Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN II

Disusun oleh: Nama NIM Hari/Tanggal Tim Asisten : Riyanto : H1C004006 : Selasa, 24 April 2007 : Anggoro Dwi Martanto : Bilallodin, S.Si., M.Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA JURUSAN FISIKA PURWOKERTO 2007
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL

MENGGUNAKAN DIFRAKSI SINAR-X Oleh Riyanto ABSTRAK Analisis struktur kristal dengan menggunakan difraksi sinar-x telah dilakukan untuk mendapatkan indeksasi pola difraksi sinar-x, menghitung parameter kisi dan menentukan struktur kristal besi (Fe) dan tembaga (Cu). Indeksasi dilakukan dengan menentukan sudut 2 untuk tiap puncak pada difraktogram. Puncak puncak yang terdeteksi untuk sudut tertentu menunjukkan indek Miler (hkl). Indek Miler tersebut digunakan untuk menentukan parameter kisi (a) dan struktur kristal. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh parameter kisi untuk besi yaitu a = 0,35 nm dan tembaga yaitu a = 0.36 nm, sedangkan struktur kristal besi (Fe) adalah struktur kubus berpusat badan (bcc) dan tembaga (Cu) adalah struktur kubus berpusat sisi (fcc). Kata kunci : Struktur kristal, difraksi sinar-x, indek Miler. ABSTRACT Analyse of crystal structure using x-ray difraction have been done to get the indeks of x-ray diffraction pattern, calculate grille parameters and determine the iron and copper structure. Crystal index done by determining angle 2 to every top at difraktogram. Top angle detected for selected angle show Miler indek(hkl). The Indek Miler used to determine grilles parameter (a) and crystal structure. Based to calculation result obtained grilles parameter for iron that is a = 0,35 and copper that is a = 0.36 nm, while iron crystal structure (Fe) is body centered cubic (bcc) and Copper (Cu) is face centered cubic (fcc). Keywords : Crystal struktur, x-ray diffraction, Miler index.

I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Zat padat dibedakan menjadi 2 kategori yaitu kristal dan amorf. Kristal dibentuk oleh ion-ion, atom-atom dan molekul-molekul yang kemudian tersusun menjadi pola tiga dimensional yang teratur dan terulang. Jenis kristal mempunyai keteraturan dengan jangkauan yang panjang dalam susunan partikel pembangunnya. Sedangkan amorf strukturnya memiliki keteraturan dengan jangkauan yang pendek. Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui keteraturan atom atau molekul adalah dengan menggunakan difraksi sinar-x. Sinar-x merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang pendek. Akibat adanya radiasi elektromagnet yang diarahkan pada kristal akan memberikan efek interferensi. Interferensi pada kondisi tertentu yaitu jika arah bidang kristal terhadap berkas sinar-x () memenuhi persamaan Bargg, akan mengalami penguatan. Prinsip ini digunakan untuk mengetahui struktur dari kristal. I.2 Tujuan Tujuan dari analisis kristal menggunakan difraksi sinar-x adalah : 1. Melakukan indeksasi pola difraksi sinar-x 2. Menghitung parameter kisi 3. Menentukan struktur kristal bahan berbentuk kubus. I.3 Dasar Teori I.3.1. Sistim kristal kubus Bahan yang berbentuk kristal terdiri atas atom yang tersusun secara periodik. Susunan periodik selanjutnya dikenal sebagai struktur kristal. Sistem kristal dikelompokkan dalam 7 sistem (Krane, 1992). Sistem kristal tersebut adalah triklinik, monoclinik, ortorombik, tetragonal, heksagonal, rombohendral dan kubik. Sistem kubik jarak antara atom penyusun dalam unit sel sama panjangnya. Bentuk unit sel kristal kubus diperlihatkan pada gambar 1.

b d100 a (a)

b d200 a (b)

Gambar 1. (a) Unit sistem kubus a = b = c (b) Unit sel lain lain yang sama dan berdekatan

I.3.2. Menentukan struktur kristal Sinar-X merupakan radiasi elektromagnet energi tinggi. Sinar-X mempunyai panjang gelombang antara 0.01 nm sampai 1.15 pm. Panjang gelombang tersebut berada pada range jarak antar atom dalam sistem kristal. Oleh karena itu sinar-X dapat digunakan untuk memahami struktur dari bahan (Beiser,1987). Prinsip kerja penentuan karakteristik bahan khususnya struktur kristal menggunakan sinar-X diperlihatkan pada gambar 2. Focusing circle

X Ray Source

Difractometer circle specimen

Gambar 2. Prinsip dasar analisis struktur kristal menggunakan difraksi sinar-x.

Berdasarkan hukum braggs difraksi sinar-X terjadi pada dengan ketentuan 2d sin = n (1)

dengan d = jarak antar atom = Panjang gelombang sinar x = Sudut difraksi Hasil difraksi maksimum dan minimum dari sinar-X selanjutnya ditangkap oleh detektor dalam bentuk cps ( counter per second ). Puncak puncak yang terdeteksi untuk sudut tertentu berkaitan dengan indek Miler (hkl). Jarak antar bidang dan hkl pada kristal kubik dirumuskan

1 h2 + k 2 + l 2 = d2 a2 dengan d = jarak antar bidang a = kisi h,k,l = indek miler

(2)

Dengan substitusi persaman (1) ke persamaan 2 diperoleh parameter kisi kristal berbentuk kubus

a=

h2 + k 2 + l 2 2 sin

(3)

II. METODE

2.1 Waktu Dan Tempat Praktikum analisis struktur kristal menggunakan difraksi sinar-x dilaksanakan pada hari Selasa, 24 April 2007 di Laboratorium Fisika Eksperimen II, Program Sarjana MIPA Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. 2.2 Alat Dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan antara lain: 1. Pola difraksi sinar x (difaktrogram) untuk besi (Fe) dan tembaga (Cu). 2. Kertas 3. Kalkulator 2.3 Cara Kerja 1. Sudut 2 ditentukan untuk setiap puincak pada difraktogram. 2. Nilai sin2 ditentukan untuk masing-masing puncak. sin 2 3. Menghitung untuk setiap puncak tersebut sin 2 min 4. mengalikan perhitungan langkah ketig dfengan faktor pengali 3, 8, 11, 16, 19, 24, 27, dan 32 dengan memilih salah satu faktor pengali yang menghasilkan nilai bulat. 5. Nilai-nilai hkl ditentukan sehingga nilai h2+k2+l2 sama dengan perhitungan langkah keempat. 6. Nilai parameter kisi sistem kubik ditentukan dengan menggunakan persamaan 3.

2.4 Diagram Alir (Flow Chart)

Mulai

Sudut 2 setiap puncak pada difraktogram ditentukan

Nilai c=dihitung untuk setiap puncak

Nilai c dikalikan dengan salah satu faktor pengali (3, 8, 11, 16,19, 24, 27, 32)

Perkalian c dengan faktor pengali menghasilkan bilangan bulat?

tidak

ya Nilai h, k, l ditentukan sehingga nilai h2+k2+l2 sama dendan perhitungan c dengan faktor pengali

Nilai parameter kisi sistem kubus (a) dihitung menggunakan persamaan 3

Selesai

Gambar 3. Diagram alir analisis kristal menggunakan difraksi sinar-x

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Perhitungan 3.1.1 Tabel hasil perhitungan untuk besi (Fe)
Peak 1 2 3 4 5 6 2 44.73 65.07 82.00 99.00 116.45 137.24 Sin 0.145 0.289 0.434 0.578 0.723 0.867
2

sin 2 sin 2 min


1.000 1.993 2.993 3.986 4.986 5.979

sin 2 3 sin 2 min


3.00 5.98 8.98 11.96 39.89* 17.94

h2+k2+l2 3 6 9 12 40 18

hkl 111 112,121,211 003,030,300 222 026,206,260 033,303,330

a(nm) 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35

Ket: *) dikali dengan bilangan pengali = 8 Dengan a=

h2 + k 2 + l 2 2 sin

dan

= 0,154056 nm

3.1.2 Tabel hasil perhitungan untuk tembaga (Cu):


Peak 1 2 3 4 5 6 7 2 43.16 50.30 73.99 89.85 95.03 116.92 136.59 Sin2 0.135 0.181 0.362 0.499 0.544 0.726 0.863

sin 2 sin 2 min


1.000 1.341 2.681 3.696 4.030 5.378 6.393

sin 2 3 sin 2 min


3.00 4.02 8.04 11.09 12.09 16.13 19.17

h2+k2+l2 3 4 8 11 12 16 19

hkl 111 002,020,200 022,202,220 311,131,113 222 004,040,400 133,313,331

a(nm) 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36 0.36

Dengan

a=

h2 + k 2 + l 2 2 sin

dan

= 0,154056 nm

3.2 Pembahasan

Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui keteraturan atom atau molekul adalah dengan menggunakan difraksi sinar x. Dari praktikum analisis struktur kristal dengan menggunakan difraksi sinar x didapat bahwa nilai parameter kisi untuk besi (Fe) dan tembaga (Cu) masing-masing mempunyai nilai 0,35 nm dan 0,36 nm. Sedangkan menurut referensi nilai parameter untuk besi dan tembaga adalah 0,29 nm dan 0,36 nm (Kittel, 2004). Berdasarkan analisis struktur kristal menggunakan difraksi sinar-X untuk besi dan tembaga diketahui struktur kristal dari besi adalah bcc sedangkan tembaga adalah fcc. Sruktur kristal fcc dan bcc diperlihatkan pada gambar 4.

(a)
(b) kubus pusat sisi (fcc)

(b)

Gambar 4. Susunan atom dalam sebuah kristal (a) kubus pusat badan (bcc)

IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil eksperimen Analisis Struktur Kristal Menggunakan Difraksi Sinar-X dapat disimpulkan bahwa: 1. 2. Besi dan tembaga masing-masing mempunyai nilai parameter kisi sebesar 0,35 nm dan 0,36 nm. Struktur kristal besi adalah kubus pusat badan (bcc) sedangkan tembaga adalah kubus pusat sisi (fcc).

DAFTAR PUSTAKA Beiser, A. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. Krane, K. 1992. Fisika Modern . Jakarta : UI Kittel, C. 2004. Introduction to Solid State Physics.New York: John Willey&Sons