Anda di halaman 1dari 23

PRAKTIKUM VIII

Topik Tujuan

: Akar dan Modifikasinya : 1. Mengenal tipe-tipe akar dan bentuk-bentuknya 2. Modifikasinya dari akar pada beberapa tumbuhan.

Hari/tanggal Tempat

: Selasa / 4 Mei 2010 : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

I.

ALAT DAN BAHAN A. Alat : 1. Baki/nampan 2. Lup 3. Pisau/cutter 4. Alat tulis B. Bahan-bahan : 1. Akar Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) 2. Akar Lombok (Capsicum sp.) 3. Akar Terong (Solanum sp.) 4. Akar Wortel (Daucus carota L.) 5. Akar Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.) 6. Akar Singkong (Manihot Utillisima Burm. F.) 7. Akar Laos (Alpinia galanga) 8. Akar Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris) 9. Akar Padi (Oryza sativa L.) 10. Akar Benalu (Loranthus sp.) 11. Akar Tanaman Sirih (Piper betle L.)

II.

CARA KERJA 1. Mengamati bagian-bagian akar : leher akar, ujung akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, tudung akar. 2. Mengamati tipe perakaran : serabut, tunggang. 3. Mengamati bentuk modifikasi akar : tombak, gasing, benang. 4. Mengamati bentuk-bentuk dari modifikasi akar : akar udara, akar penghisap, akar pelekat, akar pembelit, akar napas, akar tunjang, akar lutut, akar banir. 5. Menggambarkan hasil pengamatan.

III. TEORI DASAR Akar adalah bagian pokok yang ketiga disamping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar pada umumnya mempunyai sifat-sifat yaitu : a. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotop), meninggalkan udara dan cahaya. b. Warnanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. c. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika dibandingkan dengan batang. d. Bentuk meruncing, sehingga lebih mudah untuk menembus tanah. Bagi tumbuhan akar berfungsi untuk : 1. Memperkuat berdirinya tumbuhan. 2. Menyerap air dan zat-zat makanan terlarut di dalam air dari dalam tanah. 3. Mengangkut air dan zat-zat makanan ketempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan. 4. Tempat penimbunan zat makanan. Bagian-bagian akar pada umumnya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : a. Leher akar atau pangkal akar (collum)

b. Ujung akar (apex radicis)

c. Batang akar (corpus radicis) d. Cabang-cabang akar (radix lateris) e. Serabut akar (fibrilla radicalis) f. Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis) Pada tumbuhan lazimnya dibedakan atas dua macam sistem perakaran yaitu sistem akar tunggang (radix primaria) dan sistem akar serabut (radix adventicia). Berdasarkan percabangan dan bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan atas : 1.) Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang. Akar tunggang yang tidak bercabang ini biasanya berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan sehingga memiliki bentuk yang istimewa, seperti : a. Berbentuk seperti tombak (fusiformis) b. Berbentuk gasing (napiformis) c. Berbentuk benang (filiformis) 2.) Akar tunggang yang bercabang Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh terus ke bawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang-cabangnya bercabang lagi. Sehingga dapat memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang dan juga daerah perakaran menjadi amat luas, sehingga dapat diserap air dan zat-zat makan yang lebih banyak. Sistem perakaran serabut pada tanaman dapat dibedakan atas 3 hal yaitu : a. Akar yang menyusun akar serabut kecil-kecil berbentuk benang b. Akar-akar serabut kaku dan cukup besar seperti tambang c. Akar serabut besar-besar, hampir sebesar lengan. Dilihat dari cara hidup suatu tanaman, maka pada berbagai jenis tumbuhan sering kita temukan akar-akar yang mempunyai sifat dan fungsi khusus, misalnya: 1. Akar udara atau akar gantung (radix aereus) 2. Akar penggerek atau akar penghisap (haustorium) 3. Akar pelekat (radix adligans) 4. Akar pembelit (crrhus radicalis)

5. Akar napas (pneumatophora) 6. Akar tunjang. 7. Akar lutut. 8. Akar banir IV. HASIL PENGAMATAN 1. Akar Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar b. Bentuk akar : Serabut (radix adventicia) : Bentuk benang (filiformis)

Bedasarkan literatur : Sumber : http://www2.kompas.com/photo/k esehatan/rumputteki.jpg (Tgl akses 5 mei 2010, pukul 09:12)

2. Akar Lombok (Capsicum sp.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar b. Bentuk akar : Tunggang (radix primaria) : Kerucut panjang bercabang.

Bedasarkan literatur :

Sumber : http://wb3.indo-work.com/pdimage/s_667895_caberedbeuty.jpg (Tgl akses : 5 mei 2010, 09.28)

3. Akar Terong (Solanum sp.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar b. Bentuk akar : Tunggang (radix primaria) : Kerucut panjang

Berdasarkan Literatur :

Sumber : http://www.tanindo.com/abdi9/image/hal04a.jpg (Tgl akses 5 mei 2010, pukul 09. 31)

4. Akar Wortel (Daucus carota L.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar b. Bentuk akar c. Modifikasi akar : Tunggang (radix primaria) : Seperti tombak (fusiformis) : Umbi akar

Berdasarkan literatur :

Sumber : http://www.umassvegetable.org/images/soils_crops_pest_mgt/disease/carrot_root _knot.jpg (tgl akses 5 mei 2010, pukul 09.05)

5. Akar Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar b. Bentuk akar c. Modifikasi akar Berdasarkan literatur : Sumber : http://www.kehati.or.id/flora kita/img/0001408.jpg (tgl akses 5 mei 2010 pukul 09.36) : Tunggang (radix primaria) : Seperti gasing (napiformis) : umbi akar

6. Akar Singkong (Manihot Utillisima Burm. F.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar : Tunggang (radix primaria) b. Bentuk akar : Seperti tombak (fusiformis) c. Modifikasi : Umbi akar Berdasarkan literatur :

Sumber : http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Pertanian/images/singkong .jpg (tgl akses 5 mei 2010, pukul 09.17)

7. Akar Laos (Alpinia galanga) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar : Tunggang (radix primaria) b. Bentuk akar : Rimpang (rhizoma) c. Modifikasi : Batang Berdasarkan literatur :

Sumber : http://www.kfunigraz.ac.at/~katzer/pictures/alpi_07.jpg (tgl akses 5 mei 2010, pukul 09.29)

8. Akar Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar : Akar tunggang (radix primaria) b. Bentuk akar : Akar udara/akar gantung (radix aereus) Berdasarkan literatur :

Sumber : http://www.rv-orchidworks.com/orchidtalk/attachments/orchids-other-generabloom/11469d1210768616-arachnis-flosaeris-forum.jpg (tgl akses 5 mei 2010, 09.43)

9. Akar Padi (Oryza sativa L.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar : Serabut (radix adventicia) b. Bentuk akar : Seperti benang (filiformis) Berdasarkan literatur :

Sumber : http://www.scideanews.com/figures/ss20060829a1.Fig001.High.jpg (punya kaka tingkat)

10. Akar Benalu (Loranthus sp.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar : Serabut (radix adventicia) b. Bentuk akar : seperti benang (filiformis) c. Modifikasi : Akar penghisap (haustorium)

Berdasarkan literatur :

Sumber : http://wb4.indo-work.com/pdimage/31/s_802431_foto003.jpg (Punya kaka tingkat)

11. Akar Tanaman Sirih (Piper betle L.) Keterangan : 1. Ujung akar (apex radicis) 2. Batang akar (corpus radicis) 3. Serabut akar (fibrilla radicalis) 4. Rambut akar (pilus radicalis)

Keterangan : a. Tipe akar : Serabut (radix adventicia) b. Bentuk akar : Seperti benang (filiformis) c. Modifikasi : akar pelekat (radix adligans) Berdasarkan literatur :

Sumber : http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.dkimages.com/discover/pre views/808/30013230.JPG&imgrefurl=http://www.dkimages.com/discover/DKIM AGES/Discover/Home/Plants/Classification/Tracheophyta/Magnoliophyta/Magno liopsida/Piperales/Piperaceae/Piper/Piper-betle (punya kaka tingkat)

V.

ANALISIS DATA 1. Akar Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Tumbuhan rumput teki memiliki akar rimpang dan terletak di dalam tanah,

akarnya berupa akar serabut dan bentuk akarnya seperti benang (filiformis). Dimana akar-akarnya berasal dari calon akar yang asli sehingga dapat dikatakan akar liar dengan bentuk serabut yang kecil-kecil berbentuk benang. Akar ini mempunyai percabangan yang bertujuan untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya batang tanaman. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Commelinidae : Cyperales : Cyperaceae : Cyperus : Cyperus rotundus

2.

Akar Lombok (Capsicum sp.) Tumbuhan lombok mempunyai akar yang tunggang dan bentuk akarnya

seperti kerucut panjang bercabang. Tumbuh lurus kebawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang-cabangnya bercabang lagi yang disebut dengan serabut akar. Perakaran dapat memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang, dan juga daerah perakaran menjadi amat luas. Akar ini memiliki bagian akar seperti pangkal akar, cabang akar, serabut akar dan tudung akar (kaliptra). Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Asteridae : Solanales

Familia Genus Spesies

: Solanaceae : Capsicum : Capsicum sp.

3.

Akar Terong (Solanum sp.) Tumbuhan terong akarnya adalah akar tunggang dan mempunyai akar

utama yang merupakan perkembangan dari radicula yang kemudian tumbuh berbentuk kerucut panjang. Juga tumbuh lurus ke bawah , bercabang-cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi, sehingga memberi kekuatan besar terhadap berdirinya batang. Selain itu, juga memperluas bidang penyerapan air dan zat-zat makanan. Batang terong berduri, dan permukaan batangnya berbulu kasar dan berwarna hijau. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Asteridae : Solanales : Solanaceae : Solanum : Solanum sp.

4.

Akar Wortel (Daucus carota L.) Tanaman wortel mempunyai tipe perakaran yang tunggang (radix

primaria) dengan bentuk akar yang seperti tombak (fusiformis) dan modifikasi dari akar. Biasanya cabang-cabang itu sendiri terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut. Arti dari bentuk tombak itu ialah mempunyai pangkal yang besar meruncing keujung dengan serabut-serabut akar sebagai tempat penimbunan makanan. Akar tunggang yang dimiliki oleh wortel ini ada yang tidak bercabang atau sedikit bercabang. Selain disebut akar tombak juga disebut dengan akar pena.

Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Rosidae : Apiales : Apiaceae : Daucus : Daucus carota L.

5.

Akar Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.) Tumbuhan bengkuwang memiliki akar yang tunggang tidak bercabang

dan sedikit bercabang dengan bentuk akar seperti gasing (napiformis) dengan pangkal besar yang membulat dan modifikasi dari akar. Biasanya cabang-cabang itu sendiri terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut. Arti dari akar gasing itu ialah pangkal yang agak besar membulat, akarakar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing. Dan akar bengkuwang ini berfungsi untuk tempat penimbunan zat makanan cadangan . Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Rosidae : Fabales : Fabaceae : Pachyrrhizus : Pachyrrhizus erosus Urb.

6.

Akar Singkong (Manihot Utillisima Burm. F.)

Tanaman singkong memiliki tipe perakaran yang tunggang (radix primaria) dan merupakan modifikasi dari akar. Tumbuhan ini merupakan akar yang tidak sejati dan metamorfosis dari akar. Akar ini keluar dari bagian-bagian akar yang ada. Umbi merupakan suatu badan yang membengkak, bangun bulat, seperti kerucut atau tidak beraturan, merupakan tempat penimbunan makanan pula seperti rimpang. Umbi akar adalah umbi yang merupakan penjelmaan akar, dan karena akar tidak pernah mempunyai daun, umbi yang berasal dari akar pada dasarnya selalu akan merupakan umbi yang telanjang. Umbi akar tak mungkin dijadikan alat perkembangbiakan seperti umbi batang. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Rosidae : Euphorbiales : Euphorbiaceae : Manihot : Manihot Utillisima Burm. F.

7.

Akar Laos (Alpinia galanga)

Tanaman laos memilki tipe perakaran yang tunggang (radix primaria) dan mempunyai bentuk akar yang rimpang (rhizoma) serta modifikasi dari batang. Rimpang sesungguhnya adalah batang berserta daunnya yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar, dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul diatas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Rimpang selain merupakan alat perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.

Tanda-tanda penjelmaan batang dan bukan akar ialah beruas-ruas dan berbuku-buku, berdaun, tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air dan mampu menumbuhkan tunas, serta sisik pada laos itu adalah daun. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberidae : Zingiberales : Zingiberaceae : Alpinia : Alpinia galanga.

8.

Akar Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris) Tanaman anggrek kalajengking memiliki akar udara atau akar gantung dan

mempunyai bentuk akar yang kaku keras. Akar ini keluar dari bagian-bagian diatas tanah, menggantung di udara dan tumbuh ke arah tanah. Bergantung pada tingginya tempat permukaan keluarnya, akar gantung dapat amat panjang (sampai 30 m). Selama masih menggantung akar ini hanya dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara, dan seringkali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air/udara yang disebut dengan velamen. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Liliidae : Orchidales : Orchidaceae : Arachnis : Arachnis flos-aeris

9.

Akar Padi (Oryza sativa L.)

Tanaman padi memilki tipe akar yang serabut (radix adventicia) dan bentuk akar yang seperti benang (filiformis), merupakan akar-akar yang menyusun akar serabut kecil-kecil berbentuk benang. Akar-akar ini berukuran kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal pada batang. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Commelinidae : Poales : Poaceae : Oryza : Oryza sativa L.

10. Akar Benalu (Loranthus sp.) Tumbuhan akar benalu merupakan tumbuhan setengah perdu yang merugikan pada tanaman berkayu yang biasanya tumbuh menempel pada tanaman dan bersifat parasitisme. Mempunyai akar penggerek atau akar penghisap (haustorium) yaitu akar-akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit pada inangnya dan berguna untuk menyerap air maupun zat-zat makanan . Tipe akar dari tumbuhan ini ialah akar serabut (radix adventicia) dan bentuk akar yang seperti benang (filiformis). Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Rosiidae : Santales : Loranthaceae : Loranthus : Loranthus sp.

11. Akar Tanaman Sirih (Piper betle L.) Tanaman sirih memiliki tipe perakaran yang akar serabut (radix adventicia) dan bentuk akar seperti benang (filiformis) serta modifikasi dari akar pelekat (radix adligans). Akar pelekat ini merupakan akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada penunjangnya saja. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Magnoliidae : Piperales : Piperaceae : Piper : Piper betle L.

VI.

KESIMPULAN 1. Akar merupakan bagian penting tumbuhan yang mempunyai fungsi memperkuat tubuh tumbuhan, menyerap zat hara dari tanah dan mengangkutnya ke bagian tubuh tumbuhan dan sebagai tempat penimbunan makanan. 2. Bagian-bagian dari akar ialah : Leher akar, ujung akar, cabang-cabang akar, batang akar, serabut akar, rambut akar dan tudung akar atau kaliptra. 3. Sistem perakaran atau tipe perakaran ada akar tunggang dan akar serabut. 4. Contoh tumbuhan yang termasuk akar tunggang ialah : Lombok (Capsicum sp.), terong (Solanum sp.), singkong (Manihot Utillisima Burm. F.), wortel (Daucus carota L.) dan bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.) dan laos (Alpinia galanga).

5. Contoh tumbuhan yang akarnya serabut ialah : Rumput teki (Cyperus rotundus L.), benalu (Loranthus sp.), sirih (Piper betle L.) dan Padi (Oryza sativa L.). 6. Modifikasi dan bentuk dari akar ialah, terdiri dari : a. Rumput teki (Cyperus rotundus) : bentuk akarnya seperti benang (filiformis). b. Lombok (Capsicum sp.) : bentuk akar ialah kerucut panjang bercabang. c. Terong (Solanum sp) : bentuk kerucut panjang. d. Wortel (Daucus carota L.) : berbentuk seperti tombak (fusiformis) dan modifikasi dari akar tunggang. Fungsinya sebagai tempat penimbunan makanan. e. Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.) : berbentuk seperti gasing (napiformis) dan modifikasi dari akar tunggang. Fungsinya sebagai tempat penimbunan makanan. f. Singkong (Manihot Utillisima Burm. F.) : Berbentuk seperti tombak (fusiformis), modifikasi akar yang berfungsi sebagai tempat penimbunan zat makanan. g. Laos (Alpinia galanga) : berbentuk rimpang dan modifikasi dari batang. h. Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris) : berupa akar udara atau akar gantung mempunyai jaringan khusus yang berfungsi menimbun air disebut velamen. i. Padi (Oryza sativa L.) : bentuknya seperti benang (filiformis). j. Benalu (Loranthus sp.) : berupa akar penggerek atau akar penghisap (haustorium). k. Sirih (Piper betle L.) : berupa akar pelekat.

VII. DAFTAR PUSTAKA Adria, Rifarin Adrak & Sri Amintarti. 2010. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. FKIP PMIPA UNLAM. Banjarmasin. Steenis, Van, C.G.G.J. 2003. Flora. PT Pradnya Paramita. Jakarta.

Tjitrosoepomo, Gembong. 1994. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Undang, A.D. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Pusat Antar Universitas Bidang Ilmu Hayati, ITB. Bandung. http://www2.kompas.com/photo/kesehatan/rumputteki.jpg di akses 24 April pukul12.00 http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.dkimages.com/discov er/previews/808/30013230.JPG&imgrefurl=http://www.dkimages.com/disco ver/DKIMAGES/Discover/Home/Plants/Classification/Tracheophyta/Magn oliophyta/Magnoliopsida/Piperales/Piperaceae/Piper/Piper-betle http://wb4.indo-work.com/pdimage/31/s_802431_foto003.jpg http://www.scideanews.com/figures/ss20060829a1.Fig001.High.jpg http://www.rv-orchidworks.com/orchidtalk/attachments/orchids-othergenera-bloom/11469d1210768616-arachnis-flosaeris-forum.jpg http://www.kfunigraz.ac.at/~katzer/pictures/alpi_07.jpg http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Pertanian/images/singko ng.jpg http://www.kehati.or.id/florakita/img/0001408.jpg http://www.umassvegetable.org/images/soils_crops_pest_mgt/disease/carrot _root_knot.jpg