P. 1
Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 Bidang Sarana dan Prasarana

Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 Bidang Sarana dan Prasarana

|Views: 269|Likes:
Dipublikasikan oleh Oswar Mungkasa

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Jul 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana BAPPENAS 27 Januari 2010

1
2 3 4 5 6 7

Kondisi Umum Infrastruktur
Prioritas Nasional Kerangka Pikir Pembangunan Infrastruktur Sasaran Pembangunan Infrastruktur

Arah Kebijakan dan Strategi Perkiraan Pendanaan
Arah Kebijakan DAK Infrastruktur
2

 mendukung aktivitas ekonomi, sosial, budaya, serta kesatuan dan persatuan bangsa  sebagai modal dasar dalam memfasilitasi interaksi dan komunikasi di antara kelompok masyarakat  mengikat dan menghubungkan antarwilayah.  mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti air minum, pembangkit tenaga listrik dan pengendalian banjir.  menjamin kelancaran arus informasi baik untuk mendukung kegiatan pemerintahan, perekonomian, maupun sosial.  mendukung daya saing ekonomi global terutama dalam penyediaan jaringan distribusi, sumber energi, dan input produksi lainnya.  sebagai pengikat dan pemersatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi

3

RPJM 3 (2015 – 2019) RPJM 2 (2010 – 2014) RPJM 1 (2005 – 2009)
 Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan iklim yg lebih kondusif, termasuk membaiknya infrastruktur.  Percepatan pembangunan infrastruktur didorong melalui peningkatan peran swasta dengan meletakkan dasar-dasar kebijakan dan regulasi serta reformasi dan restrukturisasi kelembagaan.  Percepatan pemb. infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha  Pengembangan jaringan infrastruktur transportasi, serta pos dan telematika  Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya bioenergi, panas bumi, tenaga air, tenaga angin, dan tenaga surya untuk kelistrikan  Pengembangan sumber daya air & pengembangan perumahan & permukiman.

RPJM 4 (2020 – 2024)
 Kondisi maju & sejahtera makin terwujud dengan terselenggaranya jaringan transportasi pos dan telematika yg andal bagi seluruh masyarakat yang menjangkau seluruh wilayah NKRI  Tercapainya elektrifikasi perdesaan & elektrifikasi rumah tangga;  Terpenuhinya kebutuhan hunian yg dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung bagi seluruh masyarakat yg didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang dan berkelanjutan, efisien, dan akuntabel sehingga terwujud kota tanpa permukiman kumuh.
4

 Ketersediaan infrastruktur sesuai tata ruang  Berkembangnya jaringan transportasi  Terpenuhinya pasokan tenaga listrik yg handal & efisien  Mulai dimanfaatkannya tenaga nuklir untuk pembangkit listrik  Terwujudnya konser-vasi sumber daya air dan terpenuhinya penyediaan air minum untuk kebuthan dasar Pengemb infrastruktur perdesaan mendukung pertanian.  Pemenuhan kebutuhan hunian didukung sistem pembiayaan jngk pnjang.  Terwujudnya kota tan-pa permukiman kumuh.

Peringkat Daya Saing Infrastruktur Indonesia Tahun 2009 (134 negara)
Argentina

Indonesia 2008 2009

Philippines 98 104 92

Brazil 81 106 86

Korea 20 14 8

China 66 50 27

Vietnam 111 102 58

Thailand 41 35 52

Malaysia 27 24 19

Infrastructure Roads Railroad

94 84 78

96 105 58

84 94 60

Port
Air Transport Electricity Telephone

85
113 97 52

104
75 82 100

95
68 96 79

112
100 87 102

127
89 55 61

36
21 21 23

61
80 61 49

99
84 103 36

47
26 41 84

19
27 39 72

Pada tahun 1996, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia berada diatas negara China, Thailand, Taiwan, dan Srilanka. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini mengalami kemunduran Sumber: World Competitiveness Report, 2009 – 2010
6

Logistic Performance Index: (LPI):
Ranking Indonesia ke-43 (dari 150 negara), lebih rendah dari Singapura, Malaysia, China, Thailand, dan India

Dibandingkan dengan negara ASEAN, China, dan India, Index LPI Indonesia menempati urutan yang ke-6.
LPI Indonesia dan negara-negara ASEAN, China dan India

Penyebab utamanya adalah biaya logistik domestik yang masih tinggi (ranking ke-92)

Sumber: World Bank (2007)

7

 Pembangunan 11 waduk dan Unit Air Baku Kapasitas 12,66 m3/det  Peningkatan Jaringan Irigasi dan Rawa 1,53 juta ha  Pembangunan Bandara Hasanuddin – Makassar  Pembangunan Jembatan Suramadu  Pembangunan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta  Pembangunan Pelabuhan Dumai-Riau  Pembangunan jalur ganda Kutoarjo-Yogya dan Depo Depok  Pelaksanaan Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 MW  Pembangunan jaringan transmisi gas bumi di Sumsel Jabar(SSWJ)  Pembangunan 37.709 unit rusunawa, 6.716 unit rusunami dengan peran swasta, dan 577.598 RsH Bersubsidi  Penyediaan air minum sebanyak 39.880 liter/detik serta pembangunan sistem air limbah terpusat skala kota di Kota Denpasar  Penyediaan jasa akses telekomunikasi di 24.051 desa dan jasa akses internet di 69 desa

Jalan Tol

Pembangkit Listrik

Bandara Hasanuddin-Makassar

Rusunawa

Jembatan Suramadu

Instalasi Pengolahan Air Limbah

Waduk Keuliling-NAD

8

1 2 3 4 5

Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pendidikan Kesehatan Penanggulangan Kemiskinan Ketahanan Pangan

11 Prioritas Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II 2010-2014

6
7 8

Infrastruktur
Iklim Investasi dan Iklim Usaha
Energi Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pascakonflik

9
10

11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi

10

6
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 SUBSTANSI INTI Konsolidasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh dibawah satu atap dan pengelolaan tata ruang secara terpadu Penyelesaian pembangunan Lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, dan Papua sepanjang 19.370 km Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi antar moda dan antar pulau yang terintegrasi sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda Penurunan tingkat kecelakaan transportasi lebih kecil 50 persen dari keadaan saat ini Pembangunan 685.000 rumah sehat bersubsidi Pembangunan 180 Rusunami dan 650 twin blok berikut fasilitas pendukung kawasan permukiman yang dapat menampung 836.000 keluarga yang kurang mampu Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir, diantaranya Banjir Kanal Timur Jakarta Penanganan secara terpadu daerah aliran sungai Bengawan Solo Penuntasan pembangunan jaringan serat optik di Indonesia Bagian Timur Maksimalisasi tersedianya akses komunikasi data dan suara bagi seluruh rakyat. Perbaikan sistem dan jaringan transportasi di 4 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan) sesuai dengan Cetak Biru Transportasi Perkotaan. Penyelesaian pembangunan angkutan kereta listrik di Jakarta (MRT dan monorail) TARGET TAHUN 2014 2014 2014 2014 2014 2012 2012 Dep. PU/Pemda DKI 2013 2013 PENANGGUNGJAWAB /BEKERJASAMA Dep. PU/Depdagri, Bappenas, BPN Dep. PU/Dep. Perhubungan

Dep. Perhubungan/ Dep. PU

Kementerian Negara Perumahan Rakyat/ Dep. PU

10 11
12

2014 2014

Dep. Komunikasi dan Informatika

Dep. Perhubungan 2014

11

PRIORITAS BIDANG

FOKUS PRIORITAS

INDIKATOR KINERJA

1. Menjamin ketersediaan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan 2. Menjamin kelancaran distribusi barang, jasa dan informasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional

Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana sesuai dengan SPM

% tingkat pelayanan sarana dan prasarana

SASARAN: a. Meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai sarana dan prasarana penunjang pembangunan; b. Menjamin ketersediaan aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana; c. Meningkatnya ketahanan energi (diversifikasi energi, renewable energy, energi yang bersih dan ekonomis)untuk industri rumah tangga, industri besar dan transportasi.

Mendukung peningkatan daya saing sektor riil

% peningkatan kapasitas dan kuantitas pelayanan sarana dan prasarana

Indikator: • Meningkatnya kesejahteraan masyarakat (meningkatnya PDRB wilayah setempat) • Memperkecil kesenjangan pelayanan sarana dan prasarana • Terjaminnya distribusi barang, jasa, dan informasi

Meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS)

% investasi swasta dalam bidang sarana dan prasarana

13

Aksesibilitas Infrastruktur belum memadai

Pasokan Energi masih terbatas (jumlah dan keandalan)

Biaya logistik Indonesia sangat tinggi dan tidak efisien

Menurunnya ketersediaan air

Keterbatasan penyediaan rumah

Kesenjangan digital/ Kesenjangan informasi

Program Aksi Pembangunan Infrastruktur Dasar diantaranya:
• Melanjutkan pelaksanaan dual track strategy dalam pembangunan infrastruktur • Menjamin akses masyarakat terhadap jasa kegiatan infrastruktur • Pelayanan dan akses Air Bersih • Unbundling pembangunan infrastruktur • Pembangunan telekomunikasi pita lebar • Peningkatan cakupan dan kualitas layanan irigasi dan rawa • Pengelolaan sungai dan daerah tangkapan air  pengendalian

banjir

Tantangan Sektor Logistik Indonesia Saat Ini dan Masa Depan diantaranya:
• • • • Pembenahan Prasarana dan Sarana Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Manajemen Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Penyedia Jasa Logistik Dan Peran Asosiasi Perusahaan Terkait

Ketersediaan infrastruktur dasar

Kelancaran distribusi barang, jasa, dan informasi

14

• • • • •

Peningkatan daya saing produk nasional • Penyediaan infrastruktur perdesaan Peningkatan kinerja infrastruktur • Pemberian subsidi terkait infrastruktur Penyediaan bantuan untuk pengelolaan infrastruktur berbasis masyarakat
Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana sesuai dengan SPM

Perluasan jangkauan pelayanan infrastruktur Penyediaan infrastruktur yang murah, handal dan berkelanjutan akan menurunkan biaya produksi dan distribusi
Meningkatkan KPS

“Percepatan pembangunan infrastruktur guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat”
Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Pembangunan Pembangkit 10.000 MW Penataan Sistem Logistik Nasional Peningkatan KPS Bidang Infrastruktur Pembangunan waduk, embung dan pengendali banjir Pembangunan Rusunawa, Rusunami

Mendukung Peningkatan Daya Saing Sektor Riil

15

a.

b. c.

d. e.

f.

meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai sarana dan prasarana penunjang pembangunan, seperti jalan raya, jalan kereta api, pelabuhan laut, bandar udara, sarana dan prasarana listrik, prasarana energi, air minum dan sanitasi, serta sarana dan prasarana informasi dan komunikasi; terjaminnya ketersediaan aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana; meningkatnya ketahanan energi terutama diversifikasi energi yang menjamin keberlangsungan dan jumlah pasokan energi di seluruh Indonesia meningkatnya penggunaan renewable energy dan energi yang bersih dan ekonomis; meningkatnya efisiensi konsumsi dan penghematan energi baik di lingkungan industri rumah tangga, industri besar dan maupun transportasi Meningkatnya penyediaan sarana dan prasarana melalui skema KPS
17

1. Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir, diantaranya Banjir Kanal Timur Jakarta 2. Penanganan secara terpadu daerah aliran sungai Bengawan Solo
NO 1 SASARAN Meningkatnya ketersediaan dan menjaga kelestarian sumber daya air Terkendalinya bahaya banjir, meningkat dan terjaganya ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Meningkatnya layanan prasarana air baku Meningkatknya layanan jaringan irigasi/rawa a. b. c. a. b. a. b. a. b. c. d. a. b. c. a. b. c. a. b. a. b. c. a. INDIKATOR terjaganya ketersediaan air 11,5 miliar m3; meningkatnya ketersediaan air 500 juta m3; terjaga dan terlindunginya kelestarian 15 kawasan sumber air terbangunnya 7 waduk di Das Bengawan Solo terlaksananya konservasi di Das Bengawan Solo meningkatnya kapasitas layanan air baku 43,4 m3/det; terjaganya layanan prasarana air baku 44,8 m3/det meningkat dan terjaganya layanan irigasi seluas 2,55 juta ha; meningkat dan terjaganya layanan jaringan rawa 1,21 juta ha ; meningkat dan terjaganya pemanfaatan air tanah untuk irigasi seluas 44,89 ribu har berkembangnya daerah irigasi dan drainase jero/rawa jero terlindunginya kawasan seluas 48,66 ribu ha dari bahaya banjir; terlindunginya garis pantai sepanjang 80 km dari abrasi pantai; terkendalinya 16 juta m3 lahar/sedimen terselesaikannya pekerjaan konstruksi paket 22 sampai dengan paket 29; terbangunnya bangunan akhir/jetty di muara banjir kanal timur (bkt); terbangunnya jembatan serta bangunan-bangunan pelengkap bkt lainnya terbangunnya prasarana pengendali banjir; terehabilitasinya prasarana pengendali banjir; tersusunnya pola dan rencana pengelolaan sumber daya air di 69 wilayah sungai; disahkannya 63 peraturan perundangan dan/atau nspk; serta terfasilitasinya pembentukan 71 wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air di daerah dan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia terbentuk dan berfungsinya jejaring sistem data dan informasi sumber daya air di tingkat pusat, 33 provinsi dan 31 bb/bws; meningkatnya kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusiapengelola sistem data dan informasi sumber daya air di pusat, 33 provinsi dan 31 bb/bws; meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi sumber daya air di pusat, 33 provinsi dan 31 bb/bws

2 3

4

Terlindunginya kawasan prioritas dari daya rusak air akibat banjir, abrasi pantai, dan lahar gunung berapi/sedimen Terselesaikannya pembangunan Banjir Kanal Timur Jakarta untuk mengendalikan dan mengurangi genangan akibat banjir di wilayah Jakarta Terkendalinya bahaya banjir, di wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air Meningkatan keandalan sistem data dan informasi sumber daya air

7

8

b.
c.

18

SASARAN

TARGET CAPAIAN (OUTCOME)
menyelesaikan proses pembayaran jual beli tanah dan bangunan warga di 3 Desa (Ds. Besuki, Kedungcangkring dan Pejarakan); melaksanakan bantuan sosial kemasyarakatan penduduk di 9 RT yang pemukimannya sudah tidak layak huni; melanjutkan bantuan air bersih, kesehatan, pemakaman serta pengamanan dari bahaya penurunan tanah dan semburan lumpur/gas berbahaya. mengupayakan kelancaran pengaliran lumpur ke Kali Porong, termasuk dengan mengoptimalkan pemanfaatan pompa pembuang lumpur; memelihara kekuatan dan ketinggian tanggul penahan lumpur; meneruskan penyelesaian saluran drainase diseputar tanggul; dan mempertahankan fungsi Kali Porong sebagai saluran pengendali banjir (flood way). menyelesaikan pengadaan tanah untuk jalur jalan tol, jalan arteri dan pipa air bersih; menyelesaikan kegiatan konstruksi Relokasi Jalan Arteri Raya Siring-Porong (Paket 1, 2, 3 dan 4); melaksanakan pembangunan interchange flyover Kesambi; melaksanakan pembangunan relokasi pipa PDAM.

Terselesaikannya masalah sosial kemasyarakatan

 

Meningkatnya upaya pengaliran lumpur melalui Kali Porong menuju ke laut untuk mencegah meluasnya daerah genangan dan melindungi infrastruktur yang masih berfungsi

       

Terselesaikannya relokasi infrastruktur, termasuk penyelesaian pengadaan tanahnya

19

1. Penyelesaian pembangunan Lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, dan Papua sepanjang 19.370 km; 2. Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi antar moda dan antar pulau yang terintegrasi sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda 3. Penurunan tingkat kecelakaan transportasi lebih kecil 50 persen dari keadaan saat ini 4. Perbaikan sistem dan jaringan transportasi di 4 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan) sesuai dengan Cetak Biru Transportasi Perkotaan. 5. Penyelesaian pembangunan angkutan kereta listrik di Jakarta (MRT dan monorail) NO SASARAN 1 Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi untuk mengurangi backlog maupun bottleneck kapasitas prasarana transportasi dan sarana transportasi antarmoda dan antarpulau yang terintegrasi sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda 2 Meningkatnya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan sarana dan prasarana transportasi. a. b. c. d. e. f. g. a. INDIKATOR Kondisi mantap jalan nasional menjadi 90 persen; Kecepatan rata-rata kendaraan menjadi 60 km/jam di jalan nasional; Pangsa angkutan laut domestik menjadi 100 persen dan angkutan ekspor impor menjadi 15 persen; Pangsa angkutan ka barang menjadi 7 persen dan angkutan penumpang 23 persen; Pertumbuhan penumpang angkutan udara dalam negeri menjadi 9,78 persen/tahun dan angkutan udara luar negeri menjadi 12,3 persen/tahun; Meningkatnya pangsa pengguna moda transportasi umum di perkotaan; Meningkatnya keterpaduan transportasi dengan tata ruang.

3

4 5

Meningkatnya keselamatan masyarakat terhadap pelayanan sarana dan prasarana transportasi. Restrukturisasi kelembagaan Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada transportasi

Terbangunnya sistem jaringan transportasi perkotaan dan perdesaan di wilayah terpencil, pedalaman, perbatasan dan pulau terdepan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat; b. Meningkatnya pelayanan perintis untuk wilayah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan terisolir; c. Tersedianya pelayanan transportasi bagi masyarakat berpendapatan rendah melalui skema pso; d. Meningkatnya keterjangkauan terhadap jasa transportasi bagi golongan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik, berpendapatan rendah, dan lanjut usia. Menurunnya tingkat kecelakaan transportasi pada tahun 2014 menjadi lebih kecil 50 persen dari kondisi eksisting tahun 2009 Terwujudnya aturan pelaksanaan yang mengatur pemisahan secara jelas antara regulator, pemilik, dan operator dalam penyelenggaraan pelayanan transportasi a. Berkurangnya emisi kendaraan bermotor; b. Terbangunnya pelabuhan dan bandar udara yang ramah ligkungan (eco port dan eco airport) c. Terbangunnya transportasi umum massal di perkotaan; d. Penggunaan energi yang ramah lingkungan; e. Berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi di kota-kota besar.

20

1. Pembangunan 685.000 rumah sehat bersubsidi 2. Pembangunan 180 Rusunami dan 650 twin blok berikut fasilitas pendukung kawasan permukiman yang dapat menampung 836.000 keluarga yang kurang mampu

NO 1

SEKTOR Perumahan

2

Air Minum

3

Air Limbah

4 5

Persampahan Drainase

SASARAN Tersedianya akses bagi masyarakat terhadap perumahan baik perumahan baru maupun peningkatan kualitas perumahan dan lingkungan permukiman serta kepastian hukum bagi 5,6 juta rumah tangga Tersedianya akses air minum bagi 70 persen penduduk pada akhir tahun 2014, dengan perincian akses air minum perpipaan 32 persen dan akses air minum non-perpipaan terlindungi 38 persen. Terwujudnya kondisi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) hingga akhir tahun 2014, yang ditandai dengan tersedianya akses terhadap sistem pengelolaan air limbah terpusat (off-site) bagi 10 persen total penduduk, baik melalui sistem pengelolaan air limbah terpusat skala kota sebesar 5 persen maupun sistem pengelolaan air limbah terpusat skala komunal sebesar 5 persen serta penyediaan akses dan peningkatan kualitas terhadap sistem pengelolaan air limbah setempat (on-site) yang layak bagi 90 persen total penduduk. Tersedianya akses terhadap pengelolaan sampah bagi 80 persen rumah tangga di daerah perkotaan. Menurunnya luas genangan sebesar 22.500 Ha di 100 kawasan strategis perkotaan

21

1. Penuntasan pembangunan jaringan serat optik di Indonesia Bagian Timur 2. Maksimalisasi tersedianya akses komunikasi data dan suara bagi seluruh rakyat.
NO 1. SASARAN Tersedianya akses komunikasi dan informatika yang merata di seluruh Indonesia (mengecilnya kesenjangan digital) Tersedianya sarana, prasarana, dan layanan komunikasi dan informatika di seluruh desa, daerah perbatasan negara, pulau terluar, daerah terpencil, dan wilayah non komersial lain untuk mengurangi daerah blank spot Tersedianya akses dan layanan komunikasi dan informatika yang modern INDIKATOR DAN TARGET PENCAPAIAN TAHUN 2014 Jumlah provinsi yang memiliki indeks kesiapan kompetisi (competition readiness index) baik: sekurang-kurangnya 49 persen dari total jumlah provinsi di seluruh mempunyai indeks tinggi dan 51 persen dengan indeks menengah. a. b.
c.

2.

Jangkauan layanan pos universal mencapai 100 persen di wilayah PSO; Jangkauan layanan akses telekomunikasi universal dan internet mencapai 100 persen di Wilayah USO; serta Jangkauan siaran TVRI dan RRI terhadap populasi masing-masing mencapai 88 persen.
Tingkat penetrasi pengguna internet sekurang-kurangnya 50 persen; Tingkat penetrasi pengguna layanan broadband sekurang-kurangnya 30 persen; Tingkat penetrasi siaran TV digital terhadap populasi sekurang-kurangnya 35 persen; Jaringan backbone serat optik telekomunikasi yang menghubungkan antarpulau besar mencapai 100 persen; Jumlah ibukota kabupaten/kota yang dilayani jaringan broadband mencapai 75 persen dari total ibukota kabupaten/kota.

3.

a. b. c. d. e.

4. 5.

6.

Tercapainya tingkat e-literasi Tingkat e-literasi 50% masyarakat Indonesia Tersedianya informasi dan layanan a. Nilai rata-rata e-government instansi pemerintah sekurang-kurangnya menjadi publik yang dapat diakses secara baik; online b. Jumlah aparatur pemerintah yang paham TIK menjadi 80 persen; c. Prosentase jumlah e-provinsi yang merupakan muara sistem elektronik kabupaten/kota di masing-masing provinsi mencapai 100 persen; d. Tersedianya layanan publik yang dapat diakses secara online sekurangkurangnya untuk layanan kependudukan (e-citizen), perizinan (e-licensing), dan pengadaan (e-procurement). Berkembangnya industri a. Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi dalam negeri mencapai 30 (manufaktur) penunjang TIK persen; dan b. Prosentase TKDN set top box TV digital sekurang-kurangnya mencapai 50 persen.

22

SASARAN

TARGET CAPAIAN (OUTCOME)
• Persentase jaminan pasokan Bahan Baku dan Bahan Bakar Migas (70%) • Peningkatan kapasitas dalam negeri (akumulasi sampai dengan tahun 2014): • Kilang minyak (MBCD) : 5.969 • Kilang LPG (juta ton) : 13,55 • Kilang LNG (MMTPA) : 214,5 • Pembangunan jaringan gas kota untuk 80.000 sambungan rumah sampai dengan tahun 2014

Peningkatan kapasitas dan kualitas sarana dan prasarana gas bumi untuk menjaga kehandalan pasokan BBM dan gas bumi ke seluruh pelosok tanah air melalui pembangunan fasilitas processing (kilang), fasilitas transmisi dan distribusi pipa (gas bumi dan BBM).

23

SASARAN
•Tercapainya komposisi bauran energi yang sehat dengan menurunnya persentase pemanfaatan energi fosil dan meningkatnya persentase energi baru terbarukan •Pengembangan produksi dan pemanfaatan bahan bakar lain: bahan bakar nabati, batubara dicairkan, GTL (Gas To Liquid), DME (dimethyl eter) dll; • Pelaksanaan Desa Mandiri Energi (DME)

TARGET CAPAIAN (OUTCOME)
• Persentase pemanfaatan minyak bumi dan energi alternatif termasuk di dalamnya panas bumi, nuklir, dan EBT. Peranan minyak bumi menurun dari 42,6% pada thaun 2010 menjadi 38,1% pada tahun 2014. • % pemanfaatan EBT dari bauran energi nasional menjadi 14,1%. • Pembangunan pembangkit EBT yaitu: • PLTMH (MW) : 7911 • PLTS (MWp) : 25.520 • PLT Bayu (MW) : 2 • PLT Biomassa (MW): 9,18 • PLT dengan EBT lainnya (MW) : 51,2 • Jumlah DME pada tahun 2010 sebanyak 350 desa menjadi 500 desa pada tahun 2014. • Semakin rendahnya elastisitas energi, yaitu 1,64 pada tahun 2010 menjadi 1,48 pada 2014 • Penyelenggaraan audit energi untuk gedung dan industri sebanyak 950 obyek (akumulasi sampai dengan tahun 2014).

memasyarakatkan efisiensi energi pada seluruh tahap pemanfaatan, mulai dari penyediaan sumber daya energi sampai pada pemanfaatan akhir guna menjamin ketahanan energi (energy security) di masa mendatang;

SASARAN
Meningkatnya kapasitas dan kualitas ketenagalistrikan

TARGET CAPAIAN (OUTCOME)
• Tercapainya pemenuhan kebutuhan kapasitas dengan penambahan 30.855 MW; • Berkurangnya susut jaringan menjadi di bawah 10,0 persen; • Rekomendasi pembinaan dan pengawasan pada PKUK dan PIUKU (buah) : 60 • Penerapan standardisasi (SNI) : 50 buah • Rasio elektrifikasi meningkat dari 67,2 % di tahun 2010 menjadi 76,84 % di tahun 2014 • Meningkatnya rasio desa berlistrik 94,5 % di tahun 2010 menjadi 98,9 % di tahun 2014 • Pangsa energi primer untuk pembangkit tenaga listrikBatubara sebesar 64%, BBM sebesar 2 %, Panas bumi 10 %, Gas sebesar 18%, dan Hidro sebesar 6% • Sertifikasi kompetensi bidang listrik sebanyak 3100 buah sampai dengan tahun 2014 • Tingkat Komponen Dalam Negeri menjadi 80% pada tahun 2014
25

Meningkatnya jangkauan pelayanan ketenagalistrikan

Tercapainya bauran energi (energy mix) primer untuk penyediaan tenaga listrik Berkembangnya Iptek dan SDM nasional yang mendukung industri ketenagalistrikan

 Menjamin ketersediaan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan, yang difokuskan pada peningkatan pelayanan sarana dan prasarana sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM).  Menjamin kelancaran distribusi barang, jasa, dan informasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional, yang difokuskan untuk: (i) mendukung peningkatan daya saing sektor riil dan (ii) meningkatkan kerjasama pemerintah dan swasta (KPS).
27

MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM
1. Peningkatan cakupan dan kualitas layanan air baku secara optimal,

berkelanjutan, adil dan merata;

Target Peningkatan Cakupan dan Layanan Air Baku 2010-2014
43,4 m3/det

2. Peningkatan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan dan

keterpaduan dalam pengembangan serta pengelolaan sumber daya air; dan serta informasi dalam rangka pengelolaan sumber daya air secara terpadu, efektif, efisien dan berkelanjutan.

12,66 m3/det Capaian 2005-2009 Target 2010-2014

3. Peningkatan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap data

Pembangunan Unit Air Baku

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL...1)
1. Peningkatan layanan jaringan irigasi/rawa untuk

mendukung ketahanan pangan nasional;

Target Peningkatan Cakupan, Kualitas dan Layanan Jaringan Irigasi/Rawa 2010-2014
2,315 2,092 1,495 1,340 1,015 522 129 Peningkatan Jar. Irigasi (ribu ha) Rehabilitasi Jar. Irigasi (ribu ha) OP Jar. Irigasi (ribu ha) Peningkatan / rehab. Jar. Rawa (ribu ha) OP Jar. Rawa (ribu ha) 460

1,200 638

Capaian 2005-2009

Target 2010-2014

28

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL...2)

Target Peningkatan dan Pelestarian Ketersediaan Air 2010-2014
443
158 11 12 Pembangunan embung (buah) O & P waduk (buah) 182

2.

Peningkatan dan pelestarian sumber-sumber air untuk menjaga kuantitas dan kualitas pasokan air;
Pembangunan waduk (buah)

119

Capaian 2005-2009

Target 2010-2014

3.

Pengendalian dan pengurangan dampak banjir dan tanah longsor secara struktural dan non struktural, terutama pada wilayah berpenduduk padat, wilayah strategis dan pusat-pusat perekenomian; serta

Target Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai 2010-2014
148.67

80.00

4.

Pengamanan pantai dari abrasi dan erosi, terutama pada wilayah berpenduduk padat, wilayah strategis, daerah pariwisata dan pusat-pusat perekenomian serta pada pulau-pulau terdepan demi menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

48.66
12.81

Pembangunan Pengamanan Pantai (km) Capaian 2005-2009

Daerah yang terlindungi dari Banjir (ribu) Target 2010-2014

29

MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM
      Meningkatnya kualitas penyusunan perencanaan pengaliran luapan lumpur ke Kali Porong Terlaksananya pengaliran luapan lumpur ke Kali Porong Meningkatnya kemampuan penyediaan data dan informasi fenomena geologi dan penanganan bencana geologi. Meningkatnya kualitas penyusunan rencana di bidang sosial kemasyarakatan Terselenggaranya bantuan sosial kemasyarakatan warga terdampak akibat semburan dan luapan lumpur Sidoarjo Terlaksananya perlindungan sosial terhadap warga terdampak akibat semburan dan luapan lumpur Sidoarjo

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL
 Meningkatkan kualitas penyusunan rencana penanganan infrastruktur dan relokasi infrastruktur  Meningkatnya pengelolaan dan pengawasan pembangunan/pemeliharaan penanganan infrastruktur akibat luapan lumpur Sidoarjo  Meningkatnya pengelolaan dan pengawasan pembangunan/ pemeliharaan penanganan infrastruktur pengganti akibat luapan lumpur Sidoarjo

30

MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi; Memberikan pelayanan transportasi minimal yang memadai dan merata; Pengembangan sarana dan prasarana transportasi perdesaan; Pemberian subsidi transportasi dan PSO angkutan; Mengurangi backlog pemeliharaan prasarana dan sarana transportasi; Meningkatkan kondisi pelayanan prasarana jalan sesuai dengan SPM; Meningkatkan profesionalisme SDM transportasi; Mendukung pengembangan transportasi yang berkelanjutan; Pembenahan manajemen transportasi umum perkotaan; Meningkatkan kemampuan dan kecepatan tindak awal pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan dan bencana.

TARGET

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL
1. 2. 3.

4. 5.

6. 7. 8. 9.

Pengembangan outlet-outlet pelabuhan dan sarana pendukungnya; Pengembangan sistem informasi muatan barang (cargo information system) serta pengembangan armada pelayaran nasional; Pengembangan sarana dan prasarana penghubung antar pulau dan antarmoda sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda; Penerapan mekanisme unbundling guna mempercepat pembangunan sarana dan prasarana transportasi; Mengembangkan transportasi umum massal perkotaan berbasis rel di wilayah metropolitan dan berbasis bis di wilayah perkotaan sesuai dengan cetak biru transportasi perkotaan; Meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan transportasi mendukung pariwisata, sentra-sentra produksi pertanian dan industri; Penegakan hukum, deregulasi pungutan dan retribusi di jalan, penataan jaringan dan ijin trayek; Meningkatkan pelayanan pada koridor jenuh dan kesinambungan dengan transportasi sungai dan danau serta antarpulau (point to point); Memenuhi perkembangan teknologi dan ketentuan internasional.

• Kondisi jalan nasional mantap 90% dan tidak ada rusak ringan dan rusak berat; • Kecepatan rata-rata 60 km/jam kendaraan di jalan nasional • Pangsa angkutan laut domestik 100% dan angkutan ekspor impor 15%; • Pangsa angkutan KA barang 7 % dan penumpang 23% • Pertumbuhan penumpang angkutan udara DN 9,78 %/th dan LN 12,3%/th;
31

MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM 1. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak dan terjangkau, melalui:
• • • • • • •

2.Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan air minum

Meningkatkan penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR); Meningkatkan aksesibilitas masyarakat berpenghasilan menengah-bawah terhadap hunian layak dan terjangkau; Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman; Meningkatkan jaminan kepastian hukum dalam bermukim (secure tenure); Meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan bangunan gedung; Meningkatkan kualitas perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman Memantapkan pasar primer dan pembiayaan sekunder perumahan yang didukung oleh sumber pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan;

TARGET
Sasaran Penyediaan rumahlayak dan terjangkau Akses air minum perpipaan 2014 5,6 juta unit 32%

dan sanitasi yang memadai, melalui:
• • • • • • • • • •

Menyediakan perangkat peraturan di tingkat Pusat dan/atau Daerah untuk mendukung pelayanan air minum, air limbah dan persampahan; Memastikan ketersediaan air baku air minum; Meningkatkan prioritas pembangunan prasarana dan sarana permukiman (air minum dan sanitasi); Meningkatkan kinerja manajemen penyelenggaraan air minum, penanganan air limbah, dan pengelolaan persampahan; Meningkatkan sistem perencanaan pembangunan air minum dan sanitasi Meningkatkan cakupan pelayanan air minum dan air limbah, persampahan dan drainase; Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); Mengembangkan alternatif sumber pendanaan bagi pembangunan air minum, air limbah dan persampahan; Meningkatkan keterlibatan masyarakat dan swasta dalam pengelolaan persampahan; Mengurangi volume air limpasan;

Akses air minum non perpipaan 38%

Akses air limbah terpusat Akses air limbah setempat

5% 95%

Sampah terangkut perkotaan 80%

32

TARGET MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM
1.

Sasaran Mengurangi digital divide

2010

2014

2.

Pemerataan sarana dan prasarana dan layanan informasi dan komunikasi untuk meningkatkan jangkauan dan mempertahankan keberlanjutan layanan informasi dan komunikasi di wilayah non komersial; Pemberdayaan informasi untuk menumbuhkan demand pada masyarakat dan menciptakan nilai tambah pada layanan untuk mendukung produktivitas masyarakat.

Pos universal
Jasa telekomunikasi dan internet universal (USO) Jangkauan RRI Jangkauan TVRI

94%
90% 85% 60%

100%
100% 88% 88%

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL
Restrukturisasi penyelenggaraan ke arah konvergensi; 2. Optimalisasi sumber daya (resources) dalam pengembangan sarana dan prasarana dan layanan informasi dan komunikasi; 3. Pengembangan sarana dan prasarana broadband termasuk mendorong penetrasi broadband ke perdesaan sebagai bentuk universal service; 4. Penyelenggaraan e-government ; 5. Menjamin interoperabilitas/interkoneksitas sistem, jaringan, dan layanan; 6. Mendorong kreativitas dan inovasi di bidang TIK; 7. Peningkatan kualitas sumber daya manusia TIK; 8. Mendorong e-bisnis; 9. Peningkatan koordinasi dengan para pemangku MENINGKATKAN KPS kepentingan. 1. Peningkatan peran badan usaha termasuk UKM dalam penyelenggaraan komunikasi dan informatika; 2. Peningkatan kualitas penyelenggaraan untuk mencapai sasaran nasional dan memberikan ruang berkembang bagi penyelenggara.
1.

Meningkatkan kualitas infrastruktur informasi dan komunikasi serta mengintensifkan pemanfaatan TIK untuk peningkatan produktivitas Pengguna internet 30% 50%

Layanan broadband
Jangkauan TV digital Backbonetelekomunikasi di ibukota kab/kota E-Literasi Nilai e-government E-Provinsi

5%
17% 1,4% 40% 2,6 15%

30%
35% 75% 50% 3,4 100%

Meningkatkan kemandirian industri TIK nasional TKDN set top box TV digital 30% 50%

Arah Kebijakan

ENERGI DAN KETENAGALISTRIKAN
MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM

Meningkatkan jangkauan pelayanan dengan memberikan prioritas pada pemanfaatan energi terbarukan setempat untuk daerah remote area (terpencil), tertinggal, dan terluar; 2. Memanfaatkan sebesar-besarnya tenaga kerja, barang dan jasa produksi dalam negeri.
1.

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL
1. 2. 3.

4.

5.

Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana energi dan ketenagalistrikan; Penyesuaian tarif secara bertahap dan sistematis menuju nilai keekonomiannya yang terjangkau, dan berkeadilan; Subsidi secara bertahap akan dikurangi dan diarahkan langsung kepada penerima kaum dhuafa serta dimanfaatkan untuk pengembangan energi baru terbarukan; Meningkatkan efektifitas dan efisiensi sarana dan prasarana energi, terutama upaya peningkatan diversifikasi energi, peningkatan efisiensi dan konservasi energi, pengurangan losses, peremajaan sarana dan prasarana yang kurang efisien, serta penerapan good governance pengelolaan korporat; Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan diversifikasi dan konservasi energi dalam rangka menjaga dampak lingkungan dalam pembangunan energi dan ketenagalistrikan

TARGET ENERGI • Elastisitas energi 1,44% • Pangsa energi baru terbarukan 14,1% • Peningkatan RT yang memperoleh akses gas kota 0,14% LISTRIK • Pencapaian rasio elektrifikasi 76,8% • Pencapaian rasio desa berlistrik 98,0% • Penerapan wajib SNI listrik 50 buah

a. Melanjutkan reformasi strategis kelembagaan dan peraturan perundang-undangan pada sektor dan lintas sektor yang mendorong pelaksanaan kps, b. Mempersiapkan proyek KPS secara matang sehingga dapat menekan biaya transaksi yang tidak perlu, dan c. Menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mendukung investasi dalam pembangunan dan pengoperasian proyek KPS, termasuk menyediakan dana pendukung di dalam APBN.

35

a. Membentuk jejaring dan meningkatkan kapasitas untuk mendorong perencanaan dan persiapan proyek KPS, melakukan promosi kps, peningkatan kapasitas dalam pengembangan, dan memantau pelaksanaan kps; b. membentuk fasilitas-fasilitas yang mendorong pelaksanaan proyek KPS, seperti: fasilitasi dalam penyediaan tanah dan pendanaan seperti infrastructure funds dan guarantee funds; c. mendorong terbentuknya regulator ekonomi sektoral yang adil dalam mewakili kepentingan pemerintah, badan usaha, dan konsumen; d. memfasilitasi penyelesaian sengketa pelaksanaan proyek KPS secara efisien dan mengikat e. mempersiapkan proyek KPS yang akan ditawarkan secara matang melalui proses perencanaan yang transparan dan akuntabel; f. memberi jaminan adanya sistem seleksi dan kompetisi yang adil, transparan, dan akuntabel; g. meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana daerah melalui peningkatan pengeluaran pemerintah daerah yang didukung oleh kerangka insentif yang lebih baik.

36

a. Mengidentifikasi dan merencanakan proyek-proyek yang potensial untuk dapat dikerjasamakan dengan Badan Usaha/Swasta untuk dicantumkan dalam RENSTRA. b. Memperkirakan kebutuhan alokasi pendanaan dalam menyiapkan dokumen studi kelayakan proyek , bentuk-bentuk kerjasama, proses pelelangan dan ‘financial close’. c. Mengidentifikasi atau memperkirakan besaran Dukungan Pemerintah bila dibutuhkan khususnya proyek-proyek yang kurang layak secara finasial. d. Memperkirakan Jaminan Pemerintah yang perlu diberikan menyangkut dengan pengelolaan risiko untuk dimintakan kepada Departemen Keuangan.

37

Perkiraan Kemampuan Pendanaan Infrastruktur 2010-2014 Berdasarkan Kenaikan Gradual Alokasi APBN yang Lalu
KEMENTERIAN / LEMBAGA DEP. PEKERJAAN UMUM DEP. PERHUBUNGAN (*) DEP. ESDM DEP. KOMINFO MENNEG PERUMAHAN RAKYAT BPLS TOTAL (*) Termasuk BASARNAS KEMENTERIAN / LEMBAGA DEP. PEKERJAAN UMUM DEP. PERHUBUNGAN DEP. ESDM DEP. KOMINFO MENNEG PERUMAHAN RAKYAT BPLS BASARNAS TOTAL 2010 46.666,1 14.008,9 14.984,2 2.811,07 2.395,7 1.216,0 565,7 82.648,5 2011 58.472,6 21.735,3 15.672,7 3.282,6 2.759,5 1.286,0 1.163,8 104.372,4 2012 56.208,5 23.259,6 15.757,6 3.616,5 4.199,4 1.456,0 798,6 105.296,5 2013 55.372,9 27.775,1 16.496,5 4.107,2 2.065,1 1.516,0 902,8 108.235,2 2014 52.084,1 30.984,8 17.910,0 4.432,2 2.274,8 1.737,0 1.046,8 110.469,5 Total 268.804,3 117.763,7 80.821,0 18.250,2 13.694,5 7.211,0 4.477,7 511.022,2
39

2005 3,082 5,826 3,297 279 22,484

2006 8,014 8,452 5,382 2,062 414 34,324

2007 24,213 10,468 6,458 2,459 533 44,131

2008 (APBN-P) 32,710 15,399 5,508 2,129 675 1,100 57,520

2009 (Indikatif) 34,987 16,978 6,745 2,601 964 1,194 63,470

Total 123,006 57,123 27,390 9,529 2,585 2,294 221,929

SEKTOR SARANA DAN PRASARANA Departemen PU Ditjen Sumber Daya Air Ditjen Bina Marga Ditjen Cipta Karya Lainnya Kementrian Negara Perumahan Rakyat Departemen Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat Ditjen Perhubungan Kereta Api Ditjen Perhubungan Laut Ditjen Perhubungan Udara Lainnya Departemen ESDM Departemen Kominfo Basarnas BPLS

PUBLIC RUPIAH 426.513,5 205.626,2 39.355,1 120.334,9 35.500,2 10.435,9 13.694,5 98.113,8 11.401,0 19.992,5 28.044,7 19.135,6 19.540,0 80.821,0 17.420,0 4.052,7 7.210,8 PHLN 84.508,8 63.178,1 20.594,4 28.084,0 14.499,8 0,0 0,0 19.650,0 450,0 13.800,0 5.000,0 400,0 0,0 0,0 830,2 425,0 0,0 TOTAL 511.022,3 268.804,3 59.949,5 148.418,9 50.000,0 10.435,9 13.694,5 117.763,8 11.851,0 33.792,5 33.044,7 19.535,6 19.540,0 80.821,0 18.250,2 4.477,7 7.210,8

PRIVATE 407.110,3 209.173,0 0,0**) 201.438,0 7.735,0 0,0 0,0 150.987,3 1.228,0 133.935,0 5.455,5 10.368,8 0,0 46.950,0 0,0 0,0 0,0

TOTAL 918.132,6 477.977,3 59.949,5 349.856,9 57.735,0 10.435,9 13.694,5 268.751,1 13.079,0 167.727,5 38.500,2 29.904,4 19.540,0 127.771,0 18.250,2 4.477,7 7.210,8

*) Tidak termasuk pendanaan dari pemerintah daerah, swasta, dan BUMN **) Terdapat potensial proyek PPP sebesar Rp 340 miliar yang ditempatkan pada kelompok Air Baku dibawah Perumahan dan Permukiman (Ditjen Cipta Karya). Saat ini juga sedang dilakukan proses poyek PPP Water Conveyance di Banten (Karian) dan Lampung. 40

NO 1

KEMENTERIAN/SEKTOR KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 1.1 DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta 1.2 DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 2.1 DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta 2.2 DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta 2.3 DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta 2.4 DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3.1 INFRASTRUKTUR ENERGI DAN KETENAGALISTRIKAN a. Dukungan Pemerintah b. Investasi Swasta TOTAL INVESTASI SKEMA KPS TOTAL DUKUNGAN PEMERINTAH* TOTAL INVESTASI SWASTA

KEBUTUHAN INVESTASI KPS 2010 2014 10.000,0 199.173,0 3.000,0 7.000,0 2.320,5 5.414,5 57.431,4 134.006,6 150.987,3 368,4 859,6 40.180,5 93.754,5

TOTAL 209.173,0 2.320,5 5.414,5 60.431,4 141.006,6 150.987,3 368,4 859,6 40.180,5 93.754,5

2

10.000,0 3.000,0 7.000,0

1.636,7 3.818,9
3.110,6 7.258,2 46.950,0 14.085,0 32.865,0 397.110,3 119.133,1 277.977,2

1.636,7 3.818,9
3.110,6 7.258,2 46.950,0 14.085,0 32.865,0 407.110,3 122.133,1 284.977,2

3

* Termasuk pengadaan tanah

No
1 2

Kegiatan
Sosialisasi RPJMN 2010-2014 bidang Sarana dan Prasarana Launching PHLN Jangka Menengah 2010-2014

Tanggal
27 Jan 2010 4 Feb 2010

Instansi Pelaksana
Bappenas Bappenas

3

Kelengkapan Dokumen PHLN: • Project Digest • Readiness Criteria
Menyampaikan Kelengkapan Dokumen PHLN ke Bappenas Penilaian Kelayakan PHLN BLUE BOOK 2010-2014 FINAL

6- 19 Feb 2010 Kementerian/ Lembaga
20 Feb 2010 21 Feb – 5 Maret 2010 Kementerian/ Lembaga Bappenas

4 5 6

13 Maret 2010 BAPENAS

42 42

1. Menyempurnakan konsep DAK dalam rangka memperjelas kedudukan, peran dan misi DAK untuk meningkatkan upaya pencapaian sasaran prioritas nasional; 2. Meningkatkan secara bertahap pagu nasional DAK agar lebih optimal untuk mendukung pencapaian prioritas nasional serta transformasi dari dana K/L yang digunakan untuk mendanai urusan daerah; 3. Mendukung program yang menjadi prioritas nasional dalam RPJMN 2010-2014 sesuai kerangka pengeluaran jangka menengah dan penganggaran berbasis kinerja (performance based budgeting); 4. Diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang memiliki kemampuan keuangan relatif rendah dalam membiayai pelayanan publik sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM); 5. Meningkatkan kualitas perencanaan melalui penajaman indikator kinerja, dan penyediaan data teknis yang akurat; 6. Meningkatkan koordinasi pengelolaan DAK secara utuh dan terpadu di pusat dan daerah, meningkatkan sinkronisasi kegiatan DAKdengan kegiatan lain yang didanai APBN dan APBD, serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan DAK di daerah.
44

1. Infrastruktur Jalan
2. Infrastruktur Irigasi 3. Infrastruktur Air Minum 4. Infrastruktur Sanitasi 5. Perumahan 6. Listrik Perdesaan dan Energi Baru dan Terbarukan

7. Sarana dan Prasarana Perdesaan
8. Fasilitas Keselamatan Transportasi Jalan
45

Infrastruktur Jalan mempertahankan tingkat pelayanan prasarana jalan provinsi/kabupaten/kota dan meningkatkan integrasi fungsi jaringan jalan, dalam rangka memperlancar distribusi penumpang, barang, dan jasa, terutama untuk meningkatkan akses-akses ke daerah potensial seperti pertanian, industri, dan pariwisata, membuka daerah terisolasi dan terpencil, serta mendukung pengembangan kawasan perbatasan sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional

Infrastruktur Irigasi mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana sistem jaringan irigasi termasuk jaringan reklamasi rawa dan jaringan irigasi desa yang menjadi urusan provinsi/kabupaten/kota khususnya di daerah lumbung pangan nasional dan daerah tertinggal dalam rangkamendukung program ketahanan pangan.
Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan air minum dan pelayanan penyehatan lingkungan (air limbah, persampahan, dan drainase) dan memberikan akses pelayanan sistem penyediaan air minum dan sanitasi kepada masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan dan kawasan kumuh perkotaan termasuk daerah pesisir dan permukiman nelayan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
46

Sarana dan Prasarana Perdesaan meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan prasarana dan sarana dasar untuk memperlancar arus angkutan penumpang, bahan pokok, dan produk pertanian lainnya dari daerah pusat-pusat produksi di perdesaan ke daerah pemasaran Fasilitas Keselamatan Transportasi Jalan meningkatkan kualitas pelayanan terutama keselamatan bagi pengguna transportasi jalan guna menurunkan tingkat kecelakaan pada lalu lintas angkutan jalan khususnya pada jalan kabupaten/kota dalam rangka melaksanakan rencana aksi“road map to zero accident” dengan fokus pada jalan provinsi karena mempunyai volume lalu lintas dan potensi tingkat kecelakaan yang relatif lebih besar dibandingkan jalan kabupaten/kota. Infrastruktur Energi dan Ketenagalistrikan Meningkatkan rasio elektrifikasi dan aksesibilitas terhadapkelistrikan dan Energi baru terbarukan. Untuk Energi baru terbarukan terutama untuk wilayah yang tidak dapat dilayani oleh PLN dan dalam rangka ikut mensukseskan program menurunkan emisi gas rumah kaca. Perumahan dan Permukiman Meningkatkan tersedianya rumah yang layak huni dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Menengah dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBM/R) di dalam kawasan perumahan dan permukiman yang didukung oleh prasarana dan sarana serta utilitas yang memadai.
47

Terima Kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->