Anda di halaman 1dari 15

SKRIPSI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

SILAHKAN KAMI TAMPILKAN JUDUL JUDUL SKRIPSI YANG ADA, BILA BERMINAT UNTUK MENDAPATKAN FILENYA ATAU MENDOWNLOADNYA SILAHKAN HUBUNGI email : pusatskripsi@gmail.com atau sms ke 085316254562

1. ABSES ALVEOLAR AKUT PADA ANAKD 2. ABSES PERIAPIKAL SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB TERJADINYA OSTEOMYELITIS SUPURATIF AKUT 3. ADAPTASI PERLEKATAN TAMBALAN RESIN KOMPOSIT PADA GIGI 4. ALVEOLEKTOMI SETELAH EKSTRASI MULTIPEL 5. ALVEOPLASTI 6. MELOGENESIS IMPERFEKTA PADA ANAK 7. AMELOGRENESIS IMPERFEKTA HEREDITER 8. ANALISA KONVEKSITAS WAJAH JARINGAN LUNAK SECARA SEFALOMETRI LATERAL PADA MAHASISWA DEUTRO MELAYU FKG USU USIA 20-25 TAHUN 9. ANALISA KONVEKSITAS WAJAH JARINGAN LUNAK SECARA SEFALOMETRI LATERAL PADA MAHASISWA DEUTRO-MELAYU FKG USU USIA 20-25 TAHUN (TAHUN 1999-2005) 10. ANALISA RADIOGRAFI MENGENAI POLA KERUSAKAN JARINGAN PERIODENTAL DIHUBUNGKAN DENGAN FRAKTUR AKAR INKOMPLIT 11. ANALISA RADIOGRAFI PERGELANGAN TANGAN SEBAGAI DIAGNOSA PENDUKUNG DALAM PERAWATAN ORTODONTI 12. ANALISA RADIOGRAFI VERTEBRATA SERVIKALIS SEBAGAI DIAGNOSA PENDUKUNG DALAM PERAWATAN ORTODONTI 13. ANALISA SIKAP DOKTER GIGI TERHADAP BAHAYA RADIASI PADA ORAL RADIOLOGI 14. ANALISIS DESAIN PASAK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DAYA TAHAN TERHADAP FRAKTUR AKAR 15. ANALISIS MODEL STUDI DALAM MENDUKUNG RENCANA PERAWATAN ORTODONTI 16. ANALISIS PENENTUAN HUBUNGAN RAHANG PADA PEMBUATAN GIGI TIRUAN PENUH 17. ANALISIS POLA PASAK DAN INTI METODA LANGSUNG BERDASARKAN BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN 18. ANALISI SWOT TERHADAP MANAJEMEN RUMAH SAKIT 19. ANEMIA DEFISIENSI BESI: MANISFETASI DAN PERAWATANNYA 20. ANESTESI DAN TEKNIK PELAKSANAAN ANESTESI MANDIBULA 21. ANESTESI LOKAL PADA KEDOKTERAN GIGI ANAK 22. ANEURYSMAL BONE CYST PADA MANDIBULA DAN PERAWATANNYA 23. ANGULAR CHEILITIS PADA ANAK

24. ANKILOGLOSIA DAN PERAWATANNYA 25. ANKILOSIS SENDI RAHANG 26. ANOMALI CELAH BIBIR DAN PALATAL SERTA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT 27. ANTIKANDIDA PADA SALIVA SEBAGAI PERTAHANAN TERHADAP KANDIDIASIS MULUT 28. APEKSIFIKASI PADA GIGI INSISIVUS SATU ATAS PERMANEN MUDA 29. APEKS RESEKSI DAN ORTOGRAD FILLING 30. APIKOEKTOMI SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR 31. APLIKASI METODE-METODE INOVATIF DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI 32. APLIKASI SPLIN UNTUK STABILITASI GIGI TRAUMATIK PADA ANAK 33. APLIKASI WAX SEBAGAI SALAH SATU MATERIAL DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 34. ARTHRITIS REUMATOID SENDI TEMPOROMANDIBULAR 35. ASPEK-ASPEK PENTING PADA PENGGUNAAN FISUR SILEN 36. ASPEK FISIOLOGIS PENGUNYAHAN DAN PENELANAN PADA SISTEM STOMATOGNASI 37. ASPEK IMUNOLOGI STOMATITIS AFTOSA REKUREN 38. ASPEK KLINIS DI RONGGA MULUT PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK 39. ATROFI PAPILA PADA LIDAH 40. AVULSI GIGI SULUNG ANTERIOR 41. BAHAN-BAHAN PEMBENTUK DENTIN SEKUNDER DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 42. BAHAN DAN TEKNIK CORE BUILDUP DIRECT PADA GIGI MOLAR 43. BAHAN RESTORASI COMPOMER 44. BAHAN SEMEN SALURAN AKAR BERBASIS KALSIUM HIDROKSIDA PADA PERAWATAN SALURAN AKAR 45. BEBERAPA ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK DISTALISASI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN MAKSILA PADA PASIEN KURANG KOOPERATIF 46. BEBERAPA ANOMALI KONGENITAL PADA LIDAH 47. BEBERAPA ANOMALI YANG DISEBABKAN PERSISTENSI GIGI SERTA PERAWATANNYA 48. BEBERAPA CARA PERAWATAN ANOMALI KELAS III 49. BEBERAPA CARA PERAWATAN GIGITAN TERBALIK TIPE DENTAL 50. BEBERAPA CARA PERAWATAN KLAS I ANGLE DENGAN KELAINAN DIASTEMA PADA MASA GIGI PERMANEN 51. BEBERAPA CARA PERAWATAN KLAS II DIVISI I PADA MASSA GIGI PERMANEN 52. BEBERAPA KASUS DARURAT DALAM BIDANG BEDAH MULUT 53. BEBERAPA METODE DALAM MENGANALISIS JARINGAN LUNAK WAJAH SEBAGAI SALAH SATU PROSEDUR DIAGNOSIS ORTODONTI BERDASARKAN FOTOGRAFI 54. BEBERAPA PENGGUNAAN ZIRCONIA DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 55. BEBERAPA PERAWATAN GUMMY SMILE

56. BEBERAPA PERTIMBANGAN YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERAWATAN ENDODONTI PADA PASIEN ENDOKARDITIS 57. BEBERAPA SIFAT DAN KEGUNAAN DARI BAHAN GYPSUM 58. BEBERAPA TIPE SEKRUP EKSPANSI YANG DAPAT DIGUNAKAN PADA PESAWAT ORTODONTI 59. BERBAGAI KENDALA PADA RADIOGRAFI PERIAPIKAL DAN CARACARA MENGATASINYA 60. BERBAGAI METODE ANALISIS BIAYA YANG MENUNJANG INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT 61. BERBAGAI SIFAT DAN KEGUNAAN DENTAL PORCELAIN DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 62. BERBAGAI SIFAT DAN PENGGUNAAN GUTTA PERCHA POINT DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 63. BIOKOMPATIBILITAS BIOKERAMIK 64. BIOKOMPATIBILITAS GELAS IONOMER MODIFIKASI RESIN 65. BIOKOMPATIBILITAS SEMEN RONOMER KACA TERHADAP KEHIDUPAN JARINGAN GIGI MERUPAKAN PERTIMBANGAN UTAMA DALAM PEMAKAIANNYA SEBAGAI BASIS PADA RESTORASI SANDWICH. ION FLUOR YANG DIKANDUNG SEMEN IONOMCR KACA MCRUPAKAN UNSUR KIMIA PALING PENTING YANG DIHARAPKAN B 66. IOKOMPATIBILITAS SEMEN ZINC OXIDE EUGENOL 67. BIOKOMPATIBILITAS TITANIUM DALAM PENGGUNAANNYA DI KEDOKTERAN GIGIL 68. BIOLOGI RADIASI 69. BIOMEKANIK PERAWATAN KLAS III DENGAN CHIN CUP 70. BLEACHING DENGAN TEKNOLOGI LASER 71. BLEACHING : PERAWATAN DISKOLORASI PADA GIGI ANTERIOR TETAP ANAK 72. BLOK ANESTESI UNTUK RAHANG ATAS 73. BRANEMARK TITANIUM IMPLANT SEBAGAI SALAH SATU PILIHAN IMPLAN TIPE SCREW 74. BRUXIMS DAN PENGARUHNYA PADA WAJAH DAN MULUT ANAK 75. CAIRAN SULKUS GINGIVA DAN PERANANNYA DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 76. CARA PEMBUATAN PIRANTI FRANKEL 2 PADA MALOKLUSI KELAS II ANGLE DIVISI 2 77. CARBAMAZEPINE (ANTI KONVULSI) DALAM TERAPI EPILEPSI SEBAGAI PENYEBAB ERITEMA MULTIFORMIS MAYOR (LAPORAN KASUS) 78. CIRI PATOLOGIS DAN PENGOBATAN LESI ULSERATIF DI RONGGA MULUT PADA PASIEN PENDERITA TUBERKULOSIS 79. CLEIDOCRANIAL DYSPLASIA 80. CORAK GAMBARAN PANORAMIK DARI INFRA ORBITAL CANAL DAN ANTERIOR SUPERIOR DENTAL PLEKSUS 81. CORONAL LEAKAGE PADA RESTORASI GIGI DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR 82. CORONAL LEAKAGE PADA RESTORASI GIGI DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR 83. CROSSBITE PADA MASA GIGI BERCAMPUR PADA MURID-MURID SD IMMANUEL _____

84. DEEP OVERBITE DAN CARA PENANGGULANGANNYA 85. DEFISIENSI ZAT BESI, ASAM FOLAT, VITAMIN B12 SEBAGAI SALAH SATU PREDISPOSISI STOMATITIS AFTOSA REKUREN 86. DEN EVAGINATUS ANTERIOR PADA GIGI PERMANEN ANAK 87. DENS IN DENTE 88. DENS INVAGINATUS 89. DENTAL IMPLAN IMIDIAT SEBAGAI PENYANGGA MAHKOTA GIGI ANTERIOR 90. DENTAL IMPLANT MENURUT KONSEP DAN TEKNIK ITI 91. DENTINOGENESIS IMPERFEKTA 92. DERAJAT KEASAMAN (PH) SALIVA PADA RONGGA MULUT BERKARIES DAN TIDAK BERKARIES 93. DESAIN ARAH PASANG ROTASI GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN UNILATERAL DENGAN MOLAR MANDIBULA YANG MIRING 94. DESAIN CANGKOLAN KAWAT PADA KASUS GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN BERUJUNG BEBAS DI KLINIK BAGIAN PROSTODONSIA FKGUSU TAHUN 1999 S/D 2000 95. DESAIN CANGKOLAN PADA GIGITIRUAN KERANGKA LOGAM DALAM USAHA MENDAPATKAN RETENSI GIGITIRUAN 96. DETEKSI DINI LEUKOPLAKIA PRAGANAS 97. DETEKSI RADIOLOGI TERHADAP RESORPSI INTERNAL GIGI-GELIGI 98. DIAGNOSA DINI KARSINOMA SEL SKUAMOSA DI RONGGA MULUT 99. DIAGNOSA PEMBENGKAKAN DASAR MULUT YANG DISEBABKAN RANULA, KISTA DERMOID, DAN SIALOLITHIASIS 100. DISAIN PREPARASI KLAS II RESIN KOMPOSIT DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS RESTORASI 101. DISFUNGSI SENDI TEMPOROMANDIBULA AKIBAT PENCABUTAN GIGI POSTERIOR DAN PERAWATANNYA 102. DISFUNGSI SENDI TEMPOROMANDIBULA DILIHAT MELALUI GAMBARAN RADIOGRAFI 103. DISTRIBUSI DAN FREKUENSI MANIFESTASI ORAL PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALIS DI RUMAH SAKIT H. ADAM MALIK (AGUSTUS DESEMBER 2007) 104. DISTRIBUSI DENTURE STOMATITIS DAN FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSISI PADA PENDERITA YANG BEROBAT DI LABORATORIUM ILMU PENYAKIT MULUT FKG-USU _____ TAHUN 1999 S/D 2001 105. DISTRIBUSI FREKUENSI JENIS RESTORASI DI BAGIAN ILMU KONSERVASI GIGI USU _____ TAHUN 1996 S/D 2000 106. DISTRIBUSI FREKUENSI RECURRENT APHTHOUS STOMATITIS DI BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN GIGIUSU OKTOBER 1998 OKTOBER 1999 107. DUKUNGAN RADIOGRAFI DALAM MENEGAKKAN DIAGNOSA SIALOLITIASIS PADA ANAK-ANAK 108. DUKUNGAN RADIOLOGI UNTUK PENYINGKIRAN SIALOIT SECARA NON BEDAH 109. UPLIKASI GIGITIRUAN PENUH DENGAN TEKNIK SEKSIONAL DAN MENGGUNAKAN SENDOK CETAK RAHANG ATAS 110. EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) 111. EFEK ANTIBAKTERI BERBAGAI SEDIAAN DARI BUAH LERAK TERHADAP STREPTOCOCUS MUTANS (PENELITIAN IN VITRO)

112. EFEK ANTIBAKTERI KITOSAN BLANGKAS (LYMULUS POLYPHEMUS) BERMOLEKUL TINGGI TERHADAP FUSOBACTERIUM NUCLEATUM (PENELITIAN IN VITRO) 113. EFEK BAHAN PEMUTIH GIGI 114. EFEK IMBIBISI PERENDAMAN BAHAN CETAK IRREVERSIBLE HYDROCOLLOID ALGINATE DALAM DESINFEKTAN SODIUM HYPOCHLORITE 0.5% 115. EFEK KERJA INCLINED BITE PLANE PADA MALOKLUSI KLAS II ANGLE DIVISI I 116. EFEK MENYIRIH TERHADAP GIGI DAN JARINGAN LUNAK MULUT 117. EFEK MONOMER SISA RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DARI BASIS GIGITIRUAN TERHADAP KESEHATAN RONGGA MULUT DAN USAHA PENANGGULANGANNYA 118. EFEK PENAMBAHAN FLUORIDA PADA BAHAN RESTORASI DENTAL AMALGAM 119. EFEK PENGGUNAAN SIWAK PADA GIGI DAN GINGIVA 120. EFEK PENYULUHAN DAN PELATIHAN DALAM PENURUNAN INDEKS PLAK PADA MURID-MURID KELAS IV DAN V DI DUA SD NEGERI JL. SETIA BUDI NO. 6 _____ 121. EFEK PENYULUHAN PELATIHAN PENYIKATAN GIGI PADA ANAK-ANAK CACAT MENTAL USIA 12-13 TAHUN DI YPAC _____ DAN MURID-MURID KELAS VI SD BUDI MURNI 2 _____ 122. EFEK RADIOTERAPI PADA PENGOBATAN KANKER MULUT 123. EFEK SAMPING MERKURI DAN MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT 124. EFEK SAMPING PENGGUNAAN BUR KECEPATAN TINGGI PADA PREPARASI GIGI PENYANGGA GIGITIRUAN CEKAT 125. EFEK SAMPING PENGGUNAAN KHLORHEKSIDIN 0,2% PADA PENDERITA GINGIVITIS 126. EFEK SAMPING TERAPI RADIASI DI DAERAH KEPALA DAN LEHER TERHADAP JARINGAN SEKITARNYA 127. EFEK SAMPING TERAPI RADIASI PADA RONGGA MULUT 128. EFEK SAMPING TERAPI RADIASI TERHADAP PENDERITA KANKER TIROID SERTA TATALAKSANA PENANGGULANGAN 129. EFEK TERHADAP BERBAGAI SEDIAAN DARI BUAH LERAK TERHADAP CANDIDA ALBICANS (PENELITIAN IN VITRO) 130. EFEKTIFITAS ANTIMIKROBIAL EKSTRAK KAYU SIWAK TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOKOKUS MUTANS PADA KARIES GIGI 131. EFEKTIFITAS PENAMBAHAN FLOUR PADA BAHAN RESTORASI SEMEN IONOMER KACA 132. EFEK TRAUMA PADA GIGI TETAP ANTERIOR DITINJAU SECARA RADIOGRAFIS 133. EFEK WATERMELON FROST TERHADAP PENURUNAN PROSTAGLANDIN E2(PGE2) PADA INFLAMASI JARINGAN PULPA 134. ENDOKARDITIS BAKTERIAL DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 135. ERITEMA MULTIFORM DI RONGGA MULUT 136. ERITEMA MULTIFORMIS YANG DIPICU OLEH VIRUS HERPES SIMPLEKS

137. EROSI GIGI YANG DISEBABKAN KANDUNGAN ASAM DALAM MINUMAN RINGAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA 138. ERUPSI EKTOPIK GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA ANAK 139. ERUPSI GIGI 140. ETIOLOGI FIBROSIS SUBMUKOSA MULUT YANG DIHUBUNGKAN DENGAN KEBIASAAN MENYIRIH 141. EVALUASI KEBOCORAN MIKRO (MICROLEAKAGE) SEALER RESIN DAN SEALER KALSIUM HIDROKSIDA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PASTA SALURAN AKAR (PENELITIAN IN VITRO) 142. EXFOLIATIVE CHEILITIS PADA AIDS DAN HUBUNGANNYA DENGAN INFEKSI KANDIDA 143. FAKTOR-FAKTOR PERTAHANAN YANG TERDAPAT DALAM CAIRAN RONGGA MULUT 144. FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PENATALAKSANAAN PASIEN DOWN SYNDROME DALAM PERAWATAN ENDODONTI 145. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGIRIMAN ORDER PEMBUATAN FOTO RONTGEN KE FKG USU 146. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERLEKATAN BAHAN ADHESIF BERBASIS RESIN TERHADAP STRUKTUR PERMUKAAN GIGI 147. FIBROUS DISPLASIA PADA MAKSILA 148. FISIOLOGI DAN MEKANISME PERGERAKAN GIGI SECARA ORTODONTI 149. FLOUR DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI 150. FLUOROSIS PADA ANAK AKIBAT KELEBIHAN FLUOR DALAM PASTA GIGI ANAK 151. FRAKTUR ANGULUS MANDIBULA YANG DISEBABKAN PENGAMBILAN GIGI MOLAR TIGA BAWAH TERPENDAM 152. FRAKTUR GREENSTICK PADA MANDIBULA DAN PERAWATANNYA 153. FRAKTUR MAHKOTA GIGI ANTERIOR DAN PERAWATANNYA PADA MURID-MURID SMU NEGERI 1 _____ 154. FUSI GIGI PADA PASIEN ANAK 155. GAMBARAN FOTO RONTGEN GIGI PADA PASIEN KELAINAN KRANIOFASIAL 156. GAMBARAN KLINIS ANOMALI ORTODONTI PADA PENDERITA DOWN SYNDROME 157. MBARAN KLINIS DAN RADIOLOGIS MIKSOMA ODONTOGENIK TULANG RAHANG 158. GAMBARAN LESI-LESI RADIOLUSEN BERKLASIFIKASI PADA DAERAH PERIKORONAL 159. GAMBARAN MORFOLOGI PERMUKAAN EMAIL DAN DENTIN SETELAH APLIKASI TOTAL ETCHING DAN SELF ETCHING PRIMER 160. GAMBARAN ORAL HIGIENE DAN KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH TUNARUNGU DAN TIDAK TUNARUNGU KELOMPOK USIA 11-12 TAHUN DAN 14-16 TAHUN 161. GAMBARAN PERAWATAN SALURAN AKAR YANG DILAKUKAN OLEH DOKTER GIGI DI KOTA _____

162. GAMBARAN RADIOGRAFI ADENOMA PLEOMORFIK PADA KELENJAR SALIVA 163. GAMBARAN RADIOGRAFI DARI KISTA ODONTOGENIK GLANDULAR PADA RAHANG 164. GAMBARAN RADIOGRAFI DARI ODONTOMA COMPLEX MULTIPLE YANG BERGABUNG DENGAN KISTA DENTIGEROUS 165. GAMBARAN RADIOGRAFI DIABETES MELLITUS DI RONGGA MULUT 166. GAMBARAN RADIOGRAFI GANGGUAN ARTIKULASI DARI SENDI TEMPOROMANDIBULAR 167. GAMBARAN RADIOGRAFI GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA DAN PERAWATANNYA 168. GAMBARAN RADIOGRAFI PENDERITA MIKROSOMIA HEMIFASIAL 169. GAMBARAN RADIOGRAFI RONGGA MULUT DAN WAJAH PADA PENDERITA THALASEMIA ? MAYOR 170. GAMBARAN RADIOGRAFI RONGGA MULUT PADA PENDERITA SICKLE CELL ANEMIA 171. GAMBARAN RADIOGRAFIS PENYAKIT PAGET DI RAHANG 172. GAMBARAN RADIOLOGIS DAN DISTRIBUSI KLINIK PSEUDOKISTA PADA SINUS MAKSILARIS 173. GAMBARAN ROENTGENOLOGI DIFFUSE SCLEROSING OSTEOMYELITIS PADA MANDIBULA 174. GAMBARAN ROENTGENOLOGI PADA RESORPSI TULANG ALVEOLAR 175. GANGGUAN FUNGSI SENDI TEMPOROMANDIBULA DISEBABKAN BRUKSISM DAN PERAWATANNYA 176. GANGGUAN STRUKTUR EMAIL 177. GEOGRAPHIC TONGUE 178. GIGI DAN RAHANG SEBAGAI SUMBER NYERI KEPALA DAN WAJAH 179. GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SEKSIONAL SEBAGAI ALTERNATIF DESAIN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 180. GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SEKSIONAL YANG DIHUBUNGKAN DENGAN OBTURATOR MENGGUNAKAN MAGNET PADA CACAT MAKSILA DISERTAI GERONG YANG PARAH 181. GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SWINGLOCK SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF DESAIN PADA PASIEN DENGAN KELAINAN MOBILITI GIGI 182. GINGIVAL OVERGROWTH PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL 183. HAL-HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM MELAKUKAN PERAWATAN SERI EKSTRAKSI PADA GIGI BERJEJAL ANTERIOR 184. HALITOSIS 185. HEPATITIS DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEDOKTERAN GIGI ANAK 186. HERPES SIMPLEKS DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEDOKTERAN GIGI ANAK

187. HERPES ZOSTER SEBAGAI SALAH SATU ETIOLOGI PARALISIS NERVUS FASIALIS 188. HIPOPLASIA ENAMEL PADA PENDERITA PENYAKIT EKSANTEMA 189. HIPOTIROIDISME DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRAKTEK KEDOKTERAN GIGI ANAK 190. HUBUNGAN DETEKTOR KARIES DAN DAYA ADESIF BAHAN RESTORASI TERHADAP RESTORASI A-TRAUMATIK 191. HUBUNGAN GIGI IMPAKSI MOLAR TIGA MANDIBULA DENGAN AMELOBLASTOMA SERTA PERAWATANNYA 192. HUBUNGAN STRESS DENGAN PENYAKIT DAN PERAWATAN PERIODONTAL 193. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KARIES GIGI PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA USIA 20 SAMPAI 45 TAHUN DI KELURAHAN SIMPANG SELAYANG KECAMATAN _____ TUNTUNGAN 194. UBUNGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN FREKUENSI DAN DISTRIBUSI STOMATITIS AFTOSA REKUREN MINOR PADA PASIEN PENGUNJUNG KLINIK GIGI DAN MULUT FKG USU _____ JUNI 2001-MEI 2002 195. HUBUNGAN VSC DENGAN ORAL MALODOR DAN PENYAKIT PERIODONTAL 196. IMUNISASI PASIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI 197. IMUNOLOGI KARIES GIGI 198. INFEKSI ENDODONTI 199. INFEKSI NOSOKOMIAL DI KLINIK GIGI 200. INFEKSI RUANG FASIAL PADA KEPALA DAN LEHAR 201. INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK DOKTER GIGI 202. INSIDEN RASA SAKIT SELAMA PERAWATAN SALURAN AKAR PADA PASIEN DI KLINIK ILMU KONSERVASI GIGI FKG USU _____ PERIODE JANUARI SAMPAI MARET 2004 203. INSTRUMEN ROTATIF PROTAPER PADA PREPARASI SALURAN AKAR 204. INTRAORAL ROENTGENOGRAM SEBAGAI SARANA DIAGNOSA DAN KEGAGALAN-KEGAGALANNYA 205. INTRAOSSEUS ANESTESI SEBAGAI SALAH SATU INFILTRASI ANESTESI DI KEDOKTERAN GIGI 206. KANDIDIASIS MULUT AKIBAT PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA (LAPORAN KASUS) 207. KANDIDIASIS RONGGA MULUT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 208. KARAKTERISTIK DAN PERAWATAN ANOMALI ORTODONTI PADA PENDERITA CLEIDOCRANIAL DYSOSTOSIS 209. KARAKTERISTIK GAMBARAN PADA RADIOLOGI DENTAL 210. KARIES DINI DAN PENCEGAHAN KARIES SECARA UMUM 211. KARIES GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA ANAK, PERMASALAHAN DAN PENANGGULANGANNYA 212. KARSINOMA SEL BASAL PADA WAJAH 213. KEADAAN ORAL HYGIENE ANAK-ANAK DI SD NEGERI 060884 KECAMATAN _____ BARU

214. KEADAAN ORAL HYGIENE DAN GINGIVITIS SERTA FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA ANAK SD MUHAMMADIYAH 28 KECAMATAN _____ TIMUR 215. KEADAAN ORAL HYGIENE PADA ANAK CACAT MENTAL BERDASARKAN TINGKAT IQ 216. KEAKURATAN HASIL CETAKAN ALGINAT DALAM PEMBUATAN GIGITIRUAN 217. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN POLYACID MODIFIED COMPISITE RESIN (COMPOMER) SERTA PENGGUNAANNYA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN 218. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN ZINC PHOSPHATE CEMENT SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 219. KEBERHASILAN RETRAKSI GINGIVA MENGGUNAKAN BENANG DAN BAHAN KIMIA PADA PROSEDUR PENCETAKAN PEMBUATAN GIGITIRUAN CEKAT 220. KEBIASAAN BURUK BERNAFAS MELALUI MULUT PADA ANAK DAN PERAWATANNYA 221. KEBIASAAN MENGHISAP JARI SALAH SATU PENYEBAB MALOKLUSI KELAS I TIPE 3 222. KEBIASAAN MENGUNYAH SIRIH DAN LESI YANG DIJUMPAI PADA MUKOSA ORAL MASYARAKAT BATAK KARO 223. KEBIASAAN MENJULURKAN LIDAH DAN CARA PENANGGULANGANNYA 224. KEBIASAAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK TAMAN KANAKKANAK DI _____ 225. KEGAGALAN ADAPTASI FONETIK PADA PASIEN PEMAKAI GIGITIRUAN LEPASAN DAN PENANGGULANGANNYA 226. KEGAGALAN PEMAKAIAN GIGITIRUAN JEMBATAN DUKUNGAN GIGI DAN IMPLAN DITINJAU DARI ASPEK BIOMEKANIS DAN USAHA PENCEGAHANNYA 227. KEGAGALAN PERAWATAN ENDODONTI DAN PERTIMBANGAN DALAM MENGATASINYA AGAR GIGI TETAP BERFUNGSI DI DALAM MULUT 228. KEGUNAAN DAN EFEK SAMPING OBAT KUMUR DALAM RONGGA MULUT 229. KEHILANGAN GIGI INSISIVUS RAHANG ATAS PADA PENDERITA CELAH BIBIR DAN LANGIT-LANGIT DAN PERAWATANNYA 230. KEILITIS AKTINIK YANG DIPICU OLEH PERNAFASAN MELALUI MULUT YANG KRONIS 231. KEKUATAN TARIK PERLEKATAN (TENSILE BOND STRENGTH) ANTARA DENTIN DAN KOMPOSIT RESIN DENGAN MEMAKAI BAHAN ADHESIF YANG BERBEDA 232. KELAINAN JARINGAN MULUT AKIBAT KEBIASAAN MENGUNYAH DAN MENGHIRUP TEMBAKAU 233. KELAINAN JARINGAN RONGGA MULUT PADA MANULA 234. KELAINAN RONGGA MULUT AKIBAT PENGGUNAAN PESAWAT ORTHODONTI 235. KEMAMPUAN FOTO PANORAMIK DALAM MENDETEKSI RISIKO STROKE

236. KEMUNGKINAN PENULARAN HIV/AIDS DI PRAKTEK DOKTER GIGI MELALUI SALIVA 237. KERATOACANTHOMA DAN PERAWATANNYA 238. KESELAMATAN KERJA DI RUANG RADIASI 239. KESELAMATAN OPERATOR PENGGUNA ALAT SINAR X GIGI DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA _____ 240. KETAHANAN FRAKTUR OVERLAY PORCELAIN-FUSED TO METAL TERHADAP KEKUATAN TEKAN PADA KAVITAS MOD PASCA PERAWATAN ENDODONTI DENGAN CAVOSURFACE MARGIN BERBENTUK SHOULDER DAN CHAMFER 241. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMAKAIAN METAL FRAME DENGAN RESIN PADA BASIS PROTHESA 242. KISTA DUKTUS NASOPALATINUS 243. KISTA NASOLABIAL (NASOALVEOLAR) DAN PERAWATANNYA 244. KISTA NON-ODONTOGENIK DAN TINJAUANNYA SECARA RADIOGRAFI 245. KISTA ODONTOGENIK GLANDULA PADA RAHANG 246. KISTA ONDONTOGENIK BERKALSIFIKASI (KISTA GORLIN) 247. KISTA PALATAL MEDIANA 248. KISTA PARADENTAL DAN PERAWATANNYA 249. KISTA TIROGLOSUS 250. KOLONISASI BAKTERI PADA RONGGA MULUT 251. KOMPENSASI GYPSUM BONDED INVESTMENT TERHADAP PENYUSUTAN LOGAM CAMPUR EMAS PADA SAAT PENGECORAN 252. KOMPLIKASI BULIMA NERVOSA DI TUBUH DAN MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT 253. KOMPLIKASI INFEKSI DAN PENJALARANNYA DISEBABKAN PENGAMBILAN GIGI MOLAR TIGA TERPENDAM 254. KOMPLIKASI ODONTEKTOMI PADA MOLAR TIGA RAHANG ATAS SERTA PERAWATANNYA 255. KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA DOKTER GIGI DAN PASIEN DI RUANG PRAKTEK 256. KONDISI KESEHATAN RONGGA MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK AGUSTUSSEPTEMBER 2007 257. KONDISI RUANGAN INSTALASI KESEHATAN GIGI DALAM HAL UKURAN RUANGAN DAN KETEBALAN DINDING DENGAN FASILITAS RADIOGRAFI PADA PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA _____ 258. KONSEP LENGKUNG GIGI YANG PENDEK SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN PASIEN EDENTULUS SEBAGIAN BERDASARKAN EVIDENCE-BASED DENTISTRY 259. KONSEP PERAWATAN FRAKTUR MANDIBULA 260. KOREKSI CROSSBITE ANTERIOR DENGAN STAINLESS STEEL CROWN 261. LASER KARBON DIOKSIDA : APLIKASINYA DALAM TERAPI PENYAKIT JARINGAN LUNAK MULUT 262. LESI ENDODONSI-FERIODONSI SECARA RADIOGRAFI 263. LESI-LESI RADIOLUSEN PERIKORONAL TANPA KALSIFIKASI 264. LESI LIKENOID ORAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESTORASI AMALGAM DAN PERAWATANNY

265. LIMBAH BAHAN-BAHAN PROSESING DI LABORATORIUM RADIOLOGI _____ 266. LIMFOMA BURKITT PADA RONGGA MULUT 267. LOKASI PENEMPATAN PREPARASI AKHIRAN SERVIKAL PADA PEMBUATAN RESTORASI MAHKOTA PENUH 268. MACAM-MACAM PESAWAT HEADGEAR YANG DIGUNAKAN PADA MALOKLUSI KLAS II DIVISI I 269. MAHKOTA STAINLESS STEEL SEBAGAI PERAWATAN PENDAHULUAN PADA GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN MUDA 270. MAKROGLASIA DAN TEKNIK PEMBEDAHANNYA 271. MAKROGLOSIA : PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK 272. MALOKLUSI AKIBAT GANGGUAN PERTUMBUHAN DENTOFASIAL 273. MANAJEMEN GIGI MOBILITI AKIBAT PENYAKIT PERIODONTAL 274. MANAJEMEN PASIEN DAN MASALAH-MASALAH YANG TERJADI PADA SAAT PENGAMBILAN FOTO RONTGEN 275. MANFAAT MIDZOLAM SEBAGAI SEDATIF-HIPNOTIKA DALAM BIDANG BEDAH MULUT 276. MANIFESTASI ALKOHOLIK DI RONGGA MULUT, 277. MANIFESTASI ANEMIA PERNISIOSA DI RONGGA MULUT 278. MANIFESTASI HIPETIROIDISME DALAM RONGGA MULUT DAN PENANGGULANGANNYA 279. MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT 280. MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT DAN PERAWATANNYA 281. MANIFESTASI KHEMOTERAPI DI RONGGA MULUT DAN PERAWATANNYA 282. MANIFESTASI KLINIS GANGGUNAN HORMON PERTUMBUHAN DI RONGGA MULUT 283. MANIFESTASI KLINIS INFEKSI VIRUS PADA KELENJAR SALIVA DAN PERAWATANNYA 284. MANIFESTASI, MEKANISME IMUNOLOGI DAN DIAGNOSA LABORATORIUM INFEKSI VIRUS DAN JAMUR KANDIDA DI RONGGA MULUT 285. MANIFESTASI PENYAKIT SISTEMATIK DAN INFEKSI SPESIFIK PADA FOTO PANORAMIK 286. MANIFESTASI RADIOGRAFI KANKER PAYUDARA PADA MANDIBULA 287. MANIFESTASI SJOGREN SINDROM PADA RONGGA MULUT 288. MANIFESTASI TUBERKULOSA PADA TULANG RAHANG 289. MANISFESTASI REAKSI ALERGI TERHADAP OBAT-OBATAN PADA TINDAKAN BEDAH MULUT 290. MANISFETASI PADA RONGGA MULUT DAN GAMBARAN RADIOGRAFI DARI NEUFIBROMATOSIS 291. MASALAH GIGI SUPERNUMERARI PADA BIDANG KEDOKTERAN GIGI ANAK 292. MASALAH KARIES BOTOL: TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

293. MASALAH KARIES RAMPAN PADA ANAK : PENCEGAHAN DAN PERAWATANNYA 294. MASALAH RASA TAKUT PADA KEDOKTERAN GIGI ANAK 295. MATERIAL RESTORASI DIREK YANG SERING DIPAKAI PADA BIDANG KEDOKTERAN GIGI 296. MELANOMA MALIGNA PADA RONGGA MULUT DAN PERAWATANNYA 297. MEMPERKENALKAN XERORADIOGRAFI DIBIDANG KEDOKTERAN GIGI 298. MENANAMKAN KEBIASAAN PLAK KONTROL PADA ANAKANAK GUNA MENDAPATKAN RONGGA MULUT YANG BERSIH DAN SEHAT 299. MENGEMBALIKAN SENYUM ALAMI DENGAN KONSEP DENTOGENIK BAGI PEMAKAI GIGITIRUAN 300. MENGENAL PENGGUNAAN SINAR LASER DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI PENCEGAHAN 301. MENGETAHUI POSISI FORAMEN MENTAL MELALUI 302.

RADIOGRAF MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RESIKO PENYAKIT PERIODONTAL 303. METODE ALTERNATIF PEMASANGAN KEMBALI GIGITIRUAN PENUH PADA ARTIKULATOR 304. METODE MILLARD SEBAGAI SALAH SATU TEKNIK PENUTUPAN CELAH BIBIR 305. METODE PENGUKURAN SALIVA DAN PEMERIKSAAN KELENJAR SALIVA 306. MIKROGNASIA 307. MIKROORGANISME DIHUBUNGKAN DENGAN PEMBENTUKAN KARIES 308. MIKROORGANISME YANG DAPAT DIISOLASI DARI SIKAT GIGI YANG TELAH DIPERGUNAKAN SELAMA LEBIH KURANG TIGA BULAN 309. MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM ENDODONTI 310. MINI-IMPLANT SEBAGAI PENJANGKAR DALAM PERAWATAN ORTODONTI 311. MIXTURE OF TETRACYCLINE ISOMER, AN ACID AND DETERGENT (MTAD) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR 312. MODIFIKASI JEMBATAN SEMENTARA RESIN AKRILIK UNTUK PEMAKAIAN JANGKA PANJANG 313. MOLAR TIGA IMPAKSI PENYEBAB TERJADINYA OSTEOMYELITIS 314. MOTTLED ENAMEL 315. MUKOKEL PADA SINUS MAKSILARIS 316. MUKOSITIS ORAL SEBAGAI AKIBAT TERAPI RADIASI KANKER PADA DAERAH KEPALA DAN LEHER 317. MUKOSITIS SEBAGAI SALAH SATU EFEK SAMPING TERAPI RADIASI 318. MUKOTIS ORAL PADA PENDERITA KANKER NASOFARING YANG MENDAPAT KEMOTERAPI 5-FLUOROURACIL (LAPORAN KASUS)

NEURALGIA TRIGEMINAL NYERI WAJAH ATIPIKAL DAN PENATALAKSANAANNYA ODONTOGENIK FIBROMA PADA RONGGA MULUT ODONTOGENIK MIKSOMA DAN PERAWATANNYA ORAL KANDIDIASIS PADA PENDERITA HIV/AIDS OSTEOPOROSIS DAN KEHILANGAN TULANG DI RONGGA MULUT 325. OVERDENTURE DENGAN RETENSI MAGNIT 326. PANJANG RATA-RATA GIGI INSISIVUS SENTRALIS PERMANEN MAKSILA DAN GIGI KANINUS PERMANEN MAKSILA PADA MAHASISWA SUKU BATAK FKG USU _____ 327. PANORAMIK RADIOGRAFI SEBAGAI ALAT BANTU UNTUK DIAGNOSA FRAKTUR MANDIBULA 328. PARALISIS NERVUS FASIALIS DAN KAITANNYA DENGAN BIDANG KEDOKTERAN GIGI 329. PATOGENESE KANDIDIASIS ORAL PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 330. PATOGENESIS KELAINAN JARINGAN MULUT DISEBABKAN KEBIASAAN MEROKOK 331. PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT 332. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA 333. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA 334. PEMAKAIAN BAHAN ADHESIF DALAM OBTURASI SALURAN AKAR 335. PEMAKAIAN BAHAN BONDING DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 336. PEMAKAIAN FACE MASK UNTUK PERAWATAN ANOMALI KLAS III 337. PEMAKAIAN INVESTMENT MATERIAL PADA PENGECORAN LOGAM TUANG 338. PEMAKAIAN PESAWAT PENDULUM UNTUK DISTALISASI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN MAKSILA PADA MALOKLUSI KLAS II 339. PEMAKAIAN PESAWAT TRUITT KLAS III UNTUK MENGOREKSI ANOMALI KLAS III SKELETAL 340. PEMAKAIAN PIT DAN FISUR SILEN PADA GIGI PERMANEN DEWASA 341. PEMAKAIAN RESIN KOMPOSIT PADA REPARASI RESTORASI GIGI PORSELEN 342. PEMANIPULASIAN PADA AMALGAM 343. PEMASANGAN IMPLAN GIGI DENGAN SISTEM ITI 344. PEMBERIAN MINOSIKLIN PADA PERAWATAN PERIODONTAL 345. PEMBERSIHAN INTERDENTAL SEBAGAI PENUNJANG PEMELIHARAAN HIGIENE ORAL 346. PEMBUATAN OVERDENTURE IMIDIAT DALAM USAHA MENGATASI RESORPSI LINGGIR DAN ESTETIS 347. PEMBUATAN PONTIK OVATE UNTUK JEMBATAN ANTERIOR RAHANG ATAS 348. PEMBUATAN RESERVOIR SALIVA TIRUAN PADA GIGITIRUAN PENUN RAHANG ATAS UNTUK PASIEN XEROSTOMIA

319. 320. 321. 322. 323. 324.

PEMBUATAN RESTORASI SEMENTARA GIGITIRUAN CEKAT DENGAN MENGGUNAKAN DAI FLEKSIBEL 350. PEMERIKSAAN KOMPOSISI SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 351. PEMFIGUS VULGARIS RONGGA MULUT : PATOGENESIS, GAMBARAN KLINIS DAN PENANGGULANGANNYA 352. PEMILIHAN ANASTETIKUM LOKAL PADA PENDERITA KARDIOVASKULER UNTUK PENCABUTAN GIGI 353. PEMILIHAN BAHAN ALLOY UNTUK KONSTRUKSI GIGITIRUAN 354. PENALAKSANAAN GIGI MOLAR SULUNG YANG BERFISTEL 355. PENANGANAN AWAL SEBELUM PERAWATAN ORTODONTI TERHADAP PASIEN TURNER SYNDROME DENGAN KELAINAN KRANIODENTAL 356. PENANGANAN FRAKTUR KOMPOUND PADA MANDIBULA 357. PENANGANAN GIGI DAN MULUT PASIEN DENGAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR 358. PENANGANAN KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN TRAUMA MAKSILOFASIAL 359. PENANGANAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT PADA PASIEN USIA LANJUT YANG MENDERITA DEPRESI MAYOR 360. PENANGGULANGAN ABSES RONGGA MULUT PADA IBU HAMIL 361. PENANGGULANGAN GIGI DAN MULUT PASIEN SINDROMA DOWN 362. PENANGGULANGAN GIGI PENYANGGA PASCA PEMASANGAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 363. PENANGGULANGAN KELAINAN KLINIS PASCA PEMASANGAN GIGITIRUAN PENUH 364. PENANGGULANGAN MASALAH GANGGUAN KECEMASAN TERHADAP RASA SAKIT PADA TINDAKAN BEDAH MULUT 365. PENANGGULANGAN PERILAKU PENDERITA AUTISME PADA PERAWATAN GIGI DAN RONGGA MULUT 366. PENANGGULANGAN RASA TAKUT ANAK SECARA FARMAKOLOGI DI BIDANG PERAWATAN GIGI DAN MULUT 367. PENANGGULANGAN RASA TAKUT TERHADAP INJEKSI PADA PENCABUTAN GIGI ANAK 368. PENATALAKSANAAN BAND LOOP SEBAGAI SPACE MAINTAINER PADA PREMATURE LOSS GIGI MOLAR SUSU 369. PENATALAKSANAAN BATU KELENJAR LUDAH 370. PENATALAKSANAAN DISLOKASI MANDIBULA KRONIS 371. PENATALAKSANAAN FRAKTUR MANDIBULA DENGAN FIKSASI INTERNAL 372. PENATALAKSANAAN FRAKTUR NASAL KOMPLEKS 373. PENATALAKSANAAN GIGI ANKILOSIS PADA PERAWATAN ORTODONTI 374. PENATALAKSANAAN GIGI DAN MULUT PADA PENDERITA SKLERODERMA 375. PENATALAKSANAAN GIGI DAN MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS 376. PENATALAKSANAAN GIGI INSISIVUS SATU TETAP ATAS YANG AVULSI

349.

PENATALAKSANAAN GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN MENJADI GIGI TIRUAN PENUH KONVERSI 378. PENATALAKSANAAN INJURI TRAUMATIK KLAS III PADA GIGI DEPAN SUSU 379. PENATALAKSANAAN JEMBATAN MENJADI GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KONVERSI 380. PENATALAKSANAAN KASUS BEDAH MULUT MINOR PADA PENDERITA HIPOPROTROMBINEMIA AKIBAT DEFISIENSI VITAMIN K 381. PENATALAKSANAAN KISTA DI DALAM SINUS MAKSILARIS 382. PENATALAKSANAAN NEURALGIA TRIGEMINAL DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 383. PENATALAKSANAAN PASIEN HIPERTENSI DI PRAKTEK DOKTER GIGI 384. PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA IBU HAMIL 385. PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA PECANDU NARKOTIKA 386. PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA PASCA STROKE 387. PENATALAKSANAAN PENDERITA CHRISTMAS DISEASE DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 388. PENATALAKSANAAN PENDERITA KANDIDIASIS ORAL 389. PENATALAKSANAAN PENDERITA VON WILLEBRAND`S DISEASE DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 390. PENATALAKSANAAN PERADANGAN KELENJAR LUDAH MAYOR 391. PENATALAKSANAAN PERILAKU ANAK PRA SEKOLAH PADA PERAWATAN GIGI DENGAN MODELING DAN DESENSITISASI 392. PENATALAKSANAAN PERILAKU ANAK TIDAK KOOPERATIF DENGAN GEJALA HIPERAKTIVITAS SECARA TEKNIK HOME 393. PENATALAKSANAAN RESTORASI TUNEL PADA PASIEN ANAK 394. PENATALAKSANAAN SALURAN AKAR UNTUK MENDAPATKAN RETENSI DAN RESISTENSI PASAK PADA GIGI ANTERIOR 395. PENATALAKSANAAN SPACE MAINTAINER LEPASAN PADA KEHILANGAN GIGI MOLAR SUSU BILATERAL 396. PENATALAKSANAAN TINDAKAN BEDAH MULUT PADA PASIEN HEMODIALIS 397. PENATALAKSANAAN TINDAKAN EKSTRASI YANG AMAN PADA PASIEN AIDS DAN HIV POSITIF

377.