Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATA KULIAH BIOLOGI PERAIRAN SISTEM ORGAN PADA ORGANISME AIR (Axolotls)

Disusun oleh: Nama : Widi Restu Gumelar NPM : 230110110094

BIOLOGI PERAIRAN UNIVERSITAS PADJADJARAN FPIK 2011

I. PEMBAHASAN Sistem organ adalah gabungan dari berbagai organ untuk melakukan fungsi tertentu didalam tubuh. Setiap organ memegang peranan yang sama penting dalam menjalankan fungsinya. Sistem organ tubuh biasanya dikelompokan menjadi sembilan, yaitu sistem rangka, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem sirkulasi, sistem saraf, sistem endokrin, sistem ekskresi, sistem reproduksi. Sistem sirkulasi pada hewan umumnya berupa sistem peredaran darah tertutup tunggal dan peredaran darah tertutup ganda. Sistem peredaran darah tertutup maksudnya bahwa darah mengalir melalui pembuluh darah, dan ganda/tunggal yaitu banyaknya perputaran darah pada waktu melalui jantung.

SISTEM RANGKA Ikan Bawal hitam (Stromateus niger) tergolong pada keluarga Stromatidae yang berkerabat dengan keluarga Carangidae. Bentuk tubuhnya pipih dengan badannya yang tinggi sehingga hampir menyerupai bentuk belah ketupat. Ikan ini tubuhnya berwarna hitam, sirip punggung hanya satu mempunyai 5 jari-jari keras dan 42-44 jari-jari lunak. Sirip dubur besarnya hampir sama dengan sirip punggung, disokong oleh 3 jari-jari keras dan 35-39 jai-jari lunak. Sirip dada mempunyai 22 jari-jari lunak, bentuknya melengkung dengan ujung-ujungnya yang tirus dan pangkalnya yang kuat dan lebar. Sirip perut tidak ada. Sirip ekor cagak dua dengan lekukan yang dalam, pangkal sirip ekor bulat kecil. Gurat sisi dibangunkan oleh sisik-sisik yang lebih besar dari pada sisik-sisik yang lainnya dari tubuh. Kalau di lihat dari bentuk sirip dada, pangkal siripekor danstruktur gurat sisi, iakn ini mempunyai persamaan dengan ikan-ikan dari keluarga Carangidae. Ikan Bawal hitam dapat berenang dalam posisi miring seperti ikan Sebelah. Panjang tubuhnya dapat mencapai 60 cm, dagingnya baik sebagai bahan makanan, dan mempunyai pasaran yang baik. Ikan ini tidak banyak terdapat di dekat-dekat muara sungai, biasanya bergerombol banyak di tengah-tengah lautan. Jenis ikan-ikan ini terdapat di laulaut India, Indonesia, Malaysia, dan Cina. (T. Djuhanda, 1981). Rangka ikan berfungsi untuk : Menegakkan tubuh Menunjang/menyokong organ organ tubuh Melindungi organ tubuh Membantu pembentukan butir darah merah. Sistem Rangka pada Ikan terdiri dari: a. Tulang rawan b. Jaringan pengikat c. Sisik (squama) d. Komponen komponen gigi e. Jari jari sirip f. Penyokong sel pada sistem saraf

Secara tidak langsung, bentuk rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Bentuk tubuh ikan merupakan interaksi antara sistem rangka dengan sistem otot serta evolusi dalam adaptasi kedua sistem tersebut terhadap lingkungannya. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan atau tulang sejati.

SISTEM OTOT Integumen merupakan sistem pembalut tubuh ikan yang terdiri dari kulit dan derivatderivatnya. Kulit selain berfungsi sebagai pembalut tubuh juga berguna sebagai alat pertahanan pertama terhadap penyaklit, perlindungan dan penyesuaian diri terhadap faktor-faktor lingkungan, alat ekskresi dan osmoregulasi dan alat pernafasan tambahan pada bebeapa jenis ikan (TIM IKHTIOLOGI, 1989). Jumlah sisik untuk setiap individu selalu tetap, dan jika ikannya tumbuh sisiknya tumbuh menjadi bertambah besar. Pada ikan-ikan yang hidup di daerah dua musim, pertumbuhan sisiknya dapat dilihat dengan jelas berupa lingkaran-lingkaran tumbuh. Umur ikan dapat ditentukan dengan jalan menghitung banyaknya lingkaran tumbuh pada sisikk. (Djuhanda, 1981). Kulit sebagai pembungkus pada ikan terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar yang disebut dengan epidermis dan lapisan dalam yang disebut dengan dermis atau corium. Lapisan dalam dari epidermis merupakan pertumbuhan sel yang aktif. Lapisan dermis berisi saluran darah, urat saraf, organ peraba dan jaringan penghubung. Lapisan dermis berperan dalam pembentukan sisik dan erat kaitannya dalam pembentukan struktur integumen (MANDA et al., 2005). Jari-jari sirip yang terdapat pada kelima jenis sirip pada ikan tersebut terdiri dari jari-jari lemah, yaitu jari-jari yang elastis, transparan, beruas-ruas dan bercabang pada ujungnya. Selanjutnya jari-jari lemah yang mengeras, yaitu jari-jari sirip yang telah mengeras hampir menyerupai duri, tetapi masih beruas-ruas. Dan juga terdapat jarijari keras, yaitu jari sirip yang berbentuk seperti duri, keras, tidak elastis, tidak beruas-ruas dan tidak bercabang pada ujungnya (MANDA et al, 2005). Ikan mempunyai tiga mcam urat daging yaitu urat daging bergaris, urat daging licin dan urat daging. Gerakan ikan, sebagai hasil kerja otot (urat daging) dapat disebut sebagai gerak aktif. Bila dilihat secara keseluruhan, urat daging bergaris di seluruh tubuh terdiri kumpulan blok urat daging. Tiap-tiap blok urat daging ini dinamakan myotomo. (Tim Iktiologi, 1989). Pada beberapa jenis ikan terdapat beberapa bentuk linnea lateralis seperti garis lurus, hampir menyerupai garis lurus, melengkung ke atas dan melengkung ke bawah.

Otot rangka lateral yang terdapat di bawah kulit ikan menurut tipe arsitekturalnya dapat digolongkan kedalam bentuk piscine dan cyclostomine. Dimana letak dari otot tersebut berada pada bagian atas septum horizontal (musculus epaxiales) dan pada bagian bawah dari septum horizontal (musculus hypaxiales). Linnea Lateralis Manda et al (2005), Linnea Lateralis pada ikan adalah garis yang dibentuk oleh pori, jadi linnea lateralis ini terdapat pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. Bentuk linnea lateralis umumnya bervariasi demikian juga jumlah sisik yang membentuk linnea lateralis. Data pengukuran bagian-bagian dari tubuh suatu spesies ikan penting artinya untuk keperluan determinasi hubungan morphometrik dan analisa pertumbuhan. sistem pencernaan, sistem rangka, sistem ekskresi, sistem pernapasan dan sistem reproduksi, diantara ke sepuluh sistem ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Linea lateralis merupakan garis yang terdapat pada badan ikan yang terbentuk oleh adanya pori, dimana linea lateralis ini dapat ditemukan pada ikan yang bersisik atupun tidak bersisik. Bentuk linea lateralis pada ikan pada umumnya bervariasi, demikian juga dengan sisik yang membentuk linea lateralis (Manda et al, 2006).

Sistem pencernaan

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada

beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelokkelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus (Ensiklofauna, 2011). Menurut Zaldi (2010), saluran pencernaan mulai dari muka ke belakang, saluran pencernaan tersebut terdiri dari mulut, rongga mulut, farings, esofagus, lambung, pilorus, usus, rektum dan anus. Sistem pernapasan pada ikan bawal yaitu dengan insang, ciri khas dari insang yang dimiliki oleh ikan bawal adalah insang yang permukaan pernapasannya lebih luas yang menjadikan bawal dapat bertahan hidup pada perairan yang memiliki kandungan oksigen yang rendah. Makanan Setiap ikan mempunyai kebiasaan makan yang berbeda. Ada tiga golongan ikan berdasarkan kebiasaan makan yaitu ikan yang biasanya makan di dasar perairan, di tengah, dan di permukaan. Apabila dilihat dari jenis makanannya, ikan digolongkan dalam tiga golongan pula, yaitu herbivora (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging), dan omnivora (pemakan segala). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bawal tergolong omnivora. Meskipun tergolong omnivora, ternyata pada masa kecilnya (larva), bawal lebih bersifat karnivora. Jenis hewan yang paling disukai adalah crustacea, cladocera, copepoda, dan ostracoda. Pada umur dua hari setelah menetas, mulut larva mulai terbuka, tetapi belum bisa menerima makanan dari luar tubuh, makanannya masih dari kuning telurnya. Umur empat hari, kuning yang diserap oleh tubuh sudah habis dan pada saat itulah larva mulai mengonsumsi makanan dari luar. Apabila diamati kebiasaan makannya, bawal tergolong ikan yang lebih suka makan di bagian tengah perairan. Dengan kata lain, bawal bukanlah ikan yang biasa makan di dasar perairan (bottom feeder) atau di permukaan perairan (surface feeder).

SISTEM PERNAPASAN Sistem pernapasan pada ikan pada umumnya sama salah satunya adalah ikan bawal. Pernapasan pada ikan bawal. Contoh alat respirasi ikan

snasnIn n l I iaI is nI lasIrs neingnIsie asI snasnIeiin i Inai sanaInaeiI isnlisnI snasnI iasnIeiiei asn.Inieai nIn n iI snasnInasIniaIeai nI anisI snasnIiasnI ineienIs n iI snasnI lI liianI nai sanaI ninanil I snasnI nasI nii nallasI anisIniseinaaI nieaiasnI e i snasnnI sie asI anisI snasnI n eila lasI nisnasI easialI las ai I naiaanI anisI snasnI nineii lasInaeiIiiasnIsiinilaasIiasnIeinaiIiseilIsiieilaiasInannI snasnIeiieiseilI niiaaI ninaInasI ni a iI ineasnI lan asI eii iaiI naiiII ineaiasI e s nI eiiaaisa- ineaias snasnI eiiaieisnasI nisnasI a i.I ninasnlasI ean asI na anI eiiaieisnasI iiaeI nisnasI las iiI naiaanI l asI ineaiasI snasnI eiin i I naiiI nisanasnI anis.I nasI e asI-las ii ni agnI eanaI anisI eiinasaeI sinei iaI anisI nisnasnisnI easialI as nasI e s nI r a naiaaIiasnInin l IeasialIlas iiInia snnaIninisnl slasIrkIeiin in InanilInasIaraI eiin in Ili iainI snasnIsanaI lasIeiiei asnIni ae In eieis I iaIeieisI snasnIiasnIn nieieI ni asnIiaaasIe nalIn eieis I iaI siili in siili in.IninasnlasI snasnIsanaI lasIeiie Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang I terletak di dekat punggung. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi : O2 dari air masuk ke dalam insang yang kemudian diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan tubuh. Ekspirasi : CO2 dari jaringan bersama darah menuju ke insang dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh. SISTEM REPRODUKSI Kebiasaan Reproduksi Membedakan bawal jantan dan betina pada saat masih kecil memang sulit. Beberapa tanda yang bisa dilihat adalah bawal betina memiliki tubuh yang lebih gemuk, sedangkan bawal jantan selain lebih langsing, warna merah pada perutnya lebih menyala. Apabila sudah matang gonade, perut betina akan terlihat gendut dan gerakannya lamban. Adapun bawal jantan selain agresif juga akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu bila dipijat ke arah anus. Seperti ikan lainnya, bawal pun biasanya memijah pada awal dan selama musim hujan. Di Brazil dan Venezuela, kejadian itu terjadi pada bulan Juni dan Juli. Adapun di negaranegara lainnya, bawal dapat mengikuti musim yang ada, misalnya di Indonesia

kematangan gonad bawal terjadi pada bulan Oktober sampai April. Sebelum musim pemijahan tiba, induk yang sudah matang akan mencari tempat yang cocok untuk melakukan pemijahan. Daerah yang paling disukai adalah hulu sungai yang biasanya pada musim kemarau kering, sedangkan pada musim hujan tergenang. Daerah yang seperti ini memberikan rangsangan dalam memijah. Saat pemijahan berlangsung, induk jantan akan mengejar induk betina. Induk betina kerap kali akan membalas dengan cara menempelkan perut ke kepala induk jantan. Apabila telah sampai puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dan induk jantan akan mengeluarkan sperma. Telur yang telah keluar akan dibuahi dalam air (di luar tubuh).

DAFTAR PUSTAKA
-

Djuhanda, T. 1980. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata. Bandung: Armico. http://kyonktara.blogspot.com/2010/02/makalah-jaringan-hewan.html http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan http://www.google.co.id/webhp?hl=id&tab=ww#sclient=psyab&hl=id&site=webhp&source=hp&q=sistem+EKSKRESI+pada+ikan+bawal& psj=1&oq=sistem+EKSKRESI+pada+ikan+bawal