Anda di halaman 1dari 14

Skripsi Pendidikan Dokter Gigi II SILAHKAN KAMI TAMPILKAN JUDUL JUDUL SKRIPSI YANG ADA, BILA BERMINAT UNTUK

MENDAPATKAN FILENYA ATAU MENDOWNLOADNYA SILAHKAN HUBUNGI email : pusatskripsi@gmail.com atau sms ke 085316254562
1. PENATALAKSANAAN TORUS PALATINUS UNTUK PERSIAPAN PEMBUATAN GIGI TIRUAN 2. PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA DEFISIENSI KONGENITAL STABILIZING FIBRIN FAKTOR (FAKTOR XIII) 3. PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA RETARDASI MENTALPENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA STRUMA 4. PENCEGAHAN INFEKSI SILANG KEPADA DOKTER GIGI DALAM PENATALAKSANAAN PASIEN AIDS 5. PENCEGAHAN KARIES GIGI SULUNG PADA ANAK 6. PENCEGAHAN KARIES SELAMA PERAWATAN ORTODONSIA DENGAN PESAWAT CEKAT 7. PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS HEPATITIS DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 8. PENCETAKAN TUNGGAL SELECTIVE PRESSURE UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN BERUJUNG BEBAS 9. PENDAYAGUNAAN INSTRUMEN ULTRASONIK DALAM BIDANG ENDODONTI 10. PENDEKATAN BARU PERMUKAAN OKLUSAL PADA GIGITIRUAN LEPASAN 11. ENELITIAN KEBUTUHAN FISUR SILEN DAN PENGALAMAN KARIES GIGI POSTERIOR PADA MURID DI DUA SD NEGERI _____ 12. PENELITIAN KEBUTUHAN PERAWATAN KARIES GIGI PADA ANAKANAK USIA 12 DAN 15 TAHUN DI SD NEGERI 060924 DAN SLTP NEGERI 36 KECAMATAN _____ JOHOR 13. PENELITIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG PEMAKAIAN OBAT KUMUR PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SUKARAMAI I KECAMATAN _____ AREA KOTAMADYA _____ 14. PENELITIAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN KEBUTUHAN PERAWATAN MALOKLUSI PADA MURID-MURID SMPN 1 DAN SMUN 1 _____ 15. PENELITIAN TENTANG KEBIASAAN MENGUNYAH SIRIH DAN HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS PENYAKIT PERIODONTAL PADA WANITA DI KECAMATAN LAU BALENG KABUPATEN KARO 16. PENELITIAN TENTANG STATUS PENYAKIT PERIODONTAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK PADA PEGAWAI KANTOR DINAS PERTANIAN TINGKAT I _____ DAN LINGKUP UNIT PELAKSANA TEKNIS. 17. PENELITIAN TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN PRIMER TERHADAP KARIES GIGI, PENYAKIT PERIODONTAL DAN

MALOKLUSI GIGI OLEH DOKTER GIGI DI PRAKTEK PRIBADI DI KOTA _____ 18. PENGALAMAN KARIES GIGI ANAK USIA 12 SAMPAI 15 TAHUN YANG MINUM AIR SUMUR BOR DAN AIR PAM PADA MASYARAKAT NELAYAN DAN UNI KAMPUNG DI BELAWAN 19. PENGALAMAN KARIES GIGI PADA ANAK-ANAK SD NEGERI 060901 (PROYEK INPRES 91/92) DAN SWASTA BHAANGKARI I _____ 20. PENGAMATAN KEBOCORAN MIKRO RESTORASI SANDWICH TEKNIK OPEN DAN CLOSED PADA RESTORASI KELAS V (PENELITIAN IN VITRO) 21. PENGARUH BAKING SODA DALAM MENAIKKAN PH CAIRAN MULUT UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KARIES GIGI 22. PENGARUH DAN PENATALAKSANAAN RASA SAKIT DAN RASA TAKUT ANAK TERHADAP PENCABUTAN GIGI 23. PENGARUH DAYA ANTIBAKTERIAL TEH HIJAU DALAM MENCEGAH KARIES GIGI 24. PENGARUH DISAIN PREPARASI GIGI TERHADAP KEKUATAN LEKAT JEMBATAN ADHESIF 25. PENGARUH FAKTOR HORMONAL PADA KEHAMILAN TERHADAP KESEHATAN JARINGAN MULUT 26. PENGARUH KEHILANGAN DINI GIGI DESIDUI TERHADAP PERTUMBUHAN LENGKUNG GIGI 27. PENGARUH KEKURANGAN ZAT BESI PADA MUKOSA RONGGA MULUT 28. PENGARUH KETERGANTUNGAN OBAT TERLARANG TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT 29. PENGARUH KETIDAKSERASIAN OKLUSI GIGITIRUAN CEKAT TERHADAP KOMPONEN STOMATOGNASI 30. PENGARUH MASTIKAL TERHADAP KECEPATAN ALIRAN SALIVA 31. PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL TERHADAP PENURUNAN KARIES GIGI 32. PENGARUH METABOLISME PLAK GIGI TERHADAP DEMINERALISME ENAMEL 33. PENGARUH MINERAL DAN VITAMIN TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN GIGI 34. PENGARUH OSTEOPOROSIS TERHADAP KESEHATAN RONGGA MULUT PADA WANITA MENOPAUSE 35. PENGARUH PEMAKAIAN ANESTESI PADA PENDERITA HIPERPIREKSIA MALIGNAN 36. PENGARUH PEMAKAIAN BAKING SODA DALAM PASTA GIGI TERHADAP PH SALIVA 37. PENGARUH PEMAKAIAN HOME BLEACHING TERHADAP JARINGAN DAN RESTORSASI GIGI 38. PENGARUH PEMAKAIAN OBAT KOMBINASI ANTIRETROVIRUS TERHADAP FREKUENSI KANDIDIASIS ORAL PADA PASIEN HIV/AIDS 39. PENGARUH PEMAKAIAN TETRASIKLIN TERHADAP PERUBAHAN WARNA PADA GIGI-GELIGI 40. PENGARUH PEMBERIAN ANESTESI LOKAL TERHADAP GANGGUAN PENDERITA EMOSI

41. PENGARUH PENUMPUKAN PLAK PADA PEMAKAIAN GIGITIRUAN LEPASAN AKRILIK SERTA USAHA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGANNYA 42. PENGARUH PERAWATAN AKTIVATOR PADA MALOKLUSI KLAS II DIVISI I TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN MANDIBULA 43. PENGARUH PERAWATAN ORTODONTI CEKAT TERHADAP ASPEK BILOGIS JARINGAN PERIODONTAL 44. PENGARUH PERENDAMAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DALAM REBUSAN DAUN SIRIH (FAMILIA PIPERACEAE) 25% DAN KLORHEKSIDIN TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS 45. PENGARUH PERMEN KARET MENGANDUNG XILITOL TERHADAP KARIES GIGI 46. PENGARUH PLAK DENTURE TERHADAP TERJADINYA DENTURE STOMATITIS 47. PENGARUH RADIOGRAFI DENTAL TERHADAP KELAHIRAN BAYI DENGAN BERAT BADAN RENDAH 48. PENGARUH RASA CEMAS IBU TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK WAKTU PERAWATAN GIGI 49. PENGARUH SIFAT-SIFAT FISIK RESIN AKRILIK TERHADAP BASIS PROTESA 50. PENGARUH SINAR LASER TERHADAP SMEAR LAYER DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR 51. PENGARUH SISA BAHAN DRESSING KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP KEPADATAN PENGISIAN SALURAN AKAR 52. PENGARUH SUHU AIR PADA WAKTU PENGERASAN DAN KETEPATAN CETAKAN ALGINAT 53. PENGARUH TETRASIKLIN TERHADAP PERUBAHAN WARNA GIGI ANAK 54. PENGARUH TRAUMA OKLUSI TERHADAP PENYEMBUHAN PERIAPIKAL 55. PENGARUH WAKTU PENGISIAN CETAKAN ALGINATE TERHADAP KETEPATAN MODEL HASIL CETAKAN 56. PENGASAHAN SELEKTIF PADA GIGITIRUAN PENUH YANG BARU SELESAI DIPROSES UNTUK MENCAPAI OKLUSI DAN ARTIKULASI SEIMBANG 57. PENGENALAN PIRANTI CEKAT TIPE LINGUAL 58. PENGENDALIAN PENYEBARAN INFEKSI DI BIDANG RADIOLOGI DENTAL 59. PENGETAHUAN DAN PEMILIHAN SIKAT GIGI PADA IBU-IBU PKK KECAMATAN _____ AREA KOTAMADYA _____ 60. PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT PENGUNJUNG SUPERMARKET MANDIRI PASAR MERAH _____ TERHADAP PENYAKIT MULUT 61. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PERANAN DOKTER GIGI DALAM MENANGANI PENYAKIT JARINGAN LUNAK MULUT DI KELURAHAN DWIKORA KECAMATAN _____ HELVETIA KOTAMADYA _____

62. PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS _____ MENGENAI PEMILIHAN PASTA GIGI DIKAITKAN DENGAN MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUTNYA 63. PENGGUNAAN AKUNTANSI PADA INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT 64. PENGGUNAAN ALAT BANTU NUTRISI PADA BAYI CELAH LANGITAN 65. PENGGUNAAN BAHAN CETAK ELASTOMER DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 66. PENGGUNAAN BAHAN PELAPIS LUNAK UNTUK MEMPERTAHANKAN RETENSI DAN STABILITAS GIGITIRUAN LEPASAN PADA LINGGIR ALVEOLUS YANG MEMILIKI DAERAH GERONG 67. PENGGUNAAN BAHAN RESTORASI COMPOMER DI KEDOKTERAN GIGI 68. PENGGUNAAN BAHAN RESTORASI SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BONDING PADA GIGI YANG EROSI 69. PENGGUNAAN BAHAN TUMPATAN RESIN KOMPOSIT DENGAN PROSEDUR ETSA ASAM 70. PENGGUNAAN BEDAH KRIO DALAM BEDAH MULUT 71. PENGGUNAAN CERVICAL HEADGEAR DALAM PERAWATAN ORTODONTI 72. PENGGUNAAN DAN SIFAT-SIFAT ALOI EMAS TIPE III 73. PENGGUNAAN DENTAL PANORAMIK RADIOGRAFI DALAM MENGIDENTIFIKASI OSTEOPOROSIS PADA WANITA POSTMENOPAUSAL 74. PENGGUNAAN ELASTIK PADA PERAWATAN ORTODONTI 75. PENGGUNAAN HIDROKSIAPATIT SEBAGAI BAHAN DENTAL IMPLAN 76. PENGGUNAAN KAITAN PRESISI UNTUK MENDUKUNG RETENSI GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 77. PENGGUNAAN LENGKUNG TRANSPALATAL DALAM PERAWATAN ORTODONTI 78. PENGGUNAAN LOGAM CAMPUR KROMIUM SEBAGAI BAHAN UNTUK DENTAL CASTING 79. PENGGUNAAN NITROUS OXIDA (N2O) SEBAGAI ANESTESI UMUM DI BEDAH MULUT 80. PENGGUNAAN PELAPIS LUNAK PADA GIGITIRUAN LEPASAN UNTUK MENGATASI RASA SAKIT AKIBAT TEKANAN PENGUNYAHAN TERHADAP LINGGIR ALVEOLUS YANG TAJAM 81. PENGGUNAAN PIRANTI BIONATOR DALAM PERAWATAN MALOKLUSI KLAS III 82. PENGGUNAAN POLYETHER SEBAGAI BAHAN CETAK DI KEDOKTERAN GIGI 83. PENGGUNAAN RADIOGRAFI DI KEDOKTERAN GIGI UNTUK MENDETEKSI EAGLES SYNDROME 84. PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT FLOWABLE SEBAGAI BAHAN RESTORASI GIGI 85. PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN PASAK DAN INTI 86. PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT YANG DIMODIFIKASI POLIASAM UNTUK MENGATASI PERFORASI AKAR 87. PENGGUNAAN ROENTGENOGRAFI PADA TINDAKAN IMPLANTASI GIGI

88. PENGGUNAAN SEDASI INHALASI NITROUS OXIDE-OXIGEN PADA PERAWATAN GIGI ANAK 89. PENGGUNAAN SEMEN SILIKOFOSFAT DI KEDOKTERAN GIGI 90. PENGGUNAAN TITANIUM SEBAGAI BAHAN DENTAL IMPLAN 91. PENGOBATAN XEROSTOMIA PADA PASIEN GIGI TIRUAN DENGAN MENGGUNAKAN TITIK-TITIK LOKAL AKUPUNTUR PADA WAJAH 92. PENGUJIAN ANALISA BOLTON PADA MAHASISWA FKG-USU RAS DEUTRO-MELAYU 93. PENGUKURAN RISIKO KARIES SEBAGAI SUATU STRATEGI PENCEGAHAN KARIES 94. PENILAIAN DAN PENGONTROLAN FAKTOR RESIKO DALAM PERKEMBANGAN LESI AWAL KARIES 95. PENTINGNYA DATARAN PENUNTUN DAN ARAH PASANG PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN UNTUK STABILITAS 96. PENUTUPAN AKAR GIGI YANG TERSINGKAP DENGAN MENGGUNAKAN ALOGRAF ACELLULAR DERMAL MATRIX (ADM) 97. PENYAKIT GASTROINTESTINAL SEBAGAI PENYEBAB TIMBULNYA HALITOSIS 98. PENYAKIT PARKINSON SEBAGAI SALAH SATU ETIOLOGI TERJADINYA SIALORROE 99. PENYAKIT TANGAN KAKI DAN MULUT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS COXSACKIE 100. PENYEBAB, AKIBAT DAN PERAWATAN GIGI BERLEBIH 101. PENYESUAIAN OKLUSAL GIGI GELIGI SEBELUM PEMBUATAN GIGITIRUAN 102. PENYULUHAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK 103. PERANAN DOKTER GIGI DALAM PENCEGAHAN INJURI OROFASIAL AKIBAT OLAHRAGA 104. PERANAN FOTO RONTGEN DALAM BIDANG ODONTOLOGI FORENSIK 105. PERANAN GIGITIRUAN SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI PADA KEDOKTERAN GIGI FORENSIK 106. PERANAN KALSIUM TERHADAP GIGI DAN RESIKO PENYAKIT PERIODONTAL 107. PERANAN KLORHEKSIDIN SEBAGAI BAHAN PERAWATAN PENYAKIT PERIODONTAL 108. PERANAN LISOZIM TERHADAP BAKTERI RONGGA MULUT 109. PERANAN PREPARASI GIGI PENYANGGA DALAM KAITANNYA DENGAN RETENSI GIGI TIRUAN JEMBATAN 110. PERANAN PROFESI DOKTER GIGI DALAM PENEGAKAN HUKUM 111. PERANAN RADIOGRAFIK PADA DIAGNOSTIK KLINIS DARI CALCIFYING ODONTOGENIC CYST 112. PERANAN RONSEN FOTO DALAM PERAWATAN ENDODONTIK GIGI ANAK 113. PERANAN SALIVA DALAM MELINDUNGI GIGI TERHADAP KARIES 114. PERANAN SALIVA PENGGANTI PADA PENDERITA XEROSTOMIA 115. PERANAN SALIVA SEBAGAI MEDIA DIAGNOSA 116. PERANAN SEMEN IONOMER KACA DALAM PENINGKATAN REMINERALISASI

117. PERANAN SIKAP, PERILAKU DAN MOTIVASI PASIEN TERHADAP KEBERHASILAN PERAWATAN PROSTODONTIK 118. PERANAN SITOKIN TERHADAP REAKSI RADANG DI RONGGA MULUT 119. PERANAN VITAMIN A DAN BETA KAROTEN SEBAGAI PERAWATAN ALTERNATIF LEUKOPLAKIA MULUT 120. PERANAN VITAMIN C TERHADAP KESEHATAN TUBUH DAN RONGGA MULUT 121. PERANAN VITMIN K DIBIDANG KEDOKTERAN GIGI 122. PERAN DOKTER GIGI DALAM MENDETEKSI DINI LEUKEMIA MELALUI MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT (LAPORAN KASUS) 123. PERAN TEH HIJAU DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROORGANISME PADA PLAK GIGI 124. PERAWATAN ANOMALI ORTODONTI AKIBAT KEBIASAAN BERNAFAS MELALUI MULUT 125. PERAWATAN AVULSI PADA GIGI ANTERIOR TETAP DENGAN AKAR YANG SUDAH TERBENTUK SEMPURNA 126. PERAWATAN CELAH ALVEOLAR DENGAN MENGGUNAKAN CANGKOK TULANG 127. PERAWATAN CELAH LANGIT-LANGIT PRIMER DENGAN PENCANGKOKAN TULANG ALVEOLAR SEKUNDER 128. PERAWATAN DARURAT PADA CEDERA MAKSILOFASIAL OLEH DOKTER GIGI 129. PERAWATAN DASAR GINGIVITIS PADA ANAK 130. PERAWATAN DEEP OVERBITE DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR 131. PERAWATAN DEFISIENSI TRANSVERSAL MAKSILA DENGAN KOMBINASI RAPID PALATAL EXPANSION DAN BEDAH 132. PERAWATAN DENGAN GIGITIRUAN PENUH SECARA KONVENSIONAL PADA RESORPSI LINGGIR ALVEOLUS YANG PARAH 133. PERAWATAN DISLOKASI MANDIBULA AKUT DENGAN METODE JOHNSON 134. 8PERAWATAN EKSTRUSI DAN INTRUSI GIGI PERMANEN ANAK AKIBAT TRAUMATIK INJURI 135. PERAWATAN ENDODONTI PADA GIGI DENS IN DENTE YANG DISERTAI LESI PERIAPIKAL 136. PERAWATAN FRAKTUR KLAS III ELLYS DAN DAVEY PADA ANAK DENGAN PULP CAPPING DIRECT 137. PERAWATAN FRAKTUR VERTIKAL GIGI POSTERIOR SECARA REPLANTASI INTERNASIONAL MENGGUNAKAN RESIN KOMPOSIT 138. PERAWATAN GIGI BERJEJAL PADA MALOKLUSI KELAS I DENGAN PIRANTI CROZAT 139. PERAWATAN GIGI DAN MULUT YANG AMAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER 140. PERAWATAN GIGI INSISIVUS PERMANEN MUDA NON VITAL 141. PERAWATAN GIGITAN TERBALIK ANTERIOR DENGAN MENGGUNAKAN INCLINED PLANE 142. PERAWATAN GIGITAN TERBALIK PADA CELAH BIBIR DAN PALATUM MASA GIGI BERCAMPUR DENGAN PESAWAT LEPAS DAN PEMAKAIAN CHINCAP

143. PERAWATAN GIGITAN TERBUKA DENGAN SPLINT OKLUSAL PADA PENDERITA MIKROSOMIA HEMIFASIAL 144. PERAWATAN KARIES RAMPAN PADA ANAK DENGAN STAINLESS STEEL CROWN 145. PERAWATAN KEILITIS GLANDULARIS DENGAN VERMILIONEKTOMI 146. PERAWATAN MALOKLUSI KELAS II DIVISI I DENGAN PESAWAT FUNGSIONAL TWIN BLOCK 147. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 DENGAN MANDIBULAR ANTERIOR REPOSITIONING APPLIANCE (MARA) 148. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 DENGAN PESAWAT FORSUS FATIGUE RESISTANT DEVICE EZ MODULE 149. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 DENGAN PESAWAT FRANKEL I C 150. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 MENGGUNAKAN JASPER JUMPER 151. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI I DENGAN PESAWAT HERBST 152. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS III TIPE SKELETAL DENGAN MENGGUNAKAN CHIN CAP 153. PERAWATAN MALOKLUSI PSEUDO KLAS III DENGAN PESAWAT BIONATOR TIPE III 154. PERAWATAN MALUKLOSI KLAS III ANGLE DENGAN MENGGUNAKAN PESAWAT AKTIVATOR 155. PERAWATAN OPEN BITE SKELETAL DENGAN RAPID MOLAR INTRUSI 156. PERAWATAN ORTODONTI DENGAN PENCABUTAN GIGI MOLAR KEDUA PERMANEN 157. PERAWATAN ORTODONTI DENGAN PIRANTI INVISALIGN 158. PERAWATAN ORTODONTI DINI 159. PERAWATAN ORTODONTI PADA GIGI ANTERIOR MAKSILA YANG IMPAKSI DENGAN PEMBEDAHAN 160. PERAWATAN ORTODONTI PADA KASUS GIGI BERJEJAL DENGAN MENGGUNAKAN LIP BUMPER PADA RAHANG BAWAH 161. PERAWATAN ORTODONTI UNTUK PENDERITA SNORING DAN OBSTRUKSI SALURAN PERNAFASAN 162. PERAWATAN PROGNASI MANDIBULA DENGAN SAGITAL SPLIT OSTETOMI 163. PERAWATAN PULPA GIGI SULUNG DISERTAI ABSES DENTO ALVEOLAR 164. PERAWATAN PULPOTOMI VITAL DENGAN FORMOKLESOL BUCKLEY PADA GIGI SULUNG 165. PERAWATAN RESESI GINGIVA DENGAN CANGKOK JARINGAN IKAT 166. PERAWATAN SALURAN AKAR DENGAN SISTEM EZ-FILL 167. PERAWATAN SECARA INTRAORAL DARI ABSES SUBLINGUAL BILATERAL 168. PERBANDINGAN ANTARA DIGITAL DAN KONVENSIONAL INTRAORAL RADIOGRAFI DALAM MENDETEKSI KEHILANGAN TULANG ALVEOLAR

169. PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN SIKAT GIGI ELEKTRIK DAN MANUAL PADA PROGRAM KONTROL PLAK 170. PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PERLEKATAN DARI RESIN KOMPOSIT TERHADAP DENTIN DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ADHESIF BERBASIS ETHANOL DAN ACETONE 171. PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK RESTORASI SANDWICH KELAS V ANTARA RESIN KOMPOSIT DAN SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM ADHESIF YANG BERBEDA 172. PERBANDINGAN ORAL HIGIENE DAN KARIES GIGI PADA ANAK TUNA NETRA DAN TIDAK TUNA NETRA USIA 12 DAN 15 TAHUN 173. PERBANDINGAN PH SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH KUMURKUMUR DENGAN LARUTAN SUKROSA, SORBITOL DAN XYLITOL PADA MAHASISWA FKG USU 174. PERBEDAAN BAHAN CETAK SILICONE DAN POLYETER 175. PERBEDAAN CELAH MIKRO ANTARA GIGI DAN RESTORASI SEMENTARA CAVITON YANG DILETAKKAN PADA KAVITAS KLAS II TANPA ALAT BANTU, DENGAN MATRIKS BAND DAN SELULOID STRIP (PENELITIAN IN VITRO) 176. PERBEDAAN CELAH MIKRO DENGAN METODE PEREMBESAN ZAT WARNA PADA TUMPATAN SEMENTARA CAVIT G, IRM DAN DENTORIT (PENELITIAN IN VITRO 177. PERBEDAAN DAYA ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF BATANG KEMUNING (MURAYA PANICULATA (L) JACK) DENGAN BATANG SIWAK (SALVADORA PERSICA) TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCUS MUTANS (PENELITIAN IN VITRO) 178. PERBEDAAN DAYA HAMBAT KITOSAN BLANGKAS (LYMULUS POLYPHEMUS) BERMOLEKUL TINGGI DENGAN PELARUT GLISERIN DAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP FUSOBACTERIUM NUCLEATUM ATCC 25586 (PENELITIAN IN-VITRO) 179. PERBEDAAN DAYA HAMBAT SODIUM HIPOKLORIT (NAOCI) DAN KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DENGAN BERBAGAI PELARUT TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (PENELITIAN IN VITRO) 180. ERBEDAAN DAYA TAHAN FRAKTUR RESTORASI MOD AMALGAM KORONAL-RADIKURAL DENGAN CAVOSURFACE MARGIN YANG BERBEDA PADA GIGI MOLAR PASCA PERAWATAN ENDODONTI (PENELITIAN IN VITRO) 181. PERBEDAAN JUMLAH DEBRIS YANG TERDORONG KELUAR APEKS GIGI PADA PREPARASI SALURAN AKAR TEKNIK STEP BACK DAN CROWN DOWN 182. PERBEDAAN KEKUATAN TARIK PERLEKATAN ANTARA RESIN KOMPOSIT DAN PERMUKAAN GIGI DENGAN APLIKASI SINGLE, DOUBLE, DAN TRIPLE SISTEM ADHESIF 183. PERBEDAAN LEUKOPLAKIA DAN HAIRY LEUKOPLAKIA DI RONGGA MULUT 184. PERBEDAAN LEUKOPLAKIA DAN HAIRY LEUKOPLAKIA DI RONGGA MULUT 185. PERBEDAAN MARGINAL GAP CAVSURFACE MARGIN BERBENTUK SHOULDER DAN CHAMFER OVERLAY PORCELAIN

FUSED TO METAL DENGAN COPING COLLARLESS PADA GIGI PASCA ENDODONTI (PENELITIAN IN VITRO) 186. PERBEDAAN PENGARUH WAKTU APLIKASI DAN ZAT AKTIF BAHAN PEMUTIH GIGI VITAL TERHADAP PERUBAHAN WARNA DAN MORFOLOGI PERMUKAAN EMAIL 187. PERBEDAAN RESIN KOMPOSIT SELF CURE DAN LIGHT CURE 188. PERBEDAAN RETENSI AMALGAM DAN RESIN KOMPOSIT 189. PERBEDAAN UKURAN KON GUTA STANDAR DIBANDINGKAN DENGAN MENURUT INTERNATIONAL STANDART ORGANIZATION 190. PERDARAHAN SEBAGAI KOMPLIKASI TINDAKAN BEDAH MULUT DAN PENATALAKSANAANNYA 191. PERILAKU PENCEGAHAN YANG DILAKUKAN IBU TERHADAP MASALAH GIGI DAN MULUT ANAKNYA DI KELURAHAN GANG BUNTU _____ TIMUR 192. PERILAKU PENGGUNAAN SIRIH PADA SUKU KARO : STUDI KASUS DI DESA RUMAH BERASTAGI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO 193. PERIODONTITIS SEBAGAI SUATU FAKTOR RESIKO TERJADINYA PENYAKIT JANTUNG KORONER 194. PERKEMBANGAN GIGI GELIGI DAN KELAINAN-KELAINAN BAWAANNYA 195. PERKIRAAN USIA BERDASARKAN PERKEMBANGAN DAN ERUPSI GIGI-GELIGI DENGAN BANTUAN FOTO ROENTGEN DALAM BIDANG ODONTOLOGI FORENSIK 196. PERSENTASE DISTRIBUSI DATA-DATA LESI RONGGA MULUT YANG DIJUMPAI DI BEBERAPA LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI _____ TAHUN 1995 S/D 2002 197. PERSIAPAN GIGI-GELIGI YANG TINGGAL UNTUK MENERIMA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 198. PERSIAPAN GIGI PENYANGGA UNTUK MENERIMA SANDARAN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN KERANGKA LOGAM 199. PERSIAPAN JARINGAN LUNAK PENDUKUNG GIGITIRUAN PENUH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 200. PERSIAPAN JARINGAN PENDUKUNG GIGITIRUAN PENUH UNTUK MENINGKATKAN RETENSI DAN STABILITAS PADA PASIEN GERIATRIK 201. PERSIAPAN TINDAKAN BEDAH MULUT PADA PASIEN GERIATRI 202. PERSIAPAN UNTUK MENENTUKAN PERAWATAN PULPA PADA GIGI SULUNG 203. PERTIMBANGAN ESTESIS DAN KEBERSIHAN MULUT DALAM PEMILIHAN GIGI PENYANGGA ANTERIOR OVERDENTURE RAHANG ATAS 204. PERTIMBANGAN PEMILIHAN PERAWATAN ULANG SALURAN AKAR SECARA NON BEDAH 205. PERTIMBANGAN PENGOBATAN DAN PERAWATAN GIGI PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS 206. PERTIMBANGAN PRINSIP BIOMEKANIK DALAM PENENTUAN DESAIN GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN BERUJUNG BEBAS 207. PERTIMBANGAN YANG MENDASARI SEGI ESTETIK PADA TUMPATAN KOMPOSIT GIGI ANTERIOR

208. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GIGI GELIGI PADA MASA EMBRIONAL 209. PERTUMBUHAN LENGKUNG BASAL MAKSILA PADA MASA PUBERTAS 210. PERTUMBUHAN LENGKUNG BASAL MANDIBULA PADA ANAKANAK MASA PUBERTAS 211. PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN INFEKSI YANG TERDAPAT PADA MUKROSA MULUT 212. PERUBAHAN DIMENSI PADA DENTAL AMALGAM 213. PERUBAHAN MANAJEMEN DALAM MENGHADAPI KRISIS MONETER DALAM BIDANG PELAYANAN KESEHATAN GIGI 214. PERUBAHAN MUKOSA MULUT AKIBAT PROSES MENUA 215. PERUBAHAN PADA MIKROSIRKULASI PULPA GIGI SEHUBUNGAN TERJADINYA INFLAMASI 216. PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA DENTINOGENESIS 217. PERUBAHAN PH PADA PREPARAT KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DENGAN PELARUT GLISERIN DAN CHLORHEXIDINE 2 % DALAM RENTANG WAKTU YANG BERBEDA (PENELITIAN IN VITRO) 218. PIRANTI FUNGSIONAL SEDERHANA DAN CARA PEMBUATANNYA 219. PIT DAN FISUR SILEN PADA PASIEN ANAK 220. PLAK GIGI 221. POLIMERISASI SINAR RESIN KOMPOSIT 222. POLISITEMIA VERA: MANISFESTASI DAN PERAWATANNYA 223. PORCELAIN VENEERS SEBAGAI BAHAN KOSMETIK DI KEDOKTERAN GIGI 224. 0POSTHERPETIC NEURALGIA SETELAH MENDERITA HERPES ZOSTER ORIS (LAPORAN KASUS) 225. PREPARASI MINIMAL BOKS PADA KARIES PROKSIMAL GIGI MOLAR SUSU 226. PREPARASI SALURAN AKAR DENGAN BEBERAPA SISTEM MANUAL DAN SISTEM MASINAL 227. PREPARASI SALURAN AKAR DENGAN MEMAKAI FILE NIKELTITANIUM (NITI) SECARA MANUAL 228. PREVALENSI DENTURE STOMATITIS YANG DISEBABKAN KENDIDA ALBIKANS PADA PASIEN GIGI TIRUAN PENUH RAHANG ATAS DI KLINIK FKG USU MARET-MEI 2007 229. PREVALENSI DENTURE STOMATITIS YANG DISEBABKAN STAFILOKOKUS AUREUS PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN RAHANG ATAS 230. PREVALENSI GIGI TERPENDAM PADA MAHASISWA FKG USU SEMESTER 3 DAN SEMESTER 5 T.A. 2004/2005 231. PREVALENSI TERJADINYA STOMATITIS AFTOSA REKUREN (SAR) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS _____ YANG BERPENGALAMAN SAR 232. PRINSIP-PRINSIP PREPARASI DAN PENYEBAB KEGAGALAN RESTORASI KLAS II AMALGAM PADA GIGI SULUNG 233. PROBLEMA PEMAKAIAN GIGITIRUAN PENUH AKIBAT MENDERITA PARKINSON DAN PENANGGULANGANNYA

234. PROSEDUR PENCATATAN INTEROKLUSAL KOMBINASI MALAM DAN RESIN AKRILIK PADA GIGITIRUAN CEKAT 235. PROSES ABRASI DALAM KEDOKTERAN GIGI 236. PROSES MENUA PADA JARINGAN LUNAK MULUT 237. PROSES PEMBENTUKAN KARIES DINI 238. PROTEKSI RADIASI SECARA UMUM SERTA HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN IBU HAMIL 239. PROYEKSI SCHULLER UNTUK PEMOTRETAN TMJ DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU CONDY-RAY DAN PEMANFAATAN FILM PERIAPIKAL 240. RADIOGRAFI DIGITAL DALAM BIDANG ENDODONTI 241. RADIOGRAFI PEMBENTUKAN TULANG SETELAH PEMBEDAHAN AMELOBLASTOMA DAN KRISTA RAHANG 242. RADIOLOGI DENTAL DIGITAL 243. RADIOLOGI OROFASIAL PADA LANSIA 244. RASA SAKIT PADA PULPA GIGI DAN DENTIN 245. RASA SAKIT PADA SENDI TEMPOROMANDIBULA AKIBAT STRES 246. RASA TAKUT TERHADAP PERAWATAN GIGI (DENTAL FOBIA) DAN PENANGGULANGANNYA 247. REAKSI HIPERSENSITIFITAS STANNOUS FLUORIDA 248. REAKSI JARINGAN PERIODONTAL TERHADAP PERGERAKAN GIGI PADA PERAWATAN ORTODONTI 249. REAKSI LIKENOID KARENA PEMAKAIAN OBAT-OBATAN 250. REPOSISI GIGI DEPAN PERMANEN PADA TRAUMA KELAS VII ELLIS DAN DAVEY PADA ANAK 251. RESIN ADHESIF SEBAGAI BAHAN KAPING PULPA SECARA LANGSUNG 252. RESIN KOMPOSIT DAN BAHAN SILANE SEBAGAI BAHAN PREVENTIF KARIES DI KEDOKTERAN GIGI 253. RESIN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN DIREK RESTORASI PADA GIGI POSTERIOR 254. RESPON JARINGAN PULPA TERHADAP PERGERAKAN GIGI PADA PERAWATAN ORTODONTI CEKAT 255. RESTORASI AMALGAM ADHESIF 256. RESTORASI GIGI ANTERIOR DENGAN LAMINATE VENEER PORSELEN 257. RESTORASI GIGI ANTERIOR DENGAN PEMBUATAN VENEER 258. RESTORASI GIGI INSISIVUS SULUNG MENGGUNAKAN RESIN VENEER MAHKOTA STAINLESS STEEL 259. RESTORASI INTRAKORONAL PORSELEN PADA GIGI POSTERIOR 260. RESTORASI PREVENTIF RESIN PADA GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN BAWAH ANAK 261. RESTORASI RIGID RESIN KOMPOSIT PADA GIGI POSTERIOR 262. RESTORASI STAINLESS STEEL CROWN OPEN FACE PADA GIGI MOLAR SULUNG 263. RESTORASI VINIR PORSELEN LAMINASI PADA GIGI DENGAN HIPOPLASIA EMAIL

264. RETARDASI MENTAL, HUBUNGANNYA DENGAN PRAKTEK KEDOKTERAN GIGI ANAK 265. SALIVA PADA MANULA 266. SALIVA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA DALAM MEMBANTU DIAGNOSA PENYAKIT 267. SEKRETORI IGA DAN FUNGSI BIOLOGISNYA DALAM RONGGA MULUT 268. SEMEN BASIS SEBAGAI INSULATOR TERHADAP THERMA SHOCK DI BAWAH RESTORASI LOGAM 269. SEMEN IONOMER KACA DAN RESIN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN RESTORASI SANDWICH UNTUK KELAS II MOLAR DESIDUI 270. SEMEN IONOMER KACA DITINJAU DARI KELEBIHANNYA TERHADAP BAHAN TUMPATAN PASTIS LAINNYA 271. SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN SEBAGAI BAHAN RESTORASI 272. SEMEN IONOMER KACA PADA GIGI SULUNG 273. SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN PELAPIK PADA RESTORASI SANDWICH 274. SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI PENUTUP PIT DAN FISUR PADA PRAKTEK KEDOKTERAN GIGI ANAK 275. SENDOK CETAK INDIVIDUAL RESIN KURING SINAR TAMPAK PADA PEMBUATAN GIGITIRUAN CEKAT 276. SERESTOMIA AKIBAT TERAPI RADIASI PADA LEHER DAN KEPALA 277. SERESTOMIA SEBAGAI KOMPLIKASI ANESTESI LOKAL DAN PERAWATANNYA 278. SIFAT FISIK, BIOKOMPATIBILITAS DAN SIFAT BIOLOGI MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE 279. SIFAT-SIFAT BAHAN CETAK SILOXANE DAN PENGGUNAANNYA DI KEDOKTERAN GIGI 280. SIFAT-SIFAT DAN PENGGUNAAN KERAMIK GIGI DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 281. SIFAT-SIFAT FISIK DAN MEKANIS SERTA PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT FLOWABLE DALAM KEDOKTERAN GIGI 282. SIFAT-SIFAT WAX DALAM KEDOTERAN GIGI 283. SIKAT GIGI ELEKTRIK SEBAGAI ALAT PEMBERSIH 284. SINDROMA MULUT TERBAKAR SEBAGAI AKIBAT PENYAKIT HORMONAL DAN PENYAKIT DEFISIENSI NUTRISI 285. SISTEM ADHESIF ALL-IN-ONE PADA RESTORASI RESIN KOMPOSIT 286. SISTEM IMUN TUBUH TERHADAP KARIES 287. SISTEM MATRIKS ELASTOMER SEBAGAI TEKNIK ALTERNATIF DALAM PENCETAKAN GIGITIRUAN CEKAT 288. SISTEM PENGELOLAAN PERBEKALAN OBAT DI RUMAH SAKIT : STUDI KASUS DI RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM 289. STABILITAS DIMENSI PADA GIPS STONE HASIL PENGISIAN CETAKAN SETELAH PERENDAMAN HASIL CETAKAN DALAM LARUTAN DESINFEKTAN IODINE 1% DAN ISOPROPHYL ALKOHOL DENGAN WAKTU BERBEDA

290. STATUS KESEHATAN GIGI DAN MASALAH KESEHATAN GIGI YANG DIKELUHKAN IBU-IBU RUMAH TANGGA KELURAHAN HARJOSARI KECAMATAN _____ AMPLAS 291. STATUS ORAL HIGIENE DAN KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA MURID TK AN-NIDA _____ 292. 8STRENGTH PADA AMALGAM 293. STRESS DAN MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT SERTA PERAWATANNYA 294. SURVEI PADA IBU TERHADAP GEJALA-GEJALA YANG MENYERTAI ERUPSI GIGI SUSU 295. SURVEI PADA TENAGA MEDIS POROFESIONAL TERHADAP TANDA DAN GEJALA YANG MENYERTAI ERUPSI GIGI SUSU 296. SYNERESIS DAN IMBIBISI PADA BAHAN CETAK HIDROKOLOID ALGINAT 297. TATALAKSANA PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA TALASEMIA 298. TEKNIK FOTOGRAFI WAJAH PASIEN ORTODONTI DARI PANDANGAN FRONTAL DAN LATERAL 299. TEKNIK PEMBUATAN OBTURATOR BERONGGA TIPE TERTUTUP DALAM MENGATASI CACAT PALATUM 300. TEKNIK PENCETAKAN PADA LINGGIR ALVEOLUS DATAR RAHANG BAWAH UNTUK MENINGKATKAN RETENSI DAN STABILITAS GIGITIRIUAN PENUH 301. TEKNIK PENENTUAN WARNA DENGAN SISTEM MUNSELL PADA RETORASI PORSELEN 302. TINDAKAN BEDAH KRIO PADA PERAWATAN HEMANGIOMA 303. TINDAKAN BEDAH MULUT MULUT MINOR PADA PENDERTA DIABETES MELLITUS 304. TINDAKAN BEDAH MULUT PADA PASIEN MENOPAUSE 305. TINDAKAN BEDAH MULUT PENDAHULUAN PADA PERAWATAN ORTODONTI 306. TINDAKAN PENCEGAHAN TERJADINYA DRY SOCKET SETELAH PENCABUTAN GIGI 307. TINDAKAN PENYESUAIAN KETIDAKSEIMBANGAN OKLUSI PADA GIGITIRUAN PENUH SECARA INTRAORAL 308. TINJAUAN BERBAGAI GAMBARAN HIPERSEMENTOSIS PADA FOTO RONTGEN 309. TINJAUAN RADIOGRAFI DALAM MENDIAGNOSA CEMENTOOSSIFYING FIBROMA PADA RAHANG 310. TINJAUAN RADIOGRAFI KASUS KHONDROSARKOMA PADA TULANG RAHANG 311. TINJAUAN RADIOGRAFI KASUS OSTEOBLASTOMA PADA TULANG RAHANG 312. TINJAUAN RADIOGRAFI OSTEOPOROSIS 313. TINJAUAN RADIOLOGI KASUS GARRES OSTEOMYELITIS PADA RAHANG 314. TINJAUAN RADIOLOGIS KISTA PARADENTAL PADA GIGI MOLAR MANDIBULA 315. TOKSIKASI FLUORIDA SECARA KRONIK DAN AKUT

316. TOKSISITAS MERKURI PADA TUMPATAN AMALGAM TERHADAP KESEHATAN 317. TONGUE PIERCING 318. TOPIKAL APLIKASI PADA GIGI PERMANEN ANAK 319. TUBERKULOSIS DAN MANISFESTASINYA PADA RONGGA MULUT 320. TUMPATAN GELAS IONOMER CEMENT PADA ATRAUMATIC RESTORATIVE TREATMENT DAN TUNNEL PREPARATION 321. UJI COBA PEMAKAIAN TABEL PROBABILITI NAWRATHBERENDONK PADA PASIEN ORTODONTI DI BALAI PENGOBATAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI USU _____ 322. UJI KEPEKAAN MIKROORGANISME YANG DIISOLASI DARI ABSES DI RONGGA MULUT TERHADAP ANTIMIKROBA 323. UKURAN DAN BENTUK LENGKUNG GIGI RAHANG BAWAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS _____ 324. UPAYA DOKTER GIGI MENINGKATKAN PASIEN BEROBAT 325. UPAYA PENCEGAHAN KANKER RONGGA MULUT 326. UPAYA PENCEGAHAN KARIES PADA PIT DAN FISUR YANG DALAM DENGAN TEKNIK PIT DAN FISSURE SEALANT 327. VARNISH FLUORIDA DENGAN NAF SEBAGAI BAHAN TOPIKAL APLIKASI PADA GIGI ANAK 328. XEROSTOMIA AKIBAT EFEK SAMPING OBAT AMLODIPINE BESYLATE SEBAGAI PEMICU TERJADINYA PENYAKIT DI RONGGA MULUT 329. XEROSTOMIA AKIBAT PENGGUNAAN TRAMADOL 330. XEROSTOMIA SEBAGAI AKIBAT TERAPI RADIASI PADA PENDERITA KANKER TIROID 331. XEROSTOMIA SEBAGAI SALAH SATU EFEK SAMPING TERAPI RADIASI