Anda di halaman 1dari 19

KONSEP DASAR BATU BULI BULI A.

. ANATOMI DAN FISIOLOGI Kandung kencing bekerja sebagai penampung urine, organ ini berbentuk buah pir ( kendi ). Letaknya didalam panggul besar, didepan isi lainnya dan dibelakang simfisis. Pada bayi letaknya lebih tinggi. Bagian atas ( fundus ) naik kalau kandung kencing memekar karena urine. Puncak ( apex ) mengarah kedepan bawah dan ada dibelakang simfisis fubis. Dinding kandung kencing terdiri atas sebuah lapisan terus kesebelah luar, lapisan berotot, lapisan sub mukosa dan mukosa dari epithelium transsisional ( peralihan ). Tiga saluran bersambung dengan kandung kencing. Dua ureter bermuara secara oblik disebelah basis, letak oblik ini menghindari urine mengalir kembali kedalam ureter, uretra keluar dari kandung kencing disebelah depan, daerah segitiga diantara dua lubang ureter dan uretra disebut segitiga kandung kencing ( trigonum Vesika Urinarius ). Kandung kencing dikendalikan oleh syaraf pelvis dan serabut simpatis dari plexus hipogastrik. B. BATASAN Obstruksi saluran perkemihan dapat terjadi karena adanya batu pada saluran perkemihan. Bisa mengenai sistem uregenital bagian atas atau bawah. Batu pada daerah buli-buli ( vesikolitiasis ) terjadi pada traktus urinarius bagian bawah. C. ETIOLOGI pH urine Konsentrasi zat terlarut urine Diet tinggi kalsium dan oxalat Statis urine Infeksi saluran kencing Batu yang turun dari ginjal D. PATOFISIOLOGI Proses terbentuknya batu saluran kemih masih belum jelas, pembentukan batu bisa sekunder terhadap suatu kelainan metabolik primer atau karena obstruksi yang menyebabkan statis dan infeksi urinarius atau dapat idiopatik. E. TANDA DAN GEJALA Disuria Hematuria Nyeri pinggang Nyeri tekan supra simfisis atau teraba adanya urine yang banyak ( retensi ) Pada batu yang besar dapat diraba dengan bimanual Pada > 50 tahun dapat ditemukan adanya pembesaran prostat Tidak semua penderita memberikan keluhan yang sama F. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Urine : Sel darah merah meningkat ( 90 % ) ditemukan pada penderita dengan batu Bila terjadi infeksi sel darah putih meningkat Ekskresi kalsium, asam urat dalam urine 24 jam untuk melihat apakah terjadi hipereksresi b. Darah Hb, terjadi anemia pada gangguan fungsi ginjal kronis Lekositosis terjadi karena infeksi Ureum kreatinin untuk melihat fungsi ginjal Ca, phosfor dan asam urat c. Rontgen BNO / IVP untuk melihat lokasi batu apakah terjadi bendungan atau tidak d. USG Merupakan pemeriksaan yang non invansif yang sangat membantu G. PENGOBATAN / PENATALAKSANAAN Tujuan pengobatan batu buli-buli : a. Menghilangkan sumbatan b. Mengobati infeksi c. Menghilangkan rasa nyeri d. Mencegah terjadinya gangguan dan mengurangi gejalanya. Pengobatan dilakukan dengan : a. Operasi terbuka ( open surgery ) Pengangkatan batu melalui pembedahan ( sistolitotomi ), diangkat dari kandung kemih. b. Operasi endoskopik dengan melakukan ( litotripsi mekanik, elektronik, hidro elektrik, ultrasonic, laser ).

ESWL ( Extra Corporeal Shock Wafe / gelombang kejut ) ini merupakan litotripsi non invasif. H. KONSEP DASAR ASUHAN 1. Riwayat Kesehatan Sekarang Keluhan BAK tiba-tiba berhenti atau tidak lancar, sakit pada daerah uretra, bila sudah berlanjut bisa terjadi hematuria. 2. Riwayat Kesehatan Dahulu Perlu ditanyakan apakah adanya batu pada sistem perkemihan bagian atas. Apakah ada kebiasaan makan sehari lebih banyak berupa daging, susu, telur, keju atau ikan laut. Apakah sering menahan BAK. Bagaimana kebiasaan minum, berapa banyak. Apakah pernah istirahat tirah baring yang lama. Bagaimana aktivitas sehari-hari. Apakah ada riwayat keluarga yang mengalami batu pada sistem perkemihan. 3. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan umum klien Klien kelihatan sakit sekali Tanda-tanda vital perlu diperiksa / dikaji b. Pemeriksaan pada sistem perkemihan Palpasi pada supra pubik simfisis akan teraba adanya benda asing dan klien merasa kesakitan sewaktu ditekan. c. Test diagnostik Pemeriksaan seperti darah, urine dan rontgen. d. Diagnosa keperawatan Pre operasi 1. Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) sehubungan dengan adanya renal colic. 2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit sehubungan dengan terganggunya fungsi gunjal. 3. Gangguan sistem vaskulanisasi sehubungan dengan terganggunya tubulus ginjal. Post operasi 1. Potensial terjadinya infeksi sekuder. 2. Potensial terjadinya gangguan pernafasan akibat pembiusan. 3. Potensial infeksi nasokonial sehubungan dengan pemasangan kateter dan luka operasi. 4. Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) akibat luka operasi. 5. Potensial pembentukan batu lagi setelah operasi akibat ketidaktahuan tentang penyakit tersebut. I. PERENCANAAN a. Tindakan Medik Tergantung dari tingkatan penyakitnya ( oleh tim medik ). b. Tindakan Perawatan Tujuan : Mengurangi nyeri akibat renal colic. Tindakan : - Teknik distraksi - Kompres hangat - Memberi analgetik sesuai program therapy - Mengatur posisi tidur, berbaring dengan posisi kaki ditekuk Tujuan : Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Tindakan : - Observasi tanda vital - Pengaturan diet rendah garam - Memberi tindakan sesuai progran therapy Tujuan : Mengatasi gangguan sistemik vaskularisasi. Tindakan : - Observasi tanda vital - Pengaturan diet rendah garam - Mengurangi sress - Melaksanakan tindakan sesuai program therapy Tujuan : Mencegah infeksi sekunder. Tindakan : - Ganti balutan sesuai teknik septik dan aseptik - Monitor tanda-tanda infeksi - Memberikan antibiotika sesuai program therapy Tujuan : Mencegah terjadinya gangguan pernafasan akibat pembiusan. Tindakan : - Atur posisi, ekstensikan kepala

c.

- Observasi tanda vital Menghindari infeksi nasokomial. Tindakan sesuai teknik septik dan aseptik. Memberikan rasa nyaman ( atasi nyeri ). - Observasi tanda vital - Kaji tingkat nyeri / skala nyeri - Teknik distraksi - Istirahatkan pasien - Memberi obat analgetik sesuai program - Meningkatkan personal hygiene Tujuan : Menghindari pembentukan batu kembali. Tindakan : - Memberikan pendidikan kesehatan tentang jenis makanan yang dapat menimbulkan batu. - Menganjurkan untuk banyak minum kurang lebih 1500 cc/hari - Menganjurkan mobilisasi secara bertahap J. EVALUASI 1. Ditanya apakah ada perubahan kenyamanan setelah diberi tindakan dan apakah ada penurunan tingkat nyeri. 2. Observasi jumlah cairan yang masuk dan keluar serta pemeriksaan laboratorium ( urea kreatinin ) untuk memantau sampai dimana gangguan fungsi ginjal. 3. Observasi perkembangan dan fungsi dari alat pernafasan setelah pasien sadar dari pengaruh bius. 4. Pantau apakah tanda-tanda infeksi setelah kateter dilepas dan luka operasi sembuh dan pasien dibolehkan pulang. 5. Ditanyakan apakah pasien sudah paham / mengerti dengan penjelasan yang sudah diberikan. DAFTAR PUSTAKA Evelyn .C. Pearce. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Gramedia Jakarta. 1993 Dardjat. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah Khusus. Aksara Medisana Jakarta. 1987 M, Albar, Ghani. Laporan Kasus Baru Buli Buli Di RSU Ulin Banjarmasin. FK Unlam RSU Ulin. Banjarmasin. 1999 Marylin, E, Doenges. Nursing Care Plan. F.A, Davis Company. Philadelpia. 1993 Pusdiknas, RI. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Urogenital Jilid I. Jakarta. 1990 Robert, Priharjo. Pengkajian Fisik Keperawatan PAM Keperawatan Depkes RI. Yogyakarta. 1992 Tujuan Tindakan Tujuan Tindakan : : : :

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN POST OPERASI BATU BULI-BULI PADA RUANG BEDAH RSU ULIN BANJARMASIN

PENGKAJIAN 1. A. Identitas Klien Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Status Perkawinan Alamat No. RMK Tanggal MRS Tanggal Pengkajian Diagnosa Medik : Tn. M : 27 Tahun : Laki-laki : SMP : Tukang : Islam : Banjar : Kawin : Jl. Tatah Belayung no. 22 Banjarmasin : 47 34 80 : 25 Nopember 2002 : 2 Desember 2002 : Post Op Batu Buli-buli BIODATA

2. Identitas Penanggung Jawab Nama Umur Hubungan Dgn Klien : Ny. H : 25 Th : Isteri

Klien menggunakan Kartu Sehat. 2. RIWAYAT KESEHATAN B. Keluhan Utama Klien susah BAK dan terasa nyeri.

C. Riwayat Penyakit Sekarang Klien masuk rumah sakit tanggal 25 -11-2002 jam 19.00 wita ,sejak 2 bulan yang lalu klien mengeluh nyeri pada saat kencing , kurang lebih 1 minggu sebelum masuk rumah sakit BAK nyeri sekali dibawa berobat kemantri ada berkurang, kemudian tanggal 25-11-2002 pagi klien mengeluh sakit BAK,warna BAK kemerahan ,Oleh keluarga dibawa kerumah sakit ulin. D. Riwayat Penyakit Dahulu Kurang lebih 1 tahun yang lalu klien pernah sakit Bak dan mengeluarkan batu. Tetapi tidak dioperasi. E. Riwayat Penyakit Keluarga Diantara keluarga klien tidak ada yang pernah menderita penyakit seperti klien dan tidak ada yang menderita penyakit menular dan penyakit keturunan. 1. A. Keadaan Umum Kesadaran Keadaan umum : Compos mentis, GCS : 4, 5, 6 : Masih tampak lemah Nadi : 80 x/menit RR : 22 x/menit Suhu : 36 0C PENGKAJIAN FISIK

Tanda vital: TD : 110/70 mmHg

B. Kulit Kulit agak kering dan tampak kotor, tidak ada lesi dan peradangan, tekstur baik, turgor baik, tidak anemis, ikterik tidak ada, sianosis tidak ada, tampak adanya bekas luka operasi kurang lebih 15 cm diarah simfisis, sudah merapat dan kering dan terdapat benang jahitan yang belum dilepas. C. Kepala dan Leher Bentuk kepala simetris, tidak ada lesi atau peradangan, warna rambut hitam, tebal dan merata namun tampak kusam, pada leher tidak terdapat pembesaran kelenjar limfa, tyroid dan vena jugularis, pergerakan leher baik. D. Penglihatan dan Mata Pupil isokor, tidak ada peradangan, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan baik dapat membaca koran dalam jarak kurang lebih 30 cm. E. Penciuman dan Hidung Kedua lubang hidung simetris, tidak ada kelainan seperti polip, fungsi penciuman baik, dapat membedakan bau alkohol dan bau minyak angin. F. Pendengaran dan Telinga Bentuk simetris, terdapat sedikit sserumen, tidak ditemukan adanya peradangan atau sekret yang keluar, fungsi pendengaran baik dapat mendengar suara gesekan rambut. G. Gigi dan Mulut Jumlah gigi masih lengkap, tidak ada peradangan seperti stomatitis, nyeri menelan tidak ada, fungsi pengecapan baik dapat memebdakan rasa manis dan asin, gigi tampak kotor.

H. Dada / Pernafasan / Sirkulasi Ekspnasi dada simetris, wheezing tidak ada, ronchi tidak ada, sesak (-), pernafasan 22 x/menit, bunyi jantung S1 dan S2 tunggal, nadi 80 x/menit, sianosis (-). I. Abdomen Nyeri tekan epigastrik (-), acites (-), perkusi terdengar bunyi tympani, peristaltik usus 6 x/menit, tampak ada bekas luka operasi dan jahitan. Masih ada terasa nyeri pad abekas luka operasi ( skala nyeri 2 ). Nyeri tekan daerah operasi. Nyeri ketuk daerah operasi (skala 2).Peristaltik usus 6 x/menit. Klien tampak sakit dan masih lemah, terlihat adanya luka operasi yang mulai kering ( tidak ada tanda-tanda infeksi ).

J. Genetalia dan Reproduksi Klien berjenis kelamin laki-laki, bentuk normal, tanda infeksi (-), terpasang kateter ( hari 4 ). K. Ekstremitas Atas dan Bawah Ekstremitas atas dan bawah bisa diegrakan secara aktif, tidak ada odema atau peradangan. 2. SPIRITUAL KEBUTUHAN FISIK, PSIKOLOGIS, SOSIAL DAN

A. Aktivitas dan Istirahat Di rumah : Bekerja dari jam 08.00 wita 16.00 wita, tidur malam 6 8 jam, hari libur tetap bekerja. Di RS : Klien lebih banyak ebrbaring dan kurang bergerak.

B. Personal Hygiene Di rumah : Mandi 2 x/hari, sikat gigi 2 x/hari, keramas 2 3 kali ganti pakaian 2 x/hari. seminggu,

Di RS

Sejak operasi klien tidak pernah mandi, sikat gigi dan keramas. Klien terlihat kotor dan rambut kusam.

C. Nutrisi Di rumah Di RS : Makan nasi 3 x/hari dengan lauk pauk, sayur-sayuran, sangat suka makan jeroan dan hati. : Makan nasi 3 x/hari, porsi yang ada selalu dihabiskan. Minum 7 8 gelas/hari. D. Eliminasi Di rumah Di RS : BAB 1 kali perhari, BAK 5 6 x/hari, tidak lancar dan kadang disertai rasa nyeri. : BAB tidak ada sejak operasi. BAK lewat kateter ( DC ). DC terpasang hari 4 ( terpasang dengan baik ). E. Seksulitas Jenis kelamin laki-laki dan sudah berkeluarga sejak 5 tahun. F. Psikososial Sosialisasi : Hubungan dengan keluarga dan pasien lain cukup baik, klien tampak kooperatif. Mekanisme adaptasi : Klien melibatkan keluarga dalam mengatasi masalahnya. G. Spiritual Sebelum operasi klien masih bisa sholat, walaupun kadang ada ketinggalan. Sesudah operasi klien tidak pernah sholat, berhubung klien merasa kotor dan tidak berani terlalu banyak bergerak, namun klien selalu berdoa agar penyakitnya cepat sembuh. 3. PROSEDUR DIAGNOSTIK DAN PENGOBATAN klien

A. Laboratorium Taggal 27 November 2002 : Jenis Pemeriksaan Hb Leukosit Waktu perdarahan Waktu pembekuan Urea Kreatinin Asam urat Hasil 13,5 gr % 5,0 juta/mm3 1,30 menit 4,30 menit 36 mg/dl 0,7 mg/dl 5,4 mg/dl Normal 13,5-17,5 gr % 4,6-6,6 juta/mm3 1-3 menit 4-9 menit 20-40 mg/dl 0,7-1,2 mg/dl 2,5-7,0 mg/dl

B. Pemeriksaan Lainnya BNO / IVP : Batu bili-buli (+), bercak opague diluar perjalanan ureter bawah. C. Therapy Medis Obat oral : Ciprofloxazyn 3 x 500 mg Mefinal 3 x 500 mg Vitamin C 3 x 1 tablet B Complek 3 x 1 tablet Antrain 3 x 1 ampul IV Infus : RL 20 tetes/menit.

ANALISA DATA No 1. Tanggal 2-12-2002 Data Subyektif dan Obyektif DS : DO: DC terpasang hari 6. Etiologi Tindakan invasif (pemasangan DC) 2. 2-12-2002 DS : Klien mengatakan sejak operasi tidak pernah BAB dan kalau mau BAB terasa susah. konstipasi Masalah Potensial infeksi nasokomial Gangguan pemenuhan eliminasi BAB

DO: - Makanan yang dimakan klien kurang mengandung serat. 3. 2-12-2002 Klien kurang Kurangnya pengetahuan dan infomasi Gangguan personal hygiene bergerak. DS : Klien mengatakan sejak operasi tidak pernah mandi karena takut lukanya basah dan terjadi infeksi. DO: Klien kelihatan kotor dan 4. 2-12-2002 kusam. DS : Klien mengatakan luka operasi masih terasa agak nyeri. DO: - Ekspresi wajah klien agak meringis bila daerah operasi ditekan. 5. 2-12-2002 - Skala nyeri 2. DS : Klien sering bertanya tentang keadaan penyakitnya apakah bisa betul-betul sembuh dan tidak akan terjadi pembentukan batu lagi setelah dioperasi dan klien bertanya kapan boleh pulang. DO: Klien bertanya dengan ekspresi wajah tampak cemas. 6. 2-12-2002 DS : Klien mengatakan dirinya merasa kotor untuk beribadah dan tidak berani terlalu banyak bergerak. DO: Klien lebih banyak berbaring Kurangnya motivasi dan informasi tentang pelaksanaan Gangguan pola beribadah (spiritual) Kurang informasi tentang penyakitnya Cemas dan ketidaktahu an Adanya luka operasi (bekas insisi pembedahan) Gangguan rasa nyaman (nyeri)

di tempat tidur dan tidak dapat melaksanakan sholat pada waktunya.

ibadah diwaktu sakit

DAFTAR MASALAH No Diagnosa Keperawatan 1. Potensial terjadinya infeksi nasokomial sehubungan dengan tindakan invasif (pemasangan DC) ditandai dengan : DC terpasang hari 6. 2. Gangguan pemenuhan eliminasi BAB sehubungan dengan konstipasi ditandai dengan : Klien mengatakan sejak operasi tidak pernah BAB dan kalau mau BAB terasa susah. Makanan yang dimakan klien kurang mengandung serat. Klien kurang bergerak. 3. Gangguan potensial hygiene sehubungan 15 10 2002 2 12 2002 Tgl Muncul 2 12 2002 Tgl Teratasi -

dengan kurangnya pengetahuan dan infomasi ditandai dengan : Klien mengatakan sejak operasi tidak pernah mandi karena takut lukanya basah dan terjadi infeksi. Klien kelihatan kotor dan kusam. 4. Gangguan rasa nyaman (nyeri) sehubungan dengan adanya luka insisi pembedahan ditandai dengan : Klien mengatakan luka operasi masih terasa agak nyeri. Ekspresi wajah klien agak meringis bila daerah operasi ditekan. Skala nyeri 2. 5. Cemas dan ketidaktahuan sehubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakitnya ditandai dengan : Klien sering bertanya tentang keadaan penyakitnya apakah bisa betul-betul sembuh dan tidak akan terjadi pembentukan batu lagi setelah dioperasi dan klien bertanya kapan boleh pulang. Klien bertanya dengan ekspresi wajah tampak cemas. 6. Gangguan poal ibadah (spiritual) sehubungan dengan kurangnya motivasi dan informasi tentang pelaksanaan ibadah diwaktu sakit ditandai dengan : Klien mengatakan dirinya merasa kotor untuk beribadah dan tidak berani terlalu banyak bergerak. 2 12 2002 2 12 2002 2 12 2002 -

Klien lebih banyak berbaring di tempat tidur dan tidak dapat melaksanakan sholat pada waktunya.

ASUHAN PERAWATAN Hari/ Tgl Senin 2-1202 Dx. kep I Tujuan Infeksi nasokomial tidak terjadi dengan kriteria : Tanda-tanda infeksi pada tempat pemasangan D. Cateter tidak terjadi sampai DC dilepas dan klien diperbolehkan pulang. Intervensi Rasional Implementasi Jam 10.00 wita 1. Memantau tanda-tanda infeksi daerah pemasangan DC. 2. Merawat tempat pemasangan DC dan membersihkannya dengan larutan betadine. 3. Memberikan obat antibiotika ciprofloxacyn 500 mg tablet (oral) jam 12.00 wita. Jam 10.15 wita 1. Menganjurkan klien untuk lebih banyak makan sayur dan buah-buahan (pisang, pepaya). 2. Menganjurkan klien untuk latihan (mobilisasi) seperti jalan-jalan sekitar tempat tidur. 3. Menganjurkan klien untuk banyak minum air putih 2000-2500 cc/hari. 4. Memberian obat laxative seperti dulcolax 1 tablet (oral) jam 12.00 wita.

1. Pantau tanda-tanda 1. Agar tadna-tanda infeksi 2 x/hari pagi infeksi bisa diketahui dan dan sore. diatasi sedini mungkin. 2. Rawat tempat 2. Mengurangi resiko pemasangan terjadinya infeksi. D.Cateter 2 x/hari pagi 3. Mencegah dan dan sore. mengatasi infeksi. 3. Teruskan pemberian obat antibiotik sesuai jadwal. Ciprofloxacyn 3x500 mg tab (oral). 1. Sayuran dan makanan berserat baik untuk pencernaan dan mengatasi konstipasi. 2. Mobilisasi dapat meningkatkan metabolisme dan kerja alat pencernaan. 3. Untuk mempermudah pencernaan. 4. Untuk melembekkan faeces dan melancarkan BAB.

Senin 2-1202

II

Kebutuhan 1. Anjurkan klien eliminasi BAB untuk lebih banyak teratasi dengan makan sayur dan kriteria : buah-buahan . Klien mengatakan 2. Anjurkan klien BAB lancar. untuk latihan Makanan yang (mobilisasi) seperti dimakan cukup jalan-jalan sekitar mengandung serat. tempat tidur. Mobilisasi (+). 3. Anjurkan klien untuk banyak minum air putih 2000-2500 cc/hari. 4. Kolaborasi untuk pemberian obat laxative seperti dulcolax supositoria

atau tablet. Senin 2-1202 III Personal hygiene 1. Bantu klien untuk 1. Memberi rasa nyaman klien terpenuhi memenuhi kebutuhan dan kebersihan diri dengan kriteria : personal hygiene terjaga dan mengurangi Klien terlihat bersih seperti mandi atau resiko infeksi pada luka dan dapat menyeka klien dan operasi. melaksanakan mengganti pakaian. kebersihan diri 2. Anjurkan keluarga 2. Meringankan beban secara mandiri.. klien agar membantu klien dalam hal klien didalam pemenuhan kebersihan memenuhi kebersihan diri. diri. Rasa nyeri hilang/teratasi dengan kriteria : Klien mengatakan nyeri hilang. Ekspresi wajah klien tidak meringis dan kesakitan. 1. Kaji status nyeri, 1. Untuk mengetahui intensitas dan tingkat nyeri dan karakteristik nyeri tiap mempermudah dalam hal ada keluhan dari klien. tindakan selanjutnya untuk mengatasi nyeri. 2. Atur posisi klien senyaman mungkin 2. Posisi yang nyaman tiap 2 jam sekali atau dapat mengurangi rasa sesuai kebutuhan nyeri. klien. 3. Observasi tanda3. Rasa nyeri dapat tanda vital setiap 6 mengakibatkan jam sekali. perubahan tanda vital. 4. Kolaborasi 4. Obat analgetik dapat pemberian analgetik mengurangi/mengatasi seperti mefinal 3x500 rasa nyeri. mg tablet. 1. Berikan pendidikan kesehatan baik tentang keadaan luka Jam 13.15 wita 1. Membantu klien untuk memenuhi kebersihan diri (mandi atau menyeka klien dan mengganti pakaian). 2. Menanjurkan dan melibatkan keluarga keluarga klien agar membantu klien didalam memenuhi kebersihan diri. Jam 11.30 wita 1. Mengkaji status nyeri yang dialami klien. Jam 11.50 wita 2. Mengatur posisi klien tiap 2 jam sekali atau sesuai kebutuhan. jam 12.00 wita 3. Mengobservasi tandatanda vital (tensi, nadi, suhu, respirasi). 4. Memberikan obat analgetik mefinal 500 mg 1 tablet (oral).

Senin 2-1202

IV

Senin 2-1202

Cemas dan ketidaktahuan hilang dengan

Jam 12.50 wita 1. Agar klien paham betul 1. Memberikan pendidikan tentang penyakitnya dan kesehatan kepada klein dan klien tidak cemas dan keluarganya tentang

kriteria : operasi, proses atau Klien mengatakan penyebab terjadinya sudah batu kembali, paham/mengerti makanan yang dengan penjelasan dimakan, cairan yang yang sudah harus diminum, cara diberikan dengan perawatan luka ekspresi wajah operasi. tenang. 2. Bila perlu tanyakan kembali pada klien apakah sudah paham tentang penjelasan yang diberikan dan minta klien untuk mengulang kembali apa-apa yang sudah dijelaskan. Senin 2-1202 VI Ibadah klien bisa terpenuhi dengan kriteria : Klien mengatakan sudah bisa sholat dengan lancar dan sesuai waktunya.

takut.

2. Agar klien tidak cepat lupa dengan penjelasan yang sudah diberikan.

keadaan luka operasi, proses atau penyebab terjadinya batu kembali, makanan yang dimakan, cairan yang harus diminum, cara perawatan luka operasi. 2. Meminta klien untuk mengulang kembali penjelasan yang sudah diberikan.

Jam 13.00 wita 1. Motivasi klien untuk 1. Agar klien tahu cara 1. Memberikan motivasi dan mau sholat dan menjalankan shoalt di penjelasan kepada klien. berikan penjelasan waktu sakit dan mau tentang cara melaksanakannya. menjalankan sholat Jam 13.15 wita sewaktu sakit. 2. Untuk lebih 2. Mengajak keluarga untuk 2. Ajak keluarga untuk meningkatkan motivasi turut memotivasi agar klien turut memotivasi agar dan semangat klien untuk mau sholat. klien mau sholat. beribadah.

CATATAN PERKEMBANGAN No Tanggal / Tgl 1 Selasa 3-12-2002 Dx.Kep I Catatan Perkembangan S:O: Dawer kateter hari ke 7 belum ada tanda-tanda infeksi A: Masalah tidak terjadi P : Teruskan Intervensi I : Jam 08.30 melanjutkan Intervensi: - Memantau tanda-tanda infeksi - Merawat tempat pemasangan DC - Memberikan obat oral ( ceprofloxadyn 500 mg 1 tablet ) jam 12.00 wita E : Infeksi daerah pemasangan DC dan luka operasi tidak 2 3-12-2002 II terjadi. S : Klien mengatakan masih belum ada Bab O: klien belum ada Bab klien hanya makan sayur sedikit sekali, tapi sudah mulai banyak makan buah dan makanan yang berserat. A: Masalah belum teratasi P : Teruskan Intervensi. I : Jam 09.00 wita melanjutkan Intevensi - memberikan penkes kepada klien dan keluarga - menganjurkan klien banyak makan sayur dan makanan berserat - menganjurkan klien agar banyak bergerak dan banyak minum sedikitnya 6-8 gelas sehari. - Memberaikan obat laxatik ( Dulcolac tablet ) jam 13.00 wita 3 3-12-2002 III E : Klien masih belum bisa Bab dengan lancar. S : Klien menagatakan sudah paham tentang pentingnya

menjaga personal hygiene dan sudah tahu cara membersiuhkan diiri tanpa kasusu mandi. O: Klien sudah tidak kelihatan kotor dan kusam lagi. A: Masalah teratasi. 4 3-12-2002 IV S : Klien mengatakan rasa nyerinya hanya sedikit dan sudah berkurang O: Klien tidak nampak meringis bila daerah luka operasi ditekan ( skala nyeri 1 ). Tanda vital ( jam 12.00 wita ) T/d 120/70 mmhg, suhu 36 C, Nadi 80 x/menit R/R 20 x/menit. A: Masalah mulai teratasi P : Teruskan Intervensi I : Jam 08.15 melanjutkan Intervensi. - Mengkaji status nyeri - Mengatur posisi tidur dan duduk klien - Mengukur tanda vital klien - Memberikan obat anlgetika ( mefinal 500 mh 1 tablet ) peroral. E : Nyeri sudah berkurang ( skala nyeri 1 ). 5 3-12-2002 V S : Klien mengatakan sudah paham tentang keadaan luka operasi,pengobatan dan perawatan ,kondidi serta pencegahan penyakitnya. O: Ekspresi wajah klien tampak tenang dan klien dapat mengulang kembali apa yang dijelaskan. A: Masalah sementara teratasi P : Kapan perlu dilakukan kembalai intervensi bila klien mau pulang. I : jam 10.15 wita - memberikan penjelasan kembali bila perlu - menanyakan pada klien apa yang perlu dibantu tentang keadaannya.

E : Klien mengerti tentang keadaan penyakitnya. 6 3-12-2002 VI S : Klien mengatakan sudah mulai bisa sholat walaupun hanya dari tempat tidur. O: Klien sudah banyak bergerak dan bisa melaksankaan sholat pada waktunya A: Masalah teratasi P : Teruskan Intervensi I : Jam 12.00 wita melanjutkan Intervensi - memberikan motivasi terus pada klien - melibatkan keluarga agar memberi motivasi pada klien secara terus menerus. E : Masalah ibadah sementara dapat teratasi.