Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah Menjalankan bisnis dalam sebuah lingkungan global mengharuskan manajemen mengubah perspektifnya. Sementara terdapat banyak aspek-aspek bisnis yang tetap sama, namun ada juga yang cukup berbeda. Salah satu dari perbedaan tersebut adalah implikasi penghasilan dan mata uang asing. Perusahaan yang menjalankan usahanya di Negara asal dan negara lain mungkin menemukan bahwa praktik-praktik kredit yang berjalan baik di Negara asal ternyata bermasalah di Negara lain. Sebagian perbedaan lingkungan ini berkaitan dengan lingkungan bisnis yaitu, lingkungan budaya, hukum, politik, dan ekonomi masingmasing negara. Seperti halnya di Amerika Serikat, pengusaha menjalankan bisnis tanpa mempertimbangkan lingkungan bisnis. Mereka terbiasa dengan ekonomi pasar dan dengan konsep kepemilikan pribadi. Mereka juga terbiasa suatu sistem legal yang mendorong kontrak-kontrak dengan landasan hukum yang kuat. Etika bisnis mereka telah tumbuh seiring dengan lingkungan bisnis tersebut. Ketika lingkungan berubah, masalah masalah etika akan muncul B. Perumusan Masalah Dalam hal apakah akuntan manajemen berperan dalam lingkungan bisnis global? Bisnis membutuhkan akuntan manajemen untuk menangani masalah keuangan dan bisnis. Pelatihan yang baik, pendidikan, dan tetap mengikuti perubahan yang terjadi merupakan hala-hal yang penting bagi seluruh

akuntan. Akan tetapi, tugas akuntan manajemen pada perusahaan internasional menjadi lebih menantang karena perubahan yang terus-menerus terjadi pada bisnis global. Karena tugas utama akuntan manajemen adalah menyediakan informasi yang relevan kepada pihak manajemen, untuk tetap mampu mengikuti perkembangan, maka akuntan manajemen harus membaca berbagai buku dan artikel dalam berbagai area bisnis, termasuk mengenai sistem informasi, pemasaran, manajemen, politik, dan ekonomi. Seluruh makalah ini akan membahas berbagai isu yang dihadapi perusahaan multinasional. Fokus makalah ini adalah pada akuntan manajemen dan bagaimana mereka mengatasi isu-isu tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

Tingkat Keterlibatan dalam Perdagangan Internasional Perusahaan multinasional (MNC) adalah perusahaan yang menjalankan bisnis di lebih dari satu negara dalam suatu volum di mana kesehatan perusahaan dan pertumbuhannya bergantung pada lebih dari satu negara. Dalam tingkat yang kompleks, MNC bisa jadi adalah suatu perusahaan besar yang terdiri dari sebuah induk perusahaan dan sejumlah divisi di berbagai negara. Dalam lingkungan internasional, pilihan atas struktur perusahaan lebih kompleks dari pada isu mengenai struktur sentralisasi versus desentralisasi. Beberapa pilihan yang muncul adalah impor dan ekspor, anak-anak perusahaan, yang dimiliki secara keseluruhan dan joint venture. A. Impor dan ekspor Bentuk yang cukup sederhana dari keterlibatan multinasional adalah kegiatan impor dan ekspor. Suatu perusahaan dapat mengimpor berbagai komponen untuk produksi. Begitu juga, suatu perusahaan dapat mengekspor produk-produk jadi ke negara-negara asing. Transaksi-transaksi seperti pada impor dan ekspor bersifat sederhana, namun dapat juga menciptakan berbagai resiko dan peluang bagi peruhasahaan B. Anak Perusahaan yang Dimiliki Sendiri Suatu perusahaan mungkin saja memilih untuk membeli perusahaan yang sudah berjalan di luar negeri dan menjadikannya anak perusahaan yang dimiliki

sepenuhnya oleh induk perusahaan. Strategi ini memiliki keuntungan karena cukup sederhana. Perusahaan asing tersebut telah memiliki outlet produk dan fasilitas produksi serta distribusi yang mapan. C. Joint Venture Kadang-kadang perusahaan mamiliki keahlian yang dibutuhkan oleh MNC tidak tersedia atau tidak untuk dijual dan dalam hal ini, joint venture mungkin bermanfaat. Joint venture adalah sebuah jenis kemitraan di mana para investor menjadi bagian dari pemilikan perusahaan. Nilai Tukar Mata Uang Asing Apabila suatu perusahaan beroperasi hanya di negaranya, dengan hanya satu jenis mata uang yang digunakan, maka masalah nilai tukar tidak akan pernah muncul. Namun bila perusahaan mulai beroperasi dalam arena internasional, maka perusahaan tersebut harus menggunakan mata uang asing. Akuntan manajemen memainkan peran penting dalam mengelola risiko mata uang. Berikut ini akan dibahas ketiga komponen risiko mata uang ini dan berbagai cara yang dapat dilakukan oleh akuntan manajemen dalam menghadapinya. A. Mengelola risiko transaksi MNC sekarang ini berurusan dengan banyak jenis mata uang. Mata uang tersebut dapat saling diperdagangkan, bergantung pada kurs tukar yang berlaku pada saat berlangsungnya perdagangan. Ketika mata uang suatu negara menguat secara relatif terhadap mata uang negara lain, terjadilah apresiasi mata uang, dan satu unit mata uang negara yang disebut pertama mampu membeli lebih banyak

unit mata uang negara kedua. Sebaliknya, depresiasi mata uang berarti bahwa mata uang satu negara melemah secara relatif dan membeli lebih sedikit mata uang negara lain. B. Mengelola Risiko Ekonomi Berurusan dengan berbagai jenis mata uang dapat menimbulkan dimensi ekonomi dalam berbagai transaksi pertukaran mata uang. Risiko demikian dapat mempengaruhi daya saing relatif perusahaan, meskipun perusahaan tersebut tidak pernah berpartismereka ipasi secara langsung dalam perdagangan internasional. Lindung nilai dapat menjadi sarana dalam mengelola risiko ekonomi. C. Mengelola Risiko Translasi Sering kali induk perusahaan mencatat ulang semua pendapatan anak perusahaan dalam mata uang lokal perusahaan. Pencatatan kembali ini dapat mengakibatkan keuntungan dan kerugian oportunitas atas revaluasi mata uang asing dan dapat mempengaruhi laporan keuangan anak perusahaan dan menyesatkan para manajer. Akuntan manajemen harus waspada terhadap sumber risiko translasi ini. Desentralisasi Sering kali, perusahaan yang terdesentralisasi di negara asal

memberlakukan pengawasan yang lebih ketat pada divisi asing, desentralisasi juga menawarkan keunggulan bagi divisi asing.

A. Keunggulan Desentralisasi pada MNC Desentralisasi memberikan manajer tingkat bawah di negara pusat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan manajerial, desentralisasi MNC juga memberikan pengalaman berharga bagi manajer anak perusahaan di luar negeri. Bahkan, para manajer di negara pusat juga memperoleh pengalaman yang lebih banyak melalui interaksi mereka dengan para manajer dari divisi luar negeri. Kesempatan saling belajar di antara para manajer lebih dimungkinkan dalam suatu MNC yang terdesentralisasi. B. Pembentukan Divisi MNC memiliki fleksibilitas yang luas dalam pembentukan jenis-jenis divisi. Divisi-divisi ini sering kali didirikan menurut garis geografis. Adanya berbagai divisi di lebih dari satu negara menciptakan kebutuhan akan perangkat evaluasi kinerja yang mempertimbangkan berbagai perbedaan pada lingkungan divisi. Mengukur Kinerja pada Perusahaan Multinasional Merupakan suatu hal yang penting bagi MNC untuk memisahkan antara evaluasi manajer suatu divisi dengan evaluasi divisi tersebut. Sulit untuk membandingkan kinerja seorang manajer divisi (atau anak perusahaan) di suatu negara dengan kinerja seorang manajer divisi di negara lainnya. Bahkan divisi yang tampak mirip dalam kerangka produksi dapat menghadapi tekanan politik, sosial, dan ekonomi yang berbeda.

Faktor-faktor lingkungan lainnya dapat berbeda di masing-masing negara. Peraturan mengenai tingkat upah minimum di suatu negara akan membatasi kemampuan manajer mengatur berbagai jenis biaya tenaga kerja. Negara lain mungkin melarang kas mengalir ke luar. Sementara negara lain mungkin memiliki angkatan kerja yang terdidik tetapi kekurangan infrastruktur. Semua faktor-faktor lingkungan yang berbeda tersebut harus dipertimbangkan pada saat menilai kinerja manajerial. Penetapan Harga Transfer dan Perusahaan Multinasional Bagi perusahaan multinasional, penetapan harga transfer harus mencapai sasaran evaluasi kinerja dan penetapan pajak penghasilan yang optimal. A. Evaluasi Kinerja Divisi-divisi seringkali dievaluasi berdasarkan laba bersih dan

pengembalian atas investasi. Seperti pada kasus harga transfer lainnya, divisi penjualan menghendaki harga transfer yang tinggi sehingga meningkatkan laba bersihnya, sementara divisi pembeli menghendaki harga transfer yang rendah sehingga meningkatkan laba bersihnya. Namun harga transfer pada MNC seringkali diatur oleh induk perusahaan. B. Pajak Penghasilan dan Penetapan Harga Transfer Seandainya semua negara memiliki struktur pajak yang sama, maka harga transfer mungkin akan diatur tanpa mempertimbangkan pajak. Pajak penghasilan mengandung kebaikan universal, maka pertimbangan terhadap dampak pajak penghasilan mempengaruhi pengambilan keputusan manajemen. Kanada, Jepang,

Masyarakat Eropa, dan Korea Selatan telah mengeluarkan peraturan mengenai harga transfer selama sepuluh tahun terakhir. Meningkatnya perhatian kepada harga transfer agaknya merupakan penyebab bagi meningkatnya penggunaan harga pasar sebagai harga transfer oleh MNC. Suatu survei terhadap metode penetapan harga transfer yang digunakan oleh 500 perusahaan pada tahun 1977 dan 1990 menunjukan bahwa MNC telah mengurangi ketergantungan mereka pada harga transfer berdasarkan biaya dan menggunakan harga pasar selama 13 tahun terakhir. Ditambah lagi, variabel lingkungan paling penting yang dipertimbangkan oleh MNC dalam pengaturan kebijakan penetapan harga transfer adalah laba keseluruhan perusahaan di mana laba keseluruhan ini meliputi dampak pajak penghasilan terhadap transfer intraperusahaan. Etika dalam Lingkungan Internasional Etika bisnis dapat menyebabkan permasalahan dalam konteks satu negara, tetapi dalam konteks global, etika bisnis dapat menyebabkan masalah yang jauh lebih besar. Bagaimanakah korporasi modern menjalankan bisnis dengan caracara yang etis? Apakah masing-masing negara berbeda? Apakah ada standar etika yang berlaku umum? Beberapa penelitian menunujukan bahwa umat manusia sesungguhnya memiliki dasar-dasar etika. Namun, terdapat beberapa prasyarat untuk pembentukan lingkungan bisnis yang beretika. Termasuk diantaranya adalah stabilitas kemasyarakatan dan kepercayaan atas kemampuan untuk

memberikan pemahaman terhadap bagaimana sistem bekerja dan bagaimana berpartisipasi. Sistem dasar yang kuat penting bagi kepastian berbagai kontrak, dan berfungsi sebagai landasan bagi kepercayaan dalam urusan etika. Pentingnya ketegasan yang mendasari perilaku sosial terbukti dalam urusan-urusan bisnis ilegal. Ada masalah-masalah etika lainnya yang berkaitan dengan undang-undang dunia usaha yang lain. Perusahaan yang terikat kontrak dengan perusahaan di luar AS barangkali menemukan diri mereka menjadi sasaran dari publisitas yang merugikan karena mempekerjakan anak-anak. Mereka tentu ragu-ragu. Apakah mereka akan mengatakan kepada mitranya berapa usia pekerja yang bisa mereka sewa? Sejarah AS menunjukan bahwa anak-anak imigran berusia 10 dan 12 tahun pernah dipekerjakan di sebuah tambang baja. Hal tersebut secara langsung meningkatkan masalah kekhawatiran etika. Kembali ke pertanyaan awal, apa yang harus dilakukan perusahaan ketika terbentur dengan masalah-masalah etika? Barangkali jawabnya adalah dengan bertanya, apakah tindakan tersebut benar secara hukum? Dan, apakah benar secara moral?

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Tugas akuntan manajemen di perusahaan internasional menjadi lebih menantang karena perubahan terus-menerus merupakan sifat dari bisnis global. Akuntan manajemen harus tetap mengikuti perkembangan mutakhir berbagai bidang bisnis mulai dari sistem informasi, pemasaran, manajemen, politik, dan ekonomi. Selain itu, akuntan manajemen harus memahami standar akuntansi keuangan dari berbagai negara dimana perusahaan beroperasi. Perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional dapat membangun kegiatan mereka dalam tiga cara utama. Mereka dapat menjalankan kegiatan impor dan ekspor, mereka dapat membeli anak perusahaan yang dimiliki secara penuh, dan mereka dapat berpartisipasi dalam joint venture. Akuntan manajemen harus memperhatikan potensi keterlibatan perusahaan terhadap risiko transaksi, risiko ekonomi, dan risiko translasi. Mereka dapat melakukan lindung nilai untuk melindungi perusahaan terhadap ketiga risiko tersebut. MNC melakukan desentralisasi karena alasan-alasan yang hampir sama dengan alasan perusahaan nasional memilih desentralisasi. Ada banyak alasan mengapa MNC memilih desentralisasi. Perusahaan melakukan desentralisasi karena manajer lokal mampu menghasilkan keputusan yang lebih baik melalui

10

pemanfaatan informasi lokal. Alasan lain adalah untuk melatih dan memotivasi manajer lokal untuk mengambil keputusan operasional sehari-hari. Faktor-faktor lingkungan dapat mempengaruhi evaluasi kinerja pada perusahaan multinasional. Faktor-faktor lingkungan adalah faktor sosial, ekonomi. politik, hukum dan budaya yang berada disuatu negara. Evaluasi terhadap manajer divisi seharusnya dipisahkan dari evaluasi terhadap anak perusahaan. Ketika satu divisi dari suatu perusahaan memproduksi sebuah produk yang digunakan dalam proses produksi divisi lain, muncullah masalah penetapan harga transfer. Harga transfer merupakan pendapatan bagi divisi penjual dan biaya bagi divisi pembeli. MNC menghadapi masalah-masalah etika yang tidak dihadapi perusahaan domestik. Masing-masing negara mempunyai kebiasaan dan peraturan yang berbeda dengan negara induk. MNC harus menetapkan apakah kebiasaan tertentu hanya merupakan suatu cara berbisnis yang berbeda, atau apakah merupakan pelanggaran atas kode etik berbinisnya.

11