Modul Pengantar Akuntansi

Tatap muka KE 15 & 16 INVENTORY

RATNA MAPPANYUKKI, SE, MSi, Ak

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI PERKULIAHAN KELAS KARYAWAN

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

RATNA MAPANYUKKI, SE, Msi, Ak

PENGANTAR AKUNTANSI

1

PERSEDIAAN BARANG DAGANG
A. Pengertian persediaan barang dagang Persediaan barang dagang adalah barang yang di miliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan ektiva berikut ini: 1. yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan. A. Persediaan barang dagangan (untuk perusahaan dagang) B. Persediaan produk jadi (untuk perusahaan industri) 2. Yang ada dalam proses produksi disebut barang dalam proses 3. Yang masih berbentuk barang baku / pembantu yang dimasukan ke dalam proses produksi untuk dijadikan barang jadi Dengan kata lain,berdasarkan jenis usahanya,persediaan dapat di kelompokkan sebagai berikut: 1. Persediaan yang dimiliki perusahaan dagang : Persediaan barang dagang

2. Persediaan yang dimiliki perusahaan industri,meliputi:
A. Persediaan bahan baku dan pembantu B. Persediaan barang dalam proses C. Persediaan barang jadi B. Metode pencatatan persediaan Metode pencatatan persediaan ada 2 yaitu: 1. Metode fisik(periodic) 2. Metode perpetual 1. Metode fisik(periodic) Dalam metode fisik setiap perubahan atau mutasi persediaan barang tidak dicatat dalam akun persediaan barang, setiap pembelian di catat dalam akun pembelian, dan setiap ada penjualan di catat dalam akun penjualan. Pengambilan barang untuk keperluan pribadi di debet prive dan di kredit penjualan. Pada metode ini, nilai persediaan barang harus dihitung berdasarkan persediaan fisik yang ada di gudang (stock opname). 2. Metode Perpetual Dalam metode perpetual/metode permanent atau terus menerus (perpetual metode). Setiap mutasi persediaan barang dicatat dalam akun persediaan
RATNA MAPANYUKKI, SE, Msi, Ak

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

PENGANTAR AKUNTANSI

2

Msi. Dengan sering kali membandingkan saldo persediaan dengan tingkat maksimum dan minimum yang di tetapkan terlebih dahulu memungkinkan perusahaan untuk memesan kembali barang dagang tepat pada waktunya dan mencegah pemesanan yang terlalu banyak. Pemakaian sistem persediaan perpetual juga menyediakan cara yang efektif untuk pengendalian atas persediaan.sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat di ketahui dengan melihat kolom saldo akun persediaan. pada akhir periode tidak perlu di buat ayat jurnal penyesuaian karena harga perolehan persediaan sudah tercermin dalam akun persediaan. buku besar pembantu bisa menentukan jumlah persediaan yang tepat. Di samping itu. perusahaan dagang harus melakukan perhitungan fisik persediaan ( fhsical inventory ). persediaan fisik dibandingkan dengan catatan persediaan dalam rangka menentukan besarnya penyusutan atau kekurangan. Cara yang umum dilakukan adalah menggunakan sebuah RATNA MAPANYUKKI. Dengan menyadari bahwa perhitungan fisik persediaan akan dilakukan juga membantu mencegah karyawan mencuri dan menggelapkan persediaan.ah setiap jenis barang dagang selalu tersedia dalam buku besar pembantu persediaan (subsidiary inventory ledger). harga pokok p[enjualan di dasarkan pada Biaya rata-rata selam periode tersebut. Jika penyusutan persediaan sangat tajam dan tidak wajar. Bagaimana sebuah perusahaan melakukan perhitungan fisik persediaan? Langkah pertama dalam proses ini adalah menentukan jumlah masing-masing jenis barang yang di miliki perusahaan. Metode PENILAIAN persediaan antara lain: • FIFO Menurut metode FIFO. Harga pokok penjualan di dasarkan pada Pembelian terkini ( biaya baru )/ • Rata. SE.Rata Metode biaya rata-rata. • LIFO Menurut metode LIFO. manajemen dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Secara teori. Untuk memastikan keakuratan jumlah persediaan yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Ak PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 3 . Juml. Harga pokok penjualan di dasarkan pada Pembelian terlama. Dalam sistem persediaan perpetual.

750.Sejahtera 3 ton barang dagang @ Rp. Contoh: PD. Jumlah dari barang-barang bernilai tinggi biasanya diverifikasi oleh supervisor atau tim perhitungan kedua.000 harga pokok Rp. kesalahan dalam perhitungan fisik persediaan akan mengakibatkan kekeliruan penyajian saldo persediaan akhir. Satu orang menghitung jumlah persediaan. 800. Selanjutnya.tim yang terdiri atas dua orang.Perkasa 6 ton barang dagang @ Rp. Sebagai contoh. kesalahan dalam perhitungan fisik persediaan akan menimbulkan kekeliruan penyajian harga pokok penjualan. aktiva lancar. Pengaruh kesalahan persediaan terhadap laporan keuangan Setiap kesalahan dalam perhitungan persediaan akan mempengaruhi baik neraca maupun laporan laba rugi. karena laba bersih ditambahkan (dimasukkan) ke modal pemilik pada akhir periode. dan laba bersih pada laporan laba rugi. dan total aktiva pada neraca. perlu diperiksa faktur-faktur pembeli.000 RATNA MAPANYUKKI. pihak (pembeli atau penjual) yang memegang hak atas barang dagang di maksud pada tanggal perhitungan adalah pemiliknya. Untuk menentukan siapa yang berhak. aktiva lancar.750. maka ekuitas pemilik juga akan salah. laba kotor. Msi. dan total aktiva. Perkasa barang dagang sebanyak 1 ton yang dibeli pada tanggal 1 januari karena mutunya tidak sesuai dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB PENGANTAR AKUNTANSI 4 . Selain itu. Untuk barang yang sedang dalam perjalanan. Maju Bersama mempunyai data transaksi: 5 Januari 7 Januari pesanan 10 Januari Di jual kepada CV.000 secara kredit Di kembalikan kepada Pt. Ak Di beli dari Pt. Hal ini di sebabkan karena perhitungan fisik persediaan merupakan dasar bagi pembuatan jurnal penyesuaian untuk mencatat penciutan persediaan. atau penjualan beberapa hari terakhir dalam periode berjalan dan beberapa hari pertama periode berikutnya. SE. Kesalahan pada modal pemilik ini akan setara dengan kesalahan persediaan akhir. dan yang satu lagi mencatat jumlah serta keterangannya pada kartu perhitungan persediaan. Barang dagang apa saja harus di masukkan dalam persediaan? Semua barang dagang yang dimiliki oleh sebuah perusahaan pada tanggal perhitungan yang di masukkan.

600.400.600.000 2.000 750.500.000 Harga pokok penjualan Kredit Rp.000 1.000 750.600. Sejahtera 2 ton barang dagang yang dijual tanggal 10 januari karena rusak.250.400.000 2. Catatlah transaksi diatas dalam jurnal umum jika PD.000 PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI DAN PERSEDIAAN Beberapa prinsip akuntansi dapat mempengaruhi persediaan.000 Kredit Rp.500.600. Jawab: Metode fisik Tanggal Akun Jan 5 Pembelian Hutang dagang (6 ton x 750.000 2. 4.500.000 1.000 750.000 Persediaan barang dagang Jan 12 Retur penjualan 1.000 Penjualan Harga pokok penjualan 2.250. Msi. dan konservatisme akuntansi. konsistensi.500.500. Konsistensi akan membantu para seperti PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.500. SE.000 Persediaan barang dagang Jan 10 Piutang dagang 2. Maju Sejahtera menggunakan metode fisik dan perpetual.000) Jan 12 Retur penjualan Piutang dagang ( 2 ton x 800.12 Janiari Di terima kembali dari CV. 4.000 1.pengungkapan. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 5 .400.000) Debet Rp.meterialistis. 4.400.000) Jan 7 Hutang dagang Retur pembelian Jan 10 Piutang dagang Penjualan ( 3 ton x 800. Prinsip Konsistensi Prinsip konsistensi menyatakan bahwa perusahaan harus menggunakan metode akuntansi yang sama dari periode ke periode.000 Piutang dagang Persediaan barang dagang 1.000 Hutang dagang Jan 7 Hutang dagang 750.000 2.000 Metode perpetual Tanggal Akun Debet Jan 5 Persediaan barang dagang Rp.000 1. 4.

dalam istilah akuntansi. perusahaan harus melaporkan informasi yang relevan. Perusahaan itu telah beralih dari metode LIFO ke FIFO. tetapi hal tersebut hanya merupakan akibat dari perubahan metode persediaan. anda mungkin percaya bahwa laba perusahaan benar-benar meningkat. Singkatnya. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 6 . Misalkan seorang banker sedang membandingkan dua perusahaan yang satu menggunakan LIFO dan yang lainnya menggunakan FIFO. dan dapat di perbandingkan mengenai perusahaan itu sendiri. tetapi hali ini terjadi hanya karena perusahaan itu menggunakan metode FIFO. Jika tidak memahami metode akuntansi ini. Informasi bersifat signifikan atau. Ini berarti perusahaan harus mengungkapkan metode yang di gunakan untuk memperhitungkan persediaan. Perusahaan yang menggunakan FIFO melaporkan laba bersih yang lenih tinggi. Misalkan anda sedang menganalisis laba bersih perusahaan selama periode dua tahun. Prinsip Pengungkapan Prinsip pengungkapan menyatakan bahwa perusahaan harus melaporkan informasi yang cukup kepada pihak luar agar bias membuat keputusan yang bijak mengenai perusahaan. Konsep Materialistis Konsep materialistis menyatakan bahwa perusahaan harus menjalankan akuntansi yang benar secara ketat hanya untuk pos-pos yang signifikan. Karena itu. perusahaan harus melaporkan setiap perubahan metode akuntansi yang digunakannya.investor untuk membandingkan laporan keuangan perusahaan dari suatu period eke periode selanjutnya. Msi. SE. material apabila informasi tersebut dapat menyebabkan seseorang mengubah keputusannya. Laba bersihnya telah meningkat secara dramatis. dapat diandalkan. banker tersebut dapat saja meminjamkan uang kepada perusahaan yang salah. Jika anda tidak mengetahui perubahan tersebut. Para investor membutuhkan informasi ini membuat keputusan yang bijak mengenai perusahaan. Konsep materialistis membebaskan akuntan dari keharusan melaporkan setiap pos yang memcukupi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum(GAAP) yang ketat Konservatisme Akuntansi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.

tetapi siap menghadapi semua kerugian yang mungkin terjadi. catatlah beban dan bukan aktiva.Konservatisme dalam akuntansi berarti melaporkan secara hati-hati pos-pos pada laporan keuangan.” “ Apabila meragukan. Ak 7 . Asumsikan bahwa biaya per unit dari setiap pakaian ski RMS adalah $40. Antara lain: • Aturan mana yang terendah antara biaya atau harga pasar (LCM) • Pengaruh kesalahan persediaan • Masalah etika • Mengestimasi persediaan akhir METODE KALKULASI BIAYA PERSEDIAAN Persediaan akhir Harga pokok penjualan = Jumlah unit yang ada di tangan x Biaya per unit = Jumlah unit yang terjual x Biaya per unit Perusahaan menentukan jumlah unit-unit tersebut dari catatan persediaan perpetual yang didukung oleh perhitungan fisik.” MASALAH PERSEDIAAN LAINNYA Selain metode FIFO. SE. dan biaya rata-rata.RMS mengawali bulan November denag pakaian ski yang ada di tangan. Msi. akuntan juga menghadapi masalah persediaan lainnya. Biaya setiap unit persediaan adalah: Catatan persediaan perpetual. Persediaan akhir = Jumlah unit yang ada Biaya per PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI. RMS memiliki 2 pakaian ski pada akhir bulan. Dalam kasus ini.hanya kantitas Item : Pakaian ski Tanggal Kuantitas yang Kuantitas di beli di jual 1 Nov 5 6 15 4 26 7 30 8 TOTAL 13 12 yang Kuantitas yang ada di tangan 1 7 3 10 2 2 Menyajikan data persediaan untuk lini pakaian ski rocky mountain sportswear (RMS) Dalam ilustrasi ini. Konservatisme menyatakan.LIFO. catatlah aktiva pada jumlah terendah yang masuk akal dan kewajiban pada jumlah tertinggi yang masuk akal. • • • “ Tidak mengantisipasi keuntungan apa pun.” “ Jika merasa ragu.

RMS harus membebankan biaya per unit khusu pada setiap item. Metode FIFO 4. Berapa banyak pakaian ski yang berharga $40? Berapa yang berharga $45? Untuk menghitung persediaan akhir dan harga pokok penjualan. 1.024.692.000 16 Juli Pembelian 12buah @188.700. Namun.000 = Rp 3. Biaya LIFO Penilaian persediaan dengan metode pencatatan persediaan secara fisik: 1.812. Metode LIFO 5.500 = Rp. Biaya rata-rata 3.000 = Rp 2.500 Pada perhitungan fisik per 31 Juli 2000 terdapat 24 buah persediaan radio kaset.000 hitunglah besarnya persediaan RATNA MAPANYUKKI.900.500 5 Juli Pembelian 10buah @190.000 73buah Rp 754.000 pakaian ski pada bulan November. 3. biaya per unit sering kali berubah.256.305. PD Mekar elektronik. Metode Persediaan dasar SOAL-SOAL DAN JAWABAN 1.500 Rp. Metode Tanda pengenal khusus 2. Sebuah pakaian ski RMS seharga $40 pada bulan januari mungkin saja berharga $45 pada bulan april.000 = Rp. Ak PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 8 . Biaya per unit khusus 2.Di tangan 2 Harga pokok penjualan = Jumlah unit yang Terjual 12 x unit $40 Biaya per unit $40 Berapakah persediaan akhir dan harga pokok penjualan jika biaya atau harga pokok pakaian ski naik $40 menjadi $50 ? Perusahaan akan mengadapi kenaikan harga seperti ini setiap waktu. memiliki persediaan dan pembelian dalam bulan juni 2000 sbb: 1 Juli Persediaan awal 20buah @185. Metode rata-rata 3.000 = Rp. Msi. Biaya FIFO 4. tiap radio kaset dijual dengan harga Rp. Keempat metode kalkulasi biaya yang diizinkan oleh prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) adalah: 1. profesi akuntansi telah mengembangkan beberapa metode kalkulasi biaya. 2.000 4 Juli Pembelian 15buah @187. 13. Untuk menentukan biaya persediaan. pedagang radio kaset yang memperdagangkan radio kaset merk sony. SE. Misalkan RMS menjual 10. Biaya persediaan akan mudah diukur apabila harganya konstan.000 25 Juli Pembelian 16buah @189.

14.76 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.76 Harga pokok penjualan = Barang tersedia untuk di jual – persediaan akhir Rp 13. 9.528.643. Metode Rata-rata JAWABAN.692. 14.945.501.500 C.000 = Rp 1. terdiri atas: Pembelian tgl 25 Juli = 16buah x Rp 189.500 = Rp.500 = Rp. Metode FIFO Persediaan akhir = 73 Buah – 49 Buah = 24 Buah.242.000 = Rp 9.500 – Rp.000 Laba kotor = Penjualan – Harga pokok penjualan Rp.568.000 = Rp.525.24 Penjualan = 49 Buah x Rp 305.643.000 Nilai Persediaan Rp.692.945. 14.000 Harga pokok penjualan = Barang tersedia untuk di jual – persediaan akhir Rp.000 = Rp.000 Laba kotor = Penjualan – Harga pokok penjualan Rp.700. 4.500 : 73 Buah = Rp. 13. 305.945. 187. 13. 4. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 9 . 14. Metode Rata-Rata Harga rata-rata = Rp.000 = Rp.945.143.945. 14.702. 185. SE.501. 4.24 = Rp 5. 187. 13.164. terdiri atas: Pembelian tgl 1 Juli = 20buah x Rp.504. 3.754.000 Harga pokok penjualan = Barang tersedia untuk di jual – persediaan akhir Rp. 5. 750.856.856. 4. 9. 9.000 – Rp.000 = Rp.500 = Rp. 187. Metode FIFO 2.190.3.188.000 = Rp.500 B.000 Laba kotor = Penjualan – Harga pokok penjualan Rp.500 – Rp.242.76 = Rp. Metode LIFO 3. 4. 305. besarnya harga pokok penjualan. Kuantitas persediaan = pembelian – penjualan = 73-24 = 49 Buah A.000 Pembelian tgl 4 Juli = 4buah x Rp.000 – Rp. 5.500 Penjualan = 49 Buah x Rp.per 31 juli 2000.945.000 Nilai persediaan Rp.450.4.692.49 = Rp.49 Nilai persediaan = 24 Buah x Rp. besarnya penjualan dan laba kotor jika di gunakan: 1.692.568. 14. Msi. Metode LIFO Persediaan akhir = 73 Buah – 49 Buah = 24 Buah.780.500 Penjualan = 49 Buah x Rp.190.000 – Rp.164. 9. 9.500 – Rp.000 = Rp.450.000 Pembelian tgl 16 Juli = 8buah x Rp.024.

persedian barang dagang pada tanggal 28 Februari 2005 sebanyak 7000 unit. 6.000 • laba kotor = penjualan – HPP = Rp.200 = Rp. LIFO Jawaban : 1.000 • penjualan = 20.000 Rp.100.000 = Rp. 6.400. 6.000 x 13.250 Berdasarkan iventarisasi secara fisik. penjualan.300 16 februari pembelian 5000 x Rp. 87. 115. HPP. 6. 3.000.000. Ak PENGANTAR AKUNTANSI = Rp.300.6. 25. 87.300 16 februari pembelian 5000 unit @ Rp.000 – Rp. 25. 33.000. 202. dan laba kotor pada tanggal 28 Februari 2005 (harga jual per-unit Rp.000.500 11 februari pembelian 4000 x Rp.400 6 februari pembelian 2000 unit @ Rp. 17.100.000 2. 15.000 Rp.000 = Rp.000 pembelian 21 februari 2500 unit x Rp. 6. Metode LIFO RATNA MAPANYUKKI. 6.000 pembelian 16 februari 500 unit x Rp. Msi.000.000 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 10 .000.000 BTUD .600 = Rp.500 = Rp. 6. 6800 21 februari pembelian 4000 x Rp. 6.500 11 februari pembelian 4000 unit @ Rp.000 = Rp.500 – 7000 = 13.500. 19. Hitunlah nilai persedian barang dagang. 5. 132.500 jadi penjualan = Rp.500.000. 6. 6.132.500 – 13.800 26 februari pembelian 4000 unit @ Rp.500 = 7000 unit terdiri atas : pembelian 26 februari 4000 unit x Rp.400 6 februari pembelian 2000 x Rp.000 = Rp. SE. 25.000 = Rp. 202. 15. metode FIFO • kuantitas persedian = 20.800 = Rp.400.300.200. 6. 13.250 Nilai BTUD = • HPP = BTUD – persediaan = Rp.000) jika meggunakan metode : 1. 45. PD nusansatera selama bulan februari 2005 mempunyai catatan megenai barang dagang sebagai berikut : • • • • • • 1 februari persediaan 3000 unit @ Rp.000 – 45.000 = Rp.2.600 21 februari pembelian 2500 unit @ Rp. FIFO 2.400. 1 februari persedian 3000 x Rp.

SE. PT.000 3000 unit @ Rp. 12.000 – Rp. 13.000 3.500 x Rp. 6. ternyata jumlah persediaan pada tanggal 31 januari 2005 sebanyak 3000 unit terdiri dari pembelian tanggal 30 januari 75%. 16.000 = Rp.800.000 = Rp.500 11 februari pembelian 2000 x Rp.500. 9. 132. 6. 44. Msi. 12.000 = Rp.250 = Rp. 10.000 = Rp. 6.800. 202.000 • laba kotor = penjualan – HPP = Rp.900.500.000 = Rp.000.000 – Rp.000 = Rp.200.600. 12.600. 6.750.400 = Rp. 87. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 11 .200.400.500.• persediaan akhir 7000 unit terdiri atas : 1 februari persediaan 3000 x Rp.000 • • penjualan = 13. 18.000 2000 unit @ Rp. 144.400 = Rp. 19. 87.000 1000 unit @ Rp 6.000 = Rp. Tentukan nilai persedian 31 januari 2005 dengan metode tanda pengenal khusus : Jawaban : • tanda pengenal khusus kuantitas persediaan = kuantitas pembelian tanggal 30 = 2000 x 75% = 1500 unit kuantitas pembelian tanggal 25 = 2500 x 30% = 750 unit kuantitas pembelian tanggal 5 =(sisa 3000 – 2250)= 750 unit = 3000 unit PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.000 2500 unit @ Rp.000 = Rp.600. 6.250.800.500.600.600. pembelian tanggal 25 januari 30% dan selebihnya penbelian tanggal 5 januari 2005. 6. 6. 6.000 1500 unit @ Rp. 15.250 = Rp. 6. Angkasa pura selama bulan januari 2005 memounyai data tentang persediaan sebagai berikut : Januri 1 persediaan 5 pembelian 10 pembelian 15 pembelian 20 pembelian 25 pembelian 30 pembelian 1750 unit @ Rp. 44. 202.000 Berdasarkan inventasi secara fisik. 86.200 = Rp. 6.000 HPP = BTUD – persediaan akhir = Rp.000 2000 unit @ Rp.300 Nilai persediaan = Rp.500 = Rp.400 6 februari pembelian 2000 x Rp.

6. 3. Metode Eceran Metode eceran banyak digunakan oleh toserba dan swalayan yang mempunyai prosedur penentuan nilai persediaan dengan metode eceran sbb: a.Pembelian tanggal 30 januari 1500 unit x Rp.000 : 28.600 7 = 11.600 = Rp. 1.400 = Rp.14 7 Nilai persediaan = kuantitas persediaan x harga rata-rata = 8. selain diketahui harga pokoknya harus pula ditentukan berapa besar harga jual ecerannya. 1.000 uint @ Rp.650 = Rp.000 Pembelian tanggal 5 januari 750 unit x Rp. 1.603. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 12 . 8.000 unit x Rp.000 4 pembelian 4. 4.000 30 pembelian 5. 1. 6.560 • Penilaian persediaan dengan menggunakan metode taksiran 1.000 unit Rp.000 unit @ Rp 1.000 4. b. Msi.000 unit @ Rp. 12.250.900. 12.900.000 15 pembelian 6.500 + 1.603.500 unit @ Rp.600 = Rp.000 Jadi nilai [ersedian tanggal 31 januari 2005 = Rp.000 unit = 1.500 = Rp 4.57 Nilai persediaan = kuantitas persediaan x harga rata-rata = 8.000 unit x Rp.828. SE.000 unit.000 Nilai persedian = Rp19.550 = Rp 9.300.000 Pembelian tanggal 25 januari 750 unit x Rp. 4.250= 1.857.400.125. 44.600 + 1.000 unit. 1.950. Setiap terjadi pembelian harus ditentukkan jumlah harga jualnya PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.600.000 unit @ Rp.000 unit @ Rp.000 20 pembelian 3.14 = Rp. Juanda selama bulan oktober 2004 adalah sebagai berikut : Oktober 1 persediaan 2.125. 1. Hitunglah nilai persediaan barang dagang tersebut jika menggunakan metode rata-rata : • rata-rata sederhana persediaan akhir = 8.120 -rata tertimbang harga rata-rata = nilai BTUD : kuantitas pembelian = Rp. 19.44.875. 6.550 + 1. 9. 8.57 = Rp.700 = Rp. Atas persediaan barang awal.750.200 = Rp.650 + 1.500 = Rp. 6. frekuensi pembelian = 7 harga rata-rata = 1.700 + 1.000 8 pembelian 5.650.500 unit @ Rp. 1.000.250. Catatan tentang barang dagang yang dimilaki PT. 4. 1.650 + 1.000 25 pembelian 2.000 28.650 = Rp.607.607.000 Berdasarkan Inventarisasi secara fisik persediaan barang dagang pada tanggal 31 oktober sebanyak 8.

400.000.000 71.000 – 64.000 Persediaan akhir harga jual = Rp. Msi. 8.000 2005 Pembelian 53.000. 8.000 64.000. Persentase harga pokok terhadap harga jual : Rp 60. 16. 80.200.000.400.000.000 71.600. 6.800.c.000. Metode Laba kotor ( Gross profit method ) a.000. 42. Harga pokok persediaan akhir = 75% x Rp.200. Di hitung barang tersedia dijual menurut harga beli dan harga jual.000 = Rp.000 = 75% e. 8.000 Di minta tentukanlah nilai persediaan pada tanggal 31 desember dengan metode eceran : Keterangan Harga pokok Harga jual a.000 2.000 Rp. 2.000 Rp. 16. 6.000 = Rp. d. Prosentase harga pokok terhadap harga jual tsb akan digunakan untuk menaksir harga pokok persediaan yang ada pada akhir periode.600.000 + 71.000 Penjualan Harga jual Rp.800.000. RATNA MAPANYUKKI. Di hitung terlebih dahulu jumlah barang tersedia untuk dijual dengan jalan menambahkan persediaan barang dagang awal tahun di tambah pembelian bersih tahun berjalan. 80.200.000.000 2005 b. Di hitung prosentase harga pokok terhadap harga jual dengan rumus ( harga pokok BTUD : Harga jual BTUD x 100%=…) e. BTUD Rp. Ak PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 13 . presentase laba kotor dihitung dari harga jual Cara menentukan nilai persediaan akhir adalah sebagai berikut: 1.000 d.800. SOAL DAN JAWABAN PD Abadi jaya mempunyai catatan di bawah ini selama bulan desember: Keterangan Harga Pokok Persediaan awal 1 jan Rp.000 x 100% Rp. SE. Pembelian bersih 53.Persediaan awal 1 jan Rp.000 2005 c. 60. Di hitung harga pokok barang yang dijual dengan cara jumlah penjualan dikurangi presentase dikali jumlah penjualan.

000.000 Hitunglah besarnya nilai persediaan akhir per 31 desember 1999. 25. Msi.Pembelian bersih thn 1999 Rp.000.000.000 Pembelian bersih thn 1999 Rp. Pada tiap-tiap persediaan secara keseluruhan SOAL DAN JAWABAN PD. Ak PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 14 . (50. Metode nilai pengganti dapat diterapkan dalam 3 cara : 1. PT.000.000) Harga pokok barang yang di jual Rp. Di hitung nilai persediaan akhir barang dagangan yakni dari barang tersedia untuk dijual di kurangi harga pokok barang yang sudah terjual. Jawab: Persediaan awal 1 jan 1999 Rp. apabila berdasarkan pengalaman thn lalu laba kotor 40% dari jumlah penjualan bersih.500 Barang B1 125 250 230 Barang B2 160 300 325 Barang B3 200 325 340 485 RATNA MAPANYUKKI.126.(75. 95. Pada tiap-tiap kelompok barang 3. 475 Barang A2 450 400 350 Barang A3 750 500 450 1.126. 70. 19. SE. Pada tiap-tiap jenis barang 2.000 Penjualan bersih thn 1999 =Rp. 70.Penjualan bersih thn 1999 Rp.000 Laba kotor = 40% x Rp.000.000 Penilaian persediaan dengan metode nilai pengganti Metode nilai pengganti sering pula di sebut metode comwil leost or market whichever is lower atau metode harga terendah antara harga pasar dan harga pokok. 126. 25.Persediaan awal 1 jan 1999 Rp.000) Persediaan akhir per 31 des 1999 Rp. Bima sakti memiliki data persediaan barang per 31 desember 1999 sbb: Jenis Barang Banyaknya Harga pokok per Harga pasar per unit unit Barang A1 300 Rp.400. 450 Rp. SOAL DAN JAWABAN 1.000 Jumlah BTUD Rp.000.000.000 =Rp.600.000..400. Bimantara memiliki data tahun 1999 sbb: .000 .3.000 .

1.750 451.500 0 0 Barang A3 375.Barang C1 Barang C2 Barang C3 310 250 140 700 625 640 700 650 625 675 Berdasarkan data tsb.750 Rp.000 52.250 = Rp. 28.750 201.000 Barang B3 65.00 337.1. 69. Rp.000 Barang B1 Rp.50 337. Untuk tiap-tiap kelompok barang A. 193. SE. Ak PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 15 .238.500 Rp.00 156.000 94. Rp.1. 1. 144.25 156.500 0 Rp.50 0 00 0 0 1.286.500 142.216.216.000 Rp. Rp. 1.B dan C 3.750 Rp.500 690. hitunglah besarnya nilai persediaan barang per 31 desember 1999 dan buat ayat jurnal penyesuaian yang di perlukan.500 Rp. Rp.50 94.500 Barang C2 160. Besarnya kerugian karena penurunan harga persediaan adalah: Rp. bila perusahaan menggunakan metode harga terendah antara harga pokok dan harga pasar dengan cara: 1. Rp. 637. Rp.250 444. 31.238. Rp.000 48.000 65.250 Rp.233.750 Barang C1 Rp.50 0 0 0 Rp.000 Rp.000 637.00 Rp.25 Rp. 135. 451. Untuk tiap-tiap jenis barang 2. 135. Rp.250.000 – Rp.1.750 141. Untuk nilai persediaan secara keseluruhan.250 148. Untuk tiap-tiap jenis barang Nilai persediaan barang per 31 des 1999 Rp.50 157. Msi. Rp.1. 193.000 68.500 630. 28.750 Barang B2 48.750 RATNA MAPANYUKKI.5 Rp. Rp.1.216.250 0 0 Barang C3 98.500 Barang A2 180.00 157.286. JAWABAN: Perhitungan nilai persediaan dan harga terendah per 31 desember 1999 Jenis Nilai pada Nilai pada Harga terendah menurut Barang harga harga Tiap2 Tiap kel Nilai pokok pasar barang barang persediaan keseluruhan Barang A1 Rp.750 452.250 144. Rp.

500 Cadangan penurunan harga persediaan Rp. Besarnya kerugian karena penurunan harga persediaan adalah Rp.500 = Rp. 52.500 Jurnal penyesuaian : Kerugian krn penurunan harga persediaan Rp.233. Ak 16 . 1. yang berasal dari pembelian tgl10 januari 20 Penjualan kredit 450 satuan @ Rp 400. SE. 2. 1.500 Cadangan penurunan harga persediaan Rp.000/Satuan 25 Di terima kembali 20 satuan.000/Satuan 15 Di kembalikan kepada penjual 50 satuan . untuk seluruh barang di pilih harga pasar yang terendah. 69.500 Kelompok barang A di pilih harga pasar yang rendah. 1.286.yang berasal dari penjualan tanggal 20 Januari 30 Pembelian kredit 200 satuan @Rp 240. 1.000/Satuan Di minta : a) mencatat data di atas kedalam kartu persediaan bulan januari b) membuat ayat –ayat jurnal umum yang diperlukan untuk mencatat transaksi-transaksi bulan januari c) menghitung berapa nilai persediaan barang (tv) tsb per 31 januari KARTU PERSEDIAAN PD. Sedangkan barang B dan C dipilih harga pokok yang rendah. Besarnya kerugian karena penurunan harga persediaan adalah Rp. 47.500 3. 1.Jurnal penyesuaian : Kerugian krn penurunan harga persediaan Rp.750 Cadangan penurunan harga persediaan Rp.69.233. Msi.Sentosa Jenis nama barang: : PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.286.500 Dalam metode ini. Untuk nilai persediaan secara keseluruhan Nilai persediaan barang per 31 desember 1999 Rp. 52. 47. 1.000 – Rp.500 Jurnal penyesuaian : Kerugian krn penurunan harga persediaan Rp.238.000 – Rp.500 = Rp. Untuk tiap –tiap kelompok Nilai persediaan barang per 31 desember 1999 = Rp.238.750 Dalam metode ini nilai persediaan adalah harga terendah setiap jenis barang.500 SOAL DAN JAWABAN PD.000 (Harga pokok) 10 Pembelian kredit 400 satuan @ Rp220. 47. 52.Sentosa menjual berbagai barang elektronik menggunakan system pencatatan persediaan cara permanent (perpetual inventory system)dengan penilaian cara MPKP(FIFO) dari perusahaan itu diperoleh data mengenai sejenis pesawat TV untuk bulan Januari 2000 sbb: Jan 1 Persediaan 200 satuan @ Rp200.

11.0 00 - Rp.88.000 .4.400 .0 00 Rp. Msi.0 00 jumlah Rp.000.200.11.000 Rp.000.000 Rp.000 Rp.000.tang gal Jan 1 pembelian un it Haga/u nit Rp.8.000.000 Rp. 000 Rp.000 Rp.000 Rp.200.55.220.220.88.40.26. 000 Rp.000. 000 penjualan un it Haga/unit jumlah - Persediaan unit 200 200 400 Haga/unit Rp.400 .40.000.40.0 00 Rp.220.000 Rp.40.0 00 Rp.0 00 Rp. 000 Rp.000 D Rp. 000 jumlah Rp.000 10 40 0 15 (5 0) Rp.000 Rp.0 00 Rp.4.000 .240. 000 20 - 120 120 Rp.000 .000.0 00 Rp.88.400.220.0 00 - 100 25 30 20 0 Rp.22.4.220.000 Rp.180.200.180.88.77.000 25 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.000 K Rp.000 Rp.000.0 00 Rp.0 00 Rp.0 00 Rp.240.48.JURNAL UMUM Tanggal Keterangan Jan 10 Persediaan barang dagang Hutang dagang 15 Hutang Dagang Persediaan barang dagang 20 Piutang Dagang Penjualan Hpp Persediaan barang dagang Retur penjualan Rp. 000 Rp.000 Rp. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 17 .220.000.400.000 200 Metode B.000 . SE. 000 - - - 200 350 20 - - - 20 0 25 0 Rp.48.11.000 Rp.400.220.220.26.000.000.220.000 .0 00 Rp.000 .200.000.000 .000 Rp.

000 + Rp.Persediaan Barang (TV) Per 31 Januari Jadi nilai Persediaan per 31 Januari Rp.8.000.4.000 =Rp.000 SOAL DAN JAWABAN PT.400.000 Rp. Akun persediaan tang pembelian gal un Haga/u it nit Jan 1 4 10 8 $ 21 22 28 30 10 $22 jumlah penjualan un Haga/uni it t 7 $ 20 20 21 21 jumlah $ 140 60 21 42 Persediaan unit Haga/uni t 10 $ 20 jumlah $ 200 $168 3 1 2 $220 7 5 5 10 21 21 21 22 147 105 105 220 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.74.000 C.000 Rp.30 Piutang Dagang Persediaan barang dagang Hpp Persediaan Barang Dagang Hutang dagang Rp.400.Prayoga melakukan transaksi-transaksi pada bulan januari sebagai berikut: 1 Januari Persediaan 10 Unit $20 4 Januari Penjualan 7 Unit 10 Januari Pembelian 8 Unit $21 22 Januari Penjualan 4 Unit 28 Januari Penjualan 2 Unit 30 Januari Pembelian 10 Unit $22 Diminta buatlah ayat jurnal dan akun persediaan perpetual dengan metode FIFO dan metode LIFO : JAWABAN: Metode FIFO A.48.26.000.000.48. Msi.000 Rp.400.000 Rp.4. SE.48. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 18 .000.400.

Msi.B. SE. Akun persediaan tang gal Jan 1 4 10 pembelian un Haga/u it nit 8 $ 21 jumlah penjualan un Haga/uni it t 7 $168 $ 20 jumlah $ 140 Persediaan unit Haga/uni t 10 $ 20 3 20 3 20 jumlah $ 200 60 60 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI. Jurnal umum Tangg al Jan 4 Keterangan Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Persediaan barang dagang Utang usaha Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Persediaan barang dagang Utang usaha D $ 210 $ 210 $ 140 $ 140 $ 168 $ 168 $ 120 $ 120 $ 81 $ 81 $ 60 $ 60 $ 42 $ 42 $ 220 $ 220 K 10 22 28 30 Metode LIFO A. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 19 .

MAJU TERUS menjual berbagai macam pakaian menggunakan system pencatatan persediaan cara permanent (perpetual inventory system) dengan penilaian cara RATNA MAPANYUKKI. Msi. SE.Jurnal Umum Tangg al Jan 4 Keterangan Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Persediaan barang dagang Utang usaha Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Persediaan barang dagang Utang usaha D $ 210 $ 210 $ 140 $ 140 $ 168 $ 168 $ 120 $ 120 $ 84 $ 84 $ 60 $ 60 $ 42 $ 42 $ 220 $ 220 K 10 22 28 30 SOAL DAN JAWABAN PT. Ak PENGANTAR AKUNTANSI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 20 .22 28 30 10 $22 $220 4 2 21 21 84 42 8 3 4 3 2 3 2 10 21 20 21 20 21 20 21 22 168 60 84 60 42 60 42 220 B.

Ak PENGANTAR AKUNTANSI 21 . Msi. Akun persediaan tang pembelian gal un Haga/u it nit Nov 1 6 $ 45 5 15 26 30 7 $ 50 $ 350 3 5 $ 45 $ 50 $ 135 $ 250 jumlah penjualan un Haga/uni it t jumlah Persediaan unit Haga/uni t 1 $ 40 1 6 $ 40 $ 45 $ 45 $ 45 $ 50 $ 50 jumlah $ 40 $ 40 $ 270 $ 135 $ 135 $ 350 $ 100 $ 270 1 3 $ 40 $ 45 $ 40 $ 135 3 3 7 2 B.Jurnal Umum Tanggal Keterangan Nov 5 Persediaan barang dagang Utang usaha 15 Piutang usaha Penjualan D $ 270 $ 320 K $ 270 $ 320 $ 175 Harga pokok penjualan $ 175 Persediaan barang dagang 26 30 Persediaan barang dagang Utang usaha Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang $ 350 $ 350 $ 640 $ 640 $ 385 $ 385 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI.metode FIFO dan LIFO dari perusahaan itu diperoleh data mengenai sejenis pesawat TV untuk bulan Januari 2000 sbb: 1 November Persediaan awal 1 Unit $ 40 5 November Pembelian 6 Unit $ 45 15 November Penjualan 4 Unit 26 November Pembelian 7 Unit $ 50 30 November Penjualan 8 Unit Diminta buatlah ayat jurnal dan akun persediaan perpetual dengan metode FIFO dan metode Rata-rata: Metode FIFO A. SE.

29 $ 177 3 10 2 44.Metode Rata-rata A.30 48.29 jumlah $ 40 310 B.29 48.30 $ 386 $ 44.30 133 483 97 $ 45 $ 270 pembelian un Haga/u it nit jumlah penjualan un Haga/uni it t jumlah Persediaan unit Haga/uni t 1 $ 40. Msi.Jurnal Umum Tanggal Keterangan Nov 5 15 Persediaan barang dagang Utang usaha Piutang usaha Penjualan D $ 270 K $ 270 $ 320 $ 320 $ 177 Harga pokok penjualan $ 177 Persediaan barang dagang 26 30 Persediaan barang dagang Utang usaha Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang $ 386 $ 640 $ 350 $ 350 $ 640 $ 386 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI. Akun persediaan tang gal Nov 1 6 5 15 26 30 4 7 $ 50 $ 350 8 $ 48. SE.00 7 44. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 22 .

Angkasa melakukan transaksi-transaksi pada bulan April sebagai berikut: 1 April Persediaan 35 Unit $50 5 April Penjualan 26 Unit 11 April Pembelian 15 Unit $795 27 April Penjualan 12 Unit 28 April Penjualan 4 Unit 30 April Pembelian 7 Unit $54 Diminta buatlah akun persediaan perpetual dengan metode FIFO: Metode FIFO tang gal April 1 5 11 27 28 30 7 $ 54 $ 378 pembelian un Haga/u it nit jumlah penjualan un Haga/uni it t 26 15 $ 53 $ 795 9 3 4 $ 50 $ 53 $53 450 159 212 $ 50 jumlah Persediaan unit Haga/uni t 35 $ 50 9 9 15 12 8 8 7 50 50 53 53 53 53 54 jumlah $ 1750 450 450 795 636 424 424 378 $ 1300 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB RATNA MAPANYUKKI. Ak PENGANTAR AKUNTANSI 23 . Msi.PT. SE.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful