
3
= 1122 kg/m
3
= 70,0442 lb/ft
3
(Geankoplis, App A4-2)
Suhu operasi : 30
0
C
Tekanan operasi : 1 atm
Spesifikasi Peralatan:
Nama alat : Reaktor Liquifikasi
Type : Tangki berpengaduk berbentuk silinder tegak dengan tutup
dengan tutup atas berbentuk standartdishead dan tutup
bawah berbentuk conical denga = 120
0
C.
Bahan : Carbon steel SA283 grade D type 316
7. Reaktor Sakarifikasi Awal (dikerjakan oleh Sebastiana Fano)
8. Reaktor Sakarifikasi Lanjut
Fungsi = Tempat terjadinya fermentasi glukosa menjadi etanol. Waktu
tinggal 48 jam.
Dirancang:
- Bejana berbentuk silinder tegak dengan asumsi Ls = 1,5 di
- Tutup atas dan tutup bawah berbentuk standart dishead
- Tangki dirancang 33% lebih besar
V-5
- Bahan konstruksi carbon stell SA 53 Grade B
- Faktor korosi: C 1/8 = 2/16
- Pengelasan: E = 0,8
- Allowable strees: f = 12750 (App. D Brownell & Young)
- Bejana dilengkapi dengan coil pendingin dan pengaduk
- = 69,8839 lb/ft
3
- = 21,8055 cp = 1,2132 . 10
-3
lbm/ft.dt
Kesimpulan:
V
total
= 34536,73 ft
3
Ts = 3/8 in
do = 10,43 ft
di = 10,4375 ft
Ls = 124,1989 ft
r = 125,25 in
tha = 6/16 in
icr = 7,515 in
thb = 6/16
Dimensi Pengaduk:
Da = 3,444 ft
L = 0,861 ft
W = 0,861 ft
N = 0,25
detik
putaran
V-6
Daya = 0,5 Hp
Jumlah blade = 6 buah plate
Dimensi Coil Pendingin:
dc = 7 ft
nc = 1000 buah
Lc = 1,5 in
Pipa coil = 1 IPS Sch 40
di = 1,610 in
a = 2,04 in
2
do = 1,9 in
a = 0,498 ft
2
/ft
hc = 283,2083 ft
9. Pemisahan Serat (RVF)
Fungsi : Untuk memisahkan larutan dan cakenya
Type : Rotary Vacum Filter
Perencanaan:
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-135 Grade B
Tekanan filtrasi : 20 bar = 41766,7328 ( )
Faktor tahanan : 0,25 x10
-8
Waktu filtrasi : 1 jam
Kapasitas cake = 158501,19 kg/jam = 349431,7235 lb/jam
V-7
Spesifikasi Alat:
Nama = Pemisahan serat (RVF)
Fungsi = Untuk memisahkan larutan dari cakenya
Type = Rotary vacumfilter
Bahan konstruksi = Carbon Steel SA-135 Grade B
10. Distilasi (Dikerjakan oleh Sumanti Makmur)
11. Decanter
Fungsi = Untuk memisahkan air, gukosa dan maltosa dengan etanol.
Type = Tangki horizontal dengan tutup kanan dan kiri standart
dishead.
Tekanan = 1 atm
Spesifikasi Alat:
Nama alat = Decanter
Fungsi = Untuk memisahkan air, glukosa dan maltosa dengan etanol.
Type = Tangki silinder horizontal dengan tutup kanan dan tutup kiri
standart dishead
Bahan = Carbon Steel SA-240 Grade M type 316
Tinggi light liquid = 124,2281 ft
Tinggi heavy liquid = 62,9573 ft
V-8
Dimensi tangki = H = 1510,9748 in = 125,9146 ft
= Lls = 0,0104 ft = 0,1248 in
= ts = 2/16 in
12. Dehidrasi
Nama alat = Tangki dehidrasi
Fungsi = Tempat berlangsungnya reaksi dehidrasi etanol dengan
bantuan CaO
Type = Tangki berbentuk silinder tegak dengan tutup atas standart
dishead tutup bawah conis ( = 120
0
).
Tekanan = 1 atm
Waktu operasi = 1 jam
Spesifikasi Alat:
Nama : Tangki dehidrasi
Type : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah standart dishead
Bahan : Carbon Steel SA-240 Grade M
Kapasitas : 6301,2444 lb/jam
Dimensi tangki:
- H : 204,526 in = 17,038 ft
- ts : 2/16
- tha = thb = 2/16
VI-1
BAB VI
PERANCANGAN ALAT UTAMA
Nama alat : Kolom distilasi
Fungsi :Memisahkan etanol dari air
Type : Sieve Tray
Kode alat : D - 126
Bahan konstruksi : High Alloy stell SA 240 Grade M type 316
Bentuk : Slinder tegak, tutup atas dan bawah standart dished
Prinsip kerja :
Kolom destilasi berupa bejana tegak, yang berdiri pada skrit dan
pondasi, feed di umpankan ke dalam kolom destilasi yang memiliki
plate yang tersusun seri. Dalam operasi normal, uap bergerak ke
atas melalui lubang-lubang tray yang terdispersi oleh liquida yang
mengalir diatasnya, akibat kontak tersebut, sejumlah liquida di
uapkan, kemudian uap yang terjadi akan dikondensasikan dan di
keluarkan sebagai produk utama dan hasil bawah merupakan
produk samping.
VI-2
Data perancangan :
Dari appendiks A dan B di peroleh data sebagai berikut:
1. Feed masuk pada suhu 30
o
C
Rate : 26578,6102 kg
X
F
: 0,0669
2. Destilat Produk masuk pada suhu 99,86
o
C
Rate : 2858,2257 kg
X
D
: 0,8834
3. Bottom produk pada suhu 100,16
o
C
Rate : 23718,2458 kg
X
B
: 0,2263
4. Perencanaan kolom distilasi
Dari perhitungan neraca panas diperoleh :
R = 1,0883
1 + R
R
= 0,5211
Dari Fig 11,7-3 Erbar Maddox Correlation, Geankoplis, Hal 687-688
Di peroleh :
act
Nm
Nm
= 0,63
VI-3
Menentukan jum lah plate minimum (Nm) menggunakan Metode Fenske
(Pers, 11.7-12, Geankoplis Hal 683)
Nm =
av
W
W
D
D
X
X
X
X
o log
1
1
log
(

|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|

Relatif volatility (A) dari light key di hitung dari temperatur buble point
dan buble point bottom dimana :
o
av
= (o
l
. o
W
)
1/2
= 0,8834 x 0,2263
= 0,4471
Nm =
4471 , 0 log
2263 , 0
7737 , 0
1166 , 0
8834 , 0
log
(

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
= 3,9598 ~ 4 buah
Jumlah plate aktual di tentukan dengan Gilian Correlation antara plate
aktual dengan refluks minimum dan plate teoritis sehingga :
N
act
=
63 , 0
Nm
N
act
=
63 , 0
4
= 6,54 ~ 7 buah
Menentukan letak umpan masuk menggunakan Metode Kirk Brides
(Persamaan 11.7-12, Geankpolis, Hal 687)
Ns
Ne
= 2,228
Ne + Ns = 10
VI-4
2,228 Ns + Ns = 10
Ns = 3,097 ~ 4
Ne + 4 = 10
Ne = 6
Jadi feed masuk pada plate ke 4 dari atas dan ke 6 dari bawah
Jumlah tray teoritis = 10 tray
Direncanakan refluks rasio = 1,5 Rm
R
operasi
= 1,5 x Rm
Refluks yang digunakan = 1,6325
- Aliran uap masuk kondesor (V)
V = (R + 1) D
= ( 1,6325 + 1 ) 66,8272
= 175,9226 kgmol/J
- Aliran liquid masuk kondensor (L)
L = R x D
= 1,6325 x 66,8272
= 109,0954 kgmol/J
- Aliran liquid masuk reboiler (L)
L = L + ( q x F)
= 109,0954 + ( 1 x 1215,1656)
= 1324,261 kmol/J
- Aliran uap keluar reboiler (V)
V = V = 175,9226 kgmol/J
VI-5
Jumlah tray teoritis = 10 buah
Dimana : X
F
= 0.0669 Y
F
= 0,937
X
D
= 0,8834 Y
D
= 0,998
X
B
= 0,2263 Y
B
= 0,942
1. Menentukan BM campuran
Enriching
a. Bagian atas
BM liquid = X
D
.BM
1
C
2
H
5
O + (1-X
D
).BM H
2
O
= (0,8834 x 46) + (0,1166 x 18)
= 42,7356 lb/lbmol
BM uap = Y
D
.BM
1
C
2
H
5
O + (Y
D
). BM H
2
O
= (0,9785 x 46 ) + (0,0215 x 18)
= 45,398 lb/lbmol
b. Bagian bawah
BM liquid = Y
F
.BM C
2
H
5
OH+ Y
F
. C
12
H
22
O
11 +
BM H
2
OXF,
C
6
H
12
O
6
+ XF, BM H
2
O
= 25,0194 lb/lbmol
BM uap = Y
F
.BM C
2
H
5
OH + Y
F
. C
12
H
22
O
11 +
BM H
2
OXF,
C
6
H
12
O
6
+ XF, BM H
2
O
= 46,198 lb/lbmol
VI-6
Exchausting
a. Bagian atas
BM liquid = 25,0194 lb/lbmol
BM uap = 46,198 lb/lbmol
b. Bagian bawah
BM liquid = X
B
.BM
1
C
2
H
5
OH + X
B
.BM H
2
O
= 24,3364 lb/lbmol
BM uap = Y
B
.BM
1
C
2
H
5
OH+ Y
B
. BM H
2
O
= 44,376 lb/lbmol
2. Perhitungan Beban Kolom Destilasi
Perhitungan beban destilasi dapat dilihat pada tabel 6.1 :
Tabel 6. 1. Perhitungan Rate Uap Dan Rate Liquid
Rate uap Rate liquid
Komponen
lbmol/j BM lb/j lbmol/j BM lb/j
Enriching
B. Atas 175,9226 45,398 7986,6342 109,0954 42,7356 4662,2574
B.bawah 175,9226 46,198 8127,2723 109,0954 25,0194 2729,5615
Exchausthing
B. Atas 175,9226 46,198 8127,2723
1324,261
25,0194 33132,2157
B.bawah 175,9226 44,376 7806,7413
1324,261
24,3364 32227,7454
VI-7
Beban terbesar :
V = 8127,2723 lb/j ; BM uap = 46,198
L = 1324,261 lb/j ; BM liquid = 25,0194
Perhitungan Densitas Campuran
To = 280,2388 K
T = suhu masuk feed dalam kelvin
Vo = 359 (volume udara dalam keadaan standart)
L = 164106,7371 lb/J
P
1
= Po = 1 atm
Persamaan yang digunakan :
v =
0 1 0
1 0
. .
. .
P T V
P T BM
=
x1 373,01 x 359
1 x 273,15 x 198 , 6 4
= 0,0942 lb/ft
Densitas liquida pada T = 86
0
C = 383,06 K
Komponen M(kg/jam) X
I X
I
.
C
2
H
5
OH 2715,6153 0,8817 890 767,079
H
2
O 142,6104 0,1183 995,68 117,7889
2858,2257 1,000 884,8679
L = 886, 80679 Kg/m
3
= 55,2404 lb/ft
3
= 0,128 mol/cm
VI-8
3. Menentukan surface Tension bahan (o )
Surface tension (o) dengan menggunakan persamaan 3-158, perry hal 3-
288.
o
1/4
= Ei (
L
. Xi - v . Yi)
Dari tabel 3-343, perry, Hal 3-288 di peroleh :
-C
2
H
5
OH : | | P = 55,5 + 40 +29,8 = 125,3
- H
2
O : | | P = 15,5 + 29,8 =45,3
BM uap : 46,198
L
= 55,2204 lb/ft
3
BM liquid : 725,0194
V
= 0,0942 lb/ft
3
Perhitunganjumlah Parachor | | P
Komponen M(kg/jam) X
I
[P
I
]
X
I
.[P
I
]
C
2
H
5
OH 2715,6153 0,8817 125,3 110,4770
H
2
O 142,6104 0,1183 45,3 5,3589
2858,2257 1,000 115,8359
o

= EXi. [Pi].P
L
= 115,8359 x 0,128 g/cm
3
= 19,6229 mol/cm
3
4. Dasar Perancangan Kolom distilasi
1. Menentukan Diameter dan Tray spacing kolom Destilasi
Data perancangan :
Q
V
=
s
jam
ft lb
j lb
3600
1
/ 0942 , 0
/ 6038 , 606
3

VI-9
= 1,8687 ft
3
/s
Q
L
=
menit ft
j gal
ft lb
j lb
. 60
. 48 , 7
/ 1365 , 51
/ 7766 , 539
3 3

= 1,3159 gpm
v = 0,0942lb/ft
3

L
= 51,154 lb/ft
3
V = 8127,2723 lb/jam
V
max
= 1,3 x 8127,2723 lb/jam = 10565,45399 lb/jam
Trial : T = 12 dan o = 5,5031 dyne/cm, didapatkan C = 170(Ludwing,gbr 8,38)
G = C x ) ( v v
L

= 170 ) 0942 , 0 154 , 51 ( 0942 , 0
= 372,8326 lb/j ft
3
d =
G
Vm
13 , 1
= 1,13
8326 , 372
45399 , 10565
= 6,0154
Harga : Shell = $ 2,8/ ft
2
Tray = $ 0,79/ft
2
Down Comer = $ 0,5 /ft
2
Dimana :
Misal : Lw/d = 55 %,didapat Ad = 4,9 %At (Ludwing,gbr,8,69 hal 88)
Harga shell = (t.d.T / 12) x harga Shell
Harga tray = (1 0,05) t/4 x d
2
x harga tray
VI-10
Harga down comer = 60% x d x T/12 x harga down comer
Dengan persamaan diatas dapat dihitung diameter dan tray spacing yang
kolom nominal perhitungan dapat dilihat pada tabel 6.2:
Tabel 6.2. Perhitungan Diameter Dan Tray Spacing Kolom Yang Optimal
Harga
T
(In)
C
G
(Lb/h/ft
2
)
D
(ft)
Shell Tray Down Comer
Total
12 170 372,8326 6,0154 52,8875 22,4402 1,8046 77,1323
15 290 636,0086 4,6057 40,4930 13,1549 1,3817 55,0296
18 370 811,4593 4,0775 35,8495 10,3106 1,2233 47,3834
20 420 921,1159 3,8271 33,6474 9,0831 1,1481 43,8786
24 480 1052,7039 3,5799 31,4742 7,9476 1,0739 40,4957
30 540 1184,2919 3,3752 29,6742 7,0647 1,0127 37,7521
Dari tabel diatas dipilih harga yang paling kecil, yaitu :
T = 30 in
d = 3,3572 ft, karena memiliki harga yang paling murah.
5. Menentukan TypeAliran
Dari perhitungan didapatkan :
L = 21,8921 Gpm
L
max
= 1,3 x 21,8921
= 28,4597 Gpm
Dari gambar 8-63 Ludwig,hal 96 type aliran adalah reverse flow
6. Pengecekan Terhadap Liquid Head
Q
max
= 1,3.L = 1,3 x 28,4597 =36,9977 gpm
VI-11
Q
min
= 0,7. = 0,7 x 28,4597 =19,9218 gpm
how
max
= | |
3 / 2
. 98 , 2
max
x
Lw
Q
how
min
= | |
3 / 2
. 98 , 2
min
x
Lw
Q
hw = 1,5 2 (diambil = 2 )
hl
max
=hw + how
min
hl
min
= hw + how
min
d = 3,3572 ft = 40,2864 in
Dari persamaan diatas dapat ditentukan optimasi Lw/d, perhitungannya
dapat dilihat pada tabel 6-3.optimasi nilai Lw/d
Lw/d 0,55 0,60 0,65 0,70 0,75 0,80
Lw
5,2859 5,7665 6,2470 6,7276 7,2081 7,6886
how
max
0,1627 0,1567 0,1492 0,1389 0,1286 0,1197
how
min
0,1076 0,0986 0,0895 0,0790 0,0675 0,0596
Hw
1,5 1,5-2 1,5-2 1,5-2 1,5-2 1,5-2
hl
max
1,6627 1,6567-
2,1567
1,6492-
2,1492
1,6389-
2,1389
1,6286-
2,1286
1,6197-
2,1197
hl
min
1,6076 1,5986-
2,0986
1,5895-
2,0895
1,579-
2,079
1,5675-
2,0675
1,5596-
2,0596
Diambil optimalisasi diameter kolom destilasi sesuai dengan :
Harga Ad :
Lw/d = 85% dari Fig 8.48, Ludwig, Hal 77 diperoleh :
Ad = 18% At
VI-12
= 0,18 x (t/4)x d
2
= 0,18 x (t/4) x 3,3572
2
= 1,5927 ft
2
Harga Adc =
144
hw x Hc
Dimana : hc = hw -1/4 in
Harga hw = 1,5 -3,5 in
Untuk hw = 1,5 in hc = 1,5 0,25 = 1,25 in
Adc =
144
25 , 1 6886 , 7 x
= 0,0667 ft
2
Untuk hw = 3 in hc = 2- 0,25 = 1,75 in
A dc =
144
75 , 1 6886 , 7 x
= 0,0934 ft
2
Harga Ap
Untuk hw =1,5 in didapat Adc = 0,0667 ft
2
atau Ap = 0,0667 ft
2
hd = 0,03
2
100
max
(

Ap
Q
L
=
2
0667 , 0 100
9977 , 36
03 , 0
(

= 0,9230 in
Untuk hw = 2 in didapat adc = 0,0934 ft
2
atau Ap = 0,0934 ft
2
hd = 0,03
2
100
max
(

Ap
Q
L
=
2
0934 , 0 100
9977 , 36
03 , 0
(

VI-13
= 0,4707 in
7. Pengecekan Harga Tray Spacing (T)
5 , 0 s
+hw T
hb
Untuk Lw/d = 70%, pada Fig 8.69 Ludwig didapatkan harga Wd = 14,5%d
Wd = 14,5% .d = 1,3936 in
r =
12 2
Ws Wd d

= 4,8054-0,3484 = 4,457 ft
x =
12
Ws Wd
r

= 4,457 -0,3484 =4,1086 ft


Aa =
|
.
|

\
|
+

r
x
r x r x
1 2 2 2
sin 2
= ( )
(

|
.
|

\
|
+

457 , 4
1086 , 4
sin 457 , 4 1086 , 4 457 , 4 1086 , 4 2
1 2 2 2
= 9,2841 ft
2
Untuk benda A
2
9065 , 0
n Aa
Ao
=
N 2 2,5 3 3,5 4 4,5
Aa 9,2841
Ao(ft
2
) 2,1040 1,3466 0,9351 0,6870 0,5260 0,4156
VI-14
Untuk n = 2, Uo max :
Uo
max
= =
Ao
V max
1040 , 2
0119 , 47
= 22,3440 ft
Ac = At Ad =(3,14/4 x 3,3572
2
) 1,5927
= 7,2549 ft
2
(
(
(

+ |
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|

Ac
Ao
Uo
Ac
Ao
gc
v
Hp
1
2
2
25 , 1 4 , 0
. 2
14 , 1 12

Hp =
(

|
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
2549 , 7
1040 , 2
1
2549 , 7
1040 , 2
25 , 1 4 , 0
174 , 32 2
3440 , 22
14 , 1
154 , 51
09017 , 0
12
2
= 0,2063 ft = 2,4756 in
hl =
L

2 , 31
=
154 , 51
2 , 31
= 0,6099 in
hl = how + hw = 0,1389 + 2 = 2,1389 in
ht = hp + hr + hl = 2,4756 = 0,6099 = 2, 1389 = 5,2244 in
hb = ht + hl + hd = 5,2244 + 2,1389 + 0,02078 = 7,3841 in
8. Stabilitas Tray Dan Weeping
Ketentuan : hpm > hpw
hpm : pressure drop dengan rate uap minimum pada plate kering
hpw : pressure drop = 0,2 + 0,005 hl
hpm =
(
(
(

+
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

Ac
Ao
Uo
Ac
Ao
gc
v
1
2
2
25 , 1 4 , 0
. 2
14 , 1 12

|
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
2549 , 7
1040 , 2
1
2549 , 7
1040 , 2
25 , 1 4 , 0
174 , 32 . 2
3440 , 22
14 , 1
154 , 51
09017 , 0
12
2
x
hpm
= 0,0645 ft 0,774 in
VI-15
hpw = 0,2 + ( 0,05 x 2,1389)
= 0,3069 in hpm > hpw, stabilitas tray sudah memadai
9. Pengecekan pada Entraiment
Syarat tidak terjadi Entraiment : ( e
o
/e) > 1
Dimana :
e
o
= 0,1
E = 0,22 (73/) (Uc/Tc)
3,2
= 230,737
Uc = s ft
Ac
V
/ 9846 , 4
2549 , 7
1629 , 36 3 , 1
= =
T
eff
= T 2,5 hl = 18 (2,5 x 2, 1389)
= 12,6528 in
Kesimpulan : Tidak terjadi entrainment
10. Pelepasan Uap Dalam Down Comer
Syarat pelepasan uap di dalam downcomer di anggap sempurna apabila
: Wl/Wd 0,6
Dimana :
Wl = 0,8 hb hw T how + (
= 0,8 x ) 3841 , 7 2 18 ( 1389 , 0 +
= 1,0590 in
Wd = 14,5 % d( 8,5% dar Ludwig . Fig 8.48 Hal 77
dengan Lw/d = 70%)
Maka :
VI-16
Wl/Wd =
5776 , 7
0590 , 1
= 0,1397< 0,6 (memenuhi)
11. Menentukan Dimensi Kolom Destilasi
Jumlah tray aktual = 11 tray
Jumlah tray total = tray aktual + 1 tray kondensor + 1 tray reboler
= 13 tray
Jarak antara tray (T) = 18 in
Tinggi shell = 13 tray x 18 in
= 234 in = 19,5 ft
Diameter kolom distilasi (di) = 3,3572 ft = 40,2864 in
a. Menetukan volume kolom distilasi
V
Liquid
=
L
F

=
3
6766 , 235
154 , 51
802 , 12055
ft =
Kolom distilasi 80% maka :
V
kolom
=
8 , 0
6766 , 235
= 294,5957 ft
3
b. Menentukan tinggi laruta Dalam kolom
V
liq,dalam shell
= 0,0847 di
3
+ t di
2
hl
294,5979 = 0,0847 x 37,8383 + 8,8476 hl
hl = 12,0525 ft
VI-17
c. Menentukan tekanan Design
P
design
= Poperasi + Phidrostatik
= 14,7 +
144
hl x
L

= 21, 5624 psi 14,7 = 6,8624 psig


d. Menentukan tebal tangki (Ts)
Berdasarkan Brownell &Young Hal. 254 dan 335, maka bahan yang di
gunakan Carbon steel SA 240 grade M, F = 18750, C 1/16
Ts =
16
1
) 6 , 0 ( 2
+
xpi FxE
xdi pi
=
16
1
) 8624 , 6 6 , 0 85 , 0 18750 ( 2
2864 , 40 8624 , 6
+
x x
x
= in
16
2
16
0225 , 1
=
Standsarisasi : do = di + 2 ts = 40,5364 in
Pendekatan ke do = 66 in
Di = do-2ts
= 66-2(2/16) = 65,5 in = 5,4583 ft
e. Menentukan tebal Tutup atas dan bawah stndart dished (tha = thb)
R = d = 65,5 in = 5,4583 ft
Tha =
16
1
) 8624 , 6 1 , 0 (
885 , 0
+
x E x F
r x pi x
= in
x x
x x
16
2
16
0250 , 1
16
1
) 8624 , 6 1 , 0 85 , 0 18750 (
4583 , 5 8624 , 6 885 , 0
= = +

f. Menentukan tinggi tutup atas dan bawah


Ha = hb = 0,169 x di
= 0,169 x 65,5 = 11,0695 in
VI-18
g. Menentukan tinggi tangki
H = 234 + 92 x 11,0695) = 256,139 in
12. Perancangan Nozzle
a. Noszzle feed masuk
Rate masuk = 26578,4202 kg/j = 58594,785 lb/J = 16,2763 lb/s
Densitas liquid campuran (
L
) : = 51,154 lb/ft
3
Viskositas liquid campuran (
L
) = 0,33 cp
Rate volumetrik =
3
/ 154 , 51
/ 2763 , 16
ft lb
s lb
= 0,3182 ft
3
/dtk
Dari Petter & Timmerhaus 4
Thn
, Persm 15, Hal 496 di dapat :
Di opt = 3,9 (q)
0,45
(
L
)
0,13
= 3,9 ( 0,3182)
0,45
( 51,154)
0,13
= 3,8853 in = 4 in
Digunakan pipa standart, dari App A tabel A, 5-1, Geankoplis, Hal 892
D
nom
= 4 in
OD = 4,500 in = 0,375 ft
Sch = 40 in
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A = 0,0884 ft
2
Checing asumsi :
V=
A
q
=
0884 , 0
1382 , 0
= 3,5594 ft/detik
VI-19
N
Re
=

V x ID
N
Re
=
4
10 . 7197 , 6 333 , 0
154 , 51 5994 , 3 ) 3355 , 0 (

x
x x
= 27857,2591> 2100 (memenuhi).
a. Noszzle Uap Keluar Top Kolom
Rate masuk = 2858,2257 kg/j = 6301,24444 lb/j = 1,7503 lb/s
Densitas liquid campuran (
L
) =51,154 lb/ft
3
Viskositas liquid campuran (
L
) = 0,2204 cp
Rate volumetrik (Q) = m/
L =
3
/ 154 , 51
/ 7503 , 1
ft lb
s lb
= 0,0342 ft
3
/dtk
Dari Persamaan Peter & Timmerhaus Ed.4 Hal. 496 didapatkan hub :
Di opt = 3,9 x (q)
0,45
x (
L
)
0,13
= 3,9 x (0,0342)
0,45
. (51,154)
0,13
= 1,4240 in
Digunakan standar (APP. A 5-1 Geankoplis Hal. 892), diperoleh
D
nom
= 1 in
OD = 1,315 in = 0,1096 ft
Sch = 40 in
ID = 1,049 in = 0,0874 ft
A = 0,006 in
Cheking asumsi :
V=
A
q
=
0004 , 0
0342 , 0
= 5,7 ft/dt
VI-20
N
Re
=

V x ID
N
Re
=
4
10 . 7197 , 6 2204 , 0
154 , 51 7 , 5 ) 0874 , 0 (

x
x x
= 172069,7045 > 2100 (memenuhi).
b. Noszzle refluks Kondensor
Rate masuk = 23880,0683 kg/j = 52645,9986 lb/J = 14,6239 lb/
Densitas liquid campuran (
L
) = 51,154 lb/ft
3
Viskositas liquid campuran (
L
) = 0,25 cp
Rate volumetrik (Q) = m/
L =
3
/ 154 , 51
/ 6239 , 14
ft lb
s lb
= 0,2858 ft
3
/dtk
Dari Persamaan 15, Peter and Timmerhaus Ed.4 Hal. 496 didapatkan hub :
Di opt = 3,9 x (q)
0,45
x (
L
)
0,13
= 3,9 x (0,2858)
0,45
. (51,154)
0,13
=3,4325 in
Digunakan standar (APP. A 5-1 Geankoplis Hal. 892), diperoleh
Dnom = 3 in
OD = 2,375 in = 0,1723 ft
Sch = 40 in
ID = 2,067 in = 0,0233
A = 0,0233 ft
2
Cheking asumsi :
VI-21
V=
A
q
=
0233 , 0
2858 , 0
= 12,2661 ft/detik
N
Re
=

V x ID
N
Re
=
4
10 . 7197 , 6 25 , 0
154 , 51 2661 , 12 ) 0233 , 0 (

x
x x
= 425672,3265> 2100 (memenuhi).
c. Nozzle Liquida Keluar Bottom kolom
Rate masuk = 23718,2458 kg/j = 52289,2447 lb/J = 14,5248 lb/s
Densitas liquid campuran (
L
) = 51,154 lb/ft
3
Viskositas liquid campuran (
L
) = 0,75 cp
Rate volumetrik (Q) = m/
L
x
3
/ 154 , 51
/ 5248 , 14
ft lb
s lb
= 0,2839 ft
3
/dtk
Dari Persamaan Peter and Timmerhaus Ed.4 Hal.496 didapatkan hub :
Di opt = 3,9 x (q)
0,45
x (L )
0,13
= 3,9 x (0,2839)
0,45
. (1,6678)
0,13
= 3,6909 in
Jika digunakan standar (APP. A 5-1 Geankoplis Hal. 892), diperoleh
D
nom
= 4 in
OD = 4,500 in = 0,375 ft
Sch = 40 in
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A = 0,0884 ft
2
VI-22
Cheking asumsi :
V=
A
q
=
00371 , 0
2839 , 0
= 3,2115 ft/detik
N
Re
=

V x ID
N
Re
=
4
10 . 7197 , 6 75 , 0
154 , 51 2129 , 0 ) 0687 , 8 (

x
x x
=
4
10 . 7197 , 6 75 , 0
154 , 51 2115 , 3 ) 3355 , 0 (

x
x x
= = =
=
0397 , 5
11629932 , 55
= 109362,619> 2100 (memenuhi).
d. Noszzle Uap dari Reboiler
Rate masuk = 2858,2257 kg/j = 6301,2444 lb/j = 1,7503 lb/s
Densitas liquid campuran (
L
) = 51,154 lb/ft
3
Viskositas liquid campuran (
L
) = 0,75 cp
Rate volumetrik (q
L
) = m/
L =
3
/ 154 , 51
/ 7503 , 1
ft lb
s lb
= 0,0342 ft
3
/dtk
Dari Persamaan 15 Peter and Timmerhaus Ed.4 Hal.496 didapatkan hub :
Di opt = 3,9 x (q)
0,45
x (L )
0,13
= 3,9 x (0,0342)
0,45
. (51,154)
0,13
= 1,5542 in
Digunakan standar (APP. A 5-1 Geankoplis Hal. 892), diperoleh
D
nom
= 2 in
OD = 1,375 in = 0,1979 ft
Sch = 40 in
ID = 2,067 in = 0,1723 ft
VI-23
A = 0,2006 ft
2
V=
A
q
=
2006 , 0
0342 , 0
= 0,1705 ft/detik
N
Re
=

V x ID
N
Re
=
4
10 . 7197 , 6 75 , 0
154 , 51 1705 , 0 ) 1723 , 0 (

x
x x
= 3768,8957> 2100 (memenuhi).
=
4
10 . 7197 , 6 011 , 0
154 , 51 4678 , 1 ) 1723 , 0 (

x
x x
= 25998,654 > 2100 (memenuhi)
13. Sambung Tutup Dengan Shell Dan Antar Shell
Untuk mempermudah pemeliharaan dan perbaikan kolom distilasi,
maka tutup menara dihubungkan dengan shell, dan hubungan shell adalah
dengan menggunakan sistem flange dan bolting.
Data-data :
1. Flange
Bahan : Carbon alloy steel SA-336 grade F8 Type 304 ( App.B & Y
Hal. 251)
Tensile strength minimum : 75000 psia
Allowable Stress : 16.000 psi
Type Flange : Ring flange loose type
2. Bolting
Bahan : Carbon steel SA-193 grade B ( App.B & Y Hal. 251)
Tensile strength minimum : 75000 psia
Allowable Stress : 15.000 psi
VI-24
Type Flange : Optional type flange
3. Gasket
Bahan : Asbestos ( Gbr. 12.11 Brownell & Young, Hal.228)
Gasket faktor (m) : 2 ,75 in
Minimum design seating Stress (Y) : 3700 psi
1. Penentuan Lebar Gasket
Dari Persamaan 12.2, Brownell &Young, Hal 226, diperole :
Dengan menggunakan Pers. 12-2 Brownell & Young yaitu :
( ) 1 +

m p Y
pm Y
di
do
Dimana :
do = Diameter luar gasket
di = Diameter dalam gasket
p = Tekanan design = 2,94 psia
m = Gasket factor = 2,00
y = Yield stress = 1600
) 1 75 , 2 ( 5624 , 21 3700
) 75 , 2 5624 , 21 ( 3700
+
x
di
do
= 1,0059
Di gasket = OD shell = 66 in
Do gasket = 1,0059 x 66 = 66,3894 in
Lebar gasket minimum = (n)
2
di do
=
2
66 3894 , 66
= 0,1947 in
VI-25
Diameter rata rata gasket (G) = di + lebar gasket
= 66,3894 + 0, 1947 in = 66,5841 in
2. Menentukan Jumlah Dan Ukuran Baut
a. Perhitungan beban gasket
Dari Pers. 12-88 Brownell &Young Hal 240 yaitu :
Wm
2
= Hy = b x t x G x y
Dimana :
B = lebar efektif gasket
Y = yield
G = diameter rata-rata gasket = 38, 125 in
Dari Fig 12.12, Brownell & Young , Hal 229
Lebar seating gasket (bo)
Bo =
2
N
=
2
5 , 0
= 0,25 in
Untuk bo s 0,25, maka b = bo
Sehingga :
Wm
2
= Hy = t x b x G x y
= 0,25 x 3,14 x 66,5841 x 3700
= 193393,5185 lb
VI-26
Beban karena tekanan dalam(H)
H = t x G
2
x p
(Pers, 12,89, Brownell & Young, Hal 240)
= t x ( 38, 125)
2
x 2.94
= 33356,2701 lb
Beban agar baut tidak bocor (Hp)
Hp = 2 x bo x t x G x m x p
(Pers 12.90 Brownell &Young,Hal 240)
= 2 x 0,25 x t x 66,5841 x 2,75 x 21,3624
Hp = 61411,9549 lb
Beban baut karena internal pressure (H) :
H =
4
2
p x G x t
=
4
5624 , 21 5841 , 66 14 , 3
2
x x
= 75042,5914 lb
Total beban operasi (Wm
1
)
Wm
1
= H + Hp
= 75042,5914 + 61411,9549
= 136454,5463 lb
Jadi Wm
2
> Wm
1
, sehingga yang mengontrol adalah Wm
2
- Perhitungan luas minimum Bolting Area
Dari Pers.12-92 Brownell &Young Hal.240 yaitu :
Am
2
=
fb
Wm
2
VI-27
= 13454,5463 / 15000
= 9,0969 in
2
- Perhitungan luas Optimum Bolting (baut) area
Dari Tabel 10.4 Brownell &Young, Hal.188 dicoba ukuran baut
in, maka didapatkan root area = 0,302 in.
Maka jumlah botling minimum :
=
89 , 0
0969 , 9
1
=
area root
Am
= 10,2213 buah ~ 11 buah
Dari Tabel 10.4 Brownell & Young, Hal 188 diperoleh :
Ukuran nominal baut = in
Root area (A) = 0,89 in
2
Minimal radial distance (R) = 1
3/4
in
Bolt spacing = 2
13/16
in
Jarak radial minimum z(R) = 1 1/8 in =1,125 in
Edge distance (E) = 11/4 in
Bolting Circle diameter (C) =
Idshell + 2 ( 1,4159 x go + R)
Dengan go = tebal shell = 3/16 in
C = 66,5841 + 2 ( 1,459 x 9 3/16) + ( 1 )
= 69 in
14 , 3
2 14
14 , 3
16 / 3
x Bs x n
= = 12,5398<< 14 (memenuhi)
VI-28
Diameter luar flange :
OD = bolt area diameter + 2 E
= C + 2E
=69= (2 x 911/4 )) = 71 13/32 in
Checking lebar gasket minimum :
G x xY x
F x actual Ab
t 2
=
5841 , 66 3700 14 , 3 2
15000 46 , 12
x x x
x
= 0,1342< 0,5 in (memenuhi)
Jadi lebar gasket = 0,1342 = 2/16 in
-Perhitungan Moment
Untuk keadaan bolting up (tanpa tekanan dalam), maka :
Dari Pers. 12-94 Brownell &Young Hal.242 yaitu :
W =
2
/ ) ( fa Am Ab+
=
. 2
15000 2231 , 10 46 , 12 ( x +
= 170123,25 lb
Jarak radial dari beban gasket yang bereaksi terhadap bot circle
(h
G
)
Hg =
2
G C
=
2
5841 , 66 69
=1,2079 in
Moment flange (Ma):
Ma = W x h
G
= 170123,25 x 1,2079
= 205500,3798 in-lb
VI-29
Beban dalam keadaan operasi (H
D
) :
HD = 0,785 x B
2
x P (Pers 12.98, Brownell & Young , Hal 242)
Dimana :
B = do shell = 38 in
P = Tekanan operasi = 2,94 psia
Maka :
H
D
= 0,78 x 66
2
x 21,5624
= 73731,7643 lb
Radia
Bolt circle pada aksi h
D
=
2
66 69
= 1.5 in
Moment H
D
:
MD = H
D
x hD
= 1,5 x 73731,7643 = 110597,6465 lb-in
Hg = W-H = 136454,5463 75042,5914 = 61411,9549 lb
M
G
= H
G
x h
G
= 61411,9549 x 1,2079 = 74179,5003 lb-in
h
T
= H H
D
= 75042,5914 73731,7643 = 1310,8271 lb
H
T
=
2
G D
h h +
=
2
2079 , 1 5 , 1 +
= 1,3539 lb-in
Moment Komponen (M
T
)
M
T
= H
T
x h
T
= 1310,8271 x 1,3539
= 1774,7944 in-lb
VI-30
Total Moment pada keadaan operasi (M
o
) :
M
o
= M
D
+ M
G
+ M
T
= 1310,8271 + 74179,5003 + 1774,7944
= 77265,1218 in-lb
Karena M
a
> M
o
, jadi M
max
yang dipakai adalh M
a
= 205500,3798 in-lb
- Perhitungan Tebal Flange.
Dari pers. 12-85 B&Y hal.239 yaitu :
5 , 0
max
(

+
=
fb
M Y
t
Dimana :
f = Stress yang diijinkan untuk bahan flange = 15000 psia
B = Diameter luar reactor = 38 in
A = Diameter luar flange = 42,031 in
Dengan harga :
k = in
B
A
0819 , 1
66
71
32 / 13
= =
Dengan menggunakan Gbr.12-22 B &Y Hal.238, untuk y =18
sehingga :
B x f
M x Y
t
max
=
66 15000
3798 , 205500 28
x
x
t = = 5,812 in
Jadi digunakan tebal flange = 2 in
VI-31
14. Perhitungan Dimensi Penyangga
Penyangga dirancang untuk menahan beban kolom distilasi dan
perlengkapannya. Bahan- bahan yang ditahan oleh penyangga terdiri dari :
a. Berat Bagian Shell
- Berat Shell
- Berat tutup
b. Berat kelengkapan bagian dalam
- Berat down comer
- Berat tray
c. Berat kelengkapan bagian luar
- Berat pipa
- Berat isolasi
- Berat tangga
- Berat kelengkapan nozzle, valve dan alat kontrol
A. Berat bagian shell
1. Berat shell
Tebal shell = 3/16 in
DO shell = 66 in
DI shell = 66,5841 in
Tinggi shell = 234 in = 19,5 ft

shell
= 487 lb/ft
3
( Perry, Tabel 3-16 Edisi 6)
Keliling Shell = (t x OD) = 3,14 x 66 = 207,24 in = 17,27 ft
Luas keliling shell = Keliling x tebal shell = 17,17 x 9 3/16)/12)
VI-32
= 0,02698 ft
2
Volume shell = luas shell x tinggi = 0,2698 x 19,5 = 5,2620 ft
3
Berat shell= luas shell x tinggi =
shell
= 5,2620 x 487 = 2562,5712 lb
2. Berat tutup
Mencari diameter dengan Pers.5-12, B &Y, Hal.88 yaitu :
Diameter = D
O
+ icr sf
D
O
3
2
2
42
+ +
Dari Tabel 5.6 Brownell & Young, Hal 88, untuk tebal t = 3/16 in
diperoleh :
Sf = 2 in
Icr = 4 in
Diameter = 66 + ) 4 (
3
2
) 2 ( 2
42
66
+ +
= 74 in = 6,1875 ft
Volume = (t/4) x d2 x tha
= (t/4 ) x ( 6,1875)
2
x ( (3/16)/12)
= 0,4694 ft
3
Berat tutup = volume tutup x
shell
x 2
= 0,4694 ft
3
x 487 lb/ft
3
x 2
= 457,2353 lb
B. Berat Perlengkapan Bagian Dalam
1. Berat Down comer
Dipakai dasar perhitungan dengan down comer tanpa lubang
aliran uap :
VI-33
Luas = (t/4) .di
2
= (t/4) x (66,8154/12)
2
= 24,1985 ft
2
Volume = luas x tebal down comer
= 24,1985 x ( 0,1875 / 12)
= 0,3781 ft
3
Berat = volume x carbon steel
= 0,3781 ft
3
x 487
= 84,1326 lb
Jadi berat downcomer = 13 x 184,1326 lb
= 2393,7233 lb
2. Berat tray
Ditetapkan berat tiap tray = 25 lb/ft
2
Luas tray = (A
c
A
o
) = 20,3948 3,31146 = 17,0833 ft
2
Berat tray = n x luas tray x berat tray
= 13 x 17,0833 ft
2
x 25 lb/ft
2
= 5552,071 lb
Penyangga tary yang digunakan equal qngles (Brownell & Young
358)
Ukuran : 2 x 2 x 3/8
Berat : 2,34 lb/ft
Wpt = 2,34 x 13x 15/12 = 3,8025 lb
Berat larutan:
VI-34
Rumus : Wl = m x t
Dimana : Wl = Berat larutan dalam kolom distilasi
= 5280,1612
kg/jam
T = Waktu tinggal dalam kolom distilasi = 60 mnit
C. Berat Perlengkapan Bagian Luar
1. Pipa (feed, uap, refluks, kondensor,bottom,destilat)
Di tetapkan : 2 x tinggi kolom destilasi dari (App. K B &Y Hal. 387)
Diambil rata-rata pipa 3 in sch 40 berat = 7,58 lb/ft
Berat pipa (Wp) = 39 x 7,58 = 3537,4400 lb
2. Berat Isolasi
Ditetapkan : bahan = 51,154 lb/ft
2
Tebal isolasi = 3-6 in diambil 4 in = 0,3333 ft
Berat isolasi =
isolasi isolasi shell
t x ts x OD x
t
+
4
= (3,14/4 ) x (66/12) x (0,1875/12) x 0,3333 x 51,154
= 6,4598 lb
3. Berat attachment
Kelengkapan nozzle, valve dan alat control
Rumus : Wa = 18% Ws
= 18% x 2562,5712 lb
= 461,2628 lb
Jadi berat total yang harus ditopang adalah :
W
total
= Ws + Wtu + Wd + Wpt + Wl + Wp + Wi + wa
VI-35
= 26625,0847 lb
Perencanaan skirt support
- Sistem penyangga yang digunakan adalah skirt
support
- Kolom secara keseluruhan terbuat dari High Alloy
Steel SA 240 Grade M type 316
- Tinggi support = 5 ft = 60 in
15. Menentukan Tebal Skirt
Stress karena Angin
F
wb
=
t x Do
H x
Di Do
x
2
2
2
89 , 1
+
= H = Tinggi skirt ke top kolom
= 60 + 256,1813
= 316,1813 in
F
wb
=
t x
x x
2
2
66
1813 , 3161
2
8154 , 66 66
89 , 1
+
Stress dead weight
F
db
=
t x do x
w
t
E
=
t xt x
4745 , 128
66 14 , 3
0478 , 26625
=
Stress kompresi maksimum
Fc
max
= 0,125E (t/do) cos o
VI-36
Dimana : E concrete = 2,10
6psi
Fc
max
= f
wb
+ f
dh
3787,8788t =
t t
4745 , 128 6367 , 24182
+
T = 2,5334
Jadi tebal skirt yang digunakan = 3 in
Perhitungan bearing plate
Dari Brownell & young, tabel 10.1 Hal 184 diperoleh:
Fc = 3000 psi
Fc
max
= 1200 psi
n = 10
Trail fs
allowable
untuk struktural stell skirt = 20,00 psi
Diameter kolom = 66,8154 in
Ditetapkan :
ID bearing plate = 66 in = 55 ft
OD bearing plate = 1,25 x66 = 82,5 in = 6,785 ft
Jumlah chair = 4
Jumlah bolt = 8
Ukuran baut = 3 in
Luas bolt = 5,621 in
2
Dari pers 9,11 Brownell &Young Hal 158
Pw = 0,0025 x V
w
2
Dimana :
Pw = Tekanan angin permukaan alat (lb/ft
2
)
VI-37
Vw = Kecepatan angin = 100 mph
Maka :
Pw = 0,0025 x 100
2
= 25 lb/f
2
Nw = x Pw h2 x
2
OD x ID
Dimana :
Mw = Bending moment pada puncak kolom, lb-ft
d
eff
= Diameter efektif vessel = (di + do)/2
H = Tinggi dari skirt ko top kolom = 316,1813 = 26,3484 ft
Maka :
Mw = x 25 x 26,3484
2
x5,5260
41462,5814 lbft = 57460,0065 lb-in
t
3
= in
ID OD
BP
25 , 8
2
33 5 , 82
2
) (
=

Diperkirakan fc = 1200 psi


k = 375 , 0
1200 10
000 . 20
1
1 = +
x
fc(bolt circle) =
3
max
2
2
t x xk
d x k x
x fc
Kompresive stress sesungguhnya pada bolt circle (fc)
Fc = (t
2
+ n,t
1
) x r x fc x Cc
T
2
= t
3
t
1
= 8,25 0,1736 = 8,0764 in
Cc x r x nt t
FC
fc
) (
1 2
+
=
VI-38
= psi
x x x
8838 , 172
7025 , 1 ) 2 / 5 , 82 ( )) 1736 , 0 10 ( 0764 , 8 (
066 , 119134
=
+
Pengecekan harga
fc x n
fs
k
+
=
1
1
=
8838 , 172 10
1051 , 5670
1
1
x
+
= 0,0312
Dari Brownell & Young, tabel 10,2 hal 186
Untuk harga k = 0,0312 maka:
Cc = 0,600 z = 0,490
Ct = 3,008 j = 0,760
Tensile load (Ft) dapat dihitung berdasarkan Eq 10-24, Brownell hal 188
d x j
d x z x wdw Mw
Ft
(
= = 9,2969,7372 lb
in
x
x
t 1736 , 0
5 , 82 14 , 3
621 , 5 8
1
=
Realtion ship pada tension side
Ft = fs x t
1
x r x C
1
Fs = psi
x x C x r x t
Ft
3817 , 4316
008 , 3 ) 2 / 5 , 82 ( 173 , 0
7372 , 92968
1 1
= =
Ft = W
dw
Fc = 0
Fc = Ft + Wdw = 92968,7372 + 26625,0478 = 119594 , 785 lb
Kompresive stress sesungguhnya pada bolt cicrle (fc)
T
2
= t
3
t
1
= 8,25 0,1736 = 8,0764 in
Cc x r x nt t
FC
fc
) (
1 2
+
=
VI-39
= psi
x x x
1824 , 2343
600 , 0 ) 2 / 5 , 82 ( )) 1736 , 0 10 ( 0764 , 8 (
785 , 119594
=
+
Pengecekan harga
fc x n
fs
k
+
=
1
1
=
1824 , 2343 10
3817 , 4316
1
1
x
+
= 0,8444
D x f x
t x k x x f
fc
c
s
2
92
3
= =
5 , 82 1824 , 23431 2
) 250 , 8 8444 , 0 2 ( 824 , 23431
x x
x x x
= 8,9444<1400 (memenuhi)
Mengecek kompresive stress baut maksimum (fc
comp
) yang
sesungguhnya berdasarkan Brownell & Young, tabel 10.2 Hal 184:
fs
comp
=
)
`

|
|
.
|

\
| +
d x fc x
t d x k x
x fc
ced circleindu bolt
2
) 2 (
3
=
66 1824 , 234 2
25 , 8 ) 66 8444 , 0 2 ( 824 , 23431
x x
x x x +
= 8,4445 < 1400 psi (memenuhi)
Dari Brownell & Young, tabel 10.4 Hal 188 di dapatkan ukuran baut 3
dengan dimensi :
Bolt spacing = 6 in
Nut dimension = 4 5/8 in
Bearing plate = type eksternal bolting chair, pada plate di pasang
compressing ring agar lebih kuat.
Ditetapkan tinggi gusset = 12 in
VI-40
Bearing plate diperkuatkan dengan 4 buah gusset yang mempunyai spasi
yang sama (gusset spacing/b). Dari gambar 10.6 Brownel & Young, Hal
191, di dapat ;
Lebar gusset : A = 9 + 3 = 12
Jarak antara gusset : B = 8 + 3 = 11
Luas areal bolt (Ab) = 5,621 in
2
Maksimum bolt load (P) di tentukan :
P = fs x Ab
Dimana :
Fs = Hasil perhitungan tekanan yang disebabkan oleh
baut = 23431,824 lb/in
2
1 = (OD
BP
Odsehell)/2 = (85,5-66)/2 = 8,25 in
in
l
b
333 , 1
25 , 8
11
= =
Dari Brownell & Young, Tabel 10.4 Hal 188, didapat:
3125 , 2
2
625 , 4
= =
= poison ratio = 0,3

1
= 0,2573
My =
(

+
|
.
|

\
|
+ ) 0565 1 (
21
ln ) 3 , 0 1 (
4 t t
x x
P
= 18977,581 lb-in
t
5
=
max
6
f
My x
=
000 . 20
581 , 81977 6x
= 2,386 in
VI-41
Maka tebal compression plate adalah 2,3861 in
t
4
=
allow
f x bhd t
My x
) (
6
3

=
000 . 20 ) 3 25 , 8 (
581 , 18977 6
x
x

= 1,0414 in
Maka tebal bearing plate = 1,0414 in
t
6
= in x ts 8948 , 0 3861 , 2
8
3
8
3
= =
Maka tinggi gusset = 0,8948 in
Dimensi anchor bolt
- Panjang = 12 in
- Diameter = 4 in
- Jumlah = 8 buah
Dimensi pondasi
Pondasi terdiri dari beban dengan kandungan air 6 US gal per 94 lb
sack semen (Brownell & young , Tabel 10.1 , Hal 184)
Beban total yang harus ditahan pondasi :
- Berat bejana beban total
- Berat kolom penyangga
- Berat base plate
Ditentukan :
- Masing-masing kolom penyangga diberi pondasi
- Spesifikasi pondasi berdasarkan atas berat beban
setiap kolom penyangga pada sistem pondasi
- Spesifikasi semua penyangga sama
VI-42
Data :
Beban yang ditanggung tia kolom penyangga
= lb 262 , 6656
4
0487 , 26625
=
Beban tiap penyangga = berat x tinggi = 35 lb/in x 32 = 1120 lb
Jadi berat total = 6656,262 + 1120 = 7776,2619 lb
Gaya yang bekerja pada pondasi dianggap sebagai gaya vertikal berat total
kolom, sedangkan bidang kerja dianggap bujur sangkar dengan perencanaan
ukuran :
Luas tanah untuk pondasi = luas pondasi atas
= 15 x15 = 225 in
2
Luas tanah untuk dasar pondasi = luas pondasi bawah
= 20 x20 = 400 in
2
Tinggi pondasi = 32 in
Luas rata-rata (A) = (15
2
+ 20
2
) = 312,5 in
2
Volume pondasi (Vp) = A x t = 312,5 x 32 = 10000 in
2
Densitas untuk gravel = 126 lb/ft
2
Maka:
Wpondasi = V x = 10000 x 126 x 6,787.10
-4
= 729,162 lb
Berat total keseluruhan :
Wtotal = 729,162 + 7776,2610 = 8505,4293 lb
VI-43
Tekanan Tanah
Pondasi didirikan di atas semen sand dan Gravel dengan minimum safe
bearing power = 5 ton/ft
3
dan maksimum safe bearing power = 10 ton/ft
3
(Hesses, tabel 12.2 Hal 224)
Acuan harga safety didasarkan pada minimum bearing power yaitu 5 ton/ft
3
Kemampuan tanah menahan tekanan sebesar :
P = 5 ton/ ft
3
x
2
2
/ 7778 , 77
144
1
1
2240
in lb
in
ft
x
ton
lb
=
Tekanan dari sistem pondasi terhadap tekanan luas tanah (P)
P =
A
Wtotal
=
5 , 312
4239 , 8505
= 27,2174<77,777 lb/in
2
VII-1
BAB VII
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA
Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas produksi yang diinginkan,
maka perlu adanya alat untuk mengontrol jalannya proses. Selain itu, paranan
sumber daya manusia juga sangat penting dalam menentukan suatu produksi.
Dengan pertimbangan tersebut, maka perlu adanya suatu bagian yang berfungsi
untuk mengontrol peralatan dan keselamatan kerja.
7.1. Instrumentasi
Instrumentasi merupakan bagian yang sangat penting dalam pengendalian
suatu proses produksi. Dalam suatu pabrik atau perusahaan, kelancaran sistem
kerja peralatan proses yang sesuai dengan rancangan adalah suatu hal yang sangat
penting. Namun karena pada prakteknya keadaan tidak ideal, maka hal itu sulit
dicapai. Operasi proses dikatakan normal jika kondisi yang telah dirancang bisa
dipenuhi selama proses berlangsung.
Untuk memperoleh kinerja peralatan yang baik, dalam jangka waktu
tertentu dilakukan shut down maintenance yaitu menghentikan seluruh peralatan
proses untuk pembersihan dan perbaikkan. Setelah pemeliharaan dan pembersihan
ini selesai, maka proses ini bisa dijalankan (start up). Pada masa start up ini
diharapkan proses berjalan dengan baik.
Pengendalian proses meliputi keseluruhan unit pabrik maupun hanya pada
unit pabrik yang benar-benar harus diperlukan secara cermat dan akurat.
VII-2
Vairabel-variabel yang dikendali adalah tekanan suhu, laju alir, dan tinggi
permukaan cairan. Pengendalian proses dapat dilakukan secara manual maupun
otomatis. Pengendalian secara manual dapat dilakukan apabila pengendalian
proses sepenuhnya ditangani oleh tangan manusia, sedangkan pengendalian secara
otomatis dilakukan jika tidak mungkin dilakukan secara manual yaitu dimana
pengendalian dilakukan dengan menggunakan alat-alat control yang bisa bekerja
dengan sendirinya tanpa adanya bantuan tangan manusia.
Pengendalian secara otomatis ini mempunyai keuntungan-keuntungan
antara lain:
1. Keselamatan kerja lebih terjamin
2. Hasilnya dapat dipertanggungjawabkan
3. Ketelitian cukup tinggi dan akurat
4. Mendorong manusia secara umum untuk lebih meningkatkan kemampuan
dirinya
Adapun tujuan pemasangan alat instrumentasi yaitu sebagai berikut:
1. Untuk menjaga keamanan operasi suatu proses dengan jalan:
Menjaga variabel proses berada dalam batas operasi aman
Mendeteksi situasi dengan membuat tanda-tanda bahaya dan
memutuskan hubungan secara otomatis
2. Untuk mendapatkan rate produksi yang diinginkan
3. Untuk menjaga kualitas produk
4. Mempermudah pengoperasian alat
5. Keselamatan efisiensi kerja lebih terjamin
VII-3
Adapun instrumentasi yang diinginkan dalam Pra Rencana Pabrik Etanol
adalah:
1. Temperatur Controller (TC)
2. Pressure Controller (PC)
3. Flow Controller (FC)
4. Level Indicator (LI)
5. pH Controller (pHC)
6. Ratio Flow Controller (RFC)
Temperatur Controller (TC)
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini, peralatan proses yang menggunakan
TC adalah reaktor liquifikasi, reaktor sakarifikasi awal, reaktor sakarifikasi
lanjut (fermentor), destilasi. Alat ini dipasang pada alat proses untuk mengontrol
suhu didalam alat agar tetap dalam keadaan konstan.
Pressure Controller (PC)
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini, peralatan proses yang menggunakan
PC adalah blower. Alat ini dipasang pada alat proses untuk mengontrol tekanan
didalam alat agar tetap dalam keadaan konstan.
Flow Controller (FC)
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini, semua peralatan yang menggunakan
FC. Alat ini dipasang pada alat proses untuk menontrol laju alir liquid atau gas
dalam peralatan proses yang berlangsung.
VII-4
Level Indikator (LI)
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini, peralatan proses yang menggunakan
LI adalah reaktor liquifikasi untuk mengetahui tinggi liquid yang ada dalam
peralatan.
pH Controller (pHC)
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini, peralatan proses yang menggunakan
pHC adalah tangki pencampuran. Alat ini dipasang pada alat proses untuk
mempertahankan pH larutan dalam alat proses.
Ratio Flow Controller (RFC)
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini, peralatan proses yang menggunakan
RFC adalah reaktor liquifikasi, reaktor sakarifikasi awal, reaktor sakarifikasi
lanjut (fermentor). Alat ini dipasang pada alat proses untuk mengendalikan
perbandingan bahan masuk dalam alat proses agar sesuai dengan jumlah yang
ditentukan.
Pemasangan instrumentasi pada alat-alat proses yang terdapat pada
pabrik etanol dapat dilihat pada tabel 7.1 berikut:
VII-5
Tabel 7.1 Pemasangan alat kontrol Pra Rencana Pabrik Etanol
No Nama Peralatan Kode
Kode Alat
Kontrol
Fungsi
1 Blower PC Untuk mengatur tekanan
yang ada dalam alat selama
proses berlangsung
sehingga sesuai dengan
tekanan yang diinginkan.
2 Destilasi
Reaktor Liquifikasi
Reaktor Sakarifikasi Awal
Reaktor Sakarifikasi Lanjut
TC Untuk mengatur suhu
fluida atau gas yang ada
dalam alat selama proses
berlangsung.
3 Reaktor Liquifikasi
Reaktor Sakarifikasi Awal
Reaktor Sakarifikasi Lanjut
LI Untuk mengetahui tinggi
liquid yang ada didalam
tangki, sehingga sesaui
dengan tinggi yang
diinginkan.
4 Reaktor Liquifikasi
Reaktor Sakarifikasi Awal
Reaktor Sakarifikasi Lanjut
RFC Untuk mengendalikan
perbandingan bahan masuk
dalam aliran proses agar
sesuai jumlahnya.
VII-6
7.2. Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja dalam suatu pabrik harus mendapatkan perhatian yang
cukup besar dan tidak boleh diabaikan karena menyangkut keselamatan manusia
dan kelancaran kerja. Dengan memperhatikan keselamatan kerja dengan baik dan
teratur, secara fisikologis akan membuat para pekerja merasa aman dan senang
sehingga meningkatkan konsentrasi para pekerja terhadap pekerjaannya. Dengan
demikian produktifitas dan efisiensi kerja akan meningkat.
Usaha untuk mendapatkan keselamatan kerja bukan semata-mata
ditujukan pada faktor manusianya saja, akan tetapi untuk menjaga peralatan yang
ada didalam pabrik. Dengan terpeliharanya peralatan dalam pabrik dengan baik,
maka alat tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Secara umum ada tiga macam bahaya yang sering terjadi dalam pabrik
yang harus diperhatikan dalam perencanaannya, yaitu:
1. Bahaya kebakaran dan ledakan
2. Bahaya mekanik
3. Bahaya terhadap kesehatan
Beberapa sifat yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja
antara lain:
a. Lingkungan Fisik
Meliputi mesin, peralatan dan lingkungan kerja. Kecelakaan kerja dapat
disebabkan oleh kesalahan perencanaan, aus, kerusakkan alat, kesalahan
pembelian, kesalahan dalam penyusunan atau peletakkan dari peralatan dan lain-
lain.
VII-7
b. Latar Belakang Pekerja
Yaitu sifat atau karakter yang tidak baik dari pekerja yang dapat
berpengaruh dalam melakukan pekerjaan. Sifat-sifat tersebut meliputi:
Tidak cocoknya manusia terhadap mesin atau terhadap lingkungan
kerjanya
Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
Ketidakmampuan fisik dan mental
Kurangnya motifasi kerja dan kesadaran akan keselamatan kerja dan
faktor-faktor lainnya
c. Sistem Manajemen Pabrik
Sistem manajemen ini merupakan unsur terpenting karena menjadi
pengatur kedua unsur diatas. Kesalahan sistem manajemen dapat menyebabkan
kecelakaan kerja, antara lain:
Prosedur kerja yang tidak diterapkan dengan baik
Kurangnya pengawasan terhadap kegiatan pemeliharaan dan
modifikasi pabrik
Tidak adanya inspeksi peralatan
Tidak adanya penanggulangan terhadap bahaya kecelakaan
Usaha-usaha untuk mencegah dan mengurangi terjadinya bahaya-bahaya
yang timbul didalam pabrik, antara lain:
Memberikan pelatihan-pelatihan dan pencegahan kecelakaan terhadap
karyawam, khususnya karyawan yang bekerja pada bagian proses
dengan alat berat.
VII-8
Memberikan pengamanan berupa pakaian serta perlengkapan sebagai
pelindung.
Menyediakan perlengkapan berupa unit pertolongan pertama pada
kecelakaan.
7.2.1. Bangunan Pabrik
Bangunan pabrik meliputi gedung maupun unit peralatan:
Kontruksi gedung mendapat perhatian yang cukup besar
Diperlukan perhatian terhadap kelengkapan peralatan penunjang untuk
pengamanan terhadap bahaya alamia seperti petir, angin, gempa dan
sebagainya.
7.2.2. Perpipaan
Jalur yang terletak diatas harus lebih baik dibandingkan dengan yang
terletak dibawah tanah, karena hal tersebut akan mempermudah pendeteksian
adanya kebocoran pada system perpipaan.
Pengatuaran valve sangat penting untuk pengamanan proses industri, bila
terjadi kebocoran pada chek valve diatas dengan pemasangan block valve yang
berada disamping chek valve tersebut.
7.2.3. Pengoperasian Boiler
Dalam pengoperasian boiler, perlu diperhatikan beberapa hal seperti batas-
batas tekanan system maksimal yang dapat dioperasikan bahan-bahan boiler
berupa coat yang mudah terbakar, hendakanya diperlukan suatu pengamanan
seperti safety dan valve serta tanda-tanda larangan.
VII-9
7.2.4. Ventilasi
Pada ruang proses maupun pada ruang lainnya pertukaran udara
diusahakan berjalan dengan baik sehingga dapat memberikan kesegaran para
karyawan serta dapat menghindari adanya gangguan pernafasan.
7.2.5. Listrik
Pada pengoperasian maupun perbaikan instalasi listrik hendakanya selalu
menggunakan alat pengaman yang telah disediakan. Dengan demikian
keselamatan kerja karyawan dapat terjamin.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian instalasi
listrik ini, antara lain:
Peralatan yang sangat penting seperti switeher dan transformator
diletakkan ditempat yang lebih aman.
Peralatan listrik dibawah tanah diberi tanda-tanda tertentu yang lebih
jelas.
Penyediaan pembangkit tenaga cadangan.
Semua bagian pabrik diberi penerangan yang cukup dan diutamakan
pada bagian proses.
7.2.6. Pencegahan Dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran
Salah satu bahaya yang perlu diperhatikan adalah terjadinya bahaya
kebakaran. Penyebab terjadinya kebakaran antara lain:
a. Kemungkinan terjadi nyala terbuka yang datang dari system utilitas,
laboratorium, inti proses dan lain-lain.
VII-10
Terjadinya loncatan bunga api pada saklar dan stop kontak serta pada
instrumentasi yang lain.
Gangguan pada peralatan utilitas seperti pada combustion chamber
boiler (ruang pembakaran).
Cara mengatasi bahaya pembakaran dapat dilakukan dengan jalan:
b. Pencegahan Kebakaran
Penempatan alat-alat utilitas, laboratorium dan kantor diletakkan secara
profesional pada unit proses.
Pemasangan isolasi pada alat transmisi yang ada.
Pemisahan antara unit satu dengan yang lainnya menggunakan beton.
Pemberian tanda-tanda larangan suatu tindakan yang dapat
mengakibatkan kebakaran seperti tanda larangan merokok.
Pemasangan pipa air melingkar diseluruh lokasi pabrik
Penyediaan alat pemadam kebakaran disetiap bangunan pabrik dan
pemasangannya harus pada tempat yang mudah dijangkau.
c. Pencegahan Bahaya Mekanik
Bahaya mekanik biasanya disebabkan oleh pengerjaan kontruksi yang
tidak memenuhi syarat yang berlaku. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk
mencegah kecelakaan adalah:
Konstruksi harus mendapat perhatian yang cukup tinggi.
Perencanaan peralatan harus sesuai dengan aturan yang berlaku baik
pemilihan bahan konstruksi maupun faktor lain.
Pemasangan alat control yang baik dan sesuai serta alat pengamannya.
VII-11
c. Pencegahan Bahaya Kesehatan
Selain itu bahaya terhadap kesehatan karyawan umumnya datang dari
bahan baku, bahan yang diproses dan produk. Karena itu diusahakan agar ruangan
proses maupun ruangan lainnya memiliki ventilasi atau pertukaran udara yang
cukup sehingga dapat memberikan kesegaran kepada karyawan serta dapat
menghindari gangguan terhadap pernafasan.
7.2.7. Karyawan
Untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan karyawan perlu adanya
kesadaran dari seluruh pekerja agar dapat bekerja dengan baik sehingga tidak
membahayakan keselamatan jiwanya dan orang lain. Untuk itu pengetahuan akan
bahaya masing-masing alat sangat penting diketahui oleh semua karyawan
terutama operator control. Seluruh pekerja harus mengguankan pelindung seperti
topi pengaman, sepatu karet, sarung tangan dan masker.
Selain itu demi keselamatan karyawan dan kelancaran proses industri
diperlukan:
Alat-alat yang berputar dan bergerak misalnya motor, harus dilengkapi
dengan penutup.
Pakaian pekerja harus kuat dan bersih.
Memakai sarung tangan, masker dan sepatu karet.
Memakai topi atau helm pelindung.
VII-12
7.3. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang penting agar semua
karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik demi kelancaran proses
produksi, maka perlu perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan
karyawan. Untuk itu diberikan alat-alat pelindung seperti pada tabel 7.2 berikut:
Tabel 7.2 Alat pelindung Pra Rencana Pabrik Etanol
No Alat Pelindung Lokasi Penggunaan
1
2
3
4
5
6
7
8
Helm
Sepatu Karet
Sarung Tangan
Masker
PMK
Isolasi Panas
Segitiga Pengaman
Pemadam Kebakaran
Pekerja bagian alat-alat proses
Pekerja pada bagian proses dan bahan baku
Pekerja yang bagian produksi
Semua unit proses
Semua unit proses
Heater
Bengkel dan kendaraan angkut
Semua unit proses dan kantor
VIII-1
BAB VIII
UTILITAS
Unit utilitas merupakan salah satu bagian yang sangat diperlukan untuk
menunjang jalannya proses dalam suatu industri kimia. Pada Pra Rencana Pabrik
Etanol ini terdapat empat unit utilitas, yaitu:
1. Unit penyesiaan steam
2. Unit penyediaan air
3. Unit penyediaan listrik
4. Unit penyediaan bahan bakar
8.1. Unit Pengolahan Steam
Bahan baku pembuatan steam adalah air umpan boiler. Steam yang
dibutuhkan dalam proses ini mempunyai kondisi:
1. Tekanan: 2,994 atm
2. Temperatur: 134
0
C
Zat-zat yang terkandung dalam air umpan boiler yang menyebabkan
kerusakan pada boiler adalah:
1. Kadar zat terlarut (soluable matter) yang tinggi
2. Zat padat terlarut (suspnded solid)
3. Garam-garam kalsium dan magnesium
4. Zat organik (organic matter)
5. Silika, sulfat, asam bebas dan oksida
VIII-2
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh air umpan boiler:
1. Tidak boleh membuih (berbusa)
Busa disebabkan oleh adanya solid matter, suspended matter, dan
kebasaan yang tinggi. Kesulitan yang dihadapi dengan adanya busa sebagai
berikut:
a. Kesulitan pembacaan tinggi liquida dalam boiler
b. Buih dapat menyebabkan percikan yang kuat yang mengakibatkan
adanya solid-solid yang menempel dan mengakibatkan terjadinya
korosi dengan adanya pemanasan lebih lanjut. Untuk menghadapi hal
ini adanya pengontrolan yang baik terhdap adanya kandungan lumpur,
kerak dan alkalinitas air umpan boiler.
2. Tidak boleh membentuk kerak dalam boiler
Kerak dalam boiler akan menyebabkan:
a. Isolasi terhdap panas sehingga perpindahan panas terhambat
b. Kerak yang terbentuk dapat pecah sewaktu-waktu, sehingga dapat
menimbulkan kebocoran karena boiler mendapat tekanan yang kuat.
3. Tidak boleh menyebabkan korosi dalam pipa
Korosi pada pipa boiler disebabkan oleh keasaman (pH rendah), minyak
dan lemak, bikarbonat dan bahan organik, serta gas-gas H
2
S, SO
2
, NH
3
, CO
2
, O
2
yang terlarut dalam air. Reaksi elektrokimia atara besi dan air akan membentuk
lapisan pelindung anti korosi pada permukaan baja, yaitu:
Fe
2+
+ 2H
2
O Fe(OH)
2
+ H
+
VIII-3
Tetapi jika terdapat oksigen dalam air, maka lapisan hidrogen yang terbentuk
akan berreaksi dengan oksigen membentuk air. Akibat hilangnya lapisan
pelindung tersebut terjadilah korosi menurut reaksi:
4H
+
+ O
2
2H
2
O
4Fe(OH)
2
+ O
2
+ H2O 4Fe(OH)
3
Adanya bikarbonat dalam air akan menyebabkan terbentuknya CO
2
, karena
adanya pemanasan dan adanya tekanan. CO
2
yang terjadi bereaksi dengan air
menjadi asam karbonat. Asam karbonat akan berreaksi dengan metal dan besi
yang membentuk garam bikarbonat. Dengan adanya pemanasan (kalor), garam
bikarbonat ini membentuk CO
2
lagi.
Reaksi yang terjadi:
Fe
2+
+ 2H
2
CO
3
Fe(HCO)
2
+ H
2
Fe(HCO)
2
+ H
2
O + panas Fe(OH)
2
+ 2H
2
O + 2CO
2
8.2. Unit Penyediaan Air
1. Air Umpan boiler
Air umpan boiler merupakan bahan baku pembuatan steam yang berfungsi
sebagai media panas. Kebutuhan steam sebesar: 196945,1931 kg/jam. Air umpan
boiler disedikan dengan excess 20% ini digunakan sebagai pengganti steam yang
hilang.
Steam yang digunakan mempunyai tekanan 2,994 atm = 44 psi dan
temperatur 134
0
C. Steam yang telah menjadi kondensat dikembalikan lagi ke
tangki penampung steam. Pemakain steam pada peralatan proses sebagai berikut:
VIII-4
a. Total padatan (total dissolved solid) = 3.500 ppm
b. Alkalinitas = 700 ppm
c. Padatan terlarut (suspended solid) = 300 ppm
d. Silika = 60-100 pmm
e. Besi = 0,1 mg/L
f. Tembaga = 0,5 mg/L
g. Oksigen = 0,007 mg/L
h. Kesadahan (hardness) = 0
i. Kekeruhan (turbidity) = 175 ppm
j. Minyak = 7 ppm
k. Residual fosfat = 140 pm
(diambil dari Perry, 6
th
edition, hal 9-16)
Selain harus memenuhi persyaratan tersebut, air umpan boiler harus bebas
dari:
- Zat-zat yang dapat menyebabkan korosi, yaitu gas-gas terlarut
seperti O
2
, CO
2
, H
2
S dan NH
3
.
- Zat-zat yang dapat menyebabkan busa, yaitu organik, anorganik
dan zat-zat tak terlarut dalam jumlah besar.
Untuk memenuhi persyaratan tersebut dan mencegah kerusakan pada
boiler, sebelum digunakan air umpan harus diolah dulu, melalui:
- Demineralizer untuk menghilangkan ion-ion pengganggu
- Deaerator untuk menghilangkan gas-gas impuritis yang terlarut
VIII-5
2. Air Sanitasi
Air sanitasi digunakan untuk keperluan laboratorium, kantor, air untuk
mencuci, mandi, taman dan lain-lain. Air sanitasi dibutuhkan sebesar 32862,2
kg/jam.
a. Syarat fisik:
- Tidak berwarna
- Tidak berbau
- Tidak berbusa
- Mempunyai suhu dibawah suhu udara
a. Syarat kimia:
- Tidak beracun
- Tidak mengandung bakteri non patogen yang dapat merubah
sifat-sifat fisik air.
3. Air Pendingin
Air pendingin digunakan untuk peralatan-peralatan yang memerlukan
pendinginan seperti reaktor (R-120). Adapun kebutuhan air pendingin adalah
sebesar 950838,9303 kg/jam. Dari jumlah total air pendingin yang diperlukan,
untuk faktor keamanan maka direncanakan air pendingin yang disuplay adalah
20% excess dari jumlah kebutuhan air pendingin. Make up air pendingin
direncanakan: 10% = 350737,717 kg/j.
VIII-6
4. Air Proses
Air proses yang dibutuhkan pada tangki pencucian (J-113) dan mesin
penggiling (C-115) sebesar 680003,9419 kg/jam.
Adapun proses pengolahan air pada unit pengolahan air:
Air sungai digunakan untuk memenuhi kebutuhan air proses, air sanitasi,
air pendingin dan air umpan boiler. Dasar penggunaan air sungai karena Pabrik
Etanol lokasinya terletak dekat dengan sungai Aesesa, kabupaten Nagekeo,
Folres, NTT.
Air sungai tersebut siap untuk diolah sesuai dengan fungsi
penggunaannya, sebagai berikut:
a. Pengolahan air sanitasi
Air dipompakan dari bak air bersih (F-219) menuju ke bak
klorinasi (F-230) dengan pompa (L-231) untuk dilakukan proses
klorinasi dengan menambahkan desinfektan klorin (Cl
2
) sebanyak
1 ppm. Kemudian dipompa ke bak air sanitasi (F-233) dengan
pompa (F-232) dan siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
b. Pelunakan air umpan boiler
Pelunakan air dilakukan dengan proses pertukaran ion dalam
demineralizer yang terdiri dari dua tangki, yaitu kation exchanger
(D-220 A) dan tangki anion exchanger (D-220 B). Kation
exchanger yang digunakan adalah resin zeolit (hidrogen
exchanger) dan anion exchanger yang digunakan adalah deacidite
(DOH). Air dari bak air bersih (F-219) dialirkan dengan pompa (L-
VIII-7
221) ke kation exchanger (D-220 A). Didalam tangki kation
exchanger terjadi reaksi sebagai berikut:
Ca(HCO
3
)
2
+ H
2
Z CaZ + 2CO
2
+ H
2
O
Mg(HCO
3
)
2
+ H
2
Z MgZ + 2CO
2
+ H
2
O
CaSO
4
+ H
2
Z CaZ + H
2
SO
4
MgSO
4
+ H
2
Z MgZ + H
2
SO
4
CaCl
2
+ H
2
Z CaZ +2HCL
MgCl
2
+ H
2
Z MgZ + 2HCl
(Savern Hal. 164)
Ion-ion bikarbonat, sulfat dan klor diikat dengan ion Z membentuk
CO
2
dan air, H
2
SO
4
dan HCL. Selanjutnya air yang bersifat asam
dialirkan ke tangki anion exchanger (D-220 B) untuk dihilangkan
anion-anion yang mengganggu proses. Resin yang digunakan
dalam anion exchanger adalah Deacidite (DOH).
Dalam tangki anion exchanger terjadi reaksi sebagai berikut:
2DOH + H
2
SO
4
D
2
SO
4
+ 2H
2
O
2DOH + 2HCl D
2
Cl + 2H
2
O
2DOH + 2HNO
3
D
2
NO
3
+ 2H
2
O
(Savern Hal. 164)
Pemakaian resin yang terus menerus menyebabkan resin tidak aktif
lagi. Hal ini dapat diketahui dari pemeriksaan kesadahan air umpan
boiler. Resin yang sudah tidak aktif menunjukan bahwa resin sudah
jenuh dan perlu diregenerasi. Regenerasi hidrogen exchanger
VIII-8
dilakukan dengan menggunakan asam sulfat atau asam klorida.
Dengan reaksi sebagai berikut:
CaZ + H
2
SO
4
H
2
Z + CaSO
4
MgZ + H
2
SO
4
H
2
Z + MgSO
4
CaZ + HCL H
2
Z + CaCl
MgZ + HCl H
2
Z + MgCl
Sedangkan regenerasi anion exchanger dengan menggunakan
larutan Na
2
CO
3
atau NaOH.
D
2
SO
4
+ Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + Na
2
SO
4
+ CO
2
2DCL + Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + 2NaCl + CO
2
2DNO
3
+ Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + NaNO
3
+ CO
2
D
2
SO
4
+ NaOH 2DOH + Na
2
SO
4
2DCL + NaOH 2DOH + NaCl
2DNO
3
+ NaOH 2DOH + NaNO
3
+ CO
2
Keluar dari tangki demineralizir, air lunak ditampung dalam bak air lunak
(F-222). Air lunak ini digunakan sebagai air umpan boiler dan air proses. Untuk
memenuhi umpan boiler, air lunak dipompa (L-223) ke tangki deaerator untuk
menghilangkan ga-gas impuiritis pada air umpan bioler dengan system pamanasan
steam. Keluar dari deaerator (D-224), air ditampung ada tangki air umpan boiler
(F-225) lalu diumpankan ke boiler (Q224) dengan pompa (L-226). Steam yang
dihasilkan boiler didistribusikan ke peralatan dan kondensat yang dihasilkan di
recyele ke tangki umpan boiler (F-225). Sedangkan air proses dialirkan dari bak
air sanitasi menuju ke peralatan.
VIII-9
8.3. Unit Penyediaan Listrik
Listrik yang dibutuhkan pada Pra Rencana Pabrik Etanol dari Ubi Kayu ini
adalah 170,773 kW yang meliputi:
1. Proses : 142,503 KW
2. Penerangan : 28,27 KW
Kebutuhan listrik untuk proses, penerangan, instrumentasi dan lain-lain
dipenuhi sendiri dengan menggunakan satu generator AC bertenaga diesel
berkekuatan 228 KW dengan satu buah generator tambahan.
8.4. Unit Penyediaan Bahan Bakar
Bahan bakar yang diperlukan oleh pabrik, yaitu pada boiler dan generator.
Bahan bakar yang digunakan adalah diesel oil. Pemilihan jenis bahan bakar yang
digunakan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1. Harganya relatif murah
2. Mudah didapat
3. Viskositasnya rendah sehingga mudah mengalami pengabutan
4. Heating volume relatif tinggi
5. Tidak menyebabkan kerusakan pada alat-alat
VIII-10
Dari tabel 9.9 dan figure 9.9 Perry 6
th
edition, didapat:
a. Flash point = 38
0
C (100
0
F)
b. Pour point = -6
0
C (21,1
0
F)
c. Densitas = 0,8 Kg/liter
d. Heating value = 19200 BTU/lb
8.5. Pengolahan Limbah
Limbah yang dihasilkan dalam Pra Rencana Pabrik Etanol dari Ubi Kayu
adalah limbah cair yang berasal dari bahan bakar dan limbah padat yang berasal
dari proses. Untuk limbah cair yang meliputi minyak pelumas dan sebagainya
dimasukkan kedalam alat penangkap minyak (oil cather) untuk memisahkan air
dan minyaknya. Airnya dibuang ke sungai sedangkan minyaknya ditimbun ke
dalam tanah. Sedangkan untuk limbah padat yang masih mengandung bahan
kimia yang berasal dari proses dapat diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.
Baku mutu air limbah yang dapat dibung ke sungai menurut lampiran
Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTT no. 414 tahun 1984 sebagai
berikut:
1. Jumlah padatan terlarut = 200 mg/L
2. Padatan tersuspensi = 200 mg/L
3. pH = 6-9
4. Fe = 10 mg/L
5. Hg = 0,02 mg/L
6. Pb = 0,5 mg/L
VIII-11
7. CN = 0,1 mg/L
8. Cl
2
= 0,03 mg/L
9. NO
3
= 20 mg/L
10. NH
3
= 1 mg/L
11. BOD = 50 mg/L
12. COD = mg/L
13. Fenol = 0,05 mg/L
14. Minyak + lemak = 5 mg/L
Sebelum air limbah dibuang, air limbah diuji terlebih dahulu. Bila
ternyata telah memenuhi syarat baku mutu air limbah yang ada maka air dapat
langsung dibuang kesungai.
IX-1
BAB IX
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK
9.1. Lokasi Pabrik
Salah satu yang penting dan jadi penentu bagi keberhasilan suatu
perancangan pabrik yang akan didirikan adalah pemilihan lokasi bagi pabrik
tersebut, karena hal ini dapat mempengaruhi kedudukkan perusahaan dalam
persaingan serta untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.
Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor-faktor teknis dan
ekonomis agar dapat memberikan keuntungan secara maksimal.
Pemilihan lokasi pabrik berdasarkan parameter, sebagai berikut:
Tabel 9.1 Paramter pemilihan lokasi pabrik
Kota
Parameter
Maumere Nagekeo Ende
Bahan Baku 4 9 6
Pemasaran 8 8 8
Utilitas 5 9 5
Iklim 3 9 6
Transportasi 8 8 8
Total 28 43 33
Berdasarkan parameter diatas, maka dipilih lokasi Pabrik Etanol Dari Ubi
Kayu di kota Nagekeo. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.
IX-2
Faktor-faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Faktor-faktor utama
2. Faktor-faktor khusus
9.1.1. Faktor-Faktor Utama
a. Bahan Baku
Persediaan dan harga bahan baku sering menentukan lokasi suatu pabrik.
Ditinjau dari faktor ini, hendaknya pabrik didirikan didekat lokasi bahan baku
untuk mempermudah kelancaran produksi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan
mengenai bahan baku adalah sebagai berikut:
Letak sumber bahan baku
Kapasitas sumber bahan baku tersebut dan berapa lama sumber bahan
baku tersebut mencukupi kebutuhan pabrik
Cara mendapatkan bahan baku
b. Pemasaran
Perkembangan suatu pabrik sangat ditentukan oleh pemasaran hasil
produksi karena berhasil tidaknya pemasaran akan menentukan untung tidaknya
pabrik tersebut. Kemudian pemasaran ditentukan oleh kelancaran transportasi
dalam pemasaran dan banyaknya permintaan akan produk yang dihasilkan.
Disamping itu terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Dimana produk akan dipasarkan
Kebutuhan akan produk pada saat sekarang dan pada saat yang akan
datang
IX-3
Pengaruh persaingan yang akan datang
Jarak pemasaran atau lokasi dan bagaiman sarana pengangkutan ke
daerah pemasaran
Pemasaran etanol adalah untuk tujuan eksport dan untuk dipasarkan di
dalam negeri. Kabupaten Nagekeo sebagai daerah industri tempat pabrik ini
memiliki kemudahan dalam memasarkan produknya karena adanya berbagai
fasilitas transportasi yang cukup memadai.
c. Utilitas
Utilitas merupakan kebutuhan yang penting dalam menunjang
kelangsungan proses produksi. Utilitas meliputi air, listrik dan lain-lain.
Air
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam industri. Air
digunakan untuk kebutuhan proses, media pelarut, sanitasi, air panas dan untuk
steam. Untuk memenuhi kebutuhan air, air diambil dari air sungai. Yang
diperhatikan untuk memilih lokasi pabrik dalam hal memenuhi kebutuhan akan air
adalah:
- Seberapa jauh sumber air yang dapat dijangkau oleh pabrik
- Kualitas sumber air yang tersedia
- Pengaruh musim terhadap kemampuan penyadiaan air yang diperlukan
oleh pabrik.
Sedangkan kebutuahn air minum diambil dari PDAM.
IX-4
Listrik
Listrik berfungsi untuk menggerakkan peralatan proses, sebagai
penarangan dan keperluan lain.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan yaitu:
- Ada atau tidaknya serta jumlah listrik di daerah yang akan ditempati
pabrik.
- Harga tenaga listrik
- Persediaan tenaga listrik di masa mendatang.
Kebutuhan listrik untuk penerangan dapat dipenuhi dari PLN, sedangkan
cadangannya digunakan generator set.
d. Keadaan Geografis Dan Iklim
Iklim dan alam sekitarnya merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan,
oleh karena itu pabrik yang akan didirikan tidak membahayakan. Selain itu
perubahan iklim juga berpengaruh terhadap konstruksi bangunan.
Spesifikasi peralatan serta konstruksai peralatan, dalam hal ini yang harus
diperhatikan adalah:
Keadaan alamnya, alam yang menyulitkan konstruksi bangunan dan
mempengaruhi spesifikasi peralatan serta konstruksi peralatan.
Keadaan angin (kecepatan dan arah angin) pada situasi terburuk yang
sering terjadi di tempat tersebut (lokasi pabrik)
Bahaya alam (gempa bumi, banjir) yang terjadi di lokasi pabrik.
Iklim atau curah hujan pada lokasi yang direncanakan
IX-5
9.1.2. Faktor-Faktor Khusus
a. Transportasi
Salah satu faktor khusus yang perlu diperhatikan dalam perencanaan
pabrik adalah faktor transportasi, baik untuk bahan baku maupun untuk produksi
yang dihasilkan karena itu perlu diperhatikan fasilitas-fasilitas yang ada seperti:
Jalan raya yang dapat dilalui mobil atau truk
Dekat dengan tempat pelabuhan
Masalah transportasi ini tidak mengalami kesulitan karena tersedianya
sarana perhubungan yang baik. Fasilitas darat dapat dipenuhi dengan adanya
jalan raya yang bebas hambatan dan dapat dilalui oleh kendaraan yang bermuatan
berat dan fasilitas laut dapat dilakukan melalui pelabuhan.
b. Tenaga Kerja
Umumnya tenaga kerja dapat dengan mudah dipenuhi dari daerah sekitar,
sedangkan tenaga ahli didatangkan dari luar daerah. Hal yang perlu diperhatikan
untuk mendapatkan tenaga kerja antar lain:
Mudah tidaknya mendapat tenaga kerja yang membutuhkan keahlian dan
pendidikan tenaga kerja.
c. Keadaan Lingkungan Sekitar Pabrik
Suatu pabrik didirikan tanpa ada pertentangan dari penduduk sekitar lokasi
pabrik. Selain itu fasilitas perumahan, pendidikan, kesehatan dan tempat
peribadatan tersedia di daerah tersebut. Kabupaten Nagekeo merupakan tempat
cocok untuk didirikan Pabrik Etanol. Berdasarkan atas pertimbangan-
IX-6
pertimbangan tersebut diatas maka pemilihan lokasi Pra Rencana Pabrik Etanol
adalah di daerah Mbay , kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.
d. Pembuangan Limbah
Hal ini berkaitan dengan usaha pencegahan terhadap pencemaran
lingkungan yang disebabkan oleh buangan pabrik yang berupa gas, cair maupun
padatan dengan memperhatikan peraturan pemerentah.
9.2. Tata Letak Pabrik (Plant Lay Out)
Penentuan tata letak pabrik merupakan persyaratan makro untuk
memperoleh hasil yang optimal. Demikian lingkungan pabrik yang memenuhi
syarat baik maupun safety akan dapat menciptakan lingkungan kerja aman dan
menyenangkan didalam pabrik terjamin.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan tata letak pabrik (plant
lay out):
1. Kemungkinan perluasan pabrik di kemudian hari
2. Pengaturan letak bangunan yang efek untuk memudahkan distribusi
pekerja
3. Distribusi utilitas secara ekonomis
4. Adanya ruangan yang cukup nyaman untuk bekerja
5. Kemungkinan timbulnya bahaya seperti kebakaran, ledakan timbulnya gas
atau asap dan lain-lain.
6. Pondasi bangunan yang kokoh
7. Bentuk kerangka bangunan, tembok dan atap
IX-7
8. Penerangan yang cukup
9. Ventilasi yang baik
10. Keindahan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan peralatan
(Equipment Lay Out):
1. Letak ruangan yang cukup untuk peralatan yang satu dengan peralatan
yang lainnya agar memudahkan pengoperasian, pemeriksaan, perawatan
sarta dapat menjamin keselamatan kerja menurut fungsinya masing-
masing.
2. Adanya kesinambungan antar alat yang satu dengan alat yang lain
3. Diusahakan dapat menimbulkan suasana kerja yang menyenangkan
4. Letak peralatan harus diatur sedemikian rupa dengan meperhatikan
keselamatan kerja karyawan
Tabel 9.2. Perincian luas daerah pabrik
No. Daerah Luas (m
2
)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pos Keamanan
Taman
Kantor Administrasi
Kantin
Parkir Kendaraan Karyawan
Toilet
Ruang Proses
Ruang Kontrol
20
40
100
30
60
50
2000
30
IX-8
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27
Perkantoran Produksi
Ruang Timbang
Bengkel
Unit Pengolahan Air
Pemadam Kebakaran
Gudang Bahan Baku
Laboratorium Dan QC
Areal Perluasan Pabrik
Unit Listrik Dan Generator
Ruang Boiler
Gudang Bahan Bakar
Parkir Kendaraan Tamu
Aula
Kapela + Mushola
Poliklinik
Gudang Produk
Unit Pengolahan Limbah
Perpustakaan
Jalan Raya
80
100
40
100
50
300
50
1000
40
500
30
60
100
40
20
3000
100
100
-
Total 8040
IX-9
27
3
U
B T
S
Gambar 9.1 Tata letak bangunan Pabrik Etanol
21
20
18
6
10
26
16
17
15
14
13
11
24
25
7
23
12
6
8
9
1 1
5
6
4
2
6
6
22
19
22
IX-10
Keterangan:
1. Pos keamanan
2. Taman
3. Kantor administrasi
4. Kantin
5. Parkir kendaraan karyawan
6. Toilet
7. Ruang proses
8. Ruang kontrol
9. Perkantoran produksi
10. Ruang timbang
11. Bengkel
12. Unit pengolahan air
13. Pemadam kebakaran
14. Gudang bahan baku
15. Laboratoium dan Q.C.
16. Areal perluasan pabrik
17. Unit listrik dan generator
18. Ruang boiler
19. Ruang bahan bakar
20. Parkir kendaraan tamu
21. Aula
22. Kapela + Mushola
IX-11
23. Poliklinik
24. Gudang produk
25. Unit pengolahan limbah
26. Perpustakaan
27. Jalan raya
9.3. Tata Letak Peralatan
Tata letak peralatan adalah cara menempatkan peralatan yang ada didalam
pabrik sedemikian rupa sehinggga pabrik beroperasi secara efektif dan efisien.
Perencanaan yang baik dalam tata letak pabrik harus mencakup arus proses,
storage, dan material handling yang efisien dan diharapkan adanya kombinasi
yang sempurna. Dalam menentukan tata letak peralatan harus memperhatikan
beberapa faktor sebagai berikut:
1. Pengaturan jarak antara peralatan proses yang satu dengan yang lain
sehingga dapat mempermuda pengontrolan peralatan.
2. Pengaturan system yang ada pada tempat yang tepat agar tidak
menggangu aktifitas kerja serta pemberian warna yang jelas pada aliran
proses.
3. Peletakan alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau.
4. Peletakan alat kontrol sehingga muda diawasi oleh operator.
5. Peralatan diusahakan disusun secara berurutan sehingga memudakan
pemeriksaan dan pengawasan.
6. Ruang harus cukup untuk peralatan.
IX-12
7. Bila sekiranya harus ada alat yang diletakan diatas maka dapat disusun
sesuai dengan prosesnya.
Untuk tata letak peralatan proses dapat dilihat pada gambar berikut:
IX-13
Gambar 9.2 Tata letak peralatan proses Pra rencana Pabrik Etanol
Tahap Pesiapan Bahan Baku
F-111
Tahap Reaksi
R-123
F-134
R-118
R-120
Tahap Pemisahan dan Pemurnian
D-126
Tahap Pemisahan dan Pemurnian
F-136
D-124
D-128
F-137
IX-14
Keterangan:
1. F-111 : Storage ubi kayu
2. R-118 : Reaktor liquifikasi
3. R-120 : Reaktor sakarifikasi awal
4. R-123 : Reaktor sakarifikasi lanjut
5. D-124 : Pemisahan serat (RVF)
6. D-128 : Kolom destilasi I
7. D-126 : Dekanter
8. F-134 : Tangki dehidrasi
9. F-136 : Storage etanol
10. F-137 : Storage cake
X-1
BAB X
STRUKTUR DAN ORGANISASI PERUSAHAAN
Dalam suatu perusahaan biasanya memiliki suatu organisasi yang
berfungsi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai sifat dinamis,
dalam arti menyesuaikan diri kepada perubahan, pada hakekatnya merupakan
suatu bentuk yang diciptakan manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Pada
umumnya organisasi dibuat dalam suatu struktur yang merupakan gambaran
secara sistematis tentang hubungan-hubungannya, kerjasama departemen yang
terdapat dalam kerangka usaha untuk mencapai suatu tujuan.
10.1. Dasar Perusahaan
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Status Perusahaan : Swasta
Lokasi Pabrik : Mbay, Nagekeo, Flores, NTT
Kapasitas Produksi : 20000 ton/thn
10.2. Bentuk Perusahaan
Pabrik Etanol merupakan perusahaan swasta berskala nasional yang
berbentuk perseroan terbatas (PT). Bentuk perseroan terbatas (PT) ini dipilih
karena:
1. Perseroan terbatas merupakan suatu badan hukum karena memiliki
kekayaan sendiri yang terpisah dari kekayaan pribadi masing-masing
X-2
pemegang saham. Kepada pemegang saham hanya dibayarkan dividen
apabila perseroan mendapat laba. Jika perusahaan menderita kerugian,
tidak boleh dibayarkan dividen kepada persero. Oleh karena itu setiap
tahun diwajibkan kepada direksi/pengurus untuk melaporkan
keuntungan yang diperoleh.
2. Modal yang dibutuhkan dapat dikumpulkan secara mudah dengan
membagi modal atas sejumlah saham-saham, sehingga PT dapat menarik
modal dari banyak orang. Begitu juga untuk memperoleh tambahan
modal untuk memperluas volume usaha, misalnya dengan mengeluarkan
saham baru.
3. Pemilik saham dan pengurus adalah terpisah dangan yang lain. Pemilik
PT adalah para pemegang saham sedangkan pengurus adalah direksi.
Pelaksanaan sebuah PT diberikan kepada orang yang sanggup untuk
melakukan tugas tersebut, dengan demikian kemampuan perusahaan
untuk mendapat keuntungan semakin besar.
4. Kehidupan sebuah PT lebih konstan, ini berarti sebuah PT mempunyai
potensi hidup yang kontinu dibandingkan dengan bentuk perusahaan lain
karena tidak tergantung pada beberapa peserta (pemegang saham),
pemilik dapat berganti-ganti.
5. Tanggung jawab terbatas dari pada pemegang saham terhadap utang-
utang perusahaan.
6. Adanya efisiensi perusahaan. Tiap bagian dalam PT dipegang oleh
seorang yang ahli dalam bidangnya. Tiap orang atau tiap bagian
X-3
mempunyai tugas yang jelas sehingga ada dorongan untuk mengerjakan
dengan sebaik-baiknya. Dan jika pengurus atau direksi perusahaan tidak
cukup dapat diganti dengan yang lain.
10.3. Struktur Organisasi
Srtuktur organisasi yang digunakan oleh system garis dan staff. Alasan
pemilihan struktur garis dan staff adalah:
1. Terdapat kesatuan pemimpin dan perintah, sehingga disiplin kerja lebih
baik.
2. Biasa digunakan untuk organisasi yang cukup besar
3. Sering digunakan dalam perusahaan yang berproduksi secara masal.
4. Pemimpin lebih leluasa memberikan saran terhadap tugas khusus diluar
tanggung jawabnya.
5. Staff dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga
akan meningkatkan efisiensi kerja.
6. Masing-masing kepala bagian/manager secara langsung
bertanggungjawab atas aktifitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
7. Pemimpin tertinggi pabrik dipegang oleh seorang direktur yang
bertanggung jawab kepada dewan komisaris. Anggota dewan komisaris
merupakan wakil-wakil dari pemegang saham dan dilengkapi dengan
staff ahli yang bertugas memberikan saran kepada direktur.
X-4
Disamping alasan tersebut ada beberapa kebaikkan yang dapat mendukung
pemakaian system organisasi staff dan garis yaitu:
1. Dapat digunakan oleh setiap organisasi besar, apapun tujuannya,
betapapun luas tugasnya serta kompleks susunan organisasi.
2. Pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah dapat diambil, karena
adanya staff ahli.
3. Perwujudan The Right Man In The Reght Place lebih mudah
dilaksanakan.
4. Dari kelebihan-kelebihan system organisasi garis dan staff diatas maka
dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan system
organisasi perusahaan pada Pabrik Etanol yaitu menggunakan system
organisasi garis dan staff.
10.4. Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab (Job Description)
Pembagian kerja dalam organisasi perusahaan merupakan pembagian
tugas, jabatan dan tanggung jawab antara satu pengurus dengan pengurus yang
lain sesuai dangan strukturnya. Penjelasan dari setiap jabatan dalam organisasi
perusahaan ini diterangkan sebagai berikut:
10.4.1. Pemegang Saham
Adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal untuk pabrik dengan
cara membeli saham perusahaan. Pemegang saham adalah pemilik perusahaan
dimana jumlah yang dimiliki, tergantung/terbatas sesuai dengan besarnya modal
saham yang dimiliki, sedangkan kekayaan pribadi dari pemegang saham tidak
X-5
dipertanggungjawabkan sebagai jaminan atas hutang-hutang perusahaan.
Pemegang saham harus menanamkan saham paling sedikit 1 (satu) tahun.
Kekuasaan tertinggi terletak pada pegang saham yang memilih direktur dan
dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta
menentukan gaji direktur tersebut.
10.4.2. Dewan Komisaris
Merupakan badan kekuasaan tertinggi dalam perusahaan. Dewan
komisaris bertindak sebagai wakil dan pemegang saham. Komisaris diangkat
menurut ketentuan yang ada dalam perjanjian dan dapat diberhentikan setiap
waktu oleh RUPS apabila melakukan tindakan yang bertentangan dengan
anggaran dasar atau kepentingan perseroan tersebut.
Umumnya dipilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham dari kalangan
pemegang saham yang mempunyai saham terbanyak dari perseroan tersebut.
Tugas Dewan Komisaris:
Menentukan kebijaksanaan perusahaan dan memberikan nasehat pada
Direktur Utama.
Mengadakan evaluasi/pengawasan tentang hasil yang diperoleh
perusahaan.
Mengawasi direktur dan berusaha agar tindakan direktur tidak
merugikan perseroan.
Memberikan nasehat kepada direktur bila direktur ingin mengadakan
perubahan dalam perusahaan.
Menyetujui dan menolak rencangan yang diajukan direktur.
X-6
Mempunyai wewenang untuk mengganti Direktur Utama, apabila
tindakannya tidak sesuai dengan anggaran dasar yang sudah ditetapkan.
10.4.3. Direksi
Merupakan pemegang saham kepengurusan perusahaan dan merupakan
pemimpin tertinggi dan penanggung jawab utama dalam perusahaan secara
keseluruhan. Direksi terdiri dari:
a. Direktur Utama
Direktur Utama merupakan pemimpin eksekusif tertinggi dalam
perusahaan dan dalam tugasnya sehari-hari dibantu oleh Direktur Teknik
dan Direktur Adaministrasi.
Tugas wewenang Direktur Utama adalah:
Merencanakan kegiatan perusahaan serta membentuk organisasi
yang efektif dan efisien.
Berhak mewakili urusan ekstern perusahan atau menunjuk wakil
untuk menanganinya.
Menentukan kebijaksanaan perusahaan dalam mengambil
keputusan-keputusan penting.
Memberikan penanggungjawaban kepada Dewan Komisaris.
b. Direktur Teknik Dan Produksi
Direktur Teknik dan Produksi diangkat oleh Direktur Utama untuk
menerima wewenang Direktur Utama yang berkaitan dangan bidang
teknik dan produksi.
X-7
Tugas dan wewenang Direktur Teknik dan Produksi adalah:
Berwenang membuat keputusan dalam bidang teknik tetapi tidak
terlepas dari kebijaksanaan bagian produksi.
Berwenang dalam produksi, misalnya memperkecil bidang produksi
dan memperbesar produksi total, serta menjaga kualitas dan
pengembangannya.
Bertanggungjawab kepada Direktur Utama.
c. Direktur Administrasi Dan Keuangan
Direktur Administrasi dan Keuangan berkaitan erat dengan segala kegiatan
diluar produksi, tetapi sangat erat hubungannya dengan kegiatan pabrik.
Tugas dan wewenangnya:
Menjaga kelancaran administrasi dan keuangan serta keamanan
perusahaan.
Mengadakan penelitian serta pengawasan terhadap pelaksanaan
pengadaan pegawai, pembinaan pegawai, kesejahteraan sosial, serta
dana sosial pegawai.
Mengatur laporan keuangan serta neraca keuangan perusahaan.
Bertanggungjawab atas pemasukkan dan pengeluaran uang
perusahaan.
10.4.4. Kepala Bagian Teknik
Kepala bagian teknik adalah kepala bagian yang bertanggungjawab atas
semua kegiatan yang berhubungan erat dengan produksi. Dalam hal ini bukan
produksi secara langsung, tetapi sebagai penunjang dalam proses produksinya.
X-8
Devisi-devisi yang dibawahinya adalah:
1. Devisi Pemeliharaan dan Perbaikkan: bertugas untuk merawat,
memelihara dan mempersiapkan peralatan dan fasilitas yang digunakan
untuk proses produksi, serta memperbaiki peralatan yang rusak dan
mempersiapkan suku cadangnya, agar peralatan tersebut dapat digunakan
lagi dalam proses produksi.
2. Devisi Utilitas: bertugas dalam mempersiapkan listrik, baik berasal dari
PLN maupun dari diesel guna menunjang kelangsungan proses produksi
serta bertugas dalam mensuplai aliran air yang digunakan selama proses
produksi berlangsung.
Tugas utama dari devisi-devisi ini adalah membantu direksi dalam
perancangan maupun dalam penelahan kebijaksanaan pokok dalam bidangnya
masing-masing. Selain itu juga melaksanakan tugas-tugas yang diberikan direksi
maupun Kepala Bagian Teknik.
10.4.5. Kepala Bagian Produksi
Kepala Bagian Produksi adalah kepala bagian yang bertanggungjawab atas
segala kegiatan produksi, mulai dari perancangan, pembuatan/produksi dan
pengendalian mutu produk. Devisi-devisi yang dibawahinya adalah:
Devisi Proses: bertugas dalam segala hal yang berkaitan dengan kegiatan
produksi langsung. Dalam devisi ini masih terbagi atas devisi-devisi kecil
yang menangani secara khusus mengenai spesialisasi prosesnya, misalnya:
Devisi Reaktor, Devisi Destilasi dan lain sebagainya sesuai dengan proses
produksinya.
X-9
Devisi Penyediaan: bertugas dalam merancang kebutuhan bahan baku
dalam proses produksi dan bertanggungjawab atas penyediaan bahan baku
tersebut.
Devisi Gudang: bertugas dalam pengepakan atau pengemasan produk jadi
dan menyimpan dalam gudang serta merencanakan pengiriman produk
keluar pabrik.
Devisi Pengendalian Mutu: bertugas dalam mengawasi dan mengontrol
kualitas produk, agar produk yang diterjunkan ke konsumen mempunyai
kualitas yang sesuai dengan standart yang ditetapkan.
Sama seperti devisi-devisi yang lain, devisi yang tergabung dalam bagian
produksi mempunyai tugas masing-masing yang bertanggungjawab
langsung terhadap kepala bagian produksi.
10.4.6. Kepala Bagian Pemasaran
Kepala bagian pemasaran mempunyai tugas menentukan daerah
pemasaran dan melakukan penelitian pasar serta menangani masalah promosi.
Kepala bagian pemasaran mambawahi devisi-devisi sebagai berikut:
Devisi Penjualan: bertugas dalam menjual hasil produksi dengan harga
yang telah ditetapkan, dan juga memiliki tugas mengatur pembelian bahan
baku dan peralatan lainnya.
Devisi Promosi: bertugas dalam mamperkenalkan produk kepada
konsumen-konsumen yang membutuhkan atau pabrik-pabrik lain yang
membutuhkan. Selain itu juga dapat menarik minat konsumen untuk
membeli.
X-10
Devisi Pelayanan Konsumen: bertugas dalam melayani segala kebutuhan
konsumen serta menerima keluhan-keluhan yang mungkin disampaikan
oleh konsumen.
10.4.7. Kepala Umum
Kepala umum mempunyai tugas untuk merencanakan, mengelolah dan
mendayagunakan sumber daya manusia, baik sumber daya manusia yang sudah
ada maupun sumber daya manusia yang masih baru. Kepala bagian ini
bertanggungjawab langsung kepada direktur administrasi. Selain itu, kepala
bagian umum juga mempunyai tugas untuk mengatur masalah upah karyawan,
jenjang karir dan penempatan karyawan. Devisi-devisi yang dibawahi meliputi:
Devisi Keamanan dan Keselamatan: bertugas untuk memperhatikan dan
menjaga keamanan dan keselamatan karyawan selama berlangsungnya
proses produksi.
Devisi Transportasi: bertugas untuk mengatur transportasi karyawan,
khususnya bagi karyawan wanita yang bekerja untuk shift malam.
Devisi Kesejahteraan Karyawan: bertugas untuk mengatur semua kegiatan
yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan. Mulai dari mengatur
tunjangan, pemberian cuti dan JAMSOSTEK.
Devisi Personalia: bertugas untuk memberi pekerja baru apabila
perusahaan membutuhkan tenaga kerja. Tugasnya mulai penyebaran iklan
lowongan, pengadaan test, pemilihan dan pelatihan pekerja baru.
X-11
Devisi Kebersihan: bertugas untuk menjaga kebersihan di dalam
lingkungan pabrik, baik di lingkungan produksi maupun di lingkungan
administrasi.
10.4.8. Kepala Bagian Keuangan
Kepala bagian keuangan bertugas mengatur keuangan serta menangani
penyediaan serta pembelian baik bahan baku maupun peralatan. Kepala bagian
keuangan bertanggungjawab kepada direktur administrasi mengenai pengeluaran
yang dilakukan. Devisi-devisi yang dibawahi meliputi:
Devisi Pembukuan
Devisi Keuangan
X-12
Gambar 10.1. Struktur Organisasi Pabrik Etanol
Pemegang Saham
Dwan Komisaris
Drektur Utama
Divisi Litbang
Direktur Administrasi Dan
Keuangan
Kabag
pemasaran
Kabag Keuangan
Dan Akuntansi
Kabag Umum Kabag Sumber Daya
Manusia
Kasie Humas
Kasie Personalia
Kasie Keamanan
Dan Keselamatan
Kasie Kebersihan
Kasie Transportasi
Direktur Teknik Dan
Produksi
KabagQualiti
Control
Kabag Teknik Kabag produksi
Kasie Proses
Kasie Penyediaan
Kasie
Pengendalian
Mutu
Kasie Gudang
Kasie Utilitas
Kasie
Pemeliharaan
Dan Pabrik
Kasie
Lingkungan
Kasie Jaminan Mutu
Kasie Penendalian
Proses
Kasie Kesehatan
Kasie
Ketenagakerjaan
Kasie
Pembelaan
Kasie
Penjualan
Kasie
Keuangan
Kasie
Promosi Dan
Periklanan
Kasie Reserch
DanMarketing
Kasie
Akutansi
X-13
10.5. Kebutuhan Tenaga Kerja Dan Tingkat Pembagian Golongan
Pabrik Etanol ini direncanakan akan beroperasi selama 300 hari dalam
setahun dan 24 jam per hari, sisa harinya digunakan untuk perbaikkan dan
perawatan serta shut down.
Kebutuhan tenaga kerja diambil dari sekitar pabrik dan diklasifikasikan
menurut urutan jabatan diatas serta tingkat pendidikan, keahlian dan kemampuan.
Sedangkan untuk pekerja dibedakan atas pekerja borongan dan pekerja harian.
10.5.1. Waktu Kerja
Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa jumlah jam kerja untuk
karyawan adalah 40 jam dalam satu minggu, yang dibedakan dalam dua bagian
yaitu:
a. Pegawai Non Shift
Merupakan karyawan yang tidak berhubungan langsung dengan proses
produksi, misalnya Direktur, Kepala Bagian dan seksi-seksi dibawah tanggung
jawab non teknis atau yang bekerja di pabrik dengan jenis kontinu.
Ketentuan jam kerja adalah sebagai berikut:
Senin Kamis : 08.00 16.00 (Isterahat : 12.00 13.00)
Jumat : 08.00 16.00 (Isterahat : 11.00 - 13.00)
Sabtu : 08.00 13.00
b. Pegawai Shift
Merupakan karyawan yang secara langsung menangani proses dan mengatur
bagian-bagian tertentu di pabrik yang ada hubungannya dengan keamanan dan
X-14
keselamatan produksi. Karyawan shift sehari bekerja selama 24 jam yang
terbagi dalam 3 shift, yaitu:
Shift I : 07.00 15.00
Shift II : 15.00 23.00
Shift III : 23.00 -17.00
Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan jam kerja selama bergilir, maka
karyawan shift dibagi menjadi empat regu/grup sehingga para pekerja dapat
bekerja dengan optimal karena dapat bekerja secara bergiliran, dimana jika
tiga regu bekerja maka satu regu libur.
Tabel 10.1. Jadwal kerja karyawan
Hari Regu
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
I
II
III
IV
P
S
M
_
P
S
_
M
P
_
S
M
_
P
S
M
M
P
S
_
M
P
_
S
M
_
P
S
_
M
P
S
S
M
P
_
S
M
_
P
S
_
M
P
_
S
M
P
P
S
M
_
P
S
_
M
Keterangan:
P : Pagi (Shift I)
S : Siang (Shift II)
M : Malam (Shift III)
- : Libur
X-15
10.5.2. Perincian Jumlah Tenaga Kerja
Penentuan jumlah karyawan proses:
Kapasitas 20.000 ton/tahun = 66,6 ton/hari. Dari Vilbrant, figure 6-35, hal. 235,
untuk peralatan dengan kondisi rata-rata didapat:
M = 15,2 P
0,25
= 15,2 (66,6)
0,25
= 44 orang. Jam/hari tahapan proses
Pra Rencana Pabrik Etanol terbagi menjadi lima tahapan proses, sehingga
didapat:
Jumlah karyawan proses = 44 5 = 220 orang.jam/hari
Karena satu shift ada 8 jam, maka:
Jumlah karyawan proses = hari shift orang
jam
hari jam orang
. / 28
8
/ . 220

Karyawan shift terdiri dari empat regu, yaitu tiga regu bekeja dan satu regu libur,
maka:
Jumlah karyawan proses = 28 orang/shift.hari 4 = 112 orang/hari
Jadi jumlah karyawan proses adalah 112 orang.
X-16
10.5.3. Perincian jumlah karywan
Jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk terselenggaranya Pra Rencana
Pabrik Etanol dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 10.2. Perincian jumlah karyawan dan latar belakang
Pendidikan
No Jabatan
SMU D
3
S
1
S
2
Keterangan
1 Dewan Komisaris 2 Tek. Kimia/Tek.Industri
2 Direktur Utama 1 Tek. Kimia
3 Litbang 1 Tek. Kimia
4 Direktur Teknik & Produksi 1 Tek. Kimia
5 Direktur Atministrasi & Keuangan 1 Ilmu Atministrasi Niaga
6 Kabag. Produksi 1 Tek. Kimia
7 Kabag. Teknik 1 Tek. Mesin
8 Kabag. Quality Control 1 Tek. Kimia
9 Kabag. SDM 1 Psikologi Industri
10 Kabag. Pemasaran 1 Ekonomi Manajemen
11 Kabag. Keuangan & Administrasi 1 Ekonomi Akuntansi
12 Kabag. Umum 1 Ilmu Administrasi Negara
13 Kasie. Proses 1 Tek. Kimia
14 Karyawan Proses 112 -
15 Kasie. Penyediaan 1 Tek. Kimia
16 Karyawan Penyediaan 4 -
17 Kasie. Pengendalian Mutu 1 Tek. Industri
X-17
18 Karyawan Pengendalian Mutu 2 Tek. Industri
19 Kasie. Gudang 1 Tek. Kimia
20 Karyawan Gudang 8 -
21 Kasie. Utilitas 1 Tak. Industri
22 Karyawan Utilitas 8 -
23 Kasie. Pemeliharaan & Perbaikkan 1 Tak. Mesin
24 Karyawan Pemeliharaan &
Perbaikan
8 STM Mesin
25 Kasie. Lingkungan 1 Tek.Lingkungan /
Tek. Kimia
26 Karyawan Lingkungan 4 Tek.Lingkungan /
Tek. Kimia
27 Kasie. Jaminan Mutu 1 Tek. Industri
28 Karyawan Jaminan Mutu 8 Tek. Industri
29 Kasie. Pengendalian Proses 1 Tak. Kimia
30 Karyawan Pengendalian Proses 4 Tak. Kimia
31 Kasie. Kesehatan 1 Kedokteran
32 Karyawan Kesehatan 2 Keperawatan
33 Kasie. Ketenagakerjaan 1 Psikologi Industri
34 Karyawan Ketenagakerjaan 2 -
35 Kasie. Pembelian 1 Ekonomi Manajemen
36 Karyawan Pembelian 3 Ekonomi Manajemen
37 Kasie. Penjualan 1 Ekonomi Manajemen
38 Karyawan Penjualan 2 -
39 Kasie. Promosi & Periklanan 1 Desing Grafis
X-18
40 Karyawan Promosi dan Periklanan 2 -
41 Kasie. Riset & Marketing 1 Ekonomi Manajemen
42 Karyawan Riset & Marketing 3 -
43 Kasie. Keuangan 1 Ekonomi Manajemen
44 Karyawan Keuangan 2 Ekonomi Manajemen
45 Kasie. Akuntansi 1 Ekonomi Akuntansi
46 Karyawan Akuntansi 2 Ekonomi Akuntansi
47 Kasie. Humas 1 Hukum/Psikologi Industri
48 Karyawan Humas 2 Hukum/Psikologi Industri
49 Kasie. Pesonalia 1 Psikologi Industri
50 Karyawan Personalia 1 Psikologi Industri
51 Kasie. Keamanan 1 Purnawirawan ABRI
52 Karyawan Keamanan 4 -
53 Kasie. Kebersihan 1 Tek. Lingkungan
54 Karyawan Kebersihan 8 -
55 Kasie. Transportasi 1 Tek. Transportasi
56 Karyawan Transportasi 8 Tek. Transportasi
Total 235
X-19
10.5.4. Status Karyawan
Menurut statusnya karyawan Pabrik Etanol ini dibedakan menjadi tiga
golongan, yaitu:
a. Karyawan tetap
Merupakan karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan Surat
Keputusan (SK) Direksi dan mendapatkan gaji bulanan berdasarakan
kedudukan, keahlian, dan masa kerja dalam perusahaan.
b. Karyawan harian
Merupakan karyawan yang diangkat dan diberhentikan oleh Direksi tanpa
Surat Keputusan (SK) Direksi dan mendapatkan gaji harian yang dibayar
setiap akhir pekan.
c. Pekerja borongan
Merupakan pekerja yang dipekerjakan oleh pabrik apabila diperlukan saja,
misalnya bongkar muat bahan baku dan produk, shut down, dan lain-lain.
Pekerja borongan menerima gajih untuk satu pekerjaan tersebut.
10.5.5. System Pengupahan Karyawan
Pada Pra Rencana Pabrik Etanol, besar kecilnya upah yang diberikan
berdasarkan pada:
Tingkat pendidikan
Pengalaman kerja
Tanggung jawab dan kedudukan
Keahlian yang dimiliki
X-20
Didasarkan atas kedudukan dan perbedaan status ini, maka system
pengupahan pada Pra Pencana Pabrik Etanol dibedakan menjadi:
- Upah bulanan
Upah bulanan diberikan pada karyawan tetap yang bersarnya berbeda-beda
untuk setiap karyawan dan diberikan setiap akhir bulan.
- Upah harian
Upah harian diberikan kepada karyawan harian tetap yang besarnya
berbeda-beda untuk setiap karyawan dan diberikan setiap akhir pekan.
- Upah borongan
Upah borongan diberikan kepada karyawan harian lepas atau karyawan
borongan yang gajihnya tidak tetap, tergantung pada macam pekerjaan
yang dilakukan dan upah tersebut diberikan setelah pekerjaan itu selesai.
Daftar upah yang diberikan kepada seluruh tingkatan karyawan dapat
dilihat pada tabel 10.3 berukut ini:
Tabel 10.3 Daftar gaji atau upah karyawan
No Jabatan Jumlah Gaji/Bln (Rp) Total (RP)
1 Dewan Komisaris 2 9.000.000 18.000.000
2 Direktur Utama 1 8.000.000 8.000.000
3 Litbang 1 5.000.000 5.000.000
4 Direktur Teknik & Produksi 1 7.000.000 7.000.000
5 Direktur Administrasi & Keuangan 1 7.000.000 7.000.000
6 Kabag. Produksi 1 5.000.000 5.000.000
7 Kabag. Produksi 1 5.000.000 5.000.000
X-21
8 Kabag. Quality Control 1 5.000.000 5.000.000
9 Kabag. SDM 1 5.000.000 5.000.000
10 Kabag. Pemasaran 1 5.000.000 5.000.000
11 Kabag. Keuangan & Adminisrtasi 1 5.000.000 5.000.000
12 Kabag.Umum 1 5.000.000 5.000.000
13 Kasie. Proses 1 2.000.000 2.000.000
14 Karyawan Proses 112 600.000 67.200.000
15 Kasie. Penyadiaan 1 2.000.000 2.000.000
16 Karyawan Penyadiaan 4 600.000 2.400.000
17 Kasie. Pengendalian Mutu 1 2.500.000 2.500.000
18 Karyawan Pengendalian Mutu 4 600.000 2.400.000
19 Kasie. Gudang 1 2.000.000 2.000.000
20 Karyawan Gudang 8 600.000 4.800.000
21 Kasie. Utilitas 1 2.000.000 2.000.000
22 Karyawan Utilitas 8 600.000 4.800.000
23 Kasie. Pemeliharaan & Perbaikkan 1 2.000.000 2.000.000
24 Karyawan Pemeliharan & Perbaikan 8 600.000 4.800.000
25 Kasie. Lingkungan 1 1.500.000 1.500.000
26 Karyawan Lingkungan 4 600.000 2.400.000
27 Kasie. Jaminan Mutu 1 1.500.000 1500.000
28 Karyawan Jaminan Mutu 8 600.000 4.800.000
29 Kasie. Pengendalian Proses 1 2.500.000 2.500.000
X-22
30 Karyawan Pengendalian Proses 5 600.000 3.000.000
31 Kasie. Kesehatan 1 2.000.000 2.000.000
32 Karyawan Kesehatan 2 1.000.000 2.000.000
33 Kasie. Ketenagakerjaan 1 1.500.000 1.500.000
34 Karyawan Ketenagakerjaan 2 600.000 1.200.000
35 Kasie. Pembelian 1 2.500.000 2.500.000
36 Karyawan Pembelian 3 1.000.000 1.000.000
37 Kasie. Penjualan 1 2.000.000 2.000.000
38 Karyawan Penjualan 2 600.000 1.200.000
39 Kasie. Promosi & Periklanan 1 2.000.000 2.000.000
40 Karyawan Promosi & Periklanan 3 600.000 1.800.000
41 Kasie. Riset & Marketing 1 2.500.000 2.500.000
42 Karyawan Riset & Marketing 3 600.000 1.800.000
43 Kasie. Keuangan 1 2.500.000 2.500.000
44 Karyawan Keuangan 2 600.000 1.200.000
45 Kasie. Akuntansi 1 2.500.000 2.500.000
46 Karyawan Akuntansi 2 600.000 1.200.000
47 Kasie. Humas 1 2.500.000 2.500.000
48 Karyawan Humas 2 600.000 1.200.000
49 Kasie. Personalia 1 2.500.000 2.500.000
50 Karyawan Personalia 1 600.000 600.000
51 Kasie. Keamanan 1 2.000.000 2.000.000
X-23
52 Karyawan Keamanan 10 600.000 6.000.000
53 Kasie. Kebersihan 1 1.000.000 1.000.000
54 Karyawan kebersihan 10 400.000 4.000.000
55 Kasie. Transportasi 1 2.000.000 2.000.000
56 Karyawan Transportasi 8 600.000 4.800.000
Total 266.900.000
10.6. Jamina Sosial
Jaminan sosial adalah jaminan yang diterima oleh pihak karyawan jika
terjadi sesuatu hal yang bukan karena kesalahannya sehingga dia tidak dapat
melakukan pekerjaanya. Jaminan sosial yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan berupa:
1. Tunjangan
Berbagai tunjangan yang diberikan perusahaan kepada karyawan adalah:
a. Tunjangan lembur yang diberikan kepada tenaga kerja yang
bekerja diluar jam kerja yang telah ditetapkan (khusus untuk
tenaga kerja shift).
b. Tunjangan diluar gaji pokok yang diberikan kepada tenaga kerja
tetap berdasarkan prestasi yang telah dilakukannya dan lama
pengabdiannya kepada perusahaan tersebut.
c. Jatah makan satu kali untuk setiap tenaga kerja yang bekerja
lembur.
X-24
2. Cuti
a. Cuti tahunan selama 12 hari kerja dan diatur dengan mengajukan
permohonan satu minggu sebelmnya untuk dipertimbangkan
izinnya.
b. Cuti sakit bagi tenega kerja yang memerlukan istirahat total
berdasarkan surat keterangan dokter.
c. Cuti hamil selama tiga bulan bagi tenaga kerja wanita.
d. Cuti untuk keperluan dinas atas perintah atasan berdasarkan
kondisi tetentu perusahaan.
3. Fasilitas
Fasilitas yang diberikan berupa seragam kerja untuk karyawan dan
perlengapan keselamatan kerja seperti helm, sarung tangan, sepatu
boot, kaca mata pelindung dan lain-lain.
4. Pengobatan
a. Untuk pengobatan dan perawatan pertama dapat dilakukan pada
ploliklinik perusahaan dan diberikan secara cuma-cuma kepada
karyawan yang membutuhkan.
b. Untuk pengobatan dan perawatan yang intensif yang harus
dilakukan di rumah sakit akan dibeerikan penggantian ongkos
sebesar 50%.
c. Karyawan yang mengalami kecelakaan atau terganggu
kesehatannya dalam melakukan tugas perusahaan, akan
mendapatkan penggantian ongkos sepenuhnya.
X-25
5. Insentif atau bonus
Insentif diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas dan
merangsang gairah kerja karyawan. Besarnya insentif ini dibagi
menurut golongan dan jabatan. Pemberian insentif untuk golongan
operatif (golongan kepala seksi kebawah) diberikan setiap bulan,
sedangkan untuk golongan diatasnya diberikan pada akhir tahun
produksi dengan melihat besarnya keuntungan dan target yang
dicapai.
6. Perumahan
Perumahan diberikan terutama bagi karyawan yang menduduki jabatan
penting, mulai direksi sampai kasie.
XI-1
BAB XI
ANALISA EKONOMI
Analisa ekonomi merupakan suatu cara untuk mengetahui apakah pabrik
yang akan didirikan menguntungkan atau tidak. Oleh karena itu didalam Pra
Rencana Pabrik Etanol dibuat evaluasi untuk mengetahui beberapa investasi yang
diperlukan untuk mendirikan pabrik Etanol tersebut. Cara untuk mengetahui
jumlah investasi yang dibutuhkan oleh pabrik Etanol dapat menggunakan antara
lain:
1. Internal rate of return (IRR)
2. Pay out Time(POT)
3. Break Evevt Point(BEP)
4. Return of Invesment (ROI)
Untuk meninjaui metode-metode diatas perlu diadakan penafsiran
terhadap beberapa hal yang menyangkut administrasi perusahaan dan jalannya
proses.
11.1. Faktor-faktor Penentu
11.1.1. Total Capital Investment (TCI)
Yaitu modal atau biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan suatu pabrik
mulai dari awal sampai pabrik selesai dibangun dan siap beroperasi. TCI terdiri
dari:
XI-2
1. Fixed capital investment (modal tetap), yaitu modal yang dibutuhkan
untuk mendirikan pabrik dan fasilitas FCI dibagi menjadi:
a. Direct cost
Yaitu modal yang langsung digunakan dalam proses, meliputi:
- Pembelian peralatan
- Instalasi dan pemasangan peralatan
- Instrumentasi dan kontrol
- Perpipaan
- Peralatan listrik
- Bangunan
- Tanah
- Fasilitas pelayanan
- Pengembangan lahan
b. Indirect cost
Yaitu biaya atau modal yang dikeluarkan secara tidak langsung
dikeluarkan untuk keperluan proses, meluputi:
- Engineering dan supervisi
- Kontruksi
- Biaya kontraktor
- Biaya tak terduga (contigency)
XI-3
2. Work capital investment
Yaitu semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan pabrik,
dimana biaya yang dikeluarkan dipengaruhi oleh besarnya kapasitas
pabrik, meliputi:
- Penyedian bahan baku dalam waktu tertentu
- Pengemasan produk
- Biaya yang harus ada setiap bulannya (uang tunai) untuk membiayai
pengeluaran rutin seperti gaji, pembelian bahan baku dan lain-lain.
- Pajak yang harus dibayar
- Perhitungan penerimaan dan pengeluaran
- Utilitas
- Sehingga: TCI = FCI + WCI
11.1.2. Biaya produksi
Adalah biaya yang dikeluarkan tiap satu-satuan produksi. Biaya produksi
terdiri dari:
a. Biaya pembuatan
Yaitu semua biaya proses meliputi:
- Biaya produksi langsung (DPC)
- Biaya produksi tetap (FPC)
- Biaya overhead pabrik (POC)
XI-4
b. Biaya umum
Yaitu biaya yang tidak berhubungan dengan proses, meliputi:
- Biaya administrasi
- Biaya distribusi dan pemasaran
- Litbang
Berdasarkan sifatnya, biaya produksi dibagi menjadi:
a. Biaya tetap
Yaitu biaya yang dikeluarkan secara tetap dan tidak tergantung dari
kapasitas pabrik, yang termasuk biaya tetap antara lain:
- Bunga bank
- Asuransi
- Depresiasi
- Pajak
- Dan lain-lain
b. Biaya semi variabel (SVC)
Yaitu biaya yang bervariasi tetapi tidak berbanding lurus dengan
kapasitas pabrik, antara lain:
- Biaya utilitas
- Biaya bahan baku
- Gaji karyawan
- Supervisor
- Pemelihraan dan perbaikan
XI-5
11.1.3. Penaksiran Harga Alat
Harga suatu alat setiap saat dapat berubah sesuai dengan perubahan
ekonomi. Karena perubahan kondisi ini maka terdapat beberapa cara untuk
mengkonversi harga suatu alat yang sama beberapa tahun yang lalau, sehingga
diperoleh harga yang ekivalen dengan harga sekarang. Harga alat pada pabrik
Etanol ini didasarkan pada data harga alat yang terdapat pada literatur Peter and
Timmerhaus serta G.D. Ulrich. Untuk menaksir harga alat pada tahun 2010, maka
digunakan persamaan dari Peter and Timmerhaus berikut:
Harga alat sekarang = original alat Harga
original indeks Nilai
hitung tahun ter indeks Nilai

11.1.4. Pentuan Total Capital Investment (TCI)


1. Modal langsung
a. Harga peralatan (E) = Rp. 64.363.593.000
b. Instalasi alat (57% E) = Rp. 36.687.248.010
c. Instrumentasi dan kontrol (18% E) = Rp. 11.585.446.740
d. Perpipaan terpasang (66% E) = Rp. 42.479.971.380
e. Listrik terpasang (15% E) = Rp. 9.654.538.950
f. Bangunan + tanah (30% E) = Rp. 19.309.077.900
g. Fasilitas pelayanan (75% E) = Rp. 48.272.694.750
h. Pengembangan lahan (10% E) = Rp. 6.436.359.300
Total modal langsung (DC) = Rp. 227.203.483.290
XI-6
2. Modal tak langsung (IC)
a. Engineer dan supervisi (35% E) = Rp. 22.527.257.550
b. Biaya kontruksi (45%E) = Rp. 28.963.616.850
Total modal tak langsung (IC) = Rp. 51.490.874.400
3. Total plant cost (TPC)
TPC = DC + IC = Rp. 214.330.764.690
4. Modal tetap (FCI)
a. Kontraktor 20% (DC + IC) = Rp. 42.886.152.938
b. Biaya tak terduga 25% (DC + IC) = Rp. 53.582.691.172
Total modal tetap (FCI) = Rp. 96.468.844.110
5. Modal kerja (WCI) 20% TCI = Rp. 24.117.211.028
6. Total kapital investment (TCI)
TCI = FCI + WCI
TCI = 20% TCI + Rp. 96.468.844.110
80% TCI = Rp. 96.468.844.110
TCI = Rp. 120.586.055.138
11.1.5. Biaya Pembuatan
1. Biaya produksi langsung
a. Gaji karyawan 1 tahun (TK) = Rp. 3.202.800.000
b. Bahan baku 1 tahun = Rp. 1.642.243.332
c. Utilitas 1 tahun = Rp. 5.283.497.700
d. Pemeliharaan dan perawatan (10% FCI) = Rp. 9.646.884.411
XI-7
e. Laboratorium (15% TK) = Rp. 40.035.000
f. Paten dan royalties (3% TPC) = Rp. 1.492.310.269
g. Supervisi (15% TK) = Rp. 40.035.000
Total biaya produksi langsung (DPC) = Rp. 21.347.805.712
2. Biaya produksi tetap
a. Pajak kekayaan (5% FCI) = Rp. 4.823.442.206
b. Asuransi (5% FCI) = Rp. 4.823.442.206
c. Depresiasi alat (15% E) = Rp. 9.654.538.950
d. Depresiasi bangunan (3% bangunan) = Rp. 55.800.000
e. Bunga bank (15% modal pinjaman) = Rp. 7.235.163.308
Total biaya produksi tetap (FPC) = Rp. 26.592.386.670
3. Biaya overhead pabrik = Rp. 4.967.909.706
4. Biaya pengeluaran umum (GE)
a. Administrasi (15% TPC) = Rp. 4.974.367.564
b. Distribusi dan pemasaran (2,5% TPC) = Rp. 994.873.513
c. Litbang (5%TPC) = Rp. 2.487.183.782
Total biaya umum (GE) = Rp. 8.456.424.860
5. Biaya produksi tetap (TPC)
TPC = DPC +FPC + Overhead + GE = Rp. 49.743.675.647
XI-8
11.1.6. Analisa Profitabilitas
Asumsi yang diambil:
1. Modal yang digunakan terdiri dari:
a. Modal sendiri (60%)
b. Modal pinjaman (40%)
2. Bunga kredit = 15% per tahun
3. Masa kontruksi
Tahun I = 60% modal sendiri + 40% modal pinjaman
Tahun II = 60%modal sendiri + 40% modal pinjaman
4. Pengembalian pinjaman dalam waktu 10 tahun
5. Umur pabrik 5 tahun
6. Kapasitas produksi
Tahun = 80% dari produksi total
Tahun = 100% dari produksi total
7. Pajak penghasilan = 30% per tahun
Menghitung total investasi:
- Masa kontruksi tahun I:
Modal sendiri = 60% TCI = Rp. 72.351.633.083
Modal pinjaman = 40% TCI = Rp. 48.234.422.055
- Masa kontruksi tahun I:
Modal sendiri = 60% Tahun I = Rp. 43.410.979.850
Modal pinjaman = 40% Tahun II = Rp. 19.293.768.822
XI-9
Menghitung biaya variabel (VC):
- Bahan baku/tahun = Rp. 1.642.243.332
- Utilitas 1 tahun = Rp. 5.283.497.700
- Pengemasan 1 tahun = Rp. 279.999.992
- Gaji karyawan = Rp. 266.900.000
Total biaya variabel (VC) = Rp. 7.472.641.024
Menghitung biaya semi variabel (SVC):
- Biaya umum = Rp. 8.456.424.860
- Biaya overhead = Rp. 4.967.909.706
- Pemeliharaan = Rp. 9.646.884.411
- Biaya loboratorium = Rp. 40.035.000
Total biaya semi variabel (SVC) = Rp. 23.111.253.977
Laba untuk kapasitas pabrik 100%
Pajak = 35% per tahun
Laba Kotor = Total penjualan Biaya produksi total
= Rp. 189.999.994.700 Rp. 120.586.055.138
= Rp. 69.413.939.562
Laba Bersih = Laba kotor (1-0,35)
= Rp. 69.413.939.562 0,65
= Rp. 45.119.060.715
XI-10
Nilai penerimaan Cash Floe setalah pajak (C
A
)
C
A
= Laba bersih + Depresiasi
= Rp. 45.119.060.715 + Rp. 9.654.538.950
= Rp. 54.773.599.665
Menghitung penilaian investasi:
1. POT
FCI = Rp. 96.468.844.110
TCI = Rp. 120.586.055.138
C
A
= Rp. 54.773.599.665
POT = tahun 1
Flow Cash
FCI

= tahun 1
599.665 Rp.54.773.
.110 96.468.844 Rp.

= 1,76 tahun
2. ROI
Pajak = 35%
Laba kotor = Rp. 69.413.939.562
Laba bersih = Rp. 45.119.060.715
FCI = Rp. 96.468.844.110
ROI
BT
= % 100
FCI
Kotor Laba

= % 100
.110 96.468.844 Rp.
.562 69.413.939 Rp.

= 71,96 %
XI-11
ROI
AT
= % 100
FCI
bersih Laba

= % 100
.110 96.468.844 Rp.
.715 45.119.060 Rp.

= 46,77%
3. BEP
FPC = Rp. 26.592.386.670
SVC = Rp. 23.111.253.977
VC = Rp. 7.472.641.024
S = Rp.189.999.994.700
BEP = % 100
VC - SVC 0,7 - S
SVC 0,3 FPC

= % 100
024 7.472.641. ) .977 23.111.253 7 , 0 ( 4.700 189.999.99
) .977 23.111.253 3 , 0 ( .670 26.592.386



= 38,53%
Gambar 11.1 Break event point Pra Rencana Pabrik Etanol
XI-12
Titik BEP terjadi pada kapasitas produksi:
= 38,53% 20.000 ton/tahun
= 7766 ton/tahun
Nilai BEP untuk pabrik Etanol berada diantara 30-80%, maka nilai BEP
memadai. Untuk produksi Tahun I kapasitas pabrik 80% dari kapasitas
sesungguhnya, sehingga keuntungannya adalah:
BEP - 100
) kapasitas - (100 - BEP) 100 (
PB
PBi

Dimana:
PBi = Keuntungan pada % kapasitas yang tercapai (dibawah 100%)
PB = Keuntungan pada kapasitas 100%
% Kap = % kapasitas yang tercapai
060.715 Rp.45.119.
PBi
=
) 38,53 100 (
) 80 100 ( ) 38,53 100 (


PBi = Rp. 30.439.034.417
Sehingga Chas Flow setelah pajak untuk Tahun I:
C
A
= Laba bersih Tahun I + Depresiasi
= Rp. 30.439.034.417 + Rp. 9.710.338.950
= Rp. 40.149.373.367
4. Shut Down Point
SDP adalah suatu titik yang merupakan kapasitas minimal pabrik yang masih
boleh beroperasi.
SDP = % 100
VC - SVC - S
SVC 0,3

XI-13
= % 100
024 7.472.641. - .977 23.111.253 - 4.700 189.999.99
.977 23.111.253 3 , 0

= 4,35%
Titik Shut Down Point terjadi pada kapasitas:
= 4,35% 20.000 ton/tahun
= 870 ton/tahun
5. Net Present Value
Metode ini digunakan untuk menghitung selisih dari nilai penerimaan kas
bersih dengan nilai investasi sekarang.
Langkah-langkah menghitung NPV:
a. Menghitung C
A0
(tahun Ke-0) untuk masa konstruksi 2 tahun
C
A-2
= 40% C
A
(1 + i)
2
= 40%

Rp. 54.773.599.665

(1 + 0,2)
2
= Rp.31.549.593.407
C
A-1
= 60% C
A
(1 + i)
2
= 60% Rp. 54.773.599.665 (1 + 0,2)
2
= Rp. 47.324.390.111
C
A-O
= (C
A-2
- C
A-1
)
= Rp. 31.549.593.407 - Rp. 47.324.390.111
= Rp. -157.747.96.704
b. Menghitung NPV tiap tahun
NPV = C
A
Fd
Fd =
2
) 1 (
1
i
XI-14
Dimana:
NPV = Net Preaent Value
CA = Cash Flow setalah pajak
Fd = Faktor diskon
i = Tingkat bunga bank
n = Tahun ke-n
Tabel 11.1 Cash flow untuk NPV selama 10 tahun
Tahun Cash Flow/C
A
(Rp) Fd (i = 0,15) NPV
0 -157.747.96.704 1 -15.774.796.704
1 47.324.390.111 0,8696 41.153.289.640,5256
2 31.549.593.407 0,7561 23.854.647.575,0327
3 31.549.593.407 0,6575 20.743.857.665,1025
4 31.549.593.407 0,5718 18.040.057.510,1226
5 31.549.593.407 0,4972 15.686.457.841,9604
6 31.549.593.407 0,4323 13.638.889.229,8461
7 31.549.593.407 0,3759 11.859.492.161,6913
8 31.549.593.407 0,3269 10.284.141.084,7483
9 31.549.593.407 0,2843 8.943.962.405,6101
10 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104
Nilai Sisa 0 0,2472 0
WCI 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104
Total 165.763.018.459
Karena harga NPV positif, maka pabrik layak didirikan.
XI-15
6. Internal Rate Of Return (IRR)
Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat bunga pada investasi.
Harga IRR harus lebih tinggi dari tingkat bunga bank sehingga harus dipenuhi
persamaan dibawah ini dengan cara trial.
IRR = i
2
+ ) (
NPV NPV
NPV
1 2
2 1
1
i i

Dimana:
i
1
= Besarnya bunga pinjam tahun ke-1 yang trial 15%
i
2
= Besarnya bunga pinjam tahun ke-2 yang trial 24%
Tabel 11.2Cash flow untuk IRR selama 10 tahun
Tahun
Cash Flow/CA
(Rp)
Fd (i = 0,15) PV
1
FD (0,24) PV
2
0 -157.747.96.704 1 -15.774.796.704 1 -15.774.796.704
1 47.324.390.111 0,8696 41.153.289.640,5256 0,650364 26.764.618.063,7708
2 31.549.593.407 0,7561 23.854.647.575,0327 0,422974 10.089.895.703,4019
3 31.549.593.407 0,6575 20.743.857.665,1025 0,275087 5.706.365.573,5201
4 31.549.593.407 0,5718 18.040.057.510,1226 0,178907 3.227.492.568,9635
5 31.549.593.407 0,4972 15.686.457.841,9604 0,116354 1.825.182.115,7435
6 31.549.593.407 0,4323 13.638.889.229,8461 0,075673 1.032.095.664,6901
7 31.549.593.407 0,3759 11.859.492.161,6913 0,049215 583.664.906,7376
8 31.549.593.407 0,3269 10.284.141.084,7483 0,032008 329.174.787,8406
9 31.549.593.407 0,2843 8.943.962.405,6101 0,020817 186.186.465,3976
10 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104 0,013538 105.282.473,9545
Nilai sisa 0 0,2472 0 0,0135 0
WCI 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104 0,013538 105.282.473,9545
Total NPV
1
= 165.763.018.459 NPV
2
= 34.180.444.094
XI-16
IRR = %) 15 % 24 (
.094 34.180.444 - 8.459 165.763.01
8.459 165.763.01
% 15
= 26.34%
Dengan besarnya IRR = 26.34% maka pabrik layak didirikan, karena IRR > bunga
bank (15%).
XII-1
BAB XII
KESIMPULAN
Pra Rencana Pabrik Etanol dari Ubi Kayu dengan Proses Fermentasi
direncanakan akan didirikan di Mbay, Nagekeo, Flores, NTT dengan kapasitas
20000 ton/tahun.
Dari segi rancang bangun peralatan, secara keseluruhan peralatan baik
jenis maupun ukurannya sangat memungkinkan untuk diperoleh dan diadakan
serta mudah dalam pemeliharaannya.
Berdasarkan perhitungan dan analisa ekonomi maka Pra Rencana Pabrik Etanol
dari Ubi Kayu dengan Proses Fermentasi ini layak untuk didirikan dengan
pertimbangan sebagai berikut:
- ROI sebelum pajak = 71,96 %
- ROI sesudah pajak = 46,77%
- Pay Out Time (POT) = 1 tahun 8 bulan
- Break Event Point (BEP) = 38,53%
- Internal Rate of Return (IRR) = 26.34%
Dari segi manajemen dengan jumlah karyawan yang ada serta bentuk
peusahaan Peseroan Terbatas (PT) dan struktur organisasi garis dan staff, maka
pembagian tugas dan tanggung jawab dari karyawan akan lebih jelas.
Dengan memperhatikan tinjauan dan pembahasan maka dapat disimpulkan
bahwa Pra Rencana Pabrik Etanol dari Ubi Kayu dengan Proses Fermentasi
dapat dilanjutkan pada tahap perancangan.
DAFTAR PUSTAKA
Brownell, L.E. and Young, E.H., 1959, Process Equipment design, 1
st
Edition, John
Wiley and Sons, Inc., New York.
Geankoplis, C.J., 1993, Transport Processes and Unit Operations, 3
th
Edition,
Prentice-Hall, Inc., New York.
Hasse, H.C. and Rushton, J.H., 1959, Process Equipment Design, D Van Nostrand
Company, Inc., New Jersey.
Hougen, O.A., Waston, K.M., and Ragatz, R.A,. 1954, Chmical Process Principles,
2
nd
Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Kern, D.Q., 1965, Process Heat Transfer, International Edition, McGraw-Hill Book
Co., Singapore.
Kirk, E.R., and Othmer, D.F., 1965, Encyclopedia of Chemical Technology, Vol
5,3
rd
Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Kirk, E.R., and Othmer, D.F., 1965, Encyclopedia of Chemical Technology, Vol
9,3
rd
Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Kirk, E.R., and Othmer, D.F., 1965, Encyclopedia of Chemical Technology, Vol
22,3
rd
Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Kirk, E.R., and Othmer, D.F., 1965, Encyclopedia of Chemical Technology, Vol
23,3
rd
Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Kirk, E.R., and Othmer, D.F., 1965, Encyclopedia of Chemical Technology, Vol
24,3
rd
Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Ludwing, E.E., 1964, Applied Process Design for Chemical and Petrochemical
Plants, 2
nd
Edition, Guff Publishing Company, Houston.
Perry, R.H., 1998, Perrys Chemical Engineering Handbook, 6
th
Edition, McGraw-
Hill Book Co., New York.
Perry, R.H., 2000, Perrys Chemical Engineering Handbook, 7
th
Edition, McGraw-
Hill Book Co., New York.
Peters, M.S., and Timmerhaus, K.D., 1981, Plant Design and Economies for
Chemical Engineers, 3
rd
Edition, McGraw-Hill Book Company., New York.
Smith, J. M., and Van Ness, H. C., 1987, Introduction to Chemical Engineering
Thermodynamics, 4
th
Edition, McGraw-Hill Book Co., Singapore.
Ulrich, G. D., 1984, A Guide to Chemical Engineering Process Design and
Economics, John Wiley and Sons, Inc., New York.
Van Winkle, M., 1967, Distilation, McGraw-Hill Book Company, New York.
App A-1
APPENDIKS A
PERHITUNGAN NERACA MASSA
Kapasitas Produksi = 20.000 ton/thn
Produksi Etanol =
300 24
1000 000 . 20

= 2777,7777 kg/jam
Operasi = 300 hari/thn
Basis = 680003,9419 kg/jam
Berat Molekul:
C
12
H
22
O
11
= 342
(C
6
H
10
O
5
)
3
= 486
C
12
H
20
O
10
= 324
C
18
H
28
O
14
= 468
C
6
H
12
O
6
= 180
H
2
O = 18
H
2
N.CN.NH
2
= 58
CaO = 56
App A-2
1. Pencucian Ubi Kayu
H
2
O
Ubi kayu kotor Ubi kayu bersih
Kotoran + H
2
O
Ubi kayu yang dibutuhkan: 680003,9419 kg
Asumsi: Kotoran ubi kayu 10%
Total ubi kayu bersih = Berat ubi kayu x 90%
= 680003,9419 x 90%
= 612003,5477 kg
Kotoran ubi kayu = Berat ubi kayu x 10%
= 680003,9419 x 10%
= 68000,399419 kg
Tabel App.A.1 Neraca massa pencucian ubi kayu
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Ubi kayu kotor
H
2
O
680003,9419
680003,9419
Ubi kayu bersih
Kotoran + H
2
O
612003,5477
748004,3465
Total 1360007,884 1360007,884
App A-3
2. Mesin Penggiling Ubi Kayu
H
2
O
Ubi kayu Produk slurry
Asumsi:
Penambahan air 16% ubi kayu (Trubus, 2007)
Komposisi ubi kayu:
Karbohidrat = 34,70%
Protein = 1,20%
Lemak = 0,30%
Air = 62,50%
Ubi kayu yang digunakan 612003,5477 kg
Karbohidrat = 34,70 % x 612003,5477 kg = 212365,2371 kg
Protein = 1,20 % x 612003,5477 kg = 7344,0426 kg
Lemak = 0,30 % x 612003,5477 kg = 1836,0106 kg
Air = 62,50 % x 612003,5477 kg = 382502,2173 kg
Impiuritis = 1,30 % x 612003,5477 kg = 7956,0461 kg
Total Ubi Kayu = 612003,5477 kg
Komposisi Karbohidrat:
Amylosa (C
12
H
20
O
10
) = 27%
Amylopektin (C
18
H
28
O
14
) = 73%
App A-4
Jadi komposisi karbohidrat:
Amylosa (C
12
H
20
O
10
) = 27 % x 212365,2371 kg = 57338,6140 kg
Amylopektin (C
18
H
28
O
14
) = 73 % x 212365,2371 kg = 155026,6231 kg
Penambahan air agar kadar slurry mencapai 16%
Berat kering = 221545,091 kg
H
2
O sisa = kg 091 , 221545
% 84
% 16

= 42199,0649 kg
Tabel App A.2 Neraca massa mesin giling ubi kayu
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Ubi kayu:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
- Impiuritis
Air yang ditambahkan
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
382502,2173
7956,0461
42199,0649
Slurry:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
- Impiuritis
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
424701,2822
7956,0461
Total 654202,6186 Total 654202,6186
App A-5
3. Reaktor Liquifikasi
E. -amylase
Slurry Slurry
E. -amylase
Asumsi:
Enzim yang ditambahkan sebesar 0,2143 g setiap berat kering (Prihandana
Rama, dkk. 2007)
Amylase yang terhidrolisis menjadi 17% (Trubus, 2007)
Amylopektin yang terhidrolisis menjadi 17% (Trubus, 2007)
Komposisi Feed Masuk:
Slurry:
- Amylosa = 57338,6140 kg
- Amylopektin = 155026,6231 kg
- Protein = 7344,0426 kg
- Lemak = 1836,0106 kg
- Air = 424701,2822 kg
= 646246,0496 kg
Reaksi I : C
12
H
20
O
10
+ H
2
O C
12
H
22
O
11
Amylosa Maltosa
Amylosa yang bereaksi = 17 , 0
324
57338,6140

kg
= 30,0851 K.mol
Air yang bereaksi = 30,0851 x 18 = 541,5318 kg
Maltosa yang terbentuk = 30,0851 x 342 =10289,1042 kg
T = 90
0
C
App A-6
Amylosa sisa = 57338,6140 x 0,83 = 47591,0496 kg
Reaksi II: C
18
H
28
O
14
+ H
2
O (C
6
H
10
O
5
)
3
Amylopektin Dextrin
Amylopektin yang bereaksi = 17 , 0
468
1 155026,623

kg
= 56,3131 K.mol
Air yang bereaksi = 56,3131 x 18 = 1013,6358 kg
Dextrin yang terbentuk = 56,3131 x 486 = 27368,1666 kg
Amylopektin sisa = 155026,6231 x 0,83 = 128672,0972 kg
Jumlah sisa H
2
O = 424701,2822 kg (H
2
O reaksi I + H
2
O reaksi II)
= 424701,2822 kg (541,5318 kg + 1013,6358 kg)
= 424701,2822 kg 1555,1676 kg
= 423146,1146 kg
Enzim yang ditambahkan 0,2143 g setiap berat kering (Prihandana Rama,
dkk. 2007)
= ing berat ker
1000
2143 , 0

= kg 221545,091
1000
2143 , 0

= 47,4771 kg
App A-7
Tabel App A.3 Neraca massa reaktor liquifikasi
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
Enzim:
- E.-amylase
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
424701,2822
= 646246,5725
47,4771
Slurry:
- Amylosa sisa
- Amylopektin sisa
-
C
12
H
22
O
11
- (C
6
H
10
O
5
)
3
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
47591,0496
128672,0972
10289,1042
27368,1666
7344,0426
1836,0106
423146,1146
47,4771
Total 646294,0496 Total 646294,0496
4. Reaktor Sakarifikasi Awal
E. Glukoamylase
Slurry Slurry
E.-amylase E. Glukoamylase
App A-8
Asumsi:
Enzim yang ditambahkan 0,1286 g setiap berat kering (Prihandana Rama,
dkk. 2007)
Maltosa yang terhidrolisa menjadi 96% (Prihandana Rama, dkk. 2007)
Dextrin yang terhidrolisis menjadi 98% (Prihandana Rama, dkk. 2007)
Komposisi Feed Masuk:
Slurry:
- C
12
H
22
O
11
= 10289,1042 kg
- (C
6
H
10
O
5
)
3
= 27368,1666 kg
- Protein = 7344,0426 kg
- Lemak = 1836,0106 kg
- Air = 423146,1146 kg
- E.-amylase = 47,4771kg
= 470030,9157 kg
Reaksi I : C
12
H
22
O
11 +
H
2
O 2 (C
6
H
12
O
6
)
Maltosa mula-mula = 1
342
10289,1042

kg
= 30,0851 kmol
Maltosa yang bereaksi = 30,0851 x 0,96 = 28,8817 kg
= 28,8817 x 342 = 9877,5414 kg
Maltosa sisa = Maltosa mula-mula Maltosa yang bereaksi
= 10289,1042 kg 9877,5414 kg
= 411,5628 kg
Air yang bereaksi = Maltosa yang bereaksi x BM H
2
O
= 30,0851 x 18 = 541,5318 kg
App A-9
Glukosa yang terbentuk = Maltosa yang bereaksi x 2
= 30,0851 x 2 = 60,1702 K.mol
= 60,1702 x 180 = 10830,636 kg
Reaksi II: (C
6
H
10
O
5
)
3
+ 3 H
2
O 3 (C
6
H
12
O
6
)
Dextrin Glukosa
Dextrin yang bereaksi = 98 , 0
486
27368,1666

kg
= 55,1868 K.mol
Air yang bereaksi = 55,1868 x 3 = 165,5604 K.mol
= 165,5604 x 18 = 2980,0872 kg
Dextrin sisa = 27368,1666 kg x 0,02 = 547,3633 kg
Glukosa yang terbentuk = 55,1868 x 3 = 165,5604 K.mol
= 165,5604 x 180 = 29800,872 kg
Jumlah sisa H
2
O = H
2
O mula-mula (H
2
O reaksi I + H
2
O reaksi II)
= 423146,1146 kg (541,5318 kg + 2980,0872 kg)
= 423146,1146 kg 3521,619 kg
= 419624,381 kg
Enzim yang ditambahkan 0,1216 g setiap berat kering (Prihandana Rama,
dkk. 2007)
= ing berat ker
1000
1216 , 0

= kg 8011 , 46884
1000
1216 , 0

= 5,7012 kg
App A-10
Tabel App A.4 Neraca massa reaktor sakarifikasi awal
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- (C
6
H
10
O
5
)
3
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
Enzim:
- E.glukoamylase
10289,1042
27368,1666
7344,0426
1836,0106
423146,1146
47,4771
= 470030,9157
5,7012
Slurry:
- (C
6
H
10
O
5
)
3
sisa
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
541,5318
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
Total 470036,6169 Total 470036,6169
5. Reaktor Sakarifikasi Lanjutan
NPK + Ragi H
2
N.CN.NH
2
CO
2
Slurry Slurry + C
2
H
5
OH
H
2
N.CN.NH
2
NPK + Ragi
App A-11
Asumsi:
Ragi yang dibutuhkan sebanyak 0,14 g/ltr (Prihandana Rama, dkk. 2007)
NPK yang dibutuhkan sebanyak 2 g/ltr (Prihandana Rama, dkk. 2007)
H
2
N.CN.NH
2
yang dibutuhkan sebanyak 9,29 g/ltr (Prihandana Rama, dkk.
2007)
Glukosa dikonversi 18% (Trubus, 2007)
Untuk penambahan ragi, NPK dan urea, maka:
Penambahan Ragi
= 14 , 0
1000
1213 , 50412

kg
= 7,0577 kg
Penambahan NPK
= 2
1000
1213 , 50412

kg
= 100,8242 kg
Penambahan Urea
= 29 , 9
1000
1213 , 50412

kg
= 468,3286 kg
App A-12
Komposisi Feed Masuk:
Slurry:
- C
12
H
22
O
11
= 411,5628 kg
- C
6
H
12
O
6
= 40631,508 kg
- Protein = 7344,0426 kg
- Lemak = 1836,0106 kg
- Air = 419624,381 kg
- E.-amylase = 47,4771 kg
- E.glukoamylase = 5,7012 kg
= 469900,7979 kg
Reaksi yang terjadi:
Yeast saccharomyces cereviseae
C
6
H
12
O
6
2 C
2
H
5
OH + 2 CO
2
Glukosa Etanol
Glukosa mula-mula = 18 , 0
180
40631,508

kg
= 40,6315 K.mol
Etanol yang terbentuk = 40,6315 x 46 = 1869,049 K.mol
= 1869,049 x 2 = 3738,098 kg
CO
2
yang terbentuk = 40,6315 x 44 = 1787,786 kg
= 1787,786 x 2 = 3575,572 kg
Glukosa sisa = 40631,508 x 0,82 = 33317,8366 kg
App A-13
Tabel App A.5 Neraca massa sakarifikasi lanjutan
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
Nutrient:
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
= 469900,7979
468,3286
100,8242
7,0577
= 576,2105
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
Gas:
CO
2
411,5628
3738,098
33317,8366
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
7,0577
= 466901,435
3575,572
Total 470477,0084 Total 470477,0084
Kehilangan pada reaktor sakarifikasi lanjutan: CO
2
= 3575,572 kg
App A-14
6. Pemisahan Serat
Feed Cairan
Cake
Asumsi: Liquid terikut solid sebesar 60%
Liquid:
C
12
O
22
H
11
= 411,5628 kg
C
6
H
12
O
6
= 33317,8366 kg
C
2
H
5
OH = 3738,098 kg
Air = 419624,381 kg
= 457091,8784 kg
Solid:
H
2
N.CN.NH
2
= 468,3286 kg
E.-amylase = 47,4771kg
E.glukoamylase = 5,7012 kg
NPK = 100,8242 kg
Ragi = 7,0577 kg
Protein = 7344,0426 kg
Lemak = 1836,0106 kg
= 9809,442 kg
RVF
App A-15
Liquid terikut solid 60%:
C
6
H
12
O
6
= 33317,8366 kg x 60 % = 19990,7019 kg
C
12
O
22
H
11
= 411,5628 kg x 60 % = 246,9377 kg
Air = 419624,381 kg x 60 % = 251774,6286 kg
= 271012.2682 kg
Liquid yang ikut terpisah:
C
6
H
12
O
6
= 33317,8366 kg - 19990,7019 = 13327,1347 kg
C
12
O
22
H
11
= 411,5628 kg - 246,9377 = 164,6251 kg
Air = 419624,381 kg 251774,6286 = 167849,7524 kg
= 181341,5122 kg
Tabel App A.6 Neraca massa pemisahan serat
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
411,5628
3738,098
33317,8366
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
Cake:
- E.-amylase
- E.glukoamylas
H
2
N.CN.NH
2
- Protein
- Lemak
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Air
- NPK
- Ragi
47,4771
5,7012
468,3286
7344,0426
1836,0106
246,9377
19990,7019
251774,6286
100,8242
7,0577
App A-16
- Ragi 7,0577
Bahan terpisah:
- C
2
H
5
OH
- Air
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
= 281839,7108
3738,098
167849,7524
164,6251
13327,1347
= 185079,6102
Total 466901,3204 Total 466901,3204
7. Decanter
C
6
H
12
O
6
C
2
H
5
OH
C
2
H
5
OH Air
Air C
12
H
22
O
11
C
12
H
22
O
11
Cake C
6
H
12
O
6
Feed masuk:
C
2
H
5
OH = 3738,098 kg
Air = 167849,7524 kg
C
12
H
22
O
11
= 164,6251 kg
C
6
H
12
O
6
=13327,1347 kg
= 185079,6102 kg
App A-17
Air yang dipisahkan = 88% dari air yang masuk
= 88% x 167849,7524 kg
= 147707,7821 kg
C
6
H
12
O
6
yang dipisahkan = 80% dari glukosa yang masuk
= 80% x 13327,1347 kg
= 10661,7078 kg
C
12
H
22
O
11
yang dipisahkan = 80% dari maltosa yang masuk
= 80% x 164,6251 kg
= 131,7001 kg
Bahan yang masuk destilasi:
Air = 167849,7524 kg - 147707,7821 kg = 20141,9703 kg
C
12
H
22
O
11
= 164,6251 kg - 131,7001 kg = 32,925 kg
C
6
H
12
O
6
=13327,1347 kg -10661,7078 kg = 2665,4269 kg
Tabel App A.7 Neraca massa decanter
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
167849,7524
164,6251
13327,1347
Ke distilasi:
- C
2
H
5
OH
- Air
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
Cake:
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
= 26578,4202
App A-18
- Air
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
147707,7821
131,7001
10661,7078
= 158501,19
Total 185079,6102 Total 185079,6102
8. Distilasi
C
2
H
5
OH, Air
C
6
H
12
O
6
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
2
H
5
OH, Air, C
12
H
22
O
11,
C
6
H
12
O
6
Asumsi:
Distilat: 95% etanol dan 5% air
Tabel App A.8 Komposisi feed masuk
Masuk Kg Mol Fraski Mol
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
81,263
1118,9984
0,0963
14,8079
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
Total 26578,4202 1215,1656 1
App A-19
X
F
= 0,0669
X
D
=
) 18 / 05 , 0 ( ) 46 / 95 , 0 (
46 / 95 , 0

= 0,8834
X
B
=
) 342 05 , 0 ( ) 180 15 , 0 ( ) 18 / 45 , 0 ( ) 46 / 35 , 0 (
46 / 35 , 0

= 0,2263
F = D + B
1215,1656 + B
F x X
F
= D x X
D
+ B x X
B
(1215,1656 x 0,0669) = (1215,1656 x B)( 0,8834) + (B x 0,2263)
81,2946 = 1073,4773 0,8834 B + 0,2263B
0,7765 B = 995,4674
B = 1281,9928
D = B F
= 1281,9928 - 1215,1656 = 66,8272 kgmol
Komposisi distilat
C
2
H
5
OH = X
D
x D
= 0,8834 x 66,8272
= 2715,6153 kg
Air = 8272 , 66
) 18 / 05 , 0 ( ) 46 / 95 , 0 (
) 18 / 05 , 0 (

= 142,6104 kg
C
12
H
22
O
11
=
) 342 05 , 0 ( ) 180 15 , 0 ( ) 18 / 45 , 0 ( ) 46 / 35 , 0 (
342 / 05 , 0

x 66,8272
= 0,2909 kg
App A-20
C
6
H
12
O
6
=
) 342 05 , 0 ( ) 180 15 , 0 ( ) 18 / 45 , 0 ( ) 46 / 35 , 0 (
180 / 15 , 0

x 66,8272
= 1,6580 kg
Komposisi Bottom
Sisa C
2
H
5
OH = 3738,098 2715,6153 = 1022,4827 kg
Sisa Air = 20141,9703 142,6104 = 19999,3599 kg
C
12
H
22
O
11
= 32,925 - 0,2909 = 32,6341 kg
C
6
H
12
O
6
= 2665,4269 - 1,6580 = 2663,7689 kg
Tabel App A.9 Neraca massa destilasi
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
Distilat::
- C
2
H
5
OH
- Air
Bottom:
- C
2
H
5
OH
- H
2
O
- C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
2715,6153
142,6104
= 2858,2257
1022,4827
19999,3599
32,6341
2663,7689
= 23718,2456
Total 26578,4202 Total 26578,4202
App A-21
Menghitung Bubble Point and Dew point
Rumus Untuk Menghitung Bubble Point:
Perhitungan buble point untuk feed dengan menggunakan sistem multi
komponen yang diketahui feed terdiri dari dua komponen. Perhitungan
dilakukan dengan cara mencari masing-masing komponen feed. Perhitungan
dilakukan dengan mengasumsikan harga Pi
sat
pertama 760 mmHg. Dengan
tryal dan ereor dari nilai Ti
sat
yang tepat untuk mencari Pi
sat
baru dengan
menggunakan persamaan antoine:
ln P =
C T
B
A

..............................................................(1)
Dimana:
A,B,C = konstanta antoine untuk masing-masing komponen.
Nilai Pi
sat
yang didapat, digunakan untuk mencari harga P dengan persamaan
(Matthew Van Winkle ):
asumsi Pi
baru Pi
P
sat
sat
........................................................... (2)
2 1
P P Pi ................................................................ (3)
2 2 1 1
P X P X Pt ........................................................ (4)
2 2 1 1
P X P X
XiPi
Yi

....................................................... (5)

0 , 1
Pi
YiPt
yi . (6)
App A-22
Rumus Untuk Menghitung Dew Point:
Perhitungan dew point untuk feed dengan menggunakan sistem multi
komponen yang diketahui feed yang terdiri dari dua komponen yang sama
pada perhitungan buble point,hanya simbol untuk masing-masing fraksi
komponen adalah Xi:
0 , 1

XiPi xi .......................................................(7)
Perhitungan Bubble Point:
Asumsi P = 1520 mmHg
Temperatur = 99,91
0
C
Tabel App A.10 Komposisi feed masuk
Masuk Kg Mol Fraski Mol
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
81,263
1118,9984
0,0963
14,8079
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
Total 26578,4202 1215,1656 1
App A-23
Tabel App A.11 Asumsi P = 1520 mmHg , temperatur 99,86
0
C
Komponen Xi Pi sat
P(Pi baru/
Pi asumsi)
3 3 1 1
... P X P X
XiPi
Yi

Xi .Yi Pi . Xi
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
3421,508416
1560,174027
29,81086427
464,5039867
2,250992379
1,026430281
0,0196124107
0,3055947281
0,076579607
0,8970851305
3,343204432
0,0263255099
0,002619
0,788179
0,1864043
0,0227978
117,0155878
1370,7689
0,0149054321
40,22604525
Total 1 1 1520,000
Asumsi P = 1520 mmHg
Temperatur = 99,86
0
C
Tabel App A.12 Komposisi distilat
Komponen Kg Mol Fraksi Mol
Etanol
Air
2715,6153
142,6104
59,0351
7,9228
0,8817
0,1183
Total 2858,2257 66,9579 1
Tabel App A.13 Asumsi P = 1520 mmHg , temperatur 50
0
C
Komponen Xi Pi sat
P(Pi baru/
Pi asumsi)
3 3 1 1
... P X P X
XiPi
Yi

Xi .Yi Pi . Xi
Etanol
Air
0,8817
0,1183
1625,58508
725,357916
1,06946386
0,47720916
0,9464150008
0,0535849996
0,839849
0,0160151
1442,544201
81,67530132
Total 1 1 1520,000
App A-24
Asumsi P = 1520 mmHg
Temperatur = 50
0
C
Tabel App A.14 Komposisi bottom
Masuk Kg Mol Fraksi Mol
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
1022,4827
19999,3599
32,6341
2663,7689
22,2279
1111,0756
0,09542
14,7987
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
Total 23718,2456 1148,19762 1
Tabel App A.15 Asumsi P = 1520 mmHg , temperatur 98,785
0
C
Komponen Xi Pi sat
P(Pi baru/
Pi asumsi)
3 3 1 1
... P X P X
XiPi
Yi

Xi .Yi Pi . Xi
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
3474,06779
1585,61117
471,255272
484,584424
2,285570914
1,043165245
0,310036363
0,318805542
0,024173362
0,9520690071
0,0001546747
0,0236029565
0,00025
0,99799854
0,00000007
0,00175139
36,82511857
1450,358454
0,235627636
35,95616427
Total 1 1 1520,000
Perhitungan dew Point:
Asumsi P = 1520 mmHg
Temperatur = 98,785
0
C
App A-25
Tabel App A.16 Komposisi feed masuk
Masuk Kg Mol Fraksi Mol
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
81,263
1118,9984
0,0963
14,8079
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
Total 26578,4202 1215,1656 1
Tabel App A.17 Asumsi P = 1520 mmHg , temperatur 89,52
0
C
Komponen Xi Pi sat
P(Pi baru/
Pi asumsi)
3 3 1 1
... P X P X
XiPi
Yi

Xi .Yi Pi . Xi
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
3411,074693
1556,255991
29,70241928
460,7580878
2,244128088
1,023852626
0,0195410653
0,3031303209
0,007655674
0,8972537223
3,264814978
0,0261168337
0,0002618
0,7883271
0,2097494
0,0022617
116,6587545
1367,326514
0,0148512096
39,9016504
Total 1 1 1520,000
Asumsi P = 1520 mmHg
Temperatur = 89,52
0
C
Tabel App A.18 Komposisi distilat
Komponen Kg Mol Fraksi Mol
Etanol
Air
2715,6153
142,6104
59,0351
7,9228
0,8817
0,1183
Total 2858,2257 66,9579 1
App A-26
Tabel App A.19 Asumsi P = 1520 mmHg , temperatur 99,145
0
C
Komponen Xi Pi sat
P(Pi baru/
Pi asumsi)
3 3 1 1
... P X P X
XiPi
Yi

Xi .Yi Pi . Xi
Etanol
Air
0,8817
0,1183
1626,719908
725,879926
1,070210466
0,477552583
0,9464139066
0,053586092
0,8398477
0,1601523
1443,551246
81,73407969
Total 1 1 1520,000
Asumsi P = 1520 mmHg
Temperatur = 99,145
0
C
Tabel App A.20 Komposisi bottom
Komponen Kg Mol Fraksi Mol
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
1022,4827
19999,3599
32,6341
2663,7689
22,2279
1111,0756
0,09542
14,7987
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
Total 23718,2456 1148,19762 1
App A-27
Tabel App A.21 Asumsi P = 1520 mmHg , temperatur 99,145
0
C
Komponen Xi Pi sat
P(Pi baru/
Pi asumsi)
3 3 1 1
... P X P X
XiPi
Yi

Xi .Yi Pi . Xi
Etanol
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
3474,06779
1585,61117
471,255272
484,584424
2,285570914
1,043165245
0,310036363
0,318805542
0,024173362
0,9520690071
0,0001546747
0,0236029565
0,00025
0,99799854
0,00000007
0,00175139
36,82511857
1450,358454
0,235627636
35,95616427
Total 1 1 1520,000
9. Dehidrasi
CaO
C
C
2
H
5
OH A
Air B
Produk
Asumsi:
Diharapkan produk bawah 99,5% etanol
Komposisi Feed Masuk:
C
2
H
5
OH = 2715,6153 kg
Air = 142,6104 kg
= 2858,2257 kg
App A-28
Reaksi yang terjadi:
CaO + H
2
O Ca(OH)
2
H
2
O semua = 05 , 0
18
142,6104

kg
= 4,486 K.mol
= 4,486 x 18 = 80,748 kg
CaO yang bereaksi = 7,9228 x 56 = 443,6768 kg
Ca(OH)
2
yang terbentuk = 7,9228 x 74 = 586,2872 kg
Jumlah sisa H
2
O = H
2
O mula-mula H
2
O reaksi
= 142,6104 kg 80,748 kg
= 62,1624 kg
Neraca massa total:
A = B + C
A = C
2
H
5
OH + Ca(OH)
2
= 2715,6153 kg + 586,2872 kg
= 3301,9025 kg
Neraca massa C
2
H
5
OH:
A . X. C
2
H
5
OH = B . X C
2
H
5
OH + C . X C
2
H
5
OH
3301,9025 kg x 0,995 = B x 1+ C x 0
B = 3301,9025 x 0,995
= 3285,3928 kg
A = B + C
C = A B
= 3301,9025 kg 3285,3928 kg
= 16,5097 kg
App A-29
Tabel App A.22 Neraca massa dehidrasi
Masuk Kg/jam Keluar Kg/jam
C
2
H
5
OH
Air
CaO
2715,6153
142,6104
443,6768
Produk:
C
2
H
5
OH
Air
Air
Ca(OH)
2
CaO ekses
2715,6153
62,1624
= 2777,7777
80,748
16,5097
427,1671
= 524,4248
Total 3301,9025 Total 3301,9025
App B-1
APPENDIKS B
PERHITUNGAN NERACA PANAS
Kapasitas Produksi = 20.000 ton/thn
Produksi Etanol =
300 24
1000 000 . 20

= 2777,7777 kg/jam
Satuan = Kcal
Suhu refrensi = 25
0
C 298,15 K.
Data Cp air pada suhu 30
0
C diambil pada Geankoplis fig.A.3-5 hlm 879.
Data Cp komponen diambil dari Perry edisi VI tabel 3-181 dan Hougen 1954
C
12
H
22
O
11
= 0,572 kal/kg
0
C
(C
6
H
10
O
5
)
3
= 0,417 kal/kg
0
C
C
12
H
20
O
10
= 0,317 kal/kg
0
C
C
18
H
28
O
14
= 0,348 kal/kg
0
C
C
6
H
12
O
6
= 0,277 kal/kg
0
C
CaO = 45,255 kal/kg
0
C
H
2
O = 1 kal/kg
0
C
Protein = 0,528 kal/kg
0
C
Lemak = 0,498 kal/kg
0
C
App B-2
1. Tangki Liquifikasi
-Amylase (30
0
C) T= 90
0
C
1 AH = 30
0
C 2 AH = 90
0
C
Reaksi yang terjadi adalah:

AH AH f produk f ), ( (reaktan) dari buku Hougen 1954, hlm 307
Reaksi I : C
12
H
20
O
10
+ H
2
O C
12
H
22
O
11
Amylosa Maltosa
R AH =

AH AH f produk f ) ( (reaktan)
= )) 085 , 30 3174 , 68 ( ) 6568 , 167 1 , 1350 (( ) 0851 , 30 9 , 1348 (
= 183716,3185 kal/mol
Reaksi II : C
18
H
28
O
14
+ H
2
O (C
6
H
10
O
5
)
3
Amylopektin Dextrin
R AH =

AH AH f produk f ) ( (reaktan)
= ( ) ( ) ) 3131 , 56 3174 , 68 ( ) 2535 , 331 2697 ( 3131 , 56 4108
= 658209,3101 kal/mol
Total R AH
v
= R AH 1 + R AH 2
= 183716,3185 + 658209,3101
= 841925,6286 kal/mol
T= 90
0
C
App B-3
Neraca Panas Total = 1 AH + R AH + Qs = 2 AH + Qloss
Dimana: 1 AH = Panas yang terkandung dalam bahan masuk
2 AH = Panas yang terkandung dalam bahan keluar
R AH = Panas reaksi
Qloss = Panas yang hilang
Suhu enzim -Amylase masuk 30
0
C
Perhitungan entalpi tiap komponen masuk berdasarkan persamaan:
AH= m x Cp x AT
Tabel App B.1 Panas bahan yang masuk 30
0
C
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) AT(
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
57338,6140
155026,6231
7344,0426
1836,0106
424701,2822
0, 317
0,348
0,528
0,498
1
5
5
5
5
5
90881,7032
269746,3242
19388,2725
4571,6664
2123506,411
Total 646246,0496 2503980,377
Tabel App B.2 Panas bahan masuk 30
0
C
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) AT(
0
C) AH(Kcal)
E.-amylase 47,4771 0,28 5 66,4679
Total 47,4771 66,4679
App B-4
Tabel App B.3 Komposisi bahan yang keluar dari tangki liquifikasi
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) % Berat
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- (C
6
H
10
O
5
)
3
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
10289,1042
27368,1666
7344,0426
1836,0106
423146,1146
47,4771
0, 317
0,348
0,528
0,498
1
0,28
0,0219
0,0582
0,0156
0,0039
0,9003
0,0001
Total 470030,9157 1
Cp Campuran = (0,0219 x 0,317) + (0,0582 x 0,348) + (0,0156 x 0,528) + (0,0039
x 0,498) + (0,9003 x 1) + (0,0001 x 0,28)
= 0,9377 (Kcal/kg
0
C)
Menghitung R AH Pada 90
0
C
R AH = R AH
v
+ (m .Cp . AT)
= 841925,6286 + (470030,9157 x 0,9377 x 65)
= 27286805,01 kcal
App B-5
Tabel App B.4 Panas bahan yang keluar 90
0
C
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) AT(
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
- Amylosa
- Amylopektin
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
10289,1042
27368,1666
7344,0426
1836,0106
423146,1146
47,4771
0, 317
0,348
0,528
0,498
1
0,28
65
65
65
65
65
65
212006,992
619067,9285
252047,542
59431,6631
27504497,45
864,0832
Total 470030,9157 28647915,66
Menghitung Panas Yang Dibawah Oleh Steam
Dipakai steam jenuh 120
0
C
steam =
kcal kj
kg kj
/ 1840 , 4
/ 2706
= 646,749522 kcal/kg
Qs = m .
= 646,749522 kcal/kg x m
Menghitung Kebutuhan Steam
1 AH + Qs = 2 AH
2503980,377 + (646,749522 x m) = 28647915,66
646,749522 m = 26143935,28
m =
749522 , 646
28 , 26143935
= 40423,5866 kg/jam
App B-6
Maka: Qs = m .
= 40423,5866 kg/jam x 646,749522
= 26143935,28 kcal
Menghitung Panas Yang Hilang (Qloss)
Qloss = 5 % x Qs
= 0,05 x 26143935,28
= 1307196,764 kcal
2 AH = 1 AH + R AH + Qs - Qloss
= 2503980,377 + 27286805,01 + 26143935,28 1307196,764
= 54627523,9 kcal
Tabel App B.5 Neraca panas liquifikasi
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 AH = 2503980,377
R AH = 27286805,01
Qs = 26143935,28
2 AH = 54627523,9
Qloss = 1307196,764
Total = 55934720,67 Total = 55934720,67
2. Tangki Sakarifikasi Awal
Glukoamylase
1 AH 90
0
C 2 AH 60
0
C
T= 60
0
C
App B-7
Neraca Panas Total = 1 AH + 2 AH + R AH = 3 AH + 4 AH
Dimana:
1 AH = Panas yang terkandung dalam bahan masuk (90
0
C)
2 AH = Panas yang dibawah air pendingin (30
0
C)
3 AH = Panas bahan yang keluar (60
0
C)
4 AH = Panas yang diserap air pendingin (60
0
C)
R AH = Panas reaksi
Menghitung Panas Dalam Bahan Masuk ( 1 AH )
Tabel App B.6 Entalpi media masuk (90
0
C)
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) AT(
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- (C
6
H
10
O
5
)
3
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
10289,1042
27368,1666
7344,0426
1836,0106
423146,1146
47,4771
0, 317
0,348
0,528
0,498
1
0,28
65
65
65
65
65
65
212006,992
619067,9285
252047,542
59431,6631
27504497,45
864,0832
Total 470030,9157 28647915,66
Tabel App B.7 Entalpi panas bahan masuk (90
0
C)
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C AT(
0
C) AH(Kcal)
E.Glukoamylase 5,7012 0,286 65 105,9851
Total 5,7012 105,9851
App B-8
Menghitung Panas Reaksi ( R AH )
Reaksi yang terjadi adalah:
Reaksi I : C
12
H
22
O
11 +
H
2
O 2 (C
6
H
12
O
6
)
Maltosa Glukosa

AH AH f produk f ), ( (reaktan) dari buku Hougen 1954, hlm 307
R AH =

AH AH f produk f ) ( (reaktan)
= ( ) ( ) ) 0851 , 30 3174 , 68 ( ) 8817 . 28 9 , 1348 ( 1702 , 60 673
= - 3591,3553 kal/mol
Reaksi II : (C
6
H
10
O
5
)
3
+ 3 H
2
O 3 (C
6
H
12
O
6
)
Dextrin Glukosa
R AH =

AH AH f produk f ) ( (reaktan)
= ( ) ( ) ) 5604 , 165 3174 , 68 ( ) 3131 , 56 4108 ( 5604 , 165 673
= - 118624,2421 kal/mol
Total R AH
v
= R AH 1 + R AH 2
= (-3591,3553) + (-118624,2421)
= - 122215,5974 kal/mol
App B-9
Tabel App B.8 Komponen bahan yang keluar dari tangki sakarifikasi awal
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C % Berat
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
0,572
0,277
0,518
0,498
1
0,28
0,286
0,0009
0,0865
0,0156
0,0039
0,8930
0,0001
0,00001
Total 469900,7979 1
Cp Campuran = (0,0009 x 0,572) + (0,0865 x 0,277) + (0,0156 x 0,518) +
(0,0039 x 0,498) + (0,8930 x 1) + (0,0001 x 0,28) + (0,00001x
0,286)
= 0,9275 Kcal/kg
0
C
Menghitung R AH Pada 60
0
C
R AH = R AH
v
+ (m .Cp . AT)
= - 122215,5974 + (469900,7979 x 0,9275 x 35)
= 15131939,05 kcal
App B-10
Tabel App B.9 Entalpi bahan keluar dari tangki sakarifikasi awal (60
0
C)
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C AT(
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
0,572
0,277
0,518
0,498
1
0,28
0,286
35
35
35
35
35
35
35
8239,4873
393922,4701
133147,4923
32001,6648
14686853,34
465,2756
57,0690
Total 469900,7979 15254686,8
Menghitung Panas Yang Dibawah Oleh Air Pendingin ( 2 AH )
2 AH = m x Cp x AT
= m x 1 Kcal/kg
0
C x (30 - 25)
0
C
= 5 m
Menghitung Panas Yang Diserap Oleh Air Pendingin ( 4 AH )
4 AH = m x Cp x AT
= m x 1 Kcal/kg
0
C x (60 - 25)
0
C
= 35 m
App B-11
Menghitung Kebutuhan Air Pendingin
1 AH + 2 AH + R AH = 3 AH + 4 AH
28647915,66 + 5 m + 15131939,05 = 15254686,8 + 35 m
30 m = 28525167,91
m =
30
1 28525167,9
m = 950838,9303 kg/jam
Maka 2 AH = 5 m = 5 x 950838,9303 = 4754194,652 kcal
4 AH = 35 m = 35 x 950838,9303 = 33279362,56 kcal
Tabel App B.10 Neraca panas tangki sakarifikasi awal
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 AH = 28647915,66
2 AH = 4754194,652
R AH = 15131939,05
3 AH = 15254686,8
4 AH = 33279362,56
Total = 48534049,36 Total = 48534049,36
3. Tangki Sakarifikasi Lanjut
1 AH 60
0
C 2 AH 32
0
C
T = 32
0
C
App B-12
Neraca Panas Total = 1 AH + R AH = 2 AH
Dimana:
1 AH = Panas yang terkandung dalam bahan masuk (60
0
C)
2 AH = Panas bahan yang keluar (32
0
C)
R AH = Panas reaksi
Tabel App B.11 Menghitung panas dalam bahan masuk pada suhu 60
0
C ( 1 AH )
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C AT(
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
411,5628
40631,508
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
0,572
0,277
0,518
0,498
1
0,28
0,286
35
35
35
35
35
35
35
8239,4873
393922,4701
133147,4923
32001,6648
14686853,34
465,2756
57,0690
Total 469900,7979 15254686,8
Menghitung Cp dari:
(CH
4
N
2
O):
Cp = (1 x 1,8) + (4 x 2,3) + (2 x 6,2) + (1 x 4,0)
= 1,8 + 9,2 + 12,4 + 4,0
= 27,4
App B-13
NPK:
N Urea = 27,4
P (H
3
PO
4
) = (3 x 2,3) + (1 x 5,4) + (4 x 4,0)
= 6,9 + 5,4 + 16
= 28,3
K (KCI) = (1 x 6,2) + (1 x 6,2)
= 12,4
Cp urea = fraksi massa x Cp komponen
= 4 , 27
100
1218 , 17

= 4,6914
Cp NPK = Fraksi massa x Cp komponen
= 1 , 68
100
6861 , 3

= 2,5102
Cp ragi = 2 , 6
100
5318 , 13

= 0,8389
App B-14
Tabel App B.12 Entalpi panas bahan masuk pada suhu 60
0
C
Komponen Kg Cp (Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
Nutrient:
- NPK
- Urea
- Ragi
468,3286
100,8242
7,0577
2,5102
4,6914
0,8389
35
35
35
41145,9458
2960,3497
1158,8673
Total 576,2105 45265,1628
Reaksi yang terjadi:
Yeast saccharomyces cereviseae
C
6
H
12
O
6
2 C
2
H
5
OH + 2 CO
2
Glukosa Etanol

AH AH f produk f ), ( (reaktan) dari buku Hougen 1954, hlm 307
v
R AH =

AH AH f produk f ) ( (reaktan)
= ( ) ( ) 7306 , 225 673 ) 6361 , 67 ( ) 263 , 81 70 , 326 (
= 125435,7078 kal/mol
Tabel App B.13 Komponen bahan yang keluar dari tangki sakarifikasi lanjut
Komponen Kg Cp (Kcal/kg
0
C) % Berat
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
- Protein
411,5628
3738,098
33317,8366
7344,0426
0,572
0,88
0,277
0,518
0,0009
0,008
0,0714
0,0157
App B-15
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
7,0577
0,498
1
0,28
0,286
2,5102
4,6914
0,8389
0,0039
0,8987
0,0001
0,00001
0,001
0,0002
0,00001
Total 466901,435 1
Cp campuran = (0,0009 x 0,572) + (0,008 x 0,88) + (0,277 x 0,0714) +
(0,0157 x 0,518) + (0,0039 x 0,498) + (0,8987 x 1) + (0,0001
x 0,28) + (0,00001 x 0,286) + (0,001 x 2,5102) + (0,0002 x
4,6984) + (0,00001 x 0,8389)
= 0,9396 Kcal/kg
0
C
R AH = R AH
v
+ (m .Cp . AT)
= 125435,7078 + (466901,435 x 0,9396 x 35)
= 15479956,3 kcal
Tabel App B.14 Menghitung panas dalam bahan keluar pada suhu 32
0
C ( 2 AH )
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C AT(
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
411,5628
3738,098
33317,8366
0,572
0,88
0,277
7
7
7
1647,8975
23026,6837
64603,2852
App B-16
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
7,0577
0,518
0,498
1
0,28
0,286
2,5102
4,6914
0,8389
7
7
7
7
7
7
7
7
26629,4985
6400,3329
2937370,667
93,0551
11,4138
8229,1892
3311,0466
41,4449
Total 466901,435 3071364,514
Tabel App B.15 Neraca Panas Sakarifikasi Lanjut
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 AH = 15254686,8
R AH = 15479956,3
2 AH = 3071364,514
Total = 3071364,514 Total = 3071364,514
4. Pemisahan Serat (RVF)
Air Pencucian
1 AH 32
0
C 2 AH 30
0
C
Air
T = 30
0
C
App B-17
Neraca Panas Total = 1 AH = 2 AH + 3 AH
Dimana:
1 AH = Panas yang terkandung dalam bahan masuk (32
0
C)
2 AH = Panas bahan yang keluar (30
0
C)
3 AH = Panas yang diserap oleh air
Tabel App B.16 Komponen bahan yang masuk pada suhu 32
0
C
Komponen Kg Cp (Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
Slurry:
-
C
12
H
22
O
11
- C
2
H
5
OH
- C
6
H
12
O
6
- Protein
- Lemak
- Air
- E.-amylase
- E.glukoamylase
- H
2
N.CN.NH
2
- NPK
- Ragi
411,5628
3738,098
33317,8366
7344,0426
1836,0106
419624,381
47,4771
5,7012
468,3286
100,8242
7,0577
0,572
0,88
0,277
0,518
0,498
1
0,28
0,286
2,5102
4,6914
0,8389
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
1647,8975
23026,6837
64603,2852
26629,4985
6400,3329
2937370,667
93,0551
11,4138
8229,1892
3311,0466
41,4449
Total 466901,435 3071364,514
App B-18
Tabel App B.17 Menghitung panas bahan yang keluar 30
0
C ( 2 AH )
Komponen Kg Cp (Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
167849,7524
164,6251
13327,1347
0,88
1
0,572
0,277
5
5
5
5
16447,6312
839248,762
470,8278
18458,0816
Total 185079,6102 874625,3026
Menghitung Panas Yang Diserap Oleh Air ( 3 AH )
3 AH = m x Cp x AT
= m x 1 Kcal/kg
0
C x (30-25)
0
C
= 5 m
Menghitung Kebutuhan Air Pencuci
1 AH = 2 AH + 3 AH
3071364,514 = 874625,3026 + 5 m
5 m = 2196739,211
m =
5
1 2196739,21
m = 439347,8423 kg/jam
Maka 3 AH = 5 m = 5 x 439347,8423 = 2196739,211 kcal
App B-19
Tabel App B.18 Neraca panas total
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
1 AH = 3071364,514 2 AH = 874625,3026
3 AH = 2196739,211
Total = 3071364,514 Total = 3071364,514
5. Distilasi
Dimana:
f AH
= Panas yang dibawah feed masuk kolom distilat (98,785
0
C)
v AH = Panas yang dibawah uap masuk ke kondensor (89,52
0
C)
L
AH = Panas yang terbawah refluks masuk ke distilat
D AH = Panas yang terbawah liquid ke akumulator (80,87
0
C)
s AH = Panas yang terbawah liquid masuk ke reboiler
App B-20
R AH = Panas yang terbawah uap masuk distilasi dari reboiler
B AH = Panas yang dibawah produk bottom keluar dari
reboiler (25
0
C)
Qc = Panas yang diserap air pendingin
Qs = Panas yang diberikan oleh steam (120
0
C)
Qloss = Panas yang hilang
Tabel App B.19 Entalpi bahan yang masuk pada suhu 30
0
C
Komponen Kg Cp (Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
167849,7524
164,6251
13327,1347
0,88
1
0,572
0,277
5
5
5
5
16447,6312
839248,762
470,8278
18458,0816
Total 185079,6102 874625,3026
Menghitung Refluks Minimum dengan Metode Underwood
Dengan trial suhu yang diperoleh:
- Suhu dew point distilat: 98,785
0
C
- Suhu bubble point bottom: 25
0
C
Dengan menggunakan persamaan 11.7-19 dan 11.7-20 Geankoplis, maka
harga refluks minimum adalah:
1- q =

u o
o
i
Xif i
Untuk liquid jenuh q = 1
Dengan trial and error,maka didapatkan harga u = 2,138
App B-21
Rm + 1 =

u o
o
i
Xid i
Rm + 1 = 6,3848
Rm = 5,3848
R = 1,5 Rm = 1,5 x 5,3848 = 8,0772
89 , 0
1 0772 , 8
0772 , 8
1
=
+
=
+ R
R
84 , 0
1 3848 , 5
3848 , 5
1
=
+
=
+ Rm
Rm
Menghitung Kecepatan Aliran Uap dan Liquid
1 . Aliran Liquid Untuk Refluks (Lo)
D
Lo
R =
Lo = R x D = 8,0772 x 66,8272 = 539,7767 kg
2 . Aliran Uap Masuk Kondensor (V)
V = (R + 1) x D
= (8,0772 +1) x 66,8272 = 606,6039 kg
3 . Aliran Liquid Masuk Reboiler (L`)
L` = Lo + (q x F)
= 539,7767 + (1 x 1215,1656)
= 1754,9423 kg
4 . Aliran Uap Keluar Reboiler (V`)
V` = V + F (q - 1)
= 606,6039 + 1215,1656 (1 - 1)
= 606,6039 kg
App B-22
Perhitungan Neraca Panas
Menghitung Panas Feed Masuk ( f AH )
Pada T = 98,785
0
C
f AH = 874625,3026 kcal
Tabel App B.20 Komposisi feed masuk
Masuk Kg Mol Fraski Mol
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
81,263
1118,9984
0,0963
14,8079
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
Total 26578,4202 1215,1656 1
Menghitung Panas Yang Dibawah Uap Masuk Kondensor ( v AH )
Mv = Xid x V
v AH = Mv x Hv
Tabel App B.21 Menghitung panas yang dibawah uap masuk kondensor ( v AH )
Komponen Xid V(kgmol) Mv(kgmol) Hv(Kcal/kgmol) v AH (Kcal)
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
33931,4632
182832,6928
298,8668
24194,6131
2270,0149
169780,2669
0,0239
294,9323
43,2834
593,5229
0,0511
7,7859
98253,9629
100768476,4
0,00122
2296,3134
Total 1 172345,238 100869026,7
App B-23
Menghitung Panas Yang Dibawah Liquid Sebagai Refluks Masuk Distilasi
(
L
AH )
Suhu uap sebagai refluks = 80,87
0
C
MI = Xid x Lo
L AH = MI x Cp x (80,87-25)
0
C
Tabel App B.22 Menghitung panas yang dibawah liquid sebagai refluks masuk
distilasi (
L
AH )
Komponen Xid Lo (Kg) MI (Kg) Cp(Kcal/kg
0
C)
T A (
0
C)
L
AH
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
30193,3652
162690,7225
265,9418
21529,1862
2019,9361
151076,2318
0,02128
262,4408
0,88
1
0,572
0,277
55,87
55,87
55,87
55,87
99311,3703
8440629,071
0,68006
4061,5312
Total 1 153358,63 8544002,653
Menghitung Panas Yang Dibawah Liquid Keluar Kondensor Sebagai
Distilat ( D AH )
Suhu liquid sebagai distilat: 50
0
C
Md = Xid x (V - Lo)
D AH = Md x Cp x (50 - 25)
0
C
App B-24
Tabel App B.23 Menghitung panas yang dibawah liquid keluar kondensor sebagai
distilat ( D AH )
Komponen Xid V-Lo(Kg) Md (Kg) Cp(Kcal/kg
0
C)
T A (
0
C) D AH
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0669
0,92861
0,00008
0,01219
3738,098
20141,9703
32,925
2665,4269
250,07876
18704,0350
0,002634
32,49155
0,88
1
0,572
0,277
25
25
25
25
5501,7327
467600,875
0,03767
225,00398
Total 1 18986,60794 473327,8494
Menghitung Panas Yang Dibawah Liquid Masuk Reboiler ( s AH )
Suhu liquid masuk reboiler: 60
0
C
ML

= Xib x L

s AH = ML

x Cp x (60 - 25)
0
C
Tabel App B.24 Menghitung panas yang dibawah liquid masuk reboiler ( s AH )
suhu liquid masuk reboiler: 60
0
C
Komponen Xib L

(Kg) ML

(Kg) Cp(Kcal/kg
0
C)
T A (
0
C) s AH
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
31408,5308
163905,8881
1481,1074
22744,3518
609,3255
158611,7279
0,11849
293,4021
0,88
1
0,572
0,277
35
35
35
35
18767,2254
5551410,477
2,37217
2844,5334
Total 1 159514,574 5573024,608
App B-25
Menghitung Panas Yang Dibawah Uap Dari Reboiler Ke Distilasi ( R AH )
Mv

= Xib x V

R AH = Mv

x Hv
Tabel App B.25 Menghitung panas yang dibawah uap dari reboiler ke distilasi
( R AH ) Mv

= Xib x V

Komponen Xib V

(Kgmol) Mv

(Kgmol) Hv(kcal/kgmol) R AH
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
606,6039
9038,3739
0,87413
134,4143
11,7681
8746,4344
0,0000699
1,73394
14,5385
625,4409
0,00517
8,3375
171,0905
5470377,805
0,00000036
14,4567
Total 1 8759,9365 5470563,352
Menghitung Panas Yang Dibawah Liquid Sebagai Hasil Bottom Dari
Reboiler ( B AH )
Suhu liquid masuk reboiler: 60
0
C
Mb = Xib x (L

)
B AH = Mb x Cp x (60 - 25)
0
C
Tabel App B.26 Menghitung panas yang dibawah liquid sebagai hasil bottom dari
reboiler ( B AH )
Komponen Xib L

(Kg) Mb (Kg) Cp(Kcal/kg


0
C)
T A (
0
C) B AH
C
2
H
5
OH
Air
C
12
H
22
O
11
C
6
H
12
O
6
0,0194
0,9677
0,00008
0,0129
30801,9269
154867,5142
1480,2333
22609,9375
579,55738
149865,2935
0,118419
291,66819
0,88
1
0,572
0,277
35
35
35
35
17850,3673
5145285,273
2,37075
2827,7231
Total 1 15736,63749 5165965,734
App B-26
Menghitung Panas Yang Diserap Air Pendingin (Qc)
v AH =
L
AH + D AH + Qc
Qc = v AH - (
L
AH + D AH )
Qc = 100869026,7 (8544002,653 + 473327,8494)
Qc = 91851696,2 Kcal
Massa air pendingin yang dibutuhkan:
Qc = m x Cp x AT
kg
Cp
Qc
m 848 , 3674067
) 25 50 ( 1
91851696,2
=

=
AT
=
Menghitung Panas Yang Hilang (Qloss)
Qloss = 5% x (Qs + f AH )
= 0,05 x (Qs + 874625,3026)
= 0,05 Qs + 43731,26513
Menghitung Panas Yang Diberikan Steam (Qs)
Neraca Panas Total:
f AH + Qs = D AH + B AH + Qc + Qloss
874625,3026 + Qs = 473327,8494 + 5165965,734 + 91851696,2 + 0,05Qs +
43731,26513
0,95 Qs = 96663095,75
Qs = 101750627,1 kcal
Maka, Qloss = 0,05 Qs + 43731,26513
= (0,05 x 101750627,1) + 43731,26513
= 5131262,62 kcal
App B-27
Massa steam yang dibutuhkan:
Qs = m x
m = 6065 , 156521
1840 , 4 / 9 , 2719
1 101750627,
= =

Qs
kg
Tabel App B.27 Neraca panas distilasi total
Entalpi Masuk (kcal) Entalpi Keluar (kcal)
f AH = 874625,3026
Qs = 101750627,1
D AH = 473327,8494
B AH = 5165965,734
Qc = 91851696,2
Qloss = 5131262,62
Total = 102625252,4 Total = 102625252,4
6. Dehidrasi
CaO
1 AH 25
0
C 3 AH 30
0
C
Neraca Panas Total = 1 AH + R AH = 2 AH
Dimana:
1 AH = Panas yang terkandung dalam bahan masuk (25
0
C)
2 AH = Panas bahan yang keluar (30
0
C)
R AH = Panas reaksi
T =30
0
C
App B-28
Tabel App B.28 Entalpi bahan yang masuk pada suhu 25
0
C
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
Etanol
Air
2715,6153
142,6104
0,88
1
5
5
11948,7073
713,052
Total 2858,2257 12661,7593
Tabel App B.29 Panas bahan yang masuk (100
0
C)
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
CaO 443,6768 45,255 5 100392,9679
Total 443,6768 100392,9679
Reaksi yang terjadi:
CaO + H
2
O Ca(OH)
2

AH AH f produk f ), ( (reaktan) dari buku Hougen 1954, hlm 307
v
R AH =

AH AH f produk f ) ( (reaktan)
= ( ) ( ) ) 486 , 4 3174 , 68 ( ) 9228 , 7 9 , 151 ( 9228 , 7 800 , 235
= - 971,1948 kal/mol
Menghitung Cp:
Ca(OH)
2
= (1 x Ca) + (2 x O) + (2 x H)
= (1 x 6,2) + (2 x 4,0) + (2 x 2,3)
= 18,8
App B-29
Cp = Fraksi massa x Cp komponen
=
100
16,5097
x 18,8
= 3,104
Tabel App B.30 Komponen bahan hasil reaksi
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) % Berat
Ca(OH)
2
16,5097 3,104 1
Total 16,5097 1
R AH =
v
R AH + (m.Cp. AT) - (m.Cp. AT) - (m.Cp. AT)
= -971,1948 + ((16,5097 x 3,104 x 5) - (443,6768 x 45,255 x 5) -
(142,6104 x 1 x 5)
= - 88023,2275 kcal
Tabel App B.31 Entalpi bahan keluar pada suhu 35
0
C ( 2 AH )
Komponen Kg Cp(Kcal/kg
0
C) T A (
0
C) AH(Kcal)
Etanol
Air
Ca(OH)
2
2715,6153
62,1624
16,5097
0,88
1
3,104
10
10
10
23897,4146
621,624
512,4611
Total 2794,2874 25031,4997
App B-30
Tabel App B.32 Neraca panas total
Entalpi Masuk Entalpi Keluar
1 AH = 113054,7272
R AH = - 88023,2275
2 AH = 25031,4997
Total = 25031,4997 Total = 25031,4997
App C-1
APPENDIKS C
SPESIFIKASI PERALATAN
1. Storage
Fungsi : Menyimpan bahan baku (ubi kayu)
Jumlah : 1 buah
Bahan konstruksi : Semen dan batu bara
Kapasitas bahan baku : 680003,9419 kg/jam = 1499136,69 lb/jam
Densitas bahan = 1,017 kg/L
= 1,017 kg/L x 2,2046 lb/kg x 28,317 L/ft
3
= 63,4895 lb/ft
3
Waktu tinggal = 7 hari (Ulrich,hal 248)
Kecepatan volumetric =
Densitas
bahan kapasitas
=
3
/ 4895 , 63
/ 69 , 1499136
ft lb
jam lb
= 23612,35622 ft
3
/jam
Volume bahan selama 7 hari (168 jam) = 23612,35622 ft
3
/jam x 168 jam
= 3966875,845 ft
3
Volume rongga diperkirakan 5 % dari volume bahan, sehingga:
Volume rongga = 5 % x volume bahan
= 0,05 x 3966875,845 ft
3
= 198343,7922 ft
3
App C-2
Jadi volume bahan total = volume bahan selama 15 hari + volume rongga
= 3966875,845 ft
3
+ 198343,7922 ft
3
= 4165219,637 ft
3
Volume bahan diperkirakan 80% volume storage, maka:
Volume storage =
% 80
l bahan tota volume
=
8 , 0
7 4165219,63
= 5206524,546 ft
3
= 147432 m
3
Direncanakan:
Tinggi storage (T) = 12 m
Panjang : lebar = 1:1
Volume storage = p x l x t
147432 m
3
= 1 x 1 x 13 m
l
2
= 11340,92308 m
3
l = 11,3409 m
p = l = 11,3409 m
Spesifikasi peralatan:
Volume storage = 147432 m
3
Tinggi storage = 12 m
Panjang storage = 11,3409 m
Lebar storage = 11,3409 m
App C-3
2. Belt Conveyor
Fungsi : Mengangkut ubi kayu
Jumlah : 1 buah
Bahan : Rubber (Perry edisi 6 hal 7-8)
Type : Flat belt on flat belt idlers (Perry edisi 6 gbr.7 hal 7-10)
Kapasitas maks : 1 m
3
/dt (Ulrich,table 4-4 hal 71)
Waktu angkut : 3 menit = 0,05 jam
Lebar : 14 in = 1,1667 ft = 0,36 m
Luas penampang melintang : 0,11 ft
2
Panjang = kecepatan volumetric x
melintang penampang Luas
angkot Waktu
= 23612,35622 ft
3
/jam x
2
11 , 0
05 , 0
ft
jam
= 10732,88919 ft
= 303,9232 m
Panjang belt antara 10-50 m (Ulrich, table 4-4 hal 71)
Kecepatan belt =
melintang penampang Luas
volumetric kecepatan
=
11 , 0
/ 35622 , 23612
3
jam ft
= 214657,7838 ft/jam = 3577,62973 ft/menit
App C-4
Daya untuk menggerakkan belt:
= 0,0027 x kapasitas
0,82
x panjang (Ulrich, table 4-4 hal 71)
= 0,0027 x 1499136,69 lb/jam
0,82
x 10732,88919 ft
= 1553,5168 lb.ft/jam = 1 Hp
Spesifikasi Peralatan:
Nama alat : Belt conveyor
Type : Flat belt on flat belt idlers
Panjang : 10732,88919 ft
Lebar : 1,1667 ft
Power : 1 Hp
Jumlah : 1 buah
3. Peeler
Fungsi : Mengupas kulit ubi kayu
Bahan konstruksi : Stainless steel
Kapasitas : 680003,9419 kg/jam = 11333,39002 kg/menit
Direncanakan : Tiap mesin terdiri dari 4 peeler
Tiap run = 2 menit
Maka dalam 1 jam pada mesin 1 = (60 menit/ 2 menit) x 10 buah ubi kayu
= 300 buah ubi kayu
Banyaknya mesin yang diperlukan =
300
kg/menit 2 11333,3900
= 37,77 buah
= 38 buah
App C-5
Spesifikasi Peralatan:
Kapasitas = 11333,39002 kg/menit
Bahan = Stainless steel
Jumlah mesin = 38 buah
4. Pencucian
Fungsi = Mencuci ubi kayu yang telah dikupas
Massa bahan masuk = 680003,9419 kg/jam = 1499136,69 lb/jam
Densitas = 63,4895 lb/ft
3
Densitas air = 999,87 kg/m
3
= 62,4261 lb/ft
3
Waktu tinggal = 10 menit = 0,17 jam
= 1499136,69 lb/jam x 0,17 jam
= 254870,2373 lb/menit
Direncanakan 6 bak pencuci, maka massa ubi kayu tiap bak:
=
6
lb/menit 3 254870,237
= 42478,3729 lb/menit
Massa air pencuci = 680003,9419 kg/jam = 1499136,69 lb/jam
Massa total = (42478,3729 + 254870,2373) lb/menit
= 297348,6102 lb/menit
App C-6
campuran =
air
air massa
kayu ubi
kayu ubi massa
total massa

+

=
4261 , 62
3 254870,237
4895 , 63
3 254870,237
2 297348,610
+
= 36,7228 lb/ft
3
Volume ubi kayu tiap bak =
3
lb/ft 63,4895
lb/menit 42478,3729
= 669,0614 ft
3
/menit
Volume rongga diperkirakan 25% volume ubi kayu tiap bak, sehingga:
Volume rongga = 25% x volume ubi kayu
= 0,25 x 669,0614 ft
3
/menit
= 167,2654 ft
3
/menit
Volume total =
3
lb/ft 36,7228
lb/menit 2 297348,610
= 8097,1116 ft
3
/menit
Volume liquid = volume total + volume rongga
= 8097,1116 ft
3
/menit + 167,2654 ft
3
/menit
= 8264,377 ft
3
/menit
Volume liquid = 80% x volume bak
8264,377 ft
3
/menit = 0,8 x volume bak
Volume bak = 10330,4713 ft
3
/menit
App C-7
Direncanakan ukuran bak pencuci:
Panjang = 2 x
Lebar = x
Tinggi = 1,5 x
Volume bak = p x l x t
10330,4713 = 2x x 1,5x
x = 7,7145 ft
Jadi panjang = 2 x 7,7145 ft = 15,429 ft
Lebar = 7,7145 ft
Tinggi =1,5 x 7,7145 ft = 11,5718 ft
Spesifikasi Peralatan:
Volume bak = 10330,4713 ft
3
Jumlah bak pencuci = 6 buah
Bahan konstruksi = Beton
Panjang = 15,429 ft = 185,148 in
Lebar = 7,7145 ft = 92,574 in
Tinggi = 11,5718 ft = 138,8616 in
App C-8
5. Mesin Penggilingan
Fungsi = Mengubah ubi kayu menjadi pati dengan penambahan air
Jumlah = 1 buah
Type = Rotary Knife Cutter
Bahan = Stainless steel
Bahan masuk = 612003,5477 kg/jam = 134923,021 lb/jam
Dari perry edisi 6 tabel 8-16 hal 8-29 didapatkan:
Kecepatan putaran = 920 rpm
Diameter rotor = 25 cm
Panjang pisau = 46 cm
Jumlah pisau = 10 buah (5 pisau bergerak dan 5 pisau tetap)
Untuk feed masuk sebesar 134923,021 lb/jam
Total tambahan air yang masuk ke rotary filter:
= Air terserap singkong + air tambahan + total air tambahan
= 382502,2173 kg + 382502,2173 kg + 424701,2822 kg
= 1189705,717 kg
Maka ditetapkan rotary knife cutter dengan:
Feed rate = 3000 lb/jam
Screen opening = in
Power = 6 Hp
Jumlah = 1 buah
Kesimpulan; type = rotary knife cutter
Feed rate = 3000 lb/jam
App C-9
Kecepatan putaran = 920 rpm
Bahan = Stainless steel
Diameter rotor = 25 cm
Jumlah = 1 buah
Panjang pisau = 46 cm
Jumlah pisau = 10 buah
Screen opening = in
Power = 6 Hp
6. Reaktor Liquifikasi
Fungsi : Mengubah larutan pati menjadi dekstrin
Massa bahan masuk : 646246,0496 kg/jam = 1424714,041 lb/jam
Densitas lar. Pati : 1,122 g/cm
3
= 1122 kg/m
3
= 70,0442 lb/ft
3
(Geankoplis, App A4-2)
Suhu operasi : 30
0
C
Tekanan operasi : 1 atm
Perhitungan:
A. Menghitung volume tangki
Volume larutan pati selama waktu tinggal 1 jam
V
L
=
liquid
liquid massa

=
3
lb/ft 70,0442
jam 1 lb/jam 1 1424714,04
= 20340,21434 ft
3
App C-10
Digunakan 3 buah tangki untuk kontinu proses, sehingga:
V
L
=
3
ft3 4 20340,2143
= 6780,0714 ft
3
Volume ruang kosong = 10 % x 20340,21434 ft
3
= 2034,0214 ft
3
Volume coil dan pengaduk = 5 % x 20340,21434 ft
3
= 1017,0107 ft
3
Volume total = V
liquid
+ V
ruang kosong
+ V
coil dan pengaduk
= 20340,21434 ft
3
+ 2034,0214 ft
3
+ 1017,0107 ft
3
= 23391,24644 ft
3
B. Menentukan diemeter reaktor liquifikasi
Asumsi: Ls = 1,5 di
Volume reaktor liquifikasi =
3 2
3
0847 , 0
4 2 / 1 . 24
.
d Ls di
tg
di
+ +
t
o
t
6780,0714 ft
3
=
3 2
3
0847 , 0 ) 5 , 1 (
4 60 . 24
.
d di
tg
di
+ +
t t
6780,0714 ft
3
= 0,0755 di
3
+ 1,1775 di
3
+ 0,0847 d
3
6780,0714 ft
3
= 1,3377 di
3
di = 17,5406 ft = 210,4872 in
C. Menentukan tinggi silinder reaktor liquifikasi
Ls = 1,5 di
= 1,5 x 17,5406 ft = 26,3109 ft
App C-11
D. Menentukan tekanan design (Pi)
Volume lar. Pati dalam shell:
= vol lar.pati - vol tutup bawah - vol tutup atas
= 6780,0714 ft
3
-
60 tan 24
) 9827 , 4 ( 14 , 3
3
- 0,0847 (17,5406)
3
= 6780,0714 ft
3
9,3444 457,1058
= 6313,6212 ft
3
Tinggi lar. Pati dalam shell (H):
=
2
4 / . 4 / 1
shell dalam Pati lar. volume
t
=
2
3
(17,5406) 1/4.
ft 6313,6212
t
= 20,5203 ft
Tekanan hidrostatik =
144
) 1 ( H
=
144
) 1 - ft 20,5203 ( / 0442 , 70
3
ft lb
= 9,495 psia
Tekana design (Pi) = 9,495 psia + 14,7 psia = 24,195 psia
= 24,195 psia -14,7 = 9,495 psig
App C-12
E. Menentukan tebal silinder reaktor liquifikasi
Tekanan design (Pi) = 9,495 psig
ts = C
pi E f
di pi
+
) 6 , 0 . ( 2
.
ts =
8
1
) 5 (0,6)(9,49 - ,8) 2(12650)(0
0,4872) (9,495)(21
+
ts = 0,0658 x
16
16
ts =
16
0528 , 1
~
16
1
in
Standarisasi do:
do = di + 2 ts
= 210,4872 + 2 (1/16)
= 210,7997 in
Dengan pendekatan kebawah maka didapatkan:
do = 211
icr = 12
r = 170 (Brownell and Young, tab 5-7, hal 90)
Menentukan harga baru di:
di = do 2 ts
di = 211 2 (1/16)
di = 210,875 in = 17,5729 ft.
App C-13
Volume reaktor liquifikasi =
3 2
3
0847 , 0
4 2 / 1 . 24
.
d Ls di
tg
di
+ +
t
o
t
6780,0174 ft
3
=
60 24
50007 , 17024
tg
+242,2699 Ls + 0,0847 (17,5729)
3
6780,0174 ft
3
= 409,5458208 + 242,2699Ls + 459,6357
5910,8359 ft
3
= 242,2699 Ls
Ls = 24,3996 ft = 292,7952 in.
Cek hubungan Ls dengan di:
di
Ls
=
5729 , 17
3996 , 24
= 1,39 < 1,5 (memenuhi)
F. Menentukan tebal tutup atas
tha =
pi E F
D p
1 , 0 .
. 885 , 0

+ C (Brownel and Young, hal 258)


tha =
8
1
) 495 , 9 ( 6 , 0 ) 8 , 0 )( 12650 (
) 170 )( 495 , 9 ( 885 , 0
+

tha =
8
1
303 , 10114
52275 , 1428
+
= 0,1442
16
16
= in
in
16
2
16
3072 , 2
=
App C-14
G. Menentukan tebal tutup bawah
thb =
o 2 / 1 cos ) 6 , 0 ( 2
.
pi FE
di pi

+ C
=
8
1
60 cos ) 495 , 9 6 , 0 ( ) 8 , 0 12650 ( 2
4872 , 210 495 , 9
+


=
8
1
) 5 , 0 697 , 5 ( 20240
575015 , 1998
+

=
8
1
8485 , 2 20240
575015 , 1998
+

= 0,099 +
16
16
= in
16
0988 , 1
= in
10
2
H. Menentukan tinggi reaktor liquifikasi
Tinggi shell = Ls = 26,319 ft = 315,828 in.
Tinggi tutup atas ha = 0,169 x di = 0,169 x 210,8125 in = 35,6273 in.
Tinggi tutup bawah:
hb =
o 2 / 1
5 , 0
tg
di
=
7321 , 1
8125 , 210 5 , 0
= 60,8546 in.
Tinggi reaktor Liquifikasi = T.Shell + T.tutup atas + T.tutup bawah
= 315,828 in + 35,6273 + 60,8546 in
= 412,3099 in = 34,3592 ft.
App C-15
Menentukan diameter impeller:
Di
Dt
= 3
Di =
3
Dt
= in
3
8125 , 210
= 70,2708 in = 5,8559 ft = 1,7849 m.
Menentukan tinggi impeller dari dasar tangki:
Di
Zi
= 0,5
Zi = 0,5 Di = 0,5 x 70,2708 in
= 35,1354 in = 2,92795 ft
= 0,8924 m
Menentukan panjang impeller:
Di
L
=
2
1
L = Di
3
1
=
3
1
x 70,2708 in = 23,4236 in = 1,95196 ft.
Menentukan lebar impeller.
Di
W
= 0,11
W = 0,11 x 70,2708 in = 7,7298 in = 0,6441 ft.
App C-16
Menentukan daya pengaduk:
NRe =


2
Di n
P =
gc
Di n
2 2
|
(GG Brown, hal 507)
Dimana:
n = Putaran pengaduk ditetapkan 100 rpm = 1,67 rps
di = Diameter impeller(ft)
P = Daya motor (lbft/dtk)
= Densitas larutan pati = 1,122 g/cm
3
= 1122 kg/m
3
= 70,0442 lb/ft
3
= 3,96 cp = 0,0027 lbft/detik
gc = 32,2 lb/detik
2
lbf = 115920 lbft/men
2
lbf
NRe =


2
Di n
=
0027 , 0
0442 , 70 ) 8559 , 5 ( 67 , 1
2

=
0027 , 0
2151 , 4011
= 1485635,22
Type aliran turbulen, maka didapatkan harga | =0,75
(GG Brown, fig477, hal:507)
P =
gc
Di n
5 2
|
=
2 , 32
) 8559 , 5 ( ) 67 , 1 ( 0442 , 70 75 , 0
5 2

App C-17
=
2 , 32
69 , 1008868
= 31331,3258 lbft/dt = 0,1222 Hp.
Ditetapkan q motor = 80 %,q pengaduk = 60 %
Maka P =
6 , 0 8 , 0
1222 , 0

= 0,25 Hp.
I. Pipa sparger
Data perencanaan:
Diameter pengaduk = 67,9583 in
Asumsi susunan lubang spray berbentuk segitiga
Asumsi diameter lubang = 0,25
Rate steam = 470030,9157 kg/jam = 1036230,15716 lb/jam.
Rate Volumetric =1036230,175 x 3,111 = 3223712,018 ft
3
/jam.
Dipakai pipa IPS dengan ukuran:
- Panjang = 5 ft
- Nominal size = 1,5 in
- Sch Number = 40
- OD = 1,9 in
- ID = 1,61 in (Geankoplis App A 5-1)
App C-18
Kecepatan liquifikasi:
Kecepatan steam =
2
61 , 1 4 /
018 , 3223712
t
=
2
61 , 1 4 / 14 , 3
018 , 3223712

=
0347985 , 2
018 , 3223712
= 1584290,542
= 440,4326 ft/dtk
Luas satu spager =
2
4
d
t
=
2
) 61 , 1 (
4
14 , 3
= 2,0348 in
2
Luas lubang speger =
978 , 0 3600
018 , 3223712

= 915,6192 ft
Jumlah lubang =
144 / 6192 , 915
6192 , 915
=
3585 , 6
6192 , 915
= 143,9992 ~ 144 buah.
Jarak antara lubang P
T
= 1
Luas satu segitiga = (P
T
x sin 60) x P
T
= (0,866) x 1 = 0,433 1n
Menentukan diameter spager:
Luas spager = 3,14 /4 x d
2
0,05 = 0,758 d
2
d = 1,5962 in
Dari perhitungan didapatkan d spager = 1,5962 in < 1,16 in, maka
diameter spager sudah memenuhi.
App C-19
Spesifikasi Peralatan:
Nama alat : Reaktor Liquifikasi
Type : Tangki berpengaduk berbentuk silinder tegak dengan tutup
dengan tutup atas berbentuk standartdishead dan tutup
bawah berbentuk conical denga = 120
0
C.
Bahan : Carbon steel SA283 grade D type 316
Jumlah : 2 buah
7. Reaktor Sakarifikasi Awal (dikerjakan oleh Sebastiana Fano)
8. Reaktor Sakarifikasi Lanjut
Fungsi = Tempat terjadinya fermentasi glukosa menjadi etanol. Waktu
tinggal 48 jam.
Dirancang:
- Bejana berbentuk silinder tegak dengan asumsi Ls = 1,5 di
- Tutup atas dan tutup bawah berbentuk standart dishead
- Tangki dirancang 33 % lebih besar
- Bahan konstruksi carbon stell SA 53 Grade B
- Faktor korosi: C 1/8 = 2/16
- Pengelasan: E = 0,8
- Allowable strees: f = 12750 (App. D Brownell & Young)
- Bejana dilengkapi dengan coil pendingin dan pengaduk
- = 69,8839 lb/ft
3
- = 21,8055 cp = 1,2132 . 10
-3
lbm/ft.dt
App C-20
Massa masuk = 469900,7979 kg/jam = 1035943,299 lb/jam
a. Menentukan volume tangki
Volume
liquid
= 2046 , 2
8893 , 69
7979 , 469900
= 14822,6309 ft
3
Volume
tangki
= 1,33 x 14822,6309 = 19714,0991 ft
3
Volume
total
= 34536,73 ft
3
b. Menentukan dimensi tangki
V
liq
= t
4
1
. di
2
. Li + 0,000049 . di
3
. 12
3
19714,0991 = t
4
1
. di
2
. Li + 0,000049 . di
3
. 12
3
= 0,79206 di
3
di = 13,8448 ft x 12 in/ft = 166,1376 in
Li = 1,5 di = 1,5 x 13,8448 = 20,7672 ft x 12 in/ft
= 249,2064 in
Menentukan tekanan design:
P = P atm + P hidrostatik
= 14,7 + ( . g/gc . h)
= 14,7 +
|
|
.
|

\
|
2064 , 249 1
) / 12 (
8839 , 69
3
ft in
= 24,7784 psi
App C-21
Menentukan tebal tangki:
ts = C
Pi E f
di pi
+
) 6 , 0 . ( 2
.
=
16
2
) 7784 , 24 6 , 0 8 , 0 12750 ( 2
67 , 124 7784 , 24
+


= 0,2766 x
16
16
x
16
2
=
16
4,179
in =
16
5
in
Standarisasi tabel 5.7 hal 90 Brownell & Young
do = 126 in x
in
ft
12
1
= 10,5 ft
ts = 3/8 in
di = do 2 ts = 126 (2 . 3/8) = 125,25 in x
in
ft
12
1
= 10,43 ft
Menentukan tinggi tangki:
V
t
= t
4
1
di
2
Ls + 2 (0,000049 di
3
. (12)
3
)
34536,73 =
4
1
xt x 10,4375
2
x Ls + 2 (0,000049 x 10,4375
3
x 12
3
)
Ls = 124,1989 ft x 12 in/ft = 1490,3868 in
App C-22
c. Menentukan tebal tutup atas dan tutup bawah
Bentuk standart dishead:
r = di = 125,25 in
tha =
Pi E f
r Pi
. 1 , 0 .
885 , 0


+ C
=
7784 , 24 1 , 0 8 , 0 12750
25 , 125 7784 , 24 885 , 0


+
16
2
= 0,269 x
16
16
+
16
2
=
16
5,871
~ 6/16 in
icr = 6 % x r = 0,06 x125,25 = 7,515 in
d. Menentukan pengaduk
Digunakan impeler jenis turbin dengan 6 buah plate blade tanpa buffle.
Menurut gambar 9.13 Mc. Cabe ed. 3 hal 242 kurva D
S
1
= 0,33
S
3
= 0,25
S
4
= 0,25
Jika:
Da = Diameter plade
L = Panjang blade
W = Lebar blade
Dt = Diameter tangki
App C-23
Maka:
S
1
=
Dt
Da
Da = S
1
. Dt = 0,33 x 10,4375 = 3,444 ft
S
3
=
Da
L
L = S
3
. Da = 0,25 x 3,444 = 0,861 ft
S
4
=
Da
W
W = S
4
. Da = 0,25 x 3,444 = 0,861
Kecepatan putaran = 15
ik
menit
menit
putar
det 60
1
= 0,25
ik
putaran
det
N
Re
=

N Da
2
=
3
2
10 . 2132 , 1
25 , 0 444 , 3 8839 , 69


= 17089,106
Persamaan 9.19 Mc. Cabe
m =
b
N a
Re 10
log
Tabel 9.1 Mc. Cabe diperoleh:
- a = 1
- b = 40
Maka:
N
p
koreksi = N
p
. Nfr
m
Np koreksi = 1 x (6,69 . 10
-3
)
-0,106
= 1,70
App C-24
Menentukan power motor:
P =
gc
Da N N
P
. . .
5 3
.. pers.9.20 Mc. Cabe
=
dt lbft
hp
dt lbft
/ 550
1
/ 955 , 27
174 , 32
8839 , 69 444 , 3 25 , 0 70 , 1
5 3
=

= 0,06 Hp
Grand losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearin):
= 10% .P
= 0,1 x 0,06 = 0,006 Hp
Power input = 0,06 + 0,006 = 0,066 Hp
Transmition system losses (kebocoran tenaga akibat motor,seperti pada
belt dan gear):
= 20 % . Power input
= 0,2 x 0,066 = 0,0132 Hp
Total Hp yang diperlukan = 0,066 + 0,0132 = 0,0792 Hp
Jadi dipake motor dengan power = 0,5 Hp
App C-25
e. Coil pendingin
- M : 469900,7979 kg/jam = 1035943,299 lb/jam
- Q : 15254686,8 kcal/jam
Perhitungan:
T
1
= 32
0
C = 89,6
0
F
t
1
= 60
0
C = 140
0
F t
2
= 32
0
C = 89,6
0
F
T
2
= 32
0
C = 89,6
0
F
Menentukan AT
LMTD
1
t A = T
1
t
2
= 89,6 89,6 = 0
0
F
2
t A = T
2
t
1
= 89,6 140 = -50,4
0
F
AT
LMTD
- F
t t
t t
0
2 1
2 1
4 , 50
4 , 50 / 0 ln
) 4 , 50 ( 0
/ ln
=


=
A A
A A
Temperatur kalorik
Tc = (T
1
+ T
2
) tc = (t
1
+ t
2
)
= (89,6 + 89,6) = (140 + 89,6)
= 89,6
0
F = 114,8
0
F
Dari Kern, tabel 11,hal. 844, untuk 1 Sch 40 in diperoleh:
do = 1,9 in
di = 1,610 in
a = 2,04 in
2
a = 0,498 ft
2
App C-26
Tabel 5.1 Evaluasi perpindahan panas
Shell (larutan) Tube (air)
N
Re
=
42 , 2 8055 , 1
) 60 15 ( 8839 , 69 444 , 3
42 , 2
2 2

dp
= 999916,65
Gmbr. 20 hal 718 Kern
Jc = 2000
ho = Jc x
14 , 0
3 / 1
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
w k
cp
d
k
vesel


k = 0,3048 Btu/jam (ft
2
)(
0
F/ft)
Cp = 0,8536 Btu/lb
0
F
ho = 2000 x
3 / 1
3048 , 0
42 , 2 8055 , 1 8536 , 0
14375
3048 , 0
(


x 1
= 238,221 Btu/Jft
20
F
ap = 2,04 in
2
x
2
2
2
0142 , 0
144
1
ft
in
ft
=
Gt =
ap
M
2
/ 45 , 72953753
0142 , 0
9 1035943,29
Jft lb = =
N
Re
=
42 , 2

Gp di
=
42 , 2 20 , 1
45 , 72953753
12
61 , 1

= 337050,303
Gbr. 14 hal. 823 Kern = 1,2 cp
Gbr. 24 hal 834 Kern JH = 160
hi = JH x 1
14 , 0
3 / 1

|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|

w k
cp
di
k


k = 0,356 Btu/(hr)(ft
2
)(
0
F/ft) tabel 4 hal.
800 Fig. 2 hal. 804
Cp = 1 Btu/lb
0
F
hi = 160 x 1
356 , 0
42 , 2 20 , 1 1
12
61 , 1
356 , 0
3 / 1
|
.
|

\
|

= 854,622
App C-27
hio = hi x
do
di
= 854,622 x 180 , 724
90 , 1
61 , 1
=
Uc =
221 , 238 180 , 724
221 , 238 180 , 724
+

=
+

ho hio
ho hio
= 179,255 Btu/Jft
2 0
F
Rd =
D c
D c
U U
U U

Tabel 12 hal 845 Kern didapat:


Rd = 0,004
0,004 =
D
D
U
U

255 , 179
255 , 179
U
D
= 104,399 Btu/jam ft
2 0
F
A =
4 , 50 399 , 104
kcal 0,2552
Btu 1
kcal 15254686,8

=
A
LMTD D
t U
Q
= 11360,456 ft
2
L =
' ' a
A
=
0,498
11360,456
= 22812,1606 ft
nc =
dc
L
. t
App C-28
Asumsi:
dp < dc < di
3,444 < dc < 10,4375
dc = 7 ft
nc = 8599 , 1037
7 14 , 3
1606 , 22812
=

nc ~ 1000 buah
hc = (nc 1)(lc + do) + do
Asumsi:
lc = 1,5 in
hc = (1000-1)
12
9 , 1
12
9 , 1
12
5 , 1
+ |
.
|

\
|
+
= 283,2083 ft
Lls =
2
3 3
.
4
) 12 ( 000049 , 0 ) (
d
di
pL
m
L
t
u
|
|
.
|

\
|
Lls =
4
) 12 ( 4375 , 10 000049 , 0
8839 , 69
2046 , 2 3904 , 5625
6
3 3
t

|
.
|

\
|

Lls = 11,3195 ft
Tinggi coil < tinggi larutan, maka coil tercelup oleh larutan rancangan sesuai.
App C-29
Kesimpulan:
V
total
= 34536,73 ft
3
ts = 3/8 in
do = 10,43 ft
di = 10,4375 ft
Ls = 124,1989 ft
r = 125,25 in
tha = 6/16 in
icr = 7,515 in
thb = 6/16
Dimensi Pengaduk:
Da = 3,444 ft
L = 0,861 ft
W = 0,861 ft
N = 0,25
detik
putaran
Daya = 0,5 Hp
Jumlah blade = 6 buah plate
Dimensi Coil Pendingin:
dc = 7 ft
nc = 1000 buah
Lc = 1,5 in
Pipa coil = 1 IPS Sch 40
di = 1,610 in
App C-30
a = 2,04 in
2
do = 1,9 in
a = 0,498 ft
2
/ft
hc = 283,2083 ft
9. Pemisahan Serat (RVF)
Fungsi : Untuk memisahkan larutan dan cakenya
Type : Rotary Vacum Filter
Perencanaan:
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-135 Grade B
Tekanan filtrasi : 20 bar = 41766,7328 ( AP )
Faktor tahanan : 0,25 x10
-8
Waktu filtrasi : 1 jam
Kapasitas cake = 158501,19 kg/jam = 349431,7235 lb/jam
Berat solid = 1 jam x 349431,7235 lb/jam = 349431,7235 lb/jam
Densitas solid = 53,2326 lb/ft
3
Volume solid =
3
3
2430 , 6564
/ 2326 , 53
5 349431,723
solid
solid Berat
ft
ft lb
lb
= =

Kapasitas filtrat = 26578,4202 kg/jam = 58594,78517 lb/jam


Densitas filtrat = 87,7767 lb/ft
3
Kecepatan volumerik filtrat:
= jam ft / 5437 , 667
lb/ft 87,7767
lb/jam 7 58594,7851
3
3
=
= 11,125728 ft
3
/menit
App C-31
W =
jam / ft 667,5437
lb/jam 5 349431,723
filtrat volume
solid Berat
3
= = 523,4589 lb/ft
3
.jam
Viskositas filtrat = ( =0,0054) lb/ft.sekon
V
u
=
k A
w v
AP

2
2

V
u
=
/menit ft 11,125728
60 1
3
menit
= 5,3929 ft
3
5,3929 ft
3
=
8 2
10 . 25 , 0 7328 , 41766 2
5,3929 0054 , 0 125728 , 11



A
5,3929 ft
3
=
2
000208834 , 0
3239997 , 0
A
0,00112622 = 0,3239997
A = 3,47599 ft
3
Dari Ulrich, tabel 4-23 hal 223 luas area terletak antara 1-1000 m
2
sehingga
perhitungan diatas memenuhi.
Spesifikasi Alat:
Nama = Pemisahan Serat (RVF)
Fungsi = Untuk memisahkan larutan dari cakenya
Type = Rotary Vacum Filter
Bahan konstruksi = Carbon Steel SA-135 Grade B
App C-32
10. Distilasi (Dikerjakan oleh Sumanti Makmur)
11. Decanter
Fungsi = Untuk memisahkan air, gukosa dan maltosa dengan etanol.
Type = Tangki horizontal dengan tutup kanan dan kiri standart
dishead.
Tekanan = 1 atm
Massa bahan = 185079,6102 kg/jam = 408026,5086 lb/jam
1. Etanol = 3738,098 kg/jam = 8241,01085 lb/jam
2. H
2
O = 167849,7524 kg/jam = 370041,5641 lb/jam
3. C
6
H
12
O
6
= 13327,1347 kg/jam = 29381,0011 lb/jam
4. C
12
H
22
O
11
= 164,6251 kg/jam = 362,9325 lb/jam
Dasar Perancangan:
a. Bahan konstruksi = Carbon Steel SA-240 Grade M Type 316(f = 18750)
b. Pengelasan = Double Welded But Joint (E = 0,8) dan C = 1/16
c. Ls = 1,5 di
Perhitungan:
1. Menentukan kapasitas tangki
Kapasitas tangki = Waktu tinggal x laju alir massa
= 1 jam x 408026,5086 lb/jam
= 408026,5086 lb/jam
2. Menentukan dimensi kolom
Densitas campuran = 0,0660 kg/L = 4,1202 lb/ft
3
Densitas light liquid = 0,8269 lb/ft
3
= 13,2457 kg/m
3
App C-33
Densitas heavy liquid = 3,2956 lb/ft
3
= 52,7911 kg/m
3
Volume liquid =

alir Laju
=
3
t 4,1202lb/f
lb/jam 6 408026,508
= 99030,75302 ft
3
Direncanakan volume liquid 90% bahan masuk, maka:
Volume total =
9 , 0
liquid Volume
=
9 , 0
ft 2 99030,7530
3
= 110034,17 ft
3
3. Menentukan dimensi tangki
Volume total = V
1
+ V
2
+ V
3
Volume total = ((0,0847) .di
3
) + ( /4 x di
2
x Ls) + (0,0847) . di
3
)
110034,17 ft
3
= ) . 0847 , 0 ( 2
4
14 , 3
3 2
di Ls di +
110034,17 ft
3
= 1,3469 di
3
di = 81,6944 ft = 980,3328 in
4. Menentukan tinggi silinder
Ls = 1,5 x di
= 1,5 x 980,3328
= 1470,4992 in = 122,5416 ft
App C-34
5. Menentukan tinggi liquid dalam shell(Lls)
Volume liquid = V
1
+ V
2
99030,75302 ft
3
= ((0,0847) . di
3
) + ( Lls di
2
4

)
99030,75302 ft
3
= ((0,0847)( 81,6944
3
) + (0,785 x 81,6944
2
x Lls)
99030,75302 ft
3
= 44505,4914 + 5239,0704 . Lls
5239,0704. Lls = 54525,26162 ft
3
Lls = 0,0104 ft = 0,1248 in
6. Menentukan tebal tangki (ts)
ts = C
Pi E f
di Pi
+

) 6 , 0 . ( 2
(Pers 4-1.5 Ulrich hal 252)
Dimana:
Pi = Tekanan operasi
r = Jari-jari, in
f = Allowable stress, psia
Maka:
ts = C
Pi E f
di Pi
+

) 6 , 0 . ( 2
=
16
1
) 7 , 14 6 , 0 ( ) 8 , 0 18750 ( 2
980,3328 7 , 14
+

= 0,5431 in =
16
2
16
8
=
App C-35
Standarisasi do:
do = di + 2 ts
= 980,3328 in + 2 (2/16)
= 980,5828 in
Standarisasi do dari table 5.7 Brownell & Young hal 90 didapat:
do = 120 in
di = do 2 ts
= 120 2 (2/16)
= 119,75 in = 9,9791 ft
7. Menentukan tebal tutup
a. Tebal tutup atas (tha)
tha = C
Pi E f
r Pi
+


) 1 , 0 . (
885 , 0
=
16
1
) 7 , 14 1 , 0 8 , 0 18750 (
75 , 119 7 , 14 885 , 0
+


= 0,1039 in x 16/16
=
16
2
16
6624 , 1
~ in
b. Tebal tutup bawah (thb)
thb = tha =
16
2
in
8. Menentukan tinggi tutup
a. Tinggi tutup atas (ha)
ha = 0,169 x di
= 0,169 x 119,75 = 20,2378 in = 1,6865 ft
App C-36
b. Tinggi tutup bawah (hb)
hb = ha = 20,2378 in
c. Tinggi total tangki (H)
H = ha + Ls +hb
= 20,2378 in + 1470,4992 in + 20,2378 in
= 1510,9748 in = 125,9146 ft
9. Menentukan tinggi liquid overflow
Tinggi heavy liquid overflow
Z
3
= x Ls + tinggi tutup
= ( x 122,5416) + 1,6865
= 62,9573 ft
Tinggi light liquid overflow
Z
1
= Ls + tinggi tutup
= 122,5416 + 1,6865
= 124,2281 ft
Spesifikasi Alat:
Nama alat = Decanter
Fungsi = Untuk memisahkan air, gukosa dan maltosa dengan etanol.
Type = Tangki silinder horizontal dengan tutup kanan dan tutup kiri
standart dishead
Bahan = Carbon Steel SA-240 Grade M type 316
Tinggi light liquid = 124,2281 ft
Tinggi heavy liquid = 62,9573 ft
App C-37
Dimensi tangki = H = 1510,9748 in = 125,9146 ft
= Lls = 0,0104 ft = 0,1248 in
= ts = 2/16 in
12. Dehidrasi
Nama alat = Tangki dehidrasi
Fungsi = Tempat berlangsungnya reaksi dehidrasi etanol dengan
bantuan CaO
Type = Tangki berbentuk silinder tegak dengan tutup atas standart
dishead tutup bawah conis ( = 120
0
).
Tekanan = 1 atm
Waktu operasi = 1 jam
Kapasitas = 2858,2257 kg/jam = 6301,2444 lb/jam
Perhitungan:
1. Menentukan dimensi tangki
Densitas campuran = 112,374 lb/ft
3
Padatan pengisi bejana = 80%
Waktu tinggal = 1jam
Massa bahan = 6301,2444 lb/jam x 1 jam = 6301,2444 lb
Volume CaO =

massa
=
3
3
0739 , 56
lb/ft 112,374
lb 6301,2444
ft =
Karena volume larutan 80% volume tangki, maka:
Standarisasi do:
do = di + 2 ts
App C-38
= 89,6152 in + 2 (2/16)
= 89,8652 in
Standarisasi do dari table 5.7 Brownell & Young hal 89 didapat:
do = 90
ts = 2/16
di = do 2 ts
= 90 2(2/16) = 89,75 in = 7,4792 ft
icr = 6% (89,75) = 5,385 in
r = di = 89,75 in
2. Menentukan tabal tutup
a. Tebal tutup atas (tha)
tha = C
Pi E f
r Pi
+


) 1 , 0 . (
885 , 0
=
16
1
) 7 , 14 1 , 0 ( ) 8 , 0 18750 (
75 , 89 7 , 14 885 , 0
+


= 0,1403 in = 2/16 in
b. Tebal tutup bawah (thb)
thb = C
Pi E f
di Pi
+


) 6 , 0 ( 2
=
16
1
60 cos ) 7 , 14 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
75 , 89 7 , 14
0
+


C
= 0,1505 in = 2/16 in
App C-39
3. Menentukan tinggi tutup
a. Tinggi tutup atas (ha)
a = 875 , 44
2
75 , 89
2
= =
di
in
AB = a icr = 44,875 5,385
= 39,49 in
BC = r (icr) = 89,75 - 5,385
= 84,365 in
B = r AC = 89,75 -
2 2
) 49 , 39 ( ) 365 , 84 (
= 15,1981 in
Maka:
ha = tha + B + sf
ha = 2/16 in + 15,1981 in + 1,5
= 16,8231 in
b. Tinggi tutup bawah (conical)
thb = x 8157 , 51
1,7321
89,75

= =
o tg
di
in = 4,3179 ft
Lhb = ha = 51,8157 in + 1,5 = 53,3157 in
c. Tinggi total tangki (H)
H = ha + Ls + hb
= 16,8231 in + 134,3872 + 53,3157 in
= 204,526 in = 17,038 ft
App C-40
Spesifikasi Alat:
Nama : Tangki dehidrasi
Type : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah standart dishead
Bahan : Carbon Steel SA-240 Grade M
Kapasitas : 6301,2444 lb/jam
Dimensi tangki:
- H : 204,526 in = 17,038 ft
- ts : 2/16
- tha = thb = 2/16
App D-1
APPENDIKS D
UTILITAS
Unit utilitas merupakan sarana yang paling penting bagi kelangsungan proses
produksi. Unit utilitas yang diperlukan pada Pra Rencana Pabrik Etanol ini meliputi:
A. Unit penyediaan steam
B. Unit penyediaan air
C. Unit penyediaan listrik
D. Unit penyediaan bahan bakar
A. Unit Penyediaan Steam
1. Untuk kebutuhan pemanas
Tabel App D.1 Kebutuhan pemanas
No Nama Peralatan Kebutuhan Steam (kg/jam)
1 Reaktor Liquifikasi 40423,5866
2 Distilasi 156521,6065
Total 196945,1931
Untuk design dan faktor keamanan direncanakan banyak steam yang
disupply adalah 20% exess dari jumlah kebutuhan steam.
Steam yang disediakan boiler = 0,2 196945,1931
= 39389,0386 kg/jam
= 86837,0745 lb/jam
App D-2
Direncanakan steam yang digunakan adalah saturated steam pada kondisi:
Temperatur : 134
0
C = 273,2
0
F
Tekanan : 2,299 atm = 33,786 Psi
Dari persamaan 172 Savern W.H, hal 140:
Boiler Horse Power =
( )
5 , 34 3 , 970
hf h Ms
Dimana:
Ms = Massa steam yang dihasilkan oleh boiler, lb/jam
h = Entalphy1 lb feed steam pada perencanaan dan T tertentu 1171,4
hf = Entalphy liquid 1 lb feed water pada kondisi 970,3 dan 34,5 adalah
konstanta penyesuaian pada penguapan 1 lb air/jam dari 212
0
F dan tekanan
14,7 psia yang memerlikan entalphy 970,3 Btu/lb
Dari appendiks A.2-9 Geanklopis, hal 858 859 diperoleh:
H
212
0
F
= 180,16 Btu/lbm
Dari tabel C-3 hal 629 Van Ness diperoleh:
H
518
0
F
= 1171,4 Btu/lbm
Boiler Horse Power =
( )
35 3 , 970
16 , 180 4 , 1171 1 196945,193


= 5748.4417 Hp
Dari persamaan 171 Severn W.H hal 140:
Kapasitas boiler =
( )
1000
hf h Ms
=
( )
1000
16 , 180 4 , 1171 1 196945,193
= 195219,9532 lb/jam
App D-3
Dari persamaan 171 Severn W.H hal 140:
Faktor Epavorasi =
( ) ( )
3 , 970
16 , 180 4 , 1171
3 , 970

=
hf h
= 1,0216
Jadi air yang dibutuhkan = Faktor evaporasi Rate steam
= 1,0216 86837,0745
= 88712,7554 lb/jam
= 40239,8419 kg/jam
2. Kebutuhan bahan bakar boiler
Sebagai bahan bakar boiler digunakan fuel oil dengan heating valve = 19000
Btu/lb. (Perry ed 3, hal 16-29).
Sehingga kebutuhan bahan bakar boiler (Mf):
Mf =
( )
value heating boiler

q
hf h Ms
Karena effisiensi boiler sebesar 80% maka:
Mf =
( )
19000 8 , 0
16 , 180 4 , 1171 1 196945,193


= 12843,41797 lb/jam
= 5825,7362 kg/jam
Maka jumlah perpindahan panas boiler dan jumlah tube:
Heating value surface = 10 ft
2
/Hp boiler
Direncanakan panjang tube standard = 20 ft
Ukuran pipa yang digunakan (NPS) = 1,5 in
Luas permukaan linier feed = 0,498 ft
3
/ft
App D-4
Jumlah tube (Nt) =
L at
A

Maka: A = Luas perpindahan panas boiler


= 10 5748.4417 = 57484,417 ft
2
Sehingga: Nt =
20 489 , 0
57484,417

=
L at
A
= 5877,7522 buah ~5878 buah
Speifikasi boiler:
Type : Fire tube boiler
Kapasitas boiler : 195219,9532 lb/jam
Rate steam : 86837,0745 lb/jam
Bahan bakar : fusel oil
Effisiensi : 80%
Heating surface : 57484,417 ft
2
Jumlah tube : 5878 buah
Ukuran tube : 1,5 in
Panjang tube : 20 ft
Jumlah boiler : 1 buah
App D-5
B. Unit Penyediaan Air
Kebutuhan air pada Pra Rencana Pabrik Etanol antara lain untuk keperluan
sebagai berikutr:
1. Keperluan air proses:
Pada tangki pencuci = 680003,9419 kg/jam = 188,88998 kg/det
Pada mesin giling = 1189705,717 kg/jam = 330,4738 kg/det
Pada reaktor sakarifikasi awal = 950838,9303 kg/jam = 264,1219 kg/det
Pada pemisahan serat (RVF) = 439347,8423 kg/jam = 122,0411 kg/det
2. Keperluan pembangkit steam:
Pada Reaktor Liquifikasi = 40423,5866 kg/jam = 11,2288 kg/det
Distilsi = 156521,6065 kg/jam = 43,4782 kg/det
3. Keperluan karyawan:
Menurut standart WHO kebutuhan air untuk tiap orang = 120 L/hari
Jumlah karyawan dalam pabrik = 235 orang
Kebutuhan air untuk 235 karyawan = 120 L/hari 235
= 28200 L/hari
Jika densitas air = 896,4048 kg/m
3
Pemakaian air sanitasi untuk 235 karyawan:
V =

M
m = V
=
1000
1
896,4048 28200
= 25278,6154 kg/hari
App D-6
4. Keperluan air untuk laboratorium:
Kebutuhan air untuk laboratorium dan taman direncanakan sebesar 30% dari
kebutuhan karyawan.
Kebutuhan laboratorium dan taman = 0,3 25278,6154
= 7583,5846 kg/hari
5. Keperluan air untuk kebutuhan lainnya:
Air untuk kebutuhan lainnya = 10000 kg/hari
Total air sanitasi = (25278,6154 + 7583,5846) kg/hari
= 32862,2 kg/hari
Jadi total kebutuhan air = 3507377,171 kg/hari
Air yang disirkulasi adalah steam kondensat diperkirakan kehilangan selama
sirkulasi sebesar 10%.
Kehilangan air selama sirkulasi = 0,1total
= 0,1 3507377,171
= 350737,7171 kg/hari
Air yang disirkulasi = 3507377,171 - 350737,7171
= 3156639,454 kg/hari
Make up water yang disupplay = 3507377,171 - 3156639,454
= 350737,717 kg/hari
App D-7
Untuk cadangan dan persediaan unit pemadam kebakaran disediakan 35%
maka:
Total kebutuhan air yang dibutuhkan = 0,35 total
= 0,35 3507377,171
= 1227582,01 kg/hari
= 51149.2504 kg/jam
Peralatan Unit Penyediaan Air:
1. Pompa Air Sungai (L-211)
Fungsi: memompakan air dari sungai ke bak skimer (F-212).
Direncanakan pompa yang digunakan sebanyak 2 buah.
Rate aliran tiap pompa =
2
51149.2504
= 25574.6252 kg/jam
Rate aliran = 25574.6252 kg/jam = 56381.8187 lb/jam
= 15.6616 lb/det
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb.m/ft
3
= 0.85 Cp
= 5.7118E-04 lb/ft.det (Fig. 14 Kern hal 823)
Rate volumetrik:
V = 1091 . 902
5 , 62
56381.8187
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,2506 ft
3
/det = 15.0352 ft
3
/menit
App D-8
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 24 in
Dari tabel 11 Kern hal 844 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 24 in
Diameter luar = 24 in
Diameter dalam = 23,25 in = 1,9375 ft
Inside Cross-Sectional area = 425 in
2
= 35,4163 ft
2
Pengecekan aliran:
V = 4245 , 0
4163 , 35
15.0352
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
4245 , 0 5 , 62 9375 , 1
=

v di
= 89996,6681
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 100 ft
Elbow 90
0
sebanyak 4 buah
L/D = 35 (Tabel 5.9 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 4 35 1,9375 = 271,25 ft
App D-9
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 5.9 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 1,9375 = 34,875 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 100 + 271,25 + 34,875
= 406.125 ft
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
9375 , 1
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0004
f = 0,007
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada pipa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
0164 , 0
174 , 32 1 2 9375 , 1
4245 , 0 406.125
007 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 2027 , 0
2
4245 , 0
2
= ft.lbf/lbm
App D-10

loss friksi = Ff + hf
= 0,0164 + 0,2027
= 0,2191 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 0,4245 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 0,2191 1 20
174 , 32 1 2
0,4245
+ +

= 20.2257 ft.lbf/lbm
WHP =
550
15.6616 20.2257
550

=
m Ws
= 0,5759 ~ 1 Hp
Effisiensi pompa = 20% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 5
20 , 0
1
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 80% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
80 , 0
5
m
=
otor
BHP
q
= 6,25 ~ 6 Hp
App D-11
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memopakan air dari sungai ke bak skimer (F-212)
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 23,25 in
A = 35,4163 ft
2
Daya pompa : 6 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 2 buah
2. Bak Skimer (F-212)
Fungsi: Menampung air dari sungai sekaligus sebagai tempat pengendap
pendahuluan serta untuk membersihkan partikel berat yang terbawa
dalam air sungai.
Laju air = 51149,2504 kg/jam
Densitas = 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb/ft
3
Direncanakan bak skimer sebanyak 2 buah.
Laju alr tiap bak = 6252 , 25574
2
51149,2504
= kg/jam
=
5 . 62
2046 , 2 6252 , 25574
= 902,1091 ft
3
/jam
= 25,5449 m
3
/jam
Waktu tinggal = 8 jam
Volume air = 25,5449 8 = 204,3592 m
3
App D-12
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 0658 , 227
9 , 0
204,3592
= m
3
Direncanakan bak penampung air berbentuk persegi panjang, dengan rasio panjang
(P) : lebar (L) : tinggi (T) adalah 5 : 4 : 3, maka:
Volume bak penampung air sungai = P L T
227,0658 = 5 4 3
L
2
= 3,7844 m
2
L = 1,9454 m
Maka didapat:
- Panjang = 5 x 1,9454 = 9,727 m = 10 m
- Lebar = 4 x 1,9454 = 7,7816 m = 8 m
- Tinggi = 3 x 1,9454 = 5.8362 m = 6 m
Spesifikasi Peralatan:
Bentuk : Persegi panjang
Kapasitas : 227,0658 m
3
Panjang : 10 m
Lebar : 8 m
Tinggi : 6 m
Bahan : Beton bertulang
Jumlah : 2 buah
App D-13
3. Pompa Bak Skimer (L-213)
Fungsi: Memompakan air dari bak skimer ke bak sedimentasi (F-214)
Direncanakan sebanyak 2 buah.
Sehingga rate aliran tiap pompa =
2
51149,2504
= 25574.6252 kg/jam
Rate aliran = 25574.6252 kg/jam = 56381,8187 lb/jam
= 15,6616 lb/det
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb/ft
3
= 0.85 Cp
= 5.7118E-04 lb/ft.det (Fig. 14 Kern hal 823)
Rate volumetrik:
V = 1091 , 902
5 , 62
56381,8187
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,2506 ft
3
/det = 15.0352 ft
3
/min
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 24 in
Dasri tabel 11 Kern hal 844 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 24 in
Diameter luar = 24 in
Diameter dalam = 23,25 in = 1,9375 ft
Inside Cross-Sectional area = 425 in
2
= 35,4163 ft
2
App D-14
Pengecekan aliran:
V = 4422 , 0
4163 , 35
15,6616
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
4422 , 0 5 , 62 9375 , 1
=

v di
= 88910,55120
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 100 ft
Elbow 90
0
sebanyak 3 buah
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 3 35 1,9375 = 203,4354 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 1,9375 = 34,875 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 100 + 203,4354 + 34,875
= 338,3104 ft
App D-15
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
9375 , 1
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0004
f = 0,007
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada pipa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
0149 , 0
174 , 32 1 2 9375 , 1
4422 , 0 338,3104
007 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 2199 , 0
2
4422 , 0
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 0,0149 + 0,2199
= 0,2348 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
App D-16
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 0,4422 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 0,2348 1 20
174 , 32 1 2
0,4422
+ +

= 20,2417 ft.lbf/lbm
WHP =
550
15,6616 20,2417
550

=
m Ws
= 0,5764 ~ 1 Hp
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 2
70 , 0
1
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 86% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
86 , 0
2
m
=
otor
BHP
q
= 2,3256 ~ 3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memopakan air dari bak skimer ke bak sedimentasi (F-212)
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 23,25 in
A = 35,4163 ft
2
Daya pompa : 3 Hp
App D-17
Bahan : cast iron
Jumlah : 2 buah
4. Bak Sedimentasi (F-214)
Fungsi: mengendapkan partikel-partikel yang tidak mengendap pada bak skimer
Laju air = 51149,2504 kg/jam
Direncanakan bak sedimentasi sebanyak 2 buah.
Laju alir tiap bak = 6252 , 25574
2
51149,2504
= kg/jam
=
5 , 62
2046 , 2 6252 , 25574
= 902,1091 ft
3
/jam = 25,5449 m
3
/jam
Waktu tinggal = 8 jam
Volume air = 25,5449 8 = 204.3592 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 0658 , 227
9 , 0
204.3592
= m
3
Direncanakan bak penampung air berbentuk persegi panjang, dengan rasio panjang
(P) : lebar (L) : tinggi (T) adalah 5 : 4 : 3, maka:
Volume bak penampung air sungai = P L T
227,0658 = 5 4 3
L
2
= 3,7844 m
2
L = 1,9454 m
App D-18
Maka didapat:
- Panjang = 5 x 1,9454 = 9,727 m = 10 m
- Lebar = 4 x 1,9454 = 7,7816 m = 8 m
- Tinggi = 3 x 1,9454 = 5,8362 m = 6 m
Spesifikasi Peralatan:
Bentuk : Persegi panjang
Bahan : Beton bertulang
Panjang : 10 m
Lebar : 8 m
Tinggi : 6 m
Jumlah : 2 buah
5. Pompa Bak Sedimentasi (L-215)
Fungsi: Memompakan air dari bak sedimentasi ke tangki clarifier (F-215)
Direncanakan pompa yang digunakan sebanyak 2 buah
Sehingga rate aliran tiap pompa =
2
51149,2504
= 25574,6252 kg/jam
Rate aliran = 25574,6252 kg/jam = 56381,8187 lb/jam
= 15,6616 lb/det
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb/ft
3
= 0.85 Cp
= 5.7118E-04 lb/ft.det (Fig. 14 Kern hal 823)
App D-19
Rate volumetrik:
V = 1091 , 902
62,5
56381,8187
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,2506 ft
3
/det = 15,0352 ft
3
/min
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 24 in
Dasri tabel 11 Kern hal 844 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 24 in
Diameter luar = 24 in
Diameter dalam = 23,25 in = 1,9375 ft
Inside Cross-Sectional area = 425 in
2
= 35,4163 ft
2
Pengecekan aliran:
V = 007 , 0
4163 , 35
0,2506
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
007 , 0 5 , 62 9375 , 1
=

v di
= 15001,2212
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 100 ft
Elbow 90
0
sebanyak 3 buah
App D-20
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 3 35 1,9375 = 203,4354 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 1,9375 = 34,875 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 100 + 203,4354 + 34,875
= 338,3104 ft
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
9375 , 1
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0004
f = 0,007
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada pipa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
000003 , 0
174 , 32 1 2 9375 , 1
007 , 0 338,3104
007 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
App D-21
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 00006 , 0
2
007 , 0
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 0,000003 + 0,00006
= 0,000063 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 0,007 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 000063 , 0 1 20
174 , 32 1 2
007 , 0
+ +

= 20,00018 ft.lbf/lbm
WHP =
550
0,2506 20,00018
550

=
m Ws
= 0,37 ~ 1 Hp
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 2
70 , 0
1
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
App D-22
Effisiensi motor = 86% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
86 , 0
2
m
=
otor
BHP
q
= 2,3256 ~3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memompakan air dari bak sedimentasi ke tangki clarifier (F-
212)
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 23,25 in
A = 35,4163 ft
2
Daya pompa : 3 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 2 buah
6. Tangki Clarifier (F-216)
Fungsi : Sebagai tempat terjadinya fokulasi dengan penambahan alum
Al
2
(SO
4
)
3
.18H
2
O 30% sebanyak 80 ppm (0,08 kg/m
3
)
Laju alir = 51149,2504 kg/jam
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb/ft
3
Direncanaka tangki clarrifier yang digunakan sebanyak 2 buah.
Laju alir tiap tangki = 6252 , 25574
2
51149,2504
= kg/jam
App D-23
=
5 , 62
2046 , 2 6252 , 25574
= 902,1091 ft
3
/jam = 25,5449 m
3
/jam
Waktu tinggal = 4 jam
Volume air = 25,5449 4 = 102,1796 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume tangki = 5329 , 113
9 , 0
102,1796
= m
3
Kebutuhan alum = 10% dari volume air total dengan konsentrasi 80 ppm atau
80 mg tiap 1 L air (0,08 kg/m
3
).
Kebutuhan alum = (0,1 113,5329) 0,08 4
= 3,6331 kg/jam
Kebutuhan alum tiap hari = 24 3,6331
= 87,1933 kg/hari
Tangki berbentuk silinder dengan tutup bawah berbentuk conical:
Volume tangki = Ls D
D
+


2
3
4 2 / 1 tan 24
t
o
t
Diasumsikan L = 1,5 D
Tutup membentuk sudut (o ) = 60
0
Sehingga didapatkan:
113,5329 = D D
D
5 , 1
4 2 / 1 tan 24
2
3
+

t
o
t
113,5329 = 0,227 D
3
+ 1,1775 D
3
D = 4,3238 m
App D-24
Menentukan tinggi clarrifier:
Tinggi shell = 1,5 D = 1,5 4,3238 = 6,4857 m
Tinggi tutup bawah berbentuk conis:
h = 2429 , 4
30
4,3238 5 , 0
2 / 1
2 / 1
0
=

tg tg
D
o
m
Tinggi total tangki = Tinggi shell + Tinggi tutup bawah
= 6,4857 + 4,2429
= 10,7286 m
Jadi ukuran tangki clarrifier:
Diameter = 4,3238 m
Tinggi = 10,7286 m
Perencanaan pengaduk:
Digunakan pengaduk jenis turbine with 6 blades at 45
0
angle.
Data-data jenis pengaduk (G.G. Brownell, hal 507):
Dt/Di = 3,0
Zi/Di = 0,75 1,3
Zl/Di = 2,7 3,9
W/Di = 0,2
Dimana:
Dt = Diameter dalam tangki
Di = Diameter impeller
Zi = Tinggi impeller dari dasar tangki
Zl = Tinggi zat cair dalam silinder
App D-25
W = Lebar baffle impeller
a. Menentukan diameter impeller
Dt/Di = 3
Di = 4413 , 1
3
4,3238
3
= =
Dt
m
b. Menentukan tinggi impeller dari dasr tangki
Zi/Di = 0,75 1,3 (diambil 0,9)
Zi = Di 0,9 = 1,4413 0,9 = 1,2972 m
c. Menentukan panjang impeller
4
1
=
Dt
L
L = 1/4 Dt = 1/4 4,3238 = 1,0809 m
d. Menentukan lebar impeller
17 , 0 =
Di
W
W = 0,17 Di = 0,17 1,4413
= 0,2450 m
e. Menentukan daya pengaduk
Motor penggerak = 200 250 (diambil V = 240)
V = n Di t
Nre =


2
Di n
P =
gc
Di n
5 3
|
(Geankoplis 6
th
, per. 3.4-2,hal.145)
App D-26
Dimana:
n = Putaran pengaduk (rpm)
Di = Diameter impeller (m)
P = Daya motor (Hp)
V = Motor penggerak
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb.m/ft
3
= Viscositas (5.7118E-04 lb/ft.mnt)
gc = 32,174 lb.ft/dt
2
.lbf = 115826,4 lb.ft/mnt
2
.lbf
= 6 (G.G.Brownell, hal 507)
Sehingga:
n =
Di
V
t
=
4413 , 1
240
t
= 53,0307 ~ 53 rpm
Nre =
04 - 5.7118E
5 , 62 4413 , 1 20
2

= 4546171,281 (aliran turbulen)
P =
4 , 115826
4413 , 1 20 5 , 62 6
5 3

= 161,0963 lb.ft/det
= 0,2929 Hp
Ditetapkan:
q motor = 80%
q pengaduk = 60%
App D-27
Maka:
P = 6102 , 0
6 , 0 8 , 0
0,2929
=

Hp ~1 Hp
Spesifikasi tangki clarrifier:
Bentuk = Tangki silinder, tutup bawah berbentuk conical
Diameter Tangki = 4,3238 m
Tinggi = 10,7286 m
Diameter impeller = 1,4413 m
Lebar impeller = 0,2450 m
Daya motor = 1 Hp
Bahan = Carbon Stell Sa-240 Grade M Type 316
Jumlah = 2 buah
7. Sand Filter (F-217)
Fungsi : Menyaring partikel-partikel yang masih ada dalam air dari tangki
clarrifier.
Ketentuan:
- Berbentuk silinder dengan tutup atas dan bawah berbentuk standart dished
head.
- Waktu penyaringan = jam
- Bahan bed pasir
- Volume dalam silinder = 80%
App D-28
Penentuan volume bejana:
Direncanakan sand filter yang digunakan sebanyak 4 buah.
Rate tiap filter = 6252 , 25574
2
51149,2504
= kg/jam
=
5 , 62
2046 , 2 6252 , 255754
= 902,1091 ft
3
/jam
= 25,5449 m
3
/jam
Volume air dalam bejana = 25,5449 jam
= 12,7725 m
3
Porositas =
padatan kosong ruang
kosong ruang
V V
V
+
Asumsi: Porositas = 0,4
Air terisi dalam bed = 60% air masuk
Maka air dalam bed = 0,6 12,7725 = 7,6635 m
3
Sehingga V
b
= V
p +
V
air
Volume ruang kosong 20% volume air dalam bejana
Maka volume ruang kosong = 0,2 12,7725
= 2,5545 m
3
0,4 =
Vp + 2,5545
2,5545
V
padatan
= 1,5327 m
3
App D-29
Bila bejana terisi oleh 80% bahan, maka:
V
bejana
= 9159 , 1
8 , 0
1,5327
= m
3
Penentuan dimensi bejana:
Mula-mula bejana diangap berbentuk selinder dengan perbandingan:
L/D = 1,5
V
b
= ( ) L d
2
4 / t
1,5327 = ( ) 5 , 1 4 /
2
d t d
d = 1,3715 m = 54,86 in
Standarisasi (tabel 5.7. Browell and Young hal 90-91)
Diameter standart = 132 in = 11 ft = 3,3 m
Tinggi silinder = 1,5 132 = 198 in = 4,95 m
Spesifikasi peralatan:
Tinggi = 4,95 m
Diameter = 3,3 m
Bahan kontruksi = carbon steel
Jumlah = 2 buah
App D-30
8. Bak Air Bersih (F-218)
Fungsi: menampung air bersih dari send filter
Laju air = 51149,2504 kg/jam
Direncanakan bak air bersih yang digunakan sebanyak 2 buah.
Rate alir tiap bak = 6252 , 25574
2
51149,2504
= kg/jam
=
5 , 62
2046 , 2 6252 , 25574
= 902,1091 ft
3
/jam
= 25,5449 m
3
/jam
Waktu tinggal = 12 jam
Volume air = 25,5449 12 = 306,5388 m
3
Diperkirakan air mengisi 80% bak
Volume bak = 5868 , 191
2 8 , 0
306,5388
=

m
3
Direncanakan bak penampung air berbentuk persegi panjang, dengan rasio panjang
(P) : lebar (L) : tinggi (T) adalah 5 : 4 : 3, maka:
Volume bak penampung air sungai = P L T
191,5868 = 5 4 3
L
2
= 3,1931 m
2
L = 1,7869 m
App D-31
Maka didapat:
- Panjang = 5 x 1,7869 = 8,9345 m = 9 m
- Lebar = 4 x 1,7869 = 7,1476 m = 8 m
- Tinggi = 3 x 1,7869 = 5,3607 m = 6 m
Spesifikasi Peralatan:
Bentuk : Persegi panjang
Panjang : 9 m
Lebar : 8 m
Tinggi : 6 m
Bahan : Beton bertulang
Jumlah : 2 buah
9. Pompa Demineralizer (L-219)
Fungsi: Memompakan air dari bak air bersih ke kation exchanger
Direncanakan pompa yang digunakan sebanyak 2 buah
Sehingga rate aliran tiap pompa =
2
51149,2504
= 25574,6252 kg/jam
Rate aliran = 25574,6252 kg/jam = 56381,8187 lb/jam
= 15,6616 lb/det
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb/ft
3
= 0,85 Cp (Fig. 14 Kern hal 823)
= 5.7118E-04 lb/ft.det
App D-32
Rate volumetrik:
V = 1091 , 902
5 , 62
56381,8187
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,2506 ft
3
/det = 16,0352 ft
3
/min = 112,4891 gpm
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 24 in
Dari tabel 11 Kern hal 844 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 24 in
Diameter luar = 24 in
Diameter dalam = 23,25 in = 1,9375 ft
Inside Cross-Sectional area = 425 in
2
= 35,4163 ft
2
Pengecekan aliran:
V = 007 , 0
4163 , 35
0,2506
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
007 , 0 5 , 62 9375 , 1
=

v di
= 15001,2212
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 100 ft
App D-33
Elbow 90
0
sebanyak 3 buah
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 3 35 1,9375 = 203,4354 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 1,9375 = 34,875 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 100 + 203,4354 + 34,875
= 338,3104 ft
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
9375 , 1
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0004
f = 0,007
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada piapa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
000003 , 0
174 , 32 1 2 9375 , 1
007 , 0 338,3104
007 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
App D-34
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 00006 , 0
2
007 , 0
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 0,000003 + 0,00006
= 0,000063 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 0,007 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 000063 , 0 1 20
174 , 32 1 2
007 , 0
+ +

= 20,00018 ft.lbf/lbm
WHP =
550
0,2506 20,00018
550

=
m Ws
= 0,37 ~ 1 Hp
App D-35
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 2
70 , 0
1
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 86% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
86 , 0
2
m
=
otor
BHP
q
= 2,3256 ~3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memopakan air dari bak sedimentasi ke tangki clarifier (F-
212)
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 23,25 in
A = 35,4163 ft
2
Daya pompa : 3 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 2 buah
10. Kation Exchanger (D-210A)
Fungsi: Menghilangkan ion-ion positif penyebab kesadahan air.
Resin yang digunakan adalah Hidrogen Exchnger (H
2
Z). Untuk tiap m
3
H
2
Z dapat
menghilangkan 6500 9000 gram hardnees. Direncanakan H
2
Z dengan kapasitas
7500 g/m
3
.
Direncanakan kation exchanger yang digunakan sebanyak 1 buah.
Rate volumetrik = 112,4891 gpm
App D-36
Rate volumetrik tiap kation exchanger = 112,4891
1
112,4891
=
= 6749,346 gal/jam
Direncanakan berbentuk silinder dengan:
Kecepatan air = 5 gpm/ft
2
Tinggi bed = 3 m = 9,8424 ft
Luas penampang bed =
5
112,4891
air kecepatan
=
rate
= 22,4978 ft
2
Volume bed = Luas Tinggi
= 22,4978 9,8424
= 221,4325 ft
3
= 6,27027 m
3
A = t D
2
22,4978 = t D
2
D = 5,3535 ft = 1,6318 m
Direncanakan: H = 3 D
= 3 5,3535
= 16,0605 ft = 4,8952 m
Volume tangki = luas tinggi
= 22,4978 16,0605
= 361,3259 ft
3
= 10,2316 m
3
Asumsi, tiap galon air mengandung 10 grain hardness, maka:
Kandungan hardnees dalam air = 6749,346 10
= 67493,46 grain/jam
App D-37
Dalam 1,4362 m
3
H
2
Z dapat dihilangkan hardness sebanyak:
10,2316 7500 = 76737 gram
= 1184236,079 grain
Umur resin = 5459 , 17
67493,46
9 1184236,07
= jam
Setelah umur resin 103,4145 jam maka resin harus segera diregenerasi dengan
asam sulfat atau asam klorida.
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menghilangkan ion-ion positif penyebab kesadahan air
Bahan : High Alloy Steel SA 240 Grade M type 316
Jumlah : 1 buah
11. Anion Exchanger (D-210 B)
Fungsi: Menghilangkan ion-ion negatif penyebab kesadahan air.
Resin yang digunakan adalah De-acidite (DOH). Direncanakan DOH dengan
kapasitas 7500 g/m
3
.
Direncanakan kation exchanger yang digunakan sebanyak 4 buah.
Rate volumetrik = 112,4891 gpm
Rate volumetrik tiap kation exchanger = 112,4891
1
112,4891
=
= 6749,346 gal/jam
Direncanakan berbentuk silinder dengan:
Kecepatan air = 5 gpm/ft
2
App D-38
Tinggi bed = 3 m = 9,8424 ft
Luas penampang bed =
5
112,4891
air kecepatan
=
rate
= 22,4978 ft
2
Volume bed = Luas Tinggi
= 22,4978 9,8424
= 221,4325 ft
3
= 6,27027 m
3
A = t D
2
22,4978 = t D
2
D = 5,3535 ft = 1,6318 m
Direncanakan: H = 3 D
= 3 5,3535
= 16,0605 ft = 4,8952 m
Volume tangki = luas tinggi
= 22,4978 16,0605
= 361,3259 ft
3
= 10,2316 m
3
Asumsi, tiap galon air mengandung 10 grain hardness, maka:
Kandungan hardnees dalam air = 6749,346 10
= 67493,46 grain/jam
Dalam 1,4362 m
3
H
2
Z dapat dihilangkan hardness sebanyak:
10,2316 7500 = 76737 gram
= 1184236,079 grain
Umur resin = 5459 , 17
67493,46
9 1184236,07
= jam
App D-39
Setelah umur resin 103,4145 jam maka resin harus segera diregenerasi dengan
asam sulfat atau asam klorida.
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menghilangkan ion-ion positif penyebab kesadahan air
Bahan : High Alloy Steel SA 240 Grade M type 316
Jumlah : 1 buah
12. Bak Air Lunak (F-221)
Fungsi: menampung air yang sudah mengalami pelunakan
Laju air = 51149,2504 kg/jam
Direncanakan bak air bersih yang digunakan sebanyak 2 buah.
Laju alir tiap bak = 6252 , 25574
2
51149,2504
= kg/jam
=
5 , 62
2046 , 2 6252 , 25574
= 905,1091 ft
3
/jam = 25,6298 m
3
/jam
Waktu tinggal = 5 jam
Volume air = 25,6298 5 = 128,149 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 3878 , 142
9 , 0
128,149
= m
3
Direncanakan bak penampung air berbentuk persegi panjang, dengan rasio panjang
(P) : lebar (L) : tinggi (T) adalah 5 : 4 : 3, maka:
App D-40
Volume bak penampung air sungai = P L T
142,3878 = 5 4 3
L
2
= 2,37313 m
2
L = 1,5405 m
Maka didapat:
- Panjang = 5 x 1,5405 = 7,7025 m = 8 m
- Lebar = 4 x 1,5405 = 6,162 m = 7 m
- Tinggi = 3 x 1,5405 = 4,6215 m = 5 m
Spesifikasi Peralatan:
Bentuk : Persegi panjang
Panjang : 8 m
Lebar : 7 m
Tinggi : 5 m
Bahan : Beton bertulang
Jumlah : 2 buah
13. Pompa Deaerator (L-222)
Fungsi: Memompakan air dari bak lunak ke Dearator
Rate aliran = 40239,8419 kg/jam = 88712,7555 lb/jam
= 24,6424 lb/det
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb.m/ft
3
App D-41
= 0,85 Cp (Fig. 14 Kern hal 823)
= 5,7118E-04 lb/ft.det
Rate volumetrik:
V = 4041 , 1419
5 , 62
88712,7555
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,3942 ft
3
/det = 23,6567 ft
3
/min = 192,7161 gpm
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 5 in
Dasri App, A-5 Geankoplis hal 892didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 5 in
Diameter luar = 5,563 in
Diameter dalam = 5,047 in = 0,4206 ft
Inside Cross-Sectional area = 1,668 in
2
= 0,1390 ft
2
Pengecekan aliran:
V = 8359 , 2
1390 , 0
0,3942
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5,7118E
8359 , 2 5 , 62 4206 , 0
=

v di
= 130520,315
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 60 ft
App D-42
Elbow 90
0
sebanyak 4 buah
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 4 35 0,4206 = 58,884 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 0,4206 = 7,5708 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 60 + 58,884 + 7,5708
= 126,4548 ft
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
0,4206
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0020
f = 0,0084
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada piapa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
2832 , 1
174 , 32 1 2 4206 , 0
8359 , 2 126,4548
0084 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
App D-43
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 0634 , 12
2
8359 , 2
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 1,2832 + 12,0634
= 13,3466 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 2,8359 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 13,3466 1 20
174 , 32 1 2
2,8359
+ +

= 33,3907 ft.lbf/lbm
WHP =
550
24,6424 33,3907
550

=
m Ws
= 1,496 ~ 2 Hp
App D-44
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 9 , 2
70 , 0
2
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 83% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
83 , 0
9 , 2
m
=
otor
BHP
q
= 3,494 ~ 3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memompakan air dari bak lunak ke Dearator
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 5,047 in
A = 0,1390 ft
2
Daya pompa : 3 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 1 buah
14. Tangki Deaerator (F- 223)
Fungsi: Menghilangkan gas-gas impuritis dalam air umpan boiler dengan system
pemanasan steam.
Laju air = 40239,8419 kg/jam.
Rate volumetrik = 4041 , 1419
5 , 62
2,2046 40239,8419
=

ft
3
/jam
= 40,193 m
3
/jam
Waktu tinggal = 1 jam
App D-45
Volume air = 40,193 1 = 40,193 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 6589 , 44
9 , 0
40,193
= m
3
Menentukan dimensi tangki:
Volume tangki = t . Di
2
. Ls
Diasumsikan Ls = 1,5 Di
44,6589 = t . Di
2
. 1,5D
44,6589 = 1,179 Di
3
Di = 3,3584 m
Jadi tinggi tangki (Ls) = 1,5 3,3584 = 5,0376 m
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah:
h = 0,196 Di
h = 2 0,196 3,3584 = 1,3165 m
Jadi tinggi total tangki = Ls + h
= 5,0376 + 1,3165 = 6,4541 m
Spesifikasi Peralatan:
Type : Silinder horisontal
Tinggi : 6,4541 m
Diameter : 3,3584 m
Tutup : Standart dished head
Jumlah : 1 buah
App D-46
15. Tangki Umpan Boiler (F-224)
Fungsi: Menampung air umpan boiler
Laju air = 40239,8419 kg/jam.
Rate volumetrik = 4041 , 1419
5 , 62
2,2046 40239,8419
=

ft
3
/jam
= 40,193 m
3
/jam
Waktu tinggal = 1 jam
Volume air = 40,193 1 = 40,193 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 6589 , 44
9 , 0
40,193
= m
3
Menentukan dimensi tangki:
Volume tangki = t . Di
2
. Ls
Diasumsikan Ls = 1,5 Di
44,6589 = t . Di
2
. 1,5D
44,6589 = 1,179 Di
3
Di = 3,3584 m
Jadi tinggi tangki (Ls) = 1,5 3,3584 = 5,0376 m
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah:
h = 0,196 Di
h = 2 0,196 3,3584 = 1,3165 m
Jadi tinggi total tangki = Ls + h
= 5,0376 + 1,3165 = 6,4541 m
App D-47
Spesifikasi Peralatan:
Type : Silinder horisontal
Tinggi : 6,4541 m
Diameter : 3,3584 m
Tutup : Standart dished head
Jumlah : 1 buah
16. Pompa Air Boiler (L-225)
Fungsi: Memompa air umpan boiler dari tangki air umpan boiler menuju boiler
Rate aliran = 40239,8419 kg/jam = 88712,7555 lb/jam
= 24,6424 lb/det
= 997,08 kg/m
3
= 62,5 lb.m/ft
3
= 0,8 Cp (Fig. 14 Kern hal 823)
= 5.7118E-04 lb/ft.det
Rate volumetrik:
V = 4041 , 1419
5 , 62
88712,7555
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,3943 ft
3
/det = 23,6567 ft
3
/min = 176,9855 gpm
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 5 in
Dari App, A-5 Geankoplis hal 835 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 5 in
Diameter luar = 5,563 in
App D-48
Diameter dalam = 5,047 in = 0,4206 ft
Inside Cross-Sectional area = 1,668 in
2
= 0,1390 ft
2
Pengecekan aliran:
V = 8367 , 2
1390 , 0
0,3943
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
8367 , 2 5 , 62 4206 , 0
=

v di
= 130553,8556
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 60 ft
Elbow 90
0
sebanyak 4 buah
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 4 35 0,4206 = 58,884 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 0,4206 = 29,442 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 60 + 58,884 + 29,442
= 148,326 ft
App D-49
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
0,4206
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0020
f = 0,0084
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada piapa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
4818 , 1
174 , 32 1 2 4206 , 0
8367 , 2 148,326
0084 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 0527 , 9
2
8367 , 2
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 1,4818 + 9,0527
= 10,5345 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
App D-50
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 2,8367 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 10,5345 1 20
174 , 32 1 2
8367 , 2
+ +

= 30,5786 ft.lbf/lbm
WHP =
550
24,6424 30,5786
550

=
m Ws
= 1,3701 ~ 1,4 Hp
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 2
70 , 0
1,4
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 83% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
83 , 0
2
m
=
otor
BHP
q
= 2,4096 ~ 2,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memompa air umpan boiler dari tangki air umpan boiler menuju boiler
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 5,047 in
A = 0,139 ft
2
App D-51
Daya pompa : 2,5 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 1 buah
17. Pompa Klorinasi (L-231)
Fungsi: Untuk mengalirkan air dari bak air bersih ke bak klorinasi
Rate aliran = 40535,5467 kg/jam = 89364,6663 lb/jam
= 24,8235 lb/det
= 62,5 lgm/ft
3
= 0,85 Cp (Fig. 14 Kern hal 823)
= 5.7118E-04 lb/ft.det
Rate volumetrik:
V = 8347 , 1429
5 , 62
89364,6663
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,3972 ft
3
/det = 23,832 ft
3
/min = 178,2872 gpm
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 3 in
Dasri App, A-5 Geankoplis hal 892 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 3 in
Diameter luar = 3,5 in
Diameter dalam = 3,068 in = 0,2557 ft
Inside Cross-Sectional area = 0,6156 in
2
= 0,0513 ft
2
App D-52
Pengecekan aliran:
V = 7427 , 7
0,0513
0,3972
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
7427 , 7 5 , 62 0,2557
=

v di
= 216635,7792
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 60 ft
Elbow 90
0
sebanyak 4 buah
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 4 35 0,2557 = 35,798 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 0,2557 = 4,6026 ft
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 60 + 35,798 + 4,6026
= 100,4006 ft
App D-53
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
2557 , 0
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0033
f = 0,009
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada piapa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
1692 , 13
174 , 32 1 2 2557 , 0
7427 , 7 100,4006
009 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 4431 , 67
2
7427 , 7
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 13,1692 + 67,4431
= 80,6123 ft.lbf/lgm
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
App D-54
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 7,7427 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 80,6123 1 20
174 , 32 1 2
7,7427
+ +

= 100,7326 ft.lbf/lbm
WHP =
550
24,8235 100,7326
550

=
m Ws
= 4,5464 ~ 4,5 Hp
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 6
70 , 0
4,5
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 80% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
80 , 0
6
m
=
otor
BHP
q
= 7,5~ 8 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Untuk mengalirkan air dari bak air bersih ke bak klorinasi
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 3,068 in
A = 0,0513 ft
2
App D-55
Daya pompa : 8 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 1 buah
18. Bak Klorinasi (F-230)
Fungsi: Menampung air bersih dan penambahan desinfakten.
Laju air = 40535,5467 kg/jam = 89364,6663 lb/jam
Rate volumetrik = 8347 , 1429
5 , 62
89364,6663
= ft
3
/jam
= 40,4884 m
3
/jam
Waktu tinggal = 5 jam
Volume air = 40,4884 5 = 202,442 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 9356 , 224
9 , 0
202,442
= m
3
Direncanakan bak berbentuk silinder (tutup atas dan dasar rata) dan direncanakan
tinggi bak, H = 1,5 . D
Volume tangki = t . Di
2
. H
Diasumsikan Ls = 1,5 Di
224,9356 = t . Di
2
. 1,5D
224,9356 = 1,179 Di
3
Di = 5,7565 m
Jadi tinggi tangki (H) = 1,5 5,7565 = 8,6348 m
Klorin diperlukan tiap 100 ton air = 0,01 kg
App D-56
Kebutuhan klorin per tahun = 300 01 , 0
20000
89364,6663

= 13,4047 kg/tahun
Spesifikasi Peralatan:
Type : Silinder
Tinggi : 8,6348 m
Diameter : 5,7565 m
Tutup : High Alloy Steel SA-240 Grade M Type 316
Jumlah : 1 buah
19. Pompa Air Sanitasi (L-232)
Fungsi: Untuk mengalirkan air dari bak klorinasi ke bak air sanitasi
Rate aliran = 40535,5467 kg/jam = 89364,6663 lb/jam
= 24,8235 lb/det
= 62,5 lgm/ft
3
= 0,85 Cp (Fig. 14 Kern hal 823)
= 5.7118E-04 lb/ft.det
Rate volumetrik:
V = 8347 , 1429
5 , 62
89364,6663
= =

rate
ft
3
/jam
= 0,3972 ft
3
/det = 23,832 ft
3
/min = 178,2872 gpm
Asumsi: aliran adalah turbulen
Fig. 14-2 Timmerhaus hal 489 diperoleh di optimum = 3 in
App D-57
Dari App, A-5 Geankoplis hal 835 didapat:
Ukuran pipa normal (NPS) = 3 in
Diameter luar = 3,5 in
Diameter dalam = 3,068 in = 0,2557 ft
Inside Cross-Sectional area = 0,6156 in
2
= 0,0513 ft
2
Pengecekan aliran:
V = 7427 , 7
0,0513
0,3972
Ao
rate
= = ft/det
N
Re
=
04 - 5.7118E
7427 , 7 5 , 62 0,2557
=

v di
= 216635,7792
Untuk aliran turbulen, N
Re
> 2100, maka asumsi benar.
Perpipaan:
Pipa lurus:
L
pipa
= 60 ft
Elbow 90
0
sebanyak 4 buah
L/D = 35 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
elbow
= 35 ID
= 4 35 0,2557 = 35,798 ft
Gate valve sebanyak 2 buah
L/D = 9 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
L
gate valve
= 9 ID
= 2 9 0,2557 = 4,6026 ft
App D-58
L = L
pipa
+ L
elbow
+ L
gate valve
= 60 + 35,798 + 4,6026
= 100,4006 ft
Bahan pipa: cast iron
Dari Geankoplis hal 88, diperoleh:c = 0,00026 m, sehingga:
2557 , 0
/ 2808 , 3 10 . 6 , 2
4
m ft m
D

=

c
= 0,0033
f = 0,009
Faktor turbulen o = 1
Friksi pada piapa:
Ff = 4f
( ) gc D
v L

A
o 2
2
(Pers. 2.10-6 Geankoplis hal 89)
=
( )
1692 , 13
174 , 32 1 2 2557 , 0
7427 , 7 100,4006
009 , 0 4
2
=


ft.lbf/lbm
Friksi pada elbow 90
0
sebanyak 3 buah
Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1 Geankoplis hal 93)
hf = Kf
2
2
v
(Pers. 2.10-17 Geankoplis hal 94)
= 3 0,75 4431 , 67
2
7427 , 7
2
= ft.lbf/lbm

loss friksi = Ff + hf
= 13,1692 + 67,4431
= 80,6123 ft.lbf/lgm
App D-59
Persamaan Bernuolli: (Pers. 2.7-28 Geankoplis hal 97)

= + +
A
+
A
+

A
0
2
2
Ws F
P
gc
g V
gc
V
o
Direncanakan:
Z A = 20 ft
P A = 0
v A = 7,7427 ft/det
Sehingga diperoleh harga:
-Ws = 80,6123 1 20
174 , 32 1 2
7,7427
+ +

= 100,7326 ft.lbf/lbm
WHP =
550
24,8235 100,7326
550

=
m Ws
= 4,5464 ~ 4,5 Hp
Effisiensi pompa = 70% (fig. 14-37 Peter Timmerhauss hal 520)
BHP = 6
70 , 0
4,5
p
= =
ompa
WHP
q
Hp
Effisiensi motor = 80% (fig. 14-38 Peter Timmerhauss hal 521)
Power pompa aktual =
80 , 0
6
m
=
otor
BHP
q
= 7,5 ~ 8 Hp
App D-60
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Untuk mengalirkan air dari bak klorinasi ke bak air sanitasi
Type : Centrifugal pump
Dimensi pompa : di = 3,068 in
A = 0,0513 ft
2
Daya pompa : 8 Hp
Bahan : cast iron
Jumlah : 1 buah
20. Bak Air Sanitasi (F-233)
Fungsi: Untuk menampung air sanitasi
Laju air = 40535,5467 kg/jam = 89364,6663 lb/jam
Rate volumetrik = 8347 , 1429
5 , 62
89364,6663
= ft
3
/jam
= 40,4884 m
3
/jam
Waktu tinggal = 3 jam
Volume air = 40,4884 3 = 121,4652 m
3
Diperkirakan air mengisi 90% bak
Volume bak = 9613 , 134
9 , 0
121,4652
= m
3
Direncanakan bak berbentuk silinder (tutup atas dan dasar rata) dan direncanakan
tinggi bak, H = 1,5 . D
Volume tangki = t . Di
2
. H
App D-61
Diasumsikan Ls = 1,5 Di
134,9613 = t . Di
2
. 1,5D
134,9613 = 1,179 Di
3
Di = 4,8555 m
Jadi tinggi tangki (H) = 1,5 4,8555 = 7,2833 m
Klorin diperlukan tiap 100 ton air = 0,01 kg
Kebutuhan klorin per tahun = 300 01 , 0
20000
89364,6663

= 13,4047 kg/tahun
Spesifikasi Peralatan:
Type : Silinder
Tinggi : 7,2833 m
Diameter : 4,8555 m
Bahan : High Alloy Steel SA-240 Grade M Type 316
Jumlah : 1 buah
C. Unit penyediaan Listrik
Untuk tenaga listrik digunakan untuk mengerakkan motor, penerangan,
instrumentasi, dan lain-lain dipenuhi sendiri oleh generator.
- Perincian kebutuhan listrik untuk porses:
Daerah proses produkasi
App D-62
Tabel App D.2 Pemakaian daya peralatan proses
Kode Alat Nama Alat Jumlah Daya Hp
J-112 Belt Conveyor 1 1 1
C-113 Knife Cutter 1 6 6
L-123 Pompa I 1 1,6 1,6
L-141 Pompa II 1 8 8
L-151 Pompa III 1 8 8
L-154 Pompa IV 1 8 8
L-171 Pompa V 1 8 8
L-163 Pompa VI 1 8 8
L-181 Pompa VII 2 9,5 19
R-110 Reaktor Liquifikasi 3 12 36
L-188 Pompa VIII 4 1 4
R-140 Reaktor Sakarifikasi Lanjut 2 15 30
Total 137,6
Daerah pengolahan
Tabel App D.3 Pemakaian daya peralatan pengolahan air
Kode Alat Nama Alat Jumlah Daya Hp
L-211 Pompa Air Sungai 2 6 12
L-213 Pompa Bak Skimer 2 3 6
L-215 Pompa Bak Sedimentasi 2 3 6
F-216 Tangki Clarifier 2 1 2
App D-63
L-219 Pompa Demineralizer 2 3 6
L-222 Pompa Deaerator 1 3 3
L-225 Pompa Boiler 1 2,5 2,5
L-231 Pompa Klorinasi 1 8 8
L-232 Pompa Air Sanitasi 1 8 8
Total 53,5
Jadi total kebutuhan listrik untuk motor penggerak:
= 137,6 + 53,5
= 191,1 Hp = 142,503 kW
- Kebutuhan listrik untuk kebutuhan penerangan:
Untuk kebutuhan penerangan dapat diperoleh dengan mengetahui luas
bangunan dan areal tanah dengan menggunakan rumuas:
D U
F A
L

=
Dimana:
L = Lumen outet
A = Luas daerah
F = Foot candle
U = Koefisien utilitas = 0,8
D = Effisiensi rata-rata penerangan = 0,75
App D-64
Tabel App D.4 Kebutuhan daya untuk penerangan
Luas
No Lokasi
m
2
Ft
2
Candle (ft) Lumen
1 Taman 40 215,278 10 2152,78
2 Pos Keamanan 20 430,556 5 2152,78
3 Kantor Administrasi 100 1076,39 20 21520
4 Kantin 30 322,917 5 1614,585
5 Parkir 60 645,835 5 3229,175
6 Toilet 50 538,196 5 2690,98
7 Ruang Proses 2000 21527,8 30 645834
8 Ruang Kontrol 30 322,917 10 3229,17
9 Perkantoran Produksi 80 1861,113 10 18611,13
10 Ruang Timbang 100 1076,39 5 5381,95
11 Bengkel 40 430,556 10 4305,56
12 Unit Pengolahan Air 100 1076,39 5 5381,95
13 Pemadam Kebakaran 50 538,196 5 2690,98
14 Gudang Bahan Baku 300 3229,17 10 32291,7
15 Laboratorium Dan QC 50 538,196 10 5381,96
16 Area Perluasan Pabrik 1000 1063,9 5 5319,5
17 Unit Listrik Dan Geanerator 40 430,556 10 4305,56
18 Ruang Boiler 500 5381,96 5 26909,8
19 Gudang Bahan Bakar 30 322,917 5 1614,585
20 Parkir Kendaraan Tamu 60 645,835 5 3229,175
App D-65
21 Aula 100 1076,39 15 16145,85
22 Kapela + Mushola 40 430,556 5 2152,78
23 Polikinik 20 215,278 10 2152,78
24 Gudang Produk 3000 32291,7 10 322917
25 Unit Pengolahan Limbah 100 1076,39 10 10763,9
26 Perpustakaan 100 1076,39 10 10763,9
27 Jalan Raya - 1076,39 5 5381,95
Total 8040 20362,519 260 1161896,335
Untuk taman, water treatment, jalan, area proses, dan area penyimpanan produk
akan dipakai lampu mercury 250 watt dengan output lumen 10000.
Dari perhitungan diatas didapatakan:
Lumen untuk taman = 2152,78
Lumen untuk jalan = 5381,95
Lumen untuk water treatment = 10763,9
Lumen untuk areal proses = 645834
Lumen untuk areal produk = 322917
Total = 987049,63
Jumlah lampu mercury yang dibutuhkan:
= 99 7 , 98
10000
987049,63
~ = buah
Untuk penerangan daerah lainnya digunakan lampu Tl 40 watt dengan output
lumen 2000.
App D-66
Jumlah lampu TL yang dibutuhkan:
=
2000
987049,63 5 1161896,33
= 87,423 ~ 88 buah
Maka kebutuhan listrik untuk penerangan = (99 250 ) + (88 40)
= 28270 watt = 28,27 KW
Total kebutuhan listrik = listrik proses + listrik penerangan
= 142,503 + 28,27
= 170,773 KW
Untuk menjamin kelancaran proses produksi maka kebutuhan listrik sepenuhnya
dipenuhi oleh generator.
Power faktor untuk generator = 0,75
Power yang harus dibangkitkan oleh generator =
75 , 0
170,773
= 227,6973 KW
Menggunakan generator berkekuatan = 228 KW
D. Unit Penyediaan Bahan Bakar
- Boiler
Rate aliran = 196945,1931 kg/jam = 434185,3727 lb/jam
Densitas = 55 lb/ft
3
Viskositas = 0,0027 lbft.s
App D-67
Rate volumetrik =
55
7 434185,372
= 7894,2795 ft
3
/jam
= 233,541 m
3
/jam = 233541 L/jam
Untuk kebutuhan bahan bakar boiler = 5604984 L/hari
- Generator
Tenaga generator = 228 KW
1 KW = 81891.27 Btu/hari
Tenaga generator = 228 81891,27
= 18671209,56 Btu/hari
Bahan bakar yang dipakai adalah diesel oil.
Hv = 19000 Btu/lb
= 55 lb/ft
3
(881 kg/m
3
)
Efisiensi generator = 80%
Kebutuhan bahan bakar =
8 , 0 19000
6 18671209,5

= 1228,3591 lb/hari = 557,174 kg/hari


= 0,6324 m
3
/hari
= 632,4 L/hari
Kebutuhan bahan bakar total = 5604984 + 632,4
= 5605616,4 L/hari
- Tangki bahan bakar
Berfungsi untuk menampung bahan bakar yang akan digunakan,
Direncanakan menampung selama 10 hari.
App D-68
= 5605616,4 10
= 56056164 L = 56056,2 m
3
Direncanakan tangki bahan bakar yang digunakan sebanyak 4 buah
=
4
56056,2
= 14014,05 m
3
Jika volume bahan bakar mengisi 80% volume tangki, maka:
Volume tangki =
0,8
14014,05
= 17517,5625 m
3
Direncanakan tangki berbentuk silinder dengan tutup atas dan bawah
berbentuk datar.
Ditetapkan H = D
Volume tangki = t . Di
2
. H
17517,5625 = t . Di
2
. D
17517,5625 = 0,785 Di
3
Di = 28,1536 m
Jadi tinggi (H) = 28,1536 m
Bahan konstruksi: High Alloy Steel SA-240 Grade M type 316
App E-1
APPENDIKS E
PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI
1. Metode Penafsiran Harga
Penafsiran harga peralatan setiap tahun mengalami perubahan sesuai
dengan kondisi perekonomian yang ada. Untuk penafsiran harga peralatan,
diperlukan indeks yang dapat dipergunakan untuk mengkonversi harga peralatan
masa lalu sehingga diperoleh harga saat ini maka digunkan persamaan:
k
x
I
I
Ck X (Peter and Timmerhaus hal 164)
Dimana:
X = Tafsiran harga saat ini
k = Tafsiran harga pada tahun k
I
x
= Indeks harga saat ini
I
k
= Indeks harga tahun k
Sedangkan untuk menaksir harga alat yang sama dengan kapasitas yang berbeda
digunakan persamaan sebagai berikut:
B
n
A
B A
C
C
V V (Peter and Timmerhaus hal 169)
Dimana:
V
A
= Harga A
V
B
= Harga alat B
C
A
= Kapasitas alat A
App E-2
C
B
= Kapasitas alat B
n = Eksponen harga alat
Harga alat dalam Pra Rencana Pabrik Etanol didasarkan pada harga alat
yang terdapat pada peters and Timmerhaus dan Ulrich, G.D.
Tabel App E.1 Indeks harga alat pada tahun sebulum evaluasi
No Yi Xi Xi
2
Xi.Yi
1 1985 325 105625 645125
2 1986 318 101124 631548
3 1987 324 104976 643788
4 1988 343 117649 681884
5 1989 355 126025 706095
6 1990 356 126736 708440

11925 2021 682135 4016880


Sumber: Peters and Timmerhaus hal 163
a =


2
2
2


Xi Xi n
Yi Xi Xi Xi Yi
=


2
2021 682135 6
4016880 2021 682135 11925

= 0881 . 1953
8369
16345395

App E-3
Y= a + b.X
0
50
100
150
200
250
300
350
400
1984 1986 1988 1990 1992
Tahun
H
a
r
g
a
I
n
d
e
k
s
b =


2
2


Xi Xi n
Xi Yi Yi Xi n
=


2
2021 682135 6
2021 11925 4016880 6

= 1022 , 0
8369
855

Grafik App E.1 Hubungan antara tahun dengan indeks harga


Kenaikkan harga tiap tahun merupakan fungsi linier, tahun dan indeks
harga tahun yang merupakan persamaan garis lurus, sehingga:
Y = a + bX
Dimana:
a = Konstanta
b = Gradien
X = Tahun
Y = Indeks harga
App E-4
Dari grafik diatas didapatkan Indeks harga tahun 2007 adalah:
2007 = 0881 . 1953 + 1022 , 0 . X
Y = 527,5136
Indeks harga tahun 2010 adalah:
2010 = 0881 . 1953 + 1022 , 0 . X
Y = 556,8679
2. Harga Peralatan
Dengan menggunakan rumus-rumus pada metode penafsiran harga
didapatkan harga peralatan proses seperti tabel App D.2 dan peralatan utilitas
pada tabel App D.3.
Contoh perhitungan peralatan:
Nama alat : Pompa sentrifugal (L-211)
Type : Pompa Reciprocation
Daya : 3,5 Hp
Bahan kontruksi : Carbon steel SA 283 Grade C
Dari fig. 4-49 hal 310 Ulrich diperoleh:
F
BM
: 1
Cp : $ 2,500
C
BM
: F
BM
Cp = $ 2,500
Jadi harga pada tahun 2010 adalah:
= 2007 tahun Harga
2007 tahun a harg Indeks
2010 tahun a harg Indeks

App E-5
= 2,500 $
527,5136
556,8679

= $ 2639,1163
Tabel App E.2 Harga peralatan proses
No Nama Alat Kode Harga/Unit ($) Jumlah Harga Total
1 Gedung Penampung 14040,0988 1 14040,0988
2 Belt Conveyor 30613,7493 1 30613,7493
3 Piller 8972,9955 38 340973,8282
4 Pencucian 4478,0526 6 26868,3156
5 Mesin Penggiling 5847,2261 1 5847,2261
6 Pompa 2639,1163 1 2639,1163
7 Reaktor Liquifikasi 66400,1666 2 132800,3331
8 Pompa 2639,1163 1 2639,1163
9 Reaktor Sakarifikasi Awal 30191,4907 2 58271,6883
10 Bin Glukoamylase 1319,5582 1 1319,5582
11 Bin Amylase 1319,5582 1 1319,5582
12 Bin Inokolum 1319,5582 1 1319,5582
13 Reaktor Sakarifikasi Lanjut 30191,4907 1 30191,4907
14 Destilasi 24807, 6934 1 24807, 6934
15 Condensor 21640,7538 1 21640,7538
16 Acumulator 19001,6375 1 19001,6375
17 Pompa 2639,1163 1 2639,1163
18 Reboiler 2650517,3 1 2650517,3
App E-6
19 Pompa 2639,1163 1 2639,1163
20 Tangki Dehidrasi 29558,1028 1 29558,1028
21 Decanter 22168,5771 1 22168,5771
22 Pompa 2639,1163 1 2639,1163
23 Pemisahan Serat (RVF) 450,7611 1 450,7611
24 Storage Etanol 13723,4049 3 41170,2146
Total 3441268,333
3. Harga Peralatan Utilitas
Tabel App E.3 Harga peralatan utilitas
No Nama Alat Kode Harga/Unit ($) Jumlah Harga total
1 Pompa Air Sungai L-211 10656,7517 2 21313,5034
2 Bak Skimer F-212 36947,6284 2 73895,2568
3 Pomba Bak Skimer L-213 24239,7555 2 48479,511
4 Bak Sedimentasi F-214 43769,2163 2 87538,4326
5 Pompa Bak Sedimentasi L-215 2639,1163 2 5278,2326
6 Tangki Clarifer F-216 79344,5043 2 158689,0086
7 Sand Filter F-217 47991,8024 2 95983,6048
8 Bak Air Bersih F-218 47989,6911 2 95983,6048
9 Pompa Demineralizer L-219 2639,1163 2 5278,2326
10 Kation Exchanger D-210A 38531,0982 1 38531,0982
11 Anion Exchanger D-210B 38531,0982 1 38531,0982
12 Bak Air Lunak F-221 47926,3523 2 95852,7046
13 Pompa Deaerator L-222 10053,9775 1 10053,9775
App E-7
14 Tangki Deaerator F-223 37876,5974 1 37876,5974
15 Tangki Umpan Boiler F-224 37475,4517 1 37475,4517
16 Pompa Air Boiler L-225 2639,1163 1 2639,1163
17 Pompa Klorinasi L-231 2639,1163 1 2639,1163
18 Bak Klorinasi F-230 84873,9808 1 84873,9808
19 Pompa Bak Air Sanitasi L-232 2639,1163 1 2639,1163
20 Bak Air Sanitasi F-233 84873,9808 1 84873,9808
Total 1028425,625
Harga Peralatan total = Harga peralatan proses + Harga peralatan utilitas
= $ 3441268,333 + $ 1028425,625
= $ 4469693,958
Asumsi: $1 = Rp.12.000,00
Dengan faktor keamanan (safety factor) sebesar 20%, maka:
Harga peralatan total = 1,2 4469693,958
= $ 5363632,75 = Rp. 64.363.593.000
4. Biaya Bahan Baku
Tabel App E.4 Biaya bahan baku
No Bahan Baku Harga/Kg (Rp) Kebutuhan /Hari Biaya 1 Thn (Rp)
1 Ubi Kayu 1000 16320094,61 1.632.009.461
2 Amylase 5.500 1139,4504 6266977,2
3 Glukoamylase 5.500 136,8288 752558,4
4 CaO 300 10648 3194400
App E-8
5 H
2
N.CN.NH
2
1200 2,589 3106,8
6 Nutrisi 6.500 2,589 16828,5
Total 1.642.243.332
5. Perhitungan Biaya Utilitas
Tabel App E.5 Harga bahan utilitas
No Bahan Baku Hagra (Rp) Kebutuhan/Hari Biaya 1 Thn (Rp)
1 Bahan Bakar 6.000 1.259 kg/hari 2.266.200.000
2 Listrik 750 515 KW 115.875.000
3 Resin 6.000 37,8255 kg/hari 68.085.900
4 Alum 6.000 1574,076 kg/hari 2.833.336.800
Total 5.283.497.700
6. Harga Tanah Dan Bangunan
Luas tanah = 8.040 m
2
Luas bangunan pabrik = 7.040 m
2
Harga tanah/m
2
= Rp.100.000
Harga bangunan/m
3
= Rp.150.000
Harga tanah dan bangunan = (8.040 100.000) + (7.040 150.000)
= Rp.1.860.000.000
App E-9
7. Gaji Pegawai
Tabel App E.6 Gaji pegawai
No Jabatan Jumlah Gaji/Bln (Rp) Total (RP)
1 Dewan Komisaris 2 9.000.000 18.000.000
2 Direktur Utama 1 8.000.000 8.000.000
3 Litbang 1 5.000.000 5.000.000
4 Direktur Teknik & Produksi 1 7.000.000 7.000.000
5 Direktur Administrasi & Keuangan 1 7.000.000 7.000.000
6 Kabag. Produksi 1 5.000.000 5.000.000
7 Kabag. Produksi 1 5.000.000 5.000.000
8 Kabag. Quality Control 1 5.000.000 5.000.000
9 Kabag. SDM 1 5.000.000 5.000.000
10 Kabag. Pemasaran 1 5.000.000 5.000.000
11 Kabag. Keuangan & Adminisrtasi 1 5.000.000 5.000.000
12 Kabag.Umum 1 5.000.000 5.000.000
13 Kasie. Proses 1 2.000.000 2.000.000
14 Karyawan Proses 112 600.000 67.200.000
15 Kasie. Penyadiaan 1 2.000.000 2.000.000
16 Karyawan Penyadiaan 4 600.000 2.400.000
17 Kasie. Pengendalian Mutu 1 2.500.000 2.500.000
18 Karyawan Pengendalian Mutu 4 600.000 2.400.000
19 Kasie. Gudang 1 2.000.000 2.000.000
20 Karyawan Gudang 8 600.000 4.800.000
App E-10
21 Kasie. Utilitas 1 2.000.000 2.000.000
22 Karyawan Utilitas 8 600.000 4.800.000
23 Kasie. Pemeliharaan & Perbaikkan 1 2.000.000 2.000.000
24 Karyawan Pemeliharan & Perbaikan 8 600.000 4.800.000
25 Kasie. Lingkungan 1 1.500.000 1.500.000
26 Karyawan Lingkungan 4 600.000 2.400.000
27 Kasie. Jaminan Mutu 1 1.500.000 1500.000
28 Karyawan Jaminan Mutu 8 600.000 4.800.000
29 Kasie. Pengendalian Proses 1 2.500.000 2.500.000
30 Karyawan Pengendalian Proses 5 600.000 3.000.000
31 Kasie. Kesehatan 1 2.000.000 2.000.000
32 Karyawan Kesehatan 2 1.000.000 2.000.000
33 Kasie. Ketenagakerjaan 1 1.500.000 1.500.000
34 Karyawan Ketenagakerjaan 2 600.000 1.200.000
35 Kasie. Pembelian 1 2.500.000 2.500.000
36 Karyawan Pembelian 3 1.000.000 1.000.000
37 Kasie. Penjualan 1 2.000.000 2.000.000
38 Karyawan Penjualan 2 600.000 1.200.000
39 Kasie. Promosi & Periklanan 1 2.000.000 2.000.000
40 Karyawan Promosi & Periklanan 3 600.000 1.800.000
41 Kasie. Riset & Marketing 1 2.500.000 2.500.000
42 Karyawan Riset & Marketing 3 600.000 1.800.000
App E-11
43 Kasie. Keuangan 1 2.500.000 2.500.000
44 Karyawan Keuangan 2 600.000 1.200.000
45 Kasie. Akuntansi 1 2.500.000 2.500.000
46 Karyawan Akuntansi 2 600.000 1.200.000
47 Kasie. Humas 1 2.500.000 2.500.000
48 Karyawan Humas 2 600.000 1.200.000
49 Kasie. Personalia 1 2.500.000 2.500.000
50 Karyawan Personalia 1 600.000 600.000
51 Kasie. Keamanan 1 2.000.000 2.000.000
52 Karyawan Keamanan 10 600.000 6.000.000
53 Kasie. Kebersihan 1 1.000.000 1.000.000
54 Karyawan Kebersihan 10 400.000 4.000.000
55 Kasie. Transportasi 1 2.000.000 2.000.000
56 Karyawan Transportasi 8 600.000 4.800.000
Total 266.900.000
Total gaji pegawai = Rp. 266.900.000 12
= Rp. 3.202.800.000
8. Pengemasan
Pengemasan porduk utama
Kapasitas = 2777,7777 kg/jam = 19.999.999,44 L/tahun
Harga satuan per barang = Rp.14000
App E-12
=
1000
,44 19.999.999
= 19.999,999 tab/tahun
Biaya pengemasan dalam 1 tahun = 19.999,999 Rp.14000
= Rp. 279.999.992
9. Harga Penjualan
- Etanol
Produksi/tahun = 19.999.999,44 L/thn
Harga jual/L = Rp. 9500
Total penjualan = Rp. 9500 19.999.999,44 = Rp.189.999.994.700
10. Penentuan Total Capital Investment (TCI)
a. Biaya Langsung (DC)
Tabel App E.7 Biaya langsung (DC)
Harga Peralatan E Rp. 64.363.593.000
Instalasi Alat 57% E Rp. 36.687.248.010
Instrumentasi Dan Kontrol 18% E Rp. 11. 585.446.740
Perpipaan 66% E Rp. 42.479.971.380
Listrik 15% E Rp. 9.654.538.950
Bangunan + Tanah 30% E Rp. 19.309.077.900
Fasilitas Layanan 75% E Rp. 48.272.694.750
Pengembangan Lahan 10% E Rp. 6.436.359.300
Total Direct Cost (DC) Rp. 162.839.890.290
App E-13
b. Biaya Tak Langsung (IC)
Tabel App E.8 Biaya tak langsung (IC)
Engineering 35% E Rp. 22.527.257.550
Biaya Konstruksi 45% E Rp. 28.963.616.850
Total Indirect Cost (IC) Rp. 51.490.874.400
c. Fix Capital Investment (FCI)
Tabel App E.9 Fix capital investment (FCI)
Biaya langsung (DC) + Biaya tak langsung (IC) Rp. 214.330.764.690
Biaya Kontraktor 20% (DC + IC) Rp. 42.886.152.938
Biaya Tak Terduga 25% (DC + IC) Rp. 53.582.691.172
Total Fix Capital Investment (FCI) Rp. 96.468.844.110
d. Modal Kerja (WC)
Work Capital Investment (WCI) = 20% TCI
Total Capital Investment (TCI) = WCI + FCI
TCI = 20% TCI + Rp. 96.468.844.110
80% TCI = Rp. 96.468.844.110
TCI = Rp. 120.586.055.138
WCI = 20% Rp. 120.586.055.138
= Rp.24.117.211.028
App E-14
11. Penentuan Total Product Cost (TPC)
a. Biaya Produksi Langsung (Direct Production Cost/DPC)
Tabel App E.10 Biaya produksi langsung (Direct Production
Cost/DPC)
Pemeliharaan 10% FCI Rp. 9.646.884.411
Laboratorium 15% Gaji Rp. 40.035.000
Paten &Royalti 3% TPC 0,03 TPC
Supervisi 15% Gaji Rp. 40.035.000
Total DPC Rp. 9.726.954.411 + 0,03 TPC
b. Biaya Tetap (Fixed Production Cost/FPC)
Tabel App E.11 Biaya tetap (Fixed Production Cost/FPC)
Depresiasi Alat 15% E Rp. 9.654.538.950
Pajak Kekayaan 5% FCI Rp. 4.823.442.206
Asuransi 5% FCI Rp. 4.823.442.206
Bunga Pinjaman 15% Modal Pinjaman Rp. 7.235.163.308
Depresiasi Bangunan 3% Bangunan Rp. 55.800.000
Total FPC Rp. 26.592.386.670
c. Biaya Overhead
Biaya Overhead = 50% (Gaji + Supervisi + Pemeliharaan)
= 50% Rp. 9.953.819.411
= Rp. 4.967.909.706
App E-15
d. Biaya Umum (General Expenses/GE)
Tabel App E.12 Biaya umum
Administrasi 15% TPC 0,1 TPC
Distribusi 2% TPC 0,02 TPC
R & D 5% TPC 0,05 TPC
Total GE 0,17 TPC
TPC = DPC + GE + FPC + Biaya Overhead
TPC = Rp. 9.726.954.411 + 0,03 TPC + 0,14 TPC +
Rp. 26.592.386.670 + Rp. 4.967.909.706
TPC = Rp. 41.287.250.787 + 0,17 TPC
0,83 TPC = Rp. 41.287.250.787
TPC = Rp. 49.743.675.647
GE = 0,17 TPC 49.743.675.647
= Rp. 8.456.424.860
12. Analisa Profitabilitas
Asumsi yang diambil:
a. Modal yang digunakan terdiri dari:
1. Modal sendiri 60% TCI = Rp. 72.351.633.083
2. Modal pinjaman 40% TCI = Rp. 48.234.422.055
App E-16
b. Bunga kredit = 15% per tahun
c. Masa konstruksi:
Tahun I = 60% modal sendiri + 40% modal pinjaman
Tahun II = 60% modal sendiri + 40% modal pinjaman
d. Pengembalian pinjaman dalam waktu 10 tahun
e. Umur pabrik 5 tahun
f. Kapasitas produksi:
Tahun I = 60% dari produksi total
Tahun II = 100% dari produksi total
g. Pajak penghasilan = 30% per tahun
Menghitung Total Investasi:
Masa Konstruksi Tahun I:
Modal sendiri = 60% TCI = Rp. 72.351.633.083
Modal pinjaman = 40% TCI = Rp. 48.234.422.055
Masa Konstruksi Tahun II:
Modal sendiri = 60% Tahun I = Rp. 43.410.979.850
Modal pinjaman = 40% Tahun I = Rp. 19.293.768.822
App E-17
Menghitung Biaya Variabel (VC):
Tabel App E.13 Biaya variabel (VC)
Bahan Baku Rp. 1.642.243.332
Pengemasan Rp. 279.999.992
Gaji Rp. 266.900.000
Utilitas Rp. 5.283.497.700
Total VC Rp. 7.472.641.024
Menghitung Biaya Semi Variabel (SVC):
Tabel App E.14 Biaya semi variabel (SVC)
Biaya Overhead Rp. 4.967.909.706
Pemeliharan Rp. 9.646.884.411
Laboratorium Rp. 40.035.000
Biaya Umum Rp. 8.456.424.860
Total SVC Rp. 23.111.253.977
Laba Untuk Kapasitas Pabrik 100%
Pajak = 35% per tahun
Laba Kotor = Total penjualan Biaya produksi total
= Rp. 189.999.994.700 Rp. 120.586.055.138
= Rp.69.413.939.562
Laba Bersih = Laba kotor (1-0,35)
= Rp. 69.413.939.562 0,65
= Rp. 45.119.060.715
App E-18
Nilai Penerimaan Cash Floe Setalah Pajak (C
A
)
C
A
= Laba bersih + Depresiasi
= Rp. 45.119.060.715 + Rp. 9.654.538.950
= Rp. 54.773.599.665
Menghitung Penilaian Investasi:
1. POT
FCI = Rp. 96.468.844.110
TCI = Rp. 120.586.055.138
C
A
= Rp. 54.773.599.665
POT = tahun 1
Flow Cash
FCI

= tahun 1
599.665 Rp.54.773.
.110 96.468.844 Rp.

= 1,76 tahun
2. ROI
Pajak = 35%
Laba kotor = Rp. 69.413.939.562
Laba bersih = Rp. 45.119.060.715
FCI = Rp. 96.468.844.110
ROI
BT
= % 100
FCI
Kotor Laba

= % 100
.110 96.468.844 Rp.
939.562 Rp.69.413.

= 71,96 %
App E-19
ROI
AT
= % 100
FCI
bersih Laba

= % 100
.110 96.468.844 Rp.
060.715 Rp.45.119.

= 46,77%
3. BEP
FPC = Rp. 26.592.386.670
SVC = Rp. 23.111.253.977
VC = Rp. 7.472.641.024
S = Rp.189.999.994.700
BEP = % 100
VC - SVC 0,7 - S
SVC 0,3 FPC

= % 100
024 7.472.641. ) .977 23.111.253 7 , 0 ( 4.700 189.999.99
) .977 23.111.253 3 , 0 ( .670 26.592.386



= 38,53%
Titik BEP terjadi pada kapasitas produksi:
= 38,53% 20.000 ton/tahun
= 7766 ton/tahun
Nilai BEP untuk pabrik Etanol berada diantara 30-60%, maka nilai BEP
memadai. Untuk produksi Tahun I kapasitas pabrik 80% dari kapasitas
sesungguhnya, sehingga keuntungannya adalah:
BEP - 100
) kapasitas - (100 - BEP) 100 (
PB
PBi

App E-20
Dimana:
PBi = Keuntungan pada % kapasitas yang tercapai (dibawah 100%)
PB = Keuntungan pada kapasitas 100%
% Kap = % kapasitas yang tercapai
060.715 Rp.45.119.
PBi
=
) 38,53 100 (
) 80 100 ( ) 38,53 100 (


PBi = Rp.30.439.034.417
Sehingga Chas Flow setelah pajak untuk Tahun I:
C
A
= Laba bersih Tahun I + Depresiasi
= Rp. 30.439.034.417 + Rp. 9.710.338.950
= Rp. 40.149.373.367
4. Shut Down Point
SDP adalah suatu titik yang merupakan kapasitas minimal pabrik yang masih
boleh beroperasi.
SDP = % 100
VC - SVC - S
SVC 0,3

= % 100
024 7.472.641. - .977 23.111.253 - 4.700 189.999.99
.977 23.111.253 3 , 0

= 4,35%
Titik Shut Down Point terjadi pada kapasitas:
= 4,35%

20.000 ton/tahun
= 870 ton/tahun
App E-21
5. Net Present Value
Metode ini digunakan untuk menghitung selisih dari nilai penerimaan kas
bersih dengan nilai investasi sekarang.
Langkah-langkah menghitung NPV:
a. Menghitung C
A0
(tahun Ke-0) untuk masa konstruksi 2 tahun
C
A-2
= 40% C
A
(1 + i)
2
= 40% Rp. 54.773.599.665 (1 + 0,2)
2
= Rp.31.549.593.407
C
A-1
= 60%

C
A

(1 + i)
2
= 60% Rp. 54.773.599.665 (1 + 0,2)
2
= Rp. 47.324.390.111
C
A-O
= (C
A-2
- C
A-1
)
= Rp. 31.549.593.407 - Rp. 47.324.390.111
= Rp. -157.747.96.704
b. Menghitung NPV tiap tahun
NPV = C
A
Fd
Fd =
2
) 1 (
1
i
Dimana:
NPV = Net Preaent Value
CA = Cash Flow setalah pajak
Fd = Faktor diskon
i = Tingkat bunga bank
n = Tahun ke-n
App E-22
Tabel App E.15 Cash flow untuk NPV selama 10 tahun
Tahun Cash Flow/C
A
(Rp) Fd (i = 0,15) NPV
0 -157.747.96.704 1 -157.747.96.704
1 47.324.390.111 0,8696 41.153.289.640,5256
2 31.549.593.407 0,7561 23.854.647.575,0327
3 31.549.593.407 0,6575 20.743.857.665,1025
4 31.549.593.407 0,5718 18.040.057.510,1226
5 31.549.593.407 0,4972 15.686.457.841,9604
6 31.549.593.407 0,4323 13.638.889.229,8461
7 31.549.593.407 0,3759 11.859.492.161,6913
8 31.549.593.407 0,3269 10.284.141.084,7483
9 31.549.593.407 0,2843 8.943.962.405,6101
10 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104
Nilai Sisa 0 0,2472 0
WCI 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104
Total 165.763.018.459
Karena harga NPV positif, maka pabrik layak didirikan.
6. Internal Rate Of Return (IRR)
Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat bunga pada investasi.
Harga IRR harus lebih tinggi dari tingkat bunga bank sehingga harus dipenuhi
persamaan dibawah ini dengan cara trial.
IRR = i
2
+ ) (
NPV NPV
NPV
1 2
2 1
1
i i

App E-23
Dimana:
i
1
= Besarnya bunga pinjam tahun ke-1 yang trial 15%
i
2
= Besarnya bunga pinjam tahun ke-2 yang trial 24%
Tabel App E.16 Cash flow untuk IRR selama 10 tahun
Tahun
Cash Flow/CA
(Rp)
Fd (i = 0,15) PV
1
FD (0,24) PV
2
0 -157.747.96.704 1 -15.774.796.704 1 -15.774.796.704
1 47.324.390.111 0,8696 41.153.289.640,5256 0,650364 26.764.618.063,7708
2 31.549.593.407 0,7561 23.854.647.575,0327 0,422974 10.089.895.703,4019
3 31.549.593.407 0,6575 20.743.857.665,1025 0,275087 5.706.365.573,5201
4 31.549.593.407 0,5718 18.040.057.510,1226 0,178907 3.227.492.568,9635
5 31.549.593.407 0,4972 15.686.457.841,9604 0,116354 1.825.182.115,7435
6 31.549.593.407 0,4323 13.638.889.229,8461 0,075673 1.032.095.664,6901
7 31.549.593.407 0,3759 11.859.492.161,6913 0,049215 583.664.906,7376
8 31.549.593.407 0,3269 10.284.141.084,7483 0,032008 329.174.787,8406
9 31.549.593.407 0,2843 8.943.962.405,6101 0,020817 186.186.465,3976
10 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104 0,013538 105.282.473,9545
Nilai Sisa 0 0,2472 0 0,0135 0
WCI 31.549.593.407 0,2472 7.776.811.490,2104 0,013538 105.282.473,9545
Total NPV
1
= 165.763.018.459 NPV
2
= 34.180.444.094
IRR = %) 15 % 24 (
.094 34.180.444 - 8.459 165.763.01
8.459 165.763.01
% 15
= 26.34%
Dengan besarnya IRR = 26.34% maka pabrik layak didirikan, karena IRR > bunga
bank (15%).