Anda di halaman 1dari 7

Spektroskopi Infra Red (IR) digunakan untuk menentukan struktur, khususnya senyawa organic dan juga untuk analisis

kuantitatif, seperti analisis kuantitatif untuk pencemar udara, misalnya karbon monoksida dalam udara dengan teknik non-dispersive. Bila dibandingkan dengan daerah UVtampak, di mana energy dalam daerah ini dibituhkan untuk trasnsisi elektroinik , maka radiasi infra merah hanya terbatas pada perubahan energy setingkat molekul. Untuk tingkat molekul, perbedaan dalam keadaan vibrasi dan rotasi digunakan untuk mengabsorbsi sinar infra merah. Jadi untuk dapat mengabsorbsi, molekul harus memiliki perubahan momen dipole sebagai sebagai akibat dari vibrasi. Berarti radiasi medan listrik yang berubah-ubah akan berinteraksi dengan molekul dan akan menyebabkan perubahan amplitudo salah satu gerakan molekul. Daerah radiasi spektroskopi IR berkisar pada bilangan gelombang 12800-10 cm-4, atau panjang gelombang 0,78-1000 m. umummya daerah radiasi IR terbagi dalam daerah : Dekat 12800-4000 cm-1, 3,8-1,2x1014 Hz, 0,78-2,5 m Tengah 4000-200 cm-1, 0,012-6x104 Hz, 2,5-50 m Jauh 200-10 cm-1, 60-3 x 1011 Hz, 50-1000 m

Daerah yang paling banyak digunakan untuk berbagai keperluan praktis adalah 4000-690 cm-1 (122x1013 Hz, 2,5-1,5 m ( disebut juga daerah IR tengah). Senyawa-senyawa seperti O2 dan N2 tidak memiliki perubahan momen dipole dalam vibrasi maupun rotasi, sehingga tidak dapat mengabsosrsi sinar IR. Molekul dalam padatan dan cairan berotasi secara terbatas sedangkan dalam gas tidak.

VIBRASI MOLEKUL Vibrasi (getaran) menyebabkan posisi relative atom dalam molekul tidak pasti (berubah-ubah terus menerus). Untuk molekul dwi-atom atau tri-atom vibrasi dapat dianggap dan dihubungkan dengan energy absorbsi tetappi untuk molekul poliatom, vibrasi tidak dapat dengan ,mudah diperkirakan, karena banyaknya pusat vibrasi yang berinteraksi. Vibrasi diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : Vibrasi ulur menyangkut konstanta vibrasi antara dua atom sepanjang sumbu ikatan Vibrasi tekuk karena perubahannya sudut antara dua ikatan yang dibagi menjadi 4 tipe : 1. Scissoring : atom-atom yang terikat pada atom pusat bergerak saling mendekat dan menjauh satu sama lain sehingga sudutnya berubah-ubah. 2. 3. 4. Rocking : atom-atomnya bergerak bolak-balik dalam bidang Wagging : atom-atomnya bergerak bolak-balik keluar bidang atau molekul Twisting : atom-atom terikat pada molekul yang diam, berotasi di sekitas ikatannya

FREKUENSI VIBRASI

Gerakan harmonik sederhana dari atom-atom diberikan oleh persamaan frekuensi vibrasi dasra :

Dimana :

: frekuensi

m1 m2 : massa dari atom K : konstanta gaya

untuk ikatan tunggal :2-8 x 105 dyne/cm untuk ikatan rangkap 8-12 x 105 dyne/c untuk ikatan rangkap tiga : 12-18 x 105

BENTUK-BENTUK VIBRASI

INSTRUMEN SPEKTROFOTOMETER INFRA MERAH Komponen dasar spektrofotometer IR sama dengan UV tampak , tetapi sumber,detektor dan komponen optiknya sedikit berbeda. Mula-mula sinar infra marah di lewatkan melaui sampel dan laritan pambanding kemudian di laewatkan pada monokromator untuk menghilangkan sinar yang tidak diinginkan. Berkas ini kemudian dididspersikan melalui prisma atau gratting. Dengan melewatkannya melalui slit, sinar akan di fokuskan pada detektor. Alat IR biasanya dapat merekam sendiri absorbansinya sendiri. Temperatur dan kelembpan juga harus di atur yaitu maksimum 50% dan apabial melebihi bats tersebut maka menbuat permukaan prisma dan sel alkali halida menjadi suram. Sumber radiasi yang serin di gunakan adalah Nernest atau lampu Glower yang di buat dari oksida-oksida zirkonium dan natrium, berupa batang berongga denga diameter 2mm dan panjang 30mm. Batang ini di panaskan sampai suhu1500-20000C dan akan memberikan radiasi diatas 7000cm-1. Sumber Glower juga di gunkan dalam instrumen dengan absorbansi sekitar 5200cm-1. Monokromator yang di gunakkan dalam infra merah terbuat dari berbagai macam bahan antara lain gelas, lelehan silika, LiF, CaF2, BaF2,NaCl, AgCl, KBr, Csl. Tetapi pada ummnya prisma NaCl di gunakan yuntuk daerah 4000-6000cm-1 dan prisma Kbruntuk 400cm-1. Untuk detektor dalam infra merah di gnakan detektor termal. Di antara detektor termal , termokopellah yang banyak di gunakan. Bolometer memberikan sinyal listrik sebagai hasil perubahan dalam tahanan konduktor metal dengan temperatur .

Untuk intrumen yang di gunakan umumnya ada 2 macam intrumen yaitu u tuk analisis kuantitatif dan untuk analisis kualitatif. Karena kompleksnya spektrum IR maka di gunakan recorder . umunya alat IR digunaka berkas ganda yang di rancang lebih sederhana drai pada berkas tunggal. Dalam semua instrumen selalu ada chopper frekuensi rendah untuk menyesuaikan output sumber. Rancangan optisnya mirip denga spektrofotometer UV-tampk kecuali tempat sampel dan pembandingan di tempatkan di antara sumber dan monokromator untuk menghamburkan sinar yang berasal dari sampel dan untuk mencegah terjadinya penguraian secara fotokimia. Sumber sinar di bagi menjadi dua berkas , satu di ewatkan pada sampel dan yang satu melewati pembanding, kemudain secara berturt-turut melewati attenuator dan chopper. Setelah melalui prisma, berkas jatuh pad detektor dan di ubah menjadi sinyal listrik yang di rekam oleh recorder. Kadang kadang di perlukan amplifier bila sinyal lemah. Pada pengukuran kuantitatif model berkas ganda kurang begitu memuaskan karena banyak ganguan dari sirkuit elektronik dan pengaturan titik nol besar sehinngga menyebabkan kesalahan.

Diagram Blok Spektrokospi Infra Merah Untuk pengerjaan sampel umumnya di lakukan dalam bentuk cairan pada suhu kamar dan dalam keadaan murni. Ketebalan film untuk pengukuran berkissar anatar 0,01-0,05 mm. Ketebalan film juga bevariasi antara 0,002 sampai 3mm. Bila sampel padat maka di larutkan terlebih dahulu dengan CS2 atau CCl4. CCl4 bermanfaat dalam daerah 800-740 cm-1, sedangkan CS2 berguna dalam daerah 2222-1540cm-1. Zat di katagorikan sebagai transparan jika dapat mentransmisikan sinar >75%. Semua pelarut yang di gunakan harus bebas air. Serbuk dan pertikelnya harusdi perkecil agar dapat di analisisdengan cara menggerus padatan tersebut dalam medium caiaran kental untuk mengurangi energi yang hilang karena terjadi hamburan cahaya

Daerah Spektrum Infra Merah

Analisa Kualitatif dengan Infra merah Frekuensi dapat dihitung dari massa atom dan konstanta gaya dengan menggunakan persamaan:

= dimana : = bilangan gelombang (m-1) = massa tereduksi (Kg) K = konstanta gaya (N/m)

C = kecepatan cahaya (m/s) Tetapi secara umum lebih baik menggunakan bagan korelasi untuk mengidentifikasi gugus fungsi.Cara menganalisis suatu gugus fungsi dapat diklasifikasikan menjadi 2 cara: 1. Dengan mengkategorikan sebagai daerah IR dekat(0,7-2,5 m), daerah fundamental(2,5-50 m) dan daerah IR jauh(50-500 m). 2. a. Dengan mengklasifikasikan sebagai : Daerah ulur hidrogen (3700-2700 cm-1)

Pucak terjadi karena vibrasi ulur dari taom hidrogen dengan atom lainnya. Misalnya puncak absorsi daerah 3700-3100 cm-1 timbul karena vibrasi ulur dari O-H atau N-H. Sedangkan vibrasi C-H alifatik timbul pada 3000-2850 cm-1. Ikatan CH timbul pada 3300 cm-1 dan sebagainya

b. Pada daerah ikatan rangkap tiga (2700-1850 cm-1), gugus-gugus yang mengabsorbsi terbatas, seperti untuk ulur iakatan rangkap terjadi pada daerah 2250-2225cm-1 (misalnya untuk -CN pada 2120 , - C+N- pada 2260 cm-1). Puncak untuk SH adalah pada 2600-2550 cm-1 ,untuk PH pada 2440-2350 cm-1 dan SiH pada 2260-2090 cm-1. c. Pada daerah iaktan rangkap dua (1950-1550) cm-1, voibrasi ulur dari gugus karbonil dapat dikarakteristikan disini ,seperti keton,aldehid, asam, aminola,karbonat,semuanya mempunyai puncak pada 1700 cm-1. Ester ,halida-halida asam, anhidrida-anhidrida asam, mengabsorbsi pada 1770-1725 cm-1. Konjugasi menyebabkan puncak absorbsi menjadi lebih rendah sampai 1700 cm-1. Puncak yang disebabkan oleh vibrasi ulur dari C=C- dan C=N terletak pada 1690-1600 cm-1, berguna untuk identifikasi olefin. Cincin aromatik menunujukkan puncak daklam daerah 1650-1450 cm-1, yang derjat substitusi rendah menunujukkan puncak pada 1600,1580,1500 dan 1450 cm-1.

Ikatan C=O pada aldehid

Ikatan O-H dan C=O pada asam karboksilat

Spektrum karboni

d. Daerah sisik jari berada pada 1500-700 cm-1, dimana sedikit saja perbedaan dalam struktur dan susunan molekul akan menyebabkan distribusi puncak absorbsi kan berubah. Dalam aderah ini, untuk memastikan suatu senyawa organik adalah dengan cara membandingkan dengan pembandingnya.pita absorbsi dalam daerah ini disebabkan kareana adanya interaksi yang bermacam-macam, sehingga tidak mungkin kita dapat menginterprestasikan dengan tepat,walaupun kadang-kadang puncak yang komplels ini bermanfaat untuk identifikasi, misalnya C-O-C dalam ester dan eter mengabsorbsi pada1200 cm-1.

Daerah sidik jari

Ketika menginterprestasikan spektum IR lebih baik kita meneliti semua spektrum darpada melihat sebagian demi sebagian. Infra merah dalam hubungannya dengan NMR dan analisis unsur dapat memberikan infornasi mengenai keadaan sutau senyawa. Sebuah perbandingan spektrum percobaan dengan spektrum senyawa murni adalah mutlak dilakukan. Misalnya dalam analisis nHeksana,benzena,fenol, dan heksanol,sebagai pelarut digunakan nujol [CH3(CH2)8CH3] 1. Spektrum IR dari n-Heksana menunujukkan pita absorbsi yang khas dari hidrokarbon alifatik, seperti vibrasi ulur asimetris dan simetris C-H pada 2899cm-1,-CH2- scissoring pada 1471cm-1 dan C-CH3 pada 1381 cm-1. Pita yang lemah dekat 725 cm-1 disebabkan oleh vibrasi bending(tekuk) dari unit (CH2)42. Untuk benzena , vibrasi ulur C-H aromatik timbul pada 3030,sedangkan vibrasi C=C- dari cincin aromatik timbul pada 1613-1471 cm-1 dengan puncak yang kuat pada 1481 cm-1. Bending dari C-H timbul pada 769 cm-1. 3. n-heksanol menunujukkan pita yang kuat dari vibrasi ulur O-H pada 3356 cm-1, puncak yang melebar disebabkan karena iaktan hidrogen. Pita yang melebar pada 1062 cm-1 adalah khas untuk vibrasi ulur C-O dari alkohol primer. Biasanya apabila tom hidrogen dari hidrogen alifatik diganti oleh gugus OH, maka spektrumnya berubah karena vibrasi OH dan CO menambha vibrasi C-H. 4. Efek dari substitusi gugus hidroksi pada benzena ditunjukkan dalam spektrum dari fenol (C6H5OH). Vibrasi OH timbul sebgai pita yang lebar pada 3333 cm-1, pita didekatnya pada 3030 cm-1 disebabkan oleh vibrasi nulur C-H aromatik. Pita pada 1595 dan 1497 cm-1 menunujukkan vibrasi rangaka benzena. Vibrasi tekuk dari C-H aromatik di luar bidang pada 750 cm-1 dan 685 cm-1 menunujukkan bahwa cincin benzena adalah monosubstitusi. KARAKTERISTIK FREKUENSI ABSORBSI

Analisis Kuantitatif dengan Infra Merah

Dalam penentuan analisis kuantitaif dengan infra merah digunakan hukum Beer. Kita dapat menghitung absortivitas molar () pada panjang gelombang tertentui, dimana salah satu komponenya mengabsorbsi dengan kuat sedang komponen lain absorbsinya lemah atau bahkan tidak mengabsorbsi. Absorbansi zat yang tidak diketahui jumlanya ditentukan pada panjang gelombang ini denga cara spektrofotometri simultan. Adanya sinar hamburan pada suatu waktu membuat hukum Beer tidak dapat dugunakan, terutama pada nuilai sbsorbansi yang tinggi. Oleh karena itu,digunakan metode empiris. Metode base line adalah untuk menyel;eksi pita absorbsi yang dianakisis yang tidak jatuh kembali pada pita komponene yang dianalisis. Jika P0 menunujukkan intensitas sinar yang didapat denga cara menarik garis lurus tangensial pada kurava spektrum absorabsi pada posisi pita yang dianalisis. Transmitan Pt diukur dari titik absorbsi maksimum. Kurava kalibrasi didapat dengan cara mengalurakan nilaia log(P0/Pt) terhadap konsentrsi. Karena pita IR yang sempit, menyebabkan deviasi dari hukum Beer ( yang dapat menyebabkan hubungan antara absorbansi dan konsentrasi menjadi tidak linear) kemunkinan kecil. Spektroskopi IR dapat digunkan untuk menganalisis campuran hodrokarbon aromatik seperti C8H10(mengandung xylena dalam bentuk orto,meta,para dan etil benzena), dengan sikloheksana sebagai pelarut. Kita ambil puncak di sekitar panjang gelombang 12-15 m, kita hitung absorptivitas molar semua senyawa pada 13 ; 47 ;13,01 ;12,58 l 14,36 m yang merupakan daerah puncak dan menulis empat persamaan simultan untuk menhitung konsentrasi masing-masing. Kebnayakan penggunaan spektroskopi IR dalam analisis kuantitatif adalah untuk menganalisis kandungan udara, misalnya jika udara mengandung polutan seperti CO, metil etil keton, metanol ,etilen oksida dan uap CHCl3. Smapel udara yang mengandung polutan atsmosfer dianalisis dengan alat IR. Polutan-polutan lain seperti CS2,HCN,SO2,nitrobenzena,vinilklorida,diboran,kloroprena,metilmerkaptan,piridain,juga dapat dianalisis secara kuantitatif dengan spektrofotometer infra merah.

Gambar. Spektrum IR untuk udara bebas

Teknik infra merah dalam analisis kuantitatif mempunyai keterbatasan yang tidak dapat diabaikan. Pertama tidak adanya hubungan antara hukum Beer dan kompleksitas spektum sehingga tumpang tindihnya puncak-puncak. Kedua ,sempitnya puncak ,akibat dari sinar hamburan menyebakan pemakain lebar slit menjadi besar. Sel yang sempit juga tidak banyak digunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan praktis.

DAFTAR PUSTAKA

Khopkar,S.M. 1983 . Konsep Dasar Kimia Analitik . Jakarta : UI Press http://www.wag.caltech.edu/home/jang/genchem/infrared.htm diakses pada tanggal 5 Mei 2011 http://id.wikipedia.org/wiki/Inframerah diakses pada tanggal 5 Mei 2011 http://antosusilo.blog.uns.ac.id/2009/09/28/spektrofotometri-infra-merah-2/ diakses pada tanggal 5 Mei 2011 http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_analisis/spektrofotometri_infra_merah/ diakses pada tanggal 5 Mei 2011 http://www.scribd.com/doc/53538092/67/Vibrasi-molekul diakses pada tanggal 5 Mei 2011