Anda di halaman 1dari 9

Scale Inhibitor

Super Bagus Dengan hormat, Para senior dan teman-teman. Saya ingin menanyakan bagaimana mengenai kasus2 kejadian pembentukan kerak (scale) yang terjadi di sumur-sumur Indonesia? Beberapa waktu yang lalu saya belajar tentang hal ini, dan nampaknya masalah ini cukup serius terjadi di negara lain, tetapi di Indonesia saya belum mendengar masalah ini secara pasti. Mungkin ada yang bisa memberikan informasi. Penelitian yang saya buat ketika itu adalah membuat simulasi pembentukan kerak pada sumur dan sekaligus efektifitas injeksi inhibitor (12 jenis bahan kimia sclae inhibitor) dengan metoda Squeezing. software yang ada telah siap digunakan walau masih memerlukan penyempurnaan dan masukan dari teman-teman. Mungkin ada teman-teman yang ahli dibidang ini, dan mungkin bisa bekerjasama untuk mengembangkan aplikasi penelitian yang telah dilakukan, agar kita dapat bersinergi dalam mengembangkan dunia perMigasan di negeri sendiri. Terima kasih, Mengundang partner untuk bekerjasama.

Widyastho, Ovulandra Wisnu@chevron Mas Denny Super Bagus (Halah namanya mantep banget), Kalau penyebab kenapa terjadi scale mungkin sudah dijelaskan di reply sebelumnya, juga sudah diinformasikan bahwa salah satu cara mencegahnya adalah dengan injeksi scale inhibitor. Tipe injeksinya ada macam- macam juga, mulai dari liquid squeeze, encapsulated, capilary tube, dsb. Sama seperti di negara lain, di negara kita juga kasus scale nggak kalah ganasnya. Bahkan - diluar perkiraan saya sebelumnya kesampaian juga saya melihat scale sulfat di onshore (walaupun tidak di dalam sumur).

Simulasi pembentukan kerak cukup banyak caranya, mulai dari langlier stability index, stiff davis, oddo thomson, scale index, cation- anion balance, hardness index, pakai software scalesoft pitzer dsb hanya yang perlu diperhatikan dalam penyusunan simulasinya adalah kompatibilitas scale inhibitornya. Jenis scale tertentu memerlukan jenis scale inhibitor tertentu juga. Jadi istilahnya sample specific, beda sampel (baca : beda jenis scale) bisa menyebabkan scale inhibitor jenis tertentu tidak bekerja (well, ya walaupun kebanyakan ya dari jenis senyawa yang berdekatan). Jadi kalau boleh usul, jangan sampe dari 12 scale inhibitor itu bahannya sama semua (walaupun beda brand) dan dari software itu mungkin perlu ada variabel jenis scale. Jadi misalnya kalau tipe scalenya lebih ke calcite maka simulasi efektivitas scale inhibitor yang lebih oke yang dari jenis apa, dll... Juga jangan lupa karena pengaruh T & P terhadap pertumbuhan keraknya dan terhadap scale inhibitornya sendiri. Ingat, scale inhibitor bisa bekerja efektif di range T & P nya, diluar itu bisa terurai, mengendap, atau nggak efektif lagi. Just thought....Anyway, saya support untuk inisiatifnya.... Super Bagus / Denny Pak Widyastho, TerimaKasih atas sarannya, Soal nama ... He he .. Jadi malu... (maklum karena namanya banyak yang pake jadi saya buat 'agak lain') tapi emang bagus siy.. :) Penelitian ini sudah saya lakukan dan beberapa hasil telah diperoleh, saya titip mau tulisan saya ke P Budhi tapi ke alamat yang mana yaa... Teman yang memerlukan boleh unduh atau kontak Japri ke alamat saya. Ini memang kelemahan saya, setelah saya membuat penelitian ini saya agak kesulitan untuk membuat implementasinya dan mencoba di lapangan. Supervisor saya sudah menyarankan saya untuk dikerjasamakan dengan perusahaan kanada untuk mengembangkan software ini, tetapi masak harus orang lain lagi siy yang dapet. Saya bersedia share dengan teman-teman apalagi ini untuk kepentingan bersama. Mohon bantuan dan pengarahannya

bono Pak Bagus, Setahu saya masalah scale sudah menjadi masalah serius oil well di Chevron Duri. Untuk mengatasi masalah itu mereka menggunakan acidizing dan scale inhibitor. Mereka rutin melakukan down hole scale squeeze treatment disana. Untuk lebih detilnya silakan ditanyakan kepada rekan2 Chevron Duri. bono Setahu saya masalah scale sudah menjadi masalah serius oil well di Chevron Duri. Untuk mengatasi masalah itu mereka menggunakan acidizing dan scale inhibitor. Mereka rutin melakukan down hole scale squeeze treatment disana. Untuk lebih detilnya silakan ditanyakan kepada rekan2 Chevron Duri. Sulistiyono@bwpmeruap Pak Bono, Apakah masalh produksi lapangan Duri bukan sand problem ? bono Pak Sulis, Pastinya Scale menjadi salah satu masalah dari sekian banyak masalah yang mereka hadapi. FYI, sepengetahuan saya di th 2001-3 saja mereka tiap hari melakukan aktivitas squeezing scale inhibitor. Saya tidak begitu ingat tapi ya kirakira sehari pasti ada 2 sumur yg ditreatment scale inhibitor, jadi dalam setahun aktivitas squeezing bisa mencapai adalah 720 oil well. Chemical yang diinjeksikan saat itu adalah phosphonate base chemical. Jika sudah 1 tahun atau phosponate terlarut dalam air sudah < 1-2 ppm maka dilakukan squeezing kembali scale inhibitor melalui anulus sumur. Perkembangan saat ini saya ndak tahu, tapi saya yakin aktivitas itu masih berjalan. Riky Bernardo

Pak Bono Dan Pak Sulis, Masalah scaling memang banyak terjadi di lapangan-lapangan minyak tua hampir di seluruh Indonesia. Jenis scale yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah CaCO3, dan ada beberapa kasus khusus di lapangan tertentu yang mengalami masalah dengan scale jenis barite (BaSO4). Setahu saya lapangan Duri memang banyak menggunakan scale inhibitor dan teknologi yang diaplikasikan disana adalah metoda DSST (Downhole Scale Squeeze Treatment). Zein Wijaya Pak Bono Dan Pak Sulis, Sebagai salah satu alumni Caltex Duri.. Saya akan coba sedikit menjelaskan penyebab terjadinya Scale di Duri: Scale is The solid, mineral deposits that Precipitate from produced water and Adhere to the inside surfaces of pipelines, tanks, production tubing and perforations. CaCO3 (Calcit) CaSO4 (gypsum) BaSO4 (barite) Other Non Scale Deposits FeCO3 ------------> FeS -----------> from Corrosion Fe2O3 -------------> Wax/Paraffins/Asphaltenes Bacterial Slime SiO2 --> from boiler The # 1 Cause Of Scale SUPERSATURATION We exceed the solubility of a given scale mineral Satu satunya cara untuk mencegah terjadinya scale di well adalah dengan menginjeksikan scale inhibitor kedalam sumur produksi atau sumur injeksi.. .. Kalo scale sudahterbentuk, harus diremove dulu dengan acidizing, setelah itu baru dilakukan scale inhibitor treatment

Acidizing adalah cara untuk menghilangkan scale plugging di sumur, tapi tidak mencegah terjadinya scale Kalau cara injeksi scale inhibitor sudah dilakukan tapi ternyata tidak berhasil mencegah terbentuknya scale, harus dilakukan root cause analysis apakah metode injeksinya sudah dilakukan benar (maksudnya apakah metode injeksi dilakukan dengan cara bull plug atau dengan menggucakan cup packer...Metode placement sangat penting sekali dalam menentukan efektifitas dari scale inhibitor, apalagi kalo sumur diproduksi dari beberapa flow unit reservoir) Metode bull plug, kurang efektif sekiranya sumur diproduksikan dari beberapa flow unit.. Placement dengan cup packer adalah placement technique yg paling efektif kalo sumur diproduksi dari beberapa flow unit yg permeability heterogeneitynya berbeda beda Selain itu salah satu parameter lain yg cukup penting : Scale Inhibitor treatment dilakukan dengan cara continous injection atau hanya one time injection... Berdasarkan pengalaman saya selama bekerja di Chevron, metode continuous injection adalah yg paling efektif, dan interval time dari satu injeksi ke injeksi berikutnya dilakukan berdasarkan water analysis dari water production.. parameter yg dianalisa adalah Polyphosponate Residual Content (PRC)...Hasil lab biasanya menentukan cut off value untuk PRC content..Kalo PRC content dari water analysis sudah dibawah cut off value, Scale Inhibitor wajib diinject kembali ke dalam sumur.. Dalam pemilihan jenis cale inhibitor, hendaknya dilakukan laboratory test..ada beberapa type scale inhibitor : Adsorption dan Precipitation...Adsorption maksudnya Scale Inhibitor yg diinjeksikan akan teradsorb ke dalam batuan...Pemilihan scale inhibitor type yg dipakai harus didasarkan pada laboratory test (core flood test dan compatibility test). Untuk detail explaination Berikut saya attachkan beberapa material ttg scale inhibitor, salah satu material saya peroleh dari Embahnya Scale Inhibitor CPI Dulu (Mas Ardianto Hendrasmono - yg sekarang bekerja di Kuwait Petroleum Company).. Saya CC-kan Mas Budhi untuk bisa mengupload material ini ke mailing list, agar bisa didownload oleh rekan rekan yg tertarik Hope this can help.

Budhi, Swastioko (Singgar Mulia) Terima kasih atas kirimannya Mas Zein. Bagi yang belum kenal, Mas Zein ini adalah Moderator KBK Reservoir Migas Indonesia. Silahkan download dari URL : http://www.migasindonesia.net/index.php? option=com_docman&task=cat_view&gid=265&Itemid=42 lilik sukirno Pak Bagus, Scale yang ada di sumur-sumur adalah masalah yang specifik yang tidak bisa digeneralisir, perlu dicari jenis de salting, de mulsifiing agent, parafinic solvent yang sesuai dan optimal untuk mengatasi problemproblem yang ada dengan cost yang optimal. Seperti problem yang ada di caltex /duri adalah pasir dengan lumpur yang lengket, tentunya sudah ada yang telah melakukan penelitian jenis pengencer atau pelarut yang sesuai untuk mengatasi masalah ini. Bila solusi bisa dipecahkan, biaya akan meningkat. Demikian juga seperti Cilacap, minyak mentahnya mengandung parafin yang sangat tinggi dan tidak bisa mengalir melalui pipa-pipa / tangki tanpa pemanasan walaupun sudah ditambahkan pelarut / parafin solvent. Dengan de salting dan de mulsifiing jenis tertentu, dosis tertentu untuk kondisi yang optimal dengan pemanasan bisa mengalirkan minyak mentah melalui pipa / tangki. Tentunya diantara teman-teman kita dimilis ini yang ahli di bidangnya bisa ikut sharing. Adhia "James" Utama Pak Denny, Untuk kasus pembentukan scale di Indonesia sudah banyak sekali terjadi. Namun memang publikasi yang tidak menyeluruh menyebabkan para akademisi tidak bisa turut terlibat dalam mitigasi scale deposition ini. Umumnya, permasalah scale ini diserahkan kepada oilfield chemical company seperti Nalco, Clariant, Champion, MIPC, Baker Petrolite, EON,

Dukem, de el el... yang saya yakin beberapa rekan chemical juga ada yang gabung di milis ini. Permasalahan utama dari scale ini ada pada kandungan brine water yang ada ditiap2 zone dalam reservoir, biasa scale mulai terjadi ketika kita mulai memproduksi fluida dari zona yang berbeda (commingle zone) yang mana dalam salah satu zona lebih banyak anion (CO3, HCO3, Cl, SO4, etc) sementara di zona yang lain banyak kationnya (Ca, Na, Ba, etc). Proses terjadinya akan menjadi terlalu panjang jika saya jelaskan disini. Kebetulan ada Journal KMI yang membahas sedikit tentang scale deposition ini (03 The Importance of Water Analysis Study). Bapak bisa download gratis di website nya Milis Migas Indonesia (http://www.migas-indonesia.com/) di bagian jurnal KMI. Kebetulan paper ini saya yang susun. Banyak referensi yang membahas permasalahan scale ini. Seperti: 1. Cowan, Jack C. & Weintritt, Donald J., Water-Formed Scale Deposits, Gulf Publishing, 1976. 2. Fink, Johannes Karl, Oil Field Chemical, Gulf Publishing, 2003. 3. Gulf Coast Chemical Commercial Inc., Scale Deposition, 1998. 4. Kemmer, Frank N., The Nalco Water Handbook 2nd Edition, McGrawHill, 1988 Mudah2an sedikit membantu. Adhia "James" Utama Ini link lengkapnya: http://migas-indonesia.net/download/index.php? option=com_docman&task=cat_view&gid=204&Itemid=42 Awaluddin Berwanto Sedikit berpendapat, Scale biasanya terbentuk kalau garam-garam (misal: calsium carbonate, calcium sulphate, dll) yg ada di produced water yg keluar dari well atau injection water yg kemudian membentuk kristal dan kemudian mengeras. Jadi selama ada produced water atau inj water, maka kecenderungan untuk adanya scale tetap ada. Untuk menghilangkan scale yg sdh terlanjur terbentuk biasanya "relatif" lebih sulit..apalagi kalau pembentukan scale itu terjadi di pori-pori batuan reservoir. Pemakaian scale inhibitor atau acid (biasanya Acid ini

untuk CaCO3 scale) memang sering dilakukan..dan dapat membantu melarutkan scale. Tapi, jangan lupa..dengan memasukkan banyak cairan yg bersifat asam misalnya akan meningkatkan derajat keasaman (pH) di reservoir..yg ujungnya akan meningkatkan masalah korosi..scalenya hilang..diganti korosi. Mencampur scale inhibitor secara langsung ke dalam reservoir dg cara di-squeeze..adalah termasuk cara yg paling tradisional, yaitu dengan cara ini diharapkan scale inhibitor akan terserap (absorbed) ke dalam batuan (rock) dan kemudian dilepaskan kembali ketika produced water lewat. Cara ini memang cukup efektif untuk vertical well development, tapi untuk horizontal well development..agak sedikit sulit..terutama untuk membuat inhibitor terserap. Ada beberapa yg lebih baru untuk mengatasi scale di reservoir, seperti:mengirim scale inhibitor untul langsung masuk ke fracture fluid (biasanya kalau sejak pertama sdh diprediksi ada scale). Cara lain memasukkan stick or pellet scale inhibitor ke "rat hole" di bagian well perporation paling dalam, dsb. Pendekatan yg lebih baik adalah dengan mencegah terjadinya scale itu sendiri, karena biasanya scale itu terjadi kalau ada perubahan temperature atau pressure, ada perubahan komposisi garam-garam terlarut, atau perubahan pH. Untuk itu prediksi scale di laboratorium akan lebih memberikan informasi yg lengkap mengenai kondisi-kondisi yg memungkinkan scale terbentuk. Dengan informasi ini, operator dapat mengatur "operation envelope"-nya untuk menjauhi kondisi yg mendukung terbentuknya scale. Saya kira pendekatan ini lebih disukai oleh operator, karena untuk menginjeksikan tambahan chemical..selain CAPEX & OPEX-nya naik juga perlu treatment khusus untuk memisahkan chemical-chemical yg digunakan dari product. M. Denny Fardhan Dengan hormat,Melanjutkan pembahasan tentang Scale Inhibitor beberapa waktu yang lalu, dan sesuai dengan saran moderator untuk menulis kan asil penelitian saya dalam jurnal migas maka bersama ini saya sampikan bstract tulisan tersebut. Naskah asli akan di upload oleh yth Bp. Budhi. Saya mengundang dengan hormat, teman-teman untuk memberikan asukan, saran dan ajakan kerjasama untuk memanfaatkan hasil enelitan ini. dapat dapat

Untuk teman-teman yang memerlukan artikel ini secara lengkap, dengan ahan presentasi nya dapat menghubungi via Japri atau nanti akan di up oad oleh Moderator. Software ini masih memerlukan pengembangan. Mengharapkan saran dari eman-teman --------Penerapan Scale Inhibitor Pada Sumur Produksi Minyak Dengan komputerisasi Scale adalah masalah yang biasa timbul pada ladang minyak yang telah tua. Endapan scale ini dapat menyebabkan kurangnya produksi yang salah satunya disebabkan karena penghentian produksi selama perbaikan. Cara yang dianggap paling effektif dan ekonomis untuk pencegahan pembentukan scale adalah dengan menggunakan 'threshold hemical inhibitors' dengan menerapkan cara 'inhibition squeeze reatment'. Namun pada kenyataannya banyak variable yang tidak pasti yang dapat berakibat pada penggunaan inhibitor yang berlebihan, kesalahan pemilihan inhibitor maupun penentuan masa efektif yang kurang tepat. Satu program komputer telah dibuat untuk perancangan pengolahan ini yang dapat memperkirakan kecenderungan pembentukan scale, penyebarannya pada sumur minyak, memperkirakan scale yang diendapkan jika tidak di atasi, dan ada akhirnya digunakan untuk mendisain 'Squeeze Scale inhibition reatment'. Hasil penelitian ini telah dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dengan software omersial SCALESOFT dan telah dikembangkan, sehingga dapat digunakan pada simulasi secara 3D di sumur minyak. Dengan mengkombinasikan dan memasukkan data dari software simulasi sumur minyak BOAST, maka dapat dihasilkan informasi tentang intensitas endapan cale pada sumur minyak, kesesuaian (compatibility) antara air injeksi an air sumur asal, dan kecenderungan pembentukan scale sebagai fungsi waktu.Dengan data tersebut, maka software yang dikembangkan ini terbukti mampu memberikan informasi data simulasi secara 3D, dan telah dicobakan ada kasus injeksi sumur minyak dengan air dan sekaligus digunakan untuk melakukan disain pengolahan squeeze scale inhibition.