P. 1
ppkn

ppkn

|Views: 52|Likes:
Dipublikasikan oleh Riki Putra R
ppkn
ppkn

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Riki Putra R on Jul 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat danhidayah-Nya kepada penulis, sehingga bisa menyelesaikan penyusunan makalah „SejarahKemerdekaan Indonesia‟ sebagai tugas perdana dari mata kuliah PendidikanKewarganegaraan.

Sebagai tugas perdana mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, penulis melewati proses yang cukup melelahkan dan menghadapi satu kendala besar yaitu belum memiliki komputer/laptop yang menjadikan ini terasa lebih berat. Namun dibalik semua keterbatasanyang penulis miliki, penulis tetap semangat dan berusaha agar makalah yang dibuat inimenjadi yang terbaik.

2

`

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............. ................................................................. DAFTAR ISI ................................................ ........................................... BAB I PENDAHULUAN ............................. ............................................. A. Latar Belakang Tumbuhnya Kesadaran Nasional.................................................... 1. Faktor Intern .................................................................. ............. 2. Faktor Ekstern ................................................................ ............. BAB II MUNCULNYA PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA ............................. A. Pergerakan Nasional ............................................................................................... 1. Budi Utomo (BU) ................................. ...................................... 2. Sarekat Islam (SI) ...................................................................... 3. Indische Partij (IP) ........................................................ ............. 4. Perhimpunan Indonesia ...................................................................................... 5. Partai Komunis Indonesia (PKI) ....................................................................... 6. Partai Nasional Indonesia (PNI) ........................................................................ 7. Partai Indonesia (Partindo) ................................................................................ 8. Partai Indonesia Raya (Parindra) ....................................................................... 9. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) ................................................................ 10. Organisasi Keagamaan ...................................................................................... 11. Organisasi Pemuda dan Wanita ......................................................................... B. Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia .............................................................. 1. Kekosongan Kekuasaan .................................................................................... 2. Perbedaan pendapat antara kelompok tua dan muda ......................................... 3. Peristiwa Rengasdengklok ................................................................................ C. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ...................................................................... D. Penyebarluasan Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia .................................. BAB III KEMERDEKAAN INDONESIA HINGGA SUPERSEMAR ............................ A. Pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden ................................................. B. Pembentukan Lembaga-Lembaga Negara ........................................................... C. Perkembangan Politik Pada Masa Awal Kemerdekaan Sampai Tahun 1950 ...... 1. Perkembangan Keragaman Ideologi dan Partai Politik ................................ 2. Konflik antara Partai-Partai Politik .............................................................. D. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan di Berbagai Daerah..... …….......... E. Perjuangan Mewujudkan Kembali NKRI .......................................................... 1. Perjanjian Roem-Royen ................................................................................ 2. KMB (Konferensi Meja Bundar) .................................................................. 3. UUDS 1950 ............................................................................ 4. Pengeluaran Dekret Presiden 1959 dan kembali ke NKRI ............................ F. Perjuangan Menghadapi Pergolakan Dalam Negeri ............................................. 1. Pemberontakan PKI Madiun Tahun 1948 ...................................................... 2. Gerakan Darul Islam (DI/TII) ........................................................................ 3. Gerakan 30 September 1965/PKI.................................................................. BAB IV PENUTUP .................................................... .............................. A. KESIMPULAN .............................................................. ............... B. SARAN .............................. ......................................................... C. DAFTAR PUSTAKA ................................... ................................. 3

2 3 4 4 4 6 7 7 7 8 9 9 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 14 15 16 17 17 19 20 20 21 21 28 28 28 28 28 29 29 29 29 32 32 33 34

`

BAB 1 PENDAHULUAN
Tentu kalian masih ingat bukan dengan penderitaan rakyat pada masa kolonial Belanda? Penderitaan rakyat itu diakibatkan adanya berbagai kebijakan kolonial yang merugikan rakyatIndonesia. Bagaimana perasaan kalian jika melihat rakyat kecil ditindas oleh penjajah? Tentu merasa sakit dan ingin memberontak, bukan? Demikian halnya yang dialami oleh para mahasiswa dan pemuda masa itu. Mereka, khususnya mahasiswa STOVIA berusaha mengadakan perlawanan dengan cara yang halus mengingat cara pertempuran fisik selalu mengalami kegagalan. Berangkat dari kesadaran dan kemauan untuk melawan, maka mulai muncul berbagai organisasi pergerakan. Meskipun masing-masing organisasi memiliki asas dan cara perjuangan yang berbedabeda, mereka tetap mempunyai satu tujuan yaitu mencapai kemerdekaan. Kebulatan tekad para pemuda untuk bersatu mencapai puncaknya dengan dicetuskannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. A. Latar Belakang Tumbuhnya Kesadaran Nasional Perasaan akan timbulnya nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama, bukan secara tiba-tiba. Nasionalisme tersebut masih bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional.Nasionalisme yang bersifat menyeluruh dan meliputi semua wilayah Nusantara baru munculsekitar awal abad XX. Lahirnya nasionalisme bangsa Indonesia didorong oleh dua faktor,baik faktor intern maupun faktor ekstern. 1. Faktor Intern a. Sejarah Masa Lampau yang Gemilang Indonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya. Kedua kerajaan tersebut, terutama Majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk senantiasa dapat menikmati kebesaran itu. Hal ini dapat menggugah perasaan nasionalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad XX.

`

b . Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis. Politik devideet impera, monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan. Atas prakarsa para kaum intelektual, persatuanitu dapat diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern.Perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan senjata tetapi dengan menggunakan organisasi-organisasi pemuda. c. Pengaruh Perkembangan Pendidikan Barat di Indonesia Perkembangan sistem pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda. Pada tahun 1899, Mr. CouradTheodore van Deventer melancarkan kritikan-kritikan yang tajam terhadap pemerintah penjajahan Belanda. Kritikan itu ditulis dan dimuat dalam jurnal Belanda, de Gids dengan judul Een eereschuld yang berarti hutang budi atau hutang kehormatan. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa kekosongan kas negeri Belanda telah dapat diisi kembali berkat pengorbanan orang-orang Indonesia. Oleh karena itu, Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Untuk itu harus dibayar dengan peningkatan kesejahteraan melalui gagasannya yang dikenal dengan Trilogi van Deventer. Politik yang diperjuangkan dalam rangka mengadakan kesejahteraan rakyat dikenal dengan nama politik etis. Untuk mendukung pelaksanaan politik etis, pemerintah Belanda mencanangkan Politik Asosiasi.Politik Asosiasi berkaitan dengan sikap damai dan menciptakan hubungan harmonis antara Barat (Belanda) dan Timur (rakyat pribumi). Dalam bidang pendidikan, tujuan Belanda semula adalah untuk mendapatkan tenaga kerja atau pegawai murahan dan mandormandor yang dapat membaca dengan gaji yang murah. Untuk kepentingan tersebut Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk rakyat pribumi. Dengan demikian, jelaslah bahwa pelaksanaan politik etis tidak terlepas dari kepentingan pemerintah Belanda.

`

d . Pengaruh Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia Perkembangan pendidikan di Indonesia juga banyak diwarnai oleh pendidikan yang dikelola umat Islam. Ada tiga macam jenis pendidikan Islam di Indonesia yaitu pendidikan di surauatau langgar, pesantren, dan madrasah. Walaupun dasar pendidikan dan pengajarannya berlandaskan ilmu pengetahuan agama Islam, mata pelajaran umum lainnya juga mulai disentuh. Usaha pemerintah kolonial Belanda untuk memecah belah dan Kristenisasi tidak mampu meruntuhkan moral dan iman para santri. Tokoh-tokoh pergerakan nasional dan pejuang muslim pun bermunculan dari lingkungan ini. Banyak dari mereka menjadi penggerak dan tulang punggung perjuangan kemerdekaan. Rakyat Indonesia yang mayoritasadalah kaum muslim ternyata merupakan salah satu unsur penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme Indonesia. Para pemimpin nasional yang bercorak Islam akan sangat mudah untuk mengatur kekuatan Islam dalam membangun kekuatan bangsa. e . Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia Berkembangnya sistem pendidikan Barat melahirkan golongan terpelajar. Adanya diskriminasi dalam pendidikan kolonial dan tidak adanya kesempatan bagi penduduk pribumi untuk mengenyam pendidikan, mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah untuk kaum pribumi. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah kebangsaan sebab bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan rakyat dan mencetak generasi penerus yang terpelajar dan sadar akan nasib bangsanya. Selain itu sekolah tersebut terbuka bagi semua masyarakat pribumi dan tidak membedakan dari kalangan mana pun. Tokoh-tokoh pribumi yang mendirikan sekolah kebangsaan antara lain Ki Hajar Dewantara mendirikan TamanSiswa, Douwes Dekker mendirikan Ksatrian School, dan Moh. Syafei mendirikan perguruan Indonesische Nederlandsche School Kayu Tanam (INS Kayu Tanam).

`

2. Faktor Ekstern Timbulnya pergerakan nasional Indonesia di samping disebabkan oleh kondisi dalam negeri, juga ada faktor yang berasal dari luar (ekstern). Berikut ini faktor-faktor ekstern yang memberi dorongan dan energi terhadap lahirnya pergerakan nasional di Indonesia. a. Kemenangan Jepang atas Rusia Selama ini sudah menjadi suatu anggapan umum jika keperkasaan Eropa (bangsa kulit putih) menjadi simbol superioritas atas bangsa-bangsa lain dari kelompok kulit berwarna. Hal itu ternyata bukan suatu kenyataan sejarah. Perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata yang keluarsebagai pemenang dalam peperangan itu adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat juang terhadap para pelopor pergerakan nasional di Indonesia. b . Partai Kongres India Dalam melawan Inggris di India, kaum pergerakan nasional di India membentuk All India National Congress (Partai Kongres India), atas inisiatif seorang Inggris Allan Octavian Humepada tahun 1885. Di bawah kepemimpinan Mahatma Gandhi, partai ini kemudian menetapkan garis perjuangan yang meliputi Swadesi, Ahimsa, Satyagraha, dan Hartal.Keempat ajaran Ghandi ini, terutama Satyagraha mengandung makna yang memberi banyak inspirasi terhadap perjuangan di Indonesia. c . Filipina di bawah Jose Rizal Filipina merupakan jajahan Spanyol yang berlangsung sejak 1571 – 1898. Dalam perjalanan sejarah Filipina muncul sosok tokoh yang bernama Jose Rizal yang merintis pergerakan nasional dengan mendirikan Liga Filipina. Pada tahun 1892 Jose Rizal melakukan perlawanan bawah tanah terhadap penindasan Spanyol. Tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana membangkitkan nasionalisme Filipina dalam menghadapi penjajahan Spanyol.Dalam perjuangannya Jose Rizal dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1896, setelah gagal dalam pemberontakan Katipunan. Sikap patriotisme dan nasionalisme yang ditunjukkan Jose Rizal membangkitkan semangat rela berkorban dan cinta tanah air bagi paracendekiawan di Indonesia.

`

BAB 2 BERDIRINYA ORGANISASI PERGERAKANNASIONAL HINGGA INDONESIA MERDEKA
A. Perkembangan Organisasi Pergerakan Nasional Masa pergerakan nasional di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan. Masa pergerakan nasional (1908 - 1942), dibagi dalam tiga tahap berikut. 1. Masa pembentukan (1908 - 1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam,dan Indische Partij. 2. Masa radikal/nonkooperasi (1920 - 1930), berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI). 3. Masa moderat/kooperasi (1930 - 1942), berdiri organisasi seperti Parindra, Partindo, dan Gapi. Disamping itu juga berdiri organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan organisasi perempuan. 1. Budi Utomo Pada tahun 1906 Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo, merintis mengadakan kampanye menghimpun dana pelajar (Studie Fund) di kalangan priyayi diPulau Jawa. Upaya dr. Wahidin ini bertujuan untuk meningkatkan martabat rakyat dan membantu para pelajar yang kekurangan dana. Dari kampanye tersebut akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri organisasi Budi Utomo dengan ketuanya Dr. Sutomo. Organisasi Budi Utomo artinya usaha mulia. Pada mulanya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak dicapai yaitu perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan badan wakaf yang mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yanglayak.Kongres Budi Utomo yang pertama berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober – 5 Oktober 1908. Kongres ini dihadiri beberapa cabang yaitu Bogor, Bandung, Yogya I, Yogya II, Magelang, Surabaya, dan Batavia. Dalam kongres yang pertama berhasil diputuskan beberapa hal berikut.

`

a. Membatasi jangkauan geraknya kepada penduduk Jawa dan Madura. b. Tidak melibatkan diri dalam politik. a. Bidang kegiatan adalah bidang pendidikan dan budaya. b. Menyusun pengurus besar organisasi yang diketuai oleh R.T. Tirtokusumo. c. Merumuskan tujuan utama Budi Utomo yaitu kemajuan yang selaras untuk negara dan bangsa Ketika meletus Perang Dunia I tahun 1914, Budi Utomo mulai terjun dalam bidang politik.Berikut ini beberapa bentuk peran politik Budi Utomo. a. Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri dari serangan bangsa lain. b. Menyokong gagasan wajib militer pribumi. c. Mengirimkan komite Indie Weerbaar ke Belanda untuk pertahanan Hindia. d. Ikut duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat). e. Membentuk Komite Nasional untuk menghadapi pemilihan anggota volksraad. 2. Sarekat Islam (SI) Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia dibawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam). Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam. Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah: a. perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina, b. isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan kekuatannya c. membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.

`

Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan anggaran dasarnya adalah: a. mengembangkan jiwa berdagang, b. memberi bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesukaran, c. memajukan pengajaran dan semua yang mempercepat naiknya derajat bumiputera, d. menentang pendapat-pendapat yang keliru tentang agama Islam, e. tidak bergerak dalam bidang politik, dan f. menggalang persatuan umat Islam hingga saling tolong menolong. Kecepatan tumbuhnya SI bagaikan meteor dan meluas secara horizontal. SI merupakan organisasi massa pertama di Indonesia. Antara tahun 1917 sampai dengan 1920 sangat terasa pengaruhnya di dalam politik Indonesia. Untuk menyebarkan propaganda perjuangannya, Sarekat Islam menerbitkan suratkabar yang bernama Utusan Hindia. Pada tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Idenburg untuk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg pada tanggal 29 Maret 1913, yaitu SI di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto tidak diberi badan hukum. Ironisnya yang mendapat pengakuan pemerintah colonial Belanda (GubernurJenderal Idenburg) justru cabang-cabang SI yang ada di daerah. Ini suatu taktik pemerintah colonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI. Bayangan perpecahan muncul dari pandangan yang berbeda antara H.O.S Cokroaminoto dengan Semaun mengenai kapitalisme. Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram. Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota. Setiap anggota SI tidak boleh merangkap sebagai anggota organisasi lain terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yaitu SI Putih dan SIMerah. a. SI Putih, yang tetap berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S.Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta. b. SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang berpusat di Semarang.

`

3. Indische Partij (IP) IP didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh tokoh Tiga Serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Pendirian IP ini dimaksudkan untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa diIndonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat. Di samping itu juga disadari betapa pun baiknya usaha yang dibangun oleh orang Indo, tidak akan mendapat tanggapan rakyat tanpa adanya bantuan orang-orang bumi putera. Perlu diketahui bahwa E.F.E Douwes Dekker dilahirkan dari keturunan campuran, ayah Belanda,ibu seorang Indo. Indische Partij merupakan satu-satunya organisasi pergerakan yang secaraterang-terangan bergerak di bidang politik dan ingin mencapai Indonesia merdeka. Tujuan Indische Partij adalah untuk membangunkan patriotisme semua indiers terhadap tanah air. IP menggunakan media majalah Het Tijdschrifc dan surat kabar „De Expres‟ pimpinan E.F.EDouwes Dekker sebagai sarana untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan cinta tanah airIndonesia. Tujuan dari partai ini benar-benar revolusioner karena mau mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial. 4. Perhimpunan Indonesia Pada tahun 1908 di Belanda berdiri sebuah organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Pelopor pembentukan organisasi ini adalah Sutan Kasayangan Soripada dan RM Noto Suroto. Para mahasiswa lain yang terlibat dalam organisasi ini adalah R. Pandji Sosrokartono, Gondowinoto, Notodiningrat, Abdul Rivai, Radjiman Wediodipuro (Wediodiningrat), dan Brentel. Tujuan dibentuknya Indische Vereeniging adalah untuk memajukan kepentingan bersama dari orang-orang yang berasal dari Indonesia. Kedatangan tokohtokoh Indische Partij seperti Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, sangat mempengaruhi perkembangan Indische Vereeniging. Dalam upaya berkiprah lebih jauh, organisasi inimemiliki media komunikasi yang berupa majalah Hindia Poetra.

`

5. Partai Komunis Indonesia (PKI) Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. BerdirinyaPKI tidak terlepas dari ajaran Marxis yang dibawa oleh Sneevliet. Ia bersama teman-temannya seperti Brandsteder, H.W Dekker, dan P. Bergsma, mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang pada tanggal 4 Mei 1914. Tokoh-tokoh Indonesia yang bergabung dalam ISDV antara lain Darsono, Semaun, Alimin, dan lain-lain. PKI terus berupaya mendapatkan pengaruh dalam masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuhnya adalah melakukan infiltrasi dalam tubuh Sarekat Islam. Infiltrasi dapat dengan mudah dilakukan karena ada beberapa faktor berikut. a. Adanya kemelut dalam tubuh SI, di mana pemerintah Belanda lebih memberi pengakuan kepada cabang Sarekat Islam lokal. b. Adanya disiplin partai dalam SI, di mana anggota SI yang merangkap anggota ISDVharus keluar dari SI. Akibatnya SI terpecah menjadi SI Merah dan SI Putih. Setelah berhasil menyusup dalam tubuh SI, jumlah anggota PKI semakin besar. PKI berkembang pesat. Berikut ini ada beberapa faktor yang menyebabkan PKI berkembang pesat. a. Propagandanya yang sangat menarik. b. Memiliki pemimpin yang berjiwa kerakyatan. c. Pandai merebut massa rakyat yang tergabung dalam partai lain. d. Sikapnya yang tegas terhadap pemerintah kolonial dan kapitalis. e. Di kalangan rakyat terdapat harapan bahwa PKI bisa menggantikan Ratu Adil.

Organisasi PKI makin kuat ketika pada bulan Februari 1923 Darsono kembali dari Moskow. Ditambah dengan tokoh-tokoh Alimin dan Musso, maka peranan politik PKI semakin luas.Pada tanggal 13 November 1926, Partai Komunis Indonesia mengadakan pemberontakan diJakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemberontakan ini sangat sia-sia karena massa sama sekali tidak siap di samping organisasinya masih kacau. PKI telah mengorbankan ribuan orang yang termakan hasutan untuk ikut serta dalam pemberontakan. Dampak buruk lainnya yang menimpa para pejuang pergerakan di tanah air adalah berupa pengekangan dan penindasan yang luar biasa dari pemerintah Belanda sehingga sama sekali tidak punya ruang gerak. Walaupun PKI dinyatakan sebagai partai terlarang tetapi secara ilegal mereka masihmelakukan kegiatan politiknya. Semaun, Darsono, dan Alimin

`

meneruskan propaganda untuk tetap memperjuangkan aksi revolusioner di Indonesia. 6. Partai Nasional Indonesia (PNI) Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal daristudie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangat untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda.Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr.Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut. a. Pergerakan yang ada lemah sehingga kurang bisa menggerakkan massa. b. PKI sebagai partai massa telah dilarang. c. Propagandanya menarik dan mempunyai orator ulung yang bernama Ir. Soekarno (Bung Karno). Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karno mengeluarkan Trilogi mencakup kesadaran nasional, kemauan nasional, dan perbuatan nasional. Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI menggunakan tiga asas yaitu self help (berjuang dengan usaha sendiri) dan nonmendiancy, sikapnya terhadap pemerintah juga antipati dan nonkooperasi.

7. Partai Indonesia (Partindo) Ketika Ir. Soekarno yang menjadi tokoh dalam PNI ditangkap pada tahun 1929, maka PNI pecah menjadi dua yaitu Partindo dan PNI Baru. Partindo didirikan oleh Sartono pada tahun1929. Sejak awal berdirinya Partindo memiliki banyak anggota dan terjun dalam aksi-aksipolitik menuju Indonesia Merdeka. Dasar Partindo sama dengan PNI yaitu nasional.Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka. Asasnya pun juga sama yaitu elf help dan non kooperasi. Partindo semakin kuat setelah Ir. Soekarno bergabung ke dalamnya pada tahun1932, setelah dibebaskan dari penjara. Namun, karena kegiatan-kegiatannya yang sangat radikal menyebabkan pemerintah

`

melakukan pengawasan yang cukup ketat. Karena tidak bisa berkembang, maka tahun 1936 Partindo bubar.

8. Partai Indonesia Raya (Parindra) Perjuangan radikal yang dilakukan oleh PKI, PI, dan PNI mulai berakhir ketika pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan terhadap sejumlah tokoh PNI. Di samping itu pemerintah kolonial di bawah Gubernur Jenderal de Jonge melakukan pengawasan yang ketat terhadap organisasiorganisasi yang ada pada masa itu. Melihat kondisi tersebut, para tokoh pergerakan mengubah garis perjuangannya. Dari yang semula radikal dan non kooperasi menjadi moderat dan kooperasi dengan menempatkan wakilnya dalam volksraad. Salah satu organisasi yang bersifat moderat adalah Partai Indonesia Raya (Parindra). Parindra didirikandi kota Solo oleh dr. Sutomo pada tanggal 26 Desember 1935. Parindra merupakan fusi danBudi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya.

9. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937 oleh orang-orang bekas Partindo. Tokoh-tokohnya antara lain Sartono, Sanusi Pane, dan Moh.Yamin. Dasar dan tujuannya adalah nasional dan mencapai Indonesia Merdeka. Gerindo juga menganut asas insidental yang sama dengan Parindra. Tujuan Gerindo antara lain: a. mencapai Indonesia Merdeka, b. memperkokoh ekonomi Indonesia, c. mengangkat kesejahteraan kaum buruh, dan d. memberi bantuan bagi kaum pengangguran 10. Organisasi Keagamaan Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah berarti umat Muhammad atau pengikut Muhammad. Dengan nama ini memiliki harapan dapat mencontoh segala jejak perjuangan dan pengabdian Nabi Muhammad. Tujuan yang ingin dicapai adalah
`

memajukan pengajaran berdasarkan agama Islam, dan memupuk keimanan dan ketaqwaan para anggotanya. Dalam rangka mencapai tujuan itu, Muhammadiyah melakukan beberapa upaya berikut:; a. Mendirikan sekolah-sekolah (bukan pondok pesantren) dengan pengajaran agama dankurikulum yang modern. b. Mendirikan rumah sakit dengan nama Pusat Kesengsaraan Umum (PKU). c. Mendirikan rumah yatim piatu. d. Mendirikan perkumpulan kepanduan Hisbul Wathan.

11. Organisasi Pemuda dan Wanita Perkumpulan pemuda yang pertama berdiri adalah Tri Koro Dharmo. Organisasi ini berdiripada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta atas petunjuk Budi Utomo. Diprakarsai oleh dr. SatimanWirjosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Mereka mufakat untuk mendirikan organisasi kepemudaan yang anggotanya berasal dari siswa sekolah menengah di Jawa dan Madura.Perkumpulan ini diberi nama Tri Koro Dharmo yang berarti tiga tujuan mulia (sakti, budhi,bakti). Dalam rangka mengefektifkan perjuangan, diterbitkan sebuah majalah yang jugadiberi nama Tri Koro Dharmo. Organisasi kepemudaan lainnya yang bersifat kedaerahan banyak bermunculan seperti Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes,Timorees Ver Bond, kepanduan, dan sebagainya. Di samping gerakan para pemuda, kaumwanita juga tidak mau ketinggalan. Pergerakan wanita dipelopori oleh R.A.Kartini dari Jeparadengan mendirikan Sekolah Kartini. Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920antara lain Putri Mardika yang didirikan atas bantuan Budi Utomo. Perkumpulan inibertujuan untuk memajukan pengajaran terhadap anak-anak perempuan dengan cara member penerangan dan bantuan dana, mempertinggi sikap yang merdeka, dan melenyapkan tindakan malu-malu yang melampaui batas.

`

B. Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia 1. Kekosongan Kekuasaan Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruhdunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia PersiapanKemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketuaBPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambangkekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia,pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwaJepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikansebagai hadiah Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam,mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segeramemberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus. Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat,Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karenamenganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang. Keadaan ini merupakanpeluang yang sangat baik bagi bangsa indonesia, karena saat itu indonesia
`

2. Perbedaan pendapat antara kelompok tua dan muda Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukandalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang ( Gunsei ) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (MedanMerdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian kekantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda diJl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinyadi kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan. Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan olehIndonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKIpada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul.Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok 3. Peristiwa Rengasdengklok Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16Agustus 1945. Bersama
`

Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain,mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Disini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana,dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakanuntuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagaitempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia. Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana MudaMaeda Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga Status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hattamenyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan
`

diamengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan. Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini JalanImam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah,Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah – olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar memindahkan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti “ Transfer of power “.Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro, dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi dibeberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan. Setelah konsep selesai disepakti, sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (laut) Dr. Herman Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan dilapangan Ikada, namun berhungan alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi No.1).

`

C. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis diruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teksproklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor. Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut.Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional. Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata dating terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada kePegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan UndangUndang Dasar (UUD) sebagai dasarnegara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. Setelah itu
`

Soekarno danM.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional. Isi Teks Proklamasi Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah: Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta

D.Penyebarluasan Berita Proklamasi KemerdekaanIndonesia Setelah Proklmasi berita kemerdekaan Indonesia segera menyebar di Jakarta dan selanjutnya disebarkan ke seluruh Indonesia. Penyambutan berita Proklamasi terbukti dengan adanya pelucutan senjata pasukan Jepang, pengambil alihan pucuk pimpinan dan semangat terusb erjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penyebarluasan berita Proklamasi tersebut dilakukan melalui, 1. Radio kantor berita Jepang, Domai yang berhasil dikacaukan. Berita proklamasi tersebut tersiar pada tanggal 17 Agustus 1945 sebanyak tiga kali. Bahkan setiap 30 menit hingga siaran berakhir pukul 16.00 berita tersebut terus diulang. Berita kemerdekaan Indonesia akhirnya dapat tersebar hingga ke luar negeri melalui jaringan Jepang sendiri. Berita kemerdekaan Indonesia tersebut terus tersebar kemana-mana. 2. Surat Kabar, surat kabar yang pertama menyebarkan berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Tjahaja di Bandung dan Soeara Asia di Surabaya. Hampir seluruh harian di jwa dalam penerbitan tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. 3. Selebaran yang disebarkan di penjuru kota. 4. Spanduk dan Pamflet dipasang ditempat-tempat strategis yang mudah dilihat khalayak ramai.

`

5. Aksi corat-coretan pada tembok-tembok atau bahkan pada gerbonggerbong kereta api. 6. Penyebaran berita dari mulut ke mulut secara beranting, salah satu kelompok yang terkemuka yaitu kelompok Sukarni yang bermarkas di Jalan Bogor. 7. Berita Proklamasi disiarkan ke daerah-daerah melalui utusan daerah yang kebetulan waktu itu mengikuti sidang PPKI dan menyaksikan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, diantaranya 8. Teuku Moh. Hasan (Sumatra), Sam Ratulangie (Sulawesi), I Gusti Ketut Puja (SundaKecil/Nusa Tenggara), Hamidhan (Kalimantan), Latuharhary (Maluku) 9. Pengiriman delegasi ke Negara-negara sahabat untuk menyebarluaskan berita proklamasikemerdekaan, misalnya Mr. Pilar dan Mr. A.A Maramis ke India guna mendapatdukungan atas kemerdekaan RI.

`

BAB 3 KEMERDEKAAN SUPERSEMAR

INDONESIA

HINGGA

A. Pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden Saat sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945, dalam sidang inilah dasar negara kita mulai dibicarakan orang diantara para pembicaranya adalah M. Yamin dan Bung Karno yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka. Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu: 1. Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas limahal, yaitu: 1 . Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Persatuan Indonesia 3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 4.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaandalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, BungKarno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal, yaitu: 1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia) 2. Internasionalisme (Perikemanusiaan) 3. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

`

Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Lebih lanjut Bung Karnomengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu: 1. Sosio nasionalisme 2. Sosio demokrasi 3. Ketuhanan Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong. Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu: 1. Ir. Soekarno2. Ki Bagus Hadikusumo 3. K.H. Wachid Hasjim 4. Mr. Muh. Yamin 5. M. Sutardjo Kartohadikusumo 6. Mr. A.A. Maramis 7. R. Otto Iskandar Dinata 8. Drs. Muh. Hatta Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu: 1. Ir. Soekarno 2. Drs. Muh. Hatta 3. Mr. A.A. Maramis 4. K.H. Wachid Hasyim 5. Abdul Kahar Muzakkir 6. Abikusno Tjokrosujoso 7. H. Agus Salim 8. Mr. Ahmad Subardjo 9. Mr. Muh. Yamin

`

Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta” .Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong darikekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17Agustus 1945. Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang untuk pertama kalinya dengan keputusan mengesahkan dan menetapkan UUD 1945 dan memilih presiden dan wakil presiden. Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agarpada alinea keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak makarakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusa hameyakinkan tokohtokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanandan diganti dengan “Yang Maha Esa”. Selain itu, juga ada perbaikan lainnya seperti pada babIII, pasal 6 UUD 1945 yang sebelumnya menyatakan bahwa “Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama islam, diubah menjadi Presiden adalah orang Indonesia Asli. Dalam sidang ini pula rancangan undang-undang dasar ditetapkan dan disahkan menjadi Undang-Undang Dasar 1945.
`

Pada waktu sidang PPKI membahas Bab III rancangan UUD 1945, Otto Iskandardinata mengusulkan agar sekaligus saja memilih presiden dan wakilnya. Ia mengusulkan Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden. Ternyata usul tersebut diterima secara bulat dan disambut dengan upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya sebanyak 2 kali. Dengan demikian kedua proklamator tersebut, sejak 18 Agustus 1945 resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama.

B. Pembentukan Lembaga-Lembaga Negara
Setelah menetapkan Soekarno dan Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, pada tanggal 19 Agustus 1945 PPKI melanjutkan sidangnya. Namun seblum sidang dimulai Presiden Soekarno menunjuk Mr.Ahmad Subardjo, Sutarjo, dan Mr. Kasmanuntuk membentuk panitia kecil yang dipimpin oleh Otto Iskandardinata yang menghasilkan keputusan sebagai berikut : a. Pembagian wilayah Republik Indonesia Dalam upaya mempermudah dan memperlancar pelaksanaan birokrasi pemerintahan, Panitia Kecil memutuskan bahwa wilayah negara Republik Indonesia di bagi menjadi 8 Provinsi dan masing – masing dipimpin oleh Gubernur, antara lain : 1. Sumatera : Teuku Mohammad Hasan 2. Jawa Barat : Sutarjo Kartohadikusumo 3. Jawa Tengah : R. Panji Suruso 4. Jawa Timur : R.M. Suryo 5. Sunda Kecil : Mr. I Gusti Ketut Puja 6. Maluku : Mr. J. Latuharhary 7. Sulawesi : Dr. G.S.S.J Ratulangi 8. Kalimantan : Ir. Pangeran Mohammad Nur b. Pembentukan Komite Nasional Anggota KNIP berasal dari golongan muda dan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai daerah jumlahnya 137 orang. Anggota KNIP dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945 diGedung Kesenian, Pasar Baru, Jakarta. Sidang KNIP pertama berhasil memilih ketua dan wakil ketua. Kasman Singodimedjo dipilih sebagai Ketua, dengan Wakil Ketua I : M. Sutardjo;Wakil Ketua II : Latuharhary; Wakil Ketua III : Adam Malik. Namun karena situasi keamanan yang tidak menentu, pembentukan Komite Nasional Daerah gagal dibentuk

`

c. Pembentukan departemen dan penunjukan para menteri 1. Menteri Dalam Negeri; 2. Menteri Luar Negeri; 3. Menteri Keuangan; 4. Menteri Kehakiman 5. Menteri Kemakmuran; 6. Menteri Keamanan Rakyat 7. Menteri Kesehatan; 8. Menteri Pengajaran,; 9. Menteri Penerangan 10. Menteri Sosial; 11. Menteri Pekerjaan Umum 12. Menteri Perhubungan; 13. Menteri Negara

C. Perkembangan Politik KemerdekaanSampai Tahun 1950

Pada

Masa

Awal

1. Perkembangan Keragaman Ideologi dan Partai Politik Alasan Keluarnya Maklumat Pemerintah No. X 16 Oktober 1945 : 1. Adanya kesan politik bahwa kekuasaan Presiden terlalu besar sehinggadikhawatirkan dictator 2. Adanya propaganda Belanda bahwa pemerintah RI adalah pemerintahan yangbersifat Fasis, seperti yang menganut. Oleh karena itu Belanda menganjurkankepada dunia internasional agar tidak mengakui kedaulatan RI .3. Untuk menunjukkan kepada dunia internasional khususnya pihak sekutu bahwa Indonesia yang baru merdeka adalah demokratis, bukan negara fasis buatan Jepang Ketika pemerintah merencanakan pembentukan partai tunggal dengan menetapkan PNI sebagai satu-satunya partai politik di Indonesia, reaksi keras bermunculan. Akhirnya rencana itu dibatalkan dengan dikeluarkannya Maklumat No.X yang ditandatangani olehWakil Presiden Drs.Moh Hatta pada tanggal 3 November 1945. Keluarnya Maklumat itu menunjukkan bahwa negara Indonesia yang baru berdiri itu merupakan sebuah Negara demokrasi. Setelah keluarnya maklumat ini, banyak bermunculan partai politik dengan berbagai latar belakang dan ideology yang berbeda, seperti berikut :

`

1. Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) berdiri 7 November 1945, dipimpin oleh Dr. Sukiman Wirjosanjoyo 2. PKI berdiri 7 November 1945, dipimpin oleh Moh. Yusuf. 3. PBI (Partai Buruh Indonesia) berdiri 8 November 1945, dipimpin oleh Nyono 4. PRJ (Partai Rakyat Jelata) berdiri tanggal 8 November 1945, dipimpin oleh Sutan Dewanis 5. Parkindo (Partai Kristen Indonesia) berdiri 10 November 1945 dipimpin oleh Probowinoto 6. Parsi (Partai Sosialis Indonesia) berdiri 10 November 1945, dipimpin oleh AmirSyarifuddin7. Paras (Partai Rakyat Sosialis) berdiri tanggal 20 November 1945, dipimpin oleh SutanSyahrir. Parsi dan Paras kemudian bergabung menjadi Partai Sosialis yang dipimpinoleh Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin dan Oei Hwee Goat, pada bulan Desember 19458. PKRI (Partai Katholik Republik Indonesia) berdiri 8 Desember 1945, dipimpin olehI.J. Kasimo.9. Permai (Persatuan Rakyat Marhaen) berdiri 17 Desember 1945, didirikan oleh J.B.Assa10. PNI (Partai Nasional Indonesia) berdiri tanggal 29 Januari 1946, dipimpin oleh Sidik Joyosukarto. 2. Konflik antara Partai-Partai Politik Upaya yang dilakukan bangsa Indonesia mengahadapi kembalinya belanda berkuasa ataswilayah indonesia yang terpecah-pecah. Hal ini terlihat dengan jatuh bangunnya kabinetyang berkuasa pada masa itu. Kabinet yang pernah berkuasa antara tahun 1945 sampaitahun 1950, antara lain :1. Kabinet Presidentil Pertama, taggal 2 September 1945 - 14 November 19452. Kabinet Syahrir I, 14 November 1945 - 12 Maret 19463. Kabinet Syahrir II, 12 Maret 1946 - 20 Oktober 19464. Kabinet Syahrir III, 20 Oktober 1946 - 27 Juni 19475. Kabinet Amir Syarifuddin I, 3 Juli 1947 - 11 November 19476. Kabinet Amir Syarifuddin II, 11 November 1947 - 29 Januari 19487. Kabinet Hatta I
`

(Presidentil), 29 Januari 1948 - 4 Agustus 19488. Kabinet Darurat (PDRI), 19 Desember 1948 - 13 Juli 19499. Kabinet Hatta II (Presidentil), 4 Agustus - 20 Agustus 1949 D. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan diBerbagai Daerah Setelah menghancurkan Jepang, Komando Sekutu Asia Tenggara di Singapuramemerintahkan tujuh perwira Inggris untuk datang ke Indonesia dibawah pimpinan MayorA.G. Greenhalg. Mereka tiba di Indonesia pada tanggal 8 September 1945 dengan tugasmempelajari dan melaporkan keadaan di Indonesia. Kedatangan sekutu di Indonesia yangdiboncengi tentara NICA (Netherland Indies Civil Administration mengakibatkan tugas TNImakin berat untuk mempertahankan kemerdekaan. Usaha mempertahankan kemerdekaandemudian dilakukan dengan cara militer dan perundingan (aklamasi).Konflik Indonesia-Belanda banyak terjadi di daerah-daerah, seperti pertempuran di Surabaya,Bandung, Medan, Manado, Biak, dan sebagainya. A. Pertempuran di Surabaya Kekuatan asing yang harus dihadapi Republik Indonesia setelah kemerdekaan Indonesiaadalah Sekutu yang ditugaskan untuk menduduki wilayah Indonesia dan melucuti tentaraJepang. Yang melaksanakan tugas ini adalah Komando untuk Asia Tenggara, dipimpinoleh laksamana Lord Louis Mountbatten. Kemudian, Mountbatten membentuk suatu 22 komando yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) di bawahpimpinan Letnan Jendral Sir Philip Christison.Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan AFNEI dari brigade 49 mendarat di TanjungPerak, Surabaya yang dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby. Kedatangan pasukanAFNEI di Surabaya menumbuhkan kecurigaan bagi pemerintah RI bahwa kedatanganAFNEI diboncengi oleh NICA. Kecurigaan itu bisa diatasi setelah adanya kesepakatanantara Mallaby dan wakil pemerintah RI bahwa AFNEI menjamin tidak ada pasukanBelanda (NICA) yang membonceng mereka dan tugas AFNEI di Indonesia hanyamelucuti tentara Jepang. Namun kesepakatan tersebut diingkari oleh pihak AFNEI.Terbukti pihak AFNEI melakukan provokasi yang mengundang kemarahan rakyatSurabaya.Provokasi yang dilakukan AFNEI adalah sebagai berikut.a. Pasukan AFNEI menyerbu penjara Kalisosok untuk membebaskan kolonel angkatanlaut Belanda yang ditawan pemerintah RI. Penyerbuan ini dilakukan pada tanggal 26Oktober 1945.b.
`

Pada tanggal 27 Oktober 1945 AFNEI menduduki tempat-tempat penting, sepertipangkalan udara Tanjung Priok, kantor pos besar, dan tempat-tempat penting lainnya.c. Pada tanggal 27 Oktober 1945 pesawat terbang AFNEI menyebarkan pamflet yangisinya memerintahkan kepada rakyat Surabaya dan Jawa Timur untuk menyerahkansenjata yang dirampas dari Jepang.Provokasi yang dilakukan AFNEI membuat kepercayaan pemerintah RI di Surabayamenjadi pudar. Kemudian, pemerintah mulai memerintahkan pemuda dan TKR untuk bersiaga. Pada tanggal 27 Oktober 1945 mulailah pertempuran antara pasukan Indonesiamelawan AFNEI. Pertempuran ini membuat pasukan AFNEI terancam hancur.Di tengah situasi yang mencekam, Jenderal D.C. Hawthorn menghubungi Soekarno untuk berunding guna membantu meredakan serangan pasukan Indonesia. Soekarno-Hatta danAmir Syarifuddin tiba di Surabaya tanggal 29 Oktober 1945. Perundingan antarapemerintah RI dan AFNEI mencapai kesepakatan untuk membentuk panitia penghubung(contact commitee) yang bertugas menjernihkan kesalahpahaman dan menyerukangencatan senjata.Insiden yang terjadi di Gedung Internasional yang mengakibatkan tewasnya BrigjenMallaby, menyulut kemarahan pasukan AFNEI. Mereka menambah pasukan di bawahpimpinan Mayjen R.C. Mansergh.Pada tanggal 9 November 1945 AFNEI mengeluarkan ultimatum sebagai berikut.a. AFNEI menuntut balas atas kematian Brigjen Mallaby.b. AFNEI menginstruksikan kepada pemerintah, pemuda, keamanan, dan masyarakatuntuk melapor, menyerahkan senjata, meletakkan tangan diatas kepala, danmenandatangani penyerahan tanpa syarat.Batas ultimatum itu ditentukan sampai tanggal 1 November 1945 pukul 06.00 WIB.Apabila tidak dijalankan, maka Surabaya akan digempur melalui darat, laut, dan udara.Ultimatum itu sempat melecehkan martabat rakyat Indonesia. Dalam suasana yang makin 23 tegang, Menlu Achmad Soebardjo menyerahkan keputusan kepada rakyat Surabaya.Memalui siaran radio, Gubernur Jawa Timur, Surya, mengumumkan penolakan secarategas atas ultimatum AFNEI.Pada tanggal 10 November 1945, pasukan AFNEI menggempur kota Surabaya melaluidarat, laut, dan udara. Rakyat Surabaya dengan gigih mempertahankan kota Surabaya,walaupun telah menelan banyak korban. Kota Surabaya dapat
`

dipertahankan hampir 3minggu. Pertempuran yang terakhir terjadi pada tanggal 28 November 1945 di GunungSari. B. Bandung Lautan Api Pada bulan Oktober 1945, Tentara Republik Indonesia (TRI) dan pemuda serta rakyatsedang berjuang melawan tentara Jepang untuk merebut senjata dari tangan Jepang. Padasaat itu, pasukan AFNEI sudah memasuki kota Bandung. Pasukan AFNEI menuntutpasukan Indonesia untuk menyerahkan senjata. Disamping itu, TRI harus mengosongkankotra Bandung bagian utara paling lambat tanggal 29 Oktober 1945.Tuntutan dari AFNEI tersebut tidak diindahkan oleh TRI maupun rakyat Bandung.Dipimpin oleh Arudji Kartawinata, TRI dan pemuda Bandung melakukan seranganterhadap kedudukan AFNEI. Pertempuran itu berlanjut hingga memasuki tahun 1946.Pada tanggal 23 maret 1946, AFNEI kembali mengeluarkan ultimatum supaya TRImeninggalkan kota Bandung. Ultimatum itu diperkuat dengan adanya perintah daripemerintah pusat Jakarta supaya TRI meninggalkan Bandung.Perintah dari pusat tersebut memang bertentangan dengan instruksi dari markas TRI diYogyakarta. Sebelum meninggalkan Bandung, TRI mengadakan perlawanan dengan caramembumihanguskan kota Bandung bagian selatan. Tindakan itu membawa akibat fatalbagi pasukan AFNEI, karena mengalami kesulitan akomodasi dan logistik di kotaBandung. Tindakan membumihanguskan kota dikenal dengan Bandung Lautan Api. C. Pertempuran Medan Area Karena sulitnya komunikasi, proklamasi kemerdekaan baru diumumkan secara resmi diMedan pada tanggal 27 Agustus 1945 oleh Mr. Teuku Muhammad Hasan selakuGubernur Sumatra. Pada tanggal 9 Oktober 1945 pasukan AFNEI dibawah pimpinanBrigjen T.E.D. Kelly mendarat di Belawan. Kedatangan pasukan AFNEI ini diboncengioleh pasukan NICA yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan.Kedatangan pasukan AFNEI disambut baik oleh pemerintah RI karena pemerintah RImenghormati tugas AFNEI di Indonesia.Namun dibalik itu, sehari setelah AFNEI mendarat di Belawan, pasukan AFNEImendatangi kamp-kamp tawanan untuk membebaskan tawanan perang yang kebanyakanorang Belanda. Tawanan yang dibebaskan itu, kemudian dipersenjatai dan dibentuk menjadi Batalyon KNIL di Medan.Hal tersebut memancing kemarahan para pemuda sehingga meletuslah pertempuran diMedan pada tanggal 13 Oktober 1945. Pertempuran tidak hanya terjadi di Medan, 24 melainkan menyebar ke kota-kota lain, seperti Pematangsiantar dan Brastagi. Dalammenghadapi kedatangan Sekutu dan NICA, para pemuda membentuk kekuatan militer,yaitu TKR Sumatra Timur yang dikomandani oleh Achmad Tahir. Juga,
`

para pemudamembentuk Laskar Perjuangan Pemuda Republik Indonesia Sumatra Timur.Pada tanggal 18 Oktober 1945 AFNEI mengeluarkan ultimatum yang memerintahkanTKR dan Laskar Perjuangan supaya menyerahkan senjata. Tanggal 1 Desember 1945AFNEI membatasi daerah Medan dengan memasang papan pembatas yang bertuliskanFixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Medan Area) di sudut-sudut pinggiran kotaMedan. Selain itu, pasukan AFNEI dan NICA mengadakan aksi pembersihan unsur-unsurRI diseluruh kota.Aksi ini menimbulkan reaksi tembak menembak dan pertempuran tidak bisa dihindarilagi. Dalam bulan April 1946, kota Medan dikuasai oleh pasukan AFNEI. Gubernur,TKR, dan Wali Kota Medan memindahkan pusat pemerintahan ke Pematangsiantar.Karena tidak adanya komando yang jelas, mengakibatkan serangan para pejuangIndonesia terhadap AFNEI tidak berarti dan tidak membuahkan hasil yang baik. Untuk mengefektifkan serangan terhadap pasukan AFNEI, para komandan yang berjuang diMedan mengadakan pertemuan di Tebing Tinggi dan membentuk satuan komando yangbernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Pertemuan ini berlangsung padatanggal 19 Agustus 1946. Dengan terbentuknya Komando Resimen Laskar Rakyat MedanArea, serangan terhadap pasukan AFNEI menjadi lebih efektif. D. Peristiwa Merah Putih di Menado Karena sulitnya komunikasi, proklamasi kemerdekaan di Menado mengalamiketerlambatan seperti di daerah-daerah lain di luar pulau Jawa. Sejak pasukan AFNEImendarat di Menado yang diboncengi oleh pasukan NICA, upaya penegakan kedaulatanIndonesia makin sulit. Kedatangan pasukan AFNEI adalah untuk membebaskan anggotaKNIL bekas tawanan Jepang yang kemudian dipersenjatai dan dikenal dengan namaTangsi Putih.Sejak akhir tahun 1945 pasukan AFNEI meninggalkan sulawesi utara dan kekuasaandiserahkan sepenuhnya kepada NICA. Sejak saat itu, pasukan NICA bertindak semenamena dan melakukan penangkapan pada sejumlah tokoh RI. Tindakan yang dilakukanNICA ini mengundang reaksi dari para pendukung RI, terutama para pemuda dan mantananggota KNIL yang berasal dari Indonesia. Mantan anggota KNIL ini dikenal sebagaiTangsi Hitam yang kemudian membentuk Pasukan Pemuda Indonesia (PPI).Pada pertengahan Januari 1946 PPI mengadakan rapat rahasia untuk menggalang aksiperlawanan. Namun kegiatan tersebut diketahui oleh NICA yang berakibat beberapapimpinan PPI ditangkap. Senjata dari pasukan Tangsi Hitam dapat dilucuti oleh NICA,tetapi kejadian tersebut tidak mengerutkan semangat para pejuang di armada.Pada tanggal 14 Februari 1946 tanpa dilengkapi senjata, PPI menyerbu kedudukan NICAdi Teling. Mereka membebaskan para tokoh pejuang Indonesia yang ditawan dan mampumenawan komandan NICA beserta anak buahnya. Pada hari itu juga, sebagian

`

pejuangIndonesia mengambil bendera Belanda yang berada di pos penjagaan da merobek warna 25 birunya sehingga yang masih ada hanya warna merah dan putih. Bendera itu dikibarkan diTangsi Teling. Peristiwa ini menandai peristiwa merah putih di Menado.Serangan PPI masih dilanjutkan dan berhasil menguasai markas NICA di Tomohon danTondano. Setelah kedudukan NICA dapat diambil alih oleh para pejuang Indonesia, padatanggal 16 Februari 1946 dibentuklah pemerintahan sipil, dan sebagai residennya adalahB.W. Lapian. PPI juga membentuk TKR yang dipimpin oleh C.H. Taulu, Wuisan, dan J.Kaseger. Akhirnya, kompi KNIL Tangsi Hitam dijadikan Tentara Republik Indonesia. E. Peristiwa Merah Putih di Biak Seperti di daerah lain, upaya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di Biak (Papua)mengalami hambatan dari pasukan NICA. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia diIrian (Papua Barat) disambut gembira. Dukungan terhadap proklamasi kemerdekaanbergema di kota-kota, seperti Jayapura, Sorong, dan Serui. Para tokoh-tokoh pejuang Irianmembentuk Komite Nasilnal Daerah yang dipimpin oleh Martin Indey. Di Biak terbentuk pula Partai Indonesia Merdeka yang dipimpin oleh Lucas Roemkorem. Kegiatan merekamenyusun kekuatan untuk melawan Belanda.Sejak berkobarnya semangat nasionalisme, para pemuda Irian menggunakan lencanamerah putih. Mereka dengan berani mengibarkan sang merah putih danmenyelenggarakan rapatrapat umum. Pada tanggal 14 Maret 1948 para pejuang Irianmenyerang tangsi militer Belanda di Sorido dan Biak yang dipimpin oleh Yoseph. Karenapersenjataan NICA lebih unggul, maka serangan mengalami kegagalan. Tiga orangpimpinan ditangkap dan diadili di Belanda. Dua orang dihukum mati dan seorang dijatuhihukuman seumur hidup. F. Perjanjian Linggarjati Bulan Agustus pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk memecah halangan denganmenunjuk tiga orang Komisi Jendral datang ke Jawa dan membantu Van Mook dalamperundingan baru dengan wakil-wakil republik itu. Konferensi antara dua belah pihak diadakan di bulan Oktober dan November di bawah pimpinan yang netral seorang komisikhusus Inggris, Lord Killearn. Bertempat di bukit Linggarjati dekat Cirebon. Setelahmengalami tekanan berat -terutama Inggris- dari luar negeri, dicapailah suatu persetujuantanggal 15 November 1946 yang pokok pokoknya sebagai berikut : •
`

Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaanyang meliputi Sumatra, Jawa dan Madura. Belanda harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949, • Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk NegaraIndonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia Serikat, yang salah satubagiannya adalah Republik Indonesia • Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia - Belandadengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.Untuk ini Kalimantan dan Timur Raya akan menjadi komponennya. Sebuah MajelisKonstituante didirikan, yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih secara demokratis danbagian-bagian komponen lain. Indonesia Serikat pada gilirannya menjadi bagian Uni 26 Indonesia-Belanda bersama dengan Belanda, Suriname dan Curasao. Hal ini akan memajukankepentingan bersama dalam hubungan luar negeri, pertahanan, keuangan dan masalahekonomi serta kebudayaan. Indonesia Serikat akan mengajukan diri sebagai anggota PBB.Akhirnya setiap perselisihan yang timbul dari persetujuan ini akan diselesaikan lewatarbitrase.Kedua delegasi pulang ke Jakarta, dan Soekarno-Hatta kembali ke pedalaman dua harikemudian, pada tanggal 15 November 1946, di rumah Sjahrir di Jakarta, berlangsungpemarafan secara resmi Perundingan Linggarjati. Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagaikekuasaan yang memungkinkan tercapainya persetujuan, namun, Sjahrir yangdiidentifikasikan dengan rancangan, dan yang bertanggung jawab bila ada yang tidak beres. G. Agresi Militer Belanda I Pada tanggal 27 Mei 1947, Belanda mengirimkan Nota Ultimatum, yang harus dijawab dalam14 hari, yang berisi:1. Membentuk pemerintahan ad interim bersama;2.

`

Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama;3. Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerahdaerah yangdiduduki Belanda;4. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah daerahRepublik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama); dan5. Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan eksporPerdana Menteri Sjahrir menyatakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan Belanda selamamasa peralihan, tetapi menolak gendarmerie bersama. Jawaban ini mendapatkan reaksi kerasdari kalangan parpol-parpol di Republik. Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjungtiba, Belanda terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan kepolisian". Pada tanggal20 Juli 1947 tengah malam (tepatnya 21 Juli 1947) mulailah pihak Belanda melancarkan 'aksipolisionil' mereka yang pertama. Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimanamereka telah menempatkan pasukanpasukannya di tempat yang strategis. Pasukan yangbergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak termasuk Banten),dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung Timur. Gerakan-gerakan pasukanyang lebih kecil mengamankan wilayah Semarang. Dengan demikian, Belanda menguasaisemua pelabuhan perairan-dalam di Jawa Di Sumatera, perkebunan-perkebunan di sekitarMedan, instalasi- instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang, dan daerah Padangdiamankan. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuatSjahrir bingung dan putus asa, maka pada bulan Juli 1947 dengan terpaksa mengundurkandiri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri, karena sebelumnya dia sangat menyetujuituntutan Belanda dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda.Menghadapi aksi Belanda ini, bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak mundur dalamkebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan. Dan bagiBelanda, setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. Beberapa orang Belanda, termasuk van Mook, berkeinginanmerebut Yogyakarta dan membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak, tetapipihak Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional' tersebut 27 serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan sepenuhnya terhadapRepublik.
`

H. Perjanjian Renville Sementara peperangan sedang berlangsung, Dewan Keamanan PBB, atas desakan Australiadan India, mengeluarkan perintah peletakan senjata tanggal 1 Agustus 1947, dan segerasetelah itu mendirikan suatu Komisi Jasa-Jasa Baik, yang terdiri dari wakil-wakil Australia,Belgia dan Amerika Serikat, untuk menengahi perselisihan itu . Tanggal 17 Januari 1948berlangsung konferensi di atas kapal perang Amerika Serikat, Renville, ternyatamenghasilkan persetujuan lain, yang bisa diterima oleh yang kedua belah pihak yangberselisih. Akan terjadi perdamaian yang mempersiapkan berdirinya zone demiliterisasiIndonesia Serikat akan didirikan, tetapi atas garis yang berbeda dari persetujuan Linggarjati,karena plebisit akan diadakan untuk menentukan apakah berbagai kelompok di pulau-pulaubesar ingin bergabung dengan Republik atau beberapa bagian dari federasi yangdirencanakan Kedaulatan Belanda akan tetap atas Indonesia sampai diserahkan padaIndonesia Serikat.Pada tanggal 19 Januari ditandatangani persetujuan Renville Wilayah Republik selama masaperalihan sampai penyelesaian akhir dicapai, bahkan lebih terbatas lagi ketimbangpersetujuan Linggarjati : hanya meliputi sebagian kecil Jawa Tengah (Jogja dan delapanKeresidenan) dan ujung barat pulau Jawa -Banten tetap daerah Republik Plebisit akandiselenggarakan untuk menentukan masa depan wilayah yang baru diperoleh Belanda lewataksi militer. Perdana menteri Belanda menjelaskan mengapa persetujuan itu ditandatanganiagar Belanda tidak "menimbulkan rasa benci Amerika".Sedikit banyak, ini merupakan ulangan dari apa yang terjadi selama dan sesudah perundinganLinggarjati. Seperti melalui persetujuan Linggarjati, melalui perundingan Renville, Soekarnodan Hatta dijadikan lambang kemerdekaan Indonesia dan persatuan Yogyakarta hidup lebihlama, jantung Republik terus berdenyut. Ini kembali merupakan inti keuntungan Sepertisesudah persetujuan Linggarjati, pribadi lain yang jauh dari pusat kembali diidentifikasidengan persetujuan -dulu Perdana Menteri Sjahrir, kini Perdana Menteri Amir- yangdianggap langsung bertanggung jawab jika sesuatu salah atau dianggap salah I. Agresi Militer Belanda IIAgresi Militer II terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadapYogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta,Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya

`

ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknyaPemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh SjafruddinPrawiranegara. J. Serangan Umum 1 Maret 1949 atas Yogyakarta Serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secarasecara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer diwilayah Divisi III/GM III -dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintahsipil setempatberdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikankepada dunia internasional bahwa TNI -berarti juga Republik Indonesia- masih ada dan 28 cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalamperundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwaTentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakanperlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut sertasebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta E. Perjuangan Mewujudkan Kembali NKRI 1. Perjanjian Roem-Royen Akibat dari Agresi Militer tersebut, pihak internasional melakukan tekanan kepada Belanda,terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam akan menghentikan bantuannyakepada Belanda, akhirnya dengan terpaksa Belanda bersedia untuk kembali berundingdengan RI. Pada tanggal 7 Mei 1949, Republik Indonesia dan Belanda menyepakatiPerjanjian Roem Royen. 2. KMB (Konferensi Meja Bundar) Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesiadan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November1949. Yang menghasilkan kesepakatan: •
`

Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) . • Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan 3. UUDS 1950 Pada tanggal 15 Agustus 1950, Presifen Soekarno menandatangani Rancangan UndangUndang Dasar menjadi Rancangan Undang-Undang Dasar Semestara yang kemudian dikenaldengan UUDS 1950 sebagai konstitusinya. 4. Pengeluaran Dekret Presiden 1959 dan kembali ke NKRI Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkanUUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskanUUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembalikepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantasmenyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinyamenganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakanpemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju.Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang,karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota ygharus hadir di rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota)agar dapat mengesahkan suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum.Untuk meredam kemacetan, Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang[parlemen]; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upayapenyusunan UUD. 29 Pada 5 Juli 1959 pukul 17.00, Presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang diumumkandalam upacara resmi di Istana Merdeka.Isi dari Dekret tersebut antara lain :1. Pembubaran Konstituante2.

`

Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 19503. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya F. Perjuangan Menghadapi Pergolakan Dalam Negeri 1. Pemberontakan PKI Madiun Tahun 1948Puncak pergerakan PKI Madiun yaitu pada tanggal 18 September 1948 yaitu denganpernyataan tokoh PKI tentang berdirinya Sovyet Republik Indonesia yang bertujuan mengganti dasar negara pancasila dengan Komunis. PKI melancarkan aksinya dengan menguasaiseluruh karesidenan Pati dan juga melakukan pembunuhan dan penculikan secara besar-besaran terhadap setiap golongan yang dianggap musuhnya. Ini mndorong pemerintahmelakukan tindakan tegas. Panglima Besar Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subrotodan Kolonel Sungkono untuk mengerahkan kekuatan TNI untuk menhadapi gerakanpemberontakan PKI. Dengan bantuan rakyat pula, tanggal 30 September 1948 Madiunberhasil direbut kembali. Dalam pelarian Musso dan Amir Syariuddin tewas tertembak. 2. Gerakan Darul Islam (DI/TII)Pada masa perjuangan kemerdekaan, Kartosuwiryo telah mempunyai cita-cita untuk mendirikan negara islam indonesia. Sejak ditandatanganinya perjanjian renville tanggal 8Desember 1947. Pasukan TNI harus meninggalkan wilayah jawa barat dan hijrah ke jawatengah. Kartosuwiryo yang memimpin pasukan Hisbullah dan Sabilillah tidak ikut sertadalam hijrah tersebut, ia kemudian membentuk DI/TII yang bermarkas besar di GunungCepu. Pada tanggal 7 Agustus 1949 di Desa Cisayong, Jawa Barat Negara Islam Indonesiadibentk dengan Kartosuwiryo sebagai kepala negaranya. Kembalinya Divisi Siliwangi yangingin memasuki wilayah jawa barat, membuat DI/TII melakukan perlawanan. Akhirnya padatahun 1960 dilaksanakan operasi Pagar Betis oleh TNI dan rakyat untuk menyerangKartosuwiryo. Pada tanggal 4 Juni 1962, ia tertangkap dan dijatuhi hukuman mati. 3. Gerakan 30 September 1965/PKIa. Sebab munculnya G30SPKISejak tepilihnya Aidit sebagai ketua PKI tahun 1951, ia dengan cepat membangun kembaliPKI. Dalam Pemilihn Umum tahun
`

1955, PKI berhasil menjadi satu dari empat partai besardi Indonesia disamping PNI, Masyumi, dan NU.PKI juga membentuk biro khusus untuk mempersiapkan kader-kader diberbagai organisasipolitik termasuk ABRI, juga mempengaruhi presiden Soekarno untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya, Setelah PKI cukup kuat, dilancarkan isu bahwa pimpinan Angkatan Daratakan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno pada saat Peringatan Ulang Tahun ABRI5 Oktober 1965. 30 b. Gerakan 30 September terjadiMenjelang 30 september 1965, kesehatan Presiden Soekarno mulai menurun. Mengetahuikeadaan ini, Aidit langsung memulai gerakan. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung ,Komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa. Letkol Untung memerintahkan kepada seluruhanggota untuk siap dan mulai bergerak pada dini hair 1 Oktober 1965 untuk melakukanpenculikan dan pembunuhan terhadap 6 Perwira tinggi dan Seorang Perwira PertamaAngkatan Darat. Para Korban dibawa ke Lubang Buaya. Kemudian dimasukkan dalam sumurtua dan ditimbun dengan sampah dan tanah. Ketujuh korban dari TNI Angkatan darat sebagaiberikut :1. Letnan Jenderal Ahmad Yani2. Mayor Jenderal R. Soeprapto3. Mayor Jenderal Haryono Tirtodarmo4. Mayor Jenderal Suwondo Parman5. Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan6. Brigadir Jenderal Soetono Siswomiharjo7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendeanc. Penumpasan G30SPKILangkah yang dilakukan yaitu menetralisasi pasukan yang berada disekitar Medan Merdeka.Operasi pemumpasan ini dilakukan pada sore hati pukul 19.15 1 Oktober 1965. Sementaraitu, pasukan RPKAD berhasil menduduki kembali gedung RRI Pusat, gedung telekomunikasidan mengamankan gedung medan merdeka tanpa bentrokan senjata.Karena basis utama G30SPKI berada sisekitar lapangan udara halim perdana Kusuma, makalangkah berikutnya adalah berupaya membebaskan lapangan tersebut dari tangan
`

G30SPKI.Presiden Soekarno dihimbau untuk meninggalkan Halim Perdana Kusuma, menuju IstanaBogor. Kemudian Pasukan RPKAD dan Pasukan Batalyon 238 Kujang serta Balalyon 1Kavaleri bergerak menuju sasaran. Pada pukul 06.10 WIB tanggal 2 Oktober 1965, HalimPerdana Kusuma sudah berhasil dikuasai.Dalam derakan pembersihan disekitar lubang buaya pada tanggal 3 Oktober 1965 berhasilditemukan jenazah para perwira tinggi Angkatan Darat yang dikubur dalam SumurTua.Pengangkatan jenazah dilakukan tanggal 4 Oktober 1965, kemudian seluruh jenazahdibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Keesokan harinya, bertepatan hari ulangatahun ABRI, jenazah mereka di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.d. Dampak Setelah G30SPKISetelah peristiwa G30SPKI berakhir, kondisi politik Indonesia masih belum stabil. Situasinasional sangat menyedihkan, kehidupan ideologi nasional belum mapan. Sementara itu,kondisi politik juga belum stabil karena sering terjadi konflik antar partai politik. Kehidupanekonomi juga suram, sehingga kemeralatan dan kekurangan makanan terjadi dimana-mana.Untuk mendapatkan bahan-bahan pokok, orang harus antri telebih dahulu.Inflasi yang hingga mencapai 600% setahun, kenaikan bahan bakar yang menjadi 4 kali lipatmenjadikan timbulnya demonstrasi besar-besaran yang lebih dikenal dengan tritura padatanggal 10 Januari 1966. Tritura adalah kependekan atau singkatan dari tri tunturan rakyatatau tiga tuntutan rakyat yang dicetuskan dan diserukan oleh para mahasiswa KAMI 31 (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dengan didukung oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia / ABRI pada tahun 1965 yang ditujukan kepada Pemerintah.Sebelumnya tunturan pembubaran PKI serta perombakan kabinet pada pemerintah telahdigaungi oleh KAP-Gestapu yang merupakan singkatan dari (Kesatuan Aksi PengganyanganGerakan 30 September).Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat Berisi / Memiliki Isi :1. Bubarkan PKI2. Perombakan Kabinet3. Turunkan HargaAwal keluarnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarnomengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengannama "kabinet 100 menteri". Pada saat sidang dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagaipanglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukanliar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawahpimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada diKabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri ISoebandrio.Berdasarkan laporan tersebut, Presiden bersama Wakil perdana
`

Menteri I Soebandrio danWakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudahdisiapkan. Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr.J. Leimenayang kemudian menyusul ke Bogor. Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto(yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada saat itu selakuPanglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akibatperistiwa G-30-S/PKI itu. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadirisidang kabinet karena sakit. (Sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Soeharto dalamsidang kabinet dianggap sebagai sekenario Soeharto untuk menunggu situasi. Sebab dianggapsebagai sebuah kejanggalan).Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemuiPresiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir JendralAmirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. Setibanya di Istana Bogor, pada malamhari, terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenaisituasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampumenendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasayang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Menurut Jendral(purn) M Jusuf, pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20.30 malam.Presiden Soekarno setuju untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai SuratPerintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepadaMayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perluuntuk memulihkan keamanan dan ketertiban. 32 BAB 4 PENUTUP A. KESIMPULAN 17 Agustus 1945, Hari dimana Negara Republik Indonesia kita tercinta merdeka. Suatupencapaian yang sangat sulit untuk bisa melaksanakan kemerdeka tersebut. Dimulai saatpenjajahan Belanda mulai banyak muncul penderitaan. Penderitaan rakyat itu memacupara mahasiswa dan pemuda masa itu untuk melawan Belanda dengan cara merekasendiri yaitu dengan cara mendirikan organisasi pergerakan nasional. Seperti budi Utomo,Sarekat Islam (SI), Indische Partij (IP), Perhimpunan Indonesia, Partai KomunisIndonesia (PKI), Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Indonesia (Partindo), PartaiIndonesia
`

Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), Organisasi Keagamaandan Organisasi Pemuda dan Wanita. Namun, diantara organisasi ini, ada beberapa yangkeliru dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI ini, seperti PKI yang malah membuatlembaran hitam bagi kemerdekaan Indonesia.6 Agustus 1945, dimulai ketika sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota HiroshimaJepang oleh Amerika Serikat. 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atasNagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dansekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikankemerdekaannya. Proklamasipun dimulai dengan perdebatan antara golongan tua danmuda. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan mudamendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namungolongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinyapertumpahan darah pada saat proklamasi.Para pemuda pejuang kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945,mereka membawa Soekarno dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenalsebagai peristiwa Rengasdengklok. Akhinya pada 17 Agustus 1945, di kediamanSoekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 pada pukul 10:00 diproklamirkanlah kemerdekaanIndonesia. Kemudian selanhjutnya dilakukan pegesahan UUD 1945, Pemilihan Presiden,Pembagian wilayah Republik Indonesia, Pembentukan Komite Nasional, Pembentukandepatemen dan mentretinya.Perjuangan kemerdekaan Indonesia, belum sampai disini masih banyak masalah yangmuncul misalnya seperti konflik antar partai politik, pertempuran di Surabaya, BandungLautan Api, Pertempuran Medan Area, Perjnajian Linggarjati, Perjanjian Renville, AgresiMiliter Belanda I dan II. Sampai dasar Negara UUD 1945 sempat berubah menjadiUUDS 1950, Keluarnya Dekrit Presiden 1959, dan pemberontakan yang dilakukan anak bangsa sendiri seperti PKI di Madiun, DI/TII, dan Gerakan 30 September yang memicuNegara Indonesia ini tidak stabil dibidang politik, pangan, dan lain sebagainya.Dibalik semua permasalahan yang saya sebutkan di atas, kita bangsa Indonesia harusbangga dengan kemerdekaan Negara kita yang bukan pemberian dari penjajah. Namunhasil perjuangan para pejuang kemersekaan dimasa kemerdekaan dulu yang relaberkorban atas apapun yang penting Negara kita mendeka, bahkan nyawa sekalipun..Sekarang, seharusnya kita sebagai pemuda juga harus memiliki semangat seperti pejuangdulu, namun cara kita saja yang berbeda. Kita hanya terus melanjutkan perjuangan ini 33 agar bagaimana kedepannya Negara kita Indonesia ini bisa menjadi negara yang majudisegala bidang dengan tidak melupakan sila-sila yanga ada dalam pancasila.. B.
`

SARAN Sedikit saran yang bisa saya berikan adalah sebagai berikut :1. Sikap perjuangan para pemuda saat kemerdekaan dulu, sebaiknya harus sema dengansikap pemuda zaman sekarang dalam menghadapi masalah Negara maupun masalahpribadi. Kini banyak para pemuda yang mudah putus asa menyelesaikan suatu masalah.Misalnya, diberi tugas buat makalah saja, sudah ada yang mengeluh. Coba lihat pemudadulu, mereka susah payah pegang bambu runcing untuk melawan penjajah, keluar masuk hutan, naik turun gunung, dan lain sebagainya.2. Mengenai Museum-museum sejarah Indonesia, yang kini banyak yang tidak terawatdibiarkan rusak, tidak terurusi. Seharusnya pemerintah lebih menjaga asset Negara ini. 34 DAFTAR PUSTAKA 1. http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_5._MUNCUL_DAN_BERKEMBAN GNYA_PERGERAKAN_NASIONAL_INDONESIA" 2. http://id.wikipedia.org/wiki/Dekret_Presiden_5_Juli_1959" 3. http:Mrday49 • s.wordpress.com 4. http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia" 5. "http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia_(1945-1949)"

`

6. http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia_(1959-1966)" 7. Buku sejarah SMA Kelas 3 Jurusan IPS

`

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->