P. 1
Teori Modul 1

Teori Modul 1

|Views: 43|Likes:
Dipublikasikan oleh Septianissa Azzahra

More info:

Published by: Septianissa Azzahra on Jul 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2012

pdf

text

original

PENGUKURAN HARMONISA TEGANGAN DAN ARUS LISTRIK DI GEDUNG DIREKTORAT TIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Oleh:

Elih Mulyana Abstrak
Peralatan-peralatan seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainnya merupakan beban non-linier. Beban non-linier adalah beban dimana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan (hanging up) bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sensitif termasuk komputer (Personal Computer). Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di Gedung TIK . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 43B selama 2 (dua) hari kerja berturut-turut pada jam-jam tertentu dimana intensitas pemakaian komputer di gedung besar. Sebagai perbandingan, pengukuran juga dilakukan pada saat intensitas penggunaan komputer kurang. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di Gedung TIK . Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDV) di Gedung TIK pada jam sibuk berada pada rentang 5,5% – 8,3% dan pada jam kurang sibuk < 5% pada standar 5%, sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDI) adalah 26,1% - 45,2% pada jam sibuk dan 23% - 31,3% pada jam kurang sibuk untuk standar 15%. Hal ini menunjukkan bahwa secara umu kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di Gedung TIK UPI berada di atas standar yang diizinkan. Kata kunci : harmonisa, beban non-linier

I. Pendahuluan Dengan berkembangnya teknologi elektronik digital kontrol, maka hampir semua peralatan listrik sekarang ini berbasiskan sistem mikro elektronik (peralatan elektronik). Demikian juga peralatan listrik untuk keperluan domestik dan perkantoran seperti komputer, sistem air conditioner, kulkas, lampu hemat energi, TV, oven microwave dan lain sebagainya. Penggunaan peralatan elektronik lebih menguntungkan, karena efisiensinya [7] yang tinggi, pengaturan yang mudah dan mulus, dimensi ruang yang kecil dan lebih fleksibel serta artistik . Untuk mengoperasikan peralatan elektronik diperlukan sumber tegangan arus searah (DC power supplies). Umumnya tegangan DC ini didapatkan dari tegangan bolak balik (AC) yang tersedia di jala-jala sistem dengan cara menyearahkannya. Oleh karena itu, di setiap peralatan elektronik selalu terdapat penyearah. Umumnya penyearah yang digunakan adalah jenis penyearah satu fasa gelombang penuh yang dilengkapi dengan kapasitor perata tegangan, atau power suplai DC jenis SMPS (Switch Mode Power Supply). Penyearah-penyearah jenis ini mempunyai karaktristik non-linier yang mengakibatkan bentuk gelombang arus yang ditariknya dari jala-jala sistem menjadi non-sinusoidal terdistorsi. Menurut Analisis Fourier, bentuk gelombang arus yang non-sinusoidal akan terdiri dari arus fundamental dan sejumlah komponen arus harmonisa. Oleh karena itu peralatan elektronik merupakan beban non-linier yang menghasilkan harmonisa bagi sistem jala-jala listrik [12][6]. Banyaknya aplikasi beban nonlinier pada sistem tenaga listrik telah membuat arus sistem menjadi sangat terdistorsi dengan persentase kandungan harmonisa arus, THD (total harmonic distortion) yang sangat tinggi. Umumnya arus sistem tenaga listrik yang terdistorsi tersebut didominasi oleh arus harmonisa orde ganjil frekuensi rendah, yakni arus harmonisa orde lima, tujuh, sebelas, dan seterusnya, yang magnitud arus harmonisanya berbanding terbalik dengan orde harmonisanya. Tingginya persentase kandungan harmonisa arus (THD) pada suatu sistem tenaga listrik dapat menyebabkan timbulnya beberapa persoalan harmonisa yang serius pada sistem tersebut dan lingkungannya, seperti terjadinya resonansi pada sistem yang merusak kapasitor kompensasi faktor daya, membuat faktor daya sistem menjadi lebih buruk, menimbulkan interferensi terhadap sistem telekomunikasi, meningkatkan rugi-rugi sistem, menimbulkan berbagai macam kerusakan pada peralatan listrik yang sensitif, yang kesemuanya menyebabkan penggunaan energi listrik menjadi tidak efektif [9][10]. Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pelayanan TIK, Direktorat TIK memberikan beberapa bentuk layanan yang diberikan untuk menunjang kinerja organisasi Universitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Agar layanan tersebut dapat diberikan sebaik mungkin maka Direktorat TIK dilengkapi dengan infrastruktur seperti: (1) Sistem jaringan antar komputer (computer networking system) yang meliputi jaringan local area network/LAN, intranet, internet dan wide area network WAN). (2) Server utama untuk berbagai aplikasi komputer yang berjalan pada infrastruktur jaringan komputer UPI (3) Fasilitas penggunaan komputer (computing facilities) baik di pusat layanan penggunaan komputer yang terpusat di Direktorat TIK (yang dahulu lebih dikenal sebagai UPInet), maupun beberapa tempat layanan penggunaan komputer yang tersedia di berbagai fakultas dan kampus daerah. Seperti telah dibahas sebelumnya, komputer dan peralatannya merupakan beban listrik nonlinier yang dapat membangkitkan distorsi harmonik yang menyebabkan terganggunya kualitas daya listrik. Oleh karena itu bisa dibayangkan, bila di Direktorat TIK terdapat ratusan perangkat komputer, ditambah lampu hemat energi, air conditioner, dan peralatan elektronik lainnya, seberapa besar distorsi harmonisa arus dan tegangan listrik yang terjadi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini akan mencoba mempelajari dan menganalisis berapa besar Total

. 4. Penyebab utama terjadinya gangguan harmonisa pada sistem tenaga listrik adalah banyaknya pemakaian peralatan yang merupakan beban-beban nonlinier.d. frekuensi dan bentuk gelombang. tegangan transien. beberapa hal memang sudah cukup diperhatikan dari pengguna namun masih dalam kaitan tegangan rendah atau tidak stabil atau pemadaman listrik. II.. penyearah dengan dioda. beban listrik nonlinier adalah beban listrik yang memiliki sifat menyimpang dari hukum ohm. Seiring dengan perkembangan teknologi elektronika. Padahal kualitas daya listrik bukan hanya masalah tegangan saja atau terputusnya catuan tetapi menyangkut karakteristik parameter kelistrikannya seperti arus dan frekuensi dan kaitannya dengan harmonisa. seperti komputer. dan hambatan/impedansi tidak sebanding.. inverter.Harmonic Distortion (THD) yang terjadi di Gedung Direktorat TIK sebagai akibat banyaknya beban-beban listrik nonlinier. maka hasil analisis diharapkan dapat memberikan rekomendasi tentang bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. arus bocor. printer. beban-beban sumber daya listrik ternyata ada yang mempengaruhi karakteristik pada tegangan. di Indonesia masalah kualitas daya belum sampai menjadi perhatian secara nasional dan detail. dan bentuk gelombang. Apabila THD tersebut ternyata tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan. arus. bahkan beberapa berada di atas kemampuan kabel netralnya sendiri. scanner. seperti unit komputer. surge. artinya bentuk berubah atau cacat. arus. Wisconsin) menunjukkan bahwa pengganggu atau perusak perangkat akibat masalah tegangan tercatat hampir 50 gangguan per bulan. konverter. 1995) oleh US National Power Laboratory (Division of Best Power Technology. dan . beban seperti ini disebut beban non linier. dimana respon tegangan yang diberikan pada beban sebanding dengan arus yang dihasilkan (mendekati). frekuensi.. M = komponen harmonisa h 1 ∑M h=2 2 h M1 x100% M = komponen pada frekuensii dasarnya h = 2. Harmonisa merupakan fenomena dimana bentuk gelombang pada frekuensi–frekuensi tinggi merupakan kelipatan dari frekuensi dasarnya seperti (100Hz. sumber daya listrik dimaksudkan untuk memberikan energi listrik pada beban lampu pijar. Beban linier merupakan kebalikan dari beban non-lionier. Sebelum era elektronika modern. teknologi sistem konversi dan kontrol. artinya respon tegangan yang diberikan pada beban tidak sebanding dengan arus beban yang muncul. Pada tahun 1990. printer. artinya bentuk tidak berubah (tetap) maka beban demikian disebut beban linier. Secara umum. noise. dan sebagainya. 200Hz. ditemukan bahwa sekitar 23%-nya memiliki permasalahan besarnya arus pada kabel netral lebih besar daripada arus kabel fasa. Beban tersebut tidak mempengaruhi karakteristik pada tegangan. 5. pemanas. dan seterusnya) yang dapat mengganggu supplai daya listrik pada frekuensi dasarnya (50Hz) sehingga bentuk gelombang arus maupun tegangan yang idealnya adalah sinusoidal murni akan menjadi cacat akibat distorsi harmonisa yang terjadi. dan lain sebagainya yang dapat merusakan peralatan dan mengurangi umur perangkat/device. 150Hz. ripple. Dari hasil survey pada beberapa gedung komputer di Amerika pada tahun 1990. Amerika diperkirakan mengalami kerugian di berbagai sektor sebanyak 26 milyar dollar gara-gara masalah kualitas daya dan terhentinya operasi New York Airport yang menghebohkan bulan September 1991 akibat kualitas daya. Gelombang yang tidak terdistorsi Gelombang yang terdistorsi harmonisa Gambar 1 Bentuk gelombang arus/tegangan Derajat kandungan total distorsi harmonik arus (%ITHD) maupun tegangan (%VTHD) adalah: hmaks % MTHD = dengan. Dimana tegangan. scanner.. arus. Kajian Pustaka Kualitas daya listrik sudah hangat dibicarakan di Amerika sejak awal tahun 90-an dan hasil dari riset selama hampir 5 (lima) tahun (1990 s. swell. sag/dips. Harmonisa merupakan suatu fenomena yang terjadi akibat dioperasikannya beban listrik nonlinier.. 3. disebut juga sebagai sumber harmonisa.

life time peralatan menjadi ber-kurang. penggunaan filter harmonisa pada frekuensi dasarnya (50 Hz) dapat mengkompensasi daya reaktif dan memperbaiki faktor daya mencapai rata-rata 0. Efek – efek dari tegangan dan arus harmonisa di dalam sistem tenaga adalah : • Penambahan tingkat harmonisa akibat dari resonansi hubungan seri dan parallel. transmisi dan pemakaiannya. Harmonisa dibangkitkan oleh banyaknya pemakaian peralatan elektronika dalam sistem tenaga antara lain inverter dan konverter yang termasuk beban – beban nonlinier. harmoni-sa dapat menyebabkan peningkat-an temperatur isolasi. yang diharapkan mampu menekan distorsi tegangan atau arus yang disebabkan oleh penggunaan beban-beban nonlinier seperti inverter dan konverter ysng merupakan peralatan semikonduktor.5 1. Unsur-unsur individual pada sistem tenaga arus diuji sensitifitasnya terhadap harmonisanya sebagai dasar untuk merekomendasikan pada tingkatan yang diizinkan. tanpa melihat nilai sebenarnya dari Ihs / IL Ihs = arus hubung singkat maksimum. Selain itu. Kesalahan-kesalahan pada meter-meter piringan putar pengukur energi. faktor daya. Secara garis besar. .0 *Seluruh perlengkapan pembangkitan daya dibatasi pada nilai arus distorsi ini.5 Distorsi Arus Harmonik Maksimum dalam % Nilai Fundamental I hs / IL THD < 20* 20 – 50 50 – 100 5. bahkan dapat menyebabkan peralatan menjadi rusak. • Interferensi dengan rangkaian-rangkaian telepon (komunikasi) dan pemancar karena arus harmonisa urutan nol. Oleh karena itu timbulnya harmonisa akan mempengaru-hi faktor daya. harmonisa (THD) dan lain-lain. spektrum yang terjadi pada tiap-tiap orde harmonisa dan dapat berbentuk teks. Ganguan harmonisa yang cukup besar dapat mengakibatkan kualitas listrik menjadi buruk. Dalam usaha untuk meredam gangguan harmonisa yang dapat menyebarkan arus harmonisa kebagian yang lain dari sutu sistem listrik yaitu dengan memasang filter harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Seperti peralatan menjadi panas. Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan (hanging up) bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sensitif termasuk komputer (Personal Computer).0 12.lain sebagainnya.0 100 – 1000 15.94.80 – 0. Tampilan hasil pengukuran dari alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 43B dapat berbentuk gelombang.0 8.0 2. Alat ukur ini dapat digunakan untuk mengukur arus. tegangan. daya. bahkan pada tingkat harmonisa yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan. IL = arus beban maksimum Pada kapasitor bank. • Penurunan efisiensi pada daya generator. III. inferensi sinyal (seperti noise pada salauran telepon). efek harmonisa yang timbul pada sistem tenaga listrik tergantung pada sumber harmonisa dalam sistem tenaga listrik dapat menimbulkan pengaruh yang tidak diinginkan.0 > 1000 20. Metode Penelitian Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kandungan harmonisa arus dan tegangan listrik dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 43B. HARMONICS pilih VOLTS. Cara pengukuran Harmonisa Tegangan menggunakan Power Quality Analyzer Fluke 43B adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) Buka Menu Utama . Tabel 1 Standar distorsi harmonisa yang digunakan berdasarkan standar IEEE Distorsi Tegangan Harmonik dalam % Nilai Fundamental Sistem < 69 kV 69 – 138 kV > 138 kV Tegangan THD 5.

HARMONICS pilih AMPS. Buatlah hubungan seperti di bawah ini: .4) Buatlah hubungan seperti gambar di bawah ini: 5) Contoh Screen hasil pengukuran: Cara pengukuran Harmonisa Arus menggunakan Power Quality Analyzer Fluke 43B adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) Buka Menu Utama .

00 217.5 50.4 50.9 50 9.88 Jam 14.6 0.9 8.6 7.9 8.4 36 49.1 45.7 37.00 220.1 30.7 11.3 44.1 7.97 6.2 0.0 9.3 49.83 Jam 12.2 9.00 216.4 53.83 Jam 12.4 38.3 35.5 7.1 34.30 WIB) Tabel 3 Rekapitulasi Data Fasa S Waktu Pengukuran Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) THDV (%) THDI (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF Jam 10.84 Jam 11.6 31. Hasil dan Analisis 1.2 8.6 42.6 44.6 5.00 216.6 50.1 6.0 7.00 218.3 0.83 Jam 13.4 5.1 49.00 216.5 51 8.1 11 6.8 8.4 0.3 46.6 50 8.8 9.3 10 5.1 44.6 0.34 6.6 50.53 7.5 9.1 5.1 0.4 5.30 218.9 38.4 49.5 0.8 50 7.3 50.3 11.3 6.83 Jam 11.4 10.4 0.30 220.7 43.30 WIB) Gambar 3 Harmonisa Tegangan Fasa R (pengukuran hari-1 pukul 10.7 43.4 36.87 4.7 6.5 0.5) Contoh Screen hasil pengukuran: IV.83 .82 Jam 13.83 Jam 14.59 7.8 44.00 216.9 5.00 217.83 Gambar 2 Harmonisa Arus Fasa R (pengukuran hari-1 pukul 10. Rekapitulasi Data Hasil Pengukuran Hari Pertama (10 September 2008) Tabel 2 Rekapitulasi Data Fasa R Waktu Pengukuran Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) Arus Netral (A) THDV (%) THDI (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF Jam 10.3 47.1 7.7 42.63 7.8 9.2 0.6 38.2 9.

54 0.7 7.2 50 8 9.9 6.2 4.9 39.1 49.47 2.7 32.72 7.4 50 5.1 3.2 40.30 Tegangan rms (V) Arus rms (A) THDV (%) THDI (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF 224.88 Jam 14.1 37.Gambar 4 Harmonisa Arus Fasa S (pengukuran hari-1 pukul 10.88 Gambar 6 Harmonisa Arus Fasa T (pengukuran hari-1 pukul 10.4 8.00 221.00 222.30 WIB) Tabel 4 Rekapitulasi Data Fasa T Waktu Pengukuran Parameter Jam 10.30 WIB) Gambar 7 Harmonisa Tegangan Fasa T (pengukuran hari-1 pukul 10.8 0.1 8.5 43.5 45.00 225.87 Jam 12.8 28.2 36.1 49.5 40.6 0.96 5.9 Jam 11.30 WIB) Gambar 5 Harmonisa Tegangan Fasa S (pengukuran hari-1 pukul 10.4 4.4 6.85 0.30 WIB) .6 42.8 6.6 6.81 6.87 Jam 13.0 0.2 6.00 222.6 3.5 50 7.

30 218.4 23.30 215.82 31.27 0.65 7.30 215.0 23.7 26.41 0.7 36.6 49.84 0.9 0.0 31.86 Waktu Pengukuran Jam 13.27 3.1 49.84 0.0 28.1 0.9 4.93 Jam 09.1 6.3 7.57 2. Rekapitulasi Data Hasil Pengukuran Per Fasa (11 September 2008) Tabel 5 Rekapitulasi Data Fasa R Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) Arus Netral (A) THDV (%) THD I (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF DPF Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) Arus Netral (A) THDV (%) THD I (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF DPF Waktu Pengukuran Jam 08.24 3.86 5.13 5.30 216.7 5.69 4.00 223.49 5.41 4.0 8.9 39.94 Jam 09.9 5.00 221.2 41.82 Waktu Pengukuran Jam 13.7 0.4 32.4 218.7 49.99 .8 8.93 7.8 26.2 7.9 0.4 7.15 6.9 Jam 09.30 219.3 35.7 50.79 4.83 0.00 224.9 10.83 0.8 6.00 Jam 13.86 Jam 11.8 5.00 217.82 Jam 12.93 Jam 09.3 5.6 30.84 0.63 5.31 1.91 Jam 10.28 0.3 34.1 40.1 5.83 Jam 13.1 40.30 219.94 0.83 Jam 11.9 9.7 49.93 5.30 217.94 Jam 14.84 0.9 Jam 14.01 0.1 1.9 34.3 34.2 50.9 50.4 0.1 23.74 5.5 43.9 35.9 27.7 41.86 Jam 12.57 6.1 5.6 0.96 4.2.00 217.91 Jam 09.4 0.4 24.9 5.9 8.98 7.5 7.2 50 6.52 7.1 8.6 50.0 50.8 26.41 6.7 6.30 220.94 220.57 2.5 38.9 45.9 49.89 7.8 7.0 50 5.26 16.1 4.84 0.93 Jam 10.00 219.5 38.76 3.1 0.84 0.00 221.96 2.0 29.30 213.4 49.95 5.4 25.42 5.6 33.32 0.09 7.54 20.76 4.7 43.1 8.9 40.7 9.42 0.1 5.5 10.30 223.84 0.90 6.5 49.16 4.3 46.8 6.3 41.8 0.00 218.14 5.5 32.6 6.00 218.22 0.31 3.5 50.83 0.19 5.1 23.9 50.2 5.4 4.0 49.1 7.7 49.8 24.3 34.6 5.8 0.4 42.3 46.3 9.84 0.5 7.0 34.5 10.17 4.9 4.2 49.88 4.00 215.78 6.83 5.01 0.2 8.91 Jam 10.8 50.84 0.8 5.91 Tabel 6 Rekapitulasi Data Fasa S Waktu Pengukuran Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) THDV (%) THD I (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF DPF Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) THDV (%) THD I (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF DPF Jam 08.5 50.00 Jam 10.4 7.2 38.44 17.92 Jam 10.30 Jam 10.6 0.5 4.34 6.2 50.2 8.38 7.94 Tabel 7 Rekapitulasi Data Fasa T Waktu Pengukuran Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) THDV (%) THD I (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF DPF Jam 08.7 8.7 50 6.62 7.62 7.6 35.86 0.38 14.3 49.1 28.8 49.94 7.00 217.2 37.9 23.00 215.1 35.1 50.49 0.5 7.8 32.39 7.9 35.5 0.84 0.94 Jam 09.89 4.3 7.1 38.4 5.31 7.86 4.5 4.2 35.4 35.2 30.8 219.71 0.7 4.5 24.9 6.17 0.

“Electrical Power System Quality”. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa %THDv di Gedung Direktorat TIK UPI berada pada kisaran 4. Berdasarkan hasil pengukur-an di sisi suplai.9 50.7 V yang menunjukkan bahwa nilai tegangan masih sesuai dengan standar yang diizinkan (untuk tegangan rms 220 V. Harsono.30) – 8. kecuali pada waktu-waktu tertentu pada saat sedikitnya penggunaan komputer/peralatan elektronik lainnya di gedung tersebut.30 221.00 221.9%.3 39.3 37.8 49.5 6. New York. New York. Dugan.(1997).9 7. V. .99 Jam 14.(1996).00 221. Jurnal IES 2003 Julius Sentosa Setiadji. Mohan.M Undeland and W.2% (fasa T. 2006. maka %THDi di Gedung Direktorat TIK UPI saat ini tidak memenuhi standar yang diizinkan.85 3. Kesimpulan Dari hasil pengukuran dan analisis data.6 V s.5 50. Hal ini ditandai dengan terjadinya perbedaan nilai arus tiap fasa dan perbedaan nilai daya tiap fasa serta frekuensi yang muncul tidak hanya frekuensi fundamentalnya saja (50 Hz).7% (fasa T. “Evaluation of Power System Harmonic Effects on Transformers”.8 50.6 6. diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. bahkan pada waktu pemakaian beban yang besar nilainya bisa mencapai 44. Hasil pengukuran tegangan listrik memberikan kisaran tegangan antara 213.(2003). Tabrani Machmudsyah. 5.64% (fasa R).6 39. Arus netral yang mengalir pada jaringan tenaga listrik di Gedung Direktorat TIK berada pada nilai yang jauh di atas normal. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa %THDi di Gedung Direktorat TIK UPI berada pada kisaran 23. Yohanes Cipta Wijaya.91% (fasa S) dan 6.00) dengan nilai rata-rata 6.98 Berdasarkan hasil pengukuran di sisi suplai dapat dilihat bahwa beban pada Gedung Direktorat TIK dalam kondisi tidak seimbang. diketahui bahwa beban listrik di Gedung Direktorat TIK berada pada kondisi tidak seimbang.2 38. bahkan hampir mendekati arus fasa. “Pengaruh Harmonisa Pada Gardu Trafo Tiang Daya 100 kVA di PLN APJ Surabaya Selatan”.99 7. tetapi muncul juga nilai frekuensi harmonisa ganjil yang terlihat pada spektrum harmonisa arus dengan adanya orde harmonisa kesatu.89 0.7 34.01 7.8 0. Selain itu arus netral yang terukur juga sangat besar.83% (fasa T).21% (fasa S) dan 36.1% (fasa S. Ini berarti rugi-rugi daya yang terjadi sangat besar. bahkan pada jam-jam tertentu nilainya bisa mendekati arus fasa. pukul 14. Helsinki University of Technology Department of Electrical and Communications Engineering Power Systems and High Voltage Engineering.89 0. John Wiley and Son. Bila mengacu kepada standar %THDi 15%. Jurnal UK Petra Surabaya. DAFTAR PUSTAKA [Arrilaga.5 39.1 6.8 37. 3. 6. 225.5 8.P. J. 4. maka %THDv di Gedung Direktorat TIK UPI saat ini tidak memenuhi standar. ketujuh dan seterusnya. pukul 08.0 50 7.98 Jam 13.89 0.Waktu Pengukuran Parameter Tegangan rms (V) Arus rms (A) THDV (%) THD I (%) Frekuensi (Hz) P (kW) S (kVA) Q (kVAR) PF DPF Jam 11. Hal ini ditunjukkan dengan nilai arus per fasa yang memiliki perbedaan cukup besar. T.3 7. Ned. Converter – Applications and Design”.89 0.54 0. 2006.2 35. sedangkan bentuk gelombang arus tidak sinusoidal (mengandung riak) dengan distorsi total harmonisa arus (THD I) melebihi batas 15% dan distorsi total harmonisa tegangan (THDV) melebihi batas 5% (Standar IEEE No. 2.5 8.0 34. pukul 08.00 221.8 0.00 225.d. dengan penyimpangan yang sangat signifikan.0% (fasa R. Bila mengacu kepada standar IEEE bahwa %THDv paling besar adalah 5%. Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa arus netral yang mengalir memiliki nilai sangat besar. Fluktuasi nilai tegangan yang berada di Gedung Direktorat TIK berada di kisaran 213.87 7.4 3.01% (fasa T).6 V – 225.3 6.56 0. Roger .72 6. pukul 12. Kondisi di atas menunjukkan bahwa sistem listrik Gedung Direktorat TIK (Perpustakaan) mengalami gangguan harmonisa. Kandungan harmonisa tegangan (%THDV) di Gedung Direktorat TIK secara umum berada di atas standar yang diizinkan (5%). 519-1992). Wiley & Son.5 6. bahkan mendekati arus fasa. Inc. “Harmonisa dan Pengaruhnya pada faktor Daya”. Doctoral Dissertation.68 3. “Power System harmonics”. Hasil pengukuran arus listrik menunjukkan bahwa beban berada pada keadaan tidak seimbang.98 Jam 12.30) – 45. kelima. batas naik turun tegangan adalah 198 – 231 V). T dan Pratilastiarso. Asaad A. Elmoudi . Robbins. Nilai tegangan ini masih sesuai dengan standar yang telah ditentukan (198 V – 231 V).87% (fasa R).98 Jam 13. “Power Electronics.4 3. Kandungan harmonisa arus (%THDI) di Gedung Direktorat TIK berada di atas standar yang diizinkan (15%).7 6. Marcell Deker. yang berarti telah terjadi pemborosan energi listrik.4 37.45 0. yang ditandai dengan bentuk gelombang tegangan yang sinusoidal. 39.2 V. Arus netral yang besar akan menyebabkan rugi-rugi akibat arus netral menjadi besar.00) dengan nilai rata-rata 31.89 0.84 3. Hal ini terlihat dari berbedanya nilai arus yang mengalir pada masingmasing fasa. J. ketiga.

Appl. 29. Sukisno. Bio Data : Drs. 161-177 (1986). “Studi Harmonisa Tegangan dan Arus di Gedung A Universitas Kristen Petra Surabaya”. 50/60 Hz”. Skripsi Sarjana pada FTI UK Petra Surabaya:tidak diterbitkan.Their Effect on Power Systems Component". 1999. Permadi. Rice. 528-535 (1980). 13. 1989.”Studi Kualitas Daya Terhadap Komputer Di Gedung P Universitas Kristen Petra”. David E. Appl. 200 V.8 kVA. IEEE Trans. “Analisis Penggunaan autotrafo penggeser fasa sebagai minimisator harmonisa arus di sistem distribusi tenaga listrik”. Ray P. 3 Fasa . Ind. pp.B.(2002). Ind. Appl.. IA-22. Proceedings Institut Teknologi Bandung. Pekik A. et. all. “Simulasi Active Filter dan Sistem Kerja Rangkaian Dalam Meredam Harmonisa pada Vacuum Casting Induction Furnace Dengan Daya 9 kW. S. (2004).(2005).P. Power delivery. 736-744. Dahono. IEEE Trans.(2002).. "Adjustable Speed Drive and Power Rectifier Harmonics . Tanoto. Jurnal UK Petra vol 5 Turchan. Y dan Lestanto. “Analysis and design of a new active power filter to cancel neutral current harmonisas in theree-phase fourwire electric distribution sistem”. Skripsi Sarjana pada FTI UK Petra Surabaya: tidak diterbitkan.Si Gol/Pangkat/Jabatan : IVa/Pembina/Lektor Kepala NIP. Y. "Rectifier Harmonics in Power System". 131 975 871 Bidang Keahlian : Teknik Tenaga Listrik Instansi : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia . Skripsi Sarjana pada FTI UK Petra Surabaya:tidak diterbitkan Winarko K. “A Survey of Neutral Current in Three-Phase Computer Power System”. Elih Mulyana. Limantara. Enjeti. M. IEEE Trans. IEEE Trans.. pp. Stratford. Ind. T M.K. Syafrudin. 57-64. C. T.M Soelaiman. Gruzs. Studi Efek harmonisa Terhadap Kualitas Daya Listrik Di PT Easterntex. 1996. N.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->