P. 1
JURNAL

JURNAL

|Views: 332|Likes:
Dipublikasikan oleh Herman Soemantri

More info:

Published by: Herman Soemantri on Jul 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2015

pdf

text

original

RANCANG BANGUN MESIN PEMANJAT POHON KELAPA Herman Somantri Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik – Universitas

Pasundan Abstrak Pada saat ini untuk memetik buah kelapa masih dengan cara memanjat (manual), dengan menggunakan cara seperti ini maka para petani mengabaikan keselamatan kerja pada saat naik pohon kelapa, juga membutuhkan energi sangat besar. Berdasarkan pengalaman ini maka telah berhasil dirancang dan dibuat alat untuk mempermudah pekerjaan tersebut yaitu Mesin Pemanjat Pohon Kelapa. Spesifikasi mesin pemanjat pohon kelapa dari hasil perancangan dan pembuatan memiliki massa 49,2 kg, tinggi total 800 mm, diameter 730 mm, daya 316,9 Watt, kecepatan 0,25 m/s. Mesin pemanjat pohon kelapa ini dapat digunakan untuk diameter pohon antara 200-350 mm. Kata Kunci : Rancang Bangun, Mesin Pemanjat Pohon Kelapa I. PENDAHULUAN Buah kelapa hampir semuanya dapat dimanfaatkan dari mulai air, sabut, tempurung dan dagingnya. Pada saat sekarang ini untuk memetik buah kelapa masih dengan cara memanjat (manual), dengan hal tersebut maka para petani mengabaikan keselamatan kerja pada saat naik pohon kelapa juga membutuhkan energi sangat besar. Dari kasus di atas maka kami mencoba merancang-bangun alat untuk mempermudah pekerjaan tersebut yaitu Mesin Pemanjat Pohon Kelapa. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan dan pembuatan mesin pemanjat pohon kelapa ini adalah : 1. Merancang dan membuat alat pemanjat pohon kelapa agar mempermudah kerja pada saat naik pohon kelapa. 2. Meningkatkan keselamatan kerja pada saat naik pohon kelapa. 3. Meningkatkan produktivitas pemetikan pohon kelapa. 4. Menekan biaya yang cukup tinggi.
1)

Staf Pengajar Teknik Mesin FT-Unpas

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gaya Gaya adalah dorongan atau tarikan yang bekerja pada benda, ditunjukkan dengan vektor yang mempunyai besaran dan arah bila ada gaya yang bekerja pada benda, benda akan mempunyai percepatan yang searah dengan arah gaya. Sebaliknya bila benda mempunyai percepatan maka benda tersebut harus mempunyai gaya yang arahnya sama dengan arah percepatannya, gaya berat yang bekerja pada benda adalah sebanding dengan massa dari percepatan yang dihasilkan oleh gaya berat. 2.2 Usaha Usaha (work) yang dilakukan gaya F sebagai berikut :

1

4 Torsi Setiap vektor momen yang berimpit dengan sumbu suatu bagian mesin disebut vektor torsi. Batang yang menerima momen seperi itu juga disebut batang torsi. Vektor torsi adalah berupa tanda panah kosong pada sumbu x seperti pada gambar (2-2). atau dengan menggambarkan vektor torsi sepanjang sumbu putar batang tersebut. karena momen ini menyebabkan bagian mesin tersebut memuntir terhadap sumbunya.Gambar 2-1 Usaha yang dilakukan oleh gaya Pada gambar diatas tampak gaya F bekerja pada sebuah benda yang mengalami perpindahan sejauh x. Kalau satuan yang dipakai adalah SI. Komponen F dalam arah x adalah F cos θ . ∑MB = 0 2 .5 Gaya geser dan Momen lentur Untuk mencari reaksi vertikal RA dan RB kita tulis persamaan keseimbangan momen terhadap titik B dan A. Gambar 2-2 Torsi yang bekerja pada suatu batang Seperti terlihat pada Gambar (2-2) torsi (T) yang bekerja pada sebuah batang dinyatakan dengan menggambarkan panah pada permukaan batang untuk menyatakan arahnya. Usaha yang dilakukan gaya F didefinisikan sebagai komponen F dalam arah perpindahan dikalikan dengan jarak perpindahannya [5]: W = ( F cos θ ) x = Fx cos θ dimana : W = Usaha ( J ) F = Gaya ( N ) θ = Sudut 2.3 Daya Daya adalah cepatnya usaha yang dilakukan. yaitu : P = F ×v dimana : P = Daya ( W ) F = Gaya ( N ) v = Kecepatan ( m/s ) 2. rumus yang dipakai adalah : P = Tω dimana : P = Daya ( W ) T = Torsi ( Nm ) ω = Kecepatan sudut ( rad/s ) 2. dengan menggunakan perjanjian positif untuk momen berlawanan arah jarum jam.

7 Macam-macam pegas Pegas dapat digolongkan atas dasar jenis beban yang bisa diterimanya yaitu : Pegas tekan atau kompresi Pegas tarik Pegas puntir Pegas volut Pegas daun 3 . yaitu keadaan yang umum terjadi. apakah sesuai dengan arah putaran jarum jam (cw) atau berlawanan dengan putaran jarum jam (ccw). (a) (b) Gambar 2-4 Tegangan pada sistem koordinat Catersian Gambar 2-6 Diagram lingkaran Mohr a. e. Sedangkan arah komponen tegangan geser dinyatakan sesuai dengan perjanjian. Jadi dalam gambar (2-4). 2.6 Lingkaran Mohr Pada gambar (2-4) menggambarkan suatu keadaan dari tegangan pada bidang atau tegangan pada sistem koordinat Cartesian. b.RB L − ( P sin α )(a ) − P2b − qc ( L − c / 2) = 0 1 Dengan memecahkan kedua persamaan diatas dapat diperoleh : ( P sin α )( L − a ) + P2 ( L − b ) + qc 2 RA = 1 L L 2L ( P sin α )( a ) + P2b + qc( L − c / 2) RB = 1 L L L − RA L + ( P sin α )( L − a ) + P2 ( L − b) + qc 2 / 2 = 0 1 MA = 0 ∑ 2. hanya tegangan normal yang diperlukan negatif atau positif. Pada keadaan ini. d. τxy adalah ccw dan τyx adalah cw. c.

Kawat distemper dengan minyak SUP4. PBW. SUP4. BeCuW SUS SUS. SUS. SUP6. SUP6. Pemakaian Pegas biasa (dibentuk panas) Pegas biasa (dibentuk dingin) Pegas tumpuan kendaraan Pegas untuk katup keamanan ketel Pegas untuk governor kecepatan Pegas untuk katup Pegas untuk pemutar telepon. i. SUP10 SWP. SUP10. PBW. g. Kawat ditemper dengan minyak untuk pegas katup SWP SW BsW NSWS. SUP6. NSWS. SWP. SUP9.1 Bahan pegas silindris menurut pemakaiannya. BsW. BeCuW . Pegas piring (parallel.f. NSWS. SUP11 SWP. NSWS. SUP7. PBW. PBW. Kawat ditemper dengan minyak SWPV. SUP9. SUP6. BsW.2 Harga modulus geser Bahan Baja pegas Kawat baja keras Kawat piano Kawat ditemper dengan minyak Kawat baja tahan Lambang SUP SW SWP SUS Harga G (kg/mm2) 8 x 103 8 x 103 8 x 103 8 x 103 7. pegas penutup (shutter) kamera Pegas untuk dudukan. SUP7. pegas untuk mainan Pegas yang dialiri arus listrik Pegas anti magnit Pegas tahan panas Pegas tahan korosi Tabel 2. SUP. SUP11 SW.5x 103 4 Bahan SUP4. SUP7. h. seri) Pegas cincin Pegas batang puntir Pegas spiral atau jam Gambar 2-7 Macam-macam pegas Tabel 2. SUP7. BsW. BeCuW SUS.

90 *6. dengan kejutan atau tidak.14 0.23 1.26 1.3 Diameter standar dari kawat baja keras dan kawat musik (mm) 0.50 2.8 Transmisi rantai rol Rantai transmisi daya biasanya dipergunakan dimana jarak poros lebih besar dari pada transmisi roda gigi tetapi lebih pendek dari pada dalam transmisi sabuk.00 0.90 5.65 4.00 0.40 0.50 0.50 *8. Jenis dan bahan pegas dapat dipilih atas dasar faktor-faktor.5x 103 5 x 103 Keadaan yang perlu diketahui berhubungan dengan pemakaian pegas ulir adalah : Berapa besar lendutan yang diizinkan. Apakah kekerasan pegas akan dibuat tetap atau bertambah dengan membesarnya beban.80 5.60 0. 6.40 2. Berapa besar ruangan yang akan disediakan. 4. 5 .45 2.00 0.20 1. Berapa besar energi yang akan diserap.29 1.00 *9.60 Angka-angka dengan tanda * hanya berlaku untuk kawat baja keras. jadi menjamin perbandingan putaran yang tetap.30 0. 2. diameter kawat dan diameter lilitan rata-rata ditentukan.20 *7. 2. Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip . temperatur tinggi.18 0.08 0.80 0.32 1.00 0. 5. dan lain-lain. 3.00 0. 40) Kawat kuningan Kawat perak nikel Kawat perunggu fosfor Kawat tembaga berilium 1.00 0. BsW NSWS PBW BeCuW 4 x 103 4 x 103 4. sedang.50 0. dan lain-lain.70 4.0 6.10 0.60 3.12 0.karat (SUS 27. Diameter kawat d (mm) dapat dipilih dari tabel dibawah ini : Tabel 2.16 0. atau ringan.09 0.00 0.35 2.55 3.50 *10. 32. Bagaimana lingkungan kerjanya : korosif.20 0. Bagaimana corak beban : berat. Jika τ dalam persamaan diatas diganti dengan τ a .

mesin tekstil 1.0 15. pencampur karet.7 15.4 13.0 18.5 berat mesin umum dengan putaran dapat dibalikatau beban tumbukan Motor torak Dengan Tanpa transmisi transmisi hidrolik hidrolik 1.0 2. Tumbukan mesin penggetar.53 12.09 5.96 Tabel 2. pengering.4 Lebar H 12.0 15.5 Faktor koreksi transmisi rantai rol fc Penggerak Motor listrik Tumbukan pemakaian atau turbin Konveyor sabuk dan rantai dengan variasi beban kecil.91 Lebar Rol W 7. mesin kertas umum Pres.7 6 . propeler.05 Diameter Rol R 7.4 1.87 19. mesin industri umum dengan variasi beban kecil Kompresor sentrifugal.5 2. bor minyak bumi.3 sedang penghancur.94 10.6 Diameter Pena D 3.2 1.16 11.1 Lebar h 10. alat-alat besar umum. pompa sentrifugal dan Transmisi blower. penghancur.7 Plat mata rantai Tebal T 1.Gambar 2-8 Rantai rol Tabel 2.0 halus umum. rol.95 9. tanur Tumbukan otomatis.97 5.4 Ukuran umum rantai rol Nomor rantai 40 50 60 Jarak bagi P 12.0 1. mesin1.2 1. mesin perkakas umum. 1. mesin pertambangan. konveyor dengan sedikit variasi beban.4 1.

2 Las lebur Panas yang diperlukan pada pengelasan lumer diperoleh dari busur nyala api listrik. Perancangan dan pembuatan 3. Tanpa elektroda logam yang meleleh. e. 2. 2. Gambar 2-11 Pengelasan busur listrik dengan elektroda terbungkus. bentuk dari kampuhnya dan posisi pengelasan [3].5-2. (unionarc). b.5-4 3. diameter elektroda.6 Nilai pedoman untuk diameter elektroda dan kekuatan arus pada pengelasan listrik Tebal bahan Diameter Kekuatan arus (mm) elektroda (mm) (Amper) sampai 1 1. (CO2). Pengelasan busur dengan elektroda logam yang meleleh. Disamping gerakan-gerakan dari elektroda.5 2. las kampuh rol.9.2. Dengan elektroda logam yang meleleh (sigma). Las tekan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu las titik. Oleh karena itu hal ini disebut pengelasan busur. jenis bahan. didapat informasi sebagai berikut : a. tergantung dari tebalnya bahan.25 90-150 4-6 4 120-180 6-10 5 150-220 10-16 6 200-300 di atas 16 8 280-400 III. Kekuatan arus yang dapat menentukan jumlah panasnya. c. Tabel 2. las bentuk. Pengelasan busur dengan elektroda karbon.9 Las listrik Las listrik dapat dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu las tekan dan las lebur. Keliling pohon kelapa rata-rata 1050 mm =1. jenis elektroda.5 20-35 1-1.5 60-100 2.9. kualitas dari pengelasan itu tergantung dari kekuatan arusnya.1 Survey lapangan Setelah melakukan survey lapangan. Pengelasan busur dengan perlindungan serbuk. Tinggi pohon kelapa yang dipilih = 30 m 7 .1 Las tekan Pada pengelasan ini dihantarkan arus listrik melalui bidang-bidang sentuh dari bagian yang akan disambungkan. Pengelasan busur di dalam atmosfir gas yang dilindungi gas d. f. las tumpul dan las pen [4].5 2 35-60 1.05 m b. adapun jenis-jenis pengelasan busur yaitu : a.

Motor 7. Trasmisi : Rantai dan Sproket 8 .2 kg 2. Bantalan Gambar 3-2 Gambar mesin pemanjat pohon kelapa 3. Penggerak : Motor bakar empat langkah 3. maka untuk alat pemanjat pohon kelapa dapat didesain seperti gambar di bawah ini : Gambar 3-1 Sketsa gambar mesin pemanjat pohon kelapa Keterangan : 1. Rangka 2.2 Rancangan awal mesin pemanjat pohon kelapa Dari hasil survey yang dilakukan. Mesin : Tinggi 800 mm : Diameter 730 mm : Berat 49.3 Data-data perancangan Untuk pembuatan mesin pemanjat pohon kelapa. Rem 5.c. terlebih dahulu dibutuhkan data-data perancangan. Data-data yang diperoleh dari perancangan adalah sebagai berikut : 1. Rantai dan Sproket 6. Waktu yang diinginkan = 120 s 3. Roda Penggerak 4. Suspensi 3.

950 20.5 Perhitungan biaya pembuatan Kalkulasi harga material Panjang total No Harga material (m) 1 Pipa baja ø 25.950 4.3.000 10.750 2. 3.000 6.900 Ongkos pengerjaan : Rp 500.650 40.800 Biaya komponen standar : Rp 359.700 5. roda.000 + Biaya pembuatan rangka mesin Rp 1.500 24. Biaya material : Rp 376.000 10.236. antara lain : harga material. bantalan.4 Komponen standar Komponen standar adalah komponen yang sudah tersedia di pasaran dan tidak lagi diperlukan proses pembuatan.800 Jumlah (Rp) 66. rantai.650 24.000 60.000 18.4 11.000 90. sproket.000 Harga total (Rp) 250.000 Harga Per kg (Rp) 4.1 Kesimpulan Harga satuan (Rp) 11.000 37.000 37. harga komponen standar dan ongkos pengerjaan.000 400 Harga per batang (Rp) 125.000 49. komponen-komponen tersebut diantaranya adalah motor.400 359.000 Untuk harga satu rangka mesin pemanjat pohon kelapa penulis mengambil beberapa faktor.2 mm tebal 3 mm 2 Pipa baja ø 25.500 10.000 60.000 45.000 376.000 2. baut dan mur.500 3.4 6 mm tebal 2 mm Massa total (kg) 3 4 5 Plat baja St 37 tebal 8 mm Plat baja St 37 As poros roda penggerak 5 5 2 Jumlah total Kalkulasi harga komponen standar No Jenis barang Jumlah 1 Roda karet triples 6 3” 2 Roda karet triples 2 6” 3 Per tekan 6 4 Baut M 10 x 40 18 5 Baut M 12 x 40 4 6 Baut M 8 x 75 6 7 Baut M 10 x 90 6 8 Baut M 8 x 8 16 Jumlah total Ongkos pengerjaan = Rp 750.900 9 .

1997 [3] C. Larry D. Shigley. Penerbit ALFABETA.9 W Transmisi : Rantai dan Sprocket Faktor keamanan rangka : 3. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. 3. Gandhi Harahap.Setelah penulis melakukan perhitungan perancangan dan pembuatan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.25 m/s Daya yang dibutuhkan : 316. Jakarta. gergaji dan gerinda. Jakarta. Proses yang dibutuhkan untuk pembuatan mesin pemanjat pohon kelapa adalah pengerolan. Fisika. 1984. Edisi Ketujuh. Penerbit binacipta. DAFTAR PUSTAKA [1] Joseph E. [2] Sularso dan Kiyokatsu Suga. van Terheijden. Bandung. Penerbit Erlangga. 1981 [4] Hery Sonawan.4 2. roda dan komponen pendukung lainnya pada mesin pemanjat pohon kelapa sebesar Rp 1. Perencanaan Teknik Mesin.73 m Kecepatan : 0. Frederick J. suspensi. Darmawan. Biaya pembuatan rangka. Edisi keempat. Spesifikasi Mesin Nama mesin : Mesin Pemanjat Pohon Kelapa Tinggi mesin : 0. Penerbit Pradya paramita. Las Listrik SMAW dan Pemeriksaan Hasil Pengelasan. 10 . Jakarta. 2003 [5] Bueche. Penerbit Erlangga.700. Alat-alat Perkakas. bor. Bandung. 1985. Harun.8 m Diameter mesin : 0.las SMAW.-. Mitchell. Jilid 1.236.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->