Anda di halaman 1dari 11

DINAMIKA KEHIDUPAN MANUSIA

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Turstruktur Dalam Mata Kuliah Bimbingan Dan Konseling Agama Islam

OLEH : KELOMPOK III

Ismail Hasan Ola Oktavia

:2609.008 :2609011

Dosen pembimbing Irman S.Ag.,M.Pd

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) BUKITTINGGI 2010

KATA PENGANTAR

Tiada kata seindah ucapan syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya lah makalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Salawat dan salam marilah kita doakan kepada Allah agar disampaikan kepada pautan hati umat islam sedunia, yakninya Nabi Besar Muhammad SAW, karena beliau telah bersusah payah membawa umat manusia dari alam baladah ke alam fathanah sebagaimana yang dapat kita rasakan pada saat sekarang ini. Dengan adanya makalah Dinamika Kehidupan Manusia ini kami sebagai pemakalah mengucapkan terimakasih kepada bapak Irman S.Ag, MPd sebagai dosen pembimbing dalam mata kuliah BKAI, yang telah memberikan motivasi yang sangat berharga dalam penyusunan makalah ini. Pemakalah menyadari bahwa makalah ini banyak memiliki kekurangan, untuk itu kami sebagai pemakalah mengharapkan kritik dan saran positif peserta diskusi demi kesempurnaan makalah ini.

Bukittinggi, 27 Oktober 2010

PEMAKALAH

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................ i DAFTAR ISI ........................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang ............................................................................................... iii 1.2 Tujuan Penulisan ........................................................................................... iii 1.3 Batasan masalah .......................................................................................... iii

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dinamika kehidupan manusia .................................................... 1 2.2 Terjainya dinamika kehidupan manusia ...................................................... 1 2.3 Penyebab timbulnya masalah pada manusia menurut islam ...................... 3

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan .................................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang


Membahas tentang manusia memang suatu tema yang tidak pernah habis. Karena manusia dengan segala anugerah dan potensi yang diveri oleh tuhan, selalu menarik untuk dikaji, baik dari egi fisiologis, psikologis dan lain-lain. Dan pada kesempatan kali ini, kami sebagai penulis akan membahas tentang dinamika kehidupan manusia. Dimulai dari siapa manusia itu, bagaimana dinamika kehidupannya dan penyebab timbulnya permasalahan pada diri manusia.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah yang pertama sebagai salah satu syarat dalam memenuhi tugas mata kuliah bimbingan dan konseling islam, selanjutnya agar kita dapat memahami tentang dinamika kehidupan manusia serta apa saja yang menyebabkan manusia itu bermasalah.

1.3 Batasan masalah


Pada makalah yang masih jauh dari kesempurnaan ini, kami mencoba mengkajinya :
Pengertian dinamika kehidupan manusia Terjadinya dinamika dalam kehidupan manusia Penyebab timbulnya masalah menurut islam

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Dinamika Dalam Kehidupan Manusia 1. Pengertian Manusia Ada 4 kata dalam Al-Quran yang daat diartikan sebagai manusia : basyar, annas, al insan, dan adam. Pertama basyar : gambaran manusia secara materi yang dapat dilihat, memakan sesuatau, dapat berjalan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kata-kata ini terdapat sebanyak 35 kali dalam al-quran. QS. Al-Kahfi 110:

Artinya : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." Kedua annas : menunjukkan pada jenis keturunan nabi adam. Ketiga al-insan : makhluk mukallah pengemban amanah allah dan khalifah dimuka bumi. Keempat adam : makhluk yang berpikir.1
2. Dinamika kehidupan manusia Dinamika adalah sesuatauyang mengandung arti tenaga, kekuatan, selalu bergerak, berkembang.2 Dinamika merupakan lawan dari kata stati, yang berarti diam, tetap. Manusia sebagai makhluk yang berpikir akan selalu mengalami perkembangan-perkembangan dalam hidupnya. Karena manusia telah diberi anugerah yang luar biasa oleh allah SWT yang tidak Ia berikan kecuali pada manusia, yaitu hati dan pikiran. Daengan anugerah tersebut, hal yang tidak terpikirkan oleh orang sebelumnya bisa saja mungkin terjadi. Sebagai contoh, dizaman sekarang ini, informasi, waktu, ruang dan jarak tidak lagi menjadi sesuatau yang langka/ sulit umtuk dilakukan. Zaman dahulu orang pergi mene,puh ibadah haji dengan menempuh perjalanan selama satu bualan atau lebih tapi kerena pikiran manusia, sekarang bisa dengan waktu sebentar. 2.2 Terjadinya Dinamika Kehidupan Manusia Dalam menjalani dinamika kehidupan, manusia tidak boleh lupa terhadap peranannya sebagai makhluk mukallaf dan sebagai khalifah dimuka bumi. Mereka harusnya menyadari akan perannya tersebut sehingga kehidupan manusia akan memberikan kemashalatan- kemashalatan baik untuk diri pribadi, masyarakat atau lingkugan. Dengan demikian kehidupan akan berjalan lancar. Sebagaiman firman allah QS.Albaqarah 30

1 2

Mobarok, zaky. Akidah islam.1997.UII. Press.yogyakarta www.jokosusilo.com. Mengatasi masalah dengan optimal kekuatan diri.

Artinya :Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Dalam menjalankan kehidupannya kita dapat melihat dimensi-dimensi kehidupan manusia : 1. Dimensi Keindividualan Lysen mengartikan individu sebagai orang seorang , sesuatuyang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi ( in vide). ( lysen, individu dan masyarakat :4) manusia sebagai makhluk individu mempunyai jiwa dan raga yang perkembangannya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kedua unsur tersebut merupakan monodualis, yang selalu berkembang kearah yang lebih baik dan sempurna. 2. Dimensi Kesosialan Sebagai makhluk sosial, makhluk yang bermasyarakat yang senag berkumpul dan berkelompok, saling membutuhkan satu dengan yang lain. Sifat sosialitas menjadi dasar dan tujuan dari kehidupan yang sewajarnya. Setiap manusia pasti terlibat dalam sosial setiap waktu, yang dimaksud dengan interaksi adalah hubungan antara dua atau lebih orang dimana tingkah lakuindividu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki tingkah laku individu yang lain. Sebagai makhluk sosial, mereka saling membutuhkan, membantu dan salaing melengkapi. Manusia akan selalu berinteraksi dengan manusia lain untuk mencapai tujuan hidupnya, dan interaksi tersebut merupakan wadah untuk pertumbuhan dan erkembangan kepribadiaannya.3 3. Dimensi Kesusilaan Pengertian susila dapat diartikan sebagai kepantasan yang tinggi. Dalam masyarakat yang menyangkut kemasyarakatan yang menyangkut kesusilaan terkait dengan etika dan etiket. Jika etika dilanggar maka ada orang lain yang dirugikan. Sedangkan jika etiket dilanggar hanya ada orang yang merasa tidak senang. Masalah etika maka akan selalu berhubungan dengan nilai-nilai. Nilai adalah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna kebaikan, keleluhuran, kemuliaan dan sebagainya. Pada hakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan nilai susila dan melaksanakannya. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan manusia bila memiliki nilai, menghayati dan melaksanakan nilai tersebut. 4. Dimensi Keberagamaan Pad hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Pandangan martin buber bahwa manusia adalah makhluk tuhan dan sekaligus mengandung kemnugkinan baik dan jahat adalah sesuai dengan pandangan manusia sebagai makhluk tuhan.

Atang,abdulhakim.metodologi studi islam.1999.rosda.Bandung

Menurut agama islam pendidikanlah yang menyebabkan seseorang menjadi yahudi, nasrani dan majusi. Dalam agama islam ikemukakan bahwa setiap anak dilahirkan bersih, suci, orng tuanyalah yang akan menjadikannya yahudi, nasrani dan majusi. Agama adalah sandaran vertikal bagi manusia. Manusia dapat memahami kehidupan melalui proses pendidikan agama.4 2.3 Penyebab manusia bermasalah menurut islam 1. Manusia adalah amat dhalim dan amat bodoh, sebagaimana firman allah dalam QS. Al-ahzab 72

Artinya : Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh Manusia itu suka menganiaya diri sendiri, dalam arti menpunyai sikap yang suka membangkang dan tak mau taat dan tunduk terhadap ajaran agama sehingga merugikan dirinya.daftar Manusia jug atelah diberi amanah oleh allah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam kehidupan nyata tapi mereka berkhianat terhadap amanah tersebut dan tidak mau melaksanakannya dengan baik sehingga menimbulkan mala petaka kepada dirinya, masyarakt dan lingkungan. Jika manusia mampu menjaga amanah yang diberikan allah maka mereka akan terjauh dari segalamasalah baik masalah dengan dirinya, masyarakat dan lingkungan. Sebagaimana firman allah QS. Al-baqarah 11 :

Artinya : Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."5 [24] kerusakan yang mereka buat dimuka bumi bukan berarti kerusakan benda tapi menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi orang-orang islam.
[24]

2. Manusia adlah makhluk yang banyak membantah dan menentang ajaran agama,sebagaimana firman allah QS. Al- kahfi 54 :

Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. Manusia telah diberi alat-alat potensial, seperti : panca indra, akal pikiran dan lainnya tapi digunakan untuk membantah dan menentang ajaran tuhannya. Jika manusia mampu memanfaatkan potensinya dengan seoptimal mungkin, maka kebahagiaan akan datang kepada manusia itu baik dunia dan akhirat.

Tirtaharja,umar dan lasula,1994.pengantar pendidikan.jakarta.penerbit rineka cipta dan departemen pendidikan dan kebudayaan. 5 Al- quranul karim

3. Manusia itu bersifat tergesa-gesa,sebagaimana firman allah QS al-isra 11

Artinya : Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. Manusia suka menuntut suatu kebaikan dan keuntungan apa saja dengan segera dan suka mengambil jalan pints dalam meraih sesuatu atas dorongan hawa nafsunya. Dalam mencapai tujuan, terkadang manusia tidak sabar dalam menuntut suatu keinginannya dan semua itu mereka lakukan tanpa pikiran yang panjang sehingga menimbulkan masalah-masalah. Jika mereka mampu untuk berusaha keras dan bersabar maka masalah akan menjauhinya. 4. Manusia adlah makhluk yang mudah lupa dan banyak salah,manusia disebut dengan kata nisyan yang berarti lali atau lupa. Sipaf ini mestinya diakui oleh manusia, agar dirinya tidak bersikap angkuhn dan sombong. Sebagaimana hadist nabi SAW : setiap manusia itu banyak salah dan sebaik baik orang yang bnyak salah itu adalah orang yang sering bertaubat kepada allah. ( HR tarmidzi dan Ibnu majah ) 5. Manusia itu sering mengingkari nikmat allah sebagaimana firman allah QS. al-hajj 66:

Artinya : Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat. Manusia telah diberi bermacam-macam nikmat oleh allah agar disyukuri, dalam arti dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin. Allah telah menberi kita indra yang dengannya kita mampu untuk memikirkan sesuatu yang diberikan allah, tapi banyak manusia lupa denan hal tersebut. 6. Manusia itu mudah gelisah dan banyak keluh kesah serta sangat kikir,QS. Al-maarij 19-21 :

Artinya : Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.6 7. Manusia adalah makhluk yang lemah, itdak mempunyai daya dan kekuatan sendiri, melainkan hanya allah yang memberikan kekuatan itu, sebagaimana firman allah QS. An-nisa 28 dan QS. Al- kahfi 39 :

Muhaimin.paradigma pendidikan islam.bandung

Artinya : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu[286], dan manusia dijadikan bersifat lemah.

Artinya : Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, Oleh sebab itu, sepantasnyalah bagi manusia untuk tidak sombong, baik karena kekayaan, jabatan, ilmu dan lain-lain.karena jika manusia menunjukkan kesombongannya, bisa berakibat pada masalah-masalah. Hal tersebut bisa kita mengambil pelajran dari kisah-kisah terdahulu.

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Dalam menjalani hidup, manusia akan mengalami dinamika-dinamika kehidupan sehingga tidak jarang dalam menjalani kehidupan manusia sering menemui masalah maasalah. Oleh sebab itu manusia itu haarus menyadari perannya yang telah diamanahkan oleh Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA al-quranulkarim atang,abdulhakim.metodologi studi islam.1999.rosda.bandung muhaimin.paradigma pendidikan islam.bandung mubarok,zaky.akidah silam.1997.UII.press.Yogyakarta tirtaharja,umar dan la sula,1994. Pengantar pendidikan.jakarta.penerbit rhineka cipta dan departemen pendidikan dan kebudayaan. ( internet ) www.jokosusilo.com.